MODUL AJAR IPAS KELAS 4 BAB 1 : MENGUBAH BENTUK ENERGI

|
RENCANA PEMBELAJARAN MENDALAM (RPM) KURIKULUM MERDEKA (Deep Learning) |
|
Nama Sekolah
:
SDN NO. 135/VI PULAU RAMAN Nama Penyusun
:
M. ABDUL HARIS, S.Pd NIP
:
19790410
199909 1001 Mata pelajaran
: Ilmu
Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) Fase B, Kelas / Semester
: IV (Empat) / I (Ganjil) |
RENCANA PEMBELAJARAN MENDALAM (RPM) DEEP LEARNING
MATA PELAJARAN : ILMU PENGETAHUAN ALAM DAN
SOSIAL (IPAS)
BAB 1 : MENGUBAH BENTUK ENERGI
A. IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah : SDN NO. 135/VI PULAU RAMAN
Nama Penyusun : M. ABDUL HARIS, S.Pd
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam dan
Sosial (IPAS)
Kelas / Fase / Semester : IV / B / Ganjil
Alokasi Waktu : 12 JP (6 kali pertemuan)
Tahun Pelajaran : 2026 / 2027
B. IDENTIFIKASI
KESIAPAN PESERTA DIDIK
●
Pengetahuan
Awal:
Peserta didik telah mengenal berbagai bentuk dan sumber energi di kelas III. Mereka
memahami bahwa energi diperlukan untuk melakukan berbagai aktivitas.
●
Minat:
Peserta didik memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap cara kerja
benda-benda di sekitar mereka (misalnya mainan, alat elektronik) dan fenomena
alam.
●
Latar
Belakang: Peserta didik berasal dari latar belakang yang beragam, namun
semuanya memiliki pengalaman sehari-hari dalam memanfaatkan energi (menonton
televisi, menggunakan gawai, menaiki kendaraan).
●
Kebutuhan
Belajar:
○
Visual:
Pembelajaran akan didukung oleh diagram, infografis proses perubahan energi,
video, dan pengamatan benda-benda nyata.
○
Auditori:
Melalui diskusi kelompok, penjelasan guru, sesi tanya jawab, dan presentasi
hasil penyelidikan.
○
Kinestetik:
Melalui kegiatan praktik langsung seperti eksperimen fotosintesis, eksplorasi
benda-benda di lingkungan sekolah, dan merancang alat sederhana.
C. KARAKTERISTIK
MATERI PELAJARAN
●
Jenis
Pengetahuan yang Akan Dicapai:
○
Konseptual:
Memahami bahwa energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, tetapi dapat
diubah dari satu bentuk ke bentuk lainnya. Memahami konsep fotosintesis sebagai
proses pembuatan makanan pada tumbuhan. Memahami bahwa manusia merekayasa
perubahan energi untuk memenuhi kebutuhan.
○
Prosedural:
Mengidentifikasi perubahan bentuk energi pada alat-alat di sekitar. Melakukan
percobaan sederhana untuk membuktikan salah satu proses dalam fotosintesis.
Merancang sebuah alat sederhana yang dapat mengubah bentuk energi.
●
Relevansi
dengan Kehidupan Nyata Peserta Didik: Materi ini sangat
relevan karena menjelaskan prinsip kerja alat-alat yang digunakan sehari-hari,
pentingnya tumbuhan bagi kehidupan, dan asal-usul energi listrik yang mereka
manfaatkan.
●
Tingkat
Kesulitan: Sedang. Konsep energi bersifat abstrak, namun
dikontekstualisasikan melalui contoh-contoh konkret dan kegiatan praktik yang
mudah dipahami.
●
Struktur
Materi: Dimulai dari pengenalan perubahan energi yang mudah diamati,
dilanjutkan dengan proses biologis fundamental (fotosintesis), dan diakhiri
dengan penerapan teknologi (pembangkit listrik dan rekayasa).
●
Integrasi
Nilai dan Karakter: Menumbuhkan rasa syukur
terhadap Tuhan atas segala sumber energi, menanamkan sikap tanggung jawab dalam
menggunakan energi, serta mendorong kreativitas dan nalar kritis dalam
memecahkan masalah.
D. DIMENSI PROFIL
LULUSAN
●
Keimanan
dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia:
Menyadari bahwa matahari adalah ciptaan Tuhan yang menjadi sumber energi utama
bagi seluruh kehidupan di Bumi melalui proses fotosintesis.
