CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP) KURIKULUM MERDEKA (Deep Learning) BAHASA INDONESIA KELAS 4
|
CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP) KURIKULUM MERDEKA (Deep Learning) |
|
Nama Sekolah
: SDN NO. 135/VI PULAU RAMAN Nama Penyusun
: M. ABDUL HARIS, S.Pd NIP
: 19790410 199909 1001 Mata pelajaran
: Bahasa Indonesia Fase B, Kelas / Semester
: IV (Empat) / I (Ganjil) & II (Genap) |
CAPAIAN PEMBELAJARAN
MATA PELAJARAN
: BAHASA INDONESIA
(Keputusan BSKAP NOMOR
046/H/KR/2025)
A.
Rasional
Bahasa Indonesia dalam skala
internasional diakui sebagai bahasa resmi ke-10 dalam Sidang Umum UNESCO sejak
20 November 2023. Selain itu, perkembangan pembelajaran Bahasa Indonesia bagi
Penutur Asing (BIPA) di luar negeri cukup menggembirakan. BIPA tersebar di 56
negara di dunia. Dalam era globalisasi dan perkembangan teknologi informasi
yang pesat, kemampuan berbahasa dan bernalar menjadi kompetensi kunci yang
diperlukan untuk menghadapi disrupsi dan perubahan sosial budaya. Dalam hal
ini, mata pelajaran Bahasa Indonesia menjadi kompetensi kunci yang sangat
diperlukan.
Mata pelajaran Bahasa Indonesia
adalah disiplin ilmu yang mengembangkan kemampuan murid dalam berkomunikasi
secara kritis, kreatif, dan komunikatif baik lisan maupun tertulis dalam
berbagai konteks kehidupan. Mata pelajaran ini juga diharapkan membantu murid
mengaplikasikan keterampilan berbahasa dalam berbagai tujuan dan konteks
kehidupan sekaligus mengukuhkan pengembangan identitas nasional,
multilingualisme, dan relevansi global.
Kemampuan berbahasa, bersastra,
dan berpikir merupakan fondasi dari kemampuan literasi. Semua bidang kajian,
bidang kehidupan, dan tujuan-tujuan sosial menggunakan kemampuan literasi.
Literasi menjadi kemampuan dan praktik sosial yang digunakan untuk bekerja dan
belajar sepanjang hayat. Dengan demikian, pembelajaran Bahasa Indonesia
merupakan pembelajaran yang menguatkan kemampuan literasi dan praktik sosial
untuk berbagai tujuan berkomunikasi dalam konteks sosial budaya Indonesia.
Dalam hal ini, mata pelajaran Bahasa Indonesia berhubungan dengan semua mata
pelajaran lain karena Bahasa Indonesia menjadi penghela untuk semua mata
pelajaran. Integrasi lintas-disiplin (interdisciplinary learning) antara Bahasa
Indonesia dengan mata pelajaran lain semakin nyata. Mata pelajaran Bahasa
Indonesia mendukung pemahaman konsep mata pelajaran lainnya. Pemanfaatan
teknologi dalam pembelajaran bahasa Indonesia dan pelajaran lainnya sangat
diperlukan. Penggunaan teks digital dalam pembelajaran, literasi media dan
informasi di era digital, integrasi teknologi dalam analisis teks dan penulisan
menjadi kajian yang penting saat ini. Keterampilan-berbahasa, apresiasi dan
ekspresi seni melalui sastra, dan komunikasi ilmiah melalui keterampilan
menyusun argumen dan laporan akan sangat mendukung penguatan karakter dan
penguasaan IPTEKS.
Mata pelajaran Bahasa Indonesia
mempunyai dasar filosofi yang terdapat dalam Sumpah Pemuda butir ketiga (3)
yang menyatakan, "menjunjung bahasa persatuan bahasa Indonesia". Hal
ini bermakna bahwa bahasa Indonesia merupakan bahasa utama di Indonesia. Secara
implisit, ada juga pengakuan terhadap keberadaan ratusan bahasa daerah yang
memiliki hak hidup dan peluang penggunaan bahasa asing sesuai dengan
keperluannya. Butir ini menegaskan pentingnya pembelajaran berbahasa dalam
pendidikan nasional. Selain itu, Bahasa Indonesia tidak hanya sebagai alat
komunikasi nasional, tetapi juga simbol identitas dan pemersatu bangsa dalam
keragaman budaya dan bahasa daerah. Hal ini menunjukkan nilai-nilai kebangsaan dan
demokrasi yang terkandung dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia.
