LK-1 Analisis Struktur Kurikulum, CP, TP dan ATP
LK-1.1.1: Analisis Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP)
Petunjuk:
1. Gunakan kurikulum Sekolah yang berbasis Kurikulum Merdeka.
2.
Bagi sekolah yang belum memiliki kurikulum
merdeka, mahasiwa diminta mencari contoh kurikulum madrasah/sekolah dari
berbagai sumber dalam penyusunan tugas LK dimaksud.
3. Pelajari Modul KB 1.1 dengan baik.
|
No. |
Komponen KSP |
Uraian |
|
1. |
Karakteristik |
Kekuatan : Situasi atau kondisi yang menjadi kekuatan dari SMK
SPP Negeri Merangin Kabupaten
Merangin yang bisa memberikan dampak positif pada saat ini atau pun di masa mendatang adalah : 1. Sekolah ini terakreditasi A, dengan lingkungan sekolah yang sarana dan prasarananya memadai untuk proses pembelajaran, sehingga m e nempatkan
posisi SMK SPP Negeri Merangin
Kabupaten Merangin ini sebagai salah satu SMK terfavorit untuk wilayah Kabupaten Merangin dengan jumlah peserta didik mencapai 700 orang. 2. Ada beberapa prestasi yang sudah diraih oleh SMK SPP Negeri
Merangin Kabupaten Merangin ini baik di tingkat Nasional maupun Regional, sehingga menjadikan SMK ini semakin ”prestise” di mata orangtua dan masyarakat. 3. Selain telah menerapkan Kurikulum Merdeka semenjak Tahun Pelajaran 2022/2023, di SMK SPP
Negeri Merangin Kabupaten Merangin ini juga menerapkan kegiatan pembiasaan pendidikan karakter agar peserta didik
memiliki budi pekerti luhur yang akan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. 4. Seluruh warga sekolah yang mampu bersinergi dalam upaya menerapkan visi dan misi sekolah serta memiliki semangat yang tinggi dalam memajukan sekolah. 5. Menerapkan pembiasaan keagamaan (Islam) setiap hari Jum’at kepada peserta didik meskipun bukan sekolah yang berbasis keagamaan.
Bagi yang non muslim juga ada pembiasaan keagamaan tersendiri. 6. Dengan fasilitas, sarana dan pasarana yang memadai di sekolah ini maka memungkinkan untuk peserta didik melakukan berbagai kegiatan termasuk di antaranya berbagai kegiatan ekstrakurikuler. 7. Dengan jumlah peserta didik sebanyak 54 orang, tentunya banyak bakat dan ”bibit unggul” yang bisa
diarahkan kompetensinya sesuai dengan bakat dan minatnya masing-masing. 8. Sebagian besar tenaga
pendidik merupakan guru yang kompeten dan aktif mengikuti kegiatan pengembangan kompetensi, serta kualifikasi
pendidikan juga sudah sesuai dengan bidangnya masing-masing. Kelemahan : Situasi
atau kondisi yang menjadi kelemahan SMK SPP Negeri Merangin yang bisa memberikan dampak negatif terhadap kondisi
saat ini ataupun di masa mendatang, yaitu sebagai berikut : 1. Terdapat beberapa guru yang mendekati usia pensiun yang tidak mampu menerapkan pembelajaran yang kreatif dan
inovatif karena keterbatasan mereka dalam hal teknologi. 2. Terdapat belum ada pagar di belakang
sekolah sehingga memudahkan siswa bolos . 3. Tugas tambahan guru di luar tugas pokoknya yang mempengaruhi kualitas proses pembelajaran. Peluang : Situasi atau kondisi yang merupakan peluang atau kesempatan yang dimiliki SMK SPP Negeri Merangin Kabupaten Merangin yang bisa memberikan peluang untuk
berkembang di kemudian hari adalah sebagai berikut : 1. Dukungan dari pemerintah dan lembaga terkait dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan yang berkarakter, ini ditunjukkan dengan program- program yang diselenggarakan oleh pemerintah seperti dukungan kepada Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) untuk segera ditingkatkan kualitas profesionalismenya di antaranya
dengan pembiayaan APBD untuk peserta PPG PAI Kabupaten Merangin yang diadakan untuk pertama kalinya, sebagaimana yang saat ini saya jalani. 2. Peserta didik yang berprestasi baik di tingkat Nasional maupun Regional di “support” penuh
oleh pemerintah daerah. 3. Orang tua dan masyarakat sekitar yang memiliki kepedulian tinggi serta mendukung program- program atau kegiatan- kegiatan yang dilaksanakan sekolah. Ancaman : Situasi
atau kondisi yang merupakan tantangan yang akan
dihadapi SMK SPP Negeri Merangin Kabupaten Merangin yang bisa menghambat perkembangan sekolah adalah sebagai berikut : 1. Penerapan Kurikulum Merdeka yang
baru memasuki tahun ke dua, bagi pendidik yang kurang memiliki kompetensi tentunya akan menjadi penghambat dalam penerapannya dikarenakan masih ada beberapa tenaga pendidik yang kurang menguasai Informasi dan Teknologi (IT) serta kurang “literasi” dalam mengaplikasikannya. 2. Selain itu juga munculnya berbagai “platform” mengajar seperti halnya Platform Merdeka Mengajar yang menjadi tantangan tersendiri bagi pendidik untuk dapat menyelesaikan
setiap tugas di dalamnya sehingga ini
juga akan menyita waktu dan tenaga pendidik baik saat maupun setelah jam pembelajaran, sehingga
fokus pendidik tentunya akan terbagi. Hal ini tentunya akan dirasakan sangat berat bagi pendidik yang sudah memasuki usia
pensiun dan kurang memahami teknologi. 3. Terdapat banyak satuan pendidikan setingkat disekitar lokasi SMK SPP Negeri Merangin Kabupaten Merangin,
yang memicu kuatnya atmosfir
persaingan dalam upaya bertahan untuk tetap menjadi sekolah terfavorit. |
|
2. |
Keselarasan |
|
|
|
a. Visi |
Visi SMK SPP Negeri Merangin, Kab. Merangin, Provinsi Jambi : “Menciptakan Sumber daya manusia yang beriman , bertaqwa,
Profesional, berjiwa wirausaha, dan
unggul dalam prestasi serta mampu mengembangkan agribisnis yang berdaya saing” |
|
b. Misi |
Misi SMK SPP Negeri Merangin, Kab. Merangin, Provinsi Jambi : Menanamkan
Iman da Taqwa serta nilai- nilai karakter bangsa bagi seluruh warga
sekolah dalam proses pembelajaran 1.
Meningkatkan kualitas pelaksanaan pelayanan pendidikan Pertanian 2.
Meningkatkan disiplin dalam melaksanakan
Proses Belajar Mengajar 3.
Meningkatkan
Kwantitas, kwantitas Kelembagaan, dan fasilitas pembelajaran pendidikan menengah pertanian 4.
Meningkatkan
pengembangan kompetensi Guru 5.
Menggunakan
Teknologi Informasi dan multi media untuk mendukung proses pembelajaran 6.
Mengembangkan
lingkungan Sekolah sebagai lingkungan yang kondusif untuk proses pembelajaran 7.
