Resume Penguatan Kurikulum Merdeka KB 3 Pembelajaran berdifensisasi dan pembelajaran Digital
PENDALAMAN MATERI
A. NAMA :
B. JUDUL MODUL : PENGUATAN KURIKULUM MERDEKA
C. KB 3 : PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DAN PEMBELAJARAN DIGITAL
D. refleksi :
Menciptakan Lingkungan belajar yang positif dN etis menyiapkan kemampuan personal dan sosial siswa tahap persiapan pelaksanaan tes diagnosis pembelajaran berdiferensiasi menyiapkan teknologi informasidan komunikasi keragaman siswa berdsarkan kesiapan belajar, gaya belajar, dan minat belajar tahap pelaksanaan tema pelajaran yang diajarkan tema pelajaran yang diajarkan personilsasi tiap peserta didik ada pada tingkat pembelajaran yang berbeda Partisipasi aktif peserta didik aksebilitas pltform penilaian pemantauan dan umpan balik berkelanjutan pembelajaran online (E-learning), Pembelajaran jarak jauh ( distance learning ), Pembelajaran berbasis game (game based learning), pembelajaran berbasis proyek ( project base learning ), Pembelajaran berbasis Simulasi ( Simulasi based learning), Pembelajaran berbasi media sosial (social media based learning )
| No | REFLEKSI | RESPON/JAWABAN |
| 1. | konsep beberapa Istilah dan definsi di KB | Setelah mempelajari modul tentang penguatan kurikulum merdeka ini saya sebagai Guru PAI menjadi semakin paham tentang pembelajaran berdifensisasi dan pembelajaran digital pada Kurikulum Merdeka A. Konsep Dasar dan teori Pembelajaran Berdiferensiasi Pembelajaran berdiferensiasi adalah pendekatan di mana peserta didik berkesempatan untuk mengakses materi ajar sesuai dengan tingkat kemampuan, minat, dan, kebutuhan mereka sendiri, Aspek penting dalam pembelajaran berdiferensiasi. Konten , Guru perlu memodifikasi materi dan sumber daya sesuai dengan kebutuhan belajar peserta didik. Proses, dalam proseskita dapat menerapkan pembelajaran diferensiasi melalui berbagai metode , seperti menrapkan kegiatan berjenjang atau menyajikan pertanyaan dan tantangan sesuai dengan minat siswa Produk, produk ini akan mengubah peserta didik dari " konsumen Pengetahuan " menjadi " produsesn pengetahuan" Pembelajaran berdiferensiasi melibatkan serangkaian keputusan, mencakup : a. Pemahaman yang jelas tentang kurikulum b. respon guru terhadap kebutuhan belajar peserta didik c. Menciptakan lingkungan pembelajaran yang memotivasi peserta didik untuk berperan aktif dalam pembelajaran dan mencapai tingkat prestasi yang tinggi d. Manajemen kelas yang efektif e. Penerapan penilaian berkelanjutan konten Produk proses : - Mencakup visual (belajar dengan gambar, auditori ( belajar dengan mendengar ), dan kinestik ( belajar dengan aktivitas fisik ) Teorin Sistem ekolog - Pandangan sosiokultural mengenai perkembangan individu yang terdiri dari lima sistem lingkungan yang berhubungan, mulai dari mikrosistem hingga makro sistem ( Bronfenbrenner) -teori ini mengidentifikasi 8 jenis kecerdasan yang berbeda ( kecerdasan verbal- linguitik, logis- matematis, spasial-visual, kinestetik- jasmani, musical, intrapersonal, interpersonal, dan naturalis ( Howard Gardner) B. Desain Pembelajaran berdiferensiasi kebutuhan belajar peserta didik dapat dikelompokkan menjadi tiga aspek : - kesiapan belajar (Readines ), - merujuk pada kemampuan dan - kesiapan siswa dalam menghadapi materi pelajaran yang baru kebutuhan belajar yang sesuai minat dan bakat peserta didik. Tiap Siswa memiliki Profil belajar yang unik, dipengaruhi oleh faktor lingkungan, budaya, dan preferensi belajar seperti visual, auditori, atau kinestik. Evaluasi Merupakan alat ukur hasil pembelajaran dan harus sesuai dengan rencana pembelajaran. Penilaian Melalui lembar kerja dengan strategi diferensiasi yaitu meliputi : Gaya Belajar visual, Gaya Belajar auditif, gaya belajar kinestik C. Konsep dasar, urgensi, dan prinsip pembelajaran berbasisi Digital. Era Digital adalah zaman dimana hampir semua aspek kehidupan, termasuk pembelajaran, semakin bergantung pada media digital Pembelajaran digitla merupakan bentuk pembelajaran yang mengkolaborasikan penggunaan alat dan teknologi digital secara inovatif dalam proses belajar-mengajar, atau biasa disebut sebagai tecnology Enchanced Learning (TEL) ataue-learning Menurut Kenji Kitai (1998), Minimal ada 3 potensi pembelajaran digital Yaitu : Pembelajaran Digital dapat digunakan sebagai alat komunikasi untuk berinteraksi dengan orang lain melalui emai, media sosial, forum chatting, atau mailing list Pembelajaran Digital memungkinkan akses mudah ke berbagai jenis informasi Pembelajarn digital juga berfungsi sebagi alat pendidikan atau pembelajaran Berikut contoh desain pembelajaran berbasis digital menggunakan platform seperti Youtube, short, atau tiktok untuk pembelajaran bahasa arab a. Tujuan pembelajaran : meningkatkan pemahaman siswa tentang kosa kata dan engucapan dalam bahasa arab b. Langkah 1 : Identifikasi Tujuan Pembelajaran c. Langkah 2 : Identifikasi Peserta didik d. Langkah 3 : Pemilihan Teknologi dan alat pilih paltform youtube , shorts, tiktok sebagai paltform dalam menyampaikan materi ajar e. Langkah 4 : Pengembangan Konten Pembelajaran Pengembangan Materi : Buat video pendek yang menampilkan kosa kata dalam bahasa arab dan terjemahan dalam bahasa inggris. Kemudia tampilkan pengucapan yang benar. f. Langakh 5 : Desain aktivitas pembelajaran Aktivitas Pembelajaran : Peserta didik menonton videoa pendek tersebut dan mencoba mengucapkan kata-kata dalam bahasa arab g. Langkah 6 : Evakuasi dan penilaian dapat mencakup pengucapan yang benar dan pemahaman kosa kata |
| 2 | Daftar materi pada KB yang sulit difahami | Materi pada KB cukup banyak mengandung pengetahuan baru dalam hal kurikulum merdeka. Uraian materinya cukup mudah dipahami, hanya aja bagi kami yang belum menerapkan pembelajarn berbasis digital, terkesan belum memahami mengenai ragam pembelajaran |
| 3. | Daftar materi yang sering mengalami miskonsepsi | Yang sering mengalami konsepsi dalam pembelajaran adalah pada pembelajaran Elektronik berbasis ' awan ' atau cloud |
Komentar
Posting Komentar