Secara umum, pendekatan
pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia adalah
pembelajaran mendalam. Secara khusus, mata pelajaran Bahasa Indonesia juga
menggunakan pendekatan pedagogi genre. Pendekatan ini memiliki empat tahapan,
yaitu yaitu penjelasan (explaining, building the context), pemodelan
(modelling), pembimbingan (joint construction), dan pemandirian (independent
construction). Di samping Selain pembelajaran mendalam dan pedagogi genre,
pembelajaran Bahasa Indonesia dapat juga disampaikan dengan pendekatan lain
sesuai dengan pencapaian pembelajaran tertentu.
Pembinaan dan pengembangan
kemampuan berbahasa Indonesia dalam pembelajaran mendalam akan membentuk
"Delapan Dimensi Profil Lulusan" yang akan dicapai murid yang terdiri
atas: (1) keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan YME, (2) kewargaan, (3)
kreativitas, (4) penalaran kritis, (5) kolaborasi, (6) kemandirian, (7)
kesehatan, dan (8) komunikasi.
B. Tujuan
Mata pelajaran Bahasa Indonesia bertujuan untuk mengembangkan:
1. kemampuan berkomunikasi secara efektif dan santun;
2. sikap pengutamaan dan penghargaan terhadap bahasa Indonesia
sebagai bahasa resmi negara Republik Indonesia;
3. kemampuan berbahasa dengan berbagai teks multimodal (lisan,
tulis, visual, audio dan audiovisual) untuk berbagai tujuan dan konteks;
4. kemampuan literasi (berbahasa, bersastra, dan bernalar) dalam
belajar dan bekerja;
5. kepercayaan diri untuk berekspresi sebagai individu yang cakap,
sehat mental dan fisik, mandiri, bergotong-royong, serta bertanggung jawab;
6. pemahaman tentang kaidah tata bahasa, kosakata, sastra, dan
budaya Indonesia;
7. kepedulian terhadap budaya lokal dan lingkungan sekitarnya; dan
8. kepedulian untuk berkontribusi sebagai warga Indonesia.
C. Karakteristik
Mata pelajaran Bahasa Indonesia
membentuk keterampilan berbahasa reseptif (menyimak, membaca, dan memirsa) dan
keterampilan berbahasa produktif (berbicara dan mempresentasikan, serta
menulis). Kompetensi berbahasa ini berdasar pada tiga hal yang saling
berhubungan dan saling mendukung untuk mengembangkan kompetensi murid, yaitu
bahasa (mengembangkan kompetensi kebahasaan), sastra (kemampuan memahami,
mengapresiasi, menanggapi, menganalisis, dan mencipta karya sastra); dan
berpikir (kritis, kreatif, dan imajinatif).
Kemampuan reseptif dan produktif
dikembangkan saling berkaitan. Keterkaitan ini dikembangkan dalam proses
pembelajaran dengan gambaran sebagai berikut: (1) murid perlu dilibatkan dalam
interaksi verbal (percakapan dan diskusi) yang didasarkan pada pemahamannya
tentang teks, mengapresiasi estetika teks dan nilai budayanya, serta proses,
mencipta teks; (2) murid juga perlu diberi kesempatan untuk membaca teks dalam
beragam format (atau yang dikenal dengan teks multimodal (teks tertulis, teks
audio, teks audiovisual, teks digital, dan teks kinestetik) serta beragam
konten dan genre; dan (3) murid memiliki pengetahuan tentang tata bahasa bahasa
Indonesia dengan baik dan benar serta cara penggunaannya yang efektif untuk
mendukung kompetensi berbahasa. Mata pelajaran Bahasa Indonesia menggunakan
pendekatan pembelajaran mendalam melalui pemanfaatan beragam tipe teks dan teks
multimodal.
