PEMBELAJARAN SOSIAL DAN EMOSIONAL
JURNAL PEMBELAJARAN 2 MODUL 2
PEMBELAJARAN SOSIAL DAN EMOSIONAL
OLEH : RICA AFRIANTI, S.Pd
GURU SDN No. 143/VI KUNGKAI II

UNIVERSITAS
NEGERI PADANG

Setelah saya mempelajari dan menelaah Materi Pembelajaran
Sosial Emosional di PMM untuk peserta Piloting Pendidikan Pendidikan Profesi
Guru (PPG ) untuk Guru Tertentu, Saya berencana akan Menerapkan dan
mempraktikkan pembelajaran berbasisi sosial emosional di kelas 1 SD saya sesuai dengan wawasan baru yang
sudah saya pelajari dan dapatkan..
Pembelajaran
Sosial dan Emosional ( PSE) adalah proses penting yang membantu peserta didik mengembangkan
keterampilan dan sikap untuk memahami diri sendiri, mengelola emosi, berempati,
dan membangun hubungan positif. Dengan mengintegrasikan PSE dalam kegiatan
pembelaran, saya yakin dapat menciptakan lingkungan belajar yang mendukung
perkembangan holistik peserta didik serta meningkatkan kesejahteraan
psikologis seluruh warga sekolah. Pembelajaran
yang didasari prinsip sosial emosional ini tidak hanya fokus pada aspek
akademis, tetapi juga pada pengembangan keterampilan sosial emosional yang
esensial untuk kehidupan para Peserta Didik.
Pengertian Pembelajaran Sosial Emosional (PSE)
Pembelajaran Sosial dan Emosional (PSE) adalah
sebuah proses di mana kita dapat memperoleh dan menerapkan pengetahuan,
keterampilan, dan sikap untuk mengembangkan identitas yang sehat, mengelola
emosi, mencapai tujuan pribadi dan kolektif, merasakan dan menunjukkan empati
terhadap orang lain, membangun dan memelihara hubungan yang mendukung, serta
membuat keputusan yang bertanggung jawab dan penuh rasa kepedulian. PSE sendiri
mencakup lima kompetensi utama: kesadaran diri, manajemen diri, kesadaran
sosial, keterampilan berhubungan, dan pengambilan keputusan yang bertanggung
jawab.
Kesadaran Diri
(Self-Awareness) adalah
kemampuan untuk memahami dan mengenali emosi, pikiran, dan nilai-nilai pribadi
yang mempengaruhi perilaku. Ini termasuk mengenali kekuatan dan kelemahan diri,
serta bagaimana perasaan dan reaksi pribadi mempengaruhi interaksi dengan orang
lain.
Manajemen Diri
(Self-Management) adalah
kemampuan untuk mengelola emosi, pikiran, dan perilaku secara efektif dalam
berbagai situasi. Ini mencakup kemampuan untuk mengatur stres, mengendalikan
dorongan, dan menjaga motivasi untuk mencapai tujuan pribadi dan profesional.
Kesadaran Sosial (Social Awareness)
adalah kemampuan untuk memahami perspektif dan emosi orang lain serta berempati
terhadap mereka. Ini termasuk mengenali dan menghargai keberagaman budaya dan
latar belakang serta memahami dinamika sosial dalam kelompok.
Keterampilan Berhubungan (Relationship Skills)
adalah kemampuan untuk membangun dan memelihara hubungan yang sehat dan
mendukung dengan orang lain. Ini meliputi keterampilan komunikasi, kerja sama,
resolusi konflik, dan membangun hubungan yang positif dalam berbagai situasi
sosial.
Pengambilan Keputusan yang Bertanggung Jawab
(Responsible Decision-Making) adalah kemampuan
untuk membuat pilihan yang konstruktif dan bermanfaat dalam berbagai situasi.
Ini mencakup mempertimbangkan konsekuensi dari tindakan, mengevaluasi berbagai
opsi, dan membuat keputusan yang mendukung kesejahteraan diri dan orang lain.
Setiap
kompetensi ini saling berkaitan dan penting untuk diterapkan di dalam
pembelajaran di berbagai fase. Penerapan PSE dalam pembelajaran dapat dilakukan
melalui:
1. Pembukaan yang hangat, misalnya menyambut siswa
dengan senyuman dan sapaan, menciptakan lingkungan yang ramah dan mendukung.