●
Kewargaan:
Memahami pentingnya sumber daya energi bagi kemajuan masyarakat dan perlunya
pemanfaatan yang bijaksana.
●
Penalaran
Kritis: Menganalisis hubungan sebab-akibat dalam setiap proses
perubahan energi dan dampak yang ditimbulkannya, misalnya mengapa tumbuhan layu
jika tidak terkena sinar matahari.
●
Kreativitas:
Menghasilkan gagasan orisinal saat merancang alat yang dapat mengubah bentuk
energi untuk menyelesaikan suatu permasalahan.
●
Kolaborasi:
Bekerja sama secara aktif dalam kelompok saat melakukan penyelidikan,
eksperimen, dan merancang proyek.
●
Kemandirian:
Melakukan pengamatan dan mencatat data secara mandiri, serta berani mengambil
inisiatif dalam kegiatan kelompok.
●
Kesehatan:
Memahami bahwa makanan yang dikonsumsi merupakan sumber energi kimia yang
diubah tubuh menjadi energi gerak dan panas untuk beraktivitas dan menjaga suhu
tubuh.
●
Komunikasi:
Menyampaikan hasil pengamatan, penyelidikan, dan gagasan rancangan alat secara
jelas dan runtut, baik secara lisan maupun tulisan (gambar, diagram).
DESAIN PEMBELAJARAN
A. CAPAIAN
PEMBELAJARAN (CP)
Pada
akhir Fase B, murid memiliki kemampuan sebagai berikut.
·
Pemahaman IPAS
Menjelaskan
bentuk dan fungsi pancaindra; menganalisis siklus hidup makhluk hidup dan upaya
pelestariannya; menghasilkan solusi untuk masalah yang berkaitan dengan
pelestarian sumber daya alam sebagai upaya mitigasi perubahan iklim;
menyimpulkan proses perubahan wujud zat; menjelaskan sumber dan bentuk energi,
serta proses perubahan bentuk energi dalam kehidupan sehari-hari; membedakan
jenis gaya dan pengaruhnya terhadap arah, gerak, dan bentuk benda; menjelaskan
peran, tugas, dan tanggung jawab serta interaksi sosial yang terjadi di sekitar
tempat tinggal dan sekolah; mengenali letak kabupaten/kota dan provinsi tempat
tinggalnya dengan menggunakan peta konvensional/digital; mengklasifikasikan
ragam bentang alam dan keterkaitannya dengan profesi masyarakat, ragam budaya
serta upaya untuk melestarikannya; menganalisis sejarah masyarakat di
lingkungan tempat tinggal; menjelaskan nilai mata uang dan fungsinya, serta
cara mengelola keuangan secara bijak.
·
Keterampilan Proses
Mampu
menerapkan keterampilan proses yang meliputi:
●
Mengamati
Murid
mengamati fenomena dan peristiwa secara sederhana, mencatat hasil pengamatannya
● Mempertanyakan
dan Memprediksi
Secara
mandiri, murid mengajukan pertanyaan tentang hal-hal yang ingin diketahui saat
melakukan pengamatan dan membuat prediksi berdasarkan pengetahuan yang dimiliki
sebelumnya.
● Merencanakan
dan Melakukan Penyelidikan
Dengan
panduan pendidik, murid membuat rencana dan melakukan langkah-langkah
operasional untuk menjawab pertanyaan yang diajukan. Murid melakukan observasi
menggunakan alat bantu pengukuran sederhana..
● Memproses,
Menganalisis Data dan Informasi
Dengan
panduan pendidik, murid mengorganisasikan data dalam bentuk turus dan diagram gambar
untuk menyajikan dan mengidentifikasi pola. Murid membandingkan antara hasil
pengamatan dengan prediksi dan memberikan penjelasan..
● Mengevaluasi
dan Refleksi
Murid
melakukan refleksi terhadap penyelidikan yang sudah dilakukan.
● Mengomunikasikan
Hasil
Murid
mengomunikasikan hasil penyelidikan secara lisan dan tertulis dalam berbagai
media.
B. LINTAS DISIPLIN
ILMU
●
Bahasa
Indonesia: Membaca dan memahami teks informasional, menulis laporan hasil
pengamatan dan kesimpulan, serta mempresentasikan gagasan.
