MODUL AJAR BAHASA INDONESIA BAB 7 ASAL-USUL
RENCANA PEMBELAJARAN MENDALAM (RPM) DEEP LEARNING
MATA PELAJARAN : BAHASA INDONESIA
BAB 7 : ASAL-USUL
A.
IDENTITAS MODUL
Nama
Sekolah : SDN NO.135/VI
PULAU RAMAN
Nama
Penyusun : M. ABDUL HARIS,
S.Pd
Mata
Pelajaran : Bahasa
Indonesia
Kelas
/ Fase / Semester : IV / B / II
(Genap)
Alokasi
Waktu : 12 JP (6 kali
pertemuan @2 JP)
Tahun
Pelajaran : 2026 / 2027
B.
IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK
●
Pengetahuan
Awal:
Peserta didik memiliki pemahaman dasar bahwa Indonesia terdiri dari berbagai
suku. Mereka pernah menyanyikan lagu-lagu nasional dan daerah, serta memiliki
pengalaman melihat berbagai jenis makanan dan pakaian tradisional.
●
Minat:
Peserta didik tertarik pada lagu, cerita tentang asal-usul dan petualangan,
serta kegiatan kreatif yang melibatkan seni dan kerajinan tangan.
●
Latar
Belakang: Peserta didik berasal dari latar belakang suku dan daerah yang
mungkin beragam, memberikan konteks nyata untuk diskusi tentang asal-usul
keluarga dan keragaman budaya.
●
Kebutuhan
Belajar:
○
Visual:
Peserta didik akan dibantu dengan peta migrasi nenek moyang, gambar-gambar
motif batik, dan ilustrasi dalam cerita.
○
Auditori:
Pembelajaran didukung melalui kegiatan menyimak lagu, diskusi kelompok, dan
mendengarkan pembacaan teks narasi.
○
Kinestetik:
Peserta didik terlibat aktif dalam kegiatan menyanyi bersama, menyusun gambar
cerita, dan proyek kreatif menghias kaus dengan pewarna alam.
C.
KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN
●
Jenis
Pengetahuan yang Akan Dicapai
○
Konseptual:
Memahami konsep nenek moyang, migrasi, akulturasi (percampuran budaya), rima
dalam lirik lagu, dan fungsi konjungsi antarkalimat.
○
Prosedural:
Mengidentifikasi rima dalam syair lagu, menulis narasi tentang asal-usul
keluarga, menyusun cerita berdasarkan gambar seri, dan menggunakan konjungsi
antarkalimat dengan tepat.
●
Relevansi
dengan Kehidupan Nyata Peserta Didik: Materi sangat
relevan karena membahas identitas diri dan keluarga, memperkenalkan keragaman
budaya Indonesia melalui makanan dan kain tradisional, serta melatih kemampuan
bercerita yang merupakan bagian penting dari komunikasi.
●
Tingkat
Kesulitan: Sedang. Konsep migrasi dan akulturasi adalah topik yang luas,
namun disederhanakan melalui teks narasi dan cerita yang mudah dipahami.
Penggunaan konjungsi antarkalimat memerlukan latihan terstruktur.
●
Struktur
Materi: Dimulai dengan pengenalan konsep "nenek moyang"
melalui lagu, dilanjutkan dengan pemahaman teks informatif tentang migrasi,
refleksi personal tentang asal-usul, pemahaman akulturasi melalui cerita,
pendalaman kaidah bahasa, dan diakhiri dengan proyek kreatif.
●
Integrasi
Nilai dan Karakter: Menanamkan nilai toleransi,
menghargai keragaman, rasa bangga terhadap identitas bangsa, kerja sama, dan
kreativitas.
D.
DIMENSI PROFIL LULUSAN
●
Keimanan
dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia:
Menghargai keragaman suku dan budaya sebagai ciptaan Tuhan Yang Maha Esa.
●
Kewargaan:
Membangun rasa cinta tanah air dan bangga sebagai bangsa Indonesia yang beragam
melalui pemahaman sejarah asal-usul nenek moyang.