Elemen dan deskripsi elemen mata pelajaran Bahasa Indonesia
adalah sebagai berikut.
|
Elemen |
Deskripsi |
|
Menyimak |
Kemampuan murid dalam menerima, memahami informasi yang
didengar, dan menyiapkan tanggapan secara relevan untuk memberikan apresiasi
kepada mitra tutur. Proses yang terjadi dalam menyimak mencakup kegiatan
seperti mendengarkan, mengidentifikasi, memahami, menginterpretasi tuturan
bahasa, memaknai, dan/atau menyiapkan tanggapan terhadap mitra tutur.
Komponen-komponen yang dapat dikembangkan dalam menyimak di antaranya
kepekaan terhadap bunyi bahasa, sistem isyarat, kosakata, struktur bahasa
(tata bahasa), makna, dan metakognisi. |
|
Membaca dan Memirsa |
Membaca merupakan kemampuan murid untuk memahami, memaknai,
menginterpretasi, dan merefleksi teks sesuai tujuan dan kepentingannya untuk
mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan potensi. Memirsa merupakan
kemampuan untuk memahami, memaknai, menginterpretasi, dan merefleksi sajian
visual dan/atau audiovisual sesuai tujuan dan kepentingannya untuk
mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan potensi murid. Komponen-komponen
yang dapat dikembangkan dalam membaca dan memirsa di antaranya kepekaan
terhadap fonem, huruf, sistem isyarat, kosakata, struktur bahasa (tata
bahasa), makna, dan metakognisi. |
|
Berbicara dan
Mempresentasikan |
Berbicara merupakan kemampuan menyampaikan gagasan, tanggapan,
dan perasaan dalam bentuk lisan. Mempresentasikan merupakan kemampuan
memaparkan gagasan atau tanggapan secara fasih, akurat, bertanggung jawab,
dan/atau menyampaikan perasaan sesuai konteks dengan cara yang komunikatif
melalui beragam media (visual, digital, audio, dan audiovisual).
Komponen-komponen yang dapat dikembangkan dalam berbicara dan
mempresentasikan di antaranya kepekaan terhadap bunyi bahasa, sistem isyarat,
kosakata, struktur bahasa (tata bahasa), makna, dan metakognisi. |
|
Menulis |
Kemampuan menyampaikan gagasan, tanggapan, dan perasaan dalam
bentuk tulis secara fasih, akurat, bertanggung jawab, dan sesuai konteks.
Komponen-komponen yang dapat dikembangkan dalam menulis di antaranya
menerapkan penggunaan ejaan, kata, kalimat, dan paragraf, struktur bahasa (tata
bahasa), makna, dan metakognisi dalam beragam tipe teks. |
Capaian Pembelajaran
Fase B (Umumnya
untuk Kelas III dan IV SD/MI/Program Paket A)
Pada akhir Fase B, peserta didik memiliki kemampuan
sebagai berikut:
·
Menyimak
Memahami ide pokok suatu informasi dari teks nonsastra
berbentuk teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengarkan); dan memahami
isi teks sastra berbentuk teks aural.
·
Membaca dan
Memirsa
Membaca kata-kata baru dengan fasih dari bacaan dan/atau
tayangan yang dipirsa; dan memahami ide pokok, ide pendukung, pesan, dan
informasi dalam teks sastra dan nonsastra berbentuk cetak dan/atau elektronik.
·
Berbicara dan
Mempresentasikan
Menyajikan pendapat dengan pilihan kata dan sikap
tubuh/gestur yang sesuai, menggunakan volume dan intonasi yang tepat sesuai
konteks; menanggapi diskusi sesuai tata cara; dan menceritakan kembali isi
dan/atau informasi dari berbagai tipe teks yang dibaca, dipirsa, atau didengar.
·
Menulis
Menulis berbagai tipe teks sederhana dengan rangkaian
kalimat yang beragam; dan menggunakan kaidah kebahasaan dan kosakata baru yang
memiliki makna denotatif untuk menulis teks sesuai dengan konteks.
Mengetahui,
Pulau
Raman, Juli 2026
SALABIAH,
S.Pd M.ABDUL
HARIS, S.Pd
NIP.
19680801 200701 2010 NIP.
19790410 199909 1001
Komentar
Posting Komentar