PRINSIP PEMBELAJARAN DAN ASESMEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI
JURNAL PEMBELAJARAN
MODUL 1
PRINSIP
PEMBELAJARAN DAN ASESMEN
PEMBELAJARAN
BERDIFERENSIASI
Disusun Oleh
:
RICA AFRIANTI,
S.Pd
No. UKG : 201500082881
UNIVERSITAS
NEGERI PADANG
PILOTING PPG
TERTENTU TAHAP 3
PEMBELAJARAN
BERDIFERENSIASI
A. Pengertian
Pembelajaran
berdiferensiasi merupakan pendekatan yang sangat penting untuk mengakomodasi keragaman
kebutuhan belajar siswa. Dalam pembelajaran ini, guru dituntut untuk
menyesuaikan metode, konten, proses, dan evaluasi agar sesuai
dengan kemampuan, minat, dan gaya belajar masing-masing siswa.
Dengan pendekatan ini, siswa akan lebih
merasa tertantang dan termotivasi, sehingga
potensi belajarnya dapat dioptimalkan.
B. Stretegi Pembelajaran Diferensiasi
Pembelajaran
berdiferensiasi dapat dilakukan dengan menyesuaikan empat elemen
utama dalam proses
pembelajaran: konten, proses, produk, dan lingkungan belajar.Berikut
adalah cara-cara yang dapat diterapkan guru:
1. Diferensiasi Konten
Guru
harus menyesuaikan materi pelajaran dengan kebutuhan siswa. Hal ini bisa dilakukan dengan:
a.
Menyediakan
berbagai pilihan materi yang sesuai dengan tingkat penguasaan siswa, baik
untuk siswa yang baru memulai belajar, yang memiliki pemahaman parsial, maupun
yang sudah menguasai materi.
b.
Menyediakan
konten sesuai dengan gaya belajar siswa, misalnya
menggunakan visual untuk siswa pembelajar visual, audio untuk pembelajar auditori, dan
kegiatan fisik atau praktik untuk pembelajar kinestetik.
2. Diferensiasi Proses
Guru
perlu memberikan instruksi yang bervariasi untuk
memenuhi cara belajar yang berbeda, misalnya:
a.
Memberikan
instruksi verbal bagi siswa auditori, atau menyediakan bahan
bacaan dan visual bagi siswa yang lebih suka
membaca atau melihat
b.
Mengunakan
pendekatan kolaboratif untuk siswa yang senang bekerja dalam kelompok, dan memberikan
tugas individu bagi siswa yang lebih suka
bekerja sendiri
c.
Melakukan
penilaian berkelanjutan untuk memahami
apakah siswa sudah mencapai kemampuan belajar mereka
3. Diferensiasi Produk
Untuk menilai penguasaan siswa, guru dapat memberikan
pilihan cara evaluasi yang sesuai dengan preferensi dan
gaya belajar siswa, seperti:
a.
Tes
tertulis, penilaian lisan, atau penilaian praktik.
b.
Menyediakan
variasi tugas, seperti laporan tertulis, presentasi, atau proyek
praktis.
C. Strategi
Pengelompokan Siswa dalam Pembelajaran Berdiferensiasi
Mengelompokkan
siswa dalam pembelajaran berdiferensiasi harus dilakukan dengan mempertimbangkan
kebutuhan, gaya belajar, minat, dan kemampuan siswa.
Berikut
beberapa cara yang bisa diterapkan untuk mengelompokkan siswa
secara efektif:
1.Kelompok Berdasarkan Tingkat Kemampuan.
a.
Homogen: Siswa dikelompokkan
berdasarkan tingkat kemampuan yang sama. Ini memungkinkan
guru memberikan tantangan yang sesuai dengan tingkat penguasaan siswa,
baik untuk siswa yang membutuhkan dukungan lebih atau yang
siap menerima tantangan lebih lanjut
b.
Heterogen: Siswa dikelompokkan dengan
variasi tingkat kemampuan. Siswa yang lebih mampu bisa membantu siswa
yang membutuhkan dukungan, dan belajarkolaboratif terjadi
di antara siswa dengan tingkat penguasaan berbeda.
2. Kelompok
Berdasarkan Gaya
Belajar Visual, Auditori, dan Kinestetik: Siswa dapat dikelompokkan sesuai dengan gaya
belajar mereka. Misalnya, siswa dengan gaya belajar visual bisa dikelompokkan
untuk menggunakan materi berbasis gambar atau diagram, sedangkan
siswa kinestetik lebih banyak melakukan aktivitas fisik dalam belajar.
