PTK PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA MATERI JUJUR DAN MENEPATI JANJI KELAS IX SMP NEGERI 1 MERANGIN
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR
PADA MATERI JUJUR DAN MENEPATI JANJI KELAS IX SMP NEGERI 1 MERANGIN
DISUSUN OLEH :
NAMA : HABIBAH, S.Pd.I NIP : -
SMP NEGERI 1 MERANGIN
DINAS PENDIDIKAN DAN
KEBUDAYAAN KABUPATEN
MERANGIN
2021
HALAMAN PENGESAHAN
Judul penelitian :
Penerapan Model Problem Based Learning dalam
Meningkatkan Hasil Belajar pada
Materi Jujur dan Menepati Janji Kelas IX SMP
Negeri 1 MERANGIN
Yang
dipersiapkan dan disusun
oleh :
Nama : HABIBAH, S. Pd, I
NIP : -
Unit Kerja : SMP Negeri
1 MERANGIN
MERANGIN, Februari
2021 Kepala Sekolah
ABSTRACT
This research aimed to improve the
student’s learning outcomes of the IX grade SMP Negeri Merangin year of 2020/2021 in subjects by implementating Problem
Based Learning (PBL) model. This research is a classroom action research that included
in two cycle with 3 confluence every
cycle. Each cycle consist of
planning, acting, observing, and reflecting. The first and second cycle discussed the subject of the
honest and keep promises. The subject of this
research is the student of IX grade SMP Negeri 1 Merangin year
of 2020/2021 which consist of 24 students. The main technique in data collecting used test, and observation, meanwhile the proponent technique
used documentation. The result
of this research showed that the implementation of Problem Based Learning model can improve learning outcomes
student of IX grade in Islamic Religious Education and character subjects
start from pre-action, cycle I and cycle
II is 50,65 in preaction stage, increase to be 67,91 in cycle
I and became 83,75 in cycle II. The conclution of this research is the implementation of Problem Based
Learning (PBL) model can improve learning outcomes
student of IX grade SMP Negeri 1 Merangin
year of 2020/2021.
Key word : Classroom Action Research, Problem Based Learning, Learning
Outcomes of Student.
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta
didik kelas IX SMP Negeri
1 Merangin
tahun ajaran
2020/2021 pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Jenis
penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas
(PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan 3 kali pertemuan setiap siklusnya. Setiap siklus terdiri dari
beberapa tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan
tindakan, observasi dan refleksi. Siklus pertama dan kedua membahas
materi pokok Jujur
dan Menepati Janji. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta
didik kelas IX Tahun Ajaran 2020/2021 yang terdiri dari 24 peserta
didik. Teknik utama dalam
pengumpulan data dilakukan dengan cara tes dan observasi, sementara teknik pendukung dengan menggunakan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan
model pembelajaran Problem Based Learning (PBL)
dapat meningkatkan hasil
belajar peserta didik kelas IX mulai dari pratindakan, siklus I dan siklus II, yaitu 50,65 pada tahap
pratindakan meningkat menjadi 67,91 pada siklus I dan kembali meningkat menjadi
83,75 pada siklus II. Simpulan penelitian ini
adalah penerapan model pembelajaran Problem
Based Learning (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar
Pendidikan Agama Islam
dan Budi Pekerti
peserta didik kelas
IX SMP Negeri 1 Merangin.
Kata Kunci : Penelitian Tindakan
Kelas, Problem Based Learning
(PBL), Hasil Belajar
KATA PENGANTAR
Puji Syukur Kehadirat Allah SWT yang
telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya
sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan
Penelitian Tindakan Kelas yang
berjudul “Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning pada Materi Jujur Dan Menepati Janji Kelas
IX SMP Negeri 1 Merangin”.
Tujuan penulisan Penelitian Tindakan Kelas
ini dimaksudkan sebagai
acuan sistem pembelajaran peneliti agar lebih baik lagi dalam mengajar
Selama pembuatan PTK ini penulis menyadari telah banyak mendapat bantuan dan bimbingan dari semua pihak.
Oleh karena itu, dalam kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada:
1. Erida Simanungkalit, S. Pd. selaku kepala sekolah yang selalu memberikan
Doa, dukungan, dan motivasi kepada
guru-guru untuk membuat PTK.
2. Dewan guru, staf, dan peserta didik
siswi kelas IX SMPN 1 MERANGIN yang telah memberikan bantuan selama penulis
melakukan penelitian.
3. Keluarga tercinta
yaitu Orang Tua, adik-adik tercinta, serta keluarga
besar yang selalu memberikan
semangat, doa dan kasih sayang kepada penulis
sehingga termotivasi untuk menyelesaikan penulisan PTK ini.
4. Semua
pihak yang tidak mungkin disebutkan satu persatu yang sudah memberikan dukungan dan doanya selama ini.
Semoga amal baik dari semua pihak
mendapat pahala yang berlipat ganda dari Allah SWT. Penulis
menyadari bahwa PTK ini masih
jauh dari sempurna.
Oleh
karena itu, kritik dan saran yang
bersifat membangun sangat penulis harapkan. Dengan
segala kerendahan hati penulis berharap semoga PTK ini bermanfaat bagi semua pihak. Amin.
Tanjung Palas Utara, Februari
2021 Penulis,
HABIBAH, S.Pd.I
HALAMAN PENGESAHAN.................................................................... ii
KATA PENGANTAR.............................................................................. vii
DAFTAR GAMBAR................................................................................ xii
DAFTAR LAMPIRAN............................................................................ xiii
BAB I PENDAHULUAN......................................................................... 1
A.
Latar Belakang
Masalah................................................................. 1
B.
Identifikasi Masalah....................................................................... 2
C.
Batasan Masalah............................................................................. 2
D.
Rumusan Masalah.......................................................................... 2
E.
Tujuan Penelitian............................................................................ 2
F.
Manfaat Penelitian......................................................................... 3
BAB II LANDASAN TEORI................................................................... 4
A.
Hasil Belajar................................................................................... 4
B.
Model Pembelajaran Problem
Based Learning (PBL)................... 5
C.
Materi Belajar................................................................................. 7
BAB III METODE
PENELITIAN.......................................................... 12
A.
Metode Penelitian........................................................................ 12
B.
Setting Penelitian......................................................................... 12
C.
Subjek Penelitian.......................................................................... 12
D.
Teknik Pengumpulan Data........................................................... 12
E.
Teknik Analisis Data.................................................................... 13
F.
Rancangan Siklus Penelitian........................................................ 15
BAB IV HASIL
PENELITIAN DAN PEMBAHASAN....................... 18
A.
Gambaran Umum
Lokasi Penelitian............................................. 18
B.
Hasil Penelitian............................................................................. 18
C.
PEMBAHASAN......................................................................... 19
BAB V PENUTUP................................................................................... 24
A.
