MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA IPS FASE D KELAS VII Tema 1

 

MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA

IPS FASE D KELAS VII

 


INFORMASI UMUM

A. IDENTITAS MODUL

Penyusun

Instansi

Tahun Penyusunan

Jenjang Sekolah

Mata Pelajaran

Fase / Kelas

Tema 01

Materi

Elemen

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Capaian Pembelajaran 1

 

Alokasi Waktu

:

:

:

:

:

:

:

:

:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

:

 

:

HAMDANI, S.Pd

SMPN 01 MERANGIN

Tahun 2024

SMP

Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)

D/ VII            

Keluarga Awal Kehidupan

Sejarah Keluarga

a) Elemen pemahaman dan ruang lingkup pembelajaran

  • Keruangan dan konektivitas antar ruang dan waktu: materi ini berkaitan dengan pemahaman terhadap kondisi sosial dan lingkungan alam serta kesejarahan dalam konteks lokal dan nasional. Materi ini juga terkait dengan pembelajaran tentang kondisi geografis Indonesia dan pengaruhnya terhadap aktivitas sosial, ekonomi.
  • Perkembangan masyarakat Indonesia dari masa pra aksara, kerajaan-kerajaan di NusantaraInteraksi, Sosialisasi, institusi sosial, dan dinamika sosial; materi ini berkaitan dengan pembentukan identitas diri, merefleksikan keberadaan diri di tengah keberagaman dan kelompok yang berbeda-beda
  • Kegiatan manusia dalam memenuhi kebutuhannya: materi ini berkaitan tentang peran diri, masyarakat serta negara dalam memenuhi kebutuhan bersama. Peserta didik menganalisis sejarah manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

b) Elemen keterampilan proses

  • Siswa melakukan berbagai kegiatan yang  mendukung tercapainya keterampilan proses  yang dibutuhkan untuk mempelajari dan menyelesaikan pembelajaran IPS kelas 7 antara lain: mengamati, menginvestigasi/ menyelidiki, menganalisis, merencanakan, menggambar, berdiskusi, menceritakan, membuat laporan tertulis sederhana, dan mempresentasikan.

Memahami keberadaan diri dan keluarga di tengah lingkungan sosial

4 JP (Pertemuan Ke-1 dan Ke-2)

B.  KOMPETENSI AWAL

  • Peserta didik diharapkan mampu mendeskripsikan sejarah asal usul keluarga

C.  PROFILPELAJAR PANCASILA

  • Mandiri dan bernalar kritis, bergotong royong

D.  SARANADAN PRASARANA

Media, Sumber Belajar, dan Alat

1. Sumber Utama

a. Gambar atau foto keluarga.

b. Kemendikbud. 2021. Ilmu Pengetahuan Sosial, Buku Siswa KelasVII, Jakarta; Pusat Kurikulum dan Perbukuan.

c. Laptop, LCD, PC,

2. Sumber Alternatif

Guru juga dapat menggunakan alternatif sumber belajar yang terdapatdi lingkungan sekitar dan disesuaikan dengan tema yang sedangdibahas.

3. Pengembangan Sumber Belajar

Guru dapat mengembangkan dan memberikan materi berupa gambaraktivitas anak membantu pekerjaan di rumah dan contoh sikapmenghormati orang tua.

E.  TARGET PESERTA DIDIK

§  Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami materi ajar.

§  Peserta didik dengan pencapaian tinggi: mencerna dan memahami dengan cepat, mampu mencapai keterampilan berfikir aras tinggi (HOTS), dan memiliki keterampilan memimpin

F.  MODEL PEMBELAJARAN

§  Model atau kerangka pembelajaran yang memberikan gambaran sistematis pelaksanaan pembelajaran. Model pembelajaran dapat berupa model pembelajaran tatap muka, pembelajaran jarak jauh dalam jaringan (PJJ Daring), pembelajaran jarak jauh luar jaringan (PJJ Luring), dan Resitasi.

KOMPNEN INTI

A.  TUJUAN KEGIATAN PEMBELAJARAN

Alur Tujuan Pembelajaran :

a.  Peserta didik diharapkan mampu mendeskripsikan sejarah asal usul keluarga.

B. PEMAHAMAN BERMAKNA

  • Mengidentiikasidan menuliskan nama-nama anggotakeluarga dalam pohon silsilah keluarga

C. PERTANYAAN PEMANTIK

  • Mengapa penting untuk mengetahui sejarah asal-usul keluarga?

D.  KEGIATAN PEMBELAJARAN

Kegiatan Pendahuluan

1. Guru dan peserta didik menyampaikan salam dan berdoa.

2. Guru melakukan presensi kehadiran.

3. Apersepsi: Guru menunjukan contoh foto keluarga. Kemudian gurumelakukan tanya jawab kepada peserta didik berkaitan dengan namaanggota keluarga, misalnya apakah kalian mengetahui nama ayahdan ibu dari orang tua kalian? Apakah kalian mengetahui nama ayahdan ibu dari kakek-nenek kalian? Peserta didik difasilitasi guru untukmengaitkan gambar yang telah ditampilkan dengan kegiatan belajar.

4. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran pertemuan 1 dan 2sejarah lisan yaitu mendeskripsikan sejarah asal usul keluarga.

 

KegiatanInti

Guru menjelaskan tentang petunjuk kerja dan tugas dari lembar aktivitasindividu untuk mengidentiikasi dan menuliskan nama-nama anggotakeluarga dalam pohon silsilah keluarga. Kegiatan ini bertujuan memberipemahaman pada peserta didik bahwa setiap keluarga memiliki sejarahnyamasing-masing yang berbeda dengan sejarah keluarga lain.

Peserta Didik Mengidentiikasi Masalah

Setelah peserta didik mengidentiikasi dan menuliskan nama-namaanggota keluarga dalam pohon silsilah keluarga, kemudian guru mendorongpeserta didik mengajukan berbagai pertanyaan yang mengarah padaHOTS. Mengapa penting untuk mengetahui sejarah asal-usul keluarga?.

Guru dapat menggunakan lembar aktivitas individu untuk menemukanjawaban-jawaban tersebut.

Peserta Didik Mengelola Informasi

Kegiatan ini dapat dilakukan secara individu dengan menerapkan modelpembelajaran Resitasi. Berikut tahapan model Resitasi dalam pembelajaransejarah keluarga:

1. Tahap Pemberian Tugas

Guru memberikan tugas dan membimbing peserta didik untuk

mengerjakan tugas sesuai dengan aktivitas individu.

2. Tahap Pelaksanaan Tugas

a. Guru mengarahkan peserta didik menjawab pertanyaan seputarsejarah keluarga terutama mengenai cerita hidup salah satuanggota keluarga yang paling menyenangkan semasa hidup yangmasih diingat?

b. Peserta didik mengumpulkan informasi mengenai sejarahkeluarganya.

3. Tahap Mempertanggungjawabkan Tugas

a. Peserta didik mengumpulkan hasil laporan secara tertulis darihasil analisis informasi yang didapat terkait sejarah keluarganya.

b. Guru memastikan peserta mengerjakan tugas dengan baik.

Peserta Didik Merencanakan dan Mengembangkan Ide

1. Hasil pengolahan informasi disajikan dalam bentuk laporan.

2. Peserta didik secara mandiri menulis jurnal harian selama satu mingguyang berisi peristiwa unik dialami dan dapat dikenang atau yangmenurut peserta didik penting dalam menggapai cita-cita.

Peserta Didik Melakukan Releksi dan Aksi

1. Guru memfasilitasi peserta didik menemukan simpulan pembelajaran.

2. Guru memberikan kesempatan ke peserta didik untuk mengajukanpendapat atau pertanyaan.

3. Penguatan dan pengayaan dilakukan untuk mengembangkankompetensi peserta didik.

 

Penutup

1. Penilaian pembelajaran dilakukan secara lisan atau tertulis

2. Peserta didik melakukan releksi pembelajaran berkaitan dengansikap, pengetahuan, dan keterampilan.

Sikap

• Apakah aku sudah melakukan pembelajaran secara bertanggungjawab?

• Apakah aku sudah mengumpulkan tugas secara tepat waktu?

• Apakah akus sudah mencantumkan sumber referensi dalam hasilkaryaku?

• Apakah aku sudah mampu berkolaborasi dengan baik bersamateman-temanku?

Inspirasi dari pembelajaran yaitu untuk memahami sejarah asal-usulkeluarga dan berperilaku sesuai peran dalam keluarga sepertimenghormati orang tua.

 

Pengetahuan

• Bagaimana sejarah asal-usul keluarga masing-masing?

Keterampilan

• Apakah aku sudah berhasil berperilaku dan bersikap sesuai peransebagai anak di rumah?

3. Releksi juga dapat dapat dilakukan misalnya dengan kuis, pesertadidik menuliskan kompetensi yang diperoleh baik sikap, pengetahuan.Selain itu, dapat pula dengan menuliskan inspirasi yang diperoleh danakan dilakukan masa yang akan datang

4. Tindak lanjut dilakukan dengan mendorong peserta didik mempelajarilebih lanjut dan informasi pembelajaran berikutnya tentang lokasisuatu wilayah di permukaan bumi.

5. Doa dan penutup.

 

F.  REFLEKSI

Kalian kelak akan menjadi orang tua, kakek nenek, atau kedudukankeluarga lain yang akan diingat oleh generasi selanjutnya sebagai informasisejarah. Artinya, kita akan menjadi sejarah bagi generasi berikutnya.

Orang tua kita mempunyai cerita hidup masing-masing. Situasi masalalu yang dialami oleh orang tua dapat menjadi pelajaran berharga untukkehidupan kalian saat ini. Silsilah keluarga merupakan cerminan darisejarah. Kata sejarah berasal dari kata syajarah yang bermakna pohon.Silsilah keluarga yang kalian gambarkan sebelumnya seperti pohon yangterus tumbuh dan berkembang melalui lintasan waktu dan berbagaiperistiwa. Peristiwa keluarga yang terjadi di masa lalu dapat diamati padamasa sekarang dengan melihat jejak-jejaknya, seperti kebiasaan, norma,dan benda-benda peninggalan yang dapat menjadi pedoman untuk hidupkalian saat ini.

Coba kalianrenungkan pertanyaan berikut ini:

• Bagaimana sejarah asal-usul keluarga masing-masing?

• Apakah aku sudah berhasil berperilaku dan bersikap sesuai peransebagai anak di rumah?

 

F.  ASESMEN/ PENILAIAN

Penilaian Proses dan Hasil Pembelajaran

a. Konsep Penilaian dan Pembelajaran IPS

Penilaian merupakan kegiatan yang bertujuan untuk memperoleh,menganalisis, menafsirkan proses dan hasil belajar peserta didik secarasistematis. Penilaian tersebut dapat digunakan untuk mengetahui tingkatkeberhasilan pencapaian kompetensi, proses pembelajaran, tingkatkesulitan belajar peserta didik, dan penentuan tindak lanjut pembelajaran.Penilaian pembelajaran IPS memakai pendekatan penilaian autentik(authentic assesment) untuk menilai kesiapan peserta didik, proses, danhasil belajar secara utuh. Hasil penilaian tersebut dapat dimanfaatkanguru dalam merencanakan program perbaikan (remedial), pengayaan(enrichment), layanan konseling, dan sebagai landasan untuk memperbaikiproses pembelajaran selanjutnya.

b. Teknik dan Instrumen Penilaian

Penilaian kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan dilakukanmenggunakan teknik dan instrumen penilaian. Berikut merupakanpenjabaran teknik dan instrumen penilaian dari masing-masing kompetensi.

1. Penilaian kompetensi sikap

Teknik penilaian kompetensi sikap dapat berupa observasi, penilaiandiri, dan penilaian antar teman. Kegiatan ini bisa dilakukan oleh gurumatabpelajaran, wali kelas, dan guru bimbingan konseling (BK) yang ditulisdalam buku jurnal. Jurnal berisi catatan kejadian tertentu dan informasilain yang relevan.

a. Observasi

Instrumen dalam observasi yaitu lembar observasi atau jurnal. Lembarobservasi berisi catatan perilaku peserta didik berdasarkan pengamatanoleh guru mata pelajaran, wali kelas, dan guru bimbingan konseling selamasatu semester. Setiap catatan berisi deskripsi perilaku peserta didik yangdilengkapi dengan waktu dan tempat pengamatan tersebut.

Jika terjadi perubahan sikap peserta didik dari yang kurang baikmenjadi baik maka dalam jurnal harus ditulis bahwa sikap peserta didiktersebut telah baik atau bahkan sangat baik. Hal yang dicatat dalamjurnal bisa berupa sikap kurang baik, baik, maupun sangat baik, sertaperkembangan perubahan sikap peserta didik. Berikut merupakan contohlembar observasi penilaian sikap peserta didik selama satu semester:

 

Contoh Tabel Jurnal Pengembangan Sikap

No

Tanggal

Nama Siswa

Catatan Perilaku

Butir Sikap

   1

 

 

 

 

2

 

 

 

 

3

 

 

 

 

4

 

 

 

 

dst

 

 

 

 

 

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan penilaiansikap menggunakan teknik observasi :

·      Jurnal penilaian sikap ditulis oleh guru mata pelajaran, wali kelas, danguru BK selama satu semester.

·      Penilaian oleh wali kelas dapat menggunakan 1 (satu) jurnal untuksatu kelas yang menjadi tanggung-jawabnya. Penilaian oleh guru matapelajaran dapat menggunakan 1 (satu) jurnal untuk setiap kelas yangdiajarnya, dan penilaian oleh guru BK dapat menggunakan 1 (satu)jurnal untuk setiap kelas di bawah bimbingannya.

·      Penilaian perkembangan sikap sipritual dan sikap sosial peserta didikbisa dicatat dalam satu jurnal yang sama atau dalam 2 (dua) jurnalberbeda.

·      Peserta didik yang dicatat dalam jurnal adalah peserta didik yangmenunjukkan perilaku yang sangat baik maupun kurang baik secaraalami.

·      Pencatatan jurnal dilakukan dengan segera seperti ketika wali kelas,guru mata pelajaran, maupun guru BK menyaksikan atau memperolehinformasi terpercaya mengenai perilaku peserta didik.

·      Jika peserta didik pernah menunjukkan sikap kurang baik tetapiselama satu semester tersebut menunjukan perkembangan ke arahsikap baik, maka sikap baik tersebut juga dicatat dalam jurnal.

·      Guru mata pelajaran dan guru BK merangkum catatan jurnalperkembangan sikap spiritual dan sikap sosial setiap peserta didik danmenyerahkannya kepada wali kelas untuk diolah lebih lanjut

Berikut merupakan contoh jurnal penilaian (perkembangan) sikapspiritual dan sikap sosial oleh wali kelas.

Contoh Jurnal Penilaian Sikap Spiritual

Nama Sekolah: SMPN 01 Merangin

Kelas/Semester   : VII/I

Tahun Pelajaran: 2024/2025

No

Waktu

Nama Siswa

Catatan Perilaku

Butir Sikap

   1

19/07/22

Haidar

Tidak mengikuti sholatDzuhur berjamaah disekolah.

Ketaqwaan

2

19/07/22

Halwa

Mengganggu temanketika berdoa sebelumkegiatan pembelajaran.

Ketaqwaan

3

19/07/22

Sugi

Mengajak temanberdoa sebelumolahraga badminton disekolah.

Ketaqwaan

4

19/07/22

Said

Berpartisipasi sebagaipanitia perayaankeagamaan di sekolah.

Toleransi

beragama

 

Contoh Jurnal Penilaian Sikap Sosial

Nama Sekolah: SMPN 01 Merangin

Kelas/Semester   : VII/I

Tahun Pelajaran: 2024/2025

No

Waktu

Nama Siswa

Catatan Perilaku

Butir Sikap

   1

12/07/22

Haidar

Membantu seorangteman yang kesulitanmenyebrang jalan didepan sekolah.

Kepedulian

2

26/08/22

Halwa

Menyerahkandompet yangditemukan di kantinsekolah kepada walikelas.

Kejujuran

3

26/09/22

Sugi

Tidak menggunakanatribut upacara disekolah denganlegkap.

Kedisiplinan

4

25/10/22

Said

Berinisiatifmenyiram tanamanyang mulai kering.

Kepedulian

 

Contoh format di atas dapat digunakan guru mata pelajaran danguru BK dalam penilain sikap spiritual dan sosial. Catatan tersebut jugadapat dibuat dalam satu tabel yang sama dengan menambahkan kolomketerangan pada bagian paling kanan untuk menuliskan keterangan jenissikap yang ditulis. Berikut merupakan contoh tabel jurnal penilaian sikap(spiritual dan sosial) yang dijadikan dalam satu tabel:

Contoh Jurnal Penilaian Sikap

Nama Sekolah: SMP .............................

Kelas/Semester   : VII/I

Tahun Pelajaran: 2022/2023

No

Waktu

Nama Siswa

Catatan Perilaku

Butir Sikap

Ket.

   1

19/07/22

Haidar

Membantuseorang temanyang kesulitanmenyebrangjalan di depansekolah

Ketaqwaan

Sosial

2

19/07/22

Halwa

Mengajak temanberdoa sebelumolahragabadminton disekolah.

Kepeduliaan

Spiritual

3

19/07/22

Sugi

Menggangguteman ketikaberdoa sebelumkegiatanpembelajaran.

Toleransi

beragama

Spiritual

4

18/11/22

Said

Berinisiatifmenyiramtanaman yangmulai kering.

Ketaqwaan

Sosial

 

b. Penilaian Diri (Self Assesment)

Penilaian diri merupakan teknik penilaian terhadap diri sendiri olehpeserta didik dengan mengidentiikasi kelebihan dan kekurangan sikappeserta didik dalam berperilaku. Teknik penilaian ini dapat digunakanuntuk menumbuhkan nilai-nilai kejujuran dan meningkatkan kemampuanreleksi diri peserta didik. Satu tabel penilaian diri dapat digunakan untukpenilaian sikap spiritual dan sikap sosial. Berikut merupakan contohlembar penilaian diri menggunakan Likert Scale.

Contoh Lembar Penilaian Diri Siswa (Likert Scale)

Nama teman yang dinilai:..................

Nama penilai:..................

Kelas:....................

Semester:....................

Berilah tanda centang  pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengankeadaan sebenarnya

No

Pernyataan

Skala

1

2

3

4

   1

Saya berdoa sebelum melakukan kegiatan

 

 

 

 

2

Saya melaksanakan ibadah sholat tepat waktu

 

 

 

 

3

Saya berani mengakui kesalahan jika memang

Bersalah

 

 

 

 

4

Saya mengumpulkan tugas sesuai jadwal yang

Diberikan

 

 

 

 

5

Saya mengembalikan barang yang saya pinjam

dalam kondisi baik

 

 

 

 

6

Saya meminta maaf jika melakukan kesalahan

 

 

 

 

7

Saya datang ke sekolah tepat waktu

 

 

 

 

Keterangan:

1 = sangat jarang

2 = jarang

3 = sering

4 = selalu

 

c. Penilaian Antar Teman

Penilaian antar teman adalah teknik penilaian yang dilakukan pesertadidik terhadap peserta didik yang lain mengenai sikap/perilaku pesertadidik. Penilaian antarteman dapat digunakan untuk menumbuhkan nilaikejujuran, tenggang rasa, dan saling menghargai. Satu lembar penilaiandiri dapat digunakan untuk penilaian sikap spiritual dan sikap sosial.

Berikut merupakan contoh lembar penilaian antarteman menggunakanLikert Scale.

Contoh Lembar Penilaian Diri Siswa (Likert Scale)

Nama: ..................

Kelas:....................

Semester:....................

Berilah tanda centang pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengankeadaan sebenarnya

No

Pernyataan

Skala

1

2

3

4

   1

Teman saya berkata jujur kepada orang lain

 

 

 

 

2

Teman saya mengerjakan ulangan dengan jujur

 

 

 

 

3

Teman saya mentaati tata-tertib sekolah

 

 

 

 

4

.....................................

 

 

 

 

Keterangan:

1 = sangat jarang

2 = jarang

3 = sering

4 = selalu

Pada dasarnya teknik penilaian diri ini tidak hanya untuk aspek sikap,tetapi juga dapat digunakan untuk menilai kompetensi dalam aspekkete rampilan dan pengetahuan.

 

2. Penilaian Kompetensi Pengetahuan

a) Pengertian Penilaian Pengetahuan

Penilaian pengetahuan merupakan penilaian yang dilakukan untukmengetahui kemampuan peserta didik berkaitan dengan penguasaanpengetahuan faktual, konseptual, maupun prosedural serta kecakapanberpikir tingkat rendah hingga tinggi. Guru dapat memilih teknikpenilaian yang disesuaikan dengan karakteristik kompetensi yang akandinilai. Penilaian diawali dengan perencanaan pada saat menyusunrencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Hasil penilaian pengetahuanyang dilakukan selama dan setelah proses pembelajaran dinyatakan dalambentuk angka dengan rentang 0-100.

b) Teknik Penilaian Pengetahuan

Teknik penilaian pengetahuan yang akan digunakan dapat disesuaikandengan karakteristik masing-masing Kmpetensi Dasar (KD). Teknikpenilaian pengetahuan yang sering digunakan yaitu tes tertulis, tes lisan,dan penugasan. Berikut merupakan penjabaran dari berbagai teknikpenilaian pengetahuan.

Contoh Teknik Penilaian Pengetahuan

Teknik

Bentuk Instrumen

Tujuan

Tes tertulis

Pilihan ganda, benar-salah,menjodohkan, isian ataumelengkapi, dan uraian.

Mengetahui kemampuanpenguasaan pengetahuanpeserta didik dalam prosespembelajaran.

Tes lisan

Tanya jawab

Mengetahui pemahamanpeserta didik sebagaidasar perbaikan prosespembelajaran

Penugasan

Tugas individu dan kelompok

Memfasilitasi penguasaanpengetahuan pesertadidik selama prosespembelajaran.

 

1. Tes Tertulis

Tes tertulis merupakan soal dan jawaban disajikan secara tertulis, misalnyapilihan ganda, benar-salah, dan uraian. Langkah-langkah pengembangan testertulis:

Kisi-kisi Tes Tertulis

Nama Sekolah    : SMPN 01 Merangin.

Kelas/Semester   : VII/I

Tahun Pelajaran: 2024/2025

Mata Pelajaran: IPS

No

Kompetensi

Dasar

Materi

Indikator

Soal

Bentuk

Soal

Jumlah

Soal

1

Mendeskripsikan sejarah asal usul keluarga

Sejarahkeluarga

Pesertadidik diharapkan mampu mendeskripsikan sejarah asal-usul keluarga

Tes Tertulis

2

 

Butirsoal:

1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan silsilah keluarga?

2. Apa yang dimaksud dengan silsilah keluarga dan berikan contohnya?

Pemberian skor Tes Tertulis

No.

Soal

Kunci Jawaban

Skor

1

Dalam keluarga besar tentunya terdapat silsilah keluargasilsilah keluarga adalah suatu bagan yang berisi asal usul suatu keluarga atau catatan yang menggambarkan hubungan keluarga sampai beberapa generasi.

2

2

Silsilah keluarga adalah suatu catatan atau bagan yang menggambarkan asal usul dan hubungan keluarga sampai beberapa generasi. Contohnya, geneogram atau bisa disebut pohon keluarga yang sangat terperinci atau detail.

2

Total Skor Maksimum

4

 

 

2. Tes Lisan

Tes lisan merupakan pertanyaan yang diberikan guru secara lisan kepadapeserta didik yang jawaban atas pertanyaan tersebut juga disampaikan secaralisan. Tes ini bertujuan untuk mengetahui penguasaan pengetahuan pesertadidik dan menumbuhkan kemampuan berkomunikasi. Pemberian tes lisandapat dilakukan pada saat pembelajaran berlangsung. pertanyaanpada tes lisan:

·      Bagaimana cara mengetahui silsilah keluarga kita?

·      Apa yang dimaksud dengan silsilah keluarga dan berikan contohnya?

·      Siapa saja yang ada di silsilah keluarga?

3. Penugasan

Penugasan adalah pemberian tugas untuk meningkatkan pengetahuanpeserta didik. Tugas dapat dikerjakan baik secara individu maupunkelompok sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai. Berikutmerupakan contoh kisi-kisi tugas dan contoh pedoman penskorannya.

Nama Sekolah    : SMP .............................

Kelas/Semester   : VII/I

Tahun Pelajaran: 2022/2023

Mata Pelajaran: IPS

Kompetensi

Dasar

Materi

Indikator

Teknik

Penilaian

Mendeskripsikan sejarah asal usul keluarga

Sejarahkeluarga

Pesertadidik diharapkan mampu mendeskripsikan sejarah asal-usul keluarga

Penugasan

Contoh Pedoman Pemberian Skor Tugas

No Soal

Aspek yang Dinilai

Skor

1

Menjelaskansejarah asal usul keluarga

0-2

2

Tujuansilsilah keluarga dibuat

0-3

3

Menjelaskan manfaatsilsilah keluarga

0-3

4

Keruntutansilsilah keluarga

0-2

Total Skor Maksimum

10

 

3. Penilaian Keterampilan

a) Pengertian Penilaian Keterampilan

Penilaian keterampilan dilakukan untuk mengetahui kemampuanpeserta didik dalam menerapkan pengetahuan yang telah diperolehuntuk melakukan tugas tertentu sesuai dengan indikator pencapaiankompetensi. Penilaian ini dapat dilakukan dengan berbagai teknik, sepertipenilaian kinerja dan penilaian proyek. Berikut merupakan contoh kisi-kisipenilaian keterampilan, tugas, dan pedoman pemberian skor.

b) Teknik Penilaian Keterampilan

• Penilaian kinerja

Berikut ini Kisi-kisi Penilaian Kinerja, soal/tugas, pedomanpemberian skor:

 

Kisi-kisi Penilaian Kinerja

Nama Sekolah    : SMPN 01 Merangin

Kelas/Semester   : VII/I

Tahun Pelajaran: 2024/2025

Mata Pelajaran: IPS

No

Kompetensi

Dasar

Materi

Indikator

Teknik

Penilaian

1

Mendeskripsikan sejarah asal usul keluarga

Sejarahkeluarga

Pesertadidik diharapkan mampu mendeskripsikan sejarah asal-usul keluarga

 

 

Rubrik Pemberian Skor Penilaian Kinerja

No

Aspek yang Dinilai

Skala

0

1

2

3

4

   1

Merencanakan pengamatan

 

 

 

 

 

2

Melakukan pengamatan

 

 

 

 

 

3

Membuat laporan

 

 

 

 

 

Jumlah:

 

Penilaian diberikan dengan memperhatikan aspek proses dan produk.Guru dapat menetapkan bobot pemberian skor yang berbeda antara satudan aspek yang lainnya dengan memperhatikan karakteristik kompetensiyang dinilai.

Rubrik Penilaian Kinerja

No

Indikator

Rubrik

1

Menyiapkan bahan

yang diperlukan

2 = Menyiapkan seluruh alat dan bahan yangdiperlukan.

1 = Menyiapakan sebagian alat dan bahan yangdiperlukan.

0 = Tidak menyiapkan alat bahan

2

Pengamatan

4 = Melakukan empat langkah kerjadengan tepat

3 = Melakukan tiga langkah kerja dengantepat.

2 = Melakukan dua langkah kerja dengantepat.

1 = Melakukan satu langkah kerja dengantepat.

0 = Tidak melakukan langkah kerja.

 

Langkah kerja:

1. Menyiapkan kertas gambar ukuran A4.

2. Menggambar foto keluarga.

3.Mencantumkan komponen foto keluarga padagambar yang di buat.

4. Memberikan warna pada kenampakanobjek yang di gambar pada foto keluarga.

3

Membuat laporan

3 = Memenuhi 3 kriteria

2 = Memenuhi 2 kriteria

1 = Memenuhi 1 kriteria

0 = Tidak memenuhi kriteria

 

Kriteria laporan:

1. Memenuhi sistematika laporan (judul, tujuan,alat dan bahan, prosedur, data pengamatan,pembahasan, kesimpulan)

2. Data, pembahasan, dan kesimpulan benar

3. Komunikatif

 

 

• Penilaian proyek

Penilaian proyek merupakan kegiatan yang bertujuan untukmengetahui kemampuan peserta didik dalam mengimplementasikanpengetahuannya melalui penyelesaian suatu tugas dalam waktu tertentu.Penilaian ini dapat digunakan untuk mengukur satu maupun beberapaKompetensi Dasar (KD) dalam satu atau beberapa mata pelajaran.

Kegiatan yang dilakukan dimulai dengan perencanaan, pengumpulan,pengorganisasian, pengolahan, penyajian, dan pelaporan. Beberapa halyang perlu dipertimbangkan dalam penilaian proyek, yaitu:

1) Pengelolaan

Kemampuan peserta didik untuk menentukan tema atau topik,mengumpulkan informasi, pengolahan data, dan penulisan laporan.

2) Relevansi

Tema yang dipilih sesuai dengan Kompetensi Dasar (KD).

3) Keaslian

Laporan atau produk yang dibuat peserta didik merupakan hasilkaryanya.

4) Inovasi dan Kreativitas

Terdapat unsur-unsur kebaruan dan berbeda pada produk yangdihasilkan peserta didik.

Kisi-kisi Penilaian Proyek

Nama Sekolah    : SMPN 01 Merangin

Kelas/Semester   : VII/I

Tahun Pelajaran: 2024/2025

Mata Pelajaran: IPS

No

Kompetensi

Dasar

Materi

Indikator

Teknik

Penilaian

1

Mendeskripsikan sejarah asal usul keluarga

Sejarahkeluarga

Pesertadidik diharapkan mampu mendeskripsikan sejarah asal-usul keluarga

Penilaian Proyek

 

Proyek : Buatlah poster salah satu tujuan sejarah asal usul keluarga menggunakan kertas gambar ukuran A3, pensil warna atau cat air denganmemperhatikan hal- hal berikut!

1. Pilihlah salah satu tujuan sejarah asal usul keluarga.

2. Amati tujuan tersebut apakah telah tercapai atau belum tercapai diIndonesia lalu sampaikan dalam poster.

3. Gambar salah satu tujuan sejarah asal usul keluarga yang telahdipilih!

4. Tuliskan silsilah keluargakonsep dari poster yang akan peserta didik sampaikan!

5. Laporkan hasilnya secara lisan!

Rubrik Pemberian Skor Proyek

No

Pernyataan

Skor

1

2

3

4

   1

Kemampuan peserta didik dalam merencanakan

 

 

 

 

2

Kemampuan menggambar poster

 

 

 

 

3

Kemampuan penyampaian konsep berdasarkanposter yang digambar

 

 

 

 

4

Kemampuan mempresentasikan isi poster

 

 

 

 

5

Produk Poster

 

 

 

 

Skor Maksimum

15

Catatan:

Guru bisa menetapkan bobot yang berbeda-beda antara aspek satu dan lainnya

pada pemberian skor dengan memperhatikan karakteristik Kompetensi Dasar

(KD) atau keterampilan yang dinilai.

 

Rubrik PenilaianProyek

No

Pernyataan

Keterangan

1

Kemampuan Perencanaan

2 = perencanaan lengkap (bahan, carakerja, hasil), dan rinci

1 = perencanaan kurang lengkap

0 = tidak ada perencanaan

2

Kemampuan menggambarposter secara tepat sesuaidengan salah satu tujuansejarah asal usul keluarga

2 = menggambar dan mewarnai posterdengan baik dan interpretasi tujuanpembangunan berkelanjutan dalamposter tepat.

1 = menggambar dan memberikan warna pada poster tetapi salahdalam menginterpretasikan tujuanpembangunan berkelanjutan yangdipilih.

0 = gambar tidak diberi warna dantidak tepat dalam menginterpretasikantujuan pembangunan berkelanjutanyang dipilih.

G.  KEGIATAN PENGAYAAN DAN REMEDIAL

Remedial

Peserta didik yang belum mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM)diberikan program pembelajaran remedial. Pembelajaran remedial dapatdilakukan pada kompetensi pengeahuan dan keterampilan. Langkah-langkahdalam pembelajaran remedial antara lain:

1. Identiikasi permasalahan pembelajaran peserta didik.

2. Merancang pembelajaran remedial

3. Membuat perencanaan pembelajaran remedial

4. Menyiapkan perangkat pembelajaran remedial

5. Melaksanakan pembelajaran remedial

6. Melaksankaan evaluasi

 

Pengayaan

Bacalah artikel mengenai sejarah asal-usulkeluarga dan berperilaku sesuai peran dalam keluarga sepertimenghormati orang tua. Tuliskan hasil analisis tersebut dalam beberapa paragraf.

LAMPIRAN

A.  LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

 

Nama :

Kelas :

Petunjuk!

Silakan kalian coba tuliskan silsilah keluarga seperti bagan di bawah!

 

B.  BAHAN BACAAN GURU & PESERTA DIDIK

Bahan BacaanPeserta Didik

A. Keberadaan Diri dan Keluarga

Keluarga merupakan lingkungan pertama dan terdekat bagi sebagian besarkehidupan kita. Kalian pasti pernah merasakan waktu bersama keluargabegitu menggembirakan. Keluarga menjadi tempat untuk tumbuh danberkembang yang disertai dengan cinta dan kasih. Kalian patut bersyukurhingga saat ini bersama keluarga. Bagi sebagian teman-teman kalian, adajuga yang belum mengetahui keluarga inti mereka.

Kalian kelak akan menjadi orang tua, kakek nenek, atau kedudukankeluarga lain yang akan diingat oleh generasi selanjutnya sebagai informasisejarah. Artinya, kita akan menjadi sejarah bagi generasi berikutnya.

Orang tua kita mempunyai cerita hidup masing-masing. Situasi masalalu yang dialami oleh orang tua dapat menjadi pelajaran berharga untukkehidupan kalian saat ini. Silsilah keluarga merupakan cerminan darisejarah. Kata sejarah berasal dari kata syajarah yang bermakna pohon.Silsilah keluarga yang kalian gambarkan sebelumnya seperti pohon yangterus tumbuh dan berkembang melalui lintasan waktu dan berbagaiperistiwa. Peristiwa keluarga yang terjadi di masa lalu dapat diamati padamasa sekarang dengan melihat jejak-jejaknya, seperti kebiasaan, norma,dan benda-benda peninggalan yang dapat menjadi pedoman untuk hidupkalian saat ini.

Pengetahuan tentang silsilah keluarga ini menggambarkan keterkaitanantara manusia, waktu, dan ruang sebagai unsur-unsur sejarah. Kaliandapat merasakan capaian kesuksesan para pendahulu (unsur manusia)pada masa lalu (unsur waktu) dalam kehidupan mereka masing-masing(unsur ruang). Peristiwa tersebut dapat mendorong kalian untuk belajaratau sukses lebih baik lagi. Melalui sejarah silsilah keluarga tersebut,kalian dapat memberikan inspirasi, renungan ataupun keinginan yangkelak kalian rencanakan dan perlu kalian wujudkan. Segala sesuatu yangterjadi pada masa lalu dapat menjadi landasan untuk bertindak di masasekarang dan masa yang akan datang.

Berdasarkan kejadian tersebut, manusia merupakan pelaku sejarahyang beraktivitas pada masa lampau. Unsur waktu menggambarkanperiode berlangsungnya perjalanan kisah manusia tersebut. Unsur ruangdalam sejarah berfungsi menjelaskan lokasi atau tempat di mana aktivitasmanusia pada masa lampau. Ruang ini merupakan tempat di bumi dalambentuk perairan di darat maupun laut, daratan permukaan maupun didalam bumi yang memengaruhi kehidupan. Berbagai makhluk hidup dibumi menjadi bagian dari ruang.

 

Bahan Bacaan Guru

Guru menyampaikan kepada peserta didik terkait sub-babpada materi Keluarga Awal Kehidupan. Materi diawali pemahamankepada peserta didik terkait keberadaan diri dan keluarga di tengahlingkungan sosial terdekatnya. Peserta didik kemudian mengeksplorasikondisi sosial lingkungan sekitar sehingga mampu mengurutkanperistiwa sejarah dalam kerangka kronologis dan menghubungkandengan kondisi saat ini. Setelah sosialisasi di lingkungan keluargamaka cakupan diperluas menjadi sosialisasi dalam masyarakat.Kondisi lingkungan sosial dan isik setiap wilayah yang berbeda dapatmemengaruhi upaya pemenuhan kebutuhan hidup. Hal ini karenaadanya perbedaan kondisi geograis daerah, karakteristik masyarakatdan cara mereka beraktivitas. Perbedaan karakteristik wilayah dapatmembuat masyarakat saling berupaya memenuhi kebutuhan hidupnyadengan melakukan interaksi antarwilayah.

 

C.   GLOSARIUM

Keluarga: Unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang tinggal dan berkumpul bersama dalam satu atap dalam keadaan saling ketergantungan.

 

D.   DAFTAR PUSTAKA

Daftar Pustaka

Adhuri, D. S., Wiratri, A., & Bismoko, A. B. 2016. “Interseksi BudayaDan Peradaban Negara-negara Di Samudra Hindia: PerspektifIndonesia”. Masyarakat Indonesia, 41(2), 115-126, https://doi.org/10.14203/jmi.v41i2.310.

Alisjahbana Armida Salsiah, Murniningtyas Endah. 2018. TujuanPembangunan Berkelanjutan di Indonesia. Bandung: UNPAD Press.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). 2019. Bencana Alam diProvinsi Yogyakarta. http://bnpb.cloud/dibi/xdibi_list/.

Badan Perencana Pembangunan Nasional. 2016. Laporan Prakarsa StrategisBidang Kemaritiman. Jakarta: Bappenas.

Badan Pusat Statistik. 2019. Statistik Pertambangan Minyak dan Gas Bumi.Jakarta: BPS.

Banowati Eva, Sriyanto. 2013. Geografi Pertanian. Yogyakarta: Ombak.

______________ . 2012. Geografi Indonesia. Yogyakarta: Ombak.

Daldjoeni. 2014. Pokok-Pokok Klimatologi. Yogyakarta: Ombak.

Danandjaja, James. 1994. Folklor Indonesia. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.

Department of Economic and Social Affairs. 2019. Growing at a slowerpace, world population is expected to reach 9.7 billion in 2050 and couldpeak at nearly 11 billion around 2100. Artikel. https://www.un.org/development/desa/en/news/population/world- populationprospects-2019.html pada 21-08-2020

Erman, Erwiza. 2011. “Penggunaan Sejarah Lisan dalam HistoriografiIndonesia”. Jurnal Masyarakat & Budaya, 13 (1), 1-22, https://doi.org/10.14203/jmb.v13i1.94.

Franz Adler. 2014. “The Value Concept in Sociology”. American Journal ofSociology. Volume 62, Number 3.

Giddens, A., Duneier, M., Appelbaum, R. P., & Carr, D. 2018. Introduction toSociology. New York: W. W. Norton & Company, Inc.

Goujon A. 2018. Human Population Growth. In: Reference Module in EarthSystems and Environmental Sciences. h. 1907-1912 Elsevier. ISBN 978-0-12-409548-9 DOI:10.1016/B978-0-12-409548-9.10755-9.

Graha, Andi Nu. 2012. Pengembangan Masyarakat Pembangunan melaluipendampingan sosial dalam konse pemberdayaan di bidang ekonomi.

Jurnal Ekonomi Modernisasi, 5(2), 117-126. https://doi.org/10.21067/jem.v5i2.243

Griffiths, H., dkk. 2017. Introduction to Sociology 2. Texas: OpenStax.

Grusec, J. E., & Hastings, P. D. 2015. Handbook of Socialization: theory andresearch. NY: The Guilford Press. h. 1, 13, 20.

Habibi, Maksum dan Gunadi. 2014. Pengantar Ekonomi dan Bisnis BidangKeahlian Bisnis dan Manajemen. Jakarta: Yudhistira.

Hadi, A. P. 2010. Konsep pemberdayaan, partisipasi dan kelembagaan dalampembangunan. Yayasan Agribisnis/Pusat Pengembangan MasyarakatAgrikarya (PPMA).

Harahap, Erni Febian. 2012. “Pemberdayaan Masyarakat dalam BidangEkonomi untuk Mewujudkan Ekonomi Nasional yang tanggung danMandiri”. Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan, 3(2), 78-96.

Herlina, N. 2020. Metode Sejarah. Bandung: Satya Historika.

Hutomo, Mardi Yatno. 2000. Pemberdayaan Masyarakat dalam BidangEkonomi: Tinjauan Teoritik dan Implementasi. Naskah No 20, Juni-Juli2000.

Kartodirjo, Sartono. 2014. Pengantar Sejarah Indonesia Baru: 1500-1900.Yogyakarta: Ombak.

Kementerian Kelautan dan Perikanan. 2019. Laporan Tahunan 2018. Jakarta:KKP.

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman. 2019. Laporan Kinerja2018. Jakarta: Kemenko Bidang Maritim.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. 2018. Status Hutan danKehutanan Indonesia 2018. Jakarta: KLHK

Koentjaraningrat. 1985. Kebudayaan Mentalitas dan Pembangunan. Jakarta:Gramedia.

Korlantas Polri. 2013. Polantas dalam Angka 2013. www.korlantas.polri.go.id.

Kotarumalos, Nur Aisyah. 2010. “Mengkonstruksi Identitas Diaspora Malukudi Negeri Belanda”. Masyarakat Indonesia. 36 (1), 123-144, https://media.neliti.com/media/publications/150453-ID-mengkonstruksiidentitas-diapora-maluku.pdf.

Kotler, Philip dan Gary Amstrong. 2008. Prinsip-prinsip Pemasaran Jilid I.Jakarta: Erlangga.

Krautkraemer, J. A. (2005). Economics of natural resource scarcity: The stateof the debate (No. 1318-2016-103362).

Kuntowijoyo, D. R. (2005). Pengantar Ilmu Sejarah. Sleman: BentangPustaka.

Lembar Fakta Forest Watch Indonesia 2019. 2019. diakses dari http://fwi.or.id/wp-content/uploads/2019/10/FS_Deforestasi_FWI_small.pdf

Muta’ali, Lutfi. 2013. Pengembangan Wilayah Perdesaan (PerspektifKeruangan). Yogyakarta: Badan Penerbit Fakultas Geografi (BPFG).

Noor, Djauhari. 2014. Pengantar Geologi. Sleman: deepublish.

Noor, Munawar. 2011. “Pemberdayaan Masyarakat”. Junal CIVIS, 1(2), 87-99.

Prihandito Aryono. 1989. Kartografi. Yogyakarta: PT Mitra Gama Widya.Rambe, Tappil., et al. 2019. Sejarah Politik dan Kekuasaan. Medan: KitaMenulis.

Resosoedarmo Soedjiran, Kartawinata Kuswata, Soegiarto Aprilani. 1987.Pengantar Ekologi. Bandung: Remadja Karya.

Ricklefs, M.C., et al. 2013. Sejarah Asia Tenggara dari Masa Prasejarahsampai Kontemporer. Depok: Komunitas Bambu.

Robert S. Pindyck dan Daniel L Rubinfeld. 2013. Mikroekonomi. Jakarta:Erlangga

Romansara, Enos. H. 2015. “Memahami Kebudayaan Lokal Papua: Suatu

Pendekatan Pembangunan yang Manusiawi di Tanah Papua”. JurnalEkologi Birokrasi. 1 (1), 47-57 https://doi.org/10.31957/jeb.v1i1.491.

Saihu, Ade. 2020. Merawat Pluiralisme Merawat Indonesia. Yogyakarta:Deepublish.

Siska, Y. 2015. Manusia dan Sejarah: Sebuah Tinjauan Filosofis. Sleman:Garudhawaca.

Sobarna, A. 2003. “Konsep pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat miskinperkotaan”. Mimbar: Jurnal Sosial dan Pembangunan, 19 (3), 316-329.

Sodik, Abror., dan Musthofa, Muhamad Wakhid. 2018. “Analisis StrategiPenyebaran Agama-Agama di Indonesia dari Pra Hingga Era Moderndengan Pendekatan Teori Permainan Matematika”. HISBAH: JurnalBimbingan Konseling dan Dakwah Islam, 15 (1), 99-113, https://doi.org/10.14421/hisbah.2018.151-08.

Soekmono. 1992. Sejarah Kebudayaan Indonesia 3. Yogyakarta: Kanisius.

Sofiana, Anas. 2017. “Ratu Kalinyamat Penguasa Wanita Jepara Tahun 1549-1579.” Avatara 5.3. https://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/index.php/avatara/article/view/21467.

Stolley, K. S. 2005. The basics of sociology. CT: Greenwood Press.

Suharyono, Amien M. 2013. Pengantar Filsafat Geografi. Yogyakarta: Ombak

Suryanegara, Ahmad Mansur. 2015. Api Sejarah Jilid 1. Bandung Suryadinasti.

Susanti, S. 2016. “Nasionalisme dan Gerakan Mulih Njowo, 1947dan 1954”. Jurnal Sejarah Citra Lekha, 1(2), 107-120, https://doi.org/10.14710/jscl.v1i2.12767.

Syefriyeni. 2018. “Karakteristik Pengetahuan Orang Melayu”. Intizar. 24 (2), 265-271,<doi.org/10.19109/intizar.v24i2.2730>.

T., Vyain, S., Bry, J., & Jones, F. 2017. Introduction to Sociology 2. Texas:OpenStax.

Tim Nasional Penulisan Sejarah Indonesia. 2010. Sejarah Nasional Indonesia.Jakarta: Balai Pustaka.

Tim. 2012. Indonesia dalam Arus Sejarah. Jakarta: Ichtiar Baru van Hoeve.

Tyasyono Bayong. 2004. Klimatologi Edisi Kedua. Bandung: ITB.

Usrah, Cut Rizka AI. 2015. “Laksamana Keumalahayati Simbol PerempuanAceh (Peranan dan Perjuangannya dalam Lintasan Sejarah KerajaanAceh Darussalam 1589-1604)”. Skripsi. Medan: Universitas NegeriMedan.

Wolters, O.W. 2011. Kemaharajaan Maritim Sriwijaya & Perniagaan Dunia.Depok: Komunitas Bambu.

Worosetyaningsih, Tri. 2019. Kehidupan Masyarakat pada Masa Praaksara,Masa Hindu Budha, dan Masa Islam. Ponorogo: Myria Publisher.

Sumber Gambar

https://cdn.bmkg.go.id/Web/2020.10_CH_GSMAP.png

https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/6/64/Bali_ngaben_pelebon_cremation_ceremony_Indonesia.jpg

https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Dewaruci.jpg

https://web.archive.org/web/20161016172930/http://www.panoramio.com/photo/42125739

https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Gedung_Batu_Temple_Semarang.jpg

https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Lawang_sewu.jpg

https://www.esdm.go.id/id/media-center/arsip-berita/progresssmelter-pt-fi-capai-386-akhir-tahun-2022-selesai

https://www.esdm.go.id/assets/imagecache/bodyView/arsip-beritadivestasi-51-saham-pt-fi-simbol-kedaulatan-negara-tympxrm.jpg

https://geoportal.esdm.go.id/indonesia-overview/

https://cdn.idntimes.com/content-images/post/20190412/infografisutang-luar-negeri-4-tahun-trakhir-1-a18ef6c7f68ceec3ba4b98b6f1952ea5.png

 


 

MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA

IPS FASE D KELAS VII

 


INFORMASI UMUM

A. IDENTITAS MODUL

Penyusun

Instansi

Tahun Penyusunan

Jenjang Sekolah

Mata Pelajaran

Fase / Kelas

Tema 01

Materi

Elemen

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Capaian Pembelajaran 1

 

Alokasi Waktu

:

:

:

:

:

:

:

:

:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

:

 

:

MISNAWATI, S.Pd

SMPN 01 Merangin

Tahun 2024

SMP

Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)

D / VII

Keluarga Awal Kehidupan

Lokasi Suatu Wilayah di PermukaanBumi

a) Elemen pemahaman dan ruang lingkup pembelajaran

  • Keruangan dan konektivitas antar ruang dan waktu: materi ini berkaitan dengan pemahaman terhadap kondisi sosial dan lingkungan alam serta kesejarahan dalam konteks lokal dan nasional. Materi ini juga terkait dengan pembelajaran tentang kondisi geografis Indonesia dan pengaruhnya terhadap aktivitas sosial, ekonomi.
  • Perkembangan masyarakat Indonesia dari masa pra aksara, kerajaan-kerajaan di NusantaraInteraksi, Sosialisasi, institusi sosial, dan dinamika sosial; materi ini berkaitan dengan pembentukan identitas diri, merefleksikan keberadaan diri di tengah keberagaman dan kelompok yang berbeda-beda
  • Kegiatan manusia dalam memenuhi kebutuhannya: materi ini berkaitan tentang peran diri, masyarakat serta negara dalam memenuhi kebutuhan bersama. Peserta didik menganalisis sejarah manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

b) Elemen keterampilan proses

  • Siswa melakukan berbagai kegiatan yang  mendukung tercapainya keterampilan proses  yang dibutuhkan untuk mempelajari dan menyelesaikan pembelajaran IPS kelas 7 antara lain: mengamati, menginvestigasi/ menyelidiki, menganalisis, merencanakan, menggambar, berdiskusi, menceritakan, membuat laporan tertulis sederhana, dan mempresentasikan.

Memahami keberadaan diri dan keluarga di tengah lingkungan sosial

2 JP (Pertemuan Ke-3)

B.  KOMPETENSI AWAL

  • Menjelaskan lokasi absolut.
  • Menjelaskan lokasi relatif

C.  PROFILPELAJAR PANCASILA

  • Mandiri dan bernalar kritis, bergotong royong

D.  SARANADAN PRASARANA

Media, Sumber Belajar, dan Alat

1.  Sumber Utama

a. Tautan peta digital google map untuk mendemonstrasikan danmenampilkan lokasi relatif dan absolut .

b. Kemendikbud. 2021. Ilmu Pengetahuan Sosial, Buku Siswa KelasVII, Jakarta; Pusat Kurikulum dan Perbukuan.

c. Laptop, LCD, PC,

2.  Sumber Alternatif

Guru juga dapat menggunakan alternatif sumber belajar yang terdapatdi lingkungan sekitar dan disesuaikan dengan tema yang sedangdibahas.

3. Pengembangan Sumber Belajar

Guru dapat mengembangkan dan memberikan materi berupakumpulan gambar mengenai pengaruh lokasi absolut dan relatif dalamkehidupan.

E.  TARGET PESERTA DIDIK

§  Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami materi ajar.

§  Peserta didik dengan pencapaian tinggi: mencerna dan memahami dengan cepat, mampu mencapai keterampilan berfikir aras tinggi (HOTS), dan memiliki keterampilan memimpin

F.  MODEL PEMBELAJARAN

§  Model atau kerangka pembelajaran yang memberikan gambaran sistematis pelaksanaan pembelajaran. Model pembelajaran dapat berupa model pembelajaran tatap muka, pembelajaran jarak jauh dalam jaringan (PJJ Daring), pembelajaran jarak jauh luar jaringan (PJJ Luring), dan discovery learning.

KOMPNEN INTI

A.  TUJUAN KEGIATAN PEMBELAJARAN

Alur Tujuan Pembelajaran :

a.  Peserta didik diharapkan mampu menjelaskan lokasi absolut.

b.  Peserta didik diharapkan mampu menjelaskan lokasi relatif.

B. PEMAHAMAN BERMAKNA

  • Mengidentiikasikarakteristik lokasi absolut dan relatifyang disertai dengan contoh

C. PERTANYAAN PEMANTIK

  • Apapengaruh lokasi relatif dalam kehidupan? Mengapa lokasi relatif bersifatdinamis? Mengapa lokasi absolut bersifat tetap?

 

D.  KEGIATAN PEMBELAJARAN

Kegiatan Pendahuluan

1. Guru dan peserta didik menyampaikan salam dan berdoa.

2. Guru melakukan presensi kehadiran peserta didik.

3. Apersepsi: Guru menampilkan dan mendemonstrasikan peng gunaangoogle map untuk mencari lokasi sekolah. Peserta didik diminta untukmengamati lokasi sekolah. Setelah itu dilakukan kegiatan tanya jawabkepada siswa terkait deskripsi letak sekolah dan letak astonominya.

4. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran pertemuan 3 mengenailokasi suatu wilayah di permukaan bumi .

a. Menjelaskan lokasi absolut.

b. Menjelaskan lokasi relatif..

 

KegiatanInti

Guru menjelaskan tentang petunjuk kerja dan tugas dari Lembar aktivitaskelompok untuk mengidentiikasi karakteristik lokasi absolut dan relatifyang disertai dengan contoh. Kegiatan ini bertujuan memberi pemahamankepada peserta didik bahwa lokasi suatu wilayah di permukaan bumi dapatmemengaruhi wilayah di sekitarnya. Contohnya letak relatif yaitu, suatutempat yang terletak di tepi jalan raya memiliki harga yang lebih mahal.

Proses saling tukar hasil temuan peserta didik dapat dilakukan dalamwaktu singkat, setelah itu guru melakukan tanya jawab dengan pesertadidik terkait hasil identiikasi.

Peserta Didik Mengidentiikasi Masalah

Setelah siswa mengidentiikasi terkait perbedaan lokasi absolut dan relatif,selanjutnya guru mendorong siswa mengajukan berbagai pertanyaan yangmengarah pada HOTS. Beberapa pertanyaan yang diajukan misalnya apapengaruh lokasi relatif dalam kehidupan? Mengapa lokasi relatif bersifatdinamis? Mengapa lokasi absolut bersifat tetap?

Peserta Didik Mengelola Informasi

Peserta didik mengolah informasi di bawah bimbingan guru. Kegiatanini dapat dilakukan secara berkelompok dengan menerapkan modelpembelajaran discovery learning. Berikut tahapan model pembelajarandiscovery learning dalam pembelajaran lokasi suatu wilayah di permukaanbumi:

1. Stimulasi (Pemberian rangsangan)

a. Guru membimbing peserta didik untuk membuka aplikasi misalnyagooglemap. Setelah itu peserta didik diminta menuliskan alamatmereka pada kolom pencarian aplikasi tersebut.

b. Guru menunjukan artikel terkait lokasi relatif.

2. Identiikasi Masalah

a. Guru membimbing peserta didik untuk merumuskan pertanyaanterkait karakteristik lokasi absolut dan relatif.

b. Guru dan peserta didik melakukan tanya jawab terkait dengandampak dari lokasi absolut dan relatif bagi kehidupan.

c. Setiap kelompok merumuskan pertanyaan yang akan menjadibahan diskusi.

3. Mengumpulkan Data/Informasi

Peserta didik mengumpulkan informasi untuk menjawab pertanyaanmengenai jenis lokasi apa yang memengaruhi kenaikan harga tersebut?mengapa bisa terjadi kenaikan harga lahan di sekitar bandara baru.

4. Pengolahan Data

a. Peserta didik diminta menganalisis informasi yang sudahdikumpulkan untuk menjawab pertanyaan yang telah dibuat,misalnya untuk menjawab pertanyaan jenis lokasi apa yangmemengaruhi kenaikan harga tersebut? mengapa bisa terjadikenaikan harga lahan di sekitar bandara baru.

b. Peserta didik diminta mendiskusikan jawaban yang telahdikumpulkan dengan anggota kelompoknya.

5. Menarik Kesimpulan

a. Peserta didik dan kelompok diminta mempresentasikan hasilanalisi dan diskusi dari pertanyaan yang dirumuskan.

b. Kelompok lain memberikan tanggapan terhadap hasil diskusikelompok yang melakukan presentasi.

c. Guru dan peserta didik memberikan kesimpulan dari pertanyaanatau tanggapan yang diajukan.

Peserta Didik Merencanakan dan Mengembangkan Ide

1. Hasil pengolahan informasi disajikan dalam bentuk laporan.

2. Peserta didik secara mandiri mengidentiikasi lokasi relatif danabsolut tempat tinggalnya.

Peserta Didik Melakukan Releksi dan Aksi

1. Guru memfasilitasi peserta didik menemukan simpulanpembelajaran.

2. Guru memberikan kesempatan ke peserta didik untuk mengajukanpendapat atau pertanyaan

3. Penguatan dan pengayaan dilakukan untuk mengembangkankompetensi peserta didik.

 

Penutup

1. Penilaian pembelajaran dilakukan secara lisan atau tertulis

2. Peserta didik melakukan releksi pembelajaran berkaitan dengansikap, pengetahuan, dan keterampilan.

Sikap

a. Apakah aku sudah melakukan pembelajaran secara bertanggungjawab?

b. Apakah aku sudah mengumpulkan tugas secara tepat waktu?

c. Apakah akus sudah mencantumkan sumber referensi dalam hasilkaryaku?

d. Apakah aku sudah mampu berkolaborasi dengan baik bersamateman-temanku?

Inspirasi dari pembelajaran yaitu lokasi absolut dan relatif setiapwilayah dapat memiliki pengaruh yang berbeda dengan wilayah lain.

Pengetahuan

a. Apa hakikat lokasi absolut?

b. Apa hakikat lokasi relatif?

Keterampilan

Apakah aku sudah berhasil mengidentiikasi lokasi absolut dan relatiftempat tinggal?

3. Releksi juga dapat dapat dilakukan misalnya dengan kuis, pesertadidik menuliskan kompetensi yang diperoleh baik sikap, pengetahuan.Selain itu, dapat pula dengan menuliskan inspirasi yang diperoleh danakan dilakukan masa yang akan datang

4. Tindak lanjut dilakukan dengan mendorong peserta didik mempelajarilebih lanjut dan informasi pembelajaran berikutnya tentang sosialisasi.

5. Doa dan penutup.

F.  REFLEKSI

 

Lokasi merupakan letak objek di permukaan bumi. Lokasi dibedakanmenjadi lokasi absolut dan lokasi relatif. Lokasi absolut merupakan letakyang bersifat tetap terhadap sistem koordinat. Contoh dari lokasi absolutyaitu Indonesia terletak pada 6ºLU–11ºLS dan 95ºBT–141ºBT. Letak ini tidakakan berubah selama sistem koordinat yang digunakan sebagai dasarperhitungan masih menggunakan garis ekuator dan meridian Greenwich.

Coba kalianrenungkan pertanyaan berikut ini:

1. Mengapa lokasi relatif bersifat dinamis dan lokasi absolut bersifat tetap?

2.  Apa perbedaan konsep lokasi absolut atau mutlak dengan konsep lokasi relatif?

3.  Mengapa lokasi absolut bersifat tetap?

4.  Apa pengaruh lokasi relatif dalam kehidupan?

F.  ASESMEN/ PENILAIAN

Penilaian Proses dan Hasil Pembelajaran

a. Konsep Penilaian dan Pembelajaran IPS

Penilaian merupakan kegiatan yang bertujuan untuk memperoleh,menganalisis, menafsirkan proses dan hasil belajar peserta didik secarasistematis. Penilaian tersebut dapat digunakan untuk mengetahui tingkatkeberhasilan pencapaian kompetensi, proses pembelajaran, tingkatkesulitan belajar peserta didik, dan penentuan tindak lanjut pembelajaran.Penilaian pembelajaran IPS memakai pendekatan penilaian autentik(authentic assesment) untuk menilai kesiapan peserta didik, proses, danhasil belajar secara utuh. Hasil penilaian tersebut dapat dimanfaatkanguru dalam merencanakan program perbaikan (remedial), pengayaan(enrichment), layanan konseling, dan sebagai landasan untuk memperbaikiproses pembelajaran selanjutnya.

b. Teknik dan Instrumen Penilaian

Penilaian kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan dilakukanmenggunakan teknik dan instrumen penilaian. Berikut merupakanpenjabaran teknik dan instrumen penilaian dari masing-masing kompetensi.

1.  Penilaian kompetensi sikap

Teknik penilaian kompetensi sikap dapat berupa observasi, penilaiandiri, dan penilaian antar teman. Kegiatan ini bisa dilakukan oleh gurumatabpelajaran, wali kelas, dan guru bimbingan konseling (BK) yang ditulisdalam buku jurnal. Jurnal berisi catatan kejadian tertentu dan informasilain yang relevan.

a. Observasi

Instrumen dalam observasi yaitu lembar observasi atau jurnal. Lembarobservasi berisi catatan perilaku peserta didik berdasarkan pengamatanoleh guru mata pelajaran, wali kelas, dan guru bimbingan konseling selamasatu semester. Setiap catatan berisi deskripsi perilaku peserta didik yangdilengkapi dengan waktu dan tempat pengamatan tersebut.

Jika terjadi perubahan sikap peserta didik dari yang kurang baikmenjadi baik maka dalam jurnal harus ditulis bahwa sikap peserta didiktersebut telah baik atau bahkan sangat baik. Hal yang dicatat dalamjurnal bisa berupa sikap kurang baik, baik, maupun sangat baik, sertaperkembangan perubahan sikap peserta didik. Berikut merupakan contohlembar observasi penilaian sikap peserta didik selama satu semester:

Contoh Tabel Jurnal Pengembangan Sikap

No

Tanggal

Nama Siswa

Catatan Perilaku

Butir Sikap

   1

 

 

 

 

2

 

 

 

 

3

 

 

 

 

4

 

 

 

 

dst

 

 

 

 

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan penilaiansikap menggunakan teknik observasi :

·      Jurnal penilaian sikap ditulis oleh guru mata pelajaran, wali kelas, dan guru BK selama satu semester.

·      Penilaian oleh wali kelas dapat menggunakan 1 (satu) jurnal untuk satu kelas yang menjadi tanggung-jawabnya. Penilaian oleh guru mata pelajaran dapat menggunakan 1 (satu) jurnal untuk setiap kelas yang diajarnya, dan penilaian oleh guru BK dapat menggunakan 1 (satu) jurnal untuk setiap kelas di bawah bimbingannya.

·      Penilaian perkembangan sikap sipritual dan sikap sosial peserta didik bisa dicatat dalam satu jurnal yang sama atau dalam 2 (dua) jurnal berbeda.

·      Peserta didik yang dicatat dalam jurnal adalah peserta didik yang menunjukkan perilaku yang sangat baik maupun kurang baik secara alami.

·      Pencatatan jurnal dilakukan dengan segera seperti ketika wali kelas, guru mata pelajaran, maupun guru BK menyaksikan atau memperoleh informasi terpercaya mengenai perilaku peserta didik.

·      Jika peserta didik pernah menunjukkan sikap kurang baik tetapi selama satu semester tersebut menunjukan perkembangan ke arah sikap baik, maka sikap baik tersebut juga dicatat dalam jurnal.

·      Guru mata pelajaran dan guru BK merangkum catatan jurnal perkembangan sikap spiritual dan sikap sosial setiap peserta didik dan menyerahkannya kepada wali kelas untuk diolah lebih lanjut

Berikut merupakan contoh jurnal penilaian (perkembangan) sikapspiritual dan sikap sosial oleh wali kelas.

Contoh Jurnal Penilaian Sikap Spiritual

Nama Sekolah: SMPN 01 Merangin

Kelas/Semester   : VII/I

Tahun Pelajaran: 2024/2025

No

Waktu

Nama Siswa

Catatan Perilaku

Butir Sikap

   1

19/07/22

Haidar

Tidak mengikuti sholatDzuhur berjamaah disekolah.

Ketaqwaan

2

19/07/22

Halwa

Mengganggu temanketika berdoa sebelumkegiatan pembelajaran.

Ketaqwaan

3

19/07/22

Sugi

Mengajak temanberdoa sebelumolahraga badminton disekolah.

Ketaqwaan

4

19/07/22

Said

Berpartisipasi sebagaipanitia perayaankeagamaan di sekolah.

Toleransi

beragama

Contoh Jurnal Penilaian Sikap Sosial

Nama Sekolah: SMPN 01 Merangin

Kelas/Semester   : VII/I

Tahun Pelajaran: 2024/2025

No

Waktu

Nama Siswa

Catatan Perilaku

Butir Sikap

   1

12/07/22

Haidar

Membantu seorangteman yang kesulitanmenyebrang jalan didepan sekolah.

Kepedulian

2

26/08/22

Halwa

Menyerahkandompet yangditemukan di kantinsekolah kepada walikelas.

Kejujuran

3

26/09/22

Sugi

Tidak menggunakanatribut upacara disekolah denganlegkap.

Kedisiplinan

4

25/10/22

Said

Berinisiatifmenyiram tanamanyang mulai kering.

Kepedulian

Contoh format di atas dapat digunakan guru mata pelajaran danguru BK dalam penilain sikap spiritual dan sosial. Catatan tersebut jugadapat dibuat dalam satu tabel yang sama dengan menambahkan kolomketerangan pada bagian paling kanan untuk menuliskan keterangan jenissikap yang ditulis. Berikut merupakan contoh tabel jurnal penilaian sikap(spiritual dan sosial) yang dijadikan dalam satu tabel:

Contoh Jurnal Penilaian Sikap

Nama Sekolah: SMP .............................

Kelas/Semester   : VII/I

Tahun Pelajaran: 2022/2023

No

Waktu

Nama Siswa

Catatan Perilaku

Butir Sikap

Ket.

   1

19/07/22

Haidar

Membantuseorang temanyang kesulitanmenyebrangjalan di depansekolah

Ketaqwaan

Sosial

2

19/07/22

Halwa

Mengajak temanberdoa sebelumolahragabadminton disekolah.

Kepeduliaan

Spiritual

3

19/07/22

Sugi

Menggangguteman ketikaberdoa sebelumkegiatanpembelajaran.

Toleransi

beragama

Spiritual

4

18/11/22

Said

Berinisiatifmenyiramtanaman yangmulai kering.

Ketaqwaan

Sosial

 

b. Penilaian Diri (Self Assesment)

Penilaian diri merupakan teknik penilaian terhadap diri sendiri olehpeserta didik dengan mengidentiikasi kelebihan dan kekurangan sikappeserta didik dalam berperilaku. Teknik penilaian ini dapat digunakanuntuk menumbuhkan nilai-nilai kejujuran dan meningkatkan kemampuanreleksi diri peserta didik. Satu tabel penilaian diri dapat digunakan untukpenilaian sikap spiritual dan sikap sosial. Berikut merupakan contohlembar penilaian diri menggunakan Likert Scale.

Contoh Lembar Penilaian Diri Siswa (Likert Scale)

Nama teman yang dinilai:..................

Nama penilai:..................

Kelas:....................

Semester:....................