●
Penalaran
Kritis: Menganalisis informasi dari teks dan gambar untuk memahami
proses migrasi dan akulturasi budaya, serta menyusun urutan peristiwa yang
logis.
●
Kreativitas:
Menghasilkan karya berupa gubahan lirik lagu, cerita narasi, dan kaus hias
hasil kreasi sendiri.
●
Kolaborasi:
Bekerja sama dalam kelompok untuk berdiskusi dan saling bertukar informasi
mengenai makna kata baru.
●
Kemandirian:
Melakukan wawancara dengan orang tua dan menuliskan narasi tentang asal-usul
keluarga secara mandiri.
●
Kesehatan:
Memahami pentingnya menjaga warisan budaya sebagai bagian dari kesehatan sosial
dan identitas bangsa.
●
Komunikasi:
Menyampaikan pendapat secara santun saat berdiskusi dan menggunakan konjungsi
yang tepat untuk membuat tulisan lebih runtut dan mudah dipahami.
DESAIN PEMBELAJARAN
A.
CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)
Pada akhir Fase B, peserta didik memiliki kemampuan
sebagai berikut:
·
Menyimak
Memahami ide pokok suatu informasi dari teks nonsastra
berbentuk teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengarkan); dan memahami
isi teks sastra berbentuk teks aural.
·
Membaca dan
Memirsa
Membaca kata-kata baru dengan fasih dari bacaan dan/atau
tayangan yang dipirsa; dan memahami ide pokok, ide pendukung, pesan, dan
informasi dalam teks sastra dan nonsastra berbentuk cetak dan/atau elektronik.
·
Berbicara dan
Mempresentasikan
Menyajikan pendapat dengan pilihan kata dan sikap
tubuh/gestur yang sesuai, menggunakan volume dan intonasi yang tepat sesuai
konteks; menanggapi diskusi sesuai tata cara; dan menceritakan kembali isi
dan/atau informasi dari berbagai tipe teks yang dibaca, dipirsa, atau didengar.
·
Menulis
Menulis berbagai tipe teks sederhana dengan rangkaian
kalimat yang beragam; dan menggunakan kaidah kebahasaan dan kosakata baru yang
memiliki makna denotatif untuk menulis teks sesuai dengan konteks.
B.
LINTAS DISIPLIN ILMU
●
Ilmu
Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS): Keterkaitan dengan
sejarah nenek moyang bangsa Indonesia, peta persebaran, dan keragaman suku
bangsa.
●
Seni
Budaya dan Prakarya (SBdP): Apresiasi seni musik (lagu),
seni rupa (batik), dan praktik kerajinan tangan (menghias kaus).
●
Pendidikan
Pancasila: Implementasi nilai Bhinneka Tunggal Ika melalui pemahaman
tentang keragaman dan persatuan.
C.
TUJUAN PEMBELAJARAN
●
Pertemuan
1:
Peserta didik mampu memahami teks yang diperdengarkan dari media audio (lagu)
dan mengidentifikasi rima di dalamnya. (2 JP)
●
Pertemuan
2:
Peserta didik mampu memahami pesan dan informasi dari teks narasi informatif
tentang asal-usul nenek moyang. (2 JP)
●
Pertemuan
3:
Peserta didik mampu menulis teks narasi tiga paragraf tentang asal-usul
keluarganya sendiri. (2 JP)
●
Pertemuan
4:
Peserta didik mampu memahami konsep akulturasi budaya melalui cerita dan
menyampaikan pendapat secara santun. (2 JP)
●
Pertemuan
5:
Peserta didik mampu menggunakan kaidah kebahasaan konjungsi antarkalimat untuk
menyusun cerita berdasarkan gambar seri. (2 JP)
●
Pertemuan
6:
Peserta didik mampu mengikuti instruksi untuk membuat sebuah karya kreatif
sebagai bentuk apresiasi budaya. (2 JP)
D.
INDIKATOR KETERCAPAIAN TUJUAN PEMBELAJARAN
1.
Peserta didik dapat menyalin
lirik lagu "Nenek Moyangku" dan menandai baris-baris yang memiliki
rima.