2. Kegiatan
melibatkan siswa, contohnya menggunakan metode pembelajaran yang interaktif
seperti bermain peran, diskusi kelompok, dan aktivitas refleksi diri.
3. Dan mengakhiri pelajaran dengan kegiatan
yang positif, memberikan pujian, dan mendorong siswa untuk menerapkan
keterampilan yang telah dipelajari dalam kehidupan sehari-hari.
Ø Pembelajaran
Sosial Emosional dan Penguatan Profil Pelajar Pancasila
Jika
dilakukan dengan tepat, penerapan pembelajaran sosial emosional juga akan dapat
proyek penguatan Profil Pelajar Pancasila. Misalnya pada dimensi beriman,
bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa yang tercantum dalam Profil Pelajar
Pancasila tersebut, kompetensi kesadaran diri dapat membantu siswa memahami dan
menginternalisasi nilai-nilai spiritual, sementara keterampilan sosial
mendukung siswa dalam membangun hubungan yang positif dan gotong royong.
Rancangan
Pembelajaran dengan Prinsip Pembelajaran Sosial Emosional
Berikut ini adalah rancangan
pembelajaran dengan prinsip Pembelajaran Sosial Emosional yang saya terapkan di
kelas.
MODUL AJAR IPA KELAS 7
INFORMASI
UMUM
|
|
|
Nama penyusun : Rica Afrianti, S.Pd Nama
Sekolah : SDN No. 143/VI KUNGKAI II Mata pelajaran : Bahasa Indonesia Fase A, Kelas /
Semester : I (Satu)
/ I (Ganjil) Bab 1 :
Bunyi Apa? Tema :
Bunyi dan Panca Indera Alokasi Waktu : 2 JP 1 x 35
Menit |
|
|
|
|
INFORMASI
UMUM |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
A. IDENTITAS MODUL |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Penyusun Instansi Tahun Ajaran Jenjang Sekolah Mata Pelajaran Fase
/ Kelas/ Semester Bab 1 Tema Alokasi Waktu |
: : : : : : : : : |
Rica Afrianti, S.Pd SDN No. 143/ Kungkai II 2024/2025 SD Bahasa Indonesia A / 1 /1 Bunyi Apa? Bunyi dan Pancaindra 2 JP 1x2 JP |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
B. KOMPETENSI
AWAL |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
§ Peserta didik dapat mengenali bentuk dan bunyi huruf. § Peserta didik dapat membaca suku kata ‘ba-’, ‘bi-’, ‘bu-’, ‘be-’, dan ‘bo-’. § Peserta didik dapat menulis nama sendiri |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
C. PROFIL PELAJAR PANCASILA |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
§ Mandiri; § Bernalar kritis; § Kreatif; |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
D. SARANA DAN PRASARANA |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
§ Sumber belajar : Buku Kementerian Pendidikan,
Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Republik Indonesia, 2021 Bahasa Indonesia,
Aku Bisa! Buku Siswa SD Kelas I, Penulis: Soie Dewayani § Buku Terampil Berbahasa Indonesia untuk SD Kelas 1
Pustaka Mulia, Penulis : Harlis Kurniawan § Kartu huruf; § Kartu bergambar benda-benda yang memiliki suku kata ‘ba-‘, ‘bi-‘,
‘bu-‘, ‘be-‘, ‘bo-‘; § Alat tulis dan alat warna; § Buku/ lagu yang bertema pancaindra. § Lembar kerja peserta didik, laptop, handphone |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
E. TARGET PESERTA DIDIK |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
§ Peserta didik reguler/tipikal: umum,
tidak ada kesulitan dalam mencerna dan
memahami materi ajar. § Peserta didik dengan pencapaian tinggi: mencerna dan memahami dengan
cepat, mampu mencapai keterampilan berfikir aras tinggi
(HOTS), dan memiliki keterampilan memimpin. |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
F. JUMLAH PESERTA DIDIK |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
G. MODEL PEMBELAJARAN |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
§ Model pembelajaran tatap muka dan blanded learning |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
KOMPNEN INTI |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
A. TUJUAN
KEGIATAN PEMBELAJARAN |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Tujuan Pembelajaran Bab Ini : § Dengan menyimak dan menanggapi bacaan tentang bunyi dan
pancaindra secara lisan, peserta didik dapat mengenali abjad, merangkai suku
kata yang diawali huruf ‘b’, menulis huruf ‘B’ dan ‘b,’ serta menulis namanya
sendiri. Capaian Pembelajaran : Membaca:
Menulis:
Membaca:
Membaca:
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
B. PEMAHAMAN BERMAKNA |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Pada bab ini guru menguatkan fondasi kecakapan literasi dasar peserta
didik dengan:
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
C. PERTANYAAN PEMANTIK |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
§ Pernahkah kalian mendengar suara “Meong! Meong!”? § Biasanya, apa yang berbunyi “Meong! Meong!”?