KESIMPULAN........................................................................... 24
DAFTAR PUSTAKA............................................................................... 26
DAFTAR TABEL
Table 1 Indikator
Hasil Belajar Peserta Didik...................................... 14
Table 2
Indikator Hasil Observasi.......................................................... 14
Table 3 Hasil Belajar Peserta
didik setiap siklus................................... 20
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1 Manfaat
Jujur...................................................................................... 8
Gambar 2 Jujur dalam Ujian............................................................................... 9
Gambar 3 Indahnya
menepati janji................................................................... 10
Gambar 4 menepati
janji hebat.......................................................................... 11
DAFTAR LAMPIRAN
LAMPIRAN 1 RPP............................................................................................. 27
LAMPIRAN 2
INSTRUMEN TES KOGNITIF............................................. 30
LAMPIRAN 3 NILAI POSTES
siklus 1........................................................... 35
LAMPIRAN 4 Tabel 2 Data Hasil Belajar Siswa (dari Hasil tes Tertulis
Pada Akhir Pelajaran)
Siklus I................................................................................................ 37
LAMPIRAN 5 NILAI POSTES
Siklus 2.......................................................... 38
LAMPIRAN 6 Tabel 3 Data Hasil Belajar Siswa (dari Hasil tes Tertulis
Pada Akhir Pelajaran) Siklus II.............................................................................................. 41
LAMPIRAN 7 LEMBAR OBSERVASI GURU SIKLUS I........................... 42
LAMPIRAN 8 LEMBAR
OBSERVASI PESERTA DIDIK SIKLUS 1...... 44
LAMPIRAN 9 LEMBAR
OBSERVASI GURU SIKLUS II......................... 47
LAMPIRAN 10 LEMBAR
OBSERVASI PESERTA DIDIK....................... 50
LAMPIRAN 11 FOTO DOKUMENTASI KEGIATAN................................. 52
BAB I PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah
Mata pelajaran Pendidikan Agama Islam
dalam konsep umum seringkali dipandang
sebagai mata pelajaran yang membosankan. Hal tersebut dapat kita lihat dari
adanya ketidak tuntasan peserta didik kelas IX SMPN 1 Merangin
saat ulangan harian pada masing-masing kompetensi dasar, sehingga
guru Pendidikan Agama Islam harus mulai mengembangkan sistem pembelajaran inovatif untuk membangkitkan minat peserta
didik terhadap pelajaran Pendidikan Agama
Islam.
Sehubungan dengan hal tersebut model
mengajar yang digunakan oleh guru hendaknya bervariasi sesuai dengan
tujuan dan materi yang diajarkan sehingga akan bisa membuat peserta
didik lebih bergairah
dalam belajar. Metode atau model
yang digunakan guru dalam interaksi belajar mengajar merupakan salah satu faktor
yang menentukan keberhasilan dan kelancaran proses pembelajaran. kendala
pembelajaran PAI yang dihadapi, seperti penguasaan kelas, menerapkan
model pembelajaran yang tepat, ketika
proses penjelasan, peserta didik cenderung pasif ketika proses pembelajaran berlangsung, peserta didik mengantuk
dan bosan saat guru menjelaskan
materi, serta hasil ulangan masih banyak yang belum mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang
diharapkan yaitu 78 keatas, 71% peserta didik
hasil ulangannya masih dibawah kriteria
ketuntasan minimal (KKM).
Berdasarkan kondisi tersebut peserta
didik membutuhkan inovasi model pembelajaran
baru untuk merangsang daya tarik peserta didik untuk meningkatkan hasil belajar PAI. Dalam konteks ini maka digunakan model pembelajaran Problem Based Learning.
Problem Based Learning merupakan suatu model pengajaran dengan pendekatan
pembelajaran peserta didik pada masalah autentik. Masalah autentik dapat diartikan sebagai suatu masalah yang
sering ditemukan peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.
Berdasarkan latar belakang yang telah
dipaparkan di atas, maka dilakukan penelitian
dengan judul: Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning pada Materi Jujur Dan Menepati
Janji Kelas IX SMP Negeri 1 Merangin
B.
Identifikasi Masalah
Memperhatikan
masalah diatas kondisi yang ada saat ini adalah:
1. Pembelajaran PAI dikelas kurang kreatif (cendrung
ceramah)
2. Model pembelajaran yang digunakan kurang
sesuai dengan materi
yang disampaikan
3. Rendahnya hasil belajar peserta
didik untuk pembelajaran PAI
C.
Batasan Masalah
Berdasarkan identifikasi masalah diatas,
dapat dibatasi masalah sebagai berikut:
1. Penerapan model pembelajaran Problem Based Learning dan
hasil belajar peserta
didik SMPN 1 Merangin
2. Penelitian dibatasi
pada peserta didik kelas IX
3. Mata pelajaran Pendidikan Agama Islam
dengan materi Jujur
dan Menepati Janji
D.
Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah di kemukakan diatas, maka rumusan
masalah dalam penelitian tindakan kelas ini adalah:
1. Apakah
penerapan model
pembelajaran Problem Based Learning
dapat meningkatkan hasil belajar peserta
didik?
2. Bagaimana penerapan
model pembelajaran Problem Based
Learning?
E.
Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah
di atas, maka tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui apakah pengaruh
penerapan model pembelajaran berbasis
masalah (problem based learning) terhadap peningkatkan hasil belajar peserta
didik pada materi ‘jujur dan menepati janji’.
F. Manfaat Penelitian
Penelitian yang akan peneliti lakukan di
SMPN 1 Merangin diharapkan dapat bermanfaat untuk :
1.
Bagi guru:
Untuk memperoleh sumbangan pemikiran
untuk pihak sekolah khususnya guru
Pendidikan Agama Islam dalam rangka perbaikan proses pembelajaran dan meningkatkan hasil belajar peserta
didik di SMPN 1 Merangin
2.
Bagi peserta
didik:
Untuk menjadikan peserta didik kelas IX
SMPN 1 Merangin memiliki hasil belajar
yang baik pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam
BAB
II LANDASAN TEORI
A.
Hasil Belajar
Hasil belajar adalah kemampuan yang dimiliki peserta didik setelah ia menerima pengalaman belajarnya. Setelah
suatu proses belajar berakhir, maka peserta didik memperoleh suatu hasil
belajar. Hasil belajar mempunyai peranan penting dalam proses pembelajaran. Tujuan utama yang ingin dicapai
dalam kegiatan pembelajaran adalah hasil belajar.
Hasil belajar digunakan untuk mengetahui sebatas mana peserta didik
dapat memahami serta mengerti materi tersebut.
Menurut Hamalik (2004: 31) hasil belajar adalah pola-pola perbuatan, nilai-nilai, pengetahuan-pengetahuan, sikap- sikap, apresiasi, abilitas,
dan keterampilan.
Menurut Dimyati dan Mudjiono (2013: 3)
“hasil belajar merupakan hasil dari
suatu interaksi tindak belajar dan
tindak mengajar. Dari sisi guru,
tindak mengajar diakhiri
dengan proses evaluasi
hasil belajar. Dari sisi peserta
didik, hasil belajar
merupakan berakhirnya penggal
dan puncak proses belajar”. Menurut
Hamalik (2004: 49) “mendefinisikan hasil
belajar sebagai tingkat penguasaan yang dicapai oleh
pelajar dalam mengikuti proses belajar mengajar
sesuai dengan tujuan pendidikan yang ditetapkan”. Sedangkan, Winkel (2009)
mengemukakan bahwa “hasil belajar merupakan
bukti keberhasilan yang telah dicapai
oleh seseorang”.
Hasil belajar merupakan pengukuran dari
penilaian kegiatan belajar atau proses belajar yang dinyatakan dalam symbol, huruf maupun kalimat yang menceritakan hasil yang sudah dicapai oleh
setiap anak pada periode tertentu. Menurut
“Susanto (2013: 5) perubahan yang
terjadi pada diri peserta didik, baik yang menyangkut aspek kognitif, afektif,
dan psikomotor sebagai
hasil dari belajar”.
Pengertian tentang hasil belajar
dipertegas oleh Nawawi (dalam Susanto, 2013:
5) yang menyatakan bahwa hasil belajar dapat diartikan sebagai tingkat keberhasilan peserta didik dalam
mempelajari materi pelajaran di sekolah yang
dinyatakan dalam skor yang diperoleh
dari hasil tes mengenal sejumlah
materi
pelajaran tertentu Menurut Sudjana (2009: 3)
“mendefinisikan hasil belajar peserta didik
pada hakikatnya adalah perubahan tingkah laku sebagai hasil belajar dalam pengertian yang lebih luas mencakup bidang kognitif, afektif dan psikomotor”.
