MODUL AJAR IPAS KELAS 4 BAB 7 : KERAGAMAN BUDAYA DAN KEARIFAN LOKAL

 

RENCANA PEMBELAJARAN MENDALAM (RPM) DEEP LEARNING

MATA PELAJARAN : ILMU PENGETAHUAN ALAM DAN SOSIAL (IPAS)


BAB 7 : KERAGAMAN BUDAYA DAN KEARIFAN LOKAL

 

A. IDENTITAS MODUL

Nama Sekolah                    : SDN NO. 135/VI PULAU RAMAN

Nama Penyusun                 :  M. ABDUL HARIS, S.Pd

Mata Pelajaran                  : Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS)

Kelas / Fase / Semester      : IV / B / Genap

Alokasi Waktu                   : 12 JP (6 kali pertemuan)

Tahun Pelajaran                : 2026 / 2027

 

B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK

●     Pengetahuan Awal: Peserta didik telah mempelajari tentang peran dan interaksi sosial di bab sebelumnya. Mereka memiliki pemahaman dasar bahwa setiap keluarga memiliki kebiasaan yang mungkin berbeda.

●     Minat: Peserta didik tertarik pada cerita, tradisi, makanan khas, dan kesenian yang unik. Mereka penasaran dengan perbedaan dan keunikan teman-temannya yang mungkin berasal dari suku atau daerah yang berbeda.

●     Latar Belakang: Peserta didik hidup dalam masyarakat Indonesia yang majemuk. Mereka secara tidak langsung telah terpapar pada keragaman budaya melalui media, perayaan hari besar nasional, dan interaksi dengan tetangga atau teman yang berbeda latar belakang.

●     Kebutuhan Belajar:

○     Visual: Pembelajaran akan menggunakan gambar pakaian adat, rumah adat, peta persebaran budaya, dan video tarian atau upacara adat.

○     Auditori: Melalui kegiatan wawancara, mendengarkan cerita/legenda daerah, diskusi kelompok, dan presentasi tentang kearifan lokal.

○     Kinestetik: Melalui permainan tradisional, mencoba gerakan tarian sederhana, atau membuat kerajinan tangan yang terinspirasi dari budaya lokal.

 

C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN

●     Jenis Pengetahuan yang Akan Dicapai:

○     Konseptual: Memahami konsep kearifan lokal sebagai nilai luhur masyarakat. Memahami bahwa keragaman budaya (bahasa, adat, kesenian, dll.) adalah kekayaan bangsa. Memahami faktor-faktor penyebab keragaman budaya di Indonesia.

○     Prosedural: Mengidentifikasi kearifan lokal di lingkungan sekitar. Melakukan wawancara untuk mengumpulkan informasi tentang tradisi. Merancang cara untuk melestarikan budaya.

●     Relevansi dengan Kehidupan Nyata Peserta Didik: Materi ini sangat relevan untuk membangun identitas diri dan rasa memiliki terhadap budayanya, serta menumbuhkan sikap toleransi dan saling menghargai terhadap perbedaan budaya yang mereka temui setiap hari.

●     Tingkat Kesulitan: Sedang. Konsep "kearifan lokal" mungkin terasa abstrak pada awalnya, namun akan menjadi konkret melalui contoh-contoh tradisi dan kebiasaan yang nyata dan mudah diamati.

●     Struktur Materi: Dimulai dari lingkup terdekat yaitu mengidentifikasi kearifan lokal di masyarakat sekitar, kemudian diperluas ke pemahaman keragaman budaya di tingkat provinsi/nasional, dan diakhiri dengan pembentukan sikap positif dan aksi pelestarian budaya.

●     Integrasi Nilai dan Karakter: Menanamkan nilai Bhinneka Tunggal Ika, gotong royong, rasa syukur, bangga sebagai bangsa Indonesia, serta sikap toleran dan menghargai perbedaan.

 

D. DIMENSI PROFIL LULUSAN

●     Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia: Menghargai keragaman budaya sebagai anugerah Tuhan dan menunjukkan akhlak mulia dengan menghormati tradisi orang lain.

●     Berkebinekaan Global: Mengenal dan menghargai budaya-budaya yang ada di Indonesia, serta mampu berinteraksi secara positif dengan orang-orang dari latar belakang budaya yang berbeda.

