MODUL AJAR BAHASA KELAS 4 BAB 8 : SEHATLAH RAGAKU
RENCANA PEMBELAJARAN MENDALAM (RPM) DEEP LEARNING
MATA PELAJARAN : BAHASA INDONESIA
BAB 8 : SEHATLAH RAGAKU
A.
IDENTITAS MODUL
Nama
Sekolah : SDN NO.
135/VI PULAU RAMAN
Nama
Penyusun : M. ABDUL HARIS
, S.Pd
Mata
Pelajaran : Bahasa
Indonesia
Kelas
/ Fase / Semester : IV / B / II
(Genap)
Alokasi
Waktu : 12 JP (6 kali
pertemuan @2 JP)
Tahun
Pelajaran : 2026 / 2027
B.
IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK
●
Pengetahuan
Awal:
Peserta didik memiliki pengalaman pribadi tentang sakit dan sehat, pernah
mendengar tentang alergi, dan memiliki pemahaman dasar tentang pentingnya
menjaga kebersihan dan minum air.
●
Minat:
Peserta didik tertarik pada cerita yang berhubungan dengan pengalaman anak-anak
seusia mereka, kegiatan interaktif, dan topik kesehatan praktis yang bisa
diterapkan sehari-hari.
●
Latar
Belakang: Peserta didik memiliki kebiasaan dan pemahaman yang
berbeda-beda tentang kesehatan dan kebersihan, yang menjadi dasar untuk diskusi
dan berbagi pengalaman.
●
Kebutuhan
Belajar:
○
Visual:
Peserta didik akan dibantu dengan ilustrasi dalam cerita, infografik tentang
fungsi air bagi tubuh, dan gambar-gambar dalam teks "Suatu Hari".
○
Auditori:
Pembelajaran didukung melalui kegiatan menyimak teks informatif, diskusi
kelompok, dan pembacaan cerita narasi.
○
Kinestetik:
Peserta didik terlibat aktif dalam kegiatan praktik pertolongan pertama metode
RICE dan membuat bagan "Pengingat Minum".
C.
KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN
●
Jenis
Pengetahuan yang Akan Dicapai
○
Konseptual:
Memahami ide pokok dan ide pendukung dalam teks, perbedaan antara fakta dan
opini, serta konsep swasunting (self-editing) dalam menulis.
○
Prosedural:
Menganalisis struktur teks narasi (tokoh, masalah, solusi), mengidentifikasi
jenis paragraf (deduktif, induktif), mempraktikkan langkah-langkah pertolongan
pertama, dan menyunting tulisan sendiri.
●
Relevansi
dengan Kehidupan Nyata Peserta Didik: Materi sangat
relevan karena membahas isu kesehatan yang dekat dengan kehidupan anak-anak
(alergi, kebersihan, cedera ringan), memberikan pengetahuan praktis
(pertolongan pertama), dan melatih keterampilan menulis reflektif.
●
Tingkat
Kesulitan: Sedang. Membedakan fakta dan opini serta melakukan swasunting
secara sistematis adalah keterampilan berpikir tingkat tinggi yang memerlukan
bimbingan dan latihan.
●
Struktur
Materi: Dimulai dari konteks kesehatan personal melalui cerita narasi,
dilanjutkan dengan pemahaman teks informatif, analisis kritis untuk membedakan
fakta dan opini, praktik keterampilan pertolongan pertama, dan diakhiri dengan
penulisan narasi reflektif serta praktik penyuntingan.
●
Integrasi
Nilai dan Karakter: Menanamkan nilai kepedulian
terhadap kesehatan diri sendiri dan orang lain, tanggung jawab, berpikir
kritis, dan ketelitian.
D.
DIMENSI PROFIL LULUSAN
●
Keimanan
dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia:
Menunjukkan rasa syukur atas kesehatan dengan cara merawat tubuh.
●
Kewargaan:
Memahami pentingnya menjaga kesehatan agar dapat berpartisipasi aktif di
lingkungan sekolah dan masyarakat.
