CAPAIAN PEMBELAJARAN KURIKULUM MERDEKA Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) FASE D KELAS VII
CAPAIAN PEMBELAJARAN KURIKULUM MERDEKA
Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) FASE D KELAS VII
XII.
CAPAIAN PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL (IPS) SMP/MTs/ PROGRAM PAKET B
A.
Rasional Mata Pelajaran
Ilmu Pengetahuan Sosial
(IPS) SMP/MTs/ Program Paket B
Indonesia
merupakan bangsa dengan sumber daya manusia yang besar dan sumber daya alam
yang melimpah, kaya dengan budaya, suku bangsa, bahasa, serta terdiri dari
berbagai agama dan kepercayaan. Secara geografis letak Indonesia sangat
strategis, sehingga menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang sangat
diperhitungkan secara geopolitik dalam kancah internasional.
Indonesia
di tahun-tahun mendatang akan mengalami bonus demografi, yaitu jumlah penduduk
usia produktif (berusia 15-64 tahun) lebih besar dibandingkan penduduk
usia tidak produktif
(berusia di bawah
15 tahun dan di atas 64 tahun). Keadaan ini membutuhkan solusi rasional
serta terukur secara ilmiah, sehingga
bonus demografi akan menjadi sumber kekuatan bangsa. Sumber daya manusia
Indonesia terutama yang berusia produktif perlu memiliki kemampuan- kemampuan
yang mendukungnya berkontribusi di masyarakat. Indonesia perlu menghasilkan
sumber daya manusia yang mampu mengelola dan menjaga sumber daya alam untuk
kesejahteraan bangsa berdasarkan ilmu pengetahuan dan teknologi dan prinsip
keadilan sosial.
Pendidikan
Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) memiliki peran penting dalam hal ini. Akan
tetapi, selama ini proses pembelajaran IPS lebih menekankan kepada dimensi
pengetahuan. Kurang perhatian kepada dimensi keterampilan berpikir. Oleh karena
itu dalam pembelajaran dengan paradigma baru diharapkan dimensi keterampilan
berpikir lebih digali. Dengan pendekatan pembelajaran keterampilan proses yang
berpusat pada peserta didik. Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) memiliki
peran penting dalam hal ini. Dengan pendekatan pembelajaran inkuiri yang
berpusat pada peserta
didik, Pendidikan IPS
menjadi sarana untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan terkait
kehidupan masyarakat dengan lingkungannya. Termasuk di dalamnya membangun
komitmen dan kesadaran terhadap nilai-nilai sosial dan kemanusiaan yang akan
menjadi modal untuk berkolaborasi dalam masyarakat yang
majemuk, baik di tingkat lokal,
nasional maupun global dengan
tetap berpegang teguh kepada nilai-nilai Pancasila sebagai kepribadian bangsa.
Pendidikan IPS merupakan
perpaduan cabang-cabang ilmu-ilmu
sosial dan humaniora termasuk di dalamnya agama, filsafat, dan pendidikan. IPS
juga dapat mengambil aspek-aspek tertentu dan ilmu-ilmu kealaman serta
teknologi.
B.
Tujuan Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) SMP/MTs/Program Paket B
Tujuan pembelajaran
IPS adalah agar
peserta didik memiliki kemampuan untuk memahami
konsep-konsep yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat serta memiliki
keterampilan penting di tengah perkembangan dunia untuk bisa berkontribusi
menciptakan kondisi kehidupan yang lebih baik. Secara rinci tujuan pelajaran
IPS adalah:
1. Memahami dan menganalisis konsep-konsep yang
berkaitan dengan pola dan persebaran keruangan, interaksi sosial, pemenuhan
kebutuhan, dan kesejarahan perkembangan kehidupan masyarakat;
2. Memiliki keterampilan
dalam berpikir kritis,
berkomunikasi, berkreativitas, dan berkolaborasi dalam kerangka
perkembangan teknologi terkini;
3. Memiliki komitmen
dan kesadaran terhadap nilai-nilai sosial kemanusiaan dan lingkungan untuk
menumbuhkan kecintaan terhadap bangsa dan negara sehingga mampu merefleksikan
peran diri di tengah lingkungan sosialnya.
4. Menunjukkan hasil
pemahaman konsep pengetahuan
dan pengasahan keterampilannya dengan membuat karya atau melakukan aksi
sosial.
C.
Karakteristik Mata Pelajaran Ilmu
Pengetahuan Sosial (IPS) SMP/MTs/Program Paket B
Karakteristik
IPS adalah perilaku sosial, ekonomi, dan budaya manusia di masyarakat dalam
konteks ruang dan waktu yang mengalami perubahan. Oleh karena itu, masyarakat
menjadi sumber utama IPS. Perlu ditekankan bahwa materi-materi pembelajaran
hanya kendaraan menuju capaian pembelajaran. Artinya proses pembelajaran tidak
berfokus utama pada penyelesaian materi, tapi lebih kepada ketercapaian
kompetensi. Penyelenggara pendidikan mempunyai peluang untuk mengembangkan
materi secara mandiri.
