MODUL AJAR IPAS KELAS 4 BAB 8 : MENJADI PAHLAWAN LINGKUNGAN

 

RENCANA PEMBELAJARAN MENDALAM (RPM) DEEP LEARNING

MATA PELAJARAN : ILMU PENGETAHUAN ALAM DAN SOSIAL (IPAS)


BAB 8 : MENJADI PAHLAWAN LINGKUNGAN

 

A. IDENTITAS MODUL

Nama Sekolah                    : SDN 135/V PULAU RAMAN

Nama Penyusun                 : M. ABDUL HARIS, S.Pd

Mata Pelajaran                  : Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS)

Kelas / Fase / Semester      : IV / B / Genap

Alokasi Waktu                   : 12 JP (6 kali pertemuan)

Tahun Pelajaran                : 2026 / 2027

 

B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK

●     Pengetahuan Awal: Peserta didik telah mempelajari tentang perubahan iklim, sumber daya alam, dan kearifan lokal pada bab-bab sebelumnya. Mereka memiliki pemahaman dasar tentang masalah lingkungan seperti sampah dan polusi.

●     Minat: Peserta didik memiliki kepedulian alami terhadap lingkungan dan tertarik pada kegiatan aksi nyata yang memberikan dampak positif. Mereka termotivasi oleh ide untuk menjadi "pahlawan" bagi lingkungan dan budayanya.

●     Latar Belakang: Peserta didik adalah bagian dari generasi yang semakin sadar akan isu lingkungan. Mereka telah mengamati masalah lingkungan di sekitar mereka dan memiliki pengalaman dalam kegiatan sekolah yang berkaitan dengan kebersihan atau pelestarian.

●     Kebutuhan Belajar:

○     Visual: Pembelajaran akan menggunakan gambar kondisi lingkungan (sebelum dan sesudah), infografis tentang jejak karbon, dan video dokumentasi proyek lingkungan.

○     Auditori: Melalui diskusi kelompok untuk merancang proyek, wawancara dengan warga sekitar, dan presentasi hasil aksi nyata.

○     Kinestetik: Pembelajaran didominasi oleh kegiatan praktik dan proyek, seperti melakukan pengamatan lingkungan, menjalankan aksi kebersihan, menghitung jejak karbon, dan merancang kampanye pelestarian budaya.

 

C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN

●     Jenis Pengetahuan yang Akan Dicapai:

○     Konseptual: Memahami konsep kelestarian lingkungan dan budaya. Memahami jejak karbon sebagai ukuran dampak aktivitas manusia terhadap iklim. Memahami pentingnya aksi kolektif dalam menyelesaikan masalah lingkungan.

○     Prosedural: Merancang dan melaksanakan proyek sederhana untuk mengatasi masalah lingkungan lokal. Menghitung perkiraan jejak karbon dari aktivitas sehari-hari. Melakukan wawancara untuk menggali informasi tentang tradisi yang mulai pudar.

●     Relevansi dengan Kehidupan Nyata Peserta Didik: Materi ini merupakan puncak dari pembelajaran IPAS di kelas IV, di mana semua pengetahuan yang telah didapat diaplikasikan untuk membuat perubahan nyata di lingkungan sekitar. Ini memberikan pengalaman langsung menjadi agen perubahan.

●     Tingkat Kesulitan: Sedang ke Tinggi. Materi ini menuntut kemampuan sintesis, pemecahan masalah, dan perencanaan proyek, yang merupakan keterampilan tingkat tinggi. Namun, dibuat dapat diakses melalui bimbingan dan kerja kelompok.

●     Struktur Materi: Bab ini disusun sebagai bab aksi (capstone). Dimulai dengan identifikasi masalah lingkungan, dilanjutkan dengan aksi mitigasi perubahan iklim (mengurangi jejak karbon), dan diakhiri dengan aksi pelestarian identitas (budaya dan jati diri).

●     Integrasi Nilai dan Karakter: Menanamkan nilai proaktif, solutif, gotong royong, tanggung jawab, cinta lingkungan, dan bangga pada budaya lokal.

 

D. DIMENSI PROFIL LULUSAN

●     Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia: Mewujudkan rasa syukur dengan merawat lingkungan alam dan melestarikan budaya sebagai warisan luhur.

