MODUL AJAR IPAS KELAS 4 BAB 6 : PERANKU DI LINGKUNGAN SEKOLAH DAN MASYARAKAT

 

RENCANA PEMBELAJARAN MENDALAM (RPM)DEEP LEARNING

MATA PELAJARAN : ILMU PENGETAHUAN ALAM DAN SOSIAL (IPAS)


BAB 6 : PERANKU DI LINGKUNGAN SEKOLAH DAN MASYARAKAT

 

A. IDENTITAS MODUL

Nama Sekolah                    : SDN NO. 135/VI PULAU RAMAN

Nama Penyusun                 : M. ABDUL HARIS, S.Pd

Mata Pelajaran                  : Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS)

Kelas / Fase / Semester      : IV / B / Genap

Alokasi Waktu                   : 12 JP (6 kali pertemuan)

Tahun Pelajaran                : 2026 / 2027

 

B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK

●     Pengetahuan Awal: Peserta didik telah mempelajari konsep peran, tugas, dan tanggung jawab dalam lingkup keluarga di kelas III. Mereka memahami adanya aturan dasar di rumah.

●     Minat: Peserta didik tertarik untuk memahami dinamika sosial di lingkungan yang lebih luas seperti sekolah dan lingkungan bermain. Mereka penasaran tentang "aturan main" dalam pertemanan dan kegiatan kelompok.

●     Latar Belakang: Semua peserta didik adalah bagian dari komunitas sekolah dan masyarakat, sehingga mereka memiliki pengalaman langsung dalam berinteraksi, mengikuti peraturan (seperti jadwal piket), dan mengamati berbagai peran orang dewasa di sekitar mereka.

●     Kebutuhan Belajar:

○     Visual: Pembelajaran menggunakan gambar-gambar situasi sosial, diagram alur tanggung jawab, dan video tentang kerja sama tim.

○     Auditori: Melalui diskusi kelompok, studi kasus, bermain peran (simulasi), dan mendengarkan cerita tentang interaksi sosial.

○     Kinestetik: Melalui permainan peran, kegiatan kerja kelompok, dan proyek sosial sederhana di lingkungan sekolah.

 

C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN

●     Jenis Pengetahuan yang Akan Dicapai:

○     Konseptual: Memahami bahwa setiap individu memiliki peran yang berbeda di lingkungan yang berbeda (sebagai murid, teman, anggota masyarakat). Memahami fungsi peraturan untuk menciptakan ketertiban. Memahami interaksi sosial sebagai kebutuhan dasar manusia.

○     Prosedural: Mengidentifikasi peran dan tugas diri sendiri di sekolah. Menganalisis akibat dari melanggar peraturan. Mempraktikkan cara berinteraksi yang baik dalam kelompok.

●     Relevansi dengan Kehidupan Nyata Peserta Didik: Materi ini sangat relevan karena langsung membahas pengalaman sehari-hari peserta didik di sekolah dan lingkungan sekitar, membantu mereka menavigasi hubungan sosial dan memahami pentingnya tanggung jawab bersama.

●     Tingkat Kesulitan: Sedang. Konsep peran dan interaksi sosial bersifat abstrak, namun dikonkretkan melalui contoh-contoh nyata, studi kasus, dan simulasi yang mudah dipahami.

●     Struktur Materi: Dimulai dari identifikasi peran dan tugas individu, kemudian diperluas menjadi peraturan dan tanggung jawab bersama, dan diakhiri dengan pemahaman tentang interaksi sosial sebagai perekat kehidupan bermasyarakat.

●     Integrasi Nilai dan Karakter: Menanamkan nilai tanggung jawab, disiplin, empati, gotong royong, dan saling menghargai dalam interaksi dengan orang lain.

 

D. DIMENSI PROFIL LULUSAN

●     Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia: Menunjukkan akhlak yang baik dalam berinteraksi dengan teman dan guru, seperti berkata sopan dan menghargai pendapat.

●     Kewargaan: Berpartisipasi aktif dalam kegiatan kelas dan sekolah, serta memahami pentingnya mematuhi peraturan demi kebaikan bersama.

●     Penalaran Kritis: Menganalisis mengapa sebuah peraturan dibuat dan apa konsekuensi jika peraturan tersebut tidak dipatuhi.

