MODUL AJAR IPAS KELAS 4 BAB 4 : IKLIM DAN PERUBAHANNYA
RENCANA PEMBELAJARAN MENDALAM (RPM) DEEP LEARNING
MATA PELAJARAN : ILMU PENGETAHUAN ALAM DAN
SOSIAL (IPAS)
BAB 4 : IKLIM DAN PERUBAHANNYA
A. IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah : SDN NO. 135/VI PULAU RAMAN
Nama Penyusun : M. ABDUL HARIS, S.Pd
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam dan
Sosial (IPAS)
Kelas / Fase / Semester : IV / B / Ganjil
Alokasi Waktu : 12 JP (6 kali pertemuan)
Tahun Pelajaran : 2026 / 2027
B. IDENTIFIKASI
KESIAPAN PESERTA DIDIK
●
Pengetahuan
Awal:
Peserta didik telah mempelajari tentang cuaca di kelas III. Mereka dapat
membedakan kondisi cuaca dasar seperti cerah, berawan, dan hujan.
●
Minat:
Peserta didik memiliki rasa ingin tahu tentang fenomena alam yang lebih besar
seperti mengapa ada musim hujan dan kemarau, serta isu-isu global seperti pemanasan
global yang mungkin pernah mereka dengar dari media.
●
Latar
Belakang: Peserta didik mengalami langsung dampak dari musim yang
berbeda (misalnya, musim hujan menyebabkan banjir, musim kemarau panjang
menyebabkan kekeringan) dan merasakan perubahan suhu udara sehari-hari.
●
Kebutuhan
Belajar:
○
Visual:
Pembelajaran akan menggunakan infografis proses efek rumah kaca, peta
persebaran iklim, gambar-gambar dampak perubahan iklim, dan video simulasi.
○
Auditori:
Melalui diskusi tentang penyebab dan dampak perubahan iklim, penjelasan guru,
wawancara sederhana, dan presentasi hasil penyelidikan.
○
Kinestetik:
Melalui percobaan sederhana untuk mensimulasikan efek rumah kaca dan kegiatan
investigasi jejak karbon dalam aktivitas sehari-hari.
C. KARAKTERISTIK
MATERI PELAJARAN
●
Jenis
Pengetahuan yang Akan Dicapai:
○
Konseptual:
Membedakan konsep cuaca, musim, dan iklim. Memahami konsep efek rumah kaca
sebagai penyebab pemanasan global. Memahami bahwa aktivitas manusia
menghasilkan jejak karbon yang berkontribusi pada perubahan iklim.
○
Prosedural:
Mengidentifikasi musim di Indonesia berdasarkan ciri-cirinya. Melakukan
percobaan sederhana untuk memahami prinsip efek rumah kaca. Mengidentifikasi
aktivitas sehari-hari yang menghasilkan gas karbon.
●
Relevansi
dengan Kehidupan Nyata Peserta Didik: Materi ini sangat
relevan dan mendesak, karena membahas isu perubahan iklim yang dampaknya sudah
dirasakan langsung, seperti suhu yang lebih panas dan pola cuaca yang tidak
menentu. Ini membangun kesadaran dan tanggung jawab lingkungan sejak dini.
●
Tingkat
Kesulitan: Sedang. Konsep seperti efek rumah kaca dan perubahan iklim
bersifat kompleks dan global, namun disederhanakan melalui analogi, percobaan,
dan dihubungkan dengan aktivitas sehari-hari yang konkret.
●
Struktur
Materi: Dimulai dari konsep yang paling dekat dengan pengalaman
peserta didik (musim), kemudian diperluas ke konsep yang lebih abstrak dan
global (efek rumah kaca dan perubahan iklim), dan diakhiri dengan aksi nyata
yang bisa dilakukan (mengurangi jejak karbon).
●
Integrasi
Nilai dan Karakter: Menumbuhkan sikap peduli dan
tanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan, mendorong gaya hidup bijaksana
dan hemat energi, serta membangun nalar kritis dalam menganalisis masalah
lingkungan.