●     Penalaran Kritis: Menganalisis nilai-nilai positif yang terkandung dalam sebuah kearifan lokal dan menghubungkan penyebab keragaman budaya dengan kondisi geografis Indonesia.

●     Kreativitas: Menghasilkan gagasan atau karya (poster, cerita) untuk mempromosikan dan melestarikan budaya lokal.

●     Kolaborasi: Bekerja sama dalam kelompok untuk mencari informasi, membuat peta keragaman budaya, dan mendiskusikan cara menyikapi perbedaan.

●     Kemandirian: Melakukan wawancara dan riset sederhana secara mandiri untuk menggali informasi tentang kebiasaan dan tradisi di lingkungannya.

●     Gotong Royong: Memahami nilai gotong royong yang terkandung dalam banyak kearifan lokal dan tradisi di Indonesia.

●     Komunikasi: Mampu menceritakan kembali tradisi atau kearifan lokal daerahnya dengan bahasa yang jelas dan santun.


 

DESAIN PEMBELAJARAN

 

A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)

Pada akhir Fase B, murid memiliki kemampuan sebagai berikut.

·         Pemahaman IPAS

Menjelaskan bentuk dan fungsi pancaindra; menganalisis siklus hidup makhluk hidup dan upaya pelestariannya; menghasilkan solusi untuk masalah yang berkaitan dengan pelestarian sumber daya alam sebagai upaya mitigasi perubahan iklim; menyimpulkan proses perubahan wujud zat; menjelaskan sumber dan bentuk energi, serta proses perubahan bentuk energi dalam kehidupan sehari-hari; membedakan jenis gaya dan pengaruhnya terhadap arah, gerak, dan bentuk benda; menjelaskan peran, tugas, dan tanggung jawab serta interaksi sosial yang terjadi di sekitar tempat tinggal dan sekolah; mengenali letak kabupaten/kota dan provinsi tempat tinggalnya dengan menggunakan peta konvensional/digital; mengklasifikasikan ragam bentang alam dan keterkaitannya dengan profesi masyarakat, ragam budaya serta upaya untuk melestarikannya; menganalisis sejarah masyarakat di lingkungan tempat tinggal; menjelaskan nilai mata uang dan fungsinya, serta cara mengelola keuangan secara bijak.

·         Keterampilan Proses

Mampu menerapkan keterampilan proses yang meliputi:

●     Mengamati
Murid mengamati fenomena dan peristiwa secara sederhana, mencatat hasil pengamatannya

●     Mempertanyakan dan Memprediksi

Secara mandiri, murid mengajukan pertanyaan tentang hal-hal yang ingin diketahui saat melakukan pengamatan dan membuat prediksi berdasarkan pengetahuan yang dimiliki sebelumnya.

●     Merencanakan dan Melakukan Penyelidikan

Dengan panduan pendidik, murid membuat rencana dan melakukan langkah-langkah operasional untuk menjawab pertanyaan yang diajukan. Murid melakukan observasi menggunakan alat bantu pengukuran sederhana..

●     Memproses, Menganalisis Data dan Informasi

Dengan panduan pendidik, murid mengorganisasikan data dalam bentuk turus dan diagram gambar untuk menyajikan dan mengidentifikasi pola. Murid membandingkan antara hasil pengamatan dengan prediksi dan memberikan penjelasan..

●     Mengevaluasi dan Refleksi

Murid melakukan refleksi terhadap penyelidikan yang sudah dilakukan.

●     Mengomunikasikan Hasil

Murid mengomunikasikan hasil penyelidikan secara lisan dan tertulis dalam berbagai media.

 

B. LINTAS DISIPLIN ILMU

●     Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn): Memperkuat pemahaman tentang Bhinneka Tunggal Ika dan pentingnya persatuan dalam keragaman.

●     Bahasa Indonesia: Melakukan wawancara, menuliskan kembali informasi, dan memahami teks deskriptif tentang budaya.

●     Seni Budaya dan Prakarya (SBdP): Mengenal berbagai bentuk kesenian daerah (lagu, tari, kerajinan) dan mencoba mempraktikkannya.

●     Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS): Memahami faktor geografis dan historis yang memengaruhi keragaman budaya.