§ Bagaimana Cara Merawat Indera Pendengar? |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
D. PERSIAPAN BELAJAR |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Pada hari-hari pertama di
kelas satu, peserta didik mungkin merasa belum nyaman bersekolah. Oleh karena
itu, guru perlu membuat suasana belajar yang menyenangkan. Membacakan cerita bergambar merupakan salah satu kegiatan yang
menenangkan dan membuat peserta didik nyaman. |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
E. KEGIATAN
PEMBELAJARAN |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Langkah-Langkah Pembelajaran Kegiatan Pendahuluan 1. Guru
membuka kegiatan dengan
Mengucapkan Salam 2. Kelas
dilanjutkan dengan do’a dipimpin oleh salah seorang siswa. 3. Guru
Mengecek Kehadiran Siswa (Absesnsi) 3. Guru
menyapa para peserta didik. 4. Guru
menjelaskan bahwa ia akan membacakan buku dan menunjukkan sampul cerita untuk
diamati peserta didik. 5. Guru
juga mendiskusikan tata cara menyimak dan berdiskusi. 6. Guru
mengajak peserta didik mengamati gambar sampul dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan. Kegiatan Inti Menyimak Guru dapat memperkenalkan kode bunyi seperti kode 1 dan kode 2. Kode bunyi ini menjadi penanda bahwa peserta didik harus sudah bersiap untuk belajar. Membacakan Cerita “Meong! Meong !” yang terdapat di
buku paket bahasa indonesia. a. Sebelum membacakan cerita
“meong! meong!” tunjukkan sampul cerita kepada peserta didik. Bacakan judul
cerita. Tanyakan kepada peserta didik mengapa judulnya “meong! meong!” . Bunyi apakah itu? Lalu, mintalah peserta didik mengamati gambar pada
sampul tersebut. Kira-kira, gambar apakah itu? Apa hubungannya dengan bunyi “meong!
meong!”? b. Bacakan buku kepada peserta didik sambil menunjuk setiap
kata. Berikan jeda yang cukup setelah
membaca setiap kalimat, demi memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk
mengamati gambar. c. Kegiatan menyimak akan
melatih daya konsentrasi para peserta didik dan membiasakan mereka dengan
aturan bersama. Mendiskusikan Cerita “meong! meong!” Setelah membacakan cerita dan mengajak peserta didik membaca bersama,
guru mendiskusikan pertanyaan yang terdapat pada Buku Siswa. Membaca Sebagian peserta didik mungkin dapat menyebutkan atau menyanyikan huruf
‘a’ hingga ‘z’, tetapi mereka belum tentu dapat mengenali bentuknya. Sering pula
peserta didik dapat menyebutkan dan mengenali bentuk abjad, tetapi tidak
dapat melafalkan bunyinya sehingga tidak dapat merangkainya dengan bunyi
huruf lain untuk membentuk bunyi suku kata. Oleh karena itu, kegiatan mengenali
bentuk dan melafalkan bunyi abjad sangat penting. Melafalkan Huruf Bersama-sama a. Bacalah huruf secara berurut
dengan menunjuk pada poster abjad di kelas atau kartu huruf. Tanyakan kepada
para peserta didik, apakah mereka dapat melakukannya sendiri. b. Sebagai variasi, peserta
didik dapat diminta untuk menyanyikan lagu abjad. c. Setelah itu, perkenalkan
bunyi masing-masing abjad. Tunjuklah setiap abjad dan lafalkan bunyinya. Ajak
peserta didik menirukannya. Mengidentifikasi Bentuk Huruf pada Deret Abjad a. Menanyakan beberapa huruf kepada seorang peserta didik. Apabila ia belum dapat menjawab
pertanyaan, tawarkan kepada peserta didik lain untuk menjawab pertanyaan