2.
Peserta didik dapat menceritakan
kembali proses migrasi nenek moyang Indonesia secara sederhana berdasarkan
teks.
3.
Peserta didik dapat menghasilkan
tulisan narasi tentang asal-usul keluarga yang memuat informasi dari orang
tua/kakek-nenek.
4.
Peserta didik dapat menjelaskan
contoh perpaduan budaya yang terjadi dalam cerita "Kerja Sama yang
Baik".
5.
Peserta didik dapat menulis
sebuah cerita pendek yang logis berdasarkan gambar seri dengan menggunakan
minimal 3 konjungsi antarkalimat yang berbeda.
6.
Peserta didik dapat menghasilkan
produk berupa kaus yang dihias dengan pewarna alam.
E.
TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
Menghargai
Keragaman Asal-Usul Bangsa Indonesia.
F.
KERANGKA PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK
●
Model
Pembelajaran: Inquiry-Based Learning, Project-Based
Learning (Menghias Kaus).
●
Pendekatan:
Deep Learning (Mindful, Meaningful, Joyful Learning)
○
Mindful
Learning: Peserta didik diajak merefleksikan asal-usul diri dan
keluarganya, menumbuhkan kesadaran akan identitas dan akar budayanya.
○
Meaningful
Learning: Menghubungkan konsep abstrak "nenek moyang" dan
"akulturasi" dengan hal-hal konkret yang mereka kenal, seperti lagu,
makanan (lumpia), dan pakaian (batik).
○
Joyful
Learning: Pembelajaran dikemas melalui kegiatan menyanyi, menggubah
lirik, menyusun cerita dari gambar, dan berkreasi dengan pewarna.
●
Metode
Pembelajaran: Menyimak audio, diskusi,
wawancara, penugasan, kerja kelompok, proyek.
●
Strategi
Pembelajaran Berdiferensiasi
○
Diferensiasi
Konten: Menyediakan berbagai contoh lagu anak-anak untuk digubah
liriknya. Memberikan pilihan topik (pakaian, makanan, wisata) untuk tulisan
tentang ciri khas daerah.
○
Diferensiasi
Proses: Peserta didik dapat menulis cerita asal-usul secara individu
atau berdiskusi dulu dengan teman. Saat proyek, mereka bebas memilih pola dan
warna.
○
Diferensiasi
Produk: Hasil gubahan lirik lagu bisa berbeda-beda. Cerita berdasarkan
gambar akan bervariasi sesuai imajinasi. Desain kaus akan unik untuk setiap
peserta didik.
KEMITRAAN PEMBELAJARAN
●
Lingkungan
Sekolah: Pemanfaatan perpustakaan untuk mencari buku cerita tentang
asal-usul daerah atau kain tradisional.
●
Lingkungan
Luar Sekolah/Masyarakat: Kemitraan dengan orang tua
sebagai narasumber utama untuk tugas menulis narasi asal-usul keluarga.
●
Mitra
Digital: Menggunakan YouTube atau platform musik untuk memutar lagu
"Nenek Moyangku".
LINGKUNGAN BELAJAR
●
Ruang
Fisik: Menata ruang kelas untuk memungkinkan presentasi hasil
tulisan. Menyiapkan area untuk kegiatan proyek menghias kaus (bisa di luar
kelas).
●
Ruang
Virtual: Menampilkan lirik lagu dan gambar peta migrasi melalui
proyektor untuk diskusi bersama.
●
Budaya
Belajar: Membangun suasana kelas yang inklusif, di mana setiap
asal-usul daerah peserta didik dihargai dan dirayakan.
PEMANFAATAN DIGITAL
●
Memutar lagu "Nenek
Moyangku" dari sumber daring.
●
Menampilkan video singkat tentang
proses pembuatan batik atau lumpia Semarang sebagai pengayaan.
G.
LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI
PERTEMUAN 1 (2 JP : 70
MENIT)
Topik: Memahami
Lagu dan Rima
KEGIATAN
PENDAHULUAN (10 MENIT)
●
Pembukaan:
Salam, doa, presensi.