 

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

●     Pertemuan 1-2: Melalui wawancara dan studi kasus, peserta didik mampu mengidentifikasi nilai-nilai kearifan lokal yang ada di masyarakat sekitarnya. (4 JP)

●     Pertemuan 3-4: Melalui eksplorasi peta dan riset sederhana, peserta didik mampu mengidentifikasi keragaman budaya (suku, bahasa, makanan khas, dll.) di provinsinya. (4 JP)

●     Pertemuan 5-6: Melalui diskusi dan refleksi, peserta didik mampu menjelaskan manfaat keragaman budaya dan merancang sikap serta cara untuk melestarikannya. (4 JP)

 

D. INDIKATOR KETERCAPAIAN TUJUAN PEMBELAJARAN

1.    Memberikan contoh kearifan lokal yang ada di lingkungan sekitarnya.

2.    Menjelaskan nilai positif yang terkandung dalam sebuah tradisi atau kearifan lokal.

3.    Menyebutkan contoh keragaman suku, bahasa, dan makanan khas yang ada di provinsinya.

4.    Menjelaskan secara sederhana mengapa budaya di Indonesia sangat beragam.

5.    Menyebutkan minimal dua manfaat dari adanya keragaman budaya.

6.    Menunjukkan sikap menghargai terhadap budaya teman yang berbeda.

7.    Mengusulkan satu cara sederhana untuk ikut melestarikan budaya daerah.

 

E. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL

Tradisi Reog Kendang, upacara adat Ulur-ulur di Telaga Buret, makanan khas Sate dan Sompil, penggunaan Bahasa Jawa sebagai bahasa sehari-hari, serta keragaman suku para pendatang di Tulungagung.

 

F. KERANGKA PEMBELAJARAN

PRAKTIK PEDAGOGIK

●     Model Pembelajaran: Inquiry-Based Learning, Project-Based Learning.

●     Pendekatan: Deep Learning (Mindful, Meaningful, Joyful Learning)

○     Mindful Learning: Peserta didik mendengarkan dengan penuh perhatian saat wawancara dan merefleksikan kebiasaan di keluarganya sendiri dibandingkan dengan keluarga lain.

○     Meaningful Learning: Peserta didik memahami bahwa tradisi dan budaya bukan hanya sekadar tontonan, tetapi mengandung nilai-nilai luhur yang relevan dengan kehidupan mereka, seperti gotong royong dan rasa syukur.

○     Joyful Learning: Pembelajaran dikemas melalui kegiatan berbagi cerita yang personal, membuat peta budaya yang kreatif dan berwarna, serta festival budaya kecil di kelas.

●     Metode Pembelajaran: Wawancara, diskusi, studi literatur/gambar, pembuatan proyek (peta budaya), presentasi.

●     Strategi Pembelajaran Berdiferensiasi:

○     Diferensiasi Konten: Menyediakan sumber informasi tentang budaya dari berbagai daerah dengan format yang berbeda (teks, gambar, video).

○     Diferensiasi Proses: Peserta didik dapat memilih untuk mendalami salah satu aspek budaya (makanan, kesenian, atau tradisi) yang paling menarik minatnya.

○     Diferensiasi Produk: Hasil akhir bisa berupa peta budaya, poster, presentasi digital, atau bahkan peragaan sederhana (menyanyikan lagu daerah, menunjukkan cara memakai ikat kepala).

KEMITRAAN PEMBELAJARAN

●     Lingkungan Sekolah: Mengundang guru atau staf sekolah yang berasal dari daerah lain untuk menjadi narasumber cerita budaya.

●     Lingkungan Luar Sekolah/Masyarakat: Melibatkan orang tua/kakek-nenek sebagai narasumber utama untuk wawancara tentang tradisi dan kearifan lokal.

●     Mitra Digital: Menggunakan internet untuk "berkunjung" ke museum virtual atau menonton pertunjukan seni budaya dari berbagai daerah di Indonesia.

LINGKUNGAN BELAJAR

●     Ruang Fisik: Mendekorasi kelas dengan nuansa budaya, seperti memajang gambar-gambar pakaian adat, kain tradisional, atau hasil karya peserta didik.

●     Ruang Virtual: Menggunakan proyektor untuk menampilkan keindahan budaya Indonesia dalam resolusi tinggi.

●     Budaya Belajar: Menciptakan atmosfer kelas yang merayakan perbedaan. Setiap cerita budaya dari peserta didik dihargai sebagai pengetahuan baru yang berharga. Menekankan bahwa tidak ada budaya yang lebih unggul dari yang lain.

