MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA IPS FASE D KELAS VII Tema 4

 

MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA

IPS FASE D KELAS VII

 


INFORMASI UMUM

A. IDENTITAS MODUL

Penyusun

Instansi

Tahun Penyusunan

Jenjang Sekolah

Mata Pelajaran

Fase / Kelas

Tema 04

Materi

Elemen

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Capaian Pembelajaran 4

 

Alokasi Waktu

:

:

:

:

:

:

:

:

:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

:

 

:

.....................................

SMP …………………

Tahun 2022

SMP

Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)

D/ VII

Pemberdayaan Masyarakat

Keragaman Sosial Budaya di Masyarakat

a) Elemen pemahaman dan ruang lingkup pembelajaran

  • Keruangan dan konektivitas antar ruang dan waktu: materi ini berkaitan dengan pemahaman terhadap kondisi sosial dan lingkungan alam serta kesejarahan dalam konteks lokal dan nasional. Materi ini juga terkait dengan pembelajaran tentang kondisi geografis Indonesia dan pengaruhnya terhadap aktivitas sosial, ekonomi.
  • Perkembangan masyarakat Indonesia dari masa pra aksara, kerajaan-kerajaan di NusantaraInteraksi, Sosialisasi, institusi sosial, dan dinamika sosial; materi ini berkaitan dengan pembentukan identitas diri, merefleksikan keberadaan diri di tengah keberagaman dan kelompok yang berbeda-beda
  • Kegiatan manusia dalam memenuhi kebutuhannya: materi ini berkaitan tentang peran diri, masyarakat serta negara dalam memenuhi kebutuhan bersama. Peserta didik menganalisis sejarah manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

b) Elemen keterampilan proses

  • Siswa melakukan berbagai kegiatan yang  mendukung tercapainya keterampilan proses  yang dibutuhkan untuk mempelajari dan menyelesaikan pembelajaran IPS kelas 7 antara lain: mengamati, menginvestigasi/ menyelidiki, menganalisis, merencanakan, menggambar, berdiskusi, menceritakan, membuat laporan tertulis sederhana, dan mempresentasikan.

Memahami isu pemberdayaan masyarakat dalam konteks lokal.

8 JP (4 Pertemuan Ke48-49)

B.  KOMPETENSI AWAL

  • Faktorgeografis yang memengaruhi keragaman budaya diIndonesia.

C.  PROFILPELAJAR PANCASILA

  • Mandiri, Kreatif, dan Bernalar kritis

D.  SARANADAN PRASARANA

Media, Sumber Belajar, dan Alat

1. Video tentang tentang asal usul penduduk asli Indonesia.

2. Slide Gambar tentang tentang jenis keragaman budaya.

3. Artikel terkait mengapa terjadi keragaman budaya di Indonesia.

4. Kemendikbud. 2021. Ilmu Pengetahuan Sosial, Buku Siswa Kelas VII,Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.

5. Laptop, Proyektor, PC, Pengeras suara.

E.  TARGET PESERTA DIDIK

§  Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami materi ajar.

§  Peserta didik dengan pencapaian tinggi: mencerna dan memahami dengan cepat, mampu mencapai keterampilan berfikir aras tinggi (HOTS), dan memiliki keterampilan memimpin

F.  MODEL PEMBELAJARAN

§  Model atau kerangka pembelajaran yang memberikan gambaran sistematis pelaksanaan pembelajaran. Model pembelajaran dapat berupa model pembelajaran tatap muka, pembelajaran jarak jauh dalam jaringan (PJJ Daring), pembelajaran jarak jauh luar jaringan (PJJ Luring), dan jigsawlearning, dan Problem based learning..

KOMPNEN INTI

A.  TUJUAN KEGIATAN PEMBELAJARAN

Alur Tujuan Pembelajaran :

a.  Peserta didik diharapkan mampu mengIdentifikasi salah satu faktor geografis yangmemengaruhi keragaman budaya di Indonesia.

B. PEMAHAMAN BERMAKNA

  • Pemahaman pada Peserta didik bahwa kondisi geografis indonesia beragam serta dapat memengaruhijenis dan keragaman budaya di Indonesia

C. PERTANYAAN PEMANTIK

  • Bagaimana isolasi geografis dapat memengaruhi keragaman budaya?
  • Mengapa faktor Iklim dapat menciptakan keragaman budaya?
  • Apakahterdapat pengaruh dari letak geografis terhadap keragaman budaya?

D.  KEGIATAN PEMBELAJARAN

Kegiatan Pendahuluan

1. Guru menyapa peserta didik, memberi salam, dan dilanjutkan berdoa.

2. Guru mempersiapkan peserta didik untuk mengikuti kegiatanpembelajaran.

3. Apersepsi : peserta didik melihat tayangan video tentang Pengaruhfaktor Geografis yang memengaruhi keragaman budaya. Guru dapatmenambahkan variasi gambar dari internet, guru menceritakan kepadapeserta didik atau melalui kegiatan tanya jawab. Guru menentukankegiatan yang sesuai dengan kondisi sekolah dan peserta didik. Gurumemfasilitasi peserta didik untuk mengaitkan video yang ditampilkan

4. Peserta didik dibantu guru menyimak gambaran tema dan tujuanpembelajaran dalam tema IV

5. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran pertemuan 48 dan 49tentang faktor geografis yang memengaruhi keragaman budaya diIndonesia.

 

KegiatanInti

Guru menjelaskan tentang petunjuk kerja dan tugas dari Lembar aktivitasIndividu #1 untuk mengIdentifikasi salah satu faktor geografis yangmemengaruhi keragaman budaya di Indonesia, yakni Isolasi geografis.Kegiatan ini ditujukan dalam rangka memberi pemahaman pada Pesertadidik bahwa kondisi geografis indonesia beragam serta dapat memengaruhijenis dan keragaman budaya di Indonesia. Proses saling tukar hasil temuanpeserta didik dapat dilakukan dalam waktu singkat, kemudian gurumemberi kesempatan tanya jawab dengan peserta didik tentang hasilIdentifikasi. Secara interaktif guru mengaitkan hasil Identifikasi denganorientasi pembelajaran faktor geografis yang memengaruhi keragamansosial budaya di Indonesia.

Peserta didik mengIdentifikasi masalah

Setelah peserta didik mengIdentifikasi peristiwa terkait faktor geografisyang memengaruhi keberagaman budaya di Indonesia, kemudian gurumemotivasi peserta didik untuk mengajukan berbagai pertanyaan yang mengarah pada HOTS. Beberapa pertanyaan yang diajukan misalnyaBagaimana isolasi geografis dapat memengaruhi keragaman budaya?Mengapa faktor Iklim dapat menciptakan keragaman budaya? Apakahterdapat pengaruh dari letak geografis terhadap keragaman budaya? Gurudapat menggunakan Lembar Aktivitas #2 untuk menemukan jawaban-jawabantersebut.

Peserta didik Mengelola Informasi

1. Peserta didik mencari informasi terkait faktor geografis yangmemengaruhi keragaman budaya di Indonesia dari buku atau internet.

2. Guru memfasilitasi sumber lain misalnya memberikan tautan internetatau video yang mendukung penjelasan dan pendalaman sumberbelajar.

Contoh tautan : https://indomaritim.id/mengapa-terjadi-keragamanbudaya-di-indonesia-begini-penjelasannya/

3. Untuk memperoleh informasi lebih luas Peserta didik juga dapatmelakukan browsing materi terkait faktor geografis yang memengaruhikeragaman budaya di Indonesia. Guru dapat memberikan beberapatautan berita, tulisan, dan laporan video.

4. Peserta didik mengolah informasi secara berkelompok di bawahbimbingan guru. Kegiatan ini dapat dilakukan secara bervariasi,misalnya dengan Project based learning (Diskusi kelompok), jigsawlearning, dan Problem based learning.

Contoh : Project based learning ( Diskusi Kelompok)

a. Guru menetapkan tema proyek seperti yang tercantum padaaktivitas 2.

b. Guru mengorganisasikan pembagian kelompok yang terdiri dari3-4 Peserta didik.

c. Guru menetapkan konteks belajar yakni mengelola waktu secaraefektif dan eisien.

d. Peserta didik merencanakan aktivitas-aktivitas seperti membaca,meneliti, mengobservasi, interview, merekam, menggunakan aksesinternet dan berbagai aktivitas yang diperlukan dalam proyek.

e. Masing-masing kelompok memproses aktivitas seperti membuatsketsa, menghitung dan sebagainya.

f. Guru memandu Peserta didik untuk menerapkan akivitas-aktivitasuntuk penyelesaian proyek seperti mencoba mengerjakan proyekseperti sketsa awal, menguji langkah, merevisi hasil dan sebagainya

5. Peserta didik memilih dan mengorganisasikan informasi yang diperoleh.

6. Guru membimbing dan mengarahkan proses belajar peserta didik(kegiatan belajar).

7. Guru memastikan peserta mengerjakan tugas dengan baik.

Peserta didik Merencanakan dan mengembangkan ide

1. Hasil pengolahan informasi disajikan dalam bentuk laporan/poster/karya lainnya.

2. Peserta didik secara mandiri mengumpulkan bukti dari keragamanbudaya di sekitar tempat tinggal peserta didik yang merupakan hasildari akulturasi sesuai yang tertera pada Lembar Aktivitas #3.

Peserta didik Melakukan Releksi diri dan aksi

1. Releksi dan aksi dapat dilakukan di dalam kelas atau melalui mediaberbasis internet, Peserta didik mengomunikasikan hasil pengolahaninformasi.

2. Guru memfasilitasi Peserta didik menemukan simpulan pembelajaran.

3. Guru mendorong peserta didik untuk memberikan pendapat ataubertanya.

4. Penguatan dan pengayaan dilakukan dalam rangka mengembangkankompetensi Peserta didik.

 

Penutup

1. Penilaian pembelajaran dilakukan secara lisan atau tertulis

2. Peserta didik melakukan releksi pembelajaran berkaitan dengansikap, pengetahuan, dan keterampilan.

Sikap

·      Apakah aku sudah melakukan pembelajaran secara bertanggungjawab?

·      Apakah aku sudah mengumpulkan tugas secara tepat waktu?

·      Inspirasi dari pembelajaran tentang faktor yang memengaruhikeragaman budaya Indonesia adalah …

Pengetahuan

·      Bagaimana isolasi geografis dapat memengaruhi keragamanbudaya?

·      Mengapa faktor Iklim dapat menciptakan keragaman budaya?

·      Apakah terdapat pengaruh dari letak geografis terhadap keragamanbudaya?

Keterampilan :

·      Apakah aku sudah berhasil melengkapi tabel warisan budaya diIndonesia?

3. Tindak lanjut dilakukan dengan mendorong Peserta didik mempelajarilebih lanjut dan informasi pembelajaran berikutnya tentang jeniskeragaman budaya.

4. Doa dan penutup.

F.  REFLEKSI

Lingkungan fisik akan memengaruhi keragaman budaya. Manusia sebagaiindividu merupakan sebuah kesatuan antara raga, jiwa, dan perilaku. Didalam diri seorang individu terdapat tiga unsur individu yaitu inteligensi,nafsu, dan semangat. Kombinasi dari unsur tersebut menghasilkantingkah laku seseorang yang mencerminkan karakter atau budayanya.Kesatuan dari kepribadian-kepribadian seseorang pada suatu daerah yangmempunyai pola yang sama dapat membentuk budaya daerah tersebutyang membedakan dengan tempat lain. Indonesia memiliki kebudayaanyang beragam. Keberagaman budaya di Indonesia dipengaruhi oleh faktor.

a. Pengaruh Isolasi Geografis terhadap Keragaman Budaya

b. Pengaruh Iklim terhadap Keragaman Budaya

c. Pengaruh Letak Geografis terhadap Keragaman Budaya

·           Bagaimana isolasi geografis dapat memengaruhi keragaman budaya?

·           Mengapa faktor Iklim dapat menciptakan keragaman budaya?

·           Apakah terdapat pengaruh dari letak geografis terhadap keragamanbudaya?

F.  ASESMEN/ PENILAIAN

Penilaian Proses dan Hasil Pembelajaran

a. Konsep Penilaian dan Pembelajaran IPS

Penilaian merupakan kegiatan yang bertujuan untuk memperoleh,menganalisis, menafsirkan proses dan hasil belajar peserta didik secarasistematis. Penilaian tersebut dapat digunakan untuk mengetahui tingkatkeberhasilan pencapaian kompetensi, proses pembelajaran, tingkatkesulitan belajar peserta didik, dan penentuan tindak lanjut pembelajaran.Penilaian pembelajaran IPS memakai pendekatan penilaian autentik(authentic assesment) untuk menilai kesiapan peserta didik, proses, danhasil belajar secara utuh. Hasil penilaian tersebut dapat dimanfaatkanguru dalam merencanakan program perbaikan (remedial), pengayaan(enrichment), layanan konseling, dan sebagai landasan untuk memperbaikiproses pembelajaran selanjutnya.

 

b. Teknik dan Instrumen Penilaian

Penilaian kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan dilakukanmenggunakan teknik dan instrumen penilaian. Berikut merupakanpenjabaran teknik dan instrumen penilaian dari masing-masing kompetensi.

1. Penilaian kompetensi sikap

Teknik penilaian kompetensi sikap dapat berupa observasi, penilaiandiri, dan penilaian antar teman. Kegiatan ini bisa dilakukan oleh gurumatabpelajaran, wali kelas, dan guru bimbingan konseling (BK) yang ditulisdalam buku jurnal. Jurnal berisi catatan kejadian tertentu dan informasilain yang relevan.

a. Observasi

Instrumen dalam observasi yaitu lembar observasi atau jurnal. Lembarobservasi berisi catatan perilaku peserta didik berdasarkan pengamatanoleh guru mata pelajaran, wali kelas, dan guru bimbingan konseling selamasatu semester. Setiap catatan berisi deskripsi perilaku peserta didik yangdilengkapi dengan waktu dan tempat pengamatan tersebut.

Jika terjadi perubahan sikap peserta didik dari yang kurang baikmenjadi baik maka dalam jurnal harus ditulis bahwa sikap peserta didiktersebut telah baik atau bahkan sangat baik. Hal yang dicatat dalamjurnal bisa berupa sikap kurang baik, baik, maupun sangat baik, sertaperkembangan perubahan sikap peserta didik. Berikut merupakan contohlembar observasi penilaian sikap peserta didik selama satu semester:

Contoh Tabel Jurnal Pengembangan Sikap

No

Tanggal

Nama Siswa

Catatan Perilaku

Butir Sikap

   1

 

 

 

 

2

 

 

 

 

3

 

 

 

 

4

 

 

 

 

dst

 

 

 

 

 

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan penilaiansikap menggunakan teknik observasi :

·      Jurnal penilaian sikap ditulis oleh guru mata pelajaran, wali kelas, danguru BK selama satu semester.

·      Penilaian oleh wali kelas dapat menggunakan 1 (satu) jurnal untuksatu kelas yang menjadi tanggung-jawabnya. Penilaian oleh guru matapelajaran dapat menggunakan 1 (satu) jurnal untuk setiap kelas yangdiajarnya, dan penilaian oleh guru BK dapat menggunakan 1 (satu)jurnal untuk setiap kelas di bawah bimbingannya.

·      Penilaian perkembangan sikap sipritual dan sikap sosial peserta didikbisa dicatat dalam satu jurnal yang sama atau dalam 2 (dua) jurnalberbeda.

·      Peserta didik yang dicatat dalam jurnal adalah peserta didik yangmenunjukkan perilaku yang sangat baik maupun kurang baik secaraalami.

·      Pencatatan jurnal dilakukan dengan segera seperti ketika wali kelas,guru mata pelajaran, maupun guru BK menyaksikan atau memperolehinformasi terpercaya mengenai perilaku peserta didik.

·      Jika peserta didik pernah menunjukkan sikap kurang baik tetapiselama satu semester tersebut menunjukan perkembangan ke arahsikap baik, maka sikap baik tersebut juga dicatat dalam jurnal.

·      Guru mata pelajaran dan guru BK merangkum catatan jurnalperkembangan sikap spiritual dan sikap sosial setiap peserta didik danmenyerahkannya kepada wali kelas untuk diolah lebih lanjut

Berikut merupakan contoh jurnal penilaian (perkembangan) sikapspiritual dan sikap sosial oleh wali kelas.

Contoh Jurnal Penilaian Sikap Spiritual

Nama Sekolah: SMP .............................

Kelas/Semester   : VII/II

Tahun Pelajaran: 2022/2023

No

Waktu

Nama Siswa

Catatan Perilaku

Butir Sikap

   1

19/07/22

Haidar

Tidak mengikuti sholatDzuhur berjamaah disekolah.

Ketaqwaan

2

19/07/22

Halwa

Mengganggu temanketika berdoa sebelumkegiatan pembelajaran.

Ketaqwaan

3

19/07/22

Sugi

Mengajak temanberdoa sebelumolahraga badminton disekolah.

Ketaqwaan

4

19/07/22

Said

Berpartisipasi sebagaipanitia perayaankeagamaan di sekolah.

Toleransi

beragama

 

Contoh Jurnal Penilaian Sikap Sosial

Nama Sekolah: SMP .............................

Kelas/Semester   : VII/II

Tahun Pelajaran: 2022/2023

No

Waktu

Nama Siswa

Catatan Perilaku

Butir Sikap

   1

12/07/22

Haidar

Membantu seorangteman yang kesulitanmenyebrang jalan didepan sekolah.

Kepedulian

2

26/08/22

Halwa

Menyerahkandompet yangditemukan di kantinsekolah kepada walikelas.

Kejujuran

3

26/09/22

Sugi

Tidak menggunakanatribut upacara disekolah denganlegkap.

Kedisiplinan

4

25/10/22

Said

Berinisiatifmenyiram tanamanyang mulai kering.

Kepedulian

 

Contoh format di atas dapat digunakan guru mata pelajaran danguru BK dalam penilain sikap spiritual dan sosial. Catatan tersebut jugadapat dibuat dalam satu tabel yang sama dengan menambahkan kolomketerangan pada bagian paling kanan untuk menuliskan keterangan jenissikap yang ditulis. Berikut merupakan contoh tabel jurnal penilaian sikap(spiritual dan sosial) yang dijadikan dalam satu tabel:

Contoh Jurnal Penilaian Sikap

Nama Sekolah: SMP .............................

Kelas/Semester   : VII/II

Tahun Pelajaran: 2022/2023

No

Waktu

Nama Siswa

Catatan Perilaku

Butir Sikap

Ket.

   1

19/07/22

Haidar

Membantuseorang temanyang kesulitanmenyebrangjalan di depansekolah

Ketaqwaan

Sosial

2

19/07/22

Halwa

Mengajak temanberdoa sebelumolahragabadminton disekolah.

Kepeduliaan

Spiritual

3

19/07/22

Sugi

Menggangguteman ketikaberdoa sebelumkegiatanpembelajaran.

Toleransi

beragama

Spiritual

4

18/11/22

Said

Berinisiatifmenyiramtanaman yangmulai kering.

Ketaqwaan

Sosial

 

b. Penilaian Diri (Self Assesment)

Penilaian diri merupakan teknik penilaian terhadap diri sendiri olehpeserta didik dengan mengIdentifikasi kelebihan dan kekurangan sikappeserta didik dalam berperilaku. Teknik penilaian ini dapat digunakanuntuk menumbuhkan nilai-nilai kejujuran dan meningkatkan kemampuanreleksi diri peserta didik. Satu tabel penilaian diri dapat digunakan untukpenilaian sikap spiritual dan sikap sosial. Berikut merupakan contohlembar penilaian diri menggunakan Likert Scale.

Contoh Lembar Penilaian Diri Siswa (Likert Scale)

Nama teman yang dinilai:..................

Nama penilai:..................

Kelas:....................

Semester:....................

Berilah tanda centang  pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengankeadaan sebenarnya

No

Pernyataan

Skala

1

2

3

4

   1

Saya berdoa sebelum melakukan kegiatan

 

 

 

 

2

Saya melaksanakan ibadah sholat tepat waktu

 

 

 

 

3

Saya berani mengakui kesalahan jika memang

bersalah

 

 

 

 

4

Saya mengumpulkan tugas sesuai jadwal yang

diberikan

 

 

 

 

5

Saya mengembalikan barang yang saya pinjam

dalam kondisi baik

 

 

 

 

6

Saya meminta maaf jika melakukan kesalahan

 

 

 

 

7

Saya datang ke sekolah tepat waktu

 

 

 

 

Keterangan:

1 = sangat jarang

2 = jarang

3 = sering

4 = selalu

 

c. Penilaian Antar Teman

Penilaian antar teman adalah teknik penilaian yang dilakukan pesertadidik terhadap peserta didik yang lain mengenai sikap/perilaku pesertadidik. Penilaian antarteman dapat digunakan untuk menumbuhkan nilaikejujuran, tenggang rasa, dan saling menghargai. Satu lembar penilaiandiri dapat digunakan untuk penilaian sikap spiritual dan sikap sosial.

Berikut merupakan contoh lembar penilaian antarteman menggunakanLikert Scale.

Contoh Lembar Penilaian Diri Siswa (Likert Scale)

Nama: ..................

Kelas:....................

Semester:....................

Berilah tanda centang pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengankeadaan sebenarnya

No

Pernyataan

Skala

1

2

3

4

   1

Teman saya berkata jujur kepada orang lain

 

 

 

 

2

Teman saya mengerjakan ulangan dengan jujur

 

 

 

 

3

Teman saya mentaati tata-tertib sekolah

 

 

 

 

4

.....................................

 

 

 

 

Keterangan:

1 = sangat jarang

2 = jarang

3 = sering

4 = selalu

Pada dasarnya teknik penilaian diri ini tidak hanya untuk aspek sikap,tetapi juga dapat digunakan untuk menilai kompetensi dalam aspekkete rampilan dan pengetahuan.

2. Penilaian Kompetensi Pengetahuan

a) Pengertian Penilaian Pengetahuan

Penilaian pengetahuan merupakan penilaian yang dilakukan untukmengetahui kemampuan peserta didik berkaitan dengan penguasaanpengetahuan faktual, konseptual, maupun prosedural serta kecakapanberpikir tingkat rendah hingga tinggi. Guru dapat memilih teknikpenilaian yang disesuaikan dengan karakteristik kompetensi yang akandinilai. Penilaian diawali dengan perencanaan pada saat menyusunrencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Hasil penilaian pengetahuanyang dilakukan selama dan setelah proses pembelajaran dinyatakan dalambentuk angka dengan rentang 0-100.

b) Teknik Penilaian Pengetahuan

Teknik penilaian pengetahuan yang akan digunakan dapat disesuaikandengan karakteristik masing-masing Kmpetensi Dasar (KD). Teknikpenilaian pengetahuan yang sering digunakan yaitu tes tertulis, tes lisan,dan penugasan. Berikut merupakan penjabaran dari berbagai teknikpenilaian pengetahuan.

Contoh Teknik Penilaian Pengetahuan

Teknik

Bentuk Instrumen

Tujuan

Tes tertulis

Pilihan ganda, benar-salah,menjodohkan, isian ataumelengkapi, dan uraian.

Mengetahui kemampuanpenguasaan pengetahuanpeserta didik dalam prosespembelajaran.

Tes lisan

Tanya jawab

Mengetahui pemahamanpeserta didik sebagaidasar perbaikan prosespembelajaran

Penugasan

Tugas individu dan kelompok

Memfasilitasi penguasaanpengetahuan pesertadidik selama prosespembelajaran.

 

1. Tes Tertulis

Tes tertulis merupakan soal dan jawaban disajikan secara tertulis, misalnyapilihan ganda, benar-salah, dan uraian. Langkah-langkah pengembangan testertulis:

 

Kisi-kisi Tes Tertulis

Nama Sekolah    : SMP .............................

Kelas/Semester   : VII/II

Tahun Pelajaran: 2022/2023

Mata Pelajaran: IPS

 

No

Kompetensi

Dasar

Materi

Indikator

Soal

Bentuk

Soal

Jumlah

Soal

1

FaktorGeografis yang memengaruhi keragaman budaya

Keragaman Sosial Budaya di Masyarakat

Pesertadidik diharapkan mampumengIdentifikasi salah satu faktor geografis yangmemengaruhi keragaman budaya di Indonesia.

Tes Tertulis

3

 

Butirsoal:

1. Bagaimana isolasi geografis dapat memengaruhi keragaman budaya?

2. Mengapa faktor Iklim dapat menciptakan keragaman budaya?

3. Apakah pengaruh geografi terhadap keragaman budaya di Indonesia?

 

 

Pemberian skor Tes Tertulis

No.

Soal

Kunci Jawaban

Skor

1

Isolasi geografis tersebut mengakibatkan penduduk yang menempati setiap pulau tumbuh menjadi kesatuan suku bangsa yang hidup terisolasi dari suku bangsa lainnya. Akibatnya, mereka mengembangkan kebudayaan dan kebiasaan masing-masing yang semakin berbeda dengan kebudayaan di daerah lain

1

2

Kondisi iklim menjadi salah satu faktor yang menyebabkan adanya keberagaman di Indonesia adalah karena setiap kelompok masyarakat akan berusaha untuk beradaptasi dan bertahan hidup dengan iklim yang ada di wilayah tempat mereka tinggal.

1

3.

Pengaruh kondisi geografis terhadap keragaman budaya Indonesia adalah terjadinya percampuran budaya Indonesia dengan budaya asing sehingga tercipta budaya baru. Percampuran budaya tersebut terjadi dalam dua bentuk, yaitu asimilasi dan akulturasi.

2

Total Skor Maksimum

4

 

 

2. Tes Lisan

Tes lisan merupakan pertanyaan yang diberikan guru secara lisan kepadapeserta didik yang jawaban atas pertanyaan tersebut juga disampaikan secaralisan. Tes ini bertujuan untuk mengetahui penguasaan pengetahuan pesertadidik dan menumbuhkan kemampuan berkomunikasi. Pemberian tes lisandapat dilakukan pada saat pembelajaran berlangsung. pertanyaanpada tes lisan:

·      Bagaimana isolasi geografis dapat memengaruhi keragaman budaya?

·      Mengapa faktor Iklim dapat menciptakan keragaman budaya?

·      Apakah terdapat pengaruh dari letak geografis terhadap keragaman budaya?

 

3. Penugasan

Penugasan adalah pemberian tugas untuk meningkatkan pengetahuanpeserta didik. Tugas dapat dikerjakan baik secara individu maupunkelompok sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai. Berikutmerupakan contoh kisi-kisi tugas dan contoh pedoman penskorannya.

Nama Sekolah    : SMP .............................

Kelas/Semester   : VII/II

Tahun Pelajaran: 2022/2023

Mata Pelajaran: IPS

Kompetensi

Dasar

Materi

Indikator

Teknik

Penilaian

FaktorGeografis yang memengaruhi keragaman budaya

Keragaman Sosial Budaya di Masyarakat

Pesertadidik diharapkan mampumengIdentifikasi salah satu faktor geografis yangmemengaruhi keragaman budaya di Indonesia.

Penugasan

 

Contoh Pedoman Pemberian Skor Tugas

No Soal

Aspek yang Dinilai

Skor

1

Mengapa bangsa Indonesia memiliki beraneka ragam budaya

0-2

2

Bagaimana bentuk keberagaman masyarakat di Indonesia

0-3

3

Apa manfaat keberagaman sosial budaya di masyarakat

0-3

4

Apa saja yang termasuk contoh keragaman sosial budaya yang ada di lingkungan sekitar

0-2

Total Skor Maksimum

10

 

3. Penilaian Keterampilan

a) Pengertian Penilaian Keterampilan

Penilaian keterampilan dilakukan untuk mengetahui kemampuanpeserta didik dalam menerapkan pengetahuan yang telah diperolehuntuk melakukan tugas tertentu sesuai dengan indikator pencapaiankompetensi. Penilaian ini dapat dilakukan dengan berbagai teknik, sepertipenilaian kinerja dan penilaian proyek. Berikut merupakan contoh kisi-kisipenilaian keterampilan, tugas, dan pedoman pemberian skor.

b) Teknik Penilaian Keterampilan

• Penilaian kinerja

Berikut ini Kisi-kisi Penilaian Kinerja, soal/tugas, pedomanpemberian skor:

 

Kisi-kisi Penilaian Kinerja

Nama Sekolah    : SMP .............................

Kelas/Semester   : VII/II

Tahun Pelajaran: 2022/2023

Mata Pelajaran: IPS

No

Kompetensi

Dasar

Materi

Indikator

Teknik

Penilaian

1

FaktorGeografis yang memengaruhi keragaman budaya

Keragaman Sosial Budaya di Masyarakat

Pesertadidik diharapkan mampumengIdentifikasi salah satu faktor geografis yangmemengaruhi keragaman budaya di Indonesia.

 

 

Rubrik Pemberian Skor Penilaian Kinerja

No

Aspek yang Dinilai

Skala

0

1

2

3

4

   1

Merencanakan pengamatan

 

 

 

 

 

2

Melakukan pengamatan

 

 

 

 

 

3

Membuat laporan

 

 

 

 

 

Jumlah:

 

Penilaian diberikan dengan memperhatikan aspek proses dan produk.Guru dapat menetapkan bobot pemberian skor yang berbeda antara satudan aspek yang lainnya dengan memperhatikan karakteristik kompetensiyang dinilai.

 

Rubrik Penilaian Kinerja

No

Indikator

Rubrik

1

Menyiapkan bahan

yang diperlukan

2 = Menyiapkan seluruh alat dan bahan yangdiperlukan.

1 = Menyiapakan sebagian alat dan bahan yangdiperlukan.

0 = Tidak menyiapkan alat bahan

2

Pengamatan

4 = Melakukan empat langkah kerjadengan tepat

3 = Melakukan tiga langkah kerja dengantepat.

2 = Melakukan dua langkah kerja dengantepat.

1 = Melakukan satu langkah kerja dengantepat.

0 = Tidak melakukan langkah kerja.

 

Langkah kerja:

1. Menyiapkan kertas gambar ukuran A4.

2. Menggambar keragamanbudaya.

3.Mencantumkan keragaman budayapadagambar yang di buat.

4. Memberikan warna pada kenampakanobjek yang di gambar pada keragaman budaya.

3

Membuat laporan

3 = Memenuhi 3 kriteria

2 = Memenuhi 2 kriteria

1 = Memenuhi 1 kriteria

0 = Tidak memenuhi kriteria

 

Kriteria laporan:

1. Memenuhi sistematika laporan (judul, tujuan,alat dan bahan, prosedur, data pengamatan,pembahasan, kesimpulan)

2. Data, pembahasan, dan kesimpulan benar

3. Komunikatif

 

 

• Penilaian proyek

Penilaian proyek merupakan kegiatan yang bertujuan untukmengetahui kemampuan peserta didik dalam mengimplementasikanpengetahuannya melalui penyelesaian suatu tugas dalam waktu tertentu.Penilaian ini dapat digunakan untuk mengukur satu maupun beberapaKompetensi Dasar (KD) dalam satu atau beberapa mata pelajaran.

Kegiatan yang dilakukan dimulai dengan perencanaan, pengumpulan,pengorganisasian, pengolahan, penyajian, dan pelaporan. Beberapa halyang perlu dipertimbangkan dalam penilaian proyek, yaitu:

1) Pengelolaan

Kemampuan peserta didik untuk menentukan tema atau topik,mengumpulkan informasi, pengolahan data, dan penulisan laporan.

2) Relevansi

Tema yang dipilih sesuai dengan Kompetensi Dasar (KD).

3) Keaslian

Laporan atau produk yang dibuat peserta didik merupakan hasilkaryanya.

4) Inovasi dan Kreativitas

Terdapat unsur-unsur kebaruan dan berbeda pada produk yangdihasilkan peserta didik.

Kisi-kisi Penilaian Proyek

Nama Sekolah    : SMP .............................

Kelas/Semester   : VII/II

Tahun Pelajaran: 2022/2023

Mata Pelajaran: IPS

No

Kompetensi

Dasar

Materi

Indikator

Teknik

Penilaian

1

FaktorGeografis yang memengaruhi keragaman budaya

Keragaman Sosial Budaya di Masyarakat

Pesertadidik diharapkan mampumengIdentifikasi salah satu faktor geografis yangmemengaruhi keragaman budaya di Indonesia.

Penilaian Proyek

 

Proyek : Buatlah poster salah satu tujuan keragaman budaya menggunakan kertas gambar ukuran A3, pensil warna atau cat air denganmemperhatikan hal- hal berikut!

1. Pilihlah salah satu tujuan keragaman budaya.

2. Amati tujuan tersebut apakah telah tercapai atau belum tercapai diIndonesia lalu sampaikan dalam poster.

3. Gambar salah satu tujuan keragaman budaya yang telahdipilih!

4. Tuliskan keragaman budaya konsep dari poster yang akan peserta didik sampaikan!

5. Laporkan hasilnya secara lisan!

Rubrik Pemberian Skor Proyek

No

Pernyataan

Skor

1

2

3

4

   1

Kemampuan peserta didik dalam merencanakan

 

 

 

 

2

Kemampuan menggambar poster

 

 

 

 

3

Kemampuan penyampaian konsep berdasarkanposter yang digambar

 

 

 

 

4

Kemampuan mempresentasikan isi poster

 

 

 

 

5

Produk Poster

 

 

 

 

Skor Maksimum

15

Catatan:

Guru bisa menetapkan bobot yang berbeda-beda antara aspek satu dan lainnya

pada pemberian skor dengan memperhatikan karakteristik Kompetensi Dasar

(KD) atau keterampilan yang dinilai.

 

Rubrik PenilaianProyek

No

Pernyataan

Keterangan

1

Kemampuan Perencanaan

2 = perencanaan lengkap (bahan, carakerja, hasil), dan rinci

1 = perencanaan kurang lengkap

0 = tidak ada perencanaan

2

Kemampuan menggambarposter secara tepat sesuaidengan salah satu tujuankeragaman budaya

2 = menggambar dan mewarnai posterdengan baik dan interpretasi tujuankeragaman budaya dalamposter tepat.

1 = menggambar dan memberikan warna pada poster tetapi salahdalam menginterpretasikan tujuankeragaman budayayangdipilih.

0 = gambar tidak diberi warna dantidak tepat dalam menginterpretasikantujuan keragaman budaya yang dipilih.

G.  KEGIATAN PENGAYAAN DAN REMEDIAL

Remedial

Kegiatan remidi diberikan dalam bentuk penugasan diluar jam pembelajaranyakni dengan meminta Peserta didik untuk melakukan wawancara denganketua komunitas yang ada di sekitar tempat tinggal mereka. Wawancaradapat dilaksanakan kepada ketua lembaga pemberdayaan masyarakatdesa yang berupa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Dana Sehat, PosPelayanan Terpadu (Posyandu), Pondok Bersalin Desa (Polindes), Pos ObatDesa (POD), dan Karang Taruna Husada. Poin yang perlu mereka tanyakanmeliputi tugas dan fungsi komunitas tersebut. Laporan disajikan dalambentuk laporan hasil wawancara sederhana.

Pengayaan

Peserta didik diminta untuk membaca artikel yang berjudul mengapa terjadi keragaman budaya di Indonesia. Kemudian setelah selesai membaca, peserta didik diminta untukmembuat ringkasan dari artikel tersebut.

LAMPIRAN

A.  LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

 

Nama :

Kelas :

Petunjuk!

B.  BAHAN BACAAN GURU & PESERTA DIDIK

Bahan BacaanPeserta Didik

Gambar 4.2 Upacara Melasti

Sumber: Sudut Pa’ndang Kusnadi/Wikimedia Commons/CC-BY-SA 4.0

A. Keragaman Sosial Budaya diMasyarakat

Pernahkah kalian melihat atau melakukan kegiatanterkait budaya di sekitar tempat tinggal kalian?Karakteristik dari suatu kelompok masyarakat tempatkalian tinggal dan berinteraksi adalah bagian daribudaya. Seperti halnya konsep masyarakat, pengertianbudaya banyak digunakan dalam sosiologi danilmu sosial lainnya (khususnya antropologi).Budaya merupakan salah satu sifat paling khasdari pergaulan sosial manusia. Keragaman sosialbudaya di masyarakat dapat terjadi saat berbagaijenis suku dan agama yang ada di suatu ruang bertemudan berinteraksi setiap harinya. Ruang tersebutadalah ruang yang ada pada masyarakat.

Beberapa elemen budaya, terutama keyakinan dan harapan, merupakankomponen dari semua hubungan sosial. Harapan dapat berupa harapanorang tentang satu sama lain atau dapat pula tentang dunia tempatmereka tinggal. Jadi, budaya mengacu pada cara hidup anggota individuatau kelompok dalam masyarakat, cara berpakaian, adat istiadat dalamupacara pernikahan, jenis mata pencarian, hingga tata upacara keagamaan.

Indonesia memiliki keanekaragaman budaya yang tinggi, kita harusbangga karena kekayaan budaya tersebut dapat hidup rukun danberdampingan. Konsep keragaman budaya juga mencakup barang-barangyang dihasilkan oleh kelompok kebudayaan tersebut, seperti busurdan anak panah, alat bajak sawah, kitab hukum adat, dan rumah adat.Budaya dapat dianggap sebagai serangkaian rancangan untuk bertahanhidup, alat dari praktik, pengetahuan, dan simbol yang diperoleh melaluipembelajaran, bukan oleh naluri, yang memungkinkan orang untukhidup dalam masyarakat. Dapat disimpulkan, masyarakat merupakansekumpulan individu yang saling berbagi serta berinteraksi dalam sebuahkebudayaan yang sama.Terdapat beberapa faktor yang memengaruhi keragaman budaya yangakan dijabarkan dalam penjelasan berikut.

1. Pengaruh Faktor Geografis yang Memengaruhi KeragamanBudaya

Lingkungan fisik akan memengaruhi keragaman budaya. Manusia sebagaiindividu merupakan sebuah kesatuan antara raga, jiwa, dan perilaku. Didalam diri seorang individu terdapat tiga unsur individu yaitu inteligensi,nafsu, dan semangat. Kombinasi dari unsur tersebut menghasilkantingkah laku seseorang yang mencerminkan karakter atau budayanya.Kesatuan dari kepribadian-kepribadian seseorang pada suatu daerah yangmempunyai pola yang sama dapat membentuk budaya daerah tersebutyang membedakan dengan tempat lain. Indonesia memiliki kebudayaanyang beragam. Keberagaman budaya di Indonesia dipengaruhi oleh faktor

a. Pengaruh Isolasi Geografis terhadap Keragaman Budaya

Indonesia adalah negara kepulauan, secara fisik setiap pulau dipisahkanoleh lautan. Dulunya, leluhur bangsa Indonesia datang dari Yunan(Tiongkok bagian selatan), kemudian secara berkelompok mereka datangke Nusantara, menyebar dan bermukim di pulau-pulau besar maupunkepulauan di seluruh penjuru Nusantara.

Laut merupakan isolasi alamiah di antara kelompok-kelompoktersebut, kemudian menyebabkan mereka tumbuh dan berkembangmenjadi satu kesatuan suku bangsa. Keterbatasan teknologi di bidangnautika (perkapalan) menyebabkan mereka tidak dapat berpindah ataubertemu dari pulau yang satu ke pulau lain. Akibat dari hal tersebut,akhirnya kelompok mengembangkan kebudayaan masing-masing sesuaikeadaan lingkungan sekitar tempat tinggal mereka, sesuai kebutuhanmereka untuk bertahan hidup yang berbeda satu sama lain.

Perbedaan antarkebudayaan suatu daerah dapat berdampakpositif dan negatif. Keberagaman berbagai kebudayaan di Indonesia jika tidak dikelola dengan baik justru dapat berubah menjadi potensikonflik. Konflik yang mungkin terjadi di Indonesia adalah konflik antarkebudayaan, di mana terdapat pihak yang merasa kebudayaannya palingbaik dibandingkan dengan kebudayaan lain. Hal tersebut dikenal denganistilah Etnosentrisme. Konflik tersebut jika dibiarkan berlangsung dapatmengancam persatuan dan kesatuan Indonesia.

b. Pengaruh Iklim terhadap Keragaman Budaya

Indonesia diwarnai oleh iklim mikro (kecil) yang amat beragam. Dalamsebuah ruang wilayah yang sempit, perbedaan ketinggian tempat dapatmenghasilkan perbedaan suhu yang signifikan. Perbedaan antara satuwilayah dengan wilayah lain inilah menyebabkan perbedaan pola perilakuyang berbeda, mulai dari bahasa hingga ke sistem mata pencarian hidupdan sistem ekonomi.

Contoh nyata dari keragaman regional dapat dilihat pada masyarakatpesisir pantai utara Jawa, dibandingkan dengan masyarakat yang tinggaldi wilayah pegunungan di pulau yang sama, yaitu Pulau Jawa. Di manamasyarakat pesisir tinggal pada daerah dengan suhu yang sedikit lebihtinggi, akan berbeda budayanya dengan mereka yang tinggal di lerenggunung dengan suhu rendah. Begitu pula masyarakat pesisir utaraPulau Sumatra, pakaian adatnya akan berbeda jika dibandingkan denganmasyarakat yang tinggal di lereng Pegunungan Bukit Barisan.

Indonesia bagian barat memang didominasi oleh bioma hutan hujantropis, tetapi tahukah kalian jika pulau Jawa secara mikro iklim dapat dibagimenjadi dua region. Region Jawa bagian barat masih merupakan biomahutan hujan tropis, sedangkan Jawa bagian timur sudah dipengaruhi olehbioma hutan musim tropis atau hutan gugur tropis, zona ini memanjangsampai ke Pulau Bali. Nusa Tenggara Barat (NTB) berbatasan dengan SelatBali, tetapi kondisi yang ada di NTB sudah dapat dikategorikan sebagaisabana. Berbeda pula di Nusa Tenggara Timur (NTT) di mana kategoribioma yang tepat untuk menggambarkan kondisi iklim di NTT adalahstepa tropis.

Suhu yang dingin akan selaras dengan pakaian tradisional berlenganpanjang. Masyarakat pesisir memiliki upacara adat sedekah laut yangmerupakan wujud terima kasih atas tangkapan ikan yang mereka perolehselama satu tahun. Perbedaan suhu membuat sistem pertanian di dataranrendah dan dataran tinggi tidak sama. Bermukim di pedalaman hutan jugaakan menimbulkan perbedaan yang mencolok pada bentuk rumah adat.Jenis makanan tradisional juga tidak terlepas dari kondisi iklim setempat.

 

Kearifan lokal yang berkembang di Nusantara akibat kondisi iklimjuga terlihat pada Masyarakat Adat Baduy. Rumah warga di Desa Kanekeshanya boleh menghadap ke utara dan selatan, ini tujuannya supaya sinarmatahari dapat masuk melalui jendela rumah. Kelembaban udara dilereng pegunungan cenderung lembab, sehingga apabila ventilasi tidakbekerja dengan baik maka sirkulasi udara tidak akan baik. Adaptasi bentukrumah tradisional juga dimiliki oleh berbagai kebudayaan di Indonesia yang disesuaikan dengan latar belakang kearifan lokal dan kondisi sekitar,seperti bentuk Joglo, Rumah Panggung, Honai, dan masih banyak lainnya.

c. Pengaruh Letak Geografis terhadap Keragaman Budaya

Indonesia secara geografis terletak di persilangan antara Benua Asia danAustralia, serta di antara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Kondisistrategis inilah yang menyebabkan Indonesia banyak dilalui bangsaasing yang melintasi Selat Malaka sebagai penghubung antara belahanbumi bagian barat dan timur pada saat itu. Banyaknya bangsa asing yang

Berdasakan latar belakang sejarahnya, budaya Indonesia dipengaruhioleh ragam kebudayaan Hindu-Buddha, Islam, Tionghoa, dan Eropa.Interaksi antara warga asing dan penduduk asli pada masa lalumemberikan pengaruh besar terhadap kebudayaan. Akulturasi berupapercampuran kebudayaan asing dengan kebudayaan asli Indonesia dengan tidak menghilangkan unsur kebudayaan asli membuat kebudayaanIndonesia semakin beragam. Akibat dari akulturasi tersebut menimbulkanterbentuknya ras, kepercayaan, dan agama yang berbeda-beda diIndonesia.

 

Bahan Bacaan Guru

Secara interaktif guru dan peserta didik dapat berbagi sudut pandangterkait dengan keanekaragaman suku bangsa dan komunitas diIndonesia. Peserta didik diajak untuk mengaitkan dengan temasebelumnya yakni diferensiasi atau keberagaman atas ras, etnis,agama dan gender. Peserta didik memperoleh informasi bahwaterdapat kelompok-kelompok budaya di Indonesia yang mendukungkeberagaman kebudayaan di Indonesia. Dalam kerangka ke-IPSan,tema ini mengembangkan kemampuan Peserta didik untukmembedakan manakah yang merupakan pembagian kelompok secarahorizontal dan manakah yang merupakan pembagian kelompokatas dasar lapisan sosial atau secara vertikal. Keduanya berbeda danmemiliki peranan dalam kelangsungan hidup dan proses sosialisasidalam masyarakat. Keterdapatan perbedaan kondisi lingkunganisik wilayah akan memengaruhi keberagaman budaya. Adanyaseorang tokoh yang dianggap berpengaruh terhadap suatu wilayah,melahirkan kesepakatan antar warga dalam mengikuti kebiasaantokoh tersebut dan menghasilkan budaya yang berbeda pula dimasing-masing wilayah di Indonesia. Keanekaragaman budayadapat menjadi potensi pariwisata, sekaligus menjadi potensi konlikyang berujung pada ancaman separatis apabila tidak dijaga. Pesertadidik diharapkan mampu menganalisis mampu membuat karyaatau melakukan aksi sosial yang relevan di lingkungan keluargadan masyarakat terdekat, kemudian melakukan releksi dari setiapproses yang sudah dilakukan.

C.   GLOSARIUM

Iklim: Kondisi cuaca rata-rata tahunan pada suatu wilayah dan cakupan wilayah yang luas.

iklim mikro  : Kondisi iklim pada suatu wilayah yang sangat terbatas/sempit

D.   DAFTAR PUSTAKA

Daftar Pustaka

Adhuri, D. S., Wiratri, A., & Bismoko, A. B. 2016. “Interseksi BudayaDan Peradaban Negara-negara Di Samudra Hindia: PerspektifIndonesia”. Masyarakat Indonesia, 41(2), 115-126, https://doi.org/10.14203/jmi.v41i2.310.

Alisjahbana Armida Salsiah, Murniningtyas Endah. 2018. TujuanPembangunan Berkelanjutan di Indonesia. Bandung: UNPAD Press.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). 2019. Bencana Alam diProvinsi Yogyakarta. http://bnpb.cloud/dibi/xdibi_list/.

Badan Perencana Pembangunan Nasional. 2016. Laporan Prakarsa StrategisBidang Kemaritiman. Jakarta: Bappenas.

Badan Pusat Statistik. 2019. Statistik Pertambangan Minyak dan Gas Bumi.Jakarta: BPS.

Banowati Eva, Sriyanto. 2013. Geografi Pertanian. Yogyakarta: Ombak.

______________ . 2012. Geografi Indonesia. Yogyakarta: Ombak.

Daldjoeni. 2014. Pokok-Pokok Klimatologi. Yogyakarta: Ombak.

Danandjaja, James. 1994. Folklor Indonesia. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.

Department of Economic and Social Affairs. 2019. Growing at a slowerpace, world population is expected to reach 9.7 billion in 2050 and couldpeak at nearly 11 billion around 2100. Artikel. https://www.un.org/development/desa/en/news/population/world- populationprospects-2019.html pada 21-08-2020

Erman, Erwiza. 2011. “Penggunaan Sejarah Lisan dalam HistoriografiIndonesia”. Jurnal Masyarakat & Budaya, 13 (1), 1-22, https://doi.org/10.14203/jmb.v13i1.94.

Franz Adler. 2014. “The Value Concept in Sociology”. American Journal ofSociology. Volume 62, Number 3.

Giddens, A., Duneier, M., Appelbaum, R. P., & Carr, D. 2018. Introduction toSociology. New York: W. W. Norton & Company, Inc.

Goujon A. 2018. Human Population Growth. In: Reference Module in EarthSystems and Environmental Sciences. h. 1907-1912 Elsevier. ISBN 978-0-12-409548-9 DOI:10.1016/B978-0-12-409548-9.10755-9.

Graha, Andi Nu. 2012. Pengembangan Masyarakat Pembangunan melaluipendampingan sosial dalam konse pemberdayaan di bidang ekonomi.

Jurnal Ekonomi Modernisasi, 5(2), 117-126. https://doi.org/10.21067/jem.v5i2.243

Griffiths, H., dkk. 2017. Introduction to Sociology 2. Texas: OpenStax.

Grusec, J. E., & Hastings, P. D. 2015. Handbook of Socialization: theory andresearch. NY: The Guilford Press. h. 1, 13, 20.

Habibi, Maksum dan Gunadi. 2014. Pengantar Ekonomi dan Bisnis BidangKeahlian Bisnis dan Manajemen. Jakarta: Yudhistira.

Hadi, A. P. 2010. Konsep pemberdayaan, partisipasi dan kelembagaan dalampembangunan. Yayasan Agribisnis/Pusat Pengembangan MasyarakatAgrikarya (PPMA).

Harahap, Erni Febian. 2012. “Pemberdayaan Masyarakat dalam BidangEkonomi untuk Mewujudkan Ekonomi Nasional yang tanggung danMandiri”. Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan, 3(2), 78-96.

Herlina, N. 2020. Metode Sejarah. Bandung: Satya Historika.

Hutomo, Mardi Yatno. 2000. Pemberdayaan Masyarakat dalam BidangEkonomi: Tinjauan Teoritik dan Implementasi. Naskah No 20, Juni-Juli2000.

Kartodirjo, Sartono. 2014. Pengantar Sejarah Indonesia Baru: 1500-1900.Yogyakarta: Ombak.

Kementerian Kelautan dan Perikanan. 2019. Laporan Tahunan 2018. Jakarta:KKP.

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman. 2019. Laporan Kinerja2018. Jakarta: Kemenko Bidang Maritim.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. 2018. Status Hutan danKehutanan Indonesia 2018. Jakarta: KLHK

Koentjaraningrat. 1985. Kebudayaan Mentalitas dan Pembangunan. Jakarta:Gramedia.

Korlantas Polri. 2013. Polantas dalam Angka 2013. www.korlantas.polri.go.id.

Kotarumalos, Nur Aisyah. 2010. “Mengkonstruksi Identitas Diaspora Malukudi Negeri Belanda”. Masyarakat Indonesia. 36 (1), 123-144, https://media.neliti.com/media/publications/150453-ID-mengkonstruksiidentitas-diapora-maluku.pdf.

Kotler, Philip dan Gary Amstrong. 2008. Prinsip-prinsip Pemasaran Jilid I.Jakarta: Erlangga.

Krautkraemer, J. A. (2005). Economics of natural resource scarcity: The stateof the debate (No. 1318-2016-103362).

Kuntowijoyo, D. R. (2005). Pengantar Ilmu Sejarah. Sleman: BentangPustaka.

Lembar Fakta Forest Watch Indonesia 2019. 2019. diakses dari http://fwi.or.id/wp-content/uploads/2019/10/FS_Deforestasi_FWI_small.pdf

Muta’ali, Lutfi. 2013. Pengembangan Wilayah Perdesaan (PerspektifKeruangan). Yogyakarta: Badan Penerbit Fakultas Geografi (BPFG).

Noor, Djauhari. 2014. Pengantar Geologi. Sleman: deepublish.

Noor, Munawar. 2011. “Pemberdayaan Masyarakat”. Junal CIVIS, 1(2), 87-99.

Prihandito Aryono. 1989. Kartografi. Yogyakarta: PT Mitra Gama Widya.Rambe, Tappil., et al. 2019. Sejarah Politik dan Kekuasaan. Medan: KitaMenulis.

Resosoedarmo Soedjiran, Kartawinata Kuswata, Soegiarto Aprilani. 1987.Pengantar Ekologi. Bandung: Remadja Karya.

Ricklefs, M.C., et al. 2013. Sejarah Asia Tenggara dari Masa Prasejarahsampai Kontemporer. Depok: Komunitas Bambu.

Robert S. Pindyck dan Daniel L Rubinfeld. 2013. Mikroekonomi. Jakarta:Erlangga

Romansara, Enos. H. 2015. “Memahami Kebudayaan Lokal Papua: Suatu

Pendekatan Pembangunan yang Manusiawi di Tanah Papua”. JurnalEkologi Birokrasi. 1 (1), 47-57 https://doi.org/10.31957/jeb.v1i1.491.

Saihu, Ade. 2020. Merawat Pluiralisme Merawat Indonesia. Yogyakarta:Deepublish.

Siska, Y. 2015. Manusia dan Sejarah: Sebuah Tinjauan Filosofis. Sleman:Garudhawaca.

Sobarna, A. 2003. “Konsep pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat miskinperkotaan”. Mimbar: Jurnal Sosial dan Pembangunan, 19 (3), 316-329.

Sodik, Abror., dan Musthofa, Muhamad Wakhid. 2018. “Analisis StrategiPenyebaran Agama-Agama di Indonesia dari Pra Hingga Era Moderndengan Pendekatan Teori Permainan Matematika”. HISBAH: JurnalBimbingan Konseling dan Dakwah Islam, 15 (1), 99-113, https://doi.org/10.14421/hisbah.2018.151-08.

Soekmono. 1992. Sejarah Kebudayaan Indonesia 3. Yogyakarta: Kanisius.

Sofiana, Anas. 2017. “Ratu Kalinyamat Penguasa Wanita Jepara Tahun 1549-1579.” Avatara 5.3. https://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/index.php/avatara/article/view/21467.

Stolley, K. S. 2005. The basics of sociology. CT: Greenwood Press.

Suharyono, Amien M. 2013. Pengantar Filsafat Geografi. Yogyakarta: Ombak

Suryanegara, Ahmad Mansur. 2015. Api Sejarah Jilid 1. Bandung Suryadinasti.

Susanti, S. 2016. “Nasionalisme dan Gerakan Mulih Njowo, 1947dan 1954”. Jurnal Sejarah Citra Lekha, 1(2), 107-120, https://doi.org/10.14710/jscl.v1i2.12767.

Syefriyeni. 2018. “Karakteristik Pengetahuan Orang Melayu”. Intizar. 24 (2), 265-271,<doi.org/10.19109/intizar.v24i2.2730>.

T., Vyain, S., Bry, J., & Jones, F. 2017. Introduction to Sociology 2. Texas:OpenStax.

Tim Nasional Penulisan Sejarah Indonesia. 2010. Sejarah Nasional Indonesia.Jakarta: Balai Pustaka.

Tim. 2012. Indonesia dalam Arus Sejarah. Jakarta: Ichtiar Baru van Hoeve.

Tyasyono Bayong. 2004. Klimatologi Edisi Kedua. Bandung: ITB.

Usrah, Cut Rizka AI. 2015. “Laksamana Keumalahayati Simbol PerempuanAceh (Peranan dan Perjuangannya dalam Lintasan Sejarah KerajaanAceh Darussalam 1589-1604)”. Skripsi. Medan: Universitas NegeriMedan.

Wolters, O.W. 2011. Kemaharajaan Maritim Sriwijaya & Perniagaan Dunia.Depok: Komunitas Bambu.

Worosetyaningsih, Tri. 2019. Kehidupan Masyarakat pada Masa Praaksara,Masa Hindu Budha, dan Masa Islam. Ponorogo: Myria Publisher.