Berilah tanda centang  pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengankeadaan sebenarnya

No

Pernyataan

Skala

1

2

3

4

   1

Saya berdoa sebelum melakukan kegiatan

 

 

 

 

2

Saya melaksanakan ibadah sholat tepat waktu

 

 

 

 

3

Saya berani mengakui kesalahan jika memang

Bersalah

 

 

 

 

4

Saya mengumpulkan tugas sesuai jadwal yang

Diberikan

 

 

 

 

5

Saya mengembalikan barang yang saya pinjam

dalam kondisi baik

 

 

 

 

6

Saya meminta maaf jika melakukan kesalahan

 

 

 

 

7

Saya datang ke sekolah tepat waktu

 

 

 

 

Keterangan:

1 = sangat jarang

2 = jarang

3 = sering

4 = selalu

 

c. Penilaian Antar Teman

Penilaian antar teman adalah teknik penilaian yang dilakukan pesertadidik terhadap peserta didik yang lain mengenai sikap/perilaku pesertadidik. Penilaian antarteman dapat digunakan untuk menumbuhkan nilaikejujuran, tenggang rasa, dan saling menghargai. Satu lembar penilaiandiri dapat digunakan untuk penilaian sikap spiritual dan sikap sosial.

Berikut merupakan contoh lembar penilaian antarteman menggunakanLikert Scale.

Contoh Lembar Penilaian Diri Siswa (Likert Scale)

Nama: ..................

Kelas:....................

Semester:....................

Berilah tanda centang pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengankeadaan sebenarnya

No

Pernyataan

Skala

1

2

3

4

   1

Teman saya berkata jujur kepada orang lain

 

 

 

 

2

Teman saya mengerjakan ulangan dengan jujur

 

 

 

 

3

Teman saya mentaati tata-tertib sekolah

 

 

 

 

4

.....................................

 

 

 

 

Keterangan:

1 = sangat jarang

2 = jarang

3 = sering

4 = selalu

Pada dasarnya teknik penilaian diri ini tidak hanya untuk aspek sikap,tetapi juga dapat digunakan untuk menilai kompetensi dalam aspekkete rampilan dan pengetahuan.

 

2. Penilaian Kompetensi Pengetahuan

a) Pengertian Penilaian Pengetahuan

Penilaian pengetahuan merupakan penilaian yang dilakukan untukmengetahui kemampuan peserta didik berkaitan dengan penguasaanpengetahuan faktual, konseptual, maupun prosedural serta kecakapanberpikir tingkat rendah hingga tinggi. Guru dapat memilih teknikpenilaian yang disesuaikan dengan karakteristik kompetensi yang akandinilai. Penilaian diawali dengan perencanaan pada saat menyusunrencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Hasil penilaian pengetahuanyang dilakukan selama dan setelah proses pembelajaran dinyatakan dalambentuk angka dengan rentang 0-100.

b) Teknik Penilaian Pengetahuan

Teknik penilaian pengetahuan yang akan digunakan dapat disesuaikandengan karakteristik masing-masing Kmpetensi Dasar (KD). Teknikpenilaian pengetahuan yang sering digunakan yaitu tes tertulis, tes lisan,dan penugasan. Berikut merupakan penjabaran dari berbagai teknikpenilaian pengetahuan.

Contoh Teknik Penilaian Pengetahuan

Teknik

Bentuk Instrumen

Tujuan

Tes tertulis

Pilihan ganda, benar-salah,menjodohkan, isian ataumelengkapi, dan uraian.

Mengetahui kemampuanpenguasaan pengetahuanpeserta didik dalam prosespembelajaran.

Tes lisan

Tanya jawab

Mengetahui pemahamanpeserta didik sebagaidasar perbaikan prosespembelajaran

Penugasan

Tugas individu dan kelompok

Memfasilitasi penguasaanpengetahuan pesertadidik selama prosespembelajaran.

 

1. Tes Tertulis

Tes tertulis merupakan soal dan jawaban disajikan secara tertulis, misalnyapilihan ganda, benar-salah, dan uraian. Langkah-langkah pengembangan testertulis:

Kisi-kisi Tes Tertulis

Nama Sekolah    : SMPN 01 Merangin

Kelas/Semester   : VII/I

Tahun Pelajaran: 2024/2025

Mata Pelajaran: IPS

No

Kompetensi

Dasar

Materi

Indikator

Soal

Bentuk

Soal

Jumlah

Soal

1

Mengidentiikasikarakteristik lokasi absolut dan relatif

Lokasi Suatu Wilayah di Permukaan Bumi

·        Pesertadidik diharapkan mampumenjelaskan lokasi absolut.

·        Peserta didik diharapkan mampu menjelaskan lokasi absolut.

Tes Tertulis

2

 

Butir soal:

1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan lokasi relatif?

2. Apa perbedaan konsep lokasi absolut atau mutlak dengan konsep lokasi relatif?

Pemberian skor Tes Tertulis

No.

Soal

Kunci Jawaban

Skor

1

Lokasi relatif adalah letak atau tempat yang dilihat dari daerah lain di sekitarnya. Lokasi relatif dapat berganti-ganti sesuai dengan objek yang ada di sekitarnya

2

2

Lokasi absolutlokasi tetap suatu tempat berdasarkan koordinat garis lintang dan bujurnya. Lokasi relatiflokasi suatu tempat terhadap tempat lain di bumi. Jawaban panjang: Lokasi absolut adalah lokasi yang menggambarkan lokasi suatu tempat berdasarkan titik tetap di bumi.

2

Total Skor Maksimum

4

 

2. Tes Lisan

Tes lisan merupakan pertanyaan yang diberikan guru secara lisan kepadapeserta didik yang jawaban atas pertanyaan tersebut juga disampaikan secaralisan. Tes ini bertujuan untuk mengetahui penguasaan pengetahuan pesertadidik dan menumbuhkan kemampuan berkomunikasi. Pemberian tes lisandapat dilakukan pada saat pembelajaran berlangsung. pertanyaanpada tes lisan:

·      Mengapa lokasi absolut bersifat tetap?

·      Lokasi absolut dan lokasi relatif Apa yg membedakan keduanya dan contohnya apa coba?

·      Apa pengaruh lokasi relatif dalam kehidupan?

·      Bagaimana kita dapat menerapkan konsep geografi dalam kehidupan sehari-hari?

 

3. Penugasan

Penugasan adalah pemberian tugas untuk meningkatkan pengetahuanpeserta didik. Tugas dapat dikerjakan baik secara individu maupunkelompok sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai. Berikutmerupakan contoh kisi-kisi tugas dan contoh pedoman penskorannya.

Nama Sekolah    : SMPN 01 Merangin

Kelas/Semester   : VII/I

Tahun Pelajaran: 2024/2025

Mata Pelajaran: IPS

Kompetensi

Dasar

Materi

Indikator

Teknik

Penilaian

Mengidentiikasikarakteristik lokasi absolut dan relatif

Lokasi Suatu Wilayah di Permukaan Bumi

·        Peserta didik diharapkan mampu menjelaskan lokasi absolut.

·        Peserta didik diharapkan mampu menjelaskan lokasi absolut.

Penugasan

 

 

Pedoman Pemberian Skor Tugas

No Soal

Aspek yang Dinilai

Skor

1

Menjelaskanlokasi absolut dan relatif

0-2

2

Menghitung jarak sebenarnya jika diketahui lokasi absolut dan relatif

0-3

3

Menjelaskan manfaatLokasi Suatu Wilayah di Permukaan Bumi

0-3

4

Keruntutanbahasa

0-2

Total Skor Maksimum

10

 

3. Penilaian Keterampilan

a) Pengertian Penilaian Keterampilan

Penilaian keterampilan dilakukan untuk mengetahui kemampuanpeserta didik dalam menerapkan pengetahuan yang telah diperolehuntuk melakukan tugas tertentu sesuai dengan indikator pencapaiankompetensi. Penilaian ini dapat dilakukan dengan berbagai teknik, sepertipenilaian kinerja dan penilaian proyek. Berikut merupakan contoh kisi-kisipenilaian keterampilan, tugas, dan pedoman pemberian skor.

b) Teknik Penilaian Keterampilan

• Penilaian kinerja

Berikut ini Kisi-kisi Penilaian Kinerja, soal/tugas, pedomanpemberian skor:

Kisi-kisi Penilaian Kinerja

Nama Sekolah    : SMPN 01 Merangin

Kelas/Semester   : VII/I

Tahun Pelajaran: 2022/2023

Mata Pelajaran: IPS

No

Kompetensi

Dasar

Materi

Indikator

Teknik

Penilaian

1

Mengidentiikasikarakteristik lokasi absolut dan relatif

Lokasi Suatu Wilayah di Permukaan Bumi

·        Peserta didik diharapkan mampu menjelaskan lokasi absolut.

·        Peserta didik diharapkan mampu menjelaskan lokasi absolut.

 

Rubrik Pemberian Skor Penilaian Kinerja

No

Aspek yang Dinilai

Skala

0

1

2

3

4

   1

Merencanakan pengamatan

 

 

 

 

 

2

Melakukan pengamatan

 

 

 

 

 

3

Membuat laporan

 

 

 

 

 

Jumlah:

 

Penilaian diberikan dengan memperhatikan aspek proses dan produk.Guru dapat menetapkan bobot pemberian skor yang berbeda antara satudan aspek yang lainnya dengan memperhatikan karakteristik kompetensiyang dinilai.

Rubrik Penilaian Kinerja

No

Indikator

Rubrik

1

Menyiapkan bahan

yang diperlukan

2 = Menyiapkan seluruh alat dan bahan yangdiperlukan.

1 = Menyiapakan sebagian alat dan bahan yangdiperlukan.

0 = Tidak menyiapkan alat bahan

2

Pengamatan

4 = Melakukan empat langkah kerjadengan tepat

3 = Melakukan tiga langkah kerja dengantepat.

2 = Melakukan dua langkah kerja dengantepat.

1 = Melakukan satu langkah kerja dengantepat.

0 = Tidak melakukan langkah kerja.

 

Langkah kerja:

1. Menyiapkan kertas gambar ukuran A4.

2. Menggambar lokasi absolut dan relatif.

3.Mencantumkan komponen lokasi absolut dan relatif padagambar yang di buat.

4. Memberikan warna pada kenampakanobjek yang di gambar pada lokasi absolut dan relatif.

3

Membuat laporan

3 = Memenuhi 3 kriteria

2 = Memenuhi 2 kriteria

1 = Memenuhi 1 kriteria

0 = Tidak memenuhi kriteria

 

Kriteria laporan:

1. Memenuhi sistematika laporan (judul, tujuan,alat dan bahan, prosedur, data pengamatan,pembahasan, kesimpulan)

2. Data, pembahasan, dan kesimpulan benar

3. Komunikatif

 

 

• Penilaian proyek

Penilaian proyek merupakan kegiatan yang bertujuan untukmengetahui kemampuan peserta didik dalam mengimplementasikanpengetahuannya melalui penyelesaian suatu tugas dalam waktu tertentu.Penilaian ini dapat digunakan untuk mengukur satu maupun beberapaKompetensi Dasar (KD) dalam satu atau beberapa mata pelajaran.

Kegiatan yang dilakukan dimulai dengan perencanaan, pengumpulan,pengorganisasian, pengolahan, penyajian, dan pelaporan. Beberapa halyang perlu dipertimbangkan dalam penilaian proyek, yaitu:

1) Pengelolaan

Kemampuan peserta didik untuk menentukan tema atau topik,mengumpulkan informasi, pengolahan data, dan penulisan laporan.

2) Relevansi

Tema yang dipilih sesuai dengan Kompetensi Dasar (KD).

3) Keaslian

Laporan atau produk yang dibuat peserta didik merupakan hasilkaryanya.

4) Inovasi dan Kreativitas

Terdapat unsur-unsur kebaruan dan berbeda pada produk yangdihasilkan peserta didik.

 

Kisi-kisi Penilaian Proyek

Nama Sekolah    : SMPN 01 Merangin

Kelas/Semester   : VII/I

Tahun Pelajaran: 2024/2025

Mata Pelajaran  : IPS

 

No

Kompetensi

Dasar

Materi

Indikator

Teknik

Penilaian

1

Mengidentiikasikarakteristik lokasi absolut dan relatif

Lokasi Suatu Wilayah di Permukaan Bumi

·        Peserta didik diharapkan mampu menjelaskan lokasi absolut.

·        Peserta didik diharapkan mampu menjelaskan lokasi absolut.

Penilaian Proyek

 

Proyek : Buatlah poster salah satu tujuan lokasi suatu wilayah di permukaan bumi menggunakan kertas gambar ukuran A3, pensil warna atau cat air denganmemperhatikan hal- hal berikut!

1. Pilihlah salah satu tujuan lokasi suatu wilayah di permukaan bumi.

2. Amati tujuan tersebut apakah telah tercapai atau belum tercapai diIndonesia lalu sampaikan dalam poster.

3. Gambar salah satu tujuan lokasi suatu wilayah di permukaan bumi yang telahdipilih!

4. Tuliskan lokasi absolut dan relatif konsep dari poster yang akan peserta didik sampaikan!

5. Laporkan hasilnya secara lisan!

Rubrik Pemberian Skor Proyek

No

Pernyataan

Skor

1

2

3

4

   1

Kemampuan peserta didik dalam merencanakan

 

 

 

 

2

Kemampuan menggambar poster

 

 

 

 

3

Kemampuan penyampaian konsep berdasarkanposter yang digambar

 

 

 

 

4

Kemampuan mempresentasikan isi poster

 

 

 

 

5

Produk Poster

 

 

 

 

Skor Maksimum

15

Catatan:

Guru bisa menetapkan bobot yang berbeda-beda antara aspek satu dan lainnya

pada pemberian skor dengan memperhatikan karakteristik Kompetensi Dasar

(KD) atau keterampilan yang dinilai.

 

Rubrik PenilaianProyek

No

Pernyataan

Keterangan

1

Kemampuan Perencanaan

2 = perencanaan lengkap (bahan, carakerja, hasil), dan rinci

1 = perencanaan kurang lengkap

0 = tidak ada perencanaan

2

Kemampuan menggambarposter secara tepat sesuaidengan salah satu tujuanlokasi suatu wilayah di permukaan bumi

2 = menggambar dan mewarnai posterdengan baik dan interpretasi tujuanpembangunan berkelanjutan dalamposter tepat.

1 = menggambar dan memberikan warna pada poster tetapi salahdalam menginterpretasikan tujuanpembangunan berkelanjutan yangdipilih.

0 = gambar tidak diberi warna dantidak tepat dalam menginterpretasikantujuan pembangunan berkelanjutanyang dipilih.

 

 

G.  KEGIATAN PENGAYAAN DAN REMEDIAL

Remedial

Peserta didik yang belum mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM)diberikan program pembelajaran remedial. Pembelajaran remedial dapatdilakukan pada kompetensi pengeahuan dan keterampilan. Langkah-langkahdalam pembelajaran remedial antara lain:

1. Identiikasi permasalahan pembelajaran peserta didik.

2. Merancang pembelajaran remedial

3. Membuat perencanaan pembelajaran remedial

4. Menyiapkan perangkat pembelajaran remedial

5. Melaksanakan pembelajaran remedial

6. Melaksankaan evaluasi

 

 

Pengayaan

Bacalah artikel mengenai lokasi absolut dan relatif setiap wilayah dapat memiliki pengaruh yang berbeda dengan wilayah lain. Tuliskan hasil analisis tersebut dalam beberapa paragraf.

LAMPIRAN

A.  LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

 

Nama :

Kelas :

Petunjuk!

 

B.  BAHAN BACAAN GURU & PESERTA DIDIK

Bahan BacaanPeserta Didik

B. Mengenal Lokasi Tempat Tinggal

1. Lokasi

Untuk memahami lokasi, kalian perhatikan gambar peta Indonesia berikutini! Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah!

 

Isilah titik-titik berikut berdasarkan data pada gambar!

Batas utara …. ºLU

Batas selatan 11 ºLS

Batas barat …. ºBT

Batas timur ….. ºBT

Lokasi merupakan letak objek di permukaan bumi. Lokasi dibedakanmenjadi lokasi absolut dan lokasi relatif. Lokasi absolut merupakan letakyang bersifat tetap terhadap sistem koordinat. Contoh dari lokasi absolutyaitu Indonesia terletak pada 6ºLU–11ºLS dan 95ºBT–141ºBT. Letak ini tidakakan berubah selama sistem koordinat yang digunakan sebagai dasarperhitungan masih menggunakan garis ekuator dan meridian Greenwich.

Lokasi relatif merupakan letak tempat yang dapat berubah karenakeadaan di sekitarnya. Sebagai contoh, awalnya Kabupaten Tanatidungtermasuk dalam Provinsi Kalimantan Timur, tetapi saat ini merupakanKabupaten di Provinsi Kalimantan Utara. Selain itu, lokasi relatif memilikipengaruh pada nilai suatu objek. Lokasi di dekat jalan raya memiliki hargatanah yang lebih mahal tetapi kurang sesuai untuk tempat tinggal karenasuara bising dan bahaya polusi udara dari kendaraan bermotor. Olehkarena itu, dapat dikatakan bahwa lokasi yang berkaitan dengan keadaansekitarnya memiliki kelebihan dan kekurangan.

 

Bahan Bacaan Guru

Guru menyampaikan kepada peserta didik terkait sub-babpada materi Keluarga Awal Kehidupan. Materi diawali pemahamankepada peserta didik terkait keberadaan diri dan keluarga di tengahlingkungan sosial terdekatnya. Peserta didik kemudian mengeksplorasikondisi sosial lingkungan sekitar sehingga mampu mengurutkanperistiwa sejarah dalam kerangka kronologis dan menghubungkandengan kondisi saat ini. Setelah sosialisasi di lingkungan keluargamaka cakupan diperluas menjadi sosialisasi dalam masyarakat.Kondisi lingkungan sosial dan isik setiap wilayah yang berbeda dapatmemengaruhi upaya pemenuhan kebutuhan hidup. Hal ini karenaadanya perbedaan kondisi geograis daerah, karakteristik masyarakatdan cara mereka beraktivitas. Perbedaan karakteristik wilayah dapatmembuat masyarakat saling berupaya memenuhi kebutuhan hidupnyadengan melakukan interaksi antarwilayah.

C.   GLOSARIUM

Lokasi: Letak suatu objek di permukaan bumi.

lokasi absolut   : Letak yang tetap terhadap sistem grid atau koordinat.

lokasi relatif     : Letak suatu tempat yang dapat berubah-ubah sesuai dengan keadaan sekitarnya.

Peta                   : Gambaran permukaan bumi yang diperkecil dalam bidang datar dengan skala tertentu.

D.   DAFTAR PUSTAKA

Daftar Pustaka

Adhuri, D. S., Wiratri, A., & Bismoko, A. B. 2016. “Interseksi BudayaDan Peradaban Negara-negara Di Samudra Hindia: PerspektifIndonesia”. Masyarakat Indonesia, 41(2), 115-126, https://doi.org/10.14203/jmi.v41i2.310.

Alisjahbana Armida Salsiah, Murniningtyas Endah. 2018. TujuanPembangunan Berkelanjutan di Indonesia. Bandung: UNPAD Press.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). 2019. Bencana Alam diProvinsi Yogyakarta. http://bnpb.cloud/dibi/xdibi_list/.

Badan Perencana Pembangunan Nasional. 2016. Laporan Prakarsa StrategisBidang Kemaritiman. Jakarta: Bappenas.

Badan Pusat Statistik. 2019. Statistik Pertambangan Minyak dan Gas Bumi.Jakarta: BPS.

Banowati Eva, Sriyanto. 2013. Geografi Pertanian. Yogyakarta: Ombak.

______________ . 2012. Geografi Indonesia. Yogyakarta: Ombak.

Daldjoeni. 2014. Pokok-Pokok Klimatologi. Yogyakarta: Ombak.

Danandjaja, James. 1994. Folklor Indonesia. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.

Department of Economic and Social Affairs. 2019. Growing at a slowerpace, world population is expected to reach 9.7 billion in 2050 and couldpeak at nearly 11 billion around 2100. Artikel. https://www.un.org/development/desa/en/news/population/world- populationprospects-2019.html pada 21-08-2020

Erman, Erwiza. 2011. “Penggunaan Sejarah Lisan dalam HistoriografiIndonesia”. Jurnal Masyarakat & Budaya, 13 (1), 1-22, https://doi.org/10.14203/jmb.v13i1.94.

Franz Adler. 2014. “The Value Concept in Sociology”. American Journal ofSociology. Volume 62, Number 3.

Giddens, A., Duneier, M., Appelbaum, R. P., & Carr, D. 2018. Introduction toSociology. New York: W. W. Norton & Company, Inc.

Goujon A. 2018. Human Population Growth. In: Reference Module in EarthSystems and Environmental Sciences. h. 1907-1912 Elsevier. ISBN 978-0-12-409548-9 DOI:10.1016/B978-0-12-409548-9.10755-9.

Graha, Andi Nu. 2012. Pengembangan Masyarakat Pembangunan melaluipendampingan sosial dalam konse pemberdayaan di bidang ekonomi.

Jurnal Ekonomi Modernisasi, 5(2), 117-126. https://doi.org/10.21067/jem.v5i2.243

Griffiths, H., dkk. 2017. Introduction to Sociology 2. Texas: OpenStax.

Grusec, J. E., & Hastings, P. D. 2015. Handbook of Socialization: theory andresearch. NY: The Guilford Press. h. 1, 13, 20.

Habibi, Maksum dan Gunadi. 2014. Pengantar Ekonomi dan Bisnis BidangKeahlian Bisnis dan Manajemen. Jakarta: Yudhistira.

Hadi, A. P. 2010. Konsep pemberdayaan, partisipasi dan kelembagaan dalampembangunan. Yayasan Agribisnis/Pusat Pengembangan MasyarakatAgrikarya (PPMA).

Harahap, Erni Febian. 2012. “Pemberdayaan Masyarakat dalam BidangEkonomi untuk Mewujudkan Ekonomi Nasional yang tanggung danMandiri”. Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan, 3(2), 78-96.

Herlina, N. 2020. Metode Sejarah. Bandung: Satya Historika.

Hutomo, Mardi Yatno. 2000. Pemberdayaan Masyarakat dalam BidangEkonomi: Tinjauan Teoritik dan Implementasi. Naskah No 20, Juni-Juli2000.

Kartodirjo, Sartono. 2014. Pengantar Sejarah Indonesia Baru: 1500-1900.Yogyakarta: Ombak.

Kementerian Kelautan dan Perikanan. 2019. Laporan Tahunan 2018. Jakarta:KKP.

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman. 2019. Laporan Kinerja2018. Jakarta: Kemenko Bidang Maritim.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. 2018. Status Hutan danKehutanan Indonesia 2018. Jakarta: KLHK

Koentjaraningrat. 1985. Kebudayaan Mentalitas dan Pembangunan. Jakarta:Gramedia.

Korlantas Polri. 2013. Polantas dalam Angka 2013. www.korlantas.polri.go.id.

Kotarumalos, Nur Aisyah. 2010. “Mengkonstruksi Identitas Diaspora Malukudi Negeri Belanda”. Masyarakat Indonesia. 36 (1), 123-144, https://media.neliti.com/media/publications/150453-ID-mengkonstruksiidentitas-diapora-maluku.pdf.

Kotler, Philip dan Gary Amstrong. 2008. Prinsip-prinsip Pemasaran Jilid I.Jakarta: Erlangga.

Krautkraemer, J. A. (2005). Economics of natural resource scarcity: The stateof the debate (No. 1318-2016-103362).

Kuntowijoyo, D. R. (2005). Pengantar Ilmu Sejarah. Sleman: BentangPustaka.

Lembar Fakta Forest Watch Indonesia 2019. 2019. diakses dari http://fwi.or.id/wp-content/uploads/2019/10/FS_Deforestasi_FWI_small.pdf

Muta’ali, Lutfi. 2013. Pengembangan Wilayah Perdesaan (PerspektifKeruangan). Yogyakarta: Badan Penerbit Fakultas Geografi (BPFG).

Noor, Djauhari. 2014. Pengantar Geologi. Sleman: deepublish.

Noor, Munawar. 2011. “Pemberdayaan Masyarakat”. Junal CIVIS, 1(2), 87-99.

Prihandito Aryono. 1989. Kartografi. Yogyakarta: PT Mitra Gama Widya.Rambe, Tappil., et al. 2019. Sejarah Politik dan Kekuasaan. Medan: KitaMenulis.

Resosoedarmo Soedjiran, Kartawinata Kuswata, Soegiarto Aprilani. 1987.Pengantar Ekologi. Bandung: Remadja Karya.

Ricklefs, M.C., et al. 2013. Sejarah Asia Tenggara dari Masa Prasejarahsampai Kontemporer. Depok: Komunitas Bambu.

Robert S. Pindyck dan Daniel L Rubinfeld. 2013. Mikroekonomi. Jakarta:Erlangga

Romansara, Enos. H. 2015. “Memahami Kebudayaan Lokal Papua: Suatu

Pendekatan Pembangunan yang Manusiawi di Tanah Papua”. JurnalEkologi Birokrasi. 1 (1), 47-57 https://doi.org/10.31957/jeb.v1i1.491.

Saihu, Ade. 2020. Merawat Pluiralisme Merawat Indonesia. Yogyakarta:Deepublish.

Siska, Y. 2015. Manusia dan Sejarah: Sebuah Tinjauan Filosofis. Sleman:Garudhawaca.

Sobarna, A. 2003. “Konsep pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat miskinperkotaan”. Mimbar: Jurnal Sosial dan Pembangunan, 19 (3), 316-329.

Sodik, Abror., dan Musthofa, Muhamad Wakhid. 2018. “Analisis StrategiPenyebaran Agama-Agama di Indonesia dari Pra Hingga Era Moderndengan Pendekatan Teori Permainan Matematika”. HISBAH: JurnalBimbingan Konseling dan Dakwah Islam, 15 (1), 99-113, https://doi.org/10.14421/hisbah.2018.151-08.

Soekmono. 1992. Sejarah Kebudayaan Indonesia 3. Yogyakarta: Kanisius.

Sofiana, Anas. 2017. “Ratu Kalinyamat Penguasa Wanita Jepara Tahun 1549-1579.” Avatara 5.3. https://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/index.php/avatara/article/view/21467.

Stolley, K. S. 2005. The basics of sociology. CT: Greenwood Press.

Suharyono, Amien M. 2013. Pengantar Filsafat Geografi. Yogyakarta: Ombak

Suryanegara, Ahmad Mansur. 2015. Api Sejarah Jilid 1. Bandung Suryadinasti.

Susanti, S. 2016. “Nasionalisme dan Gerakan Mulih Njowo, 1947dan 1954”. Jurnal Sejarah Citra Lekha, 1(2), 107-120, https://doi.org/10.14710/jscl.v1i2.12767.

Syefriyeni. 2018. “Karakteristik Pengetahuan Orang Melayu”. Intizar. 24 (2), 265-271,<doi.org/10.19109/intizar.v24i2.2730>.

T., Vyain, S., Bry, J., & Jones, F. 2017. Introduction to Sociology 2. Texas:OpenStax.

Tim Nasional Penulisan Sejarah Indonesia. 2010. Sejarah Nasional Indonesia.Jakarta: Balai Pustaka.

Tim. 2012. Indonesia dalam Arus Sejarah. Jakarta: Ichtiar Baru van Hoeve.

Tyasyono Bayong. 2004. Klimatologi Edisi Kedua. Bandung: ITB.

Usrah, Cut Rizka AI. 2015. “Laksamana Keumalahayati Simbol PerempuanAceh (Peranan dan Perjuangannya dalam Lintasan Sejarah KerajaanAceh Darussalam 1589-1604)”. Skripsi. Medan: Universitas NegeriMedan.

Wolters, O.W. 2011. Kemaharajaan Maritim Sriwijaya & Perniagaan Dunia.Depok: Komunitas Bambu.

Worosetyaningsih, Tri. 2019. Kehidupan Masyarakat pada Masa Praaksara,Masa Hindu Budha, dan Masa Islam. Ponorogo: Myria Publisher.

 

Sumber Gambar

https://cdn.bmkg.go.id/Web/2020.10_CH_GSMAP.png

https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/6/64/Bali_ngaben_pelebon_cremation_ceremony_Indonesia.jpg

https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Dewaruci.jpg

https://web.archive.org/web/20161016172930/http://www.panoramio.com/photo/42125739

https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Gedung_Batu_Temple_Semarang.jpg

https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Lawang_sewu.jpg

https://www.esdm.go.id/id/media-center/arsip-berita/progresssmelter-pt-fi-capai-386-akhir-tahun-2022-selesai

https://www.esdm.go.id/assets/imagecache/bodyView/arsip-beritadivestasi-51-saham-pt-fi-simbol-kedaulatan-negara-tympxrm.jpg

https://geoportal.esdm.go.id/indonesia-overview/

https://cdn.idntimes.com/content-images/post/20190412/infografisutang-luar-negeri-4-tahun-trakhir-1-a18ef6c7f68ceec3ba4b98b6f1952ea5.png

 


 

MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA

IPS FASE D KELAS VII

 


INFORMASI UMUM

A. IDENTITAS MODUL

Penyusun

Instansi

Tahun Penyusunan

Jenjang Sekolah

Mata Pelajaran

Fase / Kelas

Tema 01

Materi

Elemen

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Capaian Pembelajaran 1

 

Alokasi Waktu

:

:

:

:

:

:

:

:

:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

:

 

:

MISNAWATI, S.Pd

SMPN 01 Merangin

Tahun 2024

SMP

Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)

D / VII

Keluarga Awal Kehidupan

Kondisi Wilayah Indonesia

a) Elemen pemahaman dan ruang lingkup pembelajaran

  • Keruangan dan konektivitas antar ruang dan waktu: materi ini berkaitan dengan pemahaman terhadap kondisi sosial dan lingkungan alam serta kesejarahan dalam konteks lokal dan nasional. Materi ini juga terkait dengan pembelajaran tentang kondisi geografis Indonesia dan pengaruhnya terhadap aktivitas sosial, ekonomi.
  • Perkembangan masyarakat Indonesia dari masa pra aksara, kerajaan-kerajaan di NusantaraInteraksi, Sosialisasi, institusi sosial, dan dinamika sosial; materi ini berkaitan dengan pembentukan identitas diri, merefleksikan keberadaan diri di tengah keberagaman dan kelompok yang berbeda-beda
  • Kegiatan manusia dalam memenuhi kebutuhannya: materi ini berkaitan tentang peran diri, masyarakat serta negara dalam memenuhi kebutuhan bersama. Peserta didik menganalisis sejarah manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

b) Elemen keterampilan proses

  • Siswa melakukan berbagai kegiatan yang  mendukung tercapainya keterampilan proses  yang dibutuhkan untuk mempelajari dan menyelesaikan pembelajaran IPS kelas 7 antara lain: mengamati, menginvestigasi/ menyelidiki, menganalisis, merencanakan, menggambar, berdiskusi, menceritakan, membuat laporan tertulis sederhana, dan mempresentasikan.

Memahami keberadaan diri dan keluarga di tengah lingkungan sosial

4 JP (Pertemuan Ke-4 dan Ke-5)

B.  KOMPETENSI AWAL

  • Menerangkan letak dan luas wilayah Indonesia
  • Mengidentiikasi cuaca dan iklim di Indonesia
  • Menganalisis kondisi geologis wilayah Indonesia

C.  PROFILPELAJAR PANCASILA

  • Mandiri dan bernalar kritis, bergotong royong

D.  SARANADAN PRASARANA

Media, Sumber Belajar, dan Alat

1.  Sumber Utama

a. Video lagu Indonesia Pusaka Ciptaan Ismail Marzuki.

b. Kemendikbud. 2021. Ilmu Pengetahuan Sosial, Buku Siswa KelasVII, Jakarta; Pusat Kurikulum dan Perbukuan.

c. Laptop, LCD, PC,

2.  Sumber Alternatif

Guru juga dapat menggunakan alternatif sumber belajar yang terdapatdi lingkungan sekitar dan disesuaikan dengan tema yang sedangdibahas.

3. Pengembangan Sumber Belajar

Guru dapat mengembangkan dan memberikan materi berupakumpulan video kekayaan alam Indonesia..

 

E.  TARGET PESERTA DIDIK

§  Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami materi ajar.

§  Peserta didik dengan pencapaian tinggi: mencerna dan memahami dengan cepat, mampu mencapai keterampilan berfikir aras tinggi (HOTS), dan memiliki keterampilan memimpin.

F.  MODEL PEMBELAJARAN

§  Modelatau kerangka pembelajaran yang memberikan gambaran sistematis pelaksanaan pembelajaran. Model pembelajaran dapat berupa model pembelajaran tatap muka, pembelajaran jarak jauh dalam jaringan (PJJ Daring), pembelajaran jarak jauh luar jaringan (PJJ Luring), danProblem Base Learning.

KOMPNEN INTI

A.  TUJUAN KEGIATAN PEMBELAJARAN

Alur Tujuan Pembelajaran :

a.  Peserta didik diharapkan mampu menerangkan letak dan luas wilayah Indonesia

b.  Peserta didik diharapkan mampu mengidentiikasi cuaca dan iklim di Indonesia

c.  Peserta didik diharapkan mampu menganalisis kondisi geologis wilayah Indonesia.

B. PEMAHAMAN BERMAKNA

  • Mengidentiikasikondisi wilayah Indonesia yangmencakup letak, luas, cuaca, iklim, dan kondisi geologis.

 

C. PERTANYAAN PEMANTIK

  • Bagaimanapeluang dan tatanngan kondisi wilayah nI donesia?

D.  KEGIATAN PEMBELAJARAN

Kegiatan Pendahuluan

1. Guru dan peserta didik menyampaikan salam dan berdoa.

2. Guru melakukan presensi kehadiran peserta didik.

3. Apersepsi: guru menyanyikan atau memutarkan video lagu berjudul“Indonesia Pusaka” Ciptaan Ismail Marzuki terutama yang menekankanpada lirik “ Indonesia sejak dulu kala, selalu di puja-puja bangsa, di sanatempat lahir beta”. Peserta didik juga dapat bernyanyi bersama guru.Setelah itu, guru melakukan tanya jawab terkait lirik lagu Indonesia Pusaka. Sebagai contoh, mengapa sejak dulu Indonesia dipuja-pujabangsa (terkait lirik Indonesia sejak dulu kala, selalu di puja-pujabangsa)

Peserta didik difasilitasi guru mengaitkan lirik lagu yang dinyanyikan

dengan kegiatan belajar. Guru melanjutkan dengan memberikan

motivasi agar peserta didik mengetahui kondisi wilayah Indonesia dan

menanamkan nilai-nilai untuk mencintai bangsa Indonesia

4. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran pertemuan 4-5 tentangkondisi wilayah Indonesia:

a. Menerangkan letak dan luas wilayah Indonesia

b. Mengidentiikasi cuaca dan iklim di Indonesia

c. Menganalisis kondisi geologis wilayah Indonesia

 

KegiatanInti

Guru menjelaskan tentang petunjuk kerja dan tugas dari lembar aktivitaskelompok untuk mengidentiikasi kondisi wilayah Indonesia yangmencakup letak, luas, cuaca, iklim, dan kondisi geologis. Kegiatan inidimaksudakan untuk memberikan pemahaman kepada peserta didikbahwa kondisi wilayah Indonesia memiliki peluang dan tantangan yangberdampak pada kehidupan.

Peserta Didik Mengidentiikasi Masalah

Setelah peserta didik mengidentiikasi kondisi wilayah Indonesia yangmencakup letak, luas, cuaca, iklim, dan kondisi geologis, kemudianguru mendorong peserta didik mengajukan berbagai pertanyaan yangmengarah pada HOTS. Beberapa pertanyaan yang diajukan misalnyabagaimana peluang dan tatanngan kondisi wilayah nI donesia?

Peserta Didik Mengelola Informasi

hPeserta didik mengolah informasi secara berkelompok di bawahbimbingan guru. Kegiatan ini dapat dilakukan secara individu denganmenerapkan model pembelajaran Problem Base Learning. Berikut tahapanmodel pembelajaran Problem Base Learning dalam pembelajaran kondisiwilayah Indonesia:

Tahap 1: orientasi peserta didik pada masalah

a. Guru membimbing peserta didik membentuk kelompok yang terdiridari 4-5 peserta didik.

b. Guru menunjukan contoh artikel, gambar dan data kejadian gempabumi di Yogyakarta pada tahun 2006 yang menyebabkan korban jiwa.

c. Guru memotivasi siswa untuk terlibat dalam upaya mengurangi risikobencana gempa bumi.

Tahap 2: mengorganisasi peserta didik untuk belajar

Guru mengarahkan peserta didik agar mampu mendeinisikan danmengorganisasikan tugas belajar kelompok yang diberikan.

Tahap 3: membimbing penyelidikan kelompok

a. Guru membimbing peserta didik dalam mengumpulkan informasiyang relevan untuk pemecahan masalah.

b. Peserta didik mencari infomasi dari berbagai sumber seperti internet,jurnal ilmiah, dan buku.

Tahap 4: mengembangkan dan menyajikan hasil karya

a. Peserta didik mengolah dan memilah informasi yang diperoleh untukkemudian ditulis dalam laporan diskusi kelompok.

b. Setiap kelompok mengirimkan perwakilan untuk mempresentasikanhasil diskusi pemecahan masalah.

Tahap 5: menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah

a. Guru membantu peserta didik melakukan analisis dan evaluasimengenai materi peluang dan tantangan kondisi wilayah Indonesia

b. Guru dan siswa menyimpulkan laporan hasil diskusi.

Peserta Didik Merencanakan dan Mengembangkan Ide

1. Hasil pengolahan informasi disajikan dalam bentuk laporan/poster/karya lainnya.

2. Peserta didik secara mandiri menulis laporan sederhana upayamengatasi kelangkaan yang pernah terjadi di Indonesia.

Peserta Didik Melakukan Releksi dan Aksi

1. Guru memfasilitasi peserta didik menemukan simpulanpembelajaran.

2. Guru memberikan kesempatan ke peserta didik untuk mengajukanpendapat atau pertanyaan

3. Penguatan dan pengayaan dilakukan untuk mengembangkankompetensi peserta didik.

 

Penutup

1. Penilaian pembelajaran dilakukan secara lisan atau tertulis

2. Peserta didik melakukan releksi pembelajaran berkaitan dengansikap, pengetahuan, dan keterampilan.

Sikap

a. Apakah aku sudah melakukan pembelajaran secara bertanggungjawab?

b. Apakah aku sudah mengumpulkan tugas secara tepat waktu?

c. Apakah aku sudah mencantumkan sumber referensi dalam hasilkaryaku?

d. Apakah aku sudah mampu berkolaborasi dengan baik bersamateman-temanku?

Inspirasi dari pembelajaran yaitu untuk memahami kondisi wilayahIndonesia dan mencintai bangsa Indonesia.

Pengetahuan

a. Bagaimana letak dan luas wilayah Indonesia?

b. Bagaimana kondisi cuaca dan iklim Indonesia?

c. Bagaimana kondisi geologis Indonesia

 

Keterampilan

Apakah aku sudah berhasil mengidentiikasi peluang dan tantangandari kondisi wilayah Indonesia?

3. Releksi juga dapat dapat dilakukan misalnya dengan kuis, pesertadidik menuliskan kompetensi yang diperoleh baik sikap, pengetahuan.Selain itu, dapat pula dengan menuliskan inspirasi yang diperoleh danakan dilakukan masa yang akan datang

4. Tindak lanjut dilakukan dengan mendorong peserta didik mempelajarilebih lanjut dan informasi pembelajaran berikutnya tentangpemahaman lokasi melakui peta.

5. Doa dan penutup.

F.  REFLEKSI

Indonesia adalah negara terluas di Asia Tenggara dengan luas daratansebesar 1.910.932,37 km2 dan luas lautan mencapai 5,8 juta km2 (KemenkoMaritim, 2019). Letak geografis adalah posisi suatu wilayah berdasarkankenyataan di permukaan bumi. Secara geografis, Indonesia beradadi antara dua benua dan dua samudra yaitu Benua Asia dan Australiaserta Samudra Hindia dan Pasifik. Letak geografis tersebut memberikankeuntungan bagi Indonesia seperti:

·      Indonesia menjadi jalur perdagangan internasional

·      Memiliki kebudayaan yang beragam, salah satunya bahasa,

karena adanya akulturasi budaya asing dan lokal.

·      Transportasi laut semakin berkembang dan mendapat perhatian karena sebagai jalur perdagangan internasional.

Coba kalianrenungkan pertanyaan berikut ini:

a. Bagaimana letak dan luas wilayah Indonesia?

b. Bagaimana kondisi cuaca dan iklim Indonesia?

c. Bagaimana kondisi geologis Indonesia?

F.  ASESMEN/ PENILAIAN

Penilaian Proses dan Hasil Pembelajaran

a. Konsep Penilaian dan Pembelajaran IPS

Penilaian merupakan kegiatan yang bertujuan untuk memperoleh,menganalisis, menafsirkan proses dan hasil belajar peserta didik secarasistematis. Penilaian tersebut dapat digunakan untuk mengetahui tingkatkeberhasilan pencapaian kompetensi, proses pembelajaran, tingkatkesulitan belajar peserta didik, dan penentuan tindak lanjut pembelajaran.Penilaian pembelajaran IPS memakai pendekatan penilaian autentik(authentic assesment) untuk menilai kesiapan peserta didik, proses, danhasil belajar secara utuh. Hasil penilaian tersebut dapat dimanfaatkanguru dalam merencanakan program perbaikan (remedial), pengayaan(enrichment), layanan konseling, dan sebagai landasan untuk memperbaikiproses pembelajaran selanjutnya.

b. Teknik dan Instrumen Penilaian

Penilaian kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan dilakukanmenggunakan teknik dan instrumen penilaian. Berikut merupakanpenjabaran teknik dan instrumen penilaian dari masing-masing kompetensi.

1.  Penilaian kompetensi sikap

Teknik penilaian kompetensi sikap dapat berupa observasi, penilaiandiri, dan penilaian antar teman. Kegiatan ini bisa dilakukan oleh gurumatabpelajaran, wali kelas, dan guru bimbingan konseling (BK) yang ditulisdalam buku jurnal. Jurnal berisi catatan kejadian tertentu dan informasilain yang relevan.

a. Observasi

Instrumen dalam observasi yaitu lembar observasi atau jurnal. Lembarobservasi berisi catatan perilaku peserta didik berdasarkan pengamatanoleh guru mata pelajaran, wali kelas, dan guru bimbingan konseling selamasatu semester. Setiap catatan berisi deskripsi perilaku peserta didik yangdilengkapi dengan waktu dan tempat pengamatan tersebut.

Jika terjadi perubahan sikap peserta didik dari yang kurang baikmenjadi baik maka dalam jurnal harus ditulis bahwa sikap peserta didiktersebut telah baik atau bahkan sangat baik. Hal yang dicatat dalamjurnal bisa berupa sikap kurang baik, baik, maupun sangat baik, sertaperkembangan perubahan sikap peserta didik. Berikut merupakan contohlembar observasi penilaian sikap peserta didik selama satu semester:

Contoh Tabel Jurnal Pengembangan Sikap

No

Tanggal

Nama Siswa

Catatan Perilaku

Butir Sikap

   1

 

 

 

 

2

 

 

 

 

3

 

 

 

 

4

 

 

 

 

dst

 

 

 

 

 

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan penilaiansikap menggunakan teknik observasi :

·      Jurnal penilaian sikap ditulis oleh guru mata pelajaran, wali kelas, dan guru BK selama satu semester.

·      Penilaian oleh wali kelas dapat menggunakan 1 (satu) jurnal untuk satu kelas yang menjadi tanggung-jawabnya. Penilaian oleh guru mata pelajaran dapat menggunakan 1 (satu) jurnal untuk setiap kelas yang diajarnya, dan penilaian oleh guru BK dapat menggunakan 1 (satu) jurnal untuk setiap kelas di bawah bimbingannya.

·      Penilaian perkembangan sikap sipritual dan sikap sosial peserta didik bisa dicatat dalam satu jurnal yang sama atau dalam 2 (dua) jurnal berbeda.

·      Peserta didik yang dicatat dalam jurnal adalah peserta didik yang menunjukkan perilaku yang sangat baik maupun kurang baik secara alami.

·      Pencatatan jurnal dilakukan dengan segera seperti ketika wali kelas, guru mata pelajaran, maupun guru BK menyaksikan atau memperoleh informasi terpercaya mengenai perilaku peserta didik.

·      Jika peserta didik pernah menunjukkan sikap kurang baik tetapi selama satu semester tersebut menunjukan perkembangan ke arah sikap baik, maka sikap baik tersebut juga dicatat dalam jurnal.

·      Guru mata pelajaran dan guru BK merangkum catatan jurnal perkembangan sikap spiritual dan sikap sosial setiap peserta didik dan menyerahkannya kepada wali kelas untuk diolah lebih lanjut

Berikut merupakan contoh jurnal penilaian (perkembangan) sikapspiritual dan sikap sosial oleh wali kelas.

Contoh Jurnal Penilaian Sikap Spiritual

Nama Sekolah: SMP N 01 Merangin

Kelas/Semester   : VII/I

Tahun Pelajaran: 2022/2023

No

Waktu

Nama Siswa

Catatan Perilaku

Butir Sikap

   1

19/07/22

Haidar

Tidak mengikuti sholatDzuhur berjamaah disekolah.

Ketaqwaan

2

19/07/22

Halwa

Mengganggu temanketika berdoa sebelumkegiatan pembelajaran.

Ketaqwaan

3

19/07/22

Sugi

Mengajak temanberdoa sebelumolahraga badminton disekolah.

Ketaqwaan

4

19/07/22

Said

Berpartisipasi sebagaipanitia perayaankeagamaan di sekolah.

Toleransi

beragama

 

Contoh Jurnal Penilaian Sikap Sosial

Nama Sekolah: SMP .............................

Kelas/Semester   : VII/I

Tahun Pelajaran: 2022/2023

No

Waktu

Nama Siswa

Catatan Perilaku

Butir Sikap

   1

12/07/22

Haidar

Membantu seorangteman yang kesulitanmenyebrang jalan didepan sekolah.

Kepedulian

2

26/08/22

Halwa

Menyerahkandompet yangditemukan di kantinsekolah kepada walikelas.

Kejujuran

3

26/09/22

Sugi

Tidak menggunakanatribut upacara disekolah denganlegkap.

Kedisiplinan

4

25/10/22

Said

Berinisiatifmenyiram tanamanyang mulai kering.

Kepedulian

Contoh format di atas dapat digunakan guru mata pelajaran danguru BK dalam penilain sikap spiritual dan sosial. Catatan tersebut jugadapat dibuat dalam satu tabel yang sama dengan menambahkan kolomketerangan pada bagian paling kanan untuk menuliskan keterangan jenissikap yang ditulis. Berikut merupakan contoh tabel jurnal penilaian sikap(spiritual dan sosial) yang dijadikan dalam satu tabel:

Contoh Jurnal Penilaian Sikap

Nama Sekolah: SMPN 01 Merangin

Kelas/Semester   : VII/I

Tahun Pelajaran: 2024/2025

No

Waktu

Nama Siswa

Catatan Perilaku

Butir Sikap

Ket.

   1

19/07/22

Haidar

Membantuseorang temanyang kesulitanmenyebrangjalan di depansekolah

Ketaqwaan

Sosial

2

19/07/22

Halwa

Mengajak temanberdoa sebelumolahragabadminton disekolah.

Kepeduliaan

Spiritual

3

19/07/22

Sugi

Menggangguteman ketikaberdoa sebelumkegiatanpembelajaran.

Toleransi

beragama

Spiritual

4

18/11/22

Said

Berinisiatifmenyiramtanaman yangmulai kering.

Ketaqwaan

Sosial

 

b. Penilaian Diri (Self Assesment)

Penilaian diri merupakan teknik penilaian terhadap diri sendiri olehpeserta didik dengan mengidentiikasi kelebihan dan kekurangan sikappeserta didik dalam berperilaku. Teknik penilaian ini dapat digunakanuntuk menumbuhkan nilai-nilai kejujuran dan meningkatkan kemampuanreleksi diri peserta didik. Satu tabel penilaian diri dapat digunakan untukpenilaian sikap spiritual dan sikap sosial. Berikut merupakan contohlembar penilaian diri menggunakan Likert Scale.

Contoh Lembar Penilaian Diri Siswa (Likert Scale)

Nama teman yang dinilai:..................

Nama penilai:..................

Kelas:....................

Semester:....................

Berilah tanda centang  pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengankeadaan sebenarnya

No

Pernyataan

Skala

1

2

3

4

   1

Saya berdoa sebelum melakukan kegiatan

 

 

 

 

2

Saya melaksanakan ibadah sholat tepat waktu

 

 

 

 

3

Saya berani mengakui kesalahan jika memang

Bersalah

 

 

 

 

4

Saya mengumpulkan tugas sesuai jadwal yang

Diberikan

 

 

 

 

5

Saya mengembalikan barang yang saya pinjam

dalam kondisi baik

 

 

 

 

6

Saya meminta maaf jika melakukan kesalahan

 

 

 

 

7

Saya datang ke sekolah tepat waktu

 

 

 

 

Keterangan:

1 = sangat jarang

2 = jarang

3 = sering

4 = selalu

 

c. Penilaian Antar Teman

Penilaian antar teman adalah teknik penilaian yang dilakukan pesertadidik terhadap peserta didik yang lain mengenai sikap/perilaku pesertadidik. Penilaian antarteman dapat digunakan untuk menumbuhkan nilaikejujuran, tenggang rasa, dan saling menghargai. Satu lembar penilaiandiri dapat digunakan untuk penilaian sikap spiritual dan sikap sosial.

Berikut merupakan contoh lembar penilaian antarteman menggunakanLikert Scale.

Contoh Lembar Penilaian Diri Siswa (Likert Scale)

Nama: ..................

Kelas:....................

Semester:....................

Berilah tanda centang pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengankeadaan sebenarnya

No

Pernyataan

Skala

1

2

3

4

   1

Teman saya berkata jujur kepada orang lain

 

 

 

 

2

Teman saya mengerjakan ulangan dengan jujur

 

 

 

 

3

Teman saya mentaati tata-tertib sekolah

 

 

 

 

4

.....................................

 

 

 

 

Keterangan:

1 = sangat jarang

2 = jarang

3 = sering

4 = selalu

Pada dasarnya teknik penilaian diri ini tidak hanya untuk aspek sikap,tetapi juga dapat digunakan untuk menilai kompetensi dalam aspekkete rampilan dan pengetahuan.

 

2. Penilaian Kompetensi Pengetahuan

a) Pengertian Penilaian Pengetahuan

Penilaian pengetahuan merupakan penilaian yang dilakukan untukmengetahui kemampuan peserta didik berkaitan dengan penguasaanpengetahuan faktual, konseptual, maupun prosedural serta kecakapanberpikir tingkat rendah hingga tinggi. Guru dapat memilih teknikpenilaian yang disesuaikan dengan karakteristik kompetensi yang akandinilai. Penilaian diawali dengan perencanaan pada saat menyusunrencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Hasil penilaian pengetahuanyang dilakukan selama dan setelah proses pembelajaran dinyatakan dalambentuk angka dengan rentang 0-100.

b) Teknik Penilaian Pengetahuan

Teknik penilaian pengetahuan yang akan digunakan dapat disesuaikandengan karakteristik masing-masing Kmpetensi Dasar (KD). Teknikpenilaian pengetahuan yang sering digunakan yaitu tes tertulis, tes lisan,dan penugasan. Berikut merupakan penjabaran dari berbagai teknikpenilaian pengetahuan.

Contoh Teknik Penilaian Pengetahuan

Teknik

Bentuk Instrumen

Tujuan

Tes tertulis

Pilihan ganda, benar-salah,menjodohkan, isian ataumelengkapi, dan uraian.

Mengetahui kemampuanpenguasaan pengetahuanpeserta didik dalam prosespembelajaran.

Tes lisan

Tanya jawab

Mengetahui pemahamanpeserta didik sebagaidasar perbaikan prosespembelajaran

Penugasan

Tugas individu dan kelompok

Memfasilitasi penguasaanpengetahuan pesertadidik selama prosespembelajaran.

 

1. Tes Tertulis

Tes tertulis merupakan soal dan jawaban disajikan secara tertulis, misalnyapilihan ganda, benar-salah, dan uraian. Langkah-langkah pengembangan testertulis:

 

Kisi-kisi Tes Tertulis

Nama Sekolah    : SMP .............................

Kelas/Semester   : VII/I

Tahun Pelajaran: 2023/2024

Mata Pelajaran: IPS

No

Kompetensi

Dasar

Materi

Indikator

Soal

Bentuk

Soal

Jumlah

Soal

1

·        Menerangkan letak dan luas wilayah Indonesia

·        Mengidentiikasi cuaca dan iklim di Indonesia

·        Menganalisis kondisi geologis wilayah Indonesia

Kondisi Wilayah Indonesia

·        Peserta didik diharapkan mampu menerangkan letak dan luas wilayah Indonesia

·        Peserta didik diharapkan mampu mengidentiikasi cuaca dan iklim di Indonesia

·        Peserta didik diharapkan mampu menganalisis kondisi geologis wilayah Indonesia.

Tes Tertulis

2

 

Butir soal:

1. Bagaimana kondisi geografis di wilayah Indonesia?

2. Bagaimana kondisi cuaca dan iklim Indonesia?

 

Pemberian skor Tes Tertulis

No.

Soal

Kunci Jawaban

Skor

1

Letak geografis Indonesia terletak diantara dua samudera dan dua benua. Dua samudera yaitu Samudera Pasifik dan Samudera Hindia. Dua benua yaitu Benua Asia dan Benua Australia.

2

2

Seperti apa cuaca di IndonesiaIndonesia berada di wilayah iklim tropis, yang terdiri dari 81% perairan hangat sehingga membuat suhu di pesisir pantai stabil di angka 28 °C, sedangkan daerah pedalaman dan pegunungan bersuhu 26 °C, dan untuk wilayah pegunungan yang lebih tinggi umumnya mencapai suhu 23 °C.

2

Total Skor Maksimum

4

 

 

2. Tes Lisan

Tes lisan merupakan pertanyaan yang diberikan guru secara lisan kepadapeserta didik yang jawaban atas pertanyaan tersebut juga disampaikan secaralisan. Tes ini bertujuan untuk mengetahui penguasaan pengetahuan pesertadidik dan menumbuhkan kemampuan berkomunikasi. Pemberian tes lisandapat dilakukan pada saat pembelajaran berlangsung. pertanyaanpada tes lisan:

·      Apa pengaruh yang terjadi di Indonesia jika ditinjau dari letak astronomis Indonesia?

·      Apakah secara geografis posisi Indonesia menguntungkan secara ekonomi?

·      Bagaimana kondisi geografis di wilayah Indonesia?

·      Mengapa secara geografis letak Indonesia bersifat strategis?

 

3. Penugasan

Penugasan adalah pemberian tugas untuk meningkatkan pengetahuanpeserta didik. Tugas dapat dikerjakan baik secara individu maupunkelompok sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai. Berikutmerupakan contoh kisi-kisi tugas dan contoh pedoman penskorannya.

 

 

Nama Sekolah    : SMPN 01 Merangin

Kelas/Semester   : VII/I

Tahun Pelajaran: 2022/2023

Mata Pelajaran: IPS

Kompetensi

Dasar

Materi

Indikator

Teknik

Penilaian

·        Menerangkan letak dan luas wilayah Indonesia

·        Mengidentiikasi cuaca dan iklim di Indonesia

·        Menganalisis kondisi geologis wilayah Indonesia

Kondisi Wilayah Indonesia

·        Peserta didik diharapkan mampu menerangkan letak dan luas wilayah Indonesia

·        Peserta didik diharapkan mampu mengidentiikasi cuaca dan iklim di Indonesia

·        Peserta didik diharapkan mampu menganalisis kondisi geologis wilayah Indonesia.

Penugasan

 

 

 

Pedoman Pemberian Skor Tugas

No Soal

Aspek yang Dinilai

Skor

1

Menjelaskanlokasi kondisi wilayah Indonesia

0-2

2

Menghitung letak, luas, cuaca, iklim, dan kondisi geologis.

0-3

3

Menjelaskan manfaatletak, luas, cuaca, iklim, dan kondisi geologis

0-3

4

Keruntutanbahasa

0-2

Total Skor Maksimum

10

 

3. Penilaian Keterampilan

a) Pengertian Penilaian Keterampilan

Penilaian keterampilan dilakukan untuk mengetahui kemampuanpeserta didik dalam menerapkan pengetahuan yang telah diperolehuntuk melakukan tugas tertentu sesuai dengan indikator pencapaiankompetensi. Penilaian ini dapat dilakukan dengan berbagai teknik, sepertipenilaian kinerja dan penilaian proyek. Berikut merupakan contoh kisi-kisipenilaian keterampilan, tugas, dan pedoman pemberian skor.

b) Teknik Penilaian Keterampilan

• Penilaian kinerja

Berikut ini Kisi-kisi Penilaian Kinerja, soal/tugas, pedomanpemberian skor:

Kisi-kisi Penilaian Kinerja

Nama Sekolah    : SMP N 01 Merangin

Kelas/Semester   : VII/I

Tahun Pelajaran: 2024/2025

Mata Pelajaran: IPS

No

Kompetensi

Dasar

Materi

Indikator

Teknik

Penilaian

1

·        Menerangkan letak dan luas wilayah Indonesia

·        Mengidentiikasi cuaca dan iklim di Indonesia

·        Menganalisis kondisi geologis wilayah Indonesia

Kondisi Wilayah Indonesia

·        Peserta didik diharapkan mampu menerangkan letak dan luas wilayah Indonesia

·        Peserta didik diharapkan mampu mengidentiikasi cuaca dan iklim di Indonesia

·        Peserta didik diharapkan mampu menganalisis kondisi geologis wilayah Indonesia.

 

 

Rubrik Pemberian Skor Penilaian Kinerja

No

Aspek yang Dinilai

Skala

0

1

2

3

4

   1

Merencanakan pengamatan

 

 

 

 

 

2

Melakukan pengamatan

 

 

 

 

 

3

Membuat laporan

 

 

 

 

 

Jumlah:

 

Penilaian diberikan dengan memperhatikan aspek proses dan produk.Guru dapat menetapkan bobot pemberian skor yang berbeda antara satudan aspek yang lainnya dengan memperhatikan karakteristik kompetensiyang dinilai.

Rubrik Penilaian Kinerja

No

Indikator

Rubrik

1

Menyiapkan bahan

yang diperlukan

2 = Menyiapkan seluruh alat dan bahan yangdiperlukan.

1 = Menyiapakan sebagian alat dan bahan yangdiperlukan.

0 = Tidak menyiapkan alat bahan

2

Pengamatan

4 = Melakukan empat langkah kerjadengan tepat

3 = Melakukan tiga langkah kerja dengantepat.

2 = Melakukan dua langkah kerja dengantepat.

1 = Melakukan satu langkah kerja dengantepat.

0 = Tidak melakukan langkah kerja.

 

Langkah kerja:

1. Menyiapkan kertas gambar ukuran A4.

2. Menggambar letak, luas, cuaca, iklim, dan kondisi geologis.

3.Mencantumkan komponen letak, luas, cuaca, iklim, dan kondisi geologispadagambar yang di buat.

4. Memberikan warna pada kenampakanobjek yang di gambar pada letak, luas, cuaca, iklim, dan kondisi geologis.

3

Membuat laporan

3 = Memenuhi 3 kriteria

2 = Memenuhi 2 kriteria

1 = Memenuhi 1 kriteria

0 = Tidak memenuhi kriteria

 

Kriteria laporan:

1. Memenuhi sistematika laporan (judul, tujuan,alat dan bahan, prosedur, data pengamatan,pembahasan, kesimpulan)

2. Data, pembahasan, dan kesimpulan benar

3. Komunikatif

 

 

• Penilaian proyek

Penilaian proyek merupakan kegiatan yang bertujuan untukmengetahui kemampuan peserta didik dalam mengimplementasikanpengetahuannya melalui penyelesaian suatu tugas dalam waktu tertentu.Penilaian ini dapat digunakan untuk mengukur satu maupun beberapaKompetensi Dasar (KD) dalam satu atau beberapa mata pelajaran.

Kegiatan yang dilakukan dimulai dengan perencanaan, pengumpulan,pengorganisasian, pengolahan, penyajian, dan pelaporan. Beberapa halyang perlu dipertimbangkan dalam penilaian proyek, yaitu:

1) Pengelolaan

Kemampuan peserta didik untuk menentukan tema atau topik,mengumpulkan informasi, pengolahan data, dan penulisan laporan.

2) Relevansi

Tema yang dipilih sesuai dengan Kompetensi Dasar (KD).

3) Keaslian

Laporan atau produk yang dibuat peserta didik merupakan hasilkaryanya.

4) Inovasi dan Kreativitas

Terdapat unsur-unsur kebaruan dan berbeda pada produk yangdihasilkan peserta didik.

Kisi-kisi Penilaian Proyek

Nama Sekolah    : SMP N 01 Merangin

Kelas/Semester   : VII/I

Tahun Pelajaran: 2024/2025

Mata Pelajaran: IPS

No

Kompetensi

Dasar

Materi

Indikator

Teknik

Penilaian

1

·        Menerangkan letak dan luas wilayah Indonesia

·        Mengidentiikasi cuaca dan iklim di Indonesia

·        Menganalisis kondisi geologis wilayah Indonesia

Kondisi Wilayah Indonesia

·        Peserta didik diharapkan mampu menerangkan letak dan luas wilayah Indonesia

·        Peserta didik diharapkan mampu mengidentiikasi cuaca dan iklim di Indonesia

·        Peserta didik diharapkan mampu menganalisis kondisi geologis wilayah Indonesia.

Penilaian Proyek

Proyek : Buatlah poster salah satu tujuan kondisi wilayah Indonesia menggunakan kertas gambar ukuran A3, pensil warna atau cat air denganmemperhatikan hal- hal berikut!

1. Pilihlah salah satu tujuan kondisi wilayah Indonesia.

2. Amati tujuan tersebut apakah telah tercapai atau belum tercapai diIndonesia lalu sampaikan dalam poster.

3. Gambar salah satu tujuan kondisi wilayah Indonesia yang telahdipilih!

4. Tuliskan peta kondisi wilayah indonesiakonsep dari poster yang akan peserta didik sampaikan!

5. Laporkan hasilnya secara lisan!

Rubrik Pemberian Skor Proyek

No

Pernyataan

Skor

1

2

3

4

   1

Kemampuan peserta didik dalam merencanakan

 

 

 

 

2

Kemampuan menggambar poster

 

 

 

 

3

Kemampuan penyampaian konsep berdasarkanposter yang digambar

 

 

 

 

4

Kemampuan mempresentasikan isi poster

 

 

 

 

5

Produk Poster

 

 

 

 

Skor Maksimum

15

Catatan:

Guru bisa menetapkan bobot yang berbeda-beda antara aspek satu dan lainnya

pada pemberian skor dengan memperhatikan karakteristik Kompetensi Dasar

(KD) atau keterampilan yang dinilai.

 

Rubrik PenilaianProyek

No

Pernyataan

Keterangan

1

Kemampuan Perencanaan

2 = perencanaan lengkap (bahan, carakerja, hasil), dan rinci

1 = perencanaan kurang lengkap

0 = tidak ada perencanaan

2

Kemampuan menggambarposter secara tepat sesuaidengan salah satu tujuankondisi wilayah Indonesia

2 = menggambar dan mewarnai posterdengan baik dan interpretasi tujuanpembangunan berkelanjutan dalamposter tepat.

1 = menggambar dan memberikan warna pada poster tetapi salahdalam menginterpretasikan tujuanpembangunan berkelanjutan yangdipilih.

0 = gambar tidak diberi warna dantidak tepat dalam menginterpretasikantujuan pembangunan berkelanjutanyang dipilih.

 

G.  KEGIATAN PENGAYAAN DAN REMEDIAL

Remedial

Peserta didik yang belum mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM)diberikan program pembelajaran remedial. Pembelajaran remedial dapatdilakukan pada kompetensi pengeahuan dan keterampilan. Langkah-langkahdalam pembelajaran remedial antara lain:

1. Identiikasi permasalahan pembelajaran peserta didik.

2. Merancang pembelajaran remedial

3. Membuat perencanaan pembelajaran remedial

4. Menyiapkan perangkat pembelajaran remedial

5. Melaksanakan pembelajaran remedial

6. Melaksankaan evaluasi

 

Pengayaan

Bacalah artikel mengenai kondisi wilayah Indonesia yangmencakup letak, luas, cuaca, iklim, dan kondisi geologis. Tuliskan hasil analisis tersebut dalam beberapa paragraf.

LAMPIRAN

A.  LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

 

Nama :

Kelas :

Petunjuk!

 

B.  BAHAN BACAAN GURU & PESERTA DIDIK

Bahan BacaanPeserta Didik

2. Kondisi Wilayah Indonesia

a. Letak dan Luas

Indonesia adalah negara terluas di Asia Tenggara dengan luas daratansebesar 1.910.932,37 km2 dan luas lautan mencapai 5,8 juta km2 (KemenkoMaritim, 2019). Letak geografis adalah posisi suatu wilayah berdasarkankenyataan di permukaan bumi. Secara geografis, Indonesia beradadi antara dua benua dan dua samudra yaitu Benua Asia dan Australiaserta Samudra Hindia dan Pasifik. Letak geografis tersebut memberikankeuntungan bagi Indonesia seperti:

• Indonesia menjadi jalur perdagangan internasional

• Memiliki kebudayaan yang beragam, salah satunya bahasa,karena adanya akulturasi budaya asing dan lokal.

• Transportasi laut semakin berkembang dan mendapat perhatiankarena sebagai jalur perdagangan internasional.

 

Letak astronomis merupakan posisi suatu tempatyang didasarkan pada garis lintang dan bujur. Garislintang merupakan garis khayal yang melingkaribumi secara horizontal. Garis bujur merupakan gariskhayal yang melingkari bumi secara vertikal sertamenghubungkan Kutub Utara dan Kutub Selatan.

Sebagai contoh, Indonesia memiliki letak astronomis6ºLU–11ºLS dan 95ºBT–141ºBT. Dampak letak inimenyebabkan perbedaan waktu sehingga terdapattiga pembagian zona waktu di Indonesia.

Penetapan tiga zona waktu seperti sekarang ini dimulai sejak 1 Januari 1988. Penetapan zona waktu tersebut menyebabkan perbedaan waktuberibadah, jam beraktivitas, dan tantangan komunikasi antarzona waktu.

Berikut merupakan pembagian wilayah berdasarkan zona waktu diIndonesia:

1) Waktu Indonesia Barat (WIB)

Zona waktu ini berdasarkan garis meridian pangkal 105ºBT. Wilayahzona waktu ini mencakup provinsi di Pulau Sumatra, Jawa, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah.

2) Waktu Indonesia Tengah (WITA)

Zona waktu ini didasarkan pada meridian pangkal 120ºBT. Cakupanwilayahnya meliputi Provinsi Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan,Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), danprovinsi-provinsi di Pulau Sulawesi.