Mengembangkan
kerjasama pemnyelenggaraan pendidikan
dengan dinas / instansi , dunia Usaha dan dunia Industri
(DUDI ) untuk Pencapaian manajemen
Mutu |
|
|
c. Tujuan |
Tujuan SMK SPP
Negeri Merangin,
Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi : 1. Jangka
Pendek a. Menciptakan generasi muda yang memiliki budi pekerti b. Menciptakan generasi muda yang beriman dan bertaqwa c. Menciptakan generasi muda yang cerdas dan ber karakter d. Menciptakan geberasi muda yang memiliki sikap yang baik e. Mendorong peserta didik untuk sholat berjamaah f. Mendorong peserta didik sering melakukan kegiatan pembiasaan literasi g. Mendorong peserta didik ikut serta dalam ekstrakurikuler h. Mengikut sertakan peserta didik dalam berbagai bidang sesuai bakat dan
minat peserta didik. 2. Jangka Menengah a. Membentuk karakter pembelajar sepanjang hayat berlandaskan Profil Pelajar Pancasila (P5). b. Memfasilitasi peserta didik untuk mengembangkan
keragaman potensi, minat dan bakat
serta kecerdasan intelektual, emosional, spiritual dan kinestetik secara optimal sesuai dengan tingkat perkembangannya. c. Memfasilitasi peserta didik untuk dapat meningkat kan budaya disiplin
beribadah serta kesadaran hidup sehat. d. Membekali peserta didik dengan keahlian berfikir kreatif dan berfikir kritis. e. Membekali peserta didik dalam penguasaan digital. f. Memfasilitasi peserta didik memiliki kepekaan. 3. Jangka
Panjang a. Menghasilkan lulusan pembelajar sepanjang hayat, beriman bertaqwa, kritis, cerdas, berkharakter dan berdaya juang tinggi, serta memiliki lulusan yang mempunya karakter Pelajar
Profil Pancasila ( P5). b. Menghasilkan lulusan yang terampil dalam berpikir kritis, berkreatifitas, memanfaatkan teknologi digital, dan mengembangkan minat serta bakatnya untuk menghasilkan prestasi. c. Menghasilkan lulusan yang memiliki wawasan serta ilmu pengetahuan yang banyak. d. Menghasilkan
lulusan SMK adalah siap bekerja di dunia industri
Pertanian |
|
|
d. Refleksi terhadap keselarasan visi,
misi dan
tujuan pada satuan pendidikan |
Keselarasan Visi, Misi dan Tujuan pada satuan pendidikan
dapat di lihat pada Rencana Aksi Satuan Pendidikan SMK SPP Negeri
Merangin Dari ketiga komponen baik itu visi, misi serta
tujuan satuan Pendidikan SMK SPP Negeri Merangin sudah selaras dan saling berkaitan satu
sama lain serta tidak bertentangan dengan kerangka kurikulum. Dengan demikian dapat
diketahui bahwa Visi, Misi dan Tujuan
satuan Pendidikan SMK SPP Negeri Merangin serasi dan saling mendukung untuk mencapai tujuanpendidikan nasional yang diinginkan. |
|
|
3. |
Analisis Kondisi Lingkungan pada
satuan pendidikan dalam menyusun KSP |
Kurikulum fungsional satuan
pengajaran dibuat dengan mempertimbangkan
potensi bidang, kompetensi sekolah dan latar belakang peserta didik. Hal ini menunjukkan bahwa satuan pendidikan harus mempertimbangkan kondisi
lingkungan, daya tampung sekolah, kelayakan sarana dan prasarana, predikat akreditasi
sekolah, serta latar belakang siswa dalam menyusun Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP). Dengan lingkungan sekolah serta sarana dan prasaranya yang memadai, hal ini tentunya sangat mendukung dalam menyusun Kurikulum Operasioanal Satuan
Pendidikan (KOSP) |
Bangko, 6 Agustus 2024
Mahasiswa
PPG
A
LK-1.1.2: Pengorganisasian Pembelajaran (satu semester)
Petunjuk:
1.
Hitung jumlah jam
pelajaran efektif dalam satu semester
untuk semua
mata
pelajaran
2. Distribusikan jumlah jam tersebut pada setiap bulan efektif
3.
Khusus PPRA mengambil alokasi waktu 20-30%
dari total keseluruhan jam mata pelajaran dalam satu semester
|
Sem |
Struktur |
Keterangan |
Jumlah JP |
|||||
|
Juli |
Agt |
Sep |
Okt |
Nov |
Des |
|||
|
I |
Intrakurikuler |
1. PAIBP |
8 |
16 |
16 |
16 |
16 |
8 |
|
2. Pembiakan Tanaman |
8 |
16 |
16 |
16 |
16 |
8 |
||
|
3. Kultur Jaringan |
8 |
16 |
16 |
16 |
16 |
8 |
||
|
4. Agronomi
Tanaman Pangan |
8 |
16 |
16 |
16 |
16 |
8 |
||
|
4. Alsintan |
8 |
16 |
16 |
16 |
16 |
8 |
||
|
5. Pemeliharaan Tanama |
12 |
24 |
24 |
24 |
24 |
12 |
||
|
6. Tanaman Buah |
8 |
16 |
16 |
16 |
16 |
8 |
||
|
7.
Pemetaan Lahan |
8 |
16 |
16 |
16 |
16 |
8 |
||
|
8.
MTK |
16 |
32 |
32 |
32 |
32 |
16 |
||
|
9. Bahasa Indonesia |
16 |
32 |
32 |
32 |
32 |
16 |
||
|
10. PJOK |
8 |
16 |
16 |
16 |
16 |
8 |
||
|
11. Seni |
8 |
16 |
16 |
16 |
16 |
8 |
||
|
12. Informatika |
|
|
|
|
|
|
||
|
13. Mulok : BTQ |
4 |
8 |
8 |
6 |
8 |
2 |
||
|
|
|
|
|
|
|
|
||
|
Ko-Kurikuler P5 |
1. Kultum Jum’at |
8 |
16 |
16 |
16 |
16 |
8 |
|
|
2. Sholat Dhuha |
8 |
16 |
16 |
16 |
16 |
8 |
||
|
3. Sholat Berjama’ah |
8 |
16 |
16 |
16 |
16 |
8 |
||
|
4. Pembiasaan Bersedekah |
8 |
16 |
16 |
16 |
16 |
8 |
||
|
|
|
|
|
|
|
|
||
|
Ekstrakurikuler |
1. Pramuka |
4 |
8 |
8 |
8 |
8 |
4 |
|
|
2. Taekwondo |
4 |
8 |
8 |
8 |
8 |
4 |
||
|
3. PMR |
4 |
8 |
8 |
8 |
8 |
4 |
||
|
4. Karate |
4 |
8 |
8 |
8 |
8 |
4 |
||
|
5. Drumband 6. silat |
4 4 |
8 8 |
8 8 |
8 8 |
8 8 |
4 |
||
|
|
7. Tari |
4 |
8 |
8 |
8 |
8 |
||
|
|
|
|
|
|
|
|
||
Bangko, 06 Agustus 2024
A
LK-1.2.1: Komponen
Capaian Pembelajaran (CP)
|
Komponen |
Uraian (Gunakan Redaksi Menurut Mahasiswa) |
|
Rasionalitas Mata Pelajaran PAIBP |
Pendiidikan Agama
Islam dan Budi Pekerti secara bertahap dan holistik diiarahkan untuk
menyiapkan peserta didik agar mantap secara spiritual, berakhlak mulia, dan
memiliki pemahaman akan dasar-dasar agama
Islam serta cara penerapannya dalam kehidupan sehari-hari dalam wadah Negara
Kesatuan Republik Indonesia. Pendidikan agama Islam dan Budi Pekerti secara
umum harus mengarahkan peserta didik kepada (1) kecenderungan kepada kebaikan (al-ḥanīfiyyah),
(2) sikap
memperkenankan (al-samḥah), (3) akhlak mulia (makārim al-akhlāq),
dan (4) kasih
sayang untuk alam semesta (raḥmat li al-ālamīn). Dengan Pendiiidikan Agama
Islam dan Budi Pekerti, dasar-dasar tersebut kemudian diterapkan oleh peserta
didik dalam beriman dan bertakwa kepada Allah Swt., menjaga diri, peduli atas
kemanusiaan dan lingkungan alam. Deskripsi dari penerapan ini akan tampak
dalam beberapa elemen Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti terutama dalam
akhlak pribadi dan sosial, akidah, syari’at dan sejarah peradaban Islam. Pendidikan
Agama Islam dan Budi Pekerti bisa menjadi pedoman bagi peserta didik dalam
menjaga diri dan menerapkan akhlak mulia setiap hari. Berbagai persoalan di
masyarakat seperti krisis akhlak, radikalisme dan krisis lingkungan hidup dan
lain-lain mempunyai jawaban dalam tradisi agama Islam. Dengan mempelajari dan
menghayati Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti, peserta didik mampu
menghindari segala perubahan negatif yang terjadi di dunia sehingga tidak
