Analisis Bahan Ajar Jurnal 1 : Menggagas Pembelajaran HOTS Pada Anak Usia Sekolah Dasar

 

ANALISIS BAHAN AJAR

 

Judul Modul

Penguatan Kurikulum Merdeka Belajar

Judul Kegiatan Belajar (KB)

2

Bahan ajar yang di analsisi

Jurnal 1 : Menggagas Pembelajaran HOTS Pada Anak Usia Sekolah Dasar

No

Butir Pertanyaan

Respon/jawaban

1.

Tuliskan minimal 3 (tiga) konsep beserta deskripsinya yang Anda temukan di dalam bahan ajar;

Setelah membaca dan memahami Jurnal tentang Menggagas Pembelajaran HOTS pada Anak Usia Sekolah Dasar dapat dirumuskan beberapa konsep sebagai berikut :

1. Ranah Kognitif: Konsep ini merujuk pada hierarki tingkat berpikir manusia yang digambarkan dalam kerangka kerja Bloom. Terdapat enam tingkatan dalam ranah kognitif ini, yaitu tingkat pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, mensintesis, dan penilaian.

2. Pembelajaran Terpadu Tematik: Konsep ini mengintegrasikan pembelajaran dari berbagai mata pelajaran menjadi satu kesatuan yang terpadu. Pendekatan pembelajaran tematik terpadu mencerminkan situasi dunia nyata yang dihadapi oleh siswa, menggabungkan pemahaman siswa dari berbagai subjek, dan menghindari adanya inkonsistensi antara berbagai mata pelajaran.

3. Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi (High Order Thinking Skills, HOTS): Konsep ini merujuk pada kemampuan berpikir pada tingkat yang lebih tinggi yang mencakup proses berpikir kritis, analitis, kreatif, dan reflektif. Kemampuan berpikir tingkat tinggi ini dapat dikembangkan melalui pendekatan pembelajaran tematik terpadu dengan memanfaatkan metode ilmiah seperti observasi, eksperimen, dan teknik berpikir yang reflektif.

2.

Lakukan kontekstualisasi atas pemaparan materi dalam bahan ajar dengan realitas sosial;

 

Dalam lingkungan sekolah, konsep-konsep yang ada dalam materi pembelajaran dapat digunakan untuk meningkatkan mutu pembelajaran. Berikut adalah cara mengaitkan konsep-konsep tersebut dalam konteks sekolah:

 

1. Ranah Kognitif: Dalam pembelajaran di sekolah, guru dapat menggunakan konsep ranah kognitif untuk merancang kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan berpikir siswa. Misalnya, guru dapat menyusun pertanyaan yang mendorong siswa untuk menerapkan pengetahuan yang sudah dipelajari dalam situasi praktis atau menganalisis informasi yang diberikan. Dengan cara ini, siswa akan terlibat dalam proses berpikir yang lebih kompleks dan meningkatkan pemahaman mereka.

 

2. Pembelajaran Tematik Terpadu: Di lingkungan sekolah, pembelajaran tematik terpadu dapat diterapkan dengan menggabungkan berbagai mata pelajaran menjadi satu tema yang relevan dengan kehidupan siswa. Sebagai contoh, tema lingkungan hidup dapat mencakup mata pelajaran seperti IPA, IPS, bahasa Indonesia, dan seni. Melalui pendekatan tematik terpadu, siswa dapat melihat hubungan antara berbagai konsep dan mendapatkan pemahaman yang lebih menyeluruh.

 

3. High Order Thinking Skills (HOTS): Dalam pembelajaran di sekolah, guru dapat mengembangkan HOTS dengan memberikan tugas atau proyek yang mendorong siswa untuk berpikir secara kritis, analitis, kreatif, dan reflektif. Sebagai contoh, siswa dapat diminta untuk menganalisis masalah, mengidentifikasi solusi yang mungkin, dan mengevaluasi keefektifan solusi tersebut. Melibatkan siswa dalam HOTS akan membantu mereka berlatih berpikir secara mendalam dan mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi.

 

Dengan menerapkan konsep-konsep ini, pembelajaran di sekolah dapat menjadi lebih menarik, relevan, dan mencapai kompetensi yang telah ditetapkan.

3.

Refleksikan hasil kontekstualisasi materi bahan ajar dalam pembelajaran bermakna.

 

Dampak positif dari kontekstualisasi materi pembelajaran dalam pembelajaran bermakna terlihat dalam proses pembelajaran di sekolah. Penerapan konsep-konsep seperti ranah kognitif, pembelajaran tematik terpadu, dan HOTS dapat meningkatkan relevansi pembelajaran dengan kehidupan siswa dan memberikan pengalaman belajar yang berarti.

 

Ranah kognitif dapat diterapkan dalam pembelajaran untuk membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir mereka. Guru dapat merancang kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan tingkat berpikir siswa, sehingga siswa dapat terlibat dalam proses berpikir yang lebih kompleks dan meningkatkan pemahaman mereka.

 

Pembelajaran tematik terpadu memungkinkan siswa untuk melihat keterkaitan antara berbagai konsep dan mendapatkan pemahaman yang lebih menyeluruh. Dengan mengintegrasikan berbagai mata pelajaran dalam satu tema yang relevan dengan kehidupan siswa, pembelajaran menjadi lebih menarik dan siswa dapat melihat relevansi pembelajaran dengan dunia nyata.

 

Pengembangan HOTS dalam pembelajaran dapat membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi seperti berpikir kritis, analitis, kreatif, dan reflektif. Melalui pemberian tugas atau proyek yang mendorong siswa untuk berpikir secara mendalam, siswa dapat melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi mereka dan mengembangkan kemampuan dalam pemecahan masalah.

 

Dengan menerapkan konsep-konsep ini, pembelajaran di sekolah menjadi lebih berarti bagi siswa. Mereka dapat melihat relevansi pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari mereka, mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi, dan mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lembar Kerja (LK) 6 : Penyusunan Rencana Aksi

TUGAS REFLEKSI MODUL PEDAGOGIK