MODUL AJAR IPS KELAS 8 BAB 1: KONDISI GEOGRAFIS DAN PELESTARIAN SUMBER DAYA

 


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Description: Description: Description: Description: C:\Users\LENOVO\AppData\Local\Microsoft\Windows\Clipboard\HistoryData\{6EDE715F-ACA6-43D2-93F0-9443EB84C9DA}\{557B123D-4F72-4D81-B0F8-ACE7343EADDE}\ResourceMap\{3C0E7288-1CC1-42A2-B680-103E36FF67E4}

 

RENCANA PEMBEJARAN MENDALAM

 (Deep Learning)

Nama Sekolah                      :     SMPN 0 Merangin

Nama Penyusun                   :      HAMDANI, S.Pd

NIP                                        :      19811021 201001 1 007

Mata pelajaran                     :      IPS

Fase D, Kelas / Semester      :      VIII (Delapan)  / I (Ganjil)

 

 

 

 


RENCANA PEMBEJARAN MENDALAM DEEP LEARNING

MATA PELAJARAN : IPS

BAB 1: KONDISI GEOGRAFIS DAN PELESTARIAN SUMBER DAYA

 

A. IDENTITAS MODUL

Nama Sekolah                    :    .SMPN 01 Merangin

Nama Penyusun                 :    HAMDANI, S.Pd

Mata Pelajaran                  :    IPS

Kelas / Fase /Semester       :    VIII / D / I (Ganjil)

Alokasi Waktu                   :    36 JP (20 kali pertemuan)

Tahun Pelajaran                :    2026 / 2027

 

B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK

●     Pengetahuan Awal: Peserta didik telah memiliki pemahaman dasar dari kelas VII mengenai fitur geografis, kehidupan awal masyarakat Indonesia, dan kebutuhan manusia. Mereka mengetahui bahwa ada kaitan antara kondisi geografis dengan aspek kehidupan masyarakat.

●     Minat: Peserta didik memiliki minat yang beragam, sebagian tertarik pada aspek visual seperti peta dan video, sebagian lain pada diskusi dan cerita sejarah, dan lainnya pada kegiatan praktik atau proyek.

●     Latar Belakang: Peserta didik berasal dari latar belakang sosial dan ekonomi yang beragam, dengan tingkat paparan yang berbeda terhadap isu-isu lingkungan dan pemanfaatan sumber daya alam di sekitar mereka.

●     Kebutuhan Belajar:

○     Visual: Peserta didik yang belajar melalui visual membutuhkan peta, gambar, infografis, dan tayangan video mengenai keragaman alam, sebaran sumber daya, dan peninggalan sejarah.

○     Auditori: Peserta didik dengan gaya belajar auditori akan lebih mudah memahami melalui penjelasan lisan, diskusi kelompok, tanya jawab, dan mendengarkan cerita atau berita terkait materi.

○     Kinestetik: Peserta didik kinestetik memerlukan aktivitas yang melibatkan gerakan dan praktik, seperti membuat peta timbul, membuat poster, bermain peran, atau melakukan pengamatan langsung di lingkungan sekitar.

 

C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN

●     Jenis Pengetahuan yang Akan Dicapai

○     Konseptual: Memahami konsep letak geografis, astronomis, dan geologis Indonesia; iklim dan cuaca; keragaman sosial budaya; sumber daya alam (hutan, tambang, maritim); kualitas sumber daya manusia (SDM); lembaga sosial; dan interaksi antar-bangsa pada masa Hindu-Buddha.

○     Prosedural: Menganalisis hubungan antara kondisi geografis dengan aktivitas ekonomi dan sosial budaya; merancang upaya peningkatan kualitas SDM; menganalisis peran lembaga sosial; mengidentifikasi jalur perdagangan kuno; dan membuat produk kreatif berdasarkan materi (esai, poster, peta).

●     Relevansi dengan Kehidupan Nyata Peserta Didik: Materi ini sangat relevan karena membahas langsung lingkungan tempat tinggal mereka, mulai dari kondisi alam, kekayaan yang dimiliki, hingga tantangan seperti perubahan iklim dan pemanfaatan sumber daya. Peserta didik diajak untuk sadar akan potensi dan masalah di sekitarnya serta memikirkan solusi.

●     Tingkat Kesulitan: Sedang. Materi ini memerlukan kemampuan analisis dan menghubungkan berbagai konsep dari disiplin ilmu yang berbeda (geografi, sosiologi, ekonomi, sejarah).

●     Struktur Materi: Materi disusun secara sistematis, dimulai dari pemahaman kondisi fisik (geografis), kemudian dampak sosial-budaya, potensi ekonomi (SDA), kualitas manusianya (SDM), pranata sosial yang mengatur (lembaga sosial), hingga konteks sejarah interaksi dengan bangsa lain.

●     Integrasi Nilai dan Karakter:

○     Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia: Mensyukuri karunia Tuhan berupa kekayaan alam Indonesia dan menjaga kelestariannya. Menghargai keragaman budaya sebagai ciptaan-Nya.

○     Bernalar Kritis: Menganalisis dampak eksploitasi SDA, mengidentifikasi penyebab rendahnya kualitas SDM, dan mengevaluasi peran lembaga sosial dalam pembangunan.

○     Kreativitas: Merancang upaya peningkatan kualitas SDM, membuat produk seperti poster, esai, dan peta jalur perdagangan, serta membuat kerajinan dari barang bekas.

○     Kolaborasi/Bergotong Royong: Bekerja dalam kelompok untuk diskusi, membuat proyek, dan memecahkan masalah melalui metode pembelajaran seperti jigsaw dan group investigation.

○     Kemandirian: Melakukan riset individu, menulis esai, dan melakukan refleksi pribadi terhadap pembelajaran.

