MODUL AJAR IPAS KELAS 4 BAB 8 : MENJADI PAHLAWAN LINGKUNGAN
RENCANA PEMBELAJARAN MENDALAM (RPM) DEEP LEARNING
MATA PELAJARAN : ILMU PENGETAHUAN ALAM DAN
SOSIAL (IPAS)
BAB 8 : MENJADI PAHLAWAN LINGKUNGAN
A. IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah : SDN 135/V PULAU RAMAN
Nama Penyusun : M. ABDUL HARIS, S.Pd
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam dan
Sosial (IPAS)
Kelas / Fase / Semester : IV / B / Genap
Alokasi Waktu : 12 JP (6 kali pertemuan)
Tahun Pelajaran : 2026 / 2027
B. IDENTIFIKASI
KESIAPAN PESERTA DIDIK
●
Pengetahuan
Awal:
Peserta didik telah mempelajari tentang perubahan iklim, sumber daya alam, dan
kearifan lokal pada bab-bab sebelumnya. Mereka memiliki pemahaman dasar tentang
masalah lingkungan seperti sampah dan polusi.
●
Minat:
Peserta didik memiliki kepedulian alami terhadap lingkungan dan tertarik pada
kegiatan aksi nyata yang memberikan dampak positif. Mereka termotivasi oleh ide
untuk menjadi "pahlawan" bagi lingkungan dan budayanya.
●
Latar
Belakang: Peserta didik adalah bagian dari generasi yang semakin sadar
akan isu lingkungan. Mereka telah mengamati masalah lingkungan di sekitar
mereka dan memiliki pengalaman dalam kegiatan sekolah yang berkaitan dengan
kebersihan atau pelestarian.
●
Kebutuhan
Belajar:
○
Visual:
Pembelajaran akan menggunakan gambar kondisi lingkungan (sebelum dan sesudah),
infografis tentang jejak karbon, dan video dokumentasi proyek lingkungan.
○
Auditori:
Melalui diskusi kelompok untuk merancang proyek, wawancara dengan warga
sekitar, dan presentasi hasil aksi nyata.
○
Kinestetik:
Pembelajaran didominasi oleh kegiatan praktik dan proyek, seperti melakukan
pengamatan lingkungan, menjalankan aksi kebersihan, menghitung jejak karbon,
dan merancang kampanye pelestarian budaya.
C. KARAKTERISTIK
MATERI PELAJARAN
●
Jenis
Pengetahuan yang Akan Dicapai:
○
Konseptual:
Memahami konsep kelestarian lingkungan dan budaya. Memahami jejak karbon
sebagai ukuran dampak aktivitas manusia terhadap iklim. Memahami pentingnya
aksi kolektif dalam menyelesaikan masalah lingkungan.
○
Prosedural:
Merancang dan melaksanakan proyek sederhana untuk mengatasi masalah lingkungan
lokal. Menghitung perkiraan jejak karbon dari aktivitas sehari-hari. Melakukan
wawancara untuk menggali informasi tentang tradisi yang mulai pudar.
●
Relevansi
dengan Kehidupan Nyata Peserta Didik: Materi ini merupakan
puncak dari pembelajaran IPAS di kelas IV, di mana semua pengetahuan yang telah
didapat diaplikasikan untuk membuat perubahan nyata di lingkungan sekitar. Ini
memberikan pengalaman langsung menjadi agen perubahan.
●
Tingkat
Kesulitan: Sedang ke Tinggi. Materi ini menuntut kemampuan sintesis,
pemecahan masalah, dan perencanaan proyek, yang merupakan keterampilan tingkat
tinggi. Namun, dibuat dapat diakses melalui bimbingan dan kerja kelompok.
●
Struktur
Materi: Bab ini disusun sebagai bab aksi (capstone). Dimulai dengan
identifikasi masalah lingkungan, dilanjutkan dengan aksi mitigasi perubahan
iklim (mengurangi jejak karbon), dan diakhiri dengan aksi pelestarian identitas
(budaya dan jati diri).
●
Integrasi
Nilai dan Karakter: Menanamkan nilai proaktif,
solutif, gotong royong, tanggung jawab, cinta lingkungan, dan bangga pada
budaya lokal.
D. DIMENSI PROFIL
LULUSAN
●
Keimanan
dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia:
Mewujudkan rasa syukur dengan merawat lingkungan alam dan melestarikan budaya
sebagai warisan luhur.
