Analisis Bahan Ajar JURNAL 1 (PENERAPAN METODE PENDEKATAN DESIGN THINKING DALAM RANCANGAN IDE BISNIS KALIGRAFI)
ANALISIS BAHAN AJAR
|
Judul Modul |
PENGUATAN KURIKULUM
MERDEKA BELAJAR |
|
|
Judul Kegiatan Belajar (KB) |
DESIGN THINKING DAN COMPUTATIONAL
THINKING (KB4) |
|
|
Bahan ajar yang di analsisis |
JURNAL 1 (PENERAPAN METODE PENDEKATAN DESIGN
THINKING DALAM RANCANGAN IDE BISNIS KALIGRAFI) |
|
|
No |
Butir Pertanyaan |
Respon/Jawaban |
|
1. |
Tuliskan minimal 3
(tiga) konsep beserta deskripsinya yang Anda temukan di dalam bahan ajar |
1. No
Kriteria Wawancara Sedang mencari atau akan menggunakan jasa
dokumentasi pernikahan dan yang pernah menggunakan jasa dokumentasi
pernikahan. Tabel II berisikan pertanyaan wawancara yang diajukan kepada
responden. 2. Menampilkan
tampilan awal pada website Terdapat juga penjelasan tentang kelebihan
Kalografi sebagai penyedia jasa dokumentasi untuk meningkatkan engagement
rate kepada klien seperti kualitas tim dokumentasi dan kualitas hasil
dokumentasi. Pengujian ini nantinya akan dinilai melalui tabel indikator
penilaian apakah kebutuhan pengguna yang akan mencari jasa dokumentasi
pernikahan sudah sesuai, cukup sesuai, atau tidak sesuai 3. Tujuan
awal dari penelitian ini Adalah untuk mendapatkan solusi dari
permasalahan kebutuhan pengguna tentang dokumentasi pernikahan. Penelitian
ini menggunakan metode design thinking yang mampu membantu penulis dalam
penentuan permasalahan dan solusi untuk merancang ide bisnis startup
Kalografi. Metode ini mengacu pada kebutuhan dan keinginan pengguna sebagai
pondasi data rancangan ide bisnis dengan menggunakan lima tahapan empathize,
define, ideate, prototyping dan test. Solusi yang didapatkan adalah merancang
website Kalografi sebagai platform penyedia jasa dokumentasi pernikahan
dengan fitur lengkap.
|
|
2. |
Lakukan
kontekstualisasi atas pemaparan materi dalam bahan ajar dengan realitas
social. |
Menerapkan pendekatan design
thought dalam merancang ide bisnis kaligrafi
sangat penting mengingat realitas sosial saat ini. Sebagai
disiplin ilmu yang memadukan tulisan dan estetika,
kaligrafi mempunyai nilai seni yang tinggi dan nilai budaya
yang kaya. Namun nyatanya bisnis kaligrafi di Indonesia masih
belum begitu berkembang terutama bagi usaha kecil dan
menengah. Dalam konteks sosial, penggunaan
pendekatan design thought dapat membantu meningkatkan
kualitas dan daya saing usaha kaligrafi serta memberikan
manfaat bagi para pedagang dan masyarakat
secara keseluruhan dengan
menghasilkan produk-produk berkualitas tinggi yang
bernilai ekonomi dan seni tinggi. |
|
3. |
Refleksikan hasil
kontekstualisasi materi bahan ajar dalam pembelajaran bermakna. |
Design Thinking merupakan salah satu metode
inovasi yang berpijak pada kebutuhan pengguna. Metode ini sangat unik dan
mudah dimplementasikan dalam berbagai bidang atau lapangan pekerjaan,
termasuk dalam bidang pendidikan dan pengajaran. Design Thinking dapat
digunakan oleh guru dalam mewujudkan keterampilan abad ke-13 serta mewujudkan
kreativitas pada siswa. Pendekatan ini jika diimlementasikan dalam
kegiatan pembelajaran, memungkinkan siswa memperoleh dan mengalami penguasaan
kreatif dengan menyediakan proses pemecahan masalah yang kreatif, ruang kerja
yang kreatif dan kolaborasi. Kontekstualisasi
materi pembelajaran dalam pembelajaran bermakna sangat
penting dilakukan agar pembelajaran menjadi lebih
menarik, bermakna dan bermakna bagi siswa. Materi pembelajaran
berbasis konteks memungkinkan siswa lebih memahami
bagaimana menerapkan suatu teori atau konsep dalam kehidupan
sehari-hari Dalam
pembelajaran reflektif, siswa dapat terlibat dalam
proses berpikir kreatif dan inovatif
yang dapat menghasilkan solusi yang lebih baik lagi ketika
merancang ide bisnis kaligrafi. Melalui kontekstualisasi ini,
siswa diminta mengembangkan kemampuan berpikir kreatif, berpikir
analitis, dan berpikir inovatif. |
Komentar
Posting Komentar