○     Kepedulian: Mengembangkan sikap peduli terhadap kelestarian lingkungan dan masalah sosial di masyarakat sekitar.

 

D. DIMENSI PROFIL LULUSAN

●     Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia: Pembelajaran mendorong murid untuk mensyukuri dan menjaga kelestarian alam sebagai ciptaan Tuhan, serta menghormati keragaman budaya.

●     Kewargaan: Memahami peran dan tanggung jawab sebagai warga negara dalam memanfaatkan sumber daya alam secara bijak dan berpartisipasi dalam pembangunan.

●     Penalaran Kritis: Menganalisis hubungan sebab-akibat antara kondisi geografis, aktivitas manusia, dan dampaknya terhadap lingkungan serta kehidupan sosial.

●     Kreativitas: Menghasilkan gagasan dan karya orisinal untuk menyelesaikan masalah, seperti merancang poster kampanye lingkungan atau membuat produk dari barang bekas.

●     Kolaborasi: Bekerja sama dalam tim untuk menyelesaikan tugas-tugas kelompok, menghargai pendapat orang lain, dan mencapai tujuan bersama.

●     Kemandirian: Melakukan penelitian sederhana, mengelola informasi, dan mengerjakan tugas-tugas individu secara bertanggung jawab.

●     Kesehatan: Memahami pentingnya lingkungan yang sehat bagi kualitas hidup manusia.

●     Komunikasi: Menyampaikan hasil diskusi, presentasi, dan gagasan secara lisan maupun tulisan dengan efektif.


 

DESAIN PEMBELAJARAN

 

A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)

Pada akhir Fase D, murid memiliki kemampuan sebagai berikut.

·         Pemahaman Konsep

Menjelaskan keberagaman kondisi geografis Indonesia, konektivitas antarruang terhadap upaya pemanfaatan dan pelestarian potensi sumber daya alam, faktor aktivitas manusia terhadap perubahan iklim dan potensi bencana alam; memprediksi dampak perubahan iklim terhadap kehidupan ekonomi, sosial, budaya masyarakat serta merefleksikan pola adaptasi terhadap perubahan iklim dan upaya mitigasi bencana untuk menunjang sustainable development goals (SDGs) dalam konteks lokal, regional, dan global; mengidentifikasi upaya masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya melalui kegiatan ekonomi, harga, pasar, lembaga keuangan, perdagangan internasional; menelaah peran masyarakat dan negara dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di era digital, serta potensi Indonesia menjadi negara maju; mengelaborasi proses interaksi sosial, lembaga sosial, dinamika sosial dan perubahan sistem sosial budaya dalam masyarakat yang majemuk untuk mewujudkan integrasi bangsa dengan prinsip kebhinekaan; menjelaskan konsep dasar ilmu sejarah yaitu manusia, ruang, waktu, kronologi, perubahan; menganalisis keterhubungan antara masa lampau, masa kini, dan masa yang akan datang ketika mempelajari sejarah lokal dan toponimi wilayah serta berbagai peristiwa atau kejadian penting dalam lingkup lokal, nasional dan global terkait asal-usul nenek moyang bangsa Indonesia dan jalur rempah nusantara.

 

·         Keterampilan Proses

Menerapkan pemahaman konsep melalui pendekatan keterampilan proses dengan cara mengamati fenomena dan peristiwa secara sistematis dengan menggunakan pancaindra serta menemukan persamaan dan perbedaannya; menanya dengan panduan pendidik, mengajukan pertanyaan untuk menggali dan klarifikasi informasi, serta mencari tahu penyebab dan memprediksinya; mengumpulkan informasi secara berkolaborasi, merencanakan dan melakukan penyelidikan, mengumpulkan informasi dengan sumber primer, dan mendokumentasikannya; berkolaborasi, mengolah informasi yang relevan serta memprioritaskan beberapa gagasan tertentu; menguji dan menerapkan konsep melalui eksperimen, simulasi, studi kasus, atau situasi nyata untuk memperkuat pemahaman dan keterampilan; mengevaluasi dan merefleksi serta melakukan perbaikan untuk menarik simpulan hasil penyelidikan dengan tepat; mengomunikasikan dan menyajikan hasil penyelidikan dengan menggunakan media informasi yang tepat; dan menyusun rencana tindak lanjut dari hasil penyelidikan yang telah dihasilkan secara kolaboratif.

 

B. LINTAS DISIPLIN ILMU

●     Geografi: Mempelajari letak, luas, kondisi iklim, dan potensi sumber daya alam Indonesia.

●     Sosiologi: Menganalisis keragaman sosial budaya, peran lembaga sosial, dan interaksi dalam masyarakat.

●     Ekonomi: Membahas pemanfaatan sumber daya alam untuk pemenuhan kebutuhan, kegiatan ekonomi, dan perdagangan.

●     Sejarah: Mengkaji interaksi dengan bangsa asing, jalur perdagangan kuno, dan perkembangan kerajaan Hindu-Buddha.

●     Pendidikan Pancasila: Mengaitkan materi dengan nilai-nilai Pancasila seperti persatuan dalam keberagaman dan keadilan sosial.

●     Bahasa Indonesia: Mengembangkan keterampilan menulis esai, laporan, dan presentasi.

 

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

●     Pertemuan 1-2: Proses Geografis dan Keragaman Alam (4 JP)

○     Peserta didik mampu menjelaskan luas dan letak wilayah Indonesia.

○     Peserta didik mampu mengidentifikasi letak geologis Indonesia.

○     Peserta didik mampu menganalisis cuaca dan iklim Indonesia.