Berdasarkan pengertian hasil belajar di atas, dapat penulis
simpulkan bahwa hasil belajar adalah suatu hasil yang
diperoleh peserta didik setelah peserta didik
tersebut melakukan kegiatan belajar dan pembelajaran serta bukti
keberhasilan yang telah dicapai oleh seseorang dengan melibatkan aspek kognitif, afektif
maupun psikomotor, yang dinyatakan dalam symbol, huruf maupun kalimat.
B.
Model Pembelajaran Problem Based Learning
(PBL)
1.
Pengertian Model Pembelajaran
Problem
Based Learning (PBL) adalah Model pembelajaran berbasis
masalah atau dikenal
dengan Problem Based Learning
(PBL) adalah model pembelajaran yang berpusat pada siswa dimana siswa berupaya
menemukan pemecahan masalah
dengan menggunakan informasi dari berbagai sumber serta pengalaman sehari-hari. Problem Based Learning (PBL) membiasakan
siswa untuk percaya diri dalam menghadapi masalah dengan membantu
siswa untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan keterampilan menyelesaikan masalah.
Model pembelajaran problem based learning (PBL) menurut
Ni Made adalah Model pembelajaran berbasis
masalah adalah pembelajaran yang mengajarkan siswa
bagaimana menggunakan konsep dan proses interaksi untuk menilai apa yang mereka ketahui,
mengidentifikasi apa yang ingin diketahui, mengumpulkan informasi dan secara kolaborasi mengevaluasi hipotesisnya berdasarkan data yang telah dikumpulkan. (2008:76)
Pengertian
tersebut mengandung arti bahwa penerapan model
pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dapat membantu siswa untuk belajar
menggunakan konsep apa yang mereka pahami dan mengumpulkan informasi
sebanyak- banyaknya. Dalam PBL
juga dibutuhkan kerjasama yang kuat antar siswa. Mereka akan bekerjasama dalam mengumpulkan informasi
dan menemukan hipotesis
permasalahan untuk kemudian secara
bersama-sama saling menukar
informasi untuk mencari
jalan keluar dari sebuah permasalahan yang sedang dianalisis.
2. Langkah Pembelajaran dengan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL)
Pembelajaran berdasarkan masalah
memiliki prosedur yang jelas dalam melibatkan siswa untuk mengidentifikasi
permasalahan. Menurut Mohammad Nur (Rusmono,
2014:81) langkah-langkah atau tahapan pembelajaran model Problem Based Learning
adalah sebagai berikut
:
1) Tahap 1 : Mengorganisasikan siswa kepada masalah.
2) Tahap 2 : Mengorganisasikan siswa untuk belajar.
3) Tahap 3 :
Membantu penyelidikan mandiri dan kelompok
4)
Tahap 4 : Mengembangkan dan mempresentasikan hasil karya serta
pameran
5)
Tahap 5 : Menganalisis dan mengevaluasi
proses pemecahan masalah Berdasarkan langkah
pembelajaran yang dikemukakan oleh Mohammad
Nur, penulis
menyimpulkan langkah-langkah atau sintaks dalam menggunakan model
PBL yaitu:
1)
Pengenalan masalah kepada siswa berdasarkan materi yang diajarkan
kepada siswa.
2)
Siswa diorgaisasikan dalam beberapa
kelompok untuk melakukan diskusi dalam penyelesaian masalah.
3)
Hasil analisis kelompok siswa dipresentasikan kepada
kelompok siswa yang lain.
4)
Guru membantu siswa untuk
melakukan refleksi mengenai
hasil penyelidikan yang dilakukan oleh siswa.
3. Kelebihan
dan Kelemahan
Model Pembelajaran
Problem Based Learning
(PBL)
Secara umum terdapat kelebihan serta kekurangan dalam setiap model pembelajaran, begitu pula dengan model
pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Kelebihan dan kekurangan model pembelajaran berdasarkan masalah menurut Sanjaya
(2006:220) akan penulis
jabarkan sebagai berikut:
1) Kelebihan
Model Pembelajaran
PBL
a)
Pemecahan masalah merupakan teknik
yang bagus untuk memahami isi pembelajaran.
b)
Pemecahan masalah dapat merangsang kemampuan siswa untuk menemukan pengetahuan baru bagi mereka.
c)
Pemecahan masalah dapat meningkatkan aktivitas
belajar siswa.
d)
Pemecahan masalah dapat membantu
siswa mengembangkan pengetahuannya serta dapat digunakan sebagai
evaluasi diri terhadap
hasil maupun proses belajar.
e)
Pemecahan masalah dapat membantu
siswa untuk berlatih berfikir dalam menghadapi sesuatu.
f)
Pemecahan masalah dianggap
menyenangkan dan lebih digemari siswa.
g)
Pemecahan masalah memberi kesempatan
siswa untuk mengaplikasikan pengetahuan mereka dalam kehidupan nyata.
2)
Kelemahan dari Model
Pembelajaran Problem Based Learning
(PBL) adalah sebagai
berikut :
a)
Persiapan pembelajaran
yaitu mengenai
alat dan konsep yang kompleks.
b)
Sulitnya Mencari Problem
yang Relevan.
c)
Konsumsi Waktu.
3.Manfaat Pembelajaran Problem Based Learning (PBL)
Menurut
Sudjana “manfaat khusus yang diperoleh dari metode Dewey adalah metode pemecahan masalah. Tugas
guru adalah membantu para peserta didik merumuskan tugas-tugas, dan bukan menyajikan tugas-tugas pelajaran. Objek
pelajaran tidak dipelajari dari buku, tetapi
dari masalah yang ada di sekitarnya
C.
Materi Belajar
Materi jujur dan
menepati janji
1. Memahami Perilaku
Jujur
Jujur berasal
dari Bahasa Arab yaitu ash shidiqu yang berarti memiliki arti nyata atau berkata benar.
Artinya kejujuran merupakan bentuk kesesuaian antara
ucapan dan perbuatan atau antara
informasi dan kenyataan. Istilah ini juga dijadikan julukan untuk Nabi Muhammad Saw. yaitu sidqiq Yang memiliki arti atau sifat jujur. Ada sebuah hadist mengatakan bahwa
orang munafik adalah orang yang berkata dusta. Perhatikan hadist berikut ini:
Dari abu Hurairah r.a. : “ Sesungguhnya
Rasulullah saw. telah bersabda tanda-tanda orang munafik ada tiga perkara
yaitu apabila berkata,dia berdusta;apabila dia berjanji,dia mengingkari;dan apabila diberi
kepercayaan,dia mengkhianati.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Allah SWT secara tegas memerintahkan
orang-orang yang beriman untuk berkata benar. Perhatikan surah Al Ahzab/33:70 berikut :
س ِديدًا
وقُولُوا قَ ْو ًل
َّللا
ا أَيُّ َها الَ ِذي َن آ
َمنُوا اتَقُوا
Artinya : “wahai
orang-orang yang beriman!
Bertakwalah kamu kepada
Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar.”
(QS. Al ahzab 33:70)
l Hidup menjadi
lebih mudah.
l Dipercaya banyak
orang.
l Membimbing kita kepada kebaikan
dan surga.
l Memberi pahala.
l
Membebaskan kita dari golongan
orang-orang munafik 3.Penerapan Perilaku Jujur
l Jujur dalam niat.
l Jujur dalam perkataan.
l Jujur dalam perbuatan
Contoh penerapan sikap jujur dikehidupan sehari hari antara
lain:
l Tidak menyontek
ketika ujian.
l Tidak melakukan
titip absen kepada
temannya demi bisa membolos.
l Tidak malu bertanya kepada
guru
apabila belum memahami materi pembelajaran yang disampaikan.
l Membayar harga barang yang dibeli sesuai
ketentuan kantin sekolah.
l
Hikmah Berperilaku Jujur
l Perasaan enak dan hati tenang.
l
l Selamat dari azab dan bahaya.
l Dijamin masuk surga.
l Dicintai Allah SWT dan Rasul-Nya.