3) Waktu Indonesia Timur (WIT)

Zona waktu yang didasarkan pada meridian pangkal 135ºBT. Wilayahzona waktu ini mencakup provinsi di Pulau Papua dan Maluku.

b. Cuaca dan Iklim

Cuaca merupakan kondisi rata-rata udara di suatu wilayah yang relatifsempit dan dalam waktu yang singkat. Sedangkan iklim merupakan kondisicuaca rata-rata tahunan pada wilayah dengan cakupan yang luas. Contohdari cuaca yaitu: suhu udara di Kabupaten Bantul pagi ini mencapai 24 oC,kemarin Kabupaten Berastagi diguyur hujan deras, sore ini terjadi hujanlebat disertai angin di Kabupaten Bogor dengan arah angin dari selatandan kecepatan mencapai 25 km/jam. Contoh iklim yaitu: Indonesia beriklimtropis, pada tahun 2017 suhu udara rata-rata di Yogyakarta yaitu26,05 ºC, dan rata-rata curah hujan terjadi pada bulan November sebanyak692,50 mm3.

Indonesia memiliki iklim tropis yang terdiri dari dua musim yaitumusim hujan dan kemarau. Musim hujan biasa terjadi antara Oktober-Maret, sedangkan musim kemarau terjadi antara bulan April-September.Arus angin yang banyak mengandung uap air bergerak dari SamudraPasifik melewati Laut Cina Selatan menyebabkan musim hujan di Indonesia terutama wilayah bagian barat. Semakin ke timur curah hujan semakinrendah karena hujan telah banyak jatuh dan menguap di bagian barat.

Keadaan iklim dapat diamati dengan memperhatikan unsur-unsurcuaca dan iklim. Unsur-unsur tersebut antara lain, penyinaran matahari,suhu udara, kelembaban udara, angin, dan hujan. Iklim berpengaruhdalam kehidupan manusia seperti pada sektor pertanian. Tanaman tropismemiliki banyak varietas yang kaya akan hidrat arang terutama tanamanbahan makanan pokok. Berikut pengaruh unsur-unsur iklim terhadaptanaman:

• Penyinaran matahari

Penyinaran matahari adalah lamanya matahari bersinar cerah yangdihitung dari matahari terbit hingga terbenam. Lamanya penyinaranmatahari dapat memengaruhi fotosintesis tanaman dan dapatmeningkatkan suhu udara.

Suhu

Suhu merupakan derajat panas atau dingin yang diukur dengan skalatertentu. Pengaruh suhu terhadap tanaman yaitu mengurangi kadarair sehingga cenderung menjadi kering.

Kelembaban

Kelembaban udara adalah kemampuan udara dalam mengandung uapair. Tingkat kelembaban udara dipengaruhi kandungan jumlah uap airdalam udara. Pengaruh kelembaban udara terhadap tanaman yaitumembatasi hilangnya air.

Angin

Angin adalah pergerakan alami udara yang sejajar dengan permukaanbumi. Faktor terjadinya angin yaitu perbedaan tekanan atmosfer darisatu tempat dengan tempat lainnya. Pengaruh angin terhadap tanamanyaitu membantu proses penyerbukan secara alami, mengurangi kadarair.

• Curah Hujan

Curah hujan merupakan intensitas air hujan yang jatuh ke permukaanbumi akibat kondensasi selama periode waktu tertentu. Pengaruh hujanterhadap tanaman yaitu dapat meningkatkan kadar air dan mengikistanah.

c. Kondisi Geologis

Letak geologis adalah posisi suatu wilayah yang didasarkan pada strukturgeologi atau susunan batuan di sekitarnya. Secara geologis, Indonesia dilalui dua jalur pegunungan dunia yaitu Pegunungan Sirkum Pasifik danSirkum Mediterania. Letak tersebut menyebabkan Indonesia memilikibanyak gunung api aktif. Jalur pegunungan di Indonesia membentang dariujung utara Sumatra memanjang melalui pantai barat Sumatra, melewatiPulau Jawa, Nusa Tenggara, Banda, Sulawesi, dan Halmahera. Jumlahgunung aktif di Indonesia sebanyak 127 gunung api.

Aktivitas vulkanik yang intens di Indonesia terjadi karena pertemuantiga lempeng dunia. Lempeng Eurasia di sebelah utara, Lempeng Indo-Australia di sebelah selatan, dan Lempeng Pasifik di sebelah timur.

Pertemuan lempeng tektonik dapat menyebabkan patahan, retakan, dankerusakan pada kerak bumi yang memungkinkan magma mengalir kepermukaan bumi dan terbentuk gunung api.

Aktivitas ketiga lempeng tersebut juga membuat Indonesia menjadiwilayah yang rawan terjadi gempa bumi. Selain dampak negatif, letakgeologis Indonesia juga memberikan dampak positif seperti:

Tanah menjadi subur terutama di kawasandekat gunung berapi karena banyak

mengandung unsur hara.

Memiliki keanekaragaman flora danfauna. Bagian barat Indonesia terdiri darilempeng yang berasal dari negara-negaraAsia, sehingga memiliki kesamaan denganjenis flora dan fauna di Asia. Bagian TengahIndonesia merupakan bagian LempengAsia-Australia sehingga memiliki floradan fauna peralihan endemik. Sedangkanbagian timur Indonesia termasuk dalamkawasan lempeng Australia sehinggamemiliki flora dan fauna serupa denganyang ada di Benua Australia.

Memiliki sumber daya mineral yangberagam seperti berbagai jenis batuan,minyak bumi, dan gas alam.

 

Bahan Bacaan Guru

Guru menyampaikan kepada peserta didik terkait sub-babpada materi Keluarga Awal Kehidupan. Materi diawali pemahamankepada peserta didik terkait keberadaan diri dan keluarga di tengahlingkungan sosial terdekatnya. Peserta didik kemudian mengeksplorasikondisi sosial lingkungan sekitar sehingga mampu mengurutkanperistiwa sejarah dalam kerangka kronologis dan menghubungkandengan kondisi saat ini. Setelah sosialisasi di lingkungan keluargamaka cakupan diperluas menjadi sosialisasi dalam masyarakat.Kondisi lingkungan sosial dan isik setiap wilayah yang berbeda dapatmemengaruhi upaya pemenuhan kebutuhan hidup. Hal ini karenaadanya perbedaan kondisi geograis daerah, karakteristik masyarakatdan cara mereka beraktivitas. Perbedaan karakteristik wilayah dapatmembuat masyarakat saling berupaya memenuhi kebutuhan hidupnyadengan melakukan interaksi antarwilayah.

C.   GLOSARIUM

Peta                   : Gambaran permukaan bumi yang diperkecil dalam bidang datar dengan skala tertentu.

judul peta        : Identitas untuk mengetahui dan menginterpretasikan daerah yang tergambar dalam peta.

 

cuaca       : Kondisi rata-rata udara pada saat tertentu di suatu wilayah yang relatif sempit dan dalam waktu yang singkat.

curah hujan     : Intensitas turunnya butir-butir air dari langit ke permukaan bumi akibat kondensasi.

iklim       : Kondisi cuaca rata-rata tahunan pada suatu wilayah dan cakupan wilayah yang luas.

geologi              : Ilmu yang mempelajari tentang komposisi, struktur, dan sejarah bumi berdasarkan kepada lapisan batuan.

letak geologis   : Posisi suatu wilayah yang didasarkan pada struktur geologi atau susunan batuan di sekitarnya.

region               : Bagian dari wilayah yang luas/kawasan/daerah

suhu            : Derajat panas atau dingin yang diukur dengan skala tertentu.

perkebunan     : Sebidang tanah yang ditanami pohon musiman.

pertambangan: Suatu kegiatan pengambilan endapan bahan galian berharga dan bernilai ekonomis dari dalam kulit bumi, baik secara mekanis maupun manual, pada permukaan bumi, di bawah permukaan bumi, dan di bawah air.

D.   DAFTAR PUSTAKA

Daftar Pustaka

Adhuri, D. S., Wiratri, A., & Bismoko, A. B. 2016. “Interseksi BudayaDan Peradaban Negara-negara Di Samudra Hindia: PerspektifIndonesia”. Masyarakat Indonesia, 41(2), 115-126, https://doi.org/10.14203/jmi.v41i2.310.

Alisjahbana Armida Salsiah, Murniningtyas Endah. 2018. TujuanPembangunan Berkelanjutan di Indonesia. Bandung: UNPAD Press.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). 2019. Bencana Alam diProvinsi Yogyakarta. http://bnpb.cloud/dibi/xdibi_list/.

Badan Perencana Pembangunan Nasional. 2016. Laporan Prakarsa StrategisBidang Kemaritiman. Jakarta: Bappenas.

Badan Pusat Statistik. 2019. Statistik Pertambangan Minyak dan Gas Bumi.Jakarta: BPS.

Banowati Eva, Sriyanto. 2013. Geografi Pertanian. Yogyakarta: Ombak.

______________ . 2012. Geografi Indonesia. Yogyakarta: Ombak.

Daldjoeni. 2014. Pokok-Pokok Klimatologi. Yogyakarta: Ombak.

Danandjaja, James. 1994. Folklor Indonesia. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.

Department of Economic and Social Affairs. 2019. Growing at a slowerpace, world population is expected to reach 9.7 billion in 2050 and couldpeak at nearly 11 billion around 2100. Artikel. https://www.un.org/development/desa/en/news/population/world- populationprospects-2019.html pada 21-08-2020

Erman, Erwiza. 2011. “Penggunaan Sejarah Lisan dalam HistoriografiIndonesia”. Jurnal Masyarakat & Budaya, 13 (1), 1-22, https://doi.org/10.14203/jmb.v13i1.94.

Franz Adler. 2014. “The Value Concept in Sociology”. American Journal ofSociology. Volume 62, Number 3.

Giddens, A., Duneier, M., Appelbaum, R. P., & Carr, D. 2018. Introduction toSociology. New York: W. W. Norton & Company, Inc.

Goujon A. 2018. Human Population Growth. In: Reference Module in EarthSystems and Environmental Sciences. h. 1907-1912 Elsevier. ISBN 978-0-12-409548-9 DOI:10.1016/B978-0-12-409548-9.10755-9.

Graha, Andi Nu. 2012. Pengembangan Masyarakat Pembangunan melaluipendampingan sosial dalam konse pemberdayaan di bidang ekonomi.

Jurnal Ekonomi Modernisasi, 5(2), 117-126. https://doi.org/10.21067/jem.v5i2.243

Griffiths, H., dkk. 2017. Introduction to Sociology 2. Texas: OpenStax.

Grusec, J. E., & Hastings, P. D. 2015. Handbook of Socialization: theory andresearch. NY: The Guilford Press. h. 1, 13, 20.

Habibi, Maksum dan Gunadi. 2014. Pengantar Ekonomi dan Bisnis BidangKeahlian Bisnis dan Manajemen. Jakarta: Yudhistira.

Hadi, A. P. 2010. Konsep pemberdayaan, partisipasi dan kelembagaan dalampembangunan. Yayasan Agribisnis/Pusat Pengembangan MasyarakatAgrikarya (PPMA).

Harahap, Erni Febian. 2012. “Pemberdayaan Masyarakat dalam BidangEkonomi untuk Mewujudkan Ekonomi Nasional yang tanggung danMandiri”. Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan, 3(2), 78-96.

Herlina, N. 2020. Metode Sejarah. Bandung: Satya Historika.

Hutomo, Mardi Yatno. 2000. Pemberdayaan Masyarakat dalam BidangEkonomi: Tinjauan Teoritik dan Implementasi. Naskah No 20, Juni-Juli2000.

Kartodirjo, Sartono. 2014. Pengantar Sejarah Indonesia Baru: 1500-1900.Yogyakarta: Ombak.

Kementerian Kelautan dan Perikanan. 2019. Laporan Tahunan 2018. Jakarta:KKP.

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman. 2019. Laporan Kinerja2018. Jakarta: Kemenko Bidang Maritim.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. 2018. Status Hutan danKehutanan Indonesia 2018. Jakarta: KLHK

Koentjaraningrat. 1985. Kebudayaan Mentalitas dan Pembangunan. Jakarta:Gramedia.

Korlantas Polri. 2013. Polantas dalam Angka 2013. www.korlantas.polri.go.id.

Kotarumalos, Nur Aisyah. 2010. “Mengkonstruksi Identitas Diaspora Malukudi Negeri Belanda”. Masyarakat Indonesia. 36 (1), 123-144, https://media.neliti.com/media/publications/150453-ID-mengkonstruksiidentitas-diapora-maluku.pdf.

Kotler, Philip dan Gary Amstrong. 2008. Prinsip-prinsip Pemasaran Jilid I.Jakarta: Erlangga.

Krautkraemer, J. A. (2005). Economics of natural resource scarcity: The stateof the debate (No. 1318-2016-103362).

Kuntowijoyo, D. R. (2005). Pengantar Ilmu Sejarah. Sleman: BentangPustaka.

Lembar Fakta Forest Watch Indonesia 2019. 2019. diakses dari http://fwi.or.id/wp-content/uploads/2019/10/FS_Deforestasi_FWI_small.pdf

Muta’ali, Lutfi. 2013. Pengembangan Wilayah Perdesaan (PerspektifKeruangan). Yogyakarta: Badan Penerbit Fakultas Geografi (BPFG).

Noor, Djauhari. 2014. Pengantar Geologi. Sleman: deepublish.

Noor, Munawar. 2011. “Pemberdayaan Masyarakat”. Junal CIVIS, 1(2), 87-99.

Prihandito Aryono. 1989. Kartografi. Yogyakarta: PT Mitra Gama Widya.Rambe, Tappil., et al. 2019. Sejarah Politik dan Kekuasaan. Medan: KitaMenulis.

Resosoedarmo Soedjiran, Kartawinata Kuswata, Soegiarto Aprilani. 1987.Pengantar Ekologi. Bandung: Remadja Karya.

Ricklefs, M.C., et al. 2013. Sejarah Asia Tenggara dari Masa Prasejarahsampai Kontemporer. Depok: Komunitas Bambu.

Robert S. Pindyck dan Daniel L Rubinfeld. 2013. Mikroekonomi. Jakarta:Erlangga

Romansara, Enos. H. 2015. “Memahami Kebudayaan Lokal Papua: Suatu

Pendekatan Pembangunan yang Manusiawi di Tanah Papua”. JurnalEkologi Birokrasi. 1 (1), 47-57 https://doi.org/10.31957/jeb.v1i1.491.

Saihu, Ade. 2020. Merawat Pluiralisme Merawat Indonesia. Yogyakarta:Deepublish.

Siska, Y. 2015. Manusia dan Sejarah: Sebuah Tinjauan Filosofis. Sleman:Garudhawaca.

Sobarna, A. 2003. “Konsep pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat miskinperkotaan”. Mimbar: Jurnal Sosial dan Pembangunan, 19 (3), 316-329.

Sodik, Abror., dan Musthofa, Muhamad Wakhid. 2018. “Analisis StrategiPenyebaran Agama-Agama di Indonesia dari Pra Hingga Era Moderndengan Pendekatan Teori Permainan Matematika”. HISBAH: JurnalBimbingan Konseling dan Dakwah Islam, 15 (1), 99-113, https://doi.org/10.14421/hisbah.2018.151-08.

Soekmono. 1992. Sejarah Kebudayaan Indonesia 3. Yogyakarta: Kanisius.

Sofiana, Anas. 2017. “Ratu Kalinyamat Penguasa Wanita Jepara Tahun 1549-1579.” Avatara 5.3. https://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/index.php/avatara/article/view/21467.

Stolley, K. S. 2005. The basics of sociology. CT: Greenwood Press.

Suharyono, Amien M. 2013. Pengantar Filsafat Geografi. Yogyakarta: Ombak

Suryanegara, Ahmad Mansur. 2015. Api Sejarah Jilid 1. Bandung Suryadinasti.

Susanti, S. 2016. “Nasionalisme dan Gerakan Mulih Njowo, 1947dan 1954”. Jurnal Sejarah Citra Lekha, 1(2), 107-120, https://doi.org/10.14710/jscl.v1i2.12767.

Syefriyeni. 2018. “Karakteristik Pengetahuan Orang Melayu”. Intizar. 24 (2), 265-271,<doi.org/10.19109/intizar.v24i2.2730>.

T., Vyain, S., Bry, J., & Jones, F. 2017. Introduction to Sociology 2. Texas:OpenStax.

Tim Nasional Penulisan Sejarah Indonesia. 2010. Sejarah Nasional Indonesia.Jakarta: Balai Pustaka.

Tim. 2012. Indonesia dalam Arus Sejarah. Jakarta: Ichtiar Baru van Hoeve.

Tyasyono Bayong. 2004. Klimatologi Edisi Kedua. Bandung: ITB.

Usrah, Cut Rizka AI. 2015. “Laksamana Keumalahayati Simbol PerempuanAceh (Peranan dan Perjuangannya dalam Lintasan Sejarah KerajaanAceh Darussalam 1589-1604)”. Skripsi. Medan: Universitas NegeriMedan.

Wolters, O.W. 2011. Kemaharajaan Maritim Sriwijaya & Perniagaan Dunia.Depok: Komunitas Bambu.

Worosetyaningsih, Tri. 2019. Kehidupan Masyarakat pada Masa Praaksara,Masa Hindu Budha, dan Masa Islam. Ponorogo: Myria Publisher.

 

Sumber Gambar

https://cdn.bmkg.go.id/Web/2020.10_CH_GSMAP.png

https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/6/64/Bali_ngaben_pelebon_cremation_ceremony_Indonesia.jpg

https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Dewaruci.jpg

https://web.archive.org/web/20161016172930/http://www.panoramio.com/photo/42125739

https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Gedung_Batu_Temple_Semarang.jpg

https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Lawang_sewu.jpg

https://www.esdm.go.id/id/media-center/arsip-berita/progresssmelter-pt-fi-capai-386-akhir-tahun-2022-selesai

https://www.esdm.go.id/assets/imagecache/bodyView/arsip-beritadivestasi-51-saham-pt-fi-simbol-kedaulatan-negara-tympxrm.jpg

https://geoportal.esdm.go.id/indonesia-overview/

https://cdn.idntimes.com/content-images/post/20190412/infografisutang-luar-negeri-4-tahun-trakhir-1-a18ef6c7f68ceec3ba4b98b6f1952ea5.png

 

 

 

 

MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA

IPS FASE D KELAS VII

 


INFORMASI UMUM

A. IDENTITAS MODUL

Penyusun

Instansi

Tahun Penyusunan

Jenjang Sekolah

Mata Pelajaran

Fase / Kelas

Tema 01

Materi

Elemen

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Capaian Pembelajaran 1

 

Alokasi Waktu

:

:

:

:

:

:

:

:

:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

:

 

:

.....................................

SMP …………………

Tahun 2022

SMP

Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)

D / VII

Keluarga Awal Kehidupan

Pemahaman Lokasi Melalui Peta

a) Elemen pemahaman dan ruang lingkup pembelajaran

  • Keruangan dan konektivitas antar ruang dan waktu: materi ini berkaitan dengan pemahaman terhadap kondisi sosial dan lingkungan alam serta kesejarahan dalam konteks lokal dan nasional. Materi ini juga terkait dengan pembelajaran tentang kondisi geografis Indonesia dan pengaruhnya terhadap aktivitas sosial, ekonomi.
  • Perkembangan masyarakat Indonesia dari masa pra aksara, kerajaan-kerajaan di NusantaraInteraksi, Sosialisasi, institusi sosial, dan dinamika sosial; materi ini berkaitan dengan pembentukan identitas diri, merefleksikan keberadaan diri di tengah keberagaman dan kelompok yang berbeda-beda
  • Kegiatan manusia dalam memenuhi kebutuhannya: materi ini berkaitan tentang peran diri, masyarakat serta negara dalam memenuhi kebutuhan bersama. Peserta didik menganalisis sejarah manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

b) Elemen keterampilan proses

  • Siswa melakukan berbagai kegiatan yang  mendukung tercapainya keterampilan proses  yang dibutuhkan untuk mempelajari dan menyelesaikan pembelajaran IPS kelas 7 antara lain: mengamati, menginvestigasi/ menyelidiki, menganalisis, merencanakan, menggambar, berdiskusi, menceritakan, membuat laporan tertulis sederhana, dan mempresentasikan.

Memahami keberadaan diri dan keluarga di tengah lingkungan sosial

2 JP (Pertemuan Ke-6)

B.  KOMPETENSI AWAL

  • Mengidentiikasi komponen peta.
  • Menganalisis fungsi peta.

C.  PROFILPELAJAR PANCASILA

  • Mandiri dan bernalar kritis, bergotong royong

D.  SARANADAN PRASARANA

Media, Sumber Belajar, dan Alat

1.  Sumber Utama

a. Video lagu Indonesia Pusaka Ciptaan Ismail Marzuki.

b. Kemendikbud. 2021. Ilmu Pengetahuan Sosial, Buku Siswa KelasVII, Jakarta; Pusat Kurikulum dan Perbukuan.

c. Laptop, LCD, PC,

2.  Sumber Alternatif

Guru juga dapat menggunakan alternatif sumber belajar yang terdapatdi lingkungan sekitar dan disesuaikan dengan tema yang sedangdibahas.

3. Pengembangan Sumber Belajar

Guru dapat mengembangkan dan memberikan materi berupakumpulan video kekayaan alam Indonesia..

E.  TARGET PESERTA DIDIK

§  Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami materi ajar.

§  Peserta didik dengan pencapaian tinggi: mencerna dan memahami dengan cepat, mampu mencapai keterampilan berfikir aras tinggi (HOTS), dan memiliki keterampilan memimpin.

F.  MODEL PEMBELAJARAN

§  Modelatau kerangka pembelajaran yang memberikan gambaran sistematis pelaksanaan pembelajaran. Model pembelajaran dapat berupa model pembelajaran tatap muka, pembelajaran jarak jauh dalam jaringan (PJJ Daring), pembelajaran jarak jauh luar jaringan (PJJ Luring), dangrup investigation.

KOMPNEN INTI

A.  TUJUAN KEGIATAN PEMBELAJARAN

Alur Tujuan Pembelajaran :

a.   Peserta didik diharapkan mampu mengidentiikasi komponen peta.

b.  Peserta didik diharapkan mampu menganalisis fungsi peta.

B. PEMAHAMAN BERMAKNA

  • Mengidentiikasikomponen peta

C. PERTANYAAN PEMANTIK

  • Mengapapembuatan peta harusmencantumkan berbagai kokmponen peta? Apa saja fungsi peta?

 

D.  KEGIATAN PEMBELAJARAN

Kegiatan Pendahuluan

1. Guru membuka dengan salam dan doa bersama peserta didik.

2. Guru melakukan presensi kehadiran.

3. Apersepsi: guru menampilkan gambar ekspedisi pengiriman barangyang memanfaatkan teknologi peta digital untuk menghitung biaya,estimasi waktu, dan menemukan alamat tujuan. Guru menceritakankepada peserta didik terkait pemanfaatan peta digital dalam berbagaiaktivitas di era kemajuan teknologi saat ini. Peserta didik difasilitasiguru mengaitkan gambar dengan kegiatan belajar. Guru melanjutkandengan memberikan motivasi agar peserta didik mengembangkanskill komunikasi, berikir krtiis, kreatif dan oklaboratif.Contoh gambar ekspedisi pengiriman.

4. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran pertemuan 6 mengenaimanusia sebagai makhluk sosial dan ekonomi yang bermoral .

a. Mengidentiikasi komponen peta.

b. Menganalisis fungsi peta.

 

KegiatanInti

Guru menjelaskan tentang petunjuk kerja dan tugas dari lembaraktivitas individu untuk mengidentiikasi komponen peta. Kegiatanini dimaksudakan untuk memberikan pemahaman kepada peta yangbaik dilengkapi dengan berbagai komponen peta untuk memudahkanpenggunanya membaca dan menginterpretasikan peta. Proses salingtukar hasil temuan peserta didik dapat dilakukan dalam waktu singkat,kemudian guru melakukan tanya jawab dengan peserta didik terkait hasilidentiikasi.

Peserta Didik Mengidentiikasi Masalah

Setelah peserta didik mengidentiikasi komponen peta berdasarkangambar peta yang disajikan. Setelah itu, guru mendorong peserta didikmengajukan berbagai pertanyaan yang mengarah pada HOTS. Beberapapertanyaan yang diajukan misalnya mengapa pembuatan peta harusmencantumkan berbagai kokmponen peta? Apa saja fungsi tpae?

Peserta Didik Mengelola Informasi

Peserta didik mengolah informasi di bawah bimbingan guru. Kegiatan inidapat dilakukan secara individu dengan menerapkan model pembelajarangrup investigation. Berikut tahapan model pembelajaran grup investigationdalam pembelajaran pemahaman lokasi melalui peta:

a. Guru membimbing peserta didik membagi kelompok yang terdiri dari3-5 peserta didik.

b. Guru membimbing peserta didik untuk menjawab pertanyaan padalembar aktivitas kelompok mengenai komponen peta yang terdapatdalam Peta Kabupaten Bantul, dan pentingnya komponen peta.

c. Peserta didik melakukan diskusi dalam kelompok.

d. Guru menjadi fasilitator dengan cara berkeliling dari kelompok satuke kelompok lain untuk memberikan dorongan agar semua anggotakelompok berpartisipasi aktif

e. Masing-masing kelompok melaporkan hasil diskusinya dalam bentukinforgrais atau bentuk lainnya.

f. Guru memandu peserta didik mempresentasikan hasil diskusi.

g. Guru menyimpulkan laporan hasil diskusi.

 

Peserta Didik Merencanakan dan Mengembangkan Ide

1. Hasil pengolahan informasi disajikan dalam bentuk gambar denah darirumah menuju sekolah.

2. Peserta didik secara mandiri memberikan warna pada objek-objekyang di gambar dalam peta.

 

Peserta Didik Melakukan Releksi dan Aksi

1. Guru memfasilitasi peserta didik menemukan simpulan pembelajaran.

2. Guru memberikan kesempatan ke peserta didik untuk mengajukanpendapat atau pertanyaan

3. Penguatan dan pengayaan dilakukan untuk mengembangkankompetensi peserta didik.

 

Penutup

1. Penilaian pembelajaran dilakukan secara lisan atau tertulis

2. Peserta didik melakukan releksi pembelajaran berkaitan dengansikap, pengetahuan, dan keterampilan.

Sikap

a. Apakah aku sudah melakukan pembelajaran secara bertanggungjawab?

b. Apakah aku sudah mengumpulkan tugas secara tepat waktu?

c. Apakah aku sudah mencantumkan sumber referensi dalamkaryaku?

d. Apakah aku mampu berkolaborasi bersama teman-temanku?

Inspirasi dari pembelajaran yaitu memanfaatkan teknologi peta digitalsecara bijak dan untuk hal yang positif.

Pengetahuan

a. Apa saja komponen peta?

b. Bagaimana fungsi peta dalam kehidupan sehari-hari?

Keterampilan

Apakah aku sudah berhasil memanfaatkan teknologi peta digital secarabijak dan un tuk hal yang positif?

3. Releksi juga dapat dapat dilakukan misalnya dengan kuis, pesertadidik menuliskan kompetensi yang diperoleh baik sikap, pengetahuan.Selain itu, dapat pula dengan menuliskan inspirasi yang diperoleh danakan dilakukan masa yang akan datang

4. Tindak lanjut dilakukan dengan mendorong peserta didik mempelajarilebih lanjut dan informasi pembelajaran berikutnya tentang sosialisasi..

5. Doa dan penutup.

 

F.  REFLEKSI

Komponen Peta

Peta merupakan gambaran permukaan bumi yang diperkecil dalam bidangdatar menggunakan skala tertentu. Prihandito mendefinisikan petasebagai penyajian grafis bentuk ruang dan hubungan keruangan berbagaiperwujudan yang diwakili. Pembuatan peta memerlukan pengetahuankhusus mengenai penggambaran permukaan bumi yang biasa disebutilmu kartografi dan orang yang ahli membuat peta dinamakan kartografer.

Coba kalianrenungkan pertanyaan berikut ini:

a. Apa saja komponen peta?

b. Bagaimana fungsi peta dalam kehidupan sehari-hari?

F.  ASESMEN/ PENILAIAN

Penilaian Proses dan Hasil Pembelajaran

a. Konsep Penilaian dan Pembelajaran IPS

Penilaian merupakan kegiatan yang bertujuan untuk memperoleh,menganalisis, menafsirkan proses dan hasil belajar peserta didik secarasistematis. Penilaian tersebut dapat digunakan untuk mengetahui tingkatkeberhasilan pencapaian kompetensi, proses pembelajaran, tingkatkesulitan belajar peserta didik, dan penentuan tindak lanjut pembelajaran.Penilaian pembelajaran IPS memakai pendekatan penilaian autentik(authentic assesment) untuk menilai kesiapan peserta didik, proses, danhasil belajar secara utuh. Hasil penilaian tersebut dapat dimanfaatkanguru dalam merencanakan program perbaikan (remedial), pengayaan(enrichment), layanan konseling, dan sebagai landasan untuk memperbaikiproses pembelajaran selanjutnya.

b. Teknik dan Instrumen Penilaian

Penilaian kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan dilakukanmenggunakan teknik dan instrumen penilaian. Berikut merupakanpenjabaran teknik dan instrumen penilaian dari masing-masing kompetensi.

1.  Penilaian kompetensi sikap

Teknik penilaian kompetensi sikap dapat berupa observasi, penilaiandiri, dan penilaian antar teman. Kegiatan ini bisa dilakukan oleh gurumatabpelajaran, wali kelas, dan guru bimbingan konseling (BK) yang ditulisdalam buku jurnal. Jurnal berisi catatan kejadian tertentu dan informasilain yang relevan.

a. Observasi

Instrumen dalam observasi yaitu lembar observasi atau jurnal. Lembarobservasi berisi catatan perilaku peserta didik berdasarkan pengamatanoleh guru mata pelajaran, wali kelas, dan guru bimbingan konseling selamasatu semester. Setiap catatan berisi deskripsi perilaku peserta didik yangdilengkapi dengan waktu dan tempat pengamatan tersebut.

Jika terjadi perubahan sikap peserta didik dari yang kurang baikmenjadi baik maka dalam jurnal harus ditulis bahwa sikap peserta didiktersebut telah baik atau bahkan sangat baik. Hal yang dicatat dalamjurnal bisa berupa sikap kurang baik, baik, maupun sangat baik, sertaperkembangan perubahan sikap peserta didik. Berikut merupakan contohlembar observasi penilaian sikap peserta didik selama satu semester:

Contoh Tabel Jurnal Pengembangan Sikap

No

Tanggal

Nama Siswa

Catatan Perilaku

Butir Sikap

   1

 

 

 

 

2

 

 

 

 

3

 

 

 

 

4

 

 

 

 

dst

 

 

 

 

 

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan penilaiansikap menggunakan teknik observasi :

·      Jurnal penilaian sikap ditulis oleh guru mata pelajaran, wali kelas, dan guru BK selama satu semester.

·      Penilaian oleh wali kelas dapat menggunakan 1 (satu) jurnal untuk satu kelas yang menjadi tanggung-jawabnya. Penilaian oleh guru mata pelajaran dapat menggunakan 1 (satu) jurnal untuk setiap kelas yang diajarnya, dan penilaian oleh guru BK dapat menggunakan 1 (satu) jurnal untuk setiap kelas di bawah bimbingannya.

·      Penilaian perkembangan sikap sipritual dan sikap sosial peserta didik bisa dicatat dalam satu jurnal yang sama atau dalam 2 (dua) jurnal berbeda.

·      Peserta didik yang dicatat dalam jurnal adalah peserta didik yang menunjukkan perilaku yang sangat baik maupun kurang baik secara alami.

·      Pencatatan jurnal dilakukan dengan segera seperti ketika wali kelas, guru mata pelajaran, maupun guru BK menyaksikan atau memperoleh informasi terpercaya mengenai perilaku peserta didik.

·      Jika peserta didik pernah menunjukkan sikap kurang baik tetapi selama satu semester tersebut menunjukan perkembangan ke arah sikap baik, maka sikap baik tersebut juga dicatat dalam jurnal.

·      Guru mata pelajaran dan guru BK merangkum catatan jurnal perkembangan sikap spiritual dan sikap sosial setiap peserta didik dan menyerahkannya kepada wali kelas untuk diolah lebih lanjut

Berikut merupakan contoh jurnal penilaian (perkembangan) sikapspiritual dan sikap sosial oleh wali kelas.

Contoh Jurnal Penilaian Sikap Spiritual

Nama Sekolah: SMP .............................

Kelas/Semester   : VII/I

Tahun Pelajaran: 2022/2023

No

Waktu

Nama Siswa

Catatan Perilaku

Butir Sikap

   1

19/07/22

Haidar

Tidak mengikuti sholatDzuhur berjamaah disekolah.

Ketaqwaan

2

19/07/22

Halwa

Mengganggu temanketika berdoa sebelumkegiatan pembelajaran.

Ketaqwaan

3

19/07/22

Sugi

Mengajak temanberdoa sebelumolahraga badminton disekolah.

Ketaqwaan

4

19/07/22

Said

Berpartisipasi sebagaipanitia perayaankeagamaan di sekolah.

Toleransi

beragama

 

Contoh Jurnal Penilaian Sikap Sosial

Nama Sekolah: SMP .............................

Kelas/Semester   : VII/I

Tahun Pelajaran: 2022/2023

No

Waktu

Nama Siswa

Catatan Perilaku

Butir Sikap

   1

12/07/22

Haidar

Membantu seorangteman yang kesulitanmenyebrang jalan didepan sekolah.

Kepedulian

2

26/08/22

Halwa

Menyerahkandompet yangditemukan di kantinsekolah kepada walikelas.

Kejujuran

3

26/09/22

Sugi

Tidak menggunakanatribut upacara disekolah denganlegkap.

Kedisiplinan

4

25/10/22

Said

Berinisiatifmenyiram tanamanyang mulai kering.

Kepedulian

 

Contoh format di atas dapat digunakan guru mata pelajaran danguru BK dalam penilain sikap spiritual dan sosial. Catatan tersebut jugadapat dibuat dalam satu tabel yang sama dengan menambahkan kolomketerangan pada bagian paling kanan untuk menuliskan keterangan jenissikap yang ditulis. Berikut merupakan contoh tabel jurnal penilaian sikap(spiritual dan sosial) yang dijadikan dalam satu tabel:

 

Contoh Jurnal Penilaian Sikap

Nama Sekolah: SMP .............................

Kelas/Semester   : VII/I

Tahun Pelajaran: 2022/2023

 

No

Waktu

Nama Siswa

Catatan Perilaku

Butir Sikap

Ket.

   1

19/07/22

Haidar

Membantuseorang temanyang kesulitanmenyebrangjalan di depansekolah

Ketaqwaan

Sosial

2

19/07/22

Halwa

Mengajak temanberdoa sebelumolahragabadminton disekolah.

Kepeduliaan

Spiritual

3

19/07/22

Sugi

Menggangguteman ketikaberdoa sebelumkegiatanpembelajaran.

Toleransi

beragama

Spiritual

4

18/11/22

Said

Berinisiatifmenyiramtanaman yangmulai kering.

Ketaqwaan

Sosial

 

b. Penilaian Diri (Self Assesment)

Penilaian diri merupakan teknik penilaian terhadap diri sendiri olehpeserta didik dengan mengidentiikasi kelebihan dan kekurangan sikappeserta didik dalam berperilaku. Teknik penilaian ini dapat digunakanuntuk menumbuhkan nilai-nilai kejujuran dan meningkatkan kemampuanreleksi diri peserta didik. Satu tabel penilaian diri dapat digunakan untukpenilaian sikap spiritual dan sikap sosial. Berikut merupakan contohlembar penilaian diri menggunakan Likert Scale.

Contoh Lembar Penilaian Diri Siswa (Likert Scale)

Nama teman yang dinilai:..................

Nama penilai:..................

Kelas:....................

Semester:....................

Berilah tanda centang  pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengankeadaan sebenarnya

No

Pernyataan

Skala

1

2

3

4

   1

Saya berdoa sebelum melakukan kegiatan

 

 

 

 

2

Saya melaksanakan ibadah sholat tepat waktu

 

 

 

 

3

Saya berani mengakui kesalahan jika memang

bersalah

 

 

 

 

4

Saya mengumpulkan tugas sesuai jadwal yang

diberikan

 

 

 

 

5

Saya mengembalikan barang yang saya pinjam

dalam kondisi baik

 

 

 

 

6

Saya meminta maaf jika melakukan kesalahan

 

 

 

 

7

Saya datang ke sekolah tepat waktu

 

 

 

 

Keterangan:

1 = sangat jarang

2 = jarang

3 = sering

4 = selalu

 

c. Penilaian Antar Teman

Penilaian antar teman adalah teknik penilaian yang dilakukan pesertadidik terhadap peserta didik yang lain mengenai sikap/perilaku pesertadidik. Penilaian antarteman dapat digunakan untuk menumbuhkan nilaikejujuran, tenggang rasa, dan saling menghargai. Satu lembar penilaiandiri dapat digunakan untuk penilaian sikap spiritual dan sikap sosial.

Berikut merupakan contoh lembar penilaian antarteman menggunakanLikert Scale.

Contoh Lembar Penilaian Diri Siswa (Likert Scale)

Nama: ..................

Kelas:....................

Semester:....................

Berilah tanda centang pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengankeadaan sebenarnya

No

Pernyataan

Skala

1

2

3

4

   1

Teman saya berkata jujur kepada orang lain

 

 

 

 

2

Teman saya mengerjakan ulangan dengan jujur

 

 

 

 

3

Teman saya mentaati tata-tertib sekolah

 

 

 

 

4

.....................................

 

 

 

 

Keterangan:

1 = sangat jarang

2 = jarang

3 = sering

4 = selalu

Pada dasarnya teknik penilaian diri ini tidak hanya untuk aspek sikap,tetapi juga dapat digunakan untuk menilai kompetensi dalam aspekkete rampilan dan pengetahuan.

 

2. Penilaian Kompetensi Pengetahuan

a) Pengertian Penilaian Pengetahuan

Penilaian pengetahuan merupakan penilaian yang dilakukan untukmengetahui kemampuan peserta didik berkaitan dengan penguasaanpengetahuan faktual, konseptual, maupun prosedural serta kecakapanberpikir tingkat rendah hingga tinggi. Guru dapat memilih teknikpenilaian yang disesuaikan dengan karakteristik kompetensi yang akandinilai. Penilaian diawali dengan perencanaan pada saat menyusunrencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Hasil penilaian pengetahuanyang dilakukan selama dan setelah proses pembelajaran dinyatakan dalambentuk angka dengan rentang 0-100.

b) Teknik Penilaian Pengetahuan

Teknik penilaian pengetahuan yang akan digunakan dapat disesuaikandengan karakteristik masing-masing Kmpetensi Dasar (KD). Teknikpenilaian pengetahuan yang sering digunakan yaitu tes tertulis, tes lisan,dan penugasan. Berikut merupakan penjabaran dari berbagai teknikpenilaian pengetahuan.

 

 

 

Contoh Teknik Penilaian Pengetahuan

Teknik

Bentuk Instrumen

Tujuan

Tes tertulis

Pilihan ganda, benar-salah,menjodohkan, isian ataumelengkapi, dan uraian.

Mengetahui kemampuanpenguasaan pengetahuanpeserta didik dalam prosespembelajaran.

Tes lisan

Tanya jawab

Mengetahui pemahamanpeserta didik sebagaidasar perbaikan prosespembelajaran

Penugasan

Tugas individu dan kelompok

Memfasilitasi penguasaanpengetahuan pesertadidik selama prosespembelajaran.

 

1. Tes Tertulis

Tes tertulis merupakan soal dan jawaban disajikan secara tertulis, misalnyapilihan ganda, benar-salah, dan uraian. Langkah-langkah pengembangan testertulis:

 

Kisi-kisi Tes Tertulis

Nama Sekolah    : SMP .............................

Kelas/Semester   : VII/I

Tahun Pelajaran: 2022/2023

Mata Pelajaran: IPS

No

Kompetensi

Dasar

Materi

Indikator

Soal

Bentuk

Soal

Jumlah

Soal

1

·        Mengidentiikasi komponen peta.

·        Menganalisis fungsi peta.

Pemahaman Lokasi Melalui Peta

 

·        Peserta didik diharapkan mampu mengidentiikasi komponen peta

·        Peserta didik diharapkan mampu menganalisis fungsi peta

Tes Tertulis

2

 

Butir soal:

1. Mengapa dalam pembuatan peta sangat penting untuk mencantumkan komponen peta?

2. Apa saja fungsi peta

Pemberian skor Tes Tertulis

No.

Soal

Kunci Jawaban

Skor

1

Komponen peta menjadi hal yang harus ada dalam sebuah peta. Pasalnya, dengan adanya komponen peta maka akan mempermudah membaca, menafsirkan, dan mengetahui informasi yang terdapat di dalam sebuah peta, sehingga tidak membingungkan pemakainya

2

2

·       Digunakan untuk menunjukkan posisi wilayah di muka bumi.

·       Digunakan untuk menyajikan informasi dalam konteks keruangan.

·       Peta digunakan sebagai alat peraga.

·       Peta digunakan untuk menentukan jarak dan arah.

·       Peta digunakan sebagai petunjuk lokasi suatu wilayah di permukaan bumi.

2

Total Skor Maksimum

4

 

 

2. Tes Lisan

Tes lisan merupakan pertanyaan yang diberikan guru secara lisan kepadapeserta didik yang jawaban atas pertanyaan tersebut juga disampaikan secaralisan. Tes ini bertujuan untuk mengetahui penguasaan pengetahuan pesertadidik dan menumbuhkan kemampuan berkomunikasi. Pemberian tes lisandapat dilakukan pada saat pembelajaran berlangsung. pertanyaanpada tes lisan:

·      Mengapa dalam peta perlu menentukan komponen-komponen peta?

·      Apakah indeks termasuk dalam komponen peta?

·      Sebutkan komponen apa saja yang wajib ada dalam sebuah peta?

·      Apakah arah termasuk komponen peta?

 

3. Penugasan

Penugasan adalah pemberian tugas untuk meningkatkan pengetahuanpeserta didik. Tugas dapat dikerjakan baik secara individu maupunkelompok sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai. Berikutmerupakan contoh kisi-kisi tugas dan contoh pedoman penskorannya.

Nama Sekolah    : SMP .............................

Kelas/Semester   : VII/I

Tahun Pelajaran: 2022/2023

Mata Pelajaran: IPS

Kompetensi

Dasar

Materi

Indikator

Teknik

Penilaian

·        Mengidentiikasi komponen peta.

·        Menganalisis fungsi peta.

Pemahaman Lokasi Melalui Peta

 

·        Peserta didik diharapkan mampu mengidentiikasi komponen peta

·        Peserta didik diharapkan mampu menganalisis fungsi peta

Penugasan

 

Pedoman Pemberian Skor Tugas

No Soal

Aspek yang Dinilai

Skor

1

Menjelaskankomponen peta

0-2

2

Menghitung jarak sebenarnya jika diketahui jarak

dan skala peta.

0-3

3

Menjelaskan manfaatpeta

0-3

4

Keruntutanbahasa

0-2

Total Skor Maksimum

10

 

3. Penilaian Keterampilan

a) Pengertian Penilaian Keterampilan

Penilaian keterampilan dilakukan untuk mengetahui kemampuanpeserta didik dalam menerapkan pengetahuan yang telah diperolehuntuk melakukan tugas tertentu sesuai dengan indikator pencapaiankompetensi. Penilaian ini dapat dilakukan dengan berbagai teknik, sepertipenilaian kinerja dan penilaian proyek. Berikut merupakan contoh kisi-kisipenilaian keterampilan, tugas, dan pedoman pemberian skor.

b) Teknik Penilaian Keterampilan

• Penilaian kinerja

Berikut ini Kisi-kisi Penilaian Kinerja, soal/tugas, pedomanpemberian skor:

Kisi-kisi Penilaian Kinerja

Nama Sekolah    : SMP .............................

Kelas/Semester   : VII/I

Tahun Pelajaran: 2022/2023

Mata Pelajaran: IPS

No

Kompetensi

Dasar

Materi

Indikator

Teknik

Penilaian

1

·        Mengidentiikasi komponen peta.

·        Menganalisis fungsi peta.

Pemahaman Lokasi Melalui Peta

 

·        Peserta didik diharapkan mampu mengidentiikasi komponen peta

·        Peserta didik diharapkan mampu menganalisis fungsi peta

 

 

Rubrik Pemberian Skor Penilaian Kinerja

No

Aspek yang Dinilai

Skala

0

1

2

3

4

   1

Merencanakan pengamatan

 

 

 

 

 

2

Melakukan pengamatan

 

 

 

 

 

3

Membuat laporan

 

 

 

 

 

Jumlah:

 

Penilaian diberikan dengan memperhatikan aspek proses dan produk.Guru dapat menetapkan bobot pemberian skor yang berbeda antara satudan aspek yang lainnya dengan memperhatikan karakteristik kompetensiyang dinilai.

Rubrik Penilaian Kinerja

No

Indikator

Rubrik

1

Menyiapkan bahan

yang diperlukan

2 = Menyiapkan seluruh alat dan bahan yangdiperlukan.

1 = Menyiapakan sebagian alat dan bahan yangdiperlukan.

0 = Tidak menyiapkan alat bahan

2

Pengamatan

4 = Melakukan empat langkah kerjadengan tepat

3 = Melakukan tiga langkah kerja dengantepat.

2 = Melakukan dua langkah kerja dengantepat.

1 = Melakukan satu langkah kerja dengantepat.

0 = Tidak melakukan langkah kerja.

 

Langkah kerja:

1. Menyiapkan kertas gambar ukuran A4.

2. Menggambar dari rumah menujusekolah..

3.Mencantumkan komponen peta padagambar yang di buat

4. Memberikan warna pada kenampakanobjek yang di gambar pada denah.

3

Membuat laporan

3 = Memenuhi 3 kriteria

2 = Memenuhi 2 kriteria

1 = Memenuhi 1 kriteria

0 = Tidak memenuhi kriteria

 

Kriteria laporan:

1. Memenuhi sistematika laporan (judul, tujuan,alat dan bahan, prosedur, data pengamatan,pembahasan, kesimpulan)

2. Data, pembahasan, dan kesimpulan benar

3. Komunikatif

 

 

• Penilaian proyek

Penilaian proyek merupakan kegiatan yang bertujuan untukmengetahui kemampuan peserta didik dalam mengimplementasikanpengetahuannya melalui penyelesaian suatu tugas dalam waktu tertentu.Penilaian ini dapat digunakan untuk mengukur satu maupun beberapaKompetensi Dasar (KD) dalam satu atau beberapa mata pelajaran.

Kegiatan yang dilakukan dimulai dengan perencanaan, pengumpulan,pengorganisasian, pengolahan, penyajian, dan pelaporan. Beberapa halyang perlu dipertimbangkan dalam penilaian proyek, yaitu:

1) Pengelolaan

Kemampuan peserta didik untuk menentukan tema atau topik,mengumpulkan informasi, pengolahan data, dan penulisan laporan.

2) Relevansi

Tema yang dipilih sesuai dengan Kompetensi Dasar (KD).

3) Keaslian

Laporan atau produk yang dibuat peserta didik merupakan hasilkaryanya.

4) Inovasi dan Kreativitas

Terdapat unsur-unsur kebaruan dan berbeda pada produk yangdihasilkan peserta didik.

Kisi-kisi Penilaian Proyek

Nama Sekolah    : SMP .............................

Kelas/Semester   : VII/I

Tahun Pelajaran: 2022/2023

Mata Pelajaran: IPS

No

Kompetensi

Dasar

Materi

Indikator

Teknik

Penilaian

1

·        Mengidentiikasi komponen peta.

·        Menganalisis fungsi peta.

Pemahaman Lokasi Melalui Peta

 

·        Peserta didik diharapkan mampu mengidentiikasi komponen peta

·        Peserta didik diharapkan mampu menganalisis fungsi peta

Penilaian Proyek

Proyek : Buatlah poster salah satu tujuan manusia sebagai makhluk sosial dan ekonomi yang bermoral menggunakan kertas gambar ukuran A3, pensil warna atau cat air denganmemperhatikan hal- hal berikut!

1. Pilihlah salah satu tujuan manusia sebagai makhluk sosial dan ekonomi yang bermoral.

2. Amati tujuan tersebut apakah telah tercapai atau belum tercapai diIndonesia lalu sampaikan dalam poster.

3. Gambar salah satu tujuan manusia sebagai makhluk sosial dan ekonomi yang bermoral yang telahdipilih!

4. Tuliskan peta konsep dari poster yang akan peserta didik sampaikan!

5. Laporkan hasilnya secara lisan!

Rubrik Pemberian Skor Proyek

No

Pernyataan

Skor

1

2

3

4

   1

Kemampuan peserta didik dalam merencanakan

 

 

 

 

2

Kemampuan menggambar poster

 

 

 

 

3

Kemampuan penyampaian konsep berdasarkanposter yang digambar

 

 

 

 

4

Kemampuan mempresentasikan isi poster

 

 

 

 

5

Produk Poster

 

 

 

 

Skor Maksimum

15

Catatan:

Guru bisa menetapkan bobot yang berbeda-beda antara aspek satu dan lainnya

pada pemberian skor dengan memperhatikan karakteristik Kompetensi Dasar

(KD) atau keterampilan yang dinilai.

 

Rubrik PenilaianProyek

No

Pernyataan

Keterangan

1

Kemampuan Perencanaan

2 = perencanaan lengkap (bahan, carakerja, hasil), dan rinci

1 = perencanaan kurang lengkap

0 = tidak ada perencanaan

2

Kemampuan menggambarposter secara tepat sesuaidengan salah satu tujuanmanusia sebagai makhluk sosial dan ekonomi yang bermoral

2 = menggambar dan mewarnai posterdengan baik dan interpretasi tujuanpembangunan berkelanjutan dalamposter tepat.

1 = menggambar dan memberikan warna pada poster tetapi salahdalam menginterpretasikan tujuanpembangunan berkelanjutan yangdipilih.

0 = gambar tidak diberi warna dantidak tepat dalam menginterpretasikantujuan pembangunan berkelanjutanyang dipilih.

G.  KEGIATAN PENGAYAAN DAN REMEDIAL

Remedial

Peserta didik yang belum mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM)diberikan program pembelajaran remedial. Pembelajaran remedial dapatdilakukan pada kompetensi pengeahuan dan keterampilan. Langkah-langkahdalam pembelajaran remedial antara lain:

1. Identiikasi permasalahan pembelajaran peserta didik.

2. Merancang pembelajaran remedial

3. Membuat perencanaan pembelajaran remedial

4. Menyiapkan perangkat pembelajaran remedial

5. Melaksanakan pembelajaran remedial

6. Melaksankaan evaluasi

 

Pengayaan

Bacalah artikel mengenai komponen peta, setelahitu analisis pkomponen peta berdasarkan

gambar peta. Tuliskan hasil analisis tersebut dalam beberapa paragraf.

LAMPIRAN

A.  LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

 

Nama :

Kelas :

Petunjuk!

 

B.  BAHAN BACAAN GURU & PESERTA DIDIK

Bahan BacaanPeserta Didik

3. Pemahaman Lokasi Melalui Peta

a. Komponen Peta

Peta merupakan gambaran permukaan bumi yang diperkecil dalam bidangdatar menggunakan skala tertentu. Prihandito mendefinisikan petasebagai penyajian grafis bentuk ruang dan hubungan keruangan berbagaiperwujudan yang diwakili. Pembuatan peta memerlukan pengetahuankhusus mengenai penggambaran permukaan bumi yang biasa disebutilmu kartografi dan orang yang ahli membuat peta dinamakan kartografer.

Judul peta

Judul peta merupakan identitas untuk mengetahui dan menginterpretasikandaerah yang tergambar dalam peta. Penulisan judul diletakkandi bagian tengah atas untuk memudahkan pengguna dalammembaca peta.

Skala peta

Skala merupakan perbandingan jarak pada peta dengan jarak sebenarnya.

Skala terdiri dari tiga jenis yaitu, skala numerik, skala verbal, dan skalagrafis. Skala numerik merupakan skala yang dinyatakan dengan angkapecahan seperti 1:100.000. Skala verbal merupakan skala yang menunjukkanjarak inci di peta sesuai jumlah mil di lapangan seperti one inch to four mileyang berarti 1 inci di peta mewakili 4 mil jarak sebenarnya di lapangan.

Skala grafis merupakan skala yang ditunjukan dengan garis atau grafik.

Skala tersebut menyatakan bahwa setiap 1 cm pada peta mewakili 2 kmpada jarak sebenarnya. Perhitungan skala dapat dilakukan dengan rumus:

a) Membandingkan jarak di peta dengan jarak sebenarnya

Contoh: jarak di lapangan Provinsi A dengan Provinsi C adalah 30 km,sedangkan jarak di peta 50 cm. Tentukan skalanya!

b) Membandingkan dengan peta lain yang telah diketahui skalanya

d1: Jarak pada peta yang sudah ada skalanya

d2: Jarak pada peta yang belum ada skalanya

P1: Penyebut skala peta yang telah diketahui

P2: Skala peta yang akan dicari

Berdasarkan jarak dalam dua peta tersebut tentukanlah skala padaPeta A!

Simbol peta

Simbol peta mewakili objek sebenarnya di lapangan. Berikut merupakanjenis-jenis simbol yang ada di peta:

a) Simbol titik: untuk menggambarkan tempat atau data personal. Contoh:Ibukota kabupaten

b) Simbol garis: untuk menggambarkan kenampakan yang berhubungandengan jarak. Contoh: rel kereta api, sungai

c) Simbol area: untuk menggambarkan objek yang memiliki luas tertentu.

Contoh: rawa, danau.

Warna peta

Warna peta menggambarkan kenampakan yang ada di peta. Berikutmerupakan warna yang biasa digunakan untuk menggambarkan berbagaikenampakan dalam peta:

Biru : Perairan, daerah dingin

Kuning : Gurun, dataran tinggi, vegetasi yang kering

b. Fungsi Peta

Pembuatan peta ditujukan untuk mempermudah pengguna dalam mencariinformasi. Informasi yang didapat ini bisa digunakan sebagai landasanpengambilan keputusan. Berikut merupakan fungsi peta:

1) Memperlihatkan letak suatu tempat dengan tempat lainnya dipermukaan bumi.

2) Menunjukan ukuran suatu objek seperti jarak dan luas daerah.

3) Menampilkan bentuk objek di permukaan bumi misalnya bentuk benuadan negara.

4) Menyajikan data mengenai potensi suatu daerah.

5) Memudahkan suatu pekerjaan seperti untuk perencanaanpembangunan jalan.

Seiring perkembangan teknologi, peta tidak hanya berwujud dalambentuk kertas tetapi digital. Berbagai sektor telah memanfaatkandalam rangka menunjang usahanya. Tanpa disadari, kalian juga telahmemanfaatkannya dalam kehidupan sehari-hari, seperti dimanfaatkanuntuk:

Pengembangan transportasi berbasis online

Sebelum adanya transportasi berbasis online, pengguna transportasipublik harus mencari dan mendatangi langsung untuk memesannya.Selain itu, pengguna juga harus bernegoisasi dengan pemiliktransportasi untuk menyepakati harga. Ini membutuhkan waktulebih lama. Adanya transportasi berbasis online dapat memberikankemudahan kepada pengguna untuk menemukan transportasi disekitarnya dengan tarif yang telah disepakati sesuai aplikasi yangdigunakan.

Perhitungan estimasi biaya ekspedisi pengiriman barang secara cepat

Salah satu faktor yang memengaruhi biaya pengiriman adalah jaraklokasi pengiriman dengan lokasi tujuan. Perusahaan ekspedisipengiriman memanfaatkan data jarak untuk mengetahui estimasibiaya pengiriman. Penjual dan pembeli juga tidak perlu datang keekspedisi pengiriman untuk menanyakan estimasi biaya pengirimanbarang. Penjual dan pembeli dapat melakukan pengecekan secaramandiri melalui aplikasi ekspedisi pengiriman yang digunakan.

Perhitungan perkiraan lama waktu yang dibutuhkan untuk barangsampai pada alamat tujuan

Perkiraan lama waktu pengiriman ini memiliki sistem yang miripdengan perhitungan estimasi biaya pengiriman. Data jarak, lalu lintas,dan jenis transportasi saling terintegrasi sehingga dapat menghasilkanestimasi waktu pengiriman hingga barang dapat sampai pada alamattujuan.

Memudahkan menemukan alamat tujuan

Peta digital juga dimanfaatkan sebagai pengganti denah dalamundangan. Penulisan alamat tujuan pada undangan biasanya dilengkapidengan denah. Seiringperkembangan teknologi, banyak undanganyang dibuat dalam bentuk digital. Alamat tujuan yang dicantumkandalam undangan digital memanfaatkan peta digital yang dibuat dalam

bentuk barcode atau tautan yang akan menghubungkan dengan alamattujuan.

Menyajikan berbagai alternatif jalan yang dapat dipilih agar waktulebih efisien.

Seseorang yang akan menuju lokasi tertentu dapat memilih dariberbagai rute jalan yang disajikan. Kondisi kepadatan lalu lintas jugadapat ditampilkan sehingga pengguna dapat memilih rute yang efisiendan cepat untuk sampai ke tujuan.

 

Bahan Bacaan Guru

Guru menyampaikan kepada peserta didik terkait sub-babpada materi Keluarga Awal Kehidupan. Materi diawali pemahamankepada peserta didik terkait keberadaan diri dan keluarga di tengahlingkungan sosial terdekatnya. Peserta didik kemudian mengeksplorasikondisi sosial lingkungan sekitar sehingga mampu mengurutkanperistiwa sejarah dalam kerangka kronologis dan menghubungkandengan kondisi saat ini. Setelah sosialisasi di lingkungan keluargamaka cakupan diperluas menjadi sosialisasi dalam masyarakat.Kondisi lingkungan sosial dan isik setiap wilayah yang berbeda dapatmemengaruhi upaya pemenuhan kebutuhan hidup. Hal ini karenaadanya perbedaan kondisi geograis daerah, karakteristik masyarakatdan cara mereka beraktivitas. Perbedaan karakteristik wilayah dapatmembuat masyarakat saling berupaya memenuhi kebutuhan hidupnyadengan melakukan interaksi antarwilayah.

C.   GLOSARIUM

lokasi                : Letak suatu objek di permukaan bumi.

Peta                   : Gambaran permukaan bumi yang diperkecil dalam bidang datar dengan skala tertentu.

judul peta        : Identitas untuk mengetahui dan menginterpretasikan daerah yang tergambar dalam peta.

skala peta    : Perbandingan jarak di peta dengan jarak sebenarnya di lapangan.

legenda peta     : Keterangan simbol-simbol pada peta untuk memudahkan pengguna dalam membaca dan menginterpretasikan peta.

 

D.   DAFTAR PUSTAKA

Daftar Pustaka

Adhuri, D. S., Wiratri, A., & Bismoko, A. B. 2016. “Interseksi BudayaDan Peradaban Negara-negara Di Samudra Hindia: PerspektifIndonesia”. Masyarakat Indonesia, 41(2), 115-126, https://doi.org/10.14203/jmi.v41i2.310.

Alisjahbana Armida Salsiah, Murniningtyas Endah. 2018. TujuanPembangunan Berkelanjutan di Indonesia. Bandung: UNPAD Press.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). 2019. Bencana Alam diProvinsi Yogyakarta. http://bnpb.cloud/dibi/xdibi_list/.

Badan Perencana Pembangunan Nasional. 2016. Laporan Prakarsa StrategisBidang Kemaritiman. Jakarta: Bappenas.

Badan Pusat Statistik. 2019. Statistik Pertambangan Minyak dan Gas Bumi.Jakarta: BPS.

Banowati Eva, Sriyanto. 2013. Geografi Pertanian. Yogyakarta: Ombak.

______________ . 2012. Geografi Indonesia. Yogyakarta: Ombak.

Daldjoeni. 2014. Pokok-Pokok Klimatologi. Yogyakarta: Ombak.

Danandjaja, James. 1994. Folklor Indonesia. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.

Department of Economic and Social Affairs. 2019. Growing at a slowerpace, world population is expected to reach 9.7 billion in 2050 and couldpeak at nearly 11 billion around 2100. Artikel. https://www.un.org/development/desa/en/news/population/world- populationprospects-2019.html pada 21-08-2020

Erman, Erwiza. 2011. “Penggunaan Sejarah Lisan dalam HistoriografiIndonesia”. Jurnal Masyarakat & Budaya, 13 (1), 1-22, https://doi.org/10.14203/jmb.v13i1.94.

Franz Adler. 2014. “The Value Concept in Sociology”. American Journal ofSociology. Volume 62, Number 3.

Giddens, A., Duneier, M., Appelbaum, R. P., & Carr, D. 2018. Introduction toSociology. New York: W. W. Norton & Company, Inc.

Goujon A. 2018. Human Population Growth. In: Reference Module in EarthSystems and Environmental Sciences. h. 1907-1912 Elsevier. ISBN 978-0-12-409548-9 DOI:10.1016/B978-0-12-409548-9.10755-9.

Graha, Andi Nu. 2012. Pengembangan Masyarakat Pembangunan melaluipendampingan sosial dalam konse pemberdayaan di bidang ekonomi.

Jurnal Ekonomi Modernisasi, 5(2), 117-126. https://doi.org/10.21067/jem.v5i2.243

Griffiths, H., dkk. 2017. Introduction to Sociology 2. Texas: OpenStax.

Grusec, J. E., & Hastings, P. D. 2015. Handbook of Socialization: theory andresearch. NY: The Guilford Press. h. 1, 13, 20.

Habibi, Maksum dan Gunadi. 2014. Pengantar Ekonomi dan Bisnis BidangKeahlian Bisnis dan Manajemen. Jakarta: Yudhistira.

Hadi, A. P. 2010. Konsep pemberdayaan, partisipasi dan kelembagaan dalampembangunan. Yayasan Agribisnis/Pusat Pengembangan MasyarakatAgrikarya (PPMA).

Harahap, Erni Febian. 2012. “Pemberdayaan Masyarakat dalam BidangEkonomi untuk Mewujudkan Ekonomi Nasional yang tanggung danMandiri”. Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan, 3(2), 78-96.

Herlina, N. 2020. Metode Sejarah. Bandung: Satya Historika.

Hutomo, Mardi Yatno. 2000. Pemberdayaan Masyarakat dalam BidangEkonomi: Tinjauan Teoritik dan Implementasi. Naskah No 20, Juni-Juli2000.

Kartodirjo, Sartono. 2014. Pengantar Sejarah Indonesia Baru: 1500-1900.Yogyakarta: Ombak.

Kementerian Kelautan dan Perikanan. 2019. Laporan Tahunan 2018. Jakarta:KKP.

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman. 2019. Laporan Kinerja2018. Jakarta: Kemenko Bidang Maritim.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. 2018. Status Hutan danKehutanan Indonesia 2018. Jakarta: KLHK

Koentjaraningrat. 1985. Kebudayaan Mentalitas dan Pembangunan. Jakarta:Gramedia.

Korlantas Polri. 2013. Polantas dalam Angka 2013. www.korlantas.polri.go.id.

Kotarumalos, Nur Aisyah. 2010. “Mengkonstruksi Identitas Diaspora Malukudi Negeri Belanda”. Masyarakat Indonesia. 36 (1), 123-144, https://media.neliti.com/media/publications/150453-ID-mengkonstruksiidentitas-diapora-maluku.pdf.

Kotler, Philip dan Gary Amstrong. 2008. Prinsip-prinsip Pemasaran Jilid I.Jakarta: Erlangga.

Krautkraemer, J. A. (2005). Economics of natural resource scarcity: The stateof the debate (No. 1318-2016-103362).

Kuntowijoyo, D. R. (2005). Pengantar Ilmu Sejarah. Sleman: BentangPustaka.

Lembar Fakta Forest Watch Indonesia 2019. 2019. diakses dari http://fwi.or.id/wp-content/uploads/2019/10/FS_Deforestasi_FWI_small.pdf

Muta’ali, Lutfi. 2013. Pengembangan Wilayah Perdesaan (PerspektifKeruangan). Yogyakarta: Badan Penerbit Fakultas Geografi (BPFG).

Noor, Djauhari. 2014. Pengantar Geologi. Sleman: deepublish.

Noor, Munawar. 2011. “Pemberdayaan Masyarakat”. Junal CIVIS, 1(2), 87-99.

Prihandito Aryono. 1989. Kartografi. Yogyakarta: PT Mitra Gama Widya.Rambe, Tappil., et al. 2019. Sejarah Politik dan Kekuasaan. Medan: KitaMenulis.

Resosoedarmo Soedjiran, Kartawinata Kuswata, Soegiarto Aprilani. 1987.Pengantar Ekologi. Bandung: Remadja Karya.

Ricklefs, M.C., et al. 2013. Sejarah Asia Tenggara dari Masa Prasejarahsampai Kontemporer. Depok: Komunitas Bambu.

Robert S. Pindyck dan Daniel L Rubinfeld. 2013. Mikroekonomi. Jakarta:Erlangga

Romansara, Enos. H. 2015. “Memahami Kebudayaan Lokal Papua: Suatu

Pendekatan Pembangunan yang Manusiawi di Tanah Papua”. JurnalEkologi Birokrasi. 1 (1), 47-57 https://doi.org/10.31957/jeb.v1i1.491.

Saihu, Ade. 2020. Merawat Pluiralisme Merawat Indonesia. Yogyakarta:Deepublish.

Siska, Y. 2015. Manusia dan Sejarah: Sebuah Tinjauan Filosofis. Sleman:Garudhawaca.

Sobarna, A. 2003. “Konsep pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat miskinperkotaan”. Mimbar: Jurnal Sosial dan Pembangunan, 19 (3), 316-329.

Sodik, Abror., dan Musthofa, Muhamad Wakhid. 2018. “Analisis StrategiPenyebaran Agama-Agama di Indonesia dari Pra Hingga Era Moderndengan Pendekatan Teori Permainan Matematika”. HISBAH: JurnalBimbingan Konseling dan Dakwah Islam, 15 (1), 99-113, https://doi.org/10.14421/hisbah.2018.151-08.

Soekmono. 1992. Sejarah Kebudayaan Indonesia 3. Yogyakarta: Kanisius.

Sofiana, Anas. 2017. “Ratu Kalinyamat Penguasa Wanita Jepara Tahun 1549-1579.” Avatara 5.3. https://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/index.php/avatara/article/view/21467.

Stolley, K. S. 2005. The basics of sociology. CT: Greenwood Press.

Suharyono, Amien M. 2013. Pengantar Filsafat Geografi. Yogyakarta: Ombak

Suryanegara, Ahmad Mansur. 2015. Api Sejarah Jilid 1. Bandung Suryadinasti.