●     Pertemuan 3-4: Proses Geografis dan Keragaman Sosial Budaya (4 JP)

○     Peserta didik mampu menjelaskan keragaman sosial budaya di masyarakat.

○     Peserta didik mampu menganalisis pengaruh faktor geografis yang memengaruhi keragaman sosial budaya.

○     Peserta didik mampu mengidentifikasi jenis keragaman sosial budaya.

●     Pertemuan 5-6: Potensi Sumber Daya Alam di Indonesia (4 JP)

○     Peserta didik mampu mengidentifikasi sumber daya hutan di Indonesia.

○     Peserta didik mampu mengidentifikasi sumber daya tambang di Indonesia.

○     Peserta didik mampu mengidentifikasi sumber daya kemaritiman di Indonesia.

●     Pertemuan 7-8: Pemanfaatan Sumber Daya Alam (4 JP)

○     Peserta didik mampu menganalisis pemanfaatan sumber daya alam di Indonesia dan dampaknya.

●     Pertemuan 9: Kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia (2 JP)

○     Peserta didik mampu menganalisis kualitas sumber daya manusia di Indonesia.

●     Pertemuan 10-11: Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia (4 JP)

○     Peserta didik mampu merancang upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia.

●     Pertemuan 12: Lembaga Sosial (2 JP)

○     Peserta didik mampu mendeskripsikan pengertian dan jenis lembaga sosial.

●     Pertemuan 13-14: Peran Lembaga Sosial dalam Pemanfaatan Sumber Daya Alam (4 JP)

○     Peserta didik mampu menganalisis peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya alam.

●     Pertemuan 15: Peran Lembaga Sosial dalam Pemanfaatan Sumber Daya Manusia (2 JP)

○     Peserta didik mampu menganalisis peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya manusia.

●     Pertemuan 16-17: Perdagangan Nusantara Awal Masehi (4 JP)

○     Peserta didik dapat mengidentifikasi perdagangan Nusantara pada awal Masehi.

●     Pertemuan 18-20: Perkembangan Kehidupan pada Masa Kerajaan Hindu-Buddha (6 JP)

○     Peserta didik mampu menjelaskan masuknya Hindu-Buddha ke Indonesia.

○     Peserta didik mampu mengidentifikasi kebudayaan pengaruh Hindu-Buddha di Indonesia.

 

D. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL

Kondisi Geografis Dan Pelestarian Sumber Daya

 

E. KERANGKA PEMBELAJARAN

PRAKTIK PEDAGOGIK

●     Model Pembelajaran: Project Based Learning (PBL)

●     Pendekatan: Deep Learning (Mindful, Meaningful, Joyful Learning)

○     Mindful Learning: Peserta didik diajak menyadari pentingnya materi dengan mengaitkan kondisi geografis dan SDA dengan kehidupan sehari-hari mereka. Refleksi di akhir setiap pertemuan membantu membangun kesadaran ini.

○     Meaningful Learning: Pembelajaran menjadi bermakna karena peserta didik tidak hanya menghafal fakta, tetapi menganalisis masalah nyata (misalnya eksploitasi SDA) dan merancang solusi (misalnya membuat poster kampanye).

○     Joyful Learning: Suasana belajar dibuat menyenangkan melalui metode yang variatif seperti permainan (Team Games Tournament), diskusi interaktif (Think Pair Share), dan kegiatan kreatif (membuat mind map, kliping, dan proyek kerajinan).

●     Metode Pembelajaran: Diskusi kelompok, Jigsaw Learning, Inkuiri, Team Games Tournament, Two Stay Two Stray, Group Investigation, Think Pair Share, Presentasi, Studi Kasus.

●     Strategi Pembelajaran Berdiferensiasi

○     Diferensiasi Konten: Menyediakan materi dalam berbagai format (teks bacaan, infografis, video, tautan berita) untuk mengakomodasi gaya belajar yang berbeda.

○     Diferensiasi Proses: Memberikan pilihan metode belajar (diskusi, riset, permainan) dan tingkat bimbingan yang berbeda sesuai kesiapan peserta didik. Peserta didik dapat bekerja secara individu, berpasangan, atau kelompok.

○     Diferensiasi Produk: Memberikan kebebasan kepada peserta didik untuk menunjukkan pemahaman mereka melalui berbagai produk seperti esai, poster, mind map, kliping, infografis, atau presentasi lisan.

KEMITRAAN PEMBELAJARAN

●     Lingkungan Sekolah: Berkolaborasi dengan guru mata pelajaran lain (IPA, Bahasa Indonesia, Seni Budaya) untuk proyek terintegrasi. Memanfaatkan perpustakaan sekolah sebagai sumber belajar.

●     Lingkungan Luar Sekolah/Masyarakat: Mengundang narasumber dari komunitas peduli lingkungan atau tokoh masyarakat. Melakukan wawancara dengan penduduk sekitar terkait pemanfaatan SDA atau pekerjaan.

●     Mitra Digital: Menggunakan platform belajar daring, sumber dari internet (berita, video edukasi), dan media sosial untuk publikasi karya peserta didik.

LINGKUNGAN BELAJAR

Lingkungan pembelajaran yang mengintegrasikan antara ruang fisik, ruang virtual, dan budaya belajar:

●     Ruang Fisik:

○     Penataan tempat duduk yang fleksibel (berkelompok, berpasangan, klasikal) untuk mendukung berbagai metode pembelajaran.

○     Pajangan hasil karya peserta didik (poster, peta, mind map) di dinding kelas untuk menciptakan lingkungan belajar yang kaya dan memotivasi.

○     Pemanfaatan lingkungan sekolah (taman, kebun) sebagai laboratorium alam untuk pengamatan.

●     Ruang Virtual:

○     Menggunakan Learning Management System (LMS) atau grup chat untuk berbagi materi, mengumpulkan tugas, dan diskusi di luar jam pelajaran.

