PEMBELAJARAN SOSIAL DAN EMOSIONAL

 

 

JURNAL PEMBELAJARAN 2  MODUL 2

PEMBELAJARAN  SOSIAL DAN EMOSIONAL

 

OLEH : RICA AFRIANTI, S.Pd

GURU SDN No. 143/VI KUNGKAI II

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


UNIVERSITAS NEGERI PADANG

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Setelah saya mempelajari dan menelaah Materi Pembelajaran Sosial Emosional di PMM untuk peserta Piloting Pendidikan Pendidikan Profesi Guru (PPG ) untuk Guru Tertentu, Saya berencana akan Menerapkan dan mempraktikkan pembelajaran berbasisi sosial emosional di kelas  1 SD saya sesuai dengan wawasan baru yang sudah saya pelajari dan dapatkan..

 

Pembelajaran Sosial dan Emosional ( PSE) adalah proses penting yang membantu peserta didik mengembangkan keterampilan dan sikap untuk memahami diri sendiri, mengelola emosi, berempati, dan membangun hubungan positif. Dengan mengintegrasikan PSE dalam kegiatan pembelaran, saya yakin dapat menciptakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan holistik peserta didik serta meningkatkan kesejahteraan psikologis  seluruh warga sekolah.  Pembelajaran  yang didasari prinsip sosial emosional ini tidak hanya fokus pada aspek akademis, tetapi juga pada pengembangan keterampilan sosial emosional yang esensial untuk kehidupan para Peserta Didik.

 

Pengertian Pembelajaran Sosial Emosional (PSE)

Pembelajaran Sosial dan Emosional (PSE) adalah sebuah proses di mana kita dapat memperoleh dan menerapkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap untuk mengembangkan identitas yang sehat, mengelola emosi, mencapai tujuan pribadi dan kolektif, merasakan dan menunjukkan empati terhadap orang lain, membangun dan memelihara hubungan yang mendukung, serta membuat keputusan yang bertanggung jawab dan penuh rasa kepedulian. PSE sendiri mencakup lima kompetensi utama: kesadaran diri, manajemen diri, kesadaran sosial, keterampilan berhubungan, dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab.

Kesadaran Diri (Self-Awareness) adalah kemampuan untuk memahami dan mengenali emosi, pikiran, dan nilai-nilai pribadi yang mempengaruhi perilaku. Ini termasuk mengenali kekuatan dan kelemahan diri, serta bagaimana perasaan dan reaksi pribadi mempengaruhi interaksi dengan orang lain.

Manajemen Diri (Self-Management) adalah kemampuan untuk mengelola emosi, pikiran, dan perilaku secara efektif dalam berbagai situasi. Ini mencakup kemampuan untuk mengatur stres, mengendalikan dorongan, dan menjaga motivasi untuk mencapai tujuan pribadi dan profesional.

Kesadaran Sosial (Social Awareness) adalah kemampuan untuk memahami perspektif dan emosi orang lain serta berempati terhadap mereka. Ini termasuk mengenali dan menghargai keberagaman budaya dan latar belakang serta memahami dinamika sosial dalam kelompok.

Keterampilan Berhubungan (Relationship Skills) adalah kemampuan untuk membangun dan memelihara hubungan yang sehat dan mendukung dengan orang lain. Ini meliputi keterampilan komunikasi, kerja sama, resolusi konflik, dan membangun hubungan yang positif dalam berbagai situasi sosial.

Pengambilan Keputusan yang Bertanggung Jawab (Responsible Decision-Making) adalah  kemampuan untuk membuat pilihan yang konstruktif dan bermanfaat dalam berbagai situasi. Ini mencakup mempertimbangkan konsekuensi dari tindakan, mengevaluasi berbagai opsi, dan membuat keputusan yang mendukung kesejahteraan diri dan orang lain.

Setiap kompetensi ini saling berkaitan dan penting untuk diterapkan di dalam pembelajaran di berbagai fase. Penerapan PSE dalam pembelajaran dapat dilakukan melalui:

1. Pembukaan yang hangat, misalnya menyambut siswa dengan senyuman dan sapaan, menciptakan lingkungan yang ramah dan mendukung.

