Tugas PPG PAI Analisis Bahan Ajar Artikel Teori Belajar Menurut Aliran Kognitif Serta Implikasinya Dalam Pembelajaran
ANALISIS BAHAN AJAR
KEGIATAN BELAJAR: 3
|
Judul Modul |
Modul Teori Belajar dan
Pembelajaran |
|
|
Judul Kegiatan Belajar
(KB) |
Konsep Pembelajaran Dalam Kurikulum
Merdeka(KB-3) |
|
|
Bahan ajar yang
dianalsis |
Artikel Teori Belajar Menurut
Aliran Kognitif Serta Implikasinya Dalam Pembelajaran |
|
|
No |
Butir Pertanyaan |
Respon/jawaban |
|
1. |
Tuliskan minimal 3
(tiga) konsep beserta deskripsinya yang Anda temukan di dalam bahan ajar; |
Dalam perspektif
kognitif, belajar adalah perubahan dalam struktur mental seseorang yang memberikan
kapasitas untuk menunjukkan perubahan prilaku. Struktur mental ini meliputi
pengetahuan, keyakinan, keterampilan, harapan dan mekanisme lain dalam kepala
pembelajar. Fokus teori kognitif adalah potensi untuk berprilaku dan bukan
pada prilakunya sendiri.( Khodijah, 2014) Saam (2010 : 59)
menyatakan bahwa Teori kognitif menekankan bahwa peristiwa belajar merupakan
proses internal atau mental manusia. Teori kognitif menyatakan bahwa tingkah
laku manusia yang tampak tidak bisa diukur dan diterangkan tanpa melibatkan
proses mental yang lain seperti motivasi, sikap, minat, dan kemauan. Salah satu teori
belajar yang berkembang dan dipakai di dunia pendidikan adalah teori belajar
kognitif. Diantara teori belajar kognitif tersebut adalah Teori Perkembangan
Kognitif Jean Piaget, Teori Perkembangan Kognitif Vygotsky, Teori Kognitif
menurut Lewin (teori medan) dan Teori Kognitif menurut Jerome Bruner. Teori Perkembangan
Kognitif Jean Piaget Gredler (2011:324)
menyatakan bahwa Fokus dari teori Jean Piaget adalah menemukan asal muasal
logika alamiah dan transformasinya dari satu bentuk penalaran ke penalaran
lain. Tujuan ini mengharuskan dilakukannya penelitian atas akar dari
pemikiran logis pada bayi, jenis penalaran yang dilakukan anak kecil, dan
proses penalaran remaja dan dewasa. Piaget mengemukakan bahwa secara umum
semua anak berkembang melalui urutan yang sama, meskipun jenis dan tingkat
pengalaman mereka berbeda satu sama lainnya. Perkembangan mental anak terjadi
secara bertahap dari tahap perkembangan moral berikutnya. Proses Kognitif Santrock (2008:43)
menyatakan dalam memahami dunia anak-anak secara aktif, mereka menggunakan
skema (kerangka kognitif atau kerangka referensi). Sebuah skema adalah konsep
atau kerangka eksis di dalam pikiran individu yang dipakai untuk
mengorganisasikan dan mengin terpretasikan informasi. Piaget menya takan
bahwa ada dua proses yang bertanggung jawab atas cara anak menggunakan dan
mengadaptasi skema mereka yaitu: asimilasi dan akomodasi. Kemudian lebih
lanjut Santrock (2008:46) menyatakan bahwa Piaget juga menyatakan bahwa untuk
memahami dunianya, anak-anak secara kognitif mengorganisasikan pengalaman
mereka. Organisasi adalah konsep Piaget yang berarti usaha mengelompokkan
perilaku yang terpisah-pisah ke dalam urutan yang lebih teratur, ke dalam
sistem fungsi kognitif.\ Teori Perkembangan
Kognitif Vygotsky Ada tiga klaim dalam
inti pandangan Vygotsky : ü Keahlian
kognitif anak dapat dipahami apabila dianalisis dan diinterpretasikan secara