mengganggu perkembangan dirinya baik dalam hubungannya dengan Tuhan, diri
sendiri, sesama warga negara, sesama manusia, maupun alam semesta. Dengan konteiks Indonesia pada abad 21 yang semakin kompleks, pemahaman yang mendalam
tentang agama sangat dibutuhkan, terutama dalam menghormati dan menghargai
perbedaan. Pelajaran agama tidak hanya membahas hubungan manusia dengan Allah
(ḥabl min Allāh), namun juga hubungan dengan diri sendiri, sesama
warga negara, sesama manusia (ḥabl min al-nās) dan alam semesta. Untuk
itu, dibutuhkan penndekatan yang beragam dalam proses belajar agama yang tidak hanya
berupa ceramah, namun juga diskusiinteraktif, proses belajar yang bertumpu
pada keingintahuan dan penemuan (inquiry and discovery learning),
proses belajar yang berpihak pada anak (student-centered learning),
proses belajar yang berbasis pada pemecahan masalah (problem based
learning), pembelajaran berbasis proyek nyata dalam kehidupan (project
based learning), dan proses belajar yang kolaboratif (collaborative
learning). Berbagai pendekatan ini memberi ruang bagi tumbuhnya
keterampilan yang berharga seperti budaya berpikir
kritis, kecakapan berkomunikasi dan berkolaborasi, dan menjadi peserta didik
yang kreatif. Melalui muatan materi yang disajikannya dalam 5 (lima) elemen keilmuan
Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti antara lain al- Quran dan hadis,
akidah, akhlak, fiqih, dan sejarah peradaban Islam, pelajaran agama Islam
dapat berkontribusi dan menguatkan terbentuknya profil pelajar pancasiila sebagai
pelajar sepanjang hayat (min al-mahdi ila al-laḥdi) yang beriman dan
bertakwa, serta berakhlak mulia, menyadari dirinya bagian dari penduduk dunia
dengan berkepribadian dan punya kompetensi global, mandiri, kreatif, kritis,
dan bergotong royong. |
|
Tujuan Mata Pelajaran PAIBP |
Pada praktiknya, pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti ditujukan
untuk: 1. Memberikan
bimbingan kepada peserta didik agar mantap spiritual, berakhlak mulia, selalu
menjadikan kasih sayang dan sikap toleran sebagai landasan dalam hidupnya; 2. Membentuk
peserta didik agar menjadi pribadi yang memahami dengan baik prinsip-prinsip
agama Islam terkait akhlak mulia, akidah yang benar (‘aqīdah ṣaḥīḥah)
berdasar paham ahlus sunnah wal jamā`ah, syariat, dan perkembangan
sejarah peradaban Islam, serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari baik
dalam hubungannya dengan sang pencipta, diri sendiri, sesama warga negara,
sesama manusia, maupun lingkungan alamnya dalam wadah Negara Kesatuan
Republik Indonesia; 3. Membimbing
peserta didik agar mampu menerapkan prinsipprinsip Islam dalam berfikir
sehingga benar, tepat, dan arif dalam menyimpulkan sesuatu dan mengambil
keputusan; 4. Mengkonstruksi kemammpuan nalar kritis peserta didik dalam menganalisa perbedaan
pendapat sehingga berperilaku moderat (wasaṫiyyah) dan terhindar dari
radikalisme ataupun liberalisme; 5. Membimbing
peserta didik agar menyayangi lingkungan alam sekitarnya dan menumbuhkan rasa tanggung jawabnya sebagai khalifah Allah di bumi. Dengan
demikian dia aktif dalam mewujudkan upaya-upaya melestarikan dan merawat
lingkungan sekitarnya; dan 6. Membentuk
peserta diidik yang
menjunjung tinggi nilai persatuan sehingga dengan demikian dapat menguatkan
persaudaraan kemanusiaan (ukhuwwah basyariyyah), persaudaraan seagama
(ukhuwwah Islāmiyyah), dan juga persaudaraan sebangsa dan senegara (ukhuwwah
waṫaniyyah) dengan segenap kebinekaan agama, suku dan budayanya. |
|
Karakteristik
Mata Pelajaran … |
Pendidikan
Agama Islam dan Budi Pekerti mencakup elemen keilmuan yang meliputi (1)
Al-Qur’an-Hadis, (2) Akidah, (3) Akhlak, (4) Fikih, dan (5) Sejarah Peradaban
Islam. 1. Al-Qur’an dan
Hadis] Pendidikan
Agama Islam dan Budi Pekerti menekankan kemampuan baca dan tulis Al-Qur’an
dan hadis dengan baik dan benar. Ia juga mengantar peserta didik dalam
memahami makna secara tekstual dan kontekstual serta mengamalkan kandungannya
dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti juga
menekankan cinta dan penghargaan tinggi kepada Al-Qur’an dan Hadis Nabi
sebagai pedoman hidup utama seorang muslim 2. Aqidah Berkaitan
dengan prinsip kepercayaan yang akan mengantarkan peserta didik dalamm mengenal Allah, para malaikat, kitab-kitab Allah, para Nabi dan
Rasul, serta memahami konsep tentang hari akhir serta qadā’ dan qadr.
Keimanan inilah yang kemudian menjadi landasan dalam melakukan amal saleh,
berakhlak mulia dan taat hukum 3. Akhlak Merupakan
perilaku yang menjadi buah dari ilmu dan keimanan. Akhlak akan menjadi
mahkota yang mewarnai keseluruhan elemen dalam Pendidikan Agama Islam dan
Budi Pekerti. Ilmu akhlak mengantarkan peserta didik dalam memahami
pentingnya akhlak mulia pribadi dan akhlak sosial, dan dalam membedakan
antara perilaku baik (maḥmūdah) dan tercela (mażmūmah). Dengan
memahami perbedaan ini, peserta didik bisa menyadari pentingnya menjauhkan
diri dari perilaku tercela dan mendisiplinkan diri dengan perilaku mulia
dalam kehidupan sehari-hari baik dalam konteks pribadi maupun sosialnya.
Peserta didik juga akan memahami pentingnya melatih (riyāḍah),
disiplin (tahżīb) dan upaya sungguhsungguh dalam mengendalikan diri (mujāhadah).
Dengan akhlak, peserta didik menyadari bahwa landasan dari perilakunya,
baik untuk Tuhan, dirinya sendiri, sesama manusia dan alam sekitarnya adalah
cinta (maḥabbah). Pendidikan Akhlak juga mengarahkan mereka untuk
menghormati dan menghargai sesama manusia sehingga tidak ada kebencian atau
prasangka buruk atas perbedaan agama atau ras yang ada. Elemen akhlak ini
harus menjadi mahkota yang masuk pada semua topik bahasan pada mata pelajaran
Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti, akhlak harus menghiasai keseluruhan
konten dan menjadi buah dari pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi
Pekerti 4. Fiqih Merupakan
interpretasi atas syariat. Fikih merupakan aturan hukun yang berkaitan dengan perbuatan manusia dewasa (mukallaf) yang mencakup
ritual atau hubungan dengan Allah Swt. (‘ubudiyyah) dan kegiatan yang
berhubungan dengan sesama manusia (mu‘āmalah). Fikih mengulas berbagai
pemahaman mengenai tata cara pelaksanaan dan ketentuan hukum dalam Islam
serta implementasinya dalam ibadah dan mu‘āmalah. 5. Sejarah Peradaban Islam \Menguraikan
catatan perkembangan perjalanan hidup manusia dalam membangun peradaban dari
masa ke masa. Pembelajaran Sejarah Peradaban Islam (SPI) menekankan pada
kemampuan mengambil hikmah dari sejarah masa lalu, menganalisa pelbagai macam
peristiwa dann menyerap
berbagai kebijaksanaan yang telah dipaparkan oleh para generasi terdahulu.