D. DIMENSI PROFIL
LULUSAN
●
Keimanan
dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia:
Menyadari pentingnya menjaga alam sebagai wujud syukur atas ciptaan Tuhan dan
memahami bahwa kerusakan lingkungan adalah akibat dari tindakan yang tidak
bertanggung jawab.
●
Kewargaan:
Memahami bahwa perubahan iklim adalah masalah global yang membutuhkan
partisipasi aktif dari setiap warga negara, termasuk dirinya, untuk melakukan
aksi mitigasi.
●
Penalaran
Kritis: Menganalisis hubungan sebab-akibat antara aktivitas manusia
(misalnya, penggunaan kendaraan bermotor) dengan peningkatan gas rumah kaca dan
dampak pemanasan global.
●
Kreativitas:
Menghasilkan ide-ide atau solusi sederhana untuk mengurangi jejak karbon di
lingkungan sekolah dan rumah.
●
Kolaborasi:
Bekerja sama dalam kelompok untuk melakukan percobaan, menganalisis data, dan
merancang kampanye sederhana tentang hemat energi.
●
Kemandirian:
Mengambil inisiatif untuk menerapkan kebiasaan ramah lingkungan dalam kehidupan
sehari-hari secara mandiri.
●
Kesehatan:
Memahami dampak perubahan iklim terhadap kesehatan, seperti risiko penyakit
akibat polusi udara dan krisis air bersih.
●
Komunikasi:
Mampu menjelaskan konsep efek rumah kaca dan dampak perubahan iklim kepada
orang lain dengan bahasa yang sederhana dan jelas.
DESAIN PEMBELAJARAN
A. CAPAIAN
PEMBELAJARAN (CP)
Pada
akhir Fase B, murid memiliki kemampuan sebagai berikut.
·
Pemahaman IPAS
Menjelaskan
bentuk dan fungsi pancaindra; menganalisis siklus hidup makhluk hidup dan upaya
pelestariannya; menghasilkan solusi untuk masalah yang berkaitan dengan
pelestarian sumber daya alam sebagai upaya mitigasi perubahan iklim;
menyimpulkan proses perubahan wujud zat; menjelaskan sumber dan bentuk energi,
serta proses perubahan bentuk energi dalam kehidupan sehari-hari; membedakan
jenis gaya dan pengaruhnya terhadap arah, gerak, dan bentuk benda; menjelaskan
peran, tugas, dan tanggung jawab serta interaksi sosial yang terjadi di sekitar
tempat tinggal dan sekolah; mengenali letak kabupaten/kota dan provinsi tempat
tinggalnya dengan menggunakan peta konvensional/digital; mengklasifikasikan
ragam bentang alam dan keterkaitannya dengan profesi masyarakat, ragam budaya
serta upaya untuk melestarikannya; menganalisis sejarah masyarakat di
lingkungan tempat tinggal; menjelaskan nilai mata uang dan fungsinya, serta
cara mengelola keuangan secara bijak.
·
Keterampilan Proses
Mampu
menerapkan keterampilan proses yang meliputi:
●
Mengamati
Murid
mengamati fenomena dan peristiwa secara sederhana, mencatat hasil pengamatannya
● Mempertanyakan
dan Memprediksi
Secara
mandiri, murid mengajukan pertanyaan tentang hal-hal yang ingin diketahui saat
melakukan pengamatan dan membuat prediksi berdasarkan pengetahuan yang dimiliki
sebelumnya.
● Merencanakan
dan Melakukan Penyelidikan
Dengan
panduan pendidik, murid membuat rencana dan melakukan langkah-langkah
operasional untuk menjawab pertanyaan yang diajukan. Murid melakukan observasi
menggunakan alat bantu pengukuran sederhana..
