TUGAS PPG PILOTTING PEMBELAJARAN SOSIAL DAN EMOSIONAL

 

 

AKSI NYATA JURNAL PEMBELAJARAN 2  MODUL 2

PEMBELAJARAN  SOSIAL DAN EMOSIONAL

 

OLEH : FITRIA AULIYAH, S.Pd

GURU SMPN 01 MERANGIN

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


UNIVERSITAS ISLAM SUMATERA UTARA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Setelah saya mempelajari Materi Pembelajaran Sosial Emosional di PMM untuk peserta Piloting Pendidikan Pendidikan Profesi Guru (PPG ) untuk Guru Tertentu, Saya berencana akan Menerapkan pembelajaran berbasisi sosial emosional di kelas  saya sesuai dengan wawasan baru yang sudah saya dapatkan..

 

Pembelajaran Sosial dan Emosional ( PSE) adalah proses penting yang membantu peserta didik mengembangkan keterampilan dan sikap untuk memahami diri sendiri, mengelola emosi, berempati, dan membangun hubungan positif. Dengan mengintegrasikan PSE dalam kegiatan pembelaran, saya yakin dapat menciptakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan holistik peserta didik serta meningkatkan kesejahteraan psikologis  seluruh warga sekolah.  Pembelajaran  yang didasari prinsip sosial emosional ini tidak hanya fokus pada aspek akademis, tetapi juga pada pengembangan keterampilan sosial emosional yang esensial untuk kehidupan para Peserta Didik.

 

Pengertian Pembelajaran Sosial Emosional (PSE)

Pembelajaran Sosial dan Emosional (PSE) adalah sebuah proses di mana kita dapat memperoleh dan menerapkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap untuk mengembangkan identitas yang sehat, mengelola emosi, mencapai tujuan pribadi dan kolektif, merasakan dan menunjukkan empati terhadap orang lain, membangun dan memelihara hubungan yang mendukung, serta membuat keputusan yang bertanggung jawab dan penuh rasa kepedulian. PSE sendiri mencakup lima kompetensi utama: kesadaran diri, manajemen diri, kesadaran sosial, keterampilan berhubungan, dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab.

Kesadaran Diri (Self-Awareness) adalah kemampuan untuk memahami dan mengenali emosi, pikiran, dan nilai-nilai pribadi yang mempengaruhi perilaku. Ini termasuk mengenali kekuatan dan kelemahan diri, serta bagaimana perasaan dan reaksi pribadi mempengaruhi interaksi dengan orang lain.

Manajemen Diri (Self-Management) adalah kemampuan untuk mengelola emosi, pikiran, dan perilaku secara efektif dalam berbagai situasi. Ini mencakup kemampuan untuk mengatur stres, mengendalikan dorongan, dan menjaga motivasi untuk mencapai tujuan pribadi dan profesional.

Kesadaran Sosial (Social Awareness) adalah kemampuan untuk memahami perspektif dan emosi orang lain serta berempati terhadap mereka. Ini termasuk mengenali dan menghargai keberagaman budaya dan latar belakang serta memahami dinamika sosial dalam kelompok.

Keterampilan Berhubungan (Relationship Skills) adalah kemampuan untuk membangun dan memelihara hubungan yang sehat dan mendukung dengan orang lain. Ini meliputi keterampilan komunikasi, kerja sama, resolusi konflik, dan membangun hubungan yang positif dalam berbagai situasi sosial.

Pengambilan Keputusan yang Bertanggung Jawab (Responsible Decision-Making) adalah  kemampuan untuk membuat pilihan yang konstruktif dan bermanfaat dalam berbagai situasi. Ini mencakup mempertimbangkan konsekuensi dari tindakan, mengevaluasi berbagai opsi, dan membuat keputusan yang mendukung kesejahteraan diri dan orang lain.

Setiap kompetensi ini saling berkaitan dan penting untuk diterapkan di dalam pembelajaran di berbagai fase. Penerapan PSE dalam pembelajaran dapat dilakukan melalui:

1. Pembukaan yang hangat, misalnya menyambut siswa dengan senyuman dan sapaan, menciptakan lingkungan yang ramah dan mendukung.

 2. Kegiatan melibatkan siswa, contohnya menggunakan metode pembelajaran yang interaktif seperti bermain peran, diskusi kelompok, dan aktivitas refleksi diri.