Dengan refleksi atas kisah-kisah sejarah tersebut, peserta didik mempunyai
pijakan historis dalam menghadapi permasalahan dan menghindari dari
terulangnya kesalahan untuk masa sekarang maupun masa depan. Aspek ini akan
menjadi keteladanaan (‘ibrah) dan menjadi inspirasi generasi penerus
bangsa dalam menyikap dan menyelesaikan fenomena sosial, budaya, politik,
ekonomi, iptek, seni, dan lain-lain dalam rangka membangun peradaban di
zamannya. |
|
Capaian dalam Setiap Fase Mata Pelajaran PAIBP |
Pada akhir
Fase E, dalam elemen Al-Qur’an dan Hadis, peserta didik mampu menganalisis
ayat Al-Qur’an dan Hadits tentang perintah untuk berkompetisi dalam kebaikan
dan etos kerja serta larangan pergaulan bebas dan zina; dapat membaca
Al-Qur’an dengan tartil, menghafal dengan fasih dan lancar ayat Al-Qur’an
serta Hadis tentang perintah untuk berkompetisi dalam kebaikan dan etos kerja
serta bahaya dari pergaulan bebas dan zina; dapat menyajikan konten dan
paparan tentang perintah untuk berkompetisi dalam kebaikan dan etos kerja
serta larangan pergaulan bebas dan zina; meyakini bahwa sikap kompetitif
dalam kebaikan dan etos kerja serta menghindari pergaulan bebas dan perbuatan
zina adalah perintah agama; dan membiasakan sikap kompetitif dalam kebaikan
dan etos kerja serta menghindari pergaulan bebas dan perbuatan zina dengan
lebih berhati-hati dan menjaga kehormatan diri. Dalam elemen aqidah, peserta didik menganalisis makna syu‘ab alīmān
(cabang-cabang iman), pengertian, dalil, macam dan manfaatnya;
mempresentasikan makna syu‘ab al-īmān (cabangcabang iman),
pengertian, dalil, macam dan manfaatnya; meyakini bahwa dalam iman terdapat
banyak cabang-cabangnya; serta menerapkan beberapa sikap dan karakter sebagai
cerminan cabang iman dalam kehidupan. Dari elemen
akhlak, peserta didik menganalisis manfaat menghindari akhlak mażmūmah;
membuat karya yang mengandung konten manfaat menghindari sikap mażmūmah;
meyakini bahwa akhlak mażmūmah adalah larangan dan akhlak mahmūdah
adalah perintah agama; serta membiasakan diri untuk menghindari akhlak mażmūmah
dan menampilkan akhlak mahmūdah dalam kehidupan sehari-hari. Dalam elemen fikih, peserta didik mampu menganalisis implementasi fikih mu‘āmalah
dan al-kulliyyāt al-khamsah (lima prinsip dasar hukum Islam;
menyajikan paparan tentang fikih mu‘āmalah dan al-kulliyyāt
al-khamsah meyakini bahwa ketentuan fikih mu‘āmalah dan al-kulliyyāt
al-khamsah adalah ajaran agama; serta menumbuhkan jiwa kewirausahaan,
kepedulian, dan kepekaan sosial. Dalam elemen sejarah peradaban Islam, peserta didik mampu menganalisis
sejarah dan peran tokoh ulama penyebar ajaran Islam di Indonesia; dapat
membuat bagan timeline sejarah tokoh ulama penyebar ajaran Islam di
Indonesia dan memaparkannya; meyakini bahwa perkembangan peradaban di
Indonesia adalah sunatullah dan metode dakwah yang santun, moderat, bi al-ḥikmah
wa almau‘ iẓat al-ḥasanah adalah perintah Allah SWT; membiasakan sikap
kesederhanaan dan kesungguhan mencari ilmu, tekun, damai, serta semangat
menghargai adat istiadat dan perbedaan keyakinan orang lain. |
|
Capaian
dalam Setiap Fase Mata Pelajaran PAIBP menurut elemen |
Elemen : Al-Qur’an dan Hadis Capaian Pembelajaran : Peserta
didik mampu menganalisis ayat Al-Qur’an dan hadis tentang perintah untuk
berkompetisi dalam kebaikan dan etos kerja serta larangan pergaulan bebas dan
zina; dapat membaca Al-Qur’an dengan tartil, menghafal dengan fasih dan
lancar ayat Al-Qur’an serta Hadis tentang perintah
untuk berkompetisi dalam kebaikan dan etos kerja serta bahaya dari pergaulan
bebas dan zina; dapat menyajikan konten dan paparan tentang perintah untuk
berkompetisi dalam kebaikan dan etos kerja serta larangan pergaulan bebas dan
zina; meyakini bahwa sikap kompetitif dalam kebaikan dan etos kerja serta
menghindari pergaulan bebas dan perbuatan zina adalah perintah agama; dan
membiasakan sikap kompetitif dalam kebaikan dan etos kerja serta menghindari
pergaulan bebas dan perbuatan zina dengan lebih berhatihati dan menjaga
kehormatan diri. Elemen :
Aqidah Capaian
Pemebalajaran : Peserta
didik menganalisis makna syu‘ab alīmān (cabang-cabang
iman), pengertian, dalil, macam dan manfaatnya; mempresentasikan makna syu‘ab
al-īmān (cabang-cabang iman), pengertian, dalil, macam dan manfaatnya;
meyakini bahwa dalam iman terdapat banyak cabang-cabangnya; serta menerapkan
beberapa sikap dan karakter sebagai cerminan cabang iman dalam kehidupan. Elemen : Akhlak Capaian Pembelajaran : Peserta
didik menganalisis manfaat menghindari akhlak mażmūmah; membuat
karya yang mengandung konten manfaat menghindari sikap mażmūmah;
meyakini bahwa akhlak mażmūmah adalah larangan dan akhlak maḥmūdah adalah
perintah agama; serta membiasakan diri untuk menghindari akhlak mażmūmah dan
menampilkan akhlak maḥmūdah dalam kehidupan sehari-hari. Elemen
: Fiqih Capaian Pembelajaran : Peserta
didik mampu menganalisis implementasi fikih mu‘āmalah dan
al-kulliyyāt al-khamsah (lima prinsip dasar hukum Islam; menyajikan
paparan tentang fikih mu‘āmalah dan al-kulliyyāt al-khamsah meyakini
bahwa ketentuan fikih mu‘āmalah dan al-kulliyyāt alkhamsah adalah
ajaran agama; serta menumbuhkan jiwa kewirausahaan, kepedulian, dan kepekaan
sosial Elemen : Sejarah Peradaban Islam Capaian Pembelajaran : Peserta
didik mampu menganalisis sejarah dan peran tokoh ulama penyebar ajaran
Islam di Indonesia; dapat membuat bagan timeline sejarah tokoh ulama
penyebar ajaran Islam di Indonesia dan memaparkannya; meyakini bahwa
perkembangan peradaban di Indonesia adalah sunatullah dan metode dakwah yang
santun, moderat, bi al-ḥikmah wa al-mau‘iẓat al-ḥasanah adalah
perintah Allah Swt.; membiasakan sikap kesederhanaan dan kesungguhan mencari
ilmu, tekun, damai, serta semangat menghargai adat istiadat dan
perbedaan keyakinan orang lain. |
Bangko, 6 Agustus 2024
Mahasiswa PPG
A
LK-1.2.2: Analisis
Capaian Pembelajaran, Fase, Keluasan dan Kedalaman
|
Fase |
Eleman |
Capaian Pembelajaran |
Keluasan |
Kedalaman |
|
Fase D Kelas 10 Semester I |
Al-Qura’an dan Hadist |
Terbiasa
mengenal, menghafal dan membaca dan mengartikan Surah Al- Qur.an tentang
perintah untuk berkompetisi dalam kebaikan dan etos kerja serta bahaya
dari pergaulan bebas dan zina |
-
Membaca Ayat tentang Perintah untuk berkompetisi dalam kebaikan dan etos kerja serta bahaya
dari pergaulan bebas dan zina; -
Mengartikan Ayat tentang Perintah untuk
berkompetisi dalam kebaikan dan etos kerja serta bahaya dari pergaulan bebas
dan zina; -
Menulis ayat tentang untuk berkompetisi dalam kebaikan dan etos kerja serta bahaya
dari pergaulan bebas dan zina; -
Menghafal ayat tentang Perintah untuk
berkompetisi dalam kebaikan dan etos kerja serta bahaya dari pergaulan bebas
dan zina; |
-
Menafsirkan ayat tentang untuk
berkompetisi dalam kebaikan dan etos kerja serta bahaya dari pergaulan bebas
dan zina; -
Menalaah ayat tentang untuk