Susanti, S. 2016. “Nasionalisme dan Gerakan Mulih Njowo, 1947dan 1954”. Jurnal Sejarah Citra Lekha, 1(2), 107-120, https://doi.org/10.14710/jscl.v1i2.12767.

Syefriyeni. 2018. “Karakteristik Pengetahuan Orang Melayu”. Intizar. 24 (2), 265-271,<doi.org/10.19109/intizar.v24i2.2730>.

T., Vyain, S., Bry, J., & Jones, F. 2017. Introduction to Sociology 2. Texas:OpenStax.

Tim Nasional Penulisan Sejarah Indonesia. 2010. Sejarah Nasional Indonesia.Jakarta: Balai Pustaka.

Tim. 2012. Indonesia dalam Arus Sejarah. Jakarta: Ichtiar Baru van Hoeve.

Tyasyono Bayong. 2004. Klimatologi Edisi Kedua. Bandung: ITB.

Usrah, Cut Rizka AI. 2015. “Laksamana Keumalahayati Simbol PerempuanAceh (Peranan dan Perjuangannya dalam Lintasan Sejarah KerajaanAceh Darussalam 1589-1604)”. Skripsi. Medan: Universitas NegeriMedan.

Wolters, O.W. 2011. Kemaharajaan Maritim Sriwijaya & Perniagaan Dunia.Depok: Komunitas Bambu.

Worosetyaningsih, Tri. 2019. Kehidupan Masyarakat pada Masa Praaksara,Masa Hindu Budha, dan Masa Islam. Ponorogo: Myria Publisher.

 

Sumber Gambar

https://cdn.bmkg.go.id/Web/2020.10_CH_GSMAP.png

https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/6/64/Bali_ngaben_pelebon_cremation_ceremony_Indonesia.jpg

https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Dewaruci.jpg

https://web.archive.org/web/20161016172930/http://www.panoramio.com/photo/42125739

https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Gedung_Batu_Temple_Semarang.jpg

https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Lawang_sewu.jpg

https://www.esdm.go.id/id/media-center/arsip-berita/progresssmelter-pt-fi-capai-386-akhir-tahun-2022-selesai

https://www.esdm.go.id/assets/imagecache/bodyView/arsip-beritadivestasi-51-saham-pt-fi-simbol-kedaulatan-negara-tympxrm.jpg

https://geoportal.esdm.go.id/indonesia-overview/

https://cdn.idntimes.com/content-images/post/20190412/infografisutang-luar-negeri-4-tahun-trakhir-1-a18ef6c7f68ceec3ba4b98b6f1952ea5.png

 


 

MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA

IPS FASE D KELAS VII

 


INFORMASI UMUM

A. IDENTITAS MODUL

Penyusun

Instansi

Tahun Penyusunan

Jenjang Sekolah

Mata Pelajaran

Fase / Kelas

Tema 01

Materi

Elemen

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Capaian Pembelajaran 1

 

Alokasi Waktu

:

:

:

:

:

:

:

:

:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

:

 

:

.....................................

SMP …………………

Tahun 2022

SMP

Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)

D / VII

Keluarga Awal Kehidupan

Sejarah Lisan

a) Elemen pemahaman dan ruang lingkup pembelajaran

  • Keruangan dan konektivitas antar ruang dan waktu: materi ini berkaitan dengan pemahaman terhadap kondisi sosial dan lingkungan alam serta kesejarahan dalam konteks lokal dan nasional. Materi ini juga terkait dengan pembelajaran tentang kondisi geografis Indonesia dan pengaruhnya terhadap aktivitas sosial, ekonomi.
  • Perkembangan masyarakat Indonesia dari masa pra aksara, kerajaan-kerajaan di NusantaraInteraksi, Sosialisasi, institusi sosial, dan dinamika sosial; materi ini berkaitan dengan pembentukan identitas diri, merefleksikan keberadaan diri di tengah keberagaman dan kelompok yang berbeda-beda
  • Kegiatan manusia dalam memenuhi kebutuhannya: materi ini berkaitan tentang peran diri, masyarakat serta negara dalam memenuhi kebutuhan bersama. Peserta didik menganalisis sejarah manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

b) Elemen keterampilan proses

  • Siswa melakukan berbagai kegiatan yang  mendukung tercapainya keterampilan proses  yang dibutuhkan untuk mempelajari dan menyelesaikan pembelajaran IPS kelas 7 antara lain: mengamati, menginvestigasi/ menyelidiki, menganalisis, merencanakan, menggambar, berdiskusi, menceritakan, membuat laporan tertulis sederhana, dan mempresentasikan.

Memahami keberadaan diri dan keluarga di tengah lingkungan sosial

2 JP (Pertemuan Ke-7)

B.  KOMPETENSI AWAL

  • Menjelaskan deinisi sejarah lisan.
  • Mengidentiikasi jenis-jenis sumber sejarah lisan.

C.  PROFILPELAJAR PANCASILA

  • Mandiri dan bernalar kritis, bergotong royong

D.  SARANADAN PRASARANA

Media, Sumber Belajar, dan Alat

1.  Sumber Utama

a. Gambar cerita rakyat yang ada di Indonesia.

b. Kemendikbud. 2021. Ilmu Pengetahuan Sosial, Buku Siswa KelasVII, Jakarta; Pusat Kurikulum dan Perbukuan.

c. Laptop, LCD, PC,

2.  Sumber Alternatif

Guru juga dapat menggunakan alternatif sumber belajar yang terdapatdi lingkungan sekitar dan disesuaikan dengan tema yang sedangdibahas.

3. Pengembangan Sumber Belajar

Guru dapat mengembangkan dan memberikan materi berupakumpulan video mengenai contoh nilai dan norma dalam kehidupansehari-hari.

E.  TARGET PESERTA DIDIK

§  Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami materi ajar.

§  Peserta didik dengan pencapaian tinggi: mencerna dan memahami dengan cepat, mampu mencapai keterampilan berfikir aras tinggi (HOTS), dan memiliki keterampilan memimpin.

F.  MODEL PEMBELAJARAN

§  Modelatau kerangka pembelajaran yang memberikan gambaran sistematis pelaksanaan pembelajaran. Model pembelajaran dapat berupa model pembelajaran tatap muka, pembelajaran jarak jauh dalam jaringan (PJJ Daring), pembelajaran jarak jauh luar jaringan (PJJ Luring), danresitasi.

KOMPNEN INTI

A.  TUJUAN KEGIATAN PEMBELAJARAN

Alur Tujuan Pembelajaran :

a.   Peserta didik diharapkan mampu menjelaskan deinisi sejarah lisan.

b.   Peserta didik diharapkan mampu mengidentiikasi jenis-jenis sumber sejarah lisan.

B. PEMAHAMAN BERMAKNA

  • Mengidentiikasiberbagai cerita rakyat yang ada diIndonesia, daerah asal, dan hikmah dari cerita rakyat tersebut.

C. PERTANYAAN PEMANTIK

  • Apasaja jenis-jenis sumber sejarah lisan?

D.  KEGIATAN PEMBELAJARAN

Kegiatan Pendahuluan

1. Guru membuka dengan salam dan doa bersama peserta didik.

2. Guru melakukan presensi kehadiran.

3. Apersepsi:peserta didik melihat gambar cerita rakyat di Indonesia.Guru melakukan tanya jawab dengan peserta didik. Contohpertanyaan seperti cerita rakyat apa yang kalian ingat, yang pernahdiceritakan oleh orang tua dan guru kalian? Bagaimana isi dari ceritarakyat tersebut? Peserta didik difasilitasi guru mengaitkan video ataugambar dengan kegiatan belajar.

4. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran pertemuan 7 mengenaisejarah lisan.

a. Menjelaskan deinisi sejarah lisan.

b. Mengidentiikasi jenis-jenis sumber sejarah lisan.

 

KegiatanInti

Guru menjelaskan tentang petunjuk kerja dan tugas dari lembar aktivitasindividu untuk mengidentiikasi berbagai cerita rakyat yang ada diIndonesia, daerah asal, dan hikmah dari cerita rakyat tersebut. Kegiatanini dimaksudakan untuk memberikan pemahaman kepada pesertadidik bahwa cerita rakyat tersebut memiliki hikmah yang bisa dijadikanpelajaran dalam kehidupan. Proses saling tukar hasil temuan peserta didikdapat dilakukan dalam waktu singkat, kemudian guru melakukan tanyajawab dengan peserta didik terkait hasil identiikasi.

Peserta Didik Mengidentiikasi Masalah

Setelah peserta didik mengidentiikasi jenis-jenis kebutuhannya, kemudianguru mendorong peserta didik mengajukan berbagai pertanyaan yangmengarah pada HOTS. Beberapa pertanyaan yang diajukan misalnya Apasaja jenis-jenis sumber sejarah lisan?

Peserta Didik Mengelola Informasi

Peserta didik mengolah informasi di bawah bimbingan guru. Kegiatan inidapat dilakukan secara individu dengan menerapkan model pembelajaranresitasi. Berikut tahapan model pembelajaran resitasi dalam pembelajaransejarah lisan:

1. Tahap Pemberian Tugas

Guru memberikan tugas dan membimbing peserta didik untukmengerjakan tugas sesuai dengan lembar aktivitas.

2. Tahap Pelaksanaan Tugas

a. Guru membimbing peserta didik untuk menjawab pertanyaanseputar sejarah lisan terutama mengenai cerita rakyat.

b. Guru menjadi fasilitator dengan cara berkeliling untuk memberikandorongan agar semua peserta didik mengerjakan tugas yangdiberikan.

c. Peserta didik mencatat hasil informasi yang diperoleh.

3. Tahap Mempertanggungjawabkan Tugas

a. Peserta didik mengumpulkan hasil laporan secara tertulis darihasil analisis informasi yang didapat terkait materi sejarah lisan.

b. Guru memastikan peserta mengerjakan tugas dengan baik.

Peserta Didik Merencanakan dan Mengembangkan Ide

1. Hasil pengolahan informasi disajikan dalam bentuk laporan

2. Peserta didik secara mandiri menulis laporan sederhana upayamengenai hikmah dari cerita rakyat yang telah dibacanya.

Peserta Didik Melakukan Releksi dan Aksi

1. Guru memfasilitasi peserta didik menemukan simpulan pembelajaran.

2. Guru memberikan kesempatan ke peserta didik untuk mengajukanpendapat atau pertanyaan.

3. Penguatan dan pengayaan dilakukan untuk mengembangkankompetensi peserta didik.

 

Penutup

1. Penilaian pembelajaran dilakukan secara lisan atau tertulis

2. Peserta didik melakukan releksi pembelajaran berkaitan dengansikap, pengetahuan, dan keterampilan.

Sikap

a. Apakah aku sudah melakukan pembelajaran secara bertanggungjawab?

b. Apakah aku sudah mengumpulkan tugas secara tepat waktu?

c. Apakah aku sudah mencantumkan sumber referensi dalamkaryaku?

d. Apakah aku mampu berkolaborasi bersama teman-temanku?

Inspirasi dari pembelajaran yaitu menjunjung nilai-nilai kejujuranuntuk menjadi manusia ekonomi yang bermoral.

Pengetahuan

a. Bagaimana hakikat sejarah lisan?

b. Apa saja jenis-jenis sumber sejarah lisan?

Keterampilan

Apakah aku sudah berhasil membedakan jenis-jenis sumber sejarahlisan?

3. Releksi juga dapat dapat dilakukan misalnya dengan kuis, pesertadidik menuliskan kompetensi yang diperoleh baik sikap, pengetahuan.Selain itu, dapat pula dengan menuliskan inspirasi yang diperoleh danakan dilakukan masa yang akan datang

4. Tindak lanjut dilakukan dengan mendorong peserta didik mempelajarilebih lanjut dan informasi pembelajaran berikutnya tentang manusiasebagai makhluk sosial dan ekonomi yang bermoral.

5. Doa dan penutup.

 

F.  REFLEKSI

Budaya tradisi lisan sudah diturunkan dari masa lalu oleh nenekmoyang kalian. Cerita rakyat yang kalian sudah tuliskan pada kolom atasmerupakan cerita yang sudah turun-temurun dilestarikan. Kalian kelakjuga akan menurunkan cerita-cerita tersebut kepada anak cucu kaliannanti.

Coba kalianrenungkan pertanyaan berikut ini:

1. Bagaimana hakikat sejarah lisan?

2. Apa saja jenis-jenis sumber sejarah lisan?

F.  ASESMEN/ PENILAIAN

Penilaian Proses dan Hasil Pembelajaran

a. Konsep Penilaian dan Pembelajaran IPS

Penilaian merupakan kegiatan yang bertujuan untuk memperoleh,menganalisis, menafsirkan proses dan hasil belajar peserta didik secarasistematis. Penilaian tersebut dapat digunakan untuk mengetahui tingkatkeberhasilan pencapaian kompetensi, proses pembelajaran, tingkatkesulitan belajar peserta didik, dan penentuan tindak lanjut pembelajaran.Penilaian pembelajaran IPS memakai pendekatan penilaian autentik(authentic assesment) untuk menilai kesiapan peserta didik, proses, danhasil belajar secara utuh. Hasil penilaian tersebut dapat dimanfaatkanguru dalam merencanakan program perbaikan (remedial), pengayaan(enrichment), layanan konseling, dan sebagai landasan untuk memperbaikiproses pembelajaran selanjutnya.

b. Teknik dan Instrumen Penilaian

Penilaian kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan dilakukanmenggunakan teknik dan instrumen penilaian. Berikut merupakanpenjabaran teknik dan instrumen penilaian dari masing-masing kompetensi.

1.  Penilaian kompetensi sikap

Teknik penilaian kompetensi sikap dapat berupa observasi, penilaiandiri, dan penilaian antar teman. Kegiatan ini bisa dilakukan oleh gurumatabpelajaran, wali kelas, dan guru bimbingan konseling (BK) yang ditulisdalam buku jurnal. Jurnal berisi catatan kejadian tertentu dan informasilain yang relevan.

a. Observasi

Instrumen dalam observasi yaitu lembar observasi atau jurnal. Lembarobservasi berisi catatan perilaku peserta didik berdasarkan pengamatanoleh guru mata pelajaran, wali kelas, dan guru bimbingan konseling selamasatu semester. Setiap catatan berisi deskripsi perilaku peserta didik yangdilengkapi dengan waktu dan tempat pengamatan tersebut.

Jika terjadi perubahan sikap peserta didik dari yang kurang baikmenjadi baik maka dalam jurnal harus ditulis bahwa sikap peserta didiktersebut telah baik atau bahkan sangat baik. Hal yang dicatat dalamjurnal bisa berupa sikap kurang baik, baik, maupun sangat baik, sertaperkembangan perubahan sikap peserta didik. Berikut merupakan contohlembar observasi penilaian sikap peserta didik selama satu semester:

Contoh Tabel Jurnal Pengembangan Sikap

No

Tanggal

Nama Siswa

Catatan Perilaku

Butir Sikap

   1

 

 

 

 

2

 

 

 

 

3

 

 

 

 

4

 

 

 

 

dst

 

 

 

 

 

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan penilaiansikap menggunakan teknik observasi :

·      Jurnal penilaian sikap ditulis oleh guru mata pelajaran, wali kelas, dan guru BK selama satu semester.

·      Penilaian oleh wali kelas dapat menggunakan 1 (satu) jurnal untuk satu kelas yang menjadi tanggung-jawabnya. Penilaian oleh guru mata pelajaran dapat menggunakan 1 (satu) jurnal untuk setiap kelas yang diajarnya, dan penilaian oleh guru BK dapat menggunakan 1 (satu) jurnal untuk setiap kelas di bawah bimbingannya.

·      Penilaian perkembangan sikap sipritual dan sikap sosial peserta didik bisa dicatat dalam satu jurnal yang sama atau dalam 2 (dua) jurnal berbeda.

·      Peserta didik yang dicatat dalam jurnal adalah peserta didik yang menunjukkan perilaku yang sangat baik maupun kurang baik secara alami.

·      Pencatatan jurnal dilakukan dengan segera seperti ketika wali kelas, guru mata pelajaran, maupun guru BK menyaksikan atau memperoleh informasi terpercaya mengenai perilaku peserta didik.

·      Jika peserta didik pernah menunjukkan sikap kurang baik tetapi selama satu semester tersebut menunjukan perkembangan ke arah sikap baik, maka sikap baik tersebut juga dicatat dalam jurnal.

·      Guru mata pelajaran dan guru BK merangkum catatan jurnal perkembangan sikap spiritual dan sikap sosial setiap peserta didik dan menyerahkannya kepada wali kelas untuk diolah lebih lanjut

Berikut merupakan contoh jurnal penilaian (perkembangan) sikapspiritual dan sikap sosial oleh wali kelas.

 

Contoh Jurnal Penilaian Sikap Spiritual

Nama Sekolah: SMP .............................

Kelas/Semester   : VII/I

Tahun Pelajaran: 2022/2023

No

Waktu

Nama Siswa

Catatan Perilaku

Butir Sikap

   1

19/07/22

Haidar

Tidak mengikuti sholatDzuhur berjamaah disekolah.

Ketaqwaan

2

19/07/22

Halwa

Mengganggu temanketika berdoa sebelumkegiatan pembelajaran.

Ketaqwaan

3

19/07/22

Sugi

Mengajak temanberdoa sebelumolahraga badminton disekolah.

Ketaqwaan

4

19/07/22

Said

Berpartisipasi sebagaipanitia perayaankeagamaan di sekolah.

Toleransi

beragama

 

Contoh Jurnal Penilaian Sikap Sosial

Nama Sekolah: SMP .............................

Kelas/Semester   : VII/I

Tahun Pelajaran: 2022/2023

No

Waktu

Nama Siswa

Catatan Perilaku

Butir Sikap

   1

12/07/22

Haidar

Membantu seorangteman yang kesulitanmenyebrang jalan didepan sekolah.

Kepedulian

2

26/08/22

Halwa

Menyerahkandompet yangditemukan di kantinsekolah kepada walikelas.

Kejujuran

3

26/09/22

Sugi

Tidak menggunakanatribut upacara disekolah denganlegkap.

Kedisiplinan

4

25/10/22

Said

Berinisiatifmenyiram tanamanyang mulai kering.

Kepedulian

Contoh format di atas dapat digunakan guru mata pelajaran danguru BK dalam penilain sikap spiritual dan sosial. Catatan tersebut jugadapat dibuat dalam satu tabel yang sama dengan menambahkan kolomketerangan pada bagian paling kanan untuk menuliskan keterangan jenissikap yang ditulis. Berikut merupakan contoh tabel jurnal penilaian sikap(spiritual dan sosial) yang dijadikan dalam satu tabel:

 

Contoh Jurnal Penilaian Sikap

Nama Sekolah: SMP .............................

Kelas/Semester   : VII/I

Tahun Pelajaran: 2022/2023

No

Waktu

Nama Siswa

Catatan Perilaku

Butir Sikap

Ket.

   1

19/07/22

Haidar

Membantuseorang temanyang kesulitanmenyebrangjalan di depansekolah

Ketaqwaan

Sosial

2

19/07/22

Halwa

Mengajak temanberdoa sebelumolahragabadminton disekolah.

Kepeduliaan

Spiritual

3

19/07/22

Sugi

Menggangguteman ketikaberdoa sebelumkegiatanpembelajaran.

Toleransi

beragama

Spiritual

4

18/11/22

Said

Berinisiatifmenyiramtanaman yangmulai kering.

Ketaqwaan

Sosial

 

b. Penilaian Diri (Self Assesment)

Penilaian diri merupakan teknik penilaian terhadap diri sendiri olehpeserta didik dengan mengidentiikasi kelebihan dan kekurangan sikappeserta didik dalam berperilaku. Teknik penilaian ini dapat digunakanuntuk menumbuhkan nilai-nilai kejujuran dan meningkatkan kemampuanreleksi diri peserta didik. Satu tabel penilaian diri dapat digunakan untukpenilaian sikap spiritual dan sikap sosial. Berikut merupakan contohlembar penilaian diri menggunakan Likert Scale.

Contoh Lembar Penilaian Diri Siswa (Likert Scale)

Nama teman yang dinilai:..................

Nama penilai:..................

Kelas:....................

Semester:....................

Berilah tanda centang  pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengankeadaan sebenarnya

No

Pernyataan

Skala

1

2

3

4

   1

Saya berdoa sebelum melakukan kegiatan

 

 

 

 

2

Saya melaksanakan ibadah sholat tepat waktu

 

 

 

 

3

Saya berani mengakui kesalahan jika memang

bersalah

 

 

 

 

4

Saya mengumpulkan tugas sesuai jadwal yang

diberikan

 

 

 

 

5

Saya mengembalikan barang yang saya pinjam

dalam kondisi baik

 

 

 

 

6

Saya meminta maaf jika melakukan kesalahan

 

 

 

 

7

Saya datang ke sekolah tepat waktu

 

 

 

 

Keterangan:

1 = sangat jarang

2 = jarang

3 = sering

4 = selalu

 

c. Penilaian Antar Teman

Penilaian antar teman adalah teknik penilaian yang dilakukan pesertadidik terhadap peserta didik yang lain mengenai sikap/perilaku pesertadidik. Penilaian antarteman dapat digunakan untuk menumbuhkan nilaikejujuran, tenggang rasa, dan saling menghargai. Satu lembar penilaiandiri dapat digunakan untuk penilaian sikap spiritual dan sikap sosial.

Berikut merupakan contoh lembar penilaian antarteman menggunakanLikert Scale.

Contoh Lembar Penilaian Diri Siswa (Likert Scale)

Nama: ..................

Kelas:....................

Semester:....................

Berilah tanda centang pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengankeadaan sebenarnya

No

Pernyataan

Skala

1

2

3

4

   1

Teman saya berkata jujur kepada orang lain

 

 

 

 

2

Teman saya mengerjakan ulangan dengan jujur

 

 

 

 

3

Teman saya mentaati tata-tertib sekolah

 

 

 

 

4

.....................................

 

 

 

 

Keterangan:

1 = sangat jarang

2 = jarang

3 = sering

4 = selalu

Pada dasarnya teknik penilaian diri ini tidak hanya untuk aspek sikap,tetapi juga dapat digunakan untuk menilai kompetensi dalam aspekkete rampilan dan pengetahuan.

2. Penilaian Kompetensi Pengetahuan

a) Pengertian Penilaian Pengetahuan

Penilaian pengetahuan merupakan penilaian yang dilakukan untukmengetahui kemampuan peserta didik berkaitan dengan penguasaanpengetahuan faktual, konseptual, maupun prosedural serta kecakapanberpikir tingkat rendah hingga tinggi. Guru dapat memilih teknikpenilaian yang disesuaikan dengan karakteristik kompetensi yang akandinilai. Penilaian diawali dengan perencanaan pada saat menyusunrencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Hasil penilaian pengetahuanyang dilakukan selama dan setelah proses pembelajaran dinyatakan dalambentuk angka dengan rentang 0-100.

b) Teknik Penilaian Pengetahuan

Teknik penilaian pengetahuan yang akan digunakan dapat disesuaikandengan karakteristik masing-masing Kmpetensi Dasar (KD). Teknikpenilaian pengetahuan yang sering digunakan yaitu tes tertulis, tes lisan,dan penugasan. Berikut merupakan penjabaran dari berbagai teknikpenilaian pengetahuan.

Contoh Teknik Penilaian Pengetahuan

Teknik

Bentuk Instrumen

Tujuan

Tes tertulis

Pilihan ganda, benar-salah,menjodohkan, isian ataumelengkapi, dan uraian.

Mengetahui kemampuanpenguasaan pengetahuanpeserta didik dalam prosespembelajaran.

Tes lisan

Tanya jawab

Mengetahui pemahamanpeserta didik sebagaidasar perbaikan prosespembelajaran

Penugasan

Tugas individu dan kelompok

Memfasilitasi penguasaanpengetahuan pesertadidik selama prosespembelajaran.

1. Tes Tertulis

Tes tertulis merupakan soal dan jawaban disajikan secara tertulis, misalnyapilihan ganda, benar-salah, dan uraian. Langkah-langkah pengembangan testertulis:

Kisi-kisi Tes Tertulis

Nama Sekolah    : SMP .............................

Kelas/Semester   : VII/I

Tahun Pelajaran: 2022/2023

Mata Pelajaran: IPS

No

Kompetensi

Dasar

Materi

Indikator

Soal

Bentuk

Soal

Jumlah

Soal

1

·        Menjelaskan deinisi sejarah lisan.

·        Mengidentiikasi jenis-jenis sumber sejarah lisan

Sejarah Lisan

·        Peserta didik diharapkan mampu menjelaskan deinisi sejarah lisan

·        Peserta didik diharapkan mampu mengidentiikasi jenis-jenis sumber sejarah lisan

Tes Tertulis

2

 

Butir soal:

1. Bagaimana hakikat sejarah lisan?

2. Apa saja yang termasuk sumber sejarah lisan?

Pemberian skor Tes Tertulis

No.

Soal

Kunci Jawaban

Skor

1

Sejarah Lisan merupakan usaha untuk merekam seluruh kenangan dari si pelaku sejarah, agar semua aktifitas yang dilakukannya, yang dilihatnya dan dirasakannya dapat terungkap melalui proses wawancara dengan segala nuansa yang muncul dari aspek peristiwa sejarah.

2

2

Contoh sumber lisan :

·       Keterangan langsung dari anggota Legiun Veteran Republik Indonesia terkait sejarah Serangan Umum.

·       Orang dekat Soekarno yang menceritakan bagaimana perilaku Soekarno semasa hidupnya.

·       Para saksi mata pada perang di era kemerdekaan banyak menceritakan kisah-kisah peperangan berdasarkan pengalamannya.

2

Total Skor Maksimum

4

 

 

2. Tes Lisan

Tes lisan merupakan pertanyaan yang diberikan guru secara lisan kepadapeserta didik yang jawaban atas pertanyaan tersebut juga disampaikan secaralisan. Tes ini bertujuan untuk mengetahui penguasaan pengetahuan pesertadidik dan menumbuhkan kemampuan berkomunikasi. Pemberian tes lisandapat dilakukan pada saat pembelajaran berlangsung. pertanyaanpada tes lisan:

·      Mengapa sejarah lisan dapat mengungkap?

·      Bagaimana kedudukan sejarah lisan dalam ilmu sejarah?

·      Aspek apa saja yang harus diperhatikan saat menggunakan sumber lisan?

·      Apakah sejarah lisan dapat digunakan sebagai sumber sejarah?

 

3. Penugasan

Penugasan adalah pemberian tugas untuk meningkatkan pengetahuanpeserta didik. Tugas dapat dikerjakan baik secara individu maupunkelompok sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai. Berikutmerupakan contoh kisi-kisi tugas dan contoh pedoman penskorannya.

Nama Sekolah    : SMP .............................

Kelas/Semester   : VII/I

Tahun Pelajaran: 2022/2023

Mata Pelajaran: IPS

Kompetensi

Dasar

Materi

Indikator

Teknik

Penilaian

·        Menjelaskan deinisi sejarah lisan.

·        Mengidentiikasi jenis-jenis sumber sejarah lisan

Sejarah Lisan

·        Peserta didik diharapkan mampu menjelaskan deinisi sejarah lisan

·        Peserta didik diharapkan mampu mengidentiikasi jenis-jenis sumber sejarah lisan

Penugasan

Pedoman Pemberian Skor Tugas

No Soal

Aspek yang Dinilai

Skor

1

Menjelaskansejarah lisan

0-2

2

Apa saja kelebihan dan kekurangan dari sumber sejarah lisan.

0-3

3

Menjelaskan manfaatsejarah lisan

0-3

4

Keruntutanbahasa

0-2

Total Skor Maksimum

10

 

3. Penilaian Keterampilan

a) Pengertian Penilaian Keterampilan

Penilaian keterampilan dilakukan untuk mengetahui kemampuanpeserta didik dalam menerapkan pengetahuan yang telah diperolehuntuk melakukan tugas tertentu sesuai dengan indikator pencapaiankompetensi. Penilaian ini dapat dilakukan dengan berbagai teknik, sepertipenilaian kinerja dan penilaian proyek. Berikut merupakan contoh kisi-kisipenilaian keterampilan, tugas, dan pedoman pemberian skor.

b) Teknik Penilaian Keterampilan

• Penilaian kinerja

Berikut ini Kisi-kisi Penilaian Kinerja, soal/tugas, pedomanpemberian skor:

Kisi-kisi Penilaian Kinerja

Nama Sekolah    : SMP .............................

Kelas/Semester   : VII/I

Tahun Pelajaran: 2022/2023

Mata Pelajaran: IPS

No

Kompetensi

Dasar

Materi

Indikator

Teknik

Penilaian

1

·        Menjelaskan deinisi sejarah lisan.

·        Mengidentiikasi jenis-jenis sumber sejarah lisan

Sejarah Lisan

·        Peserta didik diharapkan mampu menjelaskan deinisi sejarah lisan

·        Peserta didik diharapkan mampu mengidentiikasi jenis-jenis sumber sejarah lisan

 

 

Rubrik Pemberian Skor Penilaian Kinerja

No

Aspek yang Dinilai

Skala

0

1

2

3

4

   1

Merencanakan pengamatan

 

 

 

 

 

2

Melakukan pengamatan

 

 

 

 

 

3

Membuat laporan

 

 

 

 

 

Jumlah:

 

Penilaian diberikan dengan memperhatikan aspek proses dan produk.Guru dapat menetapkan bobot pemberian skor yang berbeda antara satudan aspek yang lainnya dengan memperhatikan karakteristik kompetensiyang dinilai.

 

Rubrik Penilaian Kinerja

No

Indikator

Rubrik

1

Menyiapkan bahan

yang diperlukan

2 = Menyiapkan seluruh alat dan bahan yangdiperlukan.

1 = Menyiapakan sebagian alat dan bahan yangdiperlukan.

0 = Tidak menyiapkan alat bahan

2

Pengamatan

4 = Melakukan empat langkah kerjadengan tepat

3 = Melakukan tiga langkah kerja dengantepat.

2 = Melakukan dua langkah kerja dengantepat.

1 = Melakukan satu langkah kerja dengantepat.

0 = Tidak melakukan langkah kerja.

 

Langkah kerja:

1. Menyiapkan kertas gambar ukuran A4.

2. Menggambar sejarah lisan..

3.Mencantumkan sejarah lisan padagambar yang di buat

4. Memberikan warna pada kenampakanobjek yang di gambar pada sejarah lisan.

3

Membuat laporan

3 = Memenuhi 3 kriteria

2 = Memenuhi 2 kriteria

1 = Memenuhi 1 kriteria

0 = Tidak memenuhi kriteria

 

Kriteria laporan:

1. Memenuhi sistematika laporan (judul, tujuan,alat dan bahan, prosedur, data pengamatan,pembahasan, kesimpulan)

2. Data, pembahasan, dan kesimpulan benar

3. Komunikatif

 

 

• Penilaian proyek

Penilaian proyek merupakan kegiatan yang bertujuan untukmengetahui kemampuan peserta didik dalam mengimplementasikanpengetahuannya melalui penyelesaian suatu tugas dalam waktu tertentu.Penilaian ini dapat digunakan untuk mengukur satu maupun beberapaKompetensi Dasar (KD) dalam satu atau beberapa mata pelajaran.

Kegiatan yang dilakukan dimulai dengan perencanaan, pengumpulan,pengorganisasian, pengolahan, penyajian, dan pelaporan. Beberapa halyang perlu dipertimbangkan dalam penilaian proyek, yaitu:

1) Pengelolaan

Kemampuan peserta didik untuk menentukan tema atau topik,mengumpulkan informasi, pengolahan data, dan penulisan laporan.

2) Relevansi

Tema yang dipilih sesuai dengan Kompetensi Dasar (KD).

3) Keaslian

Laporan atau produk yang dibuat peserta didik merupakan hasilkaryanya.

4) Inovasi dan Kreativitas

Terdapat unsur-unsur kebaruan dan berbeda pada produk yangdihasilkan peserta didik.

Kisi-kisi Penilaian Proyek

Nama Sekolah    : SMP .............................

Kelas/Semester   : VII/I

Tahun Pelajaran: 2022/2023

Mata Pelajaran: IPS

No

Kompetensi

Dasar

Materi

Indikator

Teknik

Penilaian

1

·        Menjelaskan deinisi sejarah lisan.

·        Mengidentiikasi jenis-jenis sumber sejarah lisan

Sejarah Lisan

·        Peserta didik diharapkan mampu menjelaskan deinisi sejarah lisan

·        Peserta didik diharapkan mampu mengidentiikasi jenis-jenis sumber sejarah lisan

Penilaian Proyek

 

Proyek : Buatlah poster salah satu tujuan sejarah lisan menggunakan kertas gambar ukuran A3, pensil warna atau cat air denganmemperhatikan hal- hal berikut!

1. Pilihlah salah satu tujuan sejarah lisan.

2. Amati tujuan tersebut apakah telah tercapai atau belum tercapai diIndonesia lalu sampaikan dalam poster.

3. Gambar salah satu tujuan sejarah lisan yang telahdipilih!

4. Tuliskan cerita rakyat konsep dari poster yang akan peserta didik sampaikan!

5. Laporkan hasilnya secara lisan!

Rubrik Pemberian Skor Proyek

No

Pernyataan

Skor

1

2

3

4

   1

Kemampuan peserta didik dalam merencanakan

 

 

 

 

2

Kemampuan menggambar poster

 

 

 

 

3

Kemampuan penyampaian konsep berdasarkanposter yang digambar

 

 

 

 

4

Kemampuan mempresentasikan isi poster

 

 

 

 

5

Produk Poster

 

 

 

 

Skor Maksimum

15

Catatan:

Guru bisa menetapkan bobot yang berbeda-beda antara aspek satu dan lainnya

pada pemberian skor dengan memperhatikan karakteristik Kompetensi Dasar

(KD) atau keterampilan yang dinilai.

 

Rubrik PenilaianProyek

No

Pernyataan

Keterangan

1

Kemampuan Perencanaan

2 = perencanaan lengkap (bahan, carakerja, hasil), dan rinci

1 = perencanaan kurang lengkap

0 = tidak ada perencanaan

2

Kemampuan menggambar

poster secara tepat sesuai

dengan salah satu tujuan

sejarah lisan

2 = menggambar dan mewarnai posterdengan baik dan interpretasi tujuanpembangunan berkelanjutan dalamposter tepat.

1 = menggambar dan memberikan warna pada poster tetapi salahdalam menginterpretasikan tujuanpembangunan berkelanjutan yangdipilih.

0 = gambar tidak diberi warna dantidak tepat dalam menginterpretasikantujuan pembangunan berkelanjutanyang dipilih.

 

G.  KEGIATAN PENGAYAAN DAN REMEDIAL

Remedial

Peserta didik yang belum mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM)diberikan program pembelajaran remedial. Pembelajaran remedial dapatdilakukan pada kompetensi pengeahuan dan keterampilan. Langkah-langkahdalam pembelajaran remedial antara lain:

1. Identiikasi permasalahan pembelajaran peserta didik.

2. Merancang pembelajaran remedial

3. Membuat perencanaan pembelajaran remedial

4. Menyiapkan perangkat pembelajaran remedial

5. Melaksanakan pembelajaran remedial

6. Melaksankaan evaluasi

 

Pengayaan

Bacalah artikel mengenai sejarah lisan, setelahitu analisis perbedaan jenis-jenis sumber sejarahlisan. Tuliskan hasil analisis tersebut dalam beberapa paragraf.

LAMPIRAN

A.  LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

 

Nama :

Kelas :

Petunjuk!

Mengawali pembelajaran materi ini, silakan kalian isi tabel di bawah inidengan cerita rakyat (dongeng, legenda atau mitos) yang kalian ketahui!

Silakan kalian gunakan sumber dari buku, internet, atau sumber lainnya!

 

B.  BAHAN BACAAN GURU & PESERTA DIDIK

Bahan BacaanPeserta Didik

C. Sosialisasi dalam Masyarakat

1. Sejarah Lisan

Budaya tradisi lisan sudah diturunkan dari masa lalu oleh nenekmoyang kalian. Cerita rakyat yang kalian sudah tuliskan pada kolom atasmerupakan cerita yang sudah turun-temurun dilestarikan. Kalian kelakjuga akan menurunkan cerita-cerita tersebut kepada anak cucu kaliannanti.

Cerita rakyat pada mulanya tidak dibuat untuk anak-anak. Namunpada abad ke-19, cerita rakyat dibuat untuk digunakan sebagai bahanpendidikan bagi anak-anak. Seperti cerita Si Pitung dari Jakarta yangmengajarkan untuk kebaikan, tolong menolong, dan berani. Cerita rakyatyang turun-temurun sudah disesuaikan untuk pembaca dan pendengar.Cerita rakyat dapat diklasifikasikan menjadi tiga jenis yaitu mitos (myth),legenda (legend), dan dongeng ( folktale).

Jejak-jejak masa lampau sebagai sumber sejarah digolongkan dalamtiga jenis yaitu sumber tertulis, sumber lisan, dan sumber benda (artefak).Sumber tertulis diantaranya prasasti, silsilah keluarga (dokumen tertulis),surat kabar, buku harian, piagam, babad, dokumen, biografi, jurnal, surat,laporan, notulen rapat, dan sebagainya. Sumber benda dalam sejarahyaitu monumen (piramid, masjid, candi, makam, gereja, patung, lukisan),ornamen (relief, gambar-gambar), dan grafis (peta, perencanaan kota,sketsa topografis, sidik jari, tabel statistik, dan lain-lain), dan fonografis(rekaman suara).

Sementara sumber lisan dapat dibedakan menjadi dua jenis. Pertama,kesaksian lisan oleh pelaku yang terlibat secara langsung dalam peristiwasejarah (oral history). Pada saat melakukan wawancara dengan saksisejarah direkam dan ditranskripkan ke dalam kertas.

Sumber lisan yang kedua berupa tradisi lisan (oral tradition), misalnyamitos, legenda, dongeng, dan cerita rakyat. Tradisi lisan lebih sulit untukdianalisis oleh seorang sejarawan karena perlu menangkap kenyataan dibelakang ceritanya yang didukung dokumen seperti arsip atau buku.

Mitos adalah cerita yang dianggap benar terjadi dan suci olehmasyarakat pemilik cerita tersebut. Legenda merupakan cerita rakyatjaman dahulu yang dianggap benar-benar terjadi oleh pemilik cerita.Dongeng merupakan prosa yang dianggap tidak benar-benar terjadi olehyang memiliki cerita. Isi dongeng kebanyakan penuh dengan khayalan.

Melalui cerita rakyat nenek moyang kalian menjawab berbagaipertanyaan yang muncul dari anak-anak mereka atau cucu-cucu mereka.Seperti contoh ketika sudah malam anak-anak tidak diperbolehkanbermain di luar rumah karena akan diculik oleh hantu. Penjelasan ilmiahnyaadalah ketika malam dan suasana gelap maka anak-anak akan kesulitanuntuk melihat keadaan sekitar. Anak-anak yang bermain dikhawatirkanakan mengalami kecelakaan atau kehilangan arah untuk pulang. Ceritarakyat mempunyai ciri-ciri di antaranya:

a. Penyebaran dan pelestariannya dilakukan dengan tradisi lisanyaitu melalui penuturan dari orang ke orang lain.

b. Bersifat tradisional dan disebarkan antargenerasi dalam waktuyang cukup lama.

c. Cerita rakyat itu ada dengan versi-versi dan perbedaan dari setiapdaerah sehingga menjadi berbeda alur dari ceritanya satu samalain.

d. Penciptanya tidak diketahui.

e. Menjadi milik bersama.

f. Mempunyai kegunaan dalam kehidupan.

g. Mempunyai logika sendiri yang membedakan dengan logika umum.

Cerita rakyat memiliki banyak nilai-nilai luhur yang berkaitan dengannilai-nilai budi pekerti seperti keimanan, jujur, adil, bekerja keras,rendah hati, bekerja sama, keberanian, rela berkorban, tolong menolong,kerurukunan, dan sebagainya .

 

Bahan Bacaan Guru

Guru menyampaikan kepada peserta didik terkait sub-babpada materi Keluarga Awal Kehidupan. Materi diawali pemahamankepada peserta didik terkait keberadaan diri dan keluarga di tengahlingkungan sosial terdekatnya. Peserta didik kemudian mengeksplorasikondisi sosial lingkungan sekitar sehingga mampu mengurutkanperistiwa sejarah dalam kerangka kronologis dan menghubungkandengan kondisi saat ini. Setelah sosialisasi di lingkungan keluargamaka cakupan diperluas menjadi sosialisasi dalam masyarakat.Kondisi lingkungan sosial dan isik setiap wilayah yang berbeda dapatmemengaruhi upaya pemenuhan kebutuhan hidup. Hal ini karenaadanya perbedaan kondisi geograis daerah, karakteristik masyarakatdan cara mereka beraktivitas. Perbedaan karakteristik wilayah dapatmembuat masyarakat saling berupaya memenuhi kebutuhan hidupnyadengan melakukan interaksi antarwilayah.

C.   GLOSARIUM

sejarah lisan    : Informasi sejarah tentang peristiwa penting yang dapat bersumber dari kesaksian lisan dan tradisi lisan.

sosialisasi         : Proses sosial seumur hidup untuk mempelajari pola budaya, perilaku, dan harapan.

mitos     : Prosa rakyat yang dianggap benar-benar terjadi dan dianggap suci oleh yang memiliki cerita.

legenda             : Prosa rakyat yag dianggap benar-benar terjadi oleh yang memiliki cerita.

D.   DAFTAR PUSTAKA

Daftar Pustaka

Adhuri, D. S., Wiratri, A., & Bismoko, A. B. 2016. “Interseksi BudayaDan Peradaban Negara-negara Di Samudra Hindia: PerspektifIndonesia”. Masyarakat Indonesia, 41(2), 115-126, https://doi.org/10.14203/jmi.v41i2.310.

Alisjahbana Armida Salsiah, Murniningtyas Endah. 2018. TujuanPembangunan Berkelanjutan di Indonesia. Bandung: UNPAD Press.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). 2019. Bencana Alam diProvinsi Yogyakarta. http://bnpb.cloud/dibi/xdibi_list/.

Badan Perencana Pembangunan Nasional. 2016. Laporan Prakarsa StrategisBidang Kemaritiman. Jakarta: Bappenas.

Badan Pusat Statistik. 2019. Statistik Pertambangan Minyak dan Gas Bumi.Jakarta: BPS.

Banowati Eva, Sriyanto. 2013. Geografi Pertanian. Yogyakarta: Ombak.

______________ . 2012. Geografi Indonesia. Yogyakarta: Ombak.

Daldjoeni. 2014. Pokok-Pokok Klimatologi. Yogyakarta: Ombak.

Danandjaja, James. 1994. Folklor Indonesia. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.

Department of Economic and Social Affairs. 2019. Growing at a slowerpace, world population is expected to reach 9.7 billion in 2050 and couldpeak at nearly 11 billion around 2100. Artikel. https://www.un.org/development/desa/en/news/population/world- populationprospects-2019.html pada 21-08-2020

Erman, Erwiza. 2011. “Penggunaan Sejarah Lisan dalam HistoriografiIndonesia”. Jurnal Masyarakat & Budaya, 13 (1), 1-22, https://doi.org/10.14203/jmb.v13i1.94.

Franz Adler. 2014. “The Value Concept in Sociology”. American Journal ofSociology. Volume 62, Number 3.

Giddens, A., Duneier, M., Appelbaum, R. P., & Carr, D. 2018. Introduction toSociology. New York: W. W. Norton & Company, Inc.

Goujon A. 2018. Human Population Growth. In: Reference Module in EarthSystems and Environmental Sciences. h. 1907-1912 Elsevier. ISBN 978-0-12-409548-9 DOI:10.1016/B978-0-12-409548-9.10755-9.

Graha, Andi Nu. 2012. Pengembangan Masyarakat Pembangunan melaluipendampingan sosial dalam konse pemberdayaan di bidang ekonomi.

Jurnal Ekonomi Modernisasi, 5(2), 117-126. https://doi.org/10.21067/jem.v5i2.243

Griffiths, H., dkk. 2017. Introduction to Sociology 2. Texas: OpenStax.

Grusec, J. E., & Hastings, P. D. 2015. Handbook of Socialization: theory andresearch. NY: The Guilford Press. h. 1, 13, 20.

Habibi, Maksum dan Gunadi. 2014. Pengantar Ekonomi dan Bisnis BidangKeahlian Bisnis dan Manajemen. Jakarta: Yudhistira.

Hadi, A. P. 2010. Konsep pemberdayaan, partisipasi dan kelembagaan dalampembangunan. Yayasan Agribisnis/Pusat Pengembangan MasyarakatAgrikarya (PPMA).

Harahap, Erni Febian. 2012. “Pemberdayaan Masyarakat dalam BidangEkonomi untuk Mewujudkan Ekonomi Nasional yang tanggung danMandiri”. Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan, 3(2), 78-96.

Herlina, N. 2020. Metode Sejarah. Bandung: Satya Historika.

Hutomo, Mardi Yatno. 2000. Pemberdayaan Masyarakat dalam BidangEkonomi: Tinjauan Teoritik dan Implementasi. Naskah No 20, Juni-Juli2000.

Kartodirjo, Sartono. 2014. Pengantar Sejarah Indonesia Baru: 1500-1900.Yogyakarta: Ombak.

Kementerian Kelautan dan Perikanan. 2019. Laporan Tahunan 2018. Jakarta:KKP.

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman. 2019. Laporan Kinerja2018. Jakarta: Kemenko Bidang Maritim.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. 2018. Status Hutan danKehutanan Indonesia 2018. Jakarta: KLHK

Koentjaraningrat. 1985. Kebudayaan Mentalitas dan Pembangunan. Jakarta:Gramedia.

Korlantas Polri. 2013. Polantas dalam Angka 2013. www.korlantas.polri.go.id.

Kotarumalos, Nur Aisyah. 2010. “Mengkonstruksi Identitas Diaspora Malukudi Negeri Belanda”. Masyarakat Indonesia. 36 (1), 123-144, https://media.neliti.com/media/publications/150453-ID-mengkonstruksiidentitas-diapora-maluku.pdf.

Kotler, Philip dan Gary Amstrong. 2008. Prinsip-prinsip Pemasaran Jilid I.Jakarta: Erlangga.

Krautkraemer, J. A. (2005). Economics of natural resource scarcity: The stateof the debate (No. 1318-2016-103362).

Kuntowijoyo, D. R. (2005). Pengantar Ilmu Sejarah. Sleman: BentangPustaka.

Lembar Fakta Forest Watch Indonesia 2019. 2019. diakses dari http://fwi.or.id/wp-content/uploads/2019/10/FS_Deforestasi_FWI_small.pdf

Muta’ali, Lutfi. 2013. Pengembangan Wilayah Perdesaan (PerspektifKeruangan). Yogyakarta: Badan Penerbit Fakultas Geografi (BPFG).

Noor, Djauhari. 2014. Pengantar Geologi. Sleman: deepublish.

Noor, Munawar. 2011. “Pemberdayaan Masyarakat”. Junal CIVIS, 1(2), 87-99.

Prihandito Aryono. 1989. Kartografi. Yogyakarta: PT Mitra Gama Widya.Rambe, Tappil., et al. 2019. Sejarah Politik dan Kekuasaan. Medan: KitaMenulis.

Resosoedarmo Soedjiran, Kartawinata Kuswata, Soegiarto Aprilani. 1987.Pengantar Ekologi. Bandung: Remadja Karya.

Ricklefs, M.C., et al. 2013. Sejarah Asia Tenggara dari Masa Prasejarahsampai Kontemporer. Depok: Komunitas Bambu.

Robert S. Pindyck dan Daniel L Rubinfeld. 2013. Mikroekonomi. Jakarta:Erlangga

Romansara, Enos. H. 2015. “Memahami Kebudayaan Lokal Papua: Suatu

Pendekatan Pembangunan yang Manusiawi di Tanah Papua”. JurnalEkologi Birokrasi. 1 (1), 47-57 https://doi.org/10.31957/jeb.v1i1.491.

Saihu, Ade. 2020. Merawat Pluiralisme Merawat Indonesia. Yogyakarta:Deepublish.

Siska, Y. 2015. Manusia dan Sejarah: Sebuah Tinjauan Filosofis. Sleman:Garudhawaca.

Sobarna, A. 2003. “Konsep pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat miskinperkotaan”. Mimbar: Jurnal Sosial dan Pembangunan, 19 (3), 316-329.

Sodik, Abror., dan Musthofa, Muhamad Wakhid. 2018. “Analisis StrategiPenyebaran Agama-Agama di Indonesia dari Pra Hingga Era Moderndengan Pendekatan Teori Permainan Matematika”. HISBAH: JurnalBimbingan Konseling dan Dakwah Islam, 15 (1), 99-113, https://doi.org/10.14421/hisbah.2018.151-08.

Soekmono. 1992. Sejarah Kebudayaan Indonesia 3. Yogyakarta: Kanisius.

Sofiana, Anas. 2017. “Ratu Kalinyamat Penguasa Wanita Jepara Tahun 1549-1579.” Avatara 5.3. https://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/index.php/avatara/article/view/21467.

Stolley, K. S. 2005. The basics of sociology. CT: Greenwood Press.

Suharyono, Amien M. 2013. Pengantar Filsafat Geografi. Yogyakarta: Ombak

Suryanegara, Ahmad Mansur. 2015. Api Sejarah Jilid 1. Bandung Suryadinasti.

Susanti, S. 2016. “Nasionalisme dan Gerakan Mulih Njowo, 1947dan 1954”. Jurnal Sejarah Citra Lekha, 1(2), 107-120, https://doi.org/10.14710/jscl.v1i2.12767.

Syefriyeni. 2018. “Karakteristik Pengetahuan Orang Melayu”. Intizar. 24 (2), 265-271,<doi.org/10.19109/intizar.v24i2.2730>.

T., Vyain, S., Bry, J., & Jones, F. 2017. Introduction to Sociology 2. Texas:OpenStax.

Tim Nasional Penulisan Sejarah Indonesia. 2010. Sejarah Nasional Indonesia.Jakarta: Balai Pustaka.

Tim. 2012. Indonesia dalam Arus Sejarah. Jakarta: Ichtiar Baru van Hoeve.

Tyasyono Bayong. 2004. Klimatologi Edisi Kedua. Bandung: ITB.

Usrah, Cut Rizka AI. 2015. “Laksamana Keumalahayati Simbol PerempuanAceh (Peranan dan Perjuangannya dalam Lintasan Sejarah KerajaanAceh Darussalam 1589-1604)”. Skripsi. Medan: Universitas NegeriMedan.

Wolters, O.W. 2011. Kemaharajaan Maritim Sriwijaya & Perniagaan Dunia.Depok: Komunitas Bambu.

Worosetyaningsih, Tri. 2019. Kehidupan Masyarakat pada Masa Praaksara,Masa Hindu Budha, dan Masa Islam. Ponorogo: Myria Publisher.

 

Sumber Gambar

https://cdn.bmkg.go.id/Web/2020.10_CH_GSMAP.png

https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/6/64/Bali_ngaben_pelebon_cremation_ceremony_Indonesia.jpg

https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Dewaruci.jpg

https://web.archive.org/web/20161016172930/http://www.panoramio.com/photo/42125739

https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Gedung_Batu_Temple_Semarang.jpg

https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Lawang_sewu.jpg

https://www.esdm.go.id/id/media-center/arsip-berita/progresssmelter-pt-fi-capai-386-akhir-tahun-2022-selesai

https://www.esdm.go.id/assets/imagecache/bodyView/arsip-beritadivestasi-51-saham-pt-fi-simbol-kedaulatan-negara-tympxrm.jpg

https://geoportal.esdm.go.id/indonesia-overview/

https://cdn.idntimes.com/content-images/post/20190412/infografisutang-luar-negeri-4-tahun-trakhir-1-a18ef6c7f68ceec3ba4b98b6f1952ea5.png


 

MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA

IPS FASE D KELAS VII

 


INFORMASI UMUM

A. IDENTITAS MODUL

Penyusun

Instansi

Tahun Penyusunan

Jenjang Sekolah

Mata Pelajaran

Fase / Kelas

Tema 01

Materi

 

Elemen

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Capaian Pembelajaran 1

 

Alokasi Waktu

:

:

:

:

:

:

:

:

 

:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

:

 

:

.....................................

SMP …………………

Tahun 2022

SMP

Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)

D / VII

Keluarga Awal Kehidupan

Manusia Sebagai Makhluk Sosial dan Ekonomi yang Bermoral

a) Elemen pemahaman dan ruang lingkup pembelajaran

  • Keruangan dan konektivitas antar ruang dan waktu: materi ini berkaitan dengan pemahaman terhadap kondisi sosial dan lingkungan alam serta kesejarahan dalam konteks lokal dan nasional. Materi ini juga terkait dengan pembelajaran tentang kondisi geografis Indonesia dan pengaruhnya terhadap aktivitas sosial, ekonomi.
  • Perkembangan masyarakat Indonesia dari masa pra aksara, kerajaan-kerajaan di NusantaraInteraksi, Sosialisasi, institusi sosial, dan dinamika sosial; materi ini berkaitan dengan pembentukan identitas diri, merefleksikan keberadaan diri di tengah keberagaman dan kelompok yang berbeda-beda
  • Kegiatan manusia dalam memenuhi kebutuhannya: materi ini berkaitan tentang peran diri, masyarakat serta negara dalam memenuhi kebutuhan bersama. Peserta didik menganalisis sejarah manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

b) Elemen keterampilan proses

  • Siswa melakukan berbagai kegiatan yang  mendukung tercapainya keterampilan proses  yang dibutuhkan untuk mempelajari dan menyelesaikan pembelajaran IPS kelas 7 antara lain: mengamati, menginvestigasi/ menyelidiki, menganalisis, merencanakan, menggambar, berdiskusi, menceritakan, membuat laporan tertulis sederhana, dan mempresentasikan.

Memahami keberadaan diri dan keluarga di tengah lingkungan sosial

2 JP (Pertemuan Ke-8)

B.  KOMPETENSI AWAL

  • Menjelaskan hakikat manusia sebagai makhluk sosial.
  • Menjelaskan hakikat manusia sebagai makhluk ekonomi yangbermoral.

C.  PROFILPELAJAR PANCASILA

  • Mandiri dan bernalar kritis, bergotong royong

D.  SARANADAN PRASARANA

Media, Sumber Belajar, dan Alat

1.  Sumber Utama

a. Gambar mengenai kegiatan bagi masker gratis dan gambar kasuspenipuan penjualan masker di masa pandemi Covid-19.

b. Kemendikbud. 2021. Ilmu Pengetahuan Sosial, Buku Siswa KelasVII, Jakarta; Pusat Kurikulum dan Perbukuan.

c. Laptop, LCD, PC,

2.  Sumber Alternatif

Guru juga dapat menggunakan alternatif sumber belajar yang terdapatdi lingkungan sekitar dan disesuaikan dengan tema yang sedangdibahas.

3. Pengembangan Sumber Belajar

Guru dapat mengembangkan dan memberikan materi berupakumpulan video mengenai contoh nilai dan norma dalam kehidupansehari-hari.

E.  TARGET PESERTA DIDIK

§  Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami materi ajar.

§  Peserta didik dengan pencapaian tinggi: mencerna dan memahami dengan cepat, mampu mencapai keterampilan berfikir aras tinggi (HOTS), dan memiliki keterampilan memimpin.

F.  MODEL PEMBELAJARAN

§  Modelatau kerangka pembelajaran yang memberikan gambaran sistematis pelaksanaan pembelajaran. Model pembelajaran dapat berupa model pembelajaran tatap muka, pembelajaran jarak jauh dalam jaringan (PJJ Daring), pembelajaran jarak jauh luar jaringan (PJJ Luring), dangrup investigation.

KOMPNEN INTI

A.  TUJUAN KEGIATAN PEMBELAJARAN

Alur Tujuan Pembelajaran :

a.  Peserta didik diharapkan mampu menjelaskan hakikat manusia sebagai makhluk sosial.

b. Peserta didik diharapkan mampu menjelaskan hakikat manusia sebagai makhluk ekonomi yang bermoral.

B. PEMAHAMAN BERMAKNA

  • Mengidentiikasicontoh aktivitas yang mencerminkanmanusia sebagai makhluk sosial dan ekonomi yang bermoral

C. PERTANYAAN PEMANTIK

  • Apapentingnya manusia menjadi makhluk sosial dan ekonomi yang bermoral?

D.  KEGIATAN PEMBELAJARAN

Kegiatan Pendahuluan

1. Guru membuka dengan salam dan doa bersama peserta didik.

2. Guru melakukan presensi kehadiran.

3. Apersepsi: guru menampilkan gambar kegiatan bagi masker gratis dangambar kasus penipuan penjualan masker di masa pandemi Covid-19.Guru menceritakan kepada peserta didik terkait aksi masyarakat yangmembagikan masker gratis sebagai wujud tolong menolong sesamakarena manusia sebagai makhluk sosial. Sedangkan gambar kasuspenipuan penjualan masker merupakan contoh tindakan ekonomiyang tidak bermoral karena tidak jujur. Peserta didik difasilitasiguru mengaitkan gambar kelangkaan masker medis disinfektan, danhandsinitizer dengan kegiatan belajar. Guru melanjutkan denganmemberikan motivasi agar peserta didik mengembangkan skillkomuikasi, berikir kritis, kreatif dan kolaboratif.

Contoh gambar kasus penipuan penjualan masker di masa pandemiCovid-19.

4. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran pertemuan 8 mengenaimanusia sebagai makhluk sosial dan ekonomi yang bermoral .

a. Menjelaskan hakikat manusia sebagai makhluk sosial.

b. Menjelaskan hakikat manusia sebagai makhluk ekonomi yangbermoral.

 

KegiatanInti

Guru menjelaskan tentang petunjuk kerja dan tugas dari lembar aktivitaskelompok untuk mengidentiikasi contoh aktivitas yang mencerminkanmanusia sebagai makhluk sosial dan ekonomi yang bermoral. Kegiatanini dimaksudakan untuk memberikan pemahaman kepada peserta didikbahwa pentingnya manusia sebagai makhluk sosial dan ekonomi yangbermoral untuk menciptakan keamanan dan keharmonisan dalam hidup.Proses saling tukar hasil temuan peserta didik dapat dilakukan dalamwaktu singkat, kemudian guru melakukan tanya jawab dengan pesertadidik terkait hasil identiikasi.

Peserta Didik Mengidentiikasi Masalah

Setelah peserta didik mengidentiikasi contoh aktivitas yang mencerminkanmanusia sebagai makhluk sosial dan ekonomi yang bermoral, kemudianguru mendorong peserta didik mengajukan berbagai pertanyaan yangmengarah pada HOTS. Beberapa pertanyaan yang diajukan misalnya Apapentingnya manusia menjadi makhluk sosial dan ekonomi yang bermoral?

Peserta Didik Mengelola Informasi

Peserta didik dapat mencari informasi terkait sosialisasi sosial melaluiinternet, buku, maupun sumber lain. Peserta didik mengolah informasisecara berkelompok di bawah bimbingan guru. Kegiatan ini dapatdilakukan secara bervariasi, misalnya dengan model pembelajaran grupinvestigation. Berikut merupakan tahapan pembelajaran menggunakanmodel grup investigation:

1. Guru membimbing peserta didik membagi kelompok. Satu kelompokterdiri dari 4-5 peserta didik.

2. Guru mengarahkan peserta didik menjawab pertanyaan pada lembaraktivitas kelompok mengenai contoh aktivitas manusia sebagaimakhluk sosial dan ekonomi yang bermoral.

3. Peserta didik melakukan diskusi dalam kelompok.

4. Guru berkeliling pada setiap kelompok untuk memberikan doronganagar semua anggota kelompok berpartisipasi aktif.

5. Masing-masing kelompok melaporkan hasil diskusinya dalam bentukinforgrais atau bentuk lainnya.

6. Guru memandu peserta didik mempresentasikan hasil diskuisi.

7. Guru menyimpulkan laporan hasil diskusi.

Peserta Didik Merencanakan dan Mengembangkan Ide

1. Hasil pengolahan informasi disajikan dalam bentuk laporan/poster/karya lainnya.

2. Peserta didik secara mandiri menulis laporan sederhana upaya yangdapat dilakukan untuk menjadi manusia ekonomi yang bermoral.

Peserta Didik Melakukan Releksi dan Aksi

1. Guru memfasilitasi peserta didik menemukan simpulan pembelajaran.

2. Guru memberikan kesempatan ke peserta didik untuk mengajukanpendapat atau pertanyaan

3. Penguatan dan pengayaan dilakukan untuk mengembangkankompetensi peserta didik.

 

Penutup

1. Penilaian pembelajaran dilakukan secara lisan atau tertulis

2. Peserta didik melakukan releksi pembelajaran berkaitan dengansikap, pengetahuan, dan keterampilan.

Sikap

a. Apakah aku sudah melakukan pembelajaran secara bertanggungjawab?

b. Apakah aku sudah mengumpulkan tugas secara tepat waktu?

c. Apakah akus sudah mencantumkan sumber referensi dalam hasilkaryaku?

d. Apakah aku sudah mampu berkolaborasi dengan baik bersamateman-temanku?

Inspirasi dari pembelajaran yaitu menjunjung nilai-nilai kejujuranuntuk menjadi manusia ekonomi yang bermoral.

Pengetahuan

a. Bagaimana hakikat manusia sebagai makhluk sosial?

b. Bagaimana hakikat manusia sebagai makhluk ekonomi yangbermoral?

Keterampilan

Apakah aku sudah berhasil menerapkan nilai-nilai sebagai makhluksosial dan ekonomi yang bermoral?

3. Releksi juga dapat dapat dilakukan misalnya dengan kuis, pesertadidik menuliskan kompetensi yang diperoleh baik sikap, pengetahuan.

Selain itu, dapat pula dengan menuliskan inspirasi yang diperoleh danakan dilakukan masa yang akan datang

4. Tindak lanjut dilakukan dengan mendorong peserta didik mempelajarilebih lanjut dan informasi pembelajaran berikutnya tentang sosialisasi.

5. Doa dan penutup.

F.  REFLEKSI

Manusia sebagai makhluk sosial dapat diartikan bahwa manusia tidakdapat memenuhi kebutuhannya sendiri dan membutuhkan bantuanorang lain. Manusia memiliki keterbatasan sumber daya untuk memenuhikebutuhannya sehingga manusia saling bergantung satu dengan lainnya.

Kebutuhan manusia yang tidak terbatas membuat manusia melakukanberbagai cara agar tujuan kebutuhannya dapat terpenuhi. Keinginanmanusia untuk dapat memenuhi kebutuhannya merupakan perwujudanmanusia sebagai makhluk ekonomi. Dalam pemenuhan kebutuhannya,manusia dibatasi oleh hak-hak orang lain sebagai perwujudan makhlukbermoral. Sebagai makhluk ekonomi yang bermoral

Coba kalianrenungkan pertanyaan berikut ini:

1. Bagaimana hakikat manusia sebagai makhluk sosial?

2. Bagaimana hakikat manusia sebagai makhluk ekonomi yang bermoral?

F.  ASESMEN/ PENILAIAN

Penilaian Proses dan Hasil Pembelajaran

a. Konsep Penilaian dan Pembelajaran IPS

Penilaian merupakan kegiatan yang bertujuan untuk memperoleh,menganalisis, menafsirkan proses dan hasil belajar peserta didik secarasistematis. Penilaian tersebut dapat digunakan untuk mengetahui tingkatkeberhasilan pencapaian kompetensi, proses pembelajaran, tingkatkesulitan belajar peserta didik, dan penentuan tindak lanjut pembelajaran.Penilaian pembelajaran IPS memakai pendekatan penilaian autentik(authentic assesment) untuk menilai kesiapan peserta didik, proses, danhasil belajar secara utuh. Hasil penilaian tersebut dapat dimanfaatkanguru dalam merencanakan program perbaikan (remedial), pengayaan(enrichment), layanan konseling, dan sebagai landasan untuk memperbaikiproses pembelajaran selanjutnya.

b. Teknik dan Instrumen Penilaian

Penilaian kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan dilakukanmenggunakan teknik dan instrumen penilaian. Berikut merupakanpenjabaran teknik dan instrumen penilaian dari masing-masing kompetensi.

1.  Penilaian kompetensi sikap

Teknik penilaian kompetensi sikap dapat berupa observasi, penilaiandiri, dan penilaian antar teman. Kegiatan ini bisa dilakukan oleh gurumatabpelajaran, wali kelas, dan guru bimbingan konseling (BK) yang ditulisdalam buku jurnal. Jurnal berisi catatan kejadian tertentu dan informasilain yang relevan.

a. Observasi

Instrumen dalam observasi yaitu lembar observasi atau jurnal. Lembarobservasi berisi catatan perilaku peserta didik berdasarkan pengamatanoleh guru mata pelajaran, wali kelas, dan guru bimbingan konseling selamasatu semester. Setiap catatan berisi deskripsi perilaku peserta didik yangdilengkapi dengan waktu dan tempat pengamatan tersebut.

Jika terjadi perubahan sikap peserta didik dari yang kurang baikmenjadi baik maka dalam jurnal harus ditulis bahwa sikap peserta didiktersebut telah baik atau bahkan sangat baik. Hal yang dicatat dalamjurnal bisa berupa sikap kurang baik, baik, maupun sangat baik, sertaperkembangan perubahan sikap peserta didik. Berikut merupakan contohlembar observasi penilaian sikap peserta didik selama satu semester:

Contoh Tabel Jurnal Pengembangan Sikap

No

Tanggal

Nama Siswa

Catatan Perilaku

Butir Sikap

   1

 

 

 

 

2

 

 

 

 

3

 

 

 

 

4

 

 

 

 

dst

 

 

 

 

 

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan penilaiansikap menggunakan teknik observasi :

·      Jurnal penilaian sikap ditulis oleh guru mata pelajaran, wali kelas, dan guru BK selama satu semester.

·      Penilaian oleh wali kelas dapat menggunakan 1 (satu) jurnal untuk satu kelas yang menjadi tanggung-jawabnya. Penilaian oleh guru mata pelajaran dapat menggunakan 1 (satu) jurnal untuk setiap kelas yang diajarnya, dan penilaian oleh guru BK dapat menggunakan 1 (satu) jurnal untuk setiap kelas di bawah bimbingannya.

·      Penilaian perkembangan sikap sipritual dan sikap sosial peserta didik bisa dicatat dalam satu jurnal yang sama atau dalam 2 (dua) jurnal berbeda.

·      Peserta didik yang dicatat dalam jurnal adalah peserta didik yang menunjukkan perilaku yang sangat baik maupun kurang baik secara alami.

·      Pencatatan jurnal dilakukan dengan segera seperti ketika wali kelas, guru mata pelajaran, maupun guru BK menyaksikan atau memperoleh informasi terpercaya mengenai perilaku peserta didik.