Janji
adalah ucapan seseorang
kepada orang lain yang menyatakan kesediaan dan kesanggupan untuk berbuat. Janji adalah hutang,
hutang akan diminta
pertanggungjawabannya sampai diakhirat. menepati janji merupakan
wujud memuliakan, menghormati dan menghargai sesama
manusia. orang yang selalu menepati
janji akan mudah menjalin hubungan silaturahmi dengan orang lain. dalam kehidupan
ini, manusia selalu terikat
oleh pergaulan dengan
orang lain. dengan
kata lain manusia
selalu membutukan orang
lain. pergaulan harus dilandasi akhlak mulia. makin mulia akhlak
seseorang. akan makin besar pula kehormatan dan kewibawaanya dimasyarakat.
perhatikan hadist berikut:
Dari abu hurairah r.a berkata,
Rasulullah Saw bersabda: "Sesungguhnya yang terbaik diantara kamu adalah siapa yang paling
baik menunaikan janji."
Seorang mukmin harus menunaikan janji
dengan sebaik-baiknya. Allah SWT.
mengancam orang orang yang melanggar janji dengan azab yang pedih. Firman Allah Swt dalam al-Qur'an
surat Ali Imran/3ayat77 di bawah ini
ْو َم ا ْل ِق َيا َم ِة
ُر إِلَ ْي ِه ْم
َي ْن و َل
ّللاُ
و َل يُ َك ِل’ ُم ُه ُم
خ ََل َق لَ ُه ْم فِي ا
ْْل ِخ َرةِ
ِلي ًَل أُو َٰلَ ِئ َك ل
وأَ ْي َمانِ ِه ْم ثَ َمنًا
ِّللا
ِإ َن الَ ِذي َن َي ْشتَ ُرو َن بِ َع ْه ِد
ب أَ ِلي ˚م
عذَا
ولَ ُه ْم
و َل يُ َز ِ’كي ِه ْم
a.
Keutamaan Menepati Janji
Ø Tergolong dalam manusia berakal.
Ø Termasuk golongan
Nabi Muhammad SAW.
Ø Termasuk golongan
orang-orang bertaqwa.
Ø Bukan golongan
orang munafik.
Ø Menempati surga Firdaus.
Ø Dapat dipercaya
orang.
Ø Mendapat nilai religius.
Ø Mendapatkan keberkahan kehidupan.
Ø Mendapatkan nilai-nilai kehidupan.
c.
Contoh penerapan prilaku
menepati janji
A. Sekolah
Ø Belajar dengan
tekun
Ø Tidak pernah terlambat
ke sekolah B. Keluarga
Ø Menghormati ayah dan ibu
Ø Membantu orangtua setelah
berjanji C. Masyarakat
Ø Menggunakan hak pilih pada saat
pemilu
Ø Mengikuti aksi bela negara
BAB
III METODE PENELITIAN
A.
Metode Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian
tindakan kelas (PTK) yang bertujuan memperbaiki
mutu pembelajaran di kelas. Hasil penelitian ini kemudian dibuat laporan sesuai dengan kondisi nyata yang
dilakukan peneliti dikelasnya. Adapun pelaksanaan penelitian ini sekurang-kurangnya dilakukan minimal 2 siklus.
Dengan tiga kali pertemuan ditiap
siklusnya. Hasil refleksi
dari siklus 1 sangat menentukan bentuk siklus berikutnya, karena hasil refleksi harus
digunakan sebagai bahan masukan untuk perencanaan siklus
berikutnya.
B. Setting Penelitian
Setting
penelitian merupakan lokasi dimana penelitian dilakukan, dan waktu adalah mengenai kapan dan berapa lama waktu yang digunakan untuk penelitian dari awal hingga akhir.
Tempat:
Penelitian
dilakukan di SMPN 1 Merangin
Waktu
Waktu
pelaksanan penelitian 23 Februari 2021, semester genap tahun pelajaran
2020/2021.
C.
Subjek Penelitian
Subjek penelitian ini adalah peserta
didik di kelas IX SMPN 1 Merangin, jumlah peserta didik tahun pelajaran 2021-2022 sebanyak 24 peserta didik yang tediri dari laki-laki
11 dan perempuan 13.
D.
Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data dalam penelitian
ini adalah:
Observasi guru pada KBM, data diperoleh
dari lembar observasi guru pada KBM
yang diisi oleh guru sejawat yang bertindak sebagai observer dengan cara mengamati peneliti yang bertindak sebagai
guru yang mengajar di kelas dengan mencheklist setiap aspek yang dinilai pada setiap pertemuan.
1.
Observasi aktivitas peserta didik
belajar PAI, data diperoleh dari
lembar observasi aktivitas belajar PAI peserta didik yang diisi oleh guru bidang studi yang
bertindak sebagai observer dengan
mencheklist setiap aktivitas yang dinilai pada setiap pertemuan.
2.
Dokumentasi, dokumentasi diperoleh
dengan cara mengambil gambar segala bentuk
aktivitas peserta didik pada saat proses belajar mengajar
berlangsung.
Data yang sudah
terkumpul, kemudian didiskusikan dan dianalisis oleh peneliti dan guru
bidang studi untuk perencanaan tindakan
pada siklus berikutnya.
E.
Teknik Analisis Data
Adapun teknik analisis
data yang dilakukan
dalam penelitian adalah
sebagai berikut:
1. Data Tes
Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM)
bidang studi Pendidikan Agama Islam kelas IX SMPN 1 Merangin adalah 78. Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar pada siklus I dan siklus II,
serta peningkatan presentasi belajar maka digunakan rumus sebagai berikut:
a.
Rata-rata Nilai
Ket:
∑x = Nilai peserta
didik.
N = Jumlah peserta
didik.35
b.
Persentase Ketuntasan Belajar
Ket:
KB = Persentase Ketuntasan Belajar.
F = Jumlah Peserta didik yang mendapat nilai diatas 78 N =
Jumlah Seluruh Peserta
didik.
Adapun acuan yang digunakan untuk mengetahui kriteria
hasil belajar adalah
sebagai berikut :
Tabel 1
Indikator hasil belajar
peserta didik
|
Rentang |
Nilai |
Keterangan |
|
85-100 |
A |
Sangat baik |
|
70-84 |
B |
Baik |
|
55-69 |
C |
Cukup Baik |
|
40-54 |
D |
Kurang Baik |
Table 1 Indikator Hasil
Belajar Peserta Didik
2. Data Observasi
Data observasi yang diperoleh digunakan
untuk merefleksi tindakan
yang telah dilakukan dan diolah secara
deskriptif dengan menghitung:
Skor Pengamatan Setiap Aspek Yang Diamati
pada lembar observasi guru dan peserta didik:
Tabel 2 Indikator Hasil Observasi
|
No |
Kriteria |
|
1 |
Baik (B) |
|
2 |
Cukup (C) |
|
3 |
Kurang(K) |
1. Baik bila mendapatkan nilai 81
sampai dengan 100
2. Cukup bila mendapatkan nilai 61 sampai dengan
80
3. Kurang baik bila mendapatkan nilai kurang dari 61.
3. Dokumentasi
Adalah
ditunjukan untuk memperoleh data langsung dari tempat penelitian, meliputi foto-foto, data yang relevan, guru-guru, peserta
didik serta benda-benda atau alat-alat
yang dapat menjadi penunjang penelitian.
F. Rancangan Siklus Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan
kelas (classroom action research) dengan
model Pembelajaran Problem Based Learning
(PBL) mencoba untuk memperbaiki proses
belajar mengajar di dalam kelas tersebut.
Menurut Suharsimi
Arikunto “Penelitian tindakan
kelas atau lebih dikenal dengan
Action Research adalah sebuah kegiatan penelitian yang dilakukan di kelas
Penelitian tindakan kelas
berkembang dari penelitian tindakan. Oleh karena
itu, untuk memahami pengertian PTK perlu kita telusuri
pengertian penelitian tindakan. Menurut
Kemmis, penelitian tindakan adalah suatu bentukpenelitian reflektif dan kolektif yang dilakukan oleh peneliti
dalam situasi sosial untuk meningkatkan penalaran praktik sosial mereka.
