MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 4 BAB 6 : SATU TITIK
RENCANA PEMBELAJARAN MENDALAM (RPM) DEEP LEARNING
MATA PELAJARAN : BAHASA INDONESIA
BAB 6 : SATU TITIK
A.
IDENTITAS MODUL
Nama
Sekolah : SDN NO.
135/VI PULAU RAMAN
Nama
Penyusun : M. ABDUL HARIS,
S.Pd
Mata
Pelajaran : Bahasa
Indonesia
Kelas
/ Fase / Semester : IV / B / II
(Genap)
Alokasi
Waktu : 12 JP (6 kali
pertemuan @2 JP)
Tahun
Pelajaran : 2026 / 2027
B.
IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK
●
Pengetahuan
Awal:
Peserta didik memiliki pengetahuan dasar tentang berbagai bentang alam di
Indonesia (gunung, pantai, laut) dari pelajaran sebelumnya atau pengalaman
pribadi. Mereka juga pernah membaca atau mendengar puisi sederhana.
●
Minat:
Peserta didik tertarik pada keindahan alam, tempat-tempat wisata, dan cerita
petualangan. Mereka juga memiliki minat untuk mengekspresikan diri melalui
tulisan dan gambar.
●
Latar
Belakang: Peserta didik berasal dari daerah dengan bentang alam yang
mungkin berbeda-beda, memberikan kekayaan konteks untuk berbagi cerita dan
pengalaman tentang lingkungan tempat tinggal mereka.
●
Kebutuhan
Belajar:
○
Visual:
Peserta didik akan dibantu dengan foto-foto bentang alam yang indah (Raja
Ampat, Sabana Sumba, Gunung Merapi), contoh struktur puisi, dan ilustrasi dalam
teks.
○
Auditori:
Pembelajaran didukung melalui kegiatan membaca nyaring teks dan puisi, diskusi
kelompok, serta mendengarkan cerita perjalanan teman.
○
Kinestetik:
Peserta didik dapat terlibat dalam kegiatan menggambar bentang alam favorit
mereka atau membuat poster tentang gunung berapi.
C.
KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN
●
Jenis
Pengetahuan yang Akan Dicapai
○
Konseptual:
Memahami konsep kalimat efektif, struktur dan ciri-ciri puisi, serta majas
metafora. Memahami struktur teks narasi berbentuk laporan perjalanan.
○
Prosedural:
Mengidentifikasi dan membuat kalimat efektif, menganalisis makna dalam puisi,
menulis puisi sederhana, menceritakan kembali informasi dari teks, dan menulis
laporan perjalanan yang sistematis.
●
Relevansi
dengan Kehidupan Nyata Peserta Didik: Materi sangat
relevan karena mengajak peserta didik untuk lebih mengenal dan mengapresiasi
kekayaan alam Indonesia. Keterampilan menulis puisi dan laporan perjalanan
merupakan sarana untuk mengekspresikan pengamatan dan perasaan terhadap
lingkungan sekitar.
●
Tingkat
Kesulitan: Sedang. Konsep majas metafora dan penulisan puisi yang
menggunakan bahasa kiasan memerlukan pemikiran yang lebih dalam. Menulis
laporan perjalanan yang runtut juga merupakan tantangan yang membangun
keterampilan menulis.
●
Struktur
Materi: Dimulai dari pengenalan keindahan alam Indonesia melalui teks
deskriptif, dilanjutkan dengan cara mengungkapkannya melalui puisi, eksplorasi
bentang alam lain, pengenalan gaya bahasa (majas), dan diakhiri dengan proyek
penulisan narasi perjalanan yang terstruktur.
●
Integrasi
Nilai dan Karakter: Menanamkan rasa syukur dan cinta
tanah air, kepedulian terhadap lingkungan, serta ketelitian dan kreativitas
dalam berbahasa.
D.
DIMENSI PROFIL LULUSAN
●
Keimanan
dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia:
Menunjukkan rasa syukur atas keindahan bentang alam Indonesia sebagai ciptaan
Tuhan.