 2. Kegiatan melibatkan siswa, contohnya menggunakan metode pembelajaran yang interaktif seperti bermain peran, diskusi kelompok, dan aktivitas refleksi diri.

 3. Dan mengakhiri pelajaran dengan kegiatan yang positif, memberikan pujian, dan mendorong siswa untuk menerapkan keterampilan yang telah dipelajari dalam kehidupan sehari-hari.

Ø  Pembelajaran Sosial Emosional dan Penguatan Profil Pelajar Pancasila

 

Jika dilakukan dengan tepat, penerapan pembelajaran sosial emosional juga akan dapat proyek penguatan Profil Pelajar Pancasila. Misalnya pada dimensi beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa yang tercantum dalam Profil Pelajar Pancasila tersebut, kompetensi kesadaran diri dapat membantu siswa memahami dan menginternalisasi nilai-nilai spiritual, sementara keterampilan sosial mendukung siswa dalam membangun hubungan yang positif dan gotong royong.

 Rancangan Pembelajaran dengan Prinsip Pembelajaran Sosial Emosional

Berikut ini adalah rancangan pembelajaran dengan prinsip Pembelajaran Sosial Emosional yang saya terapkan di kelas.

MODUL AJAR IPA KELAS 7

INFORMASI UMUM

 

 

 

 

Nama penyusun                          :   Rica Afrianti, S.Pd

Nama Sekolah                             :   SDN No. 143/VI KUNGKAI II

Mata pelajaran                         :  Bahasa Indonesia

Fase A, Kelas / Semester           :  I (Satu)  / I (Ganjil)

Bab 1                                            : Bunyi Apa?

Tema                                            : Bunyi dan Panca Indera

Alokasi Waktu                            : 2 JP 1 x 35 Menit

 

 

 

 

 

 


                                                                                        

 


INFORMASI UMUM

A.  IDENTITAS MODUL

Penyusun

Instansi

Tahun Ajaran

Jenjang Sekolah

Mata Pelajaran

Fase / Kelas/ Semester

Bab 1

Tema

Alokasi Waktu

:

:

:

:

:

:

:

:

:

Rica Afrianti, S.Pd

SDN No. 143/ Kungkai II

2024/2025

SD

Bahasa Indonesia

A / 1 /1

Bunyi Apa?

Bunyi dan Pancaindra

2 JP 1x2 JP

B.  KOMPETENSI AWAL

§  Peserta didik dapat mengenali bentuk dan bunyi huruf.

§  Peserta didik dapat membaca suku kata ‘ba-’, ‘bi-’, ‘bu-’, ‘be-’, dan ‘bo-’.

§  Peserta didik dapat menulis nama sendiri

C.  PROFIL PELAJAR PANCASILA

§  Mandiri;

§  Bernalar kritis;

§  Kreatif;

D.  SARANA DAN PRASARANA

§  Sumber belajar : Buku Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Republik Indonesia, 2021 Bahasa Indonesia, Aku Bisa! Buku Siswa SD Kelas I, Penulis: Soie Dewayani

§  Buku Terampil Berbahasa Indonesia untuk SD Kelas 1 Pustaka Mulia, Penulis : Harlis Kurniawan

§  Kartu huruf;

§  Kartu bergambar benda-benda yang memiliki suku kata ‘ba-‘, ‘bi-‘, ‘bu-‘, ‘be-‘, ‘bo-‘;

§  Alat tulis dan alat warna;

§  Buku/ lagu yang bertema pancaindra.

§  Lembar kerja peserta didik, laptop, handphone

E.  TARGET PESERTA DIDIK

§  Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam  mencerna dan memahami materi ajar.

§  Peserta didik dengan pencapaian tinggi: mencerna dan memahami dengan cepat, mampu mencapai keterampilan berfikir aras tinggi (HOTS), dan memiliki keterampilan memimpin.

