Analisis bahan ajar KB 1 Jurnal dengan judul “Penerapan Teori Belajar Sosial Albert Bandura dalam Proses Belajar Mengajar” yang ditulis oleh “Harley Janet Lesilolo”
ANALISIS BAHAN AJAR KEGIATAN BELAJAR:
Dosen : Prof. Dr. Risnita,
M.Pd
Nama Siswa: Defi Suryani, S.Pd.I
|
Judul Modul |
TEORI BELAJAR DAN
PEMBELAJARAN |
|
|
Judul Kegiatan Belajar (KB) |
Analisis bahan ajar KB 1 Jurnal dengan judul “Penerapan Teori Belajar
Sosial Albert Bandura dalam Proses Belajar Mengajar” yang ditulis oleh
“Harley Janet Lesilolo” |
|
|
Bahan ajar yang
dianalsis |
Artikel 2 |
|
|
No |
Butir Pertanyaan |
Respon/jawaban |
|
1. |
Tuliskan minimal 3 (tiga) konsep beserta deskripsinya yang Anda temukan di dalam bahan ajar; |
1.
Teori
Belajar Sosial Albert Bandura Landasan awal
dari teori pembelajaran sosial Bandura adalah bawah manusia cukup fleksibel
dan sanggup mempelajari bagaimana kecakapan bersikap maupun berperilaku,
intik dari pembelajaran ini adalah pengalaman tak terduga, asumsi awal yang
memberi sudut pandang teoritis Bandura dalam teori ini adalah : 1)
Pembelajaran melalui proses imitation dan modeling, 2) Dalam imitation atau
modeling individu merupakan pihak yang aktif dalam menentukan perilaku yang
hendak ditiru, 3) keduanya merupakan pembelajaran perilaku tertentu, 4) pada
pembelajaran peniruan terjadi penguatan tidak langsung pada perilaku tertentu
yang efeknya sama dengan penguatan langsung, 5) Pentingnya mediasi internal
dalam pembelajaran. 2. Penguatan dalam proses modeling -Berfungsi
sebagai informasi, maksudnya adalah penguatan dan prosesnya dapat
menginformasikan pada manusia perilaku yang paing adaptif. -Berfungsi
sebagai motivasi, artinya manusia belajar melakukan antisipasi terhadap
penguatan yang akan muncul dalam situasi tertentu yang kemudian menjadi
langkah awal dalam banyak tahap perkembangan. 3.
Proses
pembelajaran modeling ·
Perhatian ·
Representasi ·
Produksi
perilaku ·
Motivasi
dan reinforcement 4.
Penerapan
teori belajar sosial Bandura dalam proses belajar mengajar ·
Mengaitkan
pelajaran dengan pengalaman atau realita sosial ·
Menggunakan
media sebagai pusat perhatian ·
Melakukan
relevansi materi dengan topik yang telah dipelajari ·
Menciptakan
suasana belajar riang ·
Variasi
teknik penyajian materi 5. Prinsip teori belajar sosial Bandura ·
Kepribadian
seseorang berkembang melalui pengamatan ·
Pada
saat modeling terjadi proses pengamatan pada semua yang dapat diambil sebagai
pengalaman sekarang dan merasakannya ·
Determenisme
resipokal sebagai pendekatan yang menjelaskan tingkah laku manusia dalam
bentuk hubungan timbal balik yang terus menerus ·
Tanpa
reinforcement ·
Menjelaskan
tingkah laku manusia dari segi interaksi feedback yang berkesinambungan
antara kognitif, tingkah aku dan lingkungan ·
Menrapkan
prinsip pertumbuhan, kontinuitas dan rekonstruksi selama proses belajar
berlangsung ·
Mengkaju
empat tahap belajar dari proses pengamatan yang terjadi yaitu : Atensi,
Retensi, Reproduksi dan Motivasional ·
Konsep
dasar teori efikasi diri yaitu adanya keyakinan bahwa setiap individu punya
kemampuan untuk mengontrol pikiran, perasaan dan perilakunya. |
|
2 |
Lakukan kontekstualisasi atas
pemaparan materi dalam bahan ajar dengan realitas sosial; |
a. Salah satu metode yang digunakan dalam
pendidikan Islam adalah modeling atau yang dikenal dengan uswah hasanah,
sebagaimana yang telah di contohkan oleh Rasulullah, dengan modeling siswa
akan termotivasi untuk mengenali dan meniru perilaku orang lain di
sekitarnya, terutama orang tua dan guru. b. Menurut penelitian anak merupakan peniru yang
ulung, anak mampu merekam dengan baik apa yang mereka lihat dan dengar, maka
dengan memberikan modeling atau uswah hasanah sejak dini kita dapat membentuk
mental dan sosial juga karakter anak. c. Melalui proses modeling siswa dapat memperoleh
pengalaman belajar yang disusun dengan baik sehingga akan membantu siswa
untuk mengerti dengan lebih baik. d. Pada dasarnya dalam proses belajar siswa akan
sering melibatkan pengamatan dan peniruan, siswa akan meniru contoh yang
telah diberikan oleh guru dan konsep modeling ini memberikan pengalaman
belajar langsung dan efektif bagi siswa |
|
3 |
1.
Merefleksikan hasil kontekstualisasi materi
bahan ajar dalam pembelajaran bermakna. |
a. Seiring dengan perkembangan teknologi dan
informasi yang pesat, memudahkan kita untuk dapat mengakses berbagai hal
hanya dengan melalui smart phone saja, melalui smart phon atau hp kita dapat
melihat berbagai macam video dan berita. Saat ini banyak orang menjadi artis
tik tok dan selebgram yang memiliki
banyak pengikut dari berbagai lapisan masyarakat bahkan anak-anak, terkadang
anak-anak mencontoh perilaku para selebgram dan artis tik tok tersebut,
banyak anak yang menjadikan artis bahkan karakter games dan kartun menjadi
role model bagi mereka. Maka disinilah peran penting orang tua, guru dan
lingkungan masyarakat untuk membentengi anak-anak dari meniru perilaku yang
kurang baik dengan cara menjadi role model atau uswah hasanah bagi anak-anak,
jika anak atau siswa sudah memiliki dasar karakter baik yang kuat yang di
dapat dari modeling orang di sekitarnya, maka anak tidak akan mudah
terpengaruh dengan perilaku yang kurang baik. b. Terkadang sebagai guru kita sering lalai dalam
menjadikan diri kita sebagai role model uswah hasanah bagi para siswa,
sehingga siswa tidak memiliki role model untuk di contoh, guru dapat
meningkatkan kompetensi pribadinya agar menjadi uswah hasanah bagi siswa
dengan cara mengikuti pelatihan, seminar maupun majelis kajian. |
Merangin,
8 November 2024
Nama
Mahasiswa
Defi
Suryani, S.Pd.I
Komentar
Posting Komentar