Sumber Gambar

https://cdn.bmkg.go.id/Web/2020.10_CH_GSMAP.png

https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/6/64/Bali_ngaben_pelebon_cremation_ceremony_Indonesia.jpg

https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Dewaruci.jpg

https://web.archive.org/web/20161016172930/http://www.panoramio.com/photo/42125739

https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Gedung_Batu_Temple_Semarang.jpg

https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Lawang_sewu.jpg

https://www.esdm.go.id/id/media-center/arsip-berita/progresssmelter-pt-fi-capai-386-akhir-tahun-2022-selesai

https://www.esdm.go.id/assets/imagecache/bodyView/arsip-beritadivestasi-51-saham-pt-fi-simbol-kedaulatan-negara-tympxrm.jpg

https://geoportal.esdm.go.id/indonesia-overview/

https://cdn.idntimes.com/content-images/post/20190412/infografisutang-luar-negeri-4-tahun-trakhir-1-a18ef6c7f68ceec3ba4b98b6f1952ea5.png

 

 

 


 

MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA

IPS FASE D KELAS VII

 


INFORMASI UMUM

A. IDENTITAS MODUL

Penyusun

Instansi

Tahun Penyusunan

Jenjang Sekolah

Mata Pelajaran

Fase / Kelas

Tema 04

Materi

Elemen

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Capaian Pembelajaran 4

 

Alokasi Waktu

:

:

:

:

:

:

:

:

:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

:

 

:

.....................................

SMP …………………

Tahun 2022

SMP

Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)

D / VII

Pemberdayaan Masyarakat

Jenis Keragaman Budaya

a) Elemen pemahaman dan ruang lingkup pembelajaran

  • Keruangan dan konektivitas antar ruang dan waktu: materi ini berkaitan dengan pemahaman terhadap kondisi sosial dan lingkungan alam serta kesejarahan dalam konteks lokal dan nasional. Materi ini juga terkait dengan pembelajaran tentang kondisi geografis Indonesia dan pengaruhnya terhadap aktivitas sosial, ekonomi.
  • Perkembangan masyarakat Indonesia dari masa pra aksara, kerajaan-kerajaan di NusantaraInteraksi, Sosialisasi, institusi sosial, dan dinamika sosial; materi ini berkaitan dengan pembentukan identitas diri, merefleksikan keberadaan diri di tengah keberagaman dan kelompok yang berbeda-beda
  • Kegiatan manusia dalam memenuhi kebutuhannya: materi ini berkaitan tentang peran diri, masyarakat serta negara dalam memenuhi kebutuhan bersama. Peserta didik menganalisis sejarah manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

b) Elemen keterampilan proses

  • Siswa melakukan berbagai kegiatan yang  mendukung tercapainya keterampilan proses  yang dibutuhkan untuk mempelajari dan menyelesaikan pembelajaran IPS kelas 7 antara lain: mengamati, menginvestigasi/ menyelidiki, menganalisis, merencanakan, menggambar, berdiskusi, menceritakan, membuat laporan tertulis sederhana, dan mempresentasikan.

Memahami isu pemberdayaan masyarakat dalam konteks lokal.

4 JP (2Pertemuan Ke 50-51)

B.  KOMPETENSI AWAL

  • MengIdentifikasijenis keragaman budaya

C.  PROFILPELAJAR PANCASILA

  • Mandiri, Kreatif, dan Bernalar kritis

D.  SARANADAN PRASARANA

Media, Sumber Belajar, dan Alat

1. Video tentang salah satu unsur kebudayaan yakni bahasa, pada videoyang berjudul Bagaimana Bahasa Bisa Terbentuk?.

2. Slide Gambar tentang permasalahan kehidupan Sosial Budaya

3. Artikel terkait salah satu unsur budaya di Indonesia yakni pemulasaraanjenazah di Toraja.

4. Kemendikbud. 2021. Ilmu Pengetahuan Sosial, Buku Siswa Kelas VII,Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.

5. Laptop, Proyektor, PC, Pengeras suara.

E.  TARGET PESERTA DIDIK

§  Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami materi ajar.

§  Peserta didik dengan pencapaian tinggi: mencerna dan memahami dengan cepat, mampu mencapai keterampilan berfikir aras tinggi (HOTS), dan memiliki keterampilan memimpin

F.  MODEL PEMBELAJARAN

§  Model atau kerangka pembelajaran yang memberikan gambaran sistematis pelaksanaan pembelajaran. Model pembelajaran dapat berupa model pembelajaran tatap muka, pembelajaran jarak jauh dalam jaringan (PJJ Daring), pembelajaran jarak jauh luar jaringan (PJJ Luring), dan jigsawlearning, dan Problem based learning..

KOMPNEN INTI

A.  TUJUAN KEGIATAN PEMBELAJARAN

Alur Tujuan Pembelajaran :

a.  Peserta didik diharapkan mampu mengIdentifikasi jenis keragaman budaya.

B. PEMAHAMAN BERMAKNA

  • Pemahamanpada peserta didikbahwa jenis keragaman budaya dipengaruhi oleh berbagai itur geografis.

C. PERTANYAAN PEMANTIK

  • Bagaimanapengaruh kondisi geografis terhadapkeragaman budaya di Indonesia?
  • Mengapa muncul istilah budaya universal?

D.  KEGIATAN PEMBELAJARAN

Kegiatan Pendahuluan

1. Guru menyapa peserta didik, memberi salam, dan dilanjutkan berdoa.

2. Guru mempersiapkan peserta didik untuk mengikuti kegiatanpembelajaran.

3. Apersepsi : peserta didik melihat tayangan video tentang jeniskeragaman budaya.

4. Guru dapat menambahkan variasi gambar dari internet, gurumenceritakan kepada peserta didik atau melalui kegiatan tanya jawab.

Guru menentukan kegiatan yang sesuai dengan kondisi sekolah danpeserta didik. Guru memfasilitasi peserta didik untuk mengaitkanvideo yang ditampilkan dengan kegiatan belajar.

5. Peserta didik dibantu guru menyimak gambaran tema dan tujuanpembelajaran dalam tema 4.

6. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran pertemuan 50 dan 51tentang jenis keragaman budaya.

 

KegiatanInti

Guru menjelaskan tentang petunjuk kerja dan tugas dari Lembar aktivitasIndividu #4 untuk mengIdentifikasi jenis keragaman budaya. Kegiatanini ditujukan dalam rangka memberi pemahaman pada peserta didikbahwa jenis keragaman budaya dipengaruhi oleh berbagai itur geografis.Proses saling tukar hasil temuan peserta didik dapat dilakukan dalamwaktu singkat, kemudian guru memberi kesempatan tanya jawab denganPeserta didik tentang hasil Identifikasi. Secara interaktif guru mengaitkanhasil Identifikasi dengan orientasi pembelajaran jenis keragaman budaya

Peserta didik mengIdentifikasi masalah

Setelah Peserta didik mengIdentifikasi fenomena terkait jenis keragamanbudaya, selanjutnya guru mendorong Peserta didik mengajukan berbagaipertanyaan yang mengarah pada HOTS. Beberapa pertanyaan yangdiajukan misalnya bagaimana pengaruh kondisi geografis terhadapkeragaman budaya di Indonesia? Mengapa muncul istilah budaya universal?Identifikasi tujuh kebudayaan universal! Guru dapat menggunakanLembar Aktivitas #5 atau tabel-tabel warisan budaya di Indonesia untukmenemukan jawaban-jawaban tersebut.

Peserta didik Mengelola Informasi

1. Peserta didik mencari informasi terkait jenis keragaman budaya daribuku atau internet.

2. Guru memfasilitasi sumber lain misalnya memberikan tautan internetatau video yang mendukung penjelasan dan pendalaman sumber belajar

Contoh tautan artikel: https://nationalgeographic.grid.id/read/131834324/manene-toraja-ritual-mayat-ratusan-tahunberganti-pakaian.

Contoh video yang berjudul: “Apa Jadinya kalau cuma Ada Satu Sukudi Indonesia? dapat disaksikan melalui tautan https://youtu.be/cjD2TjHOxg4

3. Untuk memperoleh informasi lebih luas Peserta didik juga dapatmelakukan browsing materi jumlah suku dan jenis keragaman budayadi Indoensia. Guru dapat memberikan beberapa tautan berita, tulisan,dan laporan video.

4. Peserta didik mengolah informasi secara berkelompok di bawahbimbingan guru. Kegiatan ini dapat dilakukan secara bervariasi,misalnya dengan Project based learning (Diskusi kelompok), jigsawlearning, dan Problem based learning.Contoh : Jigsaw learning

a. Guru membagi kelompok heterogen yang terdiri dari 4-6 pesertadidik untuk melengkapi tabel warisan budaya di Indonesia.

b. Tiap anggota kelompok mengerjakan sub topik yang berbeda,sesuai dengan apa yang ada di lingkungan tempat tinggal pesertadidik

c. Masing-masing kelompok mendiskusikan dan membaca sub topikdan menetapkan anggota kelompoknya untuk tergabung sebagaikelompok ahli.

d. Semua anggota ahli berkumpul menjadi satu dan menggabungkanseluruh sub topik yang sudah dibagi sebelumnya.

e. Kelompok tersebut mendiskusikan topik yang telah dibagi dansaling membantu untuk menguasai topik tersebut.

f. Materi yang telah dipahami oleh kelompok ahli kemudian disebarkan dan dijelaskan ke anggota masing-masing kelompok

g. Hasil diskusi tiap kelompok dipresentasikan di depan kelas.

5. Peserta didik memilih dan mengorganisasikan informasi yang diperoleh

6. Guru membimbing dan mengarahkan proses belajar peserta didik(kegiatan belajar).

Peserta didik Merencanakan dan mengembangkan ide

1. Hasil pengolahan informasi disajikan dalam bentuk laporan/poster/karya lainnya.

2. Peserta didik secara berkelompok poster berdasarkan tabel yangtelah disusun. Guru dapat menggunakan Lembar Aktivitas #5 untukmenemukan jawaban-jawaban tersebut.

Peserta didik Melakukan Releksi diri dan aksi

1. Releksi dan aksi dapat dilakukan di dalam kelas atau melalui mediaberbasis internet, Peserta didik mengomunikasikan hasil pengolahaninformasi

2. Guru memfasilitasi Peserta didik menemukan simpulan pembelajaran.

3. Guru mendorong peserta didik untuk memberikan pendapat ataubertanya.

4. Penguatan dan pengayaan dilakukan dalam rangka mengembangkankompetensi peserta didik.

 

Penutup

1. Penilaian pembelajaran dilakukan secara lisan atau tertulis

2. Peserta didik melakukan releksi pembelajaran berkaitan dengansikap, pengetahuan, dan keterampilan.

Sikap

·      Apakah aku sudah melakukan pembelajaran secara bertanggungjawab?

·      Apakah aku sudah mengumpulkan tugas secara tepat waktu?

·      Inspirasi dari pembelajaran tentang faktor yang memengaruhikeragaman budaya Indonesia adalah …

Pengetahuan

·      Bagaimana pengaruh kondisi geografis terhadap keragaman budaya di Indonesia?

·      Mengapa muncul istilah budaya universal?

·      Identifikasi tujuh kebudayaan universal?

Keterampilan :

·      Apakah aku sudah berhasil melengkapi tabel warisan budaya di Indonesia?

3. Tindak lanjut dilakukan dengan mendorong Peserta didik mempelajarilebih lanjut dan informasi pembelajaran berikutnya tentang permasalahan kehidupan Sosial Budaya.

4. Doa dan penutup.

F.  REFLEKSI

Jenis keragaman budaya dalam masyarakat dipengaruhi oleh kondisilingkungan fisik. Keragaman tersebut dapat dijumpai pada masyarakatyang bermukim di dataran tinggi dan masyarakat yang bermukim didataran rendah. Jumlah penduduk dan luas wilayah akan memengaruhikeberagaman. Masyarakat dengan jumlah yang sedikit cenderungmemiliki budaya yang seragam, tetapi masyarakat yang jumlahnya besarakan memiliki banyak sub atau bagian keragaman budaya. Misalnya diPulau Sumatra, bahasa Batak terbagi menjadi beberapa rumpun.

Proses lain seperti kolonialisme, perang, dan globalisasi telahmenyebabkan populasi asing menetap di daerah baru dan berinteraksidengan penduduk setempat. Akibatnya terbentuk komunitas masyarakatyang dipengaruhi oleh beberapa budaya. Dari setiap keragaman budayayang terus berinteraksi tersebut, kemudian lahir kebudayaa baru.

·           Mengapa bangsa Indonesia memiliki beraneka ragam budaya?

·           Apa saja akibat yang ditimbulkan dengan adanya keberagaman masyarakat Indonesia?

·           Apa yang akan terjadi jika kita tidak menghargai keragaman yang ada?

F.  ASESMEN/ PENILAIAN

Penilaian Proses dan Hasil Pembelajaran

a. Konsep Penilaian dan Pembelajaran IPS

Penilaian merupakan kegiatan yang bertujuan untuk memperoleh,menganalisis, menafsirkan proses dan hasil belajar peserta didik secarasistematis. Penilaian tersebut dapat digunakan untuk mengetahui tingkatkeberhasilan pencapaian kompetensi, proses pembelajaran, tingkatkesulitan belajar peserta didik, dan penentuan tindak lanjut pembelajaran.Penilaian pembelajaran IPS memakai pendekatan penilaian autentik(authentic assesment) untuk menilai kesiapan peserta didik, proses, danhasil belajar secara utuh. Hasil penilaian tersebut dapat dimanfaatkanguru dalam merencanakan program perbaikan (remedial), pengayaan(enrichment), layanan konseling, dan sebagai landasan untuk memperbaikiproses pembelajaran selanjutnya.

b. Teknik dan Instrumen Penilaian

Penilaian kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan dilakukanmenggunakan teknik dan instrumen penilaian. Berikut merupakanpenjabaran teknik dan instrumen penilaian dari masing-masing kompetensi.

1.  Penilaian kompetensi sikap

Teknik penilaian kompetensi sikap dapat berupa observasi, penilaiandiri, dan penilaian antar teman. Kegiatan ini bisa dilakukan oleh gurumatabpelajaran, wali kelas, dan guru bimbingan konseling (BK) yang ditulisdalam buku jurnal. Jurnal berisi catatan kejadian tertentu dan informasilain yang relevan.

a. Observasi

Instrumen dalam observasi yaitu lembar observasi atau jurnal. Lembarobservasi berisi catatan perilaku peserta didik berdasarkan pengamatanoleh guru mata pelajaran, wali kelas, dan guru bimbingan konseling selamasatu semester. Setiap catatan berisi deskripsi perilaku peserta didik yangdilengkapi dengan waktu dan tempat pengamatan tersebut.

Jika terjadi perubahan sikap peserta didik dari yang kurang baikmenjadi baik maka dalam jurnal harus ditulis bahwa sikap peserta didiktersebut telah baik atau bahkan sangat baik. Hal yang dicatat dalamjurnal bisa berupa sikap kurang baik, baik, maupun sangat baik, sertaperkembangan perubahan sikap peserta didik. Berikut merupakan contohlembar observasi penilaian sikap peserta didik selama satu semester:

Contoh Tabel Jurnal Pengembangan Sikap

No

Tanggal

Nama Siswa

Catatan Perilaku

Butir Sikap

   1

 

 

 

 

2

 

 

 

 

3

 

 

 

 

4

 

 

 

 

dst

 

 

 

 

 

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan penilaiansikap menggunakan teknik observasi :

·      Jurnal penilaian sikap ditulis oleh guru mata pelajaran, wali kelas, dan guru BK selama satu semester.

·      Penilaian oleh wali kelas dapat menggunakan 1 (satu) jurnal untuk satu kelas yang menjadi tanggung-jawabnya. Penilaian oleh guru mata pelajaran dapat menggunakan 1 (satu) jurnal untuk setiap kelas yang diajarnya, dan penilaian oleh guru BK dapat menggunakan 1 (satu) jurnal untuk setiap kelas di bawah bimbingannya.

·      Penilaian perkembangan sikap sipritual dan sikap sosial peserta didik bisa dicatat dalam satu jurnal yang sama atau dalam 2 (dua) jurnal berbeda.

·      Peserta didik yang dicatat dalam jurnal adalah peserta didik yang menunjukkan perilaku yang sangat baik maupun kurang baik secara alami.

·      Pencatatan jurnal dilakukan dengan segera seperti ketika wali kelas, guru mata pelajaran, maupun guru BK menyaksikan atau memperoleh informasi terpercaya mengenai perilaku peserta didik.

·      Jika peserta didik pernah menunjukkan sikap kurang baik tetapi selama satu semester tersebut menunjukan perkembangan ke arah sikap baik, maka sikap baik tersebut juga dicatat dalam jurnal.

·      Guru mata pelajaran dan guru BK merangkum catatan jurnal perkembangan sikap spiritual dan sikap sosial setiap peserta didik dan menyerahkannya kepada wali kelas untuk diolah lebih lanjut

Berikut merupakan contoh jurnal penilaian (perkembangan) sikapspiritual dan sikap sosial oleh wali kelas.

Contoh Jurnal Penilaian Sikap Spiritual

Nama Sekolah: SMP .............................

Kelas/Semester   : VII/II

Tahun Pelajaran: 2022/2023

No

Waktu

Nama Siswa

Catatan Perilaku

Butir Sikap

   1

19/07/22

Haidar

Tidak mengikuti sholatDzuhur berjamaah disekolah.

Ketaqwaan

2

19/07/22

Halwa

Mengganggu temanketika berdoa sebelumkegiatan pembelajaran.

Ketaqwaan

3

19/07/22

Sugi

Mengajak temanberdoa sebelumolahraga badminton disekolah.

Ketaqwaan

4

19/07/22

Said

Berpartisipasi sebagaipanitia perayaankeagamaan di sekolah.

Toleransi

beragama

 

Contoh Jurnal Penilaian Sikap Sosial

Nama Sekolah: SMP .............................

Kelas/Semester   : VII/II

Tahun Pelajaran: 2022/2023

No

Waktu

Nama Siswa

Catatan Perilaku

Butir Sikap

   1

12/07/22

Haidar

Membantu seorangteman yang kesulitanmenyebrang jalan didepan sekolah.

Kepedulian

2

26/08/22

Halwa

Menyerahkandompet yangditemukan di kantinsekolah kepada walikelas.

Kejujuran

3

26/09/22

Sugi

Tidak menggunakanatribut upacara disekolah denganlegkap.

Kedisiplinan

4

25/10/22

Said

Berinisiatifmenyiram tanamanyang mulai kering.

Kepedulian

 

Contoh format di atas dapat digunakan guru mata pelajaran danguru BK dalam penilain sikap spiritual dan sosial. Catatan tersebut jugadapat dibuat dalam satu tabel yang sama dengan menambahkan kolomketerangan pada bagian paling kanan untuk menuliskan keterangan jenissikap yang ditulis. Berikut merupakan contoh tabel jurnal penilaian sikap(spiritual dan sosial) yang dijadikan dalam satu tabel:

Contoh Jurnal Penilaian Sikap

Nama Sekolah: SMP .............................

Kelas/Semester   : VII/II

Tahun Pelajaran: 2022/2023

No

Waktu

Nama Siswa

Catatan Perilaku

Butir Sikap

Ket.

   1

19/07/22

Haidar

Membantuseorang temanyang kesulitanmenyebrangjalan di depansekolah

Ketaqwaan

Sosial

2

19/07/22

Halwa

Mengajak temanberdoa sebelumolahragabadminton disekolah.

Kepeduliaan

Spiritual

3

19/07/22

Sugi

Menggangguteman ketikaberdoa sebelumkegiatanpembelajaran.

Toleransi

beragama

Spiritual

4

18/11/22

Said

Berinisiatifmenyiramtanaman yangmulai kering.

Ketaqwaan

Sosial

 

b. Penilaian Diri (Self Assesment)

Penilaian diri merupakan teknik penilaian terhadap diri sendiri olehpeserta didik dengan mengIdentifikasi kelebihan dan kekurangan sikappeserta didik dalam berperilaku. Teknik penilaian ini dapat digunakanuntuk menumbuhkan nilai-nilai kejujuran dan meningkatkan kemampuanreleksi diri peserta didik. Satu tabel penilaian diri dapat digunakan untukpenilaian sikap spiritual dan sikap sosial. Berikut merupakan contohlembar penilaian diri menggunakan Likert Scale.

Contoh Lembar Penilaian Diri Siswa (Likert Scale)

Nama teman yang dinilai:..................

Nama penilai:..................

Kelas:....................

Semester:....................

Berilah tanda centang  pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengankeadaan sebenarnya

No

Pernyataan

Skala

1

2

3

4

   1

Saya berdoa sebelum melakukan kegiatan

 

 

 

 

2

Saya melaksanakan ibadah sholat tepat waktu

 

 

 

 

3

Saya berani mengakui kesalahan jika memang

bersalah

 

 

 

 

4

Saya mengumpulkan tugas sesuai jadwal yang

diberikan

 

 

 

 

5

Saya mengembalikan barang yang saya pinjam

dalam kondisi baik

 

 

 

 

6

Saya meminta maaf jika melakukan kesalahan

 

 

 

 

7

Saya datang ke sekolah tepat waktu

 

 

 

 

Keterangan:

1 = sangat jarang

2 = jarang

3 = sering

4 = selalu

 

c. Penilaian Antar Teman

Penilaian antar teman adalah teknik penilaian yang dilakukan pesertadidik terhadap peserta didik yang lain mengenai sikap/perilaku pesertadidik. Penilaian antarteman dapat digunakan untuk menumbuhkan nilaikejujuran, tenggang rasa, dan saling menghargai. Satu lembar penilaiandiri dapat digunakan untuk penilaian sikap spiritual dan sikap sosial.

Berikut merupakan contoh lembar penilaian antarteman menggunakanLikert Scale.

Contoh Lembar Penilaian Diri Siswa (Likert Scale)

Nama: ..................

Kelas:....................

Semester:....................

Berilah tanda centang pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengankeadaan sebenarnya

No

Pernyataan

Skala

1

2

3

4

   1

Teman saya berkata jujur kepada orang lain

 

 

 

 

2

Teman saya mengerjakan ulangan dengan jujur

 

 

 

 

3

Teman saya mentaati tata-tertib sekolah

 

 

 

 

4

.....................................

 

 

 

 

Keterangan:

1 = sangat jarang

2 = jarang

3 = sering

4 = selalu

Pada dasarnya teknik penilaian diri ini tidak hanya untuk aspek sikap,tetapi juga dapat digunakan untuk menilai kompetensi dalam aspekkete rampilan dan pengetahuan.

 

2. Penilaian Kompetensi Pengetahuan

a) Pengertian Penilaian Pengetahuan

Penilaian pengetahuan merupakan penilaian yang dilakukan untukmengetahui kemampuan peserta didik berkaitan dengan penguasaanpengetahuan faktual, konseptual, maupun prosedural serta kecakapanberpikir tingkat rendah hingga tinggi. Guru dapat memilih teknikpenilaian yang disesuaikan dengan karakteristik kompetensi yang akandinilai. Penilaian diawali dengan perencanaan pada saat menyusunrencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Hasil penilaian pengetahuanyang dilakukan selama dan setelah proses pembelajaran dinyatakan dalambentuk angka dengan rentang 0-100.

b) Teknik Penilaian Pengetahuan

Teknik penilaian pengetahuan yang akan digunakan dapat disesuaikandengan karakteristik masing-masing Kmpetensi Dasar (KD). Teknikpenilaian pengetahuan yang sering digunakan yaitu tes tertulis, tes lisan,dan penugasan. Berikut merupakan penjabaran dari berbagai teknikpenilaian pengetahuan.

Contoh Teknik Penilaian Pengetahuan

Teknik

Bentuk Instrumen

Tujuan

Tes tertulis

Pilihan ganda, benar-salah,menjodohkan, isian ataumelengkapi, dan uraian.

Mengetahui kemampuanpenguasaan pengetahuanpeserta didik dalam prosespembelajaran.

Tes lisan

Tanya jawab

Mengetahui pemahamanpeserta didik sebagaidasar perbaikan prosespembelajaran

Penugasan

Tugas individu dan kelompok

Memfasilitasi penguasaanpengetahuan pesertadidik selama prosespembelajaran.

 

1. Tes Tertulis

Tes tertulis merupakan soal dan jawaban disajikan secara tertulis, misalnyapilihan ganda, benar-salah, dan uraian. Langkah-langkah pengembangan testertulis:

 

Kisi-kisi Tes Tertulis

Nama Sekolah    : SMP .............................

Kelas/Semester   : VII/II

Tahun Pelajaran: 2022/2023

Mata Pelajaran: IPS

 

No

Kompetensi

Dasar

Materi

Indikator

Soal

Bentuk

Soal

Jumlah

Soal

1

MengIdentifikasijenis keragaman budaya

Jeniskeragaman budaya

Pesertadidik diharapkan mampumengIdentifikasi jenis keragaman budaya.

Tes Tertulis

3

Butir soal:

1. Bagaimana pengaruh kondisi geografis terhadap keragaman budaya di Indonesia?

2. Mengapa kebudayaan disebut universal?

3. Identifikasi tujuh kebudayaan universal?

Pemberian skor Tes Tertulis

No.

Soal

Kunci Jawaban

Skor

1

Pengaruh letak geografis terhadap kebudayaan yang ada di Indonesia adalah budaya-budaya Indonesia akan banyak menerima pengaruh kebudayaan asing, dan terkadang kebudayaan asing tersebut tidak sesuai dengan peraturan atau norma yang berlaku di Indonesia

1

2

Maksud dari kebudayaan bersifat universal adalah kebudayaan bersifat menyeluruh dan ada dalam seluruh kehidupan manusia. Universal juga bisa dimaknai bahwa unsur kebudayaan bisa ditemui di seluruh bangsa dan penjuru dunia.

1

3.

Kluckhon membagi sistem kebudayaan menjadi tujuh unsur kebudayaan universal atau disebut dengan kultural universal. 7 unsur kebudayaan tersebut adalah bahasa, sistem pengetahuan, sistem organisasi sosial, sistem peralatan hidup dan teknologi, sistem ekonomi dan mata pencaharian hidup, sistem religi, serta kesenian.

2

Total Skor Maksimum

4

 

2. Tes Lisan

Tes lisan merupakan pertanyaan yang diberikan guru secara lisan kepadapeserta didik yang jawaban atas pertanyaan tersebut juga disampaikan secaralisan. Tes ini bertujuan untuk mengetahui penguasaan pengetahuan pesertadidik dan menumbuhkan kemampuan berkomunikasi. Pemberian tes lisandapat dilakukan pada saat pembelajaran berlangsung. pertanyaanpada tes lisan:

·      Bagaimana pengaruh kondisi geografis terhadap keragaman budaya di Indonesia?

·      Mengapa muncul istilah budaya universal?

·      Identifikasi tujuh kebudayaan universal?

 

3. Penugasan

Penugasan adalah pemberian tugas untuk meningkatkan pengetahuanpeserta didik. Tugas dapat dikerjakan baik secara individu maupunkelompok sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai. Berikutmerupakan contoh kisi-kisi tugas dan contoh pedoman penskorannya.

Nama Sekolah    : SMP .............................

Kelas/Semester   : VII/II

Tahun Pelajaran: 2022/2023

Mata Pelajaran: IPS

Kompetensi

Dasar

Materi

Indikator

Teknik

Penilaian

MengIdentifikasijenis keragaman budaya

Jeniskeragaman budaya

Pesertadidik diharapkan mampumengIdentifikasi jenis keragaman budaya.

Penugasan

 

Contoh Pedoman Pemberian Skor Tugas

No Soal

Aspek yang Dinilai

Skor

1

Jelaskan apa yang dimaksud dengan Jenis keragaman budaya

0-2

2

Bagaimana pengaruh kondisi geografis terhadap keragaman budaya di Indonesia

0-3

3

Identifikasi tujuh kebudayaan universal

0-3

4

Menjelaskanmanfaat jenis keragaman budaya

0-2

Total Skor Maksimum

10

 

3. Penilaian Keterampilan

a) Pengertian Penilaian Keterampilan

Penilaian keterampilan dilakukan untuk mengetahui kemampuanpeserta didik dalam menerapkan pengetahuan yang telah diperolehuntuk melakukan tugas tertentu sesuai dengan indikator pencapaiankompetensi. Penilaian ini dapat dilakukan dengan berbagai teknik, sepertipenilaian kinerja dan penilaian proyek. Berikut merupakan contoh kisi-kisipenilaian keterampilan, tugas, dan pedoman pemberian skor.

b) Teknik Penilaian Keterampilan

• Penilaian kinerja

Berikut ini Kisi-kisi Penilaian Kinerja, soal/tugas, pedomanpemberian skor:

 

Kisi-kisi Penilaian Kinerja

Nama Sekolah    : SMP .............................

Kelas/Semester   : VII/II

Tahun Pelajaran: 2022/2023

Mata Pelajaran: IPS

No

Kompetensi

Dasar

Materi

Indikator

Teknik

Penilaian

1

MengIdentifikasijenis keragaman budaya

Jeniskeragaman budaya

Pesertadidik diharapkan mampumengIdentifikasi jenis keragaman budaya.

 

Rubrik Pemberian Skor Penilaian Kinerja

No

Aspek yang Dinilai

Skala

0

1

2

3

4

   1

Merencanakan pengamatan

 

 

 

 

 

2

Melakukan pengamatan

 

 

 

 

 

3

Membuat laporan

 

 

 

 

 

Jumlah:

 

Penilaian diberikan dengan memperhatikan aspek proses dan produk.Guru dapat menetapkan bobot pemberian skor yang berbeda antara satudan aspek yang lainnya dengan memperhatikan karakteristik kompetensiyang dinilai.

Rubrik Penilaian Kinerja

No

Indikator

Rubrik

1

Menyiapkan bahan

yang diperlukan

2 = Menyiapkan seluruh alat dan bahan yangdiperlukan.

1 = Menyiapakan sebagian alat dan bahan yangdiperlukan.

0 = Tidak menyiapkan alat bahan

2

Pengamatan

4 = Melakukan empat langkah kerjadengan tepat

3 = Melakukan tiga langkah kerja dengantepat.

2 = Melakukan dua langkah kerja dengantepat.

1 = Melakukan satu langkah kerja dengantepat.

0 = Tidak melakukan langkah kerja.

 

Langkah kerja:

1. Menyiapkan kertas gambar ukuran A4.

2. Menggambar Jenis keragaman budaya.

3.Mencantumkan Jenis keragaman budayapadagambar yang di buat.

4. Memberikan warna pada kenampakanobjek yang di gambar pada Jenis keragaman budaya.

3

Membuat laporan

3 = Memenuhi 3 kriteria

2 = Memenuhi 2 kriteria

1 = Memenuhi 1 kriteria

0 = Tidak memenuhi kriteria

 

Kriteria laporan:

1. Memenuhi sistematika laporan (judul, tujuan,alat dan bahan, prosedur, data pengamatan,pembahasan, kesimpulan)

2. Data, pembahasan, dan kesimpulan benar

3. Komunikatif

• Penilaian proyek

Penilaian proyek merupakan kegiatan yang bertujuan untukmengetahui kemampuan peserta didik dalam mengimplementasikanpengetahuannya melalui penyelesaian suatu tugas dalam waktu tertentu.Penilaian ini dapat digunakan untuk mengukur satu maupun beberapaKompetensi Dasar (KD) dalam satu atau beberapa mata pelajaran.

Kegiatan yang dilakukan dimulai dengan perencanaan, pengumpulan,pengorganisasian, pengolahan, penyajian, dan pelaporan. Beberapa halyang perlu dipertimbangkan dalam penilaian proyek, yaitu:

1) Pengelolaan

Kemampuan peserta didik untuk menentukan tema atau topik,mengumpulkan informasi, pengolahan data, dan penulisan laporan.

2) Relevansi

Tema yang dipilih sesuai dengan Kompetensi Dasar (KD).

3) Keaslian

Laporan atau produk yang dibuat peserta didik merupakan hasilkaryanya.

4) Inovasi dan Kreativitas

Terdapat unsur-unsur kebaruan dan berbeda pada produk yangdihasilkan peserta didik.

Kisi-kisi Penilaian Proyek

Nama Sekolah    : SMP .............................

Kelas/Semester   : VII/II

Tahun Pelajaran: 2022/2023

Mata Pelajaran: IPS

No

Kompetensi

Dasar

Materi

Indikator

Teknik

Penilaian

1

FaktorGeografisyang memengaruhi keragaman budaya

Keragaman Sosial Budaya di Masyarakat

Pesertadidik diharapkan mampumengIdentifikasi salah satu faktor geografis yangmemengaruhi keragaman budaya di Indonesia.

Penilaian Proyek

 

Proyek : Buatlah poster salah satu tujuan jenis keragaman budaya menggunakan kertas gambar ukuran A3, pensil warna atau cat air denganmemperhatikan hal- hal berikut!

1. Pilihlah salah satu tujuan jenis keragaman budaya.

2. Amati tujuan tersebut apakah telah tercapai atau belum tercapai diIndonesia lalu sampaikan dalam poster.

3. Gambar salah satu tujuan jenis keragaman budaya yang telahdipilih!

4. Tuliskan jenis keragaman budaya konsep dari poster yang akan peserta didik sampaikan!

5. Laporkan hasilnya secara lisan!

Rubrik Pemberian Skor Proyek

No

Pernyataan

Skor

1

2

3

4

   1

Kemampuan peserta didik dalam merencanakan

 

 

 

 

2

Kemampuan menggambar poster

 

 

 

 

3

Kemampuan penyampaian konsep berdasarkanposter yang digambar

 

 

 

 

4

Kemampuan mempresentasikan isi poster

 

 

 

 

5

Produk Poster

 

 

 

 

Skor Maksimum

15

Catatan:

Guru bisa menetapkan bobot yang berbeda-beda antara aspek satu dan lainnya

pada pemberian skor dengan memperhatikan karakteristik Kompetensi Dasar

(KD) atau keterampilan yang dinilai.

 

Rubrik Penilaian Proyek

No

Pernyataan

Keterangan

1

Kemampuan Perencanaan

2 = perencanaan lengkap (bahan, carakerja, hasil), dan rinci

1 = perencanaan kurang lengkap

0 = tidak ada perencanaan

2

Kemampuan menggambarposter secara tepat sesuaidengan salah satu tujuanjenis keragaman budaya

2 = menggambar dan mewarnai posterdengan baik dan interpretasi tujuanjenis keragaman budaya dalamposter tepat.

1 = menggambar dan memberikan warna pada poster tetapi salahdalam menginterpretasikan tujuanjenis keragaman budayayangdipilih.

0 = gambar tidak diberi warna dantidak tepat dalam menginterpretasikantujuan jenis keragaman budaya yang dipilih.

G.  KEGIATAN PENGAYAAN DAN REMEDIAL

Remedial

Kegiatan remidi diberikan dalam bentuk penugasan diluar jam pembelajaranyakni dengan meminta Peserta didik untuk melakukan wawancara denganketua komunitas yang ada di sekitar tempat tinggal mereka. Wawancaradapat dilaksanakan kepada ketua lembaga pemberdayaan masyarakatdesa yang berupa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Dana Sehat, PosPelayanan Terpadu (Posyandu), Pondok Bersalin Desa (Polindes), Pos ObatDesa (POD), dan Karang Taruna Husada. Poin yang perlu mereka tanyakanmeliputi tugas dan fungsi komunitas tersebut. Laporan disajikan dalambentuk laporan hasil wawancara sederhana.

 

Pengayaan

Peserta didik diminta untuk membaca artikel yang berjudul salah satu unsur budaya di Indonesia yakni pemulasaraan jenazah di Toraja. Kemudian setelah selesai membaca, peserta didik diminta untukmembuat ringkasan dari artikel tersebut.

 

LAMPIRAN

A.  LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

 

Nama :

Kelas :

Petunjuk!

 

B.  BAHAN BACAAN GURU & PESERTA DIDIK

Bahan BacaanPeserta Didik

2. Jenis Keragaman Budaya

Jenis keragaman budaya dalam masyarakat dipengaruhi oleh kondisilingkungan fisik. Keragaman tersebut dapat dijumpai pada masyarakatyang bermukim di dataran tinggi dan masyarakat yang bermukim didataran rendah. Jumlah penduduk dan luas wilayah akan memengaruhikeberagaman. Masyarakat dengan jumlah yang sedikit cenderungmemiliki budaya yang seragam, tetapi masyarakat yang jumlahnya besarakan memiliki banyak sub atau bagian keragaman budaya. Misalnya diPulau Sumatra, bahasa Batak terbagi menjadi beberapa rumpun.

Proses lain seperti kolonialisme, perang, dan globalisasi telahmenyebabkan populasi asing menetap di daerah baru dan berinteraksidengan penduduk setempat. Akibatnya terbentuk komunitas masyarakatyang dipengaruhi oleh beberapa budaya. Dari setiap keragaman budayayang terus berinteraksi tersebut, kemudian lahir kebudayaa baru.

Dalam sebuah kebudayaan terdapat unsur-unsur budaya universal.Kluckhon, dalam karyanya Universal Categories of Culture, membagisistem budaya universal tersebut ke dalam tujuh unsur kebudayaan.Istilah budaya universal menurut Koentjaraningrat mengacu pada unsur-unsurkebudayaan yang bersifat universal sehingga dapat ditemukan padaberbagai kebudayaan bangsa-bangsa. Tujuh unsur kebudayaan universaltersebut adalah:

a. Bahasa

b. Sistem pengetahuan

c. Sistem organisasi kemasyarakatan

d. Sistem peralatan hidup dan teknologi

e. Sistem mata pencarian hidup dan sistem ekonomi

f. Sistem religi

g. Kesenian

Sebagai bangsa yang majemuk, Indonesia tersusun atas beragamkebudayaan. Berdasarkan hasil Sensus Penduduk 2020, keseluruhansuku bangsa yang terdapat di Indonesia mencapai 714 suku bangsa.Keberagaman budaya atau pluralitas ini dibangun karena adanya berbagaikebudayaan lokal. Terdapat 6.000 bahasa etnik di dunia dan 1.200 bahasaetnik/daerah tersebut dapat ditemukan di Indonesia. Dari 1.200 bahasatersebut, 33% merupakan bahasa Papua dan sisanya terbagi menjadibahasa Austronesia yang tersebar di ribuan pulau di Indonesia.

Keragaman budaya merupakan kekayaan bangsa yang perlu kitalestarikan. Tidak hanya untuk kegiatan pariwisata, tetapi pelestarianbudaya juga perlu dilakukan untuk kepentingan generasi penerus bangsaagar tidak kehilangan jati diri kebudayaannya. Pelestarian budaya daerahperlu dilakukan karena setiap budaya daerah adalah bagian dari budayanasional, kebudayaan nasional Indonesia turut menjadi bagian darikebudayaan global.

 

Bahan Bacaan Guru

Secara interaktif guru dan peserta didik dapat berbagi sudut pandangterkait dengan keanekaragaman suku bangsa dan komunitas diIndonesia. Peserta didik diajak untuk mengaitkan dengan temasebelumnya yakni diferensiasi atau keberagaman atas ras, etnis,agama dan gender. Peserta didik memperoleh informasi bahwaterdapat kelompok-kelompok budaya di Indonesia yang mendukungkeberagaman kebudayaan di Indonesia. Dalam kerangka ke-IPSan,tema ini mengembangkan kemampuan Peserta didik untukmembedakan manakah yang merupakan pembagian kelompok secarahorizontal dan manakah yang merupakan pembagian kelompokatas dasar lapisan sosial atau secara vertikal. Keduanya berbeda danmemiliki peranan dalam kelangsungan hidup dan proses sosialisasidalam masyarakat. Keterdapatan perbedaan kondisi lingkunganisik wilayah akan memengaruhi keberagaman budaya. Adanyaseorang tokoh yang dianggap berpengaruh terhadap suatu wilayah,melahirkan kesepakatan antar warga dalam mengikuti kebiasaantokoh tersebut dan menghasilkan budaya yang berbeda pula dimasing-masing wilayah di Indonesia. Keanekaragaman budayadapat menjadi potensi pariwisata, sekaligus menjadi potensi konlikyang berujung pada ancaman separatis apabila tidak dijaga. Pesertadidik diharapkan mampu menganalisis mampu membuat karyaatau melakukan aksi sosial yang relevan di lingkungan keluargadan masyarakat terdekat, kemudian melakukan releksi dari setiapproses yang sudah dilakukan.

C.   GLOSARIUM

universal       : Umum (berlaku untuk semua orang atau untuk seluruh dunia) atau bersifat (melingkupi) seluruh dunia.

D.   DAFTAR PUSTAKA

Daftar Pustaka

Adhuri, D. S., Wiratri, A., & Bismoko, A. B. 2016. “Interseksi BudayaDan Peradaban Negara-negara Di Samudra Hindia: PerspektifIndonesia”. Masyarakat Indonesia, 41(2), 115-126, https://doi.org/10.14203/jmi.v41i2.310.

Alisjahbana Armida Salsiah, Murniningtyas Endah. 2018. TujuanPembangunan Berkelanjutan di Indonesia. Bandung: UNPAD Press.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). 2019. Bencana Alam diProvinsi Yogyakarta. http://bnpb.cloud/dibi/xdibi_list/.

Badan Perencana Pembangunan Nasional. 2016. Laporan Prakarsa StrategisBidang Kemaritiman. Jakarta: Bappenas.

Badan Pusat Statistik. 2019. Statistik Pertambangan Minyak dan Gas Bumi.Jakarta: BPS.

Banowati Eva, Sriyanto. 2013. Geografi Pertanian. Yogyakarta: Ombak.

______________ . 2012. Geografi Indonesia. Yogyakarta: Ombak.

Daldjoeni. 2014. Pokok-Pokok Klimatologi. Yogyakarta: Ombak.

Danandjaja, James. 1994. Folklor Indonesia. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.

Department of Economic and Social Affairs. 2019. Growing at a slowerpace, world population is expected to reach 9.7 billion in 2050 and couldpeak at nearly 11 billion around 2100. Artikel. https://www.un.org/development/desa/en/news/population/world- populationprospects-2019.html pada 21-08-2020

Erman, Erwiza. 2011. “Penggunaan Sejarah Lisan dalam HistoriografiIndonesia”. Jurnal Masyarakat & Budaya, 13 (1), 1-22, https://doi.org/10.14203/jmb.v13i1.94.

Franz Adler. 2014. “The Value Concept in Sociology”. American Journal ofSociology. Volume 62, Number 3.

Giddens, A., Duneier, M., Appelbaum, R. P., & Carr, D. 2018. Introduction toSociology. New York: W. W. Norton & Company, Inc.

Goujon A. 2018. Human Population Growth. In: Reference Module in EarthSystems and Environmental Sciences. h. 1907-1912 Elsevier. ISBN 978-0-12-409548-9 DOI:10.1016/B978-0-12-409548-9.10755-9.

Graha, Andi Nu. 2012. Pengembangan Masyarakat Pembangunan melaluipendampingan sosial dalam konse pemberdayaan di bidang ekonomi.

Jurnal Ekonomi Modernisasi, 5(2), 117-126. https://doi.org/10.21067/jem.v5i2.243

Griffiths, H., dkk. 2017. Introduction to Sociology 2. Texas: OpenStax.

Grusec, J. E., & Hastings, P. D. 2015. Handbook of Socialization: theory andresearch. NY: The Guilford Press. h. 1, 13, 20.

Habibi, Maksum dan Gunadi. 2014. Pengantar Ekonomi dan Bisnis BidangKeahlian Bisnis dan Manajemen. Jakarta: Yudhistira.

Hadi, A. P. 2010. Konsep pemberdayaan, partisipasi dan kelembagaan dalampembangunan. Yayasan Agribisnis/Pusat Pengembangan MasyarakatAgrikarya (PPMA).

Harahap, Erni Febian. 2012. “Pemberdayaan Masyarakat dalam BidangEkonomi untuk Mewujudkan Ekonomi Nasional yang tanggung danMandiri”. Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan, 3(2), 78-96.

Herlina, N. 2020. Metode Sejarah. Bandung: Satya Historika.

Hutomo, Mardi Yatno. 2000. Pemberdayaan Masyarakat dalam BidangEkonomi: Tinjauan Teoritik dan Implementasi. Naskah No 20, Juni-Juli2000.

Kartodirjo, Sartono. 2014. Pengantar Sejarah Indonesia Baru: 1500-1900.Yogyakarta: Ombak.

Kementerian Kelautan dan Perikanan. 2019. Laporan Tahunan 2018. Jakarta:KKP.

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman. 2019. Laporan Kinerja2018. Jakarta: Kemenko Bidang Maritim.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. 2018. Status Hutan danKehutanan Indonesia 2018. Jakarta: KLHK

Koentjaraningrat. 1985. Kebudayaan Mentalitas dan Pembangunan. Jakarta:Gramedia.

Korlantas Polri. 2013. Polantas dalam Angka 2013. www.korlantas.polri.go.id.

Kotarumalos, Nur Aisyah. 2010. “Mengkonstruksi Identitas Diaspora Malukudi Negeri Belanda”. Masyarakat Indonesia. 36 (1), 123-144, https://media.neliti.com/media/publications/150453-ID-mengkonstruksiidentitas-diapora-maluku.pdf.

Kotler, Philip dan Gary Amstrong. 2008. Prinsip-prinsip Pemasaran Jilid I.Jakarta: Erlangga.

Krautkraemer, J. A. (2005). Economics of natural resource scarcity: The stateof the debate (No. 1318-2016-103362).

Kuntowijoyo, D. R. (2005). Pengantar Ilmu Sejarah. Sleman: BentangPustaka.

Lembar Fakta Forest Watch Indonesia 2019. 2019. diakses dari http://fwi.or.id/wp-content/uploads/2019/10/FS_Deforestasi_FWI_small.pdf

Muta’ali, Lutfi. 2013. Pengembangan Wilayah Perdesaan (PerspektifKeruangan). Yogyakarta: Badan Penerbit Fakultas Geografi (BPFG).

Noor, Djauhari. 2014. Pengantar Geologi. Sleman: deepublish.

Noor, Munawar. 2011. “Pemberdayaan Masyarakat”. Junal CIVIS, 1(2), 87-99.

Prihandito Aryono. 1989. Kartografi. Yogyakarta: PT Mitra Gama Widya.Rambe, Tappil., et al. 2019. Sejarah Politik dan Kekuasaan. Medan: KitaMenulis.

Resosoedarmo Soedjiran, Kartawinata Kuswata, Soegiarto Aprilani. 1987.Pengantar Ekologi. Bandung: Remadja Karya.

Ricklefs, M.C., et al. 2013. Sejarah Asia Tenggara dari Masa Prasejarahsampai Kontemporer. Depok: Komunitas Bambu.

Robert S. Pindyck dan Daniel L Rubinfeld. 2013. Mikroekonomi. Jakarta:Erlangga

Romansara, Enos. H. 2015. “Memahami Kebudayaan Lokal Papua: Suatu

Pendekatan Pembangunan yang Manusiawi di Tanah Papua”. JurnalEkologi Birokrasi. 1 (1), 47-57 https://doi.org/10.31957/jeb.v1i1.491.

Saihu, Ade. 2020. Merawat Pluiralisme Merawat Indonesia. Yogyakarta:Deepublish.

Siska, Y. 2015. Manusia dan Sejarah: Sebuah Tinjauan Filosofis. Sleman:Garudhawaca.

Sobarna, A. 2003. “Konsep pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat miskinperkotaan”. Mimbar: Jurnal Sosial dan Pembangunan, 19 (3), 316-329.

Sodik, Abror., dan Musthofa, Muhamad Wakhid. 2018. “Analisis StrategiPenyebaran Agama-Agama di Indonesia dari Pra Hingga Era Moderndengan Pendekatan Teori Permainan Matematika”. HISBAH: JurnalBimbingan Konseling dan Dakwah Islam, 15 (1), 99-113, https://doi.org/10.14421/hisbah.2018.151-08.

Soekmono. 1992. Sejarah Kebudayaan Indonesia 3. Yogyakarta: Kanisius.

Sofiana, Anas. 2017. “Ratu Kalinyamat Penguasa Wanita Jepara Tahun 1549-1579.” Avatara 5.3. https://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/index.php/avatara/article/view/21467.

Stolley, K. S. 2005. The basics of sociology. CT: Greenwood Press.

Suharyono, Amien M. 2013. Pengantar Filsafat Geografi. Yogyakarta: Ombak

Suryanegara, Ahmad Mansur. 2015. Api Sejarah Jilid 1. Bandung Suryadinasti.

Susanti, S. 2016. “Nasionalisme dan Gerakan Mulih Njowo, 1947dan 1954”. Jurnal Sejarah Citra Lekha, 1(2), 107-120, https://doi.org/10.14710/jscl.v1i2.12767.

Syefriyeni. 2018. “Karakteristik Pengetahuan Orang Melayu”. Intizar. 24 (2), 265-271,<doi.org/10.19109/intizar.v24i2.2730>.

T., Vyain, S., Bry, J., & Jones, F. 2017. Introduction to Sociology 2. Texas:OpenStax.

Tim Nasional Penulisan Sejarah Indonesia. 2010. Sejarah Nasional Indonesia.Jakarta: Balai Pustaka.

Tim. 2012. Indonesia dalam Arus Sejarah. Jakarta: Ichtiar Baru van Hoeve.

Tyasyono Bayong. 2004. Klimatologi Edisi Kedua. Bandung: ITB.

Usrah, Cut Rizka AI. 2015. “Laksamana Keumalahayati Simbol PerempuanAceh (Peranan dan Perjuangannya dalam Lintasan Sejarah KerajaanAceh Darussalam 1589-1604)”. Skripsi. Medan: Universitas NegeriMedan.

Wolters, O.W. 2011. Kemaharajaan Maritim Sriwijaya & Perniagaan Dunia.Depok: Komunitas Bambu.

Worosetyaningsih, Tri. 2019. Kehidupan Masyarakat pada Masa Praaksara,Masa Hindu Budha, dan Masa Islam. Ponorogo: Myria Publisher.

Sumber Gambar

https://cdn.bmkg.go.id/Web/2020.10_CH_GSMAP.png

https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/6/64/Bali_ngaben_pelebon_cremation_ceremony_Indonesia.jpg

https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Dewaruci.jpg

https://web.archive.org/web/20161016172930/http://www.panoramio.com/photo/42125739

https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Gedung_Batu_Temple_Semarang.jpg

https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Lawang_sewu.jpg

https://www.esdm.go.id/id/media-center/arsip-berita/progresssmelter-pt-fi-capai-386-akhir-tahun-2022-selesai

https://www.esdm.go.id/assets/imagecache/bodyView/arsip-beritadivestasi-51-saham-pt-fi-simbol-kedaulatan-negara-tympxrm.jpg

https://geoportal.esdm.go.id/indonesia-overview/

https://cdn.idntimes.com/content-images/post/20190412/infografisutang-luar-negeri-4-tahun-trakhir-1-a18ef6c7f68ceec3ba4b98b6f1952ea5.png

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA

IPS FASE D KELAS VII

 


INFORMASI UMUM

A. IDENTITAS MODUL

Penyusun

Instansi

Tahun Penyusunan

Jenjang Sekolah

Mata Pelajaran

Fase / Kelas

Tema 04

Materi

Elemen

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Capaian Pembelajaran 4

 

Alokasi Waktu

:

:

:

:

:

:

:

:

:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

:

 

:

.....................................

SMP …………………

Tahun 2022

SMP

Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)

D / VII

Pemberdayaan Masyarakat

Sejarah Lokal

a) Elemen pemahaman dan ruang lingkup pembelajaran

  • Keruangan dan konektivitas antar ruang dan waktu: materi ini berkaitan dengan pemahaman terhadap kondisi sosial dan lingkungan alam serta kesejarahan dalam konteks lokal dan nasional. Materi ini juga terkait dengan pembelajaran tentang kondisi geografis Indonesia dan pengaruhnya terhadap aktivitas sosial, ekonomi.
  • Perkembangan masyarakat Indonesia dari masa pra aksara, kerajaan-kerajaan di NusantaraInteraksi, Sosialisasi, institusi sosial, dan dinamika sosial; materi ini berkaitan dengan pembentukan identitas diri, merefleksikan keberadaan diri di tengah keberagaman dan kelompok yang berbeda-beda
  • Kegiatan manusia dalam memenuhi kebutuhannya: materi ini berkaitan tentang peran diri, masyarakat serta negara dalam memenuhi kebutuhan bersama. Peserta didik menganalisis sejarah manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

b) Elemen keterampilan proses

  • Siswa melakukan berbagai kegiatan yang  mendukung tercapainya keterampilan proses  yang dibutuhkan untuk mempelajari dan menyelesaikan pembelajaran IPS kelas 7 antara lain: mengamati, menginvestigasi/ menyelidiki, menganalisis, merencanakan, menggambar, berdiskusi, menceritakan, membuat laporan tertulis sederhana, dan mempresentasikan.

Memahami isu pemberdayaan masyarakat dalam konteks lokal.

4 JP (2 Pertemuan Ke 52-53)

B.  KOMPETENSI AWAL

  • Mengidentiikasi salah satu sejarah lokal, peran dan sifat tokoh yang ada, serta nilai yang diperoleh setelah membaca sejarahlokal tersebut.

C.  PROFILPELAJAR PANCASILA

  • Mandiri, Kreatif, dan Bernalar kritis

D.  SARANADAN PRASARANA

Media, Sumber Belajar, dan Alat

1. Video tentang tokoh sejarah lokal di Indonesia

2. Slide Gambar tentang sejarah lokal

3. Artikel terkait sejarah Papua dari Tidore.

4. Kemendikbud. 2021. Ilmu Pengetahuan Sosial, Buku Siswa Kelas VII,Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.

5. Laptop, Proyektor, PC, Pengeras suara.

E.  TARGET PESERTA DIDIK

§  Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami materi ajar.

§  Peserta didik dengan pencapaian tinggi: mencerna dan memahami dengan cepat, mampu mencapai keterampilan berfikir aras tinggi (HOTS), dan memiliki keterampilan memimpin

F.  MODEL PEMBELAJARAN

§  Model atau kerangka pembelajaran yang memberikan gambaran sistematis pelaksanaan pembelajaran. Model pembelajaran dapat berupa model pembelajaran tatap muka, pembelajaran jarak jauh dalam jaringan (PJJ Daring), pembelajaran jarak jauh luar jaringan (PJJ Luring), dan Contextual Learning, Assignment, Group Investigation, Problem Solving, Eksperimen, Discovery Inkuiri.

KOMPNEN INTI

A.  TUJUAN KEGIATAN PEMBELAJARAN

Alur Tujuan Pembelajaran :

a.  Peserta didik diharapkan mampu mengidentiikasi salah satu sejarah lokal.

B. PEMAHAMAN BERMAKNA

  • Pemahaman pada Peserta didik tokoh sejarah merupakan pemengaruh (inluencer) bagilingkungan sekitarnya pada masanya, dalam menghadapi permasalahansosial budaya di masing masing daerah

C. PERTANYAAN PEMANTIK

  • Bagaimana relasi persatuan Maluku dan Papua pada masa Sultan Nuku? Hubungkan dengan kondisi hubungan persatuanPapua dan daerah-daerah di Indonesia.

D.  KEGIATAN PEMBELAJARAN

Kegiatan Pendahuluan

1. Guru menyapa peserta didik, memberi salam, dan dilanjutkan berdoa.

2. Guru mempersiapkan peserta didik untuk mengikuti kegiatanpembelajaran.

3. Apersepsi: peserta didik melihat tayangan video tentang salah satutokoh dalam Sejarah Lokal bangsa Indonesia.

4. Guru dapat menambahkan variasi gambar dari internet, gurumenceritakan kepada peserta didik atau melalui kegiatan tanya jawab.

Guru menentukan kegiatan yang sesuai dengan kondisi sekolah danpeserta didik. Guru memfasilitasi peserta didik untuk mengaitkan videoyang ditampilkan dengan kegiatan belajar. Guru melanjutkan denganmemberikan motivasi terkait sejarah lokal salah seorang pemengaruh(Inluencer) pada masanya dalam menghadapi kondisi sosial budayayang ada pada saat itu, yang dapat menjadi acuan permasalahan sosialbudaya yang ada saat ini. Video dengan Judul: Sultan Nuku Amiruddinmelalui tautan https://youtu.be/5LUQvOGLiGk.