F.   JUMLAH PESERTA DIDIK

  • Minimum 15 Peserta didik, Maksimum 25 Peserta didik

G.  MODEL PEMBELAJARAN

§  Model pembelajaran tatap muka dan blanded learning

KOMPNEN INTI

A.  TUJUAN KEGIATAN PEMBELAJARAN

Tujuan Pembelajaran Bab Ini :

§  Dengan menyimak dan menanggapi bacaan tentang bunyi dan pancaindra secara lisan, peserta didik dapat mengenali abjad, merangkai suku kata yang diawali huruf ‘b’, menulis huruf ‘B’ dan ‘b,’ serta menulis namanya sendiri.

 

Capaian Pembelajaran :

Membaca:

  • Mengenali bentuk dan melafalkan bunyi huruf.

Menulis:

  • Menuliskan kata-kata yang sering ditemui.

Membaca:

  • Mengenali dan mengeja kombinasi abjad pada suku kata dan kata yang sering ditemui.

Membaca:

  • Mengenali dan mengeja kombinasi abjad pada kata dan suku kata yang sering ditemui.

B.  PEMAHAMAN BERMAKNA

Pada bab ini guru menguatkan fondasi kecakapan literasi dasar peserta didik dengan:

  • Mengenali dan melafalkan abjad;
  • Mengenali bentuk huruf kapital dan huruf kecil;
  • Belajar mengeja dan membaca kata-kata sehari-hari yang memiliki kata yang diawali dengan huruf ‘b’;
  • Menulis huruf ‘B’ dan ‘b’;
  • Menulis nama sendiri.

C.  PERTANYAAN PEMANTIK

§  Pernahkah kalian mendengar suara “Meong! Meong!”?

§  Biasanya, apa yang berbunyi “Meong! Meong!”?

§  Bagaimana Cara Merawat Indera Pendengar?

D.  PERSIAPAN BELAJAR

Pada hari-hari pertama di kelas satu, peserta didik mungkin merasa belum nyaman bersekolah. Oleh karena itu, guru perlu membuat suasana belajar yang menyenangkan. Membacakan cerita bergambar merupakan salah satu kegiatan yang menenangkan dan membuat peserta didik nyaman.

 

E.  KEGIATAN PEMBELAJARAN

Langkah-Langkah Pembelajaran

Kegiatan Pendahuluan

1.  Guru membuka kegiatan dengan  Mengucapkan  Salam

2.  Kelas dilanjutkan dengan do’a dipimpin oleh salah seorang siswa.

3.  Guru Mengecek Kehadiran Siswa (Absesnsi)

3.  Guru menyapa para peserta didik.

4.  Guru menjelaskan bahwa ia akan membacakan  buku dan menunjukkan sampul cerita untuk diamati peserta didik.

5.  Guru juga mendiskusikan tata cara menyimak dan berdiskusi.

6.  Guru mengajak peserta didik mengamati gambar sampul dan  mengajukan pertanyaan-pertanyaan.

 

Kegiatan Inti

Menyimak

Guru dapat memperkenalkan kode bunyi seperti kode 1 dan kode 2.

Kode bunyi ini menjadi penanda bahwa peserta didik harus sudah bersiap untuk belajar.

Membacakan Cerita “Meong! Meong !” yang terdapat di buku paket bahasa indonesia.

a.  Sebelum membacakan cerita “meong! meong!” tunjukkan sampul cerita kepada peserta didik. Bacakan judul cerita. Tanyakan kepada peserta didik mengapa judulnya “meong! meong!” . Bunyi apakah itu? Lalu, mintalah peserta didik mengamati gambar pada sampul tersebut. Kira-kira, gambar apakah itu? Apa hubungannya dengan bunyi “meong! meong!”?

b.  Bacakan buku  kepada peserta didik sambil menunjuk setiap kata. Berikan  jeda yang cukup setelah membaca setiap kalimat, demi memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengamati gambar.

c.  Kegiatan menyimak akan melatih daya konsentrasi para peserta didik dan membiasakan mereka dengan aturan bersama.

Mendiskusikan Cerita “meong! meong!”

Setelah membacakan cerita dan mengajak peserta didik membaca bersama, guru mendiskusikan pertanyaan yang terdapat pada Buku Siswa.

