"ANALISIS BAHAN AJAR MAKNA SYUKUR BERDASARKAN KAJIAN TEMATIK DIGITAL AL-QURAN DAN IMPLIKASINYA DALAM PENDIDIKAN AKHLAK DI SEKOLAH DASAR"

 

"MAKNA SYUKUR BERDASARKAN KAJIAN TEMATIK DIGITAL AL-QURAN DAN IMPLIKASINYA DALAM PENDIDIKAN AKHLAK DI SEKOLAH DASAR"

KEGIATAN BELAJAR 2

A.  Tiga Konsep dan deskripsinya yang di temukan dalam bahan ajar

1.     Ilmu akhlak merupakan salah satu ilmu yang ada dalam ajaran Islam, yang mana di dalam ilmu ini dipelajari berbagai macam sifat mulia seperti sidiq, amanah, tawaḍu, jujur, syukur, mahabbah, qanā’ah, sabar, tawakal, wara’ dan masih banyak yang lainnya. Menurut Zahruddin & Sinaga (2004: 159) menyimpulkan bahwa syukur termasuk ke dalam sifat akhlak.

2.     Metode tematik digital Alquran adalah metode memahami term-term keagamaan ataupun suatu term dalam Alquran dengan cara menganalisis seluruh ayat Alquran tentang term yang sama (Rahmat, 2014). Untuk memahami makna syukur sebagaimana yang ada di dalam Alquran, maka ada baiknya kita mencoba menggunakan metode tematik digital Alquran. Menggunakan metode tematik digital Alquran akan mempermudah kalangan pemula yang ingin memahami berbagai konsep inti dari ajaran Islam berdasarkan Alquran.

3.     Berdasarkan kajian tematik digital Alquran, syukur merupakan bentuk sikap penerimaan dan pujian total terhadap Allah atas segala nikmat yang didapatkan dengan melaksanakan berbagai keta’atan kepada-Nya. Sehingga syukur merupakan salah satu karakter inti dalam ajaran Islam. Syukur merupakan karakter nilai inti dalam ajaran agama Islam. Begitu banyak ayat-ayat Alquran yang memerintahkan untuk bersyukur terutama terhadap nikmat yang diberikan yakni nikmat Iman, Islam, keta’atan dan dijauhkan dari kemaksiatan. Syukur merupakan bukti keimanan dan ketakwaan.  Bentuk syukur ada tiga macam yaitu syukur hati, lidah dan anggota tubuh. Adapun caranya, syukur hati dengan merenungkan anugerah, syukur lisan dengan mengucapkan tahmid dan syukur anggota tubuh dengan melakukan berbagai keta’atan kepada Allah seperti ṣalat, puasa, ṣadaqah dan menjauhi kemaksiatan.

B.  Kontekstualisasi atas pemaparan materi bahan ajar dengan realitas social

Pendidikan akhlak adalah proses pembentukan karakter dan moral individu agar merek dapat hidup dalam harmoni dengan mereka sendiri, masyarakat dan Allah. Dalam konteks ini nilai syukur memiki peran penting dalam membentuk sikap, perilaku dan interaksi sosial individu. Syukur merupakan bagian dari akhlak terpuji dalam beramal saleh. Syukur dapat diterapkan oleh individu, keluarga, dan masyarakat dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah Swt sehingga hidup menjadi damai, bahagia, dan tenang.  Namun kenyataannya, kebanyakan manusia tidak mensyukuri berbagai kenikmatan dalam bentuk karunia yang telah diberikan.Seseorang yang memiliki sifat selalu bersyukur menjadikan derajatnya semakin meningkat di sisi Allah, dan menjadikannya semakin dekat kepada Allah SWT. serta terhindar dari hukuman yang bersifat manusiawi. Terutama dalam menanamkan nilainilai syukur kepada peserta didik yang perlu adanya proses pembiasaan dan latihan sejak dini. Guru mesti memberikan contoh dalam mengamalkan karakter syukur tersebut. Salah satunya dengan cara mengucapkan tahmid jika diberikan berbagai kenikmatan, ataupun dengan ṣalat, puasa, ṣadaqah dan berbagai keta’atan yang lainnya. Jika guru sudah memberikan teladan yang baik, maka murid pun akan menaruh hormat dan mengidolakan guru tersebut. Karena guru memiliki peran yang sangat sentral sebagai sosok figur di sekolah yang akan diteladani oleh muridnya. Oleh karena itu, disamping syukur ini diajarkan kepada murid, namun syukur ini mesti juga untuk dilatih, dibiasakan, dan diamalkan sejak kecil terutama melalui lembaga pendidikan formal di jenjang sekolah dasar.

C.  Merefleksikan Hasil Kontekstualisasi Materi Bahan Ajar dalam Pembelajaran Bermakna

Manusia sebagai makhluk Allah SWT. yang paling sempurna dibandingkan dengan makhluk yang lainnya di bumi ini,seperti disebutkan dalam Q.S Al-Baqarah ayat 30 di antara keistimewaannya adalah manusia diberi amanah sebagai khalifah di bumi. Sebagai khalifah, manusia harus bersyukur,karna syukur merupakan perintah yang ada di dalam Alquran. Diantaranya perintah bersyukur terhadap Allah dan jangan mengingkari nikmat-Nya (QS. Al-A’rāf : 144).

Dalam pembelajaran bermakna, Syukur diperintahkan karena bagian dari perbuatan baik yang ada dalam Alquran. Maka dari itu syukur harus diimpilaksikan sejak dini kepada peserta didik. Hamba Allah dengan tugas utamanya ibadah meliputi segala tindakan dan perbuatan manusia yang dikehendaki oleh Allah Swt. menuju kebaikan dan menjauhkan kepada keburukan (taqwa), dalam bentuk pengabdian kepada Allah yang tidak terbatas hanya dengan melakukan ibadah mahdhah seperti shalat lima waktu, puasa, zakat, infak, sadaqah, haji dan sebagainya demikian pula meliputi segala bentuk ibadah ghoiru mahdhah lainnya. Ibadah dan apa yang sudah diperoleh seseorang di dunia ini harus selalu bersyukur kepada Allah SWT dan harus mempunyai sifat qona’ah. sebagai satu-satunya tujuan pengabdian, memenuhi perintahnya tanpa mempertimbangkan keuntungan pribadi lainnya.



Top of Form

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lembar Kerja (LK) 6 : Penyusunan Rencana Aksi

TUGAS REFLEKSI MODUL PEDAGOGIK