MODUL AJAR IPAS KELAS 4 BAB 5 : INI KHAS DAERAHKU!

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  

 

Description: Description: C:\Users\LENOVO\AppData\Local\Microsoft\Windows\Clipboard\HistoryData\{6EDE715F-ACA6-43D2-93F0-9443EB84C9DA}\{557B123D-4F72-4D81-B0F8-ACE7343EADDE}\ResourceMap\{3C0E7288-1CC1-42A2-B680-103E36FF67E4}

 

MODUL AJAR

KURIKULUM MERDEKA (Deep Learning)

Nama Sekolah                      :      SDN 135/VI PULAU RAMAN

Nama Penyusun                   :      M. ABDUL HARIS, S.Pd

NIP                                        :     19790410 199909 1001

Mata pelajaran                     :      Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS)

Fase B, Kelas / Semester      :      IV (Empat)  / II (Genap)

 

 

 

 


            RENCANA PEMBELAJARAN MENDALAM (RPM )  DEEP LEARNING

MATA PELAJARAN : ILMU PENGETAHUAN ALAM DAN SOSIAL (IPAS)


BAB 5 : INI KHAS DAERAHKU!

 

A. IDENTITAS MODUL

Nama Sekolah                    : SDN  NO. 135/VI PULAU RAMAN

Nama Penyusun                 : M. ABDUL HARIS, S.Pd

Mata Pelajaran                  : Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS)

Kelas / Fase / Semester      : IV / B / Genap

Alokasi Waktu                   : 12 JP (6 kali pertemuan)

Tahun Pelajaran                : 2026 / 2027

 

B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK

●     Pengetahuan Awal: Peserta didik telah mempelajari tentang peta dan bentang alam di bab sebelumnya. Mereka dapat mengidentifikasi bentuk-bentuk daratan dan perairan.

●     Minat: Peserta didik tertarik dengan keunikan flora, fauna, dan makanan khas dari daerah mereka sendiri maupun daerah lain yang mereka kenal.

●     Latar Belakang: Peserta didik tinggal di lingkungan dengan karakteristik bentang alam dan sumber daya alam tertentu, serta mengamati berbagai profesi orang dewasa di sekitar mereka, yang menjadi dasar pembelajaran kontekstual.

●     Kebutuhan Belajar:

○     Visual: Pembelajaran menggunakan peta persebaran flora & fauna, gambar-gambar keanekaragaman hayati, dan infografis tentang sumber daya alam.

○     Auditori: Melalui diskusi, wawancara sederhana dengan narasumber (guru/orang tua), dan presentasi hasil temuan tentang kekayaan daerah.

○     Kinestetik: Melalui kegiatan observasi di pasar atau lingkungan sekitar, permainan papan, dan proyek membuat produk olahan dari sumber daya lokal.

 

C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN

●     Jenis Pengetahuan yang Akan Dicapai:

○     Konseptual: Memahami konsep keanekaragaman hayati (gen, spesies, ekosistem). Membedakan sumber daya alam hayati dan nonhayati, serta yang dapat diperbarui dan tidak dapat diperbarui. Memahami hubungan antara bentang alam, sumber daya alam, dan mata pencaharian/profesi masyarakat.

○     Prosedural: Mengidentifikasi flora dan fauna khas suatu daerah. Menganalisis potensi sumber daya alam berdasarkan kondisi geografis. Melakukan wawancara untuk mengetahui mata pencaharian masyarakat.

●     Relevansi dengan Kehidupan Nyata Peserta Didik: Materi ini menghubungkan langsung antara kondisi alam (gunung, sawah, laut) dengan makanan yang mereka konsumsi, barang yang mereka gunakan, dan pekerjaan orang-orang di komunitas mereka.

●     Tingkat Kesulitan: Sedang. Membutuhkan kemampuan untuk menghubungkan beberapa konsep yang telah dipelajari (geografi, iklim) untuk menganalisis suatu fenomena sosial-ekonomi (profesi masyarakat).

●     Struktur Materi: Dimulai dari identifikasi kekayaan hayati (apa saja yang hidup di sini?), berlanjut ke potensi sumber daya alam (apa yang bisa dimanfaatkan?), dan diakhiri dengan analisis kehidupan masyarakat (bagaimana manusia memanfaatkannya untuk hidup?).

●     Integrasi Nilai dan Karakter: Menumbuhkan rasa bangga dan cinta terhadap kekayaan daerah sendiri, menghargai keragaman profesi, dan mendorong sikap bijak dalam memanfaatkan sumber daya alam.