●
Apersepsi
(Joyful): Guru bertanya, "Siapa nenek moyang kita? Apa pekerjaan
mereka?".
●
Penyampaian
Tujuan: Guru menyampaikan bahwa hari ini akan belajar tentang nenek
moyang melalui sebuah lagu.
KEGIATAN INTI (50 MENIT)
●
Menyimak
Audio (Meaningful): Guru memutar lagu "Nenek
Moyangku". Peserta didik diminta menyimak dengan saksama.
●
Menyalin
Lirik: Lagu diputar kembali beberapa kali, peserta didik menyalin
liriknya di buku tulis.
●
Menyanyi
Bersama: Seluruh kelas menyanyikan lagu "Nenek Moyangku"
bersama-sama.
●
Identifikasi
Rima:
Guru menjelaskan konsep rima (persamaan bunyi di akhir baris). Peserta didik
dibimbing untuk menemukan dan menandai rima dalam lirik lagu yang telah
disalin.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
●
Refleksi:
"Pesan apa yang kalian dapatkan dari lagu 'Nenek Moyangku'?".
●
Rangkuman:
Guru merangkum bahwa lagu bisa menjadi cara untuk belajar sejarah dan rima
membuat lagu menjadi indah.
●
Tindak
Lanjut: Memberi gambaran tentang teks yang akan dibaca pada pertemuan
berikutnya.
●
Penutup:
Doa dan salam.
PERTEMUAN 2 (2 JP : 70
MENIT)
Topik: Memahami
Teks "Nenek Moyang Kita"
KEGIATAN PENDAHULUAN
(10 MENIT)
●
Pembukaan:
Salam, doa, presensi.
●
Apersepsi:
Guru bertanya, "Dari mana asal suku orang tuamu?".
●
Penyampaian
Tujuan: Guru menjelaskan bahwa hari ini akan membaca teks yang
menjelaskan lebih jauh tentang asal-usul orang Indonesia.
KEGIATAN INTI (50 MENIT)
●
Membaca
Nyaring: Peserta didik membaca teks "Nenek Moyang Kita"
secara bergantian.
●
Analisis
Peta Migrasi (Meaningful): Guru memandu peserta didik
untuk memahami gambar peta migrasi, menjelaskan arah panah dan gelombang
kedatangan.
●
Diskusi
Pemahaman: Peserta didik berdiskusi untuk menjawab pertanyaan:
"Menurut para ahli, dari mana manusia pertama datang ke wilayah
kita?", "Mengapa kita disebut bangsa campuran?".
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
●
Refleksi
(Mindful): "Setelah membaca teks ini, bagaimana pendapatmu tentang
keragaman suku di Indonesia?".
●
Rangkuman:
Guru menyimpulkan bahwa keragaman di Indonesia terbentuk melalui proses migrasi
yang sangat panjang.
●
Tindak
Lanjut: Menugaskan peserta didik untuk bertanya kepada orang tua
tentang asal-usul keluarga mereka untuk pertemuan selanjutnya.
●
Penutup:
Doa dan salam.
PERTEMUAN 3 (2 JP : 70
MENIT)
Topik: Menulis
Narasi "Asal-Usulku"
KEGIATAN
PENDAHULUAN (10 MENIT)
●
Pembukaan:
Salam, doa, presensi.
●
Apersepsi:
Beberapa peserta didik berbagi informasi menarik yang mereka dapatkan dari
orang tua tentang asal-usul keluarga.
●
Penyampaian
Tujuan: Guru menyampaikan bahwa informasi tersebut akan ditulis
menjadi sebuah cerita narasi.
KEGIATAN INTI (50 MENIT)
●
Penjelasan
Struktur Tulisan: Guru menjelaskan struktur
tulisan tiga paragraf: 1) Asal orang tua & kakek-nenek, 2) Alasan pindah
(jika ada), 3) Keinginan pribadi.
●
Menulis
Draf:
Peserta didik mulai menulis draf cerita "Asal-Usulku" berdasarkan
hasil wawancara dengan orang tua.