●
Kewargaan:
Berperan aktif sebagai warga sekolah dan masyarakat yang berkontribusi langsung
dalam menyelesaikan permasalahan bersama.
●
Penalaran
Kritis: Menganalisis penyebab utama permasalahan lingkungan dan
merancang solusi yang paling efektif dan memungkinkan untuk dilakukan.
●
Kreativitas:
Menghasilkan ide-ide orisinal untuk proyek lingkungan dan kampanye pelestarian
budaya yang menarik dan berdampak.
●
Kolaborasi:
Bekerja sama secara intensif dalam tim proyek, mulai dari perencanaan,
pelaksanaan, hingga evaluasi aksi.
●
Kemandirian:
Mengambil inisiatif dalam menjalankan bagian tugasnya dalam proyek kelompok dan
merefleksikan kontribusi pribadinya.
●
Gotong
Royong: Memahami dan mempraktikkan secara langsung bahwa masalah besar
seperti kerusakan lingkungan hanya bisa diatasi dengan kerja sama dan
kepedulian bersama.
●
Komunikasi:
Mengomunikasikan hasil proyek dan kampanye secara persuasif kepada audiens
(teman, guru, warga sekolah) melalui berbagai media.
DESAIN PEMBELAJARAN
A. CAPAIAN
PEMBELAJARAN (CP)
Pada
akhir Fase B, murid memiliki kemampuan sebagai berikut.
·
Pemahaman IPAS
Menjelaskan
bentuk dan fungsi pancaindra; menganalisis siklus hidup makhluk hidup dan upaya
pelestariannya; menghasilkan solusi untuk masalah yang berkaitan dengan
pelestarian sumber daya alam sebagai upaya mitigasi perubahan iklim;
menyimpulkan proses perubahan wujud zat; menjelaskan sumber dan bentuk energi,
serta proses perubahan bentuk energi dalam kehidupan sehari-hari; membedakan
jenis gaya dan pengaruhnya terhadap arah, gerak, dan bentuk benda; menjelaskan
peran, tugas, dan tanggung jawab serta interaksi sosial yang terjadi di sekitar
tempat tinggal dan sekolah; mengenali letak kabupaten/kota dan provinsi tempat
tinggalnya dengan menggunakan peta konvensional/digital; mengklasifikasikan
ragam bentang alam dan keterkaitannya dengan profesi masyarakat, ragam budaya
serta upaya untuk melestarikannya; menganalisis sejarah masyarakat di
lingkungan tempat tinggal; menjelaskan nilai mata uang dan fungsinya, serta
cara mengelola keuangan secara bijak.
·
Keterampilan Proses
Mampu
menerapkan keterampilan proses yang meliputi:
●
Mengamati
Murid
mengamati fenomena dan peristiwa secara sederhana, mencatat hasil pengamatannya
● Mempertanyakan
dan Memprediksi
Secara
mandiri, murid mengajukan pertanyaan tentang hal-hal yang ingin diketahui saat
melakukan pengamatan dan membuat prediksi berdasarkan pengetahuan yang dimiliki
sebelumnya.
● Merencanakan
dan Melakukan Penyelidikan
Dengan
panduan pendidik, murid membuat rencana dan melakukan langkah-langkah
operasional untuk menjawab pertanyaan yang diajukan. Murid melakukan observasi
menggunakan alat bantu pengukuran sederhana..
● Memproses,
Menganalisis Data dan Informasi
Dengan
panduan pendidik, murid mengorganisasikan data dalam bentuk turus dan diagram
gambar untuk menyajikan dan mengidentifikasi pola. Murid membandingkan antara
hasil pengamatan dengan prediksi dan memberikan penjelasan..
● Mengevaluasi
dan Refleksi
Murid
melakukan refleksi terhadap penyelidikan yang sudah dilakukan.
● Mengomunikasikan
Hasil
Murid
mengomunikasikan hasil penyelidikan secara lisan dan tertulis dalam berbagai
media.
B. LINTAS DISIPLIN
ILMU
●
Pendidikan
Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn): Mengamalkan
nilai-nilai Pancasila, terutama gotong royong dan persatuan, dalam aksi nyata.
●
Bahasa
Indonesia: Menulis laporan proyek, membuat teks kampanye, dan melakukan
presentasi.
●
Matematika:
Melakukan perhitungan sederhana untuk mengukur jejak karbon dan menganalisis
data hasil pengamatan.