3. Kelompok Berdasarkan Minat
Siswa
dapat dikelompokkan berdasarkan topik atau area yang menarik
bagi mereka.Misalnya, dalam mata pelajaran sains, siswa yang tertarik
dengan biologi dapat dikelompokkan bersama, sedangkan yang
tertarik pada fisika bisa membentuk kelompok
lain. Ini meningkatkan motiivasi karena siswa belajar
sesuatu yang relevan dengan minat mereka.
4. Kelompok Berdasarkan Proyek atau Tugas
Pembelajaran
berbasis proyek atau tugas memungkinkan siswa dikelompokkan sesuai dengan
jenis proyek yang mereka pilih. Misalnya, dalam proyek
desain, beberapa siswa mungkin tertarik pada bagian perencanaan,
sementara yang lain tertarik pada aspek Teknis atau pelaksanaan.
5.
Kelompok Secara Acak
Kadang-kadang, pengelompokan
acak dapat diilakukan untuk memberikan dinamikabaru dalam kelas, memungkinkan
siswa bekerja dengan teman sekelas yang biasanyatidak mereka
pilih. Ini dapat meningkatkan kerja sama dan keterampilan sosial.
6.
Kelompok Mandiri dan Kelompok Kerja Sama
a. Kelompok
Mandiri: Bagi siswa yang lebih suka bekerja
sendiri, kelompok ini memungkinkan mereka belajar mandiri dengan
sedikiit interaksi sosial
b.
Kelompok
Kerja Sama: Siswa yang menikmati bekerja sama dengan teman sekelas
dapat ditempatkan dalam kelompok kolaboratif untuk mendiskusikan
danmemecahkan masalah secara bersama-sama.
7.Kelompok Berdasarkan Hasil Penilaian
Diagnostik
Penilaian
awal atau diagnostik dapat membantu guru memahamii kebutuhan
akademik siswa dan kemudian mengelompokkan mereka berdasarkan area yang
memerlukanperhatian khusus atau tantangan lebih lanjut
MODUL
AJAR IPA KELAS 7
INFORMASI UMUM
|
|
|
Nama penyusun : Rica
Afrianti, S.Pd Nama
Sekolah : SDN
No. 143/VI KUNGKAI II Mata pelajaran : Bahasa
Indonesia Fase A, Kelas / Semester : I (Satu)
/ I (Ganjil) Bab 1 :
Bunyi Apa? Tema : Bunyi dan Panca Indera Alokasi Waktu : 2 JP 1 x 35
Menit |
|
|
|
|
INFORMASI
UMUM |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
A. IDENTITAS MODUL |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Penyusun Instansi Tahun Ajaran Jenjang Sekolah Mata Pelajaran Fase / Kelas/ Semester Bab 1 Tema Alokasi Waktu |
: : : : : : : : : |
Rica
Afrianti, S.Pd SDN
No. 143/ Kungkai II 2024/2025 SD Bahasa Indonesia A / 1 /1 Bunyi Apa? Bunyi dan Pancaindra 2 JP 1x2 JP |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
B.
KOMPETENSI
AWAL |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
§
Peserta didik dapat mengenali bentuk dan bunyi
huruf. §
Peserta didik dapat membaca suku kata ‘ba-’, ‘bi-’,
‘bu-’, ‘be-’, dan ‘bo-’. § Peserta
didik dapat menulis
nama sendiri |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
C. PROFIL PELAJAR
PANCASILA |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
§ Mandiri; § Bernalar
kritis; §
Kreatif; |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
D. SARANA DAN PRASARANA |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
§ Sumber belajar : Buku Kementerian
Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Republik Indonesia, 2021 Bahasa
Indonesia, Aku Bisa! Buku Siswa SD Kelas I, Penulis: Soie Dewayani § Buku Terampil Berbahasa Indonesia untuk SD Kelas
1 Pustaka Mulia, Penulis : Harlis Kurniawan § Kartu
huruf; § Kartu
bergambar benda-benda yang memiliki suku kata ‘ba-‘, ‘bi-‘, ‘bu-‘, ‘be-‘,
‘bo-‘; § Alat
tulis dan alat warna; § Buku/
lagu yang bertema pancaindra. § Lembar kerja peserta didik, laptop,
handphone |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
E. TARGET PESERTA
DIDIK |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
§ Peserta
didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami materi ajar. § Peserta
didik dengan pencapaian tinggi: mencerna dan memahami dengan cepat, mampu
mencapai keterampilan berfikir aras tinggi (HOTS), dan memiliki
keterampilan memimpin. |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
F. JUMLAH
PESERTA DIDIK |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
G. MODEL
PEMBELAJARAN |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
§ Model
pembelajaran tatap muka dan blanded learning |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
KOMPNEN
INTI |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
A.