PEMANFAATAN DIGITAL

●     Menggunakan aplikasi pembuat peta pikiran (mind map) untuk mengorganisir informasi hasil wawancara.

●     Memutar lagu-lagu daerah dari berbagai provinsi untuk membangun suasana.

 

G. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI

PERTEMUAN 1 (2 JP : 70 MENIT)

Topik : Kearifan Lokal di Sekitarku

KEGIATAN PENDAHULUAN (10 MENIT)

●     Apersepsi: Guru memulai dengan menunjukkan gambar makanan khas (misal: klepon/onde-onde) dan bertanya, "Apa nama makanan ini di daerah kalian? Apakah di tempat lain namanya sama?".

●     Pemantik: Guru menceritakan bahwa perbedaan nama tersebut adalah contoh kecil dari keragaman budaya. Guru kemudian memperkenalkan istilah kearifan lokal sebagai kebiasaan atau nilai baik yang diwariskan.

●     Tujuan: Guru menyampaikan bahwa hari ini akan menjadi "detektif budaya" untuk menemukan kearifan lokal di sekitar kita.

KEGIATAN INTI (50 MENIT)

●     Wawancara (Meaningful): Peserta didik melakukan wawancara dengan teman sekelasnya menggunakan tabel panduan. Tujuannya adalah untuk mengetahui kebiasaan turun-temurun di keluarga temannya.

●     Berbagi Informasi: Setelah selesai, setiap peserta didik berbagi satu temuan paling menarik dari hasil wawancaranya.

●     Diskusi: Guru memandu diskusi untuk menemukan nilai-nilai positif dari kebiasaan-kebiasaan tersebut (misal: minum jamu untuk kesehatan, berbahasa daerah untuk kelestarian).

KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)

●     Refleksi: Peserta didik diminta menyebutkan satu kebiasaan baik di keluarganya yang ingin terus mereka lakukan.

●     Rangkuman: Guru menyimpulkan bahwa setiap keluarga dan masyarakat memiliki kearifan lokal yang bermanfaat.

●     Penutup: Guru menutup pelajaran dengan doa dan salam.

 

PERTEMUAN 2 (2 JP : 70 MENIT)

Topik : Nilai dalam Tradisi

KEGIATAN PENDAHULUAN (10 MENIT)

●     Review: Guru mengingatkan kembali tentang kearifan lokal.

●     Pemantik: Guru menunjukkan gambar tradisi gotong royong (misal: Cuci Negeri Soya atau Bebie) dan bertanya, "Apa yang sedang dilakukan orang-orang ini? Mengapa mereka melakukannya bersama-sama?".

KEGIATAN INTI (50 MENIT)

●     Studi Kasus (Meaningful): Peserta didik secara berkelompok membaca dan menganalisis teks singkat tentang dua tradisi (Sasi di Maluku dan Bebie di Sumatra Selatan).

●     Diskusi Terpandu: Kelompok mendiskusikan pertanyaan kunci:

1.    Nilai positif apa yang ada dalam tradisi ini? (gotong royong, menjaga alam).

2.    Apa dampaknya bagi alam dan manusia?

3.    Apa yang terjadi jika tradisi ini hilang?

●     Pembelajaran Berdiferensiasi (Proses): Kelompok dapat menyajikan hasil diskusinya dalam bentuk peta pikiran atau jendela informasi.

KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)

●     Refleksi: Guru bertanya, "Nilai baik apa yang paling penting dari tradisi yang kita pelajari hari ini?".

●     Rangkuman: Guru menyimpulkan bahwa tradisi dan kearifan lokal mengandung nilai-nilai luhur seperti persatuan dan kelestarian alam.

●     Penutup: Guru menutup pelajaran dengan doa dan salam.

 

PERTEMUAN 3 (2 JP : 70 MENIT)

Topik : Peta Keragaman Budaya

KEGIATAN PENDAHULUAN (10 MENIT)

●     Pemantik: Guru menunjukkan gambar berbagai pakaian adat dari Sabang sampai Merauke. "Mengapa pakaian adat di Indonesia begitu beragam?".

●     Tujuan: Guru menyampaikan bahwa hari ini akan memetakan keragaman budaya yang ada di provinsi kita.