berkompetisi dalam kebaikan dan etos kerja serta bahaya dari pergaulan bebas
dan zina; |
|
|
Aqidah |
Terbiasa Mendalami syuab aliman (cabang – cabang iman |
-
Menganalisis
makna Syu’ab aliman -
Mempresentasikan makna syuab Aliman |
-
Menerapkan
beberapa sikap karakter sebagai cerminan dalam kehidupan |
|
|
Akhlak |
Terbiasa menghindari akhlak mazmunah |
-
Menganalisis manfaat menghindari akhlak mazmunah -
Membuat karya yang mengandung konten manfaat
menghindari sikap mazmunah |
-
Membiasakan diri untuk menghindari akhlak mazmunah dan
menampilkan akhlam mahmudah dalam kehidupan sehari- hari |
|
|
Fiqih |
Terbiasa
mengimplementasi Fiqih mu’amalah dan al-kulliyyat al-khmasah |
-
Mengalisis Implementasi Fiqih mu’amalah dan al-kulliyyat al-khmasah -
Menyajikan paparan Fiqih mu’amalah dan al-kulliyyat al-khmasah -
|
-
Menumbuhkan jiwa kewirausahaan, kepedulian, dan
kepekaan sosial. |
|
|
Sejarah
Peradaban Islam |
Terbiasa
menghayati sejarah dan peran tokoh ulama penyebar ajaran Islam di Indonesia |
-
Menganalisis sejarah
dan peran tokoh ulama penyebar ajaran Islam di Indonesia -
Membuat bagan time line sejarah dan
peran tokoh ulama penyebar ajaran Islam di Indonesia -
Memaparkan sejarah dan peran tokoh ulama penyebar ajaran Islam di Indonesia |
-
Membiasakan sikap kesederhanaan dan kesungguhan
mencari ilmu, tekun, damai, serta semanagat menghargai adat istiadat dan
perbedaan keyakinan orang lain |
Bangko, 6
Agustus 2024
Mahasiswa
PPG
A
LK-1.3.1: Perumusan Tujuan Pembelajaran (TP) Berdasarkan CP
|
Elemen CP |
Capaian Pembelajaran |
Tujuan Pembelajaran |
|
Al-Qur’an Dan Hadist |
Peserta didik mampu menganalisis ayat Al-Qur’an dan
hadis tentang perintah untuk berkompetisi dalam kebaikan dan etos kerja serta
larangan pergaulan bebas dan zina; membaca alqur`an dengan tartil, menghafal
dengan fasih dan lancar ayat Al-Qur’an serta hadis tentang perintah untuk
berkompetisi dalam kebaikan dan etos kerja serta bahaya dari pergaulan bebas
dan zina; menyajikan konten dan paparan tentang perintah untuk berkompetisi
dalam kebaikan dan etos kerja serta larangan pergaulan bebas dan zina; meyakini
bahwa sikap kompetitif dalam kebaikan dan etos kerja serta menghindari
pergaulan bebas dan perbuatan zina adalah perintah agama; dan membiasakan
sikap kompetitif dalam kebaikan dan etos kerja serta menghindari pergaulan
bebas dan perbuatan zina dengan lebih berhati-hati dan menjaga kehormatan
diri. |
1.1. Menganalis
isayat Al-Qur’an dan hadis tentang perintah untuk berkompetisi dalam kebaikan
dan etos kerja 1.2.Membaca
Al-Qur`an dengan tartil, menghafal dengan fasih dan lancar ayat Al-Qur’an
serta hadis tentang perintah untuk berkompetisi dalam kebaikan dan etos kerja 1.3.Menyajikan
konten dan paparan tentang perintah untuk berkompetisi dalam kebaikan dan
etos kerja 1.4.Membiasakan
sikap kompetitif dalam kebaikan dan etos kerja 1.5.Menganalisis
ayat Al-Qur’an dan hadis tentang larangan pergaulan bebas dan zina 1.6.Membaca
Al-Qur`an dengan tartil, menghafal dengan fasih dan lancar ayat Al-Qur’an
serta hadis tentang larangan pergaulan bebas dan zina 1.7.Menyajikan
konten dan paparan tentang perintah untuk menjauhi larangan pergaulan bebas
dan zina 1.8.Membiasakan
sikap menghindari larangan pergaulan bebas dan zina |
|
Aqidah |
Peserta didik mampu menganalisis makna syu’abulīmān
(cabang cabang iman), pengertian, dalil, macam dan manfaatnya;
mempresentasikan makna syu’abulīmān (cabang-cabang iman), pengertian, dalil,
macam dan manfaatnya; meyakini bahwa dalam iman terdapat banyak
cabang-cabangnya; menerapkan beberapa sikap dan karakter sebagai cerminan
cabang iman dalam kehidupan |
2.1.
Menganalisis makna syu’abulīmān (cabang
cabang iman), pengertian, dalil, macam dan manfaatnya 2.2.
Mempresentasikan makna syu’abulīmān
(cabang-cabangiman), pengertian, dalil, macam dan manfaatnya 2.3.
Meyakini bahwa dalam iman terdapat
banyak cabang-cabangnya 2.4.
Menerapkan beberapa sikap dan karakter
sebagai cerminan cabang iman dalam kehidupan |
|
Akhlak |
Peserta didik mampu menganalisis manfaat menghindari
akhlak maẑmūmah; membuat karya yang mengandung konten manfaat menghindari
sikap maẑmūmah; meyakini bahwa akhlak maẑmūmah adalah larangan dan akhlak
mahmūdah adalah perintah agama; membiasakan diri untuk menghindari akhlak maẑmūmah
dan menampilkan akhlak mahmūdah dalam kehidupan sehari-hari |
3.1. Menganalisis
manfaat menghindari akhlak maẑmūmah 3.2. Membuat
karya yang mengandung konten manfaat menghindari sikap maẑmūmah 3.3. Meyakini
bahwa akhlak maẑmūmah adalah larangan dan akhlak mahmūdah adalah perintah
agama 3.4. Membiasakan
diri untuk menghindari akhlak maẑmūmah dan menampilkan akhlak mahmūdah dalam
kehidupan sehari-hari |
|
Fiqih |
Peserta didik mampu menganalisis implementasi fikih
muamalah dan al-kulliyât al-khamsah (lima prinsip dasar hukum Islam;
menyajikan paparan tentang fikih muamalah dan al-kulliyât al-khamsah meyakini
bahwa ketentuan fikih muamalah dan al-kulliyât al-khamsah adalah ajaran agama
menumbuhkan jiwa kewirausahaan, kepedulian, dan kepekaan social. |
4.1.Menganalisis
implementasi fikih muamalah dan al-kulliyât al-khamsah (lima prinsip dasar
hukum Islam 4.2.Menyajikan
paparan tentang fikih muamalah dan al-kulliyât al-khamsah 4.3.Meyakini
bahwa ketentuan fikih muamalah dan al-kulliyât al-khamsah adalah ajaran agama 4.4.Menumbuhkan
jiwa kewirausahaan, kepedulian, dan kepekaan social |
|
SPI = Sejarah Peradaban Islam |
Peserta didik mampu: menganalisis sejarah dan peran
tokoh ulama penyebar ajaran Islam di Indonesia membuat bagan timeline sejarah
tokoh ulama penyebar ajaran Islam di Indonesia dan memaparkannya; meyakini
bahwa perkembangan peradaban di Indonesia adalah sunatullah dan metode dakwah
yang santun, moderat, bi al-ḥikmahwa al-mau`iẓatalḥasanah adalah perintah
Allah Swt.; membiasakan sikap kesederhanaan dan kesungguhan mencari ilmu,
tekun, damai, serta semangat menghargai adat istiadat dan perbedaan keyakinan
orang lain |
4.5.Menganalisis
sejarah dan peran tokoh ulama penyebar ajaran Islam di Indonesia 4.6.Membuat
bagan timeline sejarah tokoh ulama penyebar ajaran Islam di Indonesia dan
memaparkannya 4.7.Meyakini
bahwa perkembangan peradaban di Indonesia adalah sunatullah dan metode dakwah
yang santun, moderat, bi al-ḥikmahwa al-mau`iẓatalḥasanah adalah perintah
Allah Swt. 4.8.Membiasakan
sikap kesederhanaan dan kesungguhan mencari ilmu, tekun, damai, serta semangat
menghargai adat istiadat dan perbedaan keyakinan orang lain |
Bangko, 6
Agustus 2024
Mahasiswa
PPG
A
LK-1.3.2: Perumusan
Tujuan Pembelajaran (TP) berdasarkan Kompetensi dan Lingkup Materi pada CP
|
Eleman CP |
Capaian Pembelajaran |
Kompetensi |
Materi |
Tujuan Pembelajaran |
|
Aqidah Akhlak |
Peserta didik mampu menganalisis ayat Al-Qur’an dan
hadis tentang perintah untuk berkompetisi dalam kebaikan dan etos kerja serta
larangan pergaulan bebas dan zina; membaca alqur`an dengan tartil, menghafal
