ANALISIS BAHAN AJAR MODUL KRITERIA KE-SHAHIH-AN HADIS MENURUT AL-KHATHIB AL-BAGHDADI DALAM KITAB AL-KIFAYAH FI ‘ILM AL-RIWAYAH

 

ANALISIS BAHAN AJAR 3 MODUL 8

Judul Modul

Al-Quran Hadis

Judul Kegiatan Belajar (KB) 3

Jurnal 1

Bahan ajar yang dianalisa

KRITERIA KE-SHAHIH-AN HADIS MENURUT AL-KHATHIB AL-BAGHDADI DALAM KITAB AL-KIFAYAH FI ‘ILM AL-RIWAYAH

No Butir Pernyataan

 

 1

Tuliskan minimal 3(tiga) konsep beserta deskripsinya yang anda temukan di dalam bahan ajar

Konsep dan diskripsi bahan ajar jurnal 1

1.       Pentingnya hadis yang berkedudukan sebagai penjelas dari isi alquran menjadi suatu yang sangatn urgen untuk dikaji. Kedudukan yang sangat penting sebagai bagian yang tak terpisahkan  dari al-quran perlu untuk dimengerti oleh umat islam pasca wafatnya rasulullah saw. secara resmi hadis baru dibukukan pada abad ke-2 H. Dalam rentang waktu yang begitu lama mayoritas hadis diriwayatkan melalui lisan dan meninggalkan berbagai polemik seperti hadis palsu dan inkar sunnah. Oleh karena itu, para ahli merasa perlu melakukan penelitian terhadap hadis, baik dari segi sanad ataupun matan

 

2.       Biografi Al-Khathib

nama lengkap Al-khatib adalah Abu Bakar Ahmad ibn ‘Ali ibn Tsabit ibn Ahmad ibn Muhdi. Ia lahir enam hari sebelum berakhirnya bulan Jumadil Akhir pada tahun 392 H. Ayahnya berasal dari Arab,  dari kabilah yang terkenal dengan kebiasaan menunggang kuda yang bermukim di Hashshashah, pinggiran sungai Eufrat. Ayahnya bukanlah ilmuwan yang populer, tetapi memiliki perhatian yang tinggi terhadap ilmu. Ia sering memberikan ceramah di daerah Darzaijan (sebuah kota di Iraq) sehingga digelar dengan al-Khathib. Pada bulan Ramadhan tahun 463 H, alKhathib menderita sakit di tempat tinggalnya dekat dengan Sekolah Nizhamiyah. Sakitnya bertambah parah pada awal bulan Zulhijjah, dan pada waktu dhuha tanggal 7 Zulhijjah ia menghembuskan nafas terakhirnya.

 

3.       Peran dan kontribusi al-Khathib dalam perkembangan ilmu hadis terutama dalam hal kriteria ke-shahih-an hadis sangat menarik untuk dikaji terutama karena termasuk ahli hadis yang pertama membahas ilmu hadis. Sebagai seorang ahli hadis yang memiliki karya yang berkaitan dengan kriteria ke-shahih-an hadis yang bukunya juga menjadi referensi bagi ulama sesudahnya, terutama al-Kifayah, tentunya harus menjadi perhatian oleh ahli hadis terutama tentang bagaimana kriteria yang dirumuskan alKhathib dalam menilai ke-shahih-an suatu hadis. Al-Khathib mulai menuntut ilmu pada ayahnya yang mewajibkan al-Khathib membaca al-Qur’an dan ilmu pengetahuan serta menghadiri majelis ilmu. Selain itu, al-Khathib juga berguru pada beberapa ulama, di antaranya: al-Hilal ibn ‘Abd Allah al-Thayyibi,19 Abu alHasan al-Bazzaz Muhammad ibn Ahmad (Ibn Rizquwayh),20 Abu Hamid al-Isfarayayni,21 dan lain-lain.

 

Kriteria Ke-shahih-an Sanad Hadis al-Khathib al-Baghdadi. Sanad Bersambung, b. Periwayat Bersifat ‘Adil, c. Periwayat Bersifat Dhabith.

Kriteria Kesahihan Matan Hadis, diantara kriteria kesahihan hadsis yaitu : a. Terhindar dari Syadz, b. Terhindar dari ‘Illat. ’illat menurut mayoritas ahli hadis adalah cacat yang tersembunyi yang dapat merusak kualitas suatu hadis.

 

2.

Lakukan kontekstualisasi atas pemaparan materi dalam bahan ajar dengan realita sosial

 

 

Kita bisa memahami bahwa kajian kriteria kesahihan hadis menurut tokoh hadis al-Khatib bertujuan untuk mempeluas dan memperdalam  kajian  tentang kesahihan hadis. Sehingga tidak ada lagi kesalahan dalam memahami hadis.

3.

Refleksikan hasil kontekstualisasi materi bahan ajar dalam pembelajaran bermakna

Pembahasan jurnal diatas mampu memberi motivasi kepada pembaca agar lebih bersemangat dalam memahami hadis melalui pendekatan  yang bisa dilakukan .

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lembar Kerja (LK) 6 : Penyusunan Rencana Aksi

TUGAS REFLEKSI MODUL PEDAGOGIK