●     Kewargaan: Berperan aktif sebagai warga sekolah dan masyarakat yang berkontribusi langsung dalam menyelesaikan permasalahan bersama.

●     Penalaran Kritis: Menganalisis penyebab utama permasalahan lingkungan dan merancang solusi yang paling efektif dan memungkinkan untuk dilakukan.

●     Kreativitas: Menghasilkan ide-ide orisinal untuk proyek lingkungan dan kampanye pelestarian budaya yang menarik dan berdampak.

●     Kolaborasi: Bekerja sama secara intensif dalam tim proyek, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi aksi.

●     Kemandirian: Mengambil inisiatif dalam menjalankan bagian tugasnya dalam proyek kelompok dan merefleksikan kontribusi pribadinya.

●     Gotong Royong: Memahami dan mempraktikkan secara langsung bahwa masalah besar seperti kerusakan lingkungan hanya bisa diatasi dengan kerja sama dan kepedulian bersama.

●     Komunikasi: Mengomunikasikan hasil proyek dan kampanye secara persuasif kepada audiens (teman, guru, warga sekolah) melalui berbagai media.


 

DESAIN PEMBELAJARAN

 

A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)

Pada akhir Fase B, murid memiliki kemampuan sebagai berikut.

·         Pemahaman IPAS

Menjelaskan bentuk dan fungsi pancaindra; menganalisis siklus hidup makhluk hidup dan upaya pelestariannya; menghasilkan solusi untuk masalah yang berkaitan dengan pelestarian sumber daya alam sebagai upaya mitigasi perubahan iklim; menyimpulkan proses perubahan wujud zat; menjelaskan sumber dan bentuk energi, serta proses perubahan bentuk energi dalam kehidupan sehari-hari; membedakan jenis gaya dan pengaruhnya terhadap arah, gerak, dan bentuk benda; menjelaskan peran, tugas, dan tanggung jawab serta interaksi sosial yang terjadi di sekitar tempat tinggal dan sekolah; mengenali letak kabupaten/kota dan provinsi tempat tinggalnya dengan menggunakan peta konvensional/digital; mengklasifikasikan ragam bentang alam dan keterkaitannya dengan profesi masyarakat, ragam budaya serta upaya untuk melestarikannya; menganalisis sejarah masyarakat di lingkungan tempat tinggal; menjelaskan nilai mata uang dan fungsinya, serta cara mengelola keuangan secara bijak.

·         Keterampilan Proses

Mampu menerapkan keterampilan proses yang meliputi:

●     Mengamati
Murid mengamati fenomena dan peristiwa secara sederhana, mencatat hasil pengamatannya

●     Mempertanyakan dan Memprediksi

Secara mandiri, murid mengajukan pertanyaan tentang hal-hal yang ingin diketahui saat melakukan pengamatan dan membuat prediksi berdasarkan pengetahuan yang dimiliki sebelumnya.

●     Merencanakan dan Melakukan Penyelidikan

Dengan panduan pendidik, murid membuat rencana dan melakukan langkah-langkah operasional untuk menjawab pertanyaan yang diajukan. Murid melakukan observasi menggunakan alat bantu pengukuran sederhana..

●     Memproses, Menganalisis Data dan Informasi

Dengan panduan pendidik, murid mengorganisasikan data dalam bentuk turus dan diagram gambar untuk menyajikan dan mengidentifikasi pola. Murid membandingkan antara hasil pengamatan dengan prediksi dan memberikan penjelasan..

●     Mengevaluasi dan Refleksi

Murid melakukan refleksi terhadap penyelidikan yang sudah dilakukan.

●     Mengomunikasikan Hasil

Murid mengomunikasikan hasil penyelidikan secara lisan dan tertulis dalam berbagai media.

 

B. LINTAS DISIPLIN ILMU

●     Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn): Mengamalkan nilai-nilai Pancasila, terutama gotong royong dan persatuan, dalam aksi nyata.

●     Bahasa Indonesia: Menulis laporan proyek, membuat teks kampanye, dan melakukan presentasi.

●     Matematika: Melakukan perhitungan sederhana untuk mengukur jejak karbon dan menganalisis data hasil pengamatan.

●     Seni Budaya dan Prakarya (SBdP): Membuat produk visual (poster, infografis, video) untuk mengomunikasikan hasil proyek.