·      Jika peserta didik pernah menunjukkan sikap kurang baik tetapi selama satu semester tersebut menunjukan perkembangan ke arah sikap baik, maka sikap baik tersebut juga dicatat dalam jurnal.

·      Guru mata pelajaran dan guru BK merangkum catatan jurnal perkembangan sikap spiritual dan sikap sosial setiap peserta didik dan menyerahkannya kepada wali kelas untuk diolah lebih lanjut

Berikut merupakan contoh jurnal penilaian (perkembangan) sikapspiritual dan sikap sosial oleh wali kelas.

Contoh Jurnal Penilaian Sikap Spiritual

Nama Sekolah: SMP .............................

Kelas/Semester   : VII/I

Tahun Pelajaran: 2022/2023

No

Waktu

Nama Siswa

Catatan Perilaku

Butir Sikap

   1

19/07/22

Haidar

Tidak mengikuti sholatDzuhur berjamaah disekolah.

Ketaqwaan

2

19/07/22

Halwa

Mengganggu temanketika berdoa sebelumkegiatan pembelajaran.

Ketaqwaan

3

19/07/22

Sugi

Mengajak temanberdoa sebelumolahraga badminton disekolah.

Ketaqwaan

4

19/07/22

Said

Berpartisipasi sebagaipanitia perayaankeagamaan di sekolah.

Toleransi

beragama

 

Contoh Jurnal Penilaian Sikap Sosial

Nama Sekolah: SMP .............................

Kelas/Semester   : VII/I

Tahun Pelajaran: 2022/2023

No

Waktu

Nama Siswa

Catatan Perilaku

Butir Sikap

   1

12/07/22

Haidar

Membantu seorangteman yang kesulitanmenyebrang jalan didepan sekolah.

Kepedulian

2

26/08/22

Halwa

Menyerahkandompet yangditemukan di kantinsekolah kepada walikelas.

Kejujuran

3

26/09/22

Sugi

Tidak menggunakanatribut upacara disekolah denganlegkap.

Kedisiplinan

4

25/10/22

Said

Berinisiatifmenyiram tanamanyang mulai kering.

Kepedulian

Contoh format di atas dapat digunakan guru mata pelajaran danguru BK dalam penilain sikap spiritual dan sosial. Catatan tersebut jugadapat dibuat dalam satu tabel yang sama dengan menambahkan kolomketerangan pada bagian paling kanan untuk menuliskan keterangan jenissikap yang ditulis. Berikut merupakan contoh tabel jurnal penilaian sikap(spiritual dan sosial) yang dijadikan dalam satu tabel:

Contoh Jurnal Penilaian Sikap

Nama Sekolah: SMP .............................

Kelas/Semester   : VII/I

Tahun Pelajaran: 2022/2023

No

Waktu

Nama Siswa

Catatan Perilaku

Butir Sikap

Ket.

   1

19/07/22

Haidar

Membantuseorang temanyang kesulitanmenyebrangjalan di depansekolah

Ketaqwaan

Sosial

2

19/07/22

Halwa

Mengajak temanberdoa sebelumolahragabadminton disekolah.

Kepeduliaan

Spiritual

3

19/07/22

Sugi

Menggangguteman ketikaberdoa sebelumkegiatanpembelajaran.

Toleransi

beragama

Spiritual

4

18/11/22

Said

Berinisiatifmenyiramtanaman yangmulai kering.

Ketaqwaan

Sosial

 

b. Penilaian Diri (Self Assesment)

Penilaian diri merupakan teknik penilaian terhadap diri sendiri olehpeserta didik dengan mengidentiikasi kelebihan dan kekurangan sikappeserta didik dalam berperilaku. Teknik penilaian ini dapat digunakanuntuk menumbuhkan nilai-nilai kejujuran dan meningkatkan kemampuanreleksi diri peserta didik. Satu tabel penilaian diri dapat digunakan untukpenilaian sikap spiritual dan sikap sosial. Berikut merupakan contohlembar penilaian diri menggunakan Likert Scale.

 

Contoh Lembar Penilaian Diri Siswa (Likert Scale)

Nama teman yang dinilai:..................

Nama penilai:..................

Kelas:....................

Semester:....................

Berilah tanda centang  pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengankeadaan sebenarnya

No

Pernyataan

Skala

1

2

3

4

   1

Saya berdoa sebelum melakukan kegiatan

 

 

 

 

2

Saya melaksanakan ibadah sholat tepat waktu

 

 

 

 

3

Saya berani mengakui kesalahan jika memang

bersalah

 

 

 

 

4

Saya mengumpulkan tugas sesuai jadwal yang

diberikan

 

 

 

 

5

Saya mengembalikan barang yang saya pinjam

dalam kondisi baik

 

 

 

 

6

Saya meminta maaf jika melakukan kesalahan

 

 

 

 

7

Saya datang ke sekolah tepat waktu

 

 

 

 

 

Keterangan:

1 = sangat jarang

2 = jarang

3 = sering

4 = selalu

 

c. Penilaian Antar Teman

Penilaian antar teman adalah teknik penilaian yang dilakukan pesertadidik terhadap peserta didik yang lain mengenai sikap/perilaku pesertadidik. Penilaian antarteman dapat digunakan untuk menumbuhkan nilaikejujuran, tenggang rasa, dan saling menghargai. Satu lembar penilaiandiri dapat digunakan untuk penilaian sikap spiritual dan sikap sosial.

Berikut merupakan contoh lembar penilaian antarteman menggunakanLikert Scale.

Contoh Lembar Penilaian Diri Siswa (Likert Scale)

Nama: ..................

Kelas:....................

Semester:....................

Berilah tanda centang pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengankeadaan sebenarnya

No

Pernyataan

Skala

1

2

3

4

   1

Teman saya berkata jujur kepada orang lain

 

 

 

 

2

Teman saya mengerjakan ulangan dengan jujur

 

 

 

 

3

Teman saya mentaati tata-tertib sekolah

 

 

 

 

4

.....................................

 

 

 

 

Keterangan:

1 = sangat jarang

2 = jarang

3 = sering

4 = selalu

Pada dasarnya teknik penilaian diri ini tidak hanya untuk aspek sikap,tetapi juga dapat digunakan untuk menilai kompetensi dalam aspekkete rampilan dan pengetahuan.

 

2. Penilaian Kompetensi Pengetahuan

a) Pengertian Penilaian Pengetahuan

Penilaian pengetahuan merupakan penilaian yang dilakukan untukmengetahui kemampuan peserta didik berkaitan dengan penguasaanpengetahuan faktual, konseptual, maupun prosedural serta kecakapanberpikir tingkat rendah hingga tinggi. Guru dapat memilih teknikpenilaian yang disesuaikan dengan karakteristik kompetensi yang akandinilai. Penilaian diawali dengan perencanaan pada saat menyusunrencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Hasil penilaian pengetahuanyang dilakukan selama dan setelah proses pembelajaran dinyatakan dalambentuk angka dengan rentang 0-100.

 

b) Teknik Penilaian Pengetahuan

Teknik penilaian pengetahuan yang akan digunakan dapat disesuaikandengan karakteristik masing-masing Kmpetensi Dasar (KD). Teknikpenilaian pengetahuan yang sering digunakan yaitu tes tertulis, tes lisan,dan penugasan. Berikut merupakan penjabaran dari berbagai teknikpenilaian pengetahuan.

 

Contoh Teknik Penilaian Pengetahuan

Teknik

Bentuk Instrumen

Tujuan

Tes tertulis

Pilihan ganda, benar-salah,menjodohkan, isian ataumelengkapi, dan uraian.

Mengetahui kemampuanpenguasaan pengetahuanpeserta didik dalam prosespembelajaran.

Tes lisan

Tanya jawab

Mengetahui pemahamanpeserta didik sebagaidasar perbaikan prosespembelajaran

Penugasan

Tugas individu dan kelompok

Memfasilitasi penguasaanpengetahuan pesertadidik selama prosespembelajaran.

 

1. Tes Tertulis

Tes tertulis merupakan soal dan jawaban disajikan secara tertulis, misalnyapilihan ganda, benar-salah, dan uraian. Langkah-langkah pengembangan testertulis:

Kisi-kisi Tes Tertulis

Nama Sekolah    : SMP .............................

Kelas/Semester   : VII/I

Tahun Pelajaran: 2022/2023

Mata Pelajaran: IPS

No

Kompetensi

Dasar

Materi

Indikator

Soal

Bentuk

Soal

Jumlah

Soal

1

·        Menjelaskan hakikat manusia sebagai makhluk sosial.

·        Menjelaskan hakikat manusia sebagai makhluk ekonomi yang bermoral.

Manusia Sebagai Makhluk Sosial dan Ekonomi yang Bermoral

 

·        Peserta didik diharapkan mampu menjelaskan hakikat manusia sebagai makhluk sosial.

·        Peserta didik diharapkan mampu menjelaskan hakikat manusia sebagai makhluk ekonomi yang bermoral

Tes Tertulis

2

 

Butir soal:

1. Bagaimana hakikat manusia sebagai makhluk sosial?

2. Bagaimana hakikat manusia sebagai makhluk ekonomi yangbermoral?

Pemberian skor Tes Tertulis

No.

Soal

Kunci Jawaban

Skor

1

Manusia sebagai makhluk sosial artinya manusia sebagai warga masyarakat. Dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak dapat hidup sendiri atau mencukupi kebutuhan sendiri. Meskipun dia mempunyai kedudukan dan kekayaan, dia selalu membutuhkan manusia lain

2

2

Manusia Sebagai Makhluk Ekonomi Bermoral

·       Upaya manusia dalam usaha mendapatkan perangkat pemuas kebutuhan dengan usaha mengendalikan diri dan menjunjung tinggi nilai-nilai moral. Contoh perilaku manusia sebagai mahkluk ekonomi yang bermoral: Tidak menimbun barang. Berdagang jujur.

2

Total Skor Maksimum

4

 

 

2. Tes Lisan

Tes lisan merupakan pertanyaan yang diberikan guru secara lisan kepadapeserta didik yang jawaban atas pertanyaan tersebut juga disampaikan secaralisan. Tes ini bertujuan untuk mengetahui penguasaan pengetahuan pesertadidik dan menumbuhkan kemampuan berkomunikasi. Pemberian tes lisandapat dilakukan pada saat pembelajaran berlangsung. pertanyaanpada tes lisan:

·      Apa pentingnya manusia sebagai makhluk sosial?

·      Apa pentingnya manusia sebagai makhluk ekonomi yang bermoral?

·      Bagaimana tanggapan kalian jika di lingkungan sekitar ada orang yang menjalankan kegiatan ekonomi tetapi tidak menjunjung nilai moral? Berikan solusinya.

3. Penugasan

Penugasan adalah pemberian tugas untuk meningkatkan pengetahuanpeserta didik. Tugas dapat dikerjakan baik secara individu maupunkelompok sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai. Berikutmerupakan contoh kisi-kisi tugas dan contoh pedoman penskorannya.

Nama Sekolah    : SMP .............................

Kelas/Semester   : VII/I

Tahun Pelajaran: 2022/2023

Mata Pelajaran: IPS

Kompetensi

Dasar

Materi

Indikator

Teknik

Penilaian

·        Menjelaskan hakikat manusia sebagai makhluk sosial.

·        Menjelaskan hakikat manusia sebagai makhluk ekonomi yang bermoral.

Manusia Sebagai Makhluk Sosial dan Ekonomi yang Bermoral

 

·        Peserta didik diharapkan mampu menjelaskan hakikat manusia sebagai makhluk sosial.

·        Peserta didik diharapkan mampu menjelaskan hakikat manusia sebagai makhluk ekonomi yang bermoral

Penugasan

 

Pedoman Pemberian Skor Tugas

No Soal

Aspek yang Dinilai

Skor

1

Menjelaskanmakhluk sosial dan ekonomi yang bermoral

0-2

2

Apa pentingnya makhluk sosial dan ekonomi yang bermoral

0-3

3

Menjelaskan manfaatmakhluk sosial dan ekonomi yang bermoral

0-3

4

Keruntutanbahasa

0-2

Total Skor Maksimum

10

 

3. Penilaian Keterampilan

a) Pengertian Penilaian Keterampilan

Penilaian keterampilan dilakukan untuk mengetahui kemampuanpeserta didik dalam menerapkan pengetahuan yang telah diperolehuntuk melakukan tugas tertentu sesuai dengan indikator pencapaiankompetensi. Penilaian ini dapat dilakukan dengan berbagai teknik, sepertipenilaian kinerja dan penilaian proyek. Berikut merupakan contoh kisi-kisipenilaian keterampilan, tugas, dan pedoman pemberian skor.

b) Teknik Penilaian Keterampilan

• Penilaian kinerja

Berikut ini Kisi-kisi Penilaian Kinerja, soal/tugas, pedomanpemberian skor:

Kisi-kisi Penilaian Kinerja

Nama Sekolah    : SMP .............................

Kelas/Semester   : VII/I

Tahun Pelajaran: 2022/2023

Mata Pelajaran: IPS

No

Kompetensi

Dasar

Materi

Indikator

Teknik

Penilaian

1

·        Menjelaskan hakikat manusia sebagai makhluk sosial.

·        Menjelaskan hakikat manusia sebagai makhluk ekonomi yang bermoral.

Manusia Sebagai Makhluk Sosial dan Ekonomi yang Bermoral

 

·        Peserta didik diharapkan mampu menjelaskan hakikat manusia sebagai makhluk sosial.

·        Peserta didik diharapkan mampu menjelaskan hakikat manusia sebagai makhluk ekonomi yang bermoral

 

 

Rubrik Pemberian Skor Penilaian Kinerja

No

Aspek yang Dinilai

Skala

0

1

2

3

4

   1

Merencanakan pengamatan

 

 

 

 

 

2

Melakukan pengamatan

 

 

 

 

 

3

Membuat laporan

 

 

 

 

 

Jumlah:

 

Penilaian diberikan dengan memperhatikan aspek proses dan produk.Guru dapat menetapkan bobot pemberian skor yang berbeda antara satudan aspek yang lainnya dengan memperhatikan karakteristik kompetensiyang dinilai.

Rubrik Penilaian Kinerja

No

Indikator

Rubrik

1

Menyiapkan bahan

yang diperlukan

2 = Menyiapkan seluruh alat dan bahan yangdiperlukan.

1 = Menyiapakan sebagian alat dan bahan yangdiperlukan.

0 = Tidak menyiapkan alat bahan

2

Pengamatan

4 = Melakukan empat langkah kerjadengan tepat

3 = Melakukan tiga langkah kerja dengantepat.

2 = Melakukan dua langkah kerja dengantepat.

1 = Melakukan satu langkah kerja dengantepat.

0 = Tidak melakukan langkah kerja.

 

Langkah kerja:

1. Menyiapkan kertas gambar ukuran A4.

2. Menggambar makhluk sosial dan ekonomi yang bermoral.

3.Mencantumkan makhluk sosial dan ekonomi yang bermoralpadagambar yang di buat

4. Memberikan warna pada kenampakanobjek yang di gambar pada makhluk sosial dan ekonomi yang bermoral.

3

Membuat laporan

3 = Memenuhi 3 kriteria

2 = Memenuhi 2 kriteria

1 = Memenuhi 1 kriteria

0 = Tidak memenuhi kriteria

 

Kriteria laporan:

1. Memenuhi sistematika laporan (judul, tujuan,alat dan bahan, prosedur, data pengamatan,pembahasan, kesimpulan)

2. Data, pembahasan, dan kesimpulan benar

3. Komunikatif

 

 

• Penilaian proyek

Penilaian proyek merupakan kegiatan yang bertujuan untukmengetahui kemampuan peserta didik dalam mengimplementasikanpengetahuannya melalui penyelesaian suatu tugas dalam waktu tertentu.Penilaian ini dapat digunakan untuk mengukur satu maupun beberapaKompetensi Dasar (KD) dalam satu atau beberapa mata pelajaran.

Kegiatan yang dilakukan dimulai dengan perencanaan, pengumpulan,pengorganisasian, pengolahan, penyajian, dan pelaporan. Beberapa halyang perlu dipertimbangkan dalam penilaian proyek, yaitu:

1) Pengelolaan

Kemampuan peserta didik untuk menentukan tema atau topik,mengumpulkan informasi, pengolahan data, dan penulisan laporan.

2) Relevansi

Tema yang dipilih sesuai dengan Kompetensi Dasar (KD).

3) Keaslian

Laporan atau produk yang dibuat peserta didik merupakan hasilkaryanya.

4) Inovasi dan Kreativitas

Terdapat unsur-unsur kebaruan dan berbeda pada produk yangdihasilkan peserta didik.

 

Kisi-kisi Penilaian Proyek

Nama Sekolah    : SMP .............................

Kelas/Semester   : VII/I

Tahun Pelajaran: 2022/2023

Mata Pelajaran: IPS

No

Kompetensi

Dasar

Materi

Indikator

Teknik

Penilaian

1

·        Menjelaskan hakikat manusia sebagai makhluk sosial.

·        Menjelaskan hakikat manusia sebagai makhluk ekonomi yang bermoral.

Manusia Sebagai Makhluk Sosial dan Ekonomi yang Bermoral

 

·        Peserta didik diharapkan mampu menjelaskan hakikat manusia sebagai makhluk sosial.

·        Peserta didik diharapkan mampu menjelaskan hakikat manusia sebagai makhluk ekonomi yang bermoral

Penilaian Proyek

 

Proyek : Buatlah poster salah satu tujuan manusia sebagai makhluk sosial dan ekonomi yang bermoral menggunakan kertas gambar ukuran A3, pensil warna atau cat air denganmemperhatikan hal- hal berikut!

1. Pilihlah salah satu tujuan manusia sebagai makhluk sosial dan ekonomi yang bermoral.

2. Amati tujuan tersebut apakah telah tercapai atau belum tercapai diIndonesia lalu sampaikan dalam poster.

3. Gambar salah satu tujuan manusia sebagai makhluk sosial dan ekonomi yang bermoral yang telahdipilih!

4. Tuliskan menerapkan nilai-nilai sebagai makhluksosial dan ekonomi yang bermoral konsep dari poster yang akan peserta didik sampaikan!

5. Laporkan hasilnya secara lisan!

Rubrik Pemberian Skor Proyek

No

Pernyataan

Skor

1

2

3

4

   1

Kemampuan peserta didik dalam merencanakan

 

 

 

 

2

Kemampuan menggambar poster

 

 

 

 

3

Kemampuan penyampaian konsep berdasarkanposter yang digambar

 

 

 

 

4

Kemampuan mempresentasikan isi poster

 

 

 

 

5

Produk Poster

 

 

 

 

Skor Maksimum

15

Catatan:

Guru bisa menetapkan bobot yang berbeda-beda antara aspek satu dan lainnya

pada pemberian skor dengan memperhatikan karakteristik Kompetensi Dasar

(KD) atau keterampilan yang dinilai.

 

 

Rubrik PenilaianProyek

No

Pernyataan

Keterangan

1

Kemampuan Perencanaan

2 = perencanaan lengkap (bahan, carakerja, hasil), dan rinci

1 = perencanaan kurang lengkap

0 = tidak ada perencanaan

2

Kemampuan menggambarposter secara tepat sesuaidengan salah satu tujuanmanusia sebagai makhluk sosial dan ekonomi yang bermoral

2 = menggambar dan mewarnai posterdengan baik dan interpretasi tujuanpembangunan berkelanjutan dalamposter tepat.

1 = menggambar dan memberikan warna pada poster tetapi salahdalam menginterpretasikan tujuanpembangunan berkelanjutan yangdipilih.

0 = gambar tidak diberi warna dantidak tepat dalam menginterpretasikantujuan pembangunan berkelanjutanyang dipilih.

 

 

G.  KEGIATAN PENGAYAAN DAN REMEDIAL

Remedial

Peserta didik yang belum mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM)diberikan program pembelajaran remedial. Pembelajaran remedial dapatdilakukan pada kompetensi pengeahuan dan keterampilan. Langkah-langkahdalam pembelajaran remedial antara lain:

1. Identiikasi permasalahan pembelajaran peserta didik.

2. Merancang pembelajaran remedial

3. Membuat perencanaan pembelajaran remedial

4. Menyiapkan perangkat pembelajaran remedial

5. Melaksanakan pembelajaran remedial

6. Melaksankaan evaluasi

 

Pengayaan

Bacalah artikel mengenai makhluk sosial dan ekonomi yang bermoral, setelahitu analisis contoh aktivitas yang mencerminkanmanusia sebagai makhluk sosial dan ekonomi yang bermoral. Tuliskan hasil analisis tersebut dalam beberapa paragraf.

LAMPIRAN

A.  LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

 

Nama :

Kelas :

Petunjuk!

 

 

 

B.  BAHAN BACAAN GURU & PESERTA DIDIK

Bahan BacaanPeserta Didik

Manusia sebagai Makhluk Sosial dan Ekonomi yangBermoral

a. Manusia sebagai Makhluk Sosial

Manusia sebagai makhluk sosial dapat diartikan bahwa manusia tidakdapat memenuhi kebutuhannya sendiri dan membutuhkan bantuanorang lain. Manusia memiliki keterbatasan sumber daya untuk memenuhikebutuhannya sehingga manusia saling bergantung satu dengan lainnya.

 

b. Manusia sebagai Makhluk Ekonomi yang Bermoral

Kebutuhan manusia yang tidak terbatas membuat manusia melakukanberbagai cara agar tujuan kebutuhannya dapat terpenuhi. Keinginanmanusia untuk dapat memenuhi kebutuhannya merupakan perwujudanmanusia sebagai makhluk ekonomi. Dalam pemenuhan kebutuhannya,manusia dibatasi oleh hak-hak orang lain sebagai perwujudan makhlukbermoral. Sebagai makhluk ekonomi yang bermoral, manusia setidaknyamemiliki empat ciri-ciri sebagai berikut:

1) Melakukan tindakan rasional.

2) Fokus pemenuhan kebutuhan untuk kepentingan diri sendiri tanpamengabaikan norma/nilai/aturan yang berlaku di masyarakat.

3) Pengambilan keputusan dalam rangka memenuhi kebutuhan sesuaidengan tujuan.

4) Sulit merasa puas.

5) Ada preferensi pribadi dalam menentukan aktivitas pemenuhankebutuhan.

 

Bahan Bacaan Guru

Guru menyampaikan kepada peserta didik terkait sub-babpada materi Keluarga Awal Kehidupan. Materi diawali pemahamankepada peserta didik terkait keberadaan diri dan keluarga di tengahlingkungan sosial terdekatnya. Peserta didik kemudian mengeksplorasikondisi sosial lingkungan sekitar sehingga mampu mengurutkanperistiwa sejarah dalam kerangka kronologis dan menghubungkandengan kondisi saat ini. Setelah sosialisasi di lingkungan keluargamaka cakupan diperluas menjadi sosialisasi dalam masyarakat.Kondisi lingkungan sosial dan isik setiap wilayah yang berbeda dapatmemengaruhi upaya pemenuhan kebutuhan hidup. Hal ini karenaadanya perbedaan kondisi geograis daerah, karakteristik masyarakatdan cara mereka beraktivitas. Perbedaan karakteristik wilayah dapatmembuat masyarakat saling berupaya memenuhi kebutuhan hidupnyadengan melakukan interaksi antarwilayah.

C.   GLOSARIUM

nilai               : Sesuatu yang absolut, melekat pada objek, hadir dalam diri manusia, dan identik dengan perilakunya.

nilai kebaikan: Nilai yang bersumber pada kehendak/kemauan manusia.

nilai kebenaran  : Nilai yang bersumber pada unsur akal manusia (rasio/budi).

nilai keindahan  : Nislai yang bersumber pada rasa manusia (perasaan, estetis).

nilai kerohanian: Segala sesuatu yang berguna bagi rohani manusia

nilai material     : Segala hal yang bermanfaat bagi unsur jasmani manusia, misalnya makanan dan pakaian.

nilai religius      : Nilai ketuhanan, kerohanian yang tertinggi dan mutlak.

nilai vital   : Segala hal yang berguna bagi manusia untuk melakukan kegiatan atau aktivitas

D.   DAFTAR PUSTAKA

Daftar Pustaka

Adhuri, D. S., Wiratri, A., & Bismoko, A. B. 2016. “Interseksi BudayaDan Peradaban Negara-negara Di Samudra Hindia: PerspektifIndonesia”. Masyarakat Indonesia, 41(2), 115-126, https://doi.org/10.14203/jmi.v41i2.310.

Alisjahbana Armida Salsiah, Murniningtyas Endah. 2018. TujuanPembangunan Berkelanjutan di Indonesia. Bandung: UNPAD Press.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). 2019. Bencana Alam diProvinsi Yogyakarta. http://bnpb.cloud/dibi/xdibi_list/.

Badan Perencana Pembangunan Nasional. 2016. Laporan Prakarsa StrategisBidang Kemaritiman. Jakarta: Bappenas.

Badan Pusat Statistik. 2019. Statistik Pertambangan Minyak dan Gas Bumi.Jakarta: BPS.

Banowati Eva, Sriyanto. 2013. Geografi Pertanian. Yogyakarta: Ombak.

______________ . 2012. Geografi Indonesia. Yogyakarta: Ombak.

Daldjoeni. 2014. Pokok-Pokok Klimatologi. Yogyakarta: Ombak.

Danandjaja, James. 1994. Folklor Indonesia. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.

Department of Economic and Social Affairs. 2019. Growing at a slowerpace, world population is expected to reach 9.7 billion in 2050 and couldpeak at nearly 11 billion around 2100. Artikel. https://www.un.org/development/desa/en/news/population/world- populationprospects-2019.html pada 21-08-2020

Erman, Erwiza. 2011. “Penggunaan Sejarah Lisan dalam HistoriografiIndonesia”. Jurnal Masyarakat & Budaya, 13 (1), 1-22, https://doi.org/10.14203/jmb.v13i1.94.

Franz Adler. 2014. “The Value Concept in Sociology”. American Journal ofSociology. Volume 62, Number 3.

Giddens, A., Duneier, M., Appelbaum, R. P., & Carr, D. 2018. Introduction toSociology. New York: W. W. Norton & Company, Inc.

Goujon A. 2018. Human Population Growth. In: Reference Module in EarthSystems and Environmental Sciences. h. 1907-1912 Elsevier. ISBN 978-0-12-409548-9 DOI:10.1016/B978-0-12-409548-9.10755-9.

Graha, Andi Nu. 2012. Pengembangan Masyarakat Pembangunan melaluipendampingan sosial dalam konse pemberdayaan di bidang ekonomi.

Jurnal Ekonomi Modernisasi, 5(2), 117-126. https://doi.org/10.21067/jem.v5i2.243

Griffiths, H., dkk. 2017. Introduction to Sociology 2. Texas: OpenStax.

Grusec, J. E., & Hastings, P. D. 2015. Handbook of Socialization: theory andresearch. NY: The Guilford Press. h. 1, 13, 20.

Habibi, Maksum dan Gunadi. 2014. Pengantar Ekonomi dan Bisnis BidangKeahlian Bisnis dan Manajemen. Jakarta: Yudhistira.

Hadi, A. P. 2010. Konsep pemberdayaan, partisipasi dan kelembagaan dalampembangunan. Yayasan Agribisnis/Pusat Pengembangan MasyarakatAgrikarya (PPMA).

Harahap, Erni Febian. 2012. “Pemberdayaan Masyarakat dalam BidangEkonomi untuk Mewujudkan Ekonomi Nasional yang tanggung danMandiri”. Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan, 3(2), 78-96.

Herlina, N. 2020. Metode Sejarah. Bandung: Satya Historika.

Hutomo, Mardi Yatno. 2000. Pemberdayaan Masyarakat dalam BidangEkonomi: Tinjauan Teoritik dan Implementasi. Naskah No 20, Juni-Juli2000.

Kartodirjo, Sartono. 2014. Pengantar Sejarah Indonesia Baru: 1500-1900.Yogyakarta: Ombak.

Kementerian Kelautan dan Perikanan. 2019. Laporan Tahunan 2018. Jakarta:KKP.

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman. 2019. Laporan Kinerja2018. Jakarta: Kemenko Bidang Maritim.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. 2018. Status Hutan danKehutanan Indonesia 2018. Jakarta: KLHK

Koentjaraningrat. 1985. Kebudayaan Mentalitas dan Pembangunan. Jakarta:Gramedia.

Korlantas Polri. 2013. Polantas dalam Angka 2013. www.korlantas.polri.go.id.

Kotarumalos, Nur Aisyah. 2010. “Mengkonstruksi Identitas Diaspora Malukudi Negeri Belanda”. Masyarakat Indonesia. 36 (1), 123-144, https://media.neliti.com/media/publications/150453-ID-mengkonstruksiidentitas-diapora-maluku.pdf.

Kotler, Philip dan Gary Amstrong. 2008. Prinsip-prinsip Pemasaran Jilid I.Jakarta: Erlangga.

Krautkraemer, J. A. (2005). Economics of natural resource scarcity: The stateof the debate (No. 1318-2016-103362).

Kuntowijoyo, D. R. (2005). Pengantar Ilmu Sejarah. Sleman: BentangPustaka.

Lembar Fakta Forest Watch Indonesia 2019. 2019. diakses dari http://fwi.or.id/wp-content/uploads/2019/10/FS_Deforestasi_FWI_small.pdf

Muta’ali, Lutfi. 2013. Pengembangan Wilayah Perdesaan (PerspektifKeruangan). Yogyakarta: Badan Penerbit Fakultas Geografi (BPFG).

Noor, Djauhari. 2014. Pengantar Geologi. Sleman: deepublish.

Noor, Munawar. 2011. “Pemberdayaan Masyarakat”. Junal CIVIS, 1(2), 87-99.

Prihandito Aryono. 1989. Kartografi. Yogyakarta: PT Mitra Gama Widya.Rambe, Tappil., et al. 2019. Sejarah Politik dan Kekuasaan. Medan: KitaMenulis.

Resosoedarmo Soedjiran, Kartawinata Kuswata, Soegiarto Aprilani. 1987.Pengantar Ekologi. Bandung: Remadja Karya.

Ricklefs, M.C., et al. 2013. Sejarah Asia Tenggara dari Masa Prasejarahsampai Kontemporer. Depok: Komunitas Bambu.

Robert S. Pindyck dan Daniel L Rubinfeld. 2013. Mikroekonomi. Jakarta:Erlangga

Romansara, Enos. H. 2015. “Memahami Kebudayaan Lokal Papua: Suatu

Pendekatan Pembangunan yang Manusiawi di Tanah Papua”. JurnalEkologi Birokrasi. 1 (1), 47-57 https://doi.org/10.31957/jeb.v1i1.491.

Saihu, Ade. 2020. Merawat Pluiralisme Merawat Indonesia. Yogyakarta:Deepublish.

Siska, Y. 2015. Manusia dan Sejarah: Sebuah Tinjauan Filosofis. Sleman:Garudhawaca.

Sobarna, A. 2003. “Konsep pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat miskinperkotaan”. Mimbar: Jurnal Sosial dan Pembangunan, 19 (3), 316-329.

Sodik, Abror., dan Musthofa, Muhamad Wakhid. 2018. “Analisis StrategiPenyebaran Agama-Agama di Indonesia dari Pra Hingga Era Moderndengan Pendekatan Teori Permainan Matematika”. HISBAH: JurnalBimbingan Konseling dan Dakwah Islam, 15 (1), 99-113, https://doi.org/10.14421/hisbah.2018.151-08.

Soekmono. 1992. Sejarah Kebudayaan Indonesia 3. Yogyakarta: Kanisius.

Sofiana, Anas. 2017. “Ratu Kalinyamat Penguasa Wanita Jepara Tahun 1549-1579.” Avatara 5.3. https://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/index.php/avatara/article/view/21467.

Stolley, K. S. 2005. The basics of sociology. CT: Greenwood Press.

Suharyono, Amien M. 2013. Pengantar Filsafat Geografi. Yogyakarta: Ombak

Suryanegara, Ahmad Mansur. 2015. Api Sejarah Jilid 1. Bandung Suryadinasti.

Susanti, S. 2016. “Nasionalisme dan Gerakan Mulih Njowo, 1947dan 1954”. Jurnal Sejarah Citra Lekha, 1(2), 107-120, https://doi.org/10.14710/jscl.v1i2.12767.

Syefriyeni. 2018. “Karakteristik Pengetahuan Orang Melayu”. Intizar. 24 (2), 265-271,<doi.org/10.19109/intizar.v24i2.2730>.

T., Vyain, S., Bry, J., & Jones, F. 2017. Introduction to Sociology 2. Texas:OpenStax.

Tim Nasional Penulisan Sejarah Indonesia. 2010. Sejarah Nasional Indonesia.Jakarta: Balai Pustaka.

Tim. 2012. Indonesia dalam Arus Sejarah. Jakarta: Ichtiar Baru van Hoeve.

Tyasyono Bayong. 2004. Klimatologi Edisi Kedua. Bandung: ITB.

Usrah, Cut Rizka AI. 2015. “Laksamana Keumalahayati Simbol PerempuanAceh (Peranan dan Perjuangannya dalam Lintasan Sejarah KerajaanAceh Darussalam 1589-1604)”. Skripsi. Medan: Universitas NegeriMedan.

Wolters, O.W. 2011. Kemaharajaan Maritim Sriwijaya & Perniagaan Dunia.Depok: Komunitas Bambu.

Worosetyaningsih, Tri. 2019. Kehidupan Masyarakat pada Masa Praaksara,Masa Hindu Budha, dan Masa Islam. Ponorogo: Myria Publisher.

 

Sumber Gambar

https://cdn.bmkg.go.id/Web/2020.10_CH_GSMAP.png

https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/6/64/Bali_ngaben_pelebon_cremation_ceremony_Indonesia.jpg

https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Dewaruci.jpg

https://web.archive.org/web/20161016172930/http://www.panoramio.com/photo/42125739

https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Gedung_Batu_Temple_Semarang.jpg

https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Lawang_sewu.jpg

https://www.esdm.go.id/id/media-center/arsip-berita/progresssmelter-pt-fi-capai-386-akhir-tahun-2022-selesai

https://www.esdm.go.id/assets/imagecache/bodyView/arsip-beritadivestasi-51-saham-pt-fi-simbol-kedaulatan-negara-tympxrm.jpg

https://geoportal.esdm.go.id/indonesia-overview/

https://cdn.idntimes.com/content-images/post/20190412/infografisutang-luar-negeri-4-tahun-trakhir-1-a18ef6c7f68ceec3ba4b98b6f1952ea5.png

 

 

 

 

 

 

 


 

MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA

IPS FASE D KELAS VII

 


INFORMASI UMUM

A. IDENTITAS MODUL

Penyusun

Instansi

Tahun Penyusunan

Jenjang Sekolah

Mata Pelajaran

Fase / Kelas

Tema 01

Materi

Elemen

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Capaian Pembelajaran 1

 

Alokasi Waktu

:

:

:

:

:

:

:

:

:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

:

 

:

.....................................

SMP …………………

Tahun 2022

SMP

Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)

D / VII

Keluarga Awal Kehidupan

Sosialisasi

a) Elemen pemahaman dan ruang lingkup pembelajaran

  • Keruangan dan konektivitas antar ruang dan waktu: materi ini berkaitan dengan pemahaman terhadap kondisi sosial dan lingkungan alam serta kesejarahan dalam konteks lokal dan nasional. Materi ini juga terkait dengan pembelajaran tentang kondisi geografis Indonesia dan pengaruhnya terhadap aktivitas sosial, ekonomi.
  • Perkembangan masyarakat Indonesia dari masa pra aksara, kerajaan-kerajaan di NusantaraInteraksi, Sosialisasi, institusi sosial, dan dinamika sosial; materi ini berkaitan dengan pembentukan identitas diri, merefleksikan keberadaan diri di tengah keberagaman dan kelompok yang berbeda-beda
  • Kegiatan manusia dalam memenuhi kebutuhannya: materi ini berkaitan tentang peran diri, masyarakat serta negara dalam memenuhi kebutuhan bersama. Peserta didik menganalisis sejarah manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

b) Elemen keterampilan proses

  • Siswa melakukan berbagai kegiatan yang  mendukung tercapainya keterampilan proses  yang dibutuhkan untuk mempelajari dan menyelesaikan pembelajaran IPS kelas 7 antara lain: mengamati, menginvestigasi/ menyelidiki, menganalisis, merencanakan, menggambar, berdiskusi, menceritakan, membuat laporan tertulis sederhana, dan mempresentasikan.

Memahami keberadaan diri dan keluarga di tengah lingkungan sosial

2 JP (Pertemuan Ke-9)

B.  KOMPETENSI AWAL

  • Menerangkan hakikat sosialisasi.
  • Mengidentiikasi agen-agen sosialisasi.
  • Menganalisis proses sosialisasi.

C.  PROFILPELAJAR PANCASILA

  • Mandiri dan bernalar kritis, bergotong royong

D.  SARANADAN PRASARANA

Media, Sumber Belajar, dan Alat

1.  Sumber Utama

a. Slide gambar tentang salah satu agen sosialisasi temansepermainan. Gambar berupa anak-anak yang sedang bermainpermainan tradisional..

b. Kemendikbud. 2021. Ilmu Pengetahuan Sosial, Buku Siswa KelasVII, Jakarta; Pusat Kurikulum dan Perbukuan.

c. Laptop, LCD, PC,

2.  Sumber Alternatif

Guru juga dapat menggunakan alternatif sumber belajar yang terdapatdi lingkungan sekitar dan disesuaikan dengan tema yang sedangdibahas.

3. Pengembangan Sumber Belajar

Guru dapat mengembangkan lembar kerja siswa yang berisi pokok-pokokkunci pelajaran.

E.  TARGET PESERTA DIDIK

§  Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami materi ajar.

§  Peserta didik dengan pencapaian tinggi: mencerna dan memahami dengan cepat, mampu mencapai keterampilan berfikir aras tinggi (HOTS), dan memiliki keterampilan memimpin.

F.  MODEL PEMBELAJARAN

§  Modelatau kerangka pembelajaran yang memberikan gambaran sistematis pelaksanaan pembelajaran. Model pembelajaran dapat berupa model pembelajaran tatap muka, pembelajaran jarak jauh dalam jaringan (PJJ Daring), pembelajaran jarak jauh luar jaringan (PJJ Luring), dangrup investigation.

KOMPNEN INTI

A.  TUJUAN KEGIATAN PEMBELAJARAN

Alur Tujuan Pembelajaran :

a.  Peserta didik diharapkan mampu menerangkan hakikat sosialisasi.

b. Peserta didik diharapkan mampu mengidentiikasi agen-agen sosialisasi.

c. Peserta didik diharapkan mampu menganalisis proses sosialisasi.

 

B. PEMAHAMAN BERMAKNA

  • Menganalisismasing-masing agen sosialisasi dalampembentukan karakter Individu.

 

C. PERTANYAAN PEMANTIK

  • Agensosialisasi manakah yang paling memengaruhi karakter individu?
  • Bagaimana proses terjadinya sosialisasi?

 

D.  KEGIATAN PEMBELAJARAN

Kegiatan Pendahuluan

1. Guru membuka dengan salam dan doa bersama peserta didik.

2. Guru melakukan presensi kehadiran.

3. Apersepsi: peserta didik melihat gambar anak-anak yang sedangmemainkan permainan tradisional. Guru melakukan tanya jawabdengan peserta didik dan mengaitkan gambar dengan kegiatan belajar.Peserta didik difasilitasi guru mengaitkan gambar dengan kegiatanbelajar.

Contoh anak-anak bermain permainan tradisional yang termasukdalam agen sosialisasi

4. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran pertemuan 9 mengenaikebutuhan manusia.

a. Menerangkan hakikat sosialisasi.

b. Mengidentiikasi agen-agen sosialisasi.

c. Menganalisis proses sosialisasi.

 

KegiatanInti

Guru menjelaskan tentang petunjuk kerja dan tugas dari lembar aktivitaskelompok untuk menganalisis masing-masing agen sosialisasi dalampembentukan karakter Individu. kegiatan ini dimaksudakan untukmemberikan pemahaman kepada peserta didik bahwa agen-agensosialisasi dapat memengaruhi karakter setiap individu. Proses salingtukar hasil temuan peserta didik dapat dilakukan dalam waktu singkat,kemudian guru melakukan tanya jawab dengan peserta didik terkait hasilidentiikasi.

Peserta Didik Mengidentiikasi Masalah

Guru mendorong peserta didik mengajukan berbagai pertanyaan yangmengarah pada HOTS. Beberapa pertanyaan yang diajukan misalnyaagen sosialisasi manakah yang paling memengaruhi karakter individu?Bagaimana proses terjadinya sosialisasi?

Peserta Didik Mengelola Informasi

Peserta didik dapat mencari informasi terkait sosialisasi sosial melaluiinternet, buku, maupun sumber lain. Peserta didik mengolah informasisecara berkelompok di bawah bimbingan guru. Kegiatan ini dapatdilakukan secara bervariasi, misalnya dengan grup investigation. Berikutmerupakan tahapan pembelajaran menggunakan model diskusi kelompok:

1. Guru membimbing peserta didik membagi kelompok yang terdiri dari3-4 peserta didik.

2. Guru membimbing peserta didik untuk menjawab pertanyaan padalembar aktivitas kelompok mengenai pengaruh masing-masing agensosialisasi dalam pembentukan karakter Individu.

3. Peserta didik melakukan diskusi dalam kelompok.

4. Guru menjadi fasilitator dengan cara berkeliling dari kelompok satuke kelompok lain untuk memberikan dorongan agar semua anggotakelompok berpartisipasi aktif

5. Masing-masing kelompok melaporkan hasil diskusinya dalam bentukinforgrais atau bentuk lainnya.

6. Guru memandu peserta didik mempresentasikan hasil diskusi.

7. Guru menyimpulkan laporan hasil diskusi.

Peserta Didik Merencanakan dan Mengembangkan Ide

1. Hasil pengolahan informasi disajikan dalam bentuk laporan.

2. Peserta didik secara berkelompok menulis laporan sederhana pengaruhmasing-masing agen sosialisasi dalam pembentukan karakter Individu

Peserta Didik Melakukan Releksi Dan Aksi

1. Guru memfasilitasi peserta didik menemukan simpulan pembelajaran.

2. Guru memberikan kesempatan ke peserta didik untuk mengajukanpendapat atau pertanyaan

3. Penguatan dan pengayaan dilakukan untuk mengembangkankompetensi peserta didik

 

Penutup

1. Penilaian pembelajaran dilakukan secara lisan atau tertulis

2. Peserta didik melakukan releksi pembelajaran berkaitan dengansikap, pengetahuan, dan keterampilan.

Sikap

a. Apakah aku sudah melakukan pembelajaran secara bertanggungjawab?

b. Apakah aku sudah mengumpulkan tugas secara tepat waktu?

c. Apakah akus sudah mencantumkan sumber referensi dalam hasilkaryaku?

d. Apakah aku sudah mampu berkolaborasi dengan baik bersamateman-temanku?

Inspirasi dari pembelajaran yaitu pengaruh sosialisasi dalampembentukan karakter individu.

Pengetahuan

a. Apakah aku sudah mampu mengidentiikasi agen-agen sosialisasi

b. Bagaimana proses sosialisasi dapat memengaruhi karakterindividu?

Keterampilan

Apakah aku sudah berhasil mengidentiikasi upaya yang dapatdilakukan untuk menyeleksi pengaruh positif dan negatif dari masing-masingagen sosialisasi?

3. Releksi juga dapat dapat dilakukan misalnya dengan kuis, pesertadidik menuliskan kompetensi yang diperoleh baik sikap, pengetahuan.

Selain itu, dapat pula dengan menuliskan inspirasi yang diperoleh danakan dilakukan masa yang akan datang

4. Tindak lanjut dilakukan dengan mendorong peserta didik mempelajarilebih lanjut dan informasi pembelajaran berikutnya tentang nilai dannorma.

5. Doa dan penutup.

F.  REFLEKSI

Manusia adalah makhluk sosial yang menghabiskan kehidupan dengancara berinteraksi dengan individu lain. Sosialisasi adalah proses sosialseumur hidup untuk mempelajari pola budaya, perilaku, dan harapan.Melalui sosialisasi, kita mempelajari nilai-nilai budaya, norma, dan peran.

Coba kalianrenungkan pertanyaan berikut ini:

1. Agen sosialisasi manakah yang paling memengaruhi karakter individu?

2.  Bagaimana proses terjadinya sosialisasi?

3.  Apakah aku sudah mampu mengidentiikasi agen-agen sosialisasi

4.  Bagaimana proses sosialisasi dapat memengaruhi karakter individu?

F.  ASESMEN/ PENILAIAN

Penilaian Proses dan Hasil Pembelajaran

a. Konsep Penilaian dan Pembelajaran IPS

Penilaian merupakan kegiatan yang bertujuan untuk memperoleh,menganalisis, menafsirkan proses dan hasil belajar peserta didik secarasistematis. Penilaian tersebut dapat digunakan untuk mengetahui tingkatkeberhasilan pencapaian kompetensi, proses pembelajaran, tingkatkesulitan belajar peserta didik, dan penentuan tindak lanjut pembelajaran.Penilaian pembelajaran IPS memakai pendekatan penilaian autentik(authentic assesment) untuk menilai kesiapan peserta didik, proses, danhasil belajar secara utuh. Hasil penilaian tersebut dapat dimanfaatkanguru dalam merencanakan program perbaikan (remedial), pengayaan(enrichment), layanan konseling, dan sebagai landasan untuk memperbaikiproses pembelajaran selanjutnya.

b. Teknik dan Instrumen Penilaian

Penilaian kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan dilakukanmenggunakan teknik dan instrumen penilaian. Berikut merupakanpenjabaran teknik dan instrumen penilaian dari masing-masing kompetensi.

 

1.  Penilaian kompetensi sikap

Teknik penilaian kompetensi sikap dapat berupa observasi, penilaiandiri, dan penilaian antar teman. Kegiatan ini bisa dilakukan oleh gurumatabpelajaran, wali kelas, dan guru bimbingan konseling (BK) yang ditulisdalam buku jurnal. Jurnal berisi catatan kejadian tertentu dan informasilain yang relevan.

a. Observasi

Instrumen dalam observasi yaitu lembar observasi atau jurnal. Lembarobservasi berisi catatan perilaku peserta didik berdasarkan pengamatanoleh guru mata pelajaran, wali kelas, dan guru bimbingan konseling selamasatu semester. Setiap catatan berisi deskripsi perilaku peserta didik yangdilengkapi dengan waktu dan tempat pengamatan tersebut.

Jika terjadi perubahan sikap peserta didik dari yang kurang baikmenjadi baik maka dalam jurnal harus ditulis bahwa sikap peserta didiktersebut telah baik atau bahkan sangat baik. Hal yang dicatat dalamjurnal bisa berupa sikap kurang baik, baik, maupun sangat baik, sertaperkembangan perubahan sikap peserta didik. Berikut merupakan contohlembar observasi penilaian sikap peserta didik selama satu semester:

Contoh Tabel Jurnal Pengembangan Sikap

No

Tanggal

Nama Siswa

Catatan Perilaku

Butir Sikap

   1

 

 

 

 

2

 

 

 

 

3

 

 

 

 

4

 

 

 

 

dst

 

 

 

 

 

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan penilaiansikap menggunakan teknik observasi :

·      Jurnal penilaian sikap ditulis oleh guru mata pelajaran, wali kelas, dan guru BK selama satu semester.

·      Penilaian oleh wali kelas dapat menggunakan 1 (satu) jurnal untuk satu kelas yang menjadi tanggung-jawabnya. Penilaian oleh guru mata pelajaran dapat menggunakan 1 (satu) jurnal untuk setiap kelas yang diajarnya, dan penilaian oleh guru BK dapat menggunakan 1 (satu) jurnal untuk setiap kelas di bawah bimbingannya.

·      Penilaian perkembangan sikap sipritual dan sikap sosial peserta didik bisa dicatat dalam satu jurnal yang sama atau dalam 2 (dua) jurnal berbeda.

·      Peserta didik yang dicatat dalam jurnal adalah peserta didik yang menunjukkan perilaku yang sangat baik maupun kurang baik secara alami.

·      Pencatatan jurnal dilakukan dengan segera seperti ketika wali kelas, guru mata pelajaran, maupun guru BK menyaksikan atau memperoleh informasi terpercaya mengenai perilaku peserta didik.

·      Jika peserta didik pernah menunjukkan sikap kurang baik tetapi selama satu semester tersebut menunjukan perkembangan ke arah sikap baik, maka sikap baik tersebut juga dicatat dalam jurnal.

·      Guru mata pelajaran dan guru BK merangkum catatan jurnal perkembangan sikap spiritual dan sikap sosial setiap peserta didik dan menyerahkannya kepada wali kelas untuk diolah lebih lanjut

Berikut merupakan contoh jurnal penilaian (perkembangan) sikapspiritual dan sikap sosial oleh wali kelas.

Contoh Jurnal Penilaian Sikap Spiritual

Nama Sekolah: SMP .............................

Kelas/Semester   : VII/I

Tahun Pelajaran: 2022/2023

No

Waktu

Nama Siswa

Catatan Perilaku

Butir Sikap

   1

19/07/22

Haidar

Tidak mengikuti sholatDzuhur berjamaah disekolah.

Ketaqwaan

2

19/07/22

Halwa

Mengganggu temanketika berdoa sebelumkegiatan pembelajaran.

Ketaqwaan

3

19/07/22

Sugi

Mengajak temanberdoa sebelumolahraga badminton disekolah.

Ketaqwaan

4

19/07/22

Said

Berpartisipasi sebagaipanitia perayaankeagamaan di sekolah.

Toleransi

beragama

 

Contoh Jurnal Penilaian Sikap Sosial

Nama Sekolah: SMP .............................

Kelas/Semester   : VII/I

Tahun Pelajaran: 2022/2023

No

Waktu

Nama Siswa

Catatan Perilaku

Butir Sikap

   1

12/07/22

Haidar

Membantu seorangteman yang kesulitanmenyebrang jalan didepan sekolah.

Kepedulian

2

26/08/22

Halwa

Menyerahkandompet yangditemukan di kantinsekolah kepada walikelas.

Kejujuran

3

26/09/22

Sugi

Tidak menggunakanatribut upacara disekolah denganlegkap.

Kedisiplinan

4

25/10/22

Said

Berinisiatifmenyiram tanamanyang mulai kering.

Kepedulian

 

Contoh format di atas dapat digunakan guru mata pelajaran danguru BK dalam penilain sikap spiritual dan sosial. Catatan tersebut jugadapat dibuat dalam satu tabel yang sama dengan menambahkan kolomketerangan pada bagian paling kanan untuk menuliskan keterangan jenissikap yang ditulis. Berikut merupakan contoh tabel jurnal penilaian sikap(spiritual dan sosial) yang dijadikan dalam satu tabel:

Contoh Jurnal Penilaian Sikap

Nama Sekolah: SMP .............................

Kelas/Semester   : VII/I

Tahun Pelajaran: 2022/2023

No

Waktu

Nama Siswa

Catatan Perilaku

Butir Sikap

Ket.

   1

19/07/22

Haidar

Membantuseorang temanyang kesulitanmenyebrangjalan di depansekolah

Ketaqwaan

Sosial

2

19/07/22

Halwa

Mengajak temanberdoa sebelumolahragabadminton disekolah.

Kepeduliaan

Spiritual

3

19/07/22

Sugi

Menggangguteman ketikaberdoa sebelumkegiatanpembelajaran.

Toleransi

beragama

Spiritual

4

18/11/22

Said

Berinisiatifmenyiramtanaman yangmulai kering.

Ketaqwaan

Sosial

 

b. Penilaian Diri (Self Assesment)

Penilaian diri merupakan teknik penilaian terhadap diri sendiri olehpeserta didik dengan mengidentiikasi kelebihan dan kekurangan sikappeserta didik dalam berperilaku. Teknik penilaian ini dapat digunakanuntuk menumbuhkan nilai-nilai kejujuran dan meningkatkan kemampuanreleksi diri peserta didik. Satu tabel penilaian diri dapat digunakan untukpenilaian sikap spiritual dan sikap sosial. Berikut merupakan contohlembar penilaian diri menggunakan Likert Scale.

 

Contoh Lembar Penilaian Diri Siswa (Likert Scale)

Nama teman yang dinilai:..................

Nama penilai:..................

Kelas:....................

Semester:....................

Berilah tanda centang  pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengankeadaan sebenarnya

No

Pernyataan

Skala

1

2

3

4

   1

Saya berdoa sebelum melakukan kegiatan

 

 

 

 

2

Saya melaksanakan ibadah sholat tepat waktu

 

 

 

 

3

Saya berani mengakui kesalahan jika memang

bersalah

 

 

 

 

4

Saya mengumpulkan tugas sesuai jadwal yang

diberikan

 

 

 

 

5

Saya mengembalikan barang yang saya pinjam

dalam kondisi baik

 

 

 

 

6

Saya meminta maaf jika melakukan kesalahan

 

 

 

 

7

Saya datang ke sekolah tepat waktu

 

 

 

 

Keterangan:

1 = sangat jarang

2 = jarang

3 = sering

4 = selalu

 

c. Penilaian Antar Teman

Penilaian antar teman adalah teknik penilaian yang dilakukan pesertadidik terhadap peserta didik yang lain mengenai sikap/perilaku pesertadidik. Penilaian antarteman dapat digunakan untuk menumbuhkan nilaikejujuran, tenggang rasa, dan saling menghargai. Satu lembar penilaiandiri dapat digunakan untuk penilaian sikap spiritual dan sikap sosial.

Berikut merupakan contoh lembar penilaian antarteman menggunakanLikert Scale.

 

 

Contoh Lembar Penilaian Diri Siswa (Likert Scale)

Nama: ..................

Kelas:....................

Semester:....................

Berilah tanda centang pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengankeadaan sebenarnya

No

Pernyataan

Skala

1

2

3

4

   1

Teman saya berkata jujur kepada orang lain

 

 

 

 

2

Teman saya mengerjakan ulangan dengan jujur

 

 

 

 

3

Teman saya mentaati tata-tertib sekolah

 

 

 

 

4

.....................................

 

 

 

 

Keterangan:

1 = sangat jarang

2 = jarang

3 = sering

4 = selalu

Pada dasarnya teknik penilaian diri ini tidak hanya untuk aspek sikap,tetapi juga dapat digunakan untuk menilai kompetensi dalam aspekkete rampilan dan pengetahuan.

 

2. Penilaian Kompetensi Pengetahuan

a) Pengertian Penilaian Pengetahuan

Penilaian pengetahuan merupakan penilaian yang dilakukan untukmengetahui kemampuan peserta didik berkaitan dengan penguasaanpengetahuan faktual, konseptual, maupun prosedural serta kecakapanberpikir tingkat rendah hingga tinggi. Guru dapat memilih teknikpenilaian yang disesuaikan dengan karakteristik kompetensi yang akandinilai. Penilaian diawali dengan perencanaan pada saat menyusunrencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Hasil penilaian pengetahuanyang dilakukan selama dan setelah proses pembelajaran dinyatakan dalambentuk angka dengan rentang 0-100.

 

b) Teknik Penilaian Pengetahuan

Teknik penilaian pengetahuan yang akan digunakan dapat disesuaikandengan karakteristik masing-masing Kmpetensi Dasar (KD). Teknikpenilaian pengetahuan yang sering digunakan yaitu tes tertulis, tes lisan,dan penugasan. Berikut merupakan penjabaran dari berbagai teknikpenilaian pengetahuan.

 

 

Contoh Teknik Penilaian Pengetahuan

Teknik

Bentuk Instrumen

Tujuan

Tes tertulis

Pilihan ganda, benar-salah,menjodohkan, isian ataumelengkapi, dan uraian.

Mengetahui kemampuanpenguasaan pengetahuanpeserta didik dalam prosespembelajaran.

Tes lisan

Tanya jawab

Mengetahui pemahamanpeserta didik sebagaidasar perbaikan prosespembelajaran

Penugasan

Tugas individu dan kelompok

Memfasilitasi penguasaanpengetahuan pesertadidik selama prosespembelajaran.

 

1. Tes Tertulis

Tes tertulis merupakan soal dan jawaban disajikan secara tertulis, misalnyapilihan ganda, benar-salah, dan uraian. Langkah-langkah pengembangan testertulis:

 

Kisi-kisi Tes Tertulis

Nama Sekolah    : SMP .............................

Kelas/Semester   : VII/I

Tahun Pelajaran: 2022/2023

Mata Pelajaran: IPS

No

Kompetensi

Dasar

Materi

Indikator

Soal

Bentuk

Soal

Jumlah

Soal

1

·        Menerangkan hakikat sosialisasi.

·        Mengidentiikasi agen-agen sosialisasi.

·        Menganalisis proses sosialisasi.

Sosialisasi

·        Peserta didik diharapkan mampu menerangkan hakikat sosialisasi.

·        Peserta didik diharapkan mampu mengidentiikasi agen-agen sosialisasi.

·        Peserta didik diharapkan mampu menganalisis proses sosialisasi

Tes Tertulis

2

 

Butir soal:

1. Bagaimana peran sekolah sebagai agen sosialisasi dalam pembentukan kepribadian siswanya?

2.  Mengapa proses sosialisasi sangat mempengaruhi pembentukan identitas individu?

Pemberian skor Tes Tertulis

No.

Soal

Kunci Jawaban

Skor

1

Ada beberapa upaya sekolah sebagai agen sosialisasi dalam pembentukan moral siswa diantaranya yaitu upaya sekolah dalam menumbuhkan sikap disiplin siswamembentuk keterikatan pada kelompok sosial pada siswa, dan membentuk otonomi pada diri siswa.

2

2

Karena dari sosialisasi suatu individu mengalami penanaman nilai dan norma sosial ke dalam diri seseorang . lalu mereka akan berkembang dari nilai-nilai budaya yang sudah tertanam dalam individu tersebut dan diimplementasikan dalam perilaku sehari-hari.

2

Total Skor Maksimum

4

 

 

2. Tes Lisan

Tes lisan merupakan pertanyaan yang diberikan guru secara lisan kepadapeserta didik yang jawaban atas pertanyaan tersebut juga disampaikan secaralisan. Tes ini bertujuan untuk mengetahui penguasaan pengetahuan pesertadidik dan menumbuhkan kemampuan berkomunikasi. Pemberian tes lisandapat dilakukan pada saat pembelajaran berlangsung. pertanyaanpada tes lisan:

·      Apa yang anda ketahui tentang sosialisasi?

·      Mengapa terjadi hambatan dalam sosialisasi?

·      Apa yang terjadi bila seseorang tidak bisa bersosialisasi terhadap nilai dan norma sosial yang berlaku di masyarakat?

 

3. Penugasan

Penugasan adalah pemberian tugas untuk meningkatkan pengetahuanpeserta didik. Tugas dapat dikerjakan baik secara individu maupunkelompok sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai. Berikutmerupakan contoh kisi-kisi tugas dan contoh pedoman penskorannya.

Nama Sekolah    : SMP .............................

Kelas/Semester   : VII/I

Tahun Pelajaran: 2022/2023

Mata Pelajaran: IPS

Kompetensi

Dasar

Materi

Indikator

Teknik

Penilaian

·        Menerangkan hakikat sosialisasi.

·        Mengidentiikasi agen-agen sosialisasi.

·        Menganalisis proses sosialisasi.

Sosialisasi

·        Peserta didik diharapkan mampu menerangkan hakikat sosialisasi.

·        Peserta didik diharapkan mampu mengidentiikasi agen-agen sosialisasi.

·        Peserta didik diharapkan mampu menganalisis proses sosialisasi

Penugasan

 

Pedoman Pemberian Skor Tugas

No Soal

Aspek yang Dinilai

Skor

1

Menjelaskanproses sosialisasi yang terjadi

0-2

2

Apakah hubungan antara sosialisasi dan kepribadian

0-3

3

Menjelaskan manfaatsosialisasi

0-3

4

Keruntutanbahasa

0-2

Total Skor Maksimum

10

 

3. Penilaian Keterampilan

a) Pengertian Penilaian Keterampilan

Penilaian keterampilan dilakukan untuk mengetahui kemampuanpeserta didik dalam menerapkan pengetahuan yang telah diperolehuntuk melakukan tugas tertentu sesuai dengan indikator pencapaiankompetensi. Penilaian ini dapat dilakukan dengan berbagai teknik, sepertipenilaian kinerja dan penilaian proyek. Berikut merupakan contoh kisi-kisipenilaian keterampilan, tugas, dan pedoman pemberian skor.

b) Teknik Penilaian Keterampilan

• Penilaian kinerja

Berikut ini Kisi-kisi Penilaian Kinerja, soal/tugas, pedomanpemberian skor:

Kisi-kisi Penilaian Kinerja

Nama Sekolah    : SMP .............................

Kelas/Semester   : VII/I

Tahun Pelajaran: 2022/2023

Mata Pelajaran: IPS

No

Kompetensi

Dasar

Materi

Indikator

Teknik

Penilaian

1

·        Menerangkan hakikat sosialisasi.

·        Mengidentiikasi agen-agen sosialisasi.

·        Menganalisis proses sosialisasi.

Sosialisasi

·        Peserta didik diharapkan mampu menerangkan hakikat sosialisasi.

·        Peserta didik diharapkan mampu mengidentiikasi agen-agen sosialisasi.

·        Peserta didik diharapkan mampu menganalisis proses sosialisasi

 

 

 

 

Rubrik Pemberian Skor Penilaian Kinerja

No

Aspek yang Dinilai

Skala

0

1

2

3

4

   1

Merencanakan pengamatan

 

 

 

 

 

2

Melakukan pengamatan

 

 

 

 

 

3

Membuat laporan

 

 

 

 

 

Jumlah:

 

Penilaian diberikan dengan memperhatikan aspek proses dan produk.Guru dapat menetapkan bobot pemberian skor yang berbeda antara satudan aspek yang lainnya dengan memperhatikan karakteristik kompetensiyang dinilai.

Rubrik Penilaian Kinerja

No

Indikator

Rubrik

1

Menyiapkan bahan

yang diperlukan

2 = Menyiapkan seluruh alat dan bahan yangdiperlukan.

1 = Menyiapakan sebagian alat dan bahan yangdiperlukan.

0 = Tidak menyiapkan alat bahan

2

Pengamatan

4 = Melakukan empat langkah kerjadengan tepat

3 = Melakukan tiga langkah kerja dengantepat.

2 = Melakukan dua langkah kerja dengantepat.

1 = Melakukan satu langkah kerja dengantepat.

0 = Tidak melakukan langkah kerja.

 

Langkah kerja:

1. Menyiapkan kertas gambar ukuran A4.

2. Menggambar sosialisasi.

3.Mencantumkan sosialisasipadagambar yang di buat

4. Memberikan warna pada kenampakanobjek yang di gambar pada sosialisasi.

3

Membuat laporan

3 = Memenuhi 3 kriteria

2 = Memenuhi 2 kriteria

1 = Memenuhi 1 kriteria

0 = Tidak memenuhi kriteria

 

Kriteria laporan:

1. Memenuhi sistematika laporan (judul, tujuan,alat dan bahan, prosedur, data pengamatan,pembahasan, kesimpulan)

2. Data, pembahasan, dan kesimpulan benar

3. Komunikatif

 

 

• Penilaian proyek

Penilaian proyek merupakan kegiatan yang bertujuan untukmengetahui kemampuan peserta didik dalam mengimplementasikanpengetahuannya melalui penyelesaian suatu tugas dalam waktu tertentu.Penilaian ini dapat digunakan untuk mengukur satu maupun beberapaKompetensi Dasar (KD) dalam satu atau beberapa mata pelajaran.

Kegiatan yang dilakukan dimulai dengan perencanaan, pengumpulan,pengorganisasian, pengolahan, penyajian, dan pelaporan. Beberapa halyang perlu dipertimbangkan dalam penilaian proyek, yaitu:

1) Pengelolaan

Kemampuan peserta didik untuk menentukan tema atau topik,mengumpulkan informasi, pengolahan data, dan penulisan laporan.

2) Relevansi

Tema yang dipilih sesuai dengan Kompetensi Dasar (KD).

3) Keaslian

Laporan atau produk yang dibuat peserta didik merupakan hasilkaryanya.

4) Inovasi dan Kreativitas

Terdapat unsur-unsur kebaruan dan berbeda pada produk yangdihasilkan peserta didik.

Kisi-kisi Penilaian Proyek

Nama Sekolah    : SMP .............................

Kelas/Semester   : VII/I

Tahun Pelajaran: 2022/2023

Mata Pelajaran: IPS

No

Kompetensi

Dasar

Materi

Indikator

Teknik

Penilaian

1

·        Menerangkan hakikat sosialisasi.

·        Mengidentiikasi agen-agen sosialisasi.

·        Menganalisis proses sosialisasi.

Sosialisasi

·        Peserta didik diharapkan mampu menerangkan hakikat sosialisasi.

·        Peserta didik diharapkan mampu mengidentiikasi agen-agen sosialisasi.

·        Peserta didik diharapkan mampu menganalisis proses sosialisasi

Penilaian Proyek

 

Proyek : Buatlah poster salah satu tujuan pembangunan berkelanjutanmenggunakan kertas gambar ukuran A3, pensil warna atau cat air denganmemperhatikan hal- hal berikut!

1. Pilihlah salah satu tujuan kebutuhan manusia.

2. Amati tujuan tersebut apakah telah tercapai atau belum tercapai diIndonesia lalu sampaikan dalam poster.

3. Gambar salah satu tujuan kebutuhan manusia yang telahdipilih!

4. Tuliskan Sosialisasi  konsep dari poster yang akan peserta didik sampaikan!

5. Laporkan hasilnya secara lisan!

Rubrik Pemberian Skor Proyek

No

Pernyataan

Skor

1

2

3

4

   1

Kemampuan peserta didik dalam merencanakan

 

 

 

 

2

Kemampuan menggambar poster

 

 

 

 

3

Kemampuan penyampaian konsep berdasarkanposter yang digambar

 

 

 

 

4

Kemampuan mempresentasikan isi poster

 

 

 

 

5

Produk Poster

 

 

 

 

Skor Maksimum

15

Catatan:

Guru bisa menetapkan bobot yang berbeda-beda antara aspek satu dan lainnya

pada pemberian skor dengan memperhatikan karakteristik Kompetensi Dasar

(KD) atau keterampilan yang dinilai.

 

Rubrik PenilaianProyek

No

Pernyataan

Keterangan

1

Kemampuan Perencanaan

2 = perencanaan lengkap (bahan, carakerja, hasil), dan rinci

1 = perencanaan kurang lengkap

0 = tidak ada perencanaan

2

Kemampuan menggambar

poster secara tepat sesuai

dengan salah satu tujuan

kebutuhan manusia

2 = menggambar dan mewarnai posterdengan baik dan interpretasi tujuanpembangunan berkelanjutan dalamposter tepat.

