Lembar Kerja (LK) 5 : Analisis Penentu Solusi Masalah

 

 

Lembar Kerja (LK) 5 : Analisis Penentu Solusi Masalah

 

Tahap analisis penentu solusi masalah merupakan kegiatan untuk menentukan solusi berdasarkaneksplorasi alternatif solusi, solusi yang relevan, analisis penentuan solusi menggunakan analisis SWOT, analisis alternative solusi.

Pertemuan Ke 111 Tanggal 2024-07-30 00:00:00 sampai 2024-08-01 23:59:00.003

Keterangan Tema Project : Menetapkan solusi masalah yang relevan dan tepat yang dilandasi kajian literatur /analisis empiric dalam tahap eksplorasi penyebab masalah.

 

No

Menetapkan solusi masalah yang relevan

dilandasi kajian literatur

 

3 JURNAL

1

·         Memilih metode pembelajaran yang tepat: Gunakan metode pembelajaran yang menarik dan variatif, serta menuntut siswa untuk aktif. 

·         Menciptakan suasana belajar yang menyenangkan: Hindari gangguan saat belajar, dan ciptakan suasana belajar yang nyaman. 

·         Membuat persiapan dan pengaturan yang efektif: Tetapkan tujuan belajar, buat jadwal belajar, dan tentukan gaya belajar. 

·         Membangun relasi yang baik dengan siswa: Guru dapat membangun relasi interpersonal, substantif, dan pedagogis dengan siswa. 

·         Menjelaskan relevansi materi pelajaran: Jelaskan secara jelas bagaimana materi pelajaran dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari siswa. 

·         Memotivasi siswa secara langsung: Berikan pujian, berikan dukungan emosional, dan hargai usaha siswa. 

·         Berkoordinasi dengan orang tua: Orang tua dan guru dapat bekerja sama untuk memberikan informasi timbal balik tentang siswa, serta mencari solusi pemecahan masalah. 

·         Menerapkan model pembelajaran Problem Based learning: Model pembelajaran ini berusaha menerapkan masalah yang terjadi di dunia nyata

 

1.  -Kajiian lilteratur: Menurut Ali (2004) Minat belajar dipengaruhi oleh:

    1.Faktor Internal terdiri atas:

 Perhatiian, keingintahuan, kebutuhan, dan motivasi.

2.Faktor Eksternal terdiiri atas dorongan orang tua, dorongan guru, tersedianya sarana dan prasarana, dan keadaan lingkungan. -Sumber Wawancara dengan guru:

1.Media pembelajaran kurang menarik.

2.Guru kurang beriinteraksi dengan siswa. -Kajian Liiteratur:

 Menurut Jesica (2017) dikarenakan: 1.Kebiiasaan membaca belum dimulai dari rumah.

2.Perkembangan teknologi yang canggih

3.Sarana membaca yang miinim

 

Kajian Literatur : Menurut Betty (Nurjanah 2016:161-162), kesuliitan belajar merupakan suatu bentuk gangguan yang dialami oleh siswa dalam satu atau lebiih dari faktor psikis yang mendasar yang meliiputi pemahaman atau penggunaan bahasa, liisan atau tulisan yang dengan sendiirinya muncul sebagai kemampuan tidak sempurna dalam hal mendengakan, berfikir, berbiicara, membaca, menulis Sumber wawancara :

1. Siswa Kurang Fokus

2. Siswa Seriing Ribut

3. Siswa Kurang Peduli dengan pembelajaran

 

Kajian Literatur: -Menurut Saputra,Isnadie Febrian (2012):Faktor-faktor penghambat komunikasi guru dan orang tua dibagi menjadi:

1.Faktor dari orang tua:

a.Sulit mencari orang tua dan rumah jauh

b.Orang tua tiidak perhatian

c.Kesibukan orang tua

d.Kemampuan orang tua

e.Faktor ekonomi

 f.Orang tua yang over komuniikasi dan guru

 2.Faktor dari guru:

a.Kurangnya motiivasi guru untuk melakukan kunjungan kepada wali siswa (Home visit) b.Kurangnya respon dari orang tua dalam proses komuniikasi

c.Sulit menyesuaikan waktu

d.Kurang adanya kerjasama antara guru dan Wali, misalnya siiswa membawa bekal.

 

Kajian Literatur: -Menurut Joyce & Weil (1980): Model pembelajaran sebagai kerangka konseptual yang diigunakan sebagai pedoman dalam melakukan pembelajaran. -Menurut Komalasari (2010): model pembelajaran pada dasarnya merupakan bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang diisajikan secara khas oleh guru. -Menurut Indah Fajar (2017): Kendala guru dalam menerapkan model

pembelajaran diantaranya:

1.Guru kurang memahami langkah-langkah pembelajaran sesuai siintak yang ada pada model pembelajaran.

2.Pengelolaan dan pengawasan kelas guru kurang mampu mengarahkan siswa yang kurang pintar untuk terliibat aktif dengan bekerjasama dalam kelompok.

3.Terkendala dalam menyediakan alat dan bahan jika diiperlukan dalam melakukan proyek.

4.Guru kurang menyiasati waktu yang tersedia.

 

 

Referensi

 

1.    Ali, Muhammad. 2004. Stategi Pendidikan Penelitian. Bandung: Angkasa. Arikunto, Suharsimi, dkk. 2007. Penelitian Tindakan KelasSudaryono. (2012). Dasar-Dasar Evaluasi Pembelajaran. Yogyakarta: Graha Ilmu

2.    2014. Metodologi Penelitian Bisnis. Jakarta: Salemba. Empat. Arifin dan Barnawi. 2012. Etika Profesi Kependidikan. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media. Davis, Keit

 


 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lembar Kerja (LK) 6 : Penyusunan Rencana Aksi

TUGAS REFLEKSI MODUL PEDAGOGIK