●
Penalaran
Kritis: Menganalisis informasi untuk membedakan antara fakta dan
opini, serta mengidentifikasi ide pokok dan pendukung dalam bacaan.
●
Kreativitas:
Menghasilkan tulisan narasi yang terstruktur dan bagan "Pengingat
Minum" yang fungsional.
●
Kolaborasi:
Bekerja sama dalam kelompok untuk mendiskusikan informasi tentang kesehatan dan
mempraktikkan metode RICE.
●
Kemandirian:
Melakukan swasunting terhadap tulisan sendiri dan bertanggung jawab untuk
menjaga asupan air minum harian.
●
Kesehatan:
Memperoleh pengetahuan dan kesadaran untuk menerapkan pola hidup sehat, bersih,
dan aman dari cedera.
●
Komunikasi:
Menceritakan kembali informasi yang didengar dan menyampaikan hasil diskusi
kelompok dengan jelas.
DESAIN PEMBELAJARAN
A.
CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)
Pada akhir Fase B, peserta didik memiliki kemampuan sebagai
berikut:
·
Menyimak
Memahami ide pokok suatu informasi dari teks nonsastra
berbentuk teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengarkan); dan memahami
isi teks sastra berbentuk teks aural.
·
Membaca dan
Memirsa
Membaca kata-kata baru dengan fasih dari bacaan dan/atau
tayangan yang dipirsa; dan memahami ide pokok, ide pendukung, pesan, dan
informasi dalam teks sastra dan nonsastra berbentuk cetak dan/atau elektronik.
·
Berbicara dan
Mempresentasikan
Menyajikan pendapat dengan pilihan kata dan sikap tubuh/gestur
yang sesuai, menggunakan volume dan intonasi yang tepat sesuai konteks;
menanggapi diskusi sesuai tata cara; dan menceritakan kembali isi dan/atau
informasi dari berbagai tipe teks yang dibaca, dipirsa, atau didengar.
·
Menulis
Menulis berbagai tipe teks sederhana dengan rangkaian
kalimat yang beragam; dan menggunakan kaidah kebahasaan dan kosakata baru yang
memiliki makna denotatif untuk menulis teks sesuai dengan konteks.
B.
LINTAS DISIPLIN ILMU
●
Pendidikan
Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK): Keterkaitan langsung
dengan materi kesehatan, P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan), dan
penyebab cedera dalam olahraga.
●
Ilmu
Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS): Konsep fungsi organ
tubuh, pentingnya air bagi kehidupan, dan penyebab penyakit (kuman, alergi).
●
Matematika:
Konsep pengukuran (misalnya, 2 liter air) dan urutan langkah dalam sebuah
prosedur.
C.
TUJUAN PEMBELAJARAN
●
Pertemuan
1:
Peserta didik mampu memahami pesan dan informasi tentang kesehatan sehari-hari
dari teks narasi. (2 JP)
●
Pertemuan
2:
Peserta didik mampu memahami dan merangkum informasi dari teks informatif yang
dibacakan guru. (2 JP)
●
Pertemuan
3:
Peserta didik mampu mengidentifikasi ide pokok dan ide pendukung serta jenis
paragraf dalam teks informatif. (2 JP)
●
Pertemuan
4:
Peserta didik mampu membedakan informasi yang berupa fakta dan opini dari
sebuah teks. (2 JP)
●
Pertemuan
5:
Peserta didik mampu memahami dan mempraktikkan instruksi dari teks prosedur
untuk pertolongan pertama. (2 JP)
●
Pertemuan
6:
Peserta didik mampu menulis teks narasi dengan struktur yang baik dan melakukan
swasunting pada tulisannya. (2 JP)
D.
INDIKATOR KETERCAPAIAN TUJUAN PEMBELAJARAN
1.
Peserta didik dapat menjelaskan
penyebab gatal-gatal yang dialami Kidul dan pesan dokter tentang pentingnya
mandi.
2.
