Resume TEORI BELAJAR BEHAVIORISTIK DAN KOGNITIVISTIK DAN PENERAPANNYA DALAM PEMBELAJARAN
PENDALAMAN MATERI
(Lembar Kerja Resume Modul)
Nama Mahasiswa : ,
S.Pd.I
A.
Judul Modul : TEORI BELAJAR DAN PEMBELAJARAN
B.
Kegiatan Belajar : 1.TEORI BELAJAR BEHAVIORISTIK
DAN
KOGNITIVISTIK DAN PENERAPANNYA DALAM
PEMBELAJARAN
C. Refleksi
|
NO |
BUTIR REFLEKSI |
RESPON/JAWABAN |
|
1 |
Konsep (Beberapa
istilah dan definisi) di KB |
1. Menurut teori behavioristik,
belajar adalah perubahan tingkah laku sebagai akibat dari adanya pengalaman
dan latihan dalam hubungan stimulus dan respon. Dengan kata lain, belajar adalah
bentuk perubahan kemampuan siswa dalam bertingkah laku dengan cara yang baru sebagai hasil interaksi
antara stimulus dan respon. Sebagai contoh, siswa dikatakan telah belajar
membaca Al-Quran apabila ia dapat menunjukkan perubahan perilaku berupa
kemampuan membacanya dengan baik secara jahir setelah proses drill secara berulang-ulang.
2. Menurut teori behavioristik,
apa saja yang diberikan guru (stimulus), dan apa saja yang dihasilkan siswa
(respon), semuanya harus dapat diamati dan dapat diukur. Teori ini
mengutamakan pengukuran, sebab pengukuran berguna untuk melihat terjadi
tidaknya perubahan tingkah laku tersebut.
3. Teori behavioristik berangkat
dari aliran psikologi behaviorisme yang menyimpulkan perilaku manusia itu
bisa dibentuk menjadi baik atau buruk oleh lingkungan.
Dalam proses eksperimennya yang
melalui proses trial and error, Thorndike mengemukakan 3 hukum pokok,
yaitu: · Hukum Latihan (The law of exercise) · Hukum Akibat (The law of effect) · Hukum Kesiapan (The law of readiness)
a.
Teori Belajar Menurut John Broades Watson (1878-1958) Watson adalah seorang
behavioris murni, karena kajiannya tentang belajar disejajarkan dengan
ilmu-ilmu lain seperti fisika atau biologi yang sangat berorientasi pada
pengalaman empirik semata, yaitu sejauh dapat diamati dan dapat diukur.
Asumsinya bahwa, hanya dengan cara demikianlah maka akan dapat diramalkan
perubahan-perubahan apa yang bakal terjadi setelah seseorang melakukan tindak
belajar b. Teori Belajar Menurut Edwin Ray
Guthrie (1886-1959) Edwin Guthrie juga menggunakan
variabel hubungan stimulus dan respon untuk menjelaskan terjadinya proses
belajar. Dijelaskannya bahwa hubungan antara stimulus dan respon cenderung
hanya bersifat sementara, oleh sebab itu dalam kegiatan belajar siswa
perlu sesering mungkin diberikan stimulus agar hubungan antara stimulus dan
respon bersifat lebih tetap. Dia juga mengemukakan, agar respon yang muncul
sifatnya lebih kuat dan bahkan menetap, maka diperlukan berbagai macam
stimulus yang berhubungan dengan respon tersebut. c.
Teori Belajar Menurut Burrhusm Frederic Skinner (1904-1990) Skinner merupakan tokoh
behavioristik yang paling banyak diperbincangkan, konsep-konsep yang
dikemukakan oleh Skinner tentang belajar mampu mengungguli konsep-konsep lain
yang dikemukakan oleh para tokoh sebelumnya. Ia mampu menjelaskan konsep
belajar secara sederhana, namun dapat menunjukkan konsepnya tentang belajar
secara lebih komprehensif.
6.
Ada beberapa prinsip yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran
berdasarkan Teori Behavioristik, diantaranya : a.
Pemberian ulangan atau tes diperlukan dalam pembelajaran untuk melatih
siswa dalam memahami hubungan antara pertanyaan dengan jawaban atau hubungan
antara masalah dengan solusinya;
b. Dalam pembelajaran perlu adanya proses pengulangan (repetition)
materi, karena dapat membentuk pembiasaan; c. Pemberian stimulus yang menyenangkan terhadap tindakan baik siswa
(mis. prestasi belajar yang bagus) harus dilakukan untuk memotivasi agar
terus mempertahankan prestasinya. Sebaliknya pemberian stimulus yang tidak
menyenangkan terhadap Tindakan siswa yang tidak baik (mis. prestasi belajar
yang jelek karena malas belajar) juga harus dilakukan untuk memotivasi siswa
agar lebih giat lagi, sehingga nilainya lebih baik; d. Pemberian hukuman dan hadiah diperlukan dalam rangka menciptakan
disiplin kelas yang kondusif untuk proses pembelajaran, sehingga tujuan
pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien; e. Pemberian hadiah atau hukuman harus dilakukan secara variatif,
sehingga tidak menimbulkan kebosanan pada siswa yang menerimanya; f. Proses pembelajaran akan
berjalan secara efektif jika siswa sudah memiliki kesiapan untuk mengikuti
proses belajar, baik kesiapan mental maupun kesiapan menerima materi yang
baru, oleh karena itulah pemberian apersepsi sebelum memulai proses
pembelajaran menjadi penting. . . |
|
2 |
Daftar materi pada KB yang sulit dipahami |
Teori behaviorisme dianggap merupakan
pilihan metode pembelajaran yang tepat dan dianggap
mampu menghasilkan output yang diharapkan. Teori behaviorisme
ini hingga sekarang masih banyak ditemui di Indonesia
|
|
3 |
Daftar materi yang sering
mengalami miskonsepsi dalam pembelajaran |
Teori Belajar Menurut
Edward Lee Thorndike (The law of effect) Hukum ini menyatakan bahwa satu tindakan atau perbuatan yang menghasilkan
rasa puas (menyenangkan) akan cenderung diulang, sebaliknya tindakan atau
perbuatan yang menghasilkan rasa tidak puas (tidak menyenangkan) akan
cendeung tidak diulang.
1. Dari hukum tersebut dapat
disimpulkan bahwa pemberian hadiah adalah tindakan yang menyenangkan siswa,
sehingga membuat siswa cenderung mau melakukan lagi perbuatan yang
menyebabkan dia mendapatkan hadiah tersebut. Sebaliknya pemberian hukuman
adalah tindakan yang tidak menyenangkan siswa, sehingga siswa cenderung tidak
mengulang atau menghentikan perbuatan yang menyebabkan dia
mendapatkan hukuman.
2. Pemberian hadiah adalah
tindakan yang menyenangkan siswa,
sehingga meskipun ada hadiah dia tetap tidak mau memacu kegiatan
belajarnya, karena merasa yang akan mendapat hadiah adalah yang pintar saja,
sementara saya jelas tidak dapat, yang akan dapat hadiah hanya yang itu-itu
saja.
3. Aplikasi Teori Belajar
Kognitif dalam pembelajaran pada point siswa harus diberikan kesempatan
untuk belajar sesuai dengan kemampuannya, sehingga pemberian waktu belajar
untuk setiap siswa harus lebin fleksibel |
Komentar
Posting Komentar