TUGAS MANDIRI MODUL PROFESIONAL
TUGAS
MANDIRI
MODUL
PROFESIONAL
Sejarah
Islam menunjukkan bahwa kepemimpinan yang berlandaskan keadilan dan akhlak
membawa kemajuan bagi umat, sehingga penting bagi guru PAI untuk menanamkan
nilai-nilai kepemimpinan yang berintegritas kepada peserta didik.
Selain
itu, peran zakat dan ekonomi Islam dalam kesejahteraan umat menunjukkan bahwa
Islam memiliki sistem ekonomi yang berkeadilan dan berpihak pada masyarakat
kecil.
Dakwah
yang inklusif dan berbasis budaya menjadi pendekatan yang lebih efektif dalam
menyebarkan Islam dengan damai, sebagaimana yang terjadi di Nusantar
Ayat
Muhkamat dan Mutasyabihat:
Ayat
muhkamat adalah ayat yang jelas maknanya dan pada umumnya berisi tentang
keagungan Allah serta ibadah, sedangkan mutasyabihat adalah ayat yang maknanya
samar dan dibutuhkan ilmu dan ketakwaan lebih untuk menggali makna yang ada di
dalamnya
Kriteria
Kesahihan Hadis:
Hadis
sebagai sumber hukum kedua dalam Islam memiliki kriteria ketat untuk memastikan
keasliannya Ilmu hadis, mengembangkan metode untuk meneliti sadad (rantai
periwayat) dan matan (isi) hadis. Kriteria Kesahihan Hadis sangat diperlukan
agar umat islam tidak salah dalam mengambil sumber hukum islam.
Moderasi
Beragama:
Moderasi
beragama menekankan pentingnya keseimbangan, toleransi, dan penghonatan
terhadap perbedaan dalam berdgama Ini relevan dalam masyarakat multikultural
untuk mencegah ekstremisme dan konflik Moderasi beragama mengajarkan untuk
bersikap adil, seimbang, dan taat pada konstitusi sebagai bentuk cinta tanah
air.
2. Materi/konsep apa saja dalam topik tersebut yang menurut anda menimbulkan
miskonsepsi/salah mengerti dari Topik 1 sd. Topik 8.
Topik 1 Mengungkap Esensi Ayat Muhkamat dan Mutasyabihat:
Miskonsepsi yang sering muncul adalah anggapan
bahwa ayat mutasyabihat tidak memiliki makna sama sekali dan bahwa setiap orang
bebas menafsirkannya sesuai keinginan, padahal kenyataannya ayat-ayat tersebut
memerlukan penafsiran lebih lanjut, bukan, berarti maknanya, sepenuhnya kabur,
dan penafsirannya memerlukan ilmu serta kebati-hatian. Karena ulama tafsir
telah mengembangkan metode khusus untuk memahaminya, sehingga tidak semua orang
memiliki kapasitas untuk melakukannya
topik 2
Kriteria Kesahihan Hadis:
Miskonsepsi
yang sering muncul adalah anggapan bahwa semua hadis, dalam kitab hadis adalah
sahih dan kesahihan hadis hanya dukur dari jumlah periwayat, padahal ilmu hadis
memiliki kriteria ketat yang melibatkan penelitian sanad dan matan untuk
menentukan kesahihan hadis, serta kualitas dan integritas periwayat sama pentingnya
dengan jumlahnya.
Miskonsensi yang sering muncul adalah anggapan bahwa gada, dan gadar meniadakan
kebebasan memilih manusia dan bahwa segala sesuatu adalah takdir yang tidak
bisa diubah. padahal gada dan gadar justru mengajarkan keseimbangan antara kehendak
Allah dan usaha manusia, di mana manusia tetap memiliki kebebasan memilih dan
bertanggung jawab atas perbuatannya, qadar memiliki aspek yang bisa diubah
melalui ikhtiar manusia, sementara gada adalah takdir yang sudah terjadi dan
tidak dapat diubah
Topik 4
Pembentukan Akhlak Karimah:
Miskonsepsi
yang sering muncul adalah anggapan bahwa akhlak karimah hanya dapat dicapai
melalui pembelajaran teori semata atau bahwa akhlak mulia adalah bawaan sejak
lahir, padahal pembentukan akhlak karimah merupakan proses panjang yang
melibatkan pendidikan, teladan, dan pembiasaan, aerta meskipun ada faktor
bawaan, akhlak karimah dapat dikembangkan secara sadar melalui usaha yang
berkelanjutan
Topik 5
Fikih Kontemporer:
Miskonsepsi
yang sering muncul adalah anggapan bahwa fikih banya, televan untuk masa lalu
dan fikih kontemporer berarti mengubah hukum Islam sesuai keinginan, padahal
fikih memiliki prinsip abadi yang penerapannya disesuaikan dengan konteks
zaman, dan fikih kontemporer bertujuan mencari solusi hukum Islam untuk masalah
baru dengan tetap berperang pada sumber utama
Topik 6
Transformasi Peradaban Islam:
Miskonsepsi
yang sering muncul adalah anggapan bahwa peradaban, Islam hanya berjaya di masa
lalu dan transformasi peradaban, Islam berarti meniru peradaban Barat, padahal
peradaban, Islam memiliki potensi untuk bangkit kembali dengan mengadaptasi
nilai-nilai universal Islam pada konteks zaman, dan transformasi peradaban
Islam harus didasarkan pada nilai-nilai Islam, bukan sekadar menicu peradaban
lain.
Topik
7 Pendidikan Nilai
dan Pendidikan Karakter:
Miskonsepsi
yang sering muncul adalah anggapan bahwa pendidikan nilai dan karakter hanya
tanggung jawab sekolah atau cukup dengan memberikan nasihat, padahal pendidikan
nilai dan karakter adalah tanggung jawab bersama keluarga, sckolah, dan
masyarakat setta memerlukan teladan, pembiasaan, dan lingkungan yang kondusif
Topik 8
Moderasi Beragama:
Miskonsepsi yang sering muncul adalah anggapan bahwa
moderasi beragama berarti mengurangi ajaran agama atau bersikap toleran
terhadap semua keyakinan, padahal moderasi beragama menekankan keseimbangan,
toleransi, dan penghormatan terhadap perbedaan, bukan mengurangi ajaran agama,
serta bukan berarti mencampuradukkan semua keyakinan, tetani menghormati hak
setiap orang untuk berkeyakinan.
.
. Mahasiswa
PPG
Ropi
Delwina
.
Komentar
Posting Komentar