JURNAL PEMBELAJARAN MERANCANG PEMBELAJARAN BERBASIS TEACHING AT RIGHT LEVEL (TaRL)
JURNAL PEMBELAJARAN AKSI NYATA DI PMM
MERANCANG PEMBELAJARAN BERBASIS TEACHING AT RIGHT LEVEL
(TaRL)
DISUSUN OLEH :
NAMA :
UNIVERSITAS
UISU 2024
JURNAL PEMBELAJARANKU- Prinsip Pengajaran dan Asesmen
Merancang Pembelajaran Berbasis Teaching at
Right Level ( TaRL )
Setelah
mempelajari topik Teaching at The Right Level (TaRL), hal pertama yang akan
saya lakukan adalah melakukan asesmen awal pada siswa saya. Asesmen ini
bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat kemampuan masing-masing siswa dalam
mata pelajaran yang akan saya ajarkan. Dengan pemahaman ini, saya dapat membuat
peta kemampuan siswa yang akan menjadi dasar dalam merancang dan menerapkan
strategi pembelajaran yang sesuai.
Di
dalam merancang pembelajaran berbasis TaRL setidaknya terdapat beberapa langkah
yang harus dilakukan:
Langkah 1: Melakukan Asesmen Awal
·
Menggunakan tes
diagnostik untuk mengetahui kemampuan awal siswa dalam topik tertentu
·
Mengamati siswa selama
diskusi awal untuk melihat pemahaman dan keterampilan mereka.
Langkah
2: Menganalisis Hasil Asesmen
·
Mengelompokkan siswa
berdasarkan hasil asesmen awal ke dalam beberapa kategori kemampuan (misalnya,
rendah, sedang, tinggi).
·
Menyusun profil
kemampuan setiap kelompok.
Langkah 3: Merancang Tujuan Pembelajaran yang
Spesifik
·
Menetapkan tujuan
pembelajaran yang berbeda untuk setiap kelompok kemampuan.
·
Menyusun indikator
pencapaian yang spesifik, terukur, dan realistis sesuai dengan tingkat
kemampuan siswa.
Langkah 4: Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran yang
Diferensiasi
·
Merancang aktivitas
pembelajaran yang berbeda untuk setiap kelompok kemampuan.
·
Menyediakan berbagai
jenis sumber belajar (misalnya, buku, video, model) yang sesuai dengan tingkat
pemahaman siswa.
Langkah 5:
Mengimplementasikan Pembelajaran Berbasis TaRL
·
Melaksanakan kegiatan
pembelajaran dengan metode yang sesuai untuk setiap kelompok.
·
Memberikan umpan balik
yang konstruktif secara berkala.
Langkah 6: Melakukan Asesmen Formatif dan Sumatif
·
Melakukan asesmen
formatif secara berkala untuk memonitor perkembangan siswa.
·
Melakukan asesmen
sumatif di akhir periode pembelajaran untuk mengukur pencapaian tujuan
pembelajaran

Modul Ajar
MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA
JELAJAH NUSANTARA
INFORMASI UMUM |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
A.
IDENTITAS MODUL |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Penyusun : Jenjang Sekolah : Mata Pelajaran : Bahasa
Indonesia Fase / Kelas : D / 7 Alokasi Waktu : 2 JP (Pertemuan Ke-3) Tahun Penyusunan : 2024-2025 Elemen CP : Membaca dan Memirsa Peserta
didik mampu mengevaluasi informasi melalui penilaian ketepatan gagasan,
pikiran, arahan, pandangan, atau pesan dari teks deskripsi, laporan, narasi,
rekon, eksplanasi, eksposisi dan diskusi, dari teks tulis, visual, audiovisual
dengan membandingkan informasi
tersebut dengan pengalaman dan pengetahuannya. Peserta didik juga mampu
menilai pemilihan diksi, kosakata, serta cara penyajian data sesuai dengan
tipe teks dan tujuan penulisan pada teks fiksi dan informasional secara
sederhana. Peserta didik menilai elemen intrinsik seperti alur dan perubahan
sikap tokoh dalam teks fiksi. Peserta didik mulai mampu menggunakan sumber
informasi lain untuk menilai akurasi informasi pada teks yang sesuai
jenjangnya. |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
B. KOMPETENSI
AWAL |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
§ Menilai efektivitas informasi dengan berlatih
menganalisis deskripsi teks dan visual dalam pamflet dengan kritis |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
C.
