ANALISIS BAHAN AJAR JURNAL 1 “EKSISTENSI UANG ELEKTRONIK SEBAGAI ALAT TRANSAKSI KEUANGAN MODERN” Rifqy Tazkiyyaturrohmah - Institut Agama Islam Riyadlotul Mujahidin Ponorogo
|
Judul Modul |
PAI KONTEMPORER |
|
|
Judul Kegiatan Belajar
(KB) |
2. TRANSAKSI MODERN |
|
|
Bahan ajar yang
dianalsis |
JURNAL 1 “EKSISTENSI
UANG ELEKTRONIK SEBAGAI ALAT TRANSAKSI KEUANGAN MODERN” Rifqy
Tazkiyyaturrohmah - Institut Agama Islam Riyadlotul
Mujahidin Ponorogo |
|
|
No |
Butir Pertanyaan |
Respon/jawaban |
|
1. |
Tuliskan minimal 3
(tiga) konsep beserta deskripsinya yang Anda temukan di dalam bahan ajar; |
a. Uang
elektronik Perkembangan uang
elektronik bukan disebabkan oleh Bank Indonesia, namun disebabkan oleh
perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang mengendalikan pasar
untuk menggunakan uang elektronik tersebut. Uang elektronik menjadi salah
satu alternatif pembayaran dalam segmen mikro, seperti pembayaran tol,
pembelian tiket dan juga pembayaran di merchant yang sudah menggunakan sistem
pembayaran uang elektronik. Uang elektronik menawarkan kemudahan dan
kecepatan dalam melakukan transaksi. b. Uang
Elektronik Sebagai Pilihan Gaya Hidup Masa Kini Penggunaan uang
elektronik lebih nyaman dibandingkan penggunaan uang tunai (dalam transaksi
bernilai kecil), karena nasabah tidak perlu mempunyai sejumlah uang pas untuk
transaksi. Selain itu uang elektronik juga akan mempengaruhi industri jasa
keuangan di masa depan dan mampu mengurangi barrier dalam mengakses industri
jasa keuangan. Penggunaan uang elektronik sebagai alternatif alat pembayaran
non-cash menunjukkan adanya potensi yang cukup besar uantuk mengurangi
tingkat pertumbuhan penggunaan uang tunai. Uang elektronik juga menawarkan
transaksi yang lebih cepat dan nyaman dibandingkan dengan uang tunai,
khususnya untuk transaksi yang bernilai kecil (micro payment). Keamanan dan
kecepatan transaksi ini tentunya menjadi sebuah komoditi yang diperlukan dan
cukup efektif untuk terciptanya cash less society, yaitu suatu masyarakat
yang minim menggunakan transaksi pembayaran secara cash, hal ini diindikasi
dengan semakin banyaknya pusat-pusat perdagangan dan berbagai jenis
perusahaan yang menerima pembayaran non-cash. c. Perbedaan
uang elektronik dengan ATM Uang elektronik pada
hakikatnya merupakan uang tunai tanpa ada fisik (cashless money) yang nilai
uangnya berasal dari nilai uang yang disetor terlebih dahulu kepada
penerbitnya, kemudian disimpan secara elektronik dalam suatu media elektronik
berupa server (hard drive) atau kartu chip, yang berfungsi sebagai alat
pembayaran non tunai kepada pedagang yang bukan penerbit uang elektronik yang
bersangkutan. d. Transformasi
Transaksi Uang Elektronik Di Indonesia Saat ini, sudah
banyak uang elektronik yang berlaku di Indonesia, ada yang jenis chip based
maupun server based. Uang elektronik dengan jenis server based atau uang
elektronik teregistrasi biasanya pada saat pembuatan uang elektronik ini,
pengguna harus memberikan data identitas dahulu kepada acquirer. Cara bertransaksi
dengan uang elektronik pun tergolong gampang, hanya dengan mendekatkan kartu
uang elektronik ke reader atau hanya scan chip maka masyarakat sudah bisa
melakukan transaksi pembayaran. Selain itu masyarakat juga tidak perlu
direpotkan dengan kembalian uang dengan pecahan kecil-kecil yang mana
terkadang di abaikan oleh para pelaku usaha. Sehingga biasanya untuk menekan
jumlah uang kembalian dalam pecahan kecil-kecil dalam jumlah banyak, maka
para pelaku usaha mengganti uang kembaliannya dengan menggunakan permen.
Dengan melakukan transaksi dengan uang elektronik maka hal-hal seperti itu
akan terhindari. |
|
2. |
Lakukan
kontekstualisasi atas pemaparan materi dalam bahan ajar dengan realitas
sosial; |
Lakukan
kontekstualisasi atas pemaparan materi dalam bahan ajar dengan realitas
sosial Dengan semakin
tingginya minat transaksi non tunai maka perekonomian Indonesia pun turut
berkembang. Yang mulanya menggunakan sistem perekonomian konvensional
berkembang menjadi sistem perekonomian global. Dari transaksi perekonomian
yang menuntut untuk bertemunya para pihak, bergeser menjadi transaksi
informasi digital.38 Dengan demikian financial technology di Indonesia pun
turut berkembang pesat. |
|
3 |
Refleksikan hasil
kontekstualisasi materi bahan ajar dalam pembelajaran bermakna |
Merefleksikan hasil
kontekstualisasi materi bahan ajar dalam pembelajaran bermakna Beberapa kendala
yang meliputi kegiatan transaksi non tunai terdapat beberapa faktor, salah
satunya faktor sosial dan budaya serta faktor ketersediaan infrastruktur.
Dalam hal ini antara pemerintah, pelaku usaha dan masyarakat masing-masing
harus turut andil dalam mensosialisasikan cashless society. Pemerintah dengan
terus melakukan perkembangan sistem maupun aturan sebagai payung hukum dari
uang elektronik itu sendiri. Para pelaku usaha juga harus turut serta
mengkampanyekan penggunaan uang elektronik dengan menyediakan alat maupun
intrumen dari uang elektronik. Untuk masyarakat sendiri juga mulai beralih
dari semula menggunakan transaksi tunai ke transaksi non tunai khususnya uang
elektronik. Harapan kita dengan turut sertanya semua pihak dalam
mensosialisakan transaksi dengan menggunakan uang elektronik maka tidak
menutup kemungkinan jika suatu saat nanti negara Indonesia menjadi negara
yang menerapkan cashless society untuk semua masyarakatnya. |
Komentar
Posting Komentar