●     Kreativitas: Menghasilkan ide-ide untuk menyelesaikan konflik atau masalah dalam kelompok secara damai dan konstruktif.

●     Kolaborasi: Bekerja sama secara efektif dalam kelompok untuk menyelesaikan tugas, menghargai peran setiap anggota.

●     Kemandirian: Melaksanakan tugas dan tanggung jawab pribadi (misalnya, piket kelas) tanpa harus selalu diingatkan.

●     Kesehatan: Memahami bahwa interaksi sosial yang positif dan lingkungan yang bersih (hasil tanggung jawab bersama) berkontribusi pada kesehatan mental dan fisik.

●     Komunikasi: Mempraktikkan keterampilan komunikasi yang efektif dan santun saat berdiskusi, bertanya, dan menyampaikan pendapat.


 

DESAIN PEMBELAJARAN

 

A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)

Pada akhir Fase B, murid memiliki kemampuan sebagai berikut.

·         Pemahaman IPAS

Menjelaskan bentuk dan fungsi pancaindra; menganalisis siklus hidup makhluk hidup dan upaya pelestariannya; menghasilkan solusi untuk masalah yang berkaitan dengan pelestarian sumber daya alam sebagai upaya mitigasi perubahan iklim; menyimpulkan proses perubahan wujud zat; menjelaskan sumber dan bentuk energi, serta proses perubahan bentuk energi dalam kehidupan sehari-hari; membedakan jenis gaya dan pengaruhnya terhadap arah, gerak, dan bentuk benda; menjelaskan peran, tugas, dan tanggung jawab serta interaksi sosial yang terjadi di sekitar tempat tinggal dan sekolah; mengenali letak kabupaten/kota dan provinsi tempat tinggalnya dengan menggunakan peta konvensional/digital; mengklasifikasikan ragam bentang alam dan keterkaitannya dengan profesi masyarakat, ragam budaya serta upaya untuk melestarikannya; menganalisis sejarah masyarakat di lingkungan tempat tinggal; menjelaskan nilai mata uang dan fungsinya, serta cara mengelola keuangan secara bijak.

·         Keterampilan Proses

Mampu menerapkan keterampilan proses yang meliputi:

●     Mengamati
Murid mengamati fenomena dan peristiwa secara sederhana, mencatat hasil pengamatannya

●     Mempertanyakan dan Memprediksi

Secara mandiri, murid mengajukan pertanyaan tentang hal-hal yang ingin diketahui saat melakukan pengamatan dan membuat prediksi berdasarkan pengetahuan yang dimiliki sebelumnya.

●     Merencanakan dan Melakukan Penyelidikan

Dengan panduan pendidik, murid membuat rencana dan melakukan langkah-langkah operasional untuk menjawab pertanyaan yang diajukan. Murid melakukan observasi menggunakan alat bantu pengukuran sederhana..

●     Memproses, Menganalisis Data dan Informasi

Dengan panduan pendidik, murid mengorganisasikan data dalam bentuk turus dan diagram gambar untuk menyajikan dan mengidentifikasi pola. Murid membandingkan antara hasil pengamatan dengan prediksi dan memberikan penjelasan..

●     Mengevaluasi dan Refleksi

Murid melakukan refleksi terhadap penyelidikan yang sudah dilakukan.

●     Mengomunikasikan Hasil

Murid mengomunikasikan hasil penyelidikan secara lisan dan tertulis dalam berbagai media.

 

B. LINTAS DISIPLIN ILMU

●     Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn): Memperkuat pemahaman tentang hak, kewajiban, dan tanggung jawab sebagai warga sekolah dan masyarakat.

●     Bahasa Indonesia: Menggunakan bahasa yang baik dan benar dalam diskusi dan presentasi, serta memahami teks narasi tentang situasi sosial.

●     Seni (Drama): Menggunakan metode bermain peran untuk mensimulasikan berbagai situasi interaksi sosial.