 

D. DIMENSI PROFIL LULUSAN

●     Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia: Bersyukur atas karunia keanekaragaman hayati dan sumber daya alam yang melimpah di daerahnya.

●     Kewargaan: Mengenali potensi ekonomi dan sosial daerahnya sebagai bagian dari identitas dan kontribusi daerah terhadap bangsa.

●     Penalaran Kritis: Menganalisis mengapa suatu jenis tanaman atau profesi tertentu dominan di daerahnya dan tidak di daerah lain, berdasarkan kondisi bentang alamnya.

●     Kreativitas: Menghasilkan ide produk olahan dari sumber daya alam lokal yang melimpah.

●     Kolaborasi: Bekerja sama dalam kelompok untuk melakukan observasi pasar, menganalisis data, dan mempresentasikan temuan.

●     Kemandirian: Melakukan riset kecil secara mandiri atau dalam kelompok kecil untuk mencari informasi tentang keunikan daerahnya.

●     Kesehatan: Memahami bahwa sumber daya alam hayati (tanaman pangan, hewan ternak) merupakan sumber utama gizi dan kesehatan.

●     Komunikasi: Mampu menceritakan keunikan daerahnya (sumber daya alam dan profesi masyarakat) secara runtut dan menarik kepada orang lain.


 

DESAIN PEMBELAJARAN

 

A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)

Pada akhir Fase B, murid memiliki kemampuan sebagai berikut.

·         Pemahaman IPAS

Menjelaskan bentuk dan fungsi pancaindra; menganalisis siklus hidup makhluk hidup dan upaya pelestariannya; menghasilkan solusi untuk masalah yang berkaitan dengan pelestarian sumber daya alam sebagai upaya mitigasi perubahan iklim; menyimpulkan proses perubahan wujud zat; menjelaskan sumber dan bentuk energi, serta proses perubahan bentuk energi dalam kehidupan sehari-hari; membedakan jenis gaya dan pengaruhnya terhadap arah, gerak, dan bentuk benda; menjelaskan peran, tugas, dan tanggung jawab serta interaksi sosial yang terjadi di sekitar tempat tinggal dan sekolah; mengenali letak kabupaten/kota dan provinsi tempat tinggalnya dengan menggunakan peta konvensional/digital; mengklasifikasikan ragam bentang alam dan keterkaitannya dengan profesi masyarakat, ragam budaya serta upaya untuk melestarikannya; menganalisis sejarah masyarakat di lingkungan tempat tinggal; menjelaskan nilai mata uang dan fungsinya, serta cara mengelola keuangan secara bijak.

·         Keterampilan Proses

Mampu menerapkan keterampilan proses yang meliputi:

●     Mengamati
Murid mengamati fenomena dan peristiwa secara sederhana, mencatat hasil pengamatannya

●     Mempertanyakan dan Memprediksi

Secara mandiri, murid mengajukan pertanyaan tentang hal-hal yang ingin diketahui saat melakukan pengamatan dan membuat prediksi berdasarkan pengetahuan yang dimiliki sebelumnya.

●     Merencanakan dan Melakukan Penyelidikan

Dengan panduan pendidik, murid membuat rencana dan melakukan langkah-langkah operasional untuk menjawab pertanyaan yang diajukan. Murid melakukan observasi menggunakan alat bantu pengukuran sederhana..

●     Memproses, Menganalisis Data dan Informasi

Dengan panduan pendidik, murid mengorganisasikan data dalam bentuk turus dan diagram gambar untuk menyajikan dan mengidentifikasi pola. Murid membandingkan antara hasil pengamatan dengan prediksi dan memberikan penjelasan..

●     Mengevaluasi dan Refleksi

Murid melakukan refleksi terhadap penyelidikan yang sudah dilakukan.

●     Mengomunikasikan Hasil

Murid mengomunikasikan hasil penyelidikan secara lisan dan tertulis dalam berbagai media.

 

B. LINTAS DISIPLIN ILMU

●     Ilmu Pengetahuan Sosial (Ekonomi & Geografi): Menganalisis kegiatan ekonomi masyarakat berdasarkan potensi geografis.

●     Ilmu Pengetahuan Alam (Biologi): Mempelajari konsep dasar keanekaragaman hayati dan ekosistem.

●     Prakarya: Merancang dan membuat produk sederhana dari sumber daya alam lokal.