Pembahasan
materi pembelajaran tidak disampaikan secara terpisah antara Geografi, Ekonomi,
Sejarah, Sosiologi, namun harus terintegrasi sehingga pelajar mendapatkan
pemahaman dan keterampilan yang utuh yang sesuai dengan karakteristik
pembelajaran abad ke-21. Adapun elemen serta ruang lingkup mata pelajaran IPS
di SMP sebagai berikut:
|
Elemen |
Deskripsi |
|
Pemahaman |
Mata pelajaran IPS terkait dengan pandangan bahwa
IPS sebagai materi pembelajaran yang berkaitan dengan fakta, konsep,
prosedur, dan metakognisi, maka cakupan materi dalam elemen ini adalah: 1.
Keruangan dan konektivitas antar ruang dan waktu; materi ini berkaitan dengan
pemahaman terhadap kondisi sosial dan lingkungan alam serta kesejarahan dalam
konteks lokal dan regional, nasional, hingga global. Selain itu, materi ini
juga terkait dengan pembelajaran tentang kondisi geografis Indonesia dan
pengaruhnya terhadap aktivitas sosial, ekonomi, dan politik. Mempelajari
konektivitas dan interaksi tersebut mengasah kemampuan berpikir kritis
pelajar memahami efek sebab dan akibat. 2. Perkembangan masyarakat Indonesia dari masa
pra aksara, kerajaan, kolonial, awal
kemerdekaan sampai dengan sekarang; Selain pengetahuan mengenai
perkembangan kehidupan masyarakat Indonesia, bagian ini menjadi sarana untuk
merefleksikan kondisi kehidupan masyarakat dari masa pra aksara, Hindu,
Budha, Islam, kolonialisme hingga kemerdekaan untuk memunculkan semangat
kebangsaan. Materi ini juga menjadi sarana mengasah kesadaran untuk berpikir
dari berbagai perspektif berdasarkan perbedaan historis, geografis, ekonomi,
sosial dan budaya, serta menggunakan pengetahuan tersebut untuk kehidupan
masa depan yang berkelanjutan. 3. Interaksi, Sosialisasi, institusi sosial,
dan dinamika sosial; materi ini berkaitan dengan
pembentukan identitas diri, merefleksikan keberadaan diri di tengah
keberagaman dan kelompok yang berbeda- beda, serta mempelajari dan
menjalankan peran sebagai warga Indonesia dan bagian dari warga dunia
ditinjau secara sosiologis, historis, geografis, maupun sebagai pelaku
ekonomi. Peserta didik mempelajari tentang interaksi dan institusi sosial,
peluang dan tantangannya untuk mewujudkan pembangunan keberlanjutan bagi
kemaslahatan manusia dan bumi 4. Kegiatan manusia dalam memenuhi
kebutuhannya dan berteknologi di era global; materi ini berkaitan tentang peran diri,masyarakat
serta negara dalam memenuhikebutuhan bersama. Peserta didik
menganalisissejarah manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Menganalisis
faktor-faktor penyebab kelangkaan, permintaan, penawaran, harga pasar, serta
inflasi. Mengidentifikasi peran lembaga keuangan, nilai, serta fungsi uang.
Mendeskripsikan pengelolaan, sumber-sumber pendapatan dan pengeluaran
keuangan keluarga, perusahaan serta negara. Mengidentifikasi hakdan kewajiban
dalam jasa keuangan. Ruang lingkup ini menjadi salah satu ruang untuk peserta
berlatih membangun kesadaran dan memberikan kontribusi ke masyarakat untuk
memenuhi kebutuhan hidup di tingkat lokal namun dalam perspektif global. |
|
Keterampilan proses |
Keterampilan Proses merupakan keseluruhan
keterampilan ilmiah yang terarah (baik kognitif maupun psikomotor) yang dapat
digunakan untuk menemukan suatu konsep, prinsip, atau teori untuk
mengembangkan konsep yang telah ada sebelumnya, ataupun untuk melakukan
penyangkalan terhadap suatu penemuan (Indrawati dalam Trianto, 2008:72).