dengan fasih dan lancar ayat Al-Qur’an serta hadis tentang perintah untuk
berkompetisi dalam kebaikan dan etos kerja serta bahaya dari pergaulan bebas
dan zina; menyajikan konten dan paparan tentang perintah untuk berkompetisi
dalam kebaikan dan etos kerja serta larangan pergaulan bebas dan zina;
meyakini bahwa sikap kompetitif dalam kebaikan dan etos kerja serta
menghindari pergaulan bebas dan perbuatan zina adalah perintah agama; dan
membiasakan sikap kompetitif dalam kebaikan dan etos kerja serta menghindari
pergaulan bebas dan perbuatan zina dengan lebih berhati-hati dan menjaga
kehormatan diri |
-
Menganalisis ayat Al-Qur’an dan hadis
tentang perintah untuk berkompetisi dalam kebaikan dan etos kerja -
Membaca Al-Qur`an dengan tartil,
menghafal dengan fasih dan lancar ayat Al-Qur’an serta hadis tentang perintah
untuk berkompetisi dalam kebaikan dan etos kerja -
Menyajikan konten dan paparan tentang
perintah untuk berkompetisi dalam kebaikan dan etos kerja -
Membiasakan sikap kompetitif dalam
kebaikan dan etos kerja -
Menganalisis ayat Al-Qur’an dan hadis
tentang larangan pergaulan bebas dan zina -
Membaca Al-Qur`an dengan tartil,
menghafal dengan fasih dan lancar ayat Al-Qur’an serta hadis tentang larangan
pergaulan bebas dan zina -
Menyajikan konten dan paparan tentang perintah
untuk menjauhi larangan pergaulan bebas dan zina -
Membiasakan sikap menghindari larangan
pergaulan bebas dan zina |
-
ayat Al-Qur’an dan hadis tentang
perintah untuk berkompetisi dalam kebaikan dan etos kerja serta larangan
pergaulan bebas dan zina -
|
-
peserta didik mampu, menganalisis ayat
Al-Qur’an dan hadis tentang perintah untuk berkompetisi dalam kebaikan dan
etos kerja serta larangan pergaulan bebas dan zina; dapat membaca Al-Qur`an
dengan tartil, -
menghafal dengan fasih dan lancar ayat
Al-Qur’an serta hadis tentang perintah untuk berkompetisi dalam kebaikan dan
etos kerja serta bahaya dari pergaulan bebas dan zina; -
dapat menyajikan konten dan paparan
tentang perintah untuk berkompetisi dalam kebaikan dan etos kerja serta
larangan pergaulan bebas dan zina; -
Meyakini
bahwa sikap kompetitif dalam kebaikan dan etos kerja serta menghindari
pergaulan bebas dan perbuatan zina adalah perintah agama; dan membiasakan
sikap kompetitif dalam kebaikan dan etos kerja serta menghindari pergaulan
bebas dan perbuatan zina dengan lebih berhati-hati dan menjaga kehormatan
diri |
|
Aqidah |
Peserta didik mampu menganalisis makna syu’abulīmān
(cabang cabang iman), pengertian, dalil, macam dan manfaatnya;
mempresentasikan makna syu’abulīmān (cabang-cabang iman), pengertian, dalil,
macam dan manfaatnya; meyakini bahwa dalam iman terdapat banyak cabang-cabangnya;
menerapkan beberapa sikap dan karakter sebagai cerminan cabang iman dalam
kehidupan |
-
Menganalisis makna syu’abulīmān (cabang cabang iman), pengertian, dalil,
macam dan manfaatnya -
Mempresentasikan makna syu’abulīmān (cabang-cabangiman), pengertian, dalil,
macam dan manfaatnya -
Meyakini bahwa dalam iman terdapat banyak cabang-cabangnya -
Menerapkan beberapa sikap dan karakter sebagai cerminan cabang iman
dalam kehidupan |
-
syu’abulīmān (cabang-cabang iman),
pengertian, dalil, macam dan manfaatnya; |
-
peserta didik menganalisis makna
syu’abulīmān (cabang-cabang iman), pengertian, dalil, macam dan manfaatnya; -
mempresentasikan
makna syu’abulīmān (cabang-cabang iman), pengertian, dalil, macam dan
manfaatnya; -
Meyakini
bahwa dalam iman terdapat banyak cabang-cabangnya; serta -
enerapkan beberapa sikap dan karakter
sebagai cerminan cabang iman dalam kehidupan |
|
Akhlak |
Peserta didik
mampu menganalisis manfaat menghindari akhlak maẑmūmah; membuat karya yang
mengandung konten manfaat menghindari sikap maẑmūmah; meyakini bahwa akhlak
maẑmūmah adalah larangan dan akhlak mahmūdah adalah perintah agama;
membiasakan diri untuk menghindari akhlak maẑmūmah dan menampilkan akhlak
mahmūdah dalam kehidupan sehari-hari |
-
Menganalisis manfaat menghindari akhlak maẑmūmah -
Membuat karya yang mengandung konten manfaat menghindari sikap maẑmūmah -
Meyakini bahwa akhlak maẑmūmah adalah larangan dan akhlak mahmūdah adalah perintah
agama -
Membiasakan diri untuk menghindari akhlak maẑmūmah dan menampilkan
akhlak mahmūdah dalam kehidupan sehari-hari |
akhlak maẑmūmah; |
-
peserta didik menganalisis manfaat
menghindari akhlak maẑmūmah; -
Membuat
karya yang mengandung konten manfaat menghindari sikap maẑmūmah; -
meyakini bahwa akhlak maẑmūmah adalah
larangan dan akhlak mahmūdah adalah perintah agama; serta -
embiasakan diri untuk menghindari akhlak
maẑmūmah dan menampilkan akhlak mahmūdah dalam kehidupan sehari-hari.. |
|
Fiqih |
Peserta didik mampu menganalisis implementasi fikih
muamalah dan al-kulliyât al-khamsah (lima prinsip dasar hukum Islam;
menyajikan paparan tentang fikih muamalah dan al-kulliyât al-khamsah meyakini
bahwa ketentuan fikih muamalah dan al-kulliyât al-khamsah adalah ajaran agama
menumbuhkan jiwa kewirausahaan, kepedulian, dan kepekaan social |
-
Menganalisis implementasi fikih muamalah dan al-kulliyât al-khamsah (lima
prinsip dasar hukum Islam -
Menyajikan paparan tentang fikih muamalah dan al-kulliyât al-khamsah -
Meyakini bahwa ketentuan fikih muamalah dan al-kulliyât al-khamsah adalah
ajaran agama -
Menumbuhkan jiwa kewirausahaan, kepedulian, dan kepekaan social -
|
fikih muamalah dan al-kulliyât al-khamsah (lima
prinsip dasar hukum Islam; |
-
peserta didik mampu menganalisis
implementasi fikih muamalah dan al-kulliyât al-khamsah (lima prinsip dasar
hukum Islam; -
Menyajikan
paparan tentang fikih muamalah dan al-kulliyât al-khamsah -
Meyakini
bahwa ketentuan fikih muamalah dan al-kulliyât al-khamsah adalah ajaran
agama; serta -
Menumbuhkan
jiwa kewirausahaan, kepedulian, dan kepekaan sosial |
|
SPI |
Peserta didik mampu: menganalisis sejarah dan peran
tokoh ulama penyebar ajaran Islam di Indonesia membuat bagan timeline sejarah
tokoh ulama penyebar ajaran Islam di Indonesia dan memaparkannya; meyakini
bahwa perkembangan peradaban di Indonesia adalah sunatullah dan metode dakwah
yang santun, moderat, bi al-ḥikmahwa al-mau`iẓatalḥasanah adalah perintah
Allah Swt.; membiasakan sikap kesederhanaan dan kesungguhan mencari ilmu,
tekun, damai, serta semangat menghargai adat istiadat dan perbedaan keyakinan
orang lain |
-
Menganalisis sejarah dan peran tokoh ulama penyebar ajaran Islam di
Indonesia -
Membuat bagan timeline sejarah tokoh ulama penyebar ajaran Islam di
Indonesia dan memaparkannya -
Meyakini bahwa perkembangan peradaban di Indonesia adalah sunatullah
dan metode dakwah yang santun, moderat, bi al-ḥikmahwa al-mau`iẓatalḥasanah adalah
perintah Allah Swt. -
Membiasakan sikap kesederhanaan dan kesungguhan mencari ilmu, tekun,
damai, serta semangat menghargai adat istiadat dan perbedaan keyakinan orang
lain |