Peserta didik dapat menyebutkan
minimal tiga manfaat air putih bagi tubuh berdasarkan teks yang didengar.
3.
Peserta didik dapat menunjukkan
kalimat utama pada minimal tiga paragraf dan menentukan jenis paragrafnya.
4.
Peserta didik dapat
mengidentifikasi minimal dua pernyataan fakta dan dua pernyataan opini dari
teks "Suatu Hari".
5.
Peserta didik dapat
mendemonstrasikan langkah-langkah metode RICE dengan benar.
6.
Peserta didik dapat menghasilkan
tulisan narasi tentang pengalaman sakit dan menunjukkan minimal satu perbaikan
dari hasil swasunting.
E.
TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
Menjaga
Raga Tetap Sehat dan Aman.
F.
KERANGKA PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK
●
Model
Pembelajaran: Problem-Based Learning, Direct
Instruction, Project-Based Learning.
●
Pendekatan:
Deep Learning (Mindful, Meaningful, Joyful Learning)
○
Mindful
Learning: Peserta didik diajak untuk sadar akan kondisi tubuhnya (rasa
haus, gatal, sakit) dan merefleksikan pentingnya tindakan preventif untuk
menjaga kesehatan.
○
Meaningful
Learning: Menghubungkan materi kesehatan (alergi, dehidrasi, cedera)
dengan pengalaman nyata yang pernah atau mungkin dialami peserta didik,
sehingga pengetahuan menjadi aplikatif.
○
Joyful
Learning: Pembelajaran dikemas melalui cerita yang jenaka, permainan
tebak fakta/opini, praktik P3K, dan kegiatan kreatif membuat pengingat minum.
●
Metode
Pembelajaran: Diskusi, simulasi, penugasan,
kerja kelompok, presentasi, ceramah interaktif.
●
Strategi
Pembelajaran Berdiferensiasi
○
Diferensiasi
Konten: Menyediakan teks dengan genre berbeda (narasi, informatif, prosedur).
○
Diferensiasi
Proses: Peserta didik dapat memilih peran saat praktik metode RICE
(pasien, penolong). Guru memberikan bimbingan yang berbeda saat peserta didik
melakukan swasunting.
○
Diferensiasi
Produk: Tulisan narasi dapat bervariasi panjang dan kompleksitasnya.
Bagan "Pengingat Minum" dapat dihias sesuai kreativitas
masing-masing.
KEMITRAAN PEMBELAJARAN
●
Lingkungan
Sekolah: Bekerja sama dengan UKS (Usaha Kesehatan Sekolah) untuk
menyediakan perlengkapan praktik P3K atau sebagai narasumber.
●
Lingkungan
Luar Sekolah/Masyarakat: Kemitraan dengan orang tua
untuk memantau kebiasaan hidup sehat anak di rumah dan berbagi pengalaman
tentang penanganan sakit.
●
Mitra
Digital: Menggunakan video animasi dari sumber terpercaya (misal:
Kemenkes) untuk menjelaskan tentang alergi atau dehidrasi.
LINGKUNGAN BELAJAR
●
Ruang
Fisik: Menyiapkan area yang cukup luas dan aman untuk praktik
pertolongan pertama. Memajang poster atau bagan tentang tips hidup sehat.
●
Ruang
Virtual: Menampilkan infografik atau video kesehatan melalui proyektor.
●
Budaya
Belajar: Membangun budaya saling peduli, di mana peserta didik berani
meminta tolong saat sakit dan mau menolong teman yang membutuhkan.
PEMANFAATAN DIGITAL
●
Mencari informasi tambahan
tentang fakta-fakta kesehatan di internet (dengan bimbingan guru).
●
Menggunakan aplikasi pengingat
minum air sebagai alternatif dari bagan manual.
G.
LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI
PERTEMUAN 1 (2 JP : 70
MENIT)
Topik: Memahami
Cerita "Garuk-Garuk"
KEGIATAN
PENDAHULUAN (10 MENIT)
●
Pembukaan:
Salam, doa, presensi.