 

Membaca

Sebagian peserta didik mungkin dapat menyebutkan atau menyanyikan huruf ‘a’ hingga ‘z’, tetapi mereka belum tentu dapat mengenali bentuknya. Sering pula peserta didik dapat menyebutkan dan mengenali bentuk abjad, tetapi tidak dapat melafalkan bunyinya sehingga tidak dapat merangkainya dengan bunyi huruf lain untuk membentuk bunyi suku kata. Oleh karena itu, kegiatan mengenali bentuk dan melafalkan bunyi abjad sangat penting.

Melafalkan Huruf Bersama-sama

a.  Bacalah huruf secara berurut dengan menunjuk pada poster abjad di kelas atau kartu huruf. Tanyakan kepada para peserta didik, apakah mereka dapat melakukannya sendiri.

b.  Sebagai variasi, peserta didik dapat diminta untuk menyanyikan lagu abjad.

c.  Setelah itu, perkenalkan bunyi masing-masing abjad. Tunjuklah setiap abjad dan lafalkan bunyinya. Ajak peserta didik menirukannya.

Mengidentifikasi Bentuk Huruf pada Deret Abjad

a.  Menanyakan beberapa huruf kepada seorang peserta didik. Apabila ia belum dapat menjawab pertanyaan, tawarkan kepada peserta didik lain untuk menjawab pertanyaan tersebut.

b.  Peserta didik untuk membedakan bentuk huruf kapital dan huruf kecil.

c.  Peserta didik bisa diminta untuk bergantian menyebutkan nama huruf yang ditunjuk oleh guru.

d.  Minta peserta didik untuk mengidentifikasi abjad pada kata-kata ‘bola’, ‘biru’, ‘Boni’, dan ‘batu’.

e.  Lakukan kegiatan membaca huruf ini secara rutin setiap sebelum memulai pembelajaran Bahasa Indonesia, hingga seluruh peserta didik mengenali bunyi serta bentuk huruf kapital dan huruf kecil.

 

Menulis

Tip Pembelajaran: Membiasakan Postur Tubuh yang Baik Saat Menulis

Guru perlu memastikan bahwa setiap peserta didik menulis dengan postur tubuh yang baik untuk melatih kemampuan motorik halus, koordinasi otak, dan konsentrasinya.

 

Berbicara

Memperkenalkan Diri di Depan Kelas

Secara bergiliran, minta peserta didik untuk menunjukkan kartu nama masing-masing di depan kelas dan memperkenalkan namanya.

 

Membaca

Membaca Kata dan Suku Kata

a.  Minta peserta didik mengingat bunyi huruf yang telah dilafalkan pada kegiatan sebelumnya. Kemudian, ajak peserta didik berlatih membaca suku kata dengan kombinasi konsonan dan vokal ‘o’ dan ‘i’ pada papan tulis.

b.  Pada saat mengeja suku kata, beri penekanan pada bunyi huruf ‘b’ dan bunyinya ketika dirangkai dengan huruf ‘o’ dan ‘i’.

c.  Lalu, minta peserta didik merangkai serta mengeja huruf dan suku kata pada frasa ‘bola biru Boni’.

Membaca Kartu Kata

a. Minta peserta didik membaca/mengeja ulang suku kata yang diawali dengan ‘bo-’ atau ‘bi-’.

b. Minta peserta didik mengenali suku kata ‘bo-’ atau ‘bi-’ pada setiap kata pada kartu kata.

c. Buatlah tabel di papan tulis dengan dua kolom untuk ‘bo-’ dan ‘bi-’ seperti berikut.

Tabel 1.5 Contoh Tabel Pengelompokan Kata

‘bo’

‘bi’

 

 

 

 

 

d.  Guru memberikan satu kartu kata kepada setiap peserta didik dan meminta masing-masing untuk menempelkan setiap kartu kata pada kolom ‘bo-’ dan ‘bi-’, tergantung pada suku kata awal kata yang terdapat di kartu yang dipegangnya.

e.  Buat kegiatan membaca menyenangkan dan berilah penghargaan kepada setiap capaian peserta didik.

