Resume KB 1 Struktur Keilmuan PAI
PENDALAMAN
MATERI
A. Modul
: Struktur Keilmuan PAI
B. Kegiatan Belajar
: Ilmu Dalam Islam
C. Refleksi
:`
|
No |
Butir |
Respon/ Jawabana |
|
1 |
Konsep |
a. Pengertian
ilmu 1. Hakikat a. Perbedaan Ilmu dan Ilmu
dalam Pengetahuan Islam b. Hakikat Ilmu
Pengetahuan c. Perdebatan Sumber Ilmu 2. Sumber Ilmu dalam Islam a. Ragam Sumber
Pengetahuan Ilmu b. Klasifikasi Ilmu
Al-Farabi Dalam Islam c. Klasifikasi Ilmu Ikhwan
Al-Shafa d. Klasifikasi Ilmu Ibnu
Sina e. Klasifikasi Ilmu Ibnu
Haytham f. Klasifikasi Ilmu Al
Ghazali 3. Klasifikasi Ilmu dalam
Khazanah Intelektual Islam a. Klasifikasi Ilmu Ibn
Khaldun b. Klasifikasi Ilmu
Konferensi Internasional Islamabad c. Klasifikasi Ilmu Kuntowijoyo
i. Klasifikasi Ilmu Amin Abdullah d. Klasifikasi Ilmu Imam Suprayogo 4. Hakikat Ilmu dalam
Islam a. Pengertian ilmu Menurut
al-Ghazali kata 'ilm (ilmu pengetahuan) yaitu bentuk kata yang ambiguis
(musytarak: mempunyai Jamak arti) yang meliputi penglihatan dan perasaan.
Ilmu pengetahuan dapat diartikan mengetahui (al-ma'rifah), maka ilmu
pengetahuan ialah ilustrasi akal (tashwîr) yang valid tentang hakekat
sesuatu, yang terlepas dari unsur aksiden dengan segala demensi, kualitas,
kuantitas, substansi dan zatnya. b. Perbedaan Ilmu dan
Pengetahuan Ilmu dibedakan dengan pengetahuan dimana pengetahuan lebih
bersifat luas. Pengetahuan menurut Jujun S.
Suriasumantri pada hakekatnya merupakan segenap apa yang diketahui tentang
objek tertentu, termasuk di dalamnya ilmu. Sehingga, ilmu yaitu di samping
berbagai pengetahuan lainnya seperti seni dan agama juga bagian dari
pengetahuan yang diketahui oleh manusia. Jadi, ilmu dan pengetahuan merupakan
dua hal yang memiliki keterkaitan satu sama lainnya. c. Hakikat Ilmu
Pengetahuan Ada 3 demensi pengenalan (ma'rifah) manusia kepada Allah yang di
jelaskan Al-Ghazali dari sudut perbuatan-Nya (al-af'al), sifat (al- sifat)
dan dzat-Nya (al-dzat), ia mengatakan bahwa seluruh pengetahuan manusia
(dalam bentuk science) itu diambil dari samudera al-af'al. 2. Sumber Ilmu dalam Islam a. Perdebatan Sumber Ilmu
Sumber pengetahuan alam secara epistemologi modern dibedakan menjadi empat
hal yakni: empiris, rasionalitas, intuisi dan otoritas. Sedanngkan bagi
manusia untuk mendapatkan pengetahuan yang benar ada dua cara pokok, yaitu
pertama, mendasarkan pada rasio (rasionalisme) dan kedua, mendasarkannya pada
pengalaman (empirisme). b. Ragam Sumber
Pengetahuan 1) Pengetahuan Empiris
Pengetahuan empiris adalah pengetahuan yang didapatkan mengolah bahan-bahan
yang diperoleh dari pengalaman dengan cara induksi.melalui pengalaman indrawi
dan akal. Pengetahuan empiris menurut al-Farabi, Ibnu Sina dan al-Ghazali
merupakan hasil dari aktivitas jiwa sensitif (al-nafs al-hayawâniyah) yang
dalam batas- batas tertentu juga dimiliki oleh binatang. 2) Pengetahuan Rasional
Substansi manusia yang hanya ada pada manusia dewasa dan tidak ada pada anak,