○     Memanfaatkan platform seperti YouTube, Google Arts & Culture, dan situs berita terpercaya sebagai sumber belajar.

○     Menggunakan blog kelas atau media sosial untuk mempublikasikan hasil proyek peserta didik.

●     Budaya Belajar:

○     Menciptakan suasana kelas yang aman, nyaman, dan inklusif di mana setiap peserta didik berani berpendapat.

○     Mendorong budaya bertanya, bernalar kritis, dan saling menghargai pendapat yang berbeda.

○     Membiasakan refleksi dan umpan balik yang konstruktif antara guru dan peserta didik, serta antar sesama peserta didik.

PEMANFAATAN DIGITAL

●     Perpustakaan Digital/Sumber Daring: Mengakses e-book, jurnal, artikel berita, dan video dari situs seperti Perpusnas, YouTube Edukasi, National Geographic, dan BMKG.

●     Forum Diskusi Daring: Menggunakan platform seperti Google Classroom atau WhatsApp Group untuk diskusi lanjutan.

●     Penilaian Daring: Menggunakan aplikasi seperti Quizizz atau Google Forms untuk kuis dan asesmen formatif.

●     Media Presentasi Digital: Peserta didik membuat presentasi menggunakan PowerPoint, Canva, atau Google Slides.

●     Media Publikasi Digital: Mengunggah karya (esai, poster, infografik) ke blog kelas, Instagram, atau channel YouTube sekolah.

 

F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI

PERTEMUAN 1-2 (4 JP : 2 x 80 MENIT)

Topik: Proses Geografis dan Keragaman Alam

●     KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)

○     Salam dan Doa: Guru membuka pelajaran dengan salam dan mengajak peserta didik berdoa. (Mindful)

○     Apersepsi: Guru menampilkan gambar/video kondisi geografis Indonesia yang beragam (gunung, pantai, hutan). Peserta didik diajak curah pendapat mengenai gambar tersebut dan mengaitkannya dengan materi kelas VII. (Meaningful)

○     Motivasi: Guru menyampaikan bahwa dengan memahami kondisi alam Indonesia, kita bisa lebih bersyukur dan bangga, serta memanfaatkannya untuk kesejahteraan, misalnya untuk pariwisata. (Joyful)

○     Tujuan Pembelajaran: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran untuk pertemuan ini.

●     KEGIATAN INTI (105 MENIT)

○     Identifikasi Aktivitas: Guru membagikan Lembar Aktivitas 1. Peserta didik mengidentifikasi mata pencaharian di dataran tinggi, rendah, dan pesisir. Ini memberikan pengalaman awal tentang pengaruh kondisi alam. (Meaningful)

○     Mengidentifikasi Masalah (Menanya): Guru memantik pertanyaan HOTS seperti, "Mengapa Indonesia punya alam yang beragam? Mengapa waktu di Papua dan Jakarta berbeda?" Peserta didik didorong untuk bertanya lebih lanjut.

○     Mengelola Informasi (Jigsaw Learning):

■     Peserta didik dibagi menjadi kelompok asal. Setiap anggota kelompok asal mendapat sub-topik berbeda untuk didalami (Letak Geografis, Letak Astronomis, Letak Geologis, Cuaca & Iklim).

■     Anggota dengan sub-topik yang sama berkumpul di "kelompok ahli" untuk berdiskusi dan mendalami materi menggunakan buku teks, artikel, atau video yang disediakan guru.

■     Anggota kembali ke kelompok asal untuk menjelaskan hasil diskusi di kelompok ahli kepada teman-temannya. (Joyful, Kolaborasi)

○     Pembelajaran Berdiferensiasi:

■     Proses: Kelompok dapat memilih cara mengolah informasi (diskusi, membuat rangkuman, atau mind map). Guru memberikan bimbingan lebih intensif pada kelompok yang membutuhkan.

■     Produk: Hasil pemahaman bisa disajikan dalam bentuk laporan singkat, poster sederhana, atau presentasi lisan.

●     KEGIATAN PENUTUP (20 MENIT)

○     Rangkuman: Guru bersama peserta didik menyimpulkan materi yang telah dipelajari.

○     Refleksi: Peserta didik menjawab pertanyaan reflektif: "Inspirasi apa yang kamu dapatkan hari ini? Apa yang membuatmu paling tertarik?". (Mindful)

○     Tindak Lanjut: Guru memberikan tugas membaca materi untuk pertemuan berikutnya tentang keragaman sosial budaya.

○     Penutup: Salam dan doa.

 

PERTEMUAN 3-4 (4 JP : 2 x 80 MENIT)

Topik: Proses Geografis dan Keragaman Sosial Budaya

●     KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)

○     Salam dan Doa: Membuka pelajaran dengan salam dan doa.

○     Apersepsi: Menampilkan video keragaman sosial budaya di Indonesia (tarian, rumah adat, upacara). Peserta didik diminta mengaitkan dengan pembelajaran sebelumnya. (Meaningful)

○     Motivasi: "Dengan adanya keragaman sosial budaya, kita belajar untuk meningkatkan toleransi, menghargai, dan menghormati budaya daerah lain." (Mindful)

●     KEGIATAN INTI (105 MENIT)

○     Mengidentifikasi Masalah: Guru memantik pertanyaan, "Bagaimana letak geografis Indonesia yang strategis bisa memengaruhi banyaknya budaya di negara kita?"