1 = menggambar dan memberikan warna pada poster tetapi salahdalam menginterpretasikan tujuanpembangunan berkelanjutan yangdipilih.

0 = gambar tidak diberi warna dantidak tepat dalam menginterpretasikantujuan pembangunan berkelanjutanyang dipilih.

 

 

G.  KEGIATAN PENGAYAAN DAN REMEDIAL

Remedial

Peserta didik yang belum mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM)diberikan program pembelajaran remedial. Pembelajaran remedial dapatdilakukan pada kompetensi pengeahuan dan keterampilan. Langkah-langkahdalam pembelajaran remedial antara lain:

1. Identiikasi permasalahan pembelajaran peserta didik.

2. Merancang pembelajaran remedial

3. Membuat perencanaan pembelajaran remedial

4. Menyiapkan perangkat pembelajaran remedial

5. Melaksanakan pembelajaran remedial

6. Melaksankaan evaluasi

 

Pengayaan

Bacalah artikel mengenai sosialisasi. setelahitu analisis mengidentiikasi upaya yang dapatdilakukan untuk menyeleksi pengaruh positif dan negatif dari masing-masingagen sosialisasi. Tuliskan hasil analisis tersebut dalam beberapa paragraf.

 

LAMPIRAN

A.  LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

 

Nama :

Kelas :

Petunjuk!

 

B.  BAHAN BACAAN GURU & PESERTA DIDIK

Bahan BacaanPeserta Didik

Sosialisasi

Manusia adalah makhluk sosial yang menghabiskan kehidupan dengancara berinteraksi dengan individu lain. Sosialisasi adalah proses sosialseumur hidup untuk mempelajari pola budaya, perilaku, dan harapan.

Melalui sosialisasi, kita mempelajari nilai-nilai budaya, norma, dan peran.

a. Hakikat Sosialisasi

Sosialisasi adalah proses interaksi yang dilakukan secara terus-menerussehingga membentuk kepribadian seorang individu. Dapat dikatakan,sosialisasi merupakan proses seumur hidup yang berkaitan dengan caraindividu mempelajari nilai dan norma sosial yang ada atau berlaku dimasyarakat agar dapat diterima kelompoknya. Sosialisasi dapat dilakukanoleh berbagai individu termasuk orang tua, guru, teman sebaya, saudarakandung lewat sekolah, televisi, internet, ataupun media sosial.

b. Agen Sosialisasi

Sosialisasi terjadi di seluruh rentang hidup dan sampai batas tertentu.Interaksi sosial meliputi perpindahan individu dari satu tempat ke tempatyang lain, peran dalam hidup mereka mulai dari lulus sekolah, memperolehpekerjaan menikah, memiliki anak, hingga pensiun. Berikut merupakanagen-agen sosialisasi:.

Keluarga

Keluarga merupakan agen sosialisasi pertama dan

terpenting. Agen sosialisasi keluarga terdiri dari

sistem keluarga inti (nuclear family) dan sistem

kekerabatan (extended family). Keluarga inti meliputi

ayah, ibu, dan saudara kandung maupun

angkat yang tinggal dalam satu rumah. Sedangkan

sistem kekerabatan meliputi kakek, nenek, paman,dan bibi. Keluarga termasuk kelompok primeryang memiliki intensitas tinggi dalam mengawasianggota keluarganya. Sosialisasi dalam keluargadapat memengaruhi pembentukan kepribadiananak.

Sekolah

Individu dihadapkan pada berbagai pengalamanberbeda di sekolah. Mereka berinteraksi denganorang-orang dari berbagai latar belakang agama,kelas sosial, ras, etnis, dan kebudayaan. Sosialisasidi sekolah memiliki tujuan menanamkan nilaikedisiplinan yang berorientasi mempersiapkanperan peserta didik pada masa mendatang.Agen sosialisasi sekolah merupakan bentuk darisosialisasi sekunder.

Kelompok Sepermainan

Sosialisasi juga terjadi di antara kelompok sepermainan, baik temansebaya maupun tidak sebaya. Kelompok sepermainan dapat memengaruhikebiasaan belajar, selera musik, sudut pandang, dan bahkan gaya berpakaian.Agen sosialisasi kelompok sepermainan merupakan bentuk darisosialisasi sekunder.

 

Media Massa

Media massa adalah sarana komunikasi satuarah ke  masyarakat luas. Informasi yang disampaikanmelalui media dapat menyebarsecara cepat dan luas ke seluruh lapisan dangolongan masyarakat. Jenis media massa dapatberupa televisi, surat kabar, majalah, film, radio,dan media sosial digital lainnya. Individuakan dihadapkan pada berbagai perilaku, ide,kepercayaan, dan nilai melalui media. Agensosialisasi media massa merupakan bentukdari sosialisasi sekunder.

b. Proses Sosialisasi

Berdasarkan teori perkembangan kognitif Jean Piaget, proses sosialisasimenekankan pada kemampuan anak untuk memahami dunia. Piagetmenjelaskan adanya perbedaan tahap anak-anak dalam belajar untukberpikir tentang diri mereka sendiri dan lingkungan mereka. Tahapantersebut di antaranya:

Sensorimotor (0-2 tahun)

Sensorimotor merupakan tahap pertama bayi belajar terutama denganmenyentuh benda, memanipulasinya, dan secara fisik menjelajahilingkungannya. Pencapaian utama pada tahap ini adalah pemahamananak bahwa lingkungannya memiliki sifat yang berbeda dan stabil.

Pra-operasional (2-7 tahun)

Pada tahap ini anak sudah menguasai bahasa dan menggunakan kata-katauntuk merepresentasikan objek dan gambar secara simbolis. Anak-anakberbicara bersama tetapi tidak dengan satu sama lain dalam arti yangsama seperti orang dewasa.

Operasional konkret (7-11 tahun)

Pada fase ini, anak-anak telah memahami pengertian logis sepertihubungan sebab dan akibat. Seorang anak pada tahap perkembanganini akan mengenali alasan yang salah dan mampu melaksanakan operasihitungan matematika sederhana (mengalikan, membagi, dan mengurangi).

Operasional formal (11-15 tahun)

Tahap ini merupakan tahap remaja. Selama masa remaja, anak yangberanjak dewasa lebih mampu memahami ide-ide yang sangat rumit.Ketika dihadapkan pada suatu masalah, anak-anak pada tahap ini mampumeninjau semua cara yang mungkin untuk dilakukan dan melaluinyasecara teoritis untuk mencapai solusi.

 

Bahan Bacaan Guru

Guru menyampaikan kepada peserta didik terkait sub-babpada materi Keluarga Awal Kehidupan. Materi diawali pemahamankepada peserta didik terkait keberadaan diri dan keluarga di tengahlingkungan sosial terdekatnya. Peserta didik kemudian mengeksplorasikondisi sosial lingkungan sekitar sehingga mampu mengurutkanperistiwa sejarah dalam kerangka kronologis dan menghubungkandengan kondisi saat ini. Setelah sosialisasi di lingkungan keluargamaka cakupan diperluas menjadi sosialisasi dalam masyarakat.Kondisi lingkungan sosial dan isik setiap wilayah yang berbeda dapatmemengaruhi upaya pemenuhan kebutuhan hidup. Hal ini karenaadanya perbedaan kondisi geograis daerah, karakteristik masyarakatdan cara mereka beraktivitas. Perbedaan karakteristik wilayah dapatmembuat masyarakat saling berupaya memenuhi kebutuhan hidupnyadengan melakukan interaksi antarwilayah.

 

C.   GLOSARIUM

Sosialisasi: Proses sosial seumur hidup untuk mempelajari pola budaya, perilaku, dan harapan.

 

D.   DAFTAR PUSTAKA

Daftar Pustaka

Adhuri, D. S., Wiratri, A., & Bismoko, A. B. 2016. “Interseksi BudayaDan Peradaban Negara-negara Di Samudra Hindia: PerspektifIndonesia”. Masyarakat Indonesia, 41(2), 115-126, https://doi.org/10.14203/jmi.v41i2.310.

Alisjahbana Armida Salsiah, Murniningtyas Endah. 2018. TujuanPembangunan Berkelanjutan di Indonesia. Bandung: UNPAD Press.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). 2019. Bencana Alam diProvinsi Yogyakarta. http://bnpb.cloud/dibi/xdibi_list/.

Badan Perencana Pembangunan Nasional. 2016. Laporan Prakarsa StrategisBidang Kemaritiman. Jakarta: Bappenas.

Badan Pusat Statistik. 2019. Statistik Pertambangan Minyak dan Gas Bumi.Jakarta: BPS.

Banowati Eva, Sriyanto. 2013. Geografi Pertanian. Yogyakarta: Ombak.

______________ . 2012. Geografi Indonesia. Yogyakarta: Ombak.

Daldjoeni. 2014. Pokok-Pokok Klimatologi. Yogyakarta: Ombak.

Danandjaja, James. 1994. Folklor Indonesia. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.

Department of Economic and Social Affairs. 2019. Growing at a slowerpace, world population is expected to reach 9.7 billion in 2050 and couldpeak at nearly 11 billion around 2100. Artikel. https://www.un.org/development/desa/en/news/population/world- populationprospects-2019.html pada 21-08-2020

Erman, Erwiza. 2011. “Penggunaan Sejarah Lisan dalam HistoriografiIndonesia”. Jurnal Masyarakat & Budaya, 13 (1), 1-22, https://doi.org/10.14203/jmb.v13i1.94.

Franz Adler. 2014. “The Value Concept in Sociology”. American Journal ofSociology. Volume 62, Number 3.

Giddens, A., Duneier, M., Appelbaum, R. P., & Carr, D. 2018. Introduction toSociology. New York: W. W. Norton & Company, Inc.

Goujon A. 2018. Human Population Growth. In: Reference Module in EarthSystems and Environmental Sciences. h. 1907-1912 Elsevier. ISBN 978-0-12-409548-9 DOI:10.1016/B978-0-12-409548-9.10755-9.

Graha, Andi Nu. 2012. Pengembangan Masyarakat Pembangunan melaluipendampingan sosial dalam konse pemberdayaan di bidang ekonomi.

Jurnal Ekonomi Modernisasi, 5(2), 117-126. https://doi.org/10.21067/jem.v5i2.243

Griffiths, H., dkk. 2017. Introduction to Sociology 2. Texas: OpenStax.

Grusec, J. E., & Hastings, P. D. 2015. Handbook of Socialization: theory andresearch. NY: The Guilford Press. h. 1, 13, 20.

Habibi, Maksum dan Gunadi. 2014. Pengantar Ekonomi dan Bisnis BidangKeahlian Bisnis dan Manajemen. Jakarta: Yudhistira.

Hadi, A. P. 2010. Konsep pemberdayaan, partisipasi dan kelembagaan dalampembangunan. Yayasan Agribisnis/Pusat Pengembangan MasyarakatAgrikarya (PPMA).

Harahap, Erni Febian. 2012. “Pemberdayaan Masyarakat dalam BidangEkonomi untuk Mewujudkan Ekonomi Nasional yang tanggung danMandiri”. Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan, 3(2), 78-96.

Herlina, N. 2020. Metode Sejarah. Bandung: Satya Historika.

Hutomo, Mardi Yatno. 2000. Pemberdayaan Masyarakat dalam BidangEkonomi: Tinjauan Teoritik dan Implementasi. Naskah No 20, Juni-Juli2000.

Kartodirjo, Sartono. 2014. Pengantar Sejarah Indonesia Baru: 1500-1900.Yogyakarta: Ombak.

Kementerian Kelautan dan Perikanan. 2019. Laporan Tahunan 2018. Jakarta:KKP.

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman. 2019. Laporan Kinerja2018. Jakarta: Kemenko Bidang Maritim.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. 2018. Status Hutan danKehutanan Indonesia 2018. Jakarta: KLHK

Koentjaraningrat. 1985. Kebudayaan Mentalitas dan Pembangunan. Jakarta:Gramedia.

Korlantas Polri. 2013. Polantas dalam Angka 2013. www.korlantas.polri.go.id.

Kotarumalos, Nur Aisyah. 2010. “Mengkonstruksi Identitas Diaspora Malukudi Negeri Belanda”. Masyarakat Indonesia. 36 (1), 123-144, https://media.neliti.com/media/publications/150453-ID-mengkonstruksiidentitas-diapora-maluku.pdf.

Kotler, Philip dan Gary Amstrong. 2008. Prinsip-prinsip Pemasaran Jilid I.Jakarta: Erlangga.

Krautkraemer, J. A. (2005). Economics of natural resource scarcity: The stateof the debate (No. 1318-2016-103362).

Kuntowijoyo, D. R. (2005). Pengantar Ilmu Sejarah. Sleman: BentangPustaka.

Lembar Fakta Forest Watch Indonesia 2019. 2019. diakses dari http://fwi.or.id/wp-content/uploads/2019/10/FS_Deforestasi_FWI_small.pdf

Muta’ali, Lutfi. 2013. Pengembangan Wilayah Perdesaan (PerspektifKeruangan). Yogyakarta: Badan Penerbit Fakultas Geografi (BPFG).

Noor, Djauhari. 2014. Pengantar Geologi. Sleman: deepublish.

Noor, Munawar. 2011. “Pemberdayaan Masyarakat”. Junal CIVIS, 1(2), 87-99.

Prihandito Aryono. 1989. Kartografi. Yogyakarta: PT Mitra Gama Widya.Rambe, Tappil., et al. 2019. Sejarah Politik dan Kekuasaan. Medan: KitaMenulis.

Resosoedarmo Soedjiran, Kartawinata Kuswata, Soegiarto Aprilani. 1987.Pengantar Ekologi. Bandung: Remadja Karya.

Ricklefs, M.C., et al. 2013. Sejarah Asia Tenggara dari Masa Prasejarahsampai Kontemporer. Depok: Komunitas Bambu.

Robert S. Pindyck dan Daniel L Rubinfeld. 2013. Mikroekonomi. Jakarta:Erlangga

Romansara, Enos. H. 2015. “Memahami Kebudayaan Lokal Papua: Suatu

Pendekatan Pembangunan yang Manusiawi di Tanah Papua”. JurnalEkologi Birokrasi. 1 (1), 47-57 https://doi.org/10.31957/jeb.v1i1.491.

Saihu, Ade. 2020. Merawat Pluiralisme Merawat Indonesia. Yogyakarta:Deepublish.

Siska, Y. 2015. Manusia dan Sejarah: Sebuah Tinjauan Filosofis. Sleman:Garudhawaca.

Sobarna, A. 2003. “Konsep pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat miskinperkotaan”. Mimbar: Jurnal Sosial dan Pembangunan, 19 (3), 316-329.

Sodik, Abror., dan Musthofa, Muhamad Wakhid. 2018. “Analisis StrategiPenyebaran Agama-Agama di Indonesia dari Pra Hingga Era Moderndengan Pendekatan Teori Permainan Matematika”. HISBAH: JurnalBimbingan Konseling dan Dakwah Islam, 15 (1), 99-113, https://doi.org/10.14421/hisbah.2018.151-08.

Soekmono. 1992. Sejarah Kebudayaan Indonesia 3. Yogyakarta: Kanisius.

Sofiana, Anas. 2017. “Ratu Kalinyamat Penguasa Wanita Jepara Tahun 1549-1579.” Avatara 5.3. https://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/index.php/avatara/article/view/21467.

Stolley, K. S. 2005. The basics of sociology. CT: Greenwood Press.

Suharyono, Amien M. 2013. Pengantar Filsafat Geografi. Yogyakarta: Ombak

Suryanegara, Ahmad Mansur. 2015. Api Sejarah Jilid 1. Bandung Suryadinasti.

Susanti, S. 2016. “Nasionalisme dan Gerakan Mulih Njowo, 1947dan 1954”. Jurnal Sejarah Citra Lekha, 1(2), 107-120, https://doi.org/10.14710/jscl.v1i2.12767.

Syefriyeni. 2018. “Karakteristik Pengetahuan Orang Melayu”. Intizar. 24 (2), 265-271,<doi.org/10.19109/intizar.v24i2.2730>.

T., Vyain, S., Bry, J., & Jones, F. 2017. Introduction to Sociology 2. Texas:OpenStax.

Tim Nasional Penulisan Sejarah Indonesia. 2010. Sejarah Nasional Indonesia.Jakarta: Balai Pustaka.

Tim. 2012. Indonesia dalam Arus Sejarah. Jakarta: Ichtiar Baru van Hoeve.

Tyasyono Bayong. 2004. Klimatologi Edisi Kedua. Bandung: ITB.

Usrah, Cut Rizka AI. 2015. “Laksamana Keumalahayati Simbol PerempuanAceh (Peranan dan Perjuangannya dalam Lintasan Sejarah KerajaanAceh Darussalam 1589-1604)”. Skripsi. Medan: Universitas NegeriMedan.

Wolters, O.W. 2011. Kemaharajaan Maritim Sriwijaya & Perniagaan Dunia.Depok: Komunitas Bambu.

Worosetyaningsih, Tri. 2019. Kehidupan Masyarakat pada Masa Praaksara,Masa Hindu Budha, dan Masa Islam. Ponorogo: Myria Publisher.

 

Sumber Gambar

https://cdn.bmkg.go.id/Web/2020.10_CH_GSMAP.png

https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/6/64/Bali_ngaben_pelebon_cremation_ceremony_Indonesia.jpg

https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Dewaruci.jpg

https://web.archive.org/web/20161016172930/http://www.panoramio.com/photo/42125739

https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Gedung_Batu_Temple_Semarang.jpg

https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Lawang_sewu.jpg

https://www.esdm.go.id/id/media-center/arsip-berita/progresssmelter-pt-fi-capai-386-akhir-tahun-2022-selesai

https://www.esdm.go.id/assets/imagecache/bodyView/arsip-beritadivestasi-51-saham-pt-fi-simbol-kedaulatan-negara-tympxrm.jpg

https://geoportal.esdm.go.id/indonesia-overview/

https://cdn.idntimes.com/content-images/post/20190412/infografisutang-luar-negeri-4-tahun-trakhir-1-a18ef6c7f68ceec3ba4b98b6f1952ea5.png

 

 

 


 

 

MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA

IPS FASE D KELAS VII

 


INFORMASI UMUM

A. IDENTITAS MODUL

Penyusun

Instansi

Tahun Penyusunan

Jenjang Sekolah

Mata Pelajaran

Fase / Kelas

Tema 01

Materi

Elemen

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Capaian Pembelajaran 1

 

Alokasi Waktu

:

:

:

:

:

:

:

:

:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

:

 

:

.....................................

SMP …………………

Tahun 2022

SMP

Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)

D / VII

Keluarga Awal Kehidupan

Nilai dan Norma

a) Elemen pemahaman dan ruang lingkup pembelajaran

  • Keruangan dan konektivitas antar ruang dan waktu: materi ini berkaitan dengan pemahaman terhadap kondisi sosial dan lingkungan alam serta kesejarahan dalam konteks lokal dan nasional. Materi ini juga terkait dengan pembelajaran tentang kondisi geografis Indonesia dan pengaruhnya terhadap aktivitas sosial, ekonomi.
  • Perkembangan masyarakat Indonesia dari masa pra aksara, kerajaan-kerajaan di NusantaraInteraksi, Sosialisasi, institusi sosial, dan dinamika sosial; materi ini berkaitan dengan pembentukan identitas diri, merefleksikan keberadaan diri di tengah keberagaman dan kelompok yang berbeda-beda
  • Kegiatan manusia dalam memenuhi kebutuhannya: materi ini berkaitan tentang peran diri, masyarakat serta negara dalam memenuhi kebutuhan bersama. Peserta didik menganalisis sejarah manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

b) Elemen keterampilan proses

  • Siswa melakukan berbagai kegiatan yang  mendukung tercapainya keterampilan proses  yang dibutuhkan untuk mempelajari dan menyelesaikan pembelajaran IPS kelas 7 antara lain: mengamati, menginvestigasi/ menyelidiki, menganalisis, merencanakan, menggambar, berdiskusi, menceritakan, membuat laporan tertulis sederhana, dan mempresentasikan.

Memahami keberadaan diri dan keluarga di tengah lingkungan sosial

4 JP (Pertemuan Ke-10 dan Ke-11)

B.  KOMPETENSI AWAL

  • Menjelaskan nilai dan norma.
  • Mengidentiikasi jenis-jenis nilai dan norma.
  • Menganalisis peranan nilai dan norma dalam kehidupan.

C.  PROFILPELAJAR PANCASILA

  • Mandiri dan bernalar kritis, bergotong royong

D.  SARANADAN PRASARANA

Media, Sumber Belajar, dan Alat

1.  Sumber Utama

a. Video mengenai contoh nilai kerohanian (estetika) berupa hargatanaman yang mahal di luar batas kewajarannya tetapi ada orangyang membelinya..

b. Kemendikbud. 2021. Ilmu Pengetahuan Sosial, Buku Siswa KelasVII, Jakarta; Pusat Kurikulum dan Perbukuan.

c. Laptop, LCD, PC,

2.  Sumber Alternatif

Guru juga dapat menggunakan alternatif sumber belajar yang terdapatdi lingkungan sekitar dan disesuaikan dengan tema yang sedangdibahas.

3. Pengembangan Sumber Belajar

Guru dapat mengembangkan dan memberikan materi berupakumpulan video mengenai contoh nilai dan norma dalam kehidupansehari-hari..

E.  TARGET PESERTA DIDIK

§  Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami materi ajar.

§  Peserta didik dengan pencapaian tinggi: mencerna dan memahami dengan cepat, mampu mencapai keterampilan berfikir aras tinggi (HOTS), dan memiliki keterampilan memimpin.

F.  MODEL PEMBELAJARAN

§  Modelatau kerangka pembelajaran yang memberikan gambaran sistematis pelaksanaan pembelajaran. Model pembelajaran dapat berupa model pembelajaran tatap muka, pembelajaran jarak jauh dalam jaringan (PJJ Daring), pembelajaran jarak jauh luar jaringan (PJJ Luring), danproblem based learning.

KOMPNEN INTI

A.  TUJUAN KEGIATAN PEMBELAJARAN

Alur Tujuan Pembelajaran :

a.  Peserta didik diharapkan mampu menjelaskan nilai dan norma.

b. Peserta didik diharapkan mampu mengidentiikasi jenis-jenis nilai dan norma.

c. Peserta didik diharapkan mampu menganalisis peranan nilai dan norma dalam kehidupan.

B. PEMAHAMAN BERMAKNA

  • Menganalisiscontoh pelanggaran norma.

C. PERTANYAAN PEMANTIK

  • Jenis norma apa yang sanksinya paling ringan?
  • Bagaimana peranan nilai dan norma dalamkehidupan?

D.  KEGIATAN PEMBELAJARAN

Kegiatan Pendahuluan

1. Guru membuka dengan salam dan doa bersama peserta didik.

2. Guru melakukan presensi kehadiran.

3. Apersepsi: peserta didik melihat tayangan video mengenai hargatanaman yang mahal atau diluar kewajaran dari harga tanaman padaumumnya. Sebagai contoh tanaman Monstera Andansonii harganyabisa mencapai jutaan hingga ratusan juta. Meskipun mahal, tetapimasih ada orang yang bersedia membelinya. Guru melakukan tanyajawab dengan peserta didik, misalnya mengapa ada orang yangbersedia membeli tanaman Monstera Andansonii dengan harga mahaldari biasanya? Nilai apa yang terkandung dalam tanaman sehinggaorang bersedia untuk membeli dengan harga mahal? Setelah itu gurumengaitkan video dengan kegiatan belajar. Peserta didik difasilitasiguru mengaitkan video dengan kegiatan belajar.

Contoh berita mengenai harga tanaman yang mahal dapat diaksespada link berikut ini https://youtu.be/TXyoW4I2DfQ.

4. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran pertemuan 10-11mengenai kebutuhan manusia.

a. Menjelaskan nilai dan norma.

b. Mengidentiikasi jenis-jenis nilai dan norma.

c. Menganalisis peranan nilai dan norma dalam kehidupan.

 

KegiatanInti

Guru menjelaskan tentang petunjuk kerja dan tugas dari lembar aktivitaskelompok untuk menganalisis contoh pelanggaran norma. Kegiatan inidimaksudakan untuk memberikan pemahaman kepada peserta didikbahwa nilai dan norma ada sebagai salah satu pengendali tingkah lakukehidupan untuk mewujudkan kehidupan yang aman dan harmonis.

Proses saling tukar hasil temuan peserta didik dapat dilakukan dalamwaktu singkat, kemudian guru melakukan tanya jawab dengan pesertadidik terkait hasil analisis.

Peserta Didik Mengidentiikasi Masalah

Setelah peserta didik mengidentiikasi contoh pelanggaran norma yangterdapat dalam lembar aktivitas kelompok. Setelah itu, guru mendorongpeserta didik mengajukan berbagai pertanyaan yang mengarah padaHOTS. Beberapa pertanyaan yang diajukan misalnya jenis norma apayang sanksinya paling ringan? Bagaimana peranan nilai dan norma dalamkehidupan?

Peserta Didik Mengelola Informasi

Peserta didik mengolah informasi secara berkelompok di bawah bimbinganguru. Kegiatan ini dapat dilakukan secara bervariasi, misalnya denganmenggunakan model pembelajaran problem based learning. Berikutmerupakan tahapan kegiatan pembelajaran problem based learning:

1. Guru membimbing peserta didik membagi kelompok yang terdiri dari3-5 peserta didik.

2. Guru menjelaskan tugas kelompok yang akan dikerjakan yaitupemecahan masalah yang berkaitan dengan upaya mengatasipelanggaran norma pada lembar aktivitas kelompok.

3. Hasil analisis yang telah dilakukan peserta didik disajikan dalam bentukartikel sederhana.

4. Perwakilan dari setiap kelompok mempresentasikan hasil analisissecara bergiliran.

5. Peserta didik dari kelompok lain boleh memberikan komentar danpertanyaan terkait hasil analisis tersebut.

6. Guru membantu peserta didik untuk melakukan releksi terhadap hasilanalisis pemecahan masalah mengenai permasalahan pelanggarannorma dan upaya mengatasinya.

Peserta Didik Merencanakan dan Mengembangkan Ide

1. Hasil pengolahan informasi disajikan dalam bentuk laporan/poster/karya lainnya.

2. Peserta didik secara mandiri menulis laporan sederhana upayamencegah peningkatan pelanggaran lalu lintas.

Peserta Didik Melakukan Releksi dan Aksi

1. Guru mengarahkan peserta didik menemukan kesimpulanpembelajaran.

2. Guru memberikan kesempatan ke peserta didik untuk mengajukanpendapat atau pertanyaan

3. Penguatan dan pengayaan dilakukan untuk mengembangkankompetensi peserta didik.

 

Penutup

1. Penilaian pembelajaran dilakukan secara lisan atau tertulis

2. Peserta didik melakukan releksi pembelajaran berkaitan dengansikap, pengetahuan, dan keterampilan.

Sikap

a. Apakah aku sudah melakukan pembelajaran secara bertanggungjawab?

b. Apakah aku sudah mengumpulkan tugas secara tepat waktu?

c. Apakah akus sudah mencantumkan sumber referensi dalam hasilkaryaku?

d. Apakah aku sudah mampu berkolaborasi dengan baik bersamateman-temanku?

Inspirasi dari pembelajaran yaitu upaya untuk mencegah terjadinyapelanggaran nilai dan norma.

Pengetahuan

a. Apa perbedaan nilai dan norma?

b. Apa saja jenis-jenis nilai dan norma?

c. Bagaimana peranan nilai dan norma dalam kehidupan?

Keterampilan

Apakah aku sudah berhasil mengidentiikasi tindakan pencegahanterjadinya pelanggaran norma?

3. Releksi juga dapat dapat dilakukan misalnya dengan kuis, pesertadidik menuliskan kompetensi yang diperoleh baik sikap, pengetahuan.

Selain itu, dapat pula dengan menuliskan inspirasi yang diperoleh danakan dilakukan masa yang akan datang

4. Tindak lanjut dilakukan dengan mendorong peserta didik mempelajarilebih lanjut dan informasi pembelajaran berikutnya tentang interaksiantar wilayah..

5. Doa dan penutup.

F.  REFLEKSI

Nilai dapat dilihat sebagai sesuatu yang absolut, melekat pada objek, hadirdalam diri manusia, dan identik dengan perilakunya. Franz mengemukakan,norma dapat dilihat sebagai kumpulan perilaku verbal dan nonverbal.

Norma merupakan aturan atau cara yang diterapkan masyarakatagar sesuai dengan nilai yang dianut oleh masyarakat setempat. Sebagaicontoh, norma berpakaian atau etika berpakaian akan sama dengan tatacara berpakaian. Seorang individu harus menyesuaikan dengan nilai yangdianut masyarakat dalam berpakaian.

Norma diturunkan dari nilai-nilai sosial yang ada di masyarakat.Stolley menyatakan bahwa masyarakat akan membutuhkan norma untukmemelihara tatanan sosial yang stabil. Norma dapat berubah-ubah seiringberjalannya waktu, misalnya dahulu wanita yang memakai celana dianggapmelanggar norma tetapi saat ini merupakan hal yang biasa.

Jenis-jenis nilai berkembang menjadi beraneka ragam, tergantung padakategori penggolongannya. Notonagoro.

Nilai dan norma dibutuhkan dalam kehidupan untuk menjaga kestabilankehidupan dalam masyarakat. Berikut peran nilai dan norma.

Coba kalianrenungkan pertanyaan berikut ini:

1. Apa perbedaan nilai dan norma?

2. Apa saja jenis-jenis nilai dan norma?

3. Bagaimana peranan nilai dan norma dalam kehidupan?

F.  ASESMEN/ PENILAIAN

Penilaian Proses dan Hasil Pembelajaran

a. Konsep Penilaian dan Pembelajaran IPS

Penilaian merupakan kegiatan yang bertujuan untuk memperoleh,menganalisis, menafsirkan proses dan hasil belajar peserta didik secarasistematis. Penilaian tersebut dapat digunakan untuk mengetahui tingkatkeberhasilan pencapaian kompetensi, proses pembelajaran, tingkatkesulitan belajar peserta didik, dan penentuan tindak lanjut pembelajaran.Penilaian pembelajaran IPS memakai pendekatan penilaian autentik(authentic assesment) untuk menilai kesiapan peserta didik, proses, danhasil belajar secara utuh. Hasil penilaian tersebut dapat dimanfaatkanguru dalam merencanakan program perbaikan (remedial), pengayaan(enrichment), layanan konseling, dan sebagai landasan untuk memperbaikiproses pembelajaran selanjutnya.

b. Teknik dan Instrumen Penilaian

Penilaian kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan dilakukanmenggunakan teknik dan instrumen penilaian. Berikut merupakanpenjabaran teknik dan instrumen penilaian dari masing-masing kompetensi.

1.  Penilaian kompetensi sikap

Teknik penilaian kompetensi sikap dapat berupa observasi, penilaiandiri, dan penilaian antar teman. Kegiatan ini bisa dilakukan oleh gurumatabpelajaran, wali kelas, dan guru bimbingan konseling (BK) yang ditulisdalam buku jurnal. Jurnal berisi catatan kejadian tertentu dan informasilain yang relevan.

a. Observasi

Instrumen dalam observasi yaitu lembar observasi atau jurnal. Lembarobservasi berisi catatan perilaku peserta didik berdasarkan pengamatanoleh guru mata pelajaran, wali kelas, dan guru bimbingan konseling selamasatu semester. Setiap catatan berisi deskripsi perilaku peserta didik yangdilengkapi dengan waktu dan tempat pengamatan tersebut.

Jika terjadi perubahan sikap peserta didik dari yang kurang baikmenjadi baik maka dalam jurnal harus ditulis bahwa sikap peserta didiktersebut telah baik atau bahkan sangat baik. Hal yang dicatat dalamjurnal bisa berupa sikap kurang baik, baik, maupun sangat baik, sertaperkembangan perubahan sikap peserta didik. Berikut merupakan contohlembar observasi penilaian sikap peserta didik selama satu semester:

Contoh Tabel Jurnal Pengembangan Sikap

No

Tanggal

Nama Siswa

Catatan Perilaku

Butir Sikap

   1

 

 

 

 

2

 

 

 

 

3

 

 

 

 

4

 

 

 

 

dst

 

 

 

 

 

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan penilaiansikap menggunakan teknik observasi :

·      Jurnal penilaian sikap ditulis oleh guru mata pelajaran, wali kelas, dan guru BK selama satu semester.

·      Penilaian oleh wali kelas dapat menggunakan 1 (satu) jurnal untuk satu kelas yang menjadi tanggung-jawabnya. Penilaian oleh guru mata pelajaran dapat menggunakan 1 (satu) jurnal untuk setiap kelas yang diajarnya, dan penilaian oleh guru BK dapat menggunakan 1 (satu) jurnal untuk setiap kelas di bawah bimbingannya.

·      Penilaian perkembangan sikap sipritual dan sikap sosial peserta didik bisa dicatat dalam satu jurnal yang sama atau dalam 2 (dua) jurnal berbeda.

·      Peserta didik yang dicatat dalam jurnal adalah peserta didik yang menunjukkan perilaku yang sangat baik maupun kurang baik secara alami.

·      Pencatatan jurnal dilakukan dengan segera seperti ketika wali kelas, guru mata pelajaran, maupun guru BK menyaksikan atau memperoleh informasi terpercaya mengenai perilaku peserta didik.

·      Jika peserta didik pernah menunjukkan sikap kurang baik tetapi selama satu semester tersebut menunjukan perkembangan ke arah sikap baik, maka sikap baik tersebut juga dicatat dalam jurnal.

·      Guru mata pelajaran dan guru BK merangkum catatan jurnal perkembangan sikap spiritual dan sikap sosial setiap peserta didik dan menyerahkannya kepada wali kelas untuk diolah lebih lanjut

Berikut merupakan contoh jurnal penilaian (perkembangan) sikapspiritual dan sikap sosial oleh wali kelas.

Contoh Jurnal Penilaian Sikap Spiritual

Nama Sekolah: SMP .............................

Kelas/Semester   : VII/I

Tahun Pelajaran: 2022/2023

No

Waktu

Nama Siswa

Catatan Perilaku

Butir Sikap

   1

19/07/22

Haidar

Tidak mengikuti sholatDzuhur berjamaah disekolah.

Ketaqwaan

2

19/07/22

Halwa

Mengganggu temanketika berdoa sebelumkegiatan pembelajaran.

Ketaqwaan

3

19/07/22

Sugi

Mengajak temanberdoa sebelumolahraga badminton disekolah.

Ketaqwaan

4

19/07/22

Said

Berpartisipasi sebagaipanitia perayaankeagamaan di sekolah.

Toleransi

beragama

 

Contoh Jurnal Penilaian Sikap Sosial

Nama Sekolah: SMP .............................

Kelas/Semester   : VII/I

Tahun Pelajaran: 2022/2023

No

Waktu

Nama Siswa

Catatan Perilaku

Butir Sikap

   1

12/07/22

Haidar

Membantu seorangteman yang kesulitanmenyebrang jalan didepan sekolah.

Kepedulian

2

26/08/22

Halwa

Menyerahkandompet yangditemukan di kantinsekolah kepada walikelas.

Kejujuran

3

26/09/22

Sugi

Tidak menggunakanatribut upacara disekolah denganlegkap.

Kedisiplinan

4

25/10/22

Said

Berinisiatifmenyiram tanamanyang mulai kering.

Kepedulian

 

Contoh format di atas dapat digunakan guru mata pelajaran danguru BK dalam penilain sikap spiritual dan sosial. Catatan tersebut jugadapat dibuat dalam satu tabel yang sama dengan menambahkan kolomketerangan pada bagian paling kanan untuk menuliskan keterangan jenissikap yang ditulis. Berikut merupakan contoh tabel jurnal penilaian sikap(spiritual dan sosial) yang dijadikan dalam satu tabel:

Contoh Jurnal Penilaian Sikap

Nama Sekolah: SMP .............................

Kelas/Semester   : VII/I

Tahun Pelajaran: 2022/2023

No

Waktu

Nama Siswa

Catatan Perilaku

Butir Sikap

Ket.

   1

19/07/22

Haidar

Membantuseorang temanyang kesulitanmenyebrangjalan di depansekolah

Ketaqwaan

Sosial

2

19/07/22

Halwa

Mengajak temanberdoa sebelumolahragabadminton disekolah.

Kepeduliaan

Spiritual

3

19/07/22

Sugi

Menggangguteman ketikaberdoa sebelumkegiatanpembelajaran.

Toleransi

beragama

Spiritual

4

18/11/22

Said

Berinisiatifmenyiramtanaman yangmulai kering.

Ketaqwaan

Sosial

b. Penilaian Diri (Self Assesment)

Penilaian diri merupakan teknik penilaian terhadap diri sendiri olehpeserta didik dengan mengidentiikasi kelebihan dan kekurangan sikappeserta didik dalam berperilaku. Teknik penilaian ini dapat digunakanuntuk menumbuhkan nilai-nilai kejujuran dan meningkatkan kemampuanreleksi diri peserta didik. Satu tabel penilaian diri dapat digunakan untukpenilaian sikap spiritual dan sikap sosial. Berikut merupakan contohlembar penilaian diri menggunakan Likert Scale.

Contoh Lembar Penilaian Diri Siswa (Likert Scale)

Nama teman yang dinilai:..................

Nama penilai:..................

Kelas:....................

Semester:....................

Berilah tanda centang  pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengankeadaan sebenarnya

No

Pernyataan

Skala

1

2

3

4

   1

Saya berdoa sebelum melakukan kegiatan

 

 

 

 

2

Saya melaksanakan ibadah sholat tepat waktu

 

 

 

 

3

Saya berani mengakui kesalahan jika memang

bersalah

 

 

 

 

4

Saya mengumpulkan tugas sesuai jadwal yang

diberikan

 

 

 

 

5

Saya mengembalikan barang yang saya pinjam

dalam kondisi baik

 

 

 

 

6

Saya meminta maaf jika melakukan kesalahan

 

 

 

 

7

Saya datang ke sekolah tepat waktu

 

 

 

 

Keterangan:

1 = sangat jarang

2 = jarang

3 = sering

4 = selalu

 

c. Penilaian Antar Teman

Penilaian antar teman adalah teknik penilaian yang dilakukan pesertadidik terhadap peserta didik yang lain mengenai sikap/perilaku pesertadidik. Penilaian antarteman dapat digunakan untuk menumbuhkan nilaikejujuran, tenggang rasa, dan saling menghargai. Satu lembar penilaiandiri dapat digunakan untuk penilaian sikap spiritual dan sikap sosial.

Berikut merupakan contoh lembar penilaian antarteman menggunakanLikert Scale.

Contoh Lembar Penilaian Diri Siswa (Likert Scale)

Nama: ..................

Kelas:....................

Semester:....................

Berilah tanda centang pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengankeadaan sebenarnya

No

Pernyataan

Skala

1

2

3

4

   1

Teman saya berkata jujur kepada orang lain

 

 

 

 

2

Teman saya mengerjakan ulangan dengan jujur

 

 

 

 

3

Teman saya mentaati tata-tertib sekolah

 

 

 

 

4

.....................................

 

 

 

 

 

Keterangan:

1 = sangat jarang

2 = jarang

3 = sering

4 = selalu

Pada dasarnya teknik penilaian diri ini tidak hanya untuk aspek sikap,tetapi juga dapat digunakan untuk menilai kompetensi dalam aspekkete rampilan dan pengetahuan.

 

2. Penilaian Kompetensi Pengetahuan

a) Pengertian Penilaian Pengetahuan

Penilaian pengetahuan merupakan penilaian yang dilakukan untukmengetahui kemampuan peserta didik berkaitan dengan penguasaanpengetahuan faktual, konseptual, maupun prosedural serta kecakapanberpikir tingkat rendah hingga tinggi. Guru dapat memilih teknikpenilaian yang disesuaikan dengan karakteristik kompetensi yang akandinilai. Penilaian diawali dengan perencanaan pada saat menyusunrencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Hasil penilaian pengetahuanyang dilakukan selama dan setelah proses pembelajaran dinyatakan dalambentuk angka dengan rentang 0-100.

b) Teknik Penilaian Pengetahuan

Teknik penilaian pengetahuan yang akan digunakan dapat disesuaikandengan karakteristik masing-masing Kmpetensi Dasar (KD). Teknikpenilaian pengetahuan yang sering digunakan yaitu tes tertulis, tes lisan,dan penugasan. Berikut merupakan penjabaran dari berbagai teknikpenilaian pengetahuan.

Contoh Teknik Penilaian Pengetahuan

Teknik

Bentuk Instrumen

Tujuan

Tes tertulis

Pilihan ganda, benar-salah,menjodohkan, isian ataumelengkapi, dan uraian.

Mengetahui kemampuanpenguasaan pengetahuanpeserta didik dalam prosespembelajaran.

Tes lisan

Tanya jawab

Mengetahui pemahamanpeserta didik sebagaidasar perbaikan prosespembelajaran

Penugasan

Tugas individu dan kelompok

Memfasilitasi penguasaanpengetahuan pesertadidik selama prosespembelajaran.

1. Tes Tertulis

Tes tertulis merupakan soal dan jawaban disajikan secara tertulis, misalnyapilihan ganda, benar-salah, dan uraian. Langkah-langkah pengembangan testertulis:

Kisi-kisi Tes Tertulis

Nama Sekolah    : SMP .............................

Kelas/Semester   : VII/I

Tahun Pelajaran: 2022/2023

Mata Pelajaran: IPS

No

Kompetensi

Dasar

Materi

Indikator

Soal

Bentuk

Soal

Jumlah

Soal

1

·        Menjelaskan nilai dan norma.

·        Mengidentiikasi jenis-jenis nilai dan norma.

·        Menganalisis peranan nilai dan norma dalam kehidupan.

Nilai dan Norma

·        Peserta didik diharapkan mampu menjelaskan nilai dan norma.

·        Peserta didik diharapkan mampu mengidentiikasi jenis-jenis nilai dan norma.

·        Peserta didik diharapkan mampu menganalisis peranan nilai dan norma dalam kehidupan.

Tes Tertulis

3

 

Butir soal:

1.  Apa perbedaan nilai dan norma?

2. Apa saja jenis-jenis nilai dan norma?

3. Bagaimana peranan nilai dan norma dalam kehidupan?

Pemberian skor Tes Tertulis

No.

Soal

Kunci Jawaban

Skor

1

Nilai adalah segala sesuatu yang dianggap baik dan buruk di dalam masyarakat. Nilai dipengaruhi oleh kebudayaan masyarakat. Sedangkan norma adalah aturan yang berupa larangan yang ditetapkan berdasarkan kesepakatan bersama. Jika melanggar norma akan diberi hukuman atau sanksi tertentu.

2

2

Jenis-jenis nilai berkembang menjadi beraneka ragam, tergantung padakategori penggolongannya. Notonagoro membagai nilai menjadi tigamacam, yaitu:nilai material, nilai vital, nilai kerohanian.

Jenis-jenis Norma : Norma Agama, Norma Kesusilaan, Norma Kesopanan, Norma Hukum.

1

3

Norma dan nilai dalam masyarakat sangatlah berperan dalam memberikan stabilitas kehidupan bermasyarakat. Peran nilai dan norma secara umum adalah untuk mengatur pola kehidupan masyarakat agar pola perilaku yang ditunjukkan seimbang,tidak merugikan, serta tidak menimbulkan ketidakadilan

1

Total Skor Maksimum

4

 

 

2. Tes Lisan

Tes lisan merupakan pertanyaan yang diberikan guru secara lisan kepadapeserta didik yang jawaban atas pertanyaan tersebut juga disampaikan secaralisan. Tes ini bertujuan untuk mengetahui penguasaan pengetahuan pesertadidik dan menumbuhkan kemampuan berkomunikasi. Pemberian tes lisandapat dilakukan pada saat pembelajaran berlangsung. pertanyaanpada tes lisan:

·      Jenisnorma apa yang sanksinya paling ringan?

·      Bagaimana peranan nilai dan norma dalam kehidupan?

 

3. Penugasan

Penugasan adalah pemberian tugas untuk meningkatkan pengetahuanpeserta didik. Tugas dapat dikerjakan baik secara individu maupunkelompok sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai. Berikutmerupakan contoh kisi-kisi tugas dan contoh pedoman penskorannya.

Nama Sekolah    : SMP .............................

Kelas/Semester   : VII/I

Tahun Pelajaran: 2022/2023

Mata Pelajaran: IPS

Kompetensi

Dasar

Materi

Indikator

Teknik

Penilaian

·        Menjelaskan nilai dan norma.

·        Mengidentiikasi jenis-jenis nilai dan norma.

·        Menganalisis peranan nilai dan norma dalam kehidupan.

Nilai dan Norma

·        Peserta didik diharapkan mampu menjelaskan nilai dan norma.

·        Peserta didik diharapkan mampu mengidentiikasi jenis-jenis nilai dan norma.

·        Peserta didik diharapkan mampu menganalisis peranan nilai dan norma dalam kehidupan.

Penugasan

 

Pedoman Pemberian Skor Tugas

No Soal

Aspek yang Dinilai

Skor

1

 Jelaskanpengertiannilai dan norma.

0-2

2

Sanksi apa yang diperoleh jika kita melanggar norma hukum berikan contohnya?

0-3

3

Menjelaskan mengenai fungsi nilai dan norma dalam kehidupan masyarakat

0-3

4

Keruntutanbahasa

0-2

Total Skor Maksimum

10

 

3. Penilaian Keterampilan

a) Pengertian Penilaian Keterampilan

Penilaian keterampilan dilakukan untuk mengetahui kemampuanpeserta didik dalam menerapkan pengetahuan yang telah diperolehuntuk melakukan tugas tertentu sesuai dengan indikator pencapaiankompetensi. Penilaian ini dapat dilakukan dengan berbagai teknik, sepertipenilaian kinerja dan penilaian proyek. Berikut merupakan contoh kisi-kisipenilaian keterampilan, tugas, dan pedoman pemberian skor.

b) Teknik Penilaian Keterampilan

• Penilaian kinerja

Berikut ini Kisi-kisi Penilaian Kinerja, soal/tugas, pedomanpemberian skor:

Kisi-kisi Penilaian Kinerja

Nama Sekolah    : SMP .............................

Kelas/Semester   : VII/I

Tahun Pelajaran: 2022/2023

Mata Pelajaran: IPS

No

Kompetensi

Dasar

Materi

Indikator

Teknik

Penilaian

1

·        Menjelaskan nilai dan norma.

·        Mengidentiikasi jenis-jenis nilai dan norma.

·        Menganalisis peranan nilai dan norma dalam kehidupan.

Nilai dan Norma

·        Peserta didik diharapkan mampu menjelaskan nilai dan norma.

·        Peserta didik diharapkan mampu mengidentiikasi jenis-jenis nilai dan norma.

·        Peserta didik diharapkan mampu menganalisis peranan nilai dan norma dalam kehidupan.

 

 

 

 

 

Rubrik Pemberian Skor Penilaian Kinerja

No

Aspek yang Dinilai

Skala

0

1

2

3

4

   1

Merencanakan pengamatan

 

 

 

 

 

2

Melakukan pengamatan

 

 

 

 

 

3

Membuat laporan

 

 

 

 

 

Jumlah:

 

Penilaian diberikan dengan memperhatikan aspek proses dan produk.Guru dapat menetapkan bobot pemberian skor yang berbeda antara satudan aspek yang lainnya dengan memperhatikan karakteristik kompetensiyang dinilai.

Rubrik Penilaian Kinerja

No

Indikator

Rubrik

1

Menyiapkan bahan

yang diperlukan

2 = Menyiapkan seluruh alat dan bahan yangdiperlukan.

1 = Menyiapakan sebagian alat dan bahan yangdiperlukan.

0 = Tidak menyiapkan alat bahan

2

Pengamatan

4 = Melakukan empat langkah kerjadengan tepat

3 = Melakukan tiga langkah kerja dengantepat.

2 = Melakukan dua langkah kerja dengantepat.

1 = Melakukan satu langkah kerja dengantepat.

0 = Tidak melakukan langkah kerja.

 

Langkah kerja:

1. Menyiapkan kertas gambar ukuran A4.

2. Menggambar nilai dan norma.

3.Mencantumkan nilai dan norma padagambar yang di buat

4. Memberikan warna pada kenampakanobjek yang di gambar pada nilai dan norma.

3

Membuat laporan

3 = Memenuhi 3 kriteria

2 = Memenuhi 2 kriteria

1 = Memenuhi 1 kriteria

0 = Tidak memenuhi kriteria

 

Kriteria laporan:

1. Memenuhi sistematika laporan (judul, tujuan,alat dan bahan, prosedur, data pengamatan,pembahasan, kesimpulan)

2. Data, pembahasan, dan kesimpulan benar

3. Komunikatif

 

 

• Penilaian proyek

Penilaian proyek merupakan kegiatan yang bertujuan untukmengetahui kemampuan peserta didik dalam mengimplementasikanpengetahuannya melalui penyelesaian suatu tugas dalam waktu tertentu.Penilaian ini dapat digunakan untuk mengukur satu maupun beberapaKompetensi Dasar (KD) dalam satu atau beberapa mata pelajaran.

Kegiatan yang dilakukan dimulai dengan perencanaan, pengumpulan,pengorganisasian, pengolahan, penyajian, dan pelaporan. Beberapa halyang perlu dipertimbangkan dalam penilaian proyek, yaitu:

1) Pengelolaan

Kemampuan peserta didik untuk menentukan tema atau topik,mengumpulkan informasi, pengolahan data, dan penulisan laporan.

2) Relevansi

Tema yang dipilih sesuai dengan Kompetensi Dasar (KD).

3) Keaslian

Laporan atau produk yang dibuat peserta didik merupakan hasilkaryanya.

4) Inovasi dan Kreativitas

Terdapat unsur-unsur kebaruan dan berbeda pada produk yangdihasilkan peserta didik.

 

Kisi-kisi Penilaian Proyek

Nama Sekolah    : SMP .............................

Kelas/Semester   : VII/I

Tahun Pelajaran: 2022/2023

Mata Pelajaran: IPS

 

No

Kompetensi

Dasar

Materi

Indikator

Teknik

Penilaian

1

·        Menjelaskan nilai dan norma.

·        Mengidentiikasi jenis-jenis nilai dan norma.

·        Menganalisis peranan nilai dan norma dalam kehidupan.

Nilai dan Norma

·        Peserta didik diharapkan mampu menjelaskan nilai dan norma.

·        Peserta didik diharapkan mampu mengidentiikasi jenis-jenis nilai dan norma.

·        Peserta didik diharapkan mampu menganalisis peranan nilai dan norma dalam kehidupan.

Penilaian Proyek

 

Proyek : Buatlah poster salah satu tujuan nilai dan normamenggunakan kertas gambar ukuran A3, pensil warna atau cat air denganmemperhatikan hal- hal berikut!

1. Pilihlah salah satu tujuan nilai dan norma.

2. Amati tujuan tersebut apakah telah tercapai atau belum tercapai diIndonesia lalu sampaikan dalam poster.

3. Gambar salah satu tujuan nilai dan normayang telahdipilih!

4. Tuliskan Nilai dan Normakonsep dari poster yang akan peserta didik sampaikan!

5. Laporkan hasilnya secara lisan!

Rubrik Pemberian Skor Proyek

No

Pernyataan

Skor

1

2

3

4

   1

Kemampuan peserta didik dalam merencanakan

 

 

 

 

2

Kemampuan menggambar poster

 

 

 

 

3

Kemampuan penyampaian konsep berdasarkanposter yang digambar

 

 

 

 

4

Kemampuan mempresentasikan isi poster

 

 

 

 

5

Produk Poster

 

 

 

 

Skor Maksimum

15

Catatan:

Guru bisa menetapkan bobot yang berbeda-beda antara aspek satu dan lainnya

pada pemberian skor dengan memperhatikan karakteristik Kompetensi Dasar

(KD) atau keterampilan yang dinilai.

 

Rubrik PenilaianProyek

No

Pernyataan

Keterangan

1

Kemampuan Perencanaan

2 = perencanaan lengkap (bahan, carakerja, hasil), dan rinci

1 = perencanaan kurang lengkap

0 = tidak ada perencanaan

2

Kemampuan menggambar

poster secara tepat sesuai

dengan salah satu tujuan

nilai dan norma

2 = menggambar dan mewarnai posterdengan baik dan interpretasi tujuanpembangunan berkelanjutan dalamposter tepat.

1 = menggambar dan memberikan warna pada poster tetapi salahdalam menginterpretasikan tujuanpembangunan berkelanjutan yangdipilih.

0 = gambar tidak diberi warna dantidak tepat dalam menginterpretasikantujuan pembangunan berkelanjutanyang dipilih.

G.  KEGIATAN PENGAYAAN DAN REMEDIAL

Remedial

Peserta didik yang belum mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM)diberikan program pembelajaran remedial. Pembelajaran remedial dapatdilakukan pada kompetensi pengeahuan dan keterampilan. Langkah-langkahdalam pembelajaran remedial antara lain:

1. Identiikasi permasalahan pembelajaran peserta didik.

2. Merancang pembelajaran remedial

3. Membuat perencanaan pembelajaran remedial

4. Menyiapkan perangkat pembelajaran remedial

5. Melaksanakan pembelajaran remedial

6. Melaksankaan evaluasi

 

Pengayaan

Bacalah artikel mengenai nilai dan norma. setelahitu analisis contoh pelanggaran norma. Tuliskan hasil analisis tersebut dalam beberapa paragraf.

LAMPIRAN

A.  LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

 

Nama :

Kelas :

Petunjuk!

 

B.  BAHAN BACAAN GURU & PESERTA DIDIK

Bahan BacaanPeserta Didik

Nilai dan Norma

a. Definisi Nilai dan Norma

Nilai dapat dilihat sebagai sesuatu yang absolut, melekat pada objek, hadirdalam diri manusia, dan identik dengan perilakunya. Franz mengemukakan,norma dapat dilihat sebagai kumpulan perilaku verbal dan nonverbal.

Norma merupakan aturan atau cara yang diterapkan masyarakatagar sesuai dengan nilai yang dianut oleh masyarakat setempat. Sebagaicontoh, norma berpakaian atau etika berpakaian akan sama dengan tatacara berpakaian. Seorang individu harus menyesuaikan dengan nilai yangdianut masyarakat dalam berpakaian.

Norma diturunkan dari nilai-nilai sosial yang ada di masyarakat.Stolley menyatakan bahwa masyarakat akan membutuhkan norma untukmemelihara tatanan sosial yang stabil. Norma dapat berubah-ubah seiringberjalannya waktu, misalnya dahulu wanita yang memakai celana dianggapmelanggar norma tetapi saat ini merupakan hal yang biasa.

b. Jenis-Jenis Nilai dan Norma

Jenis-Jenis Nilai

Jenis-jenis nilai berkembang menjadi beraneka ragam, tergantung padakategori penggolongannya. Notonagoro membagai nilai menjadi tigamacam, yaitu:

a) nilai material adalah segala hal yang bermanfaat bagi jasmani manusia,seperti makanan dan pakaian.

b) nilai vital merupakan segala hal yang bisa digunakan manusia untukmelakukan kegiatan atau aktivitas, misalnya jaring untuk nelayan,payung ketika musim hujan, dan lain sebagainya.

c) nilai kerohanian adalah segala sesuatu yang bermanfaat bagi rohanimanusia, meliputi:

·      Nilai Kebenaran: bersumber dari unsur akal manusia. Contohnilai kebenaran yaitu hakim yang bertugas memberi putusanpengadilan.

·      Nilai Keindahan: berasal dari perasaan dan estetis manusia. Contohmengoleksi perangko, menanam tanaman hias, dan membelilukisan.

·      Nilai Kebaikan/Moral: berasal dari kehendak atau kemauanmanusia. Contohnya tidak memotong pembicaraan orang lain,meminjamkan pulpen kepada teman yang lupa membawa alat tulis.

·      Nilai Religius: merupakan nilai ketuhanan yang tertinggi danmutlak. Contohnya, beribadah tepat waktu, menjalankan perintahyang diajarkan dalam agama yang dianut.

Jenis-jenis Norma

Norma Agama

Norma agama atau religi memuat aturan yangmenata kehidupan manusia yang bersumberdari Tuhan. Norma agama terdiri darisekumpulan perintah dan larangan manusiauntuk berlaku, yang oleh pemeluknya diyakinikebenaran dan konsekuensinya. Normatersebut tidak hanya mengatur hubunganvertikal, antara manusia dan Tuhan (ibadah),tetapi juga hubungan horizontal, yaknihubungan sesama manusia.

 

Norma Kesusilaan

Norma kesusilaan berasal dari hati nuraniyang dipraktikkan secara berulang danmenjadi kebiasaan. Norma kesusilaanmerupakan susunan dari aturan-aturanhidup tentang cara manusia bertingkah lakudalam kehidupan. Pelanggaran terhadapnorma kesusilaan seringkali diangap sebagaipelanggaran terhadap ajaran agama.

Contohnya membentak atau melawanorang tua dinilai sebagai tindakan yangmelanggar kesusilaan dalam berbagai agama.Pelanggaran terhadap norma kesusilaanartinya mengingkari hati nuraninya sendiri

 

Norma Kesopanan

Norma kesopanan berisi seperangkat aturanyang menjadi panduan tingkah lakuseseorang agar sesuai dengan kaidan sopansantun untuk dapat diterima untuk hidupdalam lingkungan masyarakat. Norma inibersumber dari budaya dan adat istiadatmasyarakat. Perbuatan yang dianggap sopanoleh suatu kelompok masyarakat mungkindapat dianggap tidak sopan bagi kelompokmasyarakat lainnya. Sebagai contoh: dudukdi kursi sedangkan orang tua duduk di lantaidapat dianggap melanggar norma kesopanandi beberapa wilayah, tetapi hal tersebutbelum tentu melanggar norma kesopanan diwilayah lain.

Norma kesopanan dapat berubah seiringdengan sifat masyarakat yang juga dinamisdan mengalami perubahan. Pelanggaran terhadapnorma kesopanan akan memperolehsanksi yang berupa sindiran, celaan, tegurancemoohan, bahkan diasingkan oleh masyarakat.

 

Norma Hukum

Norma hukum tersusun atas aturan-aturanyang dibuat lembaga-lembaga resmi

tertentu, seperti lembaga pemerintah suatu

negara. Norma hukum bersifat memaksa,

tegas, dan mengikat warga negara. Contoh

dari norma hukum yaitu adanya aturan

mengenai hukuman bagi pelanggaran lalu

lintas.

 

c. Peranan Nilai dan Norma

Nilai dan norma dibutuhkan dalam kehidupan untuk menjaga kestabilankehidupan dalam masyarakat. Berikut peran nilai dan norma lainnya:

1. Mengatur kehidupan masyarakat untuk membentuk pola perilakumasyarakat yang tidak merugikan atau merusak tatanan yang adadalam masyarakat.

2. Menyeimbangkan hak dan kewajiban dalam masyarakat, sehinggatidak ada pihak yang merasakan ketidakadilan atas perilaku pihak lain.

3. Nilai berfungsi sebagai alat motivasi dan kontrol sosial. Normamerupakan pedoman bagi individu untuk berlaku di dalam masyarakat.

Norma juga berperan untuk mengatur, mengendalikan, memberisanksi serta memaksa anggotanya untuk bertingkah laku di tengahmasyarakat.

 

Bahan Bacaan Guru

Guru menyampaikan kepada peserta didik terkait sub-babpada materi Keluarga Awal Kehidupan. Materi diawali pemahamankepada peserta didik terkait keberadaan diri dan keluarga di tengahlingkungan sosial terdekatnya. Peserta didik kemudian mengeksplorasikondisi sosial lingkungan sekitar sehingga mampu mengurutkanperistiwa sejarah dalam kerangka kronologis dan menghubungkandengan kondisi saat ini. Setelah sosialisasi di lingkungan keluargamaka cakupan diperluas menjadi sosialisasi dalam masyarakat.Kondisi lingkungan sosial dan isik setiap wilayah yang berbeda dapatmemengaruhi upaya pemenuhan kebutuhan hidup. Hal ini karenaadanya perbedaan kondisi geograis daerah, karakteristik masyarakatdan cara mereka beraktivitas. Perbedaan karakteristik wilayah dapatmembuat masyarakat saling berupaya memenuhi kebutuhan hidupnyadengan melakukan interaksi antarwilayah.

C.   GLOSARIUM

nilai                      : Sesuatu yang absolut, melekat pada objek, hadir dalam diri manusia, dan identik dengan perilakunya.

nilai kebaikan     : Nilai yang bersumber pada kehendak/kemauan manusia.

nilai kebenaran   : Nilai yang bersumber pada unsur akal manusia (rasio/budi).

nilai keindahan   : Nislai yang bersumber pada rasa manusia (perasaan, estetis).

nilai kerohanian : Segala sesuatu yang berguna bagi rohani manusia

nilai material      : Segala hal yang bermanfaat bagi unsur jasmani manusia, misalnya makanan dan pakaian.

nilai religius        : Nilai ketuhanan, kerohanian yang tertinggi dan mutlak.

nilai vital      : Segala hal yang berguna bagi manusia untuk melakukan kegiatan atau aktivitas.

norma        : Aturan atau cara yang diterapkan masyarakat agar sesuai dengan Nilai yang dianut oleh masyarakat setempat.

norma agama      : Aturan yang menata kehidupan manusia yang bersumber dari Tuhan.

norma hukum     : Aturan-aturan yang dibuat oleh lembaga-lembaga tertentu, misalnya lembaga pemerintah suatu negara.

Norma kesopanan: Seperangkat aturan yang menjadi panduan tingkah laku seseorang agar sesuai dengan kaidan sopan santun untuk dapat diterima untuk hidup dalam lingkungan masyarakat.

Norma kesusilaan: Norma yang berasal dari hati nurani dan dipraktikkan secara berulang dan menjadi kebiasaan.

D.   DAFTAR PUSTAKA

Daftar Pustaka

Adhuri, D. S., Wiratri, A., & Bismoko, A. B. 2016. “Interseksi BudayaDan Peradaban Negara-negara Di Samudra Hindia: PerspektifIndonesia”. Masyarakat Indonesia, 41(2), 115-126, https://doi.org/10.14203/jmi.v41i2.310.

Alisjahbana Armida Salsiah, Murniningtyas Endah. 2018. TujuanPembangunan Berkelanjutan di Indonesia. Bandung: UNPAD Press.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). 2019. Bencana Alam diProvinsi Yogyakarta. http://bnpb.cloud/dibi/xdibi_list/.

Badan Perencana Pembangunan Nasional. 2016. Laporan Prakarsa StrategisBidang Kemaritiman. Jakarta: Bappenas.

Badan Pusat Statistik. 2019. Statistik Pertambangan Minyak dan Gas Bumi.Jakarta: BPS.

Banowati Eva, Sriyanto. 2013. Geografi Pertanian. Yogyakarta: Ombak.

______________ . 2012. Geografi Indonesia. Yogyakarta: Ombak.

Daldjoeni. 2014. Pokok-Pokok Klimatologi. Yogyakarta: Ombak.

Danandjaja, James. 1994. Folklor Indonesia. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.

Department of Economic and Social Affairs. 2019. Growing at a slowerpace, world population is expected to reach 9.7 billion in 2050 and couldpeak at nearly 11 billion around 2100. Artikel. https://www.un.org/development/desa/en/news/population/world- populationprospects-2019.html pada 21-08-2020

Erman, Erwiza. 2011. “Penggunaan Sejarah Lisan dalam HistoriografiIndonesia”. Jurnal Masyarakat & Budaya, 13 (1), 1-22, https://doi.org/10.14203/jmb.v13i1.94.

Franz Adler. 2014. “The Value Concept in Sociology”. American Journal ofSociology. Volume 62, Number 3.

Giddens, A., Duneier, M., Appelbaum, R. P., & Carr, D. 2018. Introduction toSociology. New York: W. W. Norton & Company, Inc.

Goujon A. 2018. Human Population Growth. In: Reference Module in EarthSystems and Environmental Sciences. h. 1907-1912 Elsevier. ISBN 978-0-12-409548-9 DOI:10.1016/B978-0-12-409548-9.10755-9.

Graha, Andi Nu. 2012. Pengembangan Masyarakat Pembangunan melaluipendampingan sosial dalam konse pemberdayaan di bidang ekonomi.

Jurnal Ekonomi Modernisasi, 5(2), 117-126. https://doi.org/10.21067/jem.v5i2.243

Griffiths, H., dkk. 2017. Introduction to Sociology 2. Texas: OpenStax.

Grusec, J. E., & Hastings, P. D. 2015. Handbook of Socialization: theory andresearch. NY: The Guilford Press. h. 1, 13, 20.

Habibi, Maksum dan Gunadi. 2014. Pengantar Ekonomi dan Bisnis BidangKeahlian Bisnis dan Manajemen. Jakarta: Yudhistira.

Hadi, A. P. 2010. Konsep pemberdayaan, partisipasi dan kelembagaan dalampembangunan. Yayasan Agribisnis/Pusat Pengembangan MasyarakatAgrikarya (PPMA).

Harahap, Erni Febian. 2012. “Pemberdayaan Masyarakat dalam BidangEkonomi untuk Mewujudkan Ekonomi Nasional yang tanggung danMandiri”. Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan, 3(2), 78-96.

Herlina, N. 2020. Metode Sejarah. Bandung: Satya Historika.

Hutomo, Mardi Yatno. 2000. Pemberdayaan Masyarakat dalam BidangEkonomi: Tinjauan Teoritik dan Implementasi. Naskah No 20, Juni-Juli2000.

Kartodirjo, Sartono. 2014. Pengantar Sejarah Indonesia Baru: 1500-1900.Yogyakarta: Ombak.

Kementerian Kelautan dan Perikanan. 2019. Laporan Tahunan 2018. Jakarta:KKP.

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman. 2019. Laporan Kinerja2018. Jakarta: Kemenko Bidang Maritim.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. 2018. Status Hutan danKehutanan Indonesia 2018. Jakarta: KLHK

Koentjaraningrat. 1985. Kebudayaan Mentalitas dan Pembangunan. Jakarta:Gramedia.

Korlantas Polri. 2013. Polantas dalam Angka 2013. www.korlantas.polri.go.id.

Kotarumalos, Nur Aisyah. 2010. “Mengkonstruksi Identitas Diaspora Malukudi Negeri Belanda”. Masyarakat Indonesia. 36 (1), 123-144, https://media.neliti.com/media/publications/150453-ID-mengkonstruksiidentitas-diapora-maluku.pdf.

Kotler, Philip dan Gary Amstrong. 2008. Prinsip-prinsip Pemasaran Jilid I.Jakarta: Erlangga.

Krautkraemer, J. A. (2005). Economics of natural resource scarcity: The stateof the debate (No. 1318-2016-103362).