tersebut. b. Peserta didik untuk membedakan bentuk huruf kapital dan huruf kecil. c. Peserta didik bisa diminta
untuk bergantian menyebutkan nama huruf yang ditunjuk oleh guru. d. Minta peserta didik untuk
mengidentifikasi abjad pada kata-kata ‘bola’, ‘biru’, ‘Boni’, dan ‘batu’. e. Lakukan kegiatan membaca
huruf ini secara rutin setiap sebelum memulai pembelajaran Bahasa Indonesia,
hingga seluruh peserta didik mengenali bunyi serta bentuk huruf kapital dan
huruf kecil. Menulis Tip Pembelajaran: Membiasakan Postur Tubuh yang Baik
Saat Menulis Guru perlu memastikan bahwa setiap peserta didik menulis dengan postur
tubuh yang baik untuk melatih kemampuan motorik halus, koordinasi otak, dan
konsentrasinya. Berbicara Memperkenalkan Diri di Depan Kelas Secara bergiliran, minta peserta didik untuk menunjukkan kartu nama
masing-masing di depan kelas dan memperkenalkan namanya. Membaca Membaca Kata dan Suku Kata a. Minta peserta didik mengingat
bunyi huruf yang telah dilafalkan pada kegiatan sebelumnya. Kemudian, ajak
peserta didik berlatih membaca suku kata dengan kombinasi konsonan dan vokal
‘o’ dan ‘i’ pada papan tulis. b. Pada saat mengeja suku kata,
beri penekanan pada bunyi huruf ‘b’ dan bunyinya ketika dirangkai dengan
huruf ‘o’ dan ‘i’. c. Lalu, minta peserta didik
merangkai serta mengeja huruf dan suku kata pada frasa ‘bola biru Boni’. Membaca Kartu
Kata a. Minta peserta didik membaca/mengeja ulang suku kata yang diawali
dengan ‘bo-’ atau ‘bi-’. b. Minta peserta didik mengenali suku kata ‘bo-’ atau ‘bi-’ pada setiap
kata pada kartu kata. c. Buatlah tabel di papan tulis dengan dua kolom untuk ‘bo-’ dan ‘bi-’
seperti berikut. Tabel 1.5 Contoh Tabel Pengelompokan Kata
d. Guru memberikan satu kartu
kata kepada setiap peserta didik dan meminta masing-masing untuk menempelkan
setiap kartu kata pada kolom ‘bo-’ dan ‘bi-’, tergantung pada suku kata awal
kata yang terdapat di kartu yang dipegangnya. e. Buat kegiatan membaca
menyenangkan dan berilah penghargaan kepada setiap capaian peserta didik.
Mengamati Mengamati Gambar “Penjual Bakso” yang terdapat pada buku paket. a. Bacakan judul gambar “Penjual Bakso”. Tanyakan kepada para
peserta didik, di mana yang ramai yang
telah diamati pada buku paket ? b. Beri waktu kepada mereka
untuk mengamati gambar. Setelah itu, ajukan pertanyaan yang ada di Buku
Siswa. Menirukan
dan Melakukan Mencocokkan Bunyi Binatang a. Minta peserta didik menebak
huruf depan dari setiap bunyi-bunyian yang terdapat pada Buku Siswa. Guru
juga dapat mengajak peserta didik melafalkan bunyi-bunyian tersebut
bersama-sama. b. Minta peserta didik menunjuk binatang sesuai dengan bunyinya.
Membaca Teks Informasi: Pancaindra a. Guru
mengajak peserta
didik menyanyikan lagu “Pancaindra”.
Menulis Huruf ‘B’ dan ‘b’ menulis huruf ‘B’ dan ‘b’ pada lampiran buku
tulis. Memegang Pensil dengan Benar Melatih peserta didik untuk memegang pensil
dengan benar sangat penting bagi keterampilan motorik halusnya. Guru perlu
memberikan bimbingan secara individual bagi setiap peserta didik untuk
menulis dengan cara menggenggam pensil dan postur tubuh yang benar. • Pensil
digenggam dengan ibu jari dan jari telunjuk. Jari tengah menyangga jari
telunjuk ketika menggenggam pensil (lihat gambar).