5. Peserta didik dibantu guru menyimak gambaran tema dan tujuanpembelajaran dalam tema 4

6. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran pertemuan 52 dan 53tentang sejarah lokal.

 

KegiatanInti

Guru menjelaskan tentang petunjuk kerja dan tugas dari Lembar aktivitasIndividu #6 untuk mengidentiikasi salah satu sejarah lokal, peran dansifat tokoh yang ada, serta nilai yang diperoleh setelah membaca sejarahlokal tersebut. Kegiatan ini ditujukan dalam rangka memberi pemahamanpada Peserta didik tokoh sejarah merupakan pemengaruh (inluencer) bagilingkungan sekitarnya pada masanya, dalam menghadapi permasalahansosial budaya di masing masing daerah. Proses saling tukar hasil temuanpeserta didik dapat dilakukan dalam waktu singkat, kemudian gurumembuka sesi tanya jawab dengan Peserta didik tentang hasil identiikasi.Secara interaktif guru mengaitkan hasil identiikasi dengan orientasipembelajaran sejarah lokal.

Peserta didik mengidentiikasi masalah

Setelah Peserta didik mengidentiikasi peristiwa terkait sejarah lokaldi Indonesia, selanjutnya guru mendorong Peserta didik mengajukanberbagai pertanyaan yang mengarah pada HOTS. Beberapa pertanyaanyang diajukan misalnya Bagaimana relasi persatuan Maluku dan Papuapada masa Sultan Nuku? Hubungkan dengan kondisi hubungan persatuanPapua dan daerah-daerah di Indonesia.

Peserta didik Mengelola Informasi

1. Peserta didik mencari informasi terkait sejarah lokal dari buku atauinternet.

2. Guru memfasilitasi sumber lain misalnya memberikan tautan internetatau video yang mendukung penjelasan dan pendalaman sumberbelajar.

3. Untuk memperoleh informasi lebih luas Peserta didik juga dapatmelakukan browsing materi terkait sejarah lokal di Indonesia. Gurudapat memberikan beberapa tautan berita, tulisan, dan laporan video.

4. Peserta didik mengolah informasi secara individu di bawah bimbinganguru. Kegiatan ini dapat dilakukan secara bervariasi, misalnya denganContextual Learning, Assignment, Group Investigation, Problem Solving,Eksperimen, Discovery Inkuiri

Contoh : Discovery Inkuiri

a. Peserta didik diminta untuk mempelajari permasalahan atau topikyang didiskusikan, mempertimbangkan kepentingan masalah, danmembuat rumusan masalah.

b. Hipotesis dikaji oleh peserta didik dengan menggolongkan danmenguji data yang telah diperoleh, membuat rumusan yang logis,dan merumuskan hipotesis.

c. Peserta didik lebih aktif dalam memahami, mencari dan menemukanjawaban dari masalah terkait.

d. Peserta didik menganalisa pengetahuan yang diperolehnyakemudian ditransfer kepada teman sekelasnya.

5. Peserta didik memilih dan mengorganisasikan informasi yang diperoleh.

6. Guru membimbing dan mengarahkan kegiatan pembelajaran pesertadidik.

7. Guru memastikan peserta mengerjakan tugas dengan baik.

Peserta didik Merencanakan dan Mengembangkan ide

1. Hasil pengolahan informasi disajikan dalam bentuk esai/poster/blog/ceritabergambar karya lainnya.

2. Peserta didik secara mandiri membuat relasi persatuan Malukudan Papua pada masa Sultan Nuku, serta menghubungkan kondisihubungan persatuan Papua dan daerah-daerah di Indonesia sesuaipertanyaan yang tertera pada Lembar Aktivitas #7.

Peserta didik Melakukan Releksi diri dan aksi

1. Releksi dan aksi dapat dilakukan di dalam kelas atau melalui mediaberbasis internet, Peserta didik mengomunikasikan hasil pengolahaninformasi.

2. Guru memfasilitasi Peserta didik menemukan simpulan pembelajaran

3. Guru mendorong peserta didik untuk memberikan pendapat ataubertanya.

4. Penguatan dan pengayaan dilakukan untuk mengembangkankompetensi Peserta didik.

 

Penutup

1. Penilaian pembelajaran dilakukan secara lisan atau tertulis

2. Peserta didik melakukan releksi pembelajaran berkaitan dengansikap, pengetahuan, dan keterampilan.

Sikap

·      Apakah aku sudah melakukan pembelajaran secara bertanggungjawab?

·      Apakah aku sudah mengumpulkan tugas secara tepat waktu?

·      Inspirasi dari pembelajaran tentang sejarah lokal adalah ….

Pengetahuan

·      Bagaimana relasi persatuan Maluku dan Papua pada masa SultanNuku?

·      Hubungkan dengan kondisi hubungan persatuan Papua dan daerah-daerah di Indonesia ?

Keterampilan :

·      Apakah aku sudah berhasil mengambil nilai-nilai dari sejarah lokal para tokoh di Indonesia?

3. Tindak lanjut dilakukan dengan mendorong Peserta didik mempelajarilebih lanjut dan informasi pembelajaran berikutnya tentang permasalahan kehidupan Sosial Budaya.

4. Doa dan penutup.

F.  REFLEKSI

Sejarah yang kalian telah pelajari di tema sebelumnya merupakansejarah nasional Indonesia. Apakah kalian tahu bahwa terdapat sejarahdi tingkat lokal? Apakah kalian tahu sejarah mengenai Sultan Nuku, RatuKalinyamat, Laksamana Malahayati dan Syarif Abdurrahman? Bagaimanajasa dari tokoh-tokoh tersebut bagi Bangsa Indonesia? Beliau semuaadalah sosok yang hidup di dalam sejarah di tingkat lokal. Mereka semuamemperjuangkan tanah airnya dari serangan bangsa asing di mana ketikaitu sedang gencar menguasai Nusantara.

 

F.  ASESMEN/ PENILAIAN

Penilaian Proses dan Hasil Pembelajaran

a. Konsep Penilaian dan Pembelajaran IPS

Penilaian merupakan kegiatan yang bertujuan untuk memperoleh,menganalisis, menafsirkan proses dan hasil belajar peserta didik secarasistematis. Penilaian tersebut dapat digunakan untuk mengetahui tingkatkeberhasilan pencapaian kompetensi, proses pembelajaran, tingkatkesulitan belajar peserta didik, dan penentuan tindak lanjut pembelajaran.Penilaian pembelajaran IPS memakai pendekatan penilaian autentik(authentic assesment) untuk menilai kesiapan peserta didik, proses, danhasil belajar secara utuh. Hasil penilaian tersebut dapat dimanfaatkanguru dalam merencanakan program perbaikan (remedial), pengayaan(enrichment), layanan konseling, dan sebagai landasan untuk memperbaikiproses pembelajaran selanjutnya.

 

b. Teknik dan Instrumen Penilaian

Penilaian kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan dilakukanmenggunakan teknik dan instrumen penilaian. Berikut merupakanpenjabaran teknik dan instrumen penilaian dari masing-masing kompetensi.

1.  Penilaian kompetensi sikap

Teknik penilaian kompetensi sikap dapat berupa observasi, penilaiandiri, dan penilaian antar teman. Kegiatan ini bisa dilakukan oleh gurumatabpelajaran, wali kelas, dan guru bimbingan konseling (BK) yang ditulisdalam buku jurnal. Jurnal berisi catatan kejadian tertentu dan informasilain yang relevan.

 

a. Observasi

Instrumen dalam observasi yaitu lembar observasi atau jurnal. Lembarobservasi berisi catatan perilaku peserta didik berdasarkan pengamatanoleh guru mata pelajaran, wali kelas, dan guru bimbingan konseling selamasatu semester. Setiap catatan berisi deskripsi perilaku peserta didik yangdilengkapi dengan waktu dan tempat pengamatan tersebut.

Jika terjadi perubahan sikap peserta didik dari yang kurang baikmenjadi baik maka dalam jurnal harus ditulis bahwa sikap peserta didiktersebut telah baik atau bahkan sangat baik. Hal yang dicatat dalamjurnal bisa berupa sikap kurang baik, baik, maupun sangat baik, sertaperkembangan perubahan sikap peserta didik. Berikut merupakan contohlembar observasi penilaian sikap peserta didik selama satu semester:

 

Contoh Tabel Jurnal Pengembangan Sikap

No

Tanggal

Nama Siswa

Catatan Perilaku

Butir Sikap

   1

 

 

 

 

2

 

 

 

 

3

 

 

 

 

4

 

 

 

 

dst

 

 

 

 

 

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan penilaiansikap menggunakan teknik observasi :

·      Jurnal penilaian sikap ditulis oleh guru mata pelajaran, wali kelas, dan guru BK selama satu semester.

·      Penilaian oleh wali kelas dapat menggunakan 1 (satu) jurnal untuk satu kelas yang menjadi tanggung-jawabnya. Penilaian oleh guru mata pelajaran dapat menggunakan 1 (satu) jurnal untuk setiap kelas yang diajarnya, dan penilaian oleh guru BK dapat menggunakan 1 (satu) jurnal untuk setiap kelas di bawah bimbingannya.

·      Penilaian perkembangan sikap sipritual dan sikap sosial peserta didik bisa dicatat dalam satu jurnal yang sama atau dalam 2 (dua) jurnal berbeda.

·      Peserta didik yang dicatat dalam jurnal adalah peserta didik yang menunjukkan perilaku yang sangat baik maupun kurang baik secara alami.

·      Pencatatan jurnal dilakukan dengan segera seperti ketika wali kelas, guru mata pelajaran, maupun guru BK menyaksikan atau memperoleh informasi terpercaya mengenai perilaku peserta didik.

·      Jika peserta didik pernah menunjukkan sikap kurang baik tetapi selama satu semester tersebut menunjukan perkembangan ke arah sikap baik, maka sikap baik tersebut juga dicatat dalam jurnal.

·      Guru mata pelajaran dan guru BK merangkum catatan jurnal perkembangan sikap spiritual dan sikap sosial setiap peserta didik dan menyerahkannya kepada wali kelas untuk diolah lebih lanjut

Berikut merupakan contoh jurnal penilaian (perkembangan) sikapspiritual dan sikap sosial oleh wali kelas.

Contoh Jurnal Penilaian Sikap Spiritual

Nama Sekolah: SMP .............................

Kelas/Semester   : VII/II

Tahun Pelajaran: 2022/2023

No

Waktu

Nama Siswa

Catatan Perilaku

Butir Sikap

   1

19/07/22

Haidar

Tidak mengikuti sholatDzuhur berjamaah disekolah.

Ketaqwaan

2

19/07/22

Halwa

Mengganggu temanketika berdoa sebelumkegiatan pembelajaran.

Ketaqwaan

3

19/07/22

Sugi

Mengajak temanberdoa sebelumolahraga badminton disekolah.

Ketaqwaan

4

19/07/22

Said

Berpartisipasi sebagaipanitia perayaankeagamaan di sekolah.

Toleransi

beragama

 

Contoh Jurnal Penilaian Sikap Sosial

Nama Sekolah: SMP .............................

Kelas/Semester   : VII/II

Tahun Pelajaran: 2022/2023

No

Waktu

Nama Siswa

Catatan Perilaku

Butir Sikap

   1

12/07/22

Haidar

Membantu seorangteman yang kesulitanmenyebrang jalan didepan sekolah.

Kepedulian

2

26/08/22

Halwa

Menyerahkandompet yangditemukan di kantinsekolah kepada walikelas.

Kejujuran

3

26/09/22

Sugi

Tidak menggunakanatribut upacara disekolah denganlegkap.

Kedisiplinan

4

25/10/22

Said

Berinisiatifmenyiram tanamanyang mulai kering.

Kepedulian

Contoh format di atas dapat digunakan guru mata pelajaran danguru BK dalam penilain sikap spiritual dan sosial. Catatan tersebut jugadapat dibuat dalam satu tabel yang sama dengan menambahkan kolomketerangan pada bagian paling kanan untuk menuliskan keterangan jenissikap yang ditulis. Berikut merupakan contoh tabel jurnal penilaian sikap(spiritual dan sosial) yang dijadikan dalam satu tabel:

 

Contoh Jurnal Penilaian Sikap

Nama Sekolah: SMP .............................

Kelas/Semester   : VII/II

Tahun Pelajaran: 2022/2023

 

No

Waktu

Nama Siswa

Catatan Perilaku

Butir Sikap

Ket.

   1

19/07/22

Haidar

Membantuseorang temanyang kesulitanmenyebrangjalan di depansekolah

Ketaqwaan

Sosial

2

19/07/22

Halwa

Mengajak temanberdoa sebelumolahragabadminton disekolah.

Kepeduliaan

Spiritual

3

19/07/22

Sugi

Menggangguteman ketikaberdoa sebelumkegiatanpembelajaran.

Toleransi

beragama

Spiritual

4

18/11/22

Said

Berinisiatifmenyiramtanaman yangmulai kering.

Ketaqwaan

Sosial

 

b. Penilaian Diri (Self Assesment)

Penilaian diri merupakan teknik penilaian terhadap diri sendiri olehpeserta didik dengan mengIdentifikasi kelebihan dan kekurangan sikappeserta didik dalam berperilaku. Teknik penilaian ini dapat digunakanuntuk menumbuhkan nilai-nilai kejujuran dan meningkatkan kemampuanreleksi diri peserta didik. Satu tabel penilaian diri dapat digunakan untukpenilaian sikap spiritual dan sikap sosial. Berikut merupakan contohlembar penilaian diri menggunakan Likert Scale.

Contoh Lembar Penilaian Diri Siswa (Likert Scale)

Nama teman yang dinilai:..................

Nama penilai:..................

Kelas:....................

Semester:....................

Berilah tanda centang  pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengankeadaan sebenarnya

No

Pernyataan

Skala

1

2

3

4

   1

Saya berdoa sebelum melakukan kegiatan

 

 

 

 

2

Saya melaksanakan ibadah sholat tepat waktu

 

 

 

 

3

Saya berani mengakui kesalahan jika memang

bersalah

 

 

 

 

4

Saya mengumpulkan tugas sesuai jadwal yang

diberikan

 

 

 

 

5

Saya mengembalikan barang yang saya pinjam

dalam kondisi baik

 

 

 

 

6

Saya meminta maaf jika melakukan kesalahan

 

 

 

 

7

Saya datang ke sekolah tepat waktu

 

 

 

 

Keterangan:

1 = sangat jarang

2 = jarang

3 = sering

4 = selalu

 

c. Penilaian Antar Teman

Penilaian antar teman adalah teknik penilaian yang dilakukan pesertadidik terhadap peserta didik yang lain mengenai sikap/perilaku pesertadidik. Penilaian antarteman dapat digunakan untuk menumbuhkan nilaikejujuran, tenggang rasa, dan saling menghargai. Satu lembar penilaiandiri dapat digunakan untuk penilaian sikap spiritual dan sikap sosial.

Berikut merupakan contoh lembar penilaian antarteman menggunakanLikert Scale.

Contoh Lembar Penilaian Diri Siswa (Likert Scale)

Nama: ..................

Kelas:....................

Semester:....................

Berilah tanda centang pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengankeadaan sebenarnya

No

Pernyataan

Skala

1

2

3

4

   1

Teman saya berkata jujur kepada orang lain

 

 

 

 

2

Teman saya mengerjakan ulangan dengan jujur

 

 

 

 

3

Teman saya mentaati tata-tertib sekolah

 

 

 

 

4

.....................................

 

 

 

 

Keterangan:

1 = sangat jarang

2 = jarang

3 = sering

4 = selalu

Pada dasarnya teknik penilaian diri ini tidak hanya untuk aspek sikap,tetapi juga dapat digunakan untuk menilai kompetensi dalam aspekkete rampilan dan pengetahuan.

 

2. Penilaian Kompetensi Pengetahuan

a) Pengertian Penilaian Pengetahuan

Penilaian pengetahuan merupakan penilaian yang dilakukan untukmengetahui kemampuan peserta didik berkaitan dengan penguasaanpengetahuan faktual, konseptual, maupun prosedural serta kecakapanberpikir tingkat rendah hingga tinggi. Guru dapat memilih teknikpenilaian yang disesuaikan dengan karakteristik kompetensi yang akandinilai. Penilaian diawali dengan perencanaan pada saat menyusunrencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Hasil penilaian pengetahuanyang dilakukan selama dan setelah proses pembelajaran dinyatakan dalambentuk angka dengan rentang 0-100.

b) Teknik Penilaian Pengetahuan

Teknik penilaian pengetahuan yang akan digunakan dapat disesuaikandengan karakteristik masing-masing Kmpetensi Dasar (KD). Teknikpenilaian pengetahuan yang sering digunakan yaitu tes tertulis, tes lisan,dan penugasan. Berikut merupakan penjabaran dari berbagai teknikpenilaian pengetahuan.

Contoh Teknik Penilaian Pengetahuan

Teknik

Bentuk Instrumen

Tujuan

Tes tertulis

Pilihan ganda, benar-salah,menjodohkan, isian ataumelengkapi, dan uraian.

Mengetahui kemampuanpenguasaan pengetahuanpeserta didik dalam prosespembelajaran.

Tes lisan

Tanya jawab

Mengetahui pemahamanpeserta didik sebagaidasar perbaikan prosespembelajaran

Penugasan

Tugas individu dan kelompok

Memfasilitasi penguasaanpengetahuan pesertadidik selama prosespembelajaran.

 

1. Tes Tertulis

Tes tertulis merupakan soal dan jawaban disajikan secara tertulis, misalnyapilihan ganda, benar-salah, dan uraian. Langkah-langkah pengembangan testertulis:

 

Kisi-kisi Tes Tertulis

Nama Sekolah    : SMP .............................

Kelas/Semester   : VII/II

Tahun Pelajaran: 2022/2023

Mata Pelajaran: IPS

 

No

Kompetensi

Dasar

Materi

Indikator

Soal

Bentuk

Soal

Jumlah

Soal

1

MengIdentifikasi sejarah lokal

Sejarahlokal

Pesertadidik diharapkan mampumengIdentifikasisalah satu sejarah lokal.

Tes Tertulis

2

Butir soal:

1. Bagaimana relasi persatuan Maluku dan Papua pada masa Sultan Nuku?

2. Hubungkan dengan kondisi hubungan persatuan Papua dan daerah-daerah di Indonesia ?

Pemberian skor Tes Tertulis

No.

Soal

Kunci Jawaban

Skor

1

Sultan Nuku, Sultan Nuku pernah mengangkat bala tentara laut asal Biak yang dipimpin oleh Gurabesi. Dan Gurabesi diberikan tempat didaerah Raja Ampat.

2

2

hubungan relasi antara Maluku dan Papua pada masa Sultan Nuku adalah Sultan Nuku, Sultan Nuku pernah mengangkat bala tentara laut asal Biak yang dipimpin oleh Gurabesi. Dan Gurabesi diberikan tempat didaerah Raja Ampat.Sultan Tidore dianggap sebagai bapak oleh orang-orang Papua. dan hubungan antara kondisi persatuan Papua yaitu pada saat itu, Presiden Soekarno membentuk sebuah Provinsi Irian Barat yang beribukota di Soasiu, Tidore, dengan Sultan Tidore saat itu, Zainal Abidin Syah, didaulat sebagai Gubernur pertama Irian Barat (Papua)

2

Total Skor Maksimum

4

 

2. Tes Lisan

Tes lisan merupakan pertanyaan yang diberikan guru secara lisan kepadapeserta didik yang jawaban atas pertanyaan tersebut juga disampaikan secaralisan. Tes ini bertujuan untuk mengetahui penguasaan pengetahuan pesertadidik dan menumbuhkan kemampuan berkomunikasi. Pemberian tes lisandapat dilakukan pada saat pembelajaran berlangsung. pertanyaanpada tes lisan:

·      Bagaimana relasi persatuan Maluku dan Papua pada masa Sultan Nuku?

·      Hubungkan dengan kondisi hubungan persatuan Papua dan daerah-daerah di Indonesia ?

 

 

3. Penugasan

Penugasan adalah pemberian tugas untuk meningkatkan pengetahuanpeserta didik. Tugas dapat dikerjakan baik secara individu maupunkelompok sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai. Berikutmerupakan contoh kisi-kisi tugas dan contoh pedoman penskorannya.

Nama Sekolah    : SMP .............................

Kelas/Semester   : VII/II

Tahun Pelajaran: 2022/2023

Mata Pelajaran: IPS

Kompetensi

Dasar

Materi

Indikator

Teknik

Penilaian

MengIdentifikasi sejarah lokal

Sejarahlokal

Pesertadidik diharapkan mampumengIdentifikasisalah satu sejarah lokal.

Penugasan

 

Contoh Pedoman Pemberian Skor Tugas

No Soal

Aspek yang Dinilai

Skor

1

Jelaskan apa yang dimaksud dengan Sejarah lokal

0-2

2

Bagaimana relasi persatuan Maluku dan Papua pada masa Sultan Nuku

0-3

3

Hubungkan dengan kondisi hubungan persatuan Papua dan daerah-daerah di Indonesia

0-3

4

Menjelaskanmanfaat Sejarah lokal

0-2

Total Skor Maksimum

10

 

3. Penilaian Keterampilan

a) Pengertian Penilaian Keterampilan

Penilaian keterampilan dilakukan untuk mengetahui kemampuanpeserta didik dalam menerapkan pengetahuan yang telah diperolehuntuk melakukan tugas tertentu sesuai dengan indikator pencapaiankompetensi. Penilaian ini dapat dilakukan dengan berbagai teknik, sepertipenilaian kinerja dan penilaian proyek. Berikut merupakan contoh kisi-kisipenilaian keterampilan, tugas, dan pedoman pemberian skor.

 

b) Teknik Penilaian Keterampilan

• Penilaian kinerja

Berikut ini Kisi-kisi Penilaian Kinerja, soal/tugas, pedomanpemberian skor:

 

Kisi-kisi Penilaian Kinerja

Nama Sekolah    : SMP .............................

Kelas/Semester   : VII/II

Tahun Pelajaran: 2022/2023

Mata Pelajaran: IPS

No

Kompetensi

Dasar

Materi

Indikator

Teknik

Penilaian

1

MengIdentifikasi sejarah lokal

Sejarahlokal

Pesertadidik diharapkan mampumengIdentifikasisalah satu sejarah lokal.

 

 

Rubrik Pemberian Skor Penilaian Kinerja

No

Aspek yang Dinilai

Skala

0

1

2

3

4

   1

Merencanakan pengamatan

 

 

 

 

 

2

Melakukan pengamatan

 

 

 

 

 

3

Membuat laporan

 

 

 

 

 

Jumlah:

 

Penilaian diberikan dengan memperhatikan aspek proses dan produk.Guru dapat menetapkan bobot pemberian skor yang berbeda antara satudan aspek yang lainnya dengan memperhatikan karakteristik kompetensiyang dinilai.

Rubrik Penilaian Kinerja

No

Indikator

Rubrik

1

Menyiapkan bahan

yang diperlukan

2 = Menyiapkan seluruh alat dan bahan yangdiperlukan.

1 = Menyiapakan sebagian alat dan bahan yangdiperlukan.

0 = Tidak menyiapkan alat bahan

2

Pengamatan

4 = Melakukan empat langkah kerjadengan tepat

3 = Melakukan tiga langkah kerja dengantepat.

2 = Melakukan dua langkah kerja dengantepat.

1 = Melakukan satu langkah kerja dengantepat.

0 = Tidak melakukan langkah kerja.

 

Langkah kerja:

1. Menyiapkan kertas gambar ukuran A4.

2. Menggambar sejarah lokal.

3.Mencantumkan sejarah lokal padagambar yang di buat.

4. Memberikan warna pada kenampakanobjek yang di gambar pada sejarah lokal.

3

Membuat laporan

3 = Memenuhi 3 kriteria

2 = Memenuhi 2 kriteria

1 = Memenuhi 1 kriteria

0 = Tidak memenuhi kriteria

 

Kriteria laporan:

1. Memenuhi sistematika laporan (judul, tujuan,alat dan bahan, prosedur, data pengamatan,pembahasan, kesimpulan)

2. Data, pembahasan, dan kesimpulan benar

3. Komunikatif

 

 

• Penilaian proyek

Penilaian proyek merupakan kegiatan yang bertujuan untukmengetahui kemampuan peserta didik dalam mengimplementasikanpengetahuannya melalui penyelesaian suatu tugas dalam waktu tertentu.Penilaian ini dapat digunakan untuk mengukur satu maupun beberapaKompetensi Dasar (KD) dalam satu atau beberapa mata pelajaran.

Kegiatan yang dilakukan dimulai dengan perencanaan, pengumpulan,pengorganisasian, pengolahan, penyajian, dan pelaporan. Beberapa halyang perlu dipertimbangkan dalam penilaian proyek, yaitu:

1) Pengelolaan

Kemampuan peserta didik untuk menentukan tema atau topik,mengumpulkan informasi, pengolahan data, dan penulisan laporan.

2) Relevansi

Tema yang dipilih sesuai dengan Kompetensi Dasar (KD).

3) Keaslian

Laporan atau produk yang dibuat peserta didik merupakan hasilkaryanya.

4) Inovasi dan Kreativitas

Terdapat unsur-unsur kebaruan dan berbeda pada produk yangdihasilkan peserta didik.

 

Kisi-kisi Penilaian Proyek

Nama Sekolah    : SMP .............................

Kelas/Semester   : VII/II

Tahun Pelajaran: 2022/2023

Mata Pelajaran: IPS

No

Kompetensi

Dasar

Materi

Indikator

Teknik

Penilaian

1

MengIdentifikasi sejarah lokal

Sejarahlokal

Pesertadidik diharapkan mampumengIdentifikasisalah satu sejarah lokal.

Penilaian Proyek

Proyek : Buatlah poster salah satu tujuan sejarah lokal menggunakan kertas gambar ukuran A3, pensil warna atau cat air denganmemperhatikan hal- hal berikut!

1. Pilihlah salah satu tujuan sejarah lokal.

2. Amati tujuan tersebut apakah telah tercapai atau belum tercapai diIndonesia lalu sampaikan dalam poster.

3. Gambar salah satu tujuan sejarah lokal yang telahdipilih!

4. Tuliskan sejarah lokal konsep dari poster yang akan peserta didik sampaikan!

5. Laporkan hasilnya secara lisan!

 

Rubrik Pemberian Skor Proyek

No

Pernyataan

Skor

1

2

3

4

   1

Kemampuan peserta didik dalam merencanakan

 

 

 

 

2

Kemampuan menggambar poster

 

 

 

 

3

Kemampuan penyampaian konsep berdasarkanposter yang digambar

 

 

 

 

4

Kemampuan mempresentasikan isi poster

 

 

 

 

5

Produk Poster

 

 

 

 

Skor Maksimum

15

Catatan:

Guru bisa menetapkan bobot yang berbeda-beda antara aspek satu dan lainnya

pada pemberian skor dengan memperhatikan karakteristik Kompetensi Dasar

(KD) atau keterampilan yang dinilai.

 

Rubrik Penilaian Proyek

No

Pernyataan

Keterangan

1

Kemampuan Perencanaan

2 = perencanaan lengkap (bahan, carakerja, hasil), dan rinci

1 = perencanaan kurang lengkap

0 = tidak ada perencanaan

2

Kemampuan menggambarposter secara tepat sesuaidengan salah satu tujuansejarah lokal

2 = menggambar dan mewarnai posterdengan baik dan interpretasi tujuansejarah lokaldalamposter tepat.

1 = menggambar dan memberikan warna pada poster tetapi salahdalam menginterpretasikan tujuansejarah lokalyangdipilih.

0 = gambar tidak diberi warna dantidak tepat dalam menginterpretasikantujuan sejarah lokal yang dipilih.

 

G.  KEGIATAN PENGAYAAN DAN REMEDIAL

Remedial

Kegiatan remidi diberikan dalam bentuk penugasan diluar jam pembelajaranyakni dengan meminta Peserta didik untuk melakukan wawancara denganketua komunitas yang ada di sekitar tempat tinggal mereka. Wawancaradapat dilaksanakan kepada ketua lembaga pemberdayaan masyarakatdesa yang berupa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Dana Sehat, PosPelayanan Terpadu (Posyandu), Pondok Bersalin Desa (Polindes), Pos ObatDesa (POD), dan Karang Taruna Husada. Poin yang perlu mereka tanyakanmeliputi tugas dan fungsi komunitas tersebut. Laporan disajikan dalambentuk laporan hasil wawancara sederhana.

 

Pengayaan

Peserta didik diminta untuk membaca artikel yang berjudul sejarah Papua dari Tidore. Kemudian setelah selesai membaca, peserta didik diminta untukmembuat ringkasan dari artikel tersebut.

 

LAMPIRAN

A.  LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

 

Nama :

Kelas :

Petunjuk!

 

B.  BAHAN BACAAN GURU & PESERTA DIDIK

Bahan BacaanPeserta Didik

B. Permasalahan Kehidupan Sosial Budaya

Keberagaman budaya di Indonesia telah dimulai pada saat yang sangatlama. Kondisi geografis Indonesia dengan keragaman kondisi fisik turutmewarnai keberagaman tersebut. Masyarakat di berbagai wilayah diIndonesia selanjutnya memiliki tokoh panutan, yang setiap tindakannyadijadikan teladan. Tokoh tersebut saat ini setara dengan para influenceratau dalam KBBI dikenal sebagai pemengaruh di sosial media. Tokohtersebut secara kesepakatan pendukungnya dijadikan sebagai simbol,juga pengaruhnya dapat memengaruhi keragaman budaya yang berangkatdari isu atau permasalahan yang memicu perlawanan yang dilakukannya.Keteladanan dari perlawanan para tokoh ini ada beberapa yang masihberhubungan atau relatable dengan permasalahan sosial budaya dikehidupan zaman milenial saat ini.

 

1. Sejarah Lokal

Sejarah yang kalian telah pelajari di tema sebelumnya merupakansejarah nasional Indonesia. Apakah kalian tahu bahwa terdapat sejarahdi tingkat lokal? Apakah kalian tahu sejarah mengenai Sultan Nuku, RatuKalinyamat, Laksamana Malahayati dan Syarif Abdurrahman? Bagaimanajasa dari tokoh-tokoh tersebut bagi Bangsa Indonesia? Beliau semuaadalah sosok yang hidup di dalam sejarah di tingkat lokal. Mereka semuamemperjuangkan tanah airnya dari serangan bangsa asing di mana ketikaitu sedang gencar menguasai Nusantara.

 

a. Sultan Nuku: Pembawa Persatuan Multikultur Maluku danPapua

Pada tahun 1780 seluruh daerah Maluku dan melibatkan Papua mengalamipergolakan dalam pergantian takhta di Kerajaan Tidore. Tokoh yangmempunyai peran sentral adalah Nuku bersama Kamaluddin, adiknya.Setelah Sultan Gaizira meninggal pada April 1780, Belanda mempunyaigagasan untuk menjadikan Tidore sebagai salah satu wilayah kekuasaannya.Pata Alam kemudian diangkat oleh Belanda sebagai Sultan Tidore. Namundi hati rakyat, Kamaluddin dan Nuku yang paling terkemuka.

Belanda menjadikan Tidore sebagai vasal dan mengangkat Pata Alamsebagai pemimin dengan tugas menjaga keamanan di wilayahnya pada 17Juli 1870. Namun, sebagian dari wilayahnya tidak mengakui dan memilihNuku sebagai Sultan. Di tahun yang sama, timbul pergolakan sebagaiprotes dalam bentuk perampasan dan pembakaran. Berikutnya Belandamelakukan serangan ke daerah yang mengakui Nuku menjadi Sultan.Pangeran Kamaludin ditangkap. Namun, Pangeran Nuku yang memilikirelasi dengan Papua dan Inggris berhasil melarikan diri ke daerah Papua.

Kedudukan Nuku semakin kuat setelah diangkat sebagai sultan olehbangsa Papua. Nuku mempunyai basis yang kuat dan menyerang Seramuntuk merebut daerah tersebut dari Ternate. Pada 1783, Pata Alammelancarkan sebuah strategi dalam rangka memperoleh loyalitas dariraja-raja di Papua, tetapi berujung gagal. Utusan tersebut justru berbalikarah dengan memihak Nuku. Papua dan Nuku bersatu untuk bersama-samamelawan Belanda

Dengan tambahan kekuatan tersebut, Nuku semakin kuat dan mulaimenyerang Ternate dan Tidore. Tidak ada perlawanan sehingga rakyatTidore kacau balau. Belanda lalu menangkap Pata Alam karena curiga iabersekongkol dengan Nuku. Rakyat Tidore pun dihukum dengan kejam.Peristiwa yang dikenal sebagai Revolusi Tidore tersebut pada tahun 1783.Lalu Belanda mengangkat Pangeran Kamaluddin sebagai pengganti PataAlam. Sementara itu, Nuku memperkuat dukungan dengan menjalinkomunikasi kepada para raja di Tidore, Maba, Weda, dan Patani. Nukujuga berkomunikasi dengan Inggris di Benggala dan mencari bantuanke Banjarmasin serta Mangindanau. Pengaruh Nuku mendesak Belandauntuk mengakui dirinya sebagai Sultan Seram.

Pasang surut mewarnai perjuangan Nuku, ia harus berpindah- pindahtempat. Namun, Ternate dan Tidore selalu gagal menundukan Nuku.Pengaruh Nuku mulai merosot pada pertengahan 1790 ketika banyakwilayah justru bersumpah setia kepada Belanda dan Ternate.

Tahun 1794 M merupakan tahun keuntungan bagi Nuku karenamendapatkan dukungan dari Inggris. Banyak rakyat Tidore memihaknya.Jamaludin, ayahanda Sultan Nuku, yang kembali dari pengasingan di Sailanturut menggabungkan diri. Angkatan laut Nuku muncul di Tidore pada 12April 1979 yang terdiri dari 79 kapal angkatan laut Nuku dan sebuah kapalInggris. Sebagian besar pembesar kerajaan menyerah. Sultan Kamaluddinmelarikan diri ke Ternate. Nuku yang menduduki Tidore menggempurberkali-kali Ternate.

Akhirnya, Ternate diserahkan oleh Belanda pada 21 Januari 1781.Nuku pun memperoleh pengakuan resmi dan diangkat sebagai SultanTidore setelah melalui perjuangan panjang dan penuh kegigihan. Nukumemerintah sampai 14 November 1805 dan meninggal sebagai SultanKerajaan Tidore.

Sultan Nuku dalam pertempurannya selalu menang melawan Belanda.Tekadnya kuat untuk mengusir penjajah yang mengganggu rakyat Malukudan Papua. Sultan Nuku bersatu dengan para raja di Papua untuk melawanpenjajah. Mereka dengan gigih menghimpun kekuatan dan menyerangBelanda. Sukses besar ini merupakan perjuangan tanpa lelah dari Nukudan para raja di Papua yang tidak mau dijajah Belanda. Pada akhirnyaSultan Nuku dapat mengamankan dan membawa suasana damai dantenang di wilayah Maluku dan Papua dari penjajahan bangsa asing.

 

Bahan Bacaan Guru

Secara interaktif guru dan peserta didik dapat berbagi sudut pandangterkait dengan keanekaragaman suku bangsa dan komunitas diIndonesia. Peserta didik diajak untuk mengaitkan dengan temasebelumnya yakni diferensiasi atau keberagaman atas ras, etnis,agama dan gender. Peserta didik memperoleh informasi bahwaterdapat kelompok-kelompok budaya di Indonesia yang mendukungkeberagaman kebudayaan di Indonesia. Dalam kerangka ke-IPSan,tema ini mengembangkan kemampuan Peserta didik untukmembedakan manakah yang merupakan pembagian kelompok secarahorizontal dan manakah yang merupakan pembagian kelompokatas dasar lapisan sosial atau secara vertikal. Keduanya berbeda danmemiliki peranan dalam kelangsungan hidup dan proses sosialisasidalam masyarakat. Keterdapatan perbedaan kondisi lingkunganisik wilayah akan memengaruhi keberagaman budaya. Adanyaseorang tokoh yang dianggap berpengaruh terhadap suatu wilayah,melahirkan kesepakatan antar warga dalam mengikuti kebiasaantokoh tersebut dan menghasilkan budaya yang berbeda pula dimasing-masing wilayah di Indonesia. Keanekaragaman budayadapat menjadi potensi pariwisata, sekaligus menjadi potensi konlikyang berujung pada ancaman separatis apabila tidak dijaga. Pesertadidik diharapkan mampu menganalisis mampu membuat karyaatau melakukan aksi sosial yang relevan di lingkungan keluargadan masyarakat terdekat, kemudian melakukan releksi dari setiapproses yang sudah dilakukan.

C.   GLOSARIUM

Sejarah lokal : suatu kajian sejarah yang berisi tentang penceritaan kejadian-kejadian yang bersifat lokalSejarah lokal lebih bernuansa lokal.

D.   DAFTAR PUSTAKA

Daftar Pustaka

Adhuri, D. S., Wiratri, A., & Bismoko, A. B. 2016. “Interseksi BudayaDan Peradaban Negara-negara Di Samudra Hindia: PerspektifIndonesia”. Masyarakat Indonesia, 41(2), 115-126, https://doi.org/10.14203/jmi.v41i2.310.

Alisjahbana Armida Salsiah, Murniningtyas Endah. 2018. TujuanPembangunan Berkelanjutan di Indonesia. Bandung: UNPAD Press.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). 2019. Bencana Alam diProvinsi Yogyakarta. http://bnpb.cloud/dibi/xdibi_list/.

Badan Perencana Pembangunan Nasional. 2016. Laporan Prakarsa StrategisBidang Kemaritiman. Jakarta: Bappenas.

Badan Pusat Statistik. 2019. Statistik Pertambangan Minyak dan Gas Bumi.Jakarta: BPS.

Banowati Eva, Sriyanto. 2013. Geografi Pertanian. Yogyakarta: Ombak.

______________ . 2012. Geografi Indonesia. Yogyakarta: Ombak.

Daldjoeni. 2014. Pokok-Pokok Klimatologi. Yogyakarta: Ombak.

Danandjaja, James. 1994. Folklor Indonesia. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.

Department of Economic and Social Affairs. 2019. Growing at a slowerpace, world population is expected to reach 9.7 billion in 2050 and couldpeak at nearly 11 billion around 2100. Artikel. https://www.un.org/development/desa/en/news/population/world- populationprospects-2019.html pada 21-08-2020

Erman, Erwiza. 2011. “Penggunaan Sejarah Lisan dalam HistoriografiIndonesia”. Jurnal Masyarakat & Budaya, 13 (1), 1-22, https://doi.org/10.14203/jmb.v13i1.94.

Franz Adler. 2014. “The Value Concept in Sociology”. American Journal ofSociology. Volume 62, Number 3.

Giddens, A., Duneier, M., Appelbaum, R. P., & Carr, D. 2018. Introduction toSociology. New York: W. W. Norton & Company, Inc.

Goujon A. 2018. Human Population Growth. In: Reference Module in EarthSystems and Environmental Sciences. h. 1907-1912 Elsevier. ISBN 978-0-12-409548-9 DOI:10.1016/B978-0-12-409548-9.10755-9.

Graha, Andi Nu. 2012. Pengembangan Masyarakat Pembangunan melaluipendampingan sosial dalam konse pemberdayaan di bidang ekonomi.

Jurnal Ekonomi Modernisasi, 5(2), 117-126. https://doi.org/10.21067/jem.v5i2.243

Griffiths, H., dkk. 2017. Introduction to Sociology 2. Texas: OpenStax.

Grusec, J. E., & Hastings, P. D. 2015. Handbook of Socialization: theory andresearch. NY: The Guilford Press. h. 1, 13, 20.

Habibi, Maksum dan Gunadi. 2014. Pengantar Ekonomi dan Bisnis BidangKeahlian Bisnis dan Manajemen. Jakarta: Yudhistira.

Hadi, A. P. 2010. Konsep pemberdayaan, partisipasi dan kelembagaan dalampembangunan. Yayasan Agribisnis/Pusat Pengembangan MasyarakatAgrikarya (PPMA).

Harahap, Erni Febian. 2012. “Pemberdayaan Masyarakat dalam BidangEkonomi untuk Mewujudkan Ekonomi Nasional yang tanggung danMandiri”. Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan, 3(2), 78-96.

Herlina, N. 2020. Metode Sejarah. Bandung: Satya Historika.

Hutomo, Mardi Yatno. 2000. Pemberdayaan Masyarakat dalam BidangEkonomi: Tinjauan Teoritik dan Implementasi. Naskah No 20, Juni-Juli2000.

Kartodirjo, Sartono. 2014. Pengantar Sejarah Indonesia Baru: 1500-1900.Yogyakarta: Ombak.

Kementerian Kelautan dan Perikanan. 2019. Laporan Tahunan 2018. Jakarta:KKP.

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman. 2019. Laporan Kinerja2018. Jakarta: Kemenko Bidang Maritim.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. 2018. Status Hutan danKehutanan Indonesia 2018. Jakarta: KLHK

Koentjaraningrat. 1985. Kebudayaan Mentalitas dan Pembangunan. Jakarta:Gramedia.

Korlantas Polri. 2013. Polantas dalam Angka 2013. www.korlantas.polri.go.id.

Kotarumalos, Nur Aisyah. 2010. “Mengkonstruksi Identitas Diaspora Malukudi Negeri Belanda”. Masyarakat Indonesia. 36 (1), 123-144, https://media.neliti.com/media/publications/150453-ID-mengkonstruksiidentitas-diapora-maluku.pdf.

Kotler, Philip dan Gary Amstrong. 2008. Prinsip-prinsip Pemasaran Jilid I.Jakarta: Erlangga.

Krautkraemer, J. A. (2005). Economics of natural resource scarcity: The stateof the debate (No. 1318-2016-103362).

Kuntowijoyo, D. R. (2005). Pengantar Ilmu Sejarah. Sleman: BentangPustaka.

Lembar Fakta Forest Watch Indonesia 2019. 2019. diakses dari http://fwi.or.id/wp-content/uploads/2019/10/FS_Deforestasi_FWI_small.pdf

Muta’ali, Lutfi. 2013. Pengembangan Wilayah Perdesaan (PerspektifKeruangan). Yogyakarta: Badan Penerbit Fakultas Geografi (BPFG).

Noor, Djauhari. 2014. Pengantar Geologi. Sleman: deepublish.

Noor, Munawar. 2011. “Pemberdayaan Masyarakat”. Junal CIVIS, 1(2), 87-99.

Prihandito Aryono. 1989. Kartografi. Yogyakarta: PT Mitra Gama Widya.Rambe, Tappil., et al. 2019. Sejarah Politik dan Kekuasaan. Medan: KitaMenulis.

Resosoedarmo Soedjiran, Kartawinata Kuswata, Soegiarto Aprilani. 1987.Pengantar Ekologi. Bandung: Remadja Karya.

Ricklefs, M.C., et al. 2013. Sejarah Asia Tenggara dari Masa Prasejarahsampai Kontemporer. Depok: Komunitas Bambu.

Robert S. Pindyck dan Daniel L Rubinfeld. 2013. Mikroekonomi. Jakarta:Erlangga

Romansara, Enos. H. 2015. “Memahami Kebudayaan Lokal Papua: Suatu

Pendekatan Pembangunan yang Manusiawi di Tanah Papua”. JurnalEkologi Birokrasi. 1 (1), 47-57 https://doi.org/10.31957/jeb.v1i1.491.

Saihu, Ade. 2020. Merawat Pluiralisme Merawat Indonesia. Yogyakarta:Deepublish.

Siska, Y. 2015. Manusia dan Sejarah: Sebuah Tinjauan Filosofis. Sleman:Garudhawaca.

Sobarna, A. 2003. “Konsep pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat miskinperkotaan”. Mimbar: Jurnal Sosial dan Pembangunan, 19 (3), 316-329.

Sodik, Abror., dan Musthofa, Muhamad Wakhid. 2018. “Analisis StrategiPenyebaran Agama-Agama di Indonesia dari Pra Hingga Era Moderndengan Pendekatan Teori Permainan Matematika”. HISBAH: JurnalBimbingan Konseling dan Dakwah Islam, 15 (1), 99-113, https://doi.org/10.14421/hisbah.2018.151-08.

Soekmono. 1992. Sejarah Kebudayaan Indonesia 3. Yogyakarta: Kanisius.

Sofiana, Anas. 2017. “Ratu Kalinyamat Penguasa Wanita Jepara Tahun 1549-1579.” Avatara 5.3. https://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/index.php/avatara/article/view/21467.

Stolley, K. S. 2005. The basics of sociology. CT: Greenwood Press.

Suharyono, Amien M. 2013. Pengantar Filsafat Geografi. Yogyakarta: Ombak

Suryanegara, Ahmad Mansur. 2015. Api Sejarah Jilid 1. Bandung Suryadinasti.

Susanti, S. 2016. “Nasionalisme dan Gerakan Mulih Njowo, 1947dan 1954”. Jurnal Sejarah Citra Lekha, 1(2), 107-120, https://doi.org/10.14710/jscl.v1i2.12767.

Syefriyeni. 2018. “Karakteristik Pengetahuan Orang Melayu”. Intizar. 24 (2), 265-271,<doi.org/10.19109/intizar.v24i2.2730>.

T., Vyain, S., Bry, J., & Jones, F. 2017. Introduction to Sociology 2. Texas:OpenStax.

Tim Nasional Penulisan Sejarah Indonesia. 2010. Sejarah Nasional Indonesia.Jakarta: Balai Pustaka.

Tim. 2012. Indonesia dalam Arus Sejarah. Jakarta: Ichtiar Baru van Hoeve.

Tyasyono Bayong. 2004. Klimatologi Edisi Kedua. Bandung: ITB.

Usrah, Cut Rizka AI. 2015. “Laksamana Keumalahayati Simbol PerempuanAceh (Peranan dan Perjuangannya dalam Lintasan Sejarah KerajaanAceh Darussalam 1589-1604)”. Skripsi. Medan: Universitas NegeriMedan.

Wolters, O.W. 2011. Kemaharajaan Maritim Sriwijaya & Perniagaan Dunia.Depok: Komunitas Bambu.

Worosetyaningsih, Tri. 2019. Kehidupan Masyarakat pada Masa Praaksara,Masa Hindu Budha, dan Masa Islam. Ponorogo: Myria Publisher.

Sumber Gambar

https://cdn.bmkg.go.id/Web/2020.10_CH_GSMAP.png

https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/6/64/Bali_ngaben_pelebon_cremation_ceremony_Indonesia.jpg

https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Dewaruci.jpg

https://web.archive.org/web/20161016172930/http://www.panoramio.com/photo/42125739

https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Gedung_Batu_Temple_Semarang.jpg

https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Lawang_sewu.jpg

https://www.esdm.go.id/id/media-center/arsip-berita/progresssmelter-pt-fi-capai-386-akhir-tahun-2022-selesai

https://www.esdm.go.id/assets/imagecache/bodyView/arsip-beritadivestasi-51-saham-pt-fi-simbol-kedaulatan-negara-tympxrm.jpg

https://geoportal.esdm.go.id/indonesia-overview/

https://cdn.idntimes.com/content-images/post/20190412/infografisutang-luar-negeri-4-tahun-trakhir-1-a18ef6c7f68ceec3ba4b98b6f1952ea5.png

 

 

 

 

 


 

MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA

IPS FASE D KELAS VII

 


INFORMASI UMUM

A. IDENTITAS MODUL

Penyusun

Instansi

Tahun Penyusunan

Jenjang Sekolah

Mata Pelajaran

Fase / Kelas

Tema 04

Materi

Elemen

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Capaian Pembelajaran 4

 

Alokasi Waktu

:

:

:

:

:

:

:

:

:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

:

 

:

.....................................

SMP …………………

Tahun 2022

SMP

Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)

D / VII

Pemberdayaan Masyarakat

Sejarah Lokal (II)

a) Elemen pemahaman dan ruang lingkup pembelajaran

  • Keruangan dan konektivitas antar ruang dan waktu: materi ini berkaitan dengan pemahaman terhadap kondisi sosial dan lingkungan alam serta kesejarahan dalam konteks lokal dan nasional. Materi ini juga terkait dengan pembelajaran tentang kondisi geografis Indonesia dan pengaruhnya terhadap aktivitas sosial, ekonomi.
  • Perkembangan masyarakat Indonesia dari masa pra aksara, kerajaan-kerajaan di NusantaraInteraksi, Sosialisasi, institusi sosial, dan dinamika sosial; materi ini berkaitan dengan pembentukan identitas diri, merefleksikan keberadaan diri di tengah keberagaman dan kelompok yang berbeda-beda
  • Kegiatan manusia dalam memenuhi kebutuhannya: materi ini berkaitan tentang peran diri, masyarakat serta negara dalam memenuhi kebutuhan bersama. Peserta didik menganalisis sejarah manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

b) Elemen keterampilan proses

  • Siswa melakukan berbagai kegiatan yang  mendukung tercapainya keterampilan proses  yang dibutuhkan untuk mempelajari dan menyelesaikan pembelajaran IPS kelas 7 antara lain: mengamati, menginvestigasi/ menyelidiki, menganalisis, merencanakan, menggambar, berdiskusi, menceritakan, membuat laporan tertulis sederhana, dan mempresentasikan.

Memahami isu pemberdayaan masyarakat dalam konteks lokal.

4 JP (2 Pertemuan Ke 54-55)

B.  KOMPETENSI AWAL

  • Mengidentiikasi salah satu sejarah lokal, peran dan sifat tokoh yang ada, serta nilai yang diperoleh setelah membaca sejarahlokal tersebut.

C.  PROFILPELAJAR PANCASILA

  • Mandiri, Kreatif, dan Bernalar kritis

D.  SARANADAN PRASARANA

Media, Sumber Belajar, dan Alat

1. Video tentang tokoh sejarah lokal di Indonesia

2. Slide Gambar tentang sejarah lokal

3. Artikel terkait sejarah Ratu Kalinyamat.

4. Kemendikbud. 2021. Ilmu Pengetahuan Sosial, Buku Siswa Kelas VII,Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.

5. Laptop, Proyektor, PC, Pengeras suara.

E.  TARGET PESERTA DIDIK

§  Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami materi ajar.

§  Peserta didik dengan pencapaian tinggi: mencerna dan memahami dengan cepat, mampu mencapai keterampilan berfikir aras tinggi (HOTS), dan memiliki keterampilan memimpin

F.  MODEL PEMBELAJARAN

§  Model atau kerangka pembelajaran yang memberikan gambaran sistematis pelaksanaan pembelajaran. Model pembelajaran dapat berupa model pembelajaran tatap muka, pembelajaran jarak jauh dalam jaringan (PJJ Daring), pembelajaran jarak jauh luar jaringan (PJJ Luring), dan Contextual Learning(CTL).

KOMPNEN INTI

A.  TUJUAN KEGIATAN PEMBELAJARAN

Alur Tujuan Pembelajaran :

a.  Peserta didik diharapkan mampu mengidentiikasi salah satu sejarah lokal.

B. PEMAHAMAN BERMAKNA

  • Pemahaman pada Peserta didik tokoh sejarah merupakan pemengaruh (inluencer) bagilingkungan sekitarnya pada masanya, dalam menghadapi permasalahansosial budaya di masing masing daerah

C. PERTANYAAN PEMANTIK

  • Bagaimana karakteristik daerah Pontianak yang dipilih sebagai tempat untuk membuka pemukiman baru oleh Syarif Abdurrahman?

D.  KEGIATAN PEMBELAJARAN

Kegiatan Pendahuluan

1. Guru menyapa peserta didik, memberi salam, dan dilanjutkan berdoa.

2. Guru mempersiapkan peserta didik untuk mengikuti kegiatanpembelajaran.

3. Apersepsi: peserta didik melihat tayangan video tentang salah satutokoh dalam Sejarah Lokal bangsa Indonesia.

4. Guru dapat menambahkan variasi gambar dari internet, gurumenceritakan kepada peserta didik atau melalui kegiatan tanya jawab.

Guru menentukan kegiatan yang sesuai dengan kondisi sekolah danpeserta didik. Guru memfasilitasi peserta didik untuk mengaitkan videoyang ditampilkan dengan kegiatan belajar. Guru melanjutkan denganmemberikan motivasi terkait sejarah lokal salah seorang pemengaruh(Inluencer) pada masanya dalam menghadapi kondisi sosial budayapada jamannya, yang dapat menjadi acuan permasalahan sosial budayayang ada saat ini.

5. Peserta didik dibantu guru menyimak gambaran tema dan tujuanpembelajaran dalam tema 4

6. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran pertemuan 54 dan 55tentang sejarah lokal.

 

KegiatanInti

Guru menjelaskan tentang petunjuk kerja dan tugas dari Lembar aktivitasIndividu #8 untuk mengidentiikasi salah satu sejarah lokal, peran dansifat tokoh yang ada, serta nilai yang diperoleh setelah membaca sejarahlokal tersebut. Kegiatan ini ditujukan dalam rangka memberi pemahamanpada Peserta didik tokoh sejarah merupakan pemengaruh (inluencer) bagilingkungan sekitarnya pada masanya, dalam menghadapi permasalahansosial budaya di masing masing daerah. Proses saling tukar hasil temuanpeserta didik dapat dilakukan dalam waktu singkat, kemudian gurumembuka sesi tanya jawab dengan Peserta didik tentang hasil identiikasi.Secara interaktif guru mengaitkan hasil identiikasi dengan orientasiPembelajaran Sejarah Lokal.

Peserta didik mengidentiikasi masalah

Setelah peserta didik mengidentiikasi peristiwa terkait sejarah lokaldi Indonesia, selanjutnya guru mendorong Peserta didik mengajukanberbagai pertanyaan yang mengarah pada HOTS. Beberapa pertanyaanyang diajukan misalnya Bagaimana karakteristik daerah Pontianak yangdipilih sebagai tempat untuk membuka pemukiman baru oleh SyarifAbdurrahman?

Peserta didik Mengelola Informasi

1. Peserta didik mencari informasi terkait sejarah lokal dari buku atauinternet.

2. Guru memfasilitasi sumber lain misalnya memberikan tautan internetatau video yang mendukung penjelasan dan pendalaman sumber belajar.Contoh tautan : https://jateng.idntimes.com/science/discovery/fariz-fardianto/menguak-kesaktian-itopo-wudoi-ratu-kalinyamatsaat-menuntut-balas-dendam

3. Untuk memperoleh informasi lebih luas Peserta didik juga dapatmelakukan browsing materi terkait sejarah lokal di Indonesia. Gurudapat memberikan beberapa tautan berita, tulisan, dan laporan video.

4. Peserta didik mengolah informasi secara individu di bawah bimbinganguru. Kegiatan ini dapat dilakukan secara bervariasi, misalnya denganContextual Learning, Assignment, Group Investigation, Problem Solving,Eksperimen, Discovery Inkuiri

Contoh : Contextual Learning

a. Pada tahap penyajian bahan, guru menyelenggarakan pembelajaranbermakna.

b. Peserta didik diberikan bimbingan untuk mengaplikasikanpengetahuan.

c. Guru menyajikan pertanyaan yang menggunakan high orderthinking skill.

d. Jika masih terdapat materi yang masih belum dikuasai oleh pesertadidik, maka guru dapat melaksanakan sesi tanya jawab atau diskusi.

5. Peserta didik memilih dan mengorganisasikan informasi yang diperoleh.

6. Guru membimbing dan mengarahkan kegiatan pembelajaran pesertadidik.

7. Guru memastikan peserta mengerjakan tugas dengan baik.

Peserta didik Merencanakan dan mengembangkan ide

1. Hasil pengolahan informasi disajikan dalam bentuk esai/poster/blog/cerita bergambar karya lainnya.

2. Peserta didik secara mandiri mencari jawaban atas pertanyaan yangtertera pada Lembar Aktivitas #9.

Peserta didik Melakukan Releksi diri dan aksi

1. Releksi dan aksi dapat dilakukan di dalam kelas atau melalui mediaberbasis internet, Peserta didik mengomunikasikan hasil pengolahaninformasi

2. Guru memfasilitasi peserta didik menemukan simpulan pembelajaran

3. Guru mendorong peserta didik untuk memberikan pendapat ataubertanya.

4. Penguatan dan pengayaan dilakukan dalam rangka mengembangkankompetensi peserta didik.

 

Penutup

1. Penilaian pembelajaran dilakukan secara lisan atau tertulis

2. Peserta didik melakukan releksi pembelajaran berkaitan dengansikap, pengetahuan, dan keterampilan.

Sikap

·      Apakah aku sudah melakukan pembelajaran secara bertanggungjawab?