 

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

●     Pertemuan 1-2: Melalui penyelidikan dan kerja proyek, peserta didik mampu berkontribusi menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan pelestarian sumber daya alam di lingkungannya. (4 JP)

●     Pertemuan 3-4: Melalui analisis diri dan penerapan konsep 4M, peserta didik mampu merancang upaya untuk mengurangi jejak karbon sebagai aksi mitigasi perubahan iklim. (4 JP)

●     Pertemuan 5-6: Melalui penelusuran dan aksi kreatif, peserta didik mampu melakukan tindakan sederhana untuk melestarikan kearifan lokal dan budaya di sekitarnya. (4 JP)

 

D. INDIKATOR KETERCAPAIAN TUJUAN PEMBELAJARAN

1.    Mengidentifikasi satu permasalahan lingkungan yang ada di sekitar sekolah atau tempat tinggal.

2.    Menjelaskan penyebab utama dari permasalahan lingkungan tersebut.

3.    Merancang dan melaksanakan satu aksi nyata sederhana untuk membantu menyelesaikan masalah tersebut.

4.    Mengidentifikasi aktivitas sehari-hari yang menyumbang jejak karbon.

5.    Memberikan contoh penerapan 4M (Menolak, Mengurangi, Menggunakan Ulang, Mendaur Ulang) dalam kehidupan sehari-hari.

6.    Mengidentifikasi satu tradisi atau kearifan lokal di daerahnya yang perlu dilestarikan.

7.    Membuat sebuah karya (poster, video, cerita) untuk mengajak orang lain melestarikan budaya tersebut.

 

E. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL

Masalah sampah di sekitar sekolah, penggunaan listrik yang boros di kelas, lunturnya permainan tradisional di kalangan anak-anak, dan semakin jarangnya penggunaan bahasa daerah.

 

F. KERANGKA PEMBELAJARAN

PRAKTIK PEDAGOGIK

●     Model Pembelajaran: Project-Based Learning (Pembelajaran Berbasis Proyek).

●     Pendekatan: Deep Learning (Mindful, Meaningful, Joyful Learning)

○     Mindful Learning: Peserta didik secara sadar merefleksikan dampak dari setiap tindakan mereka terhadap lingkungan dan budaya, serta fokus dalam merancang dan melaksanakan proyek.

○     Meaningful Learning: Pembelajaran menjadi sangat bermakna karena peserta didik tidak hanya belajar konsep, tetapi langsung bertindak dan melihat hasil dari usaha mereka dalam memperbaiki lingkungan dan melestarikan budaya.

○     Joyful Learning: Kegembiraan muncul dari rasa berdaya dan bangga karena berhasil membuat perubahan positif, serta dari proses kerja sama yang solid dalam tim proyek.

●     Metode Pembelajaran: Proyek, observasi, wawancara, kampanye sosial, pameran karya.

●     Strategi Pembelajaran Berdiferensiasi:

○     Diferensiasi Konten: Kelompok dapat memilih masalah lingkungan atau budaya yang berbeda untuk diangkat dalam proyek mereka.

○     Diferensiasi Proses: Memberikan kebebasan pada kelompok untuk menentukan sendiri langkah-langkah dan pembagian peran dalam menjalankan proyeknya.

○     Diferensiasi Produk: Laporan akhir proyek dapat disajikan dalam berbagai format sesuai minat dan kemampuan kelompok (laporan tertulis, video dokumenter, presentasi, pameran).

KEMITRAAN PEMBELAJARAN

●     Lingkungan Sekolah: Berkolaborasi dengan seluruh warga sekolah (guru, staf, siswa lain) untuk menyukseskan proyek lingkungan (misalnya, gerakan pungut sampah).

●     Lingkungan Luar Sekolah/Masyarakat: Melibatkan tokoh masyarakat atau budayawan lokal sebagai narasumber untuk proyek pelestarian kearifan lokal.

●     Mitra Digital: Menggunakan media sosial sekolah (dengan pengawasan guru) untuk mempublikasikan kampanye dan hasil proyek.

LINGKUNGAN BELAJAR

●     Ruang Fisik: Kelas diubah menjadi "Markas Pahlawan Lingkungan", dengan papan perencanaan proyek, area kerja kelompok, dan dinding untuk memajang progres dan hasil karya.