PROFILPELAJAR PANCASILA |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
§ Bernalar kritis |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
D.
SARANADAN PRASARANA |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
§
Sumber Belajar Utama : Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan
Teknologi Republik Indonesia, 2021, Bahasa Indonesia, Buku Siswa SMP Kelas
VII, Penulis: Rakhma Subarna, Sofie Dewayani, C. Erni Setyowati. § Sumber Belajar Pendukung :
Pamflet wisata Laman Katadata |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
E. TARGET PESERTA DIDIK |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
§
Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada
kesulitan dalam mencerna dan memahami materi ajar. § Peserta didik dengan
pencapaian tinggi: mencerna dan memahami dengan cepat, mampu mencapai
keterampilan berfikir aras tinggi (HOTS), dan memiliki keterampilan
memimpin |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
E. MODEL PEMBELAJARAN |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
§ Model pembelajaran
tatap muka, Beragam |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
F. POKOK MATERI |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
§ Menganalisis Teks Deskripsi
dalam Sajian Visual |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
KOMPNEN INTI |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
A. TUJUAN
KEGIATAN PEMBELAJARAN |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
§ Peserta didik menilai efektivitas informasi dengan
berlatih menganalisis deskripsi teks dan visual dalam pamflet dengan kritis. |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
B.
PEMAHAMAN BERMAKNA |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
C.
PERTANYAAN PEMANTIK |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
D. SIAP-SIAP BELAJAR |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Bapak dan Ibu Guru,
peserta didik akan memahami pembelajaran dengan lebih mudah apabila mereka
diajak untuk berpikir tentang tema pembelajaran. Peserta didik dapat
mengaktifkan pengetahuan latar mereka dengan mencurahkan hal yang telah
mereka ketahui tentang tema pembelajaran. Gambar pada pembuka Bab I dapat
digunakan untuk memediasi diskusi dengan peserta didik. Gunakan tabel pada
Buku Siswa untuk mengeksplorasi pengetahuan mereka tentang benda-benda yang
ditampilkan pada gambar dan benda-benda yang belum mereka ketahui. Peserta didik juga
dapat menambahkan pertanyaan tentang benda yang belum diketahui. Kegiatan
curah gagasan ini dapat dilakukan secara individual. Namun demikian, guru
dapat melakukannya dalam diskusi klasikal untuk seluruh kelas. Kegiatan
klasikal ini membiasakan peserta didik dengan aturan berdiskusi dan
menyampaikan pendapat. Selain itu, guru dapat memperagakan proses berpikir
ketika memirsa gambar kepada seluruh peserta didik di kelas.
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
E. KEGIATAN PEMBELAJARAN |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Kegiatan Awal a. Guru membuka kegiatan dengan
aktifitas rutin kelas, sesuai kesepakatan kelas ( menyapa, berdoa, dan
mengecekkehadiran ). b. Kelas dilanjutkan dengan do’a
dipimpin oleh salah seorang siswa. c. Siswa diingatkan untuk selalu
mengutamakan sikap disiplin setiap saat dan manfaatnya bagi tercapai
cita-cita d. Menyanyikan lagu Garuda
Pancasila atau lagu nasional lainnya. Guru memberikan penguatan tentang
pentingnya menanamkan semangat Nasionalisme. e. Pembiasaan membaca/ menulis/
mendengarkan/ berbicaraselama 15-20 menit materi non pelajaran seperti tokoh
dunia, kesehatan, kebersihan, makanan/minuman sehat ,cerita inspirasi dan
motivasi.. f. Guru menyampaikan tujuan
pembelajaran. Kegiatan Inti Kegiatan 6: a. Peserta didik membaca pamflet
ini dengan teliti, lalu diskusikan isinya dengan teman b. Peserta didik dapat diajak
untuk memikirkan beberapa pertanyaan ini dengan kritis. a. Apakah benda yang ditampilkan
pada gambar ini benar-benar mewakili benda yang sesungguhnya? b. Apakah pengambil gambar
melakukan teknik tertentu untuk menampilkan gambar yang jauh lebih baik
sehingga mungkin dapat mengecoh pembaca?
