ANALISIS BAHAN AJAR KB TRADISI ISLAM NUSANTARA PERSPEKTIF PENDIDIKAN MULTIKULTURAL

 

ANALISIS BAHAN AJAR

 

Judul Modul

Sejarah Kebudayaan Islam

Judul Kegiatan Belajar (KB)

Bahan ajar yang di analisis

Jurnal 2 Tradisi Islam Nusantara Perspektif pendidikan multikultural

No

Butir Pertanyaan

Respon/jawaban

1.

Tuliskan minimal 3 (tiga) konsep beserta deskripsinya yang Anda temukan di dalam bahan ajar;

a. Pluralitas di Indonesia:

Indonesia merupakan sebuah negara yang memiliki pluralitas yang sangat kompleks. Hamparan negeri dari ujung Sumatera sampai ke ujung Papua menyimpan kompleksitas tidak hanya secara geografis yang terpisah pisah.

Di dalamnya menyimpan kekayaan alam yang beraneka warna dan juga kekayaan sosial yang beranekaragam menjadi pelengkap akan pluralitas dan kompleksitas Indonesia.

Dari sisi manusianya terlihat dari adanya keberagaman multi aspek baik dalam hal suku, ras maupun agama. Belum lagi perbedaan pendapat dalam hal politik dan keagamaan yang begitu kental muncul di negeri ini.

b. Ancaman Kerawanan:

Kompleksitas kondisi Indonesia satu sisi menjadi kekayaan negeri yang unik. Disatu sisi yang lain hal ini bisa menjadikan ancaman kerawanan konflik yang membahayakan kedaulatan Negara.

Keberagaman yang sedemikian banyak menjadikannya sebagai salah satu kontibutor akan adanya bahaya ancaman konflik horisontal sesama anak bangsa. Gesekan antar perbedaan yang ada bisa saja tersulut kapan saja

c. Melek Keberagaman:

Fakta akan keragaman Indonesia dan potensi kerawanan akan terjadinya gesekan merupakan suatu hal yang patut disikapi dengan bijak.

Upaya-upaya dalam rangka membangun komitmen bersama dalam menjaga keutuhan negara menjadi hal yang harus terus-menrus dilakukan dan ditransferkan kepada anak keturunan bangsa ini.

Meskipun sudah sejak zaman dulu nenek moyang kita mengajarkan semboyan suci “Bhineka Tunggal Ika”, namun hal ini bisa saja terkikis oleh kemajuan dan peradaban.

Membangun kesadaran akan kondisi bangsa ini menjadi bagian penting dan menjadi pondasi awal untuk nantinya bisa bersikap secara lebih bijaksana dalam kehidupan sehari-hari dalam bermasyarakat berbangsa dan bernegara.

d. Pentingnya Pendidikan Multikultur di Indonesia:

Konsep pendidikan mulitikultur hari ini tidak lagi sebatas terhenti pada tataran wacana saja. Namun harus dilakukan upaya-upaya ikhtiar dalam mewujudkannya.

Dalam hal ini, upaya untuk mewujudkan pendidikan multikultur harus dilakukan secara sporadis, komprehensif dan holistik. Artinya bahwa pendidikan multikultur harus dilakukan secara serempak, dilakukan sengan sempurna dan menyeluruh.

Melibatkan seluruh stake holder baik pemerintah maupun masyarakat. Tidak hanya dibebankan kepada dunia pendidikan saja.

Meskipun bisa saja pendidikan nasional menjadi garda terdepan dalam melakukan program ini. Namun, sinergitas dari berbagai kalangan tentu menjadi hal yang semestinya agar pendidikan multikultur ini bisa dicapai dengan semestinya

e. Tradisi Islam Nusantara:

Sebagai mana pendapat munif bahwa pendidikan multikultur seyogyanya tidak hanya dimaknai dan dikembangkan pada sekolah formal saja.

Lebih penting daripada itu, pendidikan berbasis tradisi masyarakat menjadi bagian lahan yang harus digarap bersama-sama. Masyarakat harus mampu menjadi basis pendidikan multikultural yang lebih nyata.

 

 

 

 

 

2.

Lakukan kontekstualisasi atas pemaparan materi dalam bahan  ajar dengan realitas sosial;

jurnal ini mengingatkan kita akan pentingnya kesadaran kita terhadap pluralitas negeri. Kebergaman yang ada menjadikan sebuah kekuatan bangsa ini, namun disisi lain merupakan ancaman bagi negara kita ketika kita tidak mampu mengatur dan mengendalikannya dengan baik

Kita sebagai guru pendidikan Agama Islam mejadi bagian penting dalam ikut andil menyemaikan pendidikan multikultur.

Kesadaran akan hal ini juga terus kkita gelorakan dalam diri kita. Disadari atau tidak terkadang masih banyak guru yang apatis akan hal semacam ini.

Sikap ketidak pedulian sebagai bagian dari ingral masyarakat Indonesia terkadang masih menjangkiti para guru termasuk guru pendidikan agama islam

.

3.

Refleksikan hasil kontekstualisasi materi bahan ajar dalam pembelajaran bermakna.

konsep pembelajaran bermakna yang memang bertujuan untuk hidup dan berperilaku moderat tentu membutuhkan pemahaman dan kesadaran atas adanya perbedaan.

Setelah itu, dengan mengingat adanya keberagaman maka seseorang bisa mengambil sikap dan tindakan yang lebih moderat demi menjaga keutuhan dan kesatuan bangsa ini.

Dengan demikian maka jurnal ini bisa menjadi materi suntikan yang mendukung untuk terwujudnya paradigma moderasi beragama di Indonesia.

Oleh sebab itu hal-hal semacam ini perlu dikembangkan. Tradisi Nusantara akan memberikan lebih banyak pengetahuan dan pemahaman akan moderasi beragama di Indonesia.

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lembar Kerja (LK) 6 : Penyusunan Rencana Aksi

TUGAS REFLEKSI MODUL PEDAGOGIK