ANALISA BAHAN AJAR AKHLAK TERHADAP DIRI SENDIRI DAN ORANGLAIN
NAMA :, S.Pd.I
KELAS :
PPG PAI B
MODUL : AQIDAH AKHLAK
KEGIATAN BELAJAR : 4. AKHLAK TERHADAP
DIRI SENDIRI DAN ORANGLAIN
ANALISIS BAHAN AJAR : VIDEO
1.
Tulis 5 konsep bahan ajar KB 4 dan deskripsinya
a.
Pengertian Ikhlas
Dalam bahasa Arab kata ikhlas berasal dari kata khalasha yang
mempunyai pengertian tanqiyah asy-syai wa tahdzibuhu (mengosongkan sesuatu dan
membersihkannya).
Secara etimologi, kata ikhlas
dapat berarti membersihkan (bersih, jernih, suci dari campuran dan pencemaran,
baik berupa materi ataupun immateri). Sedangkan secara terminologi, ikhlas
mempunyai pengertian kejujuran hamba dalam keyakinan atau akidah dan perbuatan
yang hanya ditujukan kepada Allah.
Arti ikhlas adalah mengerjakan segala sesuatu yang telah
digariskan oleh Allah dan Rasul-Nya (ibadah) dengan penuh ketulusan semata-mata
hanya untuk mendapat keridhaan-Nya, baik di dunia maupun di akhirat.
Ikhlas merupakan salah satu akhlakul mahmudah yang harus
dimiliki oleh semua orang. Secara sederhana, ikhlas adalah lawan dari riya
yaitu kita melakukan segala pekerjaan ataupun ibadah hanya semata-mata karena
ingin mendapatkan ridho Allah SWT. Sementara rya yaitu melakukan suatu amal
perbuatan dan ibadah karena ingin mencari penghargaan dan juga pengakuan dari
manusia.
b.
Ciri-ciri Ikhlas
Berikut ini adalah ciri-ciri
ikhlas:
1. Tidak Suka Dipuji
Pujian adalah salah satu ujian
untuk orang-orang yang melakukan amal perbuatan baik dengan pujian seseorang
dapat terkena penyakit ujub atau sombong. Oleh karena itu, seseorang mukhlis
tidak akan pernah suka dengan pujian yang berasal dari seseorang.
2. Tidak Berambisi Menjadi
Pemimpin
Salah satu kelebihan dari
seorang pemimpin yaitu dihormati dan disegani oleh banyak orang. Dengan
kepemimpinan, seseorang akan lebih mudah menjadi sombong dan congkak. Namun,
berbeda dengan orang yang mempunyai sifat ini, mereka akan tenang dan diam
serta tidak akan mencalonkan dirinya sendiri untuk menjadi seorang pemimpin.
Misalnya saja dengan mencalonkan diri menjadi ketua RT, RW, atau yang lainnya.
3. Mendengarkan Nasehat
Orang yang mukhlis akan
senantiasa menghargai orang-orang yang menasehatinya.
4. Menganggap Sama Pujian Dan
Hinaan
Kewajiban seorang muslim yaitu
melakukan perintah Allah SWT dengan baik sebagai salah satu tanda penghambaan
kepada Sang Pencipta. Seringkali, apa yang orang lakukan memperoleh pujian dan
juga hinaan dari orang-orang sekitar. Sementara untuk seorang mukhlis, pujian
dan juga hinaan adalah hal yang sama. Mereka tidak akan memikirkan hal itu,
karena yang mereka tahu hanyalah niat dari orang-orang sekitar.
5. Melupakan Amal Baik
Salah satu ciri ikhlas
selanjutnya adalah dengan melupakan amal baik yang sudah dilakukan. Saat
seseorang melakukan amal kebaikan seperti halnya menolong orang lain, biasanya
seorang mukhlis akan lupa dan tidak akan pernah mengingatnya lagi. Dengan
begitu, orang yang ikhlas tidak dengan mudah berbicara atau mengungkit kebaikan
yang telah dilakukan sebelumnya.