●
Matematika:
Melakukan pengukuran sederhana (waktu) dan mengumpulkan data saat melakukan
percobaan.
●
Seni
Rupa:
Menggambar diagram proses perubahan energi, membuat sketsa rancangan alat, dan
menyajikan kesimpulan dalam bentuk komik atau poster.
●
PPKn:
Mengembangkan kesadaran akan tanggung jawab sebagai warga negara dalam
menggunakan energi secara bijak.
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
●
Pertemuan
1-2:
Melalui pengamatan dan penyelidikan di lingkungan sekitar, peserta didik mampu
mengidentifikasi berbagai perubahan bentuk energi dan menjelaskan perannya
dalam kehidupan sehari-hari. (4 JP)
●
Pertemuan
3-4:
Melalui percobaan dan analisis infografis, peserta didik mampu menjelaskan
proses fotosintesis dan menganalisis dampaknya bagi kelangsungan hidup makhluk
lain di Bumi. (4 JP)
●
Pertemuan
5-6:
Melalui studi kasus dan kegiatan merancang, peserta didik mampu menjelaskan
alasan manusia mengubah bentuk energi dan merancang sebuah alat sederhana yang
memanfaatkan perubahan energi untuk memecahkan masalah. (4 JP)
D. INDIKATOR KETERCAPAIAN
TUJUAN PEMBELAJARAN
1.
Menyebutkan contoh perubahan
energi pada benda-benda di sekitar (misal: kipas angin mengubah energi listrik
menjadi energi gerak).
2.
Menjelaskan manfaat dari
perubahan energi untuk menyelesaikan masalah (misal: setrika mengubah energi
listrik menjadi panas untuk merapikan pakaian).
3.
Mengurutkan tahapan-tahapan dalam
proses fotosintesis.
4.
Mengidentifikasi bahan yang
dibutuhkan (cahaya matahari, air, karbon dioksida) dan yang dihasilkan
(makanan, oksigen) dari proses fotosintesis.
5.
Menjelaskan ketergantungan
manusia dan hewan pada proses fotosintesis.
6.
Menjelaskan prinsip dasar
perubahan energi pada pembangkit listrik (misal: energi gerak air memutar
turbin untuk menghasilkan listrik).
7.
Merancang sketsa alat sederhana
yang menunjukkan adanya perubahan bentuk energi untuk menyelesaikan sebuah
masalah.
E. TOPIK PEMBELAJARAN
KONTEKSTUAL
Pemanfaatan
alat-alat elektronik di rumah dan sekolah, pentingnya merawat tanaman di taman
sekolah, pemadaman listrik dan solusinya, serta cara tubuh mendapatkan energi
dari makanan.
F. KERANGKA
PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK
●
Model
Pembelajaran: Inquiry-Based Learning (Pembelajaran Berbasis Inkuiri), Project-Based Learning (Pembelajaran
Berbasis Proyek).
●
Pendekatan:
Deep Learning (Mindful, Meaningful,
Joyful Learning)
○
Mindful
Learning: Peserta didik diajak untuk fokus dan sadar penuh saat
melakukan pengamatan terhadap perubahan energi dan proses percobaan, serta
merefleksikan penggunaan energi dalam keseharian.
○
Meaningful
Learning: Peserta didik menghubungkan konsep abstrak perubahan energi
dengan benda-benda nyata yang mereka gunakan, serta memahami relevansi
fotosintesis bagi udara yang mereka hirup dan makanan yang mereka makan.
○
Joyful
Learning: Pembelajaran dikemas dalam bentuk permainan, eksplorasi,
percobaan langsung, dan tantangan merancang yang memicu kegembiraan dan
antusiasme.
●
Metode
Pembelajaran: Eksperimen, diskusi,
demonstrasi, penugasan proyek, presentasi.
●
Strategi
Pembelajaran Berdiferensiasi:
○
Diferensiasi
Konten: Menyediakan materi dalam berbagai format (teks bacaan, gambar,
infografis, video pembelajaran).
○
Diferensiasi
Proses: Memberikan kebebasan pada kelompok untuk memilih benda yang
akan diselidiki. Membentuk kelompok yang heterogen untuk mendorong tutor
sebaya. Memberikan tingkat bantuan yang berbeda sesuai kebutuhan peserta didik.
○
Diferensiasi
Produk: Memberikan keleluasaan kepada peserta didik untuk menyajikan
hasil kesimpulan dalam berbagai bentuk (laporan tertulis, diagram, komik, lagu,
atau presentasi lisan).