Kuntowijoyo, D. R. (2005). Pengantar Ilmu Sejarah. Sleman: BentangPustaka.

Lembar Fakta Forest Watch Indonesia 2019. 2019. diakses dari http://fwi.or.id/wp-content/uploads/2019/10/FS_Deforestasi_FWI_small.pdf

Muta’ali, Lutfi. 2013. Pengembangan Wilayah Perdesaan (PerspektifKeruangan). Yogyakarta: Badan Penerbit Fakultas Geografi (BPFG).

Noor, Djauhari. 2014. Pengantar Geologi. Sleman: deepublish.

Noor, Munawar. 2011. “Pemberdayaan Masyarakat”. Junal CIVIS, 1(2), 87-99.

Prihandito Aryono. 1989. Kartografi. Yogyakarta: PT Mitra Gama Widya.Rambe, Tappil., et al. 2019. Sejarah Politik dan Kekuasaan. Medan: KitaMenulis.

Resosoedarmo Soedjiran, Kartawinata Kuswata, Soegiarto Aprilani. 1987.Pengantar Ekologi. Bandung: Remadja Karya.

Ricklefs, M.C., et al. 2013. Sejarah Asia Tenggara dari Masa Prasejarahsampai Kontemporer. Depok: Komunitas Bambu.

Robert S. Pindyck dan Daniel L Rubinfeld. 2013. Mikroekonomi. Jakarta:Erlangga

Romansara, Enos. H. 2015. “Memahami Kebudayaan Lokal Papua: Suatu

Pendekatan Pembangunan yang Manusiawi di Tanah Papua”. JurnalEkologi Birokrasi. 1 (1), 47-57 https://doi.org/10.31957/jeb.v1i1.491.

Saihu, Ade. 2020. Merawat Pluiralisme Merawat Indonesia. Yogyakarta:Deepublish.

Siska, Y. 2015. Manusia dan Sejarah: Sebuah Tinjauan Filosofis. Sleman:Garudhawaca.

Sobarna, A. 2003. “Konsep pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat miskinperkotaan”. Mimbar: Jurnal Sosial dan Pembangunan, 19 (3), 316-329.

Sodik, Abror., dan Musthofa, Muhamad Wakhid. 2018. “Analisis StrategiPenyebaran Agama-Agama di Indonesia dari Pra Hingga Era Moderndengan Pendekatan Teori Permainan Matematika”. HISBAH: JurnalBimbingan Konseling dan Dakwah Islam, 15 (1), 99-113, https://doi.org/10.14421/hisbah.2018.151-08.

Soekmono. 1992. Sejarah Kebudayaan Indonesia 3. Yogyakarta: Kanisius.

Sofiana, Anas. 2017. “Ratu Kalinyamat Penguasa Wanita Jepara Tahun 1549-1579.” Avatara 5.3. https://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/index.php/avatara/article/view/21467.

Stolley, K. S. 2005. The basics of sociology. CT: Greenwood Press.

Suharyono, Amien M. 2013. Pengantar Filsafat Geografi. Yogyakarta: Ombak

Suryanegara, Ahmad Mansur. 2015. Api Sejarah Jilid 1. Bandung Suryadinasti.

Susanti, S. 2016. “Nasionalisme dan Gerakan Mulih Njowo, 1947dan 1954”. Jurnal Sejarah Citra Lekha, 1(2), 107-120, https://doi.org/10.14710/jscl.v1i2.12767.

Syefriyeni. 2018. “Karakteristik Pengetahuan Orang Melayu”. Intizar. 24 (2), 265-271,<doi.org/10.19109/intizar.v24i2.2730>.

T., Vyain, S., Bry, J., & Jones, F. 2017. Introduction to Sociology 2. Texas:OpenStax.

Tim Nasional Penulisan Sejarah Indonesia. 2010. Sejarah Nasional Indonesia.Jakarta: Balai Pustaka.

Tim. 2012. Indonesia dalam Arus Sejarah. Jakarta: Ichtiar Baru van Hoeve.

Tyasyono Bayong. 2004. Klimatologi Edisi Kedua. Bandung: ITB.

Usrah, Cut Rizka AI. 2015. “Laksamana Keumalahayati Simbol PerempuanAceh (Peranan dan Perjuangannya dalam Lintasan Sejarah KerajaanAceh Darussalam 1589-1604)”. Skripsi. Medan: Universitas NegeriMedan.

Wolters, O.W. 2011. Kemaharajaan Maritim Sriwijaya & Perniagaan Dunia.Depok: Komunitas Bambu.

Worosetyaningsih, Tri. 2019. Kehidupan Masyarakat pada Masa Praaksara,Masa Hindu Budha, dan Masa Islam. Ponorogo: Myria Publisher.

 

Sumber Gambar

https://cdn.bmkg.go.id/Web/2020.10_CH_GSMAP.png

https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/6/64/Bali_ngaben_pelebon_cremation_ceremony_Indonesia.jpg

https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Dewaruci.jpg

https://web.archive.org/web/20161016172930/http://www.panoramio.com/photo/42125739

https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Gedung_Batu_Temple_Semarang.jpg

https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Lawang_sewu.jpg

https://www.esdm.go.id/id/media-center/arsip-berita/progresssmelter-pt-fi-capai-386-akhir-tahun-2022-selesai

https://www.esdm.go.id/assets/imagecache/bodyView/arsip-beritadivestasi-51-saham-pt-fi-simbol-kedaulatan-negara-tympxrm.jpg

https://geoportal.esdm.go.id/indonesia-overview/

https://cdn.idntimes.com/content-images/post/20190412/infografisutang-luar-negeri-4-tahun-trakhir-1-a18ef6c7f68ceec3ba4b98b6f1952ea5.png

 

 


 

MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA

IPS FASE D KELAS VII

 


INFORMASI UMUM

A. IDENTITAS MODUL

Penyusun

Instansi

Tahun Penyusunan

Jenjang Sekolah

Mata Pelajaran

Fase / Kelas

Tema 01

Materi

Elemen

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Capaian Pembelajaran 1

 

Alokasi Waktu

:

:

:

:

:

:

:

:

:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

:

 

:

.....................................

SMP …………………

Tahun 2022

SMP

Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)

D / VII

Keluarga Awal Kehidupan

Interaksi antar Wilayah

a) Elemen pemahaman dan ruang lingkup pembelajaran

  • Keruangan dan konektivitas antar ruang dan waktu: materi ini berkaitan dengan pemahaman terhadap kondisi sosial dan lingkungan alam serta kesejarahan dalam konteks lokal dan nasional. Materi ini juga terkait dengan pembelajaran tentang kondisi geografis Indonesia dan pengaruhnya terhadap aktivitas sosial, ekonomi.
  • Perkembangan masyarakat Indonesia dari masa pra aksara, kerajaan-kerajaan di NusantaraInteraksi, Sosialisasi, institusi sosial, dan dinamika sosial; materi ini berkaitan dengan pembentukan identitas diri, merefleksikan keberadaan diri di tengah keberagaman dan kelompok yang berbeda-beda
  • Kegiatan manusia dalam memenuhi kebutuhannya: materi ini berkaitan tentang peran diri, masyarakat serta negara dalam memenuhi kebutuhan bersama. Peserta didik menganalisis sejarah manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

b) Elemen keterampilan proses

  • Siswa melakukan berbagai kegiatan yang  mendukung tercapainya keterampilan proses  yang dibutuhkan untuk mempelajari dan menyelesaikan pembelajaran IPS kelas 7 antara lain: mengamati, menginvestigasi/ menyelidiki, menganalisis, merencanakan, menggambar, berdiskusi, menceritakan, membuat laporan tertulis sederhana, dan mempresentasikan.

Memahami keberadaan diri dan keluarga di tengah lingkungan sosial

4 JP (Pertemuan Ke-12 dan Ke-13)

B.  KOMPETENSI AWAL

  • Menganalisis faktor penyebab terjadinya interaksi antar wilayah.
  • Mengemukakan contoh interaksi antar wilayah.

C.  PROFILPELAJAR PANCASILA

  • Mandiri dan bernalar kritis, bergotong royong

D.  SARANADAN PRASARANA

Media, Sumber Belajar, dan Alat

1.  Sumber Utama

a. Slide Gambar tentang berbagai komponen makanan dalam satupiring.

b. Kemendikbud. 2021. Ilmu Pengetahuan Sosial, Buku Siswa KelasVII, Jakarta; Pusat Kurikulum dan Perbukuan.

c. Laptop, LCD, PC,

2.  Sumber Alternatif

Guru juga dapat menggunakan alternatif sumber belajar yang terdapatdi lingkungan sekitar dan disesuaikan dengan tema yang sedangdibahas.

3. Pengembangan Sumber Belajar

Guru dapat mengembangkan lembar kerja siswa yang berisi pokok-pokokkunci.

E.  TARGET PESERTA DIDIK

§  Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami materi ajar.

§  Peserta didik dengan pencapaian tinggi: mencerna dan memahami dengan cepat, mampu mencapai keterampilan berfikir aras tinggi (HOTS), dan memiliki keterampilan memimpin.

F.  MODEL PEMBELAJARAN

§  Modelatau kerangka pembelajaran yang memberikan gambaran sistematis pelaksanaan pembelajaran. Model pembelajaran dapat berupa model pembelajaran tatap muka, pembelajaran jarak jauh dalam jaringan (PJJ Daring), pembelajaran jarak jauh luar jaringan (PJJ Luring), dangrup investigation.

KOMPNEN INTI

A.  TUJUAN KEGIATAN PEMBELAJARAN

Alur Tujuan Pembelajaran :

a.  Peserta didik diharapkan mampu menganalisis faktor penyebab terjadinya interaksi antar wilayah.

b. Peserta didik diharapkan mampu mengemukakan contoh interaksi antar wilayah.

B. PEMAHAMAN BERMAKNA

  • Mengidentiikasimata pencaharian yang dominanberdasarkan bentuk muka bumi.

C. PERTANYAAN PEMANTIK

  • Bisa terjadi perbedaan bentuk muka bumi? Apa pengaruh perbedaan bentuk muka bumi denganinteraksi wilayah?.

D.  KEGIATAN PEMBELAJARAN

Kegiatan Pendahuluan

1. Guru membuka dengan salam dan doa bersama peserta didik.

2. Guru melakukan presensi kehadiran.

3. Apersepsi: guru bercerita dan menampilkan gambar makanan yangada dalam piring. Komponen yang terdapat dalam makanan tersebutada ikan asin, sambal, sayur, dan lain sebagainya. Guru memberikanpertanyaan kepada peserta didik terkait komponen apa saja yangterdapat dalam piring makanan. Setelah peserta didik menjawab,guru kembali memberikan pertanyaan mengenai asal wilayah darikomponen makanan tersebut. Misalnya, ikan asin berasal dari wilayah?Jawabannya pesisir. Nasi berasal dari padi, padi biasa ditanam didaerah? Jawabannya dataran rendah. Sambal terbuat dari berbagaibahan seperti cabai dan tomat. Di mana cabai dan tomat biasa ditanam?Jawabannya di dataran tinggi. Contoh gambar berbagai komponenmakanan dalam satu piring.

4. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran pertemuan 12-13mengenai kebutuhan manusia.

a. Menganalisis faktor penyebab terjadinya interaksi antar wilayah.

b. Mengemukakan contoh interaksi antar wilayah.

 

KegiatanInti

Guru menjelaskan tentang petunjuk kerja dan tugas dari Lembar aktivitaskelompok untuk mengidentiikasi mata pencaharian yang dominanberdasarkan bentuk muka bumi. Kegiatan ini bertujuan memberikanpemahaman kepada peserta didik bahwa variasi bentuk muka bumi dapatmemengaruhi perbedaan mata pencaharian. Proses tukar hasil temuanpeserta didik dapat dilakukan dalam waktu singkat, kemudian gurumelakukan tanya jawab dengan pesetra didik tekrait hasil identiikasi.

Peserta Didik Mengidentiikasi Masalah

Setelah peserta didik mengidentiikasi mata pencaharian yang dominanberdasarkan bentuk muka bumi, selanjutnya guru mendorong pesertadidik mengajukan berbagai pertanyaan yang mengarah pada HOTS.Beberapa pertanyaan yang diajukan misalnya bisa terjadi perbedaanbentuk muka bumi? Apa pengaruh perbedaan bentuk muka bumi denganinteraksi wilayah?.

Peserta Didik Mengelola Informasi

Peserta didik mencari informasi terkait interaksi antar ruang. Pesertadidik dapat menggunakan internet, koran, maupun sumber lain. Kegiatanpembelajaran dapat dilakukan dengan model pembelajaran seperti grupinvestigation. Berikut merupakan tahapan kegiatan grup investigation:

1. Guru membimbing peserta didik membagi kelompok yang terdiri dari4-6 peserta didik.

2. Guru membimbing peserta didik untuk menjawab pertanyaan dalamlembar aktivitas X.

3. Peserta didik melakukan diskusi dalam kelompok kecil dan gurumenjadi fasilitator dengan cara berkeliling dari kelompok satu kekelompok lain untuk memberikan dorongan agar semua anggotakelompok berpartisipasi aktif.

4. Masing-masing kelompok melaporkan hasil diskusinya dalam bentukinforgrais atau bentuk lainnya.

5. Guru memandu peserta didik mempresentasikan hasil diskusi.

6. Pada akhir kegitan, guru menyimpulkan laporan hasil diskusi.

Peserta Didik Merencanakan dan Mengembangkan Ide

1. Hasil pengolahan informasi disajikan dalam bentuk laporan/poster/karya lainnya.

2. Peserta didik secara mandiri menulis laporan sederhana pentingnyainteraksi antar wilayah dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup.

Peserta Didik Melakukan Releksi Dan Aksi

1. Guru memfasilitasi peserta didik menemukan simpulan pembelajaran.

2. Guru memberikan kesempatan ke peserta didik untuk mengajukanpendapat atau pertanyaan.

3. Penguatan dan pengayaan dilakukan untuk mengembangkankompetensi peserta didik.

 

Penutup

1. Penilaian pembelajaran dilakukan secara lisan atau tertulis

2. Peserta didik melakukan releksi pembelajaran berkaitan dengansikap, pengetahuan, dan keterampilan.

Sikap

a. Apakah aku sudah melakukan pembelajaran secara bertanggungjawab?

b. Apakah aku sudah mengumpulkan tugas secara tepat waktu?

c. Apakah akus sudah mencantumkan sumber referensi dalam hasilkaryaku?

d. Apakah aku sudah mampu berkolaborasi dengan baik bersamateman-temanku?

Inspirasi dari pembelajaran yaitu upaya inovatif dalam mencukupikebutuhan terutama kebutuhan yang harus di datangkan dari wilayahlain.

Pengetahuan

a. Mengapa terjadi interaksi antarwilayah?

b. Apa saja contoh dari interaksi antarwilayah?

Keterampilan

Apakah aku sudah berhasil mengidentiikasi upaya inovatif dalammencukupi kebutuhan terutama kebutuhan yang harus didatangkandari wilayah lain?

3. Releksi juga dapat dapat dilakukan misalnya dengan kuis, pesertadidik menuliskan kompetensi yang diperoleh baik sikap, pengetahuan.

Selain itu, dapat pula dengan menuliskan inspirasi yang diperoleh danakan dilakukan masa yang akan datang

4. Tindak lanjut dilakukan dengan mendorong peserta didik mempelajarilebih lanjut dan informasi pembelajaran berikutnya tentang aktivitasmemenuhi kebutuhan.

5. Doa dan penutup.

F.  REFLEKSI

Fenomena perbedaan satu tempat dengan tempat lain menjadikan tempattersebut unik. Interaksi merupakan peristiwa saling memengaruhi daya,objek, atau tempat satu wilayah dengan wilayah lainnya. Setiap wilayahmemiliki potensi sumber daya dan kebutuhan yang berbeda dengan tempatlain. Hal inilah yang mendasari terjadinya interaksi antarwilayah dalamrangka memenuhi kebutuhan

Coba kalianrenungkan pertanyaan berikut ini:

1. Mengapa terjadi interaksi antarwilayah?

2. Apa saja contoh dari interaksi antarwilayah?

F.  ASESMEN/ PENILAIAN

Penilaian Proses dan Hasil Pembelajaran

a. Konsep Penilaian dan Pembelajaran IPS

Penilaian merupakan kegiatan yang bertujuan untuk memperoleh,menganalisis, menafsirkan proses dan hasil belajar peserta didik secarasistematis. Penilaian tersebut dapat digunakan untuk mengetahui tingkatkeberhasilan pencapaian kompetensi, proses pembelajaran, tingkatkesulitan belajar peserta didik, dan penentuan tindak lanjut pembelajaran.Penilaian pembelajaran IPS memakai pendekatan penilaian autentik(authentic assesment) untuk menilai kesiapan peserta didik, proses, danhasil belajar secara utuh. Hasil penilaian tersebut dapat dimanfaatkanguru dalam merencanakan program perbaikan (remedial), pengayaan(enrichment), layanan konseling, dan sebagai landasan untuk memperbaikiproses pembelajaran selanjutnya.

b. Teknik dan Instrumen Penilaian

Penilaian kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan dilakukanmenggunakan teknik dan instrumen penilaian. Berikut merupakanpenjabaran teknik dan instrumen penilaian dari masing-masing kompetensi.

1.  Penilaian kompetensi sikap

Teknik penilaian kompetensi sikap dapat berupa observasi, penilaiandiri, dan penilaian antar teman. Kegiatan ini bisa dilakukan oleh gurumatabpelajaran, wali kelas, dan guru bimbingan konseling (BK) yang ditulisdalam buku jurnal. Jurnal berisi catatan kejadian tertentu dan informasilain yang relevan.

a. Observasi

Instrumen dalam observasi yaitu lembar observasi atau jurnal. Lembarobservasi berisi catatan perilaku peserta didik berdasarkan pengamatanoleh guru mata pelajaran, wali kelas, dan guru bimbingan konseling selamasatu semester. Setiap catatan berisi deskripsi perilaku peserta didik yangdilengkapi dengan waktu dan tempat pengamatan tersebut.

Jika terjadi perubahan sikap peserta didik dari yang kurang baikmenjadi baik maka dalam jurnal harus ditulis bahwa sikap peserta didiktersebut telah baik atau bahkan sangat baik. Hal yang dicatat dalamjurnal bisa berupa sikap kurang baik, baik, maupun sangat baik, sertaperkembangan perubahan sikap peserta didik. Berikut merupakan contohlembar observasi penilaian sikap peserta didik selama satu semester:

Contoh Tabel Jurnal Pengembangan Sikap

No

Tanggal

Nama Siswa

Catatan Perilaku

Butir Sikap

   1

 

 

 

 

2

 

 

 

 

3

 

 

 

 

4

 

 

 

 

dst

 

 

 

 

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan penilaiansikap menggunakan teknik observasi :

·      Jurnal penilaian sikap ditulis oleh guru mata pelajaran, wali kelas, dan guru BK selama satu semester.

·      Penilaian oleh wali kelas dapat menggunakan 1 (satu) jurnal untuk satu kelas yang menjadi tanggung-jawabnya. Penilaian oleh guru mata pelajaran dapat menggunakan 1 (satu) jurnal untuk setiap kelas yang diajarnya, dan penilaian oleh guru BK dapat menggunakan 1 (satu) jurnal untuk setiap kelas di bawah bimbingannya.

·      Penilaian perkembangan sikap sipritual dan sikap sosial peserta didik bisa dicatat dalam satu jurnal yang sama atau dalam 2 (dua) jurnal berbeda.

·      Peserta didik yang dicatat dalam jurnal adalah peserta didik yang menunjukkan perilaku yang sangat baik maupun kurang baik secara alami.

·      Pencatatan jurnal dilakukan dengan segera seperti ketika wali kelas, guru mata pelajaran, maupun guru BK menyaksikan atau memperoleh informasi terpercaya mengenai perilaku peserta didik.

·      Jika peserta didik pernah menunjukkan sikap kurang baik tetapi selama satu semester tersebut menunjukan perkembangan ke arah sikap baik, maka sikap baik tersebut juga dicatat dalam jurnal.

·      Guru mata pelajaran dan guru BK merangkum catatan jurnal perkembangan sikap spiritual dan sikap sosial setiap peserta didik dan menyerahkannya kepada wali kelas untuk diolah lebih lanjut

Berikut merupakan contoh jurnal penilaian (perkembangan) sikapspiritual dan sikap sosial oleh wali kelas.

Contoh Jurnal Penilaian Sikap Spiritual

Nama Sekolah: SMP .............................

Kelas/Semester   : VII/I

Tahun Pelajaran: 2022/2023

No

Waktu

Nama Siswa

Catatan Perilaku

Butir Sikap

   1

19/07/22

Haidar

Tidak mengikuti sholatDzuhur berjamaah disekolah.

Ketaqwaan

2

19/07/22

Halwa

Mengganggu temanketika berdoa sebelumkegiatan pembelajaran.

Ketaqwaan

3

19/07/22

Sugi

Mengajak temanberdoa sebelumolahraga badminton disekolah.

Ketaqwaan

4

19/07/22

Said

Berpartisipasi sebagaipanitia perayaankeagamaan di sekolah.

Toleransi

beragama

Contoh Jurnal Penilaian Sikap Sosial

Nama Sekolah: SMP .............................

Kelas/Semester   : VII/I

Tahun Pelajaran: 2022/2023

No

Waktu

Nama Siswa

Catatan Perilaku

Butir Sikap

   1

12/07/22

Haidar

Membantu seorangteman yang kesulitanmenyebrang jalan didepan sekolah.

Kepedulian

2

26/08/22

Halwa

Menyerahkandompet yangditemukan di kantinsekolah kepada walikelas.

Kejujuran

3

26/09/22

Sugi

Tidak menggunakanatribut upacara disekolah denganlegkap.

Kedisiplinan

4

25/10/22

Said

Berinisiatifmenyiram tanamanyang mulai kering.

Kepedulian

Contoh format di atas dapat digunakan guru mata pelajaran danguru BK dalam penilain sikap spiritual dan sosial. Catatan tersebut jugadapat dibuat dalam satu tabel yang sama dengan menambahkan kolomketerangan pada bagian paling kanan untuk menuliskan keterangan jenissikap yang ditulis. Berikut merupakan contoh tabel jurnal penilaian sikap(spiritual dan sosial) yang dijadikan dalam satu tabel:

Contoh Jurnal Penilaian Sikap

Nama Sekolah: SMP .............................

Kelas/Semester   : VII/I

Tahun Pelajaran: 2022/2023

No

Waktu

Nama Siswa

Catatan Perilaku

Butir Sikap

Ket.

   1

19/07/22

Haidar

Membantuseorang temanyang kesulitanmenyebrangjalan di depansekolah

Ketaqwaan

Sosial

2

19/07/22

Halwa

Mengajak temanberdoa sebelumolahragabadminton disekolah.

Kepeduliaan

Spiritual

3

19/07/22

Sugi

Menggangguteman ketikaberdoa sebelumkegiatanpembelajaran.

Toleransi

beragama

Spiritual

4

18/11/22

Said

Berinisiatifmenyiramtanaman yangmulai kering.

Ketaqwaan

Sosial

 

b. Penilaian Diri (Self Assesment)

Penilaian diri merupakan teknik penilaian terhadap diri sendiri olehpeserta didik dengan mengidentiikasi kelebihan dan kekurangan sikappeserta didik dalam berperilaku. Teknik penilaian ini dapat digunakanuntuk menumbuhkan nilai-nilai kejujuran dan meningkatkan kemampuanreleksi diri peserta didik. Satu tabel penilaian diri dapat digunakan untukpenilaian sikap spiritual dan sikap sosial. Berikut merupakan contohlembar penilaian diri menggunakan Likert Scale.

Contoh Lembar Penilaian Diri Siswa (Likert Scale)

Nama teman yang dinilai:..................

Nama penilai:..................

Kelas:....................

Semester:....................

Berilah tanda centang  pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengankeadaan sebenarnya

No

Pernyataan

Skala

1

2

3

4

   1

Saya berdoa sebelum melakukan kegiatan

 

 

 

 

2

Saya melaksanakan ibadah sholat tepat waktu

 

 

 

 

3

Saya berani mengakui kesalahan jika memang

bersalah

 

 

 

 

4

Saya mengumpulkan tugas sesuai jadwal yang

diberikan

 

 

 

 

5

Saya mengembalikan barang yang saya pinjam

dalam kondisi baik

 

 

 

 

6

Saya meminta maaf jika melakukan kesalahan

 

 

 

 

7

Saya datang ke sekolah tepat waktu

 

 

 

 

Keterangan:

1 = sangat jarang

2 = jarang

3 = sering

4 = selalu

 

c. Penilaian Antar Teman

Penilaian antar teman adalah teknik penilaian yang dilakukan pesertadidik terhadap peserta didik yang lain mengenai sikap/perilaku pesertadidik. Penilaian antarteman dapat digunakan untuk menumbuhkan nilaikejujuran, tenggang rasa, dan saling menghargai. Satu lembar penilaiandiri dapat digunakan untuk penilaian sikap spiritual dan sikap sosial.

Berikut merupakan contoh lembar penilaian antarteman menggunakanLikert Scale.

Contoh Lembar Penilaian Diri Siswa (Likert Scale)

Nama: ..................

Kelas:....................

Semester:....................

Berilah tanda centang pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengankeadaan sebenarnya

 

No

Pernyataan

Skala

1

2

3

4

   1

Teman saya berkata jujur kepada orang lain

 

 

 

 

2

Teman saya mengerjakan ulangan dengan jujur

 

 

 

 

3

Teman saya mentaati tata-tertib sekolah

 

 

 

 

4

.....................................

 

 

 

 

 

Keterangan:

1 = sangat jarang

2 = jarang

3 = sering

4 = selalu

Pada dasarnya teknik penilaian diri ini tidak hanya untuk aspek sikap,tetapi juga dapat digunakan untuk menilai kompetensi dalam aspekkete rampilan dan pengetahuan.

2. Penilaian Kompetensi Pengetahuan

a) Pengertian Penilaian Pengetahuan

Penilaian pengetahuan merupakan penilaian yang dilakukan untukmengetahui kemampuan peserta didik berkaitan dengan penguasaanpengetahuan faktual, konseptual, maupun prosedural serta kecakapanberpikir tingkat rendah hingga tinggi. Guru dapat memilih teknikpenilaian yang disesuaikan dengan karakteristik kompetensi yang akandinilai. Penilaian diawali dengan perencanaan pada saat menyusunrencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Hasil penilaian pengetahuanyang dilakukan selama dan setelah proses pembelajaran dinyatakan dalambentuk angka dengan rentang 0-100.

b) Teknik Penilaian Pengetahuan

Teknik penilaian pengetahuan yang akan digunakan dapat disesuaikandengan karakteristik masing-masing Kmpetensi Dasar (KD). Teknikpenilaian pengetahuan yang sering digunakan yaitu tes tertulis, tes lisan,dan penugasan. Berikut merupakan penjabaran dari berbagai teknikpenilaian pengetahuan.

Contoh Teknik Penilaian Pengetahuan

Teknik

Bentuk Instrumen

Tujuan

Tes tertulis

Pilihan ganda, benar-salah,menjodohkan, isian ataumelengkapi, dan uraian.

Mengetahui kemampuanpenguasaan pengetahuanpeserta didik dalam prosespembelajaran.

Tes lisan

Tanya jawab

Mengetahui pemahamanpeserta didik sebagaidasar perbaikan prosespembelajaran

Penugasan

Tugas individu dan kelompok

Memfasilitasi penguasaanpengetahuan pesertadidik selama prosespembelajaran.

1. Tes Tertulis

Tes tertulis merupakan soal dan jawaban disajikan secara tertulis, misalnyapilihan ganda, benar-salah, dan uraian. Langkah-langkah pengembangan testertulis:

Kisi-kisi Tes Tertulis

Nama Sekolah    : SMP .............................

Kelas/Semester   : VII/I

Tahun Pelajaran: 2022/2023

Mata Pelajaran: IPS

No

Kompetensi

Dasar

Materi

Indikator

Soal

Bentuk

Soal

Jumlah

Soal

1

·        Menganalisis faktor penyebab terjadinya interaksi antar wilayah.

·        Mengemukakan contoh interaksi antar wilayah.

Interaksi antar Wilayah

·        Peserta didik diharapkan mampu menganalisis faktor penyebab terjadinya interaksi antar wilayah.

·        Peserta didik diharapkan mampu mengemukakan contoh interaksi antar wilayah.

Tes Tertulis

2

 

Butir soal:

1.  Mengapa terjadi interaksi antarwilayah?

2. Apa saja contoh dari interaksi antarwilayah?

Pemberian skor Tes Tertulis

No.

Soal

Kunci Jawaban

Skor

1

Interaksi terjadi karena adanya kesempatan bagi kedua wilayah untuk berinteraksi karena keduanya saling membutuhkan untuk memenuhi kebutuhan yang tidak dapat mereka penuhi sendiri. Kemudahan transfer atau pemindahan dalam ruang. Hal ini sangat bergantung pada faktor kelancaran transportasi, jarak, dan biaya angkut.

2

2

Contoh interaksi keruangan antar wilayah Indonesia:

·        Penduduk kota yang membeli bahan makanan dari desa.

·        Penduduk desa yang datang ke kota untuk mendapatkan layanan kesehatan.

·        Petani menjual hasil sawahnya ke daerah lain.

·        Wisatawan mengunjungi lokasi wisata yang berbeda pulau.

2

Total Skor Maksimum

4

 

 

2. Tes Lisan

Tes lisan merupakan pertanyaan yang diberikan guru secara lisan kepadapeserta didik yang jawaban atas pertanyaan tersebut juga disampaikan secaralisan. Tes ini bertujuan untuk mengetahui penguasaan pengetahuan pesertadidik dan menumbuhkan kemampuan berkomunikasi. Pemberian tes lisandapat dilakukan pada saat pembelajaran berlangsung. pertanyaanpada tes lisan:

·      Bisaterjadi perbedaan bentuk muka bumi?

·      Apa pengaruh perbedaan bentuk muka bumi dengan interaksi wilayah?.

 

3. Penugasan

Penugasan adalah pemberian tugas untuk meningkatkan pengetahuanpeserta didik. Tugas dapat dikerjakan baik secara individu maupunkelompok sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai. Berikutmerupakan contoh kisi-kisi tugas dan contoh pedoman penskorannya.

Nama Sekolah    : SMP .............................

Kelas/Semester   : VII/I

Tahun Pelajaran: 2022/2023

Mata Pelajaran: IPS

Kompetensi

Dasar

Materi

Indikator

Teknik

Penilaian

·        Menganalisis faktor penyebab terjadinya interaksi antar wilayah.

·        Mengemukakan contoh interaksi antar wilayah.

Interaksi antar Wilayah

·        Peserta didik diharapkan mampu menganalisis faktor penyebab terjadinya interaksi antar wilayah.

·        Peserta didik diharapkan mampu mengemukakan contoh interaksi antar wilayah.

Penugasan

 

Pedoman Pemberian Skor Tugas

No Soal

Aspek yang Dinilai

Skor

1

Faktor faktor apa yang mendorong terjadinya interaksi antar wilayah

0-2

2

Sebutkan contoh interaksi antar wilayah

0-3

3

Apa dampak interaksi antar wilayah?

0-3

4

Keruntutanbahasa

0-2

Total Skor Maksimum

10

 

3. Penilaian Keterampilan

a) Pengertian Penilaian Keterampilan

Penilaian keterampilan dilakukan untuk mengetahui kemampuanpeserta didik dalam menerapkan pengetahuan yang telah diperolehuntuk melakukan tugas tertentu sesuai dengan indikator pencapaiankompetensi. Penilaian ini dapat dilakukan dengan berbagai teknik, sepertipenilaian kinerja dan penilaian proyek. Berikut merupakan contoh kisi-kisipenilaian keterampilan, tugas, dan pedoman pemberian skor.

 

b) Teknik Penilaian Keterampilan

• Penilaian kinerja

Berikut ini Kisi-kisi Penilaian Kinerja, soal/tugas, pedomanpemberian skor:

 

Kisi-kisi Penilaian Kinerja

Nama Sekolah    : SMP .............................

Kelas/Semester   : VII/I

Tahun Pelajaran: 2022/2023

Mata Pelajaran: IPS

No

Kompetensi

Dasar

Materi

Indikator

Teknik

Penilaian

1

·        Menganalisis faktor penyebab terjadinya interaksi antar wilayah.

·        Mengemukakan contoh interaksi antar wilayah.

Interaksi antar Wilayah

·        Peserta didik diharapkan mampu menganalisis faktor penyebab terjadinya interaksi antar wilayah.

·        Peserta didik diharapkan mampu mengemukakan contoh interaksi antar wilayah.

 

 

Rubrik Pemberian Skor Penilaian Kinerja

No

Aspek yang Dinilai

Skala

0

1

2

3

4

   1

Merencanakan pengamatan

 

 

 

 

 

2

Melakukan pengamatan

 

 

 

 

 

3

Membuat laporan

 

 

 

 

 

Jumlah:

Penilaian diberikan dengan memperhatikan aspek proses dan produk.Guru dapat menetapkan bobot pemberian skor yang berbeda antara satudan aspek yang lainnya dengan memperhatikan karakteristik kompetensiyang dinilai.

 

Rubrik Penilaian Kinerja

No

Indikator

Rubrik

1

Menyiapkan bahan

yang diperlukan

2 = Menyiapkan seluruh alat dan bahan yangdiperlukan.

1 = Menyiapakan sebagian alat dan bahan yangdiperlukan.

0 = Tidak menyiapkan alat bahan

2

Pengamatan

4 = Melakukan empat langkah kerjadengan tepat

3 = Melakukan tiga langkah kerja dengantepat.

2 = Melakukan dua langkah kerja dengantepat.

1 = Melakukan satu langkah kerja dengantepat.

0 = Tidak melakukan langkah kerja.

 

Langkah kerja:

1. Menyiapkan kertas gambar ukuran A4.

2. Menggambar Interaksi antar Wilayah.

3.Mencantumkan Interaksi antar Wilayah padagambar yang di buat

4. Memberikan warna pada kenampakanobjek yang di gambar pada Interaksi antar Wilayah.

3

Membuat laporan

3 = Memenuhi 3 kriteria

2 = Memenuhi 2 kriteria

1 = Memenuhi 1 kriteria

0 = Tidak memenuhi kriteria

 

Kriteria laporan:

1. Memenuhi sistematika laporan (judul, tujuan,alat dan bahan, prosedur, data pengamatan,pembahasan, kesimpulan)

2. Data, pembahasan, dan kesimpulan benar

3. Komunikatif

 

 

• Penilaian proyek

Penilaian proyek merupakan kegiatan yang bertujuan untukmengetahui kemampuan peserta didik dalam mengimplementasikanpengetahuannya melalui penyelesaian suatu tugas dalam waktu tertentu.Penilaian ini dapat digunakan untuk mengukur satu maupun beberapaKompetensi Dasar (KD) dalam satu atau beberapa mata pelajaran.

Kegiatan yang dilakukan dimulai dengan perencanaan, pengumpulan,pengorganisasian, pengolahan, penyajian, dan pelaporan. Beberapa halyang perlu dipertimbangkan dalam penilaian proyek, yaitu:

1) Pengelolaan

Kemampuan peserta didik untuk menentukan tema atau topik,mengumpulkan informasi, pengolahan data, dan penulisan laporan.

2) Relevansi

Tema yang dipilih sesuai dengan Kompetensi Dasar (KD).

3) Keaslian

Laporan atau produk yang dibuat peserta didik merupakan hasilkaryanya.

4) Inovasi dan Kreativitas

Terdapat unsur-unsur kebaruan dan berbeda pada produk yangdihasilkan peserta didik.

Kisi-kisi Penilaian Proyek

Nama Sekolah    : SMP .............................

Kelas/Semester   : VII/I

Tahun Pelajaran: 2022/2023

Mata Pelajaran: IPS

No

Kompetensi

Dasar

Materi

Indikator

Teknik

Penilaian

1

·        Menganalisis faktor penyebab terjadinya interaksi antar wilayah.

·        Mengemukakan contoh interaksi antar wilayah.

Interaksi antar Wilayah

·        Peserta didik diharapkan mampu menganalisis faktor penyebab terjadinya interaksi antar wilayah.

·        Peserta didik diharapkan mampu mengemukakan contoh interaksi antar wilayah.

Penilaian Proyek

 

Proyek : Buatlah poster salah satu tujuan interaksi antar wilayah menggunakan kertas gambar ukuran A3, pensil warna atau cat air denganmemperhatikan hal- hal berikut!

1. Pilihlah salah satu tujuan interaksi antar wilayah.

2. Amati tujuan tersebut apakah telah tercapai atau belum tercapai diIndonesia lalu sampaikan dalam poster.

3. Gambar salah satu tujuan interaksi antar wilayah yang telahdipilih!

4. Tuliskan Interaksi antar Wilayahkonsep dari poster yang akan peserta didik sampaikan!

5. Laporkan hasilnya secara lisan!

Rubrik Pemberian Skor Proyek

No

Pernyataan

Skor

1

2

3

4

   1

Kemampuan peserta didik dalam merencanakan

 

 

 

 

2

Kemampuan menggambar poster

 

 

 

 

3

Kemampuan penyampaian konsep berdasarkanposter yang digambar

 

 

 

 

4

Kemampuan mempresentasikan isi poster

 

 

 

 

5

Produk Poster

 

 

 

 

Skor Maksimum

15

Catatan:

Guru bisa menetapkan bobot yang berbeda-beda antara aspek satu dan lainnya

pada pemberian skor dengan memperhatikan karakteristik Kompetensi Dasar

(KD) atau keterampilan yang dinilai.

 

Rubrik PenilaianProyek

No

Pernyataan

Keterangan

1

Kemampuan Perencanaan

2 = perencanaan lengkap (bahan, carakerja, hasil), dan rinci

1 = perencanaan kurang lengkap

0 = tidak ada perencanaan

2

Kemampuan menggambarposter secara tepat sesuaidengan salah satu tujuaninteraksi antar wilayah

2 = menggambar dan mewarnai posterdengan baik dan interpretasi tujuanpembangunan berkelanjutan dalamposter tepat.

1 = menggambar dan memberikan warna pada poster tetapi salahdalam menginterpretasikan tujuanpembangunan berkelanjutan yangdipilih.

0 = gambar tidak diberi warna dantidak tepat dalam menginterpretasikantujuan pembangunan berkelanjutanyang dipilih.

G.  KEGIATAN PENGAYAAN DAN REMEDIAL

Remedial

Peserta didik yang belum mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM)diberikan program pembelajaran remedial. Pembelajaran remedial dapatdilakukan pada kompetensi pengeahuan dan keterampilan. Langkah-langkahdalam pembelajaran remedial antara lain:

1. Identiikasi permasalahan pembelajaran peserta didik.

2. Merancang pembelajaran remedial

3. Membuat perencanaan pembelajaran remedial

4. Menyiapkan perangkat pembelajaran remedial

5. Melaksanakan pembelajaran remedial

6. Melaksankaan evaluasi

 

Pengayaan

Bacalah artikel mengenai Interaksi antar Wilayah. setelahitu analisis faktor penyebab terjadinya interaksi antar wilayah. Tuliskan hasil analisis tersebut dalam beberapa paragraf.

LAMPIRAN

A.  LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

 

Nama :

Kelas :

Petunjuk!

 

B.  BAHAN BACAAN GURU & PESERTA DIDIK

Bahan BacaanPeserta Didik

Interaksi Antarwilayah

Fenomena perbedaan satu tempat dengan tempat lain menjadikan tempattersebut unik. Interaksi merupakan peristiwa saling memengaruhi daya,objek, atau tempat satu wilayah dengan wilayah lainnya. Setiap wilayahmemiliki potensi sumber daya dan kebutuhan yang berbeda dengan tempatlain. Hal inilah yang mendasari terjadinya interaksi antarwilayah dalamrangka memenuhi kebutuhan. Coba kalian tuliskan mata pencaharianyang dominan sesuai dengan gambar bentuk muka bumi!

Setelah kalian mengisi aktivitas individu di atas, apa yang dapat kaliansimpulkan? Kalian melihat bahwa berbagai karakteristik muka bumi dapatmemengaruhi mata pencaharian. Setiap wilayah dapat menghasilkanbarang kebutuhan yang berbeda dengan wilayah lain karena adanyaberbedaan bentuk muka bumi. Selain itu, interaksi antarruang sepertikawasan pesisir yang menghasilkan hasil laut dengan dataran tinggiyang menghasilkan berbagai sayuran tidak hanya dipengaruhi karenaperbedaan bentuk muka bumi. Jaringan jalan dan transportasi jugamemengaruhi interaksi tersebut. Hal ini menyebabkan terjadi interaksiantarwilayah dalam rangka memenuhi kebutuhan lain yang tidak ada diwilayahnya.

Sebagai contoh, perdesaan menghasilkan sumber pangan yangdibutuhkan penduduk perkotaan. Kota menghasilkan berbagai barangindustri yang dibutuhkan penduduk perdesaan. Interaksi juga dapatterjadi antara satu kota dan kota lain berupa pertukaran barang danjasa. Interakasi antara perdesaan dan perkotaan didasari atas perbedaankarakteristik wilayah yang memengaruhi hasil produksi dan didukungoleh jaringan jalan yang baik sehingga dapat terjadi pertukaran barang.Berikut merupakan perbandingan karakteristik wilayah perdesaan danperkotaan:

Penggunaan lahan di perdesaan didominasi lahan pertanian termasukperkebunan dan perikanan sehingga memiliki ruang terbuka yang lebihluas dibandingkan areal terbangun. Sedangkan penggunaan lahan diperkotaan memiliki heterogenitas yang lebih tinggi dibandingkan wilayahperdesaan. Hal ini membuat wilayah perdesaan dapat menghasilkanbahan pangan yang dibutuhkan penduduk perkotaan.

Misalnya, Kabupaten Brebes memiliki komoditi pertanian bawangmerah dan Kabupaten Wonosobo menghasilkan komoditi pertanianKentang. Kedua wilayah tersebut saling berinteraksi untuk memenuhikebutuhan pangan. Kabupaten Wonosobo mengirimkan hasil pertanianberupa kentang ke Kabupaten Brebes dan sebaliknya. Interaksi antaraKabupaten Brebes dan Wonosobo ini merupakan contoh dari interaksiantarwilayah dalam rangka mencukupi dan memenuhi kebutuhan dibidang pangan.

 

Bahan Bacaan Guru

Guru menyampaikan kepada peserta didik terkait sub-babpada materi Keluarga Awal Kehidupan. Materi diawali pemahamankepada peserta didik terkait keberadaan diri dan keluarga di tengahlingkungan sosial terdekatnya. Peserta didik kemudian mengeksplorasikondisi sosial lingkungan sekitar sehingga mampu mengurutkanperistiwa sejarah dalam kerangka kronologis dan menghubungkandengan kondisi saat ini. Setelah sosialisasi di lingkungan keluargamaka cakupan diperluas menjadi sosialisasi dalam masyarakat.Kondisi lingkungan sosial dan isik setiap wilayah yang berbeda dapatmemengaruhi upaya pemenuhan kebutuhan hidup. Hal ini karenaadanya perbedaan kondisi geograis daerah, karakteristik masyarakatdan cara mereka beraktivitas. Perbedaan karakteristik wilayah dapatmembuat masyarakat saling berupaya memenuhi kebutuhan hidupnyadengan melakukan interaksi antarwilayah.

 

C.   GLOSARIUM

perikanan            : Segala usaha penangkapan ikan serta pengolahan sampai pada pemasaran hasilnya.

perkebunan        : Sebidang tanah yang ditanami pohon musiman.

 

D.   DAFTAR PUSTAKA

Daftar Pustaka

Adhuri, D. S., Wiratri, A., & Bismoko, A. B. 2016. “Interseksi BudayaDan Peradaban Negara-negara Di Samudra Hindia: PerspektifIndonesia”. Masyarakat Indonesia, 41(2), 115-126, https://doi.org/10.14203/jmi.v41i2.310.

Alisjahbana Armida Salsiah, Murniningtyas Endah. 2018. TujuanPembangunan Berkelanjutan di Indonesia. Bandung: UNPAD Press.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). 2019. Bencana Alam diProvinsi Yogyakarta. http://bnpb.cloud/dibi/xdibi_list/.

Badan Perencana Pembangunan Nasional. 2016. Laporan Prakarsa StrategisBidang Kemaritiman. Jakarta: Bappenas.

Badan Pusat Statistik. 2019. Statistik Pertambangan Minyak dan Gas Bumi.Jakarta: BPS.

Banowati Eva, Sriyanto. 2013. Geografi Pertanian. Yogyakarta: Ombak.

______________ . 2012. Geografi Indonesia. Yogyakarta: Ombak.

Daldjoeni. 2014. Pokok-Pokok Klimatologi. Yogyakarta: Ombak.

Danandjaja, James. 1994. Folklor Indonesia. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.

Department of Economic and Social Affairs. 2019. Growing at a slowerpace, world population is expected to reach 9.7 billion in 2050 and couldpeak at nearly 11 billion around 2100. Artikel. https://www.un.org/development/desa/en/news/population/world- populationprospects-2019.html pada 21-08-2020

Erman, Erwiza. 2011. “Penggunaan Sejarah Lisan dalam HistoriografiIndonesia”. Jurnal Masyarakat & Budaya, 13 (1), 1-22, https://doi.org/10.14203/jmb.v13i1.94.

Franz Adler. 2014. “The Value Concept in Sociology”. American Journal ofSociology. Volume 62, Number 3.

Giddens, A., Duneier, M., Appelbaum, R. P., & Carr, D. 2018. Introduction toSociology. New York: W. W. Norton & Company, Inc.

Goujon A. 2018. Human Population Growth. In: Reference Module in EarthSystems and Environmental Sciences. h. 1907-1912 Elsevier. ISBN 978-0-12-409548-9 DOI:10.1016/B978-0-12-409548-9.10755-9.

Graha, Andi Nu. 2012. Pengembangan Masyarakat Pembangunan melaluipendampingan sosial dalam konse pemberdayaan di bidang ekonomi.

Jurnal Ekonomi Modernisasi, 5(2), 117-126. https://doi.org/10.21067/jem.v5i2.243

Griffiths, H., dkk. 2017. Introduction to Sociology 2. Texas: OpenStax.

Grusec, J. E., & Hastings, P. D. 2015. Handbook of Socialization: theory andresearch. NY: The Guilford Press. h. 1, 13, 20.

Habibi, Maksum dan Gunadi. 2014. Pengantar Ekonomi dan Bisnis BidangKeahlian Bisnis dan Manajemen. Jakarta: Yudhistira.

Hadi, A. P. 2010. Konsep pemberdayaan, partisipasi dan kelembagaan dalampembangunan. Yayasan Agribisnis/Pusat Pengembangan MasyarakatAgrikarya (PPMA).

Harahap, Erni Febian. 2012. “Pemberdayaan Masyarakat dalam BidangEkonomi untuk Mewujudkan Ekonomi Nasional yang tanggung danMandiri”. Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan, 3(2), 78-96.

Herlina, N. 2020. Metode Sejarah. Bandung: Satya Historika.

Hutomo, Mardi Yatno. 2000. Pemberdayaan Masyarakat dalam BidangEkonomi: Tinjauan Teoritik dan Implementasi. Naskah No 20, Juni-Juli2000.

Kartodirjo, Sartono. 2014. Pengantar Sejarah Indonesia Baru: 1500-1900.Yogyakarta: Ombak.

Kementerian Kelautan dan Perikanan. 2019. Laporan Tahunan 2018. Jakarta:KKP.

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman. 2019. Laporan Kinerja2018. Jakarta: Kemenko Bidang Maritim.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. 2018. Status Hutan danKehutanan Indonesia 2018. Jakarta: KLHK

Koentjaraningrat. 1985. Kebudayaan Mentalitas dan Pembangunan. Jakarta:Gramedia.

Korlantas Polri. 2013. Polantas dalam Angka 2013. www.korlantas.polri.go.id.

Kotarumalos, Nur Aisyah. 2010. “Mengkonstruksi Identitas Diaspora Malukudi Negeri Belanda”. Masyarakat Indonesia. 36 (1), 123-144, https://media.neliti.com/media/publications/150453-ID-mengkonstruksiidentitas-diapora-maluku.pdf.

Kotler, Philip dan Gary Amstrong. 2008. Prinsip-prinsip Pemasaran Jilid I.Jakarta: Erlangga.

Krautkraemer, J. A. (2005). Economics of natural resource scarcity: The stateof the debate (No. 1318-2016-103362).

Kuntowijoyo, D. R. (2005). Pengantar Ilmu Sejarah. Sleman: BentangPustaka.

Lembar Fakta Forest Watch Indonesia 2019. 2019. diakses dari http://fwi.or.id/wp-content/uploads/2019/10/FS_Deforestasi_FWI_small.pdf

Muta’ali, Lutfi. 2013. Pengembangan Wilayah Perdesaan (PerspektifKeruangan). Yogyakarta: Badan Penerbit Fakultas Geografi (BPFG).

Noor, Djauhari. 2014. Pengantar Geologi. Sleman: deepublish.

Noor, Munawar. 2011. “Pemberdayaan Masyarakat”. Junal CIVIS, 1(2), 87-99.

Prihandito Aryono. 1989. Kartografi. Yogyakarta: PT Mitra Gama Widya.Rambe, Tappil., et al. 2019. Sejarah Politik dan Kekuasaan. Medan: KitaMenulis.

Resosoedarmo Soedjiran, Kartawinata Kuswata, Soegiarto Aprilani. 1987.Pengantar Ekologi. Bandung: Remadja Karya.

Ricklefs, M.C., et al. 2013. Sejarah Asia Tenggara dari Masa Prasejarahsampai Kontemporer. Depok: Komunitas Bambu.

Robert S. Pindyck dan Daniel L Rubinfeld. 2013. Mikroekonomi. Jakarta:Erlangga

Romansara, Enos. H. 2015. “Memahami Kebudayaan Lokal Papua: Suatu

Pendekatan Pembangunan yang Manusiawi di Tanah Papua”. JurnalEkologi Birokrasi. 1 (1), 47-57 https://doi.org/10.31957/jeb.v1i1.491.

Saihu, Ade. 2020. Merawat Pluiralisme Merawat Indonesia. Yogyakarta:Deepublish.

Siska, Y. 2015. Manusia dan Sejarah: Sebuah Tinjauan Filosofis. Sleman:Garudhawaca.

Sobarna, A. 2003. “Konsep pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat miskinperkotaan”. Mimbar: Jurnal Sosial dan Pembangunan, 19 (3), 316-329.

Sodik, Abror., dan Musthofa, Muhamad Wakhid. 2018. “Analisis StrategiPenyebaran Agama-Agama di Indonesia dari Pra Hingga Era Moderndengan Pendekatan Teori Permainan Matematika”. HISBAH: JurnalBimbingan Konseling dan Dakwah Islam, 15 (1), 99-113, https://doi.org/10.14421/hisbah.2018.151-08.

Soekmono. 1992. Sejarah Kebudayaan Indonesia 3. Yogyakarta: Kanisius.

Sofiana, Anas. 2017. “Ratu Kalinyamat Penguasa Wanita Jepara Tahun 1549-1579.” Avatara 5.3. https://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/index.php/avatara/article/view/21467.

Stolley, K. S. 2005. The basics of sociology. CT: Greenwood Press.

Suharyono, Amien M. 2013. Pengantar Filsafat Geografi. Yogyakarta: Ombak

Suryanegara, Ahmad Mansur. 2015. Api Sejarah Jilid 1. Bandung Suryadinasti.

Susanti, S. 2016. “Nasionalisme dan Gerakan Mulih Njowo, 1947dan 1954”. Jurnal Sejarah Citra Lekha, 1(2), 107-120, https://doi.org/10.14710/jscl.v1i2.12767.

Syefriyeni. 2018. “Karakteristik Pengetahuan Orang Melayu”. Intizar. 24 (2), 265-271,<doi.org/10.19109/intizar.v24i2.2730>.

T., Vyain, S., Bry, J., & Jones, F. 2017. Introduction to Sociology 2. Texas:OpenStax.

Tim Nasional Penulisan Sejarah Indonesia. 2010. Sejarah Nasional Indonesia.Jakarta: Balai Pustaka.

Tim. 2012. Indonesia dalam Arus Sejarah. Jakarta: Ichtiar Baru van Hoeve.

Tyasyono Bayong. 2004. Klimatologi Edisi Kedua. Bandung: ITB.

Usrah, Cut Rizka AI. 2015. “Laksamana Keumalahayati Simbol PerempuanAceh (Peranan dan Perjuangannya dalam Lintasan Sejarah KerajaanAceh Darussalam 1589-1604)”. Skripsi. Medan: Universitas NegeriMedan.

Wolters, O.W. 2011. Kemaharajaan Maritim Sriwijaya & Perniagaan Dunia.Depok: Komunitas Bambu.

Worosetyaningsih, Tri. 2019. Kehidupan Masyarakat pada Masa Praaksara,Masa Hindu Budha, dan Masa Islam. Ponorogo: Myria Publisher.

 

Sumber Gambar

https://cdn.bmkg.go.id/Web/2020.10_CH_GSMAP.png

https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/6/64/Bali_ngaben_pelebon_cremation_ceremony_Indonesia.jpg

https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Dewaruci.jpg

https://web.archive.org/web/20161016172930/http://www.panoramio.com/photo/42125739

https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Gedung_Batu_Temple_Semarang.jpg

https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Lawang_sewu.jpg

https://www.esdm.go.id/id/media-center/arsip-berita/progresssmelter-pt-fi-capai-386-akhir-tahun-2022-selesai

https://www.esdm.go.id/assets/imagecache/bodyView/arsip-beritadivestasi-51-saham-pt-fi-simbol-kedaulatan-negara-tympxrm.jpg

https://geoportal.esdm.go.id/indonesia-overview/

https://cdn.idntimes.com/content-images/post/20190412/infografisutang-luar-negeri-4-tahun-trakhir-1-a18ef6c7f68ceec3ba4b98b6f1952ea5.png

 

 


 

 

MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA

IPS FASE D KELAS VII

 


INFORMASI UMUM

A. IDENTITAS MODUL

Penyusun

Instansi

Tahun Penyusunan

Jenjang Sekolah

Mata Pelajaran

Fase / Kelas

Tema 01

Materi

Elemen

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Capaian Pembelajaran 1

 

Alokasi Waktu

:

:

:

:

:

:

:

:

:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

:

 

:

.....................................

SMP …………………

Tahun 2022

SMP

Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)

D / VII

Keluarga Awal Kehidupan

Kebutuhan Hidup Manusia

a) Elemen pemahaman dan ruang lingkup pembelajaran

  • Keruangan dan konektivitas antar ruang dan waktu: materi ini berkaitan dengan pemahaman terhadap kondisi sosial dan lingkungan alam serta kesejarahan dalam konteks lokal dan nasional. Materi ini juga terkait dengan pembelajaran tentang kondisi geografis Indonesia dan pengaruhnya terhadap aktivitas sosial, ekonomi.
  • Perkembangan masyarakat Indonesia dari masa pra aksara, kerajaan-kerajaan di NusantaraInteraksi, Sosialisasi, institusi sosial, dan dinamika sosial; materi ini berkaitan dengan pembentukan identitas diri, merefleksikan keberadaan diri di tengah keberagaman dan kelompok yang berbeda-beda
  • Kegiatan manusia dalam memenuhi kebutuhannya: materi ini berkaitan tentang peran diri, masyarakat serta negara dalam memenuhi kebutuhan bersama. Peserta didik menganalisis sejarah manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

b) Elemen keterampilan proses

  • Siswa melakukan berbagai kegiatan yang  mendukung tercapainya keterampilan proses  yang dibutuhkan untuk mempelajari dan menyelesaikan pembelajaran IPS kelas 7 antara lain: mengamati, menginvestigasi/ menyelidiki, menganalisis, merencanakan, menggambar, berdiskusi, menceritakan, membuat laporan tertulis sederhana, dan mempresentasikan.

Memahami keberadaan diri dan keluarga di tengah lingkungan sosial

4 JP (Pertemuan Ke-14 dan Ke-15)

B.  KOMPETENSI AWAL

  • Menjelaskan deinisi kebutuhan.
  • Mengidentiikasi jenis-jenis kebutuhan.
  • Menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kebutuhan.
  • Menunjukan jenis-jenis alat pemuas kebutuhan.

C.  PROFILPELAJAR PANCASILA

  • Mandiri dan bernalar kritis, bergotong royong

D.  SARANADAN PRASARANA

Media, Sumber Belajar, dan Alat

1.  Sumber Utama

a. Video peningkatan belanja online di masa Pandemi Covid-19.

b. Slide Gambar tentang data peningkatan jumlah penduduk dankerusakan lingkungan akibat penambangan batu bata..

c. Kemendikbud. 2021. Ilmu Pengetahuan Sosial, Buku Siswa KelasVII. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.

d. Laptop, LCD, PC,

2.  Sumber Alternatif

Guru juga dapat menggunakan alternatif sumber belajar yang terdapatdi lingkungan sekitar dan disesuaikan dengan tema yang sedangdibahas.

3. Pengembangan Sumber Belajar

Guru dapat mengembangkan video-video yang berkaitan denganaktivitas memenuhi kebutuhan secara bijak.

E.  TARGET PESERTA DIDIK

§  Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami materi ajar.

§  Peserta didik dengan pencapaian tinggi: mencerna dan memahami dengan cepat, mampu mencapai keterampilan berfikir aras tinggi (HOTS), dan memiliki keterampilan memimpin.

F.  MODEL PEMBELAJARAN

§  Modelatau kerangka pembelajaran yang memberikan gambaran sistematis pelaksanaan pembelajaran. Model pembelajaran dapat berupa model pembelajaran tatap muka, pembelajaran jarak jauh dalam jaringan (PJJ Daring), pembelajaran jarak jauh luar jaringan (PJJ Luring), dandiscovery learning.

KOMPNEN INTI

A.  TUJUAN KEGIATAN PEMBELAJARAN

Alur Tujuan Pembelajaran :

a.  Peserta didik diharapkan mampu menjelaskan deinisi kebutuhan.

b. Peserta didik diharapkan mampu mengidentiikasi jenis-jenis kebutuhan.

c. Peserta didik diharapkan mampu menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kebutuhan.

d. Peserta didik diharapkan mampu menunjukan jenis-jenis alat pemuas kebutuhan.

B. PEMAHAMAN BERMAKNA

  • Mengidentiikasijenis-jenis kebutuhan

C. PERTANYAAN PEMANTIK

  • Apa saja faktor-faktor yang memengaruhi kebutuhan manusia?
  • Mengapa dimasa Pandemi Covid-19 banyak belanja online meningkat?

D.  KEGIATAN PEMBELAJARAN

Kegiatan Pendahuluan

1. Guru membuka dengan salam dan doa bersama peserta didik.

2. Guru melakukan presensi kehadiran.

3. Apersepsi: peserta didik melihat tayangan video pengaruh pandemiCovid-19 terhadap belanja online kebutuhan pokok. Guru melakukantanya jawab dengan peserta didik dan mengaitkan video dengankegiatan belajar. Peserta didik difasilitasi guru mengaitkan videodengan kegiatan belajar.

4. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran pertemuan 12-13mengenai kebutuhan manusia.

a. Menjelaskan deinisi kebutuhan.

b. Mengidentiikasi jenis-jenis kebutuhan.

c. Menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kebutuhan.

d. Menunjukan jenis-jenis alat pemuas kebutuhan..

 

KegiatanInti

Guru menjelaskan tentang petunjuk kerja dan tugas dari lembar aktivitas Xuntuk mengidentiikasi jenis-jenis kebutuhan. Kegiatan ini dimaksudakanuntuk memberikan pemahaman kepada peserta didik bahwa jeniskebutuhan setiap orang berbeda dan bersifat dinamis karena ada faktor-faktoryang memengaruhi kebutuhan manusia. Proses saling tukar hasiltemuan peserta didik dapat dilakukan dalam waktu singkat, kemudianguru melakukan tanya jawab dengan peserta didik terkait hasil identiikasi.

Peserta Didik Mengidentiikasi Masalah

Setelah peserta didik mengidentiikasi jenis-jenis kebutuhannya, kemudianguru mendorong peserta didik mengajukan berbagai pertanyaan yangmengarah pada HOTS. Beberapa pertanyaan yang diajukan misalnya Apasaja faktor-faktor yang memengaruhi kebutuhan manusia? Mengapa dimasa Pandemi Covid-19 banyak belanja online meningkat?

Peserta Didik Mengelola Informasi

Peserta didik mengolah informasi secara berkelompok di bawah bimbinganguru. Kegiatan ini dapat dilakukan secara bervariasi, misalnya denganmenggunakan model discovery learning. Berikut merupakan tahapankegiatan discovery learning: Guru membimbing peserta didik membagikelompok yang terdiri dari 4-5 peserta didik.

1. Setiap kelompok diberikan contoh kasus data mengenai jumlahpenduduk Indonesia dan kerusakan lingkungan akibat tambang batubata.

2. Peserta didik diminta untuk mengamati data peningkatan jumlahpenduduk dan gambar kerusakan lingkungan akibat tambang batubata.

3. Guru memfasilitasi siswa untuk merumuskan masalah terkaitketerkaitan antara jumlah penduduk dengan kerusakan lingkunganakibat tambang batu bata.

4. Setiap kelompok mengajukan dugaan jawaban terhadap hasil analisisketerkaitan jumlah penduduk kerusakan lingkungan akibat tambangbatu bata.

5. Masing-masing kelompok berdiskusi dan mengumpulkan informasidari berbagai sumber untuk membuktikan dugaan jawaban keterkaitanpeningkatan jumlah penduduk dan gambar kerusakan lingkunganakibat tambang batu bata.

6. Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusinya dalambentuk infograis atau bentuk lainnya.

7. Guru memandu peserta didik mempresentasikan hasil diskusi.

Peserta Didik Merencanakan dan Mengembangkan Ide

1. Hasil pengolahan informasi disajikan dalam bentuk laporan/poster/karya lainnya.

2. Peserta didik secara berkelompok mengidentiikasi kebutuhan masing-masinganggota kelompok selama tiga hari terakhir dan pengorbananyang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Guru dapatmenggunakan lembar aktivitas kelompok untuk menemukan jawabanjawabantersebut.

Peserta Didik Melakukan Releksi Dan Aksi

1. Peserta didik mengkomunikasikan hasil pengolahan informasi

2. Guru memfasilitasi peserta didik menemukan simpulan pembelajaran.

3. Guru memberikan kesempatan ke peserta didik untuk menyampaikanpendapat berkaitan dengan aktivitas yang telah dilakukan.

4. Penguatan dan pengayaan dilakukan untuk mengembangkan danmeningkatkan kompetensi peserta didik.

 

Penutup

1. Penilaian pembelajaran dilakukan secara lisan atau tertulis

2. Peserta didik melakukan releksi pembelajaran berkaitan dengansikap, pengetahuan, dan keterampilan.

Sikap

a. Apakah aku sudah melakukan pembelajaran secara bertanggungjawab?

b. Apakah aku sudah mengumpulkan tugas secara tepat waktu?

c. Apakah akus sudah mencantumkan sumber referensi dalam hasilkaryaku?

d. Apakah aku sudah mampu berkolaborasi dengan baik bersamateman-temanku?

Inspirasi dari pembelajaran upaya memenuhi kebutuhan secarabijak dan bisa menyusun skala prioritas dalam berbelanja.

Pengetahuan

a. Apakah aku sudah mampu mengidentiikasi jenis-jenis kebutuhan?

b. Faktor apa saja yang memengaruhi kebutuhan manusia?

c. Mengapa perlu menyusun skala prioritas dalam berbelanja sebagaiupaya memenuhi kebutuhan hidup?

Keterampilan

Apakah aku sudah berhasil mengidentiikasi kebutuhan selama tigahari terakhir dan pengorbanan yang diperlukan untuk memenuhikebutuhan tersebut?

3. Releksi juga dapat dilakukan misalnya dengan kuis, peserta didikmenuliskan kompetensi yang diperoleh baik sikap, pengetahuan. Dapatpula dengan menuliskan inspirasi yang diperoleh dan akan dilakukanmasa akan datang.

4. Tindak lanjut dilakukan dengan mendorong pesertadidik mempelajari lebih lanjut dan informasi pembelajaran berikutnyatentang kelangkaan.

5. Doa dan penutup.

F.  REFLEKSI

Manusia sebagai makhluk hidup memiliki berbagai kebutuhan sepertikebutuhan primer, sekunder, dan tersier. Alam Indonesia dianugerahikekayaan sumber daya yang melimpah dan dapat dimanfaatkan untukmemenuhi berbagai kebutuhan manusia. Perbedaan karakteristik wilayahmenyebabkan terjadinya keragaman sumber daya yang dihasilkan. Halinilah yang mendorong terjadi interaksi antarwilayah untuk mencukupikebutuhannya. Selain interaksi antarwilayah, sebagai makhluk sosialtentunya manusia senantiasa berinteraksi dengan orang lain. Sepanjangperkembangan usia, proses sosialisasi berupa pembelajaran mengenainilai, aturan, dan norma yang berlaku dalam masyarakat juga berlangsung.Terjadinya proses sosialisasi di lingkungan keluarga dan masyarakatdapat memengaruhi pembentukan karakter dan gaya hidup.

Coba kalianrenungkan pertanyaan berikut ini:

1. Karakter apa yang menonjol dalam diri kalian?

2. Apakah karakter tersebut mirip dengan salah satu anggota keluargakalian? Mengapa hal tersebut dapat terjadi?

3. Bagaimana sikap kalian dalam berinteraksi dengan teman yangmemiliki karakter berbeda dengan kalian?

F.  ASESMEN/ PENILAIAN

Penilaian Proses dan Hasil Pembelajaran

a. Konsep Penilaian dan Pembelajaran IPS

Penilaian merupakan kegiatan yang bertujuan untuk memperoleh,menganalisis, menafsirkan proses dan hasil belajar peserta didik secarasistematis. Penilaian tersebut dapat digunakan untuk mengetahui tingkatkeberhasilan pencapaian kompetensi, proses pembelajaran, tingkatkesulitan belajar peserta didik, dan penentuan tindak lanjut pembelajaran.Penilaian pembelajaran IPS memakai pendekatan penilaian autentik(authentic assesment) untuk menilai kesiapan peserta didik, proses, danhasil belajar secara utuh. Hasil penilaian tersebut dapat dimanfaatkanguru dalam merencanakan program perbaikan (remedial), pengayaan(enrichment), layanan konseling, dan sebagai landasan untuk memperbaikiproses pembelajaran selanjutnya.

b. Teknik dan Instrumen Penilaian

Penilaian kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan dilakukanmenggunakan teknik dan instrumen penilaian. Berikut merupakanpenjabaran teknik dan instrumen penilaian dari masing-masing kompetensi.