KEGIATAN INTI (50 MENIT)

●     Riset Kelompok (Joyful): Kelas dibagi menjadi beberapa kelompok, setiap kelompok bertanggung jawab untuk satu kota/kabupaten di provinsinya.

●     Pengumpulan Data: Menggunakan atlas, buku, atau sumber lain yang disediakan guru, kelompok mencari informasi tentang budaya khas dari kota/kabupaten tersebut (makanan, suku, kesenian, dll.).

●     Membuat Peta: Setiap kelompok menggambar peta kota/kabupatennya di kertas besar dan mengisinya dengan gambar atau simbol budaya yang mereka temukan.

KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)

●     Refleksi: Setiap kelompok menunjukkan satu simbol budaya paling menarik yang mereka temukan.

●     Tindak Lanjut: Peta-peta tersebut akan digabungkan menjadi satu peta provinsi besar pada pertemuan berikutnya.

●     Penutup: Guru menutup pelajaran dengan doa dan salam.

 

PERTEMUAN 4 (2 JP : 70 MENIT)

Topik : Mengapa Budayaku Berbeda?

KEGIATAN PENDAHULUAN (10 MENIT)

●     Aktivitas: Peserta didik menggabungkan peta-peta kota/kabupaten dari pertemuan sebelumnya menjadi satu peta provinsi raksasa dan memajangnya di dinding.

●     Pemantik: Guru bertanya, "Setelah melihat peta besar ini, apa yang bisa kalian simpulkan tentang budaya di provinsi kita? Mengapa bisa begitu beragam?".

KEGIATAN INTI (50 MENIT)

●     Gallery Walk & Diskusi (Meaningful): Peserta didik berkeliling "pameran peta". Guru melemparkan pertanyaan-pertanyaan diskusi di beberapa titik:

1.    Faktor apa yang menyebabkan suku bangsa berbeda? (kondisi geografis, sejarah).

2.    Mengapa perbedaan ini membuat Indonesia unik?

3.    Bagaimana sikap kita seharusnya?

●     Diskusi Kelas: Guru memfasilitasi diskusi kelas untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut secara bersama-sama, menekankan pada faktor geografis dan sejarah sebagai penyebab keragaman.

KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)

●     Refleksi: Guru bertanya, "Apa satu hal baru yang kamu pelajari tentang penyebab keragaman budaya hari ini?".

●     Rangkuman: Guru menyimpulkan bahwa keragaman budaya Indonesia disebabkan oleh kondisi alam yang beragam dan interaksi dengan budaya lain sepanjang sejarah.

●     Penutup: Guru menutup pelajaran dengan doa dan salam.

 

PERTEMUAN 5 (2 JP : 70 MENIT)

Topik : Manfaat dan Sikapku Terhadap Keragaman

KEGIATAN PENDAHULUAN (10 MENIT)

●     Pemantik: Guru bertanya, "Apakah keragaman budaya itu sebuah masalah atau sebuah anugerah? Apa untungnya punya banyak budaya berbeda?".

●     Tujuan: Guru menyampaikan bahwa hari ini akan membahas manfaat keragaman dan bagaimana kita harus bersikap.

KEGIATAN INTI (50 MENIT)

●     Diskusi Kelompok (Meaningful): Dalam kelompok, peserta didik mendiskusikan manfaat keragaman budaya (menambah pengetahuan, menjadi daya tarik wisata, memperkaya budaya nasional, menumbuhkan toleransi).

●     Bermain Peran: Setiap kelompok membuat skenario singkat yang menunjukkan sikap menghargai keragaman (misal: memuji makanan khas teman, tertarik belajar bahasa daerah teman).

●     Pembelajaran Berdiferensiasi (Produk): Hasil diskusi dan kesimpulan tentang sikap positif dapat dituangkan dalam bentuk poster "Kami Bangga Beragam".

KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)

●     Refleksi: Peserta didik menyelesaikan kalimat: "Sikapku terhadap teman yang berbeda budaya adalah...".

●     Rangkuman: Guru menyimpulkan bahwa keragaman budaya adalah kekayaan yang harus disyukuri dengan cara saling menghargai dan menghormati.

●     Penutup: Guru menutup pelajaran dengan doa dan salam.

 

PERTEMUAN 6 (2 JP : 70 MENIT)

Topik : Melestarikan Budaya Bangsa

KEGIATAN PENDAHULUAN (10 MENIT)

●     Review: Guru mereview kembali tentang pentingnya menghargai keragaman.