● Memproses,
Menganalisis Data dan Informasi
Dengan
panduan pendidik, murid mengorganisasikan data dalam bentuk turus dan diagram
gambar untuk menyajikan dan mengidentifikasi pola. Murid membandingkan antara
hasil pengamatan dengan prediksi dan memberikan penjelasan..
● Mengevaluasi
dan Refleksi
Murid
melakukan refleksi terhadap penyelidikan yang sudah dilakukan.
● Mengomunikasikan
Hasil
Murid
mengomunikasikan hasil penyelidikan secara lisan dan tertulis dalam berbagai
media.
B. LINTAS DISIPLIN
ILMU
●
Ilmu
Pengetahuan Alam (Sains): Mempelajari konsep dasar
atmosfer, gas, dan transfer panas.
●
Matematika:
Mengumpulkan dan menyajikan data (misalnya, data cuaca bulanan) dalam bentuk
tabel atau grafik sederhana.
●
Bahasa
Indonesia: Membaca artikel informasional tentang perubahan iklim, menulis
laporan, dan membuat poster kampanye.
●
PPKn:
Mengembangkan kesadaran akan hak dan kewajiban sebagai warga negara untuk
menjaga kelestarian lingkungan.
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
●
Pertemuan
1-2:
Melalui wawancara dan analisis data, peserta didik mampu mengidentifikasi musim
dan iklim di Indonesia serta ciri-cirinya. (4 JP)
●
Pertemuan
3-4:
Melalui percobaan dan analisis infografis, peserta didik mampu menjelaskan
proses terjadinya efek rumah kaca dan dampaknya terhadap pemanasan global. (4
JP)
●
Pertemuan
5-6:
Melalui penyelidikan dan studi kasus, peserta didik mampu mengidentifikasi
aktivitas manusia yang menghasilkan gas karbon dan merancang aksi nyata untuk
menguranginya. (4 JP)
D. INDIKATOR
KETERCAPAIAN TUJUAN PEMBELAJARAN
1.
Membedakan antara cuaca, musim,
dan iklim.
2.
Menyebutkan ciri-ciri musim hujan
dan musim kemarau di Indonesia.
3.
Menjelaskan iklim tropis sebagai
iklim di Indonesia.
4.
Menggambarkan proses efek rumah
kaca menggunakan analogi atau diagram.
5.
Menyebutkan gas-gas utama
penyebab efek rumah kaca (terutama karbon dioksida).
6.
Menjelaskan dampak pemanasan
global, seperti mencairnya es di kutub dan kenaikan permukaan air laut.
7.
Memberikan contoh aktivitas
sehari-hari yang menghasilkan jejak karbon.
8.
Mengusulkan minimal tiga cara
sederhana untuk mengurangi jejak karbon di lingkungan sekitarnya.
E. TOPIK PEMBELAJARAN
KONTEKSTUAL
Cuaca
panas yang ekstrem di Tulungagung, musim kemarau yang lebih panjang, berita
tentang kebakaran hutan, dan kampanye global tentang pengurangan sampah
plastik.
F. KERANGKA
PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK
●
Model
Pembelajaran: Problem-Based Learning, Project-Based
Learning.
●
Pendekatan:
Deep Learning (Mindful, Meaningful,
Joyful Learning)
○
Mindful
Learning: Peserta didik secara sadar mengamati perubahan suhu dalam
percobaan efek rumah kaca dan merefleksikan setiap aktivitas harian mereka yang
berpotensi menghasilkan karbon.
○
Meaningful
Learning: Peserta didik menghubungkan konsep global perubahan iklim
dengan pengalaman lokal yang mereka rasakan (suhu lebih panas, musim tidak
menentu), sehingga masalah tersebut menjadi relevan dan penting bagi mereka.
○
Joyful
Learning: Pembelajaran dikemas melalui eksperimen yang menarik,
permainan peran menjadi "pahlawan lingkungan", dan proyek kreatif
membuat kampanye peduli iklim.
