CP IPS KELAS 8

|
CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP) (Deep Learning) |
|
Nama Sekolah
: SMPN 0 Merangin Nama Penyusun
:
HAMDANI, S.Pd NIP
: 19811021 201001 1 007 Mata pelajaran
: Ilmu
Pengetahuan Sosial (IPS) Fase E, Kelas / Semester
: VIII (Delapan) / I (Ganjil) & II (Genap) |
CAPAIAN
PEMBELAJARAN
MATA PELAJARAN :
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL (IPS)
(Keputusan BSKAP NOMOR 046/H/KR/2025)
A.
Rasional
Ilmu
Pengetahuan Sosial (IPS) memiliki peran strategis dalam membentuk individu yang
sadar akan kompleksitas kehidupan sosial, ekonomi, politik, dan budaya. Upaya
yang dilakukan adalah menggunakan pendekatan pembelajaran yang menekankan
pengalaman belajar memahami, merefleksi, dan mengaplikasi. Murid tidak hanya
mengenali konsep-konsep sosial, tetapi juga mengembangkan kemampuan
keterampilan berpikir kritis, reflektif, kreatif dan analitis serta
menyelesaikan berbagai permasalahan sosial dalam kehidupan nyata, sehingga
murid dapat menafsirkan realitas sosial secara komprehensif dan mengambil
keputusan yang tepat.
Pendidikan
Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) memiliki peran penting yang sangat relevan untuk
mempersiapkan dan mencetak generasi muda yang memiliki keterampilan, karakter
sosial yang kuat, melalui delapan dimensi profil lulusan dalam pembelajaran
yang dapat mendorong murid untuk berpartisipasi aktif dalam bermasyarakat,
menghargai perbedaan, dan berinovasi dalam menghadapi tantangan baik tingkat
lokal maupun global. Selain itu dalam pembelajaran IPS, murid diajarkan tentang
keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan YME melalui pemahaman nilai moral dan etika
dalam kehidupan sosial, seperti berbuat adil dan menghormati keberagaman, murid
juga dilatih menjadi warga negara yang peduli dengan lingkungan dan sesama
melalui proyek layanan masyarakat. Kreativitas murid diasah dengan
mengembangkan ide untuk mengatasi masalah sosial, sementara kemandirian murid
ditingkatkan dengan mencari solusi terhadap isu di sekitar. Kemampuan
komunikasi diperkuat melalui diskusi kelompok yang mendorong penyampaian
pendapat dengan jelas dan sikap saling mendengarkan. Murid belajar menyadari
pentingnya kesehatan yang ditanamkan melalui pemahaman faktor sosial dan
ekonomi yang memengaruhi kesejahteraan masyarakat, serta partisipasi dalam
kampanye hidup sehat. Dalam hal ini kolaborasi menjadi bagian penting dalam
proyek kelompok, misalnya murid diajak untuk melakukan kegiatan seperti
pemeriksaan kesehatan, penyuluhan pola hidup bersih, atau menyusun menu makan
sehat dan bergizi secara kelompok. Selain itu, murid dilatih berpikir kritis
dengan menganalisis berita dan memverifikasi informasi di era big data sebelum
menyebarkannya, sehingga murid menjadi konsumen informasi yang bijak.
Pembelajaran
IPS perlu dirancang dengan pendekatan pembelajaran berkesadaran di mana murid
diajak untuk memahami pentingnya materi yang dipelajari dan menyadari
relevansinya dalam kehidupan. Melalui pembelajaran menggembirakan murid juga
dapat mengalami proses pembelajaran lebih menyenangkan dan interaktif, sehingga
meningkatkan motivasi serta keterlibatan aktif murid. Sementara itu,
pembelajaran bermakna memastikan bahwa materi yang dipelajari murid tidak hanya
memahami teori, tetapi juga mampu menghubungkannya dengan praktik kehidupan
nyata serta berkontribusi positif bagi masyarakat. Dengan demikian,
pembelajaran IPS mampu mengasah kecerdasan intelektual yang dapat membentuk
individu yang bijaksana dalam bertindak serta memperkaya wawasan murid.
Secara
filosofis, IPS berpijak pada pandangan bahwa manusia adalah makhluk sosial yang
selalu berinteraksi dalam sistem yang dinamis. Interaksi ini terus berkembang
akibat berbagai faktor, seperti kemajuan teknologi, perubahan kebijakan, serta
dinamika ekonomi dan budaya. Oleh karena itu, IPS menekankan pemahaman hubungan
kausal dalam kehidupan sosial serta peran individu dan kelompok dalam membangun
masyarakat yang berkeadaban.
Dalam
era perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, IPS juga berkaitan erat dengan
perubahan sosial yang sering kali dipengaruhi oleh inovasi sains dan teknologi,
seperti revolusi industri yang mengubah sistem ekonomi dan ketenagakerjaan,
serta kecerdasan Artifisial dan digitalisasi yang mempengaruhi pola komunikasi
dan interaksi sosial serta mengajarkan perkembangan teknologi dengan mengkaji
dampaknya terhadap tatanan sosial, kebijakan ekonomi, serta nilai-nilai
kemanusiaan.