 

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

●     Pertemuan 1-2: Melalui pengamatan dan diskusi, peserta didik mampu mengidentifikasi beragam peran dan tugas di lingkungan sekolah dan masyarakat. (4 JP)

●     Pertemuan 3-4: Melalui studi kasus dan refleksi, peserta didik mampu menjelaskan pentingnya peraturan dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari. (4 JP)

●     Pertemuan 5-6: Melalui simulasi dan kerja kelompok, peserta didik mampu menganalisis syarat-syarat terjadinya interaksi sosial yang baik. (4 JP)

 

D. INDIKATOR KETERCAPAIAN TUJUAN PEMBELAJARAN

1.    Menyebutkan minimal tiga peran yang ada di sekolah (murid, guru, kepala sekolah) beserta tugas utamanya.

2.    Menjelaskan bahwa peran seseorang bisa berbeda-beda tergantung lingkungannya.

3.    Memberikan contoh peraturan tertulis dan tidak tertulis di sekolah.

4.    Menjelaskan akibat jika sebuah peraturan (misalnya, membuang sampah pada tempatnya) tidak dipatuhi.

5.    Mengidentifikasi tanggung jawab pribadi sebagai murid di sekolah.

6.    Menjelaskan manfaat dari bekerja sama dalam sebuah kelompok.

7.    Mendemonstrasikan cara menyampaikan pendapat yang baik saat berdiskusi.

 

E. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL

Jadwal piket kelas, tata tertib sekolah, kegiatan kerja bakti di lingkungan sekitar, musyawarah untuk menentukan tujuan karya wisata, dan cara menyelesaikan perbedaan pendapat saat bermain.

 

F. KERANGKA PEMBELAJARAN

PRAKTIK PEDAGOGIK

●     Model Pembelajaran: Cooperative Learning, Role Playing, Problem-Based Learning.

●     Pendekatan: Deep Learning (Mindful, Meaningful, Joyful Learning)

○     Mindful Learning: Peserta didik secara sadar merefleksikan peran dan tanggung jawabnya sendiri, serta mengamati dinamika interaksi saat kerja kelompok.

○     Meaningful Learning: Peserta didik menghubungkan konsep abstrak "peraturan" dan "interaksi sosial" dengan pengalaman nyata mereka dalam konflik, kerja sama, dan kehidupan sehari-hari di sekolah.

○     Joyful Learning: Pembelajaran dikemas melalui permainan peran yang menyenangkan, debat seru, dan kegiatan kolaboratif yang membangun kebersamaan.

●     Metode Pembelajaran: Diskusi, bermain peran, studi kasus, simulasi, debat.

●     Strategi Pembelajaran Berdiferensiasi:

○     Diferensiasi Konten: Menyediakan skenario atau studi kasus dengan tingkat kompleksitas yang berbeda untuk dianalisis kelompok.

○     Diferensiasi Proses: Memberikan pilihan peran yang berbeda dalam aktivitas simulasi sesuai dengan kenyamanan dan minat peserta didik.

○     Diferensiasi Produk: Kesimpulan atau hasil diskusi dapat disajikan dalam bentuk drama singkat, poster aturan kelas, atau cerita bergambar.

KEMITRAAN PEMBELAJARAN

●     Lingkungan Sekolah: Melibatkan petugas kebersihan atau penjaga sekolah sebagai narasumber untuk menceritakan peran dan tanggung jawab mereka.

●     Lingkungan Luar Sekolah/Masyarakat: Peserta didik melakukan wawancara sederhana dengan ketua RT/RW atau tokoh masyarakat tentang kegiatan gotong royong.

●     Mitra Digital: Menonton video animasi tentang pentingnya kerja sama dan menghargai perbedaan.

LINGKUNGAN BELAJAR

●     Ruang Fisik: Mengatur ruang kelas menjadi fleksibel untuk mendukung kegiatan bermain peran dan diskusi kelompok dalam format lingkaran.

●     Ruang Virtual: Penggunaan proyektor untuk menampilkan gambar atau video studi kasus.

●     Budaya Belajar: Menciptakan "zona aman" di mana peserta didik berani menyampaikan pendapat, bahkan yang berbeda sekalipun. Membangun budaya kelas yang inklusif dan menghargai setiap peran individu.

PEMANFAATAN DIGITAL

●     Menggunakan platform jajak pendapat (polling) sederhana untuk mengambil keputusan kelas secara demokratis.

●     Merekam kegiatan bermain peran untuk dievaluasi dan direfleksikan bersama.