6. Melupakan Hak Amal Baiknya
Seseorang yang melakukan amal ibadah dengan ikhlas akan
melupakan amal yang telah mereka perbuat. Tak hanya itu saja, mereka juga akan
melupakan hak amal baiknya. Saat seseorang melakukan amal baik, biasanya mereka
akan menuntut haknya. Contohnya saja, setelah seseorang memberikan makanan
kepada anak yatim, kemudian mereka mengharap ucapan terima kasih dan juga doa
dari anak-anak tersebut. Sikap seperti itulah yang tidak dapat digolongkan ke
dalam sikap ikhlas. Sebab, masih menuntut hak dari perbuatan baiknya.
c.
Tingkatan Ikhlas
1. Ikhlas Awam
Di dalam ibadahnya kepada Allah
SWT, mereka melandasinya dengan perasaan takut pada siksa Allah dan masih
mengharapkan pahala dunia. Seperti halnya orang yang melakukan sholat dhuha
agar mereka memperoleh pahala dan juga dimudahkan rezekinya. Kemudian
orang-orang yang melakukan sholat tahajud karena ingin dilancarkan urusan
dunianya.
2. Ikhlas Khawas
Akhlak yang satu ini memiliki
motivasi untuk memperoleh pahala dari Allah SWT. Dengan begitu, orang yang
melakukan amal ibadah akan memperoleh sesuatu dari Allah di akhirat nanti
seperti terhindar dari siksa neraka dan masuk ke dalam surganya Allah SWT.
3. Ikhlas Khawas al-Khawas
Ikhlas yang satu ini adalah suatu bentuk pengabdian dari seorang
hamba kepada Allah SWT disertai dengan kesadaran penuh bahwasannya seorang
hamba sudah seharusnya mengabdi kepada Allah SWT dengan cara melakukan
perbuatan dan amal ibadah yang dilakukan karena mencari ridho Allah dengan
sebenar-benarnya. Amal ibadah yang dilakukan oleh orang mukhlis semata-mata
hanya untuk mencari ridho Allah SWT tanpa adanya hasrat untuk mencari perhatian
ataupun ketenaran di hadapan makhluk lain, entah itu berupa pujian ataupun
sejenisnya.
Unsur-Unsur
Ikhlas
1. Niat
Di dalam Al Quran, Allah SWT
telah berfirman: “Dan janganlah kamu mengusir orang-orang yang menyeru Tuhannya
di saat dan petang hari, sedangkan mereka menghendaki keridhaan-Nya (QS 6: 52).
Oleh karena itu, niat kita akan menghendaki keridhaan-Nya.
2. Mengikhlaskan Niat
Nabi Muhammad SAW pernah
bersabda kepada Muadz, “Ikhlaskanlah amal, maka sedikit darinya mencukupimu”.
3. Dapat Dipercaya
Kesempurnaan dari sebuah
keikhlasan adalah bisa dipercaya. Dalam hal itu, Allah SWT telah berfirman di
dalam (QS 33:23) yang berbunyi “Orang-orang yang menepati apa yang telah mereka
janjikan kepada Allah” (QS 33: 23) (al Ghozali, 2006: 215).
Pahamilah bahwasannya segala sesuatu tergambar dan dicampuri
oleh yang lainnya. Maka saat Ia suci dari campuran dan bersih dari apapun,
niscaya Ia bisa dinamakan sebagai yang bersih atau khalis. Sementara sesuatu
yang dinamakan dengan perbuatan suci dan bersih adalah ikhlas.
Contoh Ikhlas
Terdapat beberapa contoh yang dapat kita ambil hikmah serta
pelajarannya. Yang pertama adalah saat seseorang sedang bekerja lalu
mendengarkan adzan dhuhur, setelah itu Ia langsung bergegas pergi ke masjid
untuk melaksanakan sholat dhuhur. Namun hati dan juga pikirannya
dilatarbelakangi karena Ia hanya ingin menghindari pekerjaannya itu. Maka orang
tersebut tidak dapat kita golongkan ke dalam orang-orang yang ikhlas. Sebab,
alasan yang Ia miliki adalah salah satu alasan yang salah, karena Ia melakukan
sholat dhuhur untuk menghindari pekerjaan bukan karena Allah SWT. Lalu untuk
contoh yang kedua adalah saat seseorang melakukan amal dengan cara sodaqoh ataupun
infaq yang bertujuan untuk mencari perhatian orang lain. Maka amal perbuatan
tersebut tidak dapat dikatakan sikap ikhlas.
d.