Sebagai
bidang kajian interdisipliner, IPS memiliki keterkaitan erat dengan berbagai
disiplin ilmu. Geografi memberikan wawasan tentang hubungan manusia dengan
ruang, lingkungan, serta sumber daya alam. Ekonomi membekali murid dengan
pemahaman tentang keuangan, mekanisme pasar, dan dampak kebijakan ekonomi
terhadap kesejahteraan masyarakat, serta aktivitas ekonomi dari era Revolusi
Industri 1.0 sampai dengan era digital. Sosiologi memahami norma, nilai sosial,
perubahan sosial di masyarakat. Antropologi menekankan pada keragaman budaya di
masyarakat. Sejarah membantu memahami dinamika peradaban dan perubahan sosial
dari waktu ke waktu. Sementara itu, politik dan hukum memberikan wawasan
tentang peran kebijakan pemerintah dan sistem hukum dalam membentuk kehidupan
sosial. Dengan pendekatan komprehensif ini, IPS menjadi mata pelajaran yang
membekali murid dengan wawasan luas, keterampilan analitis, serta kesadaran
sosial yang mendalam.
B.
Tujuan
Tujuan
mata pelajaran IPS adalah agar murid mampu memahami konsep-konsep yang
berkaitan dengan kehidupan masyarakat, serta dapat mengaplikasikan dan
merefleksikan pengetahuan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Selain
itu, mata pelajaran IPS bertujuan untuk mengembangkan keterampilan berpikir
kritis, analitis, kreatif, adaptif, dan solutif di tengah perkembangan global,
sehingga murid dapat berperan aktif dalam menyelesaikan permasalahan sosial
serta berkontribusi positif bagi masyarakat. Tujuan mata pelajaran IPS dengan
menambahkan aspek pengalaman belajar mencakup:
- Memahami
dan merefleksikan konsep-konsep yang berkaitan dengan kehidupan manusia
dalam ruang dan waktu, meliputi bidang sosial, budaya, dan ekonomi, serta
mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
- Mengembangkan
keterampilan berpikir kritis, berkomunikasi, membangkitkan kreativitas,
dan berkolaborasi dalam masyarakat global melalui pengalaman belajar yang
berbasis eksplorasi dan pemecahan masalah.
- Menumbuhkan
komitmen dan kesadaran terhadap nilai-nilai sosial, kemanusiaan, dan
lingkungan dengan merefleksikan pengalaman serta mengaplikasikannya dalam
tindakan nyata untuk menumbuhkan kecintaan terhadap bangsa dan negara.
- Menunjukkan
hasil pemahaman konsep pengetahuan serta mengasah keterampilan melalui
karya atau aksi sosial yang bermakna sebagai bentuk penerapan dan refleksi
terhadap pembelajaran yang telah diperoleh.
C.
Karakteristik
Karakteristik
mata pelajaran IPS pada Fase D dan E mencerminkan keterpaduan berbagai disiplin
ilmu seperti Geografi, Ekonomi, Sosiologi, Sejarah dan Antropologi dalam
memahami kehidupan manusia dalam konteks sosial, budaya, dan ekonomi. Pemahaman
terhadap konsep-konsep dasar dari berbagai disiplin ilmu ini menjadi landasan
dalam menganalisis fenomena sosial serta perubahan ruang dan waktu yang
memengaruhi kehidupan masyarakat.
Pada
Fase D, pembelajaran IPS dilakukan secara terpadu, sedangkan pada Fase E, pendekatan
dapat bersifat disiplin ilmu tersendiri melalui mata pelajaran Geografi,
Ekonomi, Sosiologi, Sejarah dan Antropologi atau dapat dilaksanakan terpadu
dengan menggunakan integrasi antardisiplin seperti pada Fase D.
Dalam
proses pembelajaran, konsep-konsep ilmu sosial diaplikasikan melalui kajian
terhadap fenomena nyata di masyarakat. Pendekatan berbasis proyek dan diskusi
tentang problema menjadi sarana untuk mengembangkan keterampilan berpikir
kritis dan analitis.
Pada
Fase E, penerapan pembelajaran mendalam memungkinkan eksplorasi isu sosial dari
berbagai perspektif ilmu sosial guna menemukan solusi yang tepat. Kegiatan
berbasis aksi sosial juga menjadi bagian dari pembelajaran untuk menumbuhkan
kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.
Refleksi
terhadap proses pembelajaran dilakukan untuk mengevaluasi pemahaman dan
efektivitas penerapan konsep ilmu sosial dalam kehidupan nyata. Evaluasi
terhadap solusi yang dikembangkan dalam proyek menjadi bagian dari pembelajaran
yang berkelanjutan. Kesadaran terhadap peran dalam masyarakat serta nilai-nilai
sosial yang diperoleh melalui pembelajaran IPS membantu membentuk sikap
tanggung jawab sosial dan kepedulian terhadap bangsa dan negara.
Terdapat
dua elemen utama dalam IPS, yaitu pemahaman konsep dan keterampilan proses.
