Analisis Bahan Ajar Jurnal 1 Al Qur’an, Tafsir, Dan Ta’wil Dalam Perspektif Sayyid Abu Al-A’la Al-Maududi
ANALISIS
BAHAN AJAR KEGIATAN BELAJAR:
Dosen : Dr. Ali Musa
Lubis, M.Ag
Nama Siswa:
|
Judul Modul |
Al -Qur,an Hadist |
|
|
Judul Kegiatan Belajar (KB) |
Jurnal 1 Al Qur’an, Tafsir, Dan Ta’wil Dalam Perspektif Sayyid Abu
Al-A’la Al-Maududi |
|
|
Bahan ajar yang
dianalsis |
Artikel 1 |
|
|
No |
Butir Pertanyaan |
Respon/jawaban |
|
1. |
Tuliskan minimal 3 (tiga) konsep beserta deskripsinya yang Anda temukan di dalam bahan ajar; |
1. Makna al-Qur’an Secara
etimologis, berarti bacaan. Menurut istilah, kalam Allah yang diturunkan
kepada nabi Muhammad SAW melalui malaikat jibril dengan menggunakan bahasa
arab sebagai hujjah (bukti) atas kerasulan Nabi Muhammad SAW dan sebagai
pedoman hidup bagi manusia serta sebagai media dalam mendekatkan diri kepada
Allah SWT dengan membacanya. Isi/muatan materi al-Qur’an diantaranya : a)
Prinsip-prinsip aqidah, syariah dan akhlak b) Janji-janji dan ancaman Allah
c) Kisah-kisah para nabi dan umat-umat terdahulu d) Hal-hal yang akan terjadi
dimasa dating e) Prinsip-prinsip ilmu pengetahuan f) Sunatullah atau hukum
Allah yang mengikat pada keseluruhan ciptaan-Nya
Penjelasan Tentang al-Qur’an. 2. Al-Maududi memandang bahwa
al-Qur’an adalah kitab yang sangat istimewa yang tidak dapat disamapersiskan
dengan kitab atau buku lainnya dalam menginterpretasikan kandungan pesannya.
Kompleksitas yang berlaku pada al-Qur’an menjadikannya senantiasa mengalami
varian interpretatif yang dinamis. 3. Makiyyah : Ayat-ayat al-Qur’an
yang turun di kota makkah dan sebelum Nabi Muhammad Hijrah ke Madinah Madaniyyah : Ayat-ayat
al-Qur’an yang turun di kota madinah dan setelah Nabi Muhammad Hijrah ke
Madinah Mutasyabihat : Ayat-ayat
al-Qur’an yang maknanya belum/tidak jelas karena tidak ditemukan dalil yang
kuat dan untuk memahaminya memerlukan kajian yang lebih mendalam melalui
berbagai metode Muhkamat : Ayat-ayat al-Qur’an
yang mudah diketahui maksudnya, mengandung makna tunggal dan dapat dipahami
secara langsung tanpa memerlukan keterangan lain. 4. Tafsir Menurut bahasa kata
tafsir diambil dari kata fassara-tafsir yang berarti menjelaskan. Pengertian
tafsir menurut bahasa juga bermakna al-idhah (menjelaskan), al-bayan
(menerangkan) dan al-kasyf (menyingkapkan). Tafsir pada hakikatnya adalah
menjelaskan lafaz yang sukar dipahami oleh pembaca dengan mengemukakan lafaz
sinonimnya atau makna yang mendekatinya, atau dengan jalan mengemukakan salah
satu makna semantic (dilalah) lafaz tersebut. Ta’wil
yang kemudian diserap ke dalam Bahasa Indonesia menjadi takwil. menurut
bahasa berasal dari kata awwalayuawwilu-ta’wil yang memiliki makna al-ruju’
atau al-’aud yang berarti kembali. Takwil berarti mengungkap makna yang tidak
tampak pada zahir lafaz Al-Qur’an. |
|
2 |
Lakukan kontekstualisasi atas
pemaparan materi dalam bahan ajar dengan realitas sosial; |
Evaluasi: Materi tentang Al Qur’an, Tafsir, Dan Ta’wil Dalam
Perspektif Sayyid Abu Al-A’la Al-Maududi sangat mencerahkan karena
mampu menguraikan konsep-konsep yang selama ini belum benar-benar dipahami
oleh banyak guru. Khususnya pembahasan tentang Al Qur’an
dipaparkan begitu detail sehingga dapat membantu semua pihak untuk
menyikapinya atau mengimplementasikannya dengan lebih baik dan bijak dalam mengetahui tentang metode
beserta contohnya yang dipergunakan oleh al-Maududi dalam kajian-kajian
tafsir al-Qur’an. Dan dari kedua sub-bahasan kedudukan dan fungsi al-Qur’an
dan metodologi kajian al-Qur’an. Refleksi: Setelah memahami materi ini, saya mendapatkan penegasan
bahwa upaya saya selama ini dalam memahami Al Qur’an, Tafsir, Dan Ta’wil
adalah cukup maksimal hal ini disebabkan masih Kurang nya pengetahuan dalam
mencari referensi tentang jurnal, buku mengenai Konsep tersebut |
|
3 |
1.
Merefleksikan hasil kontekstualisasi materi
bahan ajar dalam pembelajaran bermakna. |
Materi sejalan dengan nilai pembelajatan bermakna,
karena salah satu prinsip dasar dalam moderasi beragama adalah selalu menjaga
keseimbangan antara dua hal, misalnya keseimbangan antara akal dan wahyu,
antara jasmani dan rohani, antara kepentingan individual dan kemaslahatan
komunal, antara teks agama dan ijtihad tokoh agama, antara gagasan ideal dan
kenyataan, serta keseimbangan antara masa lalu dan masa depan. |
Merangin,
14 November 2024
Nama
Mahasiswa
S.Pd.I
Komentar
Posting Komentar