 3. Dan mengakhiri pelajaran dengan kegiatan yang positif, memberikan pujian, dan mendorong siswa untuk menerapkan keterampilan yang telah dipelajari dalam kehidupan sehari-hari.

Ø  Pembelajaran Sosial Emosional dan Penguatan Profil Pelajar Pancasila

 

Jika dilakukan dengan tepat, penerapan pembelajaran sosial emosional juga akan dapat proyek penguatan Profil Pelajar Pancasila. Misalnya pada dimensi beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa yang tercantum dalam Profil Pelajar Pancasila tersebut, kompetensi kesadaran diri dapat membantu siswa memahami dan menginternalisasi nilai-nilai spiritual, sementara keterampilan sosial mendukung siswa dalam membangun hubungan yang positif dan gotong royong.

 Rancangan Pembelajaran dengan Prinsip Pembelajaran Sosial Emosional

Berikut ini adalah rancangan pembelajaran dengan prinsip Pembelajaran Sosial Emosional yang saya terapkan di kelas.

Modul Ajar

MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA

JELAJAH NUSANTARA

 


INFORMASI UMUM         

A. IDENTITAS MODUL

Penyusun                     :    FITRIA AULIYAH, S.Pd

Jenjang Sekolah         :    SMPN 01 Merangin

Mata Pelajaran           :    Bahasa Indonesia

Fase / Kelas                 :    D / 7

Alokasi Waktu            :    2 JP (Pertemuan Ke-3)

Tahun Penyusunan    :    2024-2025

Elemen CP                  :    Membaca dan Memirsa

Peserta didik mampu mengevaluasi informasi melalui penilaian ketepatan gagasan, pikiran, arahan, pandangan, atau pesan dari teks deskripsi, laporan, narasi, rekon, eksplanasi, eksposisi dan diskusi, dari teks tulis, visual, audiovisual dengan membandingkan  informasi tersebut dengan pengalaman dan pengetahuannya. Peserta didik juga mampu menilai pemilihan diksi, kosakata, serta cara penyajian data sesuai dengan tipe teks dan tujuan penulisan pada teks fiksi dan informasional secara sederhana. Peserta didik menilai elemen intrinsik seperti alur dan perubahan sikap tokoh dalam teks fiksi. Peserta didik mulai mampu menggunakan sumber informasi lain untuk menilai akurasi informasi pada teks yang sesuai jenjangnya.

B.  KOMPETENSI AWAL

§  Menilai efektivitas informasi dengan berlatih menganalisis deskripsi teks dan visual dalam pamflet dengan kritis

C.  PROFILPELAJAR PANCASILA

§  Bernalar kritis

D.  SARANADAN PRASARANA

§  Sumber Belajar Utama : Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Republik Indonesia, 2021, Bahasa Indonesia, Buku Siswa SMP Kelas VII, Penulis: Rakhma Subarna, Sofie Dewayani, C. Erni Setyowati.

§  Sumber Belajar Pendukung : Pamflet wisata Laman Katadata

E.  TARGET PESERTA DIDIK

§  Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami materi ajar.

§  Peserta didik dengan pencapaian tinggi: mencerna dan memahami dengan cepat, mampu mencapai keterampilan berfikir aras tinggi (HOTS), dan memiliki keterampilan memimpin

E.  MODEL PEMBELAJARAN

§  Model pembelajaran tatap muka,  Beragam

F.   POKOK MATERI

§  Menganalisis Teks Deskripsi dalam Sajian Visual

KOMPNEN INTI

A.  TUJUAN KEGIATAN PEMBELAJARAN

§  Peserta didik menilai efektivitas informasi dengan berlatih menganalisis deskripsi teks dan visual dalam pamflet dengan kritis.

B. PEMAHAMAN BERMAKNA

  • Meningkatkan kemampuan siswa tentang menilai efektivitas informasi dengan berlatih menganalisis deskripsi teks dan visual dalam pamflet dengan kritis

C. PERTANYAAN PEMANTIK

  • Mengapa teks deskripsi penting bagi kita?
  • Apa saja unsur teks deskripsi yang baik?
  • Bagaimana menyajikan teks deskripsi yang baik?