Contoh Jawaban Peserta didik: Konsep peluluhan awalan dengan kata dasar perlu dilatihkan berulang
kali kepada peserta didik agar peserta didik dapat menggunakannya dengan
benar. a. Ajak peserta didik menemukan
kata dengan imbuhan meN- pada bacaan yang telah mereka baca pada Bab I Buku
Siswa. Mintalah mereka menuliskannya pada buku tulis mereka. b. Gunakan beberapa contoh
tersebut untuk menjelaskan konsep peluluhan yang dibahas pada Buku Siswa.
Guru memastikan peserta didik dapat menyebutkan kata dasar pada kata-kata
yang dibahas dengan tepat. c. Minta peserta didik
mengerjakan soal latihan pada Buku Siswa. d. Apabila perlu, guru dan
peserta didik bersama-sama mencurahkan gagasan tentang contoh kata-kata yang
mengandung peluluhan dan membahasnya. e. Guru perlu mengingatkan tentang
kaidah peluluhan ini setiap kali peserta didik menyunting tulisannya sendiri
atau tulisan temannya. Jawaban Benar
untuk Soal Latihan 1. Perajin memproduksi suvenir
dalam kegiatan industri rumah tangga dengan skala kecil. Penulisan
‘perajin’ benar karena kata dasar ‘rajin’ tidak diawali dengan k, p, t, s,
sehingga tidak luluh. 2. Kemampuan bahasa pemandu
wisata itu sangat mengagumkan. Ia secara tangkas menterjemahkan paparannya
dari Bahasa Inggris ke Bahasa Jerman kepada rombongan wisatawan mancanegara
yang dipimpinnya. Penulisan
‘menterjemahkan’ salah karena kata dasar berawalan huruf ‘t’ seharusnya
luluh. Penulisan yang benar adalah menerjemahkan. 3. Kilau sinar matahari yang
menerpa permukaan danau itu sangat mengagumkan. Penulisan
‘menerpa’ benar karena kata dasar ‘terpa’ luluh. 4. Pendaki gunung tidak
memersoalkan kenaikan tarif selama fasilitas toilet dan keamanan tersedia di
sepanjang jalur pendakian. Penulisan
memersoalkan tidak tepat. Yang benar adalah mempersoalkan karena kata dasar
‘soal’ diawali dengan awalan ‘per’ dan diberikan imbuhan me - kan. 5. Paman memprediksi bahwa kami
akan tiba di Pantan Terong tepat saat matahari terbit. Penulisan’memprediksi’ sudah tepat karena kata dasar diawali dengan
konsonan rangkap ‘pr’. Kegiatan Penutup a. Menyimpulkan pembelajaran
bahwa Dengan meminta siswa untuk mengungkapkan pendapatnya terkait dengan
materi pembelajaran yang telah dilaksanakan. b. Guru Bersama siswa menutup
kegiatan dengan doa dan salam. |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
F. REFLEKSI |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Kegiatan refleksi pada akhir Bab I ini bertujuan untuk: a. Memetakan
kemampuan peserta didik kelas tujuh di awal tahun ajaran sebagai masukan bagi
guru untuk merumuskan strategi pembelajaran yang sesuai dengan kompetensi
tiap peserta didik pada bab berikutnya dan b. Menilai efektifitas strategi
dan metode pembelajaran yang dipilih guru dan merumuskan cara untuk
menyempurnakannya pada bab berikutnya. Kedua tujuan ini diperinci pada bagian berikut. A. Memetakan Kemampuan Awal Peserta didik 1. Pada akhir Bab I ini, guru telah melakukan
penilaian formatif untuk memetakan peserta didik sesuai dengan kemampuan
mereka dalam: a. Mengembangkan pemahamannya terhadap