KEMITRAAN PEMBELAJARAN
●
Lingkungan
Sekolah: Memanfaatkan taman sekolah untuk pengamatan tumbuhan, serta
alat-alat elektronik di ruang kelas dan kantor sebagai objek pengamatan.
●
Lingkungan
Luar Sekolah/Masyarakat: Melibatkan orang tua melalui
wawancara sederhana tentang penggunaan energi di rumah.
●
Mitra
Digital: Menggunakan sumber belajar digital seperti video animasi
tentang fotosintesis atau simulasi cara kerja pembangkit listrik.
LINGKUNGAN BELAJAR
●
Ruang
Fisik: Pengaturan tempat duduk yang fleksibel untuk memudahkan kerja
kelompok, pemanfaatan area luar kelas (halaman sekolah) untuk pengamatan, dan
menyediakan sudut pajang karya untuk menampilkan hasil proyek peserta didik.
●
Ruang
Virtual: Penggunaan proyektor/layar untuk menampilkan video dan gambar,
serta akses terbatas ke perangkat digital untuk mencari informasi tambahan
(dengan bimbingan guru).
●
Budaya
Belajar: Menciptakan suasana kelas yang aman dan nyaman untuk bertanya,
berpendapat, dan mencoba hal baru. Menghargai setiap proses dan hasil karya
peserta didik, serta menumbuhkan budaya kolaborasi dan saling membantu.
PEMANFAATAN DIGITAL
●
Menayangkan video animasi untuk
menjelaskan proses abstrak seperti fotosintesis dan aliran listrik.
●
Menggunakan aplikasi presentasi
sederhana bagi peserta didik untuk menyajikan hasil rancangan proyek mereka.
●
Menggunakan kamera pada gawai
untuk mendokumentasikan proses percobaan dan penyelidikan.
G. LANGKAH-LANGKAH
PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI
PERTEMUAN 1 (2
JP : 70 MENIT)
Topik :
Perubahan Energi di Sekitar Kita
KEGIATAN
PENDAHULUAN (10 MENIT)
●
Apersepsi:
Guru menyapa dan menanyakan kabar peserta didik.
●
Pemantik:
Guru mengajukan pertanyaan pemantik, "Bagaimana bel sekolah bisa
berbunyi?" atau "Apa yang membuat lampu di kelas ini menyala?".
●
Koneksi:
Guru mengaitkan jawaban peserta didik dengan materi energi yang pernah
dipelajari di kelas III.
●
Tujuan:
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menemukan perubahan
bentuk energi di lingkungan sekolah.
KEGIATAN INTI (50 MENIT)
●
Eksplorasi
(Meaningful): Guru mengajak peserta didik
untuk berjalan-jalan di lingkungan sekolah (kelas, kantor, halaman) dalam
kelompok kecil.
●
Observasi
(Mindful): Setiap kelompok ditugaskan untuk mengamati, menemukan, dan
mencatat benda-benda yang dapat mengubah bentuk energi. Guru mendorong mereka
untuk fokus pada apa yang terjadi sebelum dan sesudah benda itu
digunakan/dinyalakan.
●
Diskusi
(Joyful): Peserta didik kembali ke kelas dan berdiskusi dalam
kelompoknya untuk mengklasifikasikan temuan mereka berdasarkan perubahan
energinya (misal: listrik ke cahaya, listrik ke gerak, kimia ke gerak).
●
Presentasi:
Setiap kelompok membagikan satu temuan paling menarik kepada seluruh kelas.
●
Penguatan:
Guru memberikan penguatan konsep tentang transformasi energi dan menuliskan
contoh-contoh dari peserta didik di papan tulis.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
●
Refleksi:
Peserta didik diminta menyebutkan satu contoh perubahan energi yang paling
sering mereka temui di rumah.
●
Rangkuman:
Guru bersama peserta didik menyimpulkan bahwa banyak sekali aktivitas
sehari-hari yang dimudahkan oleh adanya perubahan bentuk energi.
●
Tindak
Lanjut: Peserta didik diminta untuk memikirkan satu alat di rumah dan
bertanya kepada orang tua bagaimana alat tersebut membantu pekerjaan mereka.
●
Penutup:
Guru menutup pelajaran dengan doa dan salam.