D.  SIAP-SIAP BELAJAR

Bapak dan Ibu Guru, peserta didik akan memahami pembelajaran dengan lebih mudah apabila mereka diajak untuk berpikir tentang tema pembelajaran. Peserta didik dapat mengaktifkan pengetahuan latar mereka dengan mencurahkan hal yang telah mereka ketahui tentang tema pembelajaran. Gambar pada pembuka Bab I dapat digunakan untuk memediasi diskusi dengan peserta didik. Gunakan tabel pada Buku Siswa untuk mengeksplorasi pengetahuan mereka tentang benda-benda yang ditampilkan pada gambar dan benda-benda yang belum mereka ketahui.

Peserta didik juga dapat menambahkan pertanyaan tentang benda yang belum diketahui. Kegiatan curah gagasan ini dapat dilakukan secara individual. Namun demikian, guru dapat melakukannya dalam diskusi klasikal untuk seluruh kelas. Kegiatan klasikal ini membiasakan peserta didik dengan aturan berdiskusi dan menyampaikan pendapat. Selain itu, guru dapat memperagakan proses berpikir ketika memirsa gambar kepada seluruh peserta didik di kelas.

E.  KEGIATAN PEMBELAJARAN

Kegiatan Awal

a.  Guru membuka kegiatan dengan aktifitas rutin kelas, sesuai kesepakatan kelas ( menyapa, berdoa, dan mengecekkehadiran ).

b.  Kelas dilanjutkan dengan do’a dipimpin oleh salah seorang siswa.

c.  Siswa diingatkan untuk selalu mengutamakan sikap disiplin setiap saat dan manfaatnya bagi tercapai cita-cita

d.  Menyanyikan lagu Garuda Pancasila atau lagu nasional lainnya. Guru memberikan penguatan tentang pentingnya menanamkan semangat Nasionalisme.

e.  Pembiasaan membaca/ menulis/ mendengarkan/ berbicaraselama 15-20 menit materi non pelajaran seperti tokoh dunia, kesehatan, kebersihan, makanan/minuman sehat ,cerita inspirasi dan motivasi..

f.  Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.

 

Kegiatan Inti

Kegiatan 6:

a.  Peserta didik membaca pamflet ini dengan teliti, lalu diskusikan isinya dengan teman

b.  Peserta didik dapat diajak untuk memikirkan beberapa pertanyaan ini dengan kritis.

a.  Apakah benda yang ditampilkan pada gambar ini benar-benar mewakili benda yang sesungguhnya?

b.  Apakah pengambil gambar melakukan teknik tertentu untuk menampilkan gambar yang jauh lebih baik sehingga mungkin dapat mengecoh pembaca?

Description: C:\Users\sugi handoyo\Pictures\Capture.PNG

 

Contoh Jawaban Peserta didik:

Konsep peluluhan awalan dengan kata dasar perlu dilatihkan berulang kali kepada peserta didik agar peserta didik dapat menggunakannya dengan benar.

a.  Ajak peserta didik menemukan kata dengan imbuhan meN- pada bacaan yang telah mereka baca pada Bab I Buku Siswa. Mintalah mereka menuliskannya pada buku tulis mereka.

b.  Gunakan beberapa contoh tersebut untuk menjelaskan konsep peluluhan yang dibahas pada Buku Siswa. Guru memastikan peserta didik dapat menyebutkan kata dasar pada kata-kata yang dibahas dengan tepat.

c.  Minta peserta didik mengerjakan soal latihan pada Buku Siswa.

d.  Apabila perlu, guru dan peserta didik bersama-sama mencurahkan gagasan tentang contoh kata-kata yang mengandung peluluhan dan membahasnya.

e.  Guru perlu mengingatkan tentang kaidah peluluhan ini setiap kali peserta didik menyunting tulisannya sendiri atau tulisan temannya.

Jawaban Benar untuk Soal Latihan

1.  Perajin memproduksi suvenir dalam kegiatan industri rumah tangga dengan skala kecil.

Penulisan ‘perajin’ benar karena kata dasar ‘rajin’ tidak diawali dengan k, p, t, s, sehingga tidak luluh.

2.  Kemampuan bahasa pemandu wisata itu sangat mengagumkan. Ia secara tangkas menterjemahkan paparannya dari Bahasa Inggris ke Bahasa Jerman kepada rombongan wisatawan mancanegara yang dipimpinnya.

Penulisan ‘menterjemahkan’ salah karena kata dasar berawalan huruf ‘t’ seharusnya luluh. Penulisan yang benar adalah menerjemahkan.