 

G. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI

PERTEMUAN 1 (2 JP : 70 MENIT)

Topik : Peran dan Tugasku di Sekolah

KEGIATAN PENDAHULUAN (10 MENIT)

●     Apersepsi: Guru bertanya, "Siapa saja orang-orang yang kalian temui di sekolah setiap hari? Apa yang mereka lakukan?".

●     Koneksi: Guru mengaitkan jawaban peserta didik (guru mengajar, murid belajar) dengan konsep peran dan tugas.

●     Tujuan: Guru menyampaikan bahwa hari ini akan mengidentifikasi berbagai peran dan tugas yang ada di lingkungan sekolah.

KEGIATAN INTI (50 MENIT)

●     Observasi (Mindful): Dalam kelompok, peserta didik melakukan "tur observasi" di lingkungan sekolah. Mereka mencatat siapa saja yang mereka temui dan apa aktivitas yang sedang dilakukan.

●     Diskusi Kelompok (Meaningful): Kembali ke kelas, kelompok mendiskusikan hasil temuan dan mengelompokkannya dalam tabel "Peran" dan "Tugas Utama". (Contoh: Peran: Petugas Perpustakaan, Tugas: Melayani peminjaman buku).

●     Presentasi: Setiap kelompok mempresentasikan dua peran yang mereka temukan.

KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)

●     Refleksi: Setiap peserta didik menyebutkan satu tugas terpenting dari perannya sebagai seorang murid.

●     Rangkuman: Guru menyimpulkan bahwa sekolah dapat berjalan dengan baik karena setiap orang menjalankan peran dan tugasnya masing-masing.

●     Penutup: Guru menutup pelajaran dengan doa dan salam.

 

PERTEMUAN 2 (2 JP : 70 MENIT)

Topik : Peranku Bisa Berbeda-beda

KEGIATAN PENDAHULUAN (10 MENIT)

●     Review: Guru mengingatkan kembali tentang peran dan tugas di sekolah.

●     Pemantik: Guru bertanya, "Apakah peran kalian di rumah sama dengan peran kalian di sekolah? Saat bermain sepak bola, apa peran kalian?".

KEGIATAN INTI (50 MENIT)

●     Diskusi (Meaningful): Guru memandu diskusi tentang bagaimana peran satu orang bisa beragam. Contoh: Bu Guru di sekolah berperan sebagai guru, di rumah berperan sebagai ibu, di masyarakat berperan sebagai warga.

●     Aktivitas Individu: Peserta didik membuat "Peta Peran Diri". Mereka menggambar diri mereka di tengah, lalu membuat cabang-cabang peran yang mereka jalani (misal: di rumah sebagai anak/kakak, di sekolah sebagai murid/teman, di lingkungan sebagai anggota karang taruna/pemain bola).

●     Pembelajaran Berdiferensiasi (Produk): Peserta didik dapat menambahkan tugas-tugas utama di setiap cabang perannya.

●     Berbagi (Joyful): Beberapa peserta didik secara sukarela membagikan "Peta Peran Diri" mereka kepada teman sekelas.

KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)

●     Refleksi: Guru bertanya, "Peran apa yang paling menantang untuk kalian jalani? Mengapa?".

●     Rangkuman: Guru menyimpulkan bahwa setiap manusia memiliki banyak peran yang berbeda tergantung pada lingkungan dan situasi.

●     Penutup: Guru menutup pelajaran dengan doa dan salam.

 

PERTEMUAN 3 (2 JP : 70 MENIT)

Topik : Mengapa Perlu Ada Peraturan?

KEGIATAN PENDAHULUAN (10 MENIT)

●     Simulasi (Joyful): Guru mengajak peserta didik bermain game sederhana (misal: estafet kelereng) tanpa memberikan aturan apa pun. Amati kekacauan yang terjadi.

●     Pemantik: Setelah simulasi pertama, guru bertanya, "Mengapa permainan tadi kacau?". Kemudian, permainan diulang dengan aturan yang jelas. Guru bertanya lagi, "Apa bedanya permainan pertama dan kedua?".

KEGIATAN INTI (50 MENIT)

●     Studi Kasus (Meaningful): Guru menyajikan beberapa situasi di sekolah: "Apa yang akan terjadi jika tidak ada aturan datang tepat waktu?", "Apa yang akan terjadi jika tidak ada aturan dilarang berlari di koridor?".