Metode
penelitian yang digunakan
adalah penelitian tindakan
kelas. Penelitian tindakan
kelas (PTK) yaitu suatu penelitian yang dikembangkan berdasarkan permasalahan yang muncul dalam kegiatan
pembelajaran yang bertujuan untuk memperbaiki dan
meningkatkan proses belajar mengajar di kelas.
Dengan demikian, prosedur
langkah-langkah pelaksanaan penelitian ini akan mengikuti prinsip-prinsip dasar penelitian
tindakan yang telah umum dilakukan. Pada penelitian tindakan kelas ini terdiri dari empat rangkaian kegiatan yang dilakukan dalam
siklus berulang, pada penelitian ini peneliti menggunakan dua siklus. Prosedur penelitian ini tersebut
terdiri dari empat tahap kegiatan setiap siklus, yaitu:
1. Perencanaan (planning)
Dalam tahap ini
peneliti merencanakan dengan merumuskan pertanyaan apa, mengapa, kapan, dimana, oleh siapa, dan bagaimana tindakan
dilakukan.
2. Tindakan (acting)
Pada tahap ini peneliti melaksanakan apa
yang telah direncanakan pada tahap perencanaan.
3. Pengamatan (observing)
Peneliti melakukan pengamatan pada
peserta didik selama proses belajar mengajar berlangsung dengan lembar observasi.
4. Refleksi (reflection)
Pada tahap ini peneliti beserta guru
menganalisis data yang telah diperoleh dari kegiatan
belajar mengajar yang dilaksanakan sesuai dengan tujuan yang direncanakan. Hal ini kemudian dianalisis dan akan digunakan
untuk merencanakan tindakan
selanjutnya.
Secara rinci prosedur penelitian untuk
setiap siklus dapat diuraikan sebagai berikut :
Siklus I
a. Tahap Perencanaan Tindakan
1).
Menyiapkan program pembelajaran berupa rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dengan
menggunakan model Problem Based Learning (PBL).
2).
Menentukan materi yang akan
diajarkan untuk setiap pertemuan.
3).
Membuat instrumen-instrumen
penelitian, yaitu lembar observasi
guru pada KBM, lembar observasi aktivitas belajar
Pendidikan Agama Islam, , lembar kerja peserta
didik peserta didik (LKPD) serta lembar
soal pada akhir siklus ini.
b. Tahap Pelaksanaan Tindakan
1).
Guru memberikan penjelasan mengenai
materi dan langkah- langkah model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) kepada peserta didik
2).
Guru melakukan proses pembelajaran dengan menggunakan metode diskusi dengan menggunakan LKPD
3).
Guru memonitor kegiatan-kegiatan
peserta didik pada saat proses
pembelajaran
4).
Pada akhir pembelajaran guru dan peserta didik bersama-sama menyimpulkan materi pelajaran
5).
Guru memberikan Postest
kepada peserta didik
6).
Guru memberikan tugas kepada
peserta didik pada materi yang akan dibahas
selanjutnya
c. Tahap observasi
1). Observer (guru bidang studi) mencatat secara detail aktivitas guru dan peserta didik di kelas
pada format observasi.
d. Tahap Refleksi
Pada tahap ini guru bidang studi PAI melakukan
refleksi. Refleksi dilakukan untuk mengkaji dan memproses data yang didapat saat dilakukan
pengamatan atau observasi tindakan.
Kemudian hasil refleksi
digunakan untuk perbaikan pada tahap perencanaan siklus II
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A.
Gambaran Umum Lokasi Penelitian
Penelitian ini berlokasi di SMP Negeri 1
Merangin.
Sekolah ini terletak di jalan UPT.
Pimping RT.01 Kecamatan Tanjung Palas Utara. Tenaga pengajar berjumlah 11 orang dan jumlah seluruh kelas di SMP
Negeri 1 sebanyak 5 kelas. Jumlah
seluruh peserta didik pada tahun ajaran 2020/2021 sebanyak 122 peserta didik. Khusus kelas IX yang diberi
tindakan peserta didiknya berjumlah 24 orang
serta dari pihak sekolah sebagai observator selama penelitian berlangsung adalah bapak Habibah, S. Pd. I. Selaku
guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam
dan Budi Pekerti.
B. Hasil Penelitian
Penelitian ini terdiri dari dua siklus.
Siklus pertama terdiri dari tiga kali pertemuan,
siklus kedua juga terdiri dari tiga kali pertemuan. Pada setiap siklus dilakukan tes awal dan tes akhir untuk
mengetahui kemampuan peserta didik atau hasil
belajar peserta didik, kemudian dianalisis untuk mengetahui sejauh mana peningkatan hasil belajar peserta didik per siklus.
Adapun
hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah hasil observasi, hasil belajar
peserta didik. Hasil penelitian pada setiap siklus dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Siklus Pertama
Untuk mengetahui peningkatan hasil
belajar dilakukan post test kepada seluruh
peserta didik untuk kemudian dibandingkan dengan nilai dasar yang sudah didapat berdasakan hasil pretest yang
dilakukan pada awal siklus. Pada siklus ini nilai rerata
pretest peserta didik adalah
36,25% dan setelah
dilakukan post test nilai reratanya naik menjadi 67,910%, untuk nilai peningkatan hasil belajar peserta
didik terlampir di halaman 40 pada lampiran
5. Akan tetapi, walaupun
mengalami kenaikan guru harus
tetap melakukan perbaikan pada siklus selanjutnya. Karena hasil yang didapat belum memenuhi standar
yaitu 78 sesuai dengan KKM sekolah tersebut.
2. Siklus II
Selanjutnya pada akhir tindakan,
guru memberikan post test untuk mengukur
kemampuan kognitif peserta didik selama kurang lebih 40 menit. Hasil rerata post test pada materi Jujur dan Menepati
Janji ini adalah 83,75% dan ini dapat
dilihat pada lampiran
11 dihalaman 44. Karena pada siklus ini nilai rerata peningkatan hasil belajar peserta didik telah mengalami
peningkatan sehingga tidak
perlu melanjutkan tindakan
ke siklus berikutnya
C. PEMBAHASAN
Model pembelajaran Problem Based Learning adalah suatu pembelajaran yang mengelompokkan peserta didik ke dalam beberapa
kelompok
Suprihatiningrum (2014:215) Pembelajaran berdasarkan masalah
terdiri dari lima langkah
utama yang dimulai dengan guru memperkenalkan peserta didik dengan
suatu situasi masalah
dan diakhiri dengan
penyajian dan analisis
hasil kerja peserta didik. Yaitu; Mengorientasi peserta didik pada masalah,
Mengorganisasi peserta didik untuk belajar, Membimbing penyelidikan individual maupun kelompok, Mengembangkan dan menyajikan hasil karya dan Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah.
Data kondisi awal dalam penelitian
tindakan kelas ini diperoleh setelah peneliti melakukan
observasi dan tes pada pratindakan. Kemudian dari hasil pratindakan diketahui beberapa permasalahan dalam pembelajaran PAI Pada materi
Jujur dan Menepati Janji di kelas IX, permasalahan yang harus segera
diatasi adalah masih rendahnya hasil belajar peserta didik dengan rata-rata kelas 50,65.
