Analisis Bahan Ajar TRADISI ISLAM NUSANTARA PERSPEKTIF PENDIDIKAN MULTIKULTURAL KB 3 JURNAL 2 Husna Nashihin dan Puteri Anggita Dewi
ANALISIS BAHAN AJAR
Nama Dosen : Dwi Gusfarenie, M.Pd.
Nama Siswa:
|
Judul Modul |
SKI |
||
|
Judul Kegiatan Belajar (KB ) |
TRADISI ISLAM
NUSANTARA PERSPEKTIF PENDIDIKAN MULTIKULTURAL KB 3 JURNAL 2 Husna Nashihin dan Puteri Anggita
Dewi |
||
|
Bahan Ajar yang dianalisis |
Video/jurnal/Artikel* Jurnal
1 KB 2 |
||
|
No |
Butir Pertanyaaan |
Respon/Jawaban |
|
|
1 |
Tuliskan
minimal 3 (tiga) konsep beserta deskripsinya yang Anda temukan di dalam bahan
ajar; |
Beberapa
konsep yang ditemukan dalam jurnal ialah sebagai berikut : 1) Artikel ini membahas urgensi pendidikan
multikultural di Indonesia melalui pendekatan tradisi Islam Nusantara, khususnya di Temanggung.
Relevansi penelitian ini sangat tinggi mengingat Indonesia adalah
negara dengan keberagaman budaya, suku, dan agama yang sangat kompleks. Namun, penelitian ini bisa lebih
mendalam dengan menyertakan perbandingan dengan daerah
lain di Indonesia atau negara lain
yang memiliki keragaman serupa. 2) Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi dan analisis data kualitatif deskriptif. Pendekatan
ini tepat untuk memahami fenomena sosial dan budaya secara mendalam.
Namun, penggunaan metode penelitian
yang lebih variatif seperti mixed-methods bisa memperkaya hasil
penelitian. 3) Artikel ini memiliki dasar teori yang kuat
mengenai multikulturalisme dan pendidikan multikultural. Penggunaan literatur dari berbagai
sumber menunjukkan bahwa penulis memiliki pemahaman yang komprehensif. Namun, beberapa literatur yang digunakan terlihat sudah cukup lama,
sehingga pembaruan literatur dengan sumber yang lebih terbaru
mungkin diperlukan untuk
mengikuti perkembangan terkini di bidang ini. 4) Analisis data dilakukan secara deskriptif dan mendalam terhadap 25 tradisi Islam
Nusantara di Temanggung. Ini merupakan kekuatan dari
penelitian ini karena memberikan gambaran yang jelas dan detail
tentang tradisi tersebut. Namun, analisis bisa
lebih diperkuat dengan
menyertakan data kuantitatif seperti survei atau
wawancara yang terstruktur untuk mendapatkan gambaran yang lebih luas
mengenai pandangan masyarakat terhadap tradisi ini. 5) Penelitian ini berhasil menunjukkan bahwa
tradisi Islam Nusantara dapat menjadi basis pendidikan multikultural yang efektif. Ini memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan kurikulum pendidikan yang lebih inklusif dan berbasis pada
kearifan lokal. Namun,
penelitian ini belum
membahas secara mendalam
mengenai bagaimana implementasi praktis dari pendidikan berbasis tradisi ini
di sekolah-sekolah formal. 6) Artikel ini kurang mencakup keterbatasan penelitian yang dilakukan. Misalnya, tidak dijelaskan kendala
apa saja yang dihadapi selama
penelitian dan bagaimana peneliti mengatasinya. Penyebutan keterbatasan ini penting untuk transparansi dan untuk memberikan gambaran yang jelas
kepada pembaca mengenai validitas dan reliabilitas hasil penelitian. 7. Penelitian ini mengklaim sebagai yang pertama mengkaji pendidikan multikultural berbasis tradisi Islam Nusantara di Temanggung. Kebaruan ini
memberikan kontribusi yang signifikan terhadap literatur pendidikan multikultural di Indonesia. Namun, untuk memperkuat klaim ini,
akan lebih baik jika penulis menyertakan kajian pustaka
yang lebih mendalam mengenai penelitian sejenis
yang sudah ada sebelumnya. |
|
|
2 |
Lakukan kontekstualisasi atas pemaparan materi dalam
bahan ajar dengan realitas sosial; |
Jurnal ini mengingatkan kita
akan pentingnya kesadaran kita terhadap pluralitas negeri. Kebergaman yang
ada menjadikan sebuah kekuatan bangsa ini, namun disisi lain merupakan
ancaman bagi negara kita ketika kita tidak mampu mengatur dan
mengendalikannya dengan baik Kita sebagai guru pendidikan Agama Islam
mejadi bagian penting dalam ikut andil menyemaikan pendidikan multikultur. Kesadaran akan hal ini juga terus kkita
gelorakan dalam diri kita. Disadari atau tidak terkadang masih banyak guru
yang apatis akan hal semacam ini. Sikap ketidak pedulian sebagai bagian dari
ingral masyarakat Indonesia terkadang masih menjangkiti para guru termasuk
guru pendidikan agama islam |
|
|
3 |
Merefleksikan
hasil kontekstualisasi materi bahan ajar dalam pembelajaran bermakna |
konsep pembelajaran bermakna yang
memang bertujuan untuk hidup dan berperilaku moderat tentu membutuhkan
pemahaman dan kesadaran atas adanya perbedaan. Setelah
itu, dengan mengingat adanya keberagaman maka seseorang bisa mengambil sikap
dan tindakan yang lebih moderat demi menjaga keutuhan dan kesatuan bangsa ini. Dengan
demikian maka jurnal ini bisa menjadi materi suntikan yang mendukung untuk
terwujudnya paradigma moderasi beragama di Indonesia. Oleh
sebab itu hal-hal semacam ini perlu dikembangkan. Tradisi Nusantara akan
memberikan lebih banyak pengetahuan dan pemahaman akan moderasi beragama di
Indonesia. |
|
Mahasiswa
Komentar
Posting Komentar