Analisis lingkungan pendidikan bebas intoleransi
1. Konsep Toleransi dalam Islam
Toleransi bisa berarti memberikan izin, membolehkan, legitimasi,
lisensi, maaf, kelapangan dada, murah hati dan kedermawanan. Olehnya itu,
toleransi dalam beragama berarti saling menghormati dan berlapang dada terhadap
pemeluk agama lain, tidak memaksa mereka untuk mengikuti agamanya dan bahkan
tidak men campuri sesuatu apapun dalam urusan agama masing-masing. Toleransi
merupakan suatu sikap atau perilaku manusia yang tidak me nyimpang dari aturan
agama, di mana seseorang saling menghargai, menghormati, dan memberikan ruang
gerak yang begitu luas bagi pemeluk agama untuk memeluk agama nya masing-masing
tanpa adanya unsur paksaan dari pemeluk agama lain. Dengan demikian,
masing-masing pemeluk agama dapat menjalankan ritual agamanya dengan rasa
kedamaian dan pada tataran selanjutnya akan menciptakan suasana kerukunan hidup
antarumat beragama yang harmonis, jauh dari pertikaian dan permusuhan. Sikap
saling memberi maaf, memahami, dan menjunjung tinggi hak orang lain untuk dapat
beribadah sesuai dengan keyakinan yang dimilikinya.
2. Makna Kebebasan Beragama dalam Islam
Kebebasan beragama yang diberikan Islam mengandung tiga makna:
Pertama, Islam memberikan kebebasan kepada umat beragama untuk memeluk agamanya
masing-masing tanpa ada ancaman dan tekanan. Tidak ada paksaan bagi orang
non-muslim untuk memeluk agama Islam. Kedua, Apabila seseorang telah menjadi
muslim, maka ia tidak sebebasnya mengganti agama nya, baik agamanya itu dipeluk
sejak lahir maupun karena konversi. Ketiga, Islam memberi kebebasan kepada
pemeluknya menjalankan ajaran agamanya sepanjang tidak keluar dari garis-garis
syariah dan aqidah. Dalam Q.S. al-Baqarah/2: 256 dapat dipahami bahwa sepanjang
sejarah dan hal ini merupakan bukti otentik bahwa tidak pernah terjadi umat
Islam memaksa penganut agama lain untuk masuk Islam.
3. Konsep Toleransi Terhadap Umat Non-Muslim
Toleransi hanya berlaku pada tataran/ wilayah muamalah atau
interaksi dalam hubungan sosial antar sesama manusia. Misal nya, Islam
menganjurkan berbuat baik terhadap tetangga meskipun non-muslim, tidak boleh
berbuat zalim terhadap keluarga dan kerabat meskipun non-muslim, Islam melarang
keras membunuh non-muslim kecuali jika mereka memerangi kaum muslimin dan Islam
menganjurkan berbuat adil dalam hukum dan peradilan terhadap non-muslim. Dengan
demikian, uraian mengenai bentuk/model toleransi yang dibenarkan oleh
Rasulullah saw. perlu dibahas dengan memberikan beberapa bukti atau contoh
kasus dan pada akhirnya dapat diambil suatu ke simpulan bahwa Islam adalah
agama yang menjunjung tinggi toleransi terhadap agama lainnya dan tentunya
bukan model toleransi yang kebablasan.
4. Keadilan Terhadap Non-Muslim dalam Bertoleransi
Islam memberikan tuntunan untuk berlaku adil dalam hukum dan
peradilan terhadap non-muslim. Contohnya ketika Umar bin Khattab
radhiallahu’anhu membebaskan dan menaklukkan Yerussalem Palestina. Beliau
menjamin warganya agar tetap bebas memeluk agama dan membawa salib mereka. Umar
tidak memaksakan mereka memluk Islam dan menghalangi mereka untuk beribadah,
asalkan mereka tetap membayar pajak kepada pemerintah Muslim. Berbeda ketika
bangsa dan agama lain mengusai, maka mereka melakukan pembantaian. Umar bin
Khattab juga memberikan kebebasan dan memberikan hak-hak hukum dan perlindungan
kepada penduduk Yerussalem walaupun mereka non-muslim.
5. Posisi Akidah dalam Toleransi Umat Beragama
Masing-masing penganut agama harus yakin sepenuhnya dengan
ajaran agama atau kepercayaannya. Selama mereka telah yakin, mustahil mereka
akan membenarkan ajaran yang tidak sejalan dengan ajaran agama atau
kepercayaannya. Fakta di atas memberikan gambaran dan pemahaman bahwa kerukunan
hidup antar umat atau pemeluk agama yang berbeda dalam masyarakat yang
majemuk/plural harus benar-benar diperjuangkan tanpa harus mengorbankan akidah.