Menurut Mulyasa (2007:99), Pendekatan Keterampilan Proses merupakan
pendekatan pembelajaran yang menekankan pada proses belajar, aktivitas, dan kreativitas
peserta didik dalam memperoleh pengetahuan, nilai dan sikap, serta
menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik perlu mengasah keterampilan
berpikirnya sehingga pembelajaran yang dialaminya bermakna. Hal ini hanya
bisa terjadi ketika peserta didik terlibat penuh dalam pembelajarannya. Oleh
karena itu, penting bagi peserta didik untuk memiliki keterampilan inkuiri,
yang menekankan penyelidikan dan penemuan oleh peserta didik dalam
mempelajari IPS, sehingga ia bisa mencari tahu dan menemukan solusi secara
aktif terkait perilaku sosial, ekonomi, dan budaya manusia di masyarakat
dalam konteks ruang dan waktu yang mengalami perubahan. Guru perlu
mempertimbangkan hal yang peserta didikharap dapat ia pahami lebih dalam,
pengetahuan yang perlu ia miliki untuk mencapai hal tersebut, keterampilan
apa yang dapat diasah, karya atau aksi apa yang dapat dilakukan peserta
didik, sertakarakter positif apa yang dapat diperkuat dalam melakukan
pembelajaran inkuiri. Hal ini untuk mempersiapkan peserta didik menjadi warga
negara yang berpartisipasi secara cerdas dalam masyarakat yang berkebhinekaan
global. Keterampilan berpikir inkuiri dimulai dari mengajukan pertanyaan dan
mengidentifikasi masalah, mengumpulkan dan mengelola informasi, merencanakan
dan mengembangkan ide solusi, mengambil kesimpulan dan merumuskan aksi,
mencipta dan melaksanakan aksi, mengomunikasikan dan merefleksikan. Siklus
keterampilan proses dijabarkan di bawah ini : Mengamati: Peserta didik
melakukan kegiatan yang dilaksanakan
secara sengaja dan terencana dengan maksud untuk mendapat informasi dari hasilpengamatan. Pengamatan
bisa dilakukan langsung atau menggunakan instrumen lain. 1. Menanya: Peserta didik menyusun pertanyaan
tentang hal-hal yang ingin diketahuinya dan masalah apa yang ditemukan. Pada
tahap ini ia juga menghubungkan pengetahuan yang dimiliki dengan pengetahuan
baru yang akan dipelajari sehingga bisa menjelaskan permasalahan yang sedang
diselidiki dengan rumus 5W 1H (apa,siapa, kapan, di mana, mengapa, dan
bagaimana), dan memperkirakan apa yang akan terjadi berdasarkan jawaban atas
pertanyaan. 2. Mengumpulkan Informasi: Peserta didik
penyusunan langkah-langkah untuk mengumpulkan informasi melalui studi
pustaka, studi dokumen, wawancara,
observasi, kuesioner, dan teknik pengumpulan informasi lainnya. 3. Mengorganisasikan Informasi: Peserta didik
memilih, mengolah dan menganalisis informasi yang diperoleh. Proses analisis
informasidilakukan dengan cara verifikasi, interpretasi, dan triangulasi
informasi. 4. Menarik Kesimpulan: Peserta didik
menjawab, mengukur dan mendeskripsikan serta menjelaskan permasalahan yang
ada denganmemenuhi prosedur dan tahapan yang ditetapkan. 5. Mengomunikasikan: Peserta didik
mengungkapkan seluruh hasil tahapan di atas secara lisan dan tulisan dalam
bentuk media digital dan non-digital. Peserta didik lalu mengomunikasikan
hasil temuannya dengan mempublikasikan hasil laporan dalam bentuk presentasi
digital dan atau non digital, dan sebagainya. 6. Merefleksikan dan Merencanakan Proyek LanjutanSecara
Kolaboratif 7. Peserta didik mampu mengevaluasi
pengalaman belajar yang telah dilalui dan diharapkan dapat merencanakan
proyek lanjutan dengan melibatkan lintas mata pelajaran secara kolaboratif. |
D.
Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) SMP/MTs/Program Paket B Setiap Fase
Fase D (Umumnya untuk kelas VII -
IX SMP/MTs/Program Paket B) Pada
akhir fase ini,
peserta didik mampu
memahami dan memiliki kesadaran akan
keberadaan diri serta
mampu berinteraksi dengan lingkungan terdekatnya.
Ia mampu menganalisis
hubungan antara kondisi geografis
daerah dengan karakteristik masyarakat dan memahami potensi sumber daya alam serta
kaitannya dengan mitigasi kebencanaan.
Ia juga mampu
menganalisis hubungan antara keragaman kondisi
geografis nusantara terhadap
pembentukan.
kemajemukan budaya. Ia mampu
memahami bagaimana masyarakat saling
berupaya untuk dapat
memenuhi kebutuhan hidupnya.
Ia mampu menganalisis peran pemerintah dan masyarakat dalam mendorong
pertumbuhan perekonomian. Peserta didik juga mampu memahami dan memiliki
kesadaran terhadap perubahan sosial yang sedang terjadi di era kontemporer. Ia
dapat menganalisis perkembangan ekonomi
di era digital.