●     Bahasa Indonesia: Melakukan wawancara, menulis laporan pengamatan, dan membuat teks deskriptif tentang kekayaan daerah.

 

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

●     Pertemuan 1-2: Melalui pengamatan dan studi kasus, peserta didik mampu menganalisis hubungan bentang alam dengan keanekaragaman hayati di daerahnya. (4 JP)

●     Pertemuan 3-4: Melalui observasi dan analisis, peserta didik mampu mengklasifikasikan sumber daya alam (hayati/nonhayati, dapat diperbarui/tidak) dan menghubungkannya dengan potensi daerah. (4 JP)

●     Pertemuan 5-6: Melalui penyelidikan dan diskusi, peserta didik mampu menganalisis hubungan antara letak geografis dan sumber daya alam dengan profesi masyarakat di daerahnya. (4 JP)

 

D. INDIKATOR KETERCAPAIAN TUJUAN PEMBELAJARAN

1.    Memberikan contoh keanekaragaman hayati tingkat gen, spesies, dan ekosistem di lingkungan sekitar.

2.    Menyebutkan flora dan fauna khas yang ada di daerahnya.

3.    Membedakan sumber daya alam yang dapat diperbarui dan tidak dapat diperbarui.

4.    Menjelaskan mengapa kekayaan alam di daerah pegunungan berbeda dengan daerah pantai.

5.    Mengidentifikasi bahan mentah yang banyak berasal dari daerahnya.

6.    Menyebutkan mata pencaharian yang dominan di daerahnya.

7.    Menjelaskan hubungan antara bentang alam (misal: dataran rendah) dengan mata pencaharian masyarakatnya (misal: petani).

 

E. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL

Potensi marmer dan pertanian di Tulungagung, kehidupan nelayan di pesisir selatan, pasar tradisional sebagai pusat ekonomi lokal, dan beragamnya jenis pisang atau mangga yang dijual di pasar.

 

F. KERANGKA PEMBELAJARAN

PRAKTIK PEDAGOGIK

●     Model Pembelajaran: Inquiry-Based Learning, Project-Based Learning.

●     Pendekatan: Deep Learning (Mindful, Meaningful, Joyful Learning)

○     Mindful Learning: Peserta didik melakukan pengamatan yang teliti dan penuh kesadaran di pasar, memperhatikan detail, asal, dan bentuk barang yang diperdagangkan.

○     Meaningful Learning: Peserta didik membangun pemahaman utuh dari hulu ke hilir: bagaimana kondisi alam di daerahnya (hulu) memengaruhi pekerjaan dan kehidupan masyarakat (hilir).

○     Joyful Learning: Pembelajaran dikemas dalam bentuk permainan "Maju Terus, Pantang Mundur", kegiatan detektif alam, dan tantangan kreatif mengolah sumber daya alam.

●     Metode Pembelajaran: Observasi, diskusi, permainan, studi kasus, proyek.

●     Strategi Pembelajaran Berdiferensiasi:

○     Diferensiasi Konten: Menyediakan beragam contoh sumber daya alam dari berbagai daerah (pertanian, pertambangan, perikanan).

○     Diferensiasi Proses: Kelompok dapat memilih untuk fokus pada sumber daya alam hayati atau nonhayati saat melakukan investigasi.

○     Diferensiasi Produk: Hasil proyek bisa berupa produk olahan nyata, poster promosi produk, atau infografis tentang potensi sumber daya alam daerahnya.

KEMITRAAN PEMBELAJARAN

●     Lingkungan Sekolah: Memanfaatkan kebun sekolah untuk mengamati keanekaragaman hayati.

●     Lingkungan Luar Sekolah/Masyarakat: Melakukan kunjungan atau observasi ke pasar tradisional terdekat. Mengundang orang tua dengan profesi khas daerah (misal: pengrajin, petani) sebagai narasumber.

●     Mitra Digital: Menggunakan internet untuk mencari informasi tambahan tentang flora, fauna, dan sumber daya alam khas provinsi Jawa Timur.

LINGKUNGAN BELAJAR

●     Ruang Fisik: Menyiapkan "Pojok Khas Daerahku" untuk memajang contoh sumber daya alam (misal: bongkahan marmer, hasil bumi) dan produk olahan karya peserta didik.

●     Ruang Virtual: Menampilkan peta sumber daya alam Indonesia melalui proyektor untuk memberikan gambaran yang lebih luas.