Membaca Membaca Kartu Kata a. Guru
meminta peserta didik membaca/mengeja ulang suku kata yang diawali dengan
‘ba-’, ‘bu-’, dan ‘be-’. b. Guru
meminta peserta didik mengenali suku kata ‘ba-’, ‘bu-’, atau ‘be-’ pada setiap
kata pada kartu kata. Berbicara Mendiskusikan Kata Baru: Sibuk a. Minta
peserta didik mengamati gambar dan mendiskusikan adegan atau kejadian yang
terdapat pada gambar tersebut. b. Dari
kedua gambar tersebut, mana yang lebih ramai/sibuk? Mengapa? Kapan latar
kejadian pada gambar tersebut? Pagi, siang, sore, atau malam hari? c. Kegiatan
mendiskusikan gambar ini melatih tanggapan lisan peserta didik terhadap
gambar yang diamatinya. Kegiatan ini tidak dinilai. Kegiatan Penutup 1. Guru
menunjukkan kartu bertuliskan ‘bola’, ‘biru’, ‘buku’, ‘baju’, ‘batu’, dan
mengajak peserta didik membacanya bersama-sama. 2. Guru
mengatakan bahwa peserta didik harus menghafalkan lima bentuk kata tersebut
karena guru akan menunjukkannya setiap hari. 3. Guru
mengajak para peserta didik untuk mengingat kembali cerita “meong! meong!” dan menanyakan apakah mereka menyukai cerita tersebut. 4. Guru
memberikan pesan penutup tentang permainan di rumah yang bisa dilakukan
dengan bola dan mengingatkan peserta didik untuk bermain bola dengan aman di
rumah. 5. Guru
mengajak peserta didik untuk menyanyikan lagu penutup. |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
F. JURNAL MEMBACA |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Jurnal
Membaca Guru mengajak peserta
didik untuk literasi membaca setiap hari sekitar 10 menit mengunjungi
perpustakaan setiap pekan ke dua setiap bulannya. Guru perlu memberikan petunjuk kepada orang
tua tentang cara membantu peserta didik mengisi Jurnal Membaca yang terdapat
pada buku siswa.
Membaca Kata Minggu Ini Peserta didik sering dibacakan dengan
bentuk kata-kata yang sering ditemui. Hal ini akan mempercepat prosesnya
belajar membaca. |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
G. REFLEKSI |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
A. Memetakan Kemampuan Awal Peserta Didik 1. Pada akhir Bab 1 ini, guru
telah memetakan peserta didik sesuai dengan kemampuan masing-masing melalui
asesmen formatif dalam kegiatan sebagai berikut. a. Mengenali bentuk dan
bunyi huruf. b. Membaca suku kata
‘ba-’, ‘bi-’, ‘bu-’, ‘be-’, dan ‘bo-’. c. Menulis nama
sendiri. Informasi ini menjadi
pemetaan awal untuk merumuskan strategi pembelajaran pada bab berikutnya. 2.
Isi nilai peserta didik dari setiap kegiatan mengenali huruf, membaca
suku kata, dan menulis nama sendiri pada tabel berikut. Tabel 1.8 Contoh
Pemetaan Peserta Didik Berdasarkan Kompetensi yang
Diajarkan di Bab 1
1: Kurang 2: Cukup 3: Baik 4: Sangat Baik 3. Merujuk pada tabel ini, guru merencanakan pendekatan pembelajaran pada
bab berikutnya. Guru memetakan peserta didik untuk mendapatkan bimbingan
secara individual atau bimbingan dalam kelompok kecil melalui kegiatan
pendampingan atau perancah. Guru juga perlu merencanakan kegiatan pengayaan
untuk peserta didik yang memiliki minat khusus atau kemampuan belajar di atas
teman-temannya. Dengan demikian, asesmen akhir Bab 1 ini membantu guru untuk
merencanakan pembelajaran yang terdiferensiasi sesuai dengan kompetensi
peserta didik. |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
H. ASESMEN / PENILAIAN |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Asesmen Formatif Asesmen formatif hanya
dilakukan setelah materi di bab 1 tersampaikan semua. |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
I. KEGIATAN
PENGAYAAN DAN REMEDIAL |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Inspirasi
Kegiatan Pengayaan : ·
Guru membawa aneka benda untuk diraba dan dicium peserta didik. Apa perbedaan benda-benda
tersebut? Dapatkah peserta didik menebak nama benda dengan mata
tertutup? Remedial : ·
Remedial dilakukan dengan diberikan kepada peserta didik yang membutuhkan
bimbingan untuk memahami materi atau pembelajaran mengulang siswa yang belum mecapai . |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
LAMPIRAN |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
A. LEMBAR KERJA PESERTA
DIDIK |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
LEMBAR KERJA SISWA Nama : Kelas : Petunjuk!