Peserta didik memahami
tantangan pembangunan dan potensi
Indonesia menjadi negara
maju. Ia menyadari perannya
sebagai bagian dari masyarakat Indonesia dan dunia di tengah isu-isu regional
dan global yang sedang terjadi dan ikut memberikan kontribusi yang positif.
Peserta didik mampu memahami dan
menerapkan materi pembelajaran melalui pendekatan keterampilan proses
dalam belajarnya, yaitu mengamati,
menanya dengan rumus 5W 1H. Kemudian mampu memperkirakan apa yang akan terjadi
berdasarkan jawaban-jawaban yang ditemukan. Peserta didik juga mampu
mengumpulkan informasi melalui studi pustaka, studi dokumen, lapangan,
wawancara, observasi, kuesioner, dan teknik pengumpulan informasi lainnya.
Merencanakan dan mengembangkan penyelidikan. Peserta didik mengorganisasikan
informasi dengan memilih, mengolah dan menganalisis informasi yang diperoleh.
Proses analisis informasi dilakukan dengan cara verifikasi, interpretasi, dan
triangulasi informasi. Peserta didik menarik kesimpulan, menjawab, mengukur dan
mendeskripsikan serta menjelaskan permasalahan yang ada dengan memenuhi
prosedur dan tahapan yang ditetapkan. Peserta didik mengungkapkan seluruh hasil
tahapan di atas secara lisan dan tulisan dalam bentuk media digital dan
non-digital. Peserta didik lalu mengomunikasikan hasil temuannya dengan
mempublikasikan hasil laporan dalam bentuk presentasi digital dan atau non
digital, dan sebagainya. Selain itu peserta didik mampu mengevaluasi pengalaman
belajar yang telah dilalui dan diharapkan dapat merencanakan proyek lanjutan
dengan melibatkan lintas mata pelajaran secara kolaboratif.
Fase D
berdasarkan elemen
|
Elemen |
Capaian Pembelajaran |
|
Pemahaman Konsep |
Padaakhirfaseini,pesertadidikmampumemahamidanmemilikikesadaranakankeberadaandirisertamampuberinteraksidenganlingkunganterdekatnya.Iamampumenganalisishubunganantarakondisigeografisdaerahdengankarakteristikmasyarakat
dan memahami potensi sumber daya alam
serta kaitannya dengan mitigasi kebencanaan . Ia juga mampu menganalisis
hubungan antara keragaman kondisi geografis nusantara terhadap pembentukan
kemajemukan budaya. Ia mampu memahami bagaimana masyarakat saling berupaya
untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Ia mampu menganalisis peran
pemerintah dan masyarakat dalam mendorong pertumbuhan perekonomian. Peserta
didik juga mampu memahami dan memiliki kesadaran terhadap perubahan sosial
yang sedang terjadi di era kontemporer. Ia dapat menganalisis perkembangan
ekonomi di era digital. Peserta didik memahami tantangan pembangunan dan
potensi Indonesia menjadi negara maju. Ia menyadari perannya sebagai bagian
dari masyarakat Indonesia dan dunia di tengah isu-isu regional dan global
yang sedang terjadi dan ikut memberikan kontribusi yang positif. |
|
Keterampilan proses |
Pada akhir fase ini, Peserta didik mampu memahami
dan menerapkan materipembelajaran melalui pendekatan keterampilan proses
dalam belajarnya, yaitu mengamati, menanya dengan rumus 5W 1H. Kemudian mampu
memperkirakan apa yang akan terjadi berdasarkan jawaban-jawaban yang
ditemukan. Peserta didik juga mampu mengumpulkan informasi melalui studi
pustaka, studi dokumen, lapangan,
wawancara, observasi, kuesioner, dan teknik pengumpulan informasi
lainnya. merencanakan dan
mengembangkan penyelidikan. Peserta didik mengorganisasikan informasi dengan
memilih, mengolah dan menganalisis informasi yangdiperoleh. Proses analisis
informasi dilakukan dengan cara verifikasi, interpretasi, dan triangulasi
informasi. Peserta didik menarik kesimpulan, menjawab, mengukur dan
mendeskripsikan serta menjelaskan permasalahan yang ada dengan memenuhi
prosedur dan tahapan yang ditetapkan. Peserta didik mengungkapkan seluruh
hasil tahapan di atas secara lisan dan tulisan dalam bentuk media digital dan
non-digital. Peserta didik lalu mengomunikasikan hasil temuannya dengan
mempublikasikan hasil laporan dalam bentuk presentasi digital dan atau non
digital, dan sebagainya. Selain itu peserta didik mampu mengevaluasi
pengalaman belajar yang telah dilalui dan diharapkan dapat merencanakan
proyek lanjutan dengan melibatkan lintas mata pelajaran secara kolaboratif. |
Komentar
Posting Komentar