●     Budaya Belajar: Membangun rasa bangga terhadap identitas lokal. Mendorong sikap menghargai semua jenis pekerjaan sebagai bagian penting dari kehidupan masyarakat.

PEMANFAATAN DIGITAL

●     Menonton video proses pengolahan sumber daya alam, seperti dari kapas menjadi kain atau dari bijih nikel menjadi logam.

●     Menggunakan aplikasi peta untuk melihat bentang alam dari daerah asal suatu produk yang mereka temukan di pasar.

 

G. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI

PERTEMUAN 1 (2 JP : 70 MENIT)

Topik : Keanekaragaman Hayati

KEGIATAN PENDAHULUAN (10 MENIT)

●     Apersepsi: Guru memulai dengan permainan "Maju Terus, Pantang Mundur" untuk mereview materi bab-bab sebelumnya.

●     Pemantik: Guru menunjukkan dua jenis mangga yang berbeda (misal: arumanis dan manalagi) dan bertanya, "Ini sama-sama mangga, tapi mengapa bentuk dan rasanya berbeda?".

●     Tujuan: Guru menyampaikan bahwa hari ini akan belajar tentang keragaman makhluk hidup di sekitar kita.

KEGIATAN INTI (50 MENIT)

●     Observasi (Mindful): Peserta didik diajak ke luar kelas (taman/kebun sekolah) untuk mengamati dan mencatat berbagai jenis makhluk hidup yang mereka temukan (tumbuhan, serangga, dll.).

●     Pengenalan Konsep (Meaningful): Guru menjelaskan konsep keanekaragaman hayati, dimulai dari tingkat gen (perbedaan dalam satu jenis, seperti pada mangga), kemudian tingkat spesies (perbedaan antar jenis, seperti kucing dan anjing).

●     Diskusi Kelompok (Joyful): Dalam kelompok, peserta didik memainkan set kartu "Serupa tapi Tak Sama" untuk mengelompokkan gambar berdasarkan tingkat keanekaragamannya.

KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)

●     Refleksi: Peserta didik menyebutkan satu contoh keanekaragaman gen dan satu contoh keanekaragaman spesies yang mereka temukan hari ini.

●     Rangkuman: Guru menyimpulkan bahwa makhluk hidup di sekitar kita sangat beragam, bahkan yang sejenis pun bisa berbeda.

●     Penutup: Guru menutup pelajaran dengan doa dan salam.

 

PERTEMUAN 2 (2 JP : 70 MENIT)

Topik : Manfaat Keanekaragaman Hayati

KEGIATAN PENDAHULUAN (10 MENIT)

●     Review: Guru mengingatkan kembali tentang tingkat keanekaragaman hayati.

●     Pemantik: Guru bertanya, "Untuk apa Tuhan menciptakan begitu banyak jenis tumbuhan dan hewan? Apa manfaatnya bagi kita?".

KEGIATAN INTI (50 MENIT)

●     Studi Kasus (Meaningful): Guru menyajikan infografis tentang manfaat keanekaragaman hayati (bahan pangan, obat-obatan, sandang, papan).

●     Diskusi Kelompok: Setiap kelompok fokus pada satu manfaat (misal: kelompok A membahas manfaat untuk pangan, kelompok B untuk obat-obatan) dan mencari contoh-contoh spesifik dari daerah sekitar.

●     Pengenalan Konsep: Guru memperkenalkan tingkat keanekaragaman ekosistem (hutan, sawah, sungai) sebagai "rumah" bagi berbagai spesies.

●     Presentasi: Setiap kelompok membagikan hasil diskusinya kepada kelas.

KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)

●     Refleksi: Peserta didik diminta menyebutkan satu tanaman di sekitarnya beserta manfaatnya.

●     Rangkuman: Guru menyimpulkan bahwa keanekaragaman hayati menyediakan semua kebutuhan dasar manusia.

●     Penutup: Guru menutup pelajaran dengan doa dan salam.

 

PERTEMUAN 3 (2 JP : 70 MENIT)

Topik : Daerahku Kaya Sumber Daya

KEGIATAN PENDAHULUAN (10 MENIT)

●     Koneksi: Guru mengaitkan materi manfaat keanekaragaman hayati dengan konsep sumber daya alam.

●     Pemantik: Guru bertanya, "Jika kita pergi ke pasar, barang apa saja yang dijual di sana? Dari mana barang-barang itu berasal?".