●
Menulis
Final: Setelah membuat draf, peserta didik menulis ulang ceritanya
dengan rapi di buku tulis.
○
Pembelajaran
Berdiferensiasi (Proses): Guru berkeliling memberikan
bimbingan, terutama dalam menyusun kalimat dan paragraf.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
●
Berbagi
Cerita: Beberapa peserta didik secara sukarela membacakan hasil
tulisannya di depan kelas.
●
Refleksi:
"Apa perasaanmu setelah mengetahui lebih banyak tentang asal-usul
keluargamu?".
●
Apresiasi:
Guru memberikan apresiasi kepada semua peserta didik yang telah menyelesaikan
ceritanya.
●
Penutup:
Doa dan salam.
PERTEMUAN 4 (2 JP : 70
MENIT)
Topik: Memahami
Akulturasi Budaya
KEGIATAN
PENDAHULUAN (10 MENIT)
●
Pembukaan:
Salam, doa, presensi.
●
Apersepsi:
Guru bertanya, "Siapa yang pernah makan lumpia? Tahukah kalian dari mana
asal makanan itu?".
●
Penyampaian
Tujuan: Guru menjelaskan bahwa hari ini akan membaca cerita tentang
bagaimana sebuah makanan bisa tercipta dari perpaduan dua budaya.
KEGIATAN INTI (50 MENIT)
●
Membaca
Teks:
Peserta didik membaca cerita "Kerja Sama yang Baik" secara
bergantian.
●
Diskusi
Kelompok (Meaningful): Dalam kelompok, peserta didik
mendiskusikan: "Apa masalah yang dialami A Joe dan Warsih?",
"Bagaimana mereka menyelesaikan masalah itu?", "Menurutmu, apa
itu perpaduan budaya?".
●
Presentasi
Hasil Diskusi: Setiap kelompok menyampaikan
kesimpulan dari diskusi mereka.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
●
Refleksi:
"Sebutkan contoh perpaduan budaya lain yang kalian tahu (bisa makanan,
pakaian, atau bangunan)!".
●
Rangkuman:
Guru menyimpulkan bahwa akulturasi atau perpaduan budaya menghasilkan hal-hal
baru yang unik dan memperkaya kebudayaan.
●
Tindak
Lanjut: Memberi gambaran tentang materi konjungsi antarkalimat.
●
Penutup:
Doa dan salam.
PERTEMUAN 5 (2 JP : 70
MENIT)
Topik:
Konjungsi Antarkalimat
KEGIATAN
PENDAHULUAN (10 MENIT)
●
Pembukaan:
Salam, doa, presensi.
●
Apersepsi:
Guru menulis dua kalimat terpisah: "A Joe berjualan lunpia. Tidak ada yang
membeli." Lalu bertanya, "Bagaimana cara menggabungkan dua ide ini
agar lebih enak dibaca?".
●
Penyampaian
Tujuan: Guru menjelaskan bahwa hari ini akan belajar menggunakan kata
penghubung antarkalimat.
KEGIATAN INTI (50 MENIT)
●
Penjelasan
Konsep: Guru menjelaskan fungsi beberapa konjungsi antarkalimat
(Setelah itu, Namun, Oleh karena itu, Bahkan) beserta contohnya.
●
Analisis
Gambar Seri: Guru menampilkan gambar-gambar
seri. Peserta didik diminta mengurutkannya secara logis.
●
Menulis
Cerita Bergambar (Joyful): Secara individu atau
berpasangan, peserta didik menulis cerita berdasarkan urutan gambar yang telah
mereka susun. Mereka diwajibkan menggunakan minimal tiga konjungsi antarkalimat
yang berbeda.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
●
Berbagi
Hasil: Beberapa peserta didik membacakan ceritanya.
●
Refleksi:
"Apakah penggunaan kata penghubung membuat ceritamu lebih mudah
dipahami?".
●
Tindak
Lanjut: Mengingatkan untuk membawa alat dan bahan untuk proyek kreatif
di pertemuan terakhir.
●
Penutup:
Doa dan salam.