●
Apersepsi:
Guru bertanya, "Siapa yang suka mandi? Siapa yang kadang-kadang malas
mandi? Mengapa?".
●
Penyampaian
Tujuan: Guru menyampaikan bahwa hari ini akan membaca cerita lucu
tentang seorang anak yang tidak suka mandi.
KEGIATAN INTI (50 MENIT)
●
Membaca
Nyaring (Meaningful): Peserta didik membaca cerita
"Garuk-Garuk" secara bergantian.
●
Diskusi
Pemahaman: Guru memandu diskusi tentang isi cerita: "Apa yang menyebabkan
Kidul gatal-gatal?", "Apa nasihat Dokter Tuti?".
●
Analisis
Narasi: Peserta didik mengisi tabel analisis narasi (tokoh, keinginan,
halangan, hasil akhir) untuk memahami struktur cerita.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
●
Refleksi
(Mindful): "Pelajaran apa yang kamu dapat dari pengalaman
Kidul?".
●
Rangkuman:
Guru menyimpulkan pentingnya menjaga kebersihan tubuh untuk mencegah infeksi,
meskipun penyebab utama gatal bisa berbeda.
●
Tindak
Lanjut: Guru memberi petunjuk tentang pentingnya cairan bagi tubuh
untuk pertemuan berikutnya.
●
Penutup:
Doa dan salam.
PERTEMUAN 2 (2 JP : 70
MENIT)
Topik:
Pentingnya Air bagi Tubuh
KEGIATAN
PENDAHULUAN (10 MENIT)
●
Pembukaan:
Salam, doa, presensi.
●
Apersepsi:
Guru bertanya, "Berapa gelas air yang sudah kalian minum hari ini?".
●
Penyampaian
Tujuan: Guru menjelaskan bahwa hari ini akan belajar mengapa tubuh
kita sangat membutuhkan air.
KEGIATAN INTI (50 MENIT)
●
Menyimak
(Meaningful): Guru membacakan teks
"Pentingnya Air bagi Tubuh Kita". Peserta didik diminta menyimak dan
mencatat informasi penting.
●
Diskusi
Kelompok: Peserta didik dalam kelompok mendiskusikan kembali informasi
yang mereka dengar dan menjawab pertanyaan: "Apa itu dehidrasi?",
"Apa saja manfaat minum air putih?".
●
Presentasi
Hasil Diskusi: Setiap kelompok membagikan satu
informasi paling penting yang mereka dapatkan.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
●
Refleksi:
"Apakah kamu sudah minum cukup air hari ini?".
●
Rangkuman:
Guru merangkum kembali manfaat-manfaat utama air bagi tubuh.
●
Tindak
Lanjut: Membuat bagan "Pengingat Minum" sebagai proyek
kreatif.
●
Penutup:
Doa dan salam.
PERTEMUAN 3 (2 JP : 70
MENIT)
Topik: Ide
Pokok dan Jenis Paragraf
KEGIATAN
PENDAHULUAN (10 MENIT)
●
Pembukaan:
Salam, doa, presensi.
●
Apersepsi:
Guru menampilkan kembali paragraf pertama dari teks "Pentingnya Air bagi
Tubuh Kita" dan bertanya, "Apa kalimat utama dari paragraf
ini?".
●
Penyampaian
Tujuan: Guru menyampaikan bahwa hari ini akan belajar menemukan ide pokok
dan mengenal jenis-jenis paragraf.
KEGIATAN INTI (50 MENIT)
●
Penjelasan
Konsep: Guru menjelaskan perbedaan paragraf deduktif (ide pokok di
awal) dan induktif (ide pokok di akhir).
●
Analisis
Teks Terbimbing: Guru bersama peserta didik
menganalisis teks "Pentingnya Air bagi Tubuh Kita" paragraf per
paragraf, menggarisbawahi kalimat utama, dan menentukan jenis paragrafnya.