kata-kata yang jarang muncul dengan menemukan arti kata pada kamus secara
mandiri dan tepat, b. Menilai efektivitas informasi dengan
berlatih menganalisis deskripsi teks dan visual dalam pamflet dengan kritis, c. Menganalisis ragam teks deskripsi lisan
dengan membandingkan ciri-ciri kalimat yang menjelaskan objek yang berbeda
dengan baik, dan d. Mmenulis teks deskripsi sederhana dengan
berlatih menjelaskan benda kesukaannya dengan baik, sesuai dengan konteks dan
pembaca. Informasi ini menjadi pemetaan awal untuk
merumuskan strategi pembelajaran pada bab berikutnya. Peserta didik yang
belum memenuhi tujuan pembelajaran perlu mendapatkan pendampingan khusus
dalam kegiatan pengayaan pada bab berikutnya. 2. Rumuskan kemampuan peserta didik tersebut
dalam data pemetaan sebagai berikut (diisi dengan skor yang diperoleh peserta
didik pada setiap kegiatan). Tabel 1.13 Tabel
Pemetaan Kemampuan Peserta Didik
1: kurang 2:
cukup 3:
baik 4: sangat baik 3. Merujuk kepada tabel ini, guru merencanakan
pendekatan pembelajaran pada bab berikutnya. Guru memetakan peserta didik
untuk mendapatkan bimbingan secara individual atau bimbingan dalam kelompok
kecil melalui kegiatan pendampingan atau perancah. Guru juga perlu
merencanakan kegiatan pengayaan untuk peserta didik yang memiliki minat
khusus atau kemampuan belajar di atas teman-temannya. Dengan demikian,
penilaian akhir bab ini membantu guru untuk merencanakan pembelajaran yang
terdiferensiasi sesuai dengan kompetensi peserta didik. Guru juga perlu mendampingi peserta didik
melakukan refleksi terhadap kemampuan dan proses belajar mereka.
Guru mendampingi peserta didik merefleksi
kemampuannya pada setiap kegiatan dengan memberikan masukan berikut: a. Apakah kegiatan tersebut dapat dilakukannya
dengan mandiri? b. Apakah kegiatan tersebut dapat dilakukannya
dengan terlebih dulu bertanya kepada teman atau guru, atau melihat teman
melakukannya? c. Apakah kegiatan tersebut tidak dipahaminya
sama sekali atau tidak dapat dilakukannya tanpa bantuan teman atau guru? Selain itu, guru perlu
membantu peserta didik merefleksi proses belajarnya saat mengisi tabel
berikut dengan mengingatkan peserta didik terhadap usaha yang dilakukannya
saat melakukan kegiatan-kegiatan pada Bab I Buku Siswa. Tabel 1.14 Tabel Refleksi Peserta Didik
B. Merefleksi Strategi Pembelajaran: Apa yang Sudah Baik dan Perlu Ditingkatkan Bapak dan Ibu telah selesai mengajarkan Bab I.
Silakan menandai hal-hal yang telah Bapak dan Ibu lakukan selama berkegiatan
dengan peserta didik untuk mengeksplorasi Bab I ini. Tabel 1.15 Tabel Refleksi Strategi Pembelajaran
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
G. ASESMEN/ PENILAIAN |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
a. Asesmen Penempatan atau Diagnosis Tabel 1.1Contoh Asesmen Diagnosis
Tabel
1.6 Contoh Jawaban Peserta Didik Menilai Pamflet Wisata
Tabel
1.7 Tabel Penilaian Kegiatan Membaca Berpasangan
Tabel
1.8 Contoh Jawaban Peserta Didik dalam Kegiatan Membandingkan Pamflet
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
H.