●     Ruang Virtual: Penggunaan grup chat kelas untuk koordinasi proyek di luar jam pelajaran (dengan pengawasan guru).

●     Budaya Belajar: Membangun budaya kelas yang proaktif, solutif, dan kolaboratif. Menekankan bahwa setiap kontribusi, sekecil apa pun, sangat berharga.

PEMANFAATAN DIGITAL

●     Membuat video dokumentasi singkat menggunakan gawai untuk merekam proses pelaksanaan proyek.

●     Merancang poster kampanye digital menggunakan aplikasi sederhana.

 

G. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI

PERTEMUAN 1 (2 JP : 70 MENIT)

Topik : Lingkungan Kita Sedang Terancam

KEGIATAN PENDAHULUAN (10 MENIT)

●     Apersepsi: Guru menunjukkan dua gambar kontras: lingkungan yang asri dan lingkungan yang rusak/kotor.

●     Pemantik: Guru bertanya, "Di lingkungan mana kalian ingin tinggal? Apa yang bisa kita lakukan jika lingkungan kita seperti gambar yang kedua?".

●     Tujuan: Guru menyampaikan bahwa hari ini mereka akan menjadi "penyelidik lingkungan" untuk menemukan masalah di sekitar kita.

KEGIATAN INTI (50 MENIT)

●     Observasi Lingkungan (Meaningful): Dalam kelompok, peserta didik melakukan pengamatan di sekitar sekolah, mengidentifikasi masalah lingkungan (sampah berserakan, tanaman layu, genangan air, dll.).

●     Diskusi & Pemilihan Masalah: Kelompok kembali ke kelas, mendiskusikan temuan, dan memilih SATU masalah yang paling mendesak dan paling mungkin mereka atasi.

●     Analisis Penyebab: Kelompok menganalisis penyebab utama dari masalah yang mereka pilih menggunakan metode "5 Whys" (bertanya 'mengapa' sebanyak lima kali untuk menemukan akar masalah).

KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)

●     Refleksi: Setiap kelompok menyebutkan satu masalah lingkungan yang mereka pilih untuk diselesaikan.

●     Tindak Lanjut: Tugas kelompok adalah mulai merancang solusi untuk pertemuan berikutnya.

●     Penutup: Guru menutup pelajaran dengan doa dan salam.

 

PERTEMUAN 2 (2 JP : 70 MENIT)

Topik : Aksi Nyata Pahlawan Lingkungan

KEGIATAN PENDAHULUAN (10 MENIT)

●     Review: Setiap kelompok secara singkat menyebutkan kembali masalah dan akar penyebab yang mereka temukan.

●     Tujuan: Guru menyampaikan bahwa hari ini adalah waktunya merancang dan melaksanakan "misi penyelamatan lingkungan".

KEGIATAN INTI (50 MENIT)

●     Perencanaan Proyek (Joyful): Kelompok membuat rencana aksi sederhana: Apa nama proyeknya? Apa tujuannya? Siapa saja yang terlibat? Alat apa yang dibutuhkan? Kapan akan dilaksanakan?

●     Pelaksanaan Aksi: Dengan bimbingan guru, kelompok melaksanakan aksi mereka. (Contoh: membuat poster larangan buang sampah, membersihkan area taman sekolah, membuat jadwal piket menyiram tanaman).

●     Dokumentasi: Kelompok mendokumentasikan aksi mereka dengan foto atau video singkat.

KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)

●     Refleksi: Peserta didik berbagi perasaan mereka setelah berhasil melakukan aksi nyata.

●     Rangkuman: Guru menyimpulkan bahwa tindakan kecil yang dilakukan bersama-sama dapat memberikan dampak besar.

●     Penutup: Guru menutup pelajaran dengan doa dan salam.

 

PERTEMUAN 3 (2 JP : 70 MENIT)

Topik : Mengurangi Jejak Karbon

KEGIATAN PENDAHULUAN (10 MENIT)

●     Koneksi: Guru mengaitkan masalah lingkungan dengan isu perubahan iklim yang pernah dibahas.

●     Pemantik: Guru bertanya, "Selain sampah, apa lagi 'jejak' tak terlihat yang kita tinggalkan dan bisa merusak lingkungan?". Guru memperkenalkan istilah jejak karbon.