TUJUAN
KEGIATAN PEMBELAJARAN |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Tujuan
Pembelajaran
Bab Ini : § Dengan
menyimak dan menanggapi bacaan tentang bunyi dan pancaindra secara lisan,
peserta didik dapat mengenali abjad, merangkai suku kata yang diawali huruf
‘b’, menulis huruf ‘B’ dan ‘b,’ serta menulis namanya sendiri. Capaian Pembelajaran : Membaca:
Menulis:
Membaca:
Membaca:
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
B. PEMAHAMAN BERMAKNA |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Pada bab ini guru menguatkan fondasi kecakapan
literasi dasar peserta didik dengan:
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
C. PERTANYAAN PEMANTIK |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
§
Pernahkah kalian mendengar suara “Meong! Meong!”? §
Biasanya, apa yang berbunyi “Meong! Meong!”? §
Bagaimana Cara
Merawat Indera Pendengar? |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
D. PERSIAPAN BELAJAR |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Pada hari-hari pertama di kelas satu, peserta
didik mungkin merasa belum nyaman bersekolah. Oleh karena itu, guru perlu
membuat suasana belajar yang menyenangkan. Membacakan cerita bergambar merupakan salah satu
kegiatan yang menenangkan dan membuat peserta didik nyaman. |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
E. KEGIATAN PEMBELAJARAN |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Langkah-Langkah
Pembelajaran Kegiatan
Pendahuluan 1. Guru
membuka kegiatan dengan
Mengucapkan Salam 2. Kelas dilanjutkan
dengan do’a dipimpin oleh salah seorang siswa. 3. Guru
Mengecek Kehadiran Siswa (Absesnsi) 3. Guru
menyapa para peserta didik. 4. Guru
menjelaskan bahwa ia akan membacakan buku dan menunjukkan sampul cerita untuk
diamati peserta didik. 5. Guru
juga mendiskusikan tata cara menyimak dan berdiskusi. 6. Guru
mengajak peserta didik mengamati gambar sampul dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan. Kegiatan
Inti Menyimak Guru dapat
memperkenalkan kode bunyi seperti kode 1 dan kode 2. Kode bunyi ini
menjadi penanda bahwa peserta didik harus sudah bersiap untuk
belajar. Membacakan
Cerita “Meong!
Meong !” yang terdapat di buku paket bahasa
indonesia. a. Sebelum
membacakan cerita “meong! meong!” tunjukkan sampul cerita kepada peserta
didik. Bacakan judul cerita. Tanyakan kepada peserta didik mengapa judulnya “meong!
meong!” . Bunyi apakah itu? Lalu, mintalah peserta
didik mengamati gambar pada sampul tersebut. Kira-kira, gambar apakah itu?
Apa hubungannya dengan bunyi “meong! meong!”? b. Bacakan
buku kepada peserta didik sambil
menunjuk setiap kata. Berikan jeda yang
cukup setelah membaca setiap kalimat, demi memberikan kesempatan kepada
peserta didik untuk mengamati gambar. c. Kegiatan
menyimak akan melatih daya konsentrasi para peserta didik dan membiasakan
mereka dengan aturan bersama. Mendiskusikan
Cerita “meong! meong!” Setelah membacakan cerita dan mengajak peserta
didik membaca bersama, guru mendiskusikan pertanyaan yang terdapat pada Buku
Siswa. Membaca Sebagian peserta
didik mungkin dapat menyebutkan atau menyanyikan huruf ‘a’ hingga ‘z’, tetapi
mereka belum tentu dapat mengenali bentuknya. Sering pula peserta didik dapat
menyebutkan dan mengenali bentuk abjad, tetapi tidak dapat melafalkan
bunyinya sehingga tidak dapat merangkainya dengan bunyi huruf lain untuk
membentuk bunyi suku kata. Oleh karena itu, kegiatan mengenali bentuk dan
melafalkan bunyi abjad sangat penting. Melafalkan
Huruf Bersama-sama a. Bacalah
huruf secara berurut dengan menunjuk pada poster abjad di kelas atau kartu
huruf. Tanyakan kepada para peserta didik, apakah mereka dapat melakukannya
sendiri. b. Sebagai
variasi, peserta didik dapat diminta untuk menyanyikan lagu abjad. c. Setelah
itu, perkenalkan bunyi masing-masing abjad. Tunjuklah setiap abjad dan lafalkan
bunyinya. Ajak peserta didik menirukannya. Mengidentifikasi
Bentuk Huruf pada Deret Abjad a. Menanyakan beberapa huruf kepada seorang peserta didik.