Dari data pratindakan tersebut, kemudian
dilaksanakan tindakan dengan menerapkan model
pembelajaran Problem Based Learning pada siklus I dan siklus
II. Berikut merupakan deskripsi hasil penelitian yang
didapatkan peneliti selama melaksanakan
penelitian dengan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning
Deskripsi Siklus
I dan Siklus II
Setelah menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning, pada hasil belajar peserta didik kelas IX dapat
diketahui hasil belajar peserta didik yang
dapat digambarkan pada tabel berikut ini :
Tabel 3. Hasil Belajar Peserta
didik Setiap Siklus
|
Tahap |
Nilai Rata-rata Hasil
Belajar Peserta didik |
|
Pratindakan |
50,65 |
|
Siklus I |
67,91 |
|
Siklus II |
83,75 |
Table 3 Hasil Belajar Peserta didik setiap
siklus
Berdasarkan tabel 2 tersebut, dapat
terlihat bahwa terdapat peningkatan rata-rata
nilai hasil belajar mulai dari pratindakan, siklus I, hingga siklus II. Pada pratindakan, nilai rata-rata peserta didik
hanya mencapai 50,65 hal ini masih jauh dibawah
kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang telah ditentukan di SMP Negeri 1 Tanjung Palas Utara yaitu 78.
Kemudian, dilaksanakan penelitian tindakan kelas dengan penerapan model pembelajaran Problem Based Learning pada
siklus I yang menunjukkan peningkatan hasil belajar peserta
didik menjadi 67,91, hal ini sebenarnya belum mencapai indikator capaian penelitian yaitu >78 akhirnya peneliti
bersama dengan guru kolaborator merasa perlu melanjutkan pelaksanaan
siklus II, dari siklus II diketahui bahwa rata-rata hasil belajar peserta
didik meningkat menjadi
83,75.
Adanya peningkatan rata-rata hasil belajar peserta
didik juga didukung
dengan adanya peningkatan jumlah peserta didik yang mengalami ketuntasan
hasil belajar. Dari 24 peserta didik, pada saat pratindakan yang mengalami ketuntasan hasil belajar hanya berjumlah 7 peserta didik dengan presentase 31,7%, kemudian pada siklus I jumlah peserta
didik yang mengalami
ketuntasan hasil belajar
meningkat menjadi 10 peserta didik dengan presentase 41,7%, dan pada
siklus II jumlah peserta didik yang mengalami
ketuntasan belajar meningkat
kembali menjadi 19 peserta didik
dengan presentase 79,1%.
Dari keseluruhan tahap penelitian, mulai
dari pratindakan, siklus I hingga siklus II dilaksanakan evaluasi
belajar secara bertahap. Pada saat melakukan pratindakan, dilaksanakan evaluasi belajar peserta didik dengan rata-rata
hasil
belajar peserta didik 50,65. Setelah dilakukan tindakan
pada siklus I, hasil belajar peserta
didik menunjukkan kenaikan dengan rata- rata kelas 76,91. Hasil ini belum mencapai target yang telah ditetapkan
yaitu skor rata-rata peserta didik >78, dan
hasil ini belum maksimal dan perlu dilaksanakan tindakan pada siklus II
untuk meningkatkan hasil belajar
peserta didik. Kemudian rata-rata hasil belajar peserta didik pada siklus II akhirnya meningkat menjadi 83,75. Hasil ini
telah mencapai target skor yang ditetapkan yaitu >78.
Adanya pembentukan kelompok secara
heterogen dan keterlibatan peserta didik
dalam menganalisis masalah dan mencari solusi permasalahan membantu peserta didik untuk lebih memahami materi yang sedang dibahas, sebab
mereka dapat aktif membaca, mencari
berbagai informasi guna memperdalam materi dan
berdiskusi dengan teman sebaya. Dalam kegiatan diskusi
yang dibuat secara heterogen
ini, terdapat perbedaan kemampuan kognitif peserta didik pada tiap kelompok sehingga peserta didik yang lebih
pintar dapat membantu peserta didik dalam kelompoknya untuk memahami materi yang sedang
dipelajari.
Meskipun secara keseluruhan ketuntasan hasil belajar peserta didik
dan nilai rata-rata kelas IX mengalami
peningkatan, tetapi apabila dilihat melalui
hasil belajar yang diperoleh
setiap peserta didik, menunjukkan
bahwa tidak semua peserta didik mengalami peningkatan pada setiap siklusnya. Berdasarkan perhitungan hasil belajar dari pratindakan, siklus I dan siklus
II, dari 24 peserta didik
kelas IX terdapat 4 peserta didik yang turun pada siklus I dan naik pada
siklus II dan 3 peserta didik yang
mengalami kenaikan hasil belajar pada siklus I namun menurun pada siklus II.
Adanya peserta didik yang mengalami
peningkatan dan penurunan tersebut dipengaruhi
oleh berbagai faktor. Karakteristik setiap peserta didik yang yang berbeda-beda mengakibatkan perbedaan hasil
yang diperoleh dari setiap peserta didik
juga berbeda. Bisa diamati bahwa adanya hasil belajar peserta didik yang turun tersebut, dikarenakan peserta didik
yang bersangkutan kurang tertarik dalam pelaksanaan
model pembelajaran Problem Based Learning
(PBL), mereka terlihat kurang
antusias saat kegiatan diskusi dan kurang fokus pada penjelasan dari guru. Oleh sebab itu, dalam pembelajaran di kelas, guru dapat menggunakan model
pembelajaran lain yang lebih variatif dan inovatif untuk
memperoleh hasil yang lebih baik.
Dari penelitian yang dilakukan peneliti
bersama guru kolaborator dengan penerapan
model pembelajaran Problem Based Learning
(PBL) tersebut, terlihat bahwa
pembelajaran dengan menggunakan model Problem
Based Learning (PBL) yang telah
diterapkan mempunyai beberapa kelebihan dan kelemahan seperti yang diutarakan Sanjaya di atas. Kelebihan
tersebut diantaranya, peserta didik dapat memahami
isi pembelajaran dengan baik karena mereka selalu terpacu
untuk membaca materi dan PBL dapat membantu
peserta didik mengembangkan pengetahuannya serta
dapat digunakan sebagai evaluasi diri terhadap hasil maupun proses belajar, terbukti dengan adanya
peningkatan hasil belajar selama tindakan. Adapun
kelemahannya adalah konsumsi waktu, sebab model pembelajaran ini membutuhkan waktu yang tidak sedikit.
Penelitian Tindakan Kelas dengan model
pembelajaran Problem Based Learning (PBL)
ini sesuai dengan teori belajar konstruktivisme,PBL mendorong peserta didik mengkonstruksi
pengetahuannya sendiri melalui permasalahan nyata yang membutuhkan suatu pemecahan masalah.
Dari beberapa teori konstruktivisme, yang paling sesuai dari proses pembelajaran yang telah dilaksanakan adalah teori konstruktivisme
menurut Vygotski, sebab ketika peserta didik terlibat
dalam kegiatan diskusi yang dilaksanakan pada tiap siklusnya, mereka akan saling
bertukar pendapat dan informasi, sehingga konsep dari materi tersebut dapat
ditemukan peserta didik. Konstruktivisme Vygotski
memandang bahwa pengetahuan dikonstruksi secara
kolaboratif antar individual dan keadaan tersebut dapat disesuaikan oleh setiap individu. Ini berarti bahwa konstruktivisme Vygotski
lebih menekankan pada penerapan teknik saling tukar pendapat dan gagasan
antar individu dalam kegiatan kelompok
sehingga peserta didik dapat menemukan
konsep secara mandiri, seperti halnya yang dilakukan peserta didik kelas
IX pada kegiatan diskusi.
Dari hasil tindakan, pengamatan dan
pembahasan dapat ditarik kesimpulan bahwa penerapan
model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar
peserta didik pada materi Jujur dan menepati Janji kelas
IX SMP Negeri 1 Merangin pada mata pelajaran
Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
tahun ajaran 2020/2021.
BAB V PENUTUP
A.