●     Diskusi Kelompok: Peserta didik mendiskusikan akibat dari tidak adanya peraturan pada setiap kasus.

●     Identifikasi: Kelompok membuat daftar peraturan tertulis (tata tertib) dan tidak tertulis (mengantre, berkata sopan) yang ada di sekolah.

KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)

●     Refleksi: Peserta didik diminta menyebutkan satu peraturan sekolah yang menurut mereka paling penting.

●     Rangkuman: Guru menyimpulkan bahwa peraturan dibuat untuk menciptakan keamanan, ketertiban, dan keadilan bagi semua orang.

●     Penutup: Guru menutup pelajaran dengan doa dan salam.

 

PERTEMUAN 4 (2 JP : 70 MENIT)

Topik : Tanggung Jawabku

KEGIATAN PENDAHULUAN (10 MENIT)

●     Koneksi: Guru mengaitkan materi peraturan dengan tanggung jawab. "Jika ada peraturan 'Buanglah sampah pada tempatnya', maka apa tanggung jawab kita?".

●     Tujuan: Guru menyampaikan bahwa hari ini akan membahas tentang tanggung jawab kita di sekolah dan masyarakat.

KEGIATAN INTI (50 MENIT)

●     Refleksi Diri (Mindful): Peserta didik diberikan waktu untuk merenung dan membuat daftar tanggung jawab yang sudah mereka lakukan dan yang kadang masih lupa dilakukan (misal: mengerjakan PR, piket kelas, menjaga kebersihan lingkungan).

●     Tantangan Konsistensi: Guru meluncurkan "Tantangan Tanggung Jawab". Setiap peserta didik memilih satu tanggung jawab yang ingin mereka tingkatkan selama seminggu ke depan dan mencatatnya setiap hari.

●     Diskusi: Peserta didik berbagi tantangan yang mungkin mereka hadapi dalam menjalankan tanggung jawab tersebut secara konsisten.

KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)

●     Komitmen: Peserta didik secara bersama-sama mengucapkan janji untuk berusaha menjalankan tanggung jawabnya dengan lebih baik.

●     Refleksi: Guru bertanya, "Apa perasaanmu ketika berhasil menyelesaikan sebuah tanggung jawab?".

●     Penutup: Guru menutup pelajaran dengan doa dan salam.

 

PERTEMUAN 5 (2 JP : 70 MENIT)

Topik : Berinteraksi dengan Baik

KEGIATAN PENDAHULUAN (10 MENIT)

●     Pemantik: Guru menunjukkan dua gambar: satu gambar anak-anak berdiskusi dengan rukun, satu lagi gambar anak-anak sedang berdebat dan saling marah. "Apa perbedaan dari kedua gambar ini? Mana yang lebih kalian sukai?".

●     Tujuan: Guru menyampaikan bahwa hari ini akan belajar cara berinteraksi atau berhubungan dengan orang lain secara baik.

KEGIATAN INTI (50 MENIT)

●     Bermain Peran (Joyful & Kinestetik): Dalam kelompok, peserta didik mendapatkan skenario sederhana, misalnya: "Kelompokmu harus memutuskan warna hiasan kelas, tetapi setiap anggota punya pendapat berbeda. Bagaimana cara kalian menyelesaikannya?".

●     Praktik: Kelompok mempraktikkan diskusi sesuai skenario. Guru mengamati dan memberikan masukan.

●     Diskusi (Meaningful): Guru memandu diskusi tentang syarat-syarat interaksi yang baik: mendengarkan, tidak memotong pembicaraan, menghargai pendapat, mencari jalan tengah (musyawarah).

KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)

●     Refleksi: Peserta didik menyebutkan satu hal yang akan mereka coba lakukan agar diskusi kelompok berikutnya lebih baik.

●     Rangkuman: Guru menyimpulkan bahwa interaksi yang baik membutuhkan kerja sama dan saling menghargai.

●     Penutup: Guru menutup pelajaran dengan doa dan salam.

 

PERTEMUAN 6 (2 JP : 70 MENIT)

Topik : Interaksi dengan Lingkungan

KEGIATAN PENDAHULUAN (10 MENIT)

●     Review: Guru mengingatkan kembali tentang interaksi antarmanusia.