·      Apakah aku sudah mengumpulkan tugas secara tepat waktu?

·      Inspirasi dari pembelajaran tentang sejarah lokal adalah ….

Pengetahuan

·      Bagaimana karakteristik daerah Pontianak yang dipilih sebagai tempat untuk membuka pemukiman baru oleh Syarif Abdurrahman?

Keterampilan :

·      Apakah aku sudah berhasil mengambil nilai-nilai dari sejarah lokal para tokoh di Indonesia?

3. Tindak lanjut dilakukan dengan mendorong Peserta didik mempelajarilebih lanjut dan informasi pembelajaran berikutnya tentang permasalahan kehidupan Sosial Budaya.

4. Doa dan penutup.

F.  REFLEKSI

Syarif Abdurrahman adalah putera dari Syarif Husain dan wanita Dayak yanglahir pada tahun 1742. Beliau merupakan cucu dari Syekh Abdurrachman.Sebagai anak muda berparas tampan, Abdurrahman menunjukan ambisidan bakatnya. Masa mudanya dihabiskan dengan berpetualang, mulaidari berdagang sampai ke Banjarmasin hingga merompak kapal asing.Beliau menjadi menantu sultan dengan menikahi Ratu Sirih Anom dariBanjarmasin. Namun, ambisinya yang tinggi menyebabkan ia dibenci danterpaksa kembali ke Mempawah, Kalimantan Barat.

Pada akhir tahun 1771, Syarif Abdurrahman bersama beberapapengikutnya berlayar di Sungai Kapuas hingga pertemuan denganSungai Landak. Di sana, ia membuka hutan dan membangun pemukimanbaru yang kemudian berkembang menjadi pusat perdagangan. Konon,berdasar cerita setempat, wilayah tersebut banyak dihuni oleh makhlukhalus. Namun, kesemuanya berhasil ditundukkan dan wilayah tersebutdiberi nama Pontianak. Terbukti dengan nyata pemilihan tempat tersebutmembawa keuntungan dengan banyaknya pedagang yang singgah dariBugis, Melayu, Tiongkok, Sangau, Sukadana, Mempawah dan Sambas.

·           Bagaimana karakteristik daerah Pontianak yang dipilih sebagai tempat untuk membuka pemukiman baru oleh Syarif Abdurrahman?

F.  ASESMEN/ PENILAIAN

Penilaian Proses dan Hasil Pembelajaran

a. Konsep Penilaian dan Pembelajaran IPS

Penilaian merupakan kegiatan yang bertujuan untuk memperoleh,menganalisis, menafsirkan proses dan hasil belajar peserta didik secarasistematis. Penilaian tersebut dapat digunakan untuk mengetahui tingkatkeberhasilan pencapaian kompetensi, proses pembelajaran, tingkatkesulitan belajar peserta didik, dan penentuan tindak lanjut pembelajaran.Penilaian pembelajaran IPS memakai pendekatan penilaian autentik(authentic assesment) untuk menilai kesiapan peserta didik, proses, danhasil belajar secara utuh. Hasil penilaian tersebut dapat dimanfaatkanguru dalam merencanakan program perbaikan (remedial), pengayaan(enrichment), layanan konseling, dan sebagai landasan untuk memperbaikiproses pembelajaran selanjutnya.

 

b. Teknik dan Instrumen Penilaian

Penilaian kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan dilakukanmenggunakan teknik dan instrumen penilaian. Berikut merupakanpenjabaran teknik dan instrumen penilaian dari masing-masing kompetensi.

1.  Penilaian kompetensi sikap

Teknik penilaian kompetensi sikap dapat berupa observasi, penilaiandiri, dan penilaian antar teman. Kegiatan ini bisa dilakukan oleh gurumatabpelajaran, wali kelas, dan guru bimbingan konseling (BK) yang ditulisdalam buku jurnal. Jurnal berisi catatan kejadian tertentu dan informasilain yang relevan.

a. Observasi

Instrumen dalam observasi yaitu lembar observasi atau jurnal. Lembarobservasi berisi catatan perilaku peserta didik berdasarkan pengamatanoleh guru mata pelajaran, wali kelas, dan guru bimbingan konseling selamasatu semester. Setiap catatan berisi deskripsi perilaku peserta didik yangdilengkapi dengan waktu dan tempat pengamatan tersebut.

Jika terjadi perubahan sikap peserta didik dari yang kurang baikmenjadi baik maka dalam jurnal harus ditulis bahwa sikap peserta didiktersebut telah baik atau bahkan sangat baik. Hal yang dicatat dalamjurnal bisa berupa sikap kurang baik, baik, maupun sangat baik, sertaperkembangan perubahan sikap peserta didik. Berikut merupakan contohlembar observasi penilaian sikap peserta didik selama satu semester:

Contoh Tabel Jurnal Pengembangan Sikap

No

Tanggal

Nama Siswa

Catatan Perilaku

Butir Sikap

   1

 

 

 

 

2

 

 

 

 

3

 

 

 

 

4

 

 

 

 

dst

 

 

 

 

 

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan penilaiansikap menggunakan teknik observasi :

·      Jurnal penilaian sikap ditulis oleh guru mata pelajaran, wali kelas, dan guru BK selama satu semester.

·      Penilaian oleh wali kelas dapat menggunakan 1 (satu) jurnal untuk satu kelas yang menjadi tanggung-jawabnya. Penilaian oleh guru mata pelajaran dapat menggunakan 1 (satu) jurnal untuk setiap kelas yang diajarnya, dan penilaian oleh guru BK dapat menggunakan 1 (satu) jurnal untuk setiap kelas di bawah bimbingannya.

·      Penilaian perkembangan sikap sipritual dan sikap sosial peserta didik bisa dicatat dalam satu jurnal yang sama atau dalam 2 (dua) jurnal berbeda.

·      Peserta didik yang dicatat dalam jurnal adalah peserta didik yang menunjukkan perilaku yang sangat baik maupun kurang baik secara alami.

·      Pencatatan jurnal dilakukan dengan segera seperti ketika wali kelas, guru mata pelajaran, maupun guru BK menyaksikan atau memperoleh informasi terpercaya mengenai perilaku peserta didik.

·      Jika peserta didik pernah menunjukkan sikap kurang baik tetapi selama satu semester tersebut menunjukan perkembangan ke arah sikap baik, maka sikap baik tersebut juga dicatat dalam jurnal.

·      Guru mata pelajaran dan guru BK merangkum catatan jurnal perkembangan sikap spiritual dan sikap sosial setiap peserta didik dan menyerahkannya kepada wali kelas untuk diolah lebih lanjut

Berikut merupakan contoh jurnal penilaian (perkembangan) sikapspiritual dan sikap sosial oleh wali kelas.

Contoh Jurnal Penilaian Sikap Spiritual

Nama Sekolah: SMP .............................

Kelas/Semester   : VII/II

Tahun Pelajaran: 2022/2023

No

Waktu

Nama Siswa

Catatan Perilaku

Butir Sikap

   1

19/07/22

Haidar

Tidak mengikuti sholatDzuhur berjamaah disekolah.

Ketaqwaan

2

19/07/22

Halwa

Mengganggu temanketika berdoa sebelumkegiatan pembelajaran.

Ketaqwaan

3

19/07/22

Sugi

Mengajak temanberdoa sebelumolahraga badminton disekolah.

Ketaqwaan

4

19/07/22

Said

Berpartisipasi sebagaipanitia perayaankeagamaan di sekolah.

Toleransi

beragama

Contoh Jurnal Penilaian Sikap Sosial

Nama Sekolah: SMP .............................

Kelas/Semester   : VII/II

Tahun Pelajaran: 2022/2023

No

Waktu

Nama Siswa

Catatan Perilaku

Butir Sikap

   1

12/07/22

Haidar

Membantu seorangteman yang kesulitanmenyebrang jalan didepan sekolah.

Kepedulian

2

26/08/22

Halwa

Menyerahkandompet yangditemukan di kantinsekolah kepada walikelas.

Kejujuran

3

26/09/22

Sugi

Tidak menggunakanatribut upacara disekolah denganlegkap.

Kedisiplinan

4

25/10/22

Said

Berinisiatifmenyiram tanamanyang mulai kering.

Kepedulian

Contoh format di atas dapat digunakan guru mata pelajaran danguru BK dalam penilain sikap spiritual dan sosial. Catatan tersebut jugadapat dibuat dalam satu tabel yang sama dengan menambahkan kolomketerangan pada bagian paling kanan untuk menuliskan keterangan jenissikap yang ditulis. Berikut merupakan contoh tabel jurnal penilaian sikap(spiritual dan sosial) yang dijadikan dalam satu tabel:

 

Contoh Jurnal Penilaian Sikap

Nama Sekolah: SMP .............................

Kelas/Semester   : VII/II

Tahun Pelajaran: 2022/2023

 

 

No

Waktu

Nama Siswa

Catatan Perilaku

Butir Sikap

Ket.

   1

19/07/22

Haidar

Membantuseorang temanyang kesulitanmenyebrangjalan di depansekolah

Ketaqwaan

Sosial

2

19/07/22

Halwa

Mengajak temanberdoa sebelumolahragabadminton disekolah.

Kepeduliaan

Spiritual

3

19/07/22

Sugi

Menggangguteman ketikaberdoa sebelumkegiatanpembelajaran.

Toleransi

beragama

Spiritual

4

18/11/22

Said

Berinisiatifmenyiramtanaman yangmulai kering.

Ketaqwaan

Sosial

 

b. Penilaian Diri (Self Assesment)

Penilaian diri merupakan teknik penilaian terhadap diri sendiri olehpeserta didik dengan mengIdentifikasi kelebihan dan kekurangan sikappeserta didik dalam berperilaku. Teknik penilaian ini dapat digunakanuntuk menumbuhkan nilai-nilai kejujuran dan meningkatkan kemampuanreleksi diri peserta didik. Satu tabel penilaian diri dapat digunakan untukpenilaian sikap spiritual dan sikap sosial. Berikut merupakan contohlembar penilaian diri menggunakan Likert Scale.

Contoh Lembar Penilaian Diri Siswa (Likert Scale)

Nama teman yang dinilai:..................

Nama penilai:..................

Kelas:....................

Semester:....................

Berilah tanda centang  pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengankeadaan sebenarnya

No

Pernyataan

Skala

1

2

3

4

   1

Saya berdoa sebelum melakukan kegiatan

 

 

 

 

2

Saya melaksanakan ibadah sholat tepat waktu

 

 

 

 

3

Saya berani mengakui kesalahan jika memang

bersalah

 

 

 

 

4

Saya mengumpulkan tugas sesuai jadwal yang

diberikan

 

 

 

 

5

Saya mengembalikan barang yang saya pinjam

dalam kondisi baik

 

 

 

 

6

Saya meminta maaf jika melakukan kesalahan

 

 

 

 

7

Saya datang ke sekolah tepat waktu

 

 

 

 

Keterangan:

1 = sangat jarang

2 = jarang

3 = sering

4 = selalu

 

c. Penilaian Antar Teman

Penilaian antar teman adalah teknik penilaian yang dilakukan pesertadidik terhadap peserta didik yang lain mengenai sikap/perilaku pesertadidik. Penilaian antarteman dapat digunakan untuk menumbuhkan nilaikejujuran, tenggang rasa, dan saling menghargai. Satu lembar penilaiandiri dapat digunakan untuk penilaian sikap spiritual dan sikap sosial.

Berikut merupakan contoh lembar penilaian antarteman menggunakanLikert Scale.

Contoh Lembar Penilaian Diri Siswa (Likert Scale)

Nama: ..................

Kelas:....................

Semester:....................

Berilah tanda centang pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengankeadaan sebenarnya

No

Pernyataan

Skala

1

2

3

4

   1

Teman saya berkata jujur kepada orang lain

 

 

 

 

2

Teman saya mengerjakan ulangan dengan jujur

 

 

 

 

3

Teman saya mentaati tata-tertib sekolah

 

 

 

 

4

.....................................

 

 

 

 

Keterangan:

1 = sangat jarang

2 = jarang

3 = sering

4 = selalu

Pada dasarnya teknik penilaian diri ini tidak hanya untuk aspek sikap,tetapi juga dapat digunakan untuk menilai kompetensi dalam aspekkete rampilan dan pengetahuan.

 

2. Penilaian Kompetensi Pengetahuan

a) Pengertian Penilaian Pengetahuan

Penilaian pengetahuan merupakan penilaian yang dilakukan untukmengetahui kemampuan peserta didik berkaitan dengan penguasaanpengetahuan faktual, konseptual, maupun prosedural serta kecakapanberpikir tingkat rendah hingga tinggi. Guru dapat memilih teknikpenilaian yang disesuaikan dengan karakteristik kompetensi yang akandinilai. Penilaian diawali dengan perencanaan pada saat menyusunrencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Hasil penilaian pengetahuanyang dilakukan selama dan setelah proses pembelajaran dinyatakan dalambentuk angka dengan rentang 0-100.

b) Teknik Penilaian Pengetahuan

Teknik penilaian pengetahuan yang akan digunakan dapat disesuaikandengan karakteristik masing-masing Kmpetensi Dasar (KD). Teknikpenilaian pengetahuan yang sering digunakan yaitu tes tertulis, tes lisan,dan penugasan. Berikut merupakan penjabaran dari berbagai teknikpenilaian pengetahuan.

Contoh Teknik Penilaian Pengetahuan

Teknik

Bentuk Instrumen

Tujuan

Tes tertulis

Pilihan ganda, benar-salah,menjodohkan, isian ataumelengkapi, dan uraian.

Mengetahui kemampuanpenguasaan pengetahuanpeserta didik dalam prosespembelajaran.

Tes lisan

Tanya jawab

Mengetahui pemahamanpeserta didik sebagaidasar perbaikan prosespembelajaran

Penugasan

Tugas individu dan kelompok

Memfasilitasi penguasaanpengetahuan pesertadidik selama prosespembelajaran.

 

1. Tes Tertulis

Tes tertulis merupakan soal dan jawaban disajikan secara tertulis, misalnyapilihan ganda, benar-salah, dan uraian. Langkah-langkah pengembangan testertulis:

 

Kisi-kisi Tes Tertulis

Nama Sekolah    : SMP .............................

Kelas/Semester   : VII/II

Tahun Pelajaran: 2022/2023

Mata Pelajaran: IPS

 

No

Kompetensi

Dasar

Materi

Indikator

Soal

Bentuk

Soal

Jumlah

Soal

1

MengIdentifikasi sejarah lokal

Sejarahlokal

Pesertadidik diharapkan mampumengIdentifikasisalah satu sejarah lokal.

Tes Tertulis

2

Butir soal:

1. Bagaimana relasi persatuan Maluku dan Papua pada masa Sultan Nuku?

2. Hubungkan dengan kondisi hubungan persatuan Papua dan daerah-daerah di Indonesia ?

Pemberian skor Tes Tertulis

No.

Soal

Kunci Jawaban

Skor

1

Sultan Nuku, Sultan Nuku pernah mengangkat bala tentara laut asal Biak yang dipimpin oleh Gurabesi. Dan Gurabesi diberikan tempat didaerah Raja Ampat.

2

2

hubungan relasi antara Maluku dan Papua pada masa Sultan Nuku adalah Sultan Nuku, Sultan Nuku pernah mengangkat bala tentara laut asal Biak yang dipimpin oleh Gurabesi. Dan Gurabesi diberikan tempat didaerah Raja Ampat.Sultan Tidore dianggap sebagai bapak oleh orang-orang Papua. dan hubungan antara kondisi persatuan Papua yaitu pada saat itu, Presiden Soekarno membentuk sebuah Provinsi Irian Barat yang beribukota di Soasiu, Tidore, dengan Sultan Tidore saat itu, Zainal Abidin Syah, didaulat sebagai Gubernur pertama Irian Barat (Papua)

2

Total Skor Maksimum

4

 

 

2. Tes Lisan

Tes lisan merupakan pertanyaan yang diberikan guru secara lisan kepadapeserta didik yang jawaban atas pertanyaan tersebut juga disampaikan secaralisan. Tes ini bertujuan untuk mengetahui penguasaan pengetahuan pesertadidik dan menumbuhkan kemampuan berkomunikasi. Pemberian tes lisandapat dilakukan pada saat pembelajaran berlangsung. pertanyaanpada tes lisan:

·      Bagaimana karakteristik daerah Pontianak yang dipilih sebagai tempat untuk membuka pemukiman baru oleh Syarif Abdurrahman?

 

 

3. Penugasan

Penugasan adalah pemberian tugas untuk meningkatkan pengetahuanpeserta didik. Tugas dapat dikerjakan baik secara individu maupunkelompok sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai. Berikutmerupakan contoh kisi-kisi tugas dan contoh pedoman penskorannya.

Nama Sekolah    : SMP .............................

Kelas/Semester   : VII/II

Tahun Pelajaran: 2022/2023

Mata Pelajaran: IPS

Kompetensi

Dasar

Materi

Indikator

Teknik

Penilaian

MengIdentifikasi sejarah lokal

Sejarahlokal

Pesertadidik diharapkan mampumengIdentifikasisalah satu sejarah lokal.

Penugasan

 

Contoh Pedoman Pemberian Skor Tugas

No Soal

Aspek yang Dinilai

Skor

1

Jelaskan apa yang dimaksud dengan Sejarah lokal

0-2

2

Bagaimana relasi persatuan Maluku dan Papua pada masa Sultan Nuku

0-3

3

Hubungkan dengan kondisi hubungan persatuan Papua dan daerah-daerah di Indonesia

0-3

4

Menjelaskanmanfaat Sejarah lokal

0-2

Total Skor Maksimum

10

 

3. Penilaian Keterampilan

a) Pengertian Penilaian Keterampilan

Penilaian keterampilan dilakukan untuk mengetahui kemampuanpeserta didik dalam menerapkan pengetahuan yang telah diperolehuntuk melakukan tugas tertentu sesuai dengan indikator pencapaiankompetensi. Penilaian ini dapat dilakukan dengan berbagai teknik, sepertipenilaian kinerja dan penilaian proyek. Berikut merupakan contoh kisi-kisipenilaian keterampilan, tugas, dan pedoman pemberian skor.

b) Teknik Penilaian Keterampilan

• Penilaian kinerja

Berikut ini Kisi-kisi Penilaian Kinerja, soal/tugas, pedomanpemberian skor:

 

Kisi-kisi Penilaian Kinerja

Nama Sekolah    : SMP .............................

Kelas/Semester   : VII/II

Tahun Pelajaran: 2022/2023

Mata Pelajaran: IPS

No

Kompetensi

Dasar

Materi

Indikator

Teknik

Penilaian

1

MengIdentifikasi sejarah lokal

Sejarahlokal

Pesertadidik diharapkan mampumengIdentifikasisalah satu sejarah lokal.

 

 

Rubrik Pemberian Skor Penilaian Kinerja

No

Aspek yang Dinilai

Skala

0

1

2

3

4

   1

Merencanakan pengamatan

 

 

 

 

 

2

Melakukan pengamatan

 

 

 

 

 

3

Membuat laporan

 

 

 

 

 

Jumlah:

 

Penilaian diberikan dengan memperhatikan aspek proses dan produk.Guru dapat menetapkan bobot pemberian skor yang berbeda antara satudan aspek yang lainnya dengan memperhatikan karakteristik kompetensiyang dinilai.

Rubrik Penilaian Kinerja

No

Indikator

Rubrik

1

Menyiapkan bahan

yang diperlukan

2 = Menyiapkan seluruh alat dan bahan yangdiperlukan.

1 = Menyiapakan sebagian alat dan bahan yangdiperlukan.

0 = Tidak menyiapkan alat bahan

2

Pengamatan

4 = Melakukan empat langkah kerjadengan tepat

3 = Melakukan tiga langkah kerja dengantepat.

2 = Melakukan dua langkah kerja dengantepat.

1 = Melakukan satu langkah kerja dengantepat.

0 = Tidak melakukan langkah kerja.

 

Langkah kerja:

1. Menyiapkan kertas gambar ukuran A4.

2. Menggambar sejarah lokal.

3.Mencantumkan sejarah lokal padagambar yang di buat.

4. Memberikan warna pada kenampakanobjek yang di gambar pada sejarah lokal.

3

Membuat laporan

3 = Memenuhi 3 kriteria

2 = Memenuhi 2 kriteria

1 = Memenuhi 1 kriteria

0 = Tidak memenuhi kriteria

 

Kriteria laporan:

1. Memenuhi sistematika laporan (judul, tujuan,alat dan bahan, prosedur, data pengamatan,pembahasan, kesimpulan)

2. Data, pembahasan, dan kesimpulan benar

3. Komunikatif

 

 

• Penilaian proyek

Penilaian proyek merupakan kegiatan yang bertujuan untukmengetahui kemampuan peserta didik dalam mengimplementasikanpengetahuannya melalui penyelesaian suatu tugas dalam waktu tertentu.Penilaian ini dapat digunakan untuk mengukur satu maupun beberapaKompetensi Dasar (KD) dalam satu atau beberapa mata pelajaran.

Kegiatan yang dilakukan dimulai dengan perencanaan, pengumpulan,pengorganisasian, pengolahan, penyajian, dan pelaporan. Beberapa halyang perlu dipertimbangkan dalam penilaian proyek, yaitu:

1) Pengelolaan

Kemampuan peserta didik untuk menentukan tema atau topik,mengumpulkan informasi, pengolahan data, dan penulisan laporan.

2) Relevansi

Tema yang dipilih sesuai dengan Kompetensi Dasar (KD).

3) Keaslian

Laporan atau produk yang dibuat peserta didik merupakan hasilkaryanya.

4) Inovasi dan Kreativitas

Terdapat unsur-unsur kebaruan dan berbeda pada produk yangdihasilkan peserta didik.

 

Kisi-kisi Penilaian Proyek

Nama Sekolah    : SMP .............................

Kelas/Semester   : VII/II

Tahun Pelajaran: 2022/2023

Mata Pelajaran: IPS

No

Kompetensi

Dasar

Materi

Indikator

Teknik

Penilaian

1

MengIdentifikasi sejarah lokal

Sejarahlokal

Pesertadidik diharapkan mampumengIdentifikasisalah satu sejarah lokal.

Penilaian Proyek

 

Proyek : Buatlah poster salah satu tujuan sejarah lokal menggunakan kertas gambar ukuran A3, pensil warna atau cat air denganmemperhatikan hal- hal berikut!

1. Pilihlah salah satu tujuan sejarah lokal.

2. Amati tujuan tersebut apakah telah tercapai atau belum tercapai diIndonesia lalu sampaikan dalam poster.

3. Gambar salah satu tujuan sejarah lokal yang telahdipilih!

4. Tuliskan sejarah lokal konsep dari poster yang akan peserta didik sampaikan!

5. Laporkan hasilnya secara lisan!

 

Rubrik Pemberian Skor Proyek

No

Pernyataan

Skor

1

2

3

4

   1

Kemampuan peserta didik dalam merencanakan

 

 

 

 

2

Kemampuan menggambar poster

 

 

 

 

3

Kemampuan penyampaian konsep berdasarkanposter yang digambar

 

 

 

 

4

Kemampuan mempresentasikan isi poster

 

 

 

 

5

Produk Poster

 

 

 

 

Skor Maksimum

15

Catatan:

Guru bisa menetapkan bobot yang berbeda-beda antara aspek satu dan lainnya

pada pemberian skor dengan memperhatikan karakteristik Kompetensi Dasar

(KD) atau keterampilan yang dinilai.

 

Rubrik Penilaian Proyek

No

Pernyataan

Keterangan

1

Kemampuan Perencanaan

2 = perencanaan lengkap (bahan, carakerja, hasil), dan rinci

1 = perencanaan kurang lengkap

0 = tidak ada perencanaan

2

Kemampuan menggambarposter secara tepat sesuaidengan salah satu tujuansejarah lokal

2 = menggambar dan mewarnai posterdengan baik dan interpretasi tujuansejarah lokaldalamposter tepat.

1 = menggambar dan memberikan warna pada poster tetapi salahdalam menginterpretasikan tujuansejarah lokalyangdipilih.

0 = gambar tidak diberi warna dantidak tepat dalam menginterpretasikantujuan sejarah lokal yang dipilih.

 

G.  KEGIATAN PENGAYAAN DAN REMEDIAL

Remedial

Kegiatan remidi diberikan dalam bentuk penugasan diluar jam pembelajaranyakni dengan meminta Peserta didik untuk melakukan wawancara denganketua komunitas yang ada di sekitar tempat tinggal mereka. Wawancaradapat dilaksanakan kepada ketua lembaga pemberdayaan masyarakatdesa yang berupa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Dana Sehat, PosPelayanan Terpadu (Posyandu), Pondok Bersalin Desa (Polindes), Pos ObatDesa (POD), dan Karang Taruna Husada. Poin yang perlu mereka tanyakanmeliputi tugas dan fungsi komunitas tersebut. Laporan disajikan dalambentuk laporan hasil wawancara sederhana.

 

Pengayaan

Peserta didik diminta untuk membaca artikel yang berjudul sejarah Ratu Kalinyamat. Kemudian setelah selesai membaca, peserta didik diminta untukmembuat ringkasan dari artikel tersebut.

 

LAMPIRAN

A.  LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

 

Nama :

Kelas :

Petunjuk!

B.  BAHAN BACAAN GURU & PESERTA DIDIK

Bahan BacaanPeserta Didik

b. Ratu Kalinyamat

Gambar 4.9PelabuhanJepara, sekitar1650, di bawahpemerintahan RatuKalinyamat menjaditempat penting danstrategis di pesisirutara Jawa.

Sumber: Public Domain/archive.org (1650)

Ratu Kalinyamat ialah puteri ketiga dari SultanTrenggana. Nama kecil Ratu Kalinyamat adalahRetna Kencana. Gelar Kalinyamat diberikan setelahia menikah dengan Raden Toyib (Sultan Hadlirin) danmemperoleh sebuah tempat bernama Kalinyamatyang berada di antara Jepara dan Kudus. Kekacauandi pusat Kerajaan Demak timbul setelah wafatnyaSultan Trenggana dalam ekspedisi di Panarukan.

Arya Penangsang, anak dari Pangeran Sedaing Lepen, cemburu atas pengangkatan SunanPrawata. Sunan Prawata pun dibunuh sebagaiupaya balas dendam. Sultan Hadlirin dan RatuKalinyamat kemudian pergi ke Kudus dalam rangkamemperjuangkan keadilan kepada Sunan Kudus.Namun dalam perjalanan pulang, Sultan Hadlirindibunuh oleh para utusan Arya Penangsang.

Ratu Kalinyamat kemudian pergi bertapa ke Gunung Danaraja yangberada di sebelah utara Sungai Jepara. Ia meninggalkan keraton dansemua kemewahannya. Ratu berjanji akan memberikan seluruh harta dankekuasaannya pada orang yang berhasil membunuh Arya Penangsang.Akhirnya, Arya Penangsang berhasil dikalahkan oleh Sultan Hadiwijayadengan bantuan Ki Pemanahan, Ki Juru Martani, Ki Panjawi, dan DanangSutawijaya.

Setelah kekalahan Arya Penangsang, Ratu Kalinyamat kemudian dikenalsebagai wanita penguasa di Jawa. Sejak pertengahan abad ke-16 (1549) RatuKalinyamat tampil sebagai salah satu tokoh penting yang berpengaruh dipantai utara Jawa. Kekuasannya meliputi Pati, Juana, Jepara, dan Rembang.Di bawah kepemimpinan Ratu Kalinyamat, Jepara kemudian berkembangpesat terutama pada bidang pelayaran dan perdagangan. Keberhasilan iniditunjang oleh pelabuhan yang aman dan angkatan laut cukup banyak.Ratu Kalinyamat melakukan kerjasama dengan penguasa di daerah lainmelalui Maluku, Cirebon, Tuban, Johor, dan Banten. Aspek sosial danekonomi tersebut berdampak kepada keadaan Jepara yang aman dantentram.

Dalam hubungan dagang dan pelayaran, Ratu Kalinyamat menerapkansistem commenda yang dikenal di Nusantara pada abad ke-16 M. Dalamsistem ini, para raja (penguasa) wilayah pesisir memiliki wakil-wakil yangberkedudukan di Malaka. Melalui perwakilannya ini, para raja tersebutmelakukan penanaman modal pada kapal dalam negeri dan luar negeriyang akan berlayar untuk berdagang dengan wilayah lain.

Jepara berhasil melakukan ekspor beras (terbesar di Jawa), gula,kayu, kelapa, dan berbagai jenis palawija. Hal tersebut merupakan buktiadanya peningkatan perekonomian di Jepara. Dengan armada laut yangkuat serta kekayaan yang luar biasa, banyak penguasa lain bekerja samadengan Jepara.

Semenjak Malaka jatuh kepada Portugis, orang Jawa yang menetapdi Malaka mendapatkan dampak. Mereka mendapatkan gangguan dariPortugis untuk berdagang rempah-rempah. Orang-orang Jawa yangmerasa dirugikan meminta bantuan kepada Ratu Kalinyamat, yangterkenal dengan armada lautnya yang kuat, untuk melawan Portugis diMalaka. Sultan Johor juga ternyata mempunyai niat untuk mengadakankerjasama dengan Ratu Kalinyamat. Dengan semangat yang tinggi, RatuKalinyamat menurunkan bantuan berupa 4.000 tentara dari Jepara dan40 kapal sebagai upaya untuk merebut Malaka dari tangan Portugis.

Ratu Kalinyamat di sisi lain ingin menunjukkan kekuasaan dankebesaran pemerintahan. Utusan dari Aceh yang datang pada tahun 1573juga meminta bantuan dari Ratu Kalinyamat untuk membantu menyerangPortugis. Sultan Alauddin Ri’ayat Syah (Raja Aceh saat itu) berupayamelakukan kerjasama dengan Ratu Kalinyamat. Saat itu, Raja Aceh inginmempertahankan hegemoni Islam di Malaka sementara Ratu Kalinyamatingin mempertahankan eksistensi Jepara sebagai kekuatan besar dipesisir utara Jawa. Ia pun mengirimkan 300 kapal dan 15.000 orangprajurit di bawah Ki Demang Laksamana. Kali ini usahanya juga menemuikegagalan karena pasukan Aceh Darussalam sudah dipukul mundur danbantuan logistik Jepara berhasil dihadang Portugis. Di samping itu, RatuKalinyamat juga mengirimkan pasukan untuk membantu Kerajaan Hitu diMaluku pada tahun 1565. Berkat keberanian dan jiwa kepemimpinannya,Portugis menyebut Ratu Kalinyamat sebagai “Rainha de Japara, SenhoraPoderosa e Rica de Kranige Dame” yang artinya Ratu Jepara, seorangwanita kaya dan berkuasa, wanita pemberani.

c. Laksamana Malahayati

Kerajaan Aceh punya sosok laksamana wanita bernama Keumalahayati.Keberadaan Keumalahayati tidak hanya dikenal di Indonesia tetapi jugadi literatur barat (seperti Belanda, Inggris, Portugis, dan Perancis). Beliauadalah laksamana wanita pertama di dunia modern.

Konflik antara Aceh dan Portugis sudah terus berlanjut hinga akhirseperempat abad ke-17 dari abad ke-16. Pada konflik antara Aceh danPortugis muncul tokoh-tokoh yang mempunyai peran penting untukmempertahankan eksistensi dari Kerajaan Aceh. Di antaranya yang palingheroik ialah Keumalahayati. Keumalahayati oleh warga setempat (orangAceh) dikenal dengan Malahayati atau Hayati.

Jika ditarik garis silsilah, Keumalahayati masih merupakan keturunandari kalangan sultan-sultan Aceh terdahulu. Ayahnya seorang laksamanayang bernama Mahmud Syah. Kakeknya bernama Muhammad Said Syah,seorang laksamana yang juga merupakan putra Sultan Salahuddin Syahyang memerintah tahun 1530-1539 M.

Keumalahayati merupakan wanita yang mempunyai pangkatlaksamana Kerajaan Aceh. Beliau memimpin armada laut Kerajaan Acehpada masa Sultan Alaidin Riayatsyah Al Mukminul (1589-1604). Sebelummenjabat sebagai laksamana, Keumalahayati memimpin pasukan wanita.Pasukan ini terdiri dari wanita yang suaminya gugur di medan perang saatpeperangan antara Aceh dan Portugis.

Pembentukan pasukan tersebut merupakan gagasan darinya agarpara wanita yang suaminya gugur di medan perang dapat menuntut balas.Permohonan tersebut disetujui oleh Sultan Aceh. Pasukan wanita yangdisebut Inong Bale ini mendapat pangkalan berupa benteng Kuta InongBale. Keumalahayati memimpin 2.000–3.500 lebih pasukan.

Keumalahayati menjabat sebagai laksamana yang mengatur sejumlahpasukan laut. Tugas lainnya adalah mengawasi kapal-kapal perang(galley) milik kerajaan Aceh dan pelabuhan-pelabuhan yang berada dibawah syahbandar. Semasa Laksamana Keumalahayati, kapal perang danpasukan gajah menjadi kekuatannya utama angkatan perang KerajaanAceh. Selain di pusat pemerintahan kerajaan, kapal-kapal perang tersebutjuga disimpan di daerah bawahan-bawahan.

Kekuatan Keumalahayati sebagai seorang laksamana diuji ketikaKerajaan Aceh mendapat interaksi dari Belanda. Kapal Belanda yangbernama de Leeuw dan Leeuwin pada tanggal 21 Juni 1599 berlabuh diibu kota Kerajaan Aceh. Cornelis de Houtman dan Frederick de Houtmanyang merupakan dua bersaudara masing-masing memimpin keduakapal tersebut. Kapal Belanda tersebut disambut baik oleh KerajaanAceh. Kerajaan Aceh berharap mendapatkan kerjasama yang baik untukperdagangan lada.

Namun, rupanya kapal Belanda tersebut hendak mengacau di KerajaanAceh. Laksamana Keumalahayati menggagalkan upaya Belanda tersebut.Menurut cerita, Cornelis de Houtman tewas dibunuh oleh Keumalahayatidalam duel satu lawan satu di geladak kapal. Sedangkan Frederick deHoutman menjadi tahanan Kerajaan Aceh. Di samping sebagai laksamanayang cerdas, Keumalahayati juga memegang jabatan sebagai troopcommander. Jabatan lain yang dipegang adalah diplomat. Ia menjadidiplomat ulung dan bertanggung jawab atas kendali hubungan luar negeri.

Saat pembentukan pasukan armada Inong Bale, Keumalahayati pernahbersumpah di hadapan Sultan atas nama Tuhan. Ia akan berjuang melawanmusuh-musuh dari Kerajaan Aceh sampai titik darah penghabisan.Keumalahayati melaksanakan sumpah tersebut hingga akhirnya gugur dimedan pertempuran yang dimenangkan oleh Aceh.

Darma Wangsa (Iskandar Muda), Keumalahayati, dan pasukannyaberhasil melawan Portugis dan mengusirnya dalam pertempuran di TelukKrueng Raya. Kuemalahayati gugur dan dimakamkan di Lereng Bukit KotaDalam, yaitu pada sebuah bukit terlarang di Desa Nelayan. Para penulisdari dunia Barat menjulukinya sebagai The Guardian of Acheh Kingdom,dan sosok Malahayati masuk ke dalam jajaran 7 Warlord Women in TheWorld, dan juga sebagai Best Female Warrior at All Time.

d. Syarif Abdurrahman

Syarif Abdurrahman adalah putera dari Syarif Husain dan wanita Dayak yanglahir pada tahun 1742. Beliau merupakan cucu dari Syekh Abdurrachman.Sebagai anak muda berparas tampan, Abdurrahman menunjukan ambisidan bakatnya. Masa mudanya dihabiskan dengan berpetualang, mulaidari berdagang sampai ke Banjarmasin hingga merompak kapal asing.Beliau menjadi menantu sultan dengan menikahi Ratu Sirih Anom dariBanjarmasin. Namun, ambisinya yang tinggi menyebabkan ia dibenci danterpaksa kembali ke Mempawah, Kalimantan Barat.

Pada akhir tahun 1771, Syarif Abdurrahman bersama beberapapengikutnya berlayar di Sungai Kapuas hingga pertemuan denganSungai Landak. Di sana, ia membuka hutan dan membangun pemukimanbaru yang kemudian berkembang menjadi pusat perdagangan. Konon,berdasar cerita setempat, wilayah tersebut banyak dihuni oleh makhlukhalus. Namun, kesemuanya berhasil ditundukkan dan wilayah tersebutdiberi nama Pontianak. Terbukti dengan nyata pemilihan tempat tersebutmembawa keuntungan dengan banyaknya pedagang yang singgah dariBugis, Melayu, Tiongkok, Sangau, Sukadana, Mempawah dan Sambas.

Setelah berkedudukan kuat, Syarif Abdurrahman melakukan ekspansike Sangau yang merupakan vasal dari Kerajaan Banten. Raja Sangauberupaya memohon bantuan tetapi saat itu Banten sedang mengalamikemunduran. Banten pun menyerahkan daerah yang terdapat di Kalimantan itu kepada Belanda. Sadar akan kekuatan Belanda, Syarif Abdurrahmanmengakui supremasi Belanda. Akhirnya, Belanda mempunyai hak atasmonopoli hasil daerah Pontianak berupa emas, berlian, sarang burung,lada, karet, rotan, lilin, dan sagu.

Akibat ekspansi Belanda di Riau, sebagai raja muda, Raja Ali kemudianlari ke Mempawah. Raja Ali yang hadir sebagai musuh Belanda diMempawah, dimanfaatkan oleh Syarif Abdurrahman untuk membersihkanpenghalang bagi kemajuan perdagangan di Pontianak.

Perebutan kekuasaan di wilayah tersebut menjadi makin rumit akibatkonflik yang terjadi antara Sambas dan Mempawah. Konflik tersebut dapatdiredam atas bantuan dari Syarif Abdurrahman, tetapi pertentanganantara Panembahan Mempawah dan Abdurrahman menjadi meningkat.Abdurrahman bersiasat untuk meyakinkan Belanda bahwa PanembahanMempawah adalah musuh besarnya. Faktor lain yang menjadi penambahkonflik tersebut adalah persaingan dan permusuhan antara Pontianakdan Sukadana. Rivalitas Pontianak dan Sukadana terjadi akibat hasil daridaerah hulu Sungai Kapuas ke Sukadana merugikan Pontianak. Saat Raja Alimengungsi ke Sukadana dan pindah dari Mempawah, Abdurrahman punmenambah kekuatan dan meminta bantuan dari Belanda. Belanda bersediamembantu karena Sukadana tidak pernah mengakui kehadirannya diKalimantan.

Pasukan Belanda bersama dengan Syarif Kasim (putera dariSyarif Abdurrahman) menyerang Sukadana. Sultan Ahmad Kaharudinmenyelamatkan diri bersama pengikutnya. Mempawah dan Matan punmenjadi target berikutnya. Persaingan dan pertentangan di Kalimantan Barat mengundang campur tangan Belanda. Belanda kesulitan untukmelakukan penaklukan dan hanya membutuhkan pengakuan atas kekuasaan.Kalimantan Barat berintegrasi akibat adanya jaringan komunikasi melaluiperang, perdagangan, diplomasi, dan perkawinan di akhir abad ke-18.

 

Bahan Bacaan Guru

Secara interaktif guru dan peserta didik dapat berbagi sudut pandangterkait dengan keanekaragaman suku bangsa dan komunitas diIndonesia. Peserta didik diajak untuk mengaitkan dengan temasebelumnya yakni diferensiasi atau keberagaman atas ras, etnis,agama dan gender. Peserta didik memperoleh informasi bahwaterdapat kelompok-kelompok budaya di Indonesia yang mendukungkeberagaman kebudayaan di Indonesia. Dalam kerangka ke-IPSan,tema ini mengembangkan kemampuan Peserta didik untukmembedakan manakah yang merupakan pembagian kelompok secarahorizontal dan manakah yang merupakan pembagian kelompokatas dasar lapisan sosial atau secara vertikal. Keduanya berbeda danmemiliki peranan dalam kelangsungan hidup dan proses sosialisasidalam masyarakat. Keterdapatan perbedaan kondisi lingkunganisik wilayah akan memengaruhi keberagaman budaya. Adanyaseorang tokoh yang dianggap berpengaruh terhadap suatu wilayah,melahirkan kesepakatan antar warga dalam mengikuti kebiasaantokoh tersebut dan menghasilkan budaya yang berbeda pula dimasing-masing wilayah di Indonesia. Keanekaragaman budayadapat menjadi potensi pariwisata, sekaligus menjadi potensi konlikyang berujung pada ancaman separatis apabila tidak dijaga. Pesertadidik diharapkan mampu menganalisis mampu membuat karyaatau melakukan aksi sosial yang relevan di lingkungan keluargadan masyarakat terdekat, kemudian melakukan releksi dari setiapproses yang sudah dilakukan.

 

C.   GLOSARIUM

Sejarah lokal : suatu kajian sejarah yang berisi tentang penceritaan kejadian-kejadian yang bersifat lokalSejarah lokal lebih bernuansa lokal.

D.   DAFTAR PUSTAKA

Daftar Pustaka

Adhuri, D. S., Wiratri, A., & Bismoko, A. B. 2016. “Interseksi BudayaDan Peradaban Negara-negara Di Samudra Hindia: PerspektifIndonesia”. Masyarakat Indonesia, 41(2), 115-126, https://doi.org/10.14203/jmi.v41i2.310.

Alisjahbana Armida Salsiah, Murniningtyas Endah. 2018. TujuanPembangunan Berkelanjutan di Indonesia. Bandung: UNPAD Press.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). 2019. Bencana Alam diProvinsi Yogyakarta. http://bnpb.cloud/dibi/xdibi_list/.

Badan Perencana Pembangunan Nasional. 2016. Laporan Prakarsa StrategisBidang Kemaritiman. Jakarta: Bappenas.

Badan Pusat Statistik. 2019. Statistik Pertambangan Minyak dan Gas Bumi.Jakarta: BPS.

Banowati Eva, Sriyanto. 2013. Geografi Pertanian. Yogyakarta: Ombak.

______________ . 2012. Geografi Indonesia. Yogyakarta: Ombak.

Daldjoeni. 2014. Pokok-Pokok Klimatologi. Yogyakarta: Ombak.

Danandjaja, James. 1994. Folklor Indonesia. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.

Department of Economic and Social Affairs. 2019. Growing at a slowerpace, world population is expected to reach 9.7 billion in 2050 and couldpeak at nearly 11 billion around 2100. Artikel. https://www.un.org/development/desa/en/news/population/world- populationprospects-2019.html pada 21-08-2020

Erman, Erwiza. 2011. “Penggunaan Sejarah Lisan dalam HistoriografiIndonesia”. Jurnal Masyarakat & Budaya, 13 (1), 1-22, https://doi.org/10.14203/jmb.v13i1.94.

Franz Adler. 2014. “The Value Concept in Sociology”. American Journal ofSociology. Volume 62, Number 3.

Giddens, A., Duneier, M., Appelbaum, R. P., & Carr, D. 2018. Introduction toSociology. New York: W. W. Norton & Company, Inc.

Goujon A. 2018. Human Population Growth. In: Reference Module in EarthSystems and Environmental Sciences. h. 1907-1912 Elsevier. ISBN 978-0-12-409548-9 DOI:10.1016/B978-0-12-409548-9.10755-9.

Graha, Andi Nu. 2012. Pengembangan Masyarakat Pembangunan melaluipendampingan sosial dalam konse pemberdayaan di bidang ekonomi.

Jurnal Ekonomi Modernisasi, 5(2), 117-126. https://doi.org/10.21067/jem.v5i2.243

Griffiths, H., dkk. 2017. Introduction to Sociology 2. Texas: OpenStax.

Grusec, J. E., & Hastings, P. D. 2015. Handbook of Socialization: theory andresearch. NY: The Guilford Press. h. 1, 13, 20.

Habibi, Maksum dan Gunadi. 2014. Pengantar Ekonomi dan Bisnis BidangKeahlian Bisnis dan Manajemen. Jakarta: Yudhistira.

Hadi, A. P. 2010. Konsep pemberdayaan, partisipasi dan kelembagaan dalampembangunan. Yayasan Agribisnis/Pusat Pengembangan MasyarakatAgrikarya (PPMA).

Harahap, Erni Febian. 2012. “Pemberdayaan Masyarakat dalam BidangEkonomi untuk Mewujudkan Ekonomi Nasional yang tanggung danMandiri”. Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan, 3(2), 78-96.

Herlina, N. 2020. Metode Sejarah. Bandung: Satya Historika.

Hutomo, Mardi Yatno. 2000. Pemberdayaan Masyarakat dalam BidangEkonomi: Tinjauan Teoritik dan Implementasi. Naskah No 20, Juni-Juli2000.

Kartodirjo, Sartono. 2014. Pengantar Sejarah Indonesia Baru: 1500-1900.Yogyakarta: Ombak.

Kementerian Kelautan dan Perikanan. 2019. Laporan Tahunan 2018. Jakarta:KKP.

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman. 2019. Laporan Kinerja2018. Jakarta: Kemenko Bidang Maritim.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. 2018. Status Hutan danKehutanan Indonesia 2018. Jakarta: KLHK

Koentjaraningrat. 1985. Kebudayaan Mentalitas dan Pembangunan. Jakarta:Gramedia.

Korlantas Polri. 2013. Polantas dalam Angka 2013. www.korlantas.polri.go.id.

Kotarumalos, Nur Aisyah. 2010. “Mengkonstruksi Identitas Diaspora Malukudi Negeri Belanda”. Masyarakat Indonesia. 36 (1), 123-144, https://media.neliti.com/media/publications/150453-ID-mengkonstruksiidentitas-diapora-maluku.pdf.

Kotler, Philip dan Gary Amstrong. 2008. Prinsip-prinsip Pemasaran Jilid I.Jakarta: Erlangga.

Krautkraemer, J. A. (2005). Economics of natural resource scarcity: The stateof the debate (No. 1318-2016-103362).

Kuntowijoyo, D. R. (2005). Pengantar Ilmu Sejarah. Sleman: BentangPustaka.

Lembar Fakta Forest Watch Indonesia 2019. 2019. diakses dari http://fwi.or.id/wp-content/uploads/2019/10/FS_Deforestasi_FWI_small.pdf

Muta’ali, Lutfi. 2013. Pengembangan Wilayah Perdesaan (PerspektifKeruangan). Yogyakarta: Badan Penerbit Fakultas Geografi (BPFG).

Noor, Djauhari. 2014. Pengantar Geologi. Sleman: deepublish.

Noor, Munawar. 2011. “Pemberdayaan Masyarakat”. Junal CIVIS, 1(2), 87-99.

Prihandito Aryono. 1989. Kartografi. Yogyakarta: PT Mitra Gama Widya.Rambe, Tappil., et al. 2019. Sejarah Politik dan Kekuasaan. Medan: KitaMenulis.

Resosoedarmo Soedjiran, Kartawinata Kuswata, Soegiarto Aprilani. 1987.Pengantar Ekologi. Bandung: Remadja Karya.

Ricklefs, M.C., et al. 2013. Sejarah Asia Tenggara dari Masa Prasejarahsampai Kontemporer. Depok: Komunitas Bambu.

Robert S. Pindyck dan Daniel L Rubinfeld. 2013. Mikroekonomi. Jakarta:Erlangga

Romansara, Enos. H. 2015. “Memahami Kebudayaan Lokal Papua: Suatu

Pendekatan Pembangunan yang Manusiawi di Tanah Papua”. JurnalEkologi Birokrasi. 1 (1), 47-57 https://doi.org/10.31957/jeb.v1i1.491.

Saihu, Ade. 2020. Merawat Pluiralisme Merawat Indonesia. Yogyakarta:Deepublish.

Siska, Y. 2015. Manusia dan Sejarah: Sebuah Tinjauan Filosofis. Sleman:Garudhawaca.

Sobarna, A. 2003. “Konsep pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat miskinperkotaan”. Mimbar: Jurnal Sosial dan Pembangunan, 19 (3), 316-329.

Sodik, Abror., dan Musthofa, Muhamad Wakhid. 2018. “Analisis StrategiPenyebaran Agama-Agama di Indonesia dari Pra Hingga Era Moderndengan Pendekatan Teori Permainan Matematika”. HISBAH: JurnalBimbingan Konseling dan Dakwah Islam, 15 (1), 99-113, https://doi.org/10.14421/hisbah.2018.151-08.

Soekmono. 1992. Sejarah Kebudayaan Indonesia 3. Yogyakarta: Kanisius.

Sofiana, Anas. 2017. “Ratu Kalinyamat Penguasa Wanita Jepara Tahun 1549-1579.” Avatara 5.3. https://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/index.php/avatara/article/view/21467.

Stolley, K. S. 2005. The basics of sociology. CT: Greenwood Press.

Suharyono, Amien M. 2013. Pengantar Filsafat Geografi. Yogyakarta: Ombak

Suryanegara, Ahmad Mansur. 2015. Api Sejarah Jilid 1. Bandung Suryadinasti.

Susanti, S. 2016. “Nasionalisme dan Gerakan Mulih Njowo, 1947dan 1954”. Jurnal Sejarah Citra Lekha, 1(2), 107-120, https://doi.org/10.14710/jscl.v1i2.12767.

Syefriyeni. 2018. “Karakteristik Pengetahuan Orang Melayu”. Intizar. 24 (2), 265-271,<doi.org/10.19109/intizar.v24i2.2730>.

T., Vyain, S., Bry, J., & Jones, F. 2017. Introduction to Sociology 2. Texas:OpenStax.

Tim Nasional Penulisan Sejarah Indonesia. 2010. Sejarah Nasional Indonesia.Jakarta: Balai Pustaka.

Tim. 2012. Indonesia dalam Arus Sejarah. Jakarta: Ichtiar Baru van Hoeve.

Tyasyono Bayong. 2004. Klimatologi Edisi Kedua. Bandung: ITB.

Usrah, Cut Rizka AI. 2015. “Laksamana Keumalahayati Simbol PerempuanAceh (Peranan dan Perjuangannya dalam Lintasan Sejarah KerajaanAceh Darussalam 1589-1604)”. Skripsi. Medan: Universitas NegeriMedan.

Wolters, O.W. 2011. Kemaharajaan Maritim Sriwijaya & Perniagaan Dunia.Depok: Komunitas Bambu.

Worosetyaningsih, Tri. 2019. Kehidupan Masyarakat pada Masa Praaksara,Masa Hindu Budha, dan Masa Islam. Ponorogo: Myria Publisher.

Sumber Gambar

https://cdn.bmkg.go.id/Web/2020.10_CH_GSMAP.png

https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/6/64/Bali_ngaben_pelebon_cremation_ceremony_Indonesia.jpg

https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Dewaruci.jpg

https://web.archive.org/web/20161016172930/http://www.panoramio.com/photo/42125739

https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Gedung_Batu_Temple_Semarang.jpg

https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Lawang_sewu.jpg

https://www.esdm.go.id/id/media-center/arsip-berita/progresssmelter-pt-fi-capai-386-akhir-tahun-2022-selesai

https://www.esdm.go.id/assets/imagecache/bodyView/arsip-beritadivestasi-51-saham-pt-fi-simbol-kedaulatan-negara-tympxrm.jpg

https://geoportal.esdm.go.id/indonesia-overview/

https://cdn.idntimes.com/content-images/post/20190412/infografisutang-luar-negeri-4-tahun-trakhir-1-a18ef6c7f68ceec3ba4b98b6f1952ea5.png

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 

MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA

IPS FASE D KELAS VII

 


INFORMASI UMUM

A. IDENTITAS MODUL

Penyusun

Instansi

Tahun Penyusunan

Jenjang Sekolah

Mata Pelajaran

Fase / Kelas

Tema 04

Materi

Elemen

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Capaian Pembelajaran 4

 

Alokasi Waktu

:

:

:

:

:

:

:

:

:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

:

 

:

.....................................

SMP …………………

Tahun 2022

SMP

Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)

D / VII

Pemberdayaan Masyarakat

Permasalahan Kehidupan Sosial Budaya

a) Elemen pemahaman dan ruang lingkup pembelajaran

  • Keruangan dan konektivitas antar ruang dan waktu: materi ini berkaitan dengan pemahaman terhadap kondisi sosial dan lingkungan alam serta kesejarahan dalam konteks lokal dan nasional. Materi ini juga terkait dengan pembelajaran tentang kondisi geografis Indonesia dan pengaruhnya terhadap aktivitas sosial, ekonomi.
  • Perkembangan masyarakat Indonesia dari masa pra aksara, kerajaan-kerajaan di NusantaraInteraksi, Sosialisasi, institusi sosial, dan dinamika sosial; materi ini berkaitan dengan pembentukan identitas diri, merefleksikan keberadaan diri di tengah keberagaman dan kelompok yang berbeda-beda
  • Kegiatan manusia dalam memenuhi kebutuhannya: materi ini berkaitan tentang peran diri, masyarakat serta negara dalam memenuhi kebutuhan bersama. Peserta didik menganalisis sejarah manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

b) Elemen keterampilan proses

  • Siswa melakukan berbagai kegiatan yang  mendukung tercapainya keterampilan proses  yang dibutuhkan untuk mempelajari dan menyelesaikan pembelajaran IPS kelas 7 antara lain: mengamati, menginvestigasi/ menyelidiki, menganalisis, merencanakan, menggambar, berdiskusi, menceritakan, membuat laporan tertulis sederhana, dan mempresentasikan.

Memahami isu pemberdayaan masyarakat dalam konteks lokal.

4 JP (2 Pertemuan Ke 56-57)

B.  KOMPETENSI AWAL

  • Mengidentiikasipermasalahan kehidupan sosialbudaya.

C.  PROFILPELAJAR PANCASILA

  • Mandiri, Kreatif, dan Bernalar kritis

D.  SARANADAN PRASARANA

Media, Sumber Belajar, dan Alat

1. Video tentang dampak kerusakan hutan akibat alih fungsi lahan.

2. Slide Gambar tentang Pemberdayaan Masyarakat.

3. Artikel terkait salah satu permasalahan Kehidupan Sosial Budaya yaknikesetaraan gender.

4. Kemendikbud. 2021. Ilmu Pengetahuan Sosial, Buku Siswa Kelas VII,Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.

5. Laptop, Proyektor, PC, Pengeras suara.

E.  TARGET PESERTA DIDIK

§  Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami materi ajar.

§  Peserta didik dengan pencapaian tinggi: mencerna dan memahami dengan cepat, mampu mencapai keterampilan berfikir aras tinggi (HOTS), dan memiliki keterampilan memimpin

F.  MODEL PEMBELAJARAN

§  Model atau kerangka pembelajaran yang memberikan gambaran sistematis pelaksanaan pembelajaran. Model pembelajaran dapat berupa model pembelajaran tatap muka, pembelajaran jarak jauh dalam jaringan (PJJ Daring), pembelajaran jarak jauh luar jaringan (PJJ Luring), dan Contextual Learning(CTL).

KOMPNEN INTI

A.  TUJUAN KEGIATAN PEMBELAJARAN

Alur Tujuan Pembelajaran :

a.  Peserta didik diharapkan mampu mengidentiikasi permasalahan kehidupan sosialbudaya.

B. PEMAHAMAN BERMAKNA

  • Pemahaman kepada Peserta didik bahwa alih fungsi lahan yang berupa hutan dapatmenimbulkan permasalahan kehidupan sosial budaya.