●
Kewargaan:
Membangun rasa bangga dan keinginan untuk menjaga kelestarian alam Indonesia
sebagai bagian dari identitas bangsa.
●
Penalaran
Kritis: Menganalisis informasi dari teks, memahami hubungan
sebab-akibat (misalnya, manfaat dan bahaya gunung berapi), dan menafsirkan
makna kiasan dalam puisi.
●
Kreativitas:
Menghasilkan karya orisinal berupa puisi dan laporan perjalanan yang deskriptif
dan imajinatif.
●
Kolaborasi:
Bekerja sama dalam kelompok untuk mencari informasi tambahan dan mendiskusikan
topik tentang bentang alam.
●
Kemandirian:
Menulis laporan perjalanan berdasarkan pengalaman pribadi secara mandiri dan
terstruktur.
●
Kesehatan:
Memahami potensi bahaya dari fenomena alam (letusan gunung) dan pentingnya
menjaga keselamatan saat berwisata.
●
Komunikasi:
Mempresentasikan hasil diskusi dan membacakan karya tulis (puisi, laporan
perjalanan) dengan intonasi yang tepat.
DESAIN PEMBELAJARAN
A.
CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)
Pada akhir Fase B, peserta didik memiliki kemampuan
sebagai berikut:
·
Menyimak
Memahami ide pokok suatu informasi dari teks nonsastra
berbentuk teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengarkan); dan memahami
isi teks sastra berbentuk teks aural.
·
Membaca dan
Memirsa
Membaca kata-kata baru dengan fasih dari bacaan dan/atau
tayangan yang dipirsa; dan memahami ide pokok, ide pendukung, pesan, dan
informasi dalam teks sastra dan nonsastra berbentuk cetak dan/atau elektronik.
·
Berbicara dan
Mempresentasikan
Menyajikan pendapat dengan pilihan kata dan sikap
tubuh/gestur yang sesuai, menggunakan volume dan intonasi yang tepat sesuai
konteks; menanggapi diskusi sesuai tata cara; dan menceritakan kembali isi
dan/atau informasi dari berbagai tipe teks yang dibaca, dipirsa, atau didengar.
·
Menulis
Menulis berbagai tipe teks sederhana dengan rangkaian
kalimat yang beragam; dan menggunakan kaidah kebahasaan dan kosakata baru yang
memiliki makna denotatif untuk menulis teks sesuai dengan konteks.
B.
LINTAS DISIPLIN ILMU
●
Ilmu
Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS): Keterkaitan langsung
dengan geografi (bentang alam, kepulauan, sabana) dan vulkanologi (gunung
berapi).
●
Seni
Budaya dan Prakarya (SBdP): Apresiasi dan penciptaan karya
sastra (puisi) serta seni rupa (menggambar bentang alam).
●
Pendidikan
Pancasila: Menumbuhkan rasa cinta tanah air dan kesadaran untuk menjaga
lingkungan.
C.
TUJUAN PEMBELAJARAN
●
Pertemuan
1:
Peserta didik mampu memahami kata-kata baru pada teks yang dibaca dan
menggunakan kaidah kebahasaan kalimat efektif. (2 JP)
●
Pertemuan
2:
Peserta didik mampu memahami maksud yang disampaikan oleh suatu puisi. (2 JP)
●
Pertemuan
3:
Peserta didik mampu menulis teks dengan kalimat dan kata-kata yang dipilih dan
ditata secara cermat dalam bentuk puisi. (2 JP)
●
Pertemuan
4:
Peserta didik mampu menceritakan kembali suatu informasi yang dibaca dari teks
narasi/informasi. (2 JP)
●
Pertemuan
5:
Peserta didik mampu memahami kejadian dalam teks narasi dan mengidentifikasi
majas metafora. (2 JP)
●
Pertemuan
6:
Peserta didik mampu menulis teks dengan kalimat efektif dan majas metafora
dalam bentuk laporan perjalanan. (2 JP)
D.
INDIKATOR KETERCAPAIAN TUJUAN PEMBELAJARAN
1.
Peserta didik dapat membuat
minimal 3 kalimat efektif menggunakan kosakata baru dari teks "Raja
Ampat".