●
Latihan
Individu: Peserta didik mengerjakan latihan di buku untuk
mengidentifikasi ide pokok pada beberapa paragraf baru.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
●
Refleksi:
"Bagaimana cara termudah untuk menemukan ide pokok dalam sebuah
paragraf?".
●
Rangkuman:
Guru menegaskan kembali ciri-ciri paragraf deduktif dan induktif.
●
Tindak
Lanjut: Memberi gambaran tentang materi fakta dan opini.
●
Penutup:
Doa dan salam.
PERTEMUAN 4 (2 JP : 70
MENIT)
Topik:
Membedakan Fakta dan Opini
KEGIATAN
PENDAHULUAN (10 MENIT)
●
Pembukaan:
Salam, doa, presensi.
●
Apersepsi:
Guru memberikan dua kalimat: "Ibu kota Indonesia adalah Jakarta." dan
"Menurutku, Jakarta adalah kota terbaik." Guru bertanya, "Apa
perbedaan kedua kalimat ini?".
●
Penyampaian
Tujuan: Guru menjelaskan bahwa hari ini akan belajar membedakan
pernyataan yang berupa fakta dan yang berupa opini.
KEGIATAN INTI (50 MENIT)
●
Penjelasan
Konsep (Meaningful): Guru menjelaskan bahwa fakta
dapat dibuktikan kebenarannya, sedangkan opini adalah pendapat pribadi.
●
Analisis
Teks "Suatu Hari": Peserta didik membaca teks
"Suatu Hari" dan menganalisis setiap balon ucapan.
●
Diskusi
Kelompok: Dalam kelompok, peserta didik memisahkan mana pernyataan yang
merupakan fakta (misal: "tanganku patah" setelah diperiksa dokter)
dan mana yang opini (misal: "Aku rasa penyakitku cukup parah").
●
Presentasi
Hasil Diskusi: Setiap kelompok
mempresentasikan hasil analisisnya.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
●
Refleksi
(Mindful): "Mengapa penting bagi kita untuk bisa membedakan fakta
dan opini saat menerima informasi?".
●
Rangkuman:
Guru merangkum kembali perbedaan kunci antara fakta dan opini.
●
Tindak
Lanjut: Memberi gambaran tentang praktik pertolongan pertama.
●
Penutup:
Doa dan salam.
PERTEMUAN 5 (2 JP : 70
MENIT)
Topik:
Pertolongan Pertama untuk Kaki Terkilir (RICE)
KEGIATAN
PENDAHULUAN (10 MENIT)
●
Pembukaan:
Salam, doa, presensi.
●
Apersepsi:
Guru bertanya, "Siapa yang pernah jatuh atau terkilir saat berolahraga?
Apa yang kalian lakukan setelah itu?".
●
Penyampaian
Tujuan: Guru menjelaskan bahwa hari ini akan belajar cara memberikan
pertolongan pertama yang benar untuk kaki terkilir.
KEGIATAN INTI (50 MENIT)
●
Membaca
Teks Prosedur: Peserta didik membaca teks
"Pertolongan Pertama untuk Kaki Terkilir" dan memahami singkatan RICE
(Rest, Ice, Compression, Elevate).
●
Demonstrasi:
Guru mendemonstrasikan langkah-langkah metode RICE menggunakan alat peraga
(perban/kain, kantong es/botol air, bantal/tas).
●
Praktik
Kelompok (Joyful & Meaningful): Dalam kelompok,
peserta didik secara bergantian mempraktikkan metode RICE pada teman yang
berperan sebagai "pasien". Guru mengawasi dan memberikan koreksi.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
●
Refleksi:
"Langkah mana dalam metode RICE yang menurut kalian paling penting?".
●
Rangkuman:
Guru mengulas kembali urutan dan tujuan setiap langkah dalam metode RICE.
●
Tindak
Lanjut: Menugaskan untuk menulis pengalaman saat sakit untuk pertemuan
terakhir.
●
Penutup:
Doa dan salam.