○     Mengelola Informasi (Team Games Tournament): Peserta didik dibagi ke dalam beberapa tim heterogen. Mereka berdiskusi untuk mencari informasi mengenai pengaruh faktor geografis pada keragaman budaya. Kemudian, tim-tim tersebut akan "bertanding" dalam sebuah turnamen kuis untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar materi. (Joyful, Kolaborasi)

○     Pembelajaran Berdiferensiasi:

■     Proses: Pembagian kelompok secara heterogen memastikan semua peserta didik terlibat. Soal dalam turnamen dibuat dengan berbagai tingkat kesulitan.

■     Produk: Kelompok mengerjakan Lembar Aktivitas 4 untuk mengidentifikasi unsur-unsur budaya dari suatu daerah. Hasilnya bisa dipresentasikan atau diunggah ke blog kelas.

●     KEGIATAN PENUTUP (20 MENIT)

○     Rangkuman: Guru memberikan pengakuan (reward) kepada tim pemenang dan bersama-sama menyimpulkan pembelajaran.

○     Refleksi: "Sikap apa yang perlu kita kembangkan setelah mengetahui betapa beragamnya budaya Indonesia?"

○     Tindak Lanjut: Mempelajari materi selanjutnya tentang potensi sumber daya alam.

○     Penutup: Salam dan doa.

 

PERTEMUAN 5-6 (4 JP : 2 x 80 MENIT)

Topik: Potensi Sumber Daya Alam di Indonesia

●     KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)

○     Salam dan Doa.

○     Apersepsi: Guru menunjukkan gambar/contoh hasil sumber daya alam (misal: kayu, pasir, rempah-rempah) dan bertanya, "Dari mana benda-benda ini berasal?" (Meaningful)

○     Motivasi: "Sumber daya alam kita melimpah, oleh karena itu kita harus memanfaatkannya dengan bijak agar bisa dinikmati oleh generasi mendatang."

●     KEGIATAN INTI (105 MENIT)

○     Mengidentifikasi Masalah: "Mengapa setiap daerah memiliki potensi sumber daya alam yang berbeda-beda?"

○     Mengelola Informasi (Two Stay Two Stray): Kelompok mendiskusikan salah satu jenis SDA (hutan, tambang, atau maritim). Setelah selesai, dua anggota kelompok tinggal untuk menjadi "narasumber", sementara dua anggota lainnya "bertamu" ke kelompok lain untuk mencari informasi. Setelah itu, mereka kembali ke kelompok asal untuk berbagi temuan. (Kolaborasi)

○     Pembelajaran Berdiferensiasi:

■     Proses: Pembagian topik SDA yang berbeda untuk setiap kelompok.

■     Produk: Hasil diskusi kelompok dituangkan dalam bentuk mind map (Lembar Aktivitas 7) yang memetakan potensi SDA di Indonesia.

●     KEGIATAN PENUTUP (20 MENIT)

○     Rangkuman: Setiap kelompok membagikan temuan menarik dari hasil "bertamu".

○     Refleksi: "Bagaimana cara kita mengolah potensi sumber daya alam yang ada dengan tetap memperhatikan lingkungan?" (Mindful)

○     Tindak Lanjut: Mempersiapkan diri untuk materi Pemanfaatan Sumber Daya Alam.

○     Penutup: Salam dan doa.

 

PERTEMUAN 7-8 (4 JP : 2 x 80 MENIT)

Topik: Pemanfaatan Sumber Daya Alam

●     KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)

○     Salam dan Doa.

○     Apersepsi: Menampilkan video atau berita tentang eksploitasi SDA (misal: deforestasi). Peserta didik diminta memberikan tanggapan. (Meaningful)

○     Motivasi: "Bagaimana kita bisa memanfaatkan kekayaan alam tanpa merusaknya? Ini adalah tantangan besar bagi kita semua."

●     KEGIATAN INTI (105 MENIT)

○     Mengidentifikasi Masalah: Guru memantik diskusi dengan pertanyaan, "Apa dampak yang terjadi jika eksploitasi sumber daya alam dilakukan secara berlebihan?"

○     Mengelola Informasi (Diskusi Kelompok & Studi Kasus): Peserta didik secara berkelompok menganalisis studi kasus (Lembar Aktivitas 8) tentang salah satu pertambangan di provinsi mereka, mencari data produksi, cadangan, dan dampaknya bagi masyarakat.

○     Pembelajaran Berdiferensiasi:

■     Proses: Peserta didik dapat memilih bahan tambang yang berbeda untuk dianalisis sesuai dengan ketersediaan informasi.

■     Produk: Hasil analisis ditulis dalam bentuk esai singkat dan diunggah ke media sosial atau blog yang ditentukan.

●     KEGIATAN PENUTUP (20 MENIT)

○     Rangkuman: Beberapa peserta didik membacakan kesimpulan dari esai mereka.

○     Refleksi: "Setelah mempelajari dampak eksploitasi SDA, apa komitmenmu untuk menjaga kelestarian alam?" (Mindful)

○     Tindak Lanjut: Membaca materi tentang Kualitas Sumber Daya Manusia.

○     Penutup: Salam dan doa.

 

PERTEMUAN 9 (2 JP : 80 MENIT)

Topik: Kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia

●     KEGIATAN PENDAHULUAN (10 MENIT)

○     Salam dan Doa.

○     Apersepsi: Menampilkan video tentang sumber daya manusia atau data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia. (Meaningful)

○     Motivasi: "Kualitas SDM adalah kunci kemajuan bangsa. Mari kita lihat di mana posisi kita dan apa yang bisa kita lakukan."

●     KEGIATAN INTI (60 MENIT)

○     Mengidentifikasi Masalah: "Mengapa kualitas SDM Indonesia masih tertinggal dibandingkan negara tetangga? Faktor apa saja yang memengaruhinya?"