KEGIATAN INTI (50 MENIT)

●     Identifikasi (Mindful): Peserta didik mengisi lembar kerja untuk mengidentifikasi aktivitas mereka yang menghasilkan karbon (transportasi, listrik, makanan, sampah).

●     Pengenalan Konsep 4M (Meaningful): Guru menjelaskan konsep 4M (Menolak, Mengurangi, Menggunakan Ulang, Mendaur Ulang) sebagai cara ampuh mengurangi jejak karbon.

●     Diskusi Kelompok: Kelompok mendiskusikan contoh nyata penerapan 4M di sekolah. (Contoh: Menolak sedotan plastik di kantin, Mengurangi pemakaian kertas, dll.).

KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)

●     Refleksi: Setiap peserta didik menyebutkan satu dari 4M yang paling mudah untuk mereka lakukan.

●     Rangkuman: Guru menyimpulkan bahwa dengan 4M, kita bisa mengurangi dampak negatif kita terhadap iklim.

●     Penutup: Guru menutup pelajaran dengan doa dan salam.

 

PERTEMUAN 4 (2 JP : 70 MENIT)

Topik : Proyek 4M di Sekolah

KEGIATAN PENDAHULUAN (10 MENIT)

●     Review: Guru mereview konsep 4M.

●     Tujuan: Guru menantang setiap kelompok untuk merancang satu proyek 4M yang bisa diterapkan di kelas atau sekolah.

KEGIATAN INTI (50 MENIT)

●     Curah Pendapat (Joyful & Kreatif): Kelompok melakukan curah pendapat untuk ide proyek. (Contoh: "Gerakan Bawa Botol Minum Sendiri", "Kotak Daur Ulang Kertas Kelas", "Pojok Tukar Mainan Bekas").

●     Perencanaan Proyek: Kelompok memilih satu ide dan membuat rencana sederhana: nama proyek, tujuan, dan langkah-langkahnya.

●     Pembelajaran Berdiferensiasi (Produk): Rencana proyek dituangkan dalam bentuk poster kampanye yang akan digunakan untuk mengajak teman-teman lain bergabung.

KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)

●     Presentasi Poster: Setiap kelompok mempresentasikan poster kampanye proyek 4M mereka.

●     Refleksi: Guru bertanya, "Proyek kelompok mana yang paling ingin kalian ikuti? Mengapa?".

●     Penutup: Guru menutup pelajaran dengan doa dan salam.

 

PERTEMUAN 5 (2 JP : 70 MENIT)

Topik : Lestari Budayaku, Lestari Jati Diriku

KEGIATAN PENDAHULUAN (10 MENIT)

●     Pemantik: Guru memutar sebuah lagu daerah yang familiar, lalu memutar sebuah lagu modern yang sedang tren. Guru bertanya, "Mana yang lebih sering kalian dengar? Mengapa lagu daerah semakin jarang terdengar?".

●     Tujuan: Guru menyampaikan bahwa hari ini akan menyelidiki mengapa beberapa budaya mulai pudar dan bagaimana cara melestarikannya.

KEGIATAN INTI (50 MENIT)

●     Penelusuran (Meaningful): Dalam kelompok, peserta didik berdiskusi dan mengidentifikasi satu tradisi, permainan, atau kebiasaan lokal yang sudah jarang mereka lihat atau lakukan.

●     Wawancara: Kelompok menyusun 3-4 pertanyaan sederhana untuk ditanyakan kepada orang tua atau kakek-nenek di rumah tentang tradisi tersebut (Bagaimana dulu melakukannya? Mengapa sekarang jarang dilakukan?).

●     Diskusi Hasil: (Berdasarkan hasil wawancara yang dibawa dari rumah) Kelompok mendiskusikan alasan mengapa budaya tersebut mulai pudar.

KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)

●     Refleksi: Setiap kelompok berbagi satu temuan menarik dari hasil wawancara mereka.

●     Rangkuman: Guru menyimpulkan bahwa budaya bisa pudar karena perubahan zaman dan kurangnya generasi penerus yang mempelajari.

●     Penutup: Guru menutup pelajaran dengan doa dan salam.

 

PERTEMUAN 6 (2 JP : 70 MENIT)

Topik : Pameran Karya Pahlawan Lingkungan dan Budaya

KEGIATAN PENDAHULUAN (10 MENIT)

●     Apresiasi: Guru memberikan apresiasi atas seluruh perjalanan belajar dan proyek yang telah dilakukan peserta didik sepanjang bab.