Mengamati

 

Mengamati Gambar “Penjual Bakso yang terdapat pada buku paket.

a.  Bacakan judul gambar Penjual Bakso. Tanyakan kepada para peserta didik, di mana yang ramai yang telah diamati pada buku paket ?

b.  Beri waktu kepada mereka untuk mengamati gambar. Setelah itu, ajukan pertanyaan yang ada di Buku Siswa.

 

 

 

Menirukan dan Melakukan

Mencocokkan Bunyi Binatang

a.  Minta peserta didik menebak huruf depan dari setiap bunyi-bunyian yang terdapat pada Buku Siswa. Guru juga dapat mengajak peserta didik melafalkan bunyi-bunyian tersebut bersama-sama.

b.   Minta peserta didik menunjuk binatang sesuai dengan bunyinya.

 

 

 

 

 

 

Menyimak

Membaca Teks Informasi: Pancaindra

a.  Guru mengajak peserta didik menyanyikan lagu “Pancaindra”.

 

 

 

 

Menulis

Menulis Huruf ‘B’ dan ‘b’

menulis huruf ‘B’ dan ‘b’ pada lampiran buku tulis.

 

 

 

 

 

 

Memegang Pensil dengan Benar

Melatih peserta didik untuk memegang pensil dengan benar sangat penting bagi keterampilan motorik halusnya. Guru perlu memberikan bimbingan secara individual bagi setiap peserta didik untuk menulis dengan cara menggenggam pensil dan postur tubuh yang benar.

 Pensil digenggam dengan ibu jari dan jari telunjuk. Jari tengah menyangga jari telunjuk ketika menggenggam pensil (lihat gambar).

 

Membaca

Membaca Kartu Kata

a.   Guru meminta peserta didik membaca/mengeja ulang suku kata yang diawali dengan ‘ba-’, ‘bu-’, dan ‘be-’.

b.   Guru meminta peserta didik mengenali suku kata ‘ba-’, ‘bu-’, atau ‘be-’ pada setiap kata pada kartu kata.

 

Berbicara

Mendiskusikan Kata Baru: Sibuk

a.   Minta peserta didik mengamati gambar dan mendiskusikan adegan atau kejadian yang terdapat pada gambar tersebut.

b.   Dari kedua gambar tersebut, mana yang lebih ramai/sibuk? Mengapa? Kapan latar kejadian pada gambar tersebut? Pagi, siang, sore, atau malam hari?

c.   Kegiatan mendiskusikan gambar ini melatih tanggapan lisan peserta didik terhadap gambar yang diamatinya. Kegiatan ini tidak dinilai.

 

Kegiatan Penutup

1.  Guru menunjukkan kartu bertuliskan ‘bola’, ‘biru’, ‘buku’, ‘baju’, ‘batu’, dan mengajak peserta didik membacanya bersama-sama.

2.  Guru mengatakan bahwa peserta didik harus menghafalkan lima bentuk kata tersebut karena guru akan menunjukkannya setiap hari.

3.  Guru mengajak para peserta didik untuk mengingat kembali cerita “meong! meong!” dan menanyakan apakah mereka menyukai cerita tersebut.

4.  Guru memberikan pesan penutup tentang permainan di rumah yang bisa dilakukan dengan bola dan mengingatkan peserta didik untuk bermain bola dengan aman di rumah.

5.  Guru mengajak peserta didik untuk menyanyikan lagu penutup.

F.  JURNAL MEMBACA

Jurnal Membaca

Guru mengajak peserta didik untuk literasi membaca setiap hari sekitar 10 menit mengunjungi perpustakaan setiap pekan ke dua setiap bulannya.

Guru perlu memberikan petunjuk kepada orang tua tentang cara membantu peserta didik mengisi Jurnal Membaca yang terdapat pada buku siswa.

 

Membaca

Kata Minggu Ini

Peserta didik sering dibacakan dengan bentuk kata-kata yang sering ditemui. Hal ini akan mempercepat prosesnya belajar membaca.