○     Mengelola Informasi (Group Investigation): Kelompok melakukan investigasi untuk membuat kliping tentang macam-macam pekerjaan di Indonesia (Lembar Aktivitas 9). Mereka menganalisis kualifikasi pendidikan yang dibutuhkan untuk setiap pekerjaan. (Kolaborasi, Kreatif)

○     Pembelajaran Berdiferensiasi:

■     Proses: Kelompok bebas mencari sumber kliping (koran, majalah, internet).

■     Produk: Hasil kliping dan analisisnya disajikan dalam bentuk presentasi singkat.

●     KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)

○     Rangkuman: Guru dan peserta didik menyimpulkan hubungan antara tingkat pendidikan dengan jenis pekerjaan dan kualitas SDM.

○     Refleksi: "Inspirasi apa yang kamu dapatkan untuk meningkatkan kualitas dirimu sendiri?" (Mindful)

○     Tindak Lanjut: Membaca materi tentang upaya meningkatkan SDM.

○     Penutup: Salam dan doa.

 

PERTEMUAN 10-11 (4 JP : 2 x 80 MENIT)

Topik: Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia

●     KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)

○     Salam dan Doa.

○     Apersepsi: Menampilkan gambar berbagai profesi (petani, dokter, programmer) dan bertanya, "Keterampilan apa yang mereka butuhkan?"

○     Motivasi: "Setiap dari kita bisa berkontribusi untuk meningkatkan kualitas SDM Indonesia, dimulai dari diri sendiri dan lingkungan sekitar."

●     KEGIATAN INTI (105 MENIT)

○     Mengidentifikasi Masalah: "Bagaimana upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan penghasilan penduduk yang masih di bawah rata-rata?"

○     Mengelola Informasi (Think Pair Share): Peserta didik secara individu berpikir (Think), kemudian berpasangan (Pair) untuk mendiskusikan hasil survei sederhana (Lembar Aktivitas 10) mengenai data pendidikan, pekerjaan, dan penghasilan 10 penduduk di sekitar mereka. Kemudian, hasil diskusi dibagikan (Share) dalam forum yang lebih besar (misalnya, windows shopping). (Kolaborasi, Joyful)

○     Pembelajaran Berdiferensiasi:

■     Proses: Peserta didik bekerja mandiri saat survei, berpasangan saat diskusi, dan berkelompok saat presentasi windows shopping.

■     Produk: Hasil analisis dan usulan solusi disajikan dalam bentuk poster yang menarik.

●     KEGIATAN PENUTUP (20 MENIT)

○     Rangkuman: Merangkum berbagai usulan kreatif dari setiap kelompok untuk meningkatkan SDM.

○     Refleksi: "Upaya konkret apa yang akan kamu lakukan mulai sekarang untuk meningkatkan kualitas dirimu?"

○     Tindak Lanjut: Membaca materi tentang Lembaga Sosial.

○     Penutup: Salam dan doa.

 

PERTEMUAN 12 (2 JP : 80 MENIT)

Topik: Lembaga Sosial

●     KEGIATAN PENDAHULUAN (10 MENIT)

○     Salam dan Doa.

○     Apersepsi: Peserta didik diminta menceritakan pengalaman mengikuti aturan di rumah, sekolah, atau organisasi. (Meaningful)

○     Motivasi: "Aturan ada untuk membuat hidup kita lebih teratur dan harmonis. Lembaga sosial-lah yang menciptakan dan menjaga aturan-aturan itu."

●     KEGIATAN INTI (60 MENIT)

○     Mengidentifikasi Masalah: "Mengapa kita perlu aturan? Bagaimana jika tidak ada lembaga yang mengatur kehidupan kita?"

○     Mengelola Informasi (Team Games Tournament): Kelompok berdiskusi tentang jenis-jenis norma dan lembaga sosial (keluarga, agama, ekonomi, pendidikan, politik). Pemahaman mereka diuji melalui turnamen kuis yang menyenangkan. (Joyful, Kolaborasi)

○     Pembelajaran Berdiferensiasi:

■     Proses: Soal kuis dibuat bervariasi dari yang mudah hingga sulit.

■     Produk: Peserta didik mengisi tabel (Lembar Aktivitas 13) untuk mengidentifikasi peran dan fungsi setiap lembaga sosial.

●     KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)

○     Rangkuman: Menyimpulkan peran penting lembaga sosial dalam masyarakat.

○     Refleksi: "Aturan dari lembaga sosial mana yang paling berpengaruh dalam hidupmu sehari-hari?"

○     Tindak Lanjut: Membaca materi tentang peran lembaga sosial dalam pemanfaatan SDA.

○     Penutup: Salam dan doa.

 

PERTEMUAN 13-14 (4 JP : 2 x 80 MENIT)

Topik: Peran Lembaga Sosial dalam Pemanfaatan Sumber Daya Alam

●     KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)

○     Salam dan Doa.

○     Apersepsi: Menampilkan gambar masyarakat adat (misal: Suku Baduy) yang hidup selaras dengan alam. (Meaningful)

○     Motivasi: "Lembaga adat, keluarga, hingga pemerintah punya peran besar dalam menjaga kelestarian alam kita."

●     KEGIATAN INTI (105 MENIT)

○     Mengidentifikasi Masalah: "Bagaimana peran masing-masing lembaga sosial (keluarga, agama, ekonomi, pendidikan, politik) dalam memanfaatkan sumber daya alam secara bijak?"

○     Mengelola Informasi (Diskusi Kelompok): Setiap kelompok memilih satu lembaga sosial dan mendiskusikan peranannya dalam pemanfaatan SDA, mencari contoh nyata dari berita atau internet.

○     Pembelajaran Berdiferensiasi:

■     Proses: Pembagian topik lembaga sosial yang berbeda untuk setiap kelompok.