●
Seni
Budaya dan Prakarya (SBdP): Membuat produk visual (poster,
infografis, video) untuk mengomunikasikan hasil proyek.
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
●
Pertemuan
1-2:
Melalui penyelidikan dan kerja proyek, peserta didik mampu berkontribusi
menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan pelestarian sumber daya alam di
lingkungannya. (4 JP)
●
Pertemuan
3-4:
Melalui analisis diri dan penerapan konsep 4M, peserta didik mampu merancang
upaya untuk mengurangi jejak karbon sebagai aksi mitigasi perubahan iklim. (4
JP)
●
Pertemuan
5-6:
Melalui penelusuran dan aksi kreatif, peserta didik mampu melakukan tindakan
sederhana untuk melestarikan kearifan lokal dan budaya di sekitarnya. (4 JP)
D. INDIKATOR
KETERCAPAIAN TUJUAN PEMBELAJARAN
1.
Mengidentifikasi satu
permasalahan lingkungan yang ada di sekitar sekolah atau tempat tinggal.
2.
Menjelaskan penyebab utama dari
permasalahan lingkungan tersebut.
3.
Merancang dan melaksanakan satu
aksi nyata sederhana untuk membantu menyelesaikan masalah tersebut.
4.
Mengidentifikasi aktivitas
sehari-hari yang menyumbang jejak karbon.
5.
Memberikan contoh penerapan 4M
(Menolak, Mengurangi, Menggunakan Ulang, Mendaur Ulang) dalam kehidupan
sehari-hari.
6.
Mengidentifikasi satu tradisi
atau kearifan lokal di daerahnya yang perlu dilestarikan.
7.
Membuat sebuah karya (poster,
video, cerita) untuk mengajak orang lain melestarikan budaya tersebut.
E. TOPIK PEMBELAJARAN
KONTEKSTUAL
Masalah
sampah di sekitar sekolah, penggunaan listrik yang boros di kelas, lunturnya
permainan tradisional di kalangan anak-anak, dan semakin jarangnya penggunaan
bahasa daerah.
F. KERANGKA
PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK
●
Model
Pembelajaran: Project-Based Learning (Pembelajaran Berbasis Proyek).
●
Pendekatan:
Deep Learning (Mindful, Meaningful,
Joyful Learning)
○
Mindful
Learning: Peserta didik secara sadar merefleksikan dampak dari setiap
tindakan mereka terhadap lingkungan dan budaya, serta fokus dalam merancang dan
melaksanakan proyek.
○
Meaningful
Learning: Pembelajaran menjadi sangat bermakna karena peserta didik
tidak hanya belajar konsep, tetapi langsung bertindak dan melihat hasil dari
usaha mereka dalam memperbaiki lingkungan dan melestarikan budaya.
○
Joyful
Learning: Kegembiraan muncul dari rasa berdaya dan bangga karena
berhasil membuat perubahan positif, serta dari proses kerja sama yang solid
dalam tim proyek.
●
Metode
Pembelajaran: Proyek, observasi, wawancara,
kampanye sosial, pameran karya.
●
Strategi
Pembelajaran Berdiferensiasi:
○
Diferensiasi
Konten: Kelompok dapat memilih masalah lingkungan atau budaya yang
berbeda untuk diangkat dalam proyek mereka.
○
Diferensiasi
Proses: Memberikan kebebasan pada kelompok untuk menentukan sendiri
langkah-langkah dan pembagian peran dalam menjalankan proyeknya.
○
Diferensiasi
Produk: Laporan akhir proyek dapat disajikan dalam berbagai format
sesuai minat dan kemampuan kelompok (laporan tertulis, video dokumenter, presentasi,
pameran).
KEMITRAAN PEMBELAJARAN
●
Lingkungan
Sekolah: Berkolaborasi dengan seluruh warga sekolah (guru, staf, siswa
lain) untuk menyukseskan proyek lingkungan (misalnya, gerakan pungut sampah).
●
Lingkungan
Luar Sekolah/Masyarakat: Melibatkan tokoh masyarakat
atau budayawan lokal sebagai narasumber untuk proyek pelestarian kearifan
lokal.
●
Mitra
Digital: Menggunakan media sosial sekolah (dengan pengawasan guru)
untuk mempublikasikan kampanye dan hasil proyek.