 

G.  REFLEKSI

A. Memetakan Kemampuan Awal Peserta Didik

1.  Pada akhir Bab 1 ini, guru telah memetakan peserta didik sesuai dengan kemampuan masing-masing melalui asesmen formatif dalam kegiatan sebagai berikut.

a. Mengenali bentuk dan bunyi huruf.

b. Membaca suku kata ‘ba-’, ‘bi-’, ‘bu-’, ‘be-’, dan ‘bo-’.

c. Menulis nama sendiri.

Informasi ini menjadi pemetaan awal untuk merumuskan strategi pembelajaran pada bab berikutnya.

 2.  Isi nilai peserta didik dari setiap kegiatan mengenali huruf, membaca suku kata, dan menulis nama sendiri pada tabel berikut.

 

Tabel 1.8 Contoh Pemetaan Peserta Didik Berdasarkan

Kompetensi yang Diajarkan di Bab 1

No

Nama Peserta Didik

Nilai Peserta Didik

Mengenali Huruf

Membaca Suku Kata

Menulis Nama Sendiri

1

Haidar

 

 

 

2

Halwa

 

 

 

3

Said

 

 

 

4

Martin

 

 

 

5

Ahmad

 

 

 

6

Dayu

 

 

 

7

Melisa

 

 

 

8

Doni

 

 

 

dst.

 

 

 

 

1: Kurang                               2: Cukup                    3: Baik                               4: Sangat Baik

 

3. Merujuk pada tabel ini, guru merencanakan pendekatan pembelajaran pada bab berikutnya. Guru memetakan peserta didik untuk mendapatkan bimbingan secara individual atau bimbingan dalam kelompok kecil melalui kegiatan pendampingan atau perancah. Guru juga perlu merencanakan kegiatan pengayaan untuk peserta didik yang memiliki minat khusus atau kemampuan belajar di atas teman-temannya. Dengan demikian, asesmen akhir Bab 1 ini membantu guru untuk merencanakan pembelajaran yang terdiferensiasi sesuai dengan kompetensi peserta didik.

 

H.  ASESMEN / PENILAIAN

Asesmen Formatif

Asesmen formatif hanya dilakukan setelah materi di bab 1 tersampaikan semua.

 

I.  KEGIATAN PENGAYAAN DAN REMEDIAL

Inspirasi Kegiatan Pengayaan :

·         Guru membawa aneka benda untuk diraba dan dicium peserta didik. Apa perbedaan benda-benda tersebut? Dapatkah peserta didik menebak nama benda dengan mata tertutup?

 

Remedial :

·         Remedial dilakukan dengan diberikan kepada peserta didik yang membutuhkan bimbingan untuk memahami materi atau pembelajaran mengulang siswa yang belum mecapai .

LAMPIRAN

A.  LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

LEMBAR KERJA SISWA

Nama :

Kelas :

Petunjuk!

 

 

 

Nilai

 

Paraf Orang Tua

 

 

 

 

 

 

 

B.  BAHAN BACAAN GURU & PESERTA DIDIK

Bahan bacaan siswa

·         Buku-buku bacaan fiksi dan nonfiksi yang bertema pancaindra.

Bahan bacaan guru

·         Artikel tentang bertema pancaindra,

C.   GLOSARIUM

 

 

GLOSARIUM

alur konten capaian pembelajaran: elemen turunan dari capaian pembelajaran yang menggambarkan pencapaian kompetensi secara berjenjang

 

asesmen: upaya untuk mendapatkan data dari proses dan hasil pembelajaran untuk mengetahui pencapaian peserta didik di kelas pada materi pembelajaran tertentu

 

asesmen diagnosis: asesmen yang dilakukan pada awal tahun ajaran guna memetakan kompetensi para peserta didik agar mereka mendapatkan penanganan yang tepat

 

asesmen formatif: pengambilan data kemajuan belajar yang dapat dilakukan  oleh guru atau peserta didik dalam proses pembelajaran

 

asesmen sumatif: penilaian hasil belajar secara menyeluruh yang meliputi keseluruhan aspek kompetensi yang dinilai dan biasanya dilakukan pada akhir periode belajar