C. PERTANYAAN PEMANTIK

  • Mengapa alih fungsi hutan dapat memicu masalah sosial budaya?
  • Bagaimana tingkat kemiskinan memengaruhi kebijakan negara?
  • Bagaimana peran kesetaraan gender di Indonesia?
  • Apakah kesejahteraan gender justru menimbulkan masalah sosial budaya dan meningkatkan angka perceraian?
  • Apa penyebab kenakalan remaja? Bagaimana kenakalan remaja dapat menjadi permasalahan kehidupan sosial budaya?

 

D.  KEGIATAN PEMBELAJARAN

Kegiatan Pendahuluan

1. Guru menyapa peserta didik, memberi salam, dan dilanjutkan berdoa.

2. Guru mempersiapkan peserta didik untuk mengikuti kegiatanpembelajaran.

3. Apersepsi: peserta didik melihat tayangan video tentang salah satupermasalahan kehidupan sosial budaya.

4. Guru dapat menambahkan variasi gambar dari internet, gurumenceritakan kepada peserta didik atau melalui kegiatan tanya jawab.Guru dapat memilih kegiatan yang sesuai kondisi sekolah dan pesertadidik. Peserta didik difasilitasi guru mengaitkan video dengan kegiatanbelajar. Guru melanjutkan dengan memberikan motivasi terkait upaya

untuk mengatasi terjadinya permasalahan kehidupan sosial budaya.

5. Peserta didik dibantu guru menyimak gambaran tema dan tujuanpembelajaran dalam tema 4

6. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran pertemuan 56 dan 57tentang permasalahan kehidupan sosial budaya.

 

KegiatanInti

Guru menjelaskan tentang petunjuk kerja dan tugas dari Lembar aktivitasIndividu #10 untuk mengidentiikasi permasalahan kehidupan sosialbudaya. Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan pemahamankepada Peserta didik bahwa alih fungsi lahan yang berupa hutan dapatmenimbulkan permasalahan kehidupan sosial budaya. Proses salingtukar hasil temuan peserta didik dapat dilakukan dalam waktu singkat,kemudian guru melakukan tanya jawab dengan Peserta didik terkait hasilidentiikasi. Secara interaktif guru mengaitkan hasil identiikasi denganorientasi pembelajaran Permasalahan Kehidupan Sosial Budaya.

Peserta didik mengidentiikasi masalah

Setelah peserta didik mengidentiikasi peristiwa terkait permasalahankehidupan sosial budaya, selanjutnya guru mendorong Peserta didikmengajukan berbagai pertanyaan yang mengarah pada HOTS. Beberapapertanyaan yang diajukan misalnya, mengapa alih fungsi hutan dapatmemicu masalah sosial budaya? Bagaimana tingkat kemiskinanmemengaruhi kebijakan negara? bagaimana peran kesetaraan genderdi Indonesia? Apakah kesejahteraan gender justru menimbulkanmasalah sosial budaya dan meningkatkan angka perceraian? Apapenyebab kenakalan remaja? Bagaimana kenakalan remaja dapat menjadipermasalahan kehidupan sosial budaya? Guru dapat menggunakanLembar Aktivitas #11 untuk menemukan jawaban-jawaban tersebut.

Peserta didik Mengelola Informasi

1. Peserta didik mencari informasi terkait permasalahan kehidupan sosialbudaya dari buku atau internet.

2. Guru memfasilitasi sumber lain misalnya memberikan tautan internetatau video yang mendukung penjelasan dan pendalaman sumber belajarContoh tautan : https://www.kemenkeu.go.id/publikasi/berita/inipentingnya-kesetaraangender -untuk-sebuah-negara/

3. Untuk memperoleh informasi lebih luas Peserta didik juga dapatmelakukan browsing materi terkait permasalahan kehidupan sosialbudaya. Guru dapat memberikan beberapa tautan berita, tulisan, danlaporan video.

4. Peserta didik mengolah informasi secara berkelompok di bawahbimbingan guru. Kegiatan ini dapat dilakukan secara bervariasi,misalnya dengan Project based learning (Diskusi kelompok), jigsawlearning, dan Problem based learning.

Contoh : Problem Based Learning

a. Guru memberikan orientasi masalah seperti yang tercantum padaaktivitas 12.

b. Guru mengorganisasikan pembagian kelompok (4-5 peserta didik)

c. Peserta didik dibawah bimbingan guru melakukan penyelidikankelompok, yakni mencari data jumlah penduduk yang berada dibawah garis kemiskinan di Indonesia dari berbagai sumber.

d. Peserta didik megembangkan data yang diperoleh denganmengidentiikasi kecenderungan atau trend kenaikan ataupenurunan dari tahun ke tahun.

e. Peserta didik menyajikan hasil karya kerja kelompok dalam sebuahbagan.

f. Peserta didik kemudian membuat analisis dan melakukanevaluasi yang merupakan bagian dari proses problem solvingatau pemecahan masalah, yang terdiri atas rasionalisasi logis darikecenderungan yang ada dalam sebuah kesimpulan singkat.

5. Peserta didik memilih dan mengorganisasikan informasi yang diperoleh.

6. Guru membimbing dan mengarahkan kegiatan pembelajaran pesertadidik.

7. Guru memastikan peserta mengerjakan tugas dengan baik.

Peserta didik Merencanakan dan mengembangkan ide

1. Hasil pengolahan informasi disajikan dalam bentuk laporan/poster/karya lainnya.

2. Peserta didik secara berkelompok mengumpulkan data. Guru dapatmenggunakan Lembar Aktivitas #12 untuk menemukan jawaban-jawabantersebut.

Peserta didik Melakukan Releksi diri dan aksi

1. Releksi dan aksi dapat dilakukan di dalam kelas atau melalui mediaberbasis internet, Peserta didik mengomunikasikan hasil pengolahaninformasi

2. Guru memfasilitasi peserta didik menemukan simpulan pembelajaran

3. Guru mendorong peserta didik untuk memberikan pendapat ataubertanya.

4. Penguatan dan pengayaan dilakukan dalam rangka mengembangkankompetensi peserta didik.

 

Penutup

1. Penilaian pembelajaran dilakukan secara lisan atau tertulis

2. Peserta didik melakukan releksi pembelajaran berkaitan dengansikap, pengetahuan, dan keterampilan.

Sikap

·      Apakah aku sudah melakukan pembelajaran secara bertanggungjawab?

·      Apakah aku sudah mengumpulkan tugas secara tepat waktu?

·      Inspirasi dari pembelajaran tentang permasalahan kehidupan sosial budaya …

Pengetahuan

·      Mengapa alih fungsi hutan dapat memicu masalah sosial budaya?

·      Bagaimana tingkat kemiskinan memengaruhi kebijakan negara?

·      Bagaimana peran kesetaraan gender di Indonesia?

·      Apakah kesejahteraan gender justru menimbulkan masalah sosial budaya dan meningkatkan angka perceraian?

·      Apa penyebab kenakalan remaja?

·      Bagaimana kenakalan remaja dapat menjadi permasalahan kehidupan sosial buydaa?

Keterampilan :

·      Apakah aku sudah berhasil membuat laporan permasalahan sosial budaya?

3. Tindak lanjut dilakukan dengan mendorong Peserta didik mempelajarilebih lanjut dan informasi pembelajaran berikutnya tentang Pemberdayaan Masyarakat.

4. Doa dan penutup.

F.  REFLEKSI

Perlawanan yang dilakukan tokoh-tokoh nasionalis dalam melawankolonialisme di Indonesia dapat kita petik pelajarannya hingga saat ini.Sejak jaman dahulu, banyak sekali permasalahan sosial budaya yang munculakibat masuknya bangsa asing ke Indonesia, sekaligus keuntungan beradadi posisi silang. Belanda tidak hanya mencari lada di Indonesia, tetapimereka juga kemudian mengeksploitasi lahan perkebunan di Indonesia untuk ditanami komoditas perdagangan yang saat itu bernilai jual tinggi.

Akan selalu ada hubungan antara kehidupan sosial dalam peristiwasejarah masa lalu dan masa sekarang. Proses menelaah peristiwa masa laludapat menjadi pelajaran berharga bagi kehidupan saat ini, agar di masadepan kita dapat menyikapi permasalahan sosial secara lebih bijaksana.

Jumlah penduduk saat ini tidak sebanyak jumlah penduduk pada masakolonilaisme atau penjajahan. Banyak tenaga penduduk Indonesia yangdijadikan budak untuk perkebunan milik Belanda. Lahan-lahan perkebunanmilik Belanda selanjutnya mulai dibuka pada abad ke 17, seiring denganmomentum tersebut berdirilah VOC atau perserikatan dagang HindiaBelanda di bumi Nusantara, sejak saat itulah babak baru eksploitasi lahanperkebunan di Indonesia dimulai.

Kesenjangan sosial adalah fenomena yang sudah ada sejak era kolonialhingga hari ini. Padahal kesenjangan dan kesadaran nasional merupakansalah satu pemicu munculnya proklamasi di Indonesia. Kesenjangansosial di Indonesia muncul sebagai akibat dari adanya perbedaan tingkatpendapatan individu dan erat kaitannya dengan kemiskinan.

Kesetaraan gender di Indonesia telah diinisiasi oleh tokoh-tokoh sepertiRatu Kalinyamat, Keumalahayati, Cut Nyak Dien, Dewi Sartika, Kartini,dan masih banyak lagi tokoh perjuangan perempuan lainnya sejaksebelum Indonesia merdeka. Namun hingga saat ini, masih dapat ditemuiketidaksetaraan gender di Indonesia. Kesetaraan menurut KBBI adalahsederajat, atau berada pada tingkat yang sama, kedudukan yang sama atautidak lebih rendah antara satu dengan yang lain. Setaranya perempuandan laki-laki dapat tercapai saat keduanya memperoleh kesempatanuntuk parisipasi, akses, manfaat, dan kontrol yang sama dalam berbagaiaspek kehidupan.

Indonesia didirikan melalui perjuangan dan semangat dari para pemuda.Tidak sedikit yang gugur dalam perang. Setelah Indonesia merdeka danmengalami reformasi, justru para pemudanya sibuk melakukan aksikenakalan remaja. Berbicara masalah kenakalan remaja dalam kontekssosial dan budaya sangatlah luas, berikut jenis-jenis kenakalan remaja:

·           Mengapa alih fungsi hutan dapat memicu masalah sosial budaya?

·           Bagaimana tingkat kemiskinan memengaruhi kebijakan negara?

·           Bagaimana peran kesetaraan gender di Indonesia?

·           Apakah kesejahteraan gender justru menimbulkan masalah sosial budaya dan meningkatkan angka perceraian?

·           Apa penyebab kenakalan remaja?

·           Bagaimana kenakalan remaja dapat menjadi permasalahan kehidupan sosial budaya?

F.  ASESMEN/ PENILAIAN

Penilaian Proses dan Hasil Pembelajaran

a. Konsep Penilaian dan Pembelajaran IPS

Penilaian merupakan kegiatan yang bertujuan untuk memperoleh,menganalisis, menafsirkan proses dan hasil belajar peserta didik secarasistematis. Penilaian tersebut dapat digunakan untuk mengetahui tingkatkeberhasilan pencapaian kompetensi, proses pembelajaran, tingkatkesulitan belajar peserta didik, dan penentuan tindak lanjut pembelajaran.Penilaian pembelajaran IPS memakai pendekatan penilaian autentik(authentic assesment) untuk menilai kesiapan peserta didik, proses, danhasil belajar secara utuh. Hasil penilaian tersebut dapat dimanfaatkanguru dalam merencanakan program perbaikan (remedial), pengayaan(enrichment), layanan konseling, dan sebagai landasan untuk memperbaikiproses pembelajaran selanjutnya.

b. Teknik dan Instrumen Penilaian

Penilaian kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan dilakukanmenggunakan teknik dan instrumen penilaian. Berikut merupakanpenjabaran teknik dan instrumen penilaian dari masing-masing kompetensi.

1.  Penilaian kompetensi sikap

Teknik penilaian kompetensi sikap dapat berupa observasi, penilaiandiri, dan penilaian antar teman. Kegiatan ini bisa dilakukan oleh gurumatabpelajaran, wali kelas, dan guru bimbingan konseling (BK) yang ditulisdalam buku jurnal. Jurnal berisi catatan kejadian tertentu dan informasilain yang relevan.

a. Observasi

Instrumen dalam observasi yaitu lembar observasi atau jurnal. Lembarobservasi berisi catatan perilaku peserta didik berdasarkan pengamatanoleh guru mata pelajaran, wali kelas, dan guru bimbingan konseling selamasatu semester. Setiap catatan berisi deskripsi perilaku peserta didik yangdilengkapi dengan waktu dan tempat pengamatan tersebut.

Jika terjadi perubahan sikap peserta didik dari yang kurang baikmenjadi baik maka dalam jurnal harus ditulis bahwa sikap peserta didiktersebut telah baik atau bahkan sangat baik. Hal yang dicatat dalamjurnal bisa berupa sikap kurang baik, baik, maupun sangat baik, sertaperkembangan perubahan sikap peserta didik. Berikut merupakan contohlembar observasi penilaian sikap peserta didik selama satu semester:

Contoh Tabel Jurnal Pengembangan Sikap

No

Tanggal

Nama Siswa

Catatan Perilaku

Butir Sikap

   1

 

 

 

 

2

 

 

 

 

3

 

 

 

 

4

 

 

 

 

dst

 

 

 

 

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan penilaiansikap menggunakan teknik observasi :

·      Jurnal penilaian sikap ditulis oleh guru mata pelajaran, wali kelas, dan guru BK selama satu semester.

·      Penilaian oleh wali kelas dapat menggunakan 1 (satu) jurnal untuk satu kelas yang menjadi tanggung-jawabnya. Penilaian oleh guru mata pelajaran dapat menggunakan 1 (satu) jurnal untuk setiap kelas yang diajarnya, dan penilaian oleh guru BK dapat menggunakan 1 (satu) jurnal untuk setiap kelas di bawah bimbingannya.

·      Penilaian perkembangan sikap sipritual dan sikap sosial peserta didik bisa dicatat dalam satu jurnal yang sama atau dalam 2 (dua) jurnal berbeda.

·      Peserta didik yang dicatat dalam jurnal adalah peserta didik yang menunjukkan perilaku yang sangat baik maupun kurang baik secara alami.

·      Pencatatan jurnal dilakukan dengan segera seperti ketika wali kelas, guru mata pelajaran, maupun guru BK menyaksikan atau memperoleh informasi terpercaya mengenai perilaku peserta didik.

·      Jika peserta didik pernah menunjukkan sikap kurang baik tetapi selama satu semester tersebut menunjukan perkembangan ke arah sikap baik, maka sikap baik tersebut juga dicatat dalam jurnal.

·      Guru mata pelajaran dan guru BK merangkum catatan jurnal perkembangan sikap spiritual dan sikap sosial setiap peserta didik dan menyerahkannya kepada wali kelas untuk diolah lebih lanjut

Berikut merupakan contoh jurnal penilaian (perkembangan) sikapspiritual dan sikap sosial oleh wali kelas.

Contoh Jurnal Penilaian Sikap Spiritual

Nama Sekolah: SMP .............................

Kelas/Semester   : VII/II

Tahun Pelajaran: 2022/2023

No

Waktu

Nama Siswa

Catatan Perilaku

Butir Sikap

   1

19/07/22

Haidar

Tidak mengikuti sholatDzuhur berjamaah disekolah.

Ketaqwaan

2

19/07/22

Halwa

Mengganggu temanketika berdoa sebelumkegiatan pembelajaran.

Ketaqwaan

3

19/07/22

Sugi

Mengajak temanberdoa sebelumolahraga badminton disekolah.

Ketaqwaan

4

19/07/22

Said

Berpartisipasi sebagaipanitia perayaankeagamaan di sekolah.

Toleransi

beragama

Contoh Jurnal Penilaian Sikap Sosial

Nama Sekolah: SMP .............................

Kelas/Semester   : VII/II

Tahun Pelajaran: 2022/2023

No

Waktu

Nama Siswa

Catatan Perilaku

Butir Sikap

   1

12/07/22

Haidar

Membantu seorangteman yang kesulitanmenyebrang jalan didepan sekolah.

Kepedulian

2

26/08/22

Halwa

Menyerahkandompet yangditemukan di kantinsekolah kepada walikelas.

Kejujuran

3

26/09/22

Sugi

Tidak menggunakanatribut upacara disekolah denganlegkap.

Kedisiplinan

4

25/10/22

Said

Berinisiatifmenyiram tanamanyang mulai kering.

Kepedulian

 

Contoh format di atas dapat digunakan guru mata pelajaran danguru BK dalam penilain sikap spiritual dan sosial. Catatan tersebut jugadapat dibuat dalam satu tabel yang sama dengan menambahkan kolomketerangan pada bagian paling kanan untuk menuliskan keterangan jenissikap yang ditulis. Berikut merupakan contoh tabel jurnal penilaian sikap(spiritual dan sosial) yang dijadikan dalam satu tabel:

Contoh Jurnal Penilaian Sikap

Nama Sekolah: SMP .............................

Kelas/Semester   : VII/II

Tahun Pelajaran: 2022/2023

No

Waktu

Nama Siswa

Catatan Perilaku

Butir Sikap

Ket.

   1

19/07/22

Haidar

Membantuseorang temanyang kesulitanmenyebrangjalan di depansekolah

Ketaqwaan

Sosial

2

19/07/22

Halwa

Mengajak temanberdoa sebelumolahragabadminton disekolah.

Kepeduliaan

Spiritual

3

19/07/22

Sugi

Menggangguteman ketikaberdoa sebelumkegiatanpembelajaran.

Toleransi

beragama

Spiritual

4

18/11/22

Said

Berinisiatifmenyiramtanaman yangmulai kering.

Ketaqwaan

Sosial

 

b. Penilaian Diri (Self Assesment)

Penilaian diri merupakan teknik penilaian terhadap diri sendiri olehpeserta didik dengan mengIdentifikasi kelebihan dan kekurangan sikappeserta didik dalam berperilaku. Teknik penilaian ini dapat digunakanuntuk menumbuhkan nilai-nilai kejujuran dan meningkatkan kemampuanreleksi diri peserta didik. Satu tabel penilaian diri dapat digunakan untukpenilaian sikap spiritual dan sikap sosial. Berikut merupakan contohlembar penilaian diri menggunakan Likert Scale.

Contoh Lembar Penilaian Diri Siswa (Likert Scale)

Nama teman yang dinilai:..................

Nama penilai:..................

Kelas:....................

Semester:....................

Berilah tanda centang  pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengankeadaan sebenarnya

No

Pernyataan

Skala

1

2

3

4

   1

Saya berdoa sebelum melakukan kegiatan

 

 

 

 

2

Saya melaksanakan ibadah sholat tepat waktu

 

 

 

 

3

Saya berani mengakui kesalahan jika memang

bersalah

 

 

 

 

4

Saya mengumpulkan tugas sesuai jadwal yang

diberikan

 

 

 

 

5

Saya mengembalikan barang yang saya pinjam

dalam kondisi baik

 

 

 

 

6

Saya meminta maaf jika melakukan kesalahan

 

 

 

 

7

Saya datang ke sekolah tepat waktu

 

 

 

 

Keterangan:

1 = sangat jarang

2 = jarang

3 = sering

4 = selalu

 

c. Penilaian Antar Teman

Penilaian antar teman adalah teknik penilaian yang dilakukan pesertadidik terhadap peserta didik yang lain mengenai sikap/perilaku pesertadidik. Penilaian antarteman dapat digunakan untuk menumbuhkan nilaikejujuran, tenggang rasa, dan saling menghargai. Satu lembar penilaiandiri dapat digunakan untuk penilaian sikap spiritual dan sikap sosial.

Berikut merupakan contoh lembar penilaian antarteman menggunakanLikert Scale.

Contoh Lembar Penilaian Diri Siswa (Likert Scale)

Nama: ..................

Kelas:....................

Semester:....................

Berilah tanda centang pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengankeadaan sebenarnya

No

Pernyataan

Skala

1

2

3

4

   1

Teman saya berkata jujur kepada orang lain

 

 

 

 

2

Teman saya mengerjakan ulangan dengan jujur

 

 

 

 

3

Teman saya mentaati tata-tertib sekolah

 

 

 

 

4

.....................................

 

 

 

 

Keterangan:

1 = sangat jarang

2 = jarang

3 = sering

4 = selalu

Pada dasarnya teknik penilaian diri ini tidak hanya untuk aspek sikap,tetapi juga dapat digunakan untuk menilai kompetensi dalam aspekkete rampilan dan pengetahuan.

 

2. Penilaian Kompetensi Pengetahuan

a) Pengertian Penilaian Pengetahuan

Penilaian pengetahuan merupakan penilaian yang dilakukan untukmengetahui kemampuan peserta didik berkaitan dengan penguasaanpengetahuan faktual, konseptual, maupun prosedural serta kecakapanberpikir tingkat rendah hingga tinggi. Guru dapat memilih teknikpenilaian yang disesuaikan dengan karakteristik kompetensi yang akandinilai. Penilaian diawali dengan perencanaan pada saat menyusunrencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Hasil penilaian pengetahuanyang dilakukan selama dan setelah proses pembelajaran dinyatakan dalambentuk angka dengan rentang 0-100.

b) Teknik Penilaian Pengetahuan

Teknik penilaian pengetahuan yang akan digunakan dapat disesuaikandengan karakteristik masing-masing Kmpetensi Dasar (KD). Teknikpenilaian pengetahuan yang sering digunakan yaitu tes tertulis, tes lisan,dan penugasan. Berikut merupakan penjabaran dari berbagai teknikpenilaian pengetahuan.

Contoh Teknik Penilaian Pengetahuan

Teknik

Bentuk Instrumen

Tujuan

Tes tertulis

Pilihan ganda, benar-salah,menjodohkan, isian ataumelengkapi, dan uraian.

Mengetahui kemampuanpenguasaan pengetahuanpeserta didik dalam prosespembelajaran.

Tes lisan

Tanya jawab

Mengetahui pemahamanpeserta didik sebagaidasar perbaikan prosespembelajaran

Penugasan

Tugas individu dan kelompok

Memfasilitasi penguasaanpengetahuan pesertadidik selama prosespembelajaran.

 

1. Tes Tertulis

Tes tertulis merupakan soal dan jawaban disajikan secara tertulis, misalnyapilihan ganda, benar-salah, dan uraian. Langkah-langkah pengembangan testertulis:

 

Kisi-kisi Tes Tertulis

Nama Sekolah    : SMP .............................

Kelas/Semester   : VII/II

Tahun Pelajaran: 2022/2023

Mata Pelajaran: IPS

 

No

Kompetensi

Dasar

Materi

Indikator

Soal

Bentuk

Soal

Jumlah

Soal

1

Mengidentiikasi permasalahan kehidupan sosialbudaya

Permasalahan Kehidupan Sosial Budaya

Pesertadidik diharapkan mampumengidentiikasi permasalahan kehidupan sosialbudaya.

Tes Tertulis

2

 

Butir soal:

1. Apa yang dimaksud dengan permasalahan budaya?

2.  Apa sajakah permasalahan sosial budaya?

Pemberian skor Tes Tertulis

No.

Soal

Kunci Jawaban

Skor

1

Untuk lebih mengenal mengenai masalah sosial, berikut contoh-contohnya dan solusi yang mungkin bisa diterapkan.

1.    Tingginya Penyakit Menular.

2.    Kemiskinan.

3.    Pendidikan yang Rendah.

4.    Modernisasi.

5.    Pengangguran.

6.    Kesenjangan Hukum.

7.    Korupsi.

8.    Pertikaian.

2

2

Masalah-masalah budaya adalah segala sistem atau tata nilai, sikap mental, pola berpikir, pola tingkah laku dalam berbagai aspek kehidupan yang tidak memuaskan bagi warga masyarakat secara keseluruhan.

2

Total Skor Maksimum

4

 

 

2. Tes Lisan

Tes lisan merupakan pertanyaan yang diberikan guru secara lisan kepadapeserta didik yang jawaban atas pertanyaan tersebut juga disampaikan secaralisan. Tes ini bertujuan untuk mengetahui penguasaan pengetahuan pesertadidik dan menumbuhkan kemampuan berkomunikasi. Pemberian tes lisandapat dilakukan pada saat pembelajaran berlangsung. pertanyaanpada tes lisan:

·      Mengapa alih fungsi hutan dapat memicu masalah sosial budaya?

·      Bagaimana tingkat kemiskinan memengaruhi kebijakan negara?

·      Bagaimana peran kesetaraan gender di Indonesia?

·      Apakah kesejahteraan gender justru menimbulkan masalah sosial budaya dan meningkatkan angka perceraian?

·      Apa penyebab kenakalan remaja?

Bagaimana kenakalan remaja dapat menjadi permasalahan kehidupan sosial budaya?

 

3. Penugasan

Penugasan adalah pemberian tugas untuk meningkatkan pengetahuanpeserta didik. Tugas dapat dikerjakan baik secara individu maupunkelompok sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai. Berikutmerupakan contoh kisi-kisi tugas dan contoh pedoman penskorannya.

Nama Sekolah    : SMP .............................

Kelas/Semester   : VII/II

Tahun Pelajaran: 2022/2023

Mata Pelajaran: IPS

Kompetensi

Dasar

Materi

Indikator

Teknik

Penilaian

Mengidentiikasi permasalahan kehidupan sosialbudaya

Permasalahan Kehidupan Sosial Budaya

Pesertadidik diharapkan mampumengidentiikasi permasalahan kehidupan sosialbudaya.

Penugasan

 

Contoh Pedoman Pemberian Skor Tugas

No Soal

Aspek yang Dinilai

Skor

1

Apa yang dimaksud dengan permasalahan budaya

0-2

2

Bagaimana cara mengatasi masalah perubahan sosial budaya yang ada dalam masyarakat

0-3

3

Apa saja permasalahan di bidang sosial budaya

0-3

4

Apa manfaat keragaman sosial budaya Sebutkan 5

0-2

Total Skor Maksimum

10

 

3. Penilaian Keterampilan

a) Pengertian Penilaian Keterampilan

Penilaian keterampilan dilakukan untuk mengetahui kemampuanpeserta didik dalam menerapkan pengetahuan yang telah diperolehuntuk melakukan tugas tertentu sesuai dengan indikator pencapaiankompetensi. Penilaian ini dapat dilakukan dengan berbagai teknik, sepertipenilaian kinerja dan penilaian proyek. Berikut merupakan contoh kisi-kisipenilaian keterampilan, tugas, dan pedoman pemberian skor.

b) Teknik Penilaian Keterampilan

• Penilaian kinerja

Berikut ini Kisi-kisi Penilaian Kinerja, soal/tugas, pedomanpemberian skor:

Kisi-kisi Penilaian Kinerja

Nama Sekolah    : SMP .............................

Kelas/Semester   : VII/II

Tahun Pelajaran: 2022/2023

Mata Pelajaran: IPS

No

Kompetensi

Dasar

Materi

Indikator

Teknik

Penilaian

1

Mengidentiikasi permasalahan kehidupan sosialbudaya

Permasalahan Kehidupan Sosial Budaya

Pesertadidik diharapkan mampumengidentiikasi permasalahan kehidupan sosialbudaya.

 

 

Rubrik Pemberian Skor Penilaian Kinerja

No

Aspek yang Dinilai

Skala

0

1

2

3

4

   1

Merencanakan pengamatan

 

 

 

 

 

2

Melakukan pengamatan

 

 

 

 

 

3

Membuat laporan

 

 

 

 

 

Jumlah:

 

Penilaian diberikan dengan memperhatikan aspek proses dan produk.Guru dapat menetapkan bobot pemberian skor yang berbeda antara satudan aspek yang lainnya dengan memperhatikan karakteristik kompetensiyang dinilai.

Rubrik Penilaian Kinerja

No

Indikator

Rubrik

1

Menyiapkan bahanyang diperlukan

2 = Menyiapkan seluruh alat dan bahan yangdiperlukan.

1 = Menyiapakan sebagian alat dan bahan yangdiperlukan.

0 = Tidak menyiapkan alat bahan

2

Pengamatan

4 = Melakukan empat langkah kerjadengan tepat

3 = Melakukan tiga langkah kerja dengantepat.

2 = Melakukan dua langkah kerja dengantepat.

1 = Melakukan satu langkah kerja dengantepat.

0 = Tidak melakukan langkah kerja.

 

Langkah kerja:

1. Menyiapkan kertas gambar ukuran A4.

2. Menggambar permasalahan kehidupan sosial budaya.

3.Mencantumkan permasalahan kehidupan sosial budaya padagambar yang di buat.

4. Memberikan warna pada kenampakanobjek yang di gambar pada permasalahan kehidupan sosial budaya.

3

Membuat laporan

3 = Memenuhi 3 kriteria

2 = Memenuhi 2 kriteria

1 = Memenuhi 1 kriteria

0 = Tidak memenuhi kriteria

 

Kriteria laporan:

1. Memenuhi sistematika laporan (judul, tujuan,alat dan bahan, prosedur, data pengamatan,pembahasan, kesimpulan)

2. Data, pembahasan, dan kesimpulan benar

3. Komunikatif

 

 

• Penilaian proyek

Penilaian proyek merupakan kegiatan yang bertujuan untukmengetahui kemampuan peserta didik dalam mengimplementasikanpengetahuannya melalui penyelesaian suatu tugas dalam waktu tertentu.Penilaian ini dapat digunakan untuk mengukur satu maupun beberapaKompetensi Dasar (KD) dalam satu atau beberapa mata pelajaran.

Kegiatan yang dilakukan dimulai dengan perencanaan, pengumpulan,pengorganisasian, pengolahan, penyajian, dan pelaporan. Beberapa halyang perlu dipertimbangkan dalam penilaian proyek, yaitu:

1) Pengelolaan

Kemampuan peserta didik untuk menentukan tema atau topik,mengumpulkan informasi, pengolahan data, dan penulisan laporan.

2) Relevansi

Tema yang dipilih sesuai dengan Kompetensi Dasar (KD).

3) Keaslian

Laporan atau produk yang dibuat peserta didik merupakan hasilkaryanya.

4) Inovasi dan Kreativitas

Terdapat unsur-unsur kebaruan dan berbeda pada produk yangdihasilkan peserta didik.

 

Kisi-kisi Penilaian Proyek

Nama Sekolah    : SMP .............................

Kelas/Semester   : VII/II

Tahun Pelajaran: 2022/2023

Mata Pelajaran: IPS

No

Kompetensi

Dasar

Materi

Indikator

Teknik

Penilaian

1

Mengidentiikasi permasalahan kehidupan sosialbudaya

Permasalahan Kehidupan Sosial Budaya

Pesertadidik diharapkan mampumengidentiikasi permasalahan kehidupan sosialbudaya.

Penilaian Proyek

 

Proyek : Buatlah poster salah satu tujuan permasalahan kehidupan sosial budayamenggunakan kertas gambar ukuran A3, pensil warna atau cat air denganmemperhatikan hal- hal berikut!

1. Pilihlah salah satu tujuan permasalahan kehidupan sosial budaya.

2. Amati tujuan tersebut apakah telah tercapai atau belum tercapai diIndonesia lalu sampaikan dalam poster.

3. Gambar salah satu tujuan permasalahan kehidupan sosial budayayang telahdipilih!

4. Tuliskan permasalahan kehidupan sosial budayakonsep dari poster yang akan peserta didik sampaikan!

5. Laporkan hasilnya secara lisan!

Rubrik Pemberian Skor Proyek

No

Pernyataan

Skor

1

2

3

4

   1

Kemampuan peserta didik dalam merencanakan

 

 

 

 

2

Kemampuan menggambar poster

 

 

 

 

3

Kemampuan penyampaian konsep berdasarkanposter yang digambar

 

 

 

 

4

Kemampuan mempresentasikan isi poster

 

 

 

 

5

Produk Poster

 

 

 

 

Skor Maksimum

15

Catatan:

Guru bisa menetapkan bobot yang berbeda-beda antara aspek satu dan lainnya

pada pemberian skor dengan memperhatikan karakteristik Kompetensi Dasar

(KD) atau keterampilan yang dinilai.

 

Rubrik Penilaian Proyek

No

Pernyataan

Keterangan

1

Kemampuan Perencanaan

2 = perencanaan lengkap (bahan, carakerja, hasil), dan rinci

1 = perencanaan kurang lengkap

0 = tidak ada perencanaan

2

Kemampuan menggambarposter secara tepat sesuaidengan salah satu tujuanpermasalahan kehidupan sosial budaya

2 = menggambar dan mewarnai posterdengan baik dan interpretasi tujuanpermasalahan kehidupan sosial budayadalamposter tepat.

1 = menggambar dan memberikan warna pada poster tetapi salahdalam menginterpretasikan tujuanpermasalahan kehidupan sosial budayayangdipilih.

0 = gambar tidak diberi warna dantidak tepat dalam menginterpretasikantujuan permasalahan kehidupan sosial budayayang dipilih.

 

G.  KEGIATAN PENGAYAAN DAN REMEDIAL

Remedial

Kegiatan remidi diberikan dalam bentuk penugasan diluar jam pembelajaranyakni dengan meminta Peserta didik untuk melakukan wawancara denganketua komunitas yang ada di sekitar tempat tinggal mereka. Wawancaradapat dilaksanakan kepada ketua lembaga pemberdayaan masyarakatdesa yang berupa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Dana Sehat, PosPelayanan Terpadu (Posyandu), Pondok Bersalin Desa (Polindes), Pos ObatDesa (POD), dan Karang Taruna Husada. Poin yang perlu mereka tanyakanmeliputi tugas dan fungsi komunitas tersebut. Laporan disajikan dalambentuk laporan hasil wawancara sederhana.

 

Pengayaan

Peserta didik diminta untuk membaca artikel terkait salah satu permasalahan Kehidupan Sosial Budaya yaknikesetaraan gender. Kemudian setelah selesai membaca, peserta didik diminta untukmembuat ringkasan dari artikel tersebut.

 

LAMPIRAN

A.  LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

 

Nama :

Kelas :

Petunjuk!

B.  BAHAN BACAAN GURU & PESERTA DIDIK

Bahan BacaanPeserta Didik

2. Permasalahan Sosial Budaya

Perlawanan yang dilakukan tokoh-tokoh nasionalis dalam melawankolonialisme di Indonesia dapat kita petik pelajarannya hingga saat ini.Sejak jaman dahulu, banyak sekali permasalahan sosial budaya yang munculakibat masuknya bangsa asing ke Indonesia, sekaligus keuntungan beradadi posisi silang. Belanda tidak hanya mencari lada di Indonesia, tetapimereka juga kemudian mengeksploitasi lahan perkebunan di Indonesia untuk ditanami komoditas perdagangan yang saat itu bernilai jual tinggi.

Akan selalu ada hubungan antara kehidupan sosial dalam peristiwasejarah masa lalu dan masa sekarang. Proses menelaah peristiwa masa laludapat menjadi pelajaran berharga bagi kehidupan saat ini, agar di masadepan kita dapat menyikapi permasalahan sosial secara lebih bijaksana.

a. Eksploitasi Pembangunan Berlebihan

Jumlah penduduk saat ini tidak sebanyak jumlah penduduk pada masakolonilaisme atau penjajahan. Banyak tenaga penduduk Indonesia yangdijadikan budak untuk perkebunan milik Belanda. Lahan-lahan perkebunanmilik Belanda selanjutnya mulai dibuka pada abad ke 17, seiring denganmomentum tersebut berdirilah VOC atau perserikatan dagang HindiaBelanda di bumi Nusantara, sejak saat itulah babak baru eksploitasi lahanperkebunan di Indonesia dimulai.

Jumlah penduduk yang setiap tahunnya mengalami peningkatan, tidakdiiringi dengan penambahan luas lahan. Jumlah penduduk yang meningkatseiring dengan peningkatan kebutuhan pokok, seperti sandang, pangan,dan papan. Lahan permukiman untuk tinggal semakin banyak dicari,perkebunan-perkebunan untuk komoditas pangan turut ditingkatkan.Akibatnya terjadi peningkatan angka alih fungsi lahan dari tahun ke tahun,yang semula hutan menjadi menjadi lahan untuk pertanian, perkebunan,industri, dan permukiman. Data dari worldometers.info/ menunjukkanjumlah penduduk yang terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

Berdasarkan tabel di atas peningkatan jumlah penduduk bumi setiaptahunnya berada di atas angka 80 juta jiwa. Jika angka tersebut tidakdapat ditekan maka permukaan bumi ini akan dipenuhi oleh manusia.Dengan kecepatan pertumbuhan penduduk saat ini, diperkirakan jumlahpenduduk di bumi akan mencapai angka 9,7 milyar jiwa pada tahun 2050(un.org). Apa dampaknya? Tentu saja akan terjadi penurunan kualitaslingkungan akibat tingginya tekanan terhadap lingkungan. Tabel di bawahmenggambarkan laju deforestasi hutan Indonesia dari tahun 2000-2017terhadap luas lahan Indonesia yakni 190.619.696 ha.

Deforestasi atau perambahan hutan adalah fenomena yang masihterjadi hingga saat ini. Alih fungsi lahan yang semula peruntukannyamerupakan daerah resapan air, berubah menjadi lahan perkebunan sawityang meningkatkan besaran aliran permukaan atau run off. Akibatnyabanjir dan kekeringan terjadi silih berganti di seluruh penjuru negeri. Alihfungsi lahan juga terjadi di area pertanian.

Lahan pertanian berupa sawah yang cenderung memiliki hargayang rendah selanjutnya banyak dibeli dan diburu untuk dijadikan lahanperumahan. Padahal kita masih mengandalkan hasil-hasil pertanian untukmemenuhi kebutuhan pangan seperti beras, sayur-sayuran, kacangkacangandan rempah-rempah. Jika hal tersebut dibiarkan saja makakedaulatan pangan negara dapat terancam.

b. Kesenjangan Sosial dan Kemiskinan

Kesenjangan sosial adalah fenomena yang sudah ada sejak era kolonialhingga hari ini. Padahal kesenjangan dan kesadaran nasional merupakansalah satu pemicu munculnya proklamasi di Indonesia. Kesenjangansosial di Indonesia muncul sebagai akibat dari adanya perbedaan tingkatpendapatan individu dan erat kaitannya dengan kemiskinan.

Perbedaan pendapatan dapat memicu inequality atau ketimpangan.Pada awal peradaban, manusia hanya berburu-meramu, bercocok tanam,dan menggantungkan hidup dari alam. Ketika mulai muncul para penjelajahyang mengunjungi berbagai penjuru negeri, masyarakat mulai berdagang.Individu yang gigih bekerja dapat menabung lebih banyak dan membukalapangan usaha yang lebih besar. Sedangkan mereka yang tersisih, tidakmampu mengikuti dan membaca tren perubahan kebutuhan masyarakat,akan tertinggal.

Kemiskinan merupakan kondisi seorang individu yang tidak mampuuntuk memenuhi atas kebutuhan dasar (sandang, pangan, papan).Indikator kemiskinan berbeda-beda, tetapi kemiskinan merupakanmasalah global yang ada di sekitar kita. Tingkat kemiskinan terdiri daritingkatan yang bervariasi, bahkan masih sulit untuk mengkategorikanindividu di Indonesia sebagai kelompok penerima bantuan pemerintahatau tidak.

 

c. Kesetaraan gender

Kesetaraan gender di Indonesia telah diinisiasi oleh tokoh-tokoh sepertiRatu Kalinyamat, Keumalahayati, Cut Nyak Dien, Dewi Sartika, Kartini,dan masih banyak lagi tokoh perjuangan perempuan lainnya sejaksebelum Indonesia merdeka. Namun hingga saat ini, masih dapat ditemuiketidaksetaraan gender di Indonesia. Kesetaraan menurut KBBI adalahsederajat, atau berada pada tingkat yang sama, kedudukan yang sama atautidak lebih rendah antara satu dengan yang lain. Setaranya perempuandan laki-laki dapat tercapai saat keduanya memperoleh kesempatanuntuk parisipasi, akses, manfaat, dan kontrol yang sama dalam berbagaiaspek kehidupan.

d. Kenakalan Remaja

Indonesia didirikan melalui perjuangan dan semangat dari para pemuda.Tidak sedikit yang gugur dalam perang. Setelah Indonesia merdeka danmengalami reformasi, justru para pemudanya sibuk melakukan aksikenakalan remaja. Berbicara masalah kenakalan remaja dalam kontekssosial dan budaya sangatlah luas, berikut jenis-jenis kenakalan remaja:

1) Vandalisme.

Pascaproklamasi kemerdekaan Indonesia, rakyat beramai-ramaimenyebarkan berita kemerdekaan melalui tulisan, bahkan di tembok-tembokdengan kata “Merdeka”. Akan tetapi, hal tersebut berbedadengan vandalisme atau aksi corat-coret yang terjadi saat ini. Vandalismemerupakan aksi merusak dan menghancurkan barang berharga atau karyaseni lain yang bukan miliknya. Kegiatan ini biasanya dilakukan dengancara mencorat-coret tembok dengan kata-kata atau gambar tanpa izin.

Menandai tembok yang bukan miliknyadengan inisial kelompoknya (dapat berupanama kelompok, singkatan dari nama sekolahatau lainnya) juga merupakan aksivandalisme. Hewan, kucing salah satunya,memiliki kebiasaan menandai wilayahnyadengan urin, untuk mengusir kucing lain.Hakikatnya, kita sebagai manusia yangmemiliki volume otak lebih besar dibandingkankucing, seharusnya dapat berpikirlebih panjang dan menentukan apayang harus dan sebaiknya tidak dilakukan.Bagaimana perasaan kalian jika kalian adadi posisi sebagai pemilik tembok tersebut?Siapakah yang menanggung kerugian ataskejadian tersebut? Apakah tindakan tersebutselaras dengan cita-cita para leluhurbangsa?

2) Tawuran antarpelajar

Dahulu para tokoh seperti Pangeran Nuku dan Malahayati menghabiskanmasa muda dengan berjuang melawan penjajah. Semangat perjuangantersebut sepatutnya dicontoh oleh generasi muda. Utamanya pelajaruntuk belajar dan memerangi kebodohan, bukan memerangi sesamapelajar. Tawuran antarpelajar merupakan permasalahan sosial budayayang telah menimbulkan banyak korban dan keresahan warga sekitar.

Sebagai remaja, generasi penerus bangsa dan penentu peradaban,pelajar harus mampu menjadi contoh bagi mereka yang tidakberkesempatan merasakan aktivitas belajar di sekolah. Rasa dendamdan permusuhan sebaiknya tidak perlu diwariskan dari angkatan atas keangkatan di bawahnya. Alangkah indahnya jika kita justru memupuk rasapersahabatan antarpelajar, bukan permusuhan. Kompetisi antarsekolahdapat dibuktikan dengan ajang kejuaraan yang telah disediakan olehpemerintah. Tawuran tidak hanya merugikan warga setempat. Bahkan, jikasampai menghilangkan nyawa orang lain, ancaman hukuman kurungandapat dijatuhkan.

3) Penyalahgunaan narkotika

Narkotik seperti opium dan ganja sejatinya adalah obat untuk menenangkansaraf dan menghilangkan rasa sakit. Obat ini biasa digunakan dalamdunia kedokteran pada pasien dengan gangguan saraf. Selain narkotikadikenal pula istilah “napza” yang merupakan singkatan dari narkotika,psikotropika, dan zat adiktif.

Apabila seseorang tanpa gejala di atas menggunakan obat tersebut diluar resep dokter maka dapat menyebabkan hilang kesadaran, kerusakanjaringan, dan ketergantungan. Penggunaan tersebut juga dapat dikenaihukuman karena termasuk perbuatan ilegal. Melawan peredaran narkotikadi Indonesia artinya menyelamatkan generasi yang akan datang. Indonesia telah berhasil mengusir penjajah dan menghentikan kolonialisme. Namun,perjuangan kita belum selesai karena perang melawan narkotika adalahtanggung jawab kita semua.

 

Bahan Bacaan Guru

Secara interaktif guru dan peserta didik dapat berbagi sudut pandangterkait dengan keanekaragaman suku bangsa dan komunitas diIndonesia. Peserta didik diajak untuk mengaitkan dengan temasebelumnya yakni diferensiasi atau keberagaman atas ras, etnis,agama dan gender. Peserta didik memperoleh informasi bahwaterdapat kelompok-kelompok budaya di Indonesia yang mendukungkeberagaman kebudayaan di Indonesia. Dalam kerangka ke-IPSan,tema ini mengembangkan kemampuan Peserta didik untukmembedakan manakah yang merupakan pembagian kelompok secarahorizontal dan manakah yang merupakan pembagian kelompokatas dasar lapisan sosial atau secara vertikal. Keduanya berbeda danmemiliki peranan dalam kelangsungan hidup dan proses sosialisasidalam masyarakat. Keterdapatan perbedaan kondisi lingkunganisik wilayah akan memengaruhi keberagaman budaya. Adanyaseorang tokoh yang dianggap berpengaruh terhadap suatu wilayah,melahirkan kesepakatan antar warga dalam mengikuti kebiasaantokoh tersebut dan menghasilkan budaya yang berbeda pula dimasing-masing wilayah di Indonesia. Keanekaragaman budayadapat menjadi potensi pariwisata, sekaligus menjadi potensi konlikyang berujung pada ancaman separatis apabila tidak dijaga. Pesertadidik diharapkan mampu menganalisis mampu membuat karyaatau melakukan aksi sosial yang relevan di lingkungan keluargadan masyarakat terdekat, kemudian melakukan releksi dari setiapproses yang sudah dilakukan.

C.   GLOSARIUM

eksploitasi  : Kegiatan penambangan yang meliputi aktivitas pengambilan dan pengangkutan endapan bahan galian atau mineral berharga sampai ke tempat penimbunan dan pengolahan.

gender : Jenis kelamin

D.   DAFTAR PUSTAKA

Daftar Pustaka

Adhuri, D. S., Wiratri, A., & Bismoko, A. B. 2016. “Interseksi BudayaDan Peradaban Negara-negara Di Samudra Hindia: PerspektifIndonesia”. Masyarakat Indonesia, 41(2), 115-126, https://doi.org/10.14203/jmi.v41i2.310.

Alisjahbana Armida Salsiah, Murniningtyas Endah. 2018. TujuanPembangunan Berkelanjutan di Indonesia. Bandung: UNPAD Press.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). 2019. Bencana Alam diProvinsi Yogyakarta. http://bnpb.cloud/dibi/xdibi_list/.

Badan Perencana Pembangunan Nasional. 2016. Laporan Prakarsa StrategisBidang Kemaritiman. Jakarta: Bappenas.

Badan Pusat Statistik. 2019. Statistik Pertambangan Minyak dan Gas Bumi.Jakarta: BPS.

Banowati Eva, Sriyanto. 2013. Geografi Pertanian. Yogyakarta: Ombak.

______________ . 2012. Geografi Indonesia. Yogyakarta: Ombak.

Daldjoeni. 2014. Pokok-Pokok Klimatologi. Yogyakarta: Ombak.

Danandjaja, James. 1994. Folklor Indonesia. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.

Department of Economic and Social Affairs. 2019. Growing at a slowerpace, world population is expected to reach 9.7 billion in 2050 and couldpeak at nearly 11 billion around 2100. Artikel. https://www.un.org/development/desa/en/news/population/world- populationprospects-2019.html pada 21-08-2020

Erman, Erwiza. 2011. “Penggunaan Sejarah Lisan dalam HistoriografiIndonesia”. Jurnal Masyarakat & Budaya, 13 (1), 1-22, https://doi.org/10.14203/jmb.v13i1.94.

Franz Adler. 2014. “The Value Concept in Sociology”. American Journal ofSociology. Volume 62, Number 3.

Giddens, A., Duneier, M., Appelbaum, R. P., & Carr, D. 2018. Introduction toSociology. New York: W. W. Norton & Company, Inc.

Goujon A. 2018. Human Population Growth. In: Reference Module in EarthSystems and Environmental Sciences. h. 1907-1912 Elsevier. ISBN 978-0-12-409548-9 DOI:10.1016/B978-0-12-409548-9.10755-9.

Graha, Andi Nu. 2012. Pengembangan Masyarakat Pembangunan melaluipendampingan sosial dalam konse pemberdayaan di bidang ekonomi.

Jurnal Ekonomi Modernisasi, 5(2), 117-126. https://doi.org/10.21067/jem.v5i2.243

Griffiths, H., dkk. 2017. Introduction to Sociology 2. Texas: OpenStax.

Grusec, J. E., & Hastings, P. D. 2015. Handbook of Socialization: theory andresearch. NY: The Guilford Press. h. 1, 13, 20.

Habibi, Maksum dan Gunadi. 2014. Pengantar Ekonomi dan Bisnis BidangKeahlian Bisnis dan Manajemen. Jakarta: Yudhistira.

Hadi, A. P. 2010. Konsep pemberdayaan, partisipasi dan kelembagaan dalampembangunan. Yayasan Agribisnis/Pusat Pengembangan MasyarakatAgrikarya (PPMA).

Harahap, Erni Febian. 2012. “Pemberdayaan Masyarakat dalam BidangEkonomi untuk Mewujudkan Ekonomi Nasional yang tanggung danMandiri”. Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan, 3(2), 78-96.

Herlina, N. 2020. Metode Sejarah. Bandung: Satya Historika.

Hutomo, Mardi Yatno. 2000. Pemberdayaan Masyarakat dalam BidangEkonomi: Tinjauan Teoritik dan Implementasi. Naskah No 20, Juni-Juli2000.

Kartodirjo, Sartono. 2014. Pengantar Sejarah Indonesia Baru: 1500-1900.Yogyakarta: Ombak.

Kementerian Kelautan dan Perikanan. 2019. Laporan Tahunan 2018. Jakarta:KKP.

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman. 2019. Laporan Kinerja2018. Jakarta: Kemenko Bidang Maritim.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. 2018. Status Hutan danKehutanan Indonesia 2018. Jakarta: KLHK

Koentjaraningrat. 1985. Kebudayaan Mentalitas dan Pembangunan. Jakarta:Gramedia.

Korlantas Polri. 2013. Polantas dalam Angka 2013. www.korlantas.polri.go.id.

Kotarumalos, Nur Aisyah. 2010. “Mengkonstruksi Identitas Diaspora Malukudi Negeri Belanda”. Masyarakat Indonesia. 36 (1), 123-144, https://media.neliti.com/media/publications/150453-ID-mengkonstruksiidentitas-diapora-maluku.pdf.

Kotler, Philip dan Gary Amstrong. 2008. Prinsip-prinsip Pemasaran Jilid I.Jakarta: Erlangga.

Krautkraemer, J. A. (2005). Economics of natural resource scarcity: The stateof the debate (No. 1318-2016-103362).

Kuntowijoyo, D. R. (2005). Pengantar Ilmu Sejarah. Sleman: BentangPustaka.

Lembar Fakta Forest Watch Indonesia 2019. 2019. diakses dari http://fwi.or.id/wp-content/uploads/2019/10/FS_Deforestasi_FWI_small.pdf

Muta’ali, Lutfi. 2013. Pengembangan Wilayah Perdesaan (PerspektifKeruangan). Yogyakarta: Badan Penerbit Fakultas Geografi (BPFG).

Noor, Djauhari. 2014. Pengantar Geologi. Sleman: deepublish.

Noor, Munawar. 2011. “Pemberdayaan Masyarakat”. Junal CIVIS, 1(2), 87-99.

Prihandito Aryono. 1989. Kartografi. Yogyakarta: PT Mitra Gama Widya.Rambe, Tappil., et al. 2019. Sejarah Politik dan Kekuasaan. Medan: KitaMenulis.

Resosoedarmo Soedjiran, Kartawinata Kuswata, Soegiarto Aprilani. 1987.Pengantar Ekologi. Bandung: Remadja Karya.

Ricklefs, M.C., et al. 2013. Sejarah Asia Tenggara dari Masa Prasejarahsampai Kontemporer. Depok: Komunitas Bambu.

Robert S. Pindyck dan Daniel L Rubinfeld. 2013. Mikroekonomi. Jakarta:Erlangga

Romansara, Enos. H. 2015. “Memahami Kebudayaan Lokal Papua: Suatu

Pendekatan Pembangunan yang Manusiawi di Tanah Papua”. JurnalEkologi Birokrasi. 1 (1), 47-57 https://doi.org/10.31957/jeb.v1i1.491.

Saihu, Ade. 2020. Merawat Pluiralisme Merawat Indonesia. Yogyakarta:Deepublish.

Siska, Y. 2015. Manusia dan Sejarah: Sebuah Tinjauan Filosofis. Sleman:Garudhawaca.

Sobarna, A. 2003. “Konsep pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat miskinperkotaan”. Mimbar: Jurnal Sosial dan Pembangunan, 19 (3), 316-329.

Sodik, Abror., dan Musthofa, Muhamad Wakhid. 2018. “Analisis StrategiPenyebaran Agama-Agama di Indonesia dari Pra Hingga Era Moderndengan Pendekatan Teori Permainan Matematika”. HISBAH: JurnalBimbingan Konseling dan Dakwah Islam, 15 (1), 99-113, https://doi.org/10.14421/hisbah.2018.151-08.

Soekmono. 1992. Sejarah Kebudayaan Indonesia 3. Yogyakarta: Kanisius.

Sofiana, Anas. 2017. “Ratu Kalinyamat Penguasa Wanita Jepara Tahun 1549-1579.” Avatara 5.3. https://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/index.php/avatara/article/view/21467.

Stolley, K. S. 2005. The basics of sociology. CT: Greenwood Press.

Suharyono, Amien M. 2013. Pengantar Filsafat Geografi. Yogyakarta: Ombak

Suryanegara, Ahmad Mansur. 2015. Api Sejarah Jilid 1. Bandung Suryadinasti.

Susanti, S. 2016. “Nasionalisme dan Gerakan Mulih Njowo, 1947dan 1954”. Jurnal Sejarah Citra Lekha, 1(2), 107-120, https://doi.org/10.14710/jscl.v1i2.12767.

Syefriyeni. 2018. “Karakteristik Pengetahuan Orang Melayu”. Intizar. 24 (2), 265-271,<doi.org/10.19109/intizar.v24i2.2730>.

T., Vyain, S., Bry, J., & Jones, F. 2017. Introduction to Sociology 2. Texas:OpenStax.

Tim Nasional Penulisan Sejarah Indonesia. 2010. Sejarah Nasional Indonesia.Jakarta: Balai Pustaka.

Tim. 2012. Indonesia dalam Arus Sejarah. Jakarta: Ichtiar Baru van Hoeve.

Tyasyono Bayong. 2004. Klimatologi Edisi Kedua. Bandung: ITB.

Usrah, Cut Rizka AI. 2015. “Laksamana Keumalahayati Simbol PerempuanAceh (Peranan dan Perjuangannya dalam Lintasan Sejarah KerajaanAceh Darussalam 1589-1604)”. Skripsi. Medan: Universitas NegeriMedan.

Wolters, O.W. 2011. Kemaharajaan Maritim Sriwijaya & Perniagaan Dunia.Depok: Komunitas Bambu.

Worosetyaningsih, Tri. 2019. Kehidupan Masyarakat pada Masa Praaksara,Masa Hindu Budha, dan Masa Islam. Ponorogo: Myria Publisher.