2.
Peserta didik dapat menjelaskan
makna dari perumpamaan "untaian mutiara di lautan" dalam puisi
"Raja Ampatku".
3.
Peserta didik dapat menulis
sebuah puisi sederhana minimal dua bait tentang suatu tempat yang mereka kenal.
4.
Peserta didik dapat menjelaskan
perbedaan sabana di Sumba pada musim kemarau dan musim hujan berdasarkan teks.
5.
Peserta didik dapat menjelaskan
arti dari majas metafora "buah bibir" dan "mendung menyelimuti
wajah Panji" dari teks "Anak-Anak Merapi".
6.
Peserta didik dapat menulis
sebuah laporan perjalanan singkat yang terstruktur dan mengandung minimal satu
majas metafora.
E.
TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
Menjelajahi
dan Menceritakan Keindahan Alam Indonesia.
F.
KERANGKA PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK
●
Model
Pembelajaran: Inquiry-Based Learning, Project-Based
Learning (Menulis Laporan Perjalanan).
●
Pendekatan:
Deep Learning (Mindful, Meaningful, Joyful Learning)
○
Mindful
Learning: Peserta didik diajak untuk mengamati dengan saksama keindahan
lingkungan sekitar dan merefleksikan perasaan mereka, yang kemudian dituangkan
dalam puisi dan tulisan.
○
Meaningful
Learning: Menghubungkan keindahan alam yang dibaca dalam teks dengan
rasa bangga sebagai warga negara Indonesia dan pengalaman pribadi saat
bepergian.
○
Joyful
Learning: Pembelajaran dikemas melalui apresiasi puisi, diskusi tentang
tempat-tempat indah, dan kegiatan menulis kreatif yang memungkinkan ekspresi
diri.
●
Metode
Pembelajaran: Membaca nyaring, diskusi,
analisis teks, penugasan, kerja kelompok, presentasi.
●
Strategi
Pembelajaran Berdiferensiasi
○
Diferensiasi
Konten: Menyediakan berbagai contoh puisi dengan tema dan tingkat
kesulitan yang berbeda. Pilihan topik untuk laporan perjalanan disesuaikan
dengan pengalaman masing-masing peserta didik.
○
Diferensiasi
Proses: Peserta didik dapat menulis puisi secara individu atau
berkolaborasi membuat "puisi kelas". Guru memberikan kerangka
penulisan (scaffolding) bagi yang kesulitan memulai laporan perjalanan.
○
Diferensiasi
Produk: Laporan perjalanan dapat disajikan dalam bentuk narasi tulisan
murni atau dikombinasikan dengan gambar/peta sederhana.
KEMITRAAN PEMBELAJARAN
●
Lingkungan
Sekolah: Pemanfaatan perpustakaan untuk mencari buku-buku tentang
geografi Indonesia atau kumpulan puisi anak.
●
Lingkungan
Luar Sekolah/Masyarakat: Kemitraan dengan orang tua
untuk berbagi cerita dan foto tentang perjalanan keluarga sebagai inspirasi
untuk tulisan peserta didik.
●
Mitra
Digital: Menggunakan Google Earth atau video dokumenter untuk
"mengunjungi" secara virtual tempat-tempat yang dibahas (Raja Ampat,
Sumba, Merapi).
LINGKUNGAN BELAJAR
●
Ruang
Fisik: Memajang karya puisi dan laporan perjalanan peserta didik di
dinding kelas untuk diapresiasi bersama.
●
Ruang
Virtual: Menampilkan foto-foto bentang alam Indonesia yang memukau
melalui proyektor untuk membangkitkan imajinasi dan inspirasi.
●
Budaya
Belajar: Mendorong budaya saling mengapresiasi karya teman, menghargai
keindahan alam, dan berani mengekspresikan perasaan melalui tulisan.
PEMANFAATAN DIGITAL
●
Menonton video pembacaan puisi
untuk mempelajari intonasi dan ekspresi.
●
Mencari informasi tambahan
tentang bentang alam Indonesia melalui situs web edukasi atau pariwisata yang
terpercaya.