Dalam melaksanakan pembelajaran, keduanya merupakan satu kesatuan yang utuh dan
tidak diturunkan menjadi tujuan pembelajaran terpisah. Elemen dan deskripsi
elemen mata pelajaran IPS adalah sebagai berikut.
|
Elemen |
Deskripsi |
|
Pemahaman Konsep |
Mata
pelajaran IPS diawali dengan pemahaman mendalam terhadap materi meliputi
definisi dan konsep yang dikaitkan dengan peristiwa dan fenomena manusia pada
bidang sosial, ekonomi, budaya, dan lingkungan. Pemahaman konsep mata
pelajaran IPS difokuskan pada materi yang akan digunakan untuk menjawab pertanyaan
kunci sehingga perlu direkomendasikan materi ajar yang relevan. Elemen
pemahaman konsep mengarahkan murid untuk dapat mendefinisikan, menafsirkan,
dan merumuskan konsep atau teori dengan bahasa mereka sendiri. Pada elemen
ini, murid tidak hanya hafal secara verbal, tetapi juga memahami konsep dan
konteks dari masalah atau fakta yang ditanyakan. |
|
Keterampilan Proses |
Pendekatan
keterampilan proses adalah pendekatan yang fokus pada proses belajar,
aktivitas, dan kreativitas murid dalam memperoleh pengetahuan, nilai, dan
sikap, serta mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Keterampilan
proses dalam mata pelajaran IPS meliputi kegiatan mengamati, menanya,
mengumpulkan informasi, mengorganisasikan, menarik kesimpulan,
mengomunikasikan, mengevaluasi, merefleksi, dan merencanakan projek lanjutan
untuk memahami lebih dalam peristiwa dan fenomena yang terjadi pada kehidupan
manusia. Hal ini untuk mempersiapkan murid menjadi warga negara yang
berpartisipasi secara cerdas dalam masyarakat yang berkebinekaan global. |
Capaian Pembelajaran
Fase D (Umumnya
untuk kelas VII, VIII, IX SMP/MTs/Program Paket B)
Pada
akhir Fase D, murid memiliki kemampuan sebagai berikut.
·
Pemahaman
Konsep
Menjelaskan
keberagaman kondisi geografis Indonesia, konektivitas antarruang terhadap upaya
pemanfaatan dan pelestarian potensi sumber daya alam, faktor aktivitas manusia
terhadap perubahan iklim dan potensi bencana alam; memprediksi dampak perubahan
iklim terhadap kehidupan ekonomi, sosial, budaya masyarakat serta merefleksikan
pola adaptasi terhadap perubahan iklim dan upaya mitigasi bencana untuk
menunjang sustainable development goals (SDGs) dalam konteks lokal, regional,
dan global; mengidentifikasi upaya masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya
melalui kegiatan ekonomi, harga, pasar, lembaga keuangan, perdagangan
internasional; menelaah peran masyarakat dan negara dalam mendorong pertumbuhan
ekonomi di era digital, serta potensi Indonesia menjadi negara maju;
mengelaborasi proses interaksi sosial, lembaga sosial, dinamika sosial dan
perubahan sistem sosial budaya dalam masyarakat yang majemuk untuk mewujudkan
integrasi bangsa dengan prinsip kebhinekaan; menjelaskan konsep dasar ilmu
sejarah yaitu manusia, ruang, waktu, kronologi, perubahan; menganalisis
keterhubungan antara masa lampau, masa kini, dan masa yang akan datang ketika
mempelajari sejarah lokal dan toponimi wilayah serta berbagai peristiwa atau
kejadian penting dalam lingkup lokal, nasional dan global terkait asal-usul
nenek moyang bangsa Indonesia dan jalur rempah nusantara.
·
Keterampilan
Proses
Menerapkan pemahaman
konsep melalui pendekatan keterampilan proses dengan cara mengamati fenomena
dan peristiwa secara sistematis dengan menggunakan pancaindra serta menemukan
persamaan dan perbedaannya; menanya dengan panduan pendidik, mengajukan
pertanyaan untuk menggali dan klarifikasi informasi, serta mencari tahu
penyebab dan memprediksinya; mengumpulkan informasi secara berkolaborasi,
merencanakan dan melakukan penyelidikan, mengumpulkan informasi dengan sumber
primer, dan mendokumentasikannya; berkolaborasi, mengolah informasi yang
relevan serta memprioritaskan beberapa gagasan tertentu; menguji dan menerapkan
konsep melalui eksperimen, simulasi, studi kasus, atau situasi nyata untuk memperkuat
pemahaman dan keterampilan; mengevaluasi dan merefleksi serta melakukan
perbaikan untuk menarik simpulan hasil penyelidikan dengan tepat;
mengomunikasikan dan menyajikan hasil penyelidikan dengan menggunakan media
informasi yang tepat; dan menyusun rencana tindak lanjut dari hasil
penyelidikan yang telah dihasilkan secara kolaboratif.
|
Mengetahui, Kepala SMPN 01 Merangin ISMALINDA, S.Pd NIP. 19711002 200312
2002 |
Bangko, 15
Juli 2026 Guru Mata
Pelajaran HAMDANI, S.Pd NIP.19811021 201001
1007 |
Komentar
Posting Komentar