Depati Atur Bumi/Batu Hampar

                                                            Syafrizal, S.Ag Dpt.
                                                            Depati Atur Bumi/Depati Batu Hampar Hiang
                                                            2010-


Koto Jelatang atau Priangan Tinggi  yang sekarang lebih dikenal sebagai Hiang Tinggi atau Hiang Karya, Hiang Sakti adalah pusat pertama kali dikembangkan dan dikenalkan hukum adat dari Minangkabau. Hiang Tinggi adalah tempat dibentuknya tatanan Depati Empat (Depati Batu Hampar, Depati Muaro Langkap, Depati Biang Sari, dan Depati Rencong Telang) yang sekarang lebih dikenal sebagai Kerinci Hilir.


Hiang Tinggi juga asal dikembangkan pemekaran Depati Salapan Helai Kain (Tiga di Hilir Empat Tanah Rawang, Tiga di Mudik Empat Tanah Rawang). Sebelum adanya Balai Bagonjong Dua di Maliki Air, pusat pertemuan Depati Salapan Helai Kain adalah di Hiang Tinggi. Selain itu, Depati Batu Hampar/Depati Atur Bumi juga dijuluki sebagai anak batino baik Depati Empat maupun Depati Salapan Helai Kain. Bila duduk di Sanggaran Agung beliau bergelar Depati Batu Hampar dan menjadi anak batino Depati Empat. Bila duduk di Hiang Tinggi beliau bergelar Depati Atur Bumi dan menjadi anak batino Depati Salapan Helai Kain.


Setelah terbentuk Tanah Sabingkeh, maka ada dua pusat pertemuan para depati yang ada di Kerinci:


1. Balai Bagonjong Satu di Sanggaran Agung sebagai pusat pertemuan Depati Empat.


2. Balai Bagonjong Dua di Maliki Air sebagai pusat pertemuan Depati Salapan Helai Kain.


Dua balai ini pada dasarnya dipegang oleh Depati Atur Bumi/Batu Hampar karena posisi balai di Maliki Air adalah pindahan dari Hiang Tinggi karena posisi Tanah Sabingkeh berada di tengah-tengah wilayah Depati Salapan Helai Kain. Fungsi Depati Batu Hampar melebur ke Depati Mudo sebagai anak batino yang 'batantik'. Dua balai ini tidak ekslusif satu sama lain. Dua balai tersebut memiliki hubungan yang erat melalui Depati Batu Hampar. Depati Batu Hampar/Depati Atur Bumi memiliki julukan sebagai Uhang Suhang Bagelar Duo. Depati Batu Hampar atau Depati Atur Bumi adalah orang yang sama dan satu-satunya depati yang duduk di kedua balai tersebut. Apabila duduk di Sanggaran Agung, Depati Batu Hampar mewakili Depati Salapan Helai Kain dan apabila duduk di Maliki Air, Depati Batu Hampar mewakili Depati Empat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lembar Kerja (LK) 6 : Penyusunan Rencana Aksi

TUGAS REFLEKSI MODUL PEDAGOGIK