G.
LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI
PERTEMUAN 1 (2 JP : 70
MENIT)
Topik: Memahami
Teks "Raja Ampat" dan Kalimat Efektif
KEGIATAN
PENDAHULUAN (10 MENIT)
●
Pembukaan:
Salam, doa, presensi.
●
Apersepsi:
Guru menunjukkan foto Raja Ampat dan bertanya, "Siapa yang tahu ini di
mana? Apa yang membuat tempat ini indah?".
●
Penyampaian
Tujuan: Guru menyampaikan bahwa hari ini akan menjelajahi Raja Ampat
melalui cerita dan belajar membuat kalimat yang baik.
KEGIATAN INTI (50 MENIT)
●
Membaca
Teks:
Peserta didik membaca teks "Raja Ampat" dengan cermat.
●
Jelajah
Kata:
Peserta didik melengkapi kalimat rumpang menggunakan kosakata baru (biota, turis, flora, fauna, kepulauan).
●
Penjelasan
Konsep (Meaningful): Guru menjelaskan konsep kalimat
efektif (jelas, tidak bertele-tele, sesuai kaidah) dengan membandingkan contoh
kalimat efektif dan tidak efektif.
●
Latihan:
Peserta didik berlatih membuat 3 kalimat efektif menggunakan kata-kata baru
yang telah dipelajari.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
●
Refleksi:
"Mengapa kita perlu menggunakan kalimat yang efektif saat menulis?".
●
Rangkuman:
Guru merangkum ciri-ciri kalimat efektif.
●
Tindak
Lanjut: Guru memberi petunjuk bahwa pada pertemuan berikutnya akan
belajar cara lain untuk menceritakan keindahan, yaitu melalui puisi.
●
Penutup:
Doa dan salam.
PERTEMUAN 2 (2 JP : 70
MENIT)
Topik: Memahami
Puisi
KEGIATAN
PENDAHULUAN (10 MENIT)
●
Pembukaan:
Salam, doa, presensi.
●
Apersepsi:
Guru membacakan satu bait puisi "Raja Ampatku" dengan ekspresif dan
bertanya, "Apa yang kalian rasakan saat mendengar baris-baris kalimat
tadi?".
●
Penyampaian
Tujuan: Guru menjelaskan bahwa hari ini akan belajar memahami pesan
dan keindahan dalam puisi.
KEGIATAN INTI (50 MENIT)
●
Membaca
dan Menganalisis Puisi: Peserta didik membaca puisi
"Raja Ampatku", "Sungai", dan "Dahulu dan Kini".
●
Diskusi
Makna (Meaningful): Guru memandu diskusi untuk
menafsirkan makna setiap puisi. Fokus pada makna kiasan seperti "untaian
mutiara" dan "lambaian terumbu karang".
●
Identifikasi
Ciri Puisi: Peserta didik dibimbing untuk mengenali ciri-ciri puisi
seperti penggunaan bait, larik, dan bahasa yang padat dan indah.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
●
Refleksi
(Mindful): "Puisi mana yang paling menyentuh perasaanmu?
Mengapa?".
●
Rangkuman:
Guru menyimpulkan bahwa puisi adalah cara mengungkapkan perasaan tentang
sesuatu dengan kata-kata pilihan yang indah.
●
Tindak
Lanjut: Meminta peserta didik untuk memikirkan satu tempat yang indah
menurut mereka untuk ditulis menjadi puisi.
●
Penutup:
Doa dan salam.
PERTEMUAN 3 (2 JP : 70
MENIT)
Topik: Menulis
Puisi
KEGIATAN
PENDAHULUAN (10 MENIT)
●
Pembukaan:
Salam, doa, presensi.
●
Apersepsi:
Beberapa peserta didik menyebutkan tempat indah yang mereka pikirkan dan
kata-kata yang menggambarkannya.
●
Penyampaian
Tujuan: Guru menyampaikan bahwa hari ini akan berlatih menuangkan
ide-ide indah tersebut menjadi sebuah puisi.