Kesimpulan
Hasil penelitian menunjukkan bahwa
peserta didik lebih paham tentang materi
Jujur dan Menepati Janji yang diterapkan melalui model Problem Based Learning (PBL)
sehingga berakibat pada peningkatan hasil belajar peserta didik, terbukti dengan nilai rata-rata kelas
IX yang mengalami peningkatan tiap siklusnya. Pada tahap pratindakan, nilai rata-rata hasil belajar peserta
didik yang diperoleh adalah
50,65, kemudian pada siklus I mengalami peningkatan dengan nilai rata-rata
hasil belajar 67,91, dan pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 83,75. Hasil ini telah mencapai target skor yang ditetapkan yaitu >78. Meskipun
secara keseluruhan ketuntasan hasil belajar peserta
didik mengalami kenaikan, namun ada beberapa peserta didik yang mengalami penurunan.
Jumlah
peserta didik yang mengalami peningkatan tiap siklusnya adalah 10 peserta didik atau sebesar 71,05%. Sementara jumlah peserta didik yang mengalami penurunan
pada siklus I dan meningkat kembali pada siklus II sebanyak 4 peserta didik atau 10,52%. Sedangkan jumlah
peserta didik yang mengalami peningkatan pada
siklus I dan menurun pada siklus II sebanyak
3 peserta didik atau 18,42%. Dengan demikian,
penggunaan satu model pembelajaran saja tidak dapat mengoptimalkan
hasil belajar peserta didik secara keseluruhan. Untuk itu, guru perlu memnggunakan model pembelajaran yang
lain agar pembelajaran di kelas lebih bervariatif.
B. Saran
Berdasarkan penelitian yang telah
dilaksanakan di kelas IX SMP Negeri 1 Merangin tahun ajaran 2020/2021, peneliti menyampaikan saran sebagai
berikut :
1.
Bagi Guru
a.
Guru
diharapkan mampu menerapkan variasi model pembelajaran dalam proses
mengajar di kelas, sehingga peserta
didik tidak mengalami
kejenuhan dengan satu model saja secara terus-menerus.
b.
Guru hendaknya mampu memanajemen waktu dan mengelola kelas dalam
kegiatan pembelajaran. Sehingga tahap- tahap pengajaran yang sudah direncanakan dapat berjalan dengan
efektif sesuai dengan yang diharapkan dan tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan
baik..
2.
Bagi Peserta didik
a.
Peserta didik hendaknya tidak
terpaku pada satu sumber belajar yaitu buku
paket, tetapi peserta didik juga berusaha untuk mencari sumber belajar yang lain misalnya internet
untuk menambah wawasan.
b.
Peserta didik hendaknya lebih
bersungguh-sungguh dalam mengikuti proses pembelajaran di kelas dan fokus
pada penjelasan guru serta aktif pada
kegiatan diskusi kelompok.
3.
Bagi Sekolah
a.
Sekolah hendaknya membuat kebijakan
kepada guru untuk melakukan PTK agar
guru selalu termotivasi dalam menciptakan perbaikan secara berkesinambungan dalam proses
pembelajaran di kelas.
DAFTAR PUSTAKA
Abbas,
Nurhayati.Penerapan Model Pembelajaran Berdasarkan Masalah (problem based Instruction) dalam pembelajaran matematika di SMU. dalam Jurnal Pendidikan dan kebudayaan Jakarta,
Februari2004 Tahun ke-10, No.05
Arif Jouhar Tontowi,
2019. Penelitian Kuantitatif dan Analisis Data Menggunakan SEM. Surabaya : Puistaka Radja.
Arikunto, Suharsimi, 2008. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta
: Bumi Aksara..
Dimyanti dan Mujiono.
(2006). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: PT.Rineka Cipta
Dimyati, Mudjiono, 2002. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : PT. Asdi Mahasatya.
Departemen Agama RI, AI-Qur 'an dan Terjemahnya, Semarang: PT Tanjung Mas Inti,
2005.
Ni, Made. (2008).
Penerapan Model Problem
Base Learning untuk Meningkatkan
Partisipasi Belajar dan Hasil Belajar Teori Akuntansi Mahasiswa Jurusan
Ekonomi Undiksha. Laporan
Penelitian. Hlm. 74- 84.
Oemar Hamalik, (2013).
Kurikulum Dan Pembelajaran, Jakarta
: BumiAksara.
Rusman. 2012.Model-Model
Pembelajaran. Jakarta: Rajawali Pers Rusmono.(2014).Strategi Pembelajaran dengan
ProblemBased Learning
itu perlu. Bogor : Penerbit
Ghalia Indone Peraturan
Menteri Pendidikan Nasional
Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2006 tentang
Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta :
Menteri Pendidikan Nasional. Diakses Sudjana, Nana. (2010). Penilaian
Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung:
PT Remaja Rosdakarya.
Suharsimi Arikunto
dkk. 2011. Penelitian Tindakan
Kelas. Jakarta: Bumi
Aksara
Sumarji, “Penerapan Pembelajaran Model Problem Based Learning
Untuk
Meningkatkan Motivasi
Dan Kemampuan Pemecahan
Masalah Ilmu Statika
Dan Tegangan Di Smk”.Tesis S1. 2009.
Universitas Malang
LAMPIRAN 2 INSTRUMEN
TES KOGNITIF
Lembar
Penilaian Pengetahuan Petunjuk:
Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan tepat!
1. Jelaskan
manfaat dari sifat jujur!
2. Bagaimana menurut pendapat
kalian apabila ada teman yang tidak membayar setelah selesai makan di kantin?
3. Apa
yang dimaksud dengan perilaku menepati
janji?
4. Jelaskan
hikmah perilaku jujur dan menepati
janji?
5. Jelaskan
hubungan antara perilaku
jujur dan menepati
janji dengan
Q.S Al-Ahzab
ayat 70 dan Q.S Ali Imran ayat 77
6. Simpulkanlah hikmah dari perilaku
jujur dan menepati
janji dalam kehidupan sehari-hari!
|
No. |
K D |
IPK |
SOAL |
Kunci Jawaban |
Skor |
|
1. |
3.5 |
Menjelaskan pengertian
jujur dan menepati janji |
Jelaskan
pengertian dari sifat
jujur! |
Jujur adalah kesesuaian antara perkataan dan perbuatan |
10 |
|
2. |
Bagaimana menurut pendapat kalian apabila ada teman yang tidak membayar setelah selesai makan
di kantin? |
Kebijakan guru |
20 |
|
. |
|
|
Apa yang dimaksud dengan perilaku menepati janji? |
Menepati janji berarti berusaha untuk
memenuhi semua yang telah dijanjikan kepada orang lain di
masa yang akan datang. |
10 |
|
. |
Menjelas kan hikmah perilaku jujur dan menepati janji |
Jelaskan hikmah perilaku jujur dan menepati janji? |
a. Orang yang
jujur dan menepati janji, akan terbebas dari tuntutan baik di dunia
maupun di akhirat. Karena Setiap janji akan diminta pertanggu ng |
20 |
|
|
|
|
|
jawabanny a. b. Orang yang jujur dan
menepati janji, akan
terhindar dari sifat munafik. Sebab, perilaku orang yang munafik salah satunya adalah
tidak jujur dan
ingkar janji c.
Orang yang jujur dan
menepati janji, akan
dipercaya orang lain.