LINGKUNGAN BELAJAR
●
Ruang
Fisik: Kelas diubah menjadi "Markas Pahlawan Lingkungan",
dengan papan perencanaan proyek, area kerja kelompok, dan dinding untuk
memajang progres dan hasil karya.
●
Ruang
Virtual: Penggunaan grup chat kelas untuk koordinasi proyek di luar jam
pelajaran (dengan pengawasan guru).
●
Budaya
Belajar: Membangun budaya kelas yang proaktif, solutif, dan
kolaboratif. Menekankan bahwa setiap kontribusi, sekecil apa pun, sangat
berharga.
PEMANFAATAN DIGITAL
●
Membuat video dokumentasi singkat
menggunakan gawai untuk merekam proses pelaksanaan proyek.
●
Merancang poster kampanye digital
menggunakan aplikasi sederhana.
G. LANGKAH-LANGKAH
PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI
PERTEMUAN 1 (2
JP : 70 MENIT)
Topik :
Lingkungan Kita Sedang Terancam
KEGIATAN
PENDAHULUAN (10 MENIT)
●
Apersepsi:
Guru menunjukkan dua gambar kontras: lingkungan yang asri dan lingkungan yang
rusak/kotor.
●
Pemantik:
Guru bertanya, "Di lingkungan mana kalian ingin tinggal? Apa yang bisa
kita lakukan jika lingkungan kita seperti gambar yang kedua?".
●
Tujuan:
Guru menyampaikan bahwa hari ini mereka akan menjadi "penyelidik
lingkungan" untuk menemukan masalah di sekitar kita.
KEGIATAN INTI (50 MENIT)
●
Observasi
Lingkungan (Meaningful): Dalam kelompok, peserta didik
melakukan pengamatan di sekitar sekolah, mengidentifikasi masalah lingkungan
(sampah berserakan, tanaman layu, genangan air, dll.).
●
Diskusi
& Pemilihan Masalah: Kelompok kembali ke kelas,
mendiskusikan temuan, dan memilih SATU masalah yang paling mendesak dan paling
mungkin mereka atasi.
●
Analisis
Penyebab: Kelompok menganalisis penyebab utama dari masalah yang mereka
pilih menggunakan metode "5 Whys" (bertanya 'mengapa' sebanyak lima
kali untuk menemukan akar masalah).
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
●
Refleksi:
Setiap kelompok menyebutkan satu masalah lingkungan yang mereka pilih untuk
diselesaikan.
●
Tindak
Lanjut: Tugas kelompok adalah mulai merancang solusi untuk pertemuan
berikutnya.
●
Penutup:
Guru menutup pelajaran dengan doa dan salam.
PERTEMUAN 2 (2
JP : 70 MENIT)
Topik : Aksi
Nyata Pahlawan Lingkungan
KEGIATAN
PENDAHULUAN (10 MENIT)
●
Review:
Setiap kelompok secara singkat menyebutkan kembali masalah dan akar penyebab
yang mereka temukan.
●
Tujuan:
Guru menyampaikan bahwa hari ini adalah waktunya merancang dan melaksanakan
"misi penyelamatan lingkungan".
KEGIATAN INTI (50 MENIT)
●
Perencanaan
Proyek (Joyful): Kelompok membuat rencana aksi
sederhana: Apa nama proyeknya? Apa tujuannya? Siapa saja yang terlibat? Alat
apa yang dibutuhkan? Kapan akan dilaksanakan?
●
Pelaksanaan
Aksi:
Dengan bimbingan guru, kelompok melaksanakan aksi mereka. (Contoh: membuat
poster larangan buang sampah, membersihkan area taman sekolah, membuat jadwal
piket menyiram tanaman).
●
Dokumentasi:
Kelompok mendokumentasikan aksi mereka dengan foto atau video singkat.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
●
Refleksi:
Peserta didik berbagi perasaan mereka setelah berhasil melakukan aksi nyata.
●
Rangkuman:
Guru menyimpulkan bahwa tindakan kecil yang dilakukan bersama-sama dapat
memberikan dampak besar.
●
Penutup:
Guru menutup pelajaran dengan doa dan salam.
PERTEMUAN 3 (2
JP : 70 MENIT)
Topik :
Mengurangi Jejak Karbon
KEGIATAN
PENDAHULUAN (10 MENIT)
●
Koneksi:
Guru mengaitkan masalah lingkungan dengan isu perubahan iklim yang pernah
dibahas.