KEGIATAN INTI (50 MENIT)

●     Observasi (Meaningful & Kinestetik): Peserta didik (dibekali lembar kerja) melakukan pengamatan di pasar tradisional (bisa juga simulasi pasar di kelas dengan guru membawa berbagai produk). Mereka mencatat jenis barang, bentuknya (mentah/olahan), dan mencoba mencari tahu asalnya.

●     Analisis Data: Kembali ke kelas, peserta didik mengelompokkan temuan mereka: mana yang berasal dari daerah sendiri, mana yang dari luar.

●     Pengenalan Konsep: Guru menjelaskan perbedaan sumber daya alam hayati (dari makhluk hidup) dan nonhayati (benda mati seperti air, tanah, batu).

KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)

●     Refleksi: Peserta didik menyebutkan satu sumber daya alam hayati dan satu nonhayati yang mereka temukan di pasar.

●     Rangkuman: Guru menyimpulkan bahwa pasar adalah tempat kita bisa melihat kekayaan sumber daya alam dari berbagai daerah.

●     Penutup: Guru menutup pelajaran dengan doa dan salam.

 

PERTEMUAN 4 (2 JP : 70 MENIT)

Topik : Mengapa Kekayaan Alam Berbeda?

KEGIATAN PENDAHULUAN (10 MENIT)

●     Review: Guru mengingatkan kembali hasil observasi pasar.

●     Pemantik: Guru bertanya, "Mengapa di daerah kita banyak dijual marmer, tapi sulit menemukan ikan laut segar? Dan mengapa di daerah pantai banyak ikan, tapi tidak ada kebun teh?".

KEGIATAN INTI (50 MENIT)

●     Penyelidikan (Meaningful): Menggunakan data dari pasar, kelompok menelusuri (via peta atau informasi dari guru) bentang alam daerah asal barang tersebut. Contoh: Kopi berasal dari dataran tinggi, garam dari pantai.

●     Diskusi: Kelompok mendiskusikan hubungan antara bentang alam dan sumber daya alam yang dihasilkan.

●     Pengenalan Konsep: Guru memperkenalkan konsep sumber daya alam dapat diperbarui (tumbuhan, hewan) dan tidak dapat diperbarui (batu bara, emas, marmer) dan pentingnya pengelolaan yang bijak.

KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)

●     Refleksi: Peserta didik diminta memberikan satu contoh sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui.

●     Rangkuman: Guru menyimpulkan bahwa perbedaan bentang alam menyebabkan perbedaan sumber daya alam di setiap daerah.

●     Penutup: Guru menutup pelajaran dengan doa dan salam.

 

PERTEMUAN 5 (2 JP : 70 MENIT)

Topik : Kehidupan Masyarakat Daerahku

KEGIATAN PENDAHULUAN (10 MENIT)

●     Koneksi: Guru bertanya, "Jika di suatu daerah kaya akan ikan, kira-kira apa pekerjaan yang banyak dilakukan orang di sana?".

●     Tujuan: Guru menyampaikan bahwa hari ini akan belajar hubungan antara sumber daya alam dengan pekerjaan atau mata pencaharian masyarakat.

KEGIATAN INTI (50 MENIT)

●     Bermain Peran (Joyful): Guru menyiapkan kartu-kartu bentang alam (gunung, sawah, kota, laut) dan kartu-kartu mata pencaharian (petani, nelayan, karyawan pabrik, pemandu wisata). Peserta didik bermain mencocokkan kartu tersebut.

●     Diskusi (Meaningful): Peserta didik mendiskusikan mata pencaharian yang dominan di daerah Tulungagung, menghubungkannya dengan potensi bentang alam (dataran rendah untuk pertanian, perbukitan untuk pertambangan marmer).

●     Pengenalan Konsep: Guru membedakan antara mata pencaharian (yang sangat dipengaruhi bentang alam) dan profesi (yang muncul karena kebutuhan masyarakat, seperti guru, dokter).

KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)

●     Refleksi: Peserta didik menyebutkan satu mata pencaharian dan satu profesi yang ada di lingkungan tempat tinggalnya.

●     Rangkuman: Guru menyimpulkan bahwa bentang alam dan sumber daya sangat memengaruhi mata pencaharian utama, namun setiap daerah juga membutuhkan berbagai profesi lain.

●     Penutup: Guru menutup pelajaran dengan doa dan salam.