 

capaian pembelajaran: kemampuan pada akhir masa pembelajaran yang diperoleh melalui serangkaian proses pembelajaran

 

fonem: satuan bunyi terkecil yang mampu menunjukkan kontras makna, misalnya /h/ adalah fonem karena membedakan makna kata ‘harus’ dan ‘arus’

 

D.   DAFTAR PUSTAKA

DAFTAR PUSTAKA

Kurniawan, Haris. 2002. Terampil Berbahasa Indonesia. Jakarta : Pustaka Mulia

 

Pusat Asesmen dan Pembelajaran. 2020. Modul Asesmen Diagnosis di Awal Pembelajaran. Jakarta: Pusmenjar Kemendikbud RI.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

REFLEKSI

Penerapan dan Refleksi Ketika saya menerapkan rancangan pembelajaran di atas  di kelas 1 SD, siswa tampak antusias dan terlibat aktif dalam setiap kegiatan. Mereka berhasil menggunakan kata sapaan dengan benar dan menunjukkan peningkatan dalam kesadaran diri dan sosial mereka. Suasana kelas menjadi lebih positif dan mendukung.

[FOTO DOKUMENTASI MENGAJAR DI DALAM KELAS]

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Dari kondisi yang saya hadapi,saya jadi tahu bahwa siswa kelas 1 yang saya ampu sangat responsif terhadap pendekatan pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan. Mereka lebih mudah memahami konsep melalui visualisasi dan bermain peran. Dan yang paling penting, mereka menunjukkan peningkatan dalam kesadaran sosial dan empati dari kegiatan yang saya lakukan. Berdasarkan hal tersebut, saya akan terus menggunakan pendekatan pembelajaran yang interaktif dan melibatkan siswa secara aktif. Saya akan mencoba memperluas metode pembelajaran dengan menambahkan lebih banyak aktivitas bermain peran dan diskusi kelompok. Pendekatan ini akan membantu siswa mengembangkan kesadaran diri, manajemen diri, dan keterampilan sosial mereka, serta mendukung pengembangan karakter yang baik sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila. Penerapan pembelajaran sosial emosional, bukan hanya berdampak pada kesejahteraan di kelas saja, namun jika dapat memberikan dampak besar kepada seluruh warga sekolah seperti yang tergambar di dalam peta konsep berikut ini:

 


 

 

 

 

 

 

 

Umpan Balik dari Rekan Guru Ketika saya menerapkan pembelajaran di atas, terdapat beberapa rekan guru yang saya minta untuk melakukan observasi atau mengati bagaimana kelas berlangsung ketika saya mengajar. Berikut ini adalah umpan balik dari rekan guru ketika saya menerapkan pembelajaran sosial emosional di kelas:

 

[\Foto umpan balik dari rekan guru ]

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Text Box: Umpan balik dari Ibu Fatimah :
“Trimakasih Bu Rica , sudah sangat menginspirasi kita semua tentang Pembelajaran Sosial dan Emosional.Membuat kami tercerahkan dan makin memahami tentang PSE.Sangat bermanfaat untuk kemajuan sekolah kita.sukses selalu Bu Rica”.


                         

 

 

 

 

 

 

Oval: Umpan balik dari Bapak Dola :
“Luar biasa Bu Rica dalam mengimbaskan pebelajaran Sosial dan emosional terhadap kami semua.sangat bermanfaat untuk sekolah kita, sangat menginspirasi dan membuat saya juga tergerak untuk mengimplementasikan PSE tersebut.trimakasih  Bu Rica”.
Text Box: Umpan balik dari Ibu  Petrialisna, S.Pd :
“Terimakasih Bu Rica, pemaparan tentang pembelajaran Sosial dan emosionalnya sangat menginspirasi dan membuat saya juga ingin melaksanakan dikelas saya.Sangat bermanfaat dan menambah pengetahuan saya”.
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lembar Kerja (LK) 6 : Penyusunan Rencana Aksi

TUGAS REFLEKSI MODUL PEDAGOGIK