Kalimat yang secara tegas menunjukkan hal ini terdapat pada ayat yang terakhir
(ayat keenam) Surah Al-Kafirun yang berarti bagimu agamamu dan bagiku agamaku.
Masing-masing pemeluk agama diberikan hak seluas-luasnya untuk meyakini, melaksanakan
dan mengamalkan ajaran agama yang telah diyakininya.
LAKUKAN EVALUASI DAN REFLEKSI ATAS PEMAPARAN MATERI PADA BAHAN
AJAR.
Evaluasi yang didapat pada pemaparan bahan ajar yaitu: pada
dasarnya agama-agama selain Islam harus mendapatkan penghormatan yang sama dari
komunitas kaum muslim. Tempat-tempat ibadah mereka, simbol-simbol agama yang
mereka sakralkan juga harus mendapatkan peng hormatan. Namun agama-agama
non-islam juga harus melakukan hal yang sama di mana mereka wajib menghormati
dan menghargai umat Islam, utamanya umat Islam yang berada di daerah-daerah
muslim minoritas. Kenyataannya, sering muncul pemberitaan tentang perlakuan
zalim umat non-muslim terhadap umat Islam minoritas dan fenomena seperti ini
tidak disikapi dengan tegas oleh pemerintah dunia, atau minimal pemerintah di
negara tersebut. Maka darinya, diperlukan aturan dan musyawarah lebih lanjut
yang membahas tentang pentingnya toleransi antar umat beragama.
Adapun refleksi yang bisa dipetik dari pemaparan bahan ajar di
atas yaitu: Islam adalah agama yang penuh rahmat untuk seluruh umat manusia.
Islam merupakan agama yang mengajarkan segala sesuatu sampai pada hal-hal yang
sangat terperinci baik sikap manusia dalam kehidupan sosial maupun dalam
kehidupan beragama. Toleransi yang ingin dibangun oleh Islam adalah toleransi
yang mengedepankan sikap saling menghormati antar sesama pemeluk agama agar
dapat mengamalkan ajaran agamanya masing-masing sesuai dengan keyakinan yang
dimilikinya tanpa adanya pihak yang memberikan tekanan atau pun pemaksaan
kehendak kepada penganut agama lain untuk memeluk agama tertentu. Namun
toleransi dalam Islam juga memiliki ketegasan dan batasan-batasan. Jika
toleransi tersebut sudah bersinggungan/berkaitan dengan masalah akidah, maka
prinsip yang dipakai adalah “bagimu agamamu dan bagiku agama ku”. Wilayah
muamalah dan wilayah akidah mustahil untuk disatukan atau dicampuradukkan
antara satu dengan yang lainnya. Singkat kata bahwa antara keduanya memiliki
batas-batas tertentu sesuai dengan porsinya masing-masing.
TULISLAH KELEBIHAN DAN KEKURANGAN TERKAIT DENGAN PENJELASAN
MATERI PADA BAHAN AJAR.
Kelebihan:
1. Bahan ajar dipaparkan secara sistematis, lengkap, dan dengan
ulasan yang mendalam terkait pembahasan mengenai toleransi.
2. Pemaparan bahan ajar disajikan dengan deskriptif dan berusaha
untuk memberikan ketegasan dan batasan-batasan dalam bertoleransi, khususnya
toleransi antar umat beragama.
3. Bahan ajar kaya dengan referensi utama dan juga didukung
dengan dalil-dalil yang lengkap dari tulisan Arab beserta artinya.
Kekurangan:
1. Pada bahan ajar belum disajikan fenomena kekinian terkait
problematika toleransi antar umat beragama.
2. Pada bahan ajar belum diulas secara khusus mengenai step by
step untuk menjaga dan merawat kerukunan umat beragama.
KAITKAN ISI BAHAN AJAR DENGAN NILAI MODERASI BERAGAMA.
Sejatinya yang perlu ditegaskan bersama ialah bahwa toleransi
yang ingin dibangun oleh Islam adalah sikap saling menghormati antar pemeluk
agama yang berlainan dan hidup berdampingan dalam masyarakat yang majemuk tanpa
mencampuradukan hal-hal yang berkaitan dengan i’tiqadiyah atau akidah. Namun
akhir-akhir ini cukup marak pemberitaan dan aksi di media sosial berupa
influencer yang berusaha mencampur-adukkan akidah Islam dengan akidah
non-muslim dengan mengkambing-hitamkan toleransi. Hal ini beberapa kali
dilakukan oleh Abu Janda yang kemudian menyebabkan perdebatan yang tiada ujung.
Maka darinya, materi pada bahan ajar di atas yaitu tentang toleransi perlu
dikaitkan lebih dalam terutama mengenai nilai-nilai moderasi beragama dalam
rangka menjaga kerukunan, tidak hanya kerukuran antar sesama melainkan juga
untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan.
Komentar
Posting Komentar