Sumber Gambar

https://cdn.bmkg.go.id/Web/2020.10_CH_GSMAP.png

https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/6/64/Bali_ngaben_pelebon_cremation_ceremony_Indonesia.jpg

https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Dewaruci.jpg

https://web.archive.org/web/20161016172930/http://www.panoramio.com/photo/42125739

https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Gedung_Batu_Temple_Semarang.jpg

https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Lawang_sewu.jpg

https://www.esdm.go.id/id/media-center/arsip-berita/progresssmelter-pt-fi-capai-386-akhir-tahun-2022-selesai

https://www.esdm.go.id/assets/imagecache/bodyView/arsip-beritadivestasi-51-saham-pt-fi-simbol-kedaulatan-negara-tympxrm.jpg

https://geoportal.esdm.go.id/indonesia-overview/

https://cdn.idntimes.com/content-images/post/20190412/infografisutang-luar-negeri-4-tahun-trakhir-1-a18ef6c7f68ceec3ba4b98b6f1952ea5.png

 

 

 

 


 

MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA

IPS FASE D KELAS VII

 


INFORMASI UMUM

A. IDENTITAS MODUL

Penyusun

Instansi

Tahun Penyusunan

Jenjang Sekolah

Mata Pelajaran

Fase / Kelas

Tema 04

Materi

Elemen

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Capaian Pembelajaran 4

 

Alokasi Waktu

:

:

:

:

:

:

:

:

:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

:

 

:

.....................................

SMP …………………

Tahun 2022

SMP

Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)

D / VII

Pemberdayaan Masyarakat

Pemberdayaan Masyarakat

a) Elemen pemahaman dan ruang lingkup pembelajaran

  • Keruangan dan konektivitas antar ruang dan waktu: materi ini berkaitan dengan pemahaman terhadap kondisi sosial dan lingkungan alam serta kesejarahan dalam konteks lokal dan nasional. Materi ini juga terkait dengan pembelajaran tentang kondisi geografis Indonesia dan pengaruhnya terhadap aktivitas sosial, ekonomi.
  • Perkembangan masyarakat Indonesia dari masa pra aksara, kerajaan-kerajaan di NusantaraInteraksi, Sosialisasi, institusi sosial, dan dinamika sosial; materi ini berkaitan dengan pembentukan identitas diri, merefleksikan keberadaan diri di tengah keberagaman dan kelompok yang berbeda-beda
  • Kegiatan manusia dalam memenuhi kebutuhannya: materi ini berkaitan tentang peran diri, masyarakat serta negara dalam memenuhi kebutuhan bersama. Peserta didik menganalisis sejarah manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

b) Elemen keterampilan proses

  • Siswa melakukan berbagai kegiatan yang  mendukung tercapainya keterampilan proses  yang dibutuhkan untuk mempelajari dan menyelesaikan pembelajaran IPS kelas 7 antara lain: mengamati, menginvestigasi/ menyelidiki, menganalisis, merencanakan, menggambar, berdiskusi, menceritakan, membuat laporan tertulis sederhana, dan mempresentasikan.

Memahami isu pemberdayaan masyarakat dalam konteks lokal.

4 JP (2 Pertemuan Ke 58-59)

B.  KOMPETENSI AWAL

  • Mengidentiikasikonsep pendapatan.

C.  PROFILPELAJAR PANCASILA

  • Mandiri, Kreatif, dan Bernalar kritis

D.  SARANADAN PRASARANA

Media, Sumber Belajar, dan Alat

1. Video tentang konsep uang, pendapatan, tabungan, investasi sertaliterasi keuangan.

2. Slide Gambar tentang pemberdayaan masyarakat.

3. Artikel terkait literasi keuangan..

4. Kemendikbud. 2021. Ilmu Pengetahuan Sosial, Buku Siswa Kelas VII,Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.

5. Laptop, Proyektor, PC, Pengeras suara.

E.  TARGET PESERTA DIDIK

§  Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami materi ajar.

§  Peserta didik dengan pencapaian tinggi: mencerna dan memahami dengan cepat, mampu mencapai keterampilan berfikir aras tinggi (HOTS), dan memiliki keterampilan memimpin

F.  MODEL PEMBELAJARAN

§  Model atau kerangka pembelajaran yang memberikan gambaran sistematis pelaksanaan pembelajaran. Model pembelajaran dapat berupa model pembelajaran tatap muka, pembelajaran jarak jauh dalam jaringan (PJJ Daring), pembelajaran jarak jauh luar jaringan (PJJ Luring), dan Contextual Learning, Problem Solving, Eksperimen, Discovery Inkuiri,Mind Mapping (Peta Konsep)

KOMPNEN INTI

A.  TUJUAN KEGIATAN PEMBELAJARAN

Alur Tujuan Pembelajaran :

a.  Peserta didik diharapkan mampu mengidentiikasi konsep pendapatan.

B. PEMAHAMAN BERMAKNA

  • Pemahaman bagi peserta didik bahwa semakin kecil tingkat pendapatan seseorang, maka akan semakin besar persentase dari pendapatan tersebut untuk digunakan dalam rangka memenuhi kebutuhan konsumsi, demikian sebaliknya, makin besar tingkat pendapatan seseorang, maka akan semakin besar pula persentasedari pendapatan tersebut yang pada akhirnya di tabung.

 

C. PERTANYAAN PEMANTIK

  • Apa itu uang? Bagaimana dampak dari besar kecilnya pendapatan dalam kehidupan sosial budaya masyarakat? Mengapa kita perlu menyimpan uang dalam bentuk tabungan? Apa perbedaan antara tabungan dan investasi? Apa dampak dari kurangnya literasi keuangan?

 

D.  KEGIATAN PEMBELAJARAN

Kegiatan Pendahuluan

1. Guru menyapa peserta didik, memberi salam, dan dilanjutkan berdoa.

2. Guru mempersiapkan peserta didik untuk mengikuti kegiatanpembelajaran.

3. Apersepsi: peserta didik melihat tayangan video tentang peserta didikmelihat tayangan video tentang Pemberdayaan Masyarakat.

4. Guru dapat menambahkan variasi gambar dari internet, gurumenceritakan kepada peserta didik atau melalui kegiatan tanya jawab.Guru menentukan kegiatan yang sesuai dengan kondisi sekolah danpeserta didik. Peserta didik difasilitasi guru mengaitkan video dengankegiatan belajar. Guru melanjutkan dengan memberikan motivasiterkait pemberdayaan masyarakat.

5. Peserta didik dibantu guru menyimak gambaran tema dan tujuanpembelajaran dalam tema 4

6. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran pertemuan 58 dan 59tentang Pemberdayaan Masyarakat.

 

KegiatanInti

Guru menjelaskan tentang petunjuk kerja dan tugas dari Lembar aktivitasIndividu #13 untuk mengidentiikasi konsep pendapatan. Kegiatan inidilakukan dalam rangka memberi pemahaman bagi peserta didik bahwasemakin kecil tingkat pendapatan seseorang, maka akan semakin besarpersentase dari pendapatan tersebut untuk digunakan dalam rangkamemenuhi kebutuhan konsumsi, demikian sebaliknya, makin besartingkat pendapatan seseorang, maka akan semakin besar pula persentasedari pendapatan tersebut yang pada akhirnya di tabung. Proses salingtukar hasil temuan peserta didik dapat dilakukan dalam waktu singkat,kemudian guru memberi kesempatan untuk peserta didik bertanya danguru menjawab terkait dengan hasil identiikasi yang telah dilakukan.Secara interaktif guru mengaitkan hasil identiikasi dengan orientasipembelajaran pemberdayaan masyarakat.

Peserta didik mengidentiikasi masalah

Setelah peserta didik mengidentiikasi peristiwa terkait pemberdayaanmasyarakat, selanjutnya guru mendorong peserta didik mengajukanberbagai pertanyaan yang mengarah pada HOTS. Beberapa pertanyaanyang diajukan misalnya Apa itu uang? Bagaimana dampak dari besar kecilnyapendapatan dalam kehidupan sosial budaya masyarakat? Mengapa kitaperlu menyimpan uang dalam bentuk tabungan? Apa perbedaan antaratabungan dan investasi? Apa dampak dari kurangnya literasi keuangan?Guru dapat menampilkan video lainnya untuk menemukan jawabanjawabantersebut, seperti video: “Apa Jadinya Kalau Seluruh Dunia PakaiMata Uang yang Sama? dari tautan https://youtu.be/xC-_q4Sftps.

Peserta didik Mengelola Informasi

1. Peserta didik mencari informasi terkait pemberdayaan masyarakatdari buku atau internet.

2. Guru memfasilitasi sumber lain misalnya memberikan tautan internetatau video yang mendukung penjelasan dan pendalaman sumber belajar.

Contoh tautan: https://www.wartaekonomi.co.id/read220393/apaitu-literasi-keuangan

3. Untuk memperoleh informasi lebih luas peserta didik juga dapatmelakukan browsing materi pemberdayaan masyarakat. Guru dapatmemberikan beberapa tautan berita, tulisan, dan laporan video.

4. Peserta didik mengolah informasi secara individu di bawah bimbinganguru. Kegiatan ini dapat dilakukan secara bervariasi, misalnya denganContextual Learning, Problem Solving, Eksperimen, Discovery Inkuiri,Mind Mapping (Peta Konsep)

Contoh : Peta Konsep

a. Guru menyampaikan capaian kompetensi .

b. Guru menjelaskanpokok permasalahan dan konsep yang harusdipelajari oleh peserta didik.

c. Guru membagi kelompok yang anggotanya terdiri dari 2-3 orang.

d. Masing-masing kelompok melakukan inventarisasi konsep kuncidan mengembangkannya ke dalam sebuah peta konsep yangdilengkapi simbol tertentu.

e. Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi yang berupa petakonsep di depan teman kelasnya

f. Guru dan peserta didik memberikan tanggapan sesuai dengan yangdipresentasikan

g. Guru dan peserta didik secara bersama sama menarik kesimpulandari kegiatan pembelajaran.

5. Peserta didik memilih dan mengorganisasikan informasi yang diperoleh.

6. Guru membimbing dan mengarahkan proses belajar peserta didik(kegiatan belajar).

7. Guru memastikan peserta mengerjakan tugas dengan baik.

Peserta didik Merencanakan dan mengembangkan ide

1. Hasil pengolahan informasi disajikan dalam bentuk laporan/poster/karya lainnya.

2. Peserta didik secara berkelompok membuat mindmap/peta konseptentang konsep uang, pendapatan, tabungan, investasi serta literasikeuangan. Guru dapat menggunakan Lembar Aktivitas #14 untukmenemukan jawaban-jawaban tersebut.

Peserta didik Melakukan Releksi diri dan aksi

1. Releksi dan aksi dapat dilakukan di dalam kelas atau melalui mediaberbasis internet, peserta didik mengomunikasikan hasil pengolahaninformasi.

2. Guru memfasilitasi peserta didik menemukan simpulan pembelajaran.

3. Guru mendorong peserta didik untuk memberikan pendapat ataubertanya.

4. Penguatan dan pengayaan dilakukan dalam rangka mengembangkankompetensi Peserta didik.

 

 

Penutup

1. Penilaian pembelajaran dilakukan secara lisan atau tertulis

2. Peserta didik melakukan releksi pembelajaran berkaitan dengansikap, pengetahuan, dan keterampilan.

Sikap

·      Apakah aku sudah melakukan pembelajaran secara bertanggungjawab?

·      Apakah aku sudah mengumpulkan tugas secara tepat waktu?

·      Inspirasi dari pembelajaran tentang pemberdayaan masyarakat adalah ….

Pengetahuan

·      Apa itu uang?

·      Bagaimana dampak dari besar kecilnya pendapatan dalamkehidupan sosial buydaa masyaarkat?

·      Mengapa kita perlu menyimpan uang dalam bentuk tabungan?

·      Apa perbedaan antara tabungan dan investasi? Apa dampak darikurangnya literasi keuangan??

Keterampilan :

·      Apakah aku sudah berhasil membuat infograis/mind map/timeline konsep uang, pendapatan, tabungan, investasi sertaliterasi keuangan?

3. Tindak lanjut dilakukan dengan mendorong Peserta didik mempelajarilebih lanjut dan informasi pembelajaran berikutnya tentang Perencanaan keuangan keluarga.

4. Doa dan penutup.

 

F.  REFLEKSI

Dalam memenuhi kebutuhan, manusia membutuhkan pengorbananekonomi berupa uang. Uang merupakan benda yang memiliki satuanhitung dan dapat digunakan sebagai alat pembayaran yang sah untukmelakukan transaksi dan berlaku di suatu wilayah. Untuk mendapatkanuang manusia melakukan pekerjaan dan setiap pekerjaan memberikanhasil uang (pendapatan) yang beragam. Kebutuhan yang tidak terbatasmengakibatkan masalah keuangan dalam masyarakat. Pendapatan yangdidapatkan kadang lebih kecil dibandingkan kebutuhan dan keinginanyang dimiliki sehingga masyarakat memilih cara cepat untuk mendapatkanuang yaitu dengan pinjaman. Namun, tanpa disadari pinjaman yang terusmenerus dilakukan tanpa adanya tambahan penghasilan mengakibatkanmasalah keuangan bagi seseorang. Seringkali seseorang mengalamikesulitan dalam mengelola keuangannya. Apa yang dimaksud dengan uang,pendapatan, tabungan dan investasi? Bagaimana cara merencanakan,melaksanakan dan melakukan pengelolaan terhadap keuangan agartujuan hidup tercapai?

Sebelum membahas mengenai pengelolaan keuangan, kita akanbelajar mengenai konsep uang, pendapatan, tabungan, investasi sertaliterasi keuangan.

 

F.  ASESMEN/ PENILAIAN

Penilaian Proses dan Hasil Pembelajaran

a. Konsep Penilaian dan Pembelajaran IPS

Penilaian merupakan kegiatan yang bertujuan untuk memperoleh,menganalisis, menafsirkan proses dan hasil belajar peserta didik secarasistematis. Penilaian tersebut dapat digunakan untuk mengetahui tingkatkeberhasilan pencapaian kompetensi, proses pembelajaran, tingkatkesulitan belajar peserta didik, dan penentuan tindak lanjut pembelajaran.Penilaian pembelajaran IPS memakai pendekatan penilaian autentik(authentic assesment) untuk menilai kesiapan peserta didik, proses, danhasil belajar secara utuh. Hasil penilaian tersebut dapat dimanfaatkanguru dalam merencanakan program perbaikan (remedial), pengayaan(enrichment), layanan konseling, dan sebagai landasan untuk memperbaikiproses pembelajaran selanjutnya.

b. Teknik dan Instrumen Penilaian

Penilaian kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan dilakukanmenggunakan teknik dan instrumen penilaian. Berikut merupakanpenjabaran teknik dan instrumen penilaian dari masing-masing kompetensi.

1.  Penilaian kompetensi sikap

Teknik penilaian kompetensi sikap dapat berupa observasi, penilaiandiri, dan penilaian antar teman. Kegiatan ini bisa dilakukan oleh gurumatabpelajaran, wali kelas, dan guru bimbingan konseling (BK) yang ditulisdalam buku jurnal. Jurnal berisi catatan kejadian tertentu dan informasilain yang relevan.

a. Observasi

Instrumen dalam observasi yaitu lembar observasi atau jurnal. Lembarobservasi berisi catatan perilaku peserta didik berdasarkan pengamatanoleh guru mata pelajaran, wali kelas, dan guru bimbingan konseling selamasatu semester. Setiap catatan berisi deskripsi perilaku peserta didik yangdilengkapi dengan waktu dan tempat pengamatan tersebut.

Jika terjadi perubahan sikap peserta didik dari yang kurang baikmenjadi baik maka dalam jurnal harus ditulis bahwa sikap peserta didiktersebut telah baik atau bahkan sangat baik. Hal yang dicatat dalamjurnal bisa berupa sikap kurang baik, baik, maupun sangat baik, sertaperkembangan perubahan sikap peserta didik. Berikut merupakan contohlembar observasi penilaian sikap peserta didik selama satu semester:

Contoh Tabel Jurnal Pengembangan Sikap

No

Tanggal

Nama Siswa

Catatan Perilaku

Butir Sikap

   1

 

 

 

 

2

 

 

 

 

3

 

 

 

 

4

 

 

 

 

dst

 

 

 

 

 

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan penilaiansikap menggunakan teknik observasi :

·      Jurnal penilaian sikap ditulis oleh guru mata pelajaran, wali kelas, dan guru BK selama satu semester.

·      Penilaian oleh wali kelas dapat menggunakan 1 (satu) jurnal untuk satu kelas yang menjadi tanggung-jawabnya. Penilaian oleh guru mata pelajaran dapat menggunakan 1 (satu) jurnal untuk setiap kelas yang diajarnya, dan penilaian oleh guru BK dapat menggunakan 1 (satu) jurnal untuk setiap kelas di bawah bimbingannya.

·      Penilaian perkembangan sikap sipritual dan sikap sosial peserta didik bisa dicatat dalam satu jurnal yang sama atau dalam 2 (dua) jurnal berbeda.

·      Peserta didik yang dicatat dalam jurnal adalah peserta didik yang menunjukkan perilaku yang sangat baik maupun kurang baik secara alami.

·      Pencatatan jurnal dilakukan dengan segera seperti ketika wali kelas, guru mata pelajaran, maupun guru BK menyaksikan atau memperoleh informasi terpercaya mengenai perilaku peserta didik.

·      Jika peserta didik pernah menunjukkan sikap kurang baik tetapi selama satu semester tersebut menunjukan perkembangan ke arah sikap baik, maka sikap baik tersebut juga dicatat dalam jurnal.

·      Guru mata pelajaran dan guru BK merangkum catatan jurnal perkembangan sikap spiritual dan sikap sosial setiap peserta didik dan menyerahkannya kepada wali kelas untuk diolah lebih lanjut

Berikut merupakan contoh jurnal penilaian (perkembangan) sikapspiritual dan sikap sosial oleh wali kelas.

Contoh Jurnal Penilaian Sikap Spiritual

Nama Sekolah: SMP .............................

Kelas/Semester   : VII/II

Tahun Pelajaran: 2022/2023

No

Waktu

Nama Siswa

Catatan Perilaku

Butir Sikap

   1

19/07/22

Haidar

Tidak mengikuti sholatDzuhur berjamaah disekolah.

Ketaqwaan

2

19/07/22

Halwa

Mengganggu temanketika berdoa sebelumkegiatan pembelajaran.

Ketaqwaan

3

19/07/22

Sugi

Mengajak temanberdoa sebelumolahraga badminton disekolah.

Ketaqwaan

4

19/07/22

Said

Berpartisipasi sebagaipanitia perayaankeagamaan di sekolah.

Toleransi

beragama

 

 

Contoh Jurnal Penilaian Sikap Sosial

Nama Sekolah: SMP .............................

Kelas/Semester   : VII/II

Tahun Pelajaran: 2022/2023

No

Waktu

Nama Siswa

Catatan Perilaku

Butir Sikap

   1

12/07/22

Haidar

Membantu seorangteman yang kesulitanmenyebrang jalan didepan sekolah.

Kepedulian

2

26/08/22

Halwa

Menyerahkandompet yangditemukan di kantinsekolah kepada walikelas.

Kejujuran

3

26/09/22

Sugi

Tidak menggunakanatribut upacara disekolah denganlegkap.

Kedisiplinan

4

25/10/22

Said

Berinisiatifmenyiram tanamanyang mulai kering.

Kepedulian

 

Contoh format di atas dapat digunakan guru mata pelajaran danguru BK dalam penilain sikap spiritual dan sosial. Catatan tersebut jugadapat dibuat dalam satu tabel yang sama dengan menambahkan kolomketerangan pada bagian paling kanan untuk menuliskan keterangan jenissikap yang ditulis. Berikut merupakan contoh tabel jurnal penilaian sikap(spiritual dan sosial) yang dijadikan dalam satu tabel:

Contoh Jurnal Penilaian Sikap

Nama Sekolah: SMP .............................

Kelas/Semester   : VII/II

Tahun Pelajaran: 2022/2023

No

Waktu

Nama Siswa

Catatan Perilaku

Butir Sikap

Ket.

   1

19/07/22

Haidar

Membantuseorang temanyang kesulitanmenyebrangjalan di depansekolah

Ketaqwaan

Sosial

2

19/07/22

Halwa

Mengajak temanberdoa sebelumolahragabadminton disekolah.

Kepeduliaan

Spiritual

3

19/07/22

Sugi

Menggangguteman ketikaberdoa sebelumkegiatanpembelajaran.

Toleransi

beragama

Spiritual

4

18/11/22

Said

Berinisiatifmenyiramtanaman yangmulai kering.

Ketaqwaan

Sosial

 

b. Penilaian Diri (Self Assesment)

Penilaian diri merupakan teknik penilaian terhadap diri sendiri olehpeserta didik dengan mengIdentifikasi kelebihan dan kekurangan sikappeserta didik dalam berperilaku. Teknik penilaian ini dapat digunakanuntuk menumbuhkan nilai-nilai kejujuran dan meningkatkan kemampuanreleksi diri peserta didik. Satu tabel penilaian diri dapat digunakan untukpenilaian sikap spiritual dan sikap sosial. Berikut merupakan contohlembar penilaian diri menggunakan Likert Scale.

Contoh Lembar Penilaian Diri Siswa (Likert Scale)

Nama teman yang dinilai:..................

Nama penilai:..................

Kelas:....................

Semester:....................

Berilah tanda centang  pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengankeadaan sebenarnya

No

Pernyataan

Skala

1

2

3

4

   1

Saya berdoa sebelum melakukan kegiatan

 

 

 

 

2

Saya melaksanakan ibadah sholat tepat waktu

 

 

 

 

3

Saya berani mengakui kesalahan jika memang

bersalah

 

 

 

 

4

Saya mengumpulkan tugas sesuai jadwal yang

diberikan

 

 

 

 

5

Saya mengembalikan barang yang saya pinjam

dalam kondisi baik

 

 

 

 

6

Saya meminta maaf jika melakukan kesalahan

 

 

 

 

7

Saya datang ke sekolah tepat waktu

 

 

 

 

 

Keterangan:

1 = sangat jarang

2 = jarang

3 = sering

4 = selalu

 

c. Penilaian Antar Teman

Penilaian antar teman adalah teknik penilaian yang dilakukan pesertadidik terhadap peserta didik yang lain mengenai sikap/perilaku pesertadidik. Penilaian antarteman dapat digunakan untuk menumbuhkan nilaikejujuran, tenggang rasa, dan saling menghargai. Satu lembar penilaiandiri dapat digunakan untuk penilaian sikap spiritual dan sikap sosial.

Berikut merupakan contoh lembar penilaian antarteman menggunakanLikert Scale.

Contoh Lembar Penilaian Diri Siswa (Likert Scale)

Nama: ..................

Kelas:....................

Semester:....................

Berilah tanda centang pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengankeadaan sebenarnya

No

Pernyataan

Skala

1

2

3

4

   1

Teman saya berkata jujur kepada orang lain

 

 

 

 

2

Teman saya mengerjakan ulangan dengan jujur

 

 

 

 

3

Teman saya mentaati tata-tertib sekolah

 

 

 

 

4

.....................................

 

 

 

 

Keterangan:

1 = sangat jarang

2 = jarang

3 = sering

4 = selalu

Pada dasarnya teknik penilaian diri ini tidak hanya untuk aspek sikap,tetapi juga dapat digunakan untuk menilai kompetensi dalam aspekkete rampilan dan pengetahuan.

 

2. Penilaian Kompetensi Pengetahuan

a) Pengertian Penilaian Pengetahuan

Penilaian pengetahuan merupakan penilaian yang dilakukan untukmengetahui kemampuan peserta didik berkaitan dengan penguasaanpengetahuan faktual, konseptual, maupun prosedural serta kecakapanberpikir tingkat rendah hingga tinggi. Guru dapat memilih teknikpenilaian yang disesuaikan dengan karakteristik kompetensi yang akandinilai. Penilaian diawali dengan perencanaan pada saat menyusunrencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Hasil penilaian pengetahuanyang dilakukan selama dan setelah proses pembelajaran dinyatakan dalambentuk angka dengan rentang 0-100.

b) Teknik Penilaian Pengetahuan

Teknik penilaian pengetahuan yang akan digunakan dapat disesuaikandengan karakteristik masing-masing Kmpetensi Dasar (KD). Teknikpenilaian pengetahuan yang sering digunakan yaitu tes tertulis, tes lisan,dan penugasan. Berikut merupakan penjabaran dari berbagai teknikpenilaian pengetahuan.

Contoh Teknik Penilaian Pengetahuan

Teknik

Bentuk Instrumen

Tujuan

Tes tertulis

Pilihan ganda, benar-salah,menjodohkan, isian ataumelengkapi, dan uraian.

Mengetahui kemampuanpenguasaan pengetahuanpeserta didik dalam prosespembelajaran.

Tes lisan

Tanya jawab

Mengetahui pemahamanpeserta didik sebagaidasar perbaikan prosespembelajaran

Penugasan

Tugas individu dan kelompok

Memfasilitasi penguasaanpengetahuan pesertadidik selama prosespembelajaran.

 

1. Tes Tertulis

Tes tertulis merupakan soal dan jawaban disajikan secara tertulis, misalnyapilihan ganda, benar-salah, dan uraian. Langkah-langkah pengembangan testertulis:

 

Kisi-kisi Tes Tertulis

Nama Sekolah    : SMP .............................

Kelas/Semester   : VII/II

Tahun Pelajaran: 2022/2023

Mata Pelajaran: IPS

No

Kompetensi

Dasar

Materi

Indikator

Soal

Bentuk

Soal

Jumlah

Soal

1

Mengidentiikasi konsep pendapatan

Pemberdayaan Masyarakat

Pesertadidik diharapkan mampumengidentiikasi konsep pendapatan

Tes Tertulis

4

 

Butir soal:

1. Apa itu uang?

2. Kenapa kita harus punya tabungan?

3. Apa perbedaan antara tabungan dan investasi?

4. Apa dampak negatif jika seseorang tidak memiliki kemampuan literasi finansial?

 

Pemberian skor Tes Tertulis

No.

Soal

Kunci Jawaban

Skor

1

Uang adalah benda yang digunakan masyarakat sebagai alat tukar atau pembayaran barang dan jasa, juga kekayaan atau aset berharga lainnya. Sesuai fungsinya tersebut, uang adalah unsur terpenting dalam kegiatan ekonomi.

2

2

Simpanan difungsikan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari atau kebutuhan bulanan. Rekening Tabungan: lebih bersifat sebagai penampung atas dana yang kita sisihkan dengan berbagai macam tujuan, seperti persiapan dana darurat, persiapan dana liburan, dana pendidikan, dan lain sebagainya.

2

3

Tabungan dan investasi, keduanya membutuhkan penyisihan uang, yang membedakan adalah tujuannya. Menabung pada dasarnya hanya mengamankan uang saja, sementara investasi yaitu mengalokasikan uang untuk mencapai suatu target dalam jangka waktu tertentu.

2

4

Tingkat literasi yang rendah membuat seseorang tidak memiliki tujuan keuangan dan bingung bagaimana cara menggunakan uangnya dan tidak berpikir bagaimana kondisi keuangannya di hari tua. Ia tidak memiliki perencanaan keuangan, sehingga isitilah investasi tidak masuk dalam kamusnya

4

Total Skor Maksimum

10

 

 

2. Tes Lisan

Tes lisan merupakan pertanyaan yang diberikan guru secara lisan kepadapeserta didik yang jawaban atas pertanyaan tersebut juga disampaikan secaralisan. Tes ini bertujuan untuk mengetahui penguasaan pengetahuan pesertadidik dan menumbuhkan kemampuan berkomunikasi. Pemberian tes lisandapat dilakukan pada saat pembelajaran berlangsung. pertanyaanpada tes lisan:

·      Apa itu uang?

·      Bagaimana dampak dari besar kecilnya pendapatan dalam kehidupan sosial buydaa masyaarkat?

·      Mengapa kita perlu menyimpan uang dalam bentuk tabungan?

·      Apa perbedaan antara tabungan dan investasi?

·      Apa dampak dari kurangnya literasi keuangan??

 

3. Penugasan

Penugasan adalah pemberian tugas untuk meningkatkan pengetahuanpeserta didik. Tugas dapat dikerjakan baik secara individu maupunkelompok sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai. Berikutmerupakan contoh kisi-kisi tugas dan contoh pedoman penskorannya.

Nama Sekolah    : SMP .............................

Kelas/Semester   : VII/II

Tahun Pelajaran: 2022/2023

Mata Pelajaran: IPS

Kompetensi

Dasar

Materi

Indikator

Teknik

Penilaian

Mengidentiikasi konsep pendapatan

Pemberdayaan Masyarakat

Pesertadidik diharapkan mampumengidentiikasi konsep pendapatan

Penugasan

 

Contoh Pedoman Pemberian Skor Tugas

No Soal

Aspek yang Dinilai

Skor

1

Apa yang dimaksud dengan uang

0-2

2

Apa arti uang bagi kehidupan manusia

0-3

3

Apa yang disebut dengan uang dan kenapa disebut alat pembayaran

0-3

4

Apa manfaat dari uang

0-2

Total Skor Maksimum

10

 

 

3. Penilaian Keterampilan

a) Pengertian Penilaian Keterampilan

Penilaian keterampilan dilakukan untuk mengetahui kemampuanpeserta didik dalam menerapkan pengetahuan yang telah diperolehuntuk melakukan tugas tertentu sesuai dengan indikator pencapaiankompetensi. Penilaian ini dapat dilakukan dengan berbagai teknik, sepertipenilaian kinerja dan penilaian proyek. Berikut merupakan contoh kisi-kisipenilaian keterampilan, tugas, dan pedoman pemberian skor.

b) Teknik Penilaian Keterampilan

• Penilaian kinerja

Berikut ini Kisi-kisi Penilaian Kinerja, soal/tugas, pedomanpemberian skor:

Kisi-kisi Penilaian Kinerja

Nama Sekolah    : SMP .............................

Kelas/Semester   : VII/II

Tahun Pelajaran: 2022/2023

Mata Pelajaran: IPS

No

Kompetensi

Dasar

Materi

Indikator

Teknik

Penilaian

1

Mengidentiikasi konsep pendapatan

Pemberdayaan Masyarakat

Pesertadidik diharapkan mampumengidentiikasi konsep pendapatan

 

 

Rubrik Pemberian Skor Penilaian Kinerja

No

Aspek yang Dinilai

Skala

0

1

2

3

4

   1

Merencanakan pengamatan

 

 

 

 

 

2

Melakukan pengamatan

 

 

 

 

 

3

Membuat laporan

 

 

 

 

 

Jumlah:

 

Penilaian diberikan dengan memperhatikan aspek proses dan produk.Guru dapat menetapkan bobot pemberian skor yang berbeda antara satudan aspek yang lainnya dengan memperhatikan karakteristik kompetensiyang dinilai.

 

 

Rubrik Penilaian Kinerja

No

Indikator

Rubrik

1

Menyiapkan bahanyang diperlukan

2 = Menyiapkan seluruh alat dan bahan yangdiperlukan.

1 = Menyiapakan sebagian alat dan bahan yangdiperlukan.

0 = Tidak menyiapkan alat bahan

2

Pengamatan

4 = Melakukan empat langkah kerjadengan tepat

3 = Melakukan tiga langkah kerja dengantepat.

2 = Melakukan dua langkah kerja dengantepat.

1 = Melakukan satu langkah kerja dengantepat.

0 = Tidak melakukan langkah kerja.

 

Langkah kerja:

1. Menyiapkan kertas gambar ukuran A4.

2. Menggambar uang, pendapatan, tabungan, investasi sertaliterasi keuangan.

3.Mencantumkan uang, pendapatan, tabungan, investasi serta literasi keuanganpadagambar yang di buat.

4. Memberikan warna pada kenampakanobjek yang di gambar pada uang, pendapatan, tabungan, investasi serta literasi keuangan.

3

Membuat laporan

3 = Memenuhi 3 kriteria

2 = Memenuhi 2 kriteria

1 = Memenuhi 1 kriteria

0 = Tidak memenuhi kriteria

 

Kriteria laporan:

1. Memenuhi sistematika laporan (judul, tujuan,alat dan bahan, prosedur, data pengamatan,pembahasan, kesimpulan)

2. Data, pembahasan, dan kesimpulan benar

3. Komunikatif

 

 

• Penilaian proyek

Penilaian proyek merupakan kegiatan yang bertujuan untukmengetahui kemampuan peserta didik dalam mengimplementasikanpengetahuannya melalui penyelesaian suatu tugas dalam waktu tertentu.Penilaian ini dapat digunakan untuk mengukur satu maupun beberapaKompetensi Dasar (KD) dalam satu atau beberapa mata pelajaran.

Kegiatan yang dilakukan dimulai dengan perencanaan, pengumpulan,pengorganisasian, pengolahan, penyajian, dan pelaporan. Beberapa halyang perlu dipertimbangkan dalam penilaian proyek, yaitu:

1) Pengelolaan

Kemampuan peserta didik untuk menentukan tema atau topik,mengumpulkan informasi, pengolahan data, dan penulisan laporan.

2) Relevansi

Tema yang dipilih sesuai dengan Kompetensi Dasar (KD).

3) Keaslian

Laporan atau produk yang dibuat peserta didik merupakan hasilkaryanya.

4) Inovasi dan Kreativitas

Terdapat unsur-unsur kebaruan dan berbeda pada produk yangdihasilkan peserta didik.

 

Kisi-kisi Penilaian Proyek

Nama Sekolah    : SMP .............................

Kelas/Semester   : VII/II

Tahun Pelajaran: 2022/2023

Mata Pelajaran: IPS

No

Kompetensi

Dasar

Materi

Indikator

Teknik

Penilaian

1

Mengidentiikasi konsep pendapatan

Pemberdayaan Masyarakat

Pesertadidik diharapkan mampumengidentiikasi konsep pendapatan

Penilaian Proyek

 

Proyek : Buatlah poster salah satu tujuan pemberdayaan masyarakat menggunakan kertas gambar ukuran A3, pensil warna atau cat air denganmemperhatikan hal- hal berikut!

1. Pilihlah salah satu tujuan pemberdayaan masyarakat.

2. Amati tujuan tersebut apakah telah tercapai atau belum tercapai diIndonesia lalu sampaikan dalam poster.

3. Gambar salah satu tujuan pemberdayaan masyarakat yang telahdipilih!

4. Tuliskan uang, pendapatan, tabungan, investasi sertaliterasi keuangankonsep dari poster yang akan peserta didik sampaikan!

5. Laporkan hasilnya secara lisan!

 

Rubrik Pemberian Skor Proyek

No

Pernyataan

Skor

1

2

3

4

   1

Kemampuan peserta didik dalam merencanakan

 

 

 

 

2

Kemampuan menggambar poster

 

 

 

 

3

Kemampuan penyampaian konsep berdasarkanposter yang digambar

 

 

 

 

4

Kemampuan mempresentasikan isi poster

 

 

 

 

5

Produk Poster

 

 

 

 

Skor Maksimum

15

Catatan:

Guru bisa menetapkan bobot yang berbeda-beda antara aspek satu dan lainnya

pada pemberian skor dengan memperhatikan karakteristik Kompetensi Dasar

(KD) atau keterampilan yang dinilai.

 

Rubrik Penilaian Proyek

No

Pernyataan

Keterangan

1

Kemampuan Perencanaan

2 = perencanaan lengkap (bahan, carakerja, hasil), dan rinci

1 = perencanaan kurang lengkap

0 = tidak ada perencanaan

2

Kemampuan menggambarposter secara tepat sesuaidengan salah satu tujuanpemberdayaan masyarakat

2 = menggambar dan mewarnai posterdengan baik dan interpretasi tujuanpemberdayaan masyarakat dalamposter tepat.

1 = menggambar dan memberikan warna pada poster tetapi salahdalam menginterpretasikan tujuanpemberdayaan masyarakatyangdipilih.

0 = gambar tidak diberi warna dantidak tepat dalam menginterpretasikantujuan pemberdayaan masyarakat yang dipilih.

 

G.  KEGIATAN PENGAYAAN DAN REMEDIAL

Remedial

Kegiatan remidi diberikan dalam bentuk penugasan diluar jam pembelajaranyakni dengan meminta Peserta didik untuk melakukan wawancara denganketua komunitas yang ada di sekitar tempat tinggal mereka. Wawancaradapat dilaksanakan kepada ketua lembaga pemberdayaan masyarakatdesa yang berupa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Dana Sehat, PosPelayanan Terpadu (Posyandu), Pondok Bersalin Desa (Polindes), Pos ObatDesa (POD), dan Karang Taruna Husada. Poin yang perlu mereka tanyakanmeliputi tugas dan fungsi komunitas tersebut. Laporan disajikan dalambentuk laporan hasil wawancara sederhana.

 

Pengayaan

Peserta didik diminta untuk membaca artikel terkait literasi keuangan. Kemudian setelah selesai membaca, peserta didik diminta untukmembuat ringkasan dari artikel tersebut.

LAMPIRAN

A.  LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

 

Nama :

Kelas :

Petunjuk!

 

B.  BAHAN BACAAN GURU & PESERTA DIDIK

Bahan BacaanPeserta Didik

C. Pemberdayaan Masyarakat

Dalam memenuhi kebutuhan, manusia membutuhkan pengorbananekonomi berupa uang. Uang merupakan benda yang memiliki satuanhitung dan dapat digunakan sebagai alat pembayaran yang sah untukmelakukan transaksi dan berlaku di suatu wilayah. Untuk mendapatkanuang manusia melakukan pekerjaan dan setiap pekerjaan memberikanhasil uang (pendapatan) yang beragam. Kebutuhan yang tidak terbatasmengakibatkan masalah keuangan dalam masyarakat. Pendapatan yangdidapatkan kadang lebih kecil dibandingkan kebutuhan dan keinginanyang dimiliki sehingga masyarakat memilih cara cepat untuk mendapatkanuang yaitu dengan pinjaman. Namun, tanpa disadari pinjaman yang terusmenerus dilakukan tanpa adanya tambahan penghasilan mengakibatkanmasalah keuangan bagi seseorang. Seringkali seseorang mengalamikesulitan dalam mengelola keuangannya. Apa yang dimaksud dengan uang,pendapatan, tabungan dan investasi? Bagaimana cara merencanakan,melaksanakan dan melakukan pengelolaan terhadap keuangan agartujuan hidup tercapai?

Sebelum membahas mengenai pengelolaan keuangan, kita akanbelajar mengenai konsep uang, pendapatan, tabungan, investasi sertaliterasi keuangan.

1. Uang

Sebelum uang digunakan sebagai alat pembayaran yang sah, masyarakatmenerapkan sistem barter. Barter merupakan pertukaran antar baranguntuk memenuhi kebutuhan. Namun, seringkali pertukaran barang yangdibutuhkan ini tidak menemui titik temu karena perbedaan keinginanseseorang terhadap barang yang ditukar dengan barang lain. Selain itudalam sistem barter sulit ditentukan nilai untuk standar pertukaran.

Berdasarkan permasalahan tersebut munculah uang sebagai alatpembayaran yang sah dan dapat diterima secara umum. Di Indonesia berdasarkan lembaga pembuatnya, uang dibedakan menjadi dua yaitu uang kartal dan uang giral. Uang kartal yaitu uang logam dan kertas yangditerbitkan oleh pemerintah. Sedangkan uang giral merupakan depositoatau simpanan di bank yang dapat diambil melalui cek, giro, atau suratperintah pembayaran lain yang sah.

2. Pendapatan

Manusia membutuhkan uang untuk memenuhi kebutuhannya. Melakukansuatu pekerjaan atau menyediakan faktor produksi merupakan langkahyang dilakukan seseorang untuk mendapatkan pendapatan berupa uang.Pendapatan merupakan hasil (dalam satuan uang) yang diperoleh individuatau perusahaan atas kegiatan yang dilakukan. Pendapatan setiap orangberbeda tergantung jenis pekerjaan yang dilakukan. Pendapatan yangdidapat sebaiknya dikelola dengan baik sesuai prioritas kebutuhannya.

Jumlah pendapatan yang diperoleh tidak menentukan cukuptidaknya pendapatan tersebut untuk memenuhi kebutuhan seseorang.Seseorang dengan pendapatan besar belum tentu dapat memenuhisemua kebutuhannya karena pengelolaan yang kurang baik. Sebaliknya,pendapatan yang kecil dapat memenuhi kebutuhan seseorang selamamampu mengelolanya dengan baik.

Salah satu faktor yang memengaruhi perilaku konsumsi adalah besarkecilnya pendapatan. Seseorang dengan pendapatan yang sedikit akanmenggunakan sebagian besar pendapatannya untuk membeli makanansedangkan semakin besar pendapatan seseorang maka persentasependapatan yang digunakan untuk kegiatan konsumsi semakin kecil danmengalihkannya dalam bentuk tabungan. Hubungan antara pendapatandan perilaku konsumsi ini dikenal sebagai Hukum Engel. Hukum Engelmenyatakan bahwa:

“Semakin kecil pendapatan, semakin besar bagian pendapatanitu ditujukan untuk konsumsi. Begitu pula sebaliknya, semakinbesar pendapatan, semakin besar bagian pendapatan itu ditujukanuntuk tabungan”.

Pendapatan seseorang dapat digunakan untuk melakukan konsumsimaupun disimpan dalam bentuk tabungan. Sehingga besarnya pendapatanakan sama dengan besarnya konsumsi ditambah dengan tabungan.Keyness menyatakan bahwa :

“Setiap pertambahan pendapatan akan menyebabkan pertambahankonsumsi dan pertambahan tabungan”,atau dapat ditulis dengan:

3. Tabungan

Tabungan merupakan simpanan yangberasal dari pendapatan, berupa uang yangbelum atau tidak digunakan untuk keperluansehari-hari atau kepentingan lain. Saat inimasyarakat lebih sering menabung di bank.Tren menabung di rumah mulai bergantikarena lebih berisiko terhadap pencurianmaupun bencana alam. Menabung di bankdipilih karena lebih aman terlebih lagi sudahbanyak bank yang terdaftar pada LembagaPenjamin Simpanan (LPS).

LPS berfungsi sebagai penjamin keamanan

tabungan nasabah hingga 2 milyar. Ada

beberapa manfaat seseorang menabung yaitu:

a. Melatih gaya hidup hemat

b. Uang tersedia untuk hal mendesak

c. Meminimalkan hutang

4. Investasi

Apakah tabungan dan investasi adalah halyang sama? Tabungan dan investasi sering kalidianggap sama oleh masyarakat. Tabungan daninvestasi merupakan dua hal yang berbeda.

Jika tabungan bertujuan untuk menyimpanuang yang tidak digunakan sementara investasibertujuan untuk meningkatkan nilai tambahyang dimiliki. Seseorang, yang melakukaninvestasi berharap mendapatkan imbalanberupa laba, deviden ataupun bunga dari hasilinvestasinya. Ada beberapa instrumen investasiyang dapat dipilih seperti saham, obligasidan reksadana. Namun, perlu diingat bahwamemilih intrumen investasi juga perlu beberapapertimbangan karena banyak investasi bodongyang merugikan masyarakat. Ada beberapatawaran investasi yang perlu dihindari olehmasyarakat yaitu:

a. Imbalan hasil investasi terlalu tinggi denganwaktu yang singkat

b. Sedikit informasi atau bahkan tidak adamengenai perusahaan investasi yang dipilih

c. Investor seringkali diminta mencari orang lain untuk bergabung

d. Tidak jelas jenis usaha yang dijalankan

e. Biasanya dipromosikan oleh tokoh masyarakat atau artis untukmemikat investor

Investasi dapat ditempuh dengan modal kecil, investasi tersebutberupa reksadana dan investasi emas. Reksadana adalah salah satu wadahyang digunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat dan kemudiandiinvestasikan kembali dalam bentuk portofolio efek oleh Manajerinvestasi. Dengan berinvestasi pada reksadana berarti kita menitipkanuang untuk diinvestasikan kembali dalam bentuk portofolio efek. Investasidengan reksadana tidak memerlukan dana yang besar, bahkan mulai dariRp10.000 kita dapat mulai berinvestasi. Selain reksadana, investasi dengandana yang kecil dapat dilakukan dengan membeli emas. Karena nilai emascenderung selalu naik, invetasi emas menjadi salah satu alternatif investasiyang mudah. Investasi emas dapat dimulai dari 1 gram bahkan sekarangtersedia minigold yang berukuran 0.05 gram, 0,1 gram, 0,25 gram dan 0,5gram.

Sebagai contoh, Lili membeli emas seberat 1 gram pada tanggal 1 Juli2018 dengan harga Rp701.000. Kemudian pada tanggal 11 Oktober 2020Lili menjual emasnya tersebut sesuai dengan harga pasaran sebesarRp1.007.000. Berdasarkan contoh tersebut investasi emas yang dilakukanLili menghasilkan keuntungan sebesar Rp306.000.

5. Literasi Keuangan

Setiap hari manusia melakukan keputusan keuangan dalam rangkamemenuhi kebutuhannya. Keputusan keuangan merupakan hal yangdilakukan oleh setiap individu baik dalam hal pembelian, penjualan,tabungan, investasi ataupun kegiatan lain yang berhubungan dengankeuangan. Prinsip dasar keuangan tradisional adalah perilaku rasional,yang artinya setiap manusia diasumsikan selalu rasional dalam pengambilankeputusan dengan tujuan untuk mendapatkan apa yangdiinginkan. Pembuatan keputusan salah satunya disebabkan olehpengetahuan keuangan (literasi keuangan), literasi yang kurang akanmengakibatkan keputusan keuangan yang tidak terarah. Pengetahuantentang literasi sangat penting pada masa sekarang karena pertumbuhanproduk keuangan sangat cepat dan mudah diakses oleh semua orang didunia.

Hasil survei nasional literasi keuangan nasional yang dilakukan olehOtoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tahun 2019, tingkat literasi keuanganmasyarakat Indonesia sebesar 38,03% . Angka tersebut tergolong rendahdan menunjukkan bahwa kemampuan masyarakat dalam membuatkeputusan dan pengelolaan keuangan masih tergolong rendah. Hal iniakan berdampak pada keputusan keuangan yang diambil oleh masyarakat.

Masyarakat yang tidak memahami konsep tentang keuangan akanmenghabiskan pendapatannya untuk transaksi dan melakukan pinjamanyang lebih besar dibandingkan dengan jumlah uang yang disimpan. Merekajuga cenderung membayar bunga pinjaman yang tinggi. Prinsip dasarekonomi yang digunakan sebagai dasar literasi keuangan diantaranyapenganggaran, tabungan, investasi, pinjaman, asuransi, diversifikasi, danmembuat perbandingan.

Literasi keuangan menurut Organisasi untuk kerjasama ekonomidan pembangunan atau Organization for Economic Cooperation andDevelopment (OECD) didefinisikan sebagai gabungan antara kesadaran,pengetahuan, kemampuan, sikap dan perilaku yang dibutuhkan untukmenyusun keputusan keuangan dalam rangka mewujudkan individu yangsejahtera secara keuangan. Literasi keuangan menurut OJK merupakanserangkaian aktivitas atau proses untuk meningkatkan pengetahuan(knowledge), keterampilan (skill) konsumen maupun masyarakat luas,kemampuan (competence) agar dapat mengelola keuangan secara lebih baik.

Kemampuan seseorang dalam memahami tentang literasi keuanganmenurut OJK dibagi menjadi empat tingkatan yaitu:

1. Well literate, yaitu ketika seseorang mempunyai keterampilan untukmemanfaatkan layanan dan produk keuangan karena keyakinan danpengetahuan yang dimiliki terhadap layanan dan produk keuangantersebut.

2. Sufficient literate, yaitu ketika seseorang mempunyai keyakinan danpengetahuan terhadap layanan dan produk keuangan.

3. Less literate, yaitu ketika seseorang kurang mempunyai pengetahuanmengenai lembaga jasa keuangan serta beberapa pengetahuan tentangproduk lembaga serta jasa keuangan.

4. Illiterate, yaitu ketika seseorang tidak mempunyai keyakinan danpengetahuan terhadap layanan dan produk keuangan serta tidakmempunyai keterampilan dalam memanfaatkan layanan dan produkkeuangan.

Seseorang dengan literasi keuangan yang baik atau well literate akanlebih mudah melakukan pengelolaan keuangan yang disesuaikan dengankebutuhan. Mereka cenderung paham tentang bagaimana mengelolakeuangan dan mencapai tujuan keuangannya. Adapun manfaat memahamiliterasi keuangan bagi masyarakat adalah:

1) Mampu menyeleksi, memanfaatkan produk, layanan keuangan sesuaikebutuhan, kemampuan, dan melakukan perencanaan keuangan yangbaik

2) Terhindar dari investasi yang tidak jelas

 

Bahan Bacaan Guru

Secara interaktif guru dan peserta didik dapat berbagi sudut pandangterkait dengan keanekaragaman suku bangsa dan komunitas diIndonesia. Peserta didik diajak untuk mengaitkan dengan temasebelumnya yakni diferensiasi atau keberagaman atas ras, etnis,agama dan gender. Peserta didik memperoleh informasi bahwaterdapat kelompok-kelompok budaya di Indonesia yang mendukungkeberagaman kebudayaan di Indonesia. Dalam kerangka ke-IPSan,tema ini mengembangkan kemampuan Peserta didik untukmembedakan manakah yang merupakan pembagian kelompok secarahorizontal dan manakah yang merupakan pembagian kelompokatas dasar lapisan sosial atau secara vertikal. Keduanya berbeda danmemiliki peranan dalam kelangsungan hidup dan proses sosialisasidalam masyarakat. Keterdapatan perbedaan kondisi lingkunganisik wilayah akan memengaruhi keberagaman budaya. Adanyaseorang tokoh yang dianggap berpengaruh terhadap suatu wilayah,melahirkan kesepakatan antar warga dalam mengikuti kebiasaantokoh tersebut dan menghasilkan budaya yang berbeda pula dimasing-masing wilayah di Indonesia. Keanekaragaman budayadapat menjadi potensi pariwisata, sekaligus menjadi potensi konlikyang berujung pada ancaman separatis apabila tidak dijaga. Pesertadidik diharapkan mampu menganalisis mampu membuat karyaatau melakukan aksi sosial yang relevan di lingkungan keluargadan masyarakat terdekat, kemudian melakukan releksi dari setiapproses yang sudah dilakukan.

C.   GLOSARIUM

Literasi keuangan : suatu rangkaian proses atau kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill) dan keyakinan (confidence) konsumen maupun masyarakat agar mereka mampu mengelola keuangan pribadi dengan lebih baik.

D.   DAFTAR PUSTAKA

Daftar Pustaka

Adhuri, D. S., Wiratri, A., & Bismoko, A. B. 2016. “Interseksi BudayaDan Peradaban Negara-negara Di Samudra Hindia: PerspektifIndonesia”. Masyarakat Indonesia, 41(2), 115-126, https://doi.org/10.14203/jmi.v41i2.310.

Alisjahbana Armida Salsiah, Murniningtyas Endah. 2018. TujuanPembangunan Berkelanjutan di Indonesia. Bandung: UNPAD Press.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). 2019. Bencana Alam diProvinsi Yogyakarta. http://bnpb.cloud/dibi/xdibi_list/.

Badan Perencana Pembangunan Nasional. 2016. Laporan Prakarsa StrategisBidang Kemaritiman. Jakarta: Bappenas.

Badan Pusat Statistik. 2019. Statistik Pertambangan Minyak dan Gas Bumi.Jakarta: BPS.

Banowati Eva, Sriyanto. 2013. Geografi Pertanian. Yogyakarta: Ombak.

______________ . 2012. Geografi Indonesia. Yogyakarta: Ombak.

Daldjoeni. 2014. Pokok-Pokok Klimatologi. Yogyakarta: Ombak.

Danandjaja, James. 1994. Folklor Indonesia. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.

Department of Economic and Social Affairs. 2019. Growing at a slowerpace, world population is expected to reach 9.7 billion in 2050 and couldpeak at nearly 11 billion around 2100. Artikel. https://www.un.org/development/desa/en/news/population/world- populationprospects-2019.html pada 21-08-2020

Erman, Erwiza. 2011. “Penggunaan Sejarah Lisan dalam HistoriografiIndonesia”. Jurnal Masyarakat & Budaya, 13 (1), 1-22, https://doi.org/10.14203/jmb.v13i1.94.

Franz Adler. 2014. “The Value Concept in Sociology”. American Journal ofSociology. Volume 62, Number 3.

Giddens, A., Duneier, M., Appelbaum, R. P., & Carr, D. 2018. Introduction toSociology. New York: W. W. Norton & Company, Inc.

Goujon A. 2018. Human Population Growth. In: Reference Module in EarthSystems and Environmental Sciences. h. 1907-1912 Elsevier. ISBN 978-0-12-409548-9 DOI:10.1016/B978-0-12-409548-9.10755-9.

Graha, Andi Nu. 2012. Pengembangan Masyarakat Pembangunan melaluipendampingan sosial dalam konse pemberdayaan di bidang ekonomi.

Jurnal Ekonomi Modernisasi, 5(2), 117-126. https://doi.org/10.21067/jem.v5i2.243

Griffiths, H., dkk. 2017. Introduction to Sociology 2. Texas: OpenStax.

Grusec, J. E., & Hastings, P. D. 2015. Handbook of Socialization: theory andresearch. NY: The Guilford Press. h. 1, 13, 20.

Habibi, Maksum dan Gunadi. 2014. Pengantar Ekonomi dan Bisnis BidangKeahlian Bisnis dan Manajemen. Jakarta: Yudhistira.

Hadi, A. P. 2010. Konsep pemberdayaan, partisipasi dan kelembagaan dalampembangunan. Yayasan Agribisnis/Pusat Pengembangan MasyarakatAgrikarya (PPMA).

Harahap, Erni Febian. 2012. “Pemberdayaan Masyarakat dalam BidangEkonomi untuk Mewujudkan Ekonomi Nasional yang tanggung danMandiri”. Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan, 3(2), 78-96.

Herlina, N. 2020. Metode Sejarah. Bandung: Satya Historika.

Hutomo, Mardi Yatno. 2000. Pemberdayaan Masyarakat dalam BidangEkonomi: Tinjauan Teoritik dan Implementasi. Naskah No 20, Juni-Juli2000.

Kartodirjo, Sartono. 2014. Pengantar Sejarah Indonesia Baru: 1500-1900.Yogyakarta: Ombak.

Kementerian Kelautan dan Perikanan. 2019. Laporan Tahunan 2018. Jakarta:KKP.

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman. 2019. Laporan Kinerja2018. Jakarta: Kemenko Bidang Maritim.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. 2018. Status Hutan danKehutanan Indonesia 2018. Jakarta: KLHK

Koentjaraningrat. 1985. Kebudayaan Mentalitas dan Pembangunan. Jakarta:Gramedia.

Korlantas Polri. 2013. Polantas dalam Angka 2013. www.korlantas.polri.go.id.

Kotarumalos, Nur Aisyah. 2010. “Mengkonstruksi Identitas Diaspora Malukudi Negeri Belanda”. Masyarakat Indonesia. 36 (1), 123-144, https://media.neliti.com/media/publications/150453-ID-mengkonstruksiidentitas-diapora-maluku.pdf.

Kotler, Philip dan Gary Amstrong. 2008. Prinsip-prinsip Pemasaran Jilid I.Jakarta: Erlangga.

Krautkraemer, J. A. (2005). Economics of natural resource scarcity: The stateof the debate (No. 1318-2016-103362).

Kuntowijoyo, D. R. (2005). Pengantar Ilmu Sejarah. Sleman: BentangPustaka.

Lembar Fakta Forest Watch Indonesia 2019. 2019. diakses dari http://fwi.or.id/wp-content/uploads/2019/10/FS_Deforestasi_FWI_small.pdf

Muta’ali, Lutfi. 2013. Pengembangan Wilayah Perdesaan (PerspektifKeruangan). Yogyakarta: Badan Penerbit Fakultas Geografi (BPFG).

Noor, Djauhari. 2014. Pengantar Geologi. Sleman: deepublish.

Noor, Munawar. 2011. “Pemberdayaan Masyarakat”. Junal CIVIS, 1(2), 87-99.

Prihandito Aryono. 1989. Kartografi. Yogyakarta: PT Mitra Gama Widya.Rambe, Tappil., et al. 2019. Sejarah Politik dan Kekuasaan. Medan: KitaMenulis.

Resosoedarmo Soedjiran, Kartawinata Kuswata, Soegiarto Aprilani. 1987.Pengantar Ekologi. Bandung: Remadja Karya.