3.  Kilau sinar matahari yang menerpa permukaan danau itu sangat mengagumkan.

Penulisan ‘menerpa’ benar karena kata dasar ‘terpa’ luluh.

4.  Pendaki gunung tidak memersoalkan kenaikan tarif selama fasilitas toilet dan keamanan tersedia di sepanjang jalur pendakian.

Penulisan memersoalkan tidak tepat. Yang benar adalah mempersoalkan karena kata dasar ‘soal’ diawali dengan awalan ‘per’ dan diberikan imbuhan me - kan.

5.  Paman memprediksi bahwa kami akan tiba di Pantan Terong tepat saat matahari terbit.

Penulisan’memprediksi’ sudah tepat karena kata dasar diawali dengan konsonan rangkap ‘pr’.

 

Kegiatan Penutup

a.  Menyimpulkan pembelajaran bahwa Dengan meminta siswa untuk mengungkapkan pendapatnya terkait dengan materi pembelajaran yang telah dilaksanakan.

b.  Guru Bersama siswa menutup kegiatan dengan doa dan salam.

F.  REFLEKSI

Kegiatan refleksi pada akhir Bab I ini bertujuan untuk:

a.  Memetakan kemampuan peserta didik kelas tujuh di awal tahun ajaran sebagai masukan bagi guru untuk merumuskan strategi pembelajaran yang sesuai dengan kompetensi tiap peserta didik pada bab berikutnya dan

b.  Menilai efektifitas strategi dan metode pembelajaran yang dipilih guru dan merumuskan cara untuk menyempurnakannya pada bab berikutnya.

 

Kedua tujuan ini diperinci pada bagian berikut.

A. Memetakan Kemampuan Awal Peserta didik

1.  Pada akhir Bab I ini, guru telah melakukan penilaian formatif untuk memetakan peserta didik sesuai dengan kemampuan mereka dalam:

a.  Mengembangkan pemahamannya terhadap kata-kata yang jarang muncul dengan menemukan arti kata pada kamus secara mandiri dan tepat,

b.  Menilai efektivitas informasi dengan berlatih menganalisis deskripsi teks dan visual dalam pamflet dengan kritis,

c.  Menganalisis ragam teks deskripsi lisan dengan membandingkan ciri-ciri kalimat yang menjelaskan objek yang berbeda dengan baik, dan

d.  Mmenulis teks deskripsi sederhana dengan berlatih menjelaskan benda kesukaannya dengan baik, sesuai dengan konteks dan pembaca.

Informasi ini menjadi pemetaan awal untuk merumuskan strategi pembelajaran pada bab berikutnya. Peserta didik yang belum memenuhi tujuan pembelajaran perlu mendapatkan pendampingan khusus dalam

 

kegiatan pengayaan pada bab berikutnya.

2.  Rumuskan kemampuan peserta didik tersebut dalam data pemetaan sebagai berikut (diisi dengan skor yang diperoleh peserta didik pada setiap kegiatan).

Tabel 1.13 Tabel Pemetaan Kemampuan Peserta Didik

No.

Nama Peserta Didik

Mengenali Arti Kosakata pada Kamus

Menganalisis Efektivitas Sajian pada Pamflet

Menganalisis Teks Deskripsi Lisan

Menulis Teks Deskripsi Sederhana

1

Haidar

 

 

 

 

2

Halwa

 

 

 

 

3

 

 

 

 

 

4

 

 

 

 

 

5

 

 

 

 

 

6

 

 

 

 

 

dst

 

 

 

 

 

                 1: kurang               2: cukup                       3: baik                    4: sangat baik

3.  Merujuk kepada tabel ini, guru merencanakan pendekatan pembelajaran pada bab berikutnya. Guru memetakan peserta didik untuk mendapatkan bimbingan secara individual atau bimbingan dalam kelompok kecil melalui kegiatan pendampingan atau perancah. Guru juga perlu merencanakan kegiatan pengayaan untuk peserta didik yang memiliki minat khusus atau kemampuan belajar di atas teman-temannya. Dengan demikian, penilaian akhir bab ini membantu guru untuk merencanakan pembelajaran yang terdiferensiasi sesuai dengan kompetensi peserta didik.

Guru juga perlu mendampingi peserta didik melakukan refleksi terhadap kemampuan dan proses belajar mereka.

No.