■     Produk: Hasil diskusi dituangkan dalam bentuk mind map (Lembar Aktivitas 14) dan dipresentasikan.

●     KEGIATAN PENUTUP (20 MENIT)

○     Rangkuman: Menyimpulkan bahwa setiap lembaga sosial memiliki kontribusi unik dalam pelestarian alam.

○     Refleksi: "Peran apa yang bisa diambil oleh keluargamu untuk memanfaatkan sumber daya alam (misal: air, listrik) dengan lebih bijak?" (Mindful)

○     Tindak Lanjut: Membaca materi tentang peran lembaga sosial dalam pemanfaatan SDM.

○     Penutup: Salam dan doa.

 

PERTEMUAN 15 (2 JP : 80 MENIT)

Topik: Peran Lembaga Sosial dalam Pemanfaatan Sumber Daya Manusia

●     KEGIATAN PENDAHULUAN (10 MENIT)

○     Salam dan Doa.

○     Apersepsi: Menampilkan gambar wisuda atau orang sedang mengikuti pelatihan kerja.

○     Motivasi: "Lembaga sosial seperti keluarga dan sekolah adalah 'pabrik' yang membentuk kita menjadi manusia yang berkualitas."

●     KEGIATAN INTI (60 MENIT)

○     Mengidentifikasi Masalah: "Bagaimana peran lembaga pendidikan dalam membentuk individu yang terampil dan berpengetahuan?"

○     Mengelola Informasi (Diskusi Kelompok): Kelompok mendiskusikan peran lembaga keluarga, agama, ekonomi, pendidikan, dan politik dalam pemanfaatan dan peningkatan kualitas SDM.

○     Pembelajaran Berdiferensiasi:

■     Proses: Guru memberikan studi kasus singkat, misalnya "Seorang anak dari keluarga kurang mampu tapi berprestasi. Lembaga sosial apa saja yang bisa berperan untuk membantunya meraih cita-cita?"

■     Produk: Hasil diskusi dibuat dalam bentuk mind map (Lembar Aktivitas 15).

●     KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)

○     Rangkuman: Menyimpulkan bahwa peningkatan kualitas SDM adalah tanggung jawab bersama berbagai lembaga sosial.

○     Refleksi: "Lembaga sosial mana yang paling membantumu berkembang hingga saat ini?"

○     Tindak Lanjut: Mempersiapkan diri untuk masuk ke topik sejarah: Perdagangan Nusantara.

○     Penutup: Salam dan doa.

 

PERTEMUAN 16-17 (4 JP : 2 x 80 MENIT)

Topik: Perdagangan Nusantara pada Awal Masehi

●     KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)

○     Salam dan Doa.

○     Apersepsi: Menampilkan peta Jalur Sutra dan bertanya mengapa jalur perdagangan kuno itu penting. (Meaningful)

○     Motivasi: "Sejak ribuan tahun lalu, nenek moyang kita sudah menjadi bagian penting dari perdagangan dunia. Mari kita lihat sehebat apa mereka!"

●     KEGIATAN INTI (105 MENIT)

○     Mengidentifikasi Masalah: "Bagaimana posisi strategis Indonesia memengaruhi perannya dalam perdagangan kuno antara India dan Cina?"

○     Mengelola Informasi (Diskusi Kelompok): Peserta didik mengidentifikasi komoditas perdagangan pada masa itu (Lembar Aktivitas 16) dan menganalisis peran angin muson dalam pelayaran.

○     Pembelajaran Berdiferensiasi:

■     Proses: Kelompok bisa fokus pada komoditas yang berbeda (rempah-rempah, wewangian, kain).

■     Produk: Kelompok membuat peta jalur perdagangan Nusantara pada masa awal Masehi, lengkap dengan komoditas dan pelabuhan pentingnya (Lembar Aktivitas 17). Hasilnya dipresentasikan dengan model windows shopping. (Joyful)

●     KEGIATAN PENUTUP (20 MENIT)

○     Rangkuman: Menyimpulkan bahwa letak geografis menjadi kunci utama keterlibatan Nusantara dalam perdagangan dunia.

○     Refleksi: "Keterampilan apa dari para pelaut dan pedagang masa lalu yang masih relevan hingga sekarang?"

○     Tindak Lanjut: Membaca materi tentang masuknya pengaruh Hindu-Buddha.

○     Penutup: Salam dan doa.

 

PERTEMUAN 18-20 (6 JP : 3 x 80 MENIT)

Topik: Perkembangan Kehidupan pada Masa Kerajaan Hindu-Buddha

●     KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)

○     Salam dan Doa.

○     Apersepsi: Menampilkan gambar megahnya Candi Borobudur atau Prambanan. (Meaningful)

○     Motivasi: "Peninggalan-peninggalan ini adalah bukti kebesaran peradaban masa lalu dan bagaimana nenek moyang kita secara kreatif memadukan budaya lokal dengan budaya asing."

●     KEGIATAN INTI (185 MENIT)

○     Mengidentifikasi Masalah: "Bagaimana proses masuknya pengaruh Hindu-Buddha dan bagaimana pengaruh tersebut mengubah kehidupan masyarakat di Indonesia?"

○     Mengelola Informasi (Diskusi Kelompok & Inkuiri): Selama 3 pertemuan, peserta didik akan:

1.    Mendiskusikan teori-teori masuknya Hindu-Buddha dan pengaruhnya di berbagai bidang (pemerintahan, sosial, seni budaya) (LK 18).

2.    Melakukan riset individu untuk menulis esai singkat tentang salah satu candi peninggalan Hindu-Buddha (LK 19).

3.    Berkelompok lagi untuk membuat infografik tentang pengaruh kebudayaan Hindu-Buddha terhadap perubahan lingkungan alam dan sosial (LK 20).