KEGIATAN INTI (50 MENIT)
●
Penjelasan
Langkah Menulis: Guru menjelaskan tahapan
menulis puisi: tentukan tema, daftar kata-kata kunci, cari perumpamaan, lalu
rangkai menjadi kalimat.
●
Menulis
Draf (Joyful): Peserta didik mulai menulis
draf puisi tentang tempat yang mereka pilih. Guru mendorong mereka untuk tidak
takut salah dan bebas berekspresi.
●
Menulis
Final: Setelah membuat draf, peserta didik menyempurnakan dan
menyalin puisinya dengan rapi.
○
Pembelajaran
Berdiferensiasi (Produk): Peserta didik boleh melengkapi
puisinya dengan gambar atau hiasan.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
●
Apresiasi
Karya: Beberapa peserta didik secara sukarela membacakan puisinya di
depan kelas, dan teman-teman memberikan tepuk tangan apresiasi.
●
Refleksi:
"Apa bagian yang paling menyenangkan saat menulis puisi?".
●
Rangkuman:
Guru mengapresiasi semua karya dan menyatakan bahwa setiap orang bisa menjadi
penyair.
●
Penutup:
Doa dan salam.
PERTEMUAN 4 (2 JP : 70
MENIT)
Topik:
Menceritakan Kembali Informasi
KEGIATAN
PENDAHULUAN (10 MENIT)
●
Pembukaan:
Salam, doa, presensi.
●
Apersepsi:
Guru menunjukkan gambar sabana dan bertanya, "Tempat seperti ini ada di
mana di Indonesia? Apa ciri khasnya?".
●
Penyampaian
Tujuan: Guru menjelaskan bahwa hari ini akan membaca tentang Sabana
Sumba dan berlatih menceritakan kembali informasinya.
KEGIATAN INTI (50 MENIT)
●
Membaca
Teks:
Peserta didik membaca teks "Bertualang di Sabana Sumba".
●
Diskusi
Kelompok (Meaningful): Dalam kelompok, peserta didik
mencari informasi tambahan tentang sabana dari berbagai sumber (buku atau
internet dengan bimbingan).
●
Presentasi
Hasil Diskusi: Setiap kelompok
mempresentasikan informasi yang mereka temukan dan menceritakan kembali isi
teks dengan bahasa mereka sendiri.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
●
Refleksi:
"Informasi baru apa yang kamu dapatkan tentang sabana hari ini?".
●
Rangkuman:
Guru merangkum karakteristik sabana dan pentingnya menjadi wisatawan yang
bertanggung jawab.
●
Tindak
Lanjut: Memberi gambaran tentang materi majas metafora.
●
Penutup:
Doa dan salam.
PERTEMUAN 5 (2 JP : 70
MENIT)
Topik: Memahami
Majas Metafora
KEGIATAN PENDAHULUAN
(10 MENIT)
●
Pembukaan:
Salam, doa, presensi.
●
Apersepsi:
Guru menulis ungkapan "anak emas" dan bertanya, "Apakah artinya
anak ini terbuat dari emas? Lalu apa artinya?".
●
Penyampaian
Tujuan: Guru menjelaskan bahwa hari ini akan belajar tentang gaya
bahasa kiasan yang disebut majas metafora.
KEGIATAN INTI (50 MENIT)
●
Membaca
Teks:
Peserta didik membaca teks "Anak-Anak Merapi".
●
Penjelasan
Konsep: Guru menjelaskan bahwa majas metafora menggunakan kata yang
bukan arti sebenarnya untuk perbandingan.
●
Identifikasi
Majas (Meaningful): Guru membimbing peserta didik
untuk menemukan dan mengartikan majas metafora dalam teks, seperti wedhus gembel, buah bibir, angkat bicara,
berlapang dada, dan mendung menyelimuti wajah.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
●
Latihan
Singkat: Peserta didik mencoba membuat satu kalimat sederhana
menggunakan majas metafora.
●
Refleksi:
"Menurutmu, mengapa penulis menggunakan majas metafora dalam tulisannya?".