PERTEMUAN 2 (2
JP : 70 MENIT)
Topik : Peran
Perubahan Energi dalam Kehidupan
KEGIATAN
PENDAHULUAN (10 MENIT)
●
Review:
Guru mengingatkan kembali tentang berbagai perubahan energi yang ditemukan pada
pertemuan sebelumnya.
●
Pemantik:
Guru mengajukan pertanyaan, "Apa yang akan terjadi jika tiba-tiba semua
kipas angin di dunia rusak dan tidak bisa diperbaiki? Masalah apa yang akan
kita hadapi?".
KEGIATAN INTI (50 MENIT)
●
Penyelidikan
Kelompok (Joyful): Setiap kelompok memilih satu
alat elektronik sederhana (misal: senter, bel, kipas angin mainan).
●
Analisis
(Meaningful): Kelompok mendiskusikan
pertanyaan panduan:
1.
Masalah apa yang diselesaikan
oleh alat ini?
2.
Perubahan energi apa yang terjadi
pada alat ini?
3.
Apa kesulitan yang akan kita
alami jika alat ini tidak ada?
●
Pembelajaran
Berdiferensiasi:
○
Proses:
Kelompok dapat memilih alat yang berbeda-beda sesuai minatnya. Guru memberikan
bimbingan lebih intensif pada kelompok yang membutuhkan.
○
Produk:
Hasil diskusi dituangkan dalam sebuah poster sederhana yang berisi gambar alat,
penjelasan perubahan energi, dan manfaatnya.
●
Gallery
Walk:
Setiap kelompok memajang posternya dan berkeliling untuk melihat hasil karya
kelompok lain. Mereka dapat memberikan stiker bintang pada poster yang mereka
sukai.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
●
Refleksi:
Setiap peserta didik menyebutkan satu alat yang menurutnya paling penting dan
tidak bisa hidup tanpanya.
●
Rangkuman:
Guru menyimpulkan bahwa manusia mengubah energi untuk menciptakan teknologi
yang memecahkan masalah dan membuat hidup lebih mudah.
●
Penutup:
Guru menutup pelajaran dengan doa dan salam.
PERTEMUAN 3 (2
JP : 70 MENIT)
Topik :
Bagaimana Tumbuhan Mendapatkan Makanan?
KEGIATAN
PENDAHULUAN (10 MENIT)
●
Pemantik:
Guru bertanya, "Semua makhluk hidup butuh makan untuk energi. Kita makan
nasi, ayam, dan sayur. Hewan makan tumbuhan atau hewan lain. Lalu, bagaimana
dengan tumbuhan? Apa makanan mereka dan bagaimana cara mereka makan?"
●
Prediksi:
Peserta didik diajak untuk memberikan dugaan awal.
KEGIATAN INTI (50 MENIT)
●
Eksperimen
(Joyful & Kinestetik): Peserta didik dalam kelompok
melakukan percobaan sederhana: memasukkan sehelai daun segar ke dalam gelas
berisi air dan meletakkannya di bawah sinar matahari.
●
Observasi
(Mindful): Peserta didik mengamati dengan saksama apa yang terjadi pada
daun setelah 15-30 menit. Mereka didorong untuk memperhatikan
gelembung-gelembung kecil yang muncul.
●
Pengenalan
Konsep (Meaningful): Sambil menunggu hasil
percobaan, guru memperkenalkan istilah "Fotosintesis" sebagai
"proses memasak makanan pada tumbuhan". Guru menjelaskan bahan-bahan
yang dibutuhkan tumbuhan (air, karbon dioksida, cahaya matahari) menggunakan
media gambar atau video singkat.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
●
Diskusi
Hasil: Peserta didik melaporkan hasil pengamatan mereka (adanya
gelembung). Guru menjelaskan bahwa gelembung itu adalah gas oksigen, salah satu
hasil dari proses fotosintesis.
●
Refleksi:
Guru bertanya, "Menurut kalian, mengapa kita harus meletakkan percobaan
ini di bawah sinar matahari?".
●
Penutup:
Guru menutup pelajaran dengan doa dan salam.
PERTEMUAN 4 (2
JP : 70 MENIT)
Topik :
Fotosintesis, Proses Penting di Bumi
KEGIATAN PENDAHULUAN
(10 MENIT)
●
Review:
Guru mengingatkan kembali hasil percobaan dari pertemuan sebelumnya dan
mengaitkannya dengan proses fotosintesis.