Pada Bab I Ini:

Sudah Bisa

Masih Perlu Belajar Lagi

1

Saya mengidentifikasi beragam teks deskripsi, baik yang menggambarkan keindahan alam maupun benda.

 

 

2

Saya menemukan informasi dan membuat simpulan dari teks deskripsi tentang keindahan alam.

 

 

3

Saya mengidentifikasi gaya menyapa pembaca pada teks deskripsi di media sosial.

 

 

Guru mendampingi peserta didik merefleksi kemampuannya pada setiap kegiatan dengan memberikan masukan berikut:

a.  Apakah kegiatan tersebut dapat dilakukannya dengan mandiri?

b.  Apakah kegiatan tersebut dapat dilakukannya dengan terlebih dulu bertanya kepada teman atau guru, atau melihat teman melakukannya?

c.  Apakah kegiatan tersebut tidak dipahaminya sama sekali atau tidak dapat dilakukannya tanpa bantuan teman atau guru?

Selain itu, guru perlu membantu peserta didik merefleksi proses belajarnya saat mengisi tabel berikut dengan mengingatkan peserta didik terhadap usaha yang dilakukannya saat melakukan kegiatan-kegiatan pada Bab I Buku Siswa.

Tabel 1.14 Tabel Refleksi Peserta Didik

Pengetahuan atau keterampilan yang sudah saya pelajari

1. .................................................................................................................

2. .................................................................................................................

Refleksi Proses Belajar

1. Kegiatan yang paling sulit bagi saya pada bab ini:

2. Hal yang saya lakukan untuk memperbaiki hasil belajar saya:

3. Kepada siapa saya minta bantuan untuk memperbaiki hasil belajar saya:

4. Pandangan saya terhadap usaha belajar yang telah saya lakukan:

1       2       3        4        5

Lingkari salah satu angka untuk menggambarkan:

1 = sangat tidak puas 4 = puas

2 = tidak puas 5 = sangat puas

3 = biasa saja

 

B. Merefleksi Strategi Pembelajaran:

Apa yang Sudah Baik dan Perlu Ditingkatkan

Bapak dan Ibu telah selesai mengajarkan Bab I. Silakan menandai hal-hal yang telah Bapak dan Ibu lakukan selama berkegiatan dengan peserta didik untuk mengeksplorasi Bab I ini.

 

Tabel 1.15 Tabel Refleksi Strategi Pembelajaran

No.

Pendekatan/Strategi

Sudah Saya Lakukan

Sudah Saya Lakukan, tetapi Belum Efektif

Masih Perlu Saya Tingkatkan Lagi

1

Saya sudah menyiapkan media dan alat peraga sebelum memulai pembelajaran.

 

 

 

2

Saya sudah melakukan kegiatan pendahuluan dan mengajak peserta didik berdiskusi mencurahkan pengetahuan latar mereka tema yang akan dibahas pada bab I.

 

 

 

3

Saya sudah memastikan kemampuan peserta didik memahami, menganalisis dan merefleksi bacaan dengan memperkenalkan strategi sebelum, selama, dan sesudah membaca.

 

 

 

4

Saya sudah mengoptimalkan partisipasi peserta didik dengan memasangkan dan mengelompokkan mereka dengan teman yang tepat.

 

 

 

5

Saya sudah mengelaborasi tanggapan seluruh peserta didik dalam kegiatan berdiskusi

 

 

 

6

Saya sudah memberikan alternatif kegiatan pendampingan dan pengayaan sesuai dengan kompetensi peserta didik.

 

 

 

7

Saya sudah memperhatikan reaksi peserta didik dan menyesuaikan strategi pembelajaran dengan rentang perhatian dan minat peserta didik.

 

 

 

8

Saya sudah memilih dan menggunakan media dan alat peraga pembelajaran yang relevan di luar yang disarankan buku guru ini.

 

 

 

9

Saya melakukan pemetaan terhadap kemampuan peserta didik pada setiap kegiatan yang diukur dalam tes formatif pembelajaran.

 

 

 

10

Saya telah mengumpulkan hasil pekerjaan peserta didik sebagai asesmen formatif peserta didik.

 

 

 

11

Saya telah mengajak peserta didik merefleksi pemahaman dan keterampilan mereka pada akhir pembelajaran Bab I.

 

 

 

 

Keberhasilan yang saya rasakan dalam mengajarkan bab ini:

........................................................................................................................................