●
Rangkuman:
Guru merangkum fungsi majas metafora untuk membuat tulisan lebih ekspresif.
●
Tindak
Lanjut: Menugaskan peserta didik untuk mengingat-ingat satu perjalanan
menarik yang pernah dilakukan.
●
Penutup:
Doa dan salam.
PERTEMUAN 6 (2 JP : 70
MENIT)
Topik: Menulis
Laporan Perjalanan
KEGIATAN
PENDAHULUAN (10 MENIT)
●
Pembukaan:
Salam, doa, presensi.
●
Apersepsi:
Beberapa peserta didik berbagi singkat tentang pengalaman perjalanan yang
mereka ingat.
●
Penyampaian
Tujuan: Guru menjelaskan bahwa pengalaman tersebut akan ditulis
menjadi sebuah laporan perjalanan yang terstruktur.
KEGIATAN INTI (50 MENIT)
●
Penjelasan
Struktur Laporan: Guru menjelaskan kerangka
laporan perjalanan (Judul, Awal, Tengah, Akhir) dan unsur ADiKSiMBa yang harus
ada di dalamnya.
●
Menulis
Draf:
Peserta didik mulai menulis draf laporan perjalanan mereka. Guru mendorong
penggunaan kalimat efektif dan majas metafora yang telah dipelajari.
●
Menulis
Final: Setelah menyusun draf, peserta didik menulis ulang laporannya
dengan rapi.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
●
Refleksi
Bab 6 (Mindful): "Dari semua tempat yang
kita pelajari di bab ini, mana yang paling ingin kamu kunjungi? Mengapa?".
●
Rangkuman:
Guru merangkum seluruh materi Bab 6, dari mengenal bentang alam hingga cara
menceritakannya melalui berbagai bentuk tulisan.
●
Apresiasi:
Guru memberikan pujian atas hasil laporan perjalanan peserta didik.
●
Penutup:
Doa dan salam.
H.
ASESMEN PEMBELAJARAN
ASESMEN DIAGNOSTIK
●
Tanya
Jawab: Di awal bab, guru bertanya tentang bentang alam yang diketahui
peserta didik untuk mengukur pengetahuan awal.
●
Observasi:
Mengamati diskusi awal untuk memahami wawasan peserta didik tentang puisi.
ASESMEN FORMATIF
●
Tanya
Jawab: Seputar materi, seperti “Apa itu kalimat efektif?",
"Apa arti majas 'berlapang dada'?".
●
Diskusi
Kelompok: Penilaian keaktifan dan kemampuan berkolaborasi saat mencari
informasi tentang sabana.
●
Latihan
Soal/Tugas Tulis:
○
Membuat kalimat efektif.
○
Menjelaskan makna puisi.
●
Observasi:
Pengamatan partisipasi peserta didik saat diskusi dan presentasi.
●
Produk
(Proses):
○
Draf puisi.
○
Draf laporan perjalanan.
ASESMEN SUMATIF
●
Produk
(Proyek):
○
Puisi:
Penilaian berdasarkan kreativitas, penggunaan kata-kata pilihan, dan kesesuaian
dengan tema.
○
Laporan
Perjalanan: Penilaian berdasarkan kelengkapan struktur, keruntutan cerita,
dan penggunaan kaidah bahasa (kalimat efektif, majas).
●
Praktik
(Kinerja):
○
Membacakan
Puisi: Kemampuan membaca puisi dengan intonasi dan ekspresi yang
sesuai.
●
Tes
Tertulis: Soal singkat di akhir bab yang berisi:
○
Menjawab pertanyaan pemahaman
dari sebuah teks narasi perjalanan.
○
Mengidentifikasi arti dari sebuah
majas metafora.
○
Mengubah kalimat tidak efektif
menjadi kalimat efektif.
Mengetahui,
Pulau
Raman, Juli 2026
Kepsek SDN NO.135/VI Pulau Raman Guru Kelas 4


SALABIAH,
S.Pd M.ABDUL
HARIS, S.Pd
NIP.
19680801 200701 2010 NIP.
19790410 199909 1001
Komentar
Posting Komentar