KEGIATAN PENGAYAAN DAN REMEDIAL |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Kegiatan Pengayaan Inspirasi Kegiatan Pengayaan: Berlatih Menavigasi IsiKamus Kamus cetak dapat
digunakan dalam kegiatan pembelajaran yangmenyenangkan. Salah satunya,
Mencari Kata Misterius. a.
Bagi peserta didik dalam kelompok sebanyak jumlah kamus di kelas(guru dapat
meminjam kamus dari perpustakaan sekolah). Mintanpeserta didik
mencari kata-kata misterius bersama-sama. b.
Guru memberikan beberapa petunjuk kata misterius tersebut,misalnya:
menyebutkan dua huruf pertama kata tersebut,kemudian jumlah huruf atau jumlah
suku kata yang dimilikinya. c. Setiap kelompok
mencari kata tersebut di kamus, lalu perwakilansetiap kelompok berlomba
menuliskan kata tersebut di papan tulis.Pemenangnya adalah kelompok yang
berhasil menuliskan katadengan tepat terlebih dulu. d.
Kelompok tersebut lalu membaca kata tersebut dengan ejaan yangtepat dan
membacakan arti kata tersebut. Kegiatan Remedial Inspirasi Kegiatan
Pendampingan untuk Peserta Didikyang Belum Terampil Memahami Bacaan Minggu awal ini
adalah saat yang tepat untuk melakukan pengamatanawal terhadap kemampuan
membaca peserta didik Anda. Pesertadidik kelas tujuh yang belum lancar
membaca memerlukanpendampingan. Pada kegiatan kelompok atau kegiatan
membacaberpasangan. Tandai peserta didik yang kurang dapat
mengelaborasitanggapan baik secara lisan maupun tertulis. Peserta didik-pesertadidik
ini perlu mendapatkan bimbingan membaca secara terpisahdari teman-temannya. |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
LAMPIRAN |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
A. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
LEMBAR KERJA PESERTA
DIDIK (LKPD) Pertemuan Ke-3 Nama : Kelas : Petunjuk!
Amati
gambar-gambar dan teks pada pamflet, lalu diskusikan pertanyaan ini dengan
teman di sebelah kalian. 1. Siapa yang diharapkan membaca pamflet ini? 2. Apakah pamflet ini sudah memberikan semua
informasi yang ingin diketahui oleh orang yang ingin mendaki gunung? 3. Bagaimana penggambaran lokasi dan tempat
berkemah dalam pamflet? Apakah sudah cukup jelas dan menarik? 4. Sebutkan lokasi apa saja yang dapat
dikunjungi para pendaki ketika menjelajahi Gunung Papandayan! 5. Informasi baru apa saja yang kamu dapatkan
dari pamflet? 6. Apakah menurutmu orang akan tertarik
mendaki gunung dengan membaca pamflet ini? Mengapa? Tuliskan alasanmu! |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
B. BAHAN
BACAAN GURU & PESERTA DIDIK |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Jurnal membaca bertujuan untuk memantau
kegiatan membaca peserta didik. Jurnal membaca sebaiknya tidak membebani
peserta didik dengan tagihan yang terlalu berat bagi peserta didik agar tidak
mengganggu kenikmatan membaca. Pada jurnal ini, peserta didik diminta untuk
mengutip beberapa kalimat yang menunjukkan struktur deskriptif yang menarik,
baik pada buku fiksi maupun nonfiksi. Peserta didik juga diminta untuk
menuliskan tanggapan atau komentarnya terhadap kutipan tersebut. Komentar
atau opini peserta didik ini tidak bernilai benar atau salah. Dalam memeriksa
Jurnal Membaca, sebaiknya guru: 1. Memeriksa apakah peserta didik telah