●
Pemantik:
Guru bertanya, "Selain menghasilkan makanan untuk dirinya sendiri, adakah
manfaat lain dari fotosintesis bagi kita dan hewan?".
KEGIATAN INTI (50 MENIT)
●
Analisis
Infografis (Meaningful): Guru menyajikan infografis
sederhana tentang proses fotosintesis. Peserta didik secara berkelompok
menganalisis alur proses tersebut: apa yang masuk (input) dan apa yang keluar
(output).
●
Membuat
Diagram (Joyful): Setiap peserta didik membuat
diagram atau gambar alur proses fotosintesis versi mereka sendiri di buku
catatan.
●
Diskusi
Dampak: Guru memandu diskusi kelas dengan pertanyaan, "Dari mana
asal nasi yang kita makan untuk sarapan? Dari mana asal oksigen yang kita hirup
saat ini?". Peserta didik diajak menelusuri bahwa hampir semua sumber
energi makanan dan oksigen berasal dari proses fotosintesis.
●
Pembelajaran
Berdiferensiasi (Produk): Peserta didik yang lebih cepat
selesai dapat menambahkan label perubahan energi pada diagramnya (energi cahaya
-> energi kimia).
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
●
Refleksi:
Peserta didik diminta menyelesaikan kalimat: "Hari ini saya belajar bahwa
tumbuhan sangat penting karena...".
●
Rangkuman:
Guru menyimpulkan bahwa fotosintesis adalah proses paling penting di Bumi
karena menghasilkan makanan dan oksigen bagi hampir seluruh makhluk hidup.
●
Penutup:
Guru menutup pelajaran dengan doa dan salam.
PERTEMUAN 5 (2
JP : 70 MENIT)
Topik : Dari
Mana Asal Listrik?
KEGIATAN
PENDAHULUAN (10 MENIT)
●
Koneksi:
Guru mengingatkan kembali tentang alat-alat elektronik yang dibahas pada
pertemuan 1 & 2.
●
Pemantik:
Guru menunjukkan gambar bendungan (PLTA) dan tumpukan batu bara (PLTU), lalu
bertanya, "Apa hubungan gambar ini dengan lampu yang menyala di kelas
kita?".
KEGIATAN INTI (50 MENIT)
●
Studi
Kasus (Meaningful): Guru menjelaskan secara
sederhana prinsip kerja Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dan Pembangkit
Listrik Tenaga Uap (PLTU) menggunakan diagram alur. Fokus pada perubahan
energinya:
○
PLTA: Energi gerak air ->
memutar turbin -> memutar generator -> menghasilkan energi listrik.
○
PLTU: Energi kimia (batu bara)
-> energi panas -> memanaskan air menjadi uap -> uap bertekanan tinggi
memutar turbin -> memutar generator -> menghasilkan energi listrik.
●
Diskusi
(Mindful): Guru memantik diskusi tentang sumber energi yang digunakan (air,
batu bara) dan mana yang lebih ramah lingkungan.
●
Aktivitas:
Peserta didik dalam kelompok membuat alur perubahan energi dari salah satu
jenis pembangkit listrik.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
●
Refleksi:
Peserta didik diminta menyebutkan satu hal baru yang mereka pelajari tentang
listrik hari ini.
●
Rangkuman:
Guru menyimpulkan bahwa listrik yang kita gunakan umumnya berasal dari
perubahan energi gerak atau energi panas.
●
Penutup:
Guru menutup pelajaran dengan doa dan salam.
PERTEMUAN 6 (2
JP : 70 MENIT)
Topik : Aku
Bisa Membuat Alat!
KEGIATAN
PENDAHULUAN (10 MENIT)
●
Review:
Guru mereview semua konsep perubahan energi yang telah dipelajari.
●
Pemantik:
Guru menyajikan sebuah skenario masalah, misalnya: "Di sebuah desa
terpencil, anak-anak kesulitan belajar di malam hari karena tidak ada listrik.
Alat sederhana apa yang bisa kita ciptakan untuk membantu mereka mendapatkan
penerangan?".
KEGIATAN INTI (50 MENIT)
●
Tantangan
Merancang (Joyful & Kreatif): Secara berkelompok,
peserta didik ditantang untuk merancang (menggambar) sebuah alat yang dapat
memecahkan masalah yang diberikan atau masalah lain yang mereka pilih (misal:
alat untuk mengusir hama, alat untuk memasak tanpa api).