PERTEMUAN 6 (2 JP : 70
MENIT)
Topik: Proyek
Kreatif: Kaus Lama Menjadi Baru
KEGIATAN
PENDAHULUAN (10 MENIT)
●
Pembukaan:
Salam, doa, presensi.
●
Apersepsi:
Guru menunjukkan gambar batik besurek dan kaus tie-dye. Guru bertanya,
"Apa persamaan dan perbedaan keduanya?".
●
Penyampaian
Tujuan: Guru menjelaskan bahwa hari ini akan berkreasi membuat hiasan
pada kaus, sebagai simbol percampuran yang menghasilkan sesuatu yang baru dan
indah.
KEGIATAN INTI (50 MENIT)
●
Demonstrasi:
Guru mendemonstrasikan langkah-langkah menghias kaus dengan pewarna alam
(melipat/mengikat kaus, menuangkan pewarna).
●
Proses
Kreatif (Joyful & Meaningful): Peserta didik mulai
berkreasi dengan kaus mereka masing-masing. Mereka bebas memilih teknik ikatan
dan kombinasi warna.
○
Pembelajaran
Berdiferensiasi (Produk): Setiap hasil karya akan unik
dan berbeda, mencerminkan kreativitas masing-masing peserta didik.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
●
Pameran
Karya: Peserta didik menjemur dan memamerkan hasil karyanya (meskipun
masih basah).
●
Refleksi
Bab 7 (Mindful): "Apa pelajaran terpenting
yang kalian dapat dari bab 'Asal-Usul' ini?".
●
Rangkuman:
Guru merangkum bahwa seperti halnya warna yang bercampur di kaus, percampuran
budaya membuat Indonesia menjadi bangsa yang indah dan unik.
●
Apresiasi:
Guru memberikan pujian atas kreativitas dan semangat belajar peserta didik.
●
Penutup:
Doa dan salam.
H.
ASESMEN PEMBELAJARAN
ASESMEN DIAGNOSTIK
●
Tanya
Jawab: Di awal bab, guru bertanya tentang suku asal dan lagu daerah
untuk mengetahui pengetahuan awal tentang keragaman.
●
Observasi:
Mengamati diskusi awal untuk memahami wawasan peserta didik tentang sejarah.
ASESMEN FORMATIF
●
Tanya
Jawab: Seputar materi, seperti “Apa itu rima?", "Apa fungsi
konjungsi 'Namun'?".
●
Diskusi
Kelompok: Penilaian keaktifan dan kemampuan menyampaikan pendapat saat
diskusi tentang akulturasi.
●
Latihan
Soal/Tugas Tulis:
○
Menandai rima pada lirik lagu.
○
Menulis cerita berdasarkan gambar
seri.
●
Observasi:
Pengamatan sikap menghargai pendapat teman yang berbeda asal-usul.
●
Produk
(Proses):
○
Draf tulisan narasi
"Asal-Usulku".
○
Urutan gambar seri yang logis.
ASESMEN SUMATIF
●
Produk
(Proyek):
○
Narasi
"Asal-Usulku": Penilaian berdasarkan
kelengkapan struktur, kedalaman informasi, dan kerapian tulisan.
○
Kaus
Hias:
Penilaian berdasarkan kreativitas, kerapian, dan keaktifan dalam mengikuti
proses.
●
Praktik
(Kinerja):
○
Membacakan
Cerita: Kemampuan membacakan cerita berdasarkan gambar seri dengan
intonasi yang sesuai.
●
Tes
Tertulis: Soal singkat di akhir bab yang berisi:
○
Menjawab pertanyaan pemahaman
dari teks singkat tentang budaya.
○
Melengkapi kalimat dengan
konjungsi antarkalimat yang tepat.
○
Menjelaskan secara singkat apa
itu akulturasi budaya.
Mengetahui,
Pulau
Raman, Juli 2026
Kepsek SDN NO.135/VI Pulau Raman Guru Kelas 4


SALABIAH,
S.Pd M.ABDUL
HARIS, S.Pd
NIP.
19680801 200701 2010 NIP.
19790410 199909 1001
Komentar
Posting Komentar