●
Metode
Pembelajaran: Eksperimen, diskusi, studi
kasus, simulasi, proyek.
●
Strategi
Pembelajaran Berdiferensiasi:
○
Diferensiasi
Konten: Menyediakan sumber informasi yang beragam (artikel berita
anak, video animasi, infografis) tentang perubahan iklim.
○
Diferensiasi
Proses: Kelompok dapat memilih fokus investigasi jejak karbon yang
berbeda (transportasi, konsumsi listrik, atau sampah makanan).
○
Diferensiasi
Produk: Aksi nyata untuk mengurangi jejak karbon dapat diwujudkan
dalam berbagai bentuk: poster, video pendek, lagu, atau presentasi langsung ke
kelas lain.
KEMITRAAN PEMBELAJARAN
●
Lingkungan
Sekolah: Melakukan audit sederhana penggunaan listrik dan air di
sekolah sebagai data untuk proyek pengurangan jejak karbon.
●
Lingkungan
Luar Sekolah/Masyarakat: Melibatkan orang tua dalam
menghitung jejak karbon keluarga dan mencari solusi bersama untuk menguranginya.
●
Mitra
Digital: Menggunakan kalkulator jejak karbon online sederhana (dengan
bimbingan guru) untuk mendapatkan gambaran kuantitatif.
LINGKUNGAN BELAJAR
●
Ruang
Fisik: Menyiapkan "Sudut Iklim" di kelas yang berisi data
cuaca harian, artikel, dan hasil karya peserta didik tentang lingkungan.
●
Ruang
Virtual: Penggunaan proyektor untuk menampilkan data kenaikan suhu
global atau video tentang kondisi kutub saat ini.
●
Budaya
Belajar: Membangun budaya kelas yang peduli lingkungan, di mana setiap
tindakan kecil untuk mengurangi sampah atau menghemat energi diapresiasi.
Mendorong diskusi yang terbuka dan empatik tentang dampak perubahan iklim.
PEMANFAATAN DIGITAL
●
Menonton film dokumenter pendek
yang ramah anak tentang kehidupan hewan di kutub yang terancam oleh perubahan
iklim.
●
Membuat poster atau infografis
digital sederhana menggunakan aplikasi desain yang mudah digunakan.
G. LANGKAH-LANGKAH
PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI
PERTEMUAN 1 (2
JP : 70 MENIT)
Topik : Musim
dan Iklim di Daerahku
KEGIATAN
PENDAHULUAN (10 MENIT)
●
Apersepsi:
Guru memulai dengan bertanya, "Bulan-bulan apa biasanya kita sering
kehujanan? Dan bulan apa biasanya cuaca sangat panas dan jarang hujan?".
●
Koneksi:
Guru mengaitkan jawaban peserta didik dengan konsep cuaca yang telah
dipelajari, lalu memperkenalkan istilah musim.
●
Tujuan:
Guru menyampaikan bahwa hari ini akan menyelidiki musim apa saja yang ada di
Indonesia.
KEGIATAN INTI (50 MENIT)
●
Wawancara
(Joyful): Dalam kelompok, peserta didik menyiapkan tabel sederhana dan
melakukan wawancara singkat kepada guru lain atau staf sekolah. Pertanyaannya:
"Menurut Bapak/Ibu, apa ciri-ciri cuaca di bulan Januari-Juni dan
Juli-Desember?".
●
Analisis
Data (Meaningful): Kelompok mendiskusikan hasil
wawancara, mencari pola, dan menyimpulkan adanya dua musim utama: musim hujan
dan musim kemarau.
●
Pengenalan
Konsep: Guru menjelaskan bahwa karena Indonesia berada di dekat garis
khatulistiwa, maka iklimnya disebut iklim
tropis yang memiliki dua musim.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
●
Refleksi:
Setiap peserta didik menyebutkan satu kegiatan yang mereka sukai di musim hujan
dan satu di musim kemarau.