●
Proses
Desain (Meaningful): Dalam rancangannya, peserta
didik harus:
1.
Memberi nama alatnya.
2.
Menjelaskan cara kerjanya.
3.
Mengidentifikasi perubahan energi
yang terjadi.
●
Pembelajaran
Berdiferensiasi:
○
Proses:
Kelompok bebas memilih masalah yang ingin dipecahkan. Guru menyediakan
gambar-gambar inspirasi (kincir angin, panel surya mainan, dinamo sepeda).
○
Produk:
Rancangan dibuat dalam bentuk sketsa di kertas besar, dilengkapi dengan
penjelasan singkat.
●
Presentasi:
Setiap kelompok mempresentasikan rancangan "penemuan" mereka di depan
kelas.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
●
Apresiasi:
Guru dan seluruh peserta didik memberikan tepuk tangan untuk semua ide-ide
hebat yang telah dipresentasikan.
●
Refleksi:
Guru bertanya, "Apa yang kalian rasakan saat berhasil menciptakan sebuah
ide untuk membantu orang lain?".
●
Rangkuman:
Guru menyimpulkan bahwa dengan memahami ilmu pengetahuan (konsep perubahan
energi), kita bisa menjadi penemu yang kreatif untuk menyelesaikan masalah di
sekitar kita.
●
Penutup:
Guru menutup pelajaran dengan doa dan salam.
H. ASESMEN
PEMBELAJARAN
ASESMEN DIAGNOSTIK
●
Tanya
Jawab: Di awal bab, guru menanyakan, "Energi apa saja yang
kalian ketahui?" dan "Untuk apa kita butuh energi?".
●
Kuis
Singkat: Menunjukkan gambar (mobil, TV, orang berlari) dan meminta
peserta didik menyebutkan sumber energinya.
ASESMEN FORMATIF
●
Tanya
Jawab: Selama proses pembelajaran, guru mengajukan pertanyaan untuk
mengecek pemahaman, seperti "Perubahan energi apa yang terjadi pada bel
sekolah?".
●
Diskusi
Kelompok: Observasi keaktifan, kemampuan berkolaborasi, dan cara peserta
didik mengemukakan pendapat saat penyelidikan dan merancang proyek.
●
Latihan
Soal/LKPD:
○
Membuat daftar perubahan energi
dari hasil pengamatan di sekolah.
○
Menggambar dan melabeli diagram
proses fotosintesis.
○
Membuat alur perubahan energi
pada pembangkit listrik.
●
Observasi:
Catatan anekdot guru mengenai perkembangan sikap (rasa ingin tahu, nalar
kritis, kreativitas) dan keterampilan peserta didik selama kegiatan.
●
Produk
(Proses):
○
Poster tentang manfaat alat
elektronik (Pertemuan 2).
○
Diagram alur fotosintesis
(Pertemuan 4).
ASESMEN SUMATIF
●
Produk
(Proyek):
○
Rancangan
Alat:
Menilai sketsa rancangan alat yang dibuat kelompok pada Pertemuan 6.
○
Kriteria
Penilaian: Kreativitas ide, ketepatan identifikasi perubahan energi, dan
kejelasan penjelasan cara kerja alat.
●
Praktik
(Kinerja):
○
Presentasi
Proyek: Menilai kemampuan komunikasi, kejelasan dalam penyampaian, dan
pemahaman konsep saat mempresentasikan rancangan alat.
○
Kriteria
Penilaian: Kepercayaan diri, alur penjelasan yang logis, dan kemampuan
menjawab pertanyaan.
●
Tes
Tertulis: Tes singkat di akhir bab berisi soal-soal esai pendek,
seperti:
○
Jelaskan perubahan energi yang
terjadi saat kamu menyalakan senter!
○
Mengapa tumbuhan disebut sebagai
produsen makanan bagi makhluk hidup lain? Jelaskan jawabanmu menggunakan konsep
fotosintesis!
○
Jika kamu ingin membuat mainan
kincir angin yang bisa menyalakan lampu kecil, perubahan energi apa saja yang
terjadi?
Mengetahui,
Pulau
Raman, Juli 2026
Kepsek SDN NO.135/VI Pulau Raman Guru Kelas 4


SALABIAH,
S.Pd M.ABDUL
HARIS, S.Pd
NIP.
19680801 200701 2010 NIP.
19790410 199909 1001
Komentar
Posting Komentar