PERTEMUAN 6 (2 JP : 70
MENIT)
Topik: Menulis
Narasi dan Swasunting
KEGIATAN PENDAHULUAN
(10 MENIT)
●
Pembukaan:
Salam, doa, presensi.
●
Apersepsi:
Beberapa peserta didik berbagi singkat tentang pengalaman sakit yang akan
mereka tulis.
●
Penyampaian
Tujuan: Guru menjelaskan bahwa hari ini akan menulis cerita pengalaman
dan belajar cara memeriksanya sendiri.
KEGIATAN INTI (50 MENIT)
●
Menulis
Draf:
Peserta didik menulis draf cerita tentang pengalaman sakit dengan struktur
awal-tengah-akhir.
●
Penjelasan
Swasunting (Meaningful): Guru menjelaskan konsep
swasunting dan memberikan daftar periksa sederhana (ejaan, tanda baca, huruf
kapital, alur cerita).
●
Praktik
Swasunting: Peserta didik memeriksa tulisan mereka sendiri menggunakan
daftar periksa dan memberikan tanda perbaikan.
●
Menulis
Final: Peserta didik menulis ulang ceritanya dengan rapi berdasarkan
perbaikan yang telah mereka lakukan.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
●
Refleksi
Bab 8 (Mindful): "Apa kebiasaan sehat baru
yang ingin kalian mulai setelah belajar di bab ini?".
●
Rangkuman:
Guru merangkum seluruh materi Bab 8 dan memberikan apresiasi atas perjalanan
belajar selama satu tahun.
●
Apresiasi:
Guru memberikan pujian untuk tulisan-tulisan terbaik dan semangat belajar
peserta didik.
●
Penutup:
Doa dan salam.
H.
ASESMEN PEMBELAJARAN
ASESMEN DIAGNOSTIK
●
Tanya
Jawab: Di awal bab, guru bertanya tentang kebiasaan mandi dan minum
untuk mengetahui pemahaman awal tentang pola hidup sehat.
●
Observasi:
Mengamati diskusi awal untuk mengetahui pengetahuan peserta didik tentang
alergi dan cedera.
ASESMEN FORMATIF
●
Tanya
Jawab: Seputar materi, seperti “Apa itu dehidrasi?", "Apa
perbedaan fakta dan opini?".
●
Diskusi
Kelompok: Penilaian keaktifan dan kemampuan berkolaborasi saat diskusi
fakta dan opini.
●
Latihan
Soal/Tugas Tulis:
○
Mengisi tabel analisis narasi "Garuk-Garuk".
○
Mengidentifikasi ide pokok dalam
paragraf.
●
Observasi:
Pengamatan ketepatan langkah saat praktik metode RICE.
●
Produk
(Proses):
○
Draf tulisan narasi tentang
pengalaman sakit.
○
Catatan hasil swasunting.
ASESMEN SUMATIF
●
Produk
(Proyek):
○
Tulisan
Narasi Akhir: Penilaian berdasarkan struktur
cerita (awal-tengah-akhir), penggunaan kaidah bahasa yang benar, dan penerapan
hasil swasunting.
○
Bagan
"Pengingat Minum": Penilaian berdasarkan
kreativitas dan fungsionalitas.
●
Praktik
(Kinerja):
○
Simulasi
P3K:
Kemampuan mendemonstrasikan metode RICE secara urut dan benar.
●
Tes
Tertulis: Soal singkat di akhir bab yang berisi:
○
Menjawab pertanyaan pemahaman
dari teks singkat tentang kesehatan.
○
Mengidentifikasi 1 kalimat fakta
dan 1 kalimat opini dari beberapa pilihan.
○
Menjelaskan secara singkat apa
itu swasunting.
Mengetahui,
Pulau
Raman, Juli 2026
Kepsek SDN NO.135/VI Pulau Raman Guru Kelas 4


SALABIAH,
S.Pd M.ABDUL
HARIS, S.Pd
NIP.
19680801 200701 2010 NIP.
19790410 199909 1001
Komentar
Posting Komentar