●
Pemantik:
Guru bertanya, "Selain sampah, apa lagi 'jejak' tak terlihat yang kita
tinggalkan dan bisa merusak lingkungan?". Guru memperkenalkan istilah jejak karbon.
KEGIATAN INTI (50 MENIT)
●
Identifikasi
(Mindful): Peserta didik mengisi lembar kerja untuk mengidentifikasi
aktivitas mereka yang menghasilkan karbon (transportasi, listrik, makanan,
sampah).
●
Pengenalan
Konsep 4M (Meaningful): Guru menjelaskan konsep 4M
(Menolak, Mengurangi, Menggunakan Ulang, Mendaur Ulang) sebagai cara ampuh
mengurangi jejak karbon.
●
Diskusi
Kelompok: Kelompok mendiskusikan contoh nyata penerapan 4M di sekolah.
(Contoh: Menolak sedotan plastik di kantin, Mengurangi pemakaian kertas, dll.).
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
●
Refleksi:
Setiap peserta didik menyebutkan satu dari 4M yang paling mudah untuk mereka
lakukan.
●
Rangkuman:
Guru menyimpulkan bahwa dengan 4M, kita bisa mengurangi dampak negatif kita
terhadap iklim.
●
Penutup:
Guru menutup pelajaran dengan doa dan salam.
PERTEMUAN 4 (2
JP : 70 MENIT)
Topik : Proyek
4M di Sekolah
KEGIATAN
PENDAHULUAN (10 MENIT)
●
Review:
Guru mereview konsep 4M.
●
Tujuan:
Guru menantang setiap kelompok untuk merancang satu proyek 4M yang bisa
diterapkan di kelas atau sekolah.
KEGIATAN INTI (50 MENIT)
●
Curah
Pendapat (Joyful & Kreatif): Kelompok melakukan
curah pendapat untuk ide proyek. (Contoh: "Gerakan Bawa Botol Minum
Sendiri", "Kotak Daur Ulang Kertas Kelas", "Pojok Tukar
Mainan Bekas").
●
Perencanaan
Proyek: Kelompok memilih satu ide dan membuat rencana sederhana: nama
proyek, tujuan, dan langkah-langkahnya.
●
Pembelajaran
Berdiferensiasi (Produk): Rencana proyek dituangkan dalam
bentuk poster kampanye yang akan digunakan untuk mengajak teman-teman lain
bergabung.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
●
Presentasi
Poster: Setiap kelompok mempresentasikan poster kampanye proyek 4M
mereka.
●
Refleksi:
Guru bertanya, "Proyek kelompok mana yang paling ingin kalian ikuti?
Mengapa?".
●
Penutup:
Guru menutup pelajaran dengan doa dan salam.
PERTEMUAN 5 (2
JP : 70 MENIT)
Topik : Lestari
Budayaku, Lestari Jati Diriku
KEGIATAN
PENDAHULUAN (10 MENIT)
●
Pemantik:
Guru memutar sebuah lagu daerah yang familiar, lalu memutar sebuah lagu modern
yang sedang tren. Guru bertanya, "Mana yang lebih sering kalian dengar?
Mengapa lagu daerah semakin jarang terdengar?".
●
Tujuan:
Guru menyampaikan bahwa hari ini akan menyelidiki mengapa beberapa budaya mulai
pudar dan bagaimana cara melestarikannya.
KEGIATAN INTI (50 MENIT)
●
Penelusuran
(Meaningful): Dalam kelompok, peserta didik
berdiskusi dan mengidentifikasi satu tradisi, permainan, atau kebiasaan lokal
yang sudah jarang mereka lihat atau lakukan.
●
Wawancara:
Kelompok menyusun 3-4 pertanyaan sederhana untuk ditanyakan kepada orang tua
atau kakek-nenek di rumah tentang tradisi tersebut (Bagaimana dulu
melakukannya? Mengapa sekarang jarang dilakukan?).
●
Diskusi
Hasil: (Berdasarkan hasil wawancara yang dibawa dari rumah) Kelompok
mendiskusikan alasan mengapa budaya tersebut mulai pudar.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
●
Refleksi:
Setiap kelompok berbagi satu temuan menarik dari hasil wawancara mereka.
●
Rangkuman:
Guru menyimpulkan bahwa budaya bisa pudar karena perubahan zaman dan kurangnya
generasi penerus yang mempelajari.
●
Penutup:
Guru menutup pelajaran dengan doa dan salam.