●
Rangkuman:
Guru menyimpulkan bahwa Indonesia memiliki iklim tropis dengan dua musim, yaitu
musim hujan dan kemarau.
●
Penutup:
Guru menutup pelajaran dengan doa dan salam.
PERTEMUAN 2 (2
JP : 70 MENIT)
Topik : Iklim
di Berbagai Belahan Dunia
KEGIATAN
PENDAHULUAN (10 MENIT)
●
Review:
Guru mengingatkan kembali tentang iklim tropis di Indonesia.
●
Pemantik:
Guru menunjukkan gambar salju dan pohon maple yang daunnya berguguran.
"Mengapa di negara lain ada salju dan musim gugur, tetapi di tempat kita
tidak ada?".
KEGIATAN INTI (50 MENIT)
●
Studi
Peta & Gambar (Meaningful): Guru menunjukkan
peta dunia dengan pembagian zona iklim (tropis, subtropis, sedang, dingin).
●
Diskusi
Kelompok: Setiap kelompok mendapatkan satu set gambar yang mewakili
empat musim di negara subtropis (semi, panas, gugur, dingin). Tugas mereka
adalah mengurutkan gambar tersebut dan mendeskripsikan ciri-ciri setiap musim.
●
Pembelajaran
Berdiferensiasi (Produk): Peserta didik membuat tabel
perbandingan sederhana antara iklim tropis dan subtropis (jumlah musim, ciri
khas).
●
Presentasi:
Perwakilan kelompok menceritakan urutan musim yang telah mereka susun.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
●
Refleksi:
Guru bertanya, "Jika kamu bisa memilih, kamu ingin tinggal di negara
dengan iklim apa? Mengapa?".
●
Rangkuman:
Guru menyimpulkan bahwa letak suatu negara di Bumi menentukan iklim dan jumlah
musim yang dialaminya.
●
Penutup:
Guru menutup pelajaran dengan doa dan salam.
PERTEMUAN 3 (2
JP : 70 MENIT)
Topik : Mengapa
Bumi Semakin Panas?
KEGIATAN
PENDAHULUAN (10 MENIT)
●
Pemantik:
Guru bertanya, "Apakah kalian merasa cuaca sekarang lebih panas dibandingkan
beberapa tahun lalu? Kira-kira kenapa ya?".
●
Analogi:
Guru menggunakan analogi mobil yang diparkir di bawah terik matahari.
"Mengapa di dalam mobil terasa jauh lebih panas daripada di luar?".
KEGIATAN INTI (50 MENIT)
●
Eksperimen
(Joyful & Kinestetik): Peserta didik dalam kelompok
melakukan percobaan efek rumah kaca sederhana. Mereka menyiapkan dua toples:
satu terbuka, satu ditutup plastik bening. Keduanya diletakkan di bawah sinar
matahari.
●
Observasi
(Mindful): Setelah beberapa saat, peserta didik mengukur atau merasakan
perbedaan suhu udara di dalam kedua toples.
●
Pengenalan
Konsep (Meaningful): Guru menjelaskan bahwa plastik
bening bekerja seperti "gas rumah kaca" di atmosfer kita, yang
memerangkap panas. Guru memperkenalkan istilah efek rumah kaca dan pemanasan
global.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
●
Diskusi
Hasil: Peserta didik melaporkan bahwa toples yang tertutup lebih
panas. Guru mengaitkan hasil ini dengan apa yang terjadi pada Bumi.
●
Refleksi:
Guru bertanya, "Jadi, apa yang menyebabkan Bumi kita semakin panas?".
●
Penutup:
Guru menutup pelajaran dengan doa dan salam.
PERTEMUAN 4 (2
JP : 70 MENIT)
Topik : Dampak
Pemanasan Global
KEGIATAN
PENDAHULUAN (10 MENIT)
●
Review:
Guru mengingatkan kembali tentang percobaan efek rumah kaca.
●
Pemantik:
Guru menunjukkan gambar beruang kutub di atas bongkahan es yang kecil.