Kepercaya an adalah modal utama |
|
|
|
|
|
|
dalam meraih
kebaikan di dunia
maupun di akhirat. |
|
|
. |
Menjelaskan hubungan antara perilaku jujur dan menepati janji dengan dalil naqli |
7. Jelaskan hubungan antara perilaku jujur dan
menepati janji dengan Q.S Al- Ahzab
ayat 70 dan Q.S Ali Imran ayat 77 |
Kebijakan guru |
20 |
|
|
. |
Menjelaskan hikmah
perilaku jujur dan menepati janji |
Simpulkanlah hikmah dari perilaku jujur dan
menepati janji dalam
kehidupan sehari-hari! |
Hidup menjadi
tenang, mendapat kepercayaan dari orang lain,
terhindar dari dosa. |
20 |
Kategori:
|
Hasil akhir |
Kategori |
|
80 % – 100 % |
Sangat baik |
|
70 % – 79 % |
Baik |
|
60 % – 69 % |
Cukup baik |
|
< 60 % |
Kurang baik |
LAMPIRAN 3 NILAI POSTES
siklus 1
Jumat Tanggal
29 Januari 2021
|
No |
Nama Siswa |
KKM |
Nilai |
Keterangan |
|
|
Tuntas |
Tidak Tuntas |
||||
|
1 |
Alfian Pratama |
78 |
60 |
|
|
|
2 |
Alif |
78 |
60 |
|
ü |
|
3 |
DANI RUDI
PUTRA |
78 |
60 |
|
|
|
4 |
Fernanda Ari Putra Haikal |
78 |
50 |
|
|
|
5 |
Hamzah Setianto |
78 |
80 |
ü |
|
|
6 |
INDAH UNTARI |
78 |
70 |
|
|
|
7 |
Lilik Malinda |
78 |
80 |
ü |
|
|
8 |
Lulu Ida Mamukha |
78 |
80 |
ü |
|
|
9 |
Mahruf Alfarizi |
78 |
80 |
ü |
|
|
10 |
Muhamad Irwanto |
78 |
80 |
ü |
|
|
11 |
Naisya Aulia Rahayu
S |
78 |
50 |
|
ü |
|
12 |
Natasya Putri Pira Santi |
78 |
90 |
ü |
|
|
13 |
Nur Hikmah Yusuf |
78 |
100 |
ü |
|
|
14 |
Okta Dwiana Candra |
78 |
40 |
|
ü |
|
15 |
Rakanda Al Faruzi |
78 |
40 |
|
ü |
|
16 |
Ramadhan Wira Subagyo |
78 |
80 |
ü |
|
|
17 |
Rifa Ariya |
78 |
70 |
|
ü |
|
18 |
Said Dwi Wardana |
78 |
80 |
ü |
|
|
19 |
Sarah Dwi Natasya |
78 |
60 |
|
ü |
|
20 |
Selpianti Parura |
78 |
60 |
|
ü |
|
21 |
Selvi Engellia |
78 |
50 |
|
ü |
|
22 |
Syaiyah |
78 |
60 |
|
ü |
|
23 |
TINA LESTIANA |
78 |
80 |
ü |
|
|
24 |
Yeni Safitri |
78 |
70 |
|
ü |
Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar pada siklus
I dan siklus II, serta
peningkatan presentasi belajar
maka digunakan rumus sebagai
berikut:
Rata-rata Nilai
Ket:
∑x = Nilai siswa. N = Jumlah
siswa.
Persentase Ketuntasan Belajar
Ket:
KB = Persentase Ketuntasan Belajar.
F
= Jumlah Siswa yang mendapat nilai diatas 78
N = Jumlah Seluruh
Siswa
Hasil Pengamatan
Adapun hasil belajar
siswa yang diperoleh
setelah dilakukan evaluasi
pada akhir pelajaran
dapat dilihat pada tabel
berikut ini :
LAMPIRAN 4 Tabel 2 Data Hasil Belajar Siswa (dari Hasil tes Tertulis
Pada Akhir Pelajaran) Siklus I
|
No. |
Nilai |
Jumlah |
Persentase |
|
1. 2. |
> 78 < 78 |
10 siswa 14 siswa |
41,7 % 58,3% |
|
Jumlah |
24 siswa |
100 % |
|
Dari tabel ini dapat dilihat 10 siswa (41,7%) yang telah mencapai
ketuntasan belajar dan masih
terdapat 11 siswa (58,3 %) yang belum mencapai ketuntasan belajar.
LAMPIRAN 5 NILAI POSTES Siklus 2
Jumat Tanggal
5 Februari 2021
|
o |
N |
Siswa |
Nama |
M |
KK |
i |
Nila |
Keterangan |
|||
|
s |
Tunta |
s |
Tidak Tunta |
||||||||
|
1 |
Alfian Pratama |
78 |
80 |
ü |
|
||||||
|
2 |
Alif |
78 |
80 |
ü |
|
||||||
|
3 |
DANI RUDI PUTRA |
78 |
70 |
|
ü |
||||||
|
4 |
Fernanda Ari Putra Haikal |
78 |
70 |
|
ü |
||||||
|
5 |
Hamzah Setianto |
78 |
90 |
ü |
|
||||||
|
6 |
INDAH UNTARI |
78 |
80 |
ü |
|
||||||
|
7 |
Lilik Malinda |
78 |
100 |
ü |
|
||||||
|
8 |
Lulu Ida Mamukha |
78 |
100 |
ü |
|
||||||
|
9 |
Mahruf Alfarizi |
78 |
90 |
ü |
|
||||||
|
10 |
Muhamad Irwanto |
78 |
80 |
ü |
|
||||||
|
11 |
Naisya Aulia Rahayu S |
78 |
70 |
|
ü |
||||||
|
12 |
Natasya Putri Pira Santi |
78 |
100 |
ü |
|
||||||
|
13 |
Nur Hikmah Yusuf |
78 |
100 |
ü |
|
|
14 |
Okta Dwiana Candra |
78 |
60 |
|
ü |
|
15 |
Rakanda Al Faruzi |
78 |
60 |
|
ü |
|
16 |
Ramadha n Wira Subagyo |
78 |
100 |
ü |
|
|
17 |
Rifa Ariya |
78 |
90 |
ü |
|
|
18 |
Said Dwi Wardana |
78 |
100 |
ü |
|
|
19 |
Sarah Dwi Natasya |
78 |
90 |
ü |
|
|
20 |
Selpianti Parura |
78 |
80 |
ü |
|
|
21 |
Selvi Engellia |
78 |
80 |
ü |
|
|
22 |
Syaiyah |
78 |
80 |
ü |
|
|
23 |
TINA LESTIANA |
78 |
80 |
ü |
|
|
24 |
Yeni Safitri |
78 |
80 |
ü |
|
Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar pada siklus
I dan siklus II, serta
peningkatan presentasi belajar
maka digunakan rumus
sebagai berikut:
a.
Rata-rata Nilai
Ket:
∑x = Nilai siswa. N = Jumlah
siswa.
b.
Persentase Ketuntasan Belajar
Ket:
KB = Persentase Ketuntasan Belajar.
F = Jumlah Siswa yang mendapat nilai diatas 78
N = Jumlah Seluruh
Siswa
Hasil Pengamatan
Adapun hasil belajar
siswa yang diperoleh
setelah dilakukan evaluasi
pada akhir pelajaran
dapat dilihat pada tabel
berikut ini :
LAMPIRAN 6 Tabel 3 Data Hasil Belajar
Siswa (dari Hasil tes Tertulis Pada Akhir Pelajaran) Siklus II
|
No. |
Nilai |
Jumlah |
Persentase |
|
1. 2. |
> 78 < 78 |
19 siswa 5 siswa |
79,1 % 20,9% |
|
Jumlah |
24 siswa |
100 % |
|
Dari tabel ini dapat dilihat 19 siswa (79,1%) yang telah mencapai
ketuntasan belajar dan masih
terdapat 9 siswa (20,9 %) yang belum mencapai ketuntasan belajar.
LAMPIRAN 8 LEMBAR
OBSERVASI PESERTA DIDIK SIKLUS 1
|
|
|
|
PENDAHULUAN |
|
|
|
|
|
BERDOA |
MENGABSEN |
|
|
|
|
MEMBERIKAN MOTIVASI |
MENYAMPAIKAN KD DAN TUJUAN PEMBELAJARAN |
|
KEGIATAN INTI |
|
|
|
|
|
SISWA MENGAMATI VIDEO |
MEMBAGI KELOMPOK DENGAN BERMAIN
GAME YANG PAKEM |
|
|
|
|
|
||
|
|
|
|
Komentar
Posting Komentar