Apabila ia belum dapat menjawab pertanyaan, tawarkan kepada peserta didik
lain untuk menjawab pertanyaan tersebut. b. Peserta didik untuk membedakan bentuk huruf kapital
dan huruf kecil. c. Peserta
didik bisa diminta untuk bergantian menyebutkan nama huruf yang ditunjuk oleh
guru. d. Minta
peserta didik untuk mengidentifikasi abjad pada kata-kata ‘bola’, ‘biru’, ‘Boni’,
dan ‘batu’. e. Lakukan
kegiatan membaca huruf ini secara rutin setiap sebelum memulai pembelajaran
Bahasa Indonesia, hingga seluruh peserta didik mengenali bunyi serta bentuk
huruf kapital dan huruf kecil. Menulis Tip
Pembelajaran: Membiasakan Postur Tubuh yang Baik Saat Menulis Guru perlu
memastikan bahwa setiap peserta didik menulis dengan postur tubuh yang baik
untuk melatih kemampuan motorik halus, koordinasi otak, dan konsentrasinya. Berbicara Memperkenalkan
Diri di Depan Kelas Secara bergiliran,
minta peserta didik untuk menunjukkan kartu nama masing-masing di depan kelas
dan memperkenalkan namanya. Membaca Membaca Kata dan Suku Kata a. Minta
peserta didik mengingat bunyi huruf yang telah dilafalkan pada kegiatan
sebelumnya. Kemudian, ajak peserta didik berlatih membaca suku kata dengan
kombinasi konsonan dan vokal ‘o’ dan ‘i’ pada papan tulis. b. Pada
saat mengeja suku kata, beri penekanan pada bunyi huruf ‘b’ dan bunyinya
ketika dirangkai dengan huruf ‘o’ dan ‘i’. c. Lalu,
minta peserta didik merangkai serta mengeja huruf dan suku kata pada frasa
‘bola biru Boni’. Membaca Kartu Kata a. Minta peserta didik membaca/mengeja ulang suku
kata yang diawali dengan ‘bo-’ atau ‘bi-’. b. Minta peserta didik mengenali suku kata ‘bo-’
atau ‘bi-’ pada setiap kata pada kartu kata. c. Buatlah tabel di papan tulis dengan dua kolom
untuk ‘bo-’ dan ‘bi-’ seperti berikut. Tabel 1.5 Contoh Tabel Pengelompokan Kata
d. Guru
memberikan satu kartu kata kepada setiap peserta didik dan meminta masing-masing
untuk menempelkan setiap kartu kata pada kolom ‘bo-’ dan ‘bi-’, tergantung
pada suku kata awal kata yang terdapat di kartu yang dipegangnya. e. Buat
kegiatan membaca menyenangkan dan berilah penghargaan kepada setiap capaian
peserta didik. Mengamati Mengamati Gambar “Penjual Bakso” yang terdapat pada buku paket. a. Bacakan judul
gambar “Penjual Bakso”. Tanyakan kepada
para peserta didik, di mana yang ramai yang telah diamati pada buku paket ? b. Beri
waktu kepada mereka untuk mengamati gambar. Setelah itu, ajukan pertanyaan
yang ada di Buku Siswa. Menirukan
dan Melakukan Mencocokkan Bunyi Binatang a. Minta peserta
didik menebak huruf depan dari setiap bunyi-bunyian yang terdapat pada Buku Siswa.