"Apa yang sedang terjadi pada rumah beruang kutub ini? Apa dampaknya jika
semua es di kutub mencair?".
KEGIATAN INTI (50 MENIT)
●
Simulasi
(Meaningful): Dalam kelompok, peserta didik
melakukan simulasi mencairnya es di kutub. Mereka menaruh beberapa bongkah es
di sebuah wadah yang memiliki "daratan" (misalnya, batu atau
plastisin). Mereka menandai ketinggian air awal.
●
Observasi:
Peserta didik mengamati apa yang terjadi pada ketinggian air saat es mencair.
●
Diskusi
Dampak: Guru memandu diskusi tentang dampak kenaikan permukaan air
laut (banjir di daerah pesisir, pulau kecil tenggelam) dan dampak lainnya dari
pemanasan global (kekeringan, badai yang lebih kuat).
●
Pembelajaran
Berdiferensiasi (Proses): Peserta didik dapat mencari
informasi tambahan dari artikel sederhana atau gambar tentang dampak perubahan
iklim lainnya.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
●
Refleksi:
Peserta didik diminta menyelesaikan kalimat: "Pemanasan global berbahaya
karena...".
●
Rangkuman:
Guru menyimpulkan bahwa pemanasan global memiliki dampak serius bagi lingkungan
dan kehidupan di Bumi.
●
Penutup:
Guru menutup pelajaran dengan doa dan salam.
PERTEMUAN 5 (2
JP : 70 MENIT)
Topik : Jejak
Karbon di Sekitarku
KEGIATAN
PENDAHULUAN (10 MENIT)
●
Koneksi:
Guru bertanya, "Apa gas utama yang menyebabkan efek rumah kaca?".
(Karbon dioksida). "Dari mana gas itu berasal?".
●
Tujuan:
Guru menyampaikan bahwa hari ini akan menyelidiki aktivitas kita yang
menghasilkan gas karbon, atau yang disebut jejak
karbon.
KEGIATAN INTI (50 MENIT)
●
Penyelidikan
(Meaningful): Peserta didik secara individu
atau berpasangan membuat daftar aktivitas yang mereka lakukan dari pagi hingga
malam.
●
Identifikasi:
Guru memandu peserta didik untuk memberi tanda pada aktivitas yang menggunakan
listrik, menggunakan kendaraan bermotor, atau menghasilkan sampah.
●
Diskusi
(Mindful): Guru menjelaskan bahwa aktivitas-aktivitas tersebut
meninggalkan "jejak karbon". Peserta didik berdiskusi, aktivitas mana
yang paling banyak mereka lakukan dan mana yang jejak karbonnya paling besar.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
●
Refleksi:
Setiap peserta didik menyebutkan satu aktivitas penghasil karbon yang paling
sering dilakukannya.
●
Rangkuman:
Guru menyimpulkan bahwa hampir semua kegiatan modern kita meninggalkan jejak
karbon.
●
Penutup:
Guru menutup pelajaran dengan doa dan salam.
PERTEMUAN 6 (2
JP : 70 MENIT)
Topik : Aku
Pahlawan Lingkungan!
KEGIATAN
PENDAHULUAN (10 MENIT)
●
Review:
Guru mereview tentang jejak karbon.
●
Pemantik:
Guru bertanya, "Setelah tahu bahwa aktivitas kita membuat Bumi semakin
panas, apa yang bisa kita lakukan untuk membantu?".
KEGIATAN INTI (50 MENIT)
●
Brainstorming
(Joyful & Kreatif): Dalam kelompok, peserta didik
melakukan curah pendapat tentang cara-cara mengurangi jejak karbon di sekolah
dan di rumah, berdasarkan konsep 4M (Menolak, Mengurangi, Menggunakan Ulang,
Mendaur Ulang).