terlebih pada binatang disebut Daya rasional (al-rûh al-aqliy). Daya rasional
menyerap makna-makna di luar indera dan imajinasi yang jangkauan
pencerapannya meliputi pengetahuan- pengetahuan dlarûriy (aksiomatis) dan
universal. 3. Klasifikasi Ilmu dalam
Khazanah Intelektual Islam Aristoteles membagi ilmu kepada dua bagian pokok,
yang kemudian melahirkan sejumlah cabang lainnya yaitu yang pertama, ilmu
teoretis dan kedua ilmu praktis . - Ilmu teoretis. Jenis
ilmu terbagi pada tiga bagian : 1) ilmu metafisika/
filsafat/ ketuhanan (teologi) 2) ilmu matematika, 3)
ilmu fisika - Ilmu praktis Terbagi menjadi empat bagian 1) ilmu akhlak 2) ilmu pengaturan rumah 3) ilmu politik 4) ilmu seni dan puisi a. Klasifikasi Ilmu
Al-Farabi - Ilmu agama - Ilmu filsafat b. Klasifikasi Ilmu Ikhwan
Al-Shafa - Adab - Syariat - Filsafat c. Klasifikasi Ilmu Ibnu
Sina - Ilmu Hikmah d. Klasifikasi Ilmu Ibnu
Haytham - Al-hikmah e. Klasifikasi Ilmu Al
Ghazali - Ilmu f. Klasifikasi Ilmu Ibn
Khaldun - Naqliyah (berdasarkan otoritas atau ilmu tradisional) - Aqliyah
(berdasarkan akal atau dalil rasional) g. Klasifikasi Ilmu
Konferensi Internasional Islamabad - Ilmu-ilmu tentang yang kekal abadi -
Ilmu-ilmu perolehan h. Klasifikasi Ilmu Kuntowijoyo - Kawniyah - Qauliyyah -
Nafsiyah i. Klasifikasi Ilmu Amin Abdullah - Alquran dan Sunnah - ilmu-ilmu
Ushuluddin - pengetahuan teoritik - pengetahuan aplikatif j. Klasifikasi Ilmu
Imam Suprayogo - Fardhu ‘Ain - Fardlu Kifayah |
|
2 |
Materi yang sulit |
- Pengetahuan rasional:
Pengetahuan yang didapatkan melalui olah pikir dengan pendekatan deduktif di
mana akal mengatur data-data yang dikirim oleh indra, mengolahnya dan
menyusunnya hingga menjadi pengetahuan yang benar - Pengetahuan empiris:
Pengetahuan yang didapatkan melalui pengalaman indrawi dan akal mengolah
bahan-bahan yang diperoleh dari pengalaman dengan cara induksi - Pengetahuan indrawi: pengetahuan
yang didapatkan melalui pengamatan yang memberikan kesan-kesan dan
pengertianpengertian atau ide-ide Pengetahuan intuisi: pengetahuan yang
didapatkan melalui salah satu jenis kemampuan nalar tinggi dengan bentuk
pemunculan ide-ide terpendam di bawah sadar - Pengetahuan otoritatif:
Pengetahuan yang langsung bersumber dari wahyu - |
|
3 |
Daftar Materi yang sering
mengalami miskonsepsi |
Islam mengakui adanya
empiris sebagai sumber pengetahuan tetapi ia bukan satu-satunya dan dalam
batas-batas tertentu. Al-Ghazali misalnya, selalu membagi alam dalam dua
kategori besar yaitu alam al-mulki wa alsyahâdah (semesta) dan alam
al-malakût wal-Jabarût (metafisika). Adapun yang menjadi obyek bagi
pengetahuan empiris adalah alam semesta. Alam ini oleh al-Ghazali dalam
konsep metafisikanya diletakkan sebagai wujud terendah. Dari pernyataan ini
mematahkan omongan dari orang awam yang mengatakan bahwasanya islam itu kolot
dan tertinggal. |
Komentar
Posting Komentar