●     Pemantik: Guru menunjukkan gambar orang menanam pohon dan gambar orang membuang sampah ke sungai. "Apakah ini juga bentuk interaksi? Interaksi dengan siapa/apa? Apa bedanya?".

KEGIATAN INTI (50 MENIT)

●     Analisis Gambar (Meaningful): Peserta didik menganalisis beberapa gambar yang menunjukkan interaksi manusia dengan alam (positif dan negatif).

●     Diskusi Kelompok: Kelompok mendiskusikan dampak dari setiap interaksi pada gambar tersebut terhadap lingkungan dan manusia.

●     Pembelajaran Berdiferensiasi (Produk): Setiap kelompok membuat poster sederhana dengan tema "Interaksi Positif dengan Alam di Sekolahku", berisi gambar dan slogan ajakan (misal: "Siram Aku Setiap Hari!", "Jangan Injak Rumput!").

●     Gallery Walk: Poster dipajang di dinding kelas dan diapresiasi bersama.

KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)

●     Refleksi: Peserta didik menyebutkan satu contoh interaksi positif dengan alam yang bisa mereka lakukan sepulang sekolah.

●     Rangkuman: Guru menyimpulkan bahwa interaksi tidak hanya terjadi dengan manusia, tetapi juga dengan alam, dan kita bertanggung jawab untuk menjaganya.

●     Penutup: Guru menutup pelajaran dengan doa dan salam.

 

H. ASESMEN PEMBELAJARAN

ASESMEN DIAGNOSTIK

●     Tanya Jawab: Di awal bab, guru menanyakan, "Apa yang kamu lakukan jika temanmu punya pendapat berbeda saat bermain?" dan "Apa saja aturan yang ada di kelas kita?".

ASESMEN FORMATIF

●     Tanya Jawab: Selama pembelajaran, seperti, "Mengapa kita harus menghormati peran petugas kebersihan?".

●     Diskusi Kelompok: Mengamati kemampuan peserta didik dalam berkolaborasi, mendengarkan teman, dan menyampaikan ide saat bermain peran dan diskusi.

●     Latihan Soal/LKPD:

○     Membuat "Peta Peran Diri".

○     Daftar peraturan tertulis dan tidak tertulis di sekolah.

●     Observasi: Guru membuat catatan anekdot tentang perilaku peserta didik saat berinteraksi dalam kelompok.

●     Produk (Proses):

○     Hasil diskusi kelompok tentang akibat melanggar peraturan (Pertemuan 3).

○     Poster "Interaksi Positif dengan Alam" (Pertemuan 6).

ASESMEN SUMATIF

●     Praktik (Kinerja):

○     Bermain Peran: Menilai kemampuan peserta didik dalam mempraktikkan interaksi sosial yang baik (menghargai pendapat, mencari solusi) berdasarkan skenario yang diberikan.

○     Kriteria Penilaian: Keterampilan komunikasi, kemampuan kerja sama, dan pemecahan masalah.

●     Produk (Proyek):

○     Laporan "Tantangan Tanggung Jawab": Menilai catatan harian dan refleksi peserta didik tentang pengalamannya menjalankan satu tanggung jawab secara konsisten selama seminggu.

○     Kriteria Penilaian: Konsistensi, kejujuran, dan kedalaman refleksi.

●     Tes Tertulis: Tes singkat di akhir bab, berisi soal studi kasus:

○     Kelasmu akan mengadakan lomba kebersihan. Ada temanmu yang tidak mau ikut bekerja sama. Sebagai ketua kelas, apa peranmu dan bagaimana caramu berinteraksi dengannya agar ia mau ikut serta?

○     Jelaskan mengapa peraturan "mengantre" penting di lingkungan seperti kantin sekolah! Apa tanggung jawabmu saat mengantre?

 

 

Mengetahui,                                                                            Pulau Raman,   Juli 2026

Kepsek SDN NO.135/VI Pulau Raman                                 Guru Kelas 4

 

 

 

 

 


SALABIAH, S.Pd                                                                 M.ABDUL HARIS, S.Pd

NIP. 19680801 200701 2010                                                 NIP. 19790410 199909 1001

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lembar Kerja (LK) 6 : Penyusunan Rencana Aksi

Tugas 2 - Pengembangan Materi, LKPD dan Media Digital

TUGAS REFLEKSI MODUL PEDAGOGIK