Kesulitan yang saya alami dan akan saya perbaiki untuk bab berikutnya:

........................................................................................................................................

Kegiatan yang paling disukai peserta didik:

........................................................................................................................................

Kegiatan yang paling sulit dilakukan peserta didik:

........................................................................................................................................

Buku atau sumber lain yang saya gunakan untuk mengajar bab ini:

........................................................................................................................................

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LAMPIRAN 4

DAFTAR PUSTAKA

 

§  Anderson, Mark & Kathy Anderson. 2003. Text Type in English 1. Australia: Macmillan Education Australia PTYLTD.

§  Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

§  Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. 2016. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). Jakarta: Grasindo.

§  Keraf, Gorys. 2008. Diksi dan Gaya Bahasa. Jakarta: Gramedia.

§  Kosasih, E. 2014. Jenis-Jenis Teks dalam Mata Pelajaran Bahasa Indonesia SMA/MA/ SMK. Bandung: Yrama Widya.

§  Kosasih Engkos dan Yoce A. Darma. 2009. Menulis Karangan Ilmiah. Jakarta: Nobel Edumedia.

§  Liliweri, Alo. 2013. Dasar-Dasar Komunikasi Periklanan. Bandung: Citra Aditya.

§  Pradopo, Rahmat Djoko. 2000. Pengkajian Puisi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

§  Prasetyo, Joko Teguh. 2010. “Proses dan Pola Interaksi Sosial Siswa Difabel dan Nondifabel di Sekolah Inklusi di Kota Surakarta”. Skripsi di Universitas Sebelas Maret Surakarta: tidak diterbitkan.

§  Suharianto, S. 2005. Dasar-Dasar Teori Sastra. Widya Duta Surakarta.

§  Tim Kemendikbud. 2016. “Gambaran Sekolah Inklusif di Indonesia Tinjauan Sekolah Menengah Pertama”. publikasi.data.kemendikbud.go.id

§  Wellek, Rene & Austin Warren. 2009. Teori Kesusasteraan. Jakarta: Gramedia.

 


 

REFLEKSI

Penerapan dan Refleksi Ketika saya menerapkan rancangan pembelajaran di atas  di kelas 7 SMP, siswa tampak antusias dan terlibat aktif dalam setiap kegiatan. Mereka berhasil menggunakan kata sapaan dengan benar dan menunjukkan peningkatan dalam kesadaran diri dan sosial mereka. Suasana kelas menjadi lebih positif dan mendukung.

[FOTO DOKUMENTASI MENGAJAR DI DALAM KELAS]

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Dari kondisi yang saya hadapi,saya jadi tahu bahwa siswa kelas 7 yang saya ampu sangat responsif terhadap pendekatan pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan. Mereka lebih mudah memahami konsep melalui visualisasi dan bermain peran. Dan yang paling penting, mereka menunjukkan peningkatan dalam kesadaran sosial dan empati dari kegiatan yang saya lakukan. Berdasarkan hal tersebut, saya akan terus menggunakan pendekatan pembelajaran yang interaktif dan melibatkan siswa secara aktif. Saya akan mencoba memperluas metode pembelajaran dengan menambahkan lebih banyak aktivitas bermain peran dan diskusi kelompok. Pendekatan ini akan membantu siswa mengembangkan kesadaran diri, manajemen diri, dan keterampilan sosial mereka, serta mendukung pengembangan karakter yang baik sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila. Penerapan pembelajaran sosial emosional, bukan hanya berdampak pada kesejahteraan di kelas saja, namun jika dapat memberikan dampak besar kepada seluruh warga sekolah seperti yang tergambar di dalam peta konsep berikut ini:

 


 

Umpan Balik dari Rekan Guru Ketika saya menerapkan pembelajaran di atas, terdapat beberapa rekan guru yang saya minta untuk melakukan observasi atau mengati bagaimana kelas berlangsung ketika saya mengajar. Berikut ini adalah umpan balik dari rekan guru ketika saya menerapkan pembelajaran sosial emosional di kelas:

 

 

 

 

[\Foto umpan balik dari rekan guru ]

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


                         

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


                    

 

Curved Up Ribbon: TERIMA KASIH
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lembar Kerja (LK) 6 : Penyusunan Rencana Aksi

TUGAS REFLEKSI MODUL PEDAGOGIK