Implementasi Ikhlas dalam kehidupan sehari-hari
Macam-Macam Fungsi Ikhlas
a. Sebagai sumber rezeki pahala yang sangat besar dan bisa
meraih kebaikan dari kebaikan seseorang yang melakukannya.
b. Ikhlas bisa menyelamatkan pelakunya dari sebuah azab yang
keji di hari kiamat nanti.
c. Allah SWT akan memberikan hidayah ataupun petunjuk, sehingga
kita tidak akan tersesat dalam mencari jalan yang benar.
d. Jalan keselamatan menuju akhirat hanya bisa kita dapatkan
dengan ikhlas.
e. Amal ibadah kita akan diterima oleh Allah SWT.
f. Akan memperoleh naungan dari Allah SWT di hari akhir nanti.
g. Kehidupan kalbu dan kebebasan dari segala macam kesedihan di
dunia ini tidak bida kita realisasikan kecuali dengan keikhlasan.
h. Membuat hidup kita menjadi lebih tenang dan tentram.
i. Memperoleh perlindungan dari Allah SWT.
Ada beberapa tips yang bisa kita terapkan untuk menghindari
sikap riya ataupun ujub. Sehingga amal perbuatan yang kita lakukan menjadi
lebih ikhlas murni karena Allah SWT. Cara tersebut yaitu dengan menata hati dan
juga pikiran kita bahwasannya ibadah yang kita lakukan adalah salah satu
karunia dari Allah SWT. Jadi, dengan pikiran kita yang seperti itu, maka kita
tidak akan menyombongkan diri. Bahwa apa yang kita lakukan adalah murni dari
diri kita sendiri dan rahmat dari Allah SWT yang telah diberikan kepada kita.
Sehingga kita dapat melakukan ibadah kepada Allah SWT. Jika berbicara mengenai
ikhlas dalam amal perbuatan, terdapat cara yang bisa kita lakukan agar amal
yang kita lakukan diterima oleh Allah SWT. Salah satunya yaitu dengan
menganggap bahwa semua yang ada di dunia ini termasuk juga harta yang kita
miliki hanyalah Fadilah dan karunia dari Allah SWT yang dititipkan kepada kita.
Sehingga saat kita memberikan sebagian rezeki kita kepada orang-orang yang
membutuhkan, anggap saja itu hanyalah titipan Allah SWT yang ditujukan untuk
orang yang kita bantu. Dengan begitu, kita akan terhindar dari sikap riya yang
menganggap bahwa sedekah kepada orang yang membutuhkan adalah sesuatu yang
membanggakan dan patut diketahui banyak orang.
2.
Evaluasi dan refleksi pemaparan bahan ajar KB 4 tersebut
Ikhlas merupakan kunci dalam beribadah. Melakukan segala sesuatu
dengan ikhlas merupakan perbuatan terpuji.
Dalam agama Islam mengajarkan bahwa segala perbuatan amal ibadah
tidak akan diterima Allah, jika tidak disertai dengan sikap penuh keikhlasan.
Hal ini disebutkan pada surat Q.S. al-Bayyinah (98): 5 yang berbunyi:
“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah
dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus.”
Sikap ini merupakan tindakan tulus hati yang bisa memberikan
ketenangan, kedamaian bagi diri pribadi dan orang lain. Sikap Ikhlas mempunyai
kaitan erat dengan niat. Karena adanya sifat ikhlas tergantung pada niatnya.
Penting untuk memahami apa yang dimaksud dengan sikap ikhlas
tersebut supaya kita terhindar dari perbuatan melakukan ibadah atau perbuatan baik
dengan niat selain karena Allah SWT.