developmental. ü Kemampuan
kognitif dimediasi dengan kata, bahasa, dan bentuk diskursus, yang berfungsi
sebagai alat psikologis untuk membantu dan mentransformasi aktivitas mental, ü Kemampuan
kognitif berasal dari relasi sosial dan dipengaruhi oleh latar belakang
sosiokultural. Menurut Vygotsky,
menggunakan pendekatan developmental berarti memahami fungsi kognitif anak
dengan memeriksa asal usulnya dan transformasinya dari bentuk awal ke bentuk
selanjutnya. Vygotsky berpendapat bahwa bahasa adalah alat yang paling
penting. Kemudian Vygotsky menyatakan bahwa kemampuan kognitif berasal dari
hubungan sosial dan kultur. Perkembangan anak tidak bisa dilepaskan dari
kegiatan sosial dan kultural Teori Kognitif
menurut Lewin (teori medan) Teori ini dikemukakan
oleh Kurt Lewin (1892-1947). Menurutnya, masing-masing individu berada dalam
medan kekuatan yang bersifat psikologis. Medan dimana individu bereaksi
disebut life space. Life space mencakup perwujudan lingkungan dimana individu
bereaksi, misalnya; orang-orang yang dijumpainya, objek material yang ia
hadapi, serta fungsi kejiwaan yang ia miliki. Jadi menurut Lewin, belajar
berlangsung sebagai akibat dari perubahan dalam struktur kognitif. Perubahan
struktur kognitif itu adalah hasil dari dua macam kekuatan: a. Struktur medan
kognisi b. Kebutuhan motivasi internal individu Teori Kognitif
menurut Jerome Bruner Menurut Jerome Brunner,
pembelajaran hendaknya dapat menciptakan situasi agar mahasiswa dapat belajar
dari diri sendiri melalui pengalaman dan eksperimen untuk menemukan
pengetahuan dan kemampuan baru yang khas baginya. Dari sudut pandang
psikologi kognitif, bahwa cara yang dipandang efektif untuk meningkatkan
kualitas output pendidikan adalah pengembangan program-program pembelajaran
yang dapat mengoptimalkan keterlibatan mental intelektual pembelajar pada
setiap jenjang belajar. Sebagaimana direkomendasikan Merril, bahwa jenjang
belajar bergerak dari tahapan mengingat, dilanjutkan ke menerapkan, sampai
pada tahap penemuan konsep, prosedur atau prinsip baru di bidang disiplin
keilmuan atau keahlian yang sedang dipelajari. Dalam teori belajar, Jerome
Bruner berpendapat bahwa kegiatan belajar akan berjalan baik dan kreatif jika
siswa dapat menemukan sendiri suatu aturan atau kesimpulan tertentu. Dalam
hal ini Bruner membedakan menjadi tiga tahap, yaitu : ü Tahap
informasi, yaitu tahap awal untuk memperoleh pengetahuan atau pengalaman
baru, ü Tahap
transformasi, yaitu tahap memahami, mencerna dan menganalisis pengetahuan
baru serta mentransformasikan dalam bentuk baru yang mungkin bermanfaat untuk
hal-hal yang lain, ü Tahap evaluasi,
yaitu untuk mengetahui apakah hasil tranformasi pada tahap kedua tadi benar
atau tidak |
|
2. |
Lakukan
kontekstualisasi atas pemaparan materi dalam bahan ajar dengan realitas
sosial; |
psikologi kognitif
dapat menjelaskan prinsip-prinsip pikiran siswa beroperasi sebagai pedoman
latihan |
|
3. |
Refleksikan hasil
kontekstualisasi materi bahan ajar dalam pembelajaran bermakna. |
Dari hasil yang di dapat siswa lebih mudah
mengerti tentang materi yang di ajarkan atau di jelaskan. |
Komentar
Posting Komentar