Guru juga dapat mengajak peserta didik melafalkan bunyi-bunyian tersebut
bersama-sama. b. Minta peserta didik menunjuk binatang sesuai
dengan bunyinya. Membaca Teks Informasi: Pancaindra a. Guru mengajak peserta didik
menyanyikan lagu “Pancaindra”. Menulis Huruf ‘B’ dan ‘b’ menulis huruf ‘B’ dan ‘b’ pada lampiran buku tulis. Memegang Pensil dengan Benar Melatih peserta didik untuk memegang pensil dengan benar sangat
penting bagi keterampilan motorik halusnya. Guru perlu memberikan bimbingan
secara individual bagi setiap peserta didik untuk menulis dengan cara
menggenggam pensil dan postur tubuh yang benar. • Pensil digenggam dengan ibu jari dan jari
telunjuk. Jari tengah menyangga jari telunjuk ketika menggenggam pensil
(lihat gambar). Membaca Membaca Kartu Kata a. Guru meminta peserta didik membaca/mengeja
ulang suku kata yang diawali dengan ‘ba-’, ‘bu-’, dan ‘be-’. b. Guru meminta peserta didik mengenali suku
kata ‘ba-’, ‘bu-’, atau ‘be-’ pada setiap kata pada kartu kata. Berbicara Mendiskusikan Kata Baru: Sibuk a. Minta peserta didik mengamati gambar dan
mendiskusikan adegan atau kejadian yang terdapat pada gambar tersebut. b. Dari kedua gambar tersebut, mana yang lebih
ramai/sibuk? Mengapa? Kapan latar kejadian pada gambar tersebut? Pagi, siang,
sore, atau malam hari? c. Kegiatan mendiskusikan gambar ini melatih
tanggapan lisan peserta didik terhadap gambar yang diamatinya. Kegiatan ini
tidak dinilai. Kegiatan
Penutup 1. Guru menunjukkan
kartu bertuliskan ‘bola’, ‘biru’, ‘buku’, ‘baju’, ‘batu’, dan mengajak peserta
didik membacanya bersama-sama. 2. Guru
mengatakan bahwa peserta didik harus menghafalkan lima bentuk kata tersebut
karena guru akan menunjukkannya setiap hari. 3. Guru
mengajak para peserta didik untuk mengingat kembali cerita “meong! meong!” dan menanyakan apakah mereka menyukai
cerita tersebut. 4. Guru
memberikan pesan penutup tentang permainan di rumah yang bisa dilakukan
dengan bola dan mengingatkan peserta didik untuk bermain bola dengan aman di
rumah. 5. Guru
mengajak peserta didik untuk menyanyikan lagu penutup. |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
F. JURNAL
MEMBACA |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Jurnal
Membaca Guru mengajak peserta didik untuk literasi membaca setiap hari
sekitar 10 menit mengunjungi perpustakaan setiap pekan ke dua setiap
bulannya. Guru perlu memberikan
petunjuk kepada orang tua tentang cara membantu peserta didik mengisi Jurnal
Membaca yang terdapat pada buku siswa. Membaca Kata Minggu Ini Peserta didik sering dibacakan dengan bentuk kata-kata yang sering ditemui. Hal ini akan mempercepat
prosesnya belajar membaca. |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
G. REFLEKSI |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
A. Memetakan Kemampuan Awal Peserta Didik 1.
Pada akhir Bab 1 ini, guru telah
memetakan peserta didik sesuai dengan kemampuan masing-masing melalui asesmen
formatif dalam kegiatan sebagai berikut. a.
Mengenali bentuk dan bunyi huruf. b.
Membaca suku kata ‘ba-’, ‘bi-’, ‘bu-’, ‘be-’, dan ‘bo-’. c.
Menulis nama sendiri. Informasi ini menjadi pemetaan awal untuk
merumuskan strategi pembelajaran pada bab berikutnya. 2.
Isi nilai peserta didik dari setiap kegiatan mengenali huruf, membaca
suku kata, dan menulis nama sendiri pada tabel berikut. Tabel 1.8 Contoh Pemetaan Peserta Didik
Berdasarkan Kompetensi yang Diajarkan di Bab 1
1: Kurang 2: Cukup 3: Baik 4: Sangat Baik 3.