Ikhlas merupakan kesucian hati dalam beribadah atau beramal
untuk menuju kepada Allah. Ikhlas adalah suasana kewajiban yang mencerminkan motivasi
bathin kearah beribadah kepada Allah dan kearah membersihkan hati dari
kecenderungan untuk melakukan perbuatan yang tidak menuju kepada Allah.Terdapat
lima aspek penting dalam ikhlas, yaitu
(1) ikhlas dalam arti pemurnian agama
(2) ikhlas dalam arti pemurnian agama dari hawa nafsu dan
perilaku menyimpang;
(3) ikhlas dalam arti pemurnian amal dari bermacam-macam
penyakit dan noda yang tersembunyi;
(4) ikhlas dalam arti pemurnian ucapan dari kata-kata yang tidak
berguna, kata-kata buruk, dan kata-kata bualan
(5) ikhlas dalam arti
pemurnian budi pekerti dengan mengikuti apa yang dikehendaki oleh Tuhan.
3.
Tulis kelebihan dan kekurangan terkait penjelasan pada bahan ajar KB 4
Semua
yang dijelaskan di dalam video bahan ajar mengajarkan kita pada konsep ikhlas
dalam arti yang sebenarnya, bagaimana kita bisa ikhlas dalam kehidupan
sehari-hari, baik itu dalam hal beribadah maupun lainnya.
Adapun
kekurangan dalam video tersebut kurangnya dalil dan hadis yang bisa menjelaskan
tentang perilaku ikhlas.
4.
Kaitkan isi bahan ajar KB 4 dengan nilai moderasi beragama
Ketulusan beramal adalah
rahasia antara Tuhan dengan manusia. Bisa jadi seseorang telah menduga dirinya
ikhlas, tetapi Allah menilainya masih berkekurangan.
Karena hal itulah maka yang
mestinya kita andalkan bukanlah amal kebaikan yang kita perbuat, melainkan
rahmat dan kasih sayang Allah setelah beramal sekuat kemampuan. Yang kita
andalkan adalah pengampunan-Nya, bukan keadilan-Nya. Karena Rahmat-Nya
mengalahkan amarah-Nya. Pengampunan-Nya lebih luas daripada dosa-dosa para
hamba-Nya. Keikhlasan adalah inti keberagamaan. Bisa jadi Anda menemukan
orang-orang yang kenyataan kesehariannya biasa-biasa saja. Pada dirinya tidak
tampak bentuk-bentuk lahir dari amal-amal keagamaan. Pakaiannya serupa dengan
yang dipakai orang kebanyakan, kegiatannya pun tidak jauh berbeda dengan siapa
pun. Bisa jadi ia tidak berpuasa dan salat sunnah. Tapi ternyata keberagamaan
dan kedudukannya di sisi Allah melebihi banyak orang. Sebaliknya kita dapat
menemukan orang-orang yang menampilkan diri dalam bentuk-bentuk yang memberi
kesan keberagamaan yang kuat, seperti pakaian dan cara memakainya atau
melakukan amar makruf dan nahy munkar dengan bahasa indah dan tegas. Bisa jadi
ada tanda hitam di dahinya, yang mengesankan banyak sujud. Tapi itu semua dapat
saja tidak bernilai di sisi Allah SWT.
Konsep ikhlas dapat kita
terapkan juga di tengah kondisi pandemi saat ini. Di mana masyarakat Indonesia
harus ikhlas dalam tolong – menolong terhadap sesamanya tanpa memandang suku ,
agama, maupun daerahnya.
Dalam
kondisi pandemi, sikap moderat dalam beragama diantaranya yaitu pertama, bersabar menghadapi musibah Covid-19. “Sabar
merupakan manifestasi keyakinan teologis (akidah) yang diimplementasikan dalam
sikap (Akhlak) menghadapi praksis kehidupan sehari-hari.
Kedua, mengikuti anjuran pemerintah, pakar dan pihak berwenang
dalam penanganan Covid-19. Ketiga, mengutamakan keselamatan manusia sesuai
dengan kaidah fikih Dar’ul Mafasid Aula Min Jalbil Masholih atau menghilangkan
kemudharatan itu harus didahulukan ketimbang mengambil manfaat.
Keempat, tolong menolong
dalam mengatasi Covid-19 dan dampaknya. “Tolong menolong harus ikhlas tanpa
dibatasi suku, agama dan status sosial. Ini merupakan perwujudan dalam
memperkokoh ukhuwah Islamiyah, Basyariyah, dan Wathoniyah
Komentar
Posting Komentar