○     Pembelajaran Berdiferensiasi:

■     Proses: Peserta didik diberi kebebasan memilih candi atau kerajaan yang ingin mereka dalami.

■     Produk: Hasil kerja disajikan dalam berbagai bentuk: laporan diskusi, esai, dan infografik.

●     KEGIATAN PENUTUP (40 MENIT)

○     Rangkuman: Presentasi hasil proyek (esai dan infografik) dari beberapa kelompok.

○     Refleksi: "Nilai-nilai apa (seperti toleransi, akulturasi budaya) yang bisa kita pelajari dari masa kerajaan Hindu-Buddha?" (Mindful)

○     Tindak Lanjut: Guru menginformasikan tentang penilaian akhir bab (sumatif) dan memulai proyek akhir (membuat kerajinan dari barang bekas).

○     Penutup: Salam dan doa.

 

G. ASESMEN PEMBELAJARAN

ASESMEN DIAGNOSTIK

●     Tanya Jawab: Di awal bab, guru mengajukan pertanyaan lisan untuk mengukur pengetahuan awal: "Menurut kalian, apa saja kekayaan alam yang dimiliki Indonesia? Mengapa setiap daerah di Indonesia punya budaya yang berbeda?"

●     Kuis Singkat: Kuis singkat (3-5 soal pilihan ganda) melalui Quizizz atau kertas mengenai konsep dasar geografi yang telah dipelajari di kelas VII.

ASESMEN FORMATIF

●     Tanya Jawab: Selama proses pembelajaran, guru mengajukan pertanyaan untuk mengecek pemahaman, seperti "Setelah melihat peta curah hujan, apa yang bisa kalian simpulkan tentang iklim di Indonesia bagian barat dan timur?"

●     Diskusi Kelompok: Guru mengamati keaktifan peserta didik, kemampuan berkolaborasi, dan cara mereka menyampaikan argumen selama kerja kelompok.

●     Latihan Soal/LKPD: Mengerjakan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang ada di setiap pertemuan, misalnya:

○     (LKPD 1) Mengapa mata pencaharian penduduk di dataran tinggi berbeda dengan di daerah pesisir?

○     (LKPD 3) Bagaimana kondisi geografis Sulawesi Selatan mendukung lahirnya kebudayaan perahu pinisi?

●     Observasi: Guru menggunakan jurnal penilaian sikap untuk mencatat perkembangan profil pelajar Pancasila (misalnya, tingkat kekritisan, kreativitas, dan kolaborasi).

●     Produk (Proses):

○     Penilaian terhadap draf esai.

○     Penilaian terhadap sketsa mind map atau poster.

○     Penilaian terhadap kliping yang dibuat peserta didik.

ASESMEN SUMATIF

●     Produk (Proyek):

○     Poster/Infografik: Membuat poster atau infografik tentang "Upaya Meningkatkan Kualitas SDM di Lingkunganku" atau "Pemanfaatan SDA yang Bertanggung Jawab".

○     Kerajinan Barang Bekas: Proyek kelompok membuat kerajinan dari barang bekas yang memiliki nilai guna atau jual sebagai bentuk penerapan pemanfaatan sumber daya secara bijak.

●     Praktik (Kinerja):

○     Presentasi: Mempresentasikan hasil diskusi atau proyek kelompok di depan kelas. Penilaian mencakup penguasaan materi, cara penyampaian, dan kemampuan menjawab pertanyaan.

○     Simulasi: Bermain peran sebagai perwakilan lembaga sosial (misal: keluarga, sekolah, pemerintah) yang sedang berdiskusi mencari solusi masalah lingkungan.

●     Tes Tertulis: Tes akhir bab untuk mengukur pemahaman komprehensif terhadap seluruh materi.

Contoh Tes Tertulis:

A. Pilihan Ganda

1.    Indonesia terletak di antara dua benua dan dua samudra, yang menyebabkan negara ini memiliki posisi strategis dalam perdagangan dunia. Posisi ini disebut letak...
a. Astronomis
b. Geologis
c. Geografis
d. Ekonomis

2.    Berikut ini yang merupakan pengaruh dari letak geologis Indonesia sebagai pertemuan tiga lempeng tektonik adalah...
a. Memiliki iklim tropis dengan dua musim.
b. Wilayahnya dibagi menjadi tiga zona waktu.
c. Sering terjadi gempa bumi dan memiliki banyak gunung api.
d. Menjadi jalur pelayaran internasional yang ramai.

3.    Upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang paling mendasar adalah melalui...
a. Pembangunan infrastruktur jalan tol.
b. Perbaikan sistem pendidikan dan mutu sekolah.
c. Pemberian bantuan langsung tunai.
d. Peningkatan ekspor hasil tambang.

B. Esai

1.    Jelaskan bagaimana kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan memengaruhi keragaman sosial budaya masyarakatnya! Berikan contoh!

2.    Analisis dampak positif dan negatif dari eksploitasi sumber daya alam (contoh: pertambangan batu bara) bagi perekonomian dan lingkungan di Indonesia!

3.    Menurut Anda, bagaimana peran lembaga keluarga dan lembaga pendidikan dalam membentuk generasi muda yang peduli terhadap kelestarian lingkungan?

 

Mengetahui,

Kepala SMPN 01 Merangin

 

 

 

 

ISMALINDA, S.Pd

NIP. 19711002 200312 2002

Bangko, 15 Juli  2026

Guru Mata Pelajaran

 

 

 

 

HAMDANI, S.Pd

NIP.19811021 201001 1007

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lembar Kerja (LK) 6 : Penyusunan Rencana Aksi

Tugas 2 - Pengembangan Materi, LKPD dan Media Digital