●     Pemantik: Guru bertanya, "Jika budaya itu adalah kekayaan kita, bagaimana cara kita menjaganya agar tidak hilang atau dicuri?".

KEGIATAN INTI (50 MENIT)

●     Curah Pendapat (Joyful & Kreatif): Guru memandu curah pendapat tentang cara-cara melestarikan budaya yang bisa dilakukan oleh anak-anak seusia mereka. (Contoh: mau mempelajari tarian daerah, menggunakan bahasa daerah di rumah, ikut serta dalam festival budaya, mengenalkan makanan khas ke teman).

●     Proyek "Duta Budaya Cilik": Setiap peserta didik memilih satu aspek budaya daerahnya yang paling ia sukai (lagu, permainan, makanan, dll.) dan menyiapkan presentasi singkat (1-2 menit) untuk "mempromosikannya".

●     Festival Budaya Kelas: Peserta didik secara bergantian menjadi "duta budaya" dan mempresentasikan keunikan budaya yang mereka pilih di depan kelas.

KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)

●     Apresiasi: Guru memberikan apresiasi kepada semua "duta budaya" cilik.

●     Komitmen: Peserta didik bersama-sama berjanji untuk bangga dan berusaha melestarikan budaya Indonesia.

●     Refleksi: Guru bertanya, "Setelah menjadi duta budaya, apa yang ingin kamu pelajari lebih lanjut tentang budayamu?".

●     Penutup: Guru menutup pelajaran dengan doa dan salam.

 

H. ASESMEN PEMBELAJARAN

ASESMEN DIAGNOSTIK

●     Tanya Jawab: Di awal bab, guru menanyakan, "Dari suku apa kalian berasal?" dan "Apa kebiasaan unik yang ada di keluargamu?".

ASESMEN FORMATIF

●     Tanya Jawab: Selama pembelajaran, seperti, "Nilai baik apa yang bisa kita ambil dari tradisi gotong royong?".

●     Diskusi Kelompok: Mengamati bagaimana peserta didik berdiskusi, menghargai pendapat teman, dan menarik kesimpulan bersama.

●     Latihan Soal/LKPD:

○     Tabel hasil wawancara kebiasaan keluarga.

○     Peta pikiran/jendela informasi tentang nilai-nilai tradisi.

●     Observasi: Guru mencatat sikap toleransi dan antusiasme peserta didik saat membahas budaya yang berbeda-beda.

●     Produk (Proses):

○     Peta budaya kota/kabupaten (Pertemuan 3).

○     Poster "Kami Bangga Beragam" (Pertemuan 5).

ASESMEN SUMATIF

●     Produk (Proyek):

○     Peta Keragaman Budaya Provinsi: Menilai hasil akhir proyek gabungan peta budaya.

○     Kriteria Penilaian: Kelengkapan informasi, kreativitas visual, dan kerapian kerja sama.

●     Praktik (Kinerja):

○     Presentasi "Duta Budaya Cilik": Menilai kemampuan peserta didik dalam menceritakan salah satu aspek budayanya.

○     Kriteria Penilaian: Kejelasan, rasa percaya diri, dan kemampuan menunjukkan rasa bangga terhadap budayanya.

●     Tes Tertulis: Tes singkat di akhir bab, berisi soal esai pendek:

○     Jelaskan satu contoh kearifan lokal di daerahmu dan nilai baik apa yang terkandung di dalamnya!

○     Mengapa kita harus bangga terhadap keragaman budaya di Indonesia? Berikan dua alasan!

○     Tuliskan tiga cara yang bisa kamu lakukan sebagai seorang pelajar untuk membantu melestarikan budaya daerahmu!

 

 

Mengetahui,                                                                            Pulau Raman,   Juli 2026

Kepsek SDN NO.135/VI Pulau Raman                                 Guru Kelas 4

 

 

 

 

 


SALABIAH, S.Pd                                                                 M.ABDUL HARIS, S.Pd

NIP. 19680801 200701 2010                                                 NIP. 19790410 199909 1001

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lembar Kerja (LK) 6 : Penyusunan Rencana Aksi

Tugas 2 - Pengembangan Materi, LKPD dan Media Digital

TUGAS REFLEKSI MODUL PEDAGOGIK