Ricklefs, M.C., et al. 2013. Sejarah Asia Tenggara dari Masa Prasejarahsampai Kontemporer. Depok: Komunitas Bambu.

Robert S. Pindyck dan Daniel L Rubinfeld. 2013. Mikroekonomi. Jakarta:Erlangga

Romansara, Enos. H. 2015. “Memahami Kebudayaan Lokal Papua: Suatu

Pendekatan Pembangunan yang Manusiawi di Tanah Papua”. JurnalEkologi Birokrasi. 1 (1), 47-57 https://doi.org/10.31957/jeb.v1i1.491.

Saihu, Ade. 2020. Merawat Pluiralisme Merawat Indonesia. Yogyakarta:Deepublish.

Siska, Y. 2015. Manusia dan Sejarah: Sebuah Tinjauan Filosofis. Sleman:Garudhawaca.

Sobarna, A. 2003. “Konsep pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat miskinperkotaan”. Mimbar: Jurnal Sosial dan Pembangunan, 19 (3), 316-329.

Sodik, Abror., dan Musthofa, Muhamad Wakhid. 2018. “Analisis StrategiPenyebaran Agama-Agama di Indonesia dari Pra Hingga Era Moderndengan Pendekatan Teori Permainan Matematika”. HISBAH: JurnalBimbingan Konseling dan Dakwah Islam, 15 (1), 99-113, https://doi.org/10.14421/hisbah.2018.151-08.

Soekmono. 1992. Sejarah Kebudayaan Indonesia 3. Yogyakarta: Kanisius.

Sofiana, Anas. 2017. “Ratu Kalinyamat Penguasa Wanita Jepara Tahun 1549-1579.” Avatara 5.3. https://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/index.php/avatara/article/view/21467.

Stolley, K. S. 2005. The basics of sociology. CT: Greenwood Press.

Suharyono, Amien M. 2013. Pengantar Filsafat Geografi. Yogyakarta: Ombak

Suryanegara, Ahmad Mansur. 2015. Api Sejarah Jilid 1. Bandung Suryadinasti.

Susanti, S. 2016. “Nasionalisme dan Gerakan Mulih Njowo, 1947dan 1954”. Jurnal Sejarah Citra Lekha, 1(2), 107-120, https://doi.org/10.14710/jscl.v1i2.12767.

Syefriyeni. 2018. “Karakteristik Pengetahuan Orang Melayu”. Intizar. 24 (2), 265-271,<doi.org/10.19109/intizar.v24i2.2730>.

T., Vyain, S., Bry, J., & Jones, F. 2017. Introduction to Sociology 2. Texas:OpenStax.

Tim Nasional Penulisan Sejarah Indonesia. 2010. Sejarah Nasional Indonesia.Jakarta: Balai Pustaka.

Tim. 2012. Indonesia dalam Arus Sejarah. Jakarta: Ichtiar Baru van Hoeve.

Tyasyono Bayong. 2004. Klimatologi Edisi Kedua. Bandung: ITB.

Usrah, Cut Rizka AI. 2015. “Laksamana Keumalahayati Simbol PerempuanAceh (Peranan dan Perjuangannya dalam Lintasan Sejarah KerajaanAceh Darussalam 1589-1604)”. Skripsi. Medan: Universitas NegeriMedan.

Wolters, O.W. 2011. Kemaharajaan Maritim Sriwijaya & Perniagaan Dunia.Depok: Komunitas Bambu.

Worosetyaningsih, Tri. 2019. Kehidupan Masyarakat pada Masa Praaksara,Masa Hindu Budha, dan Masa Islam. Ponorogo: Myria Publisher.

Sumber Gambar

https://cdn.bmkg.go.id/Web/2020.10_CH_GSMAP.png

https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/6/64/Bali_ngaben_pelebon_cremation_ceremony_Indonesia.jpg

https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Dewaruci.jpg

https://web.archive.org/web/20161016172930/http://www.panoramio.com/photo/42125739

https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Gedung_Batu_Temple_Semarang.jpg

https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Lawang_sewu.jpg

https://www.esdm.go.id/id/media-center/arsip-berita/progresssmelter-pt-fi-capai-386-akhir-tahun-2022-selesai

https://www.esdm.go.id/assets/imagecache/bodyView/arsip-beritadivestasi-51-saham-pt-fi-simbol-kedaulatan-negara-tympxrm.jpg

https://geoportal.esdm.go.id/indonesia-overview/

https://cdn.idntimes.com/content-images/post/20190412/infografisutang-luar-negeri-4-tahun-trakhir-1-a18ef6c7f68ceec3ba4b98b6f1952ea5.png

 

 

 

 

 

 

 


 

MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA

IPS FASE D KELAS VII

 


INFORMASI UMUM

A. IDENTITAS MODUL

Penyusun

Instansi

Tahun Penyusunan

Jenjang Sekolah

Mata Pelajaran

Fase / Kelas

Tema 04

Materi

 

Elemen

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Capaian Pembelajaran 4

 

Alokasi Waktu

:

:

:

:

:

:

:

:

 

:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

:

 

:

.....................................

SMP …………………

Tahun 2022

SMP

Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)

D / VII

Pemberdayaan Masyarakat

Pemberdayaan Masyarakat(Pengelolaan Keuangan Keluarga)

a) Elemen pemahaman dan ruang lingkup pembelajaran

  • Keruangan dan konektivitas antar ruang dan waktu: materi ini berkaitan dengan pemahaman terhadap kondisi sosial dan lingkungan alam serta kesejarahan dalam konteks lokal dan nasional. Materi ini juga terkait dengan pembelajaran tentang kondisi geografis Indonesia dan pengaruhnya terhadap aktivitas sosial, ekonomi.
  • Perkembangan masyarakat Indonesia dari masa pra aksara, kerajaan-kerajaan di NusantaraInteraksi, Sosialisasi, institusi sosial, dan dinamika sosial; materi ini berkaitan dengan pembentukan identitas diri, merefleksikan keberadaan diri di tengah keberagaman dan kelompok yang berbeda-beda
  • Kegiatan manusia dalam memenuhi kebutuhannya: materi ini berkaitan tentang peran diri, masyarakat serta negara dalam memenuhi kebutuhan bersama. Peserta didik menganalisis sejarah manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

b) Elemen keterampilan proses

  • Siswa melakukan berbagai kegiatan yang  mendukung tercapainya keterampilan proses  yang dibutuhkan untuk mempelajari dan menyelesaikan pembelajaran IPS kelas 7 antara lain: mengamati, menginvestigasi/ menyelidiki, menganalisis, merencanakan, menggambar, berdiskusi, menceritakan, membuat laporan tertulis sederhana, dan mempresentasikan.

Memahami isu pemberdayaan masyarakat dalam konteks lokal.

4 JP (2 Pertemuan Ke 60-61)

B.  KOMPETENSI AWAL

  • Mengidentiikasipengelolaan keuangan keluarga.

C.  PROFILPELAJAR PANCASILA

  • Mandiri, Kreatif, dan Bernalar kritis

D.  SARANADAN PRASARANA

Media, Sumber Belajar, dan Alat

1. Video tentang Apa Jadinya Kalau Tidak Ada Bank di Dunia?.

2. Slide Gambar tentang Pengelolaan keuangan keluarga

3. Artikel terkait Jurus Jitu Mengelola Keuangan Keluarga, SebaiknyaJangan Terlalu Pelit

4. Kemendikbud. 2021. Ilmu Pengetahuan Sosial, Buku Siswa Kelas VII,Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.

5. Laptop, Proyektor, PC, Pengeras suara.

E.  TARGET PESERTA DIDIK

§  Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami materi ajar.

§  Peserta didik dengan pencapaian tinggi: mencerna dan memahami dengan cepat, mampu mencapai keterampilan berfikir aras tinggi (HOTS), dan memiliki keterampilan memimpin

F.  MODEL PEMBELAJARAN

§  Model atau kerangka pembelajaran yang memberikan gambaran sistematis pelaksanaan pembelajaran. Model pembelajaran dapat berupa model pembelajaran tatap muka, pembelajaran jarak jauh dalam jaringan (PJJ Daring), pembelajaran jarak jauh luar jaringan (PJJ Luring), dan Eksperimen

KOMPNEN INTI

A.  TUJUAN KEGIATAN PEMBELAJARAN

Alur Tujuan Pembelajaran :

a.  Peserta didik diharapkan mampu mengidentiikasi pengelolaan keuangan keluarga.

B. PEMAHAMAN BERMAKNA

  • Pemahaman bagi peserta didik bahwa semakin kecil tingkat pendapatan seseorang, maka akan semakin besar persentase dari pendapatan tersebut untuk digunakan dalam rangka memenuhi kebutuhan konsumsi, demikian sebaliknya, makin besar tingkat pendapatan seseorang, maka akan semakin besarpula persentase dari pendapatan tersebut yang pada akhirnya di tabung.

C. PERTANYAAN PEMANTIK

  • Bagaimana pengelolaan keuangan keluarga?

D.  KEGIATAN PEMBELAJARAN

Kegiatan Pendahuluan

1. Guru menyapa peserta didik, memberi salam, dan dilanjutkan berdoa.

2. Guru mempersiapkan peserta didik untuk mengikuti kegiatanpembelajaran.

3. Apersepsi: peserta didik melihat tayangan video tentang PengelolaanKeuangan Keluarga. .

4. Guru dapat menambahkan variasi gambar dari internet, gurumenceritakan kepada peserta didik atau melalui kegiatan tanya jawab.

Guru menentukan kegiatan yang sesuai dengan kondisi sekolah danpeserta didik. Peserta didik difasilitasi guru mengaitkan video dengankegiatan belajar. Guru melanjutkan dengan memberikan motivasiterkait Pengelolaan Keuangan Keluarga.

5. Peserta didik dibantu guru menyimak gambaran tema dan tujuanpembelajaran dalam tema 4

6. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran pertemuan 60 dan 61tentang Pengelolaan Keuangan Keluarga.

 

KegiatanInti

Guru menjelaskan tentang petunjuk kerja dan tugas dari Lembar aktivitasIndividu #15 untuk mengidentiikasi pengelolaan keuangan keluarga.Kegiatan ini dilakukan dalam rangka memberi pemahaman bagi pesertadidik bahwa semakin kecil tingkat pendapatan seseorang, maka akansemakin besar persentase dari pendapatan tersebut untuk digunakandalam rangka memenuhi kebutuhan konsumsi, demikian sebaliknya,makin besar tingkat pendapatan seseorang, maka akan semakin besarpula persentase dari pendapatan tersebut yang pada akhirnya di tabung.Proses saling tukar hasil temuan peserta didik dapat dilakukan dalamwaktu singkat, kemudian guru memberi kesempatan untuk peserta didikbertanya dan guru menjawab terkait dengan hasil identiikasi yang telahdilakukan. Secara interaktif guru mengaitkan hasil identiikasi denganorientasi pembelajaran pengelolaan keuangan keluarga.

Peserta didik mengidentiikasi masalah

Setelah peserta didik mengidentiikasi peristiwa terkait pengelolaankeuangan keluarga, selanjutnya guru mendorong peserta didik mengajukanberbagai pertanyaan yang mengarah pada HOTS. Beberapa pertanyaanyang diajukan misalnya Bagaimana pengelolaan keuangan keluarga? Gurudapat menggunakan Lembar Aktivitas #16 untuk menemukan jawaban-jawabantersebut.

Peserta didik Mengelola Informasi

1. Peserta didik mencari informasi terkait pengelolaan keuangan keluargadari buku atau internet.

2. Guru memfasilitasi sumber lain misalnya memberikan tautaninternet atau video yang mendukung penjelasan dan pendalamansumber belajar. Contoh tautan : https://money.kompas.com/read/2016/11/18/131500926/jurus.jitu.mengelola.keuangan.keluarga.sebaiknya.jangan.terlalu.pelit?page=all

3. Untuk memperoleh informasi lebih luas peserta didik juga dapatmelakukan browsing materi pengelolaan keuangan keluarga. Gurudapat memberikan beberapa tautan video, berita, tulisan, dan laporan.

4. Peserta didik mengolah informasi secara individu di bawah bimbinganguru. Kegiatan ini dapat dilakukan secara bervariasi, misalnya denganContextual Learning, Assignment, Group Investigation, Problem Solving,Eksperimen, Discovery Inkuiri.

Contoh : Eksperimen

a. Guru menjelaskan eksperimen yang akan dilakukan oleh pesertadidik, yakni mencoba membuat laporan penggunaan uang saku.

b. Guru menyampaikan kepada peserta didik langkah-langkah yangharus ditempuh, jika perlu materi, variable yang perlu diamati danhal yang perlu dicatat.

c. Guru membimbing peserta didik dalam memilih cara yang dapatmembantu peserta didik selama eksperimen.

d. Menetapkan tindak lanjut dari kegiatan eksperimen.

5. Peserta didik memilih dan mengorganisasikan informasi yang diperoleh.

6. Guru membimbing dan mengarahkan proses belajar peserta didik(kegiatan belajar).

7. Guru memastikan peserta mengerjakan tugas dengan baik.

 

Peserta didik Merencanakan dan mengembangkan ide

1. Hasil pengolahan informasi disajikan dalam bentuk laporan/poster/karya lainnya.

2. Peserta didik secara mandiri menulis laporan sederhana dilengkapitabel yang berisi laporan penggunaan uang saku.

 

Peserta didik Melakukan Releksi diri dan aksi

1. Releksi dan aksi dapat dilakukan di dalam kelas atau melalui mediaberbasis internet, peserta didik mengomunikasikan hasil pengolahaninformasi.

2. Guru memfasilitasi peserta didik menemukan simpulan pembelajaran.

3. Guru mendorong peserta didik untuk memberikan pendapat ataubertanya.

4. Penguatan dan pengayaan dilakukan dalam rangka mengembangkankompetensi Peserta didik.

 

Penutup

1. Penilaian pembelajaran dilakukan secara lisan atau tertulis

2. Peserta didik melakukan releksi pembelajaran berkaitan dengansikap, pengetahuan, dan keterampilan.

Sikap

·      Apakah aku sudah melakukan pembelajaran secara bertanggungjawab?

·      Apakah aku sudah mengumpulkan tugas secara tepat waktu?

·      Inspirasi dari pembelajaran tentang perencanaan keuangan keluarga adalah..

Pengetahuan

·      Bagaimana pengelolaan keuangan keluarga yang baik?

Keterampilan :

·      Apakah aku sudah berhasil melengkapi tabel laporan penggunaan uang saku?

3. Tindak lanjut dilakukan dengan mendorong Peserta didik mempelajarilebih lanjut dan informasi pembelajaran berikutnya tentang PerananKomunitas dalam kehidupan masyarakat

4. Doa dan penutup.

 

F.  REFLEKSI

Masalah keuangan dapat diatasi dengan pengelolaan keuangan. Pengelolaankeuangan merupakan kegiatan merencanakan, mengorganisasikan sertamengendalikan keuangan untuk kegiatan konsumsi, tabungan maupuninvestasi. Pengelolaan keuangan merupakan suatu hal yang pentingkarena cukup tidaknya pendapatan keluarga untuk memenuhi kebutuhantergantung pada pengelolaan keuangan keluarga.

Bagaimana pengelolaan keuangan keluarga yang baik?.

F.  ASESMEN/ PENILAIAN

Penilaian Proses dan Hasil Pembelajaran

a. Konsep Penilaian dan Pembelajaran IPS

Penilaian merupakan kegiatan yang bertujuan untuk memperoleh,menganalisis, menafsirkan proses dan hasil belajar peserta didik secarasistematis. Penilaian tersebut dapat digunakan untuk mengetahui tingkatkeberhasilan pencapaian kompetensi, proses pembelajaran, tingkatkesulitan belajar peserta didik, dan penentuan tindak lanjut pembelajaran.Penilaian pembelajaran IPS memakai pendekatan penilaian autentik(authentic assesment) untuk menilai kesiapan peserta didik, proses, danhasil belajar secara utuh. Hasil penilaian tersebut dapat dimanfaatkanguru dalam merencanakan program perbaikan (remedial), pengayaan(enrichment), layanan konseling, dan sebagai landasan untuk memperbaikiproses pembelajaran selanjutnya.

b. Teknik dan Instrumen Penilaian

Penilaian kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan dilakukanmenggunakan teknik dan instrumen penilaian. Berikut merupakanpenjabaran teknik dan instrumen penilaian dari masing-masing kompetensi.

 

1.  Penilaian kompetensi sikap

Teknik penilaian kompetensi sikap dapat berupa observasi, penilaiandiri, dan penilaian antar teman. Kegiatan ini bisa dilakukan oleh gurumatabpelajaran, wali kelas, dan guru bimbingan konseling (BK) yang ditulisdalam buku jurnal. Jurnal berisi catatan kejadian tertentu dan informasilain yang relevan.

 

a. Observasi

Instrumen dalam observasi yaitu lembar observasi atau jurnal. Lembarobservasi berisi catatan perilaku peserta didik berdasarkan pengamatanoleh guru mata pelajaran, wali kelas, dan guru bimbingan konseling selamasatu semester. Setiap catatan berisi deskripsi perilaku peserta didik yangdilengkapi dengan waktu dan tempat pengamatan tersebut.

Jika terjadi perubahan sikap peserta didik dari yang kurang baikmenjadi baik maka dalam jurnal harus ditulis bahwa sikap peserta didiktersebut telah baik atau bahkan sangat baik. Hal yang dicatat dalamjurnal bisa berupa sikap kurang baik, baik, maupun sangat baik, sertaperkembangan perubahan sikap peserta didik. Berikut merupakan contohlembar observasi penilaian sikap peserta didik selama satu semester:

 

Contoh Tabel Jurnal Pengembangan Sikap

No

Tanggal

Nama Siswa

Catatan Perilaku

Butir Sikap

   1

 

 

 

 

2

 

 

 

 

3

 

 

 

 

4

 

 

 

 

dst

 

 

 

 

 

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan penilaiansikap menggunakan teknik observasi :

·      Jurnal penilaian sikap ditulis oleh guru mata pelajaran, wali kelas, dan guru BK selama satu semester.

·      Penilaian oleh wali kelas dapat menggunakan 1 (satu) jurnal untuk satu kelas yang menjadi tanggung-jawabnya. Penilaian oleh guru mata pelajaran dapat menggunakan 1 (satu) jurnal untuk setiap kelas yang diajarnya, dan penilaian oleh guru BK dapat menggunakan 1 (satu) jurnal untuk setiap kelas di bawah bimbingannya.

·      Penilaian perkembangan sikap sipritual dan sikap sosial peserta didik bisa dicatat dalam satu jurnal yang sama atau dalam 2 (dua) jurnal berbeda.

·      Peserta didik yang dicatat dalam jurnal adalah peserta didik yang menunjukkan perilaku yang sangat baik maupun kurang baik secara alami.

·      Pencatatan jurnal dilakukan dengan segera seperti ketika wali kelas, guru mata pelajaran, maupun guru BK menyaksikan atau memperoleh informasi terpercaya mengenai perilaku peserta didik.

·      Jika peserta didik pernah menunjukkan sikap kurang baik tetapi selama satu semester tersebut menunjukan perkembangan ke arah sikap baik, maka sikap baik tersebut juga dicatat dalam jurnal.

·      Guru mata pelajaran dan guru BK merangkum catatan jurnal perkembangan sikap spiritual dan sikap sosial setiap peserta didik dan menyerahkannya kepada wali kelas untuk diolah lebih lanjut

Berikut merupakan contoh jurnal penilaian (perkembangan) sikapspiritual dan sikap sosial oleh wali kelas.

Contoh Jurnal Penilaian Sikap Spiritual

Nama Sekolah: SMP .............................

Kelas/Semester   : VII/II

Tahun Pelajaran: 2022/2023

No

Waktu

Nama Siswa

Catatan Perilaku

Butir Sikap

   1

19/07/22

Haidar

Tidak mengikuti sholatDzuhur berjamaah disekolah.

Ketaqwaan

2

19/07/22

Halwa

Mengganggu temanketika berdoa sebelumkegiatan pembelajaran.

Ketaqwaan

3

19/07/22

Sugi

Mengajak temanberdoa sebelumolahraga badminton disekolah.

Ketaqwaan

4

19/07/22

Said

Berpartisipasi sebagaipanitia perayaankeagamaan di sekolah.

Toleransi

beragama

 

Contoh Jurnal Penilaian Sikap Sosial

Nama Sekolah: SMP .............................

Kelas/Semester   : VII/II

Tahun Pelajaran: 2022/2023

No

Waktu

Nama Siswa

Catatan Perilaku

Butir Sikap

   1

12/07/22

Haidar

Membantu seorangteman yang kesulitanmenyebrang jalan didepan sekolah.

Kepedulian

2

26/08/22

Halwa

Menyerahkandompet yangditemukan di kantinsekolah kepada walikelas.

Kejujuran

3

26/09/22

Sugi

Tidak menggunakanatribut upacara disekolah denganlegkap.

Kedisiplinan

4

25/10/22

Said

Berinisiatifmenyiram tanamanyang mulai kering.

Kepedulian

Contoh format di atas dapat digunakan guru mata pelajaran danguru BK dalam penilain sikap spiritual dan sosial. Catatan tersebut jugadapat dibuat dalam satu tabel yang sama dengan menambahkan kolomketerangan pada bagian paling kanan untuk menuliskan keterangan jenissikap yang ditulis. Berikut merupakan contoh tabel jurnal penilaian sikap(spiritual dan sosial) yang dijadikan dalam satu tabel:

Contoh Jurnal Penilaian Sikap

Nama Sekolah: SMP .............................

Kelas/Semester   : VII/II

Tahun Pelajaran: 2022/2023

No

Waktu

Nama Siswa

Catatan Perilaku

Butir Sikap

Ket.

   1

19/07/22

Haidar

Membantuseorang temanyang kesulitanmenyebrangjalan di depansekolah

Ketaqwaan

Sosial

2

19/07/22

Halwa

Mengajak temanberdoa sebelumolahragabadminton disekolah.

Kepeduliaan

Spiritual

3

19/07/22

Sugi

Menggangguteman ketikaberdoa sebelumkegiatanpembelajaran.

Toleransi

beragama

Spiritual

4

18/11/22

Said

Berinisiatifmenyiramtanaman yangmulai kering.

Ketaqwaan

Sosial

 

b. Penilaian Diri (Self Assesment)

Penilaian diri merupakan teknik penilaian terhadap diri sendiri olehpeserta didik dengan mengIdentifikasi kelebihan dan kekurangan sikappeserta didik dalam berperilaku. Teknik penilaian ini dapat digunakanuntuk menumbuhkan nilai-nilai kejujuran dan meningkatkan kemampuanreleksi diri peserta didik. Satu tabel penilaian diri dapat digunakan untukpenilaian sikap spiritual dan sikap sosial. Berikut merupakan contohlembar penilaian diri menggunakan Likert Scale.

Contoh Lembar Penilaian Diri Siswa (Likert Scale)

Nama teman yang dinilai:..................

Nama penilai:..................

Kelas:....................

Semester:....................

Berilah tanda centang  pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengankeadaan sebenarnya

No

Pernyataan

Skala

1

2

3

4

   1

Saya berdoa sebelum melakukan kegiatan

 

 

 

 

2

Saya melaksanakan ibadah sholat tepat waktu

 

 

 

 

3

Saya berani mengakui kesalahan jika memang

bersalah

 

 

 

 

4

Saya mengumpulkan tugas sesuai jadwal yang

diberikan

 

 

 

 

5

Saya mengembalikan barang yang saya pinjam

dalam kondisi baik

 

 

 

 

6

Saya meminta maaf jika melakukan kesalahan

 

 

 

 

7

Saya datang ke sekolah tepat waktu

 

 

 

 

Keterangan:

1 = sangat jarang

2 = jarang

3 = sering

4 = selalu

 

c. Penilaian Antar Teman

Penilaian antar teman adalah teknik penilaian yang dilakukan pesertadidik terhadap peserta didik yang lain mengenai sikap/perilaku pesertadidik. Penilaian antarteman dapat digunakan untuk menumbuhkan nilaikejujuran, tenggang rasa, dan saling menghargai. Satu lembar penilaiandiri dapat digunakan untuk penilaian sikap spiritual dan sikap sosial.

Berikut merupakan contoh lembar penilaian antarteman menggunakanLikert Scale.

 

Contoh Lembar Penilaian Diri Siswa (Likert Scale)

Nama: ..................

Kelas:....................

Semester:....................

Berilah tanda centang pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengankeadaan sebenarnya

No

Pernyataan

Skala

1

2

3

4

   1

Teman saya berkata jujur kepada orang lain

 

 

 

 

2

Teman saya mengerjakan ulangan dengan jujur

 

 

 

 

3

Teman saya mentaati tata-tertib sekolah

 

 

 

 

4

.....................................

 

 

 

 

Keterangan:

1 = sangat jarang

2 = jarang

3 = sering

4 = selalu

Pada dasarnya teknik penilaian diri ini tidak hanya untuk aspek sikap,tetapi juga dapat digunakan untuk menilai kompetensi dalam aspekkete rampilan dan pengetahuan.

 

2. Penilaian Kompetensi Pengetahuan

a) Pengertian Penilaian Pengetahuan

Penilaian pengetahuan merupakan penilaian yang dilakukan untukmengetahui kemampuan peserta didik berkaitan dengan penguasaanpengetahuan faktual, konseptual, maupun prosedural serta kecakapanberpikir tingkat rendah hingga tinggi. Guru dapat memilih teknikpenilaian yang disesuaikan dengan karakteristik kompetensi yang akandinilai. Penilaian diawali dengan perencanaan pada saat menyusunrencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Hasil penilaian pengetahuanyang dilakukan selama dan setelah proses pembelajaran dinyatakan dalambentuk angka dengan rentang 0-100.

b) Teknik Penilaian Pengetahuan

Teknik penilaian pengetahuan yang akan digunakan dapat disesuaikandengan karakteristik masing-masing Kmpetensi Dasar (KD). Teknikpenilaian pengetahuan yang sering digunakan yaitu tes tertulis, tes lisan,dan penugasan. Berikut merupakan penjabaran dari berbagai teknikpenilaian pengetahuan.

Contoh Teknik Penilaian Pengetahuan

Teknik

Bentuk Instrumen

Tujuan

Tes tertulis

Pilihan ganda, benar-salah,menjodohkan, isian ataumelengkapi, dan uraian.

Mengetahui kemampuanpenguasaan pengetahuanpeserta didik dalam prosespembelajaran.

Tes lisan

Tanya jawab

Mengetahui pemahamanpeserta didik sebagaidasar perbaikan prosespembelajaran

Penugasan

Tugas individu dan kelompok

Memfasilitasi penguasaanpengetahuan pesertadidik selama prosespembelajaran.

 

1. Tes Tertulis

Tes tertulis merupakan soal dan jawaban disajikan secara tertulis, misalnyapilihan ganda, benar-salah, dan uraian. Langkah-langkah pengembangan testertulis:

 

Kisi-kisi Tes Tertulis

Nama Sekolah    : SMP .............................

Kelas/Semester   : VII/II

Tahun Pelajaran: 2022/2023

Mata Pelajaran: IPS

No

Kompetensi

Dasar

Materi

Indikator

Soal

Bentuk

Soal

Jumlah

Soal

1

Mengidentiikasi pengelolaan keuangan keluarga

Pengelolaan Keuangan Keluarga

Pesertadidik diharapkan mampumengidentiikasi pengelolaan keuangan keluarga

Tes Tertulis

2

 

Butir soal:

1. Bagaimana pengelolaan keuangan keluarga?

2. Apa yang dimaksud dengan pengelolaan keuangan keluarga?

Pemberian skor Tes Tertulis

No.

Soal

Kunci Jawaban

Skor

1

5 Tips Mengatur Keuangan Rumah Tangga agar Tidak Boros

·         Catat arus keluar masuk keuangan. Dalam menjaga keuangan rumah tangga, tentunya hal yang paling penting untuk dilakukan ialah mencatat keuangan secara rapi. ...

·         Masukkan dalam amplop harian.

·         Minimalisir penggunaan kartu kredit.

·         Buru barang diskon.

·         Miliki proteksi.

2

2

Management Keuangan Keluarga adalah “Seni pengelolaan keuangan yang dilakukan oleh individu atau keluarga melalui orang lain untuk mencapai tujuan yang efesien, efektif dan bermanfaat, sehingga keluarga tersebut menjadi keluarga yang sejahtera dan keluarga sakinah.

2

Total Skor Maksimum

4

 

 

2. Tes Lisan

Tes lisan merupakan pertanyaan yang diberikan guru secara lisan kepadapeserta didik yang jawaban atas pertanyaan tersebut juga disampaikan secaralisan. Tes ini bertujuan untuk mengetahui penguasaan pengetahuan pesertadidik dan menumbuhkan kemampuan berkomunikasi. Pemberian tes lisandapat dilakukan pada saat pembelajaran berlangsung. pertanyaanpada tes lisan:

·      Bagaimana pengelolaan keuangan keluarga?

 

3. Penugasan

Penugasan adalah pemberian tugas untuk meningkatkan pengetahuanpeserta didik. Tugas dapat dikerjakan baik secara individu maupunkelompok sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai. Berikutmerupakan contoh kisi-kisi tugas dan contoh pedoman penskorannya.

 

Nama Sekolah    : SMP .............................

Kelas/Semester   : VII/II

Tahun Pelajaran: 2022/2023

Mata Pelajaran: IPS

Kompetensi

Dasar

Materi

Indikator

Teknik

Penilaian

Mengidentiikasi pengelolaan keuangan keluarga

Pengelolaan Keuangan Keluarga

Pesertadidik diharapkan mampumengidentiikasi pengelolaan keuangan keluarga

Penugasan

 

 

Contoh Pedoman Pemberian Skor Tugas

No Soal

Aspek yang Dinilai

Skor

1

Apa yang dimaksud dengan pengelolaan keuangan keluarga

0-2

2

Bagaimana cara yang harus kita lakukan agar pendapatan seimbang dengan pengeluaran sehingga dapat mencukupi kebutuhan keluarga

0-3

3

Siapa yang harus mengatur keuangan dalam rumah tangga

0-3

4

Apa saja manfaat pengelolaan keuangan dengan baik

0-2

Total Skor Maksimum

10

 

3. Penilaian Keterampilan

a) Pengertian Penilaian Keterampilan

Penilaian keterampilan dilakukan untuk mengetahui kemampuanpeserta didik dalam menerapkan pengetahuan yang telah diperolehuntuk melakukan tugas tertentu sesuai dengan indikator pencapaiankompetensi. Penilaian ini dapat dilakukan dengan berbagai teknik, sepertipenilaian kinerja dan penilaian proyek. Berikut merupakan contoh kisi-kisipenilaian keterampilan, tugas, dan pedoman pemberian skor.

 

b) Teknik Penilaian Keterampilan

• Penilaian kinerja

Berikut ini Kisi-kisi Penilaian Kinerja, soal/tugas, pedomanpemberian skor:

 

Kisi-kisi Penilaian Kinerja

Nama Sekolah    : SMP .............................

Kelas/Semester   : VII/II

Tahun Pelajaran: 2022/2023

Mata Pelajaran: IPS

No

Kompetensi

Dasar

Materi

Indikator

Teknik

Penilaian

1

Mengidentiikasi pengelolaan keuangan keluarga

Pengelolaan Keuangan Keluarga

Pesertadidik diharapkan mampumengidentiikasi pengelolaan keuangan keluarga

 

 

Rubrik Pemberian Skor Penilaian Kinerja

No

Aspek yang Dinilai

Skala

0

1

2

3

4

   1

Merencanakan pengamatan

 

 

 

 

 

2

Melakukan pengamatan

 

 

 

 

 

3

Membuat laporan

 

 

 

 

 

Jumlah:

 

Penilaian diberikan dengan memperhatikan aspek proses dan produk.Guru dapat menetapkan bobot pemberian skor yang berbeda antara satudan aspek yang lainnya dengan memperhatikan karakteristik kompetensiyang dinilai.

Rubrik Penilaian Kinerja

No

Indikator

Rubrik

1

Menyiapkan bahanyang diperlukan

2 = Menyiapkan seluruh alat dan bahan yangdiperlukan.

1 = Menyiapakan sebagian alat dan bahan yangdiperlukan.

0 = Tidak menyiapkan alat bahan

2

Pengamatan

4 = Melakukan empat langkah kerjadengan tepat

3 = Melakukan tiga langkah kerja dengantepat.

2 = Melakukan dua langkah kerja dengantepat.

1 = Melakukan satu langkah kerja dengantepat.

0 = Tidak melakukan langkah kerja.

 

Langkah kerja:

1. Menyiapkan kertas gambar ukuran A4.

2. Menggambar Pengelolaan Keuangan Keluarga.

3.Mencantumkan Pengelolaan Keuangan Keluarga padagambar yang di buat.

4. Memberikan warna pada kenampakanobjek yang di gambar pada Pengelolaan Keuangan Keluarga.

3

Membuat laporan

3 = Memenuhi 3 kriteria

2 = Memenuhi 2 kriteria

1 = Memenuhi 1 kriteria

0 = Tidak memenuhi kriteria

 

Kriteria laporan:

1. Memenuhi sistematika laporan (judul, tujuan,alat dan bahan, prosedur, data pengamatan,pembahasan, kesimpulan)

2. Data, pembahasan, dan kesimpulan benar

3. Komunikatif

 

 

• Penilaian proyek

Penilaian proyek merupakan kegiatan yang bertujuan untukmengetahui kemampuan peserta didik dalam mengimplementasikanpengetahuannya melalui penyelesaian suatu tugas dalam waktu tertentu.Penilaian ini dapat digunakan untuk mengukur satu maupun beberapaKompetensi Dasar (KD) dalam satu atau beberapa mata pelajaran.

Kegiatan yang dilakukan dimulai dengan perencanaan, pengumpulan,pengorganisasian, pengolahan, penyajian, dan pelaporan. Beberapa halyang perlu dipertimbangkan dalam penilaian proyek, yaitu:

1) Pengelolaan

Kemampuan peserta didik untuk menentukan tema atau topik,mengumpulkan informasi, pengolahan data, dan penulisan laporan.

2) Relevansi

Tema yang dipilih sesuai dengan Kompetensi Dasar (KD).

3) Keaslian

Laporan atau produk yang dibuat peserta didik merupakan hasilkaryanya.

4) Inovasi dan Kreativitas

Terdapat unsur-unsur kebaruan dan berbeda pada produk yangdihasilkan peserta didik.

 

Kisi-kisi Penilaian Proyek

Nama Sekolah    : SMP .............................

Kelas/Semester   : VII/II

Tahun Pelajaran: 2022/2023

Mata Pelajaran: IPS

No

Kompetensi

Dasar

Materi

Indikator

Teknik

Penilaian

1

Mengidentiikasi pengelolaan keuangan keluarga

Pengelolaan Keuangan Keluarga

Pesertadidik diharapkan mampumengidentiikasi pengelolaan keuangan keluarga

Penilaian Proyek

 

Proyek : Buatlah poster salah satu tujuan Pengelolaan Keuangan Keluargamenggunakan kertas gambar ukuran A3, pensil warna atau cat air denganmemperhatikan hal- hal berikut!

1. Pilihlah salah satu tujuan Pengelolaan Keuangan Keluarga.

2. Amati tujuan tersebut apakah telah tercapai atau belum tercapai diIndonesia lalu sampaikan dalam poster.

3. Gambar salah satu tujuan Pengelolaan Keuangan Keluarga yang telahdipilih!

4. Tuliskan laporan penggunaanuang saku konsep dari poster yang akan peserta didik sampaikan!

5. Laporkan hasilnya secara lisan!

 

Rubrik Pemberian Skor Proyek

No

Pernyataan

Skor

1

2

3

4

   1

Kemampuan peserta didik dalam merencanakan

 

 

 

 

2

Kemampuan menggambar poster

 

 

 

 

3

Kemampuan penyampaian konsep berdasarkanposter yang digambar

 

 

 

 

4

Kemampuan mempresentasikan isi poster

 

 

 

 

5

Produk Poster

 

 

 

 

Skor Maksimum

15

Catatan:

Guru bisa menetapkan bobot yang berbeda-beda antara aspek satu dan lainnya

pada pemberian skor dengan memperhatikan karakteristik Kompetensi Dasar

(KD) atau keterampilan yang dinilai.

 

Rubrik Penilaian Proyek

No

Pernyataan

Keterangan

1

Kemampuan Perencanaan

2 = perencanaan lengkap (bahan, carakerja, hasil), dan rinci

1 = perencanaan kurang lengkap

0 = tidak ada perencanaan

2

Kemampuan menggambarposter secara tepat sesuaidengan salah satu tujuanPengelolaan Keuangan Keluarga

2 = menggambar dan mewarnai posterdengan baik dan interpretasi tujuanPengelolaan Keuangan Keluarga dalamposter tepat.

1 = menggambar dan memberikan warna pada poster tetapi salahdalam menginterpretasikan tujuanPengelolaan Keuangan Keluarga yangdipilih.

0 = gambar tidak diberi warna dantidak tepat dalam menginterpretasikantujuan Pengelolaan Keuangan Keluarga yang dipilih.

 

 

G.  KEGIATAN PENGAYAAN DAN REMEDIAL

Remedial

Kegiatan remidi diberikan dalam bentuk penugasan diluar jam pembelajaranyakni dengan meminta Peserta didik untuk melakukan wawancara denganketua komunitas yang ada di sekitar tempat tinggal mereka. Wawancaradapat dilaksanakan kepada ketua lembaga pemberdayaan masyarakatdesa yang berupa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Dana Sehat, PosPelayanan Terpadu (Posyandu), Pondok Bersalin Desa (Polindes), Pos ObatDesa (POD), dan Karang Taruna Husada. Poin yang perlu mereka tanyakanmeliputi tugas dan fungsi komunitas tersebut. Laporan disajikan dalambentuk laporan hasil wawancara sederhana.

 

Pengayaan

Peserta didik diminta untuk membaca artikel terkait Jurus Jitu Mengelola Keuangan Keluarga, SebaiknyaJangan Terlalu Pelit. Kemudian setelah selesai membaca, peserta didik diminta untukmembuat ringkasan dari artikel tersebut.

 

 

LAMPIRAN

A.  LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

 

Nama :

Kelas :

Petunjuk!

 

B.  BAHAN BACAAN GURU & PESERTA DIDIK

Bahan BacaanPeserta Didik

6. Pengelolaan Keuangan Keluarga

Masalah keuangan dapat diatasi dengan pengelolaan keuangan. Pengelolaankeuangan merupakan kegiatan merencanakan, mengorganisasikan sertamengendalikan keuangan untuk kegiatan konsumsi, tabungan maupuninvestasi. Pengelolaan keuangan merupakan suatu hal yang pentingkarena cukup tidaknya pendapatan keluarga untuk memenuhi kebutuhantergantung pada pengelolaan keuangan keluarga.

Dengan melakukan pengelolaan keuangan, kita dapat mempelajari carapengambilan keputusan berdasar skala prioritas, mulai dari kebutuhanyang kurang penting, penting, dan sangat penting. Pengelolaan memilikiberbagai tujuan, yakni:

a. Meminimalkan pengeluaran dana yang tidak diinginkan pada masamendatang

b. Mengalokasikan dana yang tersedia secara efektif dan efisien

c. Mencapai target perencanaan keuangan jangka panjang

d. Meningkatkan dan melindungi kekayaan yang dimiliki

e. Mengatur pemasukan dan pengeluaran kas

f. Mengelola utang dan piutang

g. Mencegah pemborosan

Langkah utama dalam mengelola keuangan adalah membuatperencanaan atau anggaran. Perencanaan adalah proses dalammenetapkan tujuan, strategi untuk mencapai tujuan serta langkah yangdiperlukan agar tujuan tersebut dapat tercapai. Perencanaan yangbaik akan menghasilkan kebebasan keuangan, terhindar dari kesulitankeuangan akibat hutang dan berhasil mencapai tujuan hidup baik dalamjangka pendek, menengah dan panjang.

Perencanaan berfungsi untuk menekan resiko hal-hal yang tidakdiinginkan pada masa mendatang. Misalnya ketika terjadi bencana,seseorang yang memiliki perencanaan baik pasti memiliki dana darurat dandapat digunakan ketika terjadi bencana yang datang tiba-tiba. Anggarandisusun oleh rumah tangga dengan membuat daftar pendapatan danpengeluaran. Pengeluaran yang disusun harus lebih kecil dari pendapatanseseorang.

Adapun langkah pengelolaan keuangan adalah :

a. Menyusun Tujuan Keuangan

Tujuan keuangan yang akan dicapai pada waktu tertentu harus disusununtuk jangka pendek (kurang dari satu tahun), jangka menengah (antarasatu sampai lima tahun) dan jangka panjang (lebih dari lima tahun). Tujuankeuangan ini menjadi tolak ukur keberhasilan perencanaan keuanganseseorang. Seseorang yang berhasil meraih tujuan keuangannya dapatdikatakan sudah mampu mengelola keuangan dengan baik.

b. Menyusun Rencana Pendapatan

Pendapatan dapat berasal dari gaji dan pendapatan lain yang diperoleholeh seseorang misalnya bunga tabungan, bunga deposito dan lainsebagainya. Langkah dalam menyusun daftar pendapatan adalah:

• Mencatat semua pendapatan rutin yang diperoleh setiap bulan

• Pendapatan yang tidak pasti seperti upah lembur, hadiah, THR, danbonus tidak perlu dicatat

c. Menyusun Rencana Pengeluaran

Pengeluaran disusun berdasarkan prioritas pemenuhan kebutuhan.Pengeluaran rutin per bulan perlu dicatat untuk memastikan prioritaskonsumsi. Pencatatan keuangan juga berfungsi untuk memberikaninformasi mengenai banyaknya uang yang telah dikeluarkan dan sebagaidasar pertimbangan pengeluaran di bulan selanjutnya. Dalam menyusun

daftar pengeluaran, perlu diperhatikan beberapa hal sebagai berikut:

Membedakan kebutuhan dan keinginan

Kebutuhan dan keinginan adalah dua hal yang berlainan. Kebutuhanadalah sesuatu yang harus dipenuhi apabila tidak terpenuhi maka dapatmemengaruhi hingga bahkan mengganggu keberlangsungan hidupseseorang. Sedangkan keinginan merupakan kebutuhan yang dipengaruhioleh faktor lain seperti lingkungan, selera, pendapatan, dan lainnya.Misalnya seseorang membutuhkan makan cukup dipenuhi dengan makanmakanan bergizi untuk memenuhi asupan nutrisi.

Di sisi lain seseorang yang membutuhkan makan memilih makan direstauran mahal dengan harga dua atau tiga kali lipat dari harga makananpada umumnya untuk memenuhi keinginan. Sehingga makan tidak lagiuntuk memenuhi kebutuhannya melainkan untuk memenuhi keinginan.Membiasakan diri dalam mengendalikan keinginan akan memberikankesejahteraan hidup keluarga dan dapat disesuaikan dengan pendapatanyang diperoleh sehingga tidak akan mengalami kesulitan akibat gayahidup yang lebih besar dari pendapatan.

Memilih prioritas pengeluaran

Menetapkan prioritas kebutuhan akan membantu seseorang membentukkedisiplinan dalam mengambil keputusan pengeluaran. Prioritaspengeluaran dimulai dari biaya hidup sehari hari, angsuran utang, daniuran asuransi. Biaya hidup merupakan semua biaya yang dibayarkanguna menjaga kelangsungan hidupnya. Biaya hidup meliputi biaya makan,membeli pakaian, membayar internet, air dan listrik. Cicilan utangmerupakan alokasi pembayaran tagihan yang harus dibayarkan setiapbulan misalnya membayar Kredit Pemilikan Rumah (KPR), cicilan barangelektronik, maupun cicilan kendaraan. Sedangkan premi asuransi tidakdimiliki semua orang dan meliputi asuransi jiwa, asuransi kesehatan, danasuransi kerugian.

Melakukan penghematan pada pos pengeluaran

Penghematan dapat dilakukan dengan membelanjakan uang yanglebih sedikit untuk meraih tujuan yang sama. Misalnya seseorang akanmelakukan perjalanan dari Yogyakarta menuju Jakarta menggunakanpesawat. Langkah yang dapat ditempuh adalah dengan cara mencarimaskapai penerbangan dengan tarif yang relatif lebih murah dibandingkandengan maskapai lain tetapi tetap memperhatikan keselamatan dankeamanan penerbangan.

Menabung secara periodik

Untuk menghindari pengeluaran berlebih, langkah pertama yang perludilakukan ketika mendapatkan gaji adalah menabung. Sebaiknya uang yangakan digunakan untuk konsumsi dan tabungan dipisah dalam rekeningyang berbeda. Langkah ini dilakukan untuk meminimalkan keinginanmenggunakan tabungan untuk kegiatan konsumsi.

Merencanakan program untuk masa mendatang

Mempunyai rencana program khusus pada masa depan. Denganprogram pada masa mendatang seseorang dapat memperkirakan jumlahpengeluaran yang dibutuhkan dan uang yang perlu disisihkan untukmencapai tujuan di masa depan.

d. Melakukan Review

Review dilakukan untuk mengetahui pencapaian target keuangan. Reviewkeuangan dapat dilakukan secara periodik atau disesuaikan dengan targetwaktu yang ingin dicapai.Dalam melaksanakan pengelolaan keuangan keluarga, ada beberapamodel yang dapat diterapkan. Adapun model tersebut antara lain:

Sistem amplop

Sistem amplop menggunakan amplop untuk membedakan anggaransesuai kebutuhan. Amplop digunakan sebagai tempat menyimpanuang sementara yang akan digunakan sesuai dengan alokasi yang telahdianggarkan. Pendapatan yang diperoleh dibagi ke dalam amplop sesuaidengan rencana pengeluaran dan ditulis tujuan pengeluaran di bagian luar.Jumlah amplop yang digunakan disesuaikan dengan jumlah pengeluaran

yang direncanakan. Sistem amplop ini sangat cocok diterapkan bagikeluarga dengan pendapatan/gaji rutin setiap bulan, misalnya pegawaitetap.

Sistem buku kas harian

Sistem buku kas dilakukan dengan membuat pencatatan sederhanapemasukan dan pengeluaran yang didapatkan selama satu bulan. Semuapendapatan dan pengeluaran setiap hari dicatat dalam catatan sederhana.Tujuannya adalah untuk mengontrol jumlah pengeluaran pada masamendatang dan meminimalkan pengeluaran yang tidak terlalu penting.Sistem ini cocok digunakan untuk keluarga yang memiliki pendapatanrutin maupun tidak rutin.

Sistem kas keluarga

Sistem kas keluarga menitikberatkan pada alokasi anggaran pengeluaranmenjadi beberapa pos, seperti pos pengeluaran tetap, pos pengeluaranharian dan pos pengeluaran tak terduga. Semua pengeluaran dicatat danditotal sesuai dengan kelompoknya. Sistem ini cocok digunakan untukrumah tangga keluarga.

 

Bahan Bacaan Guru

Secara interaktif guru dan peserta didik dapat berbagi sudut pandangterkait dengan keanekaragaman suku bangsa dan komunitas diIndonesia. Peserta didik diajak untuk mengaitkan dengan temasebelumnya yakni diferensiasi atau keberagaman atas ras, etnis,agama dan gender. Peserta didik memperoleh informasi bahwaterdapat kelompok-kelompok budaya di Indonesia yang mendukungkeberagaman kebudayaan di Indonesia. Dalam kerangka ke-IPSan,tema ini mengembangkan kemampuan Peserta didik untukmembedakan manakah yang merupakan pembagian kelompok secarahorizontal dan manakah yang merupakan pembagian kelompokatas dasar lapisan sosial atau secara vertikal. Keduanya berbeda danmemiliki peranan dalam kelangsungan hidup dan proses sosialisasidalam masyarakat. Keterdapatan perbedaan kondisi lingkunganisik wilayah akan memengaruhi keberagaman budaya. Adanyaseorang tokoh yang dianggap berpengaruh terhadap suatu wilayah,melahirkan kesepakatan antar warga dalam mengikuti kebiasaantokoh tersebut dan menghasilkan budaya yang berbeda pula dimasing-masing wilayah di Indonesia. Keanekaragaman budayadapat menjadi potensi pariwisata, sekaligus menjadi potensi konlikyang berujung pada ancaman separatis apabila tidak dijaga. Pesertadidik diharapkan mampu menganalisis mampu membuat karyaatau melakukan aksi sosial yang relevan di lingkungan keluargadan masyarakat terdekat, kemudian melakukan releksi dari setiapproses yang sudah dilakukan.

C.   GLOSARIUM

rumah tangga konsumen : Sekelompok masyarakat baik individu maupun kelompok yang melaksanakan konsumsi atas hasil produksi baik barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan.

D.   DAFTAR PUSTAKA

Daftar Pustaka

Adhuri, D. S., Wiratri, A., & Bismoko, A. B. 2016. “Interseksi BudayaDan Peradaban Negara-negara Di Samudra Hindia: PerspektifIndonesia”. Masyarakat Indonesia, 41(2), 115-126, https://doi.org/10.14203/jmi.v41i2.310.

Alisjahbana Armida Salsiah, Murniningtyas Endah. 2018. TujuanPembangunan Berkelanjutan di Indonesia. Bandung: UNPAD Press.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). 2019. Bencana Alam diProvinsi Yogyakarta. http://bnpb.cloud/dibi/xdibi_list/.

Badan Perencana Pembangunan Nasional. 2016. Laporan Prakarsa StrategisBidang Kemaritiman. Jakarta: Bappenas.

Badan Pusat Statistik. 2019. Statistik Pertambangan Minyak dan Gas Bumi.Jakarta: BPS.

Banowati Eva, Sriyanto. 2013. Geografi Pertanian. Yogyakarta: Ombak.

______________ . 2012. Geografi Indonesia. Yogyakarta: Ombak.

Daldjoeni. 2014. Pokok-Pokok Klimatologi. Yogyakarta: Ombak.

Danandjaja, James. 1994. Folklor Indonesia. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.

Department of Economic and Social Affairs. 2019. Growing at a slowerpace, world population is expected to reach 9.7 billion in 2050 and couldpeak at nearly 11 billion around 2100. Artikel. https://www.un.org/development/desa/en/news/population/world- populationprospects-2019.html pada 21-08-2020

Erman, Erwiza. 2011. “Penggunaan Sejarah Lisan dalam HistoriografiIndonesia”. Jurnal Masyarakat & Budaya, 13 (1), 1-22, https://doi.org/10.14203/jmb.v13i1.94.

Franz Adler. 2014. “The Value Concept in Sociology”. American Journal ofSociology. Volume 62, Number 3.

Giddens, A., Duneier, M., Appelbaum, R. P., & Carr, D. 2018. Introduction toSociology. New York: W. W. Norton & Company, Inc.

Goujon A. 2018. Human Population Growth. In: Reference Module in EarthSystems and Environmental Sciences. h. 1907-1912 Elsevier. ISBN 978-0-12-409548-9 DOI:10.1016/B978-0-12-409548-9.10755-9.

Graha, Andi Nu. 2012. Pengembangan Masyarakat Pembangunan melaluipendampingan sosial dalam konse pemberdayaan di bidang ekonomi.

Jurnal Ekonomi Modernisasi, 5(2), 117-126. https://doi.org/10.21067/jem.v5i2.243

Griffiths, H., dkk. 2017. Introduction to Sociology 2. Texas: OpenStax.

Grusec, J. E., & Hastings, P. D. 2015. Handbook of Socialization: theory andresearch. NY: The Guilford Press. h. 1, 13, 20.

Habibi, Maksum dan Gunadi. 2014. Pengantar Ekonomi dan Bisnis BidangKeahlian Bisnis dan Manajemen. Jakarta: Yudhistira.

Hadi, A. P. 2010. Konsep pemberdayaan, partisipasi dan kelembagaan dalampembangunan. Yayasan Agribisnis/Pusat Pengembangan MasyarakatAgrikarya (PPMA).

Harahap, Erni Febian. 2012. “Pemberdayaan Masyarakat dalam BidangEkonomi untuk Mewujudkan Ekonomi Nasional yang tanggung danMandiri”. Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan, 3(2), 78-96.

Herlina, N. 2020. Metode Sejarah. Bandung: Satya Historika.

Hutomo, Mardi Yatno. 2000. Pemberdayaan Masyarakat dalam BidangEkonomi: Tinjauan Teoritik dan Implementasi. Naskah No 20, Juni-Juli2000.

Kartodirjo, Sartono. 2014. Pengantar Sejarah Indonesia Baru: 1500-1900.Yogyakarta: Ombak.

Kementerian Kelautan dan Perikanan. 2019. Laporan Tahunan 2018. Jakarta:KKP.

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman. 2019. Laporan Kinerja2018. Jakarta: Kemenko Bidang Maritim.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. 2018. Status Hutan danKehutanan Indonesia 2018. Jakarta: KLHK

Koentjaraningrat. 1985. Kebudayaan Mentalitas dan Pembangunan. Jakarta:Gramedia.

Korlantas Polri. 2013. Polantas dalam Angka 2013. www.korlantas.polri.go.id.

Kotarumalos, Nur Aisyah. 2010. “Mengkonstruksi Identitas Diaspora Malukudi Negeri Belanda”. Masyarakat Indonesia. 36 (1), 123-144, https://media.neliti.com/media/publications/150453-ID-mengkonstruksiidentitas-diapora-maluku.pdf.

Kotler, Philip dan Gary Amstrong. 2008. Prinsip-prinsip Pemasaran Jilid I.Jakarta: Erlangga.

Krautkraemer, J. A. (2005). Economics of natural resource scarcity: The stateof the debate (No. 1318-2016-103362).

Kuntowijoyo, D. R. (2005). Pengantar Ilmu Sejarah. Sleman: BentangPustaka.

Lembar Fakta Forest Watch Indonesia 2019. 2019. diakses dari http://fwi.or.id/wp-content/uploads/2019/10/FS_Deforestasi_FWI_small.pdf

Muta’ali, Lutfi. 2013. Pengembangan Wilayah Perdesaan (PerspektifKeruangan). Yogyakarta: Badan Penerbit Fakultas Geografi (BPFG).

Noor, Djauhari. 2014. Pengantar Geologi. Sleman: deepublish.

Noor, Munawar. 2011. “Pemberdayaan Masyarakat”. Junal CIVIS, 1(2), 87-99.

Prihandito Aryono. 1989. Kartografi. Yogyakarta: PT Mitra Gama Widya.Rambe, Tappil., et al. 2019. Sejarah Politik dan Kekuasaan. Medan: KitaMenulis.

Resosoedarmo Soedjiran, Kartawinata Kuswata, Soegiarto Aprilani. 1987.Pengantar Ekologi. Bandung: Remadja Karya.

Ricklefs, M.C., et al. 2013. Sejarah Asia Tenggara dari Masa Prasejarahsampai Kontemporer. Depok: Komunitas Bambu.

Robert S. Pindyck dan Daniel L Rubinfeld. 2013. Mikroekonomi. Jakarta:Erlangga

Romansara, Enos. H. 2015. “Memahami Kebudayaan Lokal Papua: Suatu

Pendekatan Pembangunan yang Manusiawi di Tanah Papua”. JurnalEkologi Birokrasi. 1 (1), 47-57 https://doi.org/10.31957/jeb.v1i1.491.

Saihu, Ade. 2020. Merawat Pluiralisme Merawat Indonesia. Yogyakarta:Deepublish.

Siska, Y. 2015. Manusia dan Sejarah: Sebuah Tinjauan Filosofis. Sleman:Garudhawaca.

Sobarna, A. 2003. “Konsep pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat miskinperkotaan”. Mimbar: Jurnal Sosial dan Pembangunan, 19 (3), 316-329.