sejarah dan peran tokoh ulama penyebar ajaran Islam di Indonesia; |
-
peserta didik mampu menganalisis sejarah dan peran tokoh ulama
penyebar ajaran Islam di Indonesia; -
dapat membuat bagan timeline sejarah tokoh ulama penyebar ajaran Islam
di Indonesia dan -
memaparkannya; meyakini bahwa perkembangan peradaban di Indonesia adalah
sunatullah dan metode dakwah yang santun, moderat, bi al-ḥikmahwa al-mau`iẓatalḥasanah adalah
perintah Allah Swt.; -
membiasakan sikap kesederhanaan dan kesungguhan mencari ilmu, tekun,
damai, serta semangat menghargai adat istiadat dan perbedaan keyakinan orang
lain. |
Bangko, 6
Agustus 2024
Mahasiswa
PPL
A
LK-1.3.3: Perumusan Tujuan Pembelajaran Lintas
Elemen CP
|
Capaian Pembelajaran |
Tujuan Pembelajaran |
|
Elemen Al-Qur’an Dan Hadist -
Peserta didik mampu menganalisis ayat Al-Qur’an dan hadis
tentang perintah untuk berkompetisi dalam kebaikan dan etos kerja serta
larangan pergaulan bebas dan zina; -
membaca alqur`an dengan tartil, menghafal dengan fasih
dan lancar ayat Al-Qur’an serta hadis tentang perintah untuk berkompetisi
dalam kebaikan dan etos kerja serta bahaya dari pergaulan bebas dan zina; -
menyajikan konten dan paparan tentang perintah untuk
berkompetisi dalam kebaikan dan etos kerja serta larangan pergaulan bebas dan
zina; meyakini bahwa sikap kompetitif dalam kebaikan dan etos kerja serta
menghindari pergaulan bebas dan perbuatan zina adalah perintah agama; dan -
membiasakan sikap kompetitif dalam kebaikan dan etos
kerja serta menghindari pergaulan bebas dan perbuatan zina dengan lebih
berhati-hati dan menjaga kehormatan diri. |
- peserta didik mampu, menganalisis ayat Al-Qur’an dan hadis tentang
perintah untuk berkompetisi dalam kebaikan dan etos kerja serta larangan
pergaulan bebas dan zina; dapat membaca Al-Qur`an dengan tartil, - menghafal dengan fasih dan lancar ayat
Al-Qur’an serta hadis tentang perintah untuk berkompetisi dalam kebaikan dan
etos kerja serta bahaya dari pergaulan bebas dan zina; - dapat menyajikan konten dan paparan tentang
perintah untuk berkompetisi dalam kebaikan dan etos kerja serta larangan
pergaulan bebas dan zina; - Meyakini bahwa sikap kompetitif dalam
kebaikan dan etos kerja serta menghindari pergaulan bebas dan perbuatan zina
adalah perintah agama; dan membiasakan sikap kompetitif dalam kebaikan dan
etos kerja serta menghindari pergaulan bebas dan perbuatan zina dengan lebih
berhati-hati dan menjaga kehormatan diri |
|
Elemen Aqidah : -
Peserta didik mampu menganalisis makna
syu’abulīmān (cabang cabang iman), pengertian, dalil, macam dan manfaatnya; -
mempresentasikan
makna syu’abulīmān (cabang-cabang iman), pengertian, dalil, macam dan
manfaatnya; -
meyakini
bahwa dalam iman terdapat banyak cabang-cabangnya; menerapkan beberapa sikap
dan karakter sebagai cerminan cabang iman dalam kehidupan. |
- peserta didik menganalisis makna syu’abulīmān (cabang-cabang
iman), pengertian, dalil, macam dan manfaatnya; - mempresentasikan makna syu’abulīmān (cabang-cabang
iman), pengertian, dalil, macam dan manfaatnya; - Meyakini bahwa dalam iman terdapat banyak
cabang-cabangnya; serta - enerapkan beberapa sikap dan karakter sebagai
cerminan cabang iman dalam kehidupan |
|
Elemen Akhlak : -
Peserta didik mampu menganalisis manfaat
menghindari akhlak maẑmūmah; -
membuat karya yang mengandung konten manfaat
menghindari sikap maẑmūmah; -
meyakini bahwa akhlak maẑmūmah adalah larangan
dan akhlak mahmūdah adalah perintah agama; -
membiasakan diri untuk menghindari akhlak
maẑmūmah dan menampilkan akhlak mahmūdah dalam kehidupan sehari-hari |
-
peserta didik menganalisis manfaat menghindari akhlak maẑmūmah; -
Membuat karya yang mengandung konten manfaat menghindari sikap maẑmūmah; -
meyakini bahwa akhlak maẑmūmah adalah larangan dan akhlak mahmūdah adalah perintah
agama; serta -
Membiasakan diri untuk menghindari akhlak maẑmūmah dan menampilkan
akhlak mahmūdah dalam kehidupan sehari-hari.. |
|
Elemen Fiqih : -
Peserta didik mampu menganalisis implementasi
fikih muamalah dan al-kulliyât al-khamsah (lima prinsip dasar hukum Islam; -
menyajikan paparan tentang fikih muamalah
dan al-kulliyât al-khamsah meyakini bahwa ketentuan fikih muamalah dan
al-kulliyât al-khamsah adalah ajaran agama -
menumbuhkan jiwa kewirausahaan,
kepedulian, dan kepekaan social. |
-
peserta didik mampu menganalisis
implementasi fikih muamalah dan al-kulliyât al-khamsah (lima prinsip dasar
hukum Islam; -
Menyajikan
paparan tentang fikih muamalah dan al-kulliyât al-khamsah -
Meyakini
bahwa ketentuan fikih muamalah dan al-kulliyât al-khamsah adalah ajaran
agama; serta -
Menumbuhkan
jiwa kewirausahaan, kepedulian, dan kepekaan sosial |
|
Elemen SKI : -
Peserta didik mampu: menganalisis
sejarah dan peran tokoh ulama penyebar ajaran Islam di Indonesia -
membuat bagan timeline sejarah tokoh ulama
penyebar ajaran Islam di Indonesia dan -
memaparkannya; meyakini bahwa perkembangan
peradaban di Indonesia adalah sunatullah dan metode dakwah yang santun,
moderat, bi al-ḥikmahwa al-mau`iẓatalḥasanah adalah perintah Allah Swt.; -
membiasakan sikap kesederhanaan dan
kesungguhan mencari ilmu, tekun, damai, serta semangat menghargai adat istiadat
dan perbedaan keyakinan orang lain |
-
peserta didik mampu menganalisis sejarah
dan peran tokoh ulama penyebar ajaran Islam di Indonesia; -
dapat membuat bagan timeline sejarah
tokoh ulama penyebar ajaran Islam di Indonesia dan -
memaparkannya;
meyakini bahwa perkembangan peradaban di Indonesia adalah sunatullah dan
metode dakwah yang santun, moderat, bi al-ḥikmahwa al-mau`iẓatalḥasanah
adalah perintah Allah Swt.; -
membiasakan
sikap kesederhanaan dan kesungguhan mencari ilmu, tekun, damai, serta
semangat menghargai adat istiadat dan perbedaan keyakinan orang lain. |
Bangko, 6
Agustus 2024
Mahasiswa
PPG
A
LK-1.4: Penyusunan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
|
Elemen |
Capaian Pembelajaran (CP) |
Tujuan Pembelajaran (TP) |
Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) |
Alokasi Waktu |
|
|
JP |
Pertemuan |
||||
|
Al-Quran dan Hadist |
Elemen Al-Qur’an Dan Hadist -
Peserta didik mampu
menganalisis ayat Al-Qur’an dan hadis tentang perintah untuk
berkompetisi dalam kebaikan dan etos kerja serta larangan pergaulan bebas dan
zina; -
membaca alqur`an
dengan tartil, menghafal dengan fasih dan lancar ayat Al-Qur’an serta hadis
tentang perintah untuk berkompetisi dalam kebaikan dan etos kerja serta
bahaya dari pergaulan bebas dan zina; -
menyajikan konten dan paparan tentang perintah untuk berkompetisi
dalam kebaikan dan etos kerja serta larangan pergaulan bebas dan zina;
meyakini bahwa sikap kompetitif dalam kebaikan dan etos kerja serta
menghindari pergaulan bebas dan perbuatan zina adalah perintah agama; dan -
membiasakan sikap kompetitif dalam kebaikan dan etos kerja serta
menghindari pergaulan bebas dan perbuatan zina dengan lebih berhati-hati dan
menjaga kehormatan diri |