Merujuk pada tabel ini, guru merencanakan pendekatan pembelajaran pada bab
berikutnya. Guru memetakan peserta didik untuk mendapatkan bimbingan secara
individual atau bimbingan dalam kelompok kecil melalui kegiatan pendampingan
atau perancah. Guru juga perlu merencanakan kegiatan pengayaan untuk peserta
didik yang memiliki minat khusus atau kemampuan belajar di atas
teman-temannya. Dengan demikian, asesmen akhir Bab 1 ini membantu guru untuk
merencanakan pembelajaran yang terdiferensiasi sesuai dengan kompetensi
peserta didik. |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
H. ASESMEN / PENILAIAN |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Asesmen
Formatif Asesmen
formatif hanya dilakukan setelah materi di
bab 1 tersampaikan semua. |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
I. KEGIATAN PENGAYAAN DAN REMEDIAL |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Inspirasi Kegiatan Pengayaan : ·
Guru membawa aneka
benda untuk diraba dan dicium peserta didik. Apa
perbedaan
benda-benda tersebut? Dapatkah peserta didik menebak nama benda dengan mata
tertutup? Remedial : ·
Remedial dilakukan
dengan diberikan kepada peserta didik yang membutuhkan bimbingan untuk
memahami materi atau pembelajaran mengulang siswa yang belum mecapai . |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
LAMPIRAN |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
A. LEMBAR
KERJA PESERTA DIDIK |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
LEMBAR
KERJA SISWA Nama
: Kelas
: Petunjuk!
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
B. BAHAN BACAAN GURU & PESERTA DIDIK |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Bahan bacaan
siswa ·
Buku-buku bacaan fiksi dan nonfiksi yang bertema pancaindra. Bahan bacaan guru ·
Artikel tentang bertema pancaindra, |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
C. GLOSARIUM |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
GLOSARIUM alur konten
capaian pembelajaran: elemen turunan
dari capaian pembelajaran yang menggambarkan pencapaian kompetensi secara
berjenjang asesmen: upaya untuk mendapatkan data dari proses dan hasil
pembelajaran untuk mengetahui pencapaian peserta didik di kelas pada materi
pembelajaran tertentu asesmen diagnosis:
asesmen yang dilakukan pada awal tahun
ajaran guna memetakan kompetensi para peserta didik agar mereka mendapatkan
penanganan yang tepat asesmen formatif: pengambilan data kemajuan belajar yang dapat
dilakukan oleh guru atau peserta didik
dalam proses pembelajaran asesmen sumatif: penilaian hasil belajar secara menyeluruh yang
meliputi keseluruhan aspek kompetensi yang dinilai dan biasanya dilakukan
pada akhir periode belajar capaian
pembelajaran: kemampuan pada
akhir masa pembelajaran yang diperoleh melalui serangkaian proses
pembelajaran fonem: satuan bunyi terkecil yang mampu menunjukkan
kontras makna, misalnya /h/ adalah fonem karena membedakan makna kata ‘harus’
dan ‘arus’ |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
D. DAFTAR
PUSTAKA |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
DAFTAR PUSTAKA Kurniawan,
Haris.
2002. Terampil Berbahasa
Indonesia. Jakarta : Pustaka Mulia Pusat Asesmen dan Pembelajaran. 2020. Modul Asesmen Diagnosis di
Awal Pembelajaran. Jakarta: Pusmenjar Kemendikbud RI. |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
UMPAN BALIK TEMAN SEJAWAT
UMPAN BALIK DARI
REKAN SEJAWAT : Nama Guru: Eka
Sariwanti, S.Pd Saya adalah rekan
Sejawat dari Bu Rica Afrianti, S.Pd. Menurut Saya, Pembelajaran yang dilakukan
Bu Rica sangat menginspirasi, Pembelajaran sangat menyenangkan dan
pembelajarannya meenyesuaikan dengan gaya belajar siswa dan kebutuhan siswa Umpan Balik dari Siswa : Nama Siswa : Muhammad Fardan
Kelas 1 Pembelajaran Bu Guru Sangat Seru Saya
Senang Sekali belajar dengan Bu Guru Rica UMPAN BALIK DARI REKAN SEJAWAT : Nama Guru: Safwan, S.Pd Saya
adalah rekan Sejawat dari Bu Rica, Saya Melakukan Observasi kelas
pembelajaran bu Rica. Menurut Saya, Pembelajaran yang dilakukan Bu Rica
Telah melaksakan Asesemen awal, mengidentifikasi kemampuan awal siswa, dan
melakukan pembelajaran sesuai gaya belajar siswa UMPAN BALIK TEMAN SEJAWAT Nama Guru : Petralisna, S.Pd. I Saya Adalah Rekan Guru Bu Rica,
Pembelajaran yang Dilakukan bu Rica Menginspirasi dan sangat menyenangkan
serta berpihak pada murid
DOKUMENTASI
Komentar
Posting Komentar