Sodik, Abror., dan Musthofa, Muhamad Wakhid. 2018. “Analisis StrategiPenyebaran Agama-Agama di Indonesia dari Pra Hingga Era Moderndengan Pendekatan Teori Permainan Matematika”. HISBAH: JurnalBimbingan Konseling dan Dakwah Islam, 15 (1), 99-113, https://doi.org/10.14421/hisbah.2018.151-08.

Soekmono. 1992. Sejarah Kebudayaan Indonesia 3. Yogyakarta: Kanisius.

Sofiana, Anas. 2017. “Ratu Kalinyamat Penguasa Wanita Jepara Tahun 1549-1579.” Avatara 5.3. https://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/index.php/avatara/article/view/21467.

Stolley, K. S. 2005. The basics of sociology. CT: Greenwood Press.

Suharyono, Amien M. 2013. Pengantar Filsafat Geografi. Yogyakarta: Ombak

Suryanegara, Ahmad Mansur. 2015. Api Sejarah Jilid 1. Bandung Suryadinasti.

Susanti, S. 2016. “Nasionalisme dan Gerakan Mulih Njowo, 1947dan 1954”. Jurnal Sejarah Citra Lekha, 1(2), 107-120, https://doi.org/10.14710/jscl.v1i2.12767.

Syefriyeni. 2018. “Karakteristik Pengetahuan Orang Melayu”. Intizar. 24 (2), 265-271,<doi.org/10.19109/intizar.v24i2.2730>.

T., Vyain, S., Bry, J., & Jones, F. 2017. Introduction to Sociology 2. Texas:OpenStax.

Tim Nasional Penulisan Sejarah Indonesia. 2010. Sejarah Nasional Indonesia.Jakarta: Balai Pustaka.

Tim. 2012. Indonesia dalam Arus Sejarah. Jakarta: Ichtiar Baru van Hoeve.

Tyasyono Bayong. 2004. Klimatologi Edisi Kedua. Bandung: ITB.

Usrah, Cut Rizka AI. 2015. “Laksamana Keumalahayati Simbol PerempuanAceh (Peranan dan Perjuangannya dalam Lintasan Sejarah KerajaanAceh Darussalam 1589-1604)”. Skripsi. Medan: Universitas NegeriMedan.

Wolters, O.W. 2011. Kemaharajaan Maritim Sriwijaya & Perniagaan Dunia.Depok: Komunitas Bambu.

Worosetyaningsih, Tri. 2019. Kehidupan Masyarakat pada Masa Praaksara,Masa Hindu Budha, dan Masa Islam. Ponorogo: Myria Publisher.

Sumber Gambar

https://cdn.bmkg.go.id/Web/2020.10_CH_GSMAP.png

https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/6/64/Bali_ngaben_pelebon_cremation_ceremony_Indonesia.jpg

https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Dewaruci.jpg

https://web.archive.org/web/20161016172930/http://www.panoramio.com/photo/42125739

https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Gedung_Batu_Temple_Semarang.jpg

https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Lawang_sewu.jpg

https://www.esdm.go.id/id/media-center/arsip-berita/progresssmelter-pt-fi-capai-386-akhir-tahun-2022-selesai

https://www.esdm.go.id/assets/imagecache/bodyView/arsip-beritadivestasi-51-saham-pt-fi-simbol-kedaulatan-negara-tympxrm.jpg

https://geoportal.esdm.go.id/indonesia-overview/

https://cdn.idntimes.com/content-images/post/20190412/infografisutang-luar-negeri-4-tahun-trakhir-1-a18ef6c7f68ceec3ba4b98b6f1952ea5.png

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA

IPS FASE D KELAS VII

 


INFORMASI UMUM

A. IDENTITAS MODUL

Penyusun

Instansi

Tahun Penyusunan

Jenjang Sekolah

Mata Pelajaran

Fase / Kelas

Tema 04

Materi

Elemen

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Capaian Pembelajaran 4

 

Alokasi Waktu

:

:

:

:

:

:

:

:

:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

:

 

:

.....................................

SMP …………………

Tahun 2022

SMP

Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)

D / VII

Pemberdayaan Masyarakat

Peranan Komunitas dalam Kehidupan Masyarakat

a) Elemen pemahaman dan ruang lingkup pembelajaran

  • Keruangan dan konektivitas antar ruang dan waktu: materi ini berkaitan dengan pemahaman terhadap kondisi sosial dan lingkungan alam serta kesejarahan dalam konteks lokal dan nasional. Materi ini juga terkait dengan pembelajaran tentang kondisi geografis Indonesia dan pengaruhnya terhadap aktivitas sosial, ekonomi.
  • Perkembangan masyarakat Indonesia dari masa pra aksara, kerajaan-kerajaan di NusantaraInteraksi, Sosialisasi, institusi sosial, dan dinamika sosial; materi ini berkaitan dengan pembentukan identitas diri, merefleksikan keberadaan diri di tengah keberagaman dan kelompok yang berbeda-beda
  • Kegiatan manusia dalam memenuhi kebutuhannya: materi ini berkaitan tentang peran diri, masyarakat serta negara dalam memenuhi kebutuhan bersama. Peserta didik menganalisis sejarah manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

b) Elemen keterampilan proses

  • Siswa melakukan berbagai kegiatan yang  mendukung tercapainya keterampilan proses  yang dibutuhkan untuk mempelajari dan menyelesaikan pembelajaran IPS kelas 7 antara lain: mengamati, menginvestigasi/ menyelidiki, menganalisis, merencanakan, menggambar, berdiskusi, menceritakan, membuat laporan tertulis sederhana, dan mempresentasikan.

Memahami isu pemberdayaan masyarakat dalam konteks lokal.

2 JP (1Pertemuan Ke-62)

B.  KOMPETENSI AWAL

  • Mengidentiikasijenis komunitas pemberdayaanyang ada di Indonesia.

C.  PROFILPELAJAR PANCASILA

  • Mandiri, Kreatif, dan Bernalar kritis

D.  SARANADAN PRASARANA

Media, Sumber Belajar, dan Alat

1. Video tentang Pengembangan Masyarakat Berbasis Kelompok atauKomunitas.

2. Slide Gambar tentang peran komunitas dalam kehidupan masyarakat.

3. Artikel terkait aksi sosial komunitas sepeda selama masa pandemi.

4. Kemendikbud. 2021. Ilmu Pengetahuan Sosial, Buku Siswa Kelas VII,Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.

5. Laptop, Proyektor, PC, Pengeras suara.

E.  TARGET PESERTA DIDIK

§  Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami materi ajar.

§  Peserta didik dengan pencapaian tinggi: mencerna dan memahami dengan cepat, mampu mencapai keterampilan berfikir aras tinggi (HOTS), dan memiliki keterampilan memimpin

F.  MODEL PEMBELAJARAN

§  Model atau kerangka pembelajaran yang memberikan gambaran sistematis pelaksanaan pembelajaran. Model pembelajaran dapat berupa model pembelajaran tatap muka, pembelajaran jarak jauh dalam jaringan (PJJ Daring), pembelajaran jarak jauh luar jaringan (PJJ Luring), dan Group Investigation

KOMPNEN INTI

A.  TUJUAN KEGIATAN PEMBELAJARAN

Alur Tujuan Pembelajaran :

a.  Peserta didik diharapkan mampu mengidentiikasi jenis komunitas pemberdayaanyang ada di Indonesia.

B. PEMAHAMAN BERMAKNA

  • Pemahaman bagi peserta didik bahwa semakin kecil tingkat pendapatan seseorang, maka akan semakin besar persentase dari pendapatan tersebut untuk digunakan dalam rangka memenuhi kebutuhan konsumsi, demikian sebaliknya, makin besar tingkat pendapatan seseorang, maka akan semakin besar pula persentase dari pendapatan tersebut yang padaakhirnya di tabung.

C. PERTANYAAN PEMANTIK

  • Bagaimana Peranan Komunitas dalam kehidupan masyarakat?
  • Mengapa komunitas memiliki Peranan Komunitasdalam kehidupan masyarakat?

D.  KEGIATAN PEMBELAJARAN

Kegiatan Pendahuluan

1. Guru menyapa peserta didik, memberi salam, dan dilanjutkan berdoa.

2. Guru mempersiapkan peserta didik untuk mengikuti kegiatanpembelajaran.

3. Apersepsi: peserta didik melihat tayangan video tentang PerananKomunitas dalam kehidupan masyarakat.

4. Guru dapat menambahkan variasi gambar dari internet, gurumenceritakan kepada peserta didik atau melalui kegiatan tanya jawab.

Guru menentukan kegiatan yang sesuai dengan kondisi sekolah danpeserta didik. Peserta didik difasilitasi guru mengaitkan video dengankegiatan belajar. Guru melanjutkan dengan memberikan motivasiterkait peranan komunitas dalam kehidupan masyarakat.

5. Peserta didik dibantu guru menyimak gambaran tema dan tujuanpembelajaran dalam tema 4

6. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran pertemuan 60 dan 61tentang kehidupan ekonomi awal kemerdekaan.

 

KegiatanInti

Guru menjelaskan tentang petunjuk kerja dan tugas dari Lembar aktivitasIndividu #17 untuk mengidentiikasi jenis komunitas pemberdayaanyang ada di Indonesia. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka memberipemahaman bagi peserta didik bahwa semakin kecil tingkat pendapatanseseorang, maka akan semakin besar persentase dari pendapatantersebut untuk digunakan dalam rangka memenuhi kebutuhan konsumsi,demikian sebaliknya, makin besar tingkat pendapatan seseorang, makaakan semakin besar pula persentase dari pendapatan tersebut yang padaakhirnya di tabung. Proses saling tukar hasil temuan peserta didik dapatdilakukan dalam waktu singkat, kemudian guru memberi kesempatanuntuk peserta didik bertanya dan guru menjawab terkait dengan hasilidentiikasi yang telah dilakukan. Secara interaktif guru mengaitkan hasilidentiikasi dengan orientasi pembelajaran Peranan Komunitas dalamKehidupan Masyarakat.

Peserta didik mengidentiikasi masalah

Setelah peserta didik mengidentiikasi peristiwa terkait Peranan Komunitasdalam kehidupan masyarakat, selanjutnya guru mendorong peserta didikmengajukan berbagai pertanyaan yang mengarah pada HOTS. Beberapapertanyaan yang diajukan misalnya bagaimana Peranan Komunitas dalamkehidupan masyarakat? Mengapa komunitas memiliki Peranan Komunitasdalam kehidupan masyarakat? Guru dapat menggunakan Lembar Aktivitas#18 untuk menemukan jawaban-jawaban tersebut.

Peserta didik Mengelola Informasi

1. Peserta didik mencari informasi terkait Peranan Komunitas dalamkehidupan masyarakat dari buku atau internet.

2. Guru memfasilitasi sumber lain misalnya memberikan tautan internetatau video yang mendukung penjelasan dan pendalaman sumberbelajar. Contoh tautan : https://www.kompas.tv/article/82039/aksisosial-komunitas-sepeda-bagi-masker-dan-semprot-disinfektan-dipemukiman-padat/

3. Untuk memperoleh informasi lebih luas peserta didik juga dapatmelakukan browsing materi Peranan Komunitas dalam kehidupanmasyarakat. Guru dapat memberikan beberapa tautan berita, tulisan,dan laporan video.

4. Peserta didik mengolah informasi secara individu di bawah bimbinganguru. Kegiatan ini dapat dilakukan secara bervariasi, misalnya denganContextual Learning, Assignment, Group Investigation, Problem Solving,Eksperimen, Discovery Inkuiri.

Contoh : Group Investigation

a. Peserta didik diminta untuk meninjau kembali konsep perankomunitas dalam kehidupan.

b. Guru menyampaikan topik pembelajaran secara umum, kemudianPeserta Didik mencari di internet topik atau subtopik.

c. Peserta didik menyusun rancangan investigasi.

d. Peserta didik melakukan analisis dan membuat sintesis (rangkuman)dari informasi yang telah dikumpulkan.

e. Peserta Didik merencanakan/menyiapkan untuk presentasi.

f. Peserta Didik melakukan presentasi.

g. Guru bersama Peserta Didik mengevaluasi presentasi.

5. Peserta didik memilih dan mengorganisasikan informasi yang diperoleh.

6. Guru membimbing dan mengarahkan kegiatan proses belajar mengajar.

7. Guru memastikan peserta mengerjakan tugas dengan baik.

Peserta didik Merencanakan dan mengembangkan ide

1. Hasil pengolahan informasi disajikan dalam bentuk laporan/poster/karya lainnya.

2. Peserta didik secara mandiri menulis menyusun artikel sederhanabertema peran komunitas dalam kehidupan masyarakat.

Peserta didik Melakukan Releksi diri dan aksi

1. Releksi dan aksi dapat dilakukan di dalam kelas atau melalui mediaberbasis internet, peserta didik mengomunikasikan hasil pengolahaninformasi.

2. Guru memfasilitasi peserta didik menemukan simpulan pembelajaran.

3. Guru mendorong peserta didik untuk memberikan pendapat ataubertanya.

4. Penguatan dan pengayaan dilakukan dalam rangka mengembangkankompetensi Peserta didik.

 

Penutup

1. Penilaian pembelajaran dilakukan secara lisan atau tertulis

2. Peserta didik melakukan releksi pembelajaran berkaitan dengansikap, pengetahuan, dan keterampilan.

Sikap

·      Apakah aku sudah melakukan pembelajaran secara bertanggungjawab?

·      Apakah aku sudah mengumpulkan tugas secara tepat waktu?

·      Inspirasi dari pembelajaran tentang peran komunitas dalam kehidupan masyarakat adalah ….

Pengetahuan

·      Bagaimana Peranan Komunitas dalam kehidupan masyarakat?

·      Mengapa komunitas memiliki Peranan Komunitas dalam kehidupanmasyarakat?

Keterampilan:

·      Apakah aku sudah berhasil membuat artikel tentang PerananKomunitas dalam ekhidupan masyarakat?

3. Tindak lanjut dilakukan dengan mendorong Peserta didik mempelajarilebih lanjut dan informasi pembelajaran berikutnya tentang peran komunitas dalam kehidupan masyarakat

4. Doa dan penutup.

F.  REFLEKSI

Tidak ada definisi secara pasti terkait komunitas, istilah komunitas dapatdigunakan juga untuk menyebutkan sistem sosial yang saling terkait,kesamaan wilayah geografis, maupun hubungan personal. Komunitasmemiliki lingkup yang luas mulai dari komunitas hobi seperti bersepeda,komunitas yang saling bertukar kartu pos atau dikenal luas sebagaikomunitas Postcrossing, komunitas petani, komunitas fotografi hinggakomunitas yang bergerak dalam bidang sosial seperti komunitas kakakasuh yang peduli terhadap isu pendidikan anak. Komunitas merupakankesatuan sosial terorganisi dalam suatu kelompok yang memilikikepentingan bersama dalam suatu wilayah tertentu.

Konsep komunitas dalam pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) akanberbeda dengan konsep komunitas yang sedang kita pelajari. Komunitasdi sini dapat pula diartikan sebagai sebagian kecil masyarakat. Komunitassecara umum dapat diartikan sebagai hubungan sosial antarmanusiadalam kelompok guna mendukung tercapainya tujuan maupun keinginankomunitas tersebut secara bersama-sama. Adanya komunitas-komunitasdalam masyarakat dengan latar belakang budaya yang beragam, diharapkandapat meningkatkan kegiatan pemberdayaan masyarakat.

  • Bagaimana Peranan Komunitas dalam kehidupan masyarakat?
  • Mengapa komunitas memiliki Peranan Komunitas dalam kehidupan masyarakat?

F.  ASESMEN/ PENILAIAN

Penilaian Proses dan Hasil Pembelajaran

a. Konsep Penilaian dan Pembelajaran IPS

Penilaian merupakan kegiatan yang bertujuan untuk memperoleh,menganalisis, menafsirkan proses dan hasil belajar peserta didik secarasistematis. Penilaian tersebut dapat digunakan untuk mengetahui tingkatkeberhasilan pencapaian kompetensi, proses pembelajaran, tingkatkesulitan belajar peserta didik, dan penentuan tindak lanjut pembelajaran.Penilaian pembelajaran IPS memakai pendekatan penilaian autentik(authentic assesment) untuk menilai kesiapan peserta didik, proses, danhasil belajar secara utuh. Hasil penilaian tersebut dapat dimanfaatkanguru dalam merencanakan program perbaikan (remedial), pengayaan(enrichment), layanan konseling, dan sebagai landasan untuk memperbaikiproses pembelajaran selanjutnya.

b. Teknik dan Instrumen Penilaian

Penilaian kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan dilakukanmenggunakan teknik dan instrumen penilaian. Berikut merupakanpenjabaran teknik dan instrumen penilaian dari masing-masing kompetensi.

1.  Penilaian kompetensi sikap

Teknik penilaian kompetensi sikap dapat berupa observasi, penilaiandiri, dan penilaian antar teman. Kegiatan ini bisa dilakukan oleh gurumatabpelajaran, wali kelas, dan guru bimbingan konseling (BK) yang ditulisdalam buku jurnal. Jurnal berisi catatan kejadian tertentu dan informasilain yang relevan.

a. Observasi

Instrumen dalam observasi yaitu lembar observasi atau jurnal. Lembarobservasi berisi catatan perilaku peserta didik berdasarkan pengamatanoleh guru mata pelajaran, wali kelas, dan guru bimbingan konseling selamasatu semester. Setiap catatan berisi deskripsi perilaku peserta didik yangdilengkapi dengan waktu dan tempat pengamatan tersebut.

Jika terjadi perubahan sikap peserta didik dari yang kurang baikmenjadi baik maka dalam jurnal harus ditulis bahwa sikap peserta didiktersebut telah baik atau bahkan sangat baik. Hal yang dicatat dalamjurnal bisa berupa sikap kurang baik, baik, maupun sangat baik, sertaperkembangan perubahan sikap peserta didik. Berikut merupakan contohlembar observasi penilaian sikap peserta didik selama satu semester:

Contoh Tabel Jurnal Pengembangan Sikap

No

Tanggal

Nama Siswa

Catatan Perilaku

Butir Sikap

   1

 

 

 

 

2

 

 

 

 

3

 

 

 

 

4

 

 

 

 

dst

 

 

 

 

 

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan penilaiansikap menggunakan teknik observasi :

·      Jurnal penilaian sikap ditulis oleh guru mata pelajaran, wali kelas, dan guru BK selama satu semester.

·      Penilaian oleh wali kelas dapat menggunakan 1 (satu) jurnal untuk satu kelas yang menjadi tanggung-jawabnya. Penilaian oleh guru mata pelajaran dapat menggunakan 1 (satu) jurnal untuk setiap kelas yang diajarnya, dan penilaian oleh guru BK dapat menggunakan 1 (satu) jurnal untuk setiap kelas di bawah bimbingannya.

·      Penilaian perkembangan sikap sipritual dan sikap sosial peserta didik bisa dicatat dalam satu jurnal yang sama atau dalam 2 (dua) jurnal berbeda.

·      Peserta didik yang dicatat dalam jurnal adalah peserta didik yang menunjukkan perilaku yang sangat baik maupun kurang baik secara alami.

·      Pencatatan jurnal dilakukan dengan segera seperti ketika wali kelas, guru mata pelajaran, maupun guru BK menyaksikan atau memperoleh informasi terpercaya mengenai perilaku peserta didik.

·      Jika peserta didik pernah menunjukkan sikap kurang baik tetapi selama satu semester tersebut menunjukan perkembangan ke arah sikap baik, maka sikap baik tersebut juga dicatat dalam jurnal.

·      Guru mata pelajaran dan guru BK merangkum catatan jurnal perkembangan sikap spiritual dan sikap sosial setiap peserta didik dan menyerahkannya kepada wali kelas untuk diolah lebih lanjut

Berikut merupakan contoh jurnal penilaian (perkembangan) sikapspiritual dan sikap sosial oleh wali kelas.

Contoh Jurnal Penilaian Sikap Spiritual

Nama Sekolah: SMP .............................

Kelas/Semester   : VII/II

Tahun Pelajaran: 2022/2023

No

Waktu

Nama Siswa

Catatan Perilaku

Butir Sikap

   1

19/07/22

Haidar

Tidak mengikuti sholatDzuhur berjamaah disekolah.

Ketaqwaan

2

19/07/22

Halwa

Mengganggu temanketika berdoa sebelumkegiatan pembelajaran.

Ketaqwaan

3

19/07/22

Sugi

Mengajak temanberdoa sebelumolahraga badminton disekolah.

Ketaqwaan

4

19/07/22

Said

Berpartisipasi sebagaipanitia perayaankeagamaan di sekolah.

Toleransi

beragama

 

Contoh Jurnal Penilaian Sikap Sosial

Nama Sekolah: SMP .............................

Kelas/Semester   : VII/II

Tahun Pelajaran: 2022/2023

No

Waktu

Nama Siswa

Catatan Perilaku

Butir Sikap

   1

12/07/22

Haidar

Membantu seorangteman yang kesulitanmenyebrang jalan didepan sekolah.

Kepedulian

2

26/08/22

Halwa

Menyerahkandompet yangditemukan di kantinsekolah kepada walikelas.

Kejujuran

3

26/09/22

Sugi

Tidak menggunakanatribut upacara disekolah denganlegkap.

Kedisiplinan

4

25/10/22

Said

Berinisiatifmenyiram tanamanyang mulai kering.

Kepedulian

Contoh format di atas dapat digunakan guru mata pelajaran danguru BK dalam penilain sikap spiritual dan sosial. Catatan tersebut jugadapat dibuat dalam satu tabel yang sama dengan menambahkan kolomketerangan pada bagian paling kanan untuk menuliskan keterangan jenissikap yang ditulis. Berikut merupakan contoh tabel jurnal penilaian sikap(spiritual dan sosial) yang dijadikan dalam satu tabel:

Contoh Jurnal Penilaian Sikap

Nama Sekolah: SMP .............................

Kelas/Semester   : VII/II

Tahun Pelajaran: 2022/2023

No

Waktu

Nama Siswa

Catatan Perilaku

Butir Sikap

Ket.

   1

19/07/22

Haidar

Membantuseorang temanyang kesulitanmenyebrangjalan di depansekolah

Ketaqwaan

Sosial

2

19/07/22

Halwa

Mengajak temanberdoa sebelumolahragabadminton disekolah.

Kepeduliaan

Spiritual

3

19/07/22

Sugi

Menggangguteman ketikaberdoa sebelumkegiatanpembelajaran.

Toleransi

beragama

Spiritual

4

18/11/22

Said

Berinisiatifmenyiramtanaman yangmulai kering.

Ketaqwaan

Sosial

 

b. Penilaian Diri (Self Assesment)

Penilaian diri merupakan teknik penilaian terhadap diri sendiri olehpeserta didik dengan mengIdentifikasi kelebihan dan kekurangan sikappeserta didik dalam berperilaku. Teknik penilaian ini dapat digunakanuntuk menumbuhkan nilai-nilai kejujuran dan meningkatkan kemampuanreleksi diri peserta didik. Satu tabel penilaian diri dapat digunakan untukpenilaian sikap spiritual dan sikap sosial. Berikut merupakan contohlembar penilaian diri menggunakan Likert Scale.

Contoh Lembar Penilaian Diri Siswa (Likert Scale)

Nama teman yang dinilai:..................

Nama penilai:..................

Kelas:....................

Semester:....................

Berilah tanda centang  pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengankeadaan sebenarnya

No

Pernyataan

Skala

1

2

3

4

   1

Saya berdoa sebelum melakukan kegiatan

 

 

 

 

2

Saya melaksanakan ibadah sholat tepat waktu

 

 

 

 

3

Saya berani mengakui kesalahan jika memang

bersalah

 

 

 

 

4

Saya mengumpulkan tugas sesuai jadwal yang

diberikan

 

 

 

 

5

Saya mengembalikan barang yang saya pinjam

dalam kondisi baik

 

 

 

 

6

Saya meminta maaf jika melakukan kesalahan

 

 

 

 

7

Saya datang ke sekolah tepat waktu

 

 

 

 

Keterangan:

1 = sangat jarang

2 = jarang

3 = sering

4 = selalu

 

c. Penilaian Antar Teman

Penilaian antar teman adalah teknik penilaian yang dilakukan pesertadidik terhadap peserta didik yang lain mengenai sikap/perilaku pesertadidik. Penilaian antarteman dapat digunakan untuk menumbuhkan nilaikejujuran, tenggang rasa, dan saling menghargai. Satu lembar penilaiandiri dapat digunakan untuk penilaian sikap spiritual dan sikap sosial.

Berikut merupakan contoh lembar penilaian antarteman menggunakanLikert Scale.

Contoh Lembar Penilaian Diri Siswa (Likert Scale)

Nama: ..................

Kelas:....................

Semester:....................

Berilah tanda centang pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengankeadaan sebenarnya

No

Pernyataan

Skala

1

2

3

4

   1

Teman saya berkata jujur kepada orang lain

 

 

 

 

2

Teman saya mengerjakan ulangan dengan jujur

 

 

 

 

3

Teman saya mentaati tata-tertib sekolah

 

 

 

 

4

.....................................

 

 

 

 

 

Keterangan:

1 = sangat jarang

2 = jarang

3 = sering

4 = selalu

Pada dasarnya teknik penilaian diri ini tidak hanya untuk aspek sikap,tetapi juga dapat digunakan untuk menilai kompetensi dalam aspekkete rampilan dan pengetahuan.

 

2. Penilaian Kompetensi Pengetahuan

a) Pengertian Penilaian Pengetahuan

Penilaian pengetahuan merupakan penilaian yang dilakukan untukmengetahui kemampuan peserta didik berkaitan dengan penguasaanpengetahuan faktual, konseptual, maupun prosedural serta kecakapanberpikir tingkat rendah hingga tinggi. Guru dapat memilih teknikpenilaian yang disesuaikan dengan karakteristik kompetensi yang akandinilai. Penilaian diawali dengan perencanaan pada saat menyusunrencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Hasil penilaian pengetahuanyang dilakukan selama dan setelah proses pembelajaran dinyatakan dalambentuk angka dengan rentang 0-100.

 

b) Teknik Penilaian Pengetahuan

Teknik penilaian pengetahuan yang akan digunakan dapat disesuaikandengan karakteristik masing-masing Kmpetensi Dasar (KD). Teknikpenilaian pengetahuan yang sering digunakan yaitu tes tertulis, tes lisan,dan penugasan. Berikut merupakan penjabaran dari berbagai teknikpenilaian pengetahuan.

 

Contoh Teknik Penilaian Pengetahuan

Teknik

Bentuk Instrumen

Tujuan

Tes tertulis

Pilihan ganda, benar-salah,menjodohkan, isian ataumelengkapi, dan uraian.

Mengetahui kemampuanpenguasaan pengetahuanpeserta didik dalam prosespembelajaran.

Tes lisan

Tanya jawab

Mengetahui pemahamanpeserta didik sebagaidasar perbaikan prosespembelajaran

Penugasan

Tugas individu dan kelompok

Memfasilitasi penguasaanpengetahuan pesertadidik selama prosespembelajaran.

 

1. Tes Tertulis

Tes tertulis merupakan soal dan jawaban disajikan secara tertulis, misalnyapilihan ganda, benar-salah, dan uraian. Langkah-langkah pengembangan testertulis:

 

Kisi-kisi Tes Tertulis

Nama Sekolah    : SMP .............................

Kelas/Semester   : VII/II

Tahun Pelajaran: 2022/2023

Mata Pelajaran: IPS

No

Kompetensi

Dasar

Materi

Indikator

Soal

Bentuk

Soal

Jumlah

Soal

1

Mengidentiikasi jenis komunitas pemberdayaanyang ada di Indonesia.

Peranan Komunitas dalamkehidupan masyarakat

Pesertadidik diharapkan mampumengidentiikasi jenis komunitas pemberdayaan yang ada di Indonesia

Tes Tertulis

2

 

Butir soal:

1. Bagaimana Peranan Komunitas dalam kehidupan masyarakat?

2. Mengapa perlu dilakukan pemberdayaan komunitas di dalam masyarakat jelaskan?

 

 

Pemberian skor Tes Tertulis

No.

Soal

Kunci Jawaban

Skor

1

Peran masyarakat dalam pemberdayaan komunitas adalah dapat meningkatkan kemampuan pemberdayaan setiap individu yang terlibat baik secara langsung maupun tidak langsung. Adapun tujuan dilakukannya pemberdayaan komunitas adalah dapat menjaga kearifan lokal dan dapat meningkatkan kemandirian masyarakat.

2

2

Tujuan. Pemberdayaan komunitas untuk membentuk individu dan masyarakat yang mandiri. Seperti, kemandirian berpikir, kemandirian bertindak, dan memutuskan apa yang akan dilakukan. Pemberdayaan ini juga bertujuan untuk meningkatkan standar hidup masyarakat dan memberi kesadaran akan kebebasan setiap orang

2

Total Skor Maksimum

4

 

 

2. Tes Lisan

Tes lisan merupakan pertanyaan yang diberikan guru secara lisan kepadapeserta didik yang jawaban atas pertanyaan tersebut juga disampaikan secaralisan. Tes ini bertujuan untuk mengetahui penguasaan pengetahuan pesertadidik dan menumbuhkan kemampuan berkomunikasi. Pemberian tes lisandapat dilakukan pada saat pembelajaran berlangsung. pertanyaanpada tes lisan:

·      Bagaimana Peranan Komunitas dalam kehidupan masyarakat?

·      Mengapa komunitas memiliki Peranan Komunitas dalam kehidupan masyarakat?

 

3. Penugasan

Penugasan adalah pemberian tugas untuk meningkatkan pengetahuanpeserta didik. Tugas dapat dikerjakan baik secara individu maupunkelompok sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai. Berikutmerupakan contoh kisi-kisi tugas dan contoh pedoman penskorannya.

 

Nama Sekolah    : SMP .............................

Kelas/Semester   : VII/II

Tahun Pelajaran: 2022/2023

Mata Pelajaran: IPS

Kompetensi

Dasar

Materi

Indikator

Teknik

Penilaian

Mengidentiikasi jenis komunitas pemberdayaanyang ada di Indonesia.

Peranan Komunitas dalamkehidupan masyarakat

Pesertadidik diharapkan mampumengidentiikasi jenis komunitas pemberdayaan yang ada di Indonesia

Penugasan

 

Contoh Pedoman Pemberian Skor Tugas

No Soal

Aspek yang Dinilai

Skor

1

Apa yang dimaksud dengan peranan komunitas dalam kehidupan masyarakat

0-2

2

Mengapa masyarakat perlu dilibatkan dalam kegiatan pemberdayaan komunitas

0-3

3

Bagaimana cara yang harus dilakukan sebagai upaya pemberdayaan komunitas dalam masyarakat

0-3

4

Apa saja manfaat Peranan Komunitas dalam kehidupan masyarakat

0-2

Total Skor Maksimum

10

 

3. Penilaian Keterampilan

a) Pengertian Penilaian Keterampilan

Penilaian keterampilan dilakukan untuk mengetahui kemampuanpeserta didik dalam menerapkan pengetahuan yang telah diperolehuntuk melakukan tugas tertentu sesuai dengan indikator pencapaiankompetensi. Penilaian ini dapat dilakukan dengan berbagai teknik, sepertipenilaian kinerja dan penilaian proyek. Berikut merupakan contoh kisi-kisipenilaian keterampilan, tugas, dan pedoman pemberian skor.

b) Teknik Penilaian Keterampilan

• Penilaian kinerja

Berikut ini Kisi-kisi Penilaian Kinerja, soal/tugas, pedomanpemberian skor:

Kisi-kisi Penilaian Kinerja

Nama Sekolah    : SMP .............................

Kelas/Semester   : VII/II

Tahun Pelajaran: 2022/2023

Mata Pelajaran: IPS

No

Kompetensi

Dasar

Materi

Indikator

Teknik

Penilaian

1

Mengidentiikasi jenis komunitas pemberdayaanyang ada di Indonesia.

Peranan Komunitas dalamkehidupan masyarakat

Pesertadidik diharapkan mampumengidentiikasi jenis komunitas pemberdayaan yang ada di Indonesia

 

 

Rubrik Pemberian Skor Penilaian Kinerja

No

Aspek yang Dinilai

Skala

0

1

2

3

4

   1

Merencanakan pengamatan

 

 

 

 

 

2

Melakukan pengamatan

 

 

 

 

 

3

Membuat laporan

 

 

 

 

 

Jumlah:

 

Penilaian diberikan dengan memperhatikan aspek proses dan produk.Guru dapat menetapkan bobot pemberian skor yang berbeda antara satudan aspek yang lainnya dengan memperhatikan karakteristik kompetensiyang dinilai.

Rubrik Penilaian Kinerja

No

Indikator

Rubrik

1

Menyiapkan bahanyang diperlukan

2 = Menyiapkan seluruh alat dan bahan yangdiperlukan.

1 = Menyiapakan sebagian alat dan bahan yangdiperlukan.

0 = Tidak menyiapkan alat bahan

2

Pengamatan

4 = Melakukan empat langkah kerjadengan tepat

3 = Melakukan tiga langkah kerja dengantepat.

2 = Melakukan dua langkah kerja dengantepat.

1 = Melakukan satu langkah kerja dengantepat.

0 = Tidak melakukan langkah kerja.

 

Langkah kerja:

1. Menyiapkan kertas gambar ukuran A4.

2. Menggambar peranan komunitas dalam kehidupan masyarakat.

3.Mencantumkan peranan komunitas dalam kehidupan masyarakatpadagambar yang di buat.

4. Memberikan warna pada kenampakanobjek yang di gambar pada peranan komunitas dalam kehidupan masyarakat

3

Membuat laporan

3 = Memenuhi 3 kriteria

2 = Memenuhi 2 kriteria

1 = Memenuhi 1 kriteria

0 = Tidak memenuhi kriteria

 

Kriteria laporan:

1. Memenuhi sistematika laporan (judul, tujuan,alat dan bahan, prosedur, data pengamatan,pembahasan, kesimpulan)

2. Data, pembahasan, dan kesimpulan benar

3. Komunikatif

 

 

• Penilaian proyek

Penilaian proyek merupakan kegiatan yang bertujuan untukmengetahui kemampuan peserta didik dalam mengimplementasikanpengetahuannya melalui penyelesaian suatu tugas dalam waktu tertentu.Penilaian ini dapat digunakan untuk mengukur satu maupun beberapaKompetensi Dasar (KD) dalam satu atau beberapa mata pelajaran.

Kegiatan yang dilakukan dimulai dengan perencanaan, pengumpulan,pengorganisasian, pengolahan, penyajian, dan pelaporan. Beberapa halyang perlu dipertimbangkan dalam penilaian proyek, yaitu:

1) Pengelolaan

Kemampuan peserta didik untuk menentukan tema atau topik,mengumpulkan informasi, pengolahan data, dan penulisan laporan.

2) Relevansi

Tema yang dipilih sesuai dengan Kompetensi Dasar (KD).

3) Keaslian

Laporan atau produk yang dibuat peserta didik merupakan hasilkaryanya.

4) Inovasi dan Kreativitas

Terdapat unsur-unsur kebaruan dan berbeda pada produk yangdihasilkan peserta didik.

 

Kisi-kisi Penilaian Proyek

Nama Sekolah    : SMP .............................

Kelas/Semester   : VII/II

Tahun Pelajaran: 2022/2023

Mata Pelajaran: IPS

No

Kompetensi

Dasar

Materi

Indikator

Teknik

Penilaian

1

Mengidentiikasi jenis komunitas pemberdayaanyang ada di Indonesia.

Peranan Komunitas dalamkehidupan masyarakat

Pesertadidik diharapkan mampumengidentiikasi jenis komunitas pemberdayaan yang ada di Indonesia

Penilaian Proyek

 

Proyek : Buatlah poster salah satu tujuan peranan komunitas dalam kehidupan masyarakat menggunakan kertas gambar ukuran A3, pensil warna atau cat air denganmemperhatikan hal- hal berikut!

1. Pilihlah salah satu tujuan peranan komunitas dalam kehidupan masyarakat.

2. Amati tujuan tersebut apakah telah tercapai atau belum tercapai diIndonesia lalu sampaikan dalam poster.

3. Gambar salah satu tujuan peranan komunitas dalam kehidupan masyarakat yang telahdipilih!

4. Tuliskan peranan komunitas dalam kehidupan masyarakat konsep dari poster yang akan peserta didik sampaikan!

5. Laporkan hasilnya secara lisan!

Rubrik Pemberian Skor Proyek

No

Pernyataan

Skor

1

2

3

4

   1

Kemampuan peserta didik dalam merencanakan

 

 

 

 

2

Kemampuan menggambar poster

 

 

 

 

3

Kemampuan penyampaian konsep berdasarkanposter yang digambar

 

 

 

 

4

Kemampuan mempresentasikan isi poster

 

 

 

 

5

Produk Poster

 

 

 

 

Skor Maksimum

15

Catatan:

Guru bisa menetapkan bobot yang berbeda-beda antara aspek satu dan lainnya

pada pemberian skor dengan memperhatikan karakteristik Kompetensi Dasar

(KD) atau keterampilan yang dinilai.

 

Rubrik Penilaian Proyek

No

Pernyataan

Keterangan

1

Kemampuan Perencanaan

2 = perencanaan lengkap (bahan, carakerja, hasil), dan rinci

1 = perencanaan kurang lengkap

0 = tidak ada perencanaan

2

Kemampuan menggambarposter secara tepat sesuaidengan salah satu tujuanperanan komunitas dalam kehidupan masyarakat

2 = menggambar dan mewarnai posterdengan baik dan interpretasi tujuanperanan komunitas dalam kehidupan masyarakat dalamposter tepat.

1 = menggambar dan memberikan warna pada poster tetapi salahdalam menginterpretasikan tujuanperanan komunitas dalam kehidupan masyarakatyangdipilih.

0 = gambar tidak diberi warna dantidak tepat dalam menginterpretasikantujuan peranan komunitas dalam kehidupan masyarakat yang dipilih.

 

G.  KEGIATAN PENGAYAAN DAN REMEDIAL

Remedial

Kegiatan remidi diberikan dalam bentuk penugasan diluar jam pembelajaranyakni dengan meminta Peserta didik untuk melakukan wawancara denganketua komunitas yang ada di sekitar tempat tinggal mereka. Wawancaradapat dilaksanakan kepada ketua lembaga pemberdayaan masyarakatdesa yang berupa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Dana Sehat, PosPelayanan Terpadu (Posyandu), Pondok Bersalin Desa (Polindes), Pos ObatDesa (POD), dan Karang Taruna Husada. Poin yang perlu mereka tanyakanmeliputi tugas dan fungsi komunitas tersebut. Laporan disajikan dalambentuk laporan hasil wawancara sederhana.

 

Pengayaan

Peserta didik diminta untuk membaca artikel terkait Jaksi sosial komunitas sepeda selama masa pandemi, SebaiknyaJangan Terlalu Pelit. Kemudian setelah selesai membaca, peserta didik diminta untukmembuat ringkasan dari artikel tersebut.

LAMPIRAN

A.  LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

 

Nama :

Kelas :

Petunjuk!

 

B.  BAHAN BACAAN GURU & PESERTA DIDIK

Bahan BacaanPeserta Didik

D. Peranan Komunitas dalam Kehidupan Masyarakat

Tidak ada definisi secara pasti terkait komunitas, istilah komunitas dapatdigunakan juga untuk menyebutkan sistem sosial yang saling terkait,kesamaan wilayah geografis, maupun hubungan personal. Komunitasmemiliki lingkup yang luas mulai dari komunitas hobi seperti bersepeda,komunitas yang saling bertukar kartu pos atau dikenal luas sebagaikomunitas Postcrossing, komunitas petani, komunitas fotografi hinggakomunitas yang bergerak dalam bidang sosial seperti komunitas kakakasuh yang peduli terhadap isu pendidikan anak. Komunitas merupakankesatuan sosial terorganisi dalam suatu kelompok yang memilikikepentingan bersama dalam suatu wilayah tertentu.

Konsep komunitas dalam pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) akanberbeda dengan konsep komunitas yang sedang kita pelajari. Komunitas di sini dapat pula diartikan sebagai sebagian kecil masyarakat. Komunitassecara umum dapat diartikan sebagai hubungan sosial antarmanusiadalam kelompok guna mendukung tercapainya tujuan maupun keinginankomunitas tersebut secara bersama-sama. Adanya komunitas-komunitasdalam masyarakat dengan latar belakang budaya yang beragam, diharapkandapat meningkatkan kegiatan pemberdayaan masyarakat.

Bentuk pemberdayaan masyarakat dapat dibagi menjadi dua, yakni pemberdayaan masyarkat dalam komunitas dan pemberdayaanmasyarakat desa. Pemberdayaan masyarakat dalam komunitas dapatberupa memberikan pelatihan ketrampilan dalam membuat MakananPendamping ASI (MP-ASI) berupa puding labu siam untuk batita dalamkomunitas Ibu-Ibu Posyandu. Hal tersebut dilakukan dalam rangkameningkatkan kemampuan kreatifitas dalam memanfaatkan bahanmakanan yang penuh gizi. Kegiatan pemenuhan gizi seimbang pentingdilakukan karena anak adalah generasi penerus masa depan.

Pemberdayaan masyarakat desa dapat dilakukan dengan memberikanwawasan mengenai kewirausahaan dari halaman rumah. Tujuannyauntuk meningkatkan potensi ekonomi dari pekarangan rumah, kegiatanwirausaha dapat berupa budidaya tanaman hias seperti bunga anggrek.Hal tersebut mudah dilakukan karena tidak menyita banyak waktu,sekaligus memberikan efek rekreasi bagi pembudidaya saat melihatbunga mulai mengembang. Budidaya tanaman hias dapat dimanfaatkanselain sebagai penghias halaman rumah, tetapi juga cadangan pendapatantambahan di kala menghadapi masa depan yang penuh ketidakpastianseperti selama masa pandemi COVID-19 misalnya. Bentuk pemberdayaanmasyarakat desa lainnya dapat berupa Pos Obat Desa (POD), LembagaSwadaya Masyarakat (LSM), Dana Sehat, Pondok BersalinDesa (Polindes),Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu), dan Karang Taruna Husada.

Komunitas dapat terbentuk di antara mereka yang memiliki kesamaanhobi. Komunitas sering berperan dalam melakukan perubahan ataumeningkatkan kesadaran masyarakat terhadap suatu isu atau fenomena.Komunitas juga dapat berperan penting dalam kegiatan pembangunan.Tidak hanya pembangunan secara umum, tetapi juga komunitas cenderungmemiliki pengaruh dalam pembangunan berkelanjutan. Manusia dalammemanfaatkan alam harus memiliki kesadaran dan kewajiban untukmenjaga lingkungan tetap lestari. Berikut merupakan peran komunitasdalam pembangunan berkelanjutan:

• Memberikan pengaruh agar individu memiliki pemikiran (mind set)ramah lingkungan dengan menyadari adanya hubungan timbal balikdengan alam.

• Berlaku aktif melalui berbagai dimensi pembangunan yang tercermindalam tujuan-tujuan pembangunan berkelanjutan dalam kehidupansehari-hari.

• Berperan aktif dalam menjaga alam dan melakukan kegiatan sosialdan ekonomi secara bertanggung jawab.

Komunitas dalam pembangunan berkelanjutan bertujuan untukmembangun manusia dan masyarakat yang berkualitas diri sehat, cerdas,bermental baik, dan mencerminkan sifat gotong royong bangsa Indonesia.Contoh peran komunitas dalam pembangunan berkelanjutan yaitukomunitas peduli sampah yang membuat bank sampah agar masyarakatmemiliki kebiasaan memilah sampah untuk didaur ulang.

 

Bahan Bacaan Guru

Secara interaktif guru dan peserta didik dapat berbagi sudut pandangterkait dengan keanekaragaman suku bangsa dan komunitas diIndonesia. Peserta didik diajak untuk mengaitkan dengan temasebelumnya yakni diferensiasi atau keberagaman atas ras, etnis,agama dan gender. Peserta didik memperoleh informasi bahwaterdapat kelompok-kelompok budaya di Indonesia yang mendukungkeberagaman kebudayaan di Indonesia. Dalam kerangka ke-IPSan,tema ini mengembangkan kemampuan Peserta didik untukmembedakan manakah yang merupakan pembagian kelompok secarahorizontal dan manakah yang merupakan pembagian kelompokatas dasar lapisan sosial atau secara vertikal. Keduanya berbeda danmemiliki peranan dalam kelangsungan hidup dan proses sosialisasidalam masyarakat. Keterdapatan perbedaan kondisi lingkunganisik wilayah akan memengaruhi keberagaman budaya. Adanyaseorang tokoh yang dianggap berpengaruh terhadap suatu wilayah,melahirkan kesepakatan antar warga dalam mengikuti kebiasaantokoh tersebut dan menghasilkan budaya yang berbeda pula dimasing-masing wilayah di Indonesia. Keanekaragaman budayadapat menjadi potensi pariwisata, sekaligus menjadi potensi konlikyang berujung pada ancaman separatis apabila tidak dijaga. Pesertadidik diharapkan mampu menganalisis mampu membuat karyaatau melakukan aksi sosial yang relevan di lingkungan keluargadan masyarakat terdekat, kemudian melakukan releksi dari setiapproses yang sudah dilakukan.

C.   GLOSARIUM

COVID-19 : Penyakit yang disebabkan oleh virus severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yang menjadi pandemi semenjak tahun 2019 di seluruh negara di dunia.

komunitas  : Suatu kelompok yang saling berinteraksi di dalam suatu daerah.

D.   DAFTAR PUSTAKA

Daftar Pustaka

Adhuri, D. S., Wiratri, A., & Bismoko, A. B. 2016. “Interseksi BudayaDan Peradaban Negara-negara Di Samudra Hindia: PerspektifIndonesia”. Masyarakat Indonesia, 41(2), 115-126, https://doi.org/10.14203/jmi.v41i2.310.

Alisjahbana Armida Salsiah, Murniningtyas Endah. 2018. TujuanPembangunan Berkelanjutan di Indonesia. Bandung: UNPAD Press.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). 2019. Bencana Alam diProvinsi Yogyakarta. http://bnpb.cloud/dibi/xdibi_list/.

Badan Perencana Pembangunan Nasional. 2016. Laporan Prakarsa StrategisBidang Kemaritiman. Jakarta: Bappenas.

Badan Pusat Statistik. 2019. Statistik Pertambangan Minyak dan Gas Bumi.Jakarta: BPS.

Banowati Eva, Sriyanto. 2013. Geografi Pertanian. Yogyakarta: Ombak.

______________ . 2012. Geografi Indonesia. Yogyakarta: Ombak.

Daldjoeni. 2014. Pokok-Pokok Klimatologi. Yogyakarta: Ombak.

Danandjaja, James. 1994. Folklor Indonesia. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.

Department of Economic and Social Affairs. 2019. Growing at a slowerpace, world population is expected to reach 9.7 billion in 2050 and couldpeak at nearly 11 billion around 2100. Artikel. https://www.un.org/development/desa/en/news/population/world- populationprospects-2019.html pada 21-08-2020

Erman, Erwiza. 2011. “Penggunaan Sejarah Lisan dalam HistoriografiIndonesia”. Jurnal Masyarakat & Budaya, 13 (1), 1-22, https://doi.org/10.14203/jmb.v13i1.94.

Franz Adler. 2014. “The Value Concept in Sociology”. American Journal ofSociology. Volume 62, Number 3.

Giddens, A., Duneier, M., Appelbaum, R. P., & Carr, D. 2018. Introduction toSociology. New York: W. W. Norton & Company, Inc.

Goujon A. 2018. Human Population Growth. In: Reference Module in EarthSystems and Environmental Sciences. h. 1907-1912 Elsevier. ISBN 978-0-12-409548-9 DOI:10.1016/B978-0-12-409548-9.10755-9.

Graha, Andi Nu. 2012. Pengembangan Masyarakat Pembangunan melaluipendampingan sosial dalam konse pemberdayaan di bidang ekonomi.

Jurnal Ekonomi Modernisasi, 5(2), 117-126. https://doi.org/10.21067/jem.v5i2.243

Griffiths, H., dkk. 2017. Introduction to Sociology 2. Texas: OpenStax.

Grusec, J. E., & Hastings, P. D. 2015. Handbook of Socialization: theory andresearch. NY: The Guilford Press. h. 1, 13, 20.

Habibi, Maksum dan Gunadi. 2014. Pengantar Ekonomi dan Bisnis BidangKeahlian Bisnis dan Manajemen. Jakarta: Yudhistira.

Hadi, A. P. 2010. Konsep pemberdayaan, partisipasi dan kelembagaan dalampembangunan. Yayasan Agribisnis/Pusat Pengembangan MasyarakatAgrikarya (PPMA).

Harahap, Erni Febian. 2012. “Pemberdayaan Masyarakat dalam BidangEkonomi untuk Mewujudkan Ekonomi Nasional yang tanggung danMandiri”. Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan, 3(2), 78-96.

Herlina, N. 2020. Metode Sejarah. Bandung: Satya Historika.

Hutomo, Mardi Yatno. 2000. Pemberdayaan Masyarakat dalam BidangEkonomi: Tinjauan Teoritik dan Implementasi. Naskah No 20, Juni-Juli2000.

Kartodirjo, Sartono. 2014. Pengantar Sejarah Indonesia Baru: 1500-1900.Yogyakarta: Ombak.

Kementerian Kelautan dan Perikanan. 2019. Laporan Tahunan 2018. Jakarta:KKP.

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman. 2019. Laporan Kinerja2018. Jakarta: Kemenko Bidang Maritim.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. 2018. Status Hutan danKehutanan Indonesia 2018. Jakarta: KLHK

Koentjaraningrat. 1985. Kebudayaan Mentalitas dan Pembangunan. Jakarta:Gramedia.

Korlantas Polri. 2013. Polantas dalam Angka 2013. www.korlantas.polri.go.id.

Kotarumalos, Nur Aisyah. 2010. “Mengkonstruksi Identitas Diaspora Malukudi Negeri Belanda”. Masyarakat Indonesia. 36 (1), 123-144, https://media.neliti.com/media/publications/150453-ID-mengkonstruksiidentitas-diapora-maluku.pdf.

Kotler, Philip dan Gary Amstrong. 2008. Prinsip-prinsip Pemasaran Jilid I.Jakarta: Erlangga.

Krautkraemer, J. A. (2005). Economics of natural resource scarcity: The stateof the debate (No. 1318-2016-103362).

Kuntowijoyo, D. R. (2005). Pengantar Ilmu Sejarah. Sleman: BentangPustaka.

Lembar Fakta Forest Watch Indonesia 2019. 2019. diakses dari http://fwi.or.id/wp-content/uploads/2019/10/FS_Deforestasi_FWI_small.pdf

Muta’ali, Lutfi. 2013. Pengembangan Wilayah Perdesaan (PerspektifKeruangan). Yogyakarta: Badan Penerbit Fakultas Geografi (BPFG).

Noor, Djauhari. 2014. Pengantar Geologi. Sleman: deepublish.

Noor, Munawar. 2011. “Pemberdayaan Masyarakat”. Junal CIVIS, 1(2), 87-99.

Prihandito Aryono. 1989. Kartografi. Yogyakarta: PT Mitra Gama Widya.Rambe, Tappil., et al. 2019. Sejarah Politik dan Kekuasaan. Medan: KitaMenulis.

Resosoedarmo Soedjiran, Kartawinata Kuswata, Soegiarto Aprilani. 1987.Pengantar Ekologi. Bandung: Remadja Karya.

Ricklefs, M.C., et al. 2013. Sejarah Asia Tenggara dari Masa Prasejarahsampai Kontemporer. Depok: Komunitas Bambu.

Robert S. Pindyck dan Daniel L Rubinfeld. 2013. Mikroekonomi. Jakarta:Erlangga

Romansara, Enos. H. 2015. “Memahami Kebudayaan Lokal Papua: Suatu

Pendekatan Pembangunan yang Manusiawi di Tanah Papua”. JurnalEkologi Birokrasi. 1 (1), 47-57 https://doi.org/10.31957/jeb.v1i1.491.

Saihu, Ade. 2020. Merawat Pluiralisme Merawat Indonesia. Yogyakarta:Deepublish.

Siska, Y. 2015. Manusia dan Sejarah: Sebuah Tinjauan Filosofis. Sleman:Garudhawaca.

Sobarna, A. 2003. “Konsep pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat miskinperkotaan”. Mimbar: Jurnal Sosial dan Pembangunan, 19 (3), 316-329.

Sodik, Abror., dan Musthofa, Muhamad Wakhid. 2018. “Analisis StrategiPenyebaran Agama-Agama di Indonesia dari Pra Hingga Era Moderndengan Pendekatan Teori Permainan Matematika”. HISBAH: JurnalBimbingan Konseling dan Dakwah Islam, 15 (1), 99-113, https://doi.org/10.14421/hisbah.2018.151-08.

Soekmono. 1992. Sejarah Kebudayaan Indonesia 3. Yogyakarta: Kanisius.

Sofiana, Anas. 2017. “Ratu Kalinyamat Penguasa Wanita Jepara Tahun 1549-1579.” Avatara 5.3. https://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/index.php/avatara/article/view/21467.

Stolley, K. S. 2005. The basics of sociology. CT: Greenwood Press.

Suharyono, Amien M. 2013. Pengantar Filsafat Geografi. Yogyakarta: Ombak

Suryanegara, Ahmad Mansur. 2015. Api Sejarah Jilid 1. Bandung Suryadinasti.

Susanti, S. 2016. “Nasionalisme dan Gerakan Mulih Njowo, 1947dan 1954”. Jurnal Sejarah Citra Lekha, 1(2), 107-120, https://doi.org/10.14710/jscl.v1i2.12767.

Syefriyeni. 2018. “Karakteristik Pengetahuan Orang Melayu”. Intizar. 24 (2), 265-271,<doi.org/10.19109/intizar.v24i2.2730>.

T., Vyain, S., Bry, J., & Jones, F. 2017. Introduction to Sociology 2. Texas:OpenStax.

Tim Nasional Penulisan Sejarah Indonesia. 2010. Sejarah Nasional Indonesia.Jakarta: Balai Pustaka.

Tim. 2012. Indonesia dalam Arus Sejarah. Jakarta: Ichtiar Baru van Hoeve.

Tyasyono Bayong. 2004. Klimatologi Edisi Kedua. Bandung: ITB.

Usrah, Cut Rizka AI. 2015. “Laksamana Keumalahayati Simbol PerempuanAceh (Peranan dan Perjuangannya dalam Lintasan Sejarah KerajaanAceh Darussalam 1589-1604)”. Skripsi. Medan: Universitas NegeriMedan.

Wolters, O.W. 2011. Kemaharajaan Maritim Sriwijaya & Perniagaan Dunia.Depok: Komunitas Bambu.

Worosetyaningsih, Tri. 2019. Kehidupan Masyarakat pada Masa Praaksara,Masa Hindu Budha, dan Masa Islam. Ponorogo: Myria Publisher.

Sumber Gambar

https://cdn.bmkg.go.id/Web/2020.10_CH_GSMAP.png

https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/6/64/Bali_ngaben_pelebon_cremation_ceremony_Indonesia.jpg

https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Dewaruci.jpg

https://web.archive.org/web/20161016172930/http://www.panoramio.com/photo/42125739

https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Gedung_Batu_Temple_Semarang.jpg

https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Lawang_sewu.jpg

https://www.esdm.go.id/id/media-center/arsip-berita/progresssmelter-pt-fi-capai-386-akhir-tahun-2022-selesai

https://www.esdm.go.id/assets/imagecache/bodyView/arsip-beritadivestasi-51-saham-pt-fi-simbol-kedaulatan-negara-tympxrm.jpg

https://geoportal.esdm.go.id/indonesia-overview/

https://cdn.idntimes.com/content-images/post/20190412/infografisutang-luar-negeri-4-tahun-trakhir-1-a18ef6c7f68ceec3ba4b98b6f1952ea5.png

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lembar Kerja (LK) 6 : Penyusunan Rencana Aksi

TUGAS REFLEKSI MODUL PEDAGOGIK