 

1.  Penilaian kompetensi sikap

Teknik penilaian kompetensi sikap dapat berupa observasi, penilaiandiri, dan penilaian antar teman. Kegiatan ini bisa dilakukan oleh gurumatabpelajaran, wali kelas, dan guru bimbingan konseling (BK) yang ditulisdalam buku jurnal. Jurnal berisi catatan kejadian tertentu dan informasilain yang relevan.

a. Observasi

Instrumen dalam observasi yaitu lembar observasi atau jurnal. Lembarobservasi berisi catatan perilaku peserta didik berdasarkan pengamatanoleh guru mata pelajaran, wali kelas, dan guru bimbingan konseling selamasatu semester. Setiap catatan berisi deskripsi perilaku peserta didik yangdilengkapi dengan waktu dan tempat pengamatan tersebut.

Jika terjadi perubahan sikap peserta didik dari yang kurang baikmenjadi baik maka dalam jurnal harus ditulis bahwa sikap peserta didiktersebut telah baik atau bahkan sangat baik. Hal yang dicatat dalamjurnal bisa berupa sikap kurang baik, baik, maupun sangat baik, sertaperkembangan perubahan sikap peserta didik. Berikut merupakan contohlembar observasi penilaian sikap peserta didik selama satu semester:

Contoh Tabel Jurnal Pengembangan Sikap

No

Tanggal

Nama Siswa

Catatan Perilaku

Butir Sikap

   1

 

 

 

 

2

 

 

 

 

3

 

 

 

 

4

 

 

 

 

dst

 

 

 

 

 

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan penilaiansikap menggunakan teknik observasi :

·      Jurnal penilaian sikap ditulis oleh guru mata pelajaran, wali kelas, dan guru BK selama satu semester.

·      Penilaian oleh wali kelas dapat menggunakan 1 (satu) jurnal untuk satu kelas yang menjadi tanggung-jawabnya. Penilaian oleh guru mata pelajaran dapat menggunakan 1 (satu) jurnal untuk setiap kelas yang diajarnya, dan penilaian oleh guru BK dapat menggunakan 1 (satu) jurnal untuk setiap kelas di bawah bimbingannya.

·      Penilaian perkembangan sikap sipritual dan sikap sosial peserta didik bisa dicatat dalam satu jurnal yang sama atau dalam 2 (dua) jurnal berbeda.

·      Peserta didik yang dicatat dalam jurnal adalah peserta didik yang menunjukkan perilaku yang sangat baik maupun kurang baik secara alami.

·      Pencatatan jurnal dilakukan dengan segera seperti ketika wali kelas, guru mata pelajaran, maupun guru BK menyaksikan atau memperoleh informasi terpercaya mengenai perilaku peserta didik.

·      Jika peserta didik pernah menunjukkan sikap kurang baik tetapi selama satu semester tersebut menunjukan perkembangan ke arah sikap baik, maka sikap baik tersebut juga dicatat dalam jurnal.

·      Guru mata pelajaran dan guru BK merangkum catatan jurnal perkembangan sikap spiritual dan sikap sosial setiap peserta didik dan menyerahkannya kepada wali kelas untuk diolah lebih lanjut

Berikut merupakan contoh jurnal penilaian (perkembangan) sikapspiritual dan sikap sosial oleh wali kelas.

Contoh Jurnal Penilaian Sikap Spiritual

Nama Sekolah: SMP .............................

Kelas/Semester   : VII/I

Tahun Pelajaran: 2022/2023

No

Waktu

Nama Siswa

Catatan Perilaku

Butir Sikap

   1

19/07/22

Haidar

Tidak mengikuti sholatDzuhur berjamaah disekolah.

Ketaqwaan

2

19/07/22

Halwa

Mengganggu temanketika berdoa sebelumkegiatan pembelajaran.

Ketaqwaan

3

19/07/22

Sugi

Mengajak temanberdoa sebelumolahraga badminton disekolah.

Ketaqwaan

4

19/07/22

Said

Berpartisipasi sebagaipanitia perayaankeagamaan di sekolah.

Toleransi

beragama

Contoh Jurnal Penilaian Sikap Sosial

Nama Sekolah: SMP .............................

Kelas/Semester   : VII/I

Tahun Pelajaran: 2022/2023

No

Waktu

Nama Siswa

Catatan Perilaku

Butir Sikap

   1

12/07/22

Haidar

Membantu seorangteman yang kesulitanmenyebrang jalan didepan sekolah.

Kepedulian

2

26/08/22

Halwa

Menyerahkandompet yangditemukan di kantinsekolah kepada walikelas.

Kejujuran

3

26/09/22

Sugi

Tidak menggunakanatribut upacara disekolah denganlegkap.

Kedisiplinan

4

25/10/22

Said

Berinisiatifmenyiram tanamanyang mulai kering.

Kepedulian

 

Contoh format di atas dapat digunakan guru mata pelajaran danguru BK dalam penilain sikap spiritual dan sosial. Catatan tersebut jugadapat dibuat dalam satu tabel yang sama dengan menambahkan kolomketerangan pada bagian paling kanan untuk menuliskan keterangan jenissikap yang ditulis. Berikut merupakan contoh tabel jurnal penilaian sikap(spiritual dan sosial) yang dijadikan dalam satu tabel:

Contoh Jurnal Penilaian Sikap

Nama Sekolah: SMP .............................

Kelas/Semester   : VII/I

Tahun Pelajaran: 2022/2023

No

Waktu

Nama Siswa

Catatan Perilaku

Butir Sikap

Ket.

   1

19/07/22

Haidar

Membantuseorang temanyang kesulitanmenyebrangjalan di depansekolah

Ketaqwaan

Sosial

2

19/07/22

Halwa

Mengajak temanberdoa sebelumolahragabadminton disekolah.

Kepeduliaan

Spiritual

3

19/07/22

Sugi

Menggangguteman ketikaberdoa sebelumkegiatanpembelajaran.

Toleransi

beragama

Spiritual

4

18/11/22

Said

Berinisiatifmenyiramtanaman yangmulai kering.

Ketaqwaan

Sosial

 

b. Penilaian Diri (Self Assesment)

Penilaian diri merupakan teknik penilaian terhadap diri sendiri olehpeserta didik dengan mengidentiikasi kelebihan dan kekurangan sikappeserta didik dalam berperilaku. Teknik penilaian ini dapat digunakanuntuk menumbuhkan nilai-nilai kejujuran dan meningkatkan kemampuanreleksi diri peserta didik. Satu tabel penilaian diri dapat digunakan untukpenilaian sikap spiritual dan sikap sosial. Berikut merupakan contohlembar penilaian diri menggunakan Likert Scale.

Contoh Lembar Penilaian Diri Siswa (Likert Scale)

Nama teman yang dinilai:..................

Nama penilai:..................

Kelas:....................

Semester:....................

Berilah tanda centang  pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengankeadaan sebenarnya

 

No

Pernyataan

Skala

1

2

3

4

   1

Saya berdoa sebelum melakukan kegiatan

 

 

 

 

2

Saya melaksanakan ibadah sholat tepat waktu

 

 

 

 

3

Saya berani mengakui kesalahan jika memang

bersalah

 

 

 

 

4

Saya mengumpulkan tugas sesuai jadwal yang

diberikan

 

 

 

 

5

Saya mengembalikan barang yang saya pinjam

dalam kondisi baik

 

 

 

 

6

Saya meminta maaf jika melakukan kesalahan

 

 

 

 

7

Saya datang ke sekolah tepat waktu

 

 

 

 

Keterangan:

1 = sangat jarang

2 = jarang

3 = sering

4 = selalu

 

 

c. Penilaian Antar Teman

Penilaian antar teman adalah teknik penilaian yang dilakukan pesertadidik terhadap peserta didik yang lain mengenai sikap/perilaku pesertadidik. Penilaian antarteman dapat digunakan untuk menumbuhkan nilaikejujuran, tenggang rasa, dan saling menghargai. Satu lembar penilaiandiri dapat digunakan untuk penilaian sikap spiritual dan sikap sosial.

Berikut merupakan contoh lembar penilaian antarteman menggunakanLikert Scale.

Contoh Lembar Penilaian Diri Siswa (Likert Scale)

Nama: ..................

Kelas:....................

Semester:....................

Berilah tanda centang pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengankeadaan sebenarnya

No

Pernyataan

Skala

1

2

3

4

   1

Teman saya berkata jujur kepada orang lain

 

 

 

 

2

Teman saya mengerjakan ulangan dengan jujur

 

 

 

 

3

Teman saya mentaati tata-tertib sekolah

 

 

 

 

4

.....................................

 

 

 

 

Keterangan:

1 = sangat jarang

2 = jarang

3 = sering

4 = selalu

Pada dasarnya teknik penilaian diri ini tidak hanya untuk aspek sikap,tetapi juga dapat digunakan untuk menilai kompetensi dalam aspekkete rampilan dan pengetahuan.

 

2. Penilaian Kompetensi Pengetahuan

a) Pengertian Penilaian Pengetahuan

Penilaian pengetahuan merupakan penilaian yang dilakukan untukmengetahui kemampuan peserta didik berkaitan dengan penguasaanpengetahuan faktual, konseptual, maupun prosedural serta kecakapanberpikir tingkat rendah hingga tinggi. Guru dapat memilih teknikpenilaian yang disesuaikan dengan karakteristik kompetensi yang akandinilai. Penilaian diawali dengan perencanaan pada saat menyusunrencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Hasil penilaian pengetahuanyang dilakukan selama dan setelah proses pembelajaran dinyatakan dalambentuk angka dengan rentang 0-100.

 

b) Teknik Penilaian Pengetahuan

Teknik penilaian pengetahuan yang akan digunakan dapat disesuaikandengan karakteristik masing-masing Kmpetensi Dasar (KD). Teknikpenilaian pengetahuan yang sering digunakan yaitu tes tertulis, tes lisan,dan penugasan. Berikut merupakan penjabaran dari berbagai teknikpenilaian pengetahuan.

 

Contoh Teknik Penilaian Pengetahuan

Teknik

Bentuk Instrumen

Tujuan

Tes tertulis

Pilihan ganda, benar-salah,menjodohkan, isian ataumelengkapi, dan uraian.

Mengetahui kemampuanpenguasaan pengetahuanpeserta didik dalam prosespembelajaran.

Tes lisan

Tanya jawab

Mengetahui pemahamanpeserta didik sebagaidasar perbaikan prosespembelajaran

Penugasan

Tugas individu dan kelompok

Memfasilitasi penguasaanpengetahuan pesertadidik selama prosespembelajaran.

 

 

1. Tes Tertulis

Tes tertulis merupakan soal dan jawaban disajikan secara tertulis, misalnyapilihan ganda, benar-salah, dan uraian. Langkah-langkah pengembangan testertulis:

Kisi-kisi Tes Tertulis

Nama Sekolah    : SMP .............................

Kelas/Semester   : VII/I

Tahun Pelajaran: 2022/2023

Mata Pelajaran: IPS

No

Kompetensi

Dasar

Materi

Indikator

Soal

Bentuk

Soal

Jumlah

Soal

1

·        Menjelaskan deinisi kebutuhan.

·        Mengidentiikasi jenis-jenis kebutuhan.

·        Menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kebutuhan.

·        Menunjukan jenis-jenis alat pemuas kebutuhan.

Kebutuhan Hidup Manusia

·        Peserta didik diharapkan mampu menjelaskan deinisi kebutuhan.

·        Peserta didik diharapkan mampu mengidentiikasi jenis-jenis kebutuhan.

·        Peserta didik diharapkan mampu menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kebutuhan.

·        Peserta didik diharapkan mampu menunjukan jenis-jenis alat pemuas kebutuhan.

Tes Tertulis

3

 

Butir soal:

1. Apa yang kalian ketahui tentang kebutuhan dan sebutkan jenis jenisnya?

2. Faktor apa saja yang memengaruhi kebutuhan manusia?

3. Mengapa perlu menyusun skala prioritas dalam berbelanja sebagaiupaya memenuhi kebutuhan hidup?

Pemberian skor Tes Tertulis

No.

Soal

Kunci Jawaban

Skor

1

Kebutuhanterbagi menjadi : Kebutuhan Primer, yaitu kebutuhan yang harus dipenuhi agar manusia dapat bertahan hidup. Contoh : makanan, minum, pakaian. Kebutuhan Sekunder, yaitu kebutuhan yang dipenuhi setelah kebutuhan primer terpenuhi.

2

2

Faktor yang Memengaruhi Kebutuhan Manusia

Kebutuhan Primer, Kebutuhan Sekunder, Kebutuhan Tersier, Kebutuhan Sekarang, Kebutuhan Masa Mendatang, Kebutuhan Mendesak, Kebutuhan Sepanjang Waktu, Kebutuhan Jasmani, Kebutuhan Rohani

1

3

Dengan adanya skala prioritas, manusia diharapkan dapat mengetahui mana kebutuhan yang harus didahulukan dan mana kebutuhan yang bisa ditunda terlebih dahulu. Sehingga, kita dapat memenuhi kebutuhan dengan tepat dan sesuai dengan kemampuan.

1

Total Skor Maksimum

4

 

 

2. Tes Lisan

Tes lisan merupakan pertanyaan yang diberikan guru secara lisan kepadapeserta didik yang jawaban atas pertanyaan tersebut juga disampaikan secaralisan. Tes ini bertujuan untuk mengetahui penguasaan pengetahuan pesertadidik dan menumbuhkan kemampuan berkomunikasi. Pemberian tes lisandapat dilakukan pada saat pembelajaran berlangsung. pertanyaanpada tes lisan:

·      Apa saja faktor-faktor yang memengaruhi kebutuhan manusia?

·      Mengapa di masa Pandemi Covid-19 banyak belanja online meningkat?

 

3. Penugasan

Penugasan adalah pemberian tugas untuk meningkatkan pengetahuanpeserta didik. Tugas dapat dikerjakan baik secara individu maupunkelompok sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai. Berikutmerupakan contoh kisi-kisi tugas dan contoh pedoman penskorannya.

Nama Sekolah    : SMP .............................

Kelas/Semester   : VII/I

Tahun Pelajaran: 2022/2023

Mata Pelajaran: IPS

 

Kompetensi

Dasar

Materi

Indikator

Teknik

Penilaian

·        Menjelaskan deinisi kebutuhan.

·        Mengidentiikasi jenis-jenis kebutuhan.

·        Menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kebutuhan.

·        Menunjukan jenis-jenis alat pemuas kebutuhan.

Kebutuhan Hidup Manusia

·        Peserta didik diharapkan mampu menjelaskan deinisi kebutuhan.

·        Peserta didik diharapkan mampu mengidentiikasi jenis-jenis kebutuhan.

·        Peserta didik diharapkan mampu menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kebutuhan.

·        Peserta didik diharapkan mampu menunjukan jenis-jenis alat pemuas kebutuhan.

Penugasan

 

Pedoman Pemberian Skor Tugas

No Soal

Aspek yang Dinilai

Skor

1

Faktor faktor apa yang mendorong terjadinya interaksi antar wilayah

0-2

2

Sebutkan contoh interaksi antar wilayah

0-3

3

Apa dampak interaksi antar wilayah?

0-3

4

Keruntutanbahasa

0-2

Total Skor Maksimum

10

 

3. Penilaian Keterampilan

a) Pengertian Penilaian Keterampilan

Penilaian keterampilan dilakukan untuk mengetahui kemampuanpeserta didik dalam menerapkan pengetahuan yang telah diperolehuntuk melakukan tugas tertentu sesuai dengan indikator pencapaiankompetensi. Penilaian ini dapat dilakukan dengan berbagai teknik, sepertipenilaian kinerja dan penilaian proyek. Berikut merupakan contoh kisi-kisipenilaian keterampilan, tugas, dan pedoman pemberian skor.

b) Teknik Penilaian Keterampilan

• Penilaian kinerja

Berikut ini Kisi-kisi Penilaian Kinerja, soal/tugas, pedomanpemberian skor:

Kisi-kisi Penilaian Kinerja

Nama Sekolah    : SMP .............................

Kelas/Semester   : VII/I

Tahun Pelajaran: 2022/2023

Mata Pelajaran: IPS

No

Kompetensi

Dasar

Materi

Indikator

Teknik

Penilaian

1

·        Menjelaskan deinisi kebutuhan.

·        Mengidentiikasi jenis-jenis kebutuhan.

·        Menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kebutuhan.

·        Menunjukan jenis-jenis alat pemuas kebutuhan.

Kebutuhan Hidup Manusia

·        Peserta didik diharapkan mampu menjelaskan deinisi kebutuhan.

·        Peserta didik diharapkan mampu mengidentiikasi jenis-jenis kebutuhan.

·        Peserta didik diharapkan mampu menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kebutuhan.

·        Peserta didik diharapkan mampu menunjukan jenis-jenis alat pemuas kebutuhan.

 

 

Rubrik Pemberian Skor Penilaian Kinerja

No

Aspek yang Dinilai

Skala

0

1

2

3

4

   1

Merencanakan pengamatan

 

 

 

 

 

2

Melakukan pengamatan

 

 

 

 

 

3

Membuat laporan

 

 

 

 

 

Jumlah:

Penilaian diberikan dengan memperhatikan aspek proses dan produk.Guru dapat menetapkan bobot pemberian skor yang berbeda antara satudan aspek yang lainnya dengan memperhatikan karakteristik kompetensiyang dinilai.

 

Rubrik Penilaian Kinerja

No

Indikator

Rubrik

1

Menyiapkan bahan

yang diperlukan

2 = Menyiapkan seluruh alat dan bahan yangdiperlukan.

1 = Menyiapakan sebagian alat dan bahan yangdiperlukan.

0 = Tidak menyiapkan alat bahan

2

Pengamatan

4 = Melakukan empat langkah kerjadengan tepat

3 = Melakukan tiga langkah kerja dengantepat.

2 = Melakukan dua langkah kerja dengantepat.

1 = Melakukan satu langkah kerja dengantepat.

0 = Tidak melakukan langkah kerja.

 

Langkah kerja:

1. Menyiapkan kertas gambar ukuran A4.

2. Menggambar Kebutuhan Hidup Manusia.

3.Mencantumkan Kebutuhan Hidup Manusia padagambar yang di buat

4. Memberikan warna pada kenampakanobjek yang di gambar pada Kebutuhan Hidup Manusia.

3

Membuat laporan

3 = Memenuhi 3 kriteria

2 = Memenuhi 2 kriteria

1 = Memenuhi 1 kriteria

0 = Tidak memenuhi kriteria

 

Kriteria laporan:

1. Memenuhi sistematika laporan (judul, tujuan,alat dan bahan, prosedur, data pengamatan,pembahasan, kesimpulan)

2. Data, pembahasan, dan kesimpulan benar

3. Komunikatif

 

 

• Penilaian proyek

Penilaian proyek merupakan kegiatan yang bertujuan untukmengetahui kemampuan peserta didik dalam mengimplementasikanpengetahuannya melalui penyelesaian suatu tugas dalam waktu tertentu.Penilaian ini dapat digunakan untuk mengukur satu maupun beberapaKompetensi Dasar (KD) dalam satu atau beberapa mata pelajaran.

Kegiatan yang dilakukan dimulai dengan perencanaan, pengumpulan,pengorganisasian, pengolahan, penyajian, dan pelaporan. Beberapa halyang perlu dipertimbangkan dalam penilaian proyek, yaitu:

1) Pengelolaan

Kemampuan peserta didik untuk menentukan tema atau topik,mengumpulkan informasi, pengolahan data, dan penulisan laporan.

2) Relevansi

Tema yang dipilih sesuai dengan Kompetensi Dasar (KD).

3) Keaslian

Laporan atau produk yang dibuat peserta didik merupakan hasilkaryanya.

4) Inovasi dan Kreativitas

Terdapat unsur-unsur kebaruan dan berbeda pada produk yangdihasilkan peserta didik.

Kisi-kisi Penilaian Proyek

Nama Sekolah    : SMP .............................

Kelas/Semester   : VII/I

Tahun Pelajaran: 2022/2023

Mata Pelajaran: IPS

No

Kompetensi

Dasar

Materi

Indikator

Teknik

Penilaian

1

·        Menjelaskan deinisi kebutuhan.

·        Mengidentiikasi jenis-jenis kebutuhan.

·        Menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kebutuhan.

·        Menunjukan jenis-jenis alat pemuas kebutuhan.

Kebutuhan Hidup Manusia

·        Peserta didik diharapkan mampu menjelaskan deinisi kebutuhan.

·        Peserta didik diharapkan mampu mengidentiikasi jenis-jenis kebutuhan.

·        Peserta didik diharapkan mampu menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kebutuhan.

·        Peserta didik diharapkan mampu menunjukan jenis-jenis alat pemuas kebutuhan.

Penilaian Proyek

 

Proyek : Buatlah poster salah satu tujuan kebutuhan manusia menggunakan kertas gambar ukuran A3, pensil warna atau cat air denganmemperhatikan hal- hal berikut!

1. Pilihlah salah satu tujuan kebutuhan manusia.

2. Amati tujuan tersebut apakah telah tercapai atau belum tercapai diIndonesia lalu sampaikan dalam poster.

3. Gambar salah satu tujuan kebutuhan manusia yang telahdipilih!

4. Tuliskan kebutuhan manusia konsep dari poster yang akan peserta didik sampaikan!

5. Laporkan hasilnya secara lisan!

Rubrik Pemberian Skor Proyek

No

Pernyataan

Skor

1

2

3

4

   1

Kemampuan peserta didik dalam merencanakan

 

 

 

 

2

Kemampuan menggambar poster

 

 

 

 

3

Kemampuan penyampaian konsep berdasarkanposter yang digambar

 

 

 

 

4

Kemampuan mempresentasikan isi poster

 

 

 

 

5

Produk Poster

 

 

 

 

Skor Maksimum

15

Catatan:

Guru bisa menetapkan bobot yang berbeda-beda antara aspek satu dan lainnya

pada pemberian skor dengan memperhatikan karakteristik Kompetensi Dasar

(KD) atau keterampilan yang dinilai.

 

Rubrik PenilaianProyek

No

Pernyataan

Keterangan

1

Kemampuan Perencanaan

2 = perencanaan lengkap (bahan, carakerja, hasil), dan rinci

1 = perencanaan kurang lengkap

0 = tidak ada perencanaan

2

Kemampuan menggambarposter secara tepat sesuaidengan salah satu tujuankebutuhan manusia

2 = menggambar dan mewarnai posterdengan baik dan interpretasi tujuanpembangunan berkelanjutan dalamposter tepat.

1 = menggambar dan memberikan warna pada poster tetapi salahdalam menginterpretasikan tujuanpembangunan berkelanjutan yangdipilih.

0 = gambar tidak diberi warna dantidak tepat dalam menginterpretasikantujuan pembangunan berkelanjutanyang dipilih.

ASESMEN

Asesment terdiri dari 10 pertanyaan pilihan ganda dan 5 pertanyaanuraian. Pertanyaan disesuaikan dengan HOTS (High Order Thinking Skill)untuk merangsang kemampuan berpikir peserta didik. Soal HOTS dalampilihan ganda menggunakan stimulus sosial dengan konteks dunia nyata.

Pertanyaan dalam soal HOTS menuntut peserta didik untuk berpikirkritis, logis, metakognisi dan kreatif sehingga tidak sekadar mengingatdan memahami materi yang diberikan kepada peserta didik

A. PILIHAN GANDA

Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan cara memberi tanda silang (X)

pada alternatif jawaban yang tersedia!

1. Sejarah perlu dipelajari karena bisa memberikan informasi tentangperistiwa-peristiwa yang terjadi pada masa lampau. Manusia, waktu,dan ruang memiliki keterkaitan dalam sejarah karena ....

a. memengaruhi kehidupan di masa lalu

b. bagian dari unsur-unsur sejarah

c. waktu dan ruang menjadi kunci utama dalam sejarah

d. memengaruhi cara pandang terhadap sejarah

2. Keluarga Iqbal sedang mudik dari Tasikmalaya menuju Pacitan danmemilih jalur selatan dibanding jalur pantai utara karena pertimbanganwaktu tempuh yang lebih singkat yaitu sekitar 5 jam dibanding melaluijalur pantai utara. Konsep lokasi yang sesuai pernyataan tersebutadalah lokasi ....

a. Absolut

b. Relatif

c. Tetap

d. Jarak tempuh

3. Indonesia terleletak antara 60 LU-110 LS dan 950 BT-1410 BT. Selain itu,negara kita terletak di antara Samudra Pasifik dan Samudra Atlantik,dan juga memiliki relief dan topografi yang kompleks. Posisi Indonesia yang demikian berpengaruh terhadap iklim di pulau-pulau dan atauwilayah-wilayah di dalamnya, yaitu ....

a. Wilayah Bogor di Jawa dan Bukit Tinggi Sumatra beriklim basahdan sejuk penghasil sayur-sayuran

b. Wilayah Jakarta, Surabaya, dan Semarang beriklim kering dan panaspenghasil tanaman makanan pokok

c. Pulau-pulau di Wilayah NTT, NTB, dan Maluku beriklim panas danbasah penghasil daging ternak

d. Pulau-pulau di barat dan timur Sumatra beriklim basah dan dinginpenghasil buah-buahan

4. Skala peta II sesuai ilustrasi berikut adalah ....

a. 1:6000

b. 1:60.000

c. 1:600.000

d. 1:6000.000

5. Tradisi lisan lebih sulit untuk dianalisis karena ....

a. perlu menangkap kenyataan di belakang ceritanya

b. disampaikan secara lengkap dan jelas

c. esensi cerita bersifat tetap

d. membutuhkan banyak narasumber

6. Rumi memanfaatkan waktu luang untuk membuat pesanan tas rajut.Pernyataan tersebut mencerminkan tindakan manusia sebagaimakhluk ....

a. Individu

b. Religius

c. Ekonomi

d. Sosial

7. Harefa menolong kucing yang terjebak dalam saluran air karenadiajarkan orang tuanya untuk tolong menolong dengan makhluk hiduplainnya merupakan pengaruh dari agen sosialisasi ....

a. Keluarga karena adanya pembiasaan penerapan nilai yangbersumber dari perasaan dan estetis

b. Keluarga karena adanya penanaman nilai material secara terusmenerus

c. Keluarga, melalui penanaman dan pembiasaan nilai material

d. Keluarga, melalui penanaman nilai kebaikan

8. Perhatikan gambar di atas!

Nilai sosial yang utama dalam gambar tersebut yaitu nilai ....

a. Moral karena bersumber pada kehendak manusia

b. Moral karena bersumber dari perasaan

c. Kebenaran karena bersumber pada unsur akal

d. Kebenaran karena bersumber pada perasaan dan kehendakmanusia

9. Perhatikan gambar berikut!

Informasi yang dapat diperoleh dari gambar di atas yaitu ....

a. Wilayah A dan B dapat disuplay wilayah C

b. Wilayah A dan C dapat dipenuhi wilayah B

c. Hubungan wilayah A dan B yang kuat

d. Hubungan wilayah A dan C yang kuat karena pengaruh wilayah B

10. Perhatikan jenis barang berikut:

(1) Pensil (5) Jagung

(2) Pertalite (6) Nasi

(3) Motor (7) Pertamax

(4) Pulpen

Barang yang termasuk dalam kategori barang komplementer ditunjukanoleh nomor ....

a. (1) dan (4)

b. (2) dan (3)

c. (2) dan (7)

d. (5) dan (6)

 

B. ESAI

Jawablah soal-soal berikut secara jelas, benar, dan ringkas!

1. Bagaimana pendapat kalian mengenai pentingnya mempelajari sejarahkeluarga?

2. Hitunglah skala peta jika diketahui jarak Desa R dengan Desa M adalah20 km, sedangkan jarak di peta 4cm!

3. Perhatikan bacaan berikut:

Ini Rencana Pembangunan Tol Yogyakarta-Bawen, DaftarDaerah yang Dilewati Serta Target Pengerjaannya

Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) dan Perjanjian PenjaminanProyek Jalan Tol Yogyakarta-Bawen resmi ditandatangani pada Jumat(13/11/2020). Jalan tol ini akan terhubung dengan jalan tol Semarang–Solo dan jalan tol Solo–Yogyakarta–YIA Kulon Progo dan membentuksegitiga emas yang dapat meningkatkan perekonomian dan konektivitaswilayah khususnya Yogyakarta, Solo, dan Semarang (Joglosemar).

Konsep Joglosemar sudah lama dirancang. Melalui pembangunanjalan tol ini, diharapkan Pariwisata tidak hanya berkembang di satuwilayah tetapi juga wilayah lain. Semua terkoneksi oleh jalan tol.Masyarakat juga mendapat banyak manfaat. Tol Yogyakarta-Bawen,akan dilengkapi dengan terowongan yang lokasi potensialnya terdapatdi antara Ambarawa dan Temanggung. Terowongan dibangun karenatidak ingin merusak kawasan Banaran yang sejuk sebagai destinasiwisata dengan produk unggulan kopi.

Sumber: https://jogja.tribunnews.com/amp/2020/11/13/ini-rencana-pembangunan-tolyogyakarta-bawen-daftar-daerah-yang-dilewati-serta-target-pengerjaannya?page=3

Berdasarkan informasi di atas, jelaskan dampak pembangunan jalantol Yogyakarta-Bawen terhadap interaksi antarwilayah tersebut!

4. Perhatikan bacaan berikut:

Ancaman Perilaku Konsumtif di Tengah Pandemi Corona

Merebaknya virus corona berdampak besar tidak hanya dalambidang kesehatan, tetapi juga berdampak pada perekonomian,termasuk kegiatan ekonomi yang berhubungan dengan pembelianbarang atau jasa. Aktivitas masyarakat menjadi lebih terbatas, bahkanaktivitas berbelanja juga banyak dilakukan dari rumah, melalui belanjaonline.

Peluang ini tidak disia-siakan oleh perusahaan e-commerce ataubiasa disebut juga online shop. Online shop berlomba-lombamenawarkan berbagai kemudahan dan berbagai promosi menarikpada konsumen, seperti diskon, cashback, dan bonus pembelian.Berbagai promosi menarik yang ditawarkan dapat membuat kitaselaku konsumen menjadi “gelap mata” sehingga menjadi konsumtif,belanja berlebihan, di luar batas kebutuhan. Godaan konsumtif makinbesar karena di rumah kita memiliki banyak waktu untuk membukabukasitus belanja online, yang membuat kita makin terpapar denganberbagai program yang ditawarkan.

Seringkali orang-orang yang berperilaku konsumtif sampai harusterjebak utang demi menutupi gaya hidupnya, harus berurusandenganpihak penagih hutang, terjebak dalam gaya hidup materialistis danhedonisme sehingga menghalalkan segala cara untuk mendapatkanuang. Sebagai konsumen, tentunya kita harus lebih bijaksana agartidak terjebak dalam perilaku konsumtif. Jangan sampai ketika suatusaat virus Corona mereda, muncullah virus baru yang bernama viruskonsumtif. Jadi, mari bekerja, belajar, beribadah, dan berbelanjabijaksana dari rumah.

Meike Kurniawati S.Psi, MM

Dosen Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara

Sumber: https://money.kompas.com/read/2020/04/02/191400326/ancaman-perilakukonsumtif-di-tengah-pandemi-corona?page=all#page2

Mengapa perilaku konsumtif bisa terjadi di tengah Pandemi COVID-19?

Agen sosialisasi apa yang dapat memengaruhi perilaku konsumtiftersebut?

5. Perhatikan bacaan berikut:

Pelajar Bandung Deklarasi Anti-Nyontek di UN

Deklarasi anti-nyontek diperdengarkan oleh pelajar SMA se-KotaBandung di depan Gedung Sate pada Jumat (13/4) sore. Meskipundeklarasi tersebut sempat terhambat dengan turunnya hujan deras,tetapi hal itu tidak menghentikan niat mereka untuk menjunjungkejujuran dalam ujian nasional.

Sekitar 20 pelajar SMA se-Kota Bandung ikut mendukungdeklarasi yang mereka sebut Mantap Gan. “Mantap Gan” adalahsingkatan dari mandiri, terpercaya, gerakan anti nyontek pelajarnasional. “Di aksi ini kami tidak memaksa seluruh siswa di Indonesia untuk tidak mencontek. Namun kami hanya mengingatkan,mencontek adalah cikal bakal dari korupsi”, ujar koordinator MantapGan, Fadly Akbar

Sementara itu Fadly menjelaskan bahwa meskipun banyaksekali tawaran SMS jawaban ujian nasional, tetapi hal tersebut tidakmenggoyahkannya. “Semua tergantung dari sikap dan komitmenkita. Karena kalau kita kerja secara jujur pasti tidak ada rintanganyang kita takuti,” tegasnya.

Sumber: https://www.republika.co.id/amp/m2evsv

Bagaimana pendapat kalian tentang aksi deklarasi anti-nyontek? Apayang akan kalian lakukan jika ada teman yang berbuat curang daningin mengajak kalian berbuat curang ketika ujian sekolah?

 

Kunci Jawaban Asesmen

Pilihan Ganda

1. C 6. C

2. B 7. D

3. A 8. A

4. C 9. A

5. A 10. B

 

Esai

1. Pentingnya mempelajari sejarah keluarga yaitu:

2. Hitunglah skala peta jika diketahui jarak Desa R dengan Desa M adalah20km, sedangkan jarak di peta 4cm!

3. Dampak pembangunan jalan tol Yogyakarta-Bawen terhadap interaksiwilayah tersebut.

4. Penyebab perilaku konsumtif bisa terjadi di masa pandemi Covid 19dan agen sosialisasi utama yang memengaruhi.

5. a. Bagaimana pendapat kalian tentang aksi deklarasi anti menyontek?

b. Apa yang akan kalian lakukan jika ada teman yang berbuat curangdan ingin mengajak kalian berbuat curang ketika ujian sekolah?

G.  KEGIATAN PENGAYAAN DAN REMEDIAL

Remedial

Peserta didik yang belum mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM)diberikan program pembelajaran remedial. Pembelajaran remedial dapatdilakukan pada kompetensi pengeahuan dan keterampilan. Langkah-langkahdalam pembelajaran remedial antara lain:

1. Identiikasi permasalahan pembelajaran peserta didik.

2. Merancang pembelajaran remedial

3. Membuat perencanaan pembelajaran remedial

4. Menyiapkan perangkat pembelajaran remedial

5. Melaksanakan pembelajaran remedial

6. Melaksankaan evaluasi

Pengayaan

Bacalah artikel mengenai masyarakat perkotaan dan perdesaan, setelahitu analisis perbedaan masyarakat yang tinggal di perkotaan danperdesaan. Tuliskan hasil analisis tersebut dalam beberapa paragraf.

LAMPIRAN

A.  LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

 

Nama :

Kelas :

Petunjuk!

B.  BAHAN BACAAN GURU & PESERTA DIDIK

Bahan BacaanPeserta Didik

D. Aktivitas Memenuhi Kebutuhan

1. Kebutuhan Hidup Manusia

Manusia memenuhi kebutuhan untuk kelangsunganhidup. Kebutuhanmanusia ini berbeda antarindividu serta sifatnya hampir tidak terbatas.Kebutuhan yang hampir tidak terbatas ini perlu diimbangi dengan alatpemuas kebutuhan yang memadai. Namun faktanya, alat pemuas kebutuhanyang ada bersifat terbatas dan memerlukan pengorbanan ekonomi untukmemperolehnya. Lalu, apa yang dimaksud dengan kebutuhan?

a. Pengertian Kebutuhan

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, kebutuhan berasal dari kata“butuh” yang bermakna yang diperlukan atau yang dibutuhkan. Sedangkanarti kata kebutuhan sendiri merupakan sesuatu yang dibutuhkandapat berupa tempat, orang, atau semua benda dan yang dibendakan.Kebutuhan merupakan keinginan atas barang dan jasa yang menuntutadanya pemenuhan, ketika barang dan jasa yang diinginkan tidak terwujudakan berpengaruh terhadap kehidupannya. Misalnya seseorang yanglapar dan ingin makan, ketika kebutuhan tersebut tidak terpenuhi makakelangsungan hidup orang tersebut akan terpengaruh.

Kebutuhan dan keinginan merupakan hal yang berbeda. Philip Kotlermenyatakan, keinginan merupakan kebutuhan manusia yang terbentukoleh budaya dan kepribadian seseorang. Contoh kebutuhan adalahmakanan, tempat tinggal, pakaian, komunikasi, pendidikan, dan kesehatansedangkan contoh keinginan adalah makanan yang enak, rumah mewah,mobil baru, handphone canggih, dan sebagainya.

Manusia memiliki kebutuhan yang tidak terbatas dan selalu diberipilihan untuk memilih kebutuhan mana yang akan dipenuhi terlebihdahulu. Dalam menentukan pilihan, seharusnya manusia memperhatikanjenis kebutuhan yang paling mendesak dengan membuat skala prioritaskebutuhan. Skala prioritas merupakan daftar kebutuhan yang tersusunberdasarkan tingkat kepentingan paling mendesak hingga kebutuhanyang dapat ditunda pemenuhannya. Misalnya seorang siswa memilikitiga jenis penugasan yang diberikan oleh guru yaitu Matematika, BahasaInggris, dan Ekonomi. Siswa tersebut sangat menyukai mata pelajaranMatematika dan tidak menyukai Bahasa Inggris, tetapi tugas matapelajaran Bahasa Inggris akan dikumpulkan hari Senin, Bahasa Inggrishari Rabu, dan Matematika hari Kamis. Bagaimanakah skala prioritaspengerjaan tugas yang harus dilakukan oleh siswa tersebut? Skala prioritasdalam pengerjaan tugas diurutkan berdasarkan waktu pengumpulantugas paling cepat, meskipun mata pelajaran tersebut tidak disukai ataudiminati oleh siswa.

b. Jenis-jenis Kebutuhan Manusia

Kebutuhan manusia dapat dikelompokan berdasarkan tingkat kepentingan,waktu pemenuhan kebutuhan, sifat, atau subjek pemenuh kebutuhan.

Kebutuhan Berdasarkan Tingkat Kepentingan

Kebutuhan berdasarkan tingkat kepentingan atau biasa disebut dengankebutuhan berdasarkan intensitasnya ini membedakan kebutuhanberdasarkan tingkat seberapa penting seseorang untuk memenuhikebutuhannya. Kebutuhan berdasarkan tingkat kepentingannya dibedakanmenjadi kebutuhan primer, kebutuhan sekunder dan kebutuhan tersier.

a) Kebutuhan Primer

Kebutuhan primer merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi olehmanusia, apabila tidak terpenuhi atau pemenuhannya ditangguhkanakan berpengaruh terhadap kelangsungan hidupnya. Kebutuhan primerdisebut juga dengan kebutuhan utama.

Kebutuhan primer meliputi kebutuhan akan makan, pakaian, tempattinggal. Makan merupakan kebutuhan utama manusia, jika kebutuhan initidak terpenuhi maka kelangsungan hidup seseorang akan terganggu.Pakaian juga merupakan kebutuhan utama karena tanpa pakaian yangmemadai akan mengganggu manusia dalam aktivitas sosialnya. Selain itutempat tinggal juga merupakan kebutuhan primer bagi manusia, karenatempat tinggal berfungsi sebagai tempat untuk beristirahat, berlindungdan berteduh.

b) Kebutuhan Sekunder

Kebutuhan sekunder termasuk dalam kebutuhan pelengkap karenakebutuhan ini akan dipenuhi dan diusahakan setelah kebutuhan primerdapat terpenuhi. Apabila kebutuhan sekunder belum bisa terpenuhi makatidak akan menganggu kelangsungan hidup seseorang. Misalnya TV, radio,dan buku.

c) Kebutuhan Tersier

Kebutuhan tersier merupakan kebutuhan terhadap barang yang dianggapmewah. Kebutuhan ini termasuk kebutuhan ketiga setelah kebutuhanprimer dan sekunder. Misalnya membeli jam, tas atau mobil mewah untukmeningkatkan status sosialnya di masyarakat.

Tingkat kebutuhan setiap orang berbeda-beda. Perbedaan initergantung dari aktivitas sehari-hari, pendapatan, status sosial, kondisiekonomi dan lingkungan. Misalnya bagi seorang siswa, kebutuhan akanbuku, seragam dan alat tulis adalah kebutuhan pokok dan harus terpenuhi.Jika siswa tidak memiliki buku, seragam, dan alat tulis maka kegiatanbelajarnya akan terganggu. Bagi ibu rumah tangga kebutuhan akan

perhiasan, baju dan gadget terbaru merupakan kebutuhan tersier untukmenunjang penampilannya. Bagi seorang pejabat mereka membutuhkanjam dan mobil mewah untuk meningkatkan status sosialnya di masyarakat.

Kebutuhan Berdasarkan Waktu Pemenuhan Kebutuhan

Kebutuhan berdasarkan waktu pemenuhan kebutuhan dapat dibedakanmenjadi dua yaitu, kebutuhan sekarang dan kebutuhan masa mendatang.

a) Kebutuhan Sekarang

Kebutuhan sekarang merupakan kebutuhanyang harus dipenuhi pada saatdibutuhkan. Artinya kebutuhan ini harusdipenuhi pada saat itu juga dan tidak dapatditunda pemenuhannya, apabila tidakdapat dipenuhi akan berpengaruh terhadapkelangsungan hidup seseorang. Misalnyaseseorang yang sakit maka membutuhkanobat atau dilakukan perawatan, ketikaobat tidak diberikan pada saat itu, akanmenimbulkan resiko yang bisa memengaruhikelangsungan hidup seseorang. Selain itudalam bidang jasa, kebutuhan akan petugaspemadam kebakaran saat terjadi kebakaran.

Apabila kebutuhan akan petugas kebakarantidak dipenuhi pada waktu tersebutakan mengganggu kelangsungan hidupseseorang.

b) Kebutuhan Masa Mendatang

Kebutuhan masa mendatang merupakankebutuhan yang waktu pemenuhannyabisadilakukan pada masa mendatang. Untukmemenuhi kebutuhan masa mendatangdapat dipersiapkan dan direncanakan mulaisekarang. Misalnya seseorang yang inginmelakukan ibadah haji di masa mendatang,dapat menabung mulai saat ini.

c) Kebutuhan Mendesak

Kebutuhan mendesak merupakan kebutuhanyang terjadi secara tiba-tiba dan sifatnyainsidental. Seseorang perlu mempunyaidana darurat untuk digunakan dalam memenuhikebutuhan yang sifatnyamendesak.

Misalnya masyarakat yang terkena musibahbanjir bandang membutuhkan pertolonganberupa makanansiap makan dan pakaianbersih saat itu juga

d) Kebutuhan Sepanjang Waktu

Kebutuhan sepanjang waktu merupakankebutuhanyang dipenuhi sepanjang waktusampai seseorang tersebut tidak membutuhkannyalagi. Misalnya kebutuhanakan pendidikan. Seseorang terus menerusbelajar sampai akhir hayatnya

Kebutuhan Berdasarkan Sifat

Kebutuhan berdasarkan sifatnya dapatdikelompokan menjadi dua yaitu kebutuhanjasmani dan rohani.

a) Kebutuhan Jasmani

Kebutuhan jasmani (kebutuhan fisik) merupakankebutuhan yang pemenuhankebutuhannya akan memberikan kepuasankepada badan atau jasmani seseorang. Jenisalat pemuas kebutuhan ini biasanya berupabenda atau kegiatan fisik yang berfungsiuntuk menyegarkan badan seperti olahraga.

Contoh lain berupa makanan dan obat-obatan yang manfaatnya langsung dirasakanoleh jasmani seseorang.

 

b) Kebutuhan Rohani

Kebutuhan rohani merupakan kebutuhanyang pemenuhan kebutuhannya akanmemberikan kepuasan kepada rohaniataubatin seseorang. Kebutuhan ini diperlukanuntuk menjaga kesehatan mental dan rohaniseseorang. Contoh kebutuhan ini adalahrekreasi setelah bekerja terus menerus ataukajian rohani rutin untuk meningkatkankeimanan. Jika kebutuhan rohani initerpenuhi, biasanya seseorang akan merasalebih tenang, puas dan merasa aman.

Kebutuhan Berdasarkan Subjek

Berdasarkan subjeknya, kebutuhan manusia dibedakan menjadi dua yaitukebutuhan individu dan kebutuhan kelompok.

a) Kebutuhan Individu

Kebutuhan individu merupakan kebutuhan yang kepuasan dan tujuanpemenuhannya dirasakan oleh individu atau seseorang. Jika kebutuhanini terpenuhi maka individu tersebut yang merasakan manfaatnya.

Kebutuhan setiap individu berbeda-beda. Contoh, makanan bagi yanglapar, obat bagi yang sakit atau mobil bagi supir taksi online.

b) Kebutuhan Kelompok

Kebutuhan kelompok merupakan kebutuhan yang kepuasan dan tujuanpemenuhannya dirasakan oleh kelompok atau golongan masyarakattertentu. Karena manfaat kebutuhan ini dirasakan oleh semua kelompok,biasanya dalam proses pemenuhannya juga dilakukan secara bersamasama.

Contoh: pembangunan tempat ibadah untuk masyarakat suatudaerah, perbaikan jalan pedesaan atau pembangunan jembatanpenghubung antardesa.

 

c. Faktor yang Memengaruhi Kebutuhan

Setelah mempelajari berbagai jenis kebutuhan, dalam perkembangannyakebutuhan manusia satu dengan yang lainnya memiliki perbedaan.

Misalnya, mobil akan menjadi kebutuhan pokok bagi supir taksi online,karena tanpa mobil tidak dapat melakukan pekerjaannya. Di sisi lain, mobilakan menjadi kebutuhan sekunder bagi karyawan swasta yang bekerjadi dalam kantor seharian. Sementara itu mobil mewah akan menjadikebutuhan tersier bagi pejabat atau artis untuk meningkatkan statussosialnya di masyarakat. Perbedaaan kebutuhan setiap individu tersebutdipengaruhi oleh berbagai faktor, yaitu:

Jenis Kelamin

Jenis kelamin memengaruhi kebutuhan individu. Kebutuhan antara laki-lakidan perempuan akan sangat berbeda dalam beberapa hal, misalnyapakaian. Wanita membutuhkan tas, baju, aksesoris, sepatu dan juga riasanwajah untuk bekerja atau sekadar bepergian. Sedangkan laki-laki memilikikebutuhan yang lebih simpel seperti baju, sepatu dan tas.

Tingkat Pendidikan

Perbedaan tingkat pendidikan antar individu akan memengaruhikebutuhan. Siswa SD membutuhkan buku dan alat tulis untuk belajar danmengerjakan tugas. Siswa SMA/SMK membutuhkan buku, alat tulis danlaptop untuk mengerjakan tugas. Dan tentu akan berbeda lagi dengankebutuhan mahasiswa.

Lingkungan Tempat Tinggal

Lingkungan tempat tinggal yang berbeda mengakibatkan perbedaankebutuhan. Seseorang yang tinggal di wilayah pegunungan cenderungmembutuhkan pakaian yang hangat, sebaliknya orang yang tinggal diwilayah dengan cuaca panas cenderung membutuhkan pakaian yanglebih tipis.

Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi memengaruhi kebutuhanseseorang. Jika pada tahun 2000-an masyarakat hanya membutuhkantelepon kabel, kemudian dengan perkembangan teknologi masyarakatmembutuhkan telepon tanpa kabel, pada perkembangan selanjutnyamasyarakat membutuhkan telepon yang dilengkapi dengan kamera, danpada perkembangan saat ini telepon tidak hanya menyajikan komunikasidua arah melainkan dengan beberapa orang sekaligus dalam satu waktuyang sama, bahkan menjadi produk multiguna yang juga bisa digunakanuntuk membeli barang, transaksi pembayaran dan fotografi dengan hasilmaksimal.

Pendapatan

Besarnya pendapatan seseorang akan berpengaruh terhadap kebutuhannya,semakin besar pendapatan seseorang maka kebutuhannyajuga semakin besar. Sebaliknya seseorang dengan pendapatan rendahakan memiliki kebutuhan yang cenderung lebih sedikit.

Status Sosial

Seseorang yang memiliki status sosial tinggi di masyarakat akan memilikikebutuhan yang semakin tinggi pula.

Selera

Selera setiap orang berbeda-beda sehingga kebutuhannya pun akanberbeda. Seseorang akan memenuhi kebutuhannya berdasarkan selerayang dimiliki.

Adat Istiadat

Indonesia merupakan negara yang kaya akan adat istiadat. Setiap daerahmemiliki adat istiadat yang berbeda dengan daerah lain dan memengaruhikebutuhan masyarakatnya.

d. Jenis-jenis Alat Pemuas Kebutuhan

Alat pemuas kebutuhan dapat berupa barang maupun jasa. Untukmendapatkan alat pemuas kebutuhan ini, manusia membutuhkanpengorbanan ekonomis atau uang, tetapi ada juga yang didapatkansecara gratis. Adapun klasifikasi jenis-jenis alat kebutuhan adalahsebagai berikut:

Alat Pemuas Kebutuhan Berdasarkan Cara Memperolehnya

Berdasarkan cara memperolehnya, alat pemuas kebutuhan dibagi menjadidua yaitu barang bebas dan barang ekonomis.

a) Barang Bebas

Barang bebas merupakan barang sebagaialat pemuas kebutuhan yangjumlahnya banyak bahkan tidak terbatasserta tidak perlu pengorbananuntuk memperolehnya. Setiap orangbebas untuk mendapatkan barangini tanpa batasan tertentu. Misalnyaudara, sinar matahari, air laut.

b) Barang Ekonomis

Barang ekonomis merupakan barangyang membutuhkan pengorbananuntuk mendapatkannya. Pengorbanandapat berupa uang, pengorbananfisik, pengorbanan waktu atau pengorbananlainnya. Misalnya untukmendapatkan uang seseorang harusbekerja dengan pengorbanan fisik danwaktu, sedangkan untuk membeli bajuseseorang mengorbankan uang yangdimilikinya.

 

c) Barang Illith

Barang illith merupakan barang yangketika jumlah barangnya terbatasdapat digunakan untuk memenuhikebutuhan manusia, sedangkan ketikajumlah barang ini berlimpah justrumenyebabkan bencana bagi manusia.Misalnya api yang jumlahnya terbatasbisa digunakan untuk memasak, sumberpenerangan dan penghangat ruangan.Namun, ketika api jumlahnya banyakjustru dapat menjadi bencana bagimanusia karena dapat menimbulkankebakaran.

Alat Pemuas Kebutuhan Berdasarkan Hubungannya

dengan Barang Lain

Berdasarkan hubungannya dengan barang lain, alat pemuas kebutuhandapat dibedakan menjadi barang substitusi dan barang komplementer.

1) Barang Substitusi

Barang substitusi merupakan alat pemuas kebutuhan yang berfungsisebagai pengganti barang lainnya dengan syarat barang tersebut memilikikegunaan sama. Misalnya nasi dan mi instan di mana keduanya merupakansumber karbohidrat yang bermanfaat bagi tubuh, seseorang yang tidakbisa makan nasi bisa menggantinya dengan mi instan. Contoh lain adalahpertalite dan pertamax yang merupakan bahan bakar kendaraan, keduanyabisa saling menggantikan kebutuhan bahan bakar kendaraan.

2) Barang Komplementer

Barang komplementer merupakan alat pemuas kebutuhan yang berfungsisebagai pelengkap barang lainnya. Jika barang lain tidak tersedia, tingkatkepuasan konsumsi barang tersebut mengalami penurunan. Misalnya kopidan gula, seseorang yang mengkonsumsi kopi membutuhkan gula agarkopi tersebut terasa manis. Contoh lain adalah handphone dan charger,handphone tidak dapat berfungsi jika tidak ada charger untuk mengisidaya baterai handphone.

Alat Pemuas Kebutuhan Berdasarkan Tujuan Penggunaanya

Berdasarkan tujuan penggunaanya, alat pemuas kebutuhan dapatdibedakan menjadi barang produksi dan barang konsumsi.

1) Barang Produksi

Barang produksi merupakan barang yang digunakan sebagai alat bantuatau bahan baku untuk menghasilkan barang lain. Misalnya, mesin yangdigunakan untuk memproduksi makanan, minuman atau pakaian. Contohlain adalah tanah yang digunakan untuk menanam sayuran dan berbagaibuah.

2) Barang Konsumsi

Barang konsumsi sering disebut barang jadi. Barang konsumsi merupakanbarang yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan secaralangsung. Barang konsumsi digunakan untuk memenuhi kebutuhanmanusia sehari-hari dan sangat beragam. Misalnya adalah pakaian,makanan, barang elektronik, motor, dan lain-lain.

Alat Pemuas Kebutuhan Berdasarkan Proses Pembuatannya

Berdasarkan proses pembuatannya, alat pemuas kebutuhan dibedakanmenjadi barang mentah, barang setengah jadi dan barang jadi.

a) Barang Mentah

Barang mentah sering disebut dengan bahanbaku. Barang mentah merupakan barangyang perlu melalui proses produksi sebelumdigunakan oleh masyarakat. Misalnyaadalahkayu gelondongan yang perlu diolah untukdapat digunakan sebagai meja dan pintu, padiyang perlu diolah menjadi nasi, biji kapasyang perlu diolah agar dapat digunakan untukkecantikan, gandum yang perlu diolah menjaditepung gandum.

b) Barang Setengah Jadi

Barang setengah jadi adalah barang yang belum

dapat dikonsumsi dan masih dalam proses

produksi. Misalnya adalah tepung gandum yang

masih perlu diproses untuk membuat roti, kayu

potong yang perlu diolah untuk menjadi meja

dan kursi.

 

c) Barang Jadi

Barang jadi merupakan barang yang dapat

digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia.

Barang jadi merupakan hasil akhir dari

pengolahan barang mentah dan barang setengah

jadi. Misalnya adalah roti, kapas kemasan, meja,

 

Bahan Bacaan Guru

Guru menyampaikan kepada peserta didik terkait sub-babpada materi Keluarga Awal Kehidupan. Materi diawali pemahamankepada peserta didik terkait keberadaan diri dan keluarga di tengahlingkungan sosial terdekatnya. Peserta didik kemudian mengeksplorasikondisi sosial lingkungan sekitar sehingga mampu mengurutkanperistiwa sejarah dalam kerangka kronologis dan menghubungkandengan kondisi saat ini. Setelah sosialisasi di lingkungan keluargamaka cakupan diperluas menjadi sosialisasi dalam masyarakat.Kondisi lingkungan sosial dan isik setiap wilayah yang berbeda dapatmemengaruhi upaya pemenuhan kebutuhan hidup. Hal ini karenaadanya perbedaan kondisi geograis daerah, karakteristik masyarakatdan cara mereka beraktivitas. Perbedaan karakteristik wilayah dapatmembuat masyarakat saling berupaya memenuhi kebutuhan hidupnyadengan melakukan interaksi antarwilayah.

 

C.   GLOSARIUM

COVID-19    : Penyakit yang disebabkan oleh virus severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yang menjadi pandemi semenjak tahun 2019 di seluruh negara di dunia

kebutuhan           : Segala sesuatu yang dibutuhkan oleh manusia dalam rangka mencapai kemakmuran.

Kebutuhan individu: Kebutuhan yang kepuasan dan tujuan pemenuhannya dirasakan oleh individu atau seseorang.

Kebutuhan kelompok : Kebutuhan yang kepuasan dan tujuan pemenuhannya dirasakan oleh kelompok atau golongan masyarakat tertentu.

kebutuhan masa mendatang : Kebutuhan yang pemenuhannya bisa dilakukan pada masa mendatang.

Kebutuhan mendesak : Kebutuhan yang terjadi secara tiba-tiba dan sifatnya insidental.

Kebutuhan primer : Kebutuhan yang harus dipenuhi oleh manusia.

Kebutuhan rohani: Kebutuhan yang pemenuhan kebutuhannya akan memberikan kepuasan kepada rohani atau batin seseorang.

Kebutuhan sekarang: Kebutuhan yang harus dipenuhi pada saat dibutuhkan.

Kebutuhan sekunder: Kebutuhan pelengkap, di mana kebutuhan ini akan dipenuhi setelah kebutuhan primer terpenuhi.

Kebutuhan sepanjang waktu : Kebutuhan yang dipenuhi sepanjang waktu sampai seseorang tersebut tidak membutuhkannya lagi.

 

D.   DAFTAR PUSTAKA

Daftar Pustaka

Adhuri, D. S., Wiratri, A., & Bismoko, A. B. 2016. “Interseksi BudayaDan Peradaban Negara-negara Di Samudra Hindia: PerspektifIndonesia”. Masyarakat Indonesia, 41(2), 115-126, https://doi.org/10.14203/jmi.v41i2.310.

Alisjahbana Armida Salsiah, Murniningtyas Endah. 2018. TujuanPembangunan Berkelanjutan di Indonesia. Bandung: UNPAD Press.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). 2019. Bencana Alam diProvinsi Yogyakarta. http://bnpb.cloud/dibi/xdibi_list/.

Badan Perencana Pembangunan Nasional. 2016. Laporan Prakarsa StrategisBidang Kemaritiman. Jakarta: Bappenas.

Badan Pusat Statistik. 2019. Statistik Pertambangan Minyak dan Gas Bumi.Jakarta: BPS.

Banowati Eva, Sriyanto. 2013. Geografi Pertanian. Yogyakarta: Ombak.

______________ . 2012. Geografi Indonesia. Yogyakarta: Ombak.

Daldjoeni. 2014. Pokok-Pokok Klimatologi. Yogyakarta: Ombak.

Danandjaja, James. 1994. Folklor Indonesia. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.

Department of Economic and Social Affairs. 2019. Growing at a slowerpace, world population is expected to reach 9.7 billion in 2050 and couldpeak at nearly 11 billion around 2100. Artikel. https://www.un.org/development/desa/en/news/population/world- populationprospects-2019.html pada 21-08-2020

Erman, Erwiza. 2011. “Penggunaan Sejarah Lisan dalam HistoriografiIndonesia”. Jurnal Masyarakat & Budaya, 13 (1), 1-22, https://doi.org/10.14203/jmb.v13i1.94.

Franz Adler. 2014. “The Value Concept in Sociology”. American Journal ofSociology. Volume 62, Number 3.

Giddens, A., Duneier, M., Appelbaum, R. P., & Carr, D. 2018. Introduction toSociology. New York: W. W. Norton & Company, Inc.

Goujon A. 2018. Human Population Growth. In: Reference Module in EarthSystems and Environmental Sciences. h. 1907-1912 Elsevier. ISBN 978-0-12-409548-9 DOI:10.1016/B978-0-12-409548-9.10755-9.

Graha, Andi Nu. 2012. Pengembangan Masyarakat Pembangunan melaluipendampingan sosial dalam konse pemberdayaan di bidang ekonomi.

Jurnal Ekonomi Modernisasi, 5(2), 117-126. https://doi.org/10.21067/jem.v5i2.243

Griffiths, H., dkk. 2017. Introduction to Sociology 2. Texas: OpenStax.

Grusec, J. E., & Hastings, P. D. 2015. Handbook of Socialization: theory andresearch. NY: The Guilford Press. h. 1, 13, 20.

Habibi, Maksum dan Gunadi. 2014. Pengantar Ekonomi dan Bisnis BidangKeahlian Bisnis dan Manajemen. Jakarta: Yudhistira.

Hadi, A. P. 2010. Konsep pemberdayaan, partisipasi dan kelembagaan dalampembangunan. Yayasan Agribisnis/Pusat Pengembangan MasyarakatAgrikarya (PPMA).

Harahap, Erni Febian. 2012. “Pemberdayaan Masyarakat dalam BidangEkonomi untuk Mewujudkan Ekonomi Nasional yang tanggung danMandiri”. Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan, 3(2), 78-96.

Herlina, N. 2020. Metode Sejarah. Bandung: Satya Historika.

Hutomo, Mardi Yatno. 2000. Pemberdayaan Masyarakat dalam BidangEkonomi: Tinjauan Teoritik dan Implementasi. Naskah No 20, Juni-Juli2000.

Kartodirjo, Sartono. 2014. Pengantar Sejarah Indonesia Baru: 1500-1900.Yogyakarta: Ombak.

Kementerian Kelautan dan Perikanan. 2019. Laporan Tahunan 2018. Jakarta:KKP.

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman. 2019. Laporan Kinerja2018. Jakarta: Kemenko Bidang Maritim.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. 2018. Status Hutan danKehutanan Indonesia 2018. Jakarta: KLHK

Koentjaraningrat. 1985. Kebudayaan Mentalitas dan Pembangunan. Jakarta:Gramedia.

Korlantas Polri. 2013. Polantas dalam Angka 2013. www.korlantas.polri.go.id.

Kotarumalos, Nur Aisyah. 2010. “Mengkonstruksi Identitas Diaspora Malukudi Negeri Belanda”. Masyarakat Indonesia. 36 (1), 123-144, https://media.neliti.com/media/publications/150453-ID-mengkonstruksiidentitas-diapora-maluku.pdf.

Kotler, Philip dan Gary Amstrong. 2008. Prinsip-prinsip Pemasaran Jilid I.Jakarta: Erlangga.

Krautkraemer, J. A. (2005). Economics of natural resource scarcity: The stateof the debate (No. 1318-2016-103362).

Kuntowijoyo, D. R. (2005). Pengantar Ilmu Sejarah. Sleman: BentangPustaka.

Lembar Fakta Forest Watch Indonesia 2019. 2019. diakses dari http://fwi.or.id/wp-content/uploads/2019/10/FS_Deforestasi_FWI_small.pdf

Muta’ali, Lutfi. 2013. Pengembangan Wilayah Perdesaan (PerspektifKeruangan). Yogyakarta: Badan Penerbit Fakultas Geografi (BPFG).

Noor, Djauhari. 2014. Pengantar Geologi. Sleman: deepublish.

Noor, Munawar. 2011. “Pemberdayaan Masyarakat”. Junal CIVIS, 1(2), 87-99.

Prihandito Aryono. 1989. Kartografi. Yogyakarta: PT Mitra Gama Widya.Rambe, Tappil., et al. 2019. Sejarah Politik dan Kekuasaan. Medan: KitaMenulis.

Resosoedarmo Soedjiran, Kartawinata Kuswata, Soegiarto Aprilani. 1987.Pengantar Ekologi. Bandung: Remadja Karya.

Ricklefs, M.C., et al. 2013. Sejarah Asia Tenggara dari Masa Prasejarahsampai Kontemporer. Depok: Komunitas Bambu.

Robert S. Pindyck dan Daniel L Rubinfeld. 2013. Mikroekonomi. Jakarta:Erlangga

Romansara, Enos. H. 2015. “Memahami Kebudayaan Lokal Papua: Suatu

Pendekatan Pembangunan yang Manusiawi di Tanah Papua”. JurnalEkologi Birokrasi. 1 (1), 47-57 https://doi.org/10.31957/jeb.v1i1.491.

Saihu, Ade. 2020. Merawat Pluiralisme Merawat Indonesia. Yogyakarta:Deepublish.

Siska, Y. 2015. Manusia dan Sejarah: Sebuah Tinjauan Filosofis. Sleman:Garudhawaca.

Sobarna, A. 2003. “Konsep pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat miskinperkotaan”. Mimbar: Jurnal Sosial dan Pembangunan, 19 (3), 316-329.

Sodik, Abror., dan Musthofa, Muhamad Wakhid. 2018. “Analisis StrategiPenyebaran Agama-Agama di Indonesia dari Pra Hingga Era Moderndengan Pendekatan Teori Permainan Matematika”. HISBAH: JurnalBimbingan Konseling dan Dakwah Islam, 15 (1), 99-113, https://doi.org/10.14421/hisbah.2018.151-08.

Soekmono. 1992. Sejarah Kebudayaan Indonesia 3. Yogyakarta: Kanisius.

Sofiana, Anas. 2017. “Ratu Kalinyamat Penguasa Wanita Jepara Tahun 1549-1579.” Avatara 5.3. https://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/index.php/avatara/article/view/21467.

Stolley, K. S. 2005. The basics of sociology. CT: Greenwood Press.

Suharyono, Amien M. 2013. Pengantar Filsafat Geografi. Yogyakarta: Ombak

Suryanegara, Ahmad Mansur. 2015. Api Sejarah Jilid 1. Bandung Suryadinasti.

Susanti, S. 2016. “Nasionalisme dan Gerakan Mulih Njowo, 1947dan 1954”. Jurnal Sejarah Citra Lekha, 1(2), 107-120, https://doi.org/10.14710/jscl.v1i2.12767.

Syefriyeni. 2018. “Karakteristik Pengetahuan Orang Melayu”. Intizar. 24 (2), 265-271,<doi.org/10.19109/intizar.v24i2.2730>.

T., Vyain, S., Bry, J., & Jones, F. 2017. Introduction to Sociology 2. Texas:OpenStax.

Tim Nasional Penulisan Sejarah Indonesia. 2010. Sejarah Nasional Indonesia.Jakarta: Balai Pustaka.

Tim. 2012. Indonesia dalam Arus Sejarah. Jakarta: Ichtiar Baru van Hoeve.

Tyasyono Bayong. 2004. Klimatologi Edisi Kedua. Bandung: ITB.

Usrah, Cut Rizka AI. 2015. “Laksamana Keumalahayati Simbol PerempuanAceh (Peranan dan Perjuangannya dalam Lintasan Sejarah KerajaanAceh Darussalam 1589-1604)”. Skripsi. Medan: Universitas NegeriMedan.

Wolters, O.W. 2011. Kemaharajaan Maritim Sriwijaya & Perniagaan Dunia.Depok: Komunitas Bambu.

Worosetyaningsih, Tri. 2019. Kehidupan Masyarakat pada Masa Praaksara,Masa Hindu Budha, dan Masa Islam. Ponorogo: Myria Publisher.

 

Sumber Gambar

https://cdn.bmkg.go.id/Web/2020.10_CH_GSMAP.png

https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/6/64/Bali_ngaben_pelebon_cremation_ceremony_Indonesia.jpg

https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Dewaruci.jpg

https://web.archive.org/web/20161016172930/http://www.panoramio.com/photo/42125739

https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Gedung_Batu_Temple_Semarang.jpg

https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Lawang_sewu.jpg

https://www.esdm.go.id/id/media-center/arsip-berita/progresssmelter-pt-fi-capai-386-akhir-tahun-2022-selesai

https://www.esdm.go.id/assets/imagecache/bodyView/arsip-beritadivestasi-51-saham-pt-fi-simbol-kedaulatan-negara-tympxrm.jpg

https://geoportal.esdm.go.id/indonesia-overview/

https://cdn.idntimes.com/content-images/post/20190412/infografisutang-luar-negeri-4-tahun-trakhir-1-a18ef6c7f68ceec3ba4b98b6f1952ea5.png

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lembar Kerja (LK) 6 : Penyusunan Rencana Aksi

TUGAS REFLEKSI MODUL PEDAGOGIK