 

PERTEMUAN 6 (2 JP : 70 MENIT)

Topik : Proyek Khas Daerahku

KEGIATAN PENDAHULUAN (10 MENIT)

●     Review: Guru mereview semua konsep yang telah dipelajari: keanekaragaman hayati -> sumber daya alam -> mata pencaharian.

●     Pemantik: Guru bertanya, "Setelah mengetahui begitu banyak kekayaan di daerah kita, apa hal hebat yang bisa kita lakukan?".

KEGIATAN INTI (50 MENIT)

●     Proyek Kelompok (Joyful & Kreatif): Peserta didik ditantang untuk membuat sebuah karya yang mempromosikan kekhasan daerahnya.

●     Pembelajaran Berdiferensiasi (Produk): Kelompok dapat memilih bentuk karya:

1.    Membuat infografis "Potensi Daerahku" (menggambar bentang alam, sumber daya, dan mata pencaharian).

2.    Merancang poster untuk produk olahan dari sumber daya lokal (misal: "Keripik Gadung Khas Tulungagung").

3.    Membuat presentasi singkat tentang satu profesi unik di daerahnya.

●     Gallery Walk: Hasil karya dipajang dan setiap kelompok berkeliling untuk melihat dan memberikan apresiasi pada karya kelompok lain.

KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)

●     Refleksi: Guru bertanya, "Apa hal yang paling membuatmu bangga dengan daerahmu setelah menyelesaikan proyek ini?".

●     Rangkuman: Guru menyimpulkan bahwa setiap daerah memiliki potensi unik yang harus kita kenali, syukuri, dan kembangkan.

●     Penutup: Guru menutup pelajaran dengan doa dan salam.

 

H. ASESMEN PEMBELAJARAN

ASESMEN DIAGNOSTIK

●     Tanya Jawab: Di awal bab, guru menanyakan, "Tanaman atau hewan apa yang khas dari daerah kita?" dan "Apa pekerjaan orang tuamu?".

ASESMEN FORMATIF

●     Tanya Jawab: Selama pembelajaran, seperti, "Mengapa petani garam hanya ada di dekat laut?".

●     Diskusi Kelompok: Mengamati bagaimana peserta didik menghubungkan konsep bentang alam dengan sumber daya alam dalam diskusi mereka.

●     Latihan Soal/LKPD:

○     Tabel pengelompokan hasil observasi pasar.

○     Menjodohkan gambar bentang alam dengan sumber daya alam dan mata pencaharian yang sesuai.

●     Observasi: Guru mencatat antusiasme dan ide-ide yang muncul selama kegiatan curah pendapat dan proyek.

●     Produk (Proses):

○     Hasil pengelompokan kartu "Serupa tapi Tak Sama" (Pertemuan 1).

○     Catatan hasil observasi pasar (Pertemuan 3).

ASESMEN SUMATIF

●     Produk (Proyek):

○     Infografis/Poster "Potensi Daerahku": Menilai karya akhir peserta didik pada Pertemuan 6.

○     Kriteria Penilaian: Kelengkapan informasi (ada hubungan antara bentang alam, SDA, dan profesi), kreativitas, dan kejelasan penyajian.

●     Praktik (Kinerja):

○     Presentasi Proyek: Menilai kemampuan peserta didik untuk menceritakan dan menjelaskan isi karya mereka.

○     Kriteria Penilaian: Kepercayaan diri, kelancaran, dan kedalaman pemahaman yang ditunjukkan.

●     Tes Tertulis: Tes singkat di akhir bab, berisi soal perbandingan:

○     Bandingkan potensi sumber daya alam dan mata pencaharian utama antara daerah pegunungan dan daerah pesisir! Buatlah dalam bentuk tabel!

○     Jelaskan mengapa suatu daerah yang kaya akan hasil hutan (kayu, rotan) juga membutuhkan profesi seperti dokter dan guru!

 

Mengetahui,                                                                            Pulau Raman,   Juli 2026

Kepsek SDN NO.135/VI Pulau Raman                                 Guru Kelas 4

 

 

 

 

 


SALABIAH, S.Pd                                                                 M.ABDUL HARIS, S.Pd

NIP. 19680801 200701 2010                                                 NIP. 19790410 199909 1001

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lembar Kerja (LK) 6 : Penyusunan Rencana Aksi

Tugas 2 - Pengembangan Materi, LKPD dan Media Digital

TUGAS REFLEKSI MODUL PEDAGOGIK