●     Tujuan: Guru mengumumkan bahwa hari ini adalah "Hari Pameran Karya", di mana mereka akan berbagi hasil proyek mereka kepada teman-teman.

KEGIATAN INTI (50 MENIT)

●     Persiapan Pameran (Joyful): Setiap kelompok menata hasil proyek mereka (laporan aksi lingkungan, poster kampanye 4M, dan karya pelestarian budaya) di meja pameran.

●     Gallery Walk: Kelas dibagi dua. Setengah kelompok menjaga "stan" pameran, setengahnya lagi berkeliling untuk melihat, bertanya, dan memberikan apresiasi (misalnya dengan menempel stiker senyum). Kemudian bergantian.

●     Pembelajaran Berdiferensiasi (Proses): Peserta didik bebas berinteraksi dan bertanya pada stan mana pun yang menarik minat mereka.

KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)

●     Refleksi Akhir: Peserta didik duduk dalam lingkaran dan berbagi satu pelajaran terpenting yang mereka dapatkan dari seluruh rangkaian pembelajaran di Bab 8.

●     Komitmen: Guru mengajak peserta didik untuk terus menjadi pahlawan bagi lingkungan dan budaya dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya saat belajar di kelas.

●     Penutup: Guru menutup pelajaran dengan meriah, memberikan sertifikat "Pahlawan Lingkungan dan Budaya" kepada setiap peserta didik.

 

H. ASESMEN PEMBELAJARAN

ASESMEN DIAGNOSTIK

●     Tanya Jawab: Di awal bab, guru menanyakan, "Menurutmu, apa masalah terbesar di lingkungan sekolah kita?" dan "Apa permainan tradisional yang masih kamu mainkan?".

ASESMEN FORMATIF

●     Diskusi Kelompok: Mengamati proses perencanaan dan kolaborasi kelompok dalam setiap proyek.

●     Latihan Soal/LKPD:

○     Lembar kerja analisis penyebab masalah lingkungan.

○     Lembar kerja identifikasi jejak karbon.

○     Catatan hasil wawancara tentang budaya.

●     Observasi: Guru membuat catatan tentang perkembangan sikap proaktif, kepedulian, dan tanggung jawab peserta didik.

●     Produk (Proses):

○     Rencana aksi proyek lingkungan (Pertemuan 2).

○     Poster kampanye 4M (Pertemuan 4).

ASESMEN SUMATIF

●     Produk (Portofolio Proyek):

○     Pameran Karya: Menilai keseluruhan hasil proyek yang dipamerkan, yang mencakup:

1.    Dokumentasi Aksi Lingkungan (foto/cerita).

2.    Poster Kampanye 4M.

3.    Karya Pelestarian Budaya (poster/cerita/video).

○     Kriteria Penilaian: Kedalaman analisis masalah, kreativitas solusi, kualitas karya, dan dampak nyata dari aksi yang dilakukan.

●     Praktik (Kinerja):

○     Presentasi saat Pameran: Menilai kemampuan peserta didik dalam menjelaskan proyek mereka kepada pengunjung pameran (teman/guru).

○     Kriteria Penilaian: Kejelasan penjelasan, penguasaan materi proyek, dan kemampuan menjawab pertanyaan.

●     Refleksi Tertulis: Di akhir bab, peserta didik menulis refleksi singkat menjawab pertanyaan:

○     Apa pelajaran paling penting yang kamu dapatkan dengan menjadi 'pahlawan' di bab ini?

○     Aksi apa yang akan terus kamu lakukan setelah pelajaran ini berakhir?

 

 

Mengetahui,                                                                            Pulau Raman,   Juli 2026

Kepsek SDN NO.135/VI Pulau Raman                                 Guru Kelas 4

 

 

 

 

 


SALABIAH, S.Pd                                                                 M.ABDUL HARIS, S.Pd

NIP. 19680801 200701 2010                                                 NIP. 19790410 199909 1001

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lembar Kerja (LK) 6 : Penyusunan Rencana Aksi

Tugas 2 - Pengembangan Materi, LKPD dan Media Digital

TUGAS REFLEKSI MODUL PEDAGOGIK