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
B. BAHAN
BACAAN GURU & PESERTA DIDIK |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Bahan bacaan siswa ·
Buku-buku
bacaan fiksi dan nonfiksi yang bertema pancaindra. Bahan bacaan guru ·
Artikel tentang bertema pancaindra, |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
C. GLOSARIUM |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
GLOSARIUM alur konten capaian
pembelajaran: elemen turunan dari capaian pembelajaran yang menggambarkan pencapaian
kompetensi secara berjenjang asesmen: upaya untuk mendapatkan data
dari proses dan hasil pembelajaran untuk mengetahui pencapaian peserta didik
di kelas pada materi pembelajaran tertentu asesmen diagnosis: asesmen yang dilakukan pada
awal tahun ajaran guna memetakan kompetensi para peserta didik agar mereka
mendapatkan penanganan yang tepat asesmen formatif: pengambilan data kemajuan
belajar yang dapat dilakukan oleh guru
atau peserta didik dalam proses pembelajaran asesmen sumatif: penilaian hasil belajar
secara menyeluruh yang meliputi keseluruhan aspek kompetensi yang dinilai dan
biasanya dilakukan pada akhir periode belajar capaian pembelajaran: kemampuan pada akhir masa
pembelajaran yang diperoleh melalui serangkaian proses pembelajaran fonem: satuan bunyi terkecil yang
mampu menunjukkan kontras makna, misalnya /h/ adalah fonem karena membedakan
makna kata ‘harus’ dan ‘arus’ |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
D. DAFTAR PUSTAKA |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
DAFTAR PUSTAKA Kurniawan, Haris. 2002. Terampil Berbahasa Indonesia. Jakarta : Pustaka Mulia Pusat Asesmen dan Pembelajaran. 2020. Modul Asesmen
Diagnosis di Awal Pembelajaran. Jakarta: Pusmenjar Kemendikbud RI. |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
REFLEKSI
Penerapan
dan Refleksi Ketika saya menerapkan rancangan pembelajaran di atas di
kelas 1 SD, siswa tampak antusias
dan terlibat aktif dalam setiap kegiatan. Mereka berhasil menggunakan kata
sapaan dengan benar dan menunjukkan peningkatan dalam kesadaran diri dan sosial
mereka. Suasana kelas menjadi lebih positif dan mendukung.
[FOTO DOKUMENTASI MENGAJAR DI DALAM KELAS]





Dari kondisi yang saya hadapi,saya jadi tahu bahwa
siswa kelas 1 yang
saya ampu sangat responsif terhadap pendekatan pembelajaran yang interaktif dan
menyenangkan. Mereka lebih mudah memahami konsep melalui visualisasi dan
bermain peran. Dan yang paling penting, mereka menunjukkan peningkatan dalam
kesadaran sosial dan empati dari kegiatan yang saya lakukan. Berdasarkan hal
tersebut, saya akan terus menggunakan pendekatan pembelajaran yang interaktif
dan melibatkan siswa secara aktif. Saya akan mencoba memperluas metode
pembelajaran dengan menambahkan lebih banyak aktivitas bermain peran dan
diskusi kelompok. Pendekatan ini akan membantu siswa mengembangkan kesadaran
diri, manajemen diri, dan keterampilan sosial mereka, serta mendukung
pengembangan karakter yang baik sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila.
Penerapan pembelajaran sosial emosional, bukan hanya berdampak pada
kesejahteraan di kelas saja, namun jika dapat memberikan dampak besar kepada
seluruh warga sekolah seperti yang tergambar di dalam peta konsep berikut ini:



Umpan Balik dari Rekan Guru Ketika saya menerapkan
pembelajaran di atas, terdapat beberapa rekan guru yang saya minta untuk
melakukan observasi atau mengati bagaimana kelas berlangsung ketika saya
mengajar. Berikut ini adalah umpan balik dari rekan guru ketika saya menerapkan
pembelajaran sosial emosional di kelas:
[\Foto umpan balik dari rekan guru ]













Komentar
Posting Komentar