- peserta didik mampu,
menganalisis ayat Al-Qur’an dan hadis tentang perintah untuk
berkompetisi dalam kebaikan dan etos kerja serta larangan pergaulan bebas dan
zina; dapat membaca Al-Qur`an dengan tartil, - menghafal dengan fasih dan lancar ayat
Al-Qur’an serta hadis tentang perintah untuk berkompetisi dalam kebaikan dan
etos kerja serta bahaya dari pergaulan bebas dan zina; - dapat menyajikan konten dan paparan tentang
perintah untuk berkompetisi dalam kebaikan dan etos kerja serta larangan
pergaulan bebas dan zina; - Meyakini bahwa sikap
kompetitif dalam kebaikan dan etos kerja serta menghindari pergaulan bebas
dan perbuatan zina adalah perintah agama; dan - membiasakan sikap kompetitif
dalam kebaikan dan etos kerja serta menghindari pergaulan bebas dan perbuatan
zina dengan lebih berhati-hati dan menjaga kehormatan diri |
dalam elemen Al-Qur’an dan Hadis,
peserta didik mampu menganalisis ayat Al-Qur’an dan Hadits tentang perintah
untuk berkompetisi dalam kebaikan dan etos kerja serta larangan pergaulan
bebas dan zina; dapat membaca Al-Qur’an dengan tartil, menghafal dengan fasih
dan lancar ayat Al-Qur’an serta Hadis tentang perintah untuk berkompetisi
dalam kebaikan dan etos kerja serta bahaya dari pergaulan bebas dan zina;
dapat menyajikan konten dan paparan tentang perintah untuk berkompetisi dalam
kebaikan dan etos kerja serta larangan pergaulan bebas dan zina; meyakini
bahwa sikap kompetitif dalam kebaikan dan etos kerja serta menghindari
pergaulan bebas dan perbuatan zina adalah perintah agama; dan membiasakan
sikap kompetitif dalam kebaikan dan etos kerja serta menghindari pergaulan
bebas dan perbuatan zina dengan lebih berhati-hati dan menjaga kehormatan
diri. |
3 3 3 3 3 |
1 1 1 1 1 |
|
Aqidah |
-
Peserta didik mampu menganalisis makna syu’abulīmān (cabang cabang
iman), pengertian, dalil, macam dan manfaatnya; -
mempresentasikan makna syu’abulīmān (cabang-cabang iman), pengertian, dalil,
macam dan manfaatnya; -
meyakini bahwa dalam iman terdapat banyak cabang-cabangnya; menerapkan
beberapa sikap dan karakter sebagai cerminan cabang iman dalam kehidupan. |
- peserta didik
menganalisis makna syu’abulīmān (cabang-cabang iman), pengertian, dalil,
macam dan manfaatnya; - mempresentasikan makna syu’abulīmān (cabang-cabang
iman), pengertian, dalil, macam dan manfaatnya; - Meyakini bahwa dalam iman terdapat banyak
cabang-cabangnya; serta - enerapkan beberapa
sikap dan karakter sebagai cerminan cabang iman dalam kehidupan |
Dalam elemen aqidah, peserta didik menganalisis makna syu‘ab alīmān
(cabang-cabang iman), pengertian, dalil, macam dan manfaatnya;
mempresentasikan makna syu‘ab al-īmān (cabangcabang iman),
pengertian, dalil, macam dan manfaatnya; meyakini bahwa dalam iman terdapat
banyak cabang-cabangnya; serta menerapkan beberapa sikap dan karakter sebagai
cerminan cabang iman dalam kehidupan. |
3 3 3 3 |
1 1 1 1 |
|
Ahklak |
-
Peserta didik mampu menganalisis manfaat
menghindari akhlak maẑmūmah; -
membuat karya yang mengandung konten manfaat
menghindari sikap maẑmūmah; -
meyakini bahwa akhlak maẑmūmah adalah larangan
dan akhlak mahmūdah adalah perintah agama; -
membiasakan diri untuk menghindari akhlak
maẑmūmah dan menampilkan akhlak mahmūdah dalam kehidupan sehari-hari |
-
peserta didik menganalisis manfaat menghindari akhlak maẑmūmah; -
Membuat karya yang mengandung konten manfaat menghindari sikap maẑmūmah; -
meyakini bahwa akhlak maẑmūmah adalah larangan dan akhlak mahmūdah adalah perintah
agama; serta -
Membiasakan diri untuk menghindari akhlak maẑmūmah dan menampilkan
akhlak mahmūdah dalam kehidupan sehari-hari |
Dari elemen
akhlak, peserta didik menganalisis manfaat menghindari akhlak mażmūmah;
membuat karya yang mengandung konten manfaat menghindari sikap mażmūmah;
meyakini bahwa akhlak mażmūmah adalah larangan dan akhlak mahmūdah
adalah perintah agama; serta membiasakan diri untuk menghindari akhlak mażmūmah
dan menampilkan akhlak mahmūdah dalam kehidupan sehari-hari. |
3 3 3 3 |
1 1 1 1 |
|
FIQIH |
-
Peserta didik mampu menganalisis implementasi
fikih muamalah dan al-kulliyât al-khamsah (lima prinsip dasar hukum Islam; -
menyajikan paparan tentang fikih muamalah
dan al-kulliyât al-khamsah meyakini bahwa ketentuan fikih muamalah dan
al-kulliyât al-khamsah adalah ajaran agama -
menumbuhkan jiwa kewirausahaan,
kepedulian, dan kepekaan social. |
-
peserta didik mampu menganalisis implementasi fikih muamalah dan
al-kulliyât al-khamsah (lima prinsip dasar hukum Islam; -
Menyajikan paparan tentang fikih muamalah dan al-kulliyât al-khamsah -
Meyakini bahwa ketentuan fikih muamalah dan al-kulliyât al-khamsah adalah
ajaran agama; serta -
Menumbuhkan jiwa kewirausahaan, kepedulian, dan kepekaan sosial |
Dalam elemen fikih, peserta didik mampu menganalisis implementasi fikih mu‘āmalah
dan al-kulliyyāt al-khamsah (lima prinsip dasar hukum Islam;
menyajikan paparan tentang fikih mu‘āmalah dan al-kulliyyāt
al-khamsah meyakini bahwa ketentuan fikih mu‘āmalah dan al-kulliyyāt
al-khamsah adalah ajaran agama; serta menumbuhkan jiwa kewirausahaan, kepedulian,
dan kepekaan sosial. |
3 3 3 3 |
1 1 1 1 |
|
SPI |
-
Peserta didik mampu: menganalisis
sejarah dan peran tokoh ulama penyebar ajaran Islam di Indonesia -
membuat bagan timeline sejarah tokoh
ulama penyebar ajaran Islam di Indonesia dan -
memaparkannya; meyakini bahwa
perkembangan peradaban di Indonesia adalah sunatullah dan metode dakwah yang
santun, moderat, bi al-ḥikmahwa al-mau`iẓatalḥasanah adalah perintah Allah
Swt.; -
membiasakan sikap kesederhanaan dan
kesungguhan mencari ilmu, tekun, damai, serta semangat menghargai adat
istiadat dan perbedaan keyakinan orang lain |
-
peserta didik mampu menganalisis sejarah dan peran tokoh ulama
penyebar ajaran Islam di Indonesia; -
dapat membuat bagan timeline sejarah tokoh ulama penyebar ajaran Islam
di Indonesia dan -
memaparkannya; meyakini bahwa perkembangan peradaban di Indonesia
adalah sunatullah dan metode dakwah yang santun, moderat, bi al-ḥikmahwa al-mau`iẓatalḥasanah adalah
perintah Allah Swt.; -- -
membiasakan sikap kesederhanaan dan kesungguhan mencari ilmu, tekun,
damai, serta semangat menghargai adat istiadat dan perbedaan keyakinan orang
lain. |
Dalam elemen
sejarah peradaban Islam, peserta didik mampu menganalisis sejarah dan peran
tokoh ulama penyebar ajaran Islam di Indonesia; dapat membuat bagan timeline
sejarah tokoh ulama penyebar ajaran Islam di Indonesia dan memaparkannya;
meyakini bahwa perkembangan peradaban di Indonesia adalah sunatullah dan
metode dakwah yang santun, moderat, bi al-ḥikmah wa almau‘ iẓat al-ḥasanah
adalah perintah Allah SWT; membiasakan sikap kesederhanaan dan
kesungguhan mencari ilmu, tekun, damai, serta semangat menghargai adat
istiadat dan perbedaan keyakinan orang lain |
3 3 3 3 |
1 1 1 1 |
Bangko, 6
Agustus 2024
Mahasiswa
PPG
A
Komentar
Posting Komentar