mengisi poin pertanyaan pada Jurnal Membaca. 2. Membubuhkan penanda (misalnya stempel,
tanda tangan, paraf, atau stiker) bahwa guru sudah membaca jurnal tersebut. 3. Memberikan komentar, misalnya guru setuju
dengan komentar peserta didik tersebut, atau bahwa komentar peserta didik
tersebut menarik. foto Dokumen : Selain Jurnal Membaca, peserta didik kelas
tujuh juga diminta untuk membuat Catatan Kata berupa kumpulan kata-kata yang
menarik atau baru dari buku atau artikel yang dibacanya. Guru sebaiknya
meluangkan waktu bagi peserta didik untuk membagi catatan katanya kepada
teman-temannya. Dalam waktu khusus ini, peserta didik menjelaskan mengapa
kata tersebut menarik perhatiannya. Apabila kata-kata itu dianggap sulit,
guru dapat memberikan kesempatan kepada peserta didik lain untuk membagi
pengetahuan atau prediksinya terhadap kata tersebut. Guru juga dapat
meluangkan waktu untuk menelusuri arti kata tersebut bersama dengan peserta
didik. |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
Suasana Kelas Saat Menerapkan Pembelajaran Berbasis TaRL
Pada saat pembelajaran berlangsung, suasana kelas terlihat sangat dinamis dan interaktif. Siswa dikelompokkan berdasarkan kemampuan mereka yang teridentifikasi dari hasil asesmen awal. Setiap kelompok bekerja pada tugas yang sesuai dengan tingkat kemampuan mereka. Kelompok siswa dengan kemampuan tinggi diberikan tantangan lebih, sementara kelompok dengan kemampuan rendah diberikan bimbingan lebih intensif.
Foto Dokumen :
Tes
diagnostik untuk mengetahui kemampuan awal siswa
Mengamati siswa selama diskusi awal untuk melihat
pemahaman dan keterampilan mereka
foto ;
Mengelompokkan siswa berdasarkan hasil asesmen awal
ke dalam beberapa kategori kemampuan (misalnya, rendah, sedang, tinggi).
Menyusun profil kemampuan setiap kelompok
Saya berperan aktif dalam memberikan
bimbingan dan umpan balik kepada setiap kelompok. Siswa terlihat antusias dalam
berdiskusi dan menyelesaikan tugas yang diberikan. Presentasi hasil kerja
kelompok menunjukkan variasi pemahaman dan kreativitas siswa dalam
menyelesaikan masalah Pembelejaran
Bahasa Indonesia

Refleksi saya dalam Menjalankan aksi
nyata ini adalah perasaan saya sangat senang sekali dan bersemangat, Karena
dalam Pembelajaran saya bisa menerapkan asesmen awal pembelajaran, untuk mengetahui kemampuan Awal Peserta Didik,
mengidentifikasi tingkat kemampuan masing-masing siswa, dengan demikian saya
bisa menerapkan pembelajaran sesuai dengan gaya belajar siswa, serta saya bisa
memahami kebutuhan mereka. Diferensiasi pembelajaran memungkinkan setiap siswa belajar
sesuai dengan kemampuannya, sehingga mereka lebih termotivasi dan merasa
dihargai.
Selain itu, asesmen formatif yang
dilakukan secara berkala membantu saya dalam memonitor perkembangan siswa dan
memberikan intervensi yang tepat waktu. Saya juga belajar bahwa penting untuk
selalu bersikap fleksibel dan siap mengadaptasi metode pengajaran berdasarkan
respons dan perkembangan siswa.
Dapat disimpulkan bahwa penerapan
TaRL dalam pembelajaran memberikan dampak positif bagi siswa dan meningkatkan
kualitas proses belajar mengajar. Saya akan terus mengembangkan dan memperbaiki
pendekatan ini untuk mencapai hasil yang lebih optimal.






![]()


.







Komentar
Posting Komentar