●
Membuat
Rencana Aksi: Setiap kelompok memilih SATU
aksi sederhana yang paling mungkin mereka lakukan. Contoh: "Membuat poster
ajakan mematikan lampu kelas saat istirahat", "Mengorganisir tempat
sampah terpisah untuk kertas di kelas".
●
Pembelajaran
Berdiferensiasi (Produk): Rencana aksi bisa ditulis,
digambar dalam bentuk komik, atau dibuat menjadi sebuah yel-yel.
●
Presentasi
Aksi:
Setiap kelompok mempresentasikan rencana aksi mereka dan mengajak
teman-temannya untuk ikut serta.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
●
Komitmen:
Guru mengajak seluruh kelas untuk berkomitmen melakukan aksi-aksi yang telah
direncanakan.
●
Refleksi:
Guru bertanya, "Apa perasaanmu setelah tahu bahwa kamu bisa melakukan
sesuatu untuk menyelamatkan Bumi?".
●
Rangkuman:
Guru menyimpulkan bahwa setiap orang, termasuk anak-anak, bisa menjadi pahlawan
lingkungan dengan melakukan aksi-aksi kecil setiap hari.
●
Penutup:
Guru menutup pelajaran dengan doa dan salam.
H. ASESMEN
PEMBELAJARAN
ASESMEN DIAGNOSTIK
●
Tanya
Jawab: Di awal bab, guru menanyakan, "Apa bedanya cuaca dan
musim?" dan "Pernahkah kamu mendengar istilah 'pemanasan
global'?".
ASESMEN FORMATIF
●
Tanya
Jawab: Selama pembelajaran, seperti, "Mengapa toples yang
tertutup lebih panas?".
●
Diskusi
Kelompok: Mengamati kemampuan peserta didik dalam menganalisis data,
menarik kesimpulan dari percobaan, dan mengusulkan ide.
●
Latihan
Soal/LKPD:
○
Tabel perbandingan ciri musim
hujan dan kemarau.
○
Memberi label pada diagram
sederhana proses efek rumah kaca.
○
Daftar aktivitas pribadi yang
menghasilkan jejak karbon.
●
Observasi:
Guru mencatat perkembangan sikap peduli lingkungan dan nalar kritis peserta
didik.
●
Produk
(Proses):
○
Tabel hasil wawancara tentang
musim (Pertemuan 1).
○
Catatan hasil percobaan efek
rumah kaca (Pertemuan 3).
ASESMEN SUMATIF
●
Produk
(Proyek):
○
Rencana
Aksi Lingkungan: Menilai rencana aksi yang
dibuat kelompok pada Pertemuan 6.
○
Kriteria
Penilaian: Kerealistisan aksi, kreativitas, dan potensi dampak positif.
●
Praktik
(Kinerja):
○
Presentasi
Rencana Aksi: Menilai kemampuan peserta didik
dalam mengomunikasikan ide mereka secara persuasif dan jelas.
○
Kriteria
Penilaian: Kejelasan bicara, antusiasme, dan kemampuan mengajak teman.
●
Tes
Tertulis: Tes singkat di akhir bab, berisi soal studi kasus seperti:
○
Keluarga Budi setiap hari pergi
ke kantor dan sekolah menggunakan mobil pribadi, padahal jaraknya dekat. Mereka
juga sering lupa mematikan TV dan lampu. Jejak karbon keluarga Budi tergolong
tinggi atau rendah? Apa saran yang bisa kamu berikan kepada keluarga Budi untuk
mengurangi jejak karbon mereka?
○
Jelaskan dengan bahasamu sendiri
mengapa mencairnya es di kutub bisa menyebabkan banjir di kota-kota dekat
pantai!
Mengetahui,
Pulau
Raman, Juli 2026
Kepsek SDN NO.135/VI Pulau Raman Guru Kelas 4


SALABIAH,
S.Pd M.ABDUL
HARIS, S.Pd
NIP.
19680801 200701 2010 NIP.
19790410 199909 1001
Komentar
Posting Komentar