PERTEMUAN 6 (2
JP : 70 MENIT)
Topik : Pameran
Karya Pahlawan Lingkungan dan Budaya
KEGIATAN
PENDAHULUAN (10 MENIT)
●
Apresiasi:
Guru memberikan apresiasi atas seluruh perjalanan belajar dan proyek yang telah
dilakukan peserta didik sepanjang bab.
●
Tujuan:
Guru mengumumkan bahwa hari ini adalah "Hari Pameran Karya", di mana
mereka akan berbagi hasil proyek mereka kepada teman-teman.
KEGIATAN INTI (50 MENIT)
●
Persiapan
Pameran (Joyful): Setiap kelompok menata hasil
proyek mereka (laporan aksi lingkungan, poster kampanye 4M, dan karya
pelestarian budaya) di meja pameran.
●
Gallery
Walk:
Kelas dibagi dua. Setengah kelompok menjaga "stan" pameran,
setengahnya lagi berkeliling untuk melihat, bertanya, dan memberikan apresiasi
(misalnya dengan menempel stiker senyum). Kemudian bergantian.
●
Pembelajaran
Berdiferensiasi (Proses): Peserta didik bebas
berinteraksi dan bertanya pada stan mana pun yang menarik minat mereka.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
●
Refleksi
Akhir: Peserta didik duduk dalam lingkaran dan berbagi satu pelajaran
terpenting yang mereka dapatkan dari seluruh rangkaian pembelajaran di Bab 8.
●
Komitmen:
Guru mengajak peserta didik untuk terus menjadi pahlawan bagi lingkungan dan
budaya dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya saat belajar di kelas.
●
Penutup:
Guru menutup pelajaran dengan meriah, memberikan sertifikat "Pahlawan
Lingkungan dan Budaya" kepada setiap peserta didik.
H. ASESMEN PEMBELAJARAN
ASESMEN DIAGNOSTIK
●
Tanya
Jawab: Di awal bab, guru menanyakan, "Menurutmu, apa masalah
terbesar di lingkungan sekolah kita?" dan "Apa permainan tradisional
yang masih kamu mainkan?".
ASESMEN FORMATIF
●
Diskusi
Kelompok: Mengamati proses perencanaan dan kolaborasi kelompok dalam
setiap proyek.
●
Latihan
Soal/LKPD:
○
Lembar kerja analisis penyebab
masalah lingkungan.
○
Lembar kerja identifikasi jejak
karbon.
○
Catatan hasil wawancara tentang
budaya.
●
Observasi:
Guru membuat catatan tentang perkembangan sikap proaktif, kepedulian, dan
tanggung jawab peserta didik.
●
Produk
(Proses):
○
Rencana aksi proyek lingkungan
(Pertemuan 2).
○
Poster kampanye 4M (Pertemuan 4).
ASESMEN SUMATIF
●
Produk
(Portofolio Proyek):
○
Pameran
Karya: Menilai keseluruhan hasil proyek yang dipamerkan, yang
mencakup:
1.
Dokumentasi Aksi Lingkungan
(foto/cerita).
2.
Poster Kampanye 4M.
3.
Karya Pelestarian Budaya
(poster/cerita/video).
○
Kriteria
Penilaian: Kedalaman analisis masalah, kreativitas solusi, kualitas
karya, dan dampak nyata dari aksi yang dilakukan.
●
Praktik
(Kinerja):
○
Presentasi
saat Pameran: Menilai kemampuan peserta didik
dalam menjelaskan proyek mereka kepada pengunjung pameran (teman/guru).
○
Kriteria
Penilaian: Kejelasan penjelasan, penguasaan materi proyek, dan kemampuan
menjawab pertanyaan.
●
Refleksi
Tertulis: Di akhir bab, peserta didik menulis refleksi singkat menjawab
pertanyaan:
○
Apa pelajaran paling penting yang
kamu dapatkan dengan menjadi 'pahlawan' di bab ini?
○
Aksi apa yang akan terus kamu
lakukan setelah pelajaran ini berakhir?
Mengetahui,
Pulau
Raman, Juli 2026
Kepsek SDN NO.135/VI Pulau Raman Guru Kelas 4


SALABIAH,
S.Pd M.ABDUL
HARIS, S.Pd
NIP.
19680801 200701 2010 NIP.
19790410 199909 1001
Komentar
Posting Komentar