Analisis Bahan Ajar Jurnal 1 : Penguatan Growth Mindset Guru dalam Persiapan Implementasi Kurikulum Merdeka
ANALISIS BAHAN AJAR
|
Judul Modul |
Penguatan Kurikulum Merdeka Belajar |
|
|
Judul Kegiatan Belajar (KB) |
1 |
|
|
Bahan ajar yang di analsisi |
Jurnal 1 : Penguatan Growth Mindset Guru
dalam Persiapan Implementasi Kurikulum Merdeka |
|
|
No |
Butir Pertanyaan |
Respon/jawaban |
|
1. |
Tuliskan minimal 3
(tiga) konsep beserta deskripsinya yang Anda temukan di dalam bahan ajar; |
Setelah membaca dan memahami Jurnal 1 :
Penguatan Growth Mindset Guru dalam Persiapan Implementasi Kurikulum Merdeka
ditemukan beberapa konsep, sebagai berikut ; 1. Pola Pikir Growth Mindset: Pola pikir
growth mindset adalah keyakinan bahwa kemampuan dan kecerdasan dapat
berkembang melalui upaya, latihan, dan ketekunan. Dalam konteks implementasi
kurikulum merdeka, pola pikir growth mindset penting bagi guru. Guru perlu
meyakini bahwa mereka dapat terus berkembang dan meningkatkan keterampilan
mereka dalam menghadapi tantangan yang mungkin muncul saat
mengimplementasikan kurikulum ini. 2. mplementasi Kurikulum Merdeka:
Implementasi Kurikulum Merdeka adalah tentang persiapan dan pelaksanaan
kurikulum merdeka belajar di tingkat satuan pendidikan. Tujuan utamanya
adalah memberikan kebebasan kepada siswa untuk memilih dan mengatur
pembelajaran mereka sendiri, sambil juga meningkatkan keterampilan guru dalam
mengimplementasikan kurikulum ini. Dengan kata lain, ini melibatkan perubahan
dalam pendekatan pembelajaran dan pengajaran. 3. Partisipatif: Konsep partisipatif mengacu
pada model pelatihan yang melibatkan partisipasi aktif peserta. Dalam konteks
pengabdian ini, model partisipatif digunakan untuk melibatkan guru SD dalam
menguatkan pola pikir growth mindset dalam implementasi Kurikulum Merdeka.
Ini mencakup merumuskan tujuan kegiatan bersama, melakukan evaluasi awal dan
akhir bersama, serta refleksi atas kegiatan bersama. Dengan cara ini, guru
secara aktif terlibat dalam proses perubahan dan pengembangan profesional
mereka. |
|
2. |
Lakukan
kontekstualisasi atas pemaparan materi dalam bahan ajar dengan realitas
sosial; |
Pola pikir growth mindset yang diajarkan
dalam materi pembelajaran memiliki relevansi yang signifikan dengan situasi
sosial saat ini. Di dalam dunia pendidikan, guru seringkali menghadapi
sejumlah tantangan ketika mereka berusaha untuk menerapkan kurikulum,
khususnya kurikulum merdeka belajar. Tantangan ini bisa berupa kesiapan guru,
perubahan yang sering terjadi dalam kurikulum, dan persepsi bahwa kurikulum
hanyalah proyek pemerintah. Dalam konteks ini, penting bagi guru untuk
mengadopsi pola pikir growth mindset untuk menghadapi tantangan ini. Dengan
memiliki pola pikir growth mindset, guru akan memiliki keyakinan bahwa
kemampuan mereka bisa berkembang melalui usaha, latihan, dan ketekunan.
Mereka akan melihat tantangan sebagai peluang untuk belajar dan berkembang,
bukan sebagai halangan yang menghambat mereka. Selain itu, implementasi kurikulum merdeka
belajar juga sangat relevan dengan realitas sosial saat ini. Kurikulum ini
memberikan kebebasan kepada siswa untuk memilih dan mengatur pembelajaran
mereka sendiri, yang sesuai dengan tuntutan zaman yang mendorong kemandirian
dan kreativitas siswa dalam belajar. Dengan menerapkan kurikulum merdeka
belajar, diharapkan siswa akan lebih aktif dan terlibat dalam proses
pembelajaran. Namun, pelaksanaan kurikulum merdeka belajar
juga menghadapi sejumlah tantangan, terutama dalam hal persiapan dan
pemahaman guru. Materi pembelajaran ini menekankan pentingnya memperkuat pola
pikir growth mindset bagi guru sebagai cara untuk mengatasi
tantangan-tantangan ini. Dengan mengadopsi pola pikir growth mindset, guru akan
lebih siap dan percaya diri dalam menerapkan kurikulum merdeka belajar. Secara sosial, penguatan pola pikir growth
mindset juga dapat memberikan dampak positif pada siswa. Siswa yang memiliki
pola pikir growth mindset akan lebih termotivasi untuk belajar, menghadapi
tantangan, dan mengembangkan potensi mereka. Hal ini akan berdampak pada
peningkatan kompetensi siswa. |
|
3. |
Refleksikan hasil
kontekstualisasi materi bahan ajar dalam pembelajaran bermakna. |
hasil kontekstualisasi materi pembelajaran
dalam pembelajaran bermakna menunjukkan bahwa konsep-konsep yang terdapat
dalam materi tersebut memiliki relevansi yang kuat dengan realitas sosial.
Dalam konteks implementasi kurikulum merdeka belajar, penting bagi guru untuk
memiliki pola pikir growth mindset agar bisa mengatasi tantangan dalam
menerapkan kurikulum ini. Dengan mengadopsi pola pikir growth mindset, guru
akan lebih siap dan percaya diri menghadapi perubahan kurikulum, serta
melihat tantangan sebagai peluang untuk belajar dan tumbuh. Selain itu, penerapan kurikulum merdeka
belajar juga sangat sesuai dengan tuntutan zaman yang mendorong kemandirian
dan kreativitas siswa dalam proses belajar. Memberikan kebebasan kepada siswa
untuk memilih dan mengatur pembelajaran mereka sendiri diharapkan akan
membuat siswa lebih aktif dan terlibat dalam proses pembelajaran. Ini sejalan
dengan perkembangan sosial yang semakin menekankan pentingnya siswa memiliki
keterampilan mandiri dan kreatif untuk menghadapi perubahan yang cepat. Dalam aspek sosial, memperkuat pola pikir
growth mindset juga berdampak positif pada siswa. Siswa yang memiliki pola
pikir growth mindset akan lebih termotivasi untuk belajar, menghadapi
tantangan, dan mengembangkan potensi mereka. Ini akan meningkatkan pencapaian
belajar siswa dan mempersiapkan mereka untuk menghadapi dunia kerja yang
kompetitif. Dengan demikian, kontekstualisasi materi
pembelajaran dalam pembelajaran bermakna dapat memberikan pemahaman yang
lebih mendalam dan relevan bagi peserta didik. Melalui penerapan konsep-konsep
ini dalam situasi sosial nyata, peserta didik dapat melihat hubungan antara
pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari mereka, serta mengembangkan
keterampilan dan pola pikir yang relevan